Pedang Pusaka Dewi Kahyangan (Sian Ku Po Kiam) Jilid 17

 
Jilid 17

Hui hujin segera membuka bungkusan kain tersebut Melihat batu giok yang terbungkus di dalamnya, wajahnya langsung menyiratkan perasaan terkejut dan gembira.

Matanya langsung terangkat dan menatap Yok Sau Cun lekat-lekat. "Kau...".

"Ketika Song loya cu menyampaiKan batu giok ini, dia mengatakan bahwa apabila hujin ingin mengatakan sesuatu, cayhe harus mengabujkannya.".

Hui hujin mengangkat batu giok itu perlahan-lahan Dia merabanya sekilas. "Kau she Yok?" Pertanyaannya sungguh aneh.

Yok Sau Cun sampai kebingungan Namun dia menjawab juga..,. "Betul".

"Berapa usiamu tahun mi?" tanya Hui hujin kembali. "Cayhe berusia dua puluh tahun ".

Hui hujin merasa seakan ada sesuatu yang tidak tepat. Dia merenung sejenak. "Apa lagi yang dikatakan toako kepada mu?".

"Song loya cu tidak mengatakan apa apa lagi," sahut Yok Sau Cun.

"Toako juga tidak mengatakan siapa pemilik batu giok ini?" tanya Hui hujin kurang percaya. "Tidak," sahut Yok Sau Cun tegas.

"Aneh sekali" Hui hujin mengerutkan sepasang alisnya "Coba kau ingatingat sekali lagi.".

Yok Sau Cun menurut Dia berusaha mengingat kembali pembicaraan Song loya cu dengannya tempo hari.

"Song loya cu benar benar tidak mengatakan apa-apa lagi".

"Toako menyerahkan batu giok ini kepa damu Semestinya dia berpe8an sesuatu " Matanya tiba-tiba bersinar terang "Mungkinkah." Dia termenung lagi sejenak.

Matanya menatap Yok Sau Cun lekat-lekat.

"Toako menyerahkan giok ini kepadamu pasti dengan satu syarat bukan?" tanyanya kembali.

"Tidak Tapi ketika Song loya cu menyerahkan batu giok ini kepada cayhe, wajahnya serius sekali," sahut Yok Sau Cun.

"Apakah bukan Yok siangkong yang memohon kepada toako?".

Pikiran Yok Sau Cun langsung tergerak. Dia memang mengajukan suatu permohonan kepada Song loya cu demi permmtaan suhunya Tapi dia merasa hal ini tidak ada hubungannya dengan batu giok tersebut. Hatinya benar-benar bingung.

"Pada saat cayhe datang ke Tian Hua sanceng, sebetulnya memang ada suatu urusan di mana cayhe mohon kepada Song loya cu Tapi dengan batu giok ini, rasanya tidak ada sangkut paut apa-apa.".

Hui hujin mendengarkan dengan seksama.

"Untuk urusan apa Yok siangkong memohon kepada toakoku'? Dapatkah Yok siangkong menceritakannya'?".

Pada saat itu Siau Cui dan Siau Yan ma' suk kembati dengan tangan masing masing membawa sebuah baki bensi berbagai hi dangan Keduanya langsung merapikan hi dangan tersebut di atas meja bundaryang terletak di tengahtengah ruangan Siau Cui segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat.

'Lao hujin. arak dan hidangan telah di sediakan Yok siangkong sudah bisa diajak makan sekarang ".

Hui hujin langsung berdiri "Yok siang kong, silahkan," ajaknya. Yok Sau Cun cepat-cepat ikut berdiri Dia menjura dalam-dalam. "Hujin, silahkan " sahutnya.

Yok Sau Cun dan Hui hujin langsung mengambil posisi berhadapan satu dengan lainnya dan duduk di depan meja Siau Cui mengulurkan tangannya rnengangkat kendi arak dan menuangkannya ke cawan Yok Sau Cun dan Hui hujin.

Yok Sau Cun segera membungkukkan tubuhnya sedikit. "Siau Cui kouwnio, cayhe tidak minum arak ".

Hui hujin tersenyum lembut.

"Minum sedikit tidak apa-apa Yok siang kong silahkan makan sambil bercerita ".

Yok Sau Cun hanya mengiakan Setelah minum seteguk arak yang disajikan, dia kemudian menceritakan tentang dua buah permintaan suhunya Salah satunya, hanya dengan sekali anggukan dan Song loya cu, masalahnya sudah dapat diselesaikan Te tapi karena pada waktu dulu, Song loya cu pernah bersumpah kalau suhu yang datang menemuinya, maka orang tua itu harus sang gup menenma dua puluh jurus ilmu pedangnya, baru permintaanya dapat dikabulkan Ternyata yang datang adalah muridnya Song loya cu lalu memberi kelonggaran dengan membatasinya sebanyak satu jurus saja Dia sudah mencoba sebanyak tlga kali namun masih belum berhasll juga Semuanya diceritakan oleh Yok Sau Cun tanpa ditutupi sedikit pun.

Mendengar ceritanya, Hul hujin menganggukkan kepaianya berkalikali. Bibirnya mengembangkan seulas senyuman.

"Ini dia .".

"Apakah Hui hujin sudah paham?" tanya Yok Sau Cun.

"Toako membenkan batu giok ini kepada Yok siangkong agar menyerahkannya kepadaku adalah agar aku dapat membantu mengabulkan permintaan suhumu Tetapi tunggu sampai urusan ini selesai, aku akan mengaJakmu menemui seseorang," sahut Hui hujin.

Mendengar kata-katanya, hati Yok Sau Cun gembira sekali. Dia cepatcepat berdiri serta menjura dalam-dalam.

"Terima kasih hujin. Bolehkah hujin membentahukah siapa yang akan kita temui itu?" tanyanya penasaran.

"Yok siangkong jangan banyak bertanya dutu. Sampai waktunya kau tentu akan mengerti Tetapi nasehat toako agar kau mempelajan jurus baru itu dengan giat sama sekali tidak boleh diabaikan Semakln matang latihannya semakin balk. Bisa atau tidak terkabulnya permintaan suhumu, semuanya tergantung Yok siangkong sendiri.".

Mendengar nada ucapannya, Yok Sau Cun menduga bahwa terkabulnya permintaan sang guru ada tiubungan yang erat dengan petajaran silatnya sendiri Song loya cu dan Hui hujin samasama tidak bersedia menerangkan. Dia juga tidak enak hati men desak terus. Kemudian dia terpaksa menahan perasaan hatinya dan menjura sekali lagi.

"Cayhe akan ingat baik-baik ". Mereka tidak bercakap cakap iagi Yok Sau Cun cepatcepat menyelesaikan santapannya kemudian memohon diri.

"Yok siangkong, kau toh sudah sampai di Yang Ciu. Tidak perlu sungkan-sungkan lagi Aku sudah menyuruh Siau Cui menyiapkan sebuah kamar untukmu. Jangan kembali terlalu sore supaya kita bisa makan malam bersama dan tidak perlu menghamburkan uang di luaran." kata Hui hujin.

"Atas perhatian Hui hujin, cahye mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Saat ini kita masih belum mengetahui jejak Hui siocia Cayhe ingin menggunakan waktu satu setengah hari ini untuk mendapatkan sedikit petunjuk. Mudah-mudahan saja cayhe beruntung. Siapa tahu komplotan mereka sudah berada di Yang Ciu Seandainya cayhe keluar masuk gedung Hui loya cu, tentu akan menimbulkan kecurigaan mereka. Lagi pula sebelum datang kemari cayhe sudah memesan sebuah kamar di penginapan Siau Kiang Lam Hui hujin tidak perlu sungkan. Besok malam sebelum waktu lentera dinyalakan, cayhe akan datang kemari," sahut Yok Sau Cun.

Dia langsung menjura sekali lagi kepada Hui hujin dan keluar dari Kui Hun ceng Hati nya terus memikirkan keadaan Ciok Ciu Lan Entah dia sudah kembaii atau belum? Tanpa sadar langkah kakinya dipercepat Dalam waktu sekejap saja dia sudah sampai di penginapan Siau Kiang Lam.

Pelayan yang biasa melayani Yok Sau Cun segera membawakan teko bensi air teh untuknya. "Kongcu ya sudah pulang,' sapanya ramah.

"Apakah ada orang yang mencariku'?" tanya Yok Sau Cun. "Tidak ada," sahut pelayan tersebut.

"Aneh sekali Adikku itu terang terangan mengatakan akan mencariku hari ini juga Mengapa dia masih belum sampai'?".

Pelayan itu tersenyum simpul.

"Hari masih belum terlalu sore Biasanya para tamu berdatangan apabila sudah mulai gelap Mungkin Kongcu ya harus frienunggu sebentar lagi".

Setelah pelayan itu pergi, Yok Sau Cun mulai merasa hatinya tidak enak Para penlahat sudah menculik Hui Fei Cin Terhadap putri Wi Yang taihiap saja mereka berani menyandera dan mengajukan permintaan untuk menukarkannya dengan pedang Sit Kim kiam Hal ini sudah membuktikan bahwa merekatidak pandang sebelah mata kepada Wi Yang taihiap Yok Sau Cun jadi curiga bahwa kaki tangan mereka pasti sudah tersebar di kota Yang Ciu.

Sedangkan Ciok Ciu Lan sampai saat ini belum kembali juga Mungkinkah telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada gadis itu? Berpikir demikian, hati Yok Sau Cun semakin gelisah Duduk salah berdiri pun salah Tapi dia terus mengasah otaknya Tujuan Ciok Ciu Lan adaiah untuk menemui ibunya Rasanya tidak mungkin menemui bahaya apa pun. Betul' Dia sendiri mendengar Ciok Ciu Lan mengatakan Sian Li bio merupakan tempat perkumpulan berbagai macam kaiangan Segala golongan manusia ada disana Mengapa dia tidak pergi ke Sian Li bio saja'? Siapa tahu dia bisa bertemu dengan Ciok Ciu Lan dalam perjalanan? Atau mungkin dia bisa menemukan petunjuk di mana Hui Fei Cin disekap?.

