Lentera Maut (Ang Teng Hek Mo) Jilid 23

Jilid 23

“KAU ANGGAP Lim piauwsu tidak berani me layani kau sendirian......?” sahut seorang pembantunya Lim Thong Bu dengan nada suara mengejek.sebelum Lim Thong Bu sendiri sempat bicara..

“Bagus! mari kita bertanding diluar....!" ajak dara lincah itu bertambah marah.dan dia mendahulukan keluar rumah makan dengan geraknya yang benar benar sangat lincah..

Pemuda Lim Thong Bu tidak bermaksud membikin permusuhan dengan dara lincah yang belum dikenalnya itu..  Dia ikut keluar dengan maksud mengajak dara lincah itu bica- ra.akan tetapi tiba tiba dia sudah diserang hingga setelah beberapa kali dia hanya berkelit menghindar.maka dengan suatu gerak yang indah dengan goloknya dia berhasil menggetarkan pedangnya dara lincah itu lepas dari pegangannya.. Akan tetapi selagi pedang itu masih melayang diangkasa.maka dengan suatu gerak tubuh yang lincah dan ringan.dara itu me lesat dan berhasil merebut pedangnya.sebelum pedang itu jatuh ditanah..

“Bagus......!" Lim Thong Bu memuji.akan tetapi dara lincah itu mendahulukan berkata.. "Baik! sekali ini nonamu kurang berhati hati.akan tetapi pada lain kesempatan nanti kita pasti akan bertemu lagi !"

Sehabis berkata begitu.maka dara lincah itu pergi dengan  lari pesat.tanpa menghiraukan teriak Lim Thong Bu yang sebenarnya ingin mengetahui nama dara lincah itu..

Dengan langkah kaki seenaknya.Lim Thong Bu kemudian memasuki lagi rumah makan itu untuk dia  bersantap  sambil dia memikirkan entah siapa gerangan dara lincah tadi sampai kemudian dia mendengar pembicaraan beberapa orang tamu.tentang adanya seorang pendekar bernama Lim Thong Hok yang telah jadi mangsa siluman naga! Sudah tentu Lim Thong Bu menjadi sangat terkejut.dan dia lalu menanyakan keterangannya yang lebih lanjut.sampai kemudian ia mendatangi dan menemui pejabat  pemerintah kota Tung hay koan..

Sebagai langkah pertama.seorang diri segera Lim Thong Bu mendatangi kuil sam yang tong.sedangkan kedua orang pembantunya dia perintahkan berangkat lebih dahulu ke kota Siamsay untuk membawa kabar..

Pengurus kuil Sam yang tong yang mengaku bernama Hoan Jin Ong.sebenarnya adalah salah seorang muridnya Tiat tauw ciang Cee Kay Bu si Kepala besi sehingga tidak mengherankan jika rumah suci itu telah dijadikan tempat melakukan berbagai perbuatan kejahatan..

Pada waktu itu.didalam  kuil Sam yang tong sedang berkumpul Hui ho Pouw Kong Jin bersama Ouw bin liong Kwee Ong.. Mereka sedang membicarakan  soal tahanan  mereka (Lim Thong Hok) yang ternyata telah berhasil  menghilang tanpa setahu mereka..

Ketika Hoan Jin  Ong masuk memberitahukan bahwa mereka kedatangan Lim Thong Bu maka dengan girang mengatur siasat keji menangkap Lim Thong Bu memakai  bubuk racun Ouw shia chang yang dicampur kedalam air teh.dan waktu Hoan Jin Ong hendak membunuh pemuda itu selagi masih lupa daratan maka Hui ho Pouw Kong Jin melarang.sebab si Rase terbang tetap hendak memiliki kitab perguruan See gak hua Seng pitkip.dengan memperalat Lim Thong Bu memakai suatu cara yang sukar dapat dipercaya..

Dilain pihak.berhas ilnya Lim Thong Hok melepas diri dari tahanan pihak musuh.sebenarnya adalah berkat pertolongan seorang pendeta yang bernama Liauw hoan hweeshio..