Membawa pikiran demikian, Yok Sau Cun tergesa-gesa keluar dan penginapan dan menuju ke arah pintugerbang sebelah timur Di depan Sian U bio ada sebuah lapangan yang luas Tadinya merupakan pusat penjualan padi di Yang Ciu Berbagai golongan manusia lalu berdatangan dan segala pen juru. Tempat itu sekarang seperti sebuah alun-alun yang menjaja segala macani ba rang bahkan ada pula yang mengadakan pertunjukan mencari nafkah di tempat tersebutAda pula yang menggunakan keramaian itu mendirikan tenda membuka kedaj arak serta makanan kecil seperti bakpao, lumpia dan sebagainya Suasananya seperti pasar malam saja.

Yok Sau Cun membaur di antara orang banyak Begitu berdesak-desakannya sehingga orang-orang itu bertabrakan satu dengan lainnyaAda juga yang merijual berbagai macam obatobatan yang katanya dapat menyembuhkan luka dalam dan lainnya. Tentu saja kebanyakan merupakan obatobat pasaran yang khasiatnya perlu diragukan Beberapa orang yang menunjukkan atraksi juga terdiri dan pesilat kasar yang hanya belajar ilmu silat serabutan saja.

Juga terlihat berandal-berandal cilik yang telanjang dada menyeruak di antara kerumunan Mereka tentunya terdiri dan malingmaling kecil yang mencan kesempatan apabila ada sasaran empuk Tidak ada seorang pun yang mirip dengan kaki tangan penjahat yang dican Yok Sau Cun Tentu saja dia |uga tidak bertemu dengan Ciok Ciu Lan.

Yok Sau Cun memperhatikan cakrawala Pelangi menghias dengan indah Sebentar lagi senja akan turun dan malam men|elang Padahal hatinya bersemangat sekah ketika datang di tempat tersebut Tapi rupanya dia terpaksa pulang dengan tangan hampa Oia tidak berhasil menemukan sedikit petunjuk pun Hatinya menjadi galau Janganiangan komplotan penjahat itu tidak berada d| kota Yang Ciu.

Dia berjalan sendirian mengikuti langkah kakinya Terlihat di depan ada sebuah kedai teh dengan kain lebar bertulisan Liok Yang Ki Kedai teh itu cukup besar. Tiga buah tenda dijadikan satu Pikirannya segera tergerak.

Kedai teh ataupun rumah makan merupakan tempat persinggahan berbagai macam kalangan manusia Mengapa aku tidak mampir sebentar disana ? pikirnya dalam hati.

Pada saat itu, hari belum gelap Di dalam kedai arak terdengar suara bising di mana hampir delapan bagian dari mejanya tensi tamutamu yang sedang bercakapcakap Yok Sau Cun memilih sebuah tempat yang dekat dengan jalanan Seorang pelayan bergegas menghampin dan membungkuk dengan hormat.

"Teh jenis apa yang Kongcu ya inginkan?" tanyanya sopan. "Teh biasa saja " sahut Yok Sau Cun. Pelayan itu mengiakan lalu mengundurkan diri Yok Sau Cun mengedarkan pandangannya.Para tamu yang ada di kedai teh itu sebagian besar terdiri dari pedagang. Juga ada beberapa orang pemuda yang sedang santai Sambil menikmati makanan kecil, mereka berbincang bincang ngalorngidul Pokok pembicaraan hanya berkisar antara usaha yang sedang mereka jaiankan atau gadis keluarga mana yang cantik jelita.

Sama sekali tidak terlihat salah seorang yang biasa berkecimpung di dunia kangouw, sedangkan orang yang menggembol pedang saja hanya Yok Sau Cun seorang. Tidak heran beberapa pasang mata meliriknya sejak tadi Sampai sampai Yok Sau Cun merasa tidak enak hati.

Pelayan tadi kembah dengan membawa teh pesanan Yok Sau Cun Bibirnya me ngembangkan seulas senyuman.

"Kongcu ya, apa masih ada pesanan yang lain''".

Yok Sau Cun tahu yang dimaksudkan adalah makanan kecil. Tetapi dia baru pertama kali datang ke Yang Ciu Dia tidak tahu jenis makanan apa yang ternama di daerah ini. Akhirnya dia memesan secara seram pangan saja.

"Bawakan aku dua macam kue yang manis ," katanya.

pelayan itu segera mengiakan Dia kem bali ke dalam dan sejenak kemudian sudah keluar lagi membawa dua macam makanan kecil yang terdiri dan semacam pia Tampaknya cukup membangkitkan selera Yok Sau Cun mengangkat cawan tehnya dan minum seteguk. Setelah itu dja mencicipi dua macam kue yang dihidangkan Rasanya me mang lezat sekali. Saat ini sebetulnya merupakan waktu yang tepat untuk menikmati hidangan dengan santai. Tetapi pikiran Yok Sau Cun tidak bisa lepas dari diri Hui Fei Cin yang diculik oleh para penjahat Sedangkan dia sendiri tidak menemukan petunjuk sedikit pun. Apalagi Ciok Ciu Lan yang sudah berjanji bertemu dengannya di penginapan Siau Kiang Lam masih belum muncul juga Apakah gadis itu sudah bertemu dengan ibunya'?.

Tapi terlepas dan bertemu atau tjdak, seharusnya dia kembali ke penginapan untuk mengabari Yok Saii Cun agar anak muda itu tidak cemas memikirkannya Yok Sau Cun juga memikirkan dua macam permmtaan suhunya yang masih belum tercapai Dia sendiri sudah dua kali mencoba sejurus ilmu pedang Song loya cu, meskipun belum berhasil tapi orang tua itu teiah membenkan sepotong batu giok kepadanya agar diserahkan kepada Hui hujin Hal im membuktikan bahwa sebetulnya Song loya cu sudah me ngabulkan permintaannya.

Pasti karena tidak enak mengunjukkan muka maka dia sengaja memintanya menemui Hui hujin Tapi entah siapa orangnya yang Hui hujm katakan akan diajak menemuinya nanti Siapa sebetulnya orang itu? Dan apa hubungannya dengan suhunya?.

Permintaan suhu yang lain adalah menemukan putranya yang telah menghilang sejak enam belas tahun yang lalu Suhengnya mi lebih tua delapan tahun danpadanya.

Berarti sekarang berusia dua puluh delapan tahun Aih, tanda yang diketahui hanya tahi lalat merah di atas alis sebelah kanan Ketika kecil namanya Liong Kuan, dunia sedemikian luas Bukankah usahanya seperti mencan sebatang jarum di dalam lautan besar'? Kemana pula dia harus mencarinya? Langit perlahan-lahan menjadi gelap Lentera di kedai teh sudah mulai dinyalakan.

Adabeberapa tamu yang segera menghitung fumlah makanan mereka lalu meninggalkan tempat tersebut. Tapi ada pufa beberapa tamu yang baru datang Beberapa tamu yang usianya lebih lanjut langsung memanggil pelayan dan minta di sediakan arak.

Rupanya kedai teh ini merangkap dua jenis usaha Apabila malam menjelang kedai teh berubah menjadi rumah makan yang menyediakan berbagai macam hidangan lengkap dengan araknya Para tamu yang ingin menikmati arak dapat berdiam terus dj tempat tersebut.

Yok Sau Cun memesan semangkok bakmi daging dan beberapa buah bakpao. Setelah menyantapnya dengan tergesa-gesa, dia langsung membayar makanannya dan bergegas kembali ke penginapan.

Pelayan penginapan tersebut melihat kedatangan Yok Sau Cun Dia cepatcepat maju menyambutnya.

"Kongcu ya, sampai sekarang siocia belum datang juga Mungkin hari ini dia tidak jadi datang ke sini," katanya melaporkan sambil tidak lupa mengembangkan senyumannya.

Ternyata Ciok Ciu Lan masih belum muncul juga' Yok Sau Cun diamdiam bertambah cemas Kalau Ciok Ciu Lan sudah bertemu dengan ibunya, pasti dia bergegas datang ke penginapan tersebut membentahukan kepada Yok Sau Cun Apakah ibunya tidak berada di Yang Ciu tetapi meninggalkan tanda agar dia menemuinya di tempat lain?.

Tidak' Apabila ibunya tidak berada di Yang Ciu, Ciok Ciu Lan juga akan datang ke penginapan tersebut memberitahukan ke pada Yok Sau Cun Tidak mungkin dia pergi seorang diri begitu sa|a Mungkinkah telah terjadi sesuatu pada diri gadis itu'?.

Pelayan tadi mehhat Yok Sau Cun tidak mengucapkan sepatah kata pun Bibirnya kembali mengulum senyum.

"Kongcu ya, kamar yang kau sediakan buat siocia . ". "Tidak apa apa Biarkan saja kamar itu ".

Pelayan itu menganggukkan kepalanya berkali-kali.

"Kongcu ya, hamba telah menyalakan ientera Kongcu ya kembali saja dulu ke kamar Hamba akan menyediakan air hangat untuk membasuh diri" katanya. Yok Sau Cun masuk ke dalam Dia mendorong pintu kamarnya, tiba-tiba hidungnya mencium serangkum keharuman yang samarsamar Seperti ada tapi juga seperti tidak ada. Orang biasa tentu tidak akan mengetahumya Tapi penciuman Yok Sau Cun sangat taiam Dia yakin ada seorang gadis yang masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan bau harum seperti itu.

Pikirannya segera tergerak Mungkinkah Lan moay sudah datang tadi?.

Matanya sibuk mengedar Ternyata di bawah tempat lilin tertekan secank kertas yang di atasnya tertera beberapa huruf tulisan.

Ternyata Lan moay sudah datang Pasti karena aku tidak ada maka dia meninggalkan kertas ini untukku, pikir Yok Sau Cun kembali.

Yok Sau Cun bergegas menghampiri meja dan mengambil kertas tersebut Hidungnya kembali mencium serangkum keharuman yang samar Tulisan di atas kertas itu sangat indah juga rapi.

Di bawah cahaya rembulan, pohon Liu melambai lambai Di samping Go Teng kio dekat telaga Sou si menantikan kedatangan pendekar muda.

Kertas itu tidak menyebutkan nama juga siapa penginmnya Dan nada tulisan itu saja, Yok Sau Cun langsung yakm bukan Ciok Ciu Lan yang meninggalkan kertas tersebut Tapi siapa kira kira orang ini'? Yang pasti seorang gadis'.

Pelayan tadi kembali lagi dengan baskom berisi air hangat Juga dibawakannya sebuah teko bensi teh panas Bibirnya kembali tersenyum.

"Apakah Kongcu ya masih ada keperluan yang !ain?" tanyanya kemudian. "Aku hanya ingin menanyakan arah menuju telaga Sou si?".

"Jaraknya sih tidak seberapa jauh Tetapi telaga Sou si terletak di luar pintu gerbang utama Sedangkan saat ini pintu gerbang sudah ditutup. Kalau Kongcu ya Ingin berpesiar, terpaksa harus menunggu sampfll besok pagi," sahut pelayan itu menjelaskan.

Kemudian dia memberi gambaran sekali lagi arah yang harus ditempuh oleh Yok Sau Cun apabila hendak ke telaga Sou si Setelah itu dia baru mengundurkan diri Dengan hati gelisah, Yok Sau Cun membaca tulisan di atas kectas tadi sekali lagi Dia mengingatmgat kembali gadis yang pernah dikenalnya Rasanya hanya Ciok Ciu Lan dan Hui Fei Cin Sedangkan ditambah dengan pelayan Hui Fei Cin yakni Siau Cui hanya tiga orang saja.

Dari nada tulisan di atas kertas itu, Yok Sau Cun memang merasa tidak asing Tapi untuk sesaat dia tidak dapat mengingatnya Sekarang dia mempertimbangkan apakah dirinya harus pergi menuruti isi kertas tersebut?.

Hui Fei Cln terjatuh dalam genggaman orang jahat Ciok Ciu Lan sampai sekarang belum kembali Sekarang tiba-tiba ada seorang gadis yang ingin bertemu dengannya. Mana mungkin dia menyianyiakan kesempaian ini?.

Siapa tahu dla blsa mendapat keterangan yang dibutuhkannya . Oleh karena itu, Yok Sau Cun cepatcepat merapatkan pintu kamarnya dan memadamkan penerangan Dengan menyelinap dia keluar dan jendela Setelah melewati dua buah rumah penduduk, dia melayang turun di lorong belakang pengmapan tersebut. Sekarang dia sudah berada di ujung jalan Dia mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pelayan tadi dan menghambur ke arah pintu gerbang utama.

Tidak lama kemudian, dia sudah sampai di batas tembok kote Dengan kemampuannya dalam ilmu ginkang, dia melesat naik ke atas tembok lalu melayang turun dengan ringan. Kegelapan malam mulai merayap. Yok Sau Cun menghindan jalan raya Dia mengikuti tembok kota sampai di tempat yang agak terpencii Dia menarik nafas dalam-dalam dan melesat lagi ke atas tembok Matanya yang awas segera menerawang Di kejauhan terlihat nak air telaga yang ber gerak-gerak.

Saat itu hampir masuk musim dingin Air di telaga bergprak perlahan Tidak terlihat bayangan seorang manusia pun Yok Sau Cun tidak tahu di mana letak Go Teng kio yang disebut orang itu Terpaksa dia me nyusun tepi telaga dan berjalan terus Malam naik perlahan lahan Ternyata di sisi lelaga terdapat sebuah pondok lerbuka Jaraknya kurang lebih masih ada beberapa depa Di sekitar pondok tersebut banyak di hiasi po honpohon Liu Suasananya sedemikian tenang sehingga terasa mencekam.

Di bawah cahaya rembulan, pohon Liu melambailambai Mungkm ini yang disebut Go Teng kio " pikir Yok Sau Cun dalam hati.

Sayangnya malam ini sama sekali tidak terlihat adanya rembulan Perlahan lahan Yok Sau Cun meneruskan iangkah kakmya Sekarang jarak antara dirinya dengan pondok terbuka itu semakin dekat Dari jauh dia sudah tampak sesosok bayangan tubuh yang langsing Rambutnya bergerai mencapai bahu Sebelah tangannya memegang sebuah sangkar burung Dia berdiri di sana dengan wajah menghadap ke dalam pondok Matanya seperti menerawang di kejauhan Sayangnya Yok Sau Cun tidak dapat melihat wajahnya dengan seksama.

Dan bayangan tubuhnya yang langsing, kemungkinan gadis mi berwajah cantik jelita Tapi Yok Sau Cun tidak dapat menduga siapa adanya gadis itu? Tampaknya dia sedang menunggu seseorang Pikirannya pasti melayanglayang Yok Sau Cun sudah berjalan melewati ]embatan dan sampai di ujung pondok terbuka itu dia masih belum menyadannya Dia masih belum membahkkan tubuhnya Dia merasa tidak enak hati unluk menyapa Terpaksa dia berdiri di situ sambil mengeluarkan suara batuk batuk.

"Apakah Yok siangkong yang datang'?" tanya bayangan bertubuh langsing itu.

Suaranya sangat merdu Rasanya tidak asing bagi telinga Yok Sau Cun Namun dia masih belum dapat menduga siapa adanya gadis itu.

Cepat-cepat dia merangkapkan sepasang kepalan tangannya dan menjura. "Betul. Yok Sau Cun datang memenuhi undangan," sahutnya. Bayangan langsing Itu mengeluarkan suara tertawa kecil. "Aku sudah menunggu di sinl sejak tadi," katanya.

Ucapannya seperti menyalahkan Maksudnya menyalahkan Yok Sau Cun yang datang terlambat Tapi karena gerutuannya diiringi dengan suara tawa yang merdu, maka tentunya dia tidak bersungguh-sungguh.

"Kouwnio mengundang cayhe datang ke tempat ini, entah ada keperluan apa?" tanya Yok Sau Cun.

"Tentu saja ada keperluan." Sampai saat ini, bayangan langslng tergebut baru perlahan-lahan membalikkan tubuhnya.

Saat itu juga, Yok Sau Cun sudah melihat dengan jelas Dia, bukankah gadis cantik jelita yang dmgin seperti gunung es dan biasa dipanggil sebagai Tiong kouwnio, Tiong Hui Ciong. Ternyata memang dia!.

Yok Sau Cun tertegun untuk sejenak. Akhirnya dia menjura sekali lagi. "Rupanya Tlong kouwnio ".

Sepasang mata Tiong Hui Ciong yang indah bersinar bagai bintang kejora Dia menatap Yok Sau Cun lekat-lekat.

"Kau kira siapa yang mengundangmu datang ke tempat ini?". "Cayhe justru tidak dapat menerkanya,";SahutYok Sau Cun. Tiong Hui Ciong tersenyum manis.

"Bukankah sekarang kau sudah tahu'?".

"Undangan kouwnio memang mengejutkan Entah ada urusan apa cayhe diundang ke tempat ini?".

Mata Tiong Hui Ciong menatapnya dengan lembut.

"Yang diundang tentu saja harus me menuhi undangan Aku toh bukan macan yang buas. Jangan khawatir Mari duduk di dalam'' ajaknya.

Perlahan-lahan dia melangkah ke dalam pondok terbuka tersebut dan duduk di atas undakan batu yang mengelilingi tiang di sana Mendengar ucapannya yang minp sindiran, terpaksa Yok Sau Cun ikut masuk ke dalam dan duduk di undakan batu di se berangnya.

Pada saat itu rembulan mulai bergeser dan balik awan dan menunjukkan sebagian dmnya Keadaan di sana menjadi agak te rang Yok Sau Cun duduk berhadapan de ngan gadis cantik itu Matanya sangat indah, persis air telaga yang bergerakgerak Dia mengenakan pakaian berwarna kuning muda Pipinya berona merah jambu Kecantikannya semakm kentara Sikapnya tetap dingin seperti biasa Sangkar burung yang dibawanya telah diletakkan di atas ta.iah Yok Sau Cun menantapnya lekat lekat Dia merasa sikap dingin gadis itu tidak seperti biasanya Malah ada kesan seperti dibuat buat agar tidak menyolok Bahkan Yok Sau Cun seperti berhadapan dengan orang lam Dia memandang gadis itu dengan terpesona.

Tiong Hui Ciong seperti tidak merasakan pandangan Yok Sau Cun yang ta;am Dia mengedipkan matanya beberapa kali seperti orang yang kelilipan.

"Akhirnya bulan keluar juga dan persembunyiannya," gumamnya seorang diri.

Yok Sau Cun tiba-tiba merasa sikapnya tadi kurang sopan Tanpa sadar wajahnya berubah merah padam.

"Sebetulnya apa maksud Tiong kouwmo mengundang cayhe ke tempat ini'?" tanyanya kembali pada tujuan semula.

Tiong Hui Ciong tersenyum simpul.

"Aku melihatmu di jalan raya Itulah sebab nya sengaja mengundang kau kemari untuk berbincang bincang ".

Mendengar ucapannya pikiran Yok Sau Cun langsung tergerak.

"Entah keperluan apa yang membuat Tiong kouwrno sampai ke Yang Ciu ini?".

'Tidak apa apa " Tiong Hui Ciong mera pikan rambutnya yang bergerai ditiup angin "Aku sebetulnya mengikuli jejak seseorang ".