Liauw hoan hweeshio sebenarnya adalah anggota pengurus kuil Sam yang tong yang lama.sebelum pemimpin mereka dibunuh mati oleh Hoan Jin Ong.. Dengan demikian Liauw hoan hweeshio memang sudah lama mencari kesempatan hendak mengusir Hoan jin Ong.dan menjadikan kuil Sam yang tong kembali sebagai rumah suci..

Setelah berhasil menolong Lim Thong Hok maka  Liauw hoan hweeshio menceritakan tentang rencana pihak Hui ho Pouw Kong Jin yang hendak memiliki K itab perguruan See-gak hua Seng pitkip.sehingga sudah tentu Lim Thong Hok menjadi terkejut dan bergegas pergi tanpa dia memberitahukan pihak pejabat pemerintah setempat.oleh karena dia merasa perlu cepat cepat mencegah isterinya menyerahkan kitab perguruan mereka buat dipakai sebagai penebus dirinya..

Tetapi,selagi Lim Thong Hok mencapai daerah pegunungan Leng Siao san tiba tiba dia melihat adanya dua belas orang gerombolan perampok yang sedang bertempur melawan seorang dara lincah..

Hasrat hatinya ingin benar dia membantu dara lincah yang sedang dikepung gerombolan perampok itu.akan tetapi Lim Thong Hok sedang menghadapi urusan yang gawat mengenai keluarga dan urusan perguruan dari itu memaksakan dirinya untuk tidak menghiraukan urusan lain orang.seperti peristiwa yang sedang terjadi dan yang dilihatnya itu..

Akan tetapi mendadak Lim Thong Hok mendengar pekik suara dara lincah itu, dan waktu  dia  mengawas i.maka dilihatnya dara lincah itu sedang terjatuh; karena kakinya tergelincir menginjak sebuah batu yang agak besar..

Beberapa orang kawanan perampok sedang berusaha hendak menyerang dara lincah itu memakai senjata mereka.membikin Lim Thong Hok segera melesat mendekati.menghadang dan menangkis setiap serangan yang ditujukan kepada dara lincah itu;  akan  tetapi  untuk selanjutnya Lim Thong Hok yang jadi bertempur melawan semua gerombolan perampok itu.. Dara lincah yang ditolong oleh Lim Thong Hok.ternyata adalah dara lincah yang pernah bertempur  melawan  Lim Thong Bu waktu di kota Tang hay koan..

Dara lincah itu kelihatan terpesona waktu  mengetahui dirinya ditolong oleh seorang laki laki muda yang tampan dan gagah perkasa.. Dia  tetap duduk ditempat dia  terjatuh mengawasi Lim Thong Hok yang sedang bertempur dan dikepung.tanpa dia mempunyai niat buat membantu laki laki muda yarg sudah menolong dia.sebaliknya khayalnya jauh merantau memikirkan alangkah akan bahagia hidupnya kelak kalau dia mempunyai suami gagah dan tampan seperti laki laki yang sedang bertempur itu..

Setelah Lim Thong Hok berhasil mengalahkan semua gerombolan perampok itu.mengusir  mereka sampai hilang semuanya maka Lim Thong Hok mendekati tempat dara lincah itu terduduk yang dia  sangka terluka sampai tidak  bisa berdiri.. "Siao kouwnio.apakah kau terluka......?”  Lim  Thong Hok menanya ketika telah mendekati dara lincah itu..

"Siao Kouwnio, apakah kau anggap aku anak kecil yang masih ingusan...... ?” sahut dara lincah itu marah marah dengan muka bersungut..

"Maaf.. maaf.apakah kouwnio terluka ?” ulang Lim Thong Hok yang meralat pertanyaannya tadi..

“Mumm.. kau anggap dirimu gagah.dan kau usir mereka pergi padahal susah payah aku sedang mengatur siasat hendak mengetahui sarang mereka....,!" kata lagi dara lincah itu tetap dengan muka bersungut..