'Lalu, apa yang ingin kouwnio bicarakan dengan cayhe'?'tanya Yok Sau Cun kembali. "Aku justru ingin bertanya mengapa kau bisa datang ke Yang Ciu?".

"Apa maksudmu menanyakan hal ini?" Kedua orang itu seperti saling melontarkan pertanyaan tanpa ada satu pun yang bersedia menjawab terlebih dahulu.

Tiong Hui Ciong menatapnya sekilas.

"Kau tidak bersedia membentahukan? lya kan? Sebetulnya tanpa perlu kau katakana aku juga sudah tahu Kau datang ke Yang Ciu demi Hui Fei Cin itu ".

Wajah Yok Sau Cun berubah perlahan-lahan. "Kau yang menculik Hui siocia'?".

Wajah gadis itu tampak pilu.

"Kau salah menuduh Orang yang menculik Hui siocia bukan aku '.

"Lalu siapa?" desak Yok Sau Cun "Malam ini aku tidak perduli hal yang lainnya dan mengundang kau ke sini Tujuannya adalah untuk mengucapkan beberapa patah kata," sahut Tiong Hui Ciong.

"Kouwmo silahkan katakan saja ' Tiong Hui Ciong menatapnya sekilas "Kalau aku sampai mengatakannya apakah kau bersedia mendengarkan?" tanyanya lembut.

'Mengapa tidak coba kau katakana terlebih dahulu?". Wajah gadis itu berubah serius.

"Dengarlah nasehatku Besok pagipagi, segera tinggalkan kota Yang Ciu ini". Yok Sau Cun teclawa dingin.

"Mengapa'?".

"Meskipun Hui kouwnio diculik oleh sekomplotan orang, tetapi keadaannya tidak berbahaya sama sekali Asal membawa pedang Sit Kim kiam, mereka pasti akan melepaskannya Dengan kata lain, tanpa adanya Sit Kim kiam, siapa pun Jangan harap dapat menolongnya Ada atau tidaknya kau di Yang Ciu sama sekali tidak ada perbedaan," kata Tiong Hui Ciong selanjutnya.

Sekali lagi Yok Sau Cun tertawa dingin.

"Ternyata Tiong kouwnio mengundang cayhe kemari untuk membujuk agar cayhe tinggalkan kota Yang Ciu ini,' katanya sinis Wajah Tiong Hui Ciong langsung berubah hebat.

"Apa? Kau bilang aku sengaja mengundangmu agar dapat membujukmu?". "Apakah bukan begitu kejadiannya? Orang she Yok sudah mengambil keputusan

untuk campur tangan dalam urusan ini. masa begitu mudah melepaskannya kembah '? Kecuali kalian lepaskan Hui siocia'".

Tiong Hui Ciong tampaknya marah sekali.

"Yok Sau Cun' Tampaknya kau manusia yang tidak tahu diuntung!".

"Bagaimana Tiong kouwmo bisa menga takan bahwa aku manusia yang tidak tahu diuntung?'.

Tiong Hui Ciong menarik nafas dalam-dalam.

"Yok Sau Cun apakah kata kala yang aku ucapkan sama sekali tidak dapat kau percayai? Aku sudah menyatakan bahwa masih ada sekelompok orang lain yang menculik HUI Fei Cin, kau masih lidak percaya Aku menasehati agar kau memnggalkan Yang CHJ besok pagi pagi sebetulnya dengan maksud baik Tapi kau juga tidak percaya Kau seperti menganggap undanganku malam ini serta kata-kata yang aku ucapkan seluruhnya telah direncanakan matangma tang supaya kau tarperangkap " Berkata sampai disitu sepasang matanya menyorotkan sinar penasaran Raut wajahnya yang biasanya dingin dan kaku menjadi pilu Sua ranya pun berubah menjadi lembut "Yok Sau Cun seorang gadis selalu mementingkan nama baiknya Aku selama ini sangat angkuh Tidak pernah memandang sebelah mata terhadap lakilaki mana pun Tapi sejak bertemu denganmu sejak mengobati luka Ciok Ciu Lan " Bukan hanya seluruh wajahnya saja yang merah padam Bahkan bagian lehernya juga demikian Ucapannya langsung lerhenti Dia tidak sanggup meneruskannya lagi.

Mendengar ucapannya tentang Kim Ti jui yang menggunakan sejenis ilmu mengobati luka dalam Ciok Ciu Lan wa]ah Yok Sau Cun juga berubah menjadi merah padam.

"Malam itu cayhe mengaku telah bersalah kepada Tiong kouwnio Dalam hati cayhe juga merasa tidak enak terus ".

Slnar mata Tiong Hui Ciong langsung terangkat.

"Yok siangkong tidak perlu meneruskan lagi Asal hatimu berniat baik, aku tidak akan mempersoalkannya lagi Meskipun aku masih seorang gadis suci bersih, tapi hatiku hatiku sudah tenkat padamu ".

Yok Sau Cun terkejut sekali. "Tiong kouwnio.

Tiong HU! Ciong tidak membiarkan dia meneruskan kata katanya.

"Yok siangkong, Tiong Hui Ciong melupakan kedudukan dirinya sebagai seorang gadis malam ini terpaksa melupakan rasa malu untuk menyatakan isi hati kepadamu Aku bukan orang yang takut menghadapi kenyataan, pokoknya siapa suruh aku terlahir sebagai seorang gadis. ".

Kata-kata ini diucapkan dengan maksud yang jelas sekali, Malam itu, Kim Ti jui mengerahkan ilmunya yang khas, bagian tubuh yang teriarang dan tidak boteh sembarangan disentuh oteh laki laki telah disentuh semua oleh Yok Sau Cun kecuali bagian yang paling vital Kalau dia tidak menyampaikan isi hatinya kepada Yok Sau Cun, mana mungkin dia mengatakannya kepada orang lain?.

Yok Sau Cun jadi serba salah Matanya menatap Tiong kouwmo Tangannya di kibas- kibaskan.

"Perasaan Cinta kasih Tiong kouwmo demikian dalam, seharusnya cayhe " Tiong kouwnio tertawa pilu "Aku tahu kau sudah mempunyai pelabuhan hati yang lain Malam ini aku mengatakan semuanya kepadamu, bukan karena aku minta dikasihani atau mengharap belasan cinta darimu Aku tidak ingin bersaing dengan orang lain Aku hanya berharap kau dapat mengetahui perasaan hatiku Yang aku inginkan hanya sepatah kata.

'Biarlah perasaan ini tersimpan dalam hatimu dan hatiku ".

Mendengar ucapannya yang demiklan menyedihkan Yok Sau Cun merasa terharu ekali Dia tidak dapal berkeras hati iagi anpa sadar dia menarik tangan gadis itu an menggenggamnya erat erat Dua pa ang mata saling menatap Sebetulnya gadis ni cantik sekali tapi hati Yok Sau Cun sudah tertambat pada Ciok Ciu Lan Bagaimana dia bisa melupakannya?.

"Ciong cici, kau sungguh baik sekali teradapku Siaute bersedia menganggap kau sebagai kakak sendiri.

Tiong Hui Ciong membiarkan Yok Sau Cun menggenggam tangannya Wajahnya nerah padam Mendengar ucapan Yok Sau cun, hatinya yang sedih langsung berubah pembira Bibirnya mengembangkan seulas senyuman.

"Cun te, dengan kata katamu ini, segalanya sudah cukup bagiku " Perlahan lahan dia menarik tangannya kembali Dia berkata dengan suara rendah "Cun te kalau begitu dengarlah nasehat cicimu ini Besok pagi bagi segera tinggalkan kota Yang Ciu '.

Dia masih mengungkit persoalan tadi Yok Sau Cun mengangikat waiahnya. "Ciong cici, mengapa kau harua menyuruh siaute meninggalkan Yang Ciu?". "Di sini tidak apa urusanmu lagi Lebih baik kau pergi saja '".

Yok Sau Cun dapat mendengar nada suaranya, dia tahu Tiong Hui Ciong tidak bersedia menyatakan alasannya Pasti ada sesuatu hal yang terselip di dalam hatinya.

"Siaute sangat menghargai cici, bahkan sudah menganggap seperti kakak sendiri Mengapa cici masih mengelabui aku?'.

Tiong Hui Ciong menarik nafas panjang.

"Bukan cici bermaksud mengelabuimu Tapi tapi sebetulnya ".

'Sebetulnya apa? Mengapa cici plintat-plintut begini dan tidak mau mengatakannya terus terang?".

Sedikit sedikit dia menyebut cici hati Tiong Hui Ciong sampat tidak karuan Kembali dia menarik nafas panjang.

"Baik Cici akan mengatakannya Kedatangan cici ke Yang Ciu ini karena mengikuti Hue leng senbu Pernahkah kau mendengar nama Hue leng senbu ini'"'.

Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya. "Tidak.".

"Hal ini tidak dapat disalahkan Selama ini kau jarang sekali berkelana di dunia kangouw Hue leng senbu adalah adik seperguruan Ci Sancu Kong Tong pai Nama aslinya Culeng Sian Dia mempelaJari ilmu api. Selama puluhan tahun belakangan, hampir tiada tandingannya ".

"Apa hubungan ceritamu itu dengan diri siaute ". "Sebetulnya tidak ada hubungan apa-apa denganmu, tetapi ".

Belum lagi dia sempat meneruskan kata katanya, Yok Sau Cun sudah menganggukkan kepalanya berulang kali.

"Oh. . Aku tahu Hui Fei Cin pasti di culik oleh Hue leng senbu, bukan?".

"Apabila cici sudah mengatakannya. tentu tidak ada niat mendustaimu Yang diinginkan oleh Hue leng senbu hanya Sit Kirn kiam Asal Kui Hun Ceng bersedia menyerahkan Sit Kim kiam, mereka tidak akan menyuiitkan Hui Fei Cin. Oleh karena itu, kau sebaiknya pergi dan Yang Ciu saja ".

Yok Sau Cun jadi serba salah Dia menatap Tiong Hui Ciong sekilas.

"Siaute juga lidak ingin berdusta kepada cici, Sit Kim kiam ada pada diri siaute " '.

Tiong Hui Ciong menatap Yok Sau Cun dengan pandangan terkejut Dia juga melirik sekilas ke arah pinggang anak muda itu.

"Betul," sahutYok Sau Cun "Pedang yang siaute bawa ini memang Sit Kim kiam Pedang dititipkan oleh Song loya cu agai siaute ke Kui Hun Ceng " Kemudian dia men ceritakan secara sepintas lalu bagaimana Song loya cu sempat menitipkan pedang, tersebut Akhirnya dia menarik nafas panjang "Siaute sudah berjanji kepada Hui hujin untuk menukarkan pedang ini dengan Hui siocia Tentu siaute tidak enak hati menolaknya lagi".

Tiong Hui Ciong menganggukkan kepalanya berulang kali Sepasang alisnya bertaut erat Cukup lama dia merenung.

"Rupanya Hui hujin bersedia menukarkan pedang tersebut dengan putrinya Kalau kau memang sudah setuju, tentu tidak boleh membatalkannya Apabila waktunya sudat sampai, kau bawa saja pedang itu dan tukarkan dengan diri Hui Fei Cin Jangan terlalu berkeras dengan pihak mereka Dalam berkata-kata harus berhati-hati Jangan se kalisekali menyinggung perasaan orang Kong Tong pai Terlebih-lebih Hue leng senbu Adat orang ini angina-anginan. Tidak pernah mau mengalah terhadap orang lain.

Jangan sampai cici mencemaskan dirimu ". "Siaute akan ingat baik-baik" sahut Yok Sau Cun.

"Apa yang cici katakan kepadamu malam iru, jangan sekalisekali kau bentahu kepada orang lam Lebihiebih jangan katakan kepada Hui huijin Yang penting putrinya dapat kembali dengan selamat. Kau sendiri jangan lupa bahwa tugasmu hanya mewakili Hui hujin menukarkan pedang dengan Hui Fei Cin Jangan terlalu keras kepala. " Selesai berkata, dia melangkah perlahan-lahan menuju jembatan penyebrangan Sekali-sekall dia masih menoleh kepada Yok Sau Cun Tiba-tiba kakinya menghentak dan tubuhnya melesat dalam kegelapan malam.

Yok Sau Cun memandangi bayangan tu buh gadis itu sarnpai menghilang Hatinya gelisah sekali Dia tidak dapat tenang lagi setelah nnendengar kata-kata Tiong Fei Ciong. Dia teringat akan ucapan gadis itu yang berkalikali mengingatkan bahwa besok malam tugasnya hanya menukar pedang dengan diri Hui Fei Cin. Sama sekali tidak boteh mengikuti kehendak hati. Juga tidak boleh menylnggung perasaan orang- orang Kong Tong pai Seakanakan Hue leng senbu Itu seorang dewa yang tidak boieh kita salahi.

Mendengar nada suara Tiong Hui Ciong, Yok Sau Cun merasakan bahwa perhatian gadis itu terhadap dirinya sangat besar Tetapi dia mendapat perintah dan Song toya cu untuk mengantarkan pedang ke Yang Ciu. Mana mungkin dia menyerahkan pedang Sit Kim kiam Itu begitu saja kepada Hue leng sengbu?.

Untuk sesaat dia benar-benar tidak tahu apa yang harus diperbuatnya Seandainya Ciok Ciu Lan ada di sampingnya, dengan mengandalkan pengalaman gadis itu dl dunia kangouw, kemungkinan dia bisa membenkan saran yang baik kepada Yok Sau sun.

Begitu teringat akan Ciok Giu Lan, Yok Sau Cun langsung resah kembali Apakah gadis itu sudah datang ke penginapan Siau Kiang Lam. Dia langsung melangkahkan kakinya lebar lebar untuk kembali ke penginapan.

Yok Sau Cun masuk ke kamarnya lewat jendela seperti tadl Dinyalakannya lilin di atas meja. Setelah itu dia mendorong pintu dan keluar dari kamar. Yok Sau Cun masuk ke kamar sebelah yang disediakannya untuk Ciok Ciu Lan. Kamar itu tetap kosong Hati Yok Sau Cun juga ikut terasa hampa. Ternyata Ciok Ciu Lan masih belum datang juga.

Yok Sau Cun merasa kecewa dan cemas sekali. Jangan-jangan benar-benar telah terjadi sesuatu atas diri gadis itu? Tetapi setelah dipikirkan baik-baik, Lan moay sudah lama tidak bertemu dengan ibunya, tentu banyak yang ingin dibicarakan. Kemungkinan ibunya masih merasa rindu sehingga tidak mengijinkannya pulang malam ini. Apalagi kalau ibunya tahu bahwa yang menunggunya di penginapan adalah seorang laki-laki. Anak gadis tentu tidak pantas datang ke penginapan malam- malam begini. Bisa jadi besok pagi dia baru dating.

Membawa pikiran seperti itu, Yok Sau Cun kembali ke kamarnya untuk benstirahat.

Tanpa terasa pagi sudah rnenjelang. Pada hari kedua, karena pikirannya kacau maka Yok Sau Cun tidak keluar dari kamarnya Dia terus menunggu di kamar sampai tengah hari. Bayangan Ciok Ciu Lan tetap tidak tampak datang ke penginapan tersebut Hal ini membuat hati Yok Sau Cun semakin gelisah. Mungkinkah telah terjadi sesuatu atas diri gadis itu?.

Tiba-tiba pikirannya tergerak Bagaimana kalau tanda rahasia yang ditinggalkan oleh ibunya itu sebenarnya hasil perbuatan orang lain yang ingin menjebaknya? Yok Sau Cun memang belum lama berkecimpung di dunia kangouw Tapi akhir-akhir ini dia sudah mengalami berbagai kejadian Hal ini mernbuatnya menyadari betapa liciknya orang-orang dunia kangouw itu Setidaknya dia menyadari orang-orang itu tidak segan menggunakan akal bulus apa pun untuk mencapai tujuannya.

Apalagi Yok Sau Cun paham sekah sifat Ciok Ciu Lan. Dia menyuruh pemuda itu memesan kamar di penginapan Siau Kiang Lam. Bila sudah bertemu dengan ibunya, tentu dia akan bergegas datang menemui.

Yok Sau Cun Mungkin tadi malam dia dr tahan oleh ibunya Tapi apabila benar demikian, han ini pagipagi sekah pasti dia sudah muncul di penginapan tersebut Tapi sekarang sudah tengah hari, bayangannya saja betum Kehhatan, bagaimana hati Yok Sau Cun tidak merasa cemas? Hanya satu penjelasan yang masuk akal Dia tidak berhasil menemukan ibunya Tanda rahasia yang dilihatnya adalah perbuatan orang lain dan sekarang gadis itu pasti telah terjebak oleh komplotan penjahat itu.

Mungkinkah Ciok Ciu Lan juga terjatuh dalam genggamanHue leng senbu? Tapi Hue leng senbu rnenculik Hui Fei Cin untuk mendapatkan Sit Kim Kiam Lalu apa maksudnya menculik Ciok Ciu Lan? Yok Sau Cun sendiri tidak tahu di manaHue leng senbu sekarang berada Bila ingin menemuinya, terpaksa harus menunggu sampai kentungan pertama malam nanti.

Pelayan penginapan tersebut yang melihat Yok Sau Cun sepagian tidak keluar dari kamarnya menjadi heran Dia mendorong pintu kamar anak muda itu dan masuk ke dalam.

"Apabila kongcu ya tidak bermmat keluar kamar, bagaimana kalau hamba menyediakan hidangan dan dibawa kemari saja?" sapanya ramah.

"Baiklah. Kau pesankan beberapa macam hidangan dan jangan lupa araknya sekalian," sahut Yok Sau Cun.

Pelayan itu segera mengiakan Dia lang sung keluar dan kamar Yok Sau Cun Tidak berapa lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan pesanan anak muda tersebut. Hati Yok Sau Cun sedang kalut Setelah pelayan itu pergi, dia langsung mengangkat cawan araknya dan meneguknya sekahgus Sebetulnya dia mgin menenangkan hatinya dengan minum arak Tapi biarpun dia sudah mengeringkan beberapa cawan, tetap SBJB dia tidak menemukan akal untuk menolong Hui Fei Cin dan tangan Hue feng senbu sekaligus menyelamatkan Sit Kim kiam.

Tanpa sadar dia juga merasa menyesal mengapa tidak menanyaKan tempat penginapan Tiong Hui Ciong semalam Kalau tidak, dia dapat mencan cicinya itu dan merundingkan masalah ini dengannya.

Untuk sesaat Yok Sau Cun merasa kesunyian yang tidak teruraikan dengan kata kata Jiwanya terasa hampa bagai seorang anak yatim piatu yang terdampar di hutan luas Tanpa terasa dia sudah menghabiskan sekendi arak yang dipesannya tadi. Pada dasarnya Yok Sau Cun memang tidak bisa mmum arak Sekarang dia merasa matanya mengantuk serta sulit dibuka Diletakkannya cawan arak di atas meja dan kemudian dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur Akhirnya dia tertidur karena mabuk.

Entah berapa sudah berlalu, tiba-tiba Yok Sau Cun mendengar suara teriakan pelayan penginapan tersebut di depan kamarnya.

"Kongcu ya ada seorang gadis yang mencarimu!'. "Seorang gadis'" Yok Sau Cun tersentak 'Pasti Lan moay," pikirnya datam hati Se mangatnya langsung tecbangun Perasaan mabuknya hampir sirna mendengar kata- kata pelayan tadi Dia langsung melonjak dari tempat tidurnya. " lapa gadis itu?" tanyanya penasaran.