('eh..sudah ditolong malah memaki…’) kata Lim Thong Hok akan tetapi cuma didaIam hati dan dia  bergegas hendak meninggalkan dara lincah itu yang tidak lagi  mau  dia hiraukan.. “E ehm...... !” teriak dara lincah itu tiba-tiba.dan dia menyambung perkataannya.selagi Lim Thong Hok menunda langkah kakinya..

“......aku sedang terluka.apakah kau akan biarkan  aku mampus ditempat ini ? Lekas kau antar aku ke dusun  Soen kee po. !"

Sekali lagi Lim Thong Hok mengangkat sepasang bahunya tanda dia setengah tobat menghadapi dara lincah yang pemarah akan tetapi yang bisa bersikap manja itu.dan Lim Thong Hok lalu mendekati lagi dan dia  bantu  mengangkat dara manja itu berdiri sementara sebelah lengan  dara  manja itu merangkul bagian pundak Lim Thong Hok untuk kemudian dengan langkah kaki pincang dara manja itu berjalan dengan tubuh rapat melekat pada pundak Lim Thong Hok.bagaikan sebelah kakinya mendapat cedera padahal hanya pura pura belaka..

Lim Thong Hok berhasil mencapai dusun Soen kee po untuk mengantar dara lincah yang manja itu yang ternyata bernama Gak Siao Cu..

Mereka memasuki sebuah rumah yang besar dan luas.padahal penghuninya hanya dara Gak Siao Cu bersama neneknya yang sudah tua; ditambah dengan belasan orang pelayan laki laki dan perempuan..

Dara manja Gak Siao Cu sudah tidak mempunyai ayah dan ibu.nenek Soen (Soen lo-naynay) adalah ibu dari ibunya; dan nenek tua itu sangat mengasihi cucunya yang semata wayang sehingga sang nenek menjadi terkejut dan girang.waktu sang cucu pulang bersama Lim Thong Hok..

Soen lo naynay terkejut karena sang cucu berjalan dengan sebelah kaki pincang dan Soen lo naynay girang sebab merasa akan mendapat cucu mantu yang tampan dan mempunyai bakat baik buat belajar ilmu silat.. Sudah tentu Lim Thong Hok menjadi terkejut waktu nenek Soen mengatakan hasratnya hendak menjadikan dia sebagai cucu mantunya.bukan sebab dara manja Gak Siao Cu kurang cantik dan kurang manja.akan tetapi persoalannya Lim Thong Hok sudah punya bini dan sudah punya anak satu..

Segera Lim Thong Hok hendak menolak dengan mengakui keadaan dirinya yang sebenarnya.. Akan tetapi  secepat  itu pula Lim Thong Hok batal bicara atau mengakui bahwa  dia telah punya bini sebab dia merasa heran menjadi bingung berhubung nenek Soen hendak memberikan pesalin berupa barang pusaka yang tak ternilai harganya yakni sebuah kitab pelajaran ilmu silat See gak hua Seng pitkip!

"Kitab perguruan  See gak hua  kunbun golongan hurup Seng........?" tanya Lim Thong Hok menegaskan  takut  dia salah dengar..

"Benar,....!” sahut nenek Soen bangga; karena orang tua  itu menganggap calon cucu mantunya ternyata seorang yang benar benar cerdas mengerti barang bagus atau barang jelek! Lim Thong Hok kemudian meminta waktu beberapa hari buat dia berpikir, padahal dia  hendak menyelidiki tentang kitab perguruan itu me lalui dara Gak Siao Cu.sebab benar benar dia tidak mengerti apa sebabnya dan bagaimana caranya kitab itu bisa berada pada nenek Soen.padahal kitab itu selalu disimpan oleh bininya dirumah..

Sebaliknya nenek Soen ini ternyata mempunyai adat yang aneh.. Dia tidak keberatan Lim Thong Hok menunda hari pernikahan.akan tetapi Soen lo naynay menghendaki hari itu juga Lim Thong Hok menerima kehendaknya menjadi cucu mantunya buat dikawinkan dengan cucunya!