Yok Sau Cun merasa kepalanya pusing tujuh kelilmg Dia menoleh ke arah jendela, tentu sebentar lagi senja akan merayap Pintu kamar didorong dan luar. Sesosok ba yangan langsing menerobos masuk.

"Yok siangkong Budak Siau Cui mendapat perintah dari hujin untuk mengundangmu ke Kui Hun ceng" Suaranya merdu sekali.

Hati Yok Sau Cun terasa agak kecewa Rupanya Siau Cui yang datang, bukan Ciok Ciu Lan Diamdiam anak muda itu mengeluh Hampir saja dia melupakan urusan yang pentmg garagara pikirannya yang kalut.

"Kebetulan sekali Siau Cui kouwnio datang, cayhe justru ingin menuju taman lama Lui Tang sekarang " sahutnya.

Mata Siu Cui membelalak mendengar ucapannya.

"Yok siangkong waktu yang mereka janjikan adalah kentungan pertama malam ini Sekarang sore belum lagi menjelang Bukankah terlalu pagi apabila Yok siangkong kesana sekarang? Lagipula Lao hujin sudah menyediakan hidangan untuk rnenyambut Yok siangkong Malah sengaja memenntahkan Siau Cui dalang mengundangmu Lebih baik Yok siangkong ikut dengan Siau Cui ke Kui Hun Ceng, Lao hujin sedang menantikan kedatanganmu.".

Yok Sau Cun melihat pelayan penginapan tersebut sudah meninggalkan mereka segera dia berbisik kepada Siau Cui.

"Cayhe rasa tidak perlu Kau pulang saja sekarang dan taporkan kepada Hui hujln bahwa cayhe sudah mendapatkan sedikit petunjuk Orang yang menculik Hui siocia adalahHue leng senbu dari Kong Tong pai. Cayhe ingin menuJu ke Lui Tang sebelum geiap Siapa tahu mereka merencanakan sesuatu yang akan membahayakan kita Kalau sekarang cayhe ikut dengan Siau Cun kouwnio ke Kui Hun Ceng, mungkin ada matamata mereka yang mengintai di sekitar tempat kalian, mereka tentu akan curiga melihat kehadiran cayhe Lebih baik Jangan saja Setelah rnatahan terbenam nanti, Siau Cui kouwnio menyusul ke Lui Tang Cayhe akan menunggu di sana Katakan kepada Hui huiin agar jangan khawatir.

Sepasang mata Siau Cui menatap Yok Sau Cun lekat lekat.

"Tampaknya Yok siangkong sedang memikirkan sesuatu?' Rupanya penglihatan gadis itu cukup tajam.

"Sebaiknya Siau Cui kouwnio pulang saja sekarang dan laporkan kepada Hui hujin Setelah matahan terbsnam, cayhe pasti sudah menunggumu djsana Tidak mungkin aku mengabaikan urusan penting ini," kata Yok Sau Cun menghindan pandangan Siau Cui. "Baiklah .. kalau begitu budak pulang sekarang.".

Tiba-tiba Yok Sau Cun tenngat sesuatu hal yang hampir terlupakan tadi. "Siau Cui kouwnio, tunggu dulu Cayhe belum tahu jalan menuju Lui Tangi".

Siau Cui memberi gambaran secara terpennci. Yok Sau Cun mendengarkan dengan seksama Setelah Siau Cui pergi, Yok Sau Cun meminta kepada pelayan agar mernbungkuskan beberapa macam hidangan serta sekendi arak Setelah itu baru dia mening galkan penginapan tersebut.

Mengungkit tentang taman lama Lui Tangi sebetulnya tempat ini merupakan tempat bersejarah di daerah Yang Cui. Sebabnya disebut taman lama karena tempat itu tadinya memang merupakan sebuah taman indah yang dibangun oleh Kaisar Suai Yang Te.

Setelah ratusan tahun berlalu, tempat itu menjadi rusak karena tidak terurus, Sekarang rumput-rumput ilalang tumbuh liar dan tinggi melambai-lambai Tembok yang tadinya mengelilingi tarnan tersebut juga sudah tinggal puing-puing yang berserakan.

Ketika Yok Sau Cun tiba di taman lama Lui Tang tersebut, matahan belum lagi tenggelam Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya perbukitan yang luas dengan berbagai pepohonan serta rumput yang tingginya sepinggang manusia dewasa Suasana demikin membuat perasaan semakin tertekan.

Yok Sau Cun menenteng makanan dan arak. Dia berjalan perlahan di antara rerumputan yang tinggi Tidak berapa lama kemudian sudah mencapai sebuah bukit keci! Disana ada sebuah tanah kosong dan di tengahtengahnya terdapat sebuah pondok terbuka yang sebagjan besar bangunannya sudah hancur Di sekitarnya terdapat beberapa buah batu yang besar-besar.

Anak muda itu memilih sebuah batu yang bentuknya pipih dan duduk di sana Ditaruh nya kendi arak serta cawan dan berbagai hidangan yang dipesannya tadi pada sebuah batu yang ada di sampingnya Di bukanya bungkusan makanan itu Sembari meneguk arak yang harum dia mengambil sepotong daging sapi rebus dan disuapkannya ke dalam mulut Kalau ada yang melihatnya saat itu, tentu mengira la seorang pelancong yang sedang menikmati tempat bersejarah di Yang Ciu.

Yok Sau Cun tidak biasa minum arak Apa lagi nanti malam dia mempunyai urusan penting yang harus diselesaikan Jadi sebetulnya dia hanya berpura-pura saja. Secawan arak di tangannya sejak tadi tidak habishabis Dia bermaksud mengintai gerakgenk lawan Apakah mereka memasang perangkap di sekitar tempal ilu"? Apakah mereka benar-benar akan membawa Hui Fei Cin kesana ?'.

Waktu berlalu dengan perlahan Matahari mulai turun di uluk barat Sinarnya yang ber warna merah keemasan sangat indah di pandang Benar benar merupakan hasil karya Sang Penguasa alam yang mengagumkan'. Tiba-tiba telinganya mendengar kibasan lengan baju dua orang yang sedang melesat di dalam hutan. Seperti ada dua orang yang mendaiangi dengan berinngan Tentu saja suara ini tidak dapat mengelabui pendengaran Yok Sau Cun yang tajam Tapi dia purapura tidak tahu Dia mengangkat kendi araknya ke atas dan menempelkannya ke mulut Lalu dia minum seteguk dengan memperdengarkan suara menggefegak di tenggorokan Setelah itu dia mengusap bibirnya dengan ujung lengan baju dan mulai bersenandung "Sepuluh tahun memimpikan kota Yang Ciu, membuat hati penasaran." Meskipun mulutnya bersenandung tetapi telinganya malah dipertajam untuk mendengarkan gerakgenk kedua orang tersebut.

Dia mendengar ada suara berdesn yang mendatangi di sebelah kanan dirinya Tentu kedua orang itu sedang menghampiri ke tempat di mana dia sedang duduk Kalau ditilik dari langkah kaki mereka yang nngan dan cepat Yok Sau Cun segera dapat menduga bahwa !lmu sitat kedua orang ini tidak lemah.

Namun Yok Sau Cun sudah banyak meng hadapi musuhmusuh berat, tentu saja dia tidak memandang sebelah mata pada kedua orang itu. Tangannya mengambil sepotong usus dan memasukkannya ke dalam mulut. Dia bahkan mendecapdecap seperti menikmati makanan yang lezat sekali. Kemudian dia meneguk kembali arak dari kendinya dengangaya santai.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang kasar menegurnya.

"Hei, sobat! Hari sebentar lagi akan gelap Sebaiknya kau pulang sekarang!".

Yok Sau Cun bahkan tidak menolehkan kepaianya. Dia hanya tertawa terkekeh- kekeh.

"Pada saat ini maiahari baru saja tenggelam. Warnanya begitu indah. Merupakan saat yang tepat untuk menikmati keindahan alam yang bagaikan lukisan ini. Malam masih agak lama lagi baru datang, mengapa begitu mudah menyuruh orang pulang sekarang?".

Terdengar lagi suara yang lain menukas. "Orang ini benar-benar kutu buku".

"Lo cu (orang tua) menyuruh kau pulang maka mau atau tidak, kau tetap harus pulang!" bentak orang yang pertama.

"Angin dan tumbuhan tercipta untuk dinikmati. Hutan dan alam siapakah pemiliknya? Mengapa sobat main usir saja seakan kau merupakan pemilik tempat ini?" sahut Yok Sau Cun Dengan perlahanlahan dia bangkit dan membalikkan tubuhnya. Pada saat itu baru dia melihat jelas kedua orang tersebut. Mereka mengenakan pakaian yang longgar berwarna hijau. Di bagian pinggang terdapat sebuah kantong yang cukup besar Usia keduanya sekitar empat puluhan Wajah keduanya kasar dan garang.

Yok Sau Cun melihat orang yang kedua menyorotkan sinar mata yang keji. Dia mencibirkan bibirnya. "Bocah ingusan, buat apa kau menyenanjungkan segala macam syair? Kalau disuruh pulang, kau harus segera menurutinya!".

Yok Sau Cun dapat menduga bahwa kedua laki-laki kasar berpakaian hijau ini

,merupakan kaki tanganHue leng senbu Cu Leng sian Mendengar ucapan mereka yang tidak memakai sopan santun sama sekali, sepasang alis Yok Sau Cun langsung berkerut.

"Kongcumu sedang minum arak di sini, memangnya mengganggu kalian? Budak keluarga mana sih kalian im'? Berani-beraninya kurang ajar terhadap kongcumu ini?, sahutnya sambi! mendengus dingin.

Pada saat itu, kedua orang tadi baru melihat pedang yang terselip di pinggangnya Panampilannya gagah sekali, sama sekali tidak minp seorang pelajar yang lemah Orang kedua rnelirik pedang di pinggangnya sekilas.

"Rupanya kau mempunyal sedikit kebisaan juga makanya berani bersikap som bongi".

Mata Yok Sau Cun langsung mendelik kepadanya lebar-lebar.

"Budak bernyali besar Sekali lagi kau berani mengueapkan kata-kata yang tidak sopan, kongcu akan membuatmu merangkak pulang dari sini'".

Dua kali berturut turut dia mengejek kedua orang itu sebagai 'budak' tentu saja hati mereka panas sekali Orang pertama langsung menggeram marah.

"Bocah busuk, bagimu kesempatan untuk merangkak pulang saja sudah tidak ada!".

Tiba-tiba kakinya menutul dan tubuhnya melesat ke udara Sepuluh Jari tangannya membentuk cakar serta mengincar bagian dada Yok Sau Cun Tentu saja anak muda itu dapat melihat bahwa laki-laki itu pernah belajar ilmu Ti Coa kang atau ilmu cakar besi Jurus yang digunakannya adalah Ngo Houw pu yo yang artinya Singa lapar menerkam kambing Ketika cengkeraman orang itu hampir mengenai dadanya Yok Sau Cun langsung berteriak.

"Coba buktikan kata-katamui".

Apabila cengkeraman itu mengenai dadanya, paling tidak kulit dan daging Yok Sau Cun akan tercuwil Tapi anak muda itu bukan orang bodoh Mana mungkin dia membiarkan dadanya tercengkeram begitu saja. Sejak tadi dia sudah bersiap diri Belum lagi lawan sempat mencengkeramnya, dia tangsung inengangkat tangan kanannya Gerakannya secepat kilat Datam sekejap rnata tahutahu pergelangan tangan kanan orang itu sudah tercengkeram olehnya Kemudian tangannya bergerak sekah lagi Kali ini tubuh orang tadi langsung terlempar sejauh tiga depa.

Bantingan Yok Sau Cun menggunakan tenaga kurang lebih tujuh bagian Laki-laki itu bahkan tidak tahu bagaimana dirinya tahu-tahu bisa terlempar sejauh itu Hanya terdengar suara .

"Srettti" Tahu-tahu tubuhnya telah terpelanting ke atas tanah Bagian pantat dan punggungnya sakit tidak terkira Hampir saja dia semaput akibat perbuatan Yok Sau Cun Setelah menggeram marah, dia berusaha bangkit dengan susah payah.

Sementara itu, orang yang kedua sampai tertegun menyaksikan apa yang telah terjadi Tetapi karena dia melihat Yok Sau Cun tidak inemperhatikannyai tiba-tiba tubuhnya melesat, kedua tangannya terulur ke depan Lengan baju sebelah kanannya menimbulkan angin yang menderu deru Sasarannya punggung Yok Sau Cun Sedangkan tangan kinnya tiba-tiba membentuk cakar dan meluncur ke bahu kiri anak muda itu.

Serangannya itu cepat bukan kepalang Lagi pula tidak menimbulkan suara Kalau saja lengan bajunya tidak melambai lambai tertiup angin dan menimbulkan desiran hembusan angin Yok Sau Cun pasti tidak me nyadari dirinya dibokong dan belakang.

Tapi tubuh Yok Sau Cun seperti tumbuh sepasang mata saja Tubuhnya mendadak membalik dan tangan kanannya sekali lagi diulurkan Lima Jannya langsung mencengkeram pergelangan tangan orang kedua itu.

Hantaman telapak tangan orang itu belum sempat mencapai sasaran Tiba-tibadiajuga mengalami nasib seperti rekannya tadi Tu buhnya tertank mundur setengah langkah oleh Yok Sau Cun dan dia hanya sempat melihat tangan anak muda itu bergerak perlahan Tahutahu dirinya sudah terlempar dan terpental sampai beberapa depa jauhnya.

Saking marahnya Yok Sau Cun sampai laki-laki itu tidak diben kesempatan mengembangkan satu jurus pun Caranya ia turun tangan pun mendadak sekalt karenanya bantingan yang dialami oleh orang kedua ini lebih parah dan rekannya Dia bahkan tidak sempat mengeluarkan suara jentan Kira kira beberapa saat kemudian, baru dia merangkak bangun dengan susah payah Dia merasa kepalanya berat sekali.

Orang yang pertama tadi segera menoiehkan kepalanya. "Lao lo, bagaimana keadaanmu'?" tanyanya khawatir.

Orang kedua itu menggerakkan kaki tangannya. Rasanya tidak ada tulang yang patah. "Masih lumayan," sahutnya dengan wajah menngis.

Orang pertama tadi menggertakkan giginya kuat-kuat.

"Tidak perlu sungkan lagi Man kita bergabung meringkusnya'" teriaknya lantang. "Baik!" sahut orang yang kedua.

Mereka Jangsung mencabut goloknya Bibir mereka masih memaksakan seulas senyuman Mata mendelik ke arah Yok Sau Cun Selangkah demi selangkah mereka maju mendekati anak muda tersebut Sementara itu setelah melemparkan kedua orang itu, Yok Sau Cun menampilkan gaya seperti tidak terjadi apapun Sepasang tangannya dipangku di depan dada, dengan tenang dia berdiri di tempat semula dan kepalanya didongakkan menatap langit Sampai kedua orang itu sudah dekat sekali dengan dirlnya baru dia memalingkan kembali wajahnya dan bertanya dengan suara dingin.

"Apa yang kalian inginkan'?".

Orang kedua terbantmg lebih parah. Bagian pinggangnya masih terasa nyen. Rasanya dia ingtn mengayunkan goloknya membacok Yok Sau Cun Dia melangkah maju dan berhenfi kira kira tiga tindak df depan anak muda itu.

"AkLi ingin mencincang tubuhmu sampai hancur lebur" bentaknya marah.

Kata-katanya selesai, dia langsung menerjang ke arah Yok Sau Cun Goloknya menimbulkan smar yang berkilauan. Gerakannya demikian cepat sehingga tubuhnya hanya membentuk bayangan yang samara. Orang yang pertama juga tidak mau ketinggalan. Secepat anak panah dia melesat maju dan membacok Yok Sau Cun Gerakan kedua orang itu hampir sama Hal ini membuktikan bahwa kedua orang itu berasal dan aliran perguruan yang sama.

Yok Sau Cun hanya terlawa dingin Tubuhnya dengan ringan mencefat ke udara Serangan golok orang yang kedua langsung luput dan sasaran Sedangkan golok rekannya hanya lewat dibawah kaki anak muda tersebut Bahkan ujung pakaian Yok Sau Cun pun tidak sempat tersentuh oleh goloknya Kedua orang itu marah sekali Dua batang golok terayun dalam waktu yang bersamaan Mereka menyerang dan kedua sisi kanan dan kiri.

Mereka menyerang sekaligus dua jurus Namun duaduanya dapat dielakkan oleh Yok Sau Cun Hawa pembunuhan sudah memenuhi hati mereka Terdengar suara geraman yang keras dua batang golok saturidan kiri dan satu lagi dari kanan saling menikam ke bagian tubuh Yok Sau Cun yang mematikan.

Sekali serang delapan sembilan bacokan dilancarkan Dalam sekejap terlihat cahaya golok berkilauan Suara angin yang ditimbufkan menggetarkan telinga Tapi biar bagaimana lihainya itmu golok yang mereka lancarkan, tetap saja ada jarak di antara mereka. Serangan mereka tidak dapat mencapai tubuh Yok Sau Cun Bahkan kibasan lengan baiu mereka tidak sempat menyenggol anak muda itu.

Tentu saja mereka tidak tahu ilmu yang dipelajari oleh Yok Sau Cun merupakan ajaran gurunya yang berlatih keras selama dua puluh tahun llmu itu dmamakan Pit kiam sin hoat (llmu menghindarkan diri dari serangan pedang) yang sengaia diciptakan khusus untuk menghadapi Song ka pak kiam (Ratusan pedang keluarga Song).

Bayangkan saja Song ka pak kiam yang tiada tandingannya di dunia ini saja masih dapat dietakkan dengan ilmu yang satu irit, apalagi dua bilah golok pesilat kasar seperti kedua orang itu Mana mungkin mereka sanggup melukai Yok Sau Cun?.

Kenyataannya Yok Sau Cun memang tidak memandang sebelah mata kepada kedua orang itu Dia malah menghindarkan serangan mereka dengan gerak sembarangan. Perhatiannya sama sekali dicurahkan semua pada diri mereka.

Tepat pada saat itu, matahan sudah semakin tenggelam ke ufuk barat Sinar rembulan tidak iama lagi pasti akan menggantikannya Di ujung timur hutan cahaya mentari semakin menipis Ketika Yok Sau Cun menggeser tubuhnya, dia sempat melihat bayangan berwarna kuning melesat di dalanrt hutan Hatinya langsung tergerak.

"Apakah ada lawan yang datang lagi?".

Begitu ingatan tersebut melintas, dia langsung tertawa lebar.

'Yang datang mungkin majikan kalian Kongcumu malas berkutat dengan kalian berdua," katanya tenang.

Tubuhnya hanya bergerak sedikit Tahutahu dirinya sudah terlepas dan serangan kedua bilah golok lawan Kedua orang itu mendengarkan ucapan Yok Sau Cun dengan tertegun. Mereka masih belum sempat menarik kedua bilah golok tersebLit, dan dalam hutan berkumandang suara tawa terkekeh-kekeh .

"Harap kongcu memaafkan kelancangan dua bawahan kami tadi!" Ucapannya selesai, dari dalam hutan melesat keluar seorang tua berpakaian kuning Tubuhnya tinggi  kurus Dia menghentikan kakinya dalam jarak kurang febih tiga depa dari Yok Sau Cun. Dua kepalan tangannya dirangkapkan dan menjura dengan hormat.

Orang kedua tadi melihat kedatangan orang tua berpakaian kuning Dia langsung menarik kembali goloknya dan menjura dalam dalam.

"Kedatangan Cian lao sungguh kebetulan. Hamba mendapat perintah ".

Orang tua berpakaian kuning itu tidak memberi kesempatan kepada orang itu untuk meneruskan kata katanya Dia langsung menukas dengan tangan dikibaskan.

'Kalian berdua masih belum mengundur kan diri?".

Kedua laki-laki yang mengenakan pakaian hijau segera mengiakan Mereka langsung mengundurkan diri Yok Sau Cun nnemperhatikan orang tua itu dengan seksama Tubuhnya kurus sekali namun sepasang matanya bersinar tajam Dia yakin orang tua itu pasti berkedudukan lebih tinggi llmu tenaga dalamnya juga jauh lebih hebat dibandingkan dengan kedua orang tadi. Cepat-cepat dia membalas penghormatan yang diberikan orang tua tersebut.

"Kata-kata Lao cang terlalu sungkan, Kedua bawahan tadi hanya mengucapkan kata- kata yang kurang sopan Mereka memaksa cayhe meninggalkan tempat ini sehingga teriadi salah paham Sebetulnya bukan masalah'.

Mereka memang kurang ajar" kata orang tua itu Sinar matanya mengedar. Kemudian berhenti pada pedang di pinggang Yok Sau Cun. "Lao siu masih belum tahu sebutan kongcu yang mulia Apakah kongcu keberatan memberitahukannya?".

"Tentu saja tidak," sahut Yok Sau Cun tersenyum "Cayhe Yok Sau Cun Lao cang sendiri .".

Orang tua berpakaian kumng segera mengembangkan seulas senyuman di wajahnya yang sudah penuh dengan keriput.

'Lao siu Cian Poa Teng dari Kong Tong pai Ternyata Yok kongcu merupakan tokoh dan Bu Tong pai Maafkan kelakuan Lao siu yang kurang sopan tadi ".

Yok Sau Cun tahu orang tua itu mengira dirinya Bu Tong pai karena pedang yang diselipkan di pinggangnya Diamdiam dia merasa geli, tapi dia tidak menyangkal Dia hanya mengumam dengan suara yang tidak jelas.

Cian Poa Teng menoleh ke arah makanan dan arak yang tergeletak di atas batu Bibirnya kembali mengembangkan seulas senyum.

"Kemungkinan besar Yok kongcu ini baru pertama kali datang ke Yang Ciu Berkunjung ke Lui Tang karena sejarahnya yang sudah tersohor bukan?".

Sebenarnya dia sedang menyelidiki tujuan Yok Sau Cun Tentu saja anak muda itu paham sekali Dia menganggukkan kepalanya beberapa kali.

"Tepat seperti yang dikatakan Lao cang Cayhe baru sampai di Yang Ciu kemarin ". Cian Poa Teng tersenyum simpul.

"Kongcu merupakan anak muda yang cerdas Lao siu kagum sekali Tapi Laosiu mempunyai suatu permintaan yang mungkin berlebihan. Entah apakah kongcu bersedia memandang muka Lao siu im'?" katanya sopan.

Mulailah sandiwaranya kata Yok Sau Cun dalam hati Tapi dia berpura-pura tidak mengerti.

"Kata-kata Cian lao cang terlalu sungkan Kalau ada urusan apa-apa, silahkan utara kan saja ".

'Kalau begitu Lao siu mengucapkan terima kasih dulu sebelumnya Sebetulnya partai kami sedang mengadakan pertemuan di Lui tang ini nanti malam Bu Tong pai dengan Kong Tong pai berasal dan aliran yang sama Seandamya kongcu tidak ada kepentingan apa-apa, bolshkah menyingkir dulu dan besok baru kembali lagi menikmati pemandangan?" kata Cian poa Teng menjelaskan.

Yok Sau Cun hanya tersenyum mendengar keterangan orang tua itu. "Mendengar permintaan Lao cang yang demikian sungkan Seharusnya cayhe

langsung mengundurkan diri Tapi cayhe sendiri menerima perintah orang Dengan kata lain, cayhe mewakiii seseorang memenuhi janji di tempat ini ". Orang tua berpakaian kuning tertegun mendengar kata-kata Yok Sau Cun Sinar matanya mengandung kecurigaan.

"Siapakah yang Yok kongcu wakili'?" tanyanya ingin tahu. Yok Sau Cun tersenyum simpul.

"Hui Hujin putrinya diculik oleh partai kalian Tentu saja hatinya cemas sekali Itulah sebabnya cayhe diminta mewakilinya datang lebih dahulu ".

"Waktu perjanjian adalah kentungan pertama malam nanti Kedatangan Yok kongcu terlalu pagi," kata Cian poa Teng.

"Kebetulan Cayhe baru pertama kali datang ke Yang Ciu Jadi bisa sekalian menikamati pemandangan dt sini,' sahut Yok Sau Cun.

"Apakah Yok kongcu sudah membawa pedang yang dijanjikan?" tanya Cian poa Teng.

Yok Sau Cun purapura tertegun.

"Apakah Lao cang sudah lupa, waktu yang dijanjikan adalah kentungan pertama malam nanti ".

Cian Poa Teng ditanya oleh Yok Sau Cun sampai kelabakan Diam-diam dia merasa marah sekali, tapi dia tidak menunjukkan perasaannya Bibirnya hanya tertawa sumbang.

"Apa yang Yok kongcu katakan memang benar Lao siu barusan salah bicara.'.

"Cayhe mempunyai sedikit urusan dalam hati yang ingin ditanyakan Apakah Lao cang mengetahuinya?".

"Oh'?" Cian Poa Teng seakan tidak mengerti apa yang dimaksudkannya "Kalau Yok kongcu mempunyai ganjalan dalam hati, silahkan utarakan safa Lao siu pasti akan mengatakan apabila memang mengetahuinya".

"Sebelumnya Cayhe ucapkan banyak terima kasih," sahut Yok Sau Cun sambil merangkapkan sepasang kepalan tangannya dan menjura.

"Cayhe mempunyai seorang adik angkat Kemarin datang bersamasama di Yang Ciu ini Tiba-tiba dia menghilang tanpa kabar berita. Entah ada hubungannya atau tidak dengan partai kalian ".

'Mengenai hal ini Lao siu kurang jelas," kata Cian Poa Teng "Entah siapa nama adik angkat Yok kongcu itu'?" tanyanya sepintas selalu.

"Namanya Ciok Ciu Lan Dia adalah putri Be hua popo Ciok Sam Ku ". Wajah Cian Poa Teng agak berubah mendengar keterangan Yok Sau Cun Dia memaksakan seulas senyuman di bibirnya.

"Yok kongcu tidak perlu khawatir Kalau tidak ada urusan yang maha penting, kami tidak mungkin sembarangan menculik orang Mengenai persoalan ini biar sekembalinya nanti. Lao siu akan menyelidiki Setelah ada hasilnya, tentu akan Lao siu laporkan kepada Yok kongcu ".

"Kalau begitu, cayhe terpaksa merepot kan Lao cang".

"Tadi Lao siu datang keman hanya sekedar memeriksa keadaan sa|a Silahkan kongcu duduk kembali menikmati pemandangan alam Lao siu akan pulang sekarang dan mohon diri ".

"Mengenai menghilangnya adik angkat cayhe, entah apakah Lao cang dapat memberitahu jawabannya sekalian pada kentungan pertama nanti'?' tanya Yok Sau Cun.

'Baiklah," sahut Cian Poa Teng sannbil menghentakkan sepasang kakmya dan melesat meninggalkan tempat tersebut.

Dengan tenang Yok Sau Cun duduk kem. bali di tempatnya semula Dalam sekejap mata, han mulai berarijak gelap Tiba tiba terlihat sesosok bayangan bertubuh langsing mendaki bukit dengan tergesa gesa Siapa lagi kalau bukan Siau Cui? Tangannya membawa sebuah kotak persegi barukuran sedang.

Melihat kedatangannya Yok Sau Cun segera berdiri menyambut Dia melambaikan tangannya kepada gadis itu.

"Siau Cui kouwnio cayhe di sini," katanya.

Siau Cui mendongakkan kepalanya memandang ke arah Yok Sau Cun Cepat cepat dia naik ke atas dan menghampiri 'anak muda itu.

"Yok siangkong, apakah kau sudah lama sampai di sini? Apakah kau melthat orang orang mereka'?" tanyanya beruntun.

Tentunya gadis itu berlanlari dari Kui Hun Ceng ke tempat itu Nafasnya masih terse ngalsengal Dadanya turun naik.

"Sudah Cayhe bertemu dengan salah seorang anggota mereka yang mengaku she Cian ".

"Apa yang dikatakannya'?" tanya Siau Cui.

"Tidak Waktunya saja belum sampai Se karang kan belum kentungan pertama Mana mungkin dia mengatakan apa-apa?".

"Apa kedudukan manusia she Cian itu?". "Hal ini Cayhe kurang jelas. Tetapi rasanya kedudukkan orang ini tidak terlalu rendah.

Siau Cui merenung sejenak.

"Oh ya, Lao hujin mengatakan bahwa menukar pedang dengan siocia adalah syarat yang mereka ajukan Nanti kalau Yok siangkong akan menyerahkan pedang tersebut, katanya bahwa pihak kita juga ada sebuah syarat Mereka harus menyerahkan Ong Si sekalian " Dia meletakkan kotak yang dibawanya di atas sebuah batu di samping Yok Sau Cun "Lao hujin menyuruh budak mem bawakan makanan ini untuk Yok siangkong Tenlunya kau belum makam malam. Silahkani" katanya kemudian.

Siau Cui langsung membuka kotak yang dibawanya. Selain nasi goreng ham dan telur, dia juga membawa empat macam hidangan lezat lainnya.

"Tolong sampaikan ucapan terima cayhe kepada Lao hujin," kata Yok Sau Cun.

"Yok siangkong tidak perlu sungkan. Cepat dimakan, sebentar kalau sudah dingin tentu tidak enak lagi.".