Adat aneh nenek Soen ternyata merupakan kebiasaannya sejak dulu yakni sejak dia masih muda.sebab nenek Soen sebenarnya adalah dedengkot See gak hua kunbun golongan hurup Hee.. Nama lengkapnya adalah Hek bo tan Soen Cay Hee.atau si Bunga mawar hitam yang banyak sekali durinya.sebab itu barang s iapa saja yang berani dekat dengan dia pasti akan mengeluarkan darah sebab  terluka  atau semaput jadi setan kagak punya kepala!

Dengan siasat mendekati gak Siao Cu.maka kepada Lim Thong Hok telah diperlihatkan kitab perguruan See Gak hua Seng pit kip dan ternyata bahwa kitab perguruan itu adalah kitab yang asli bukan tiruan dan bukan juga salinan.melainkan yang biasanya disimpan oleh Oey Lan Ing.bininya Lim Thong Hok !

Kemudian dan menurut keterangan yang diberikan  oleh Gak Siao Cu.kitab  perguruan  itu katanya diperoleh  dari pamannya yang bernama Soen Put Jie..

Waktu Lim Thong Hokz  menanyakan.apakah  Soen  pekhu itu pandai ilmu silatnya maka Gak Siao Cu  tertawa  lalu berkata..

"Soen pekhu hanya sekedar mengerti sedikit ilmu s ilat.akan tetapi dia memiliki banyak akal.sehingga orang orang menamakan dia sebagai si manusia dengan seribu  akal terbukti dia telah berhasil memperoleh buku ini entah dari mana dan entah dengan cara bagaimana padahal kitab perguruan semacam ini biasanya menjadi barang rebutan tokoh tokoh kaum rimba persilatan yang bersedia  mati  asal bisa memiliki barang pusaka ini ”

Lim Thong Hok manggut membenarkan dan menanya lagi: “Dimana seorang Soen pekhu itu. ?” demikian tanyanya

seperti ingin diperkenalkan dengan Soen Put Jie..

"Hmmn! entah dekat; entah jauh.. tidak ada orang yang tahu.. Manusia belum datang akan tetapi kitab ini sudah dia kirim melalui seorang temannya......” sahut Gak Siau Cu yang perlihatkan lagak manja bercampur bangga..

Dilain pihak.Lim Thong Bu yang menjadi orang tangkapan pihak Ouw bin liong Kwee Ong maka pemuda ini telah dibius memakai semacam obat hasil ciptaan Hui ho Pouw Kong Jie.sehingga pada waktu itu Lim Thong Bu siuman.maka dia menjadi orang lupa diri dan lupa  keadaan.sebaliknya  dia sangat patuh terhadap si Rase terbang  Pouw Kong Jin bagaikan dia adalah suatu benda mati yang  dapat dikendalikan semau gue..

Hal ini adalah sengaja menjadi asetnya si Rase terbang Pouw Kong Jie bahwa dengan memperalat Lim Thong Bu.dia hendak memperoleh kitab perguruan See gak hua Seng pit kip.tanpa memakai cara kekerasan..

Sesuai dengan perintah yang diterimanya maka Lim Thong Bu berangkat kedusun Coan in cung untuk mengambil kitab perguruan See gak hua Seng pit kip.akan tetapi waktu dia sedang melewati daerah pegunungan Ieng s iao san.maka tiba tiba Lim Thong Bu menjadi terkejut.karena dia mendengar suara seorang perempuan yang memanggil namanya..

Itulah seorang perempuan muda yang sedang duduk menangis seorang diri.ditepi jaIan yang sunyi..

Perempuan muda itu mengaku bernama  Oey Lan Ing bininya Lim Thong Hok dan memanggil tee hu kepada Lim Thong Bu yang sedang lupa diri merasa tidak kenal dengan perempuan muda itu sehingga waktu perempuan muda itu dengan menangis mengatakan lakinya diculik oleh siluman naga maka Lim Thong Bu lalu berkata seenaknya..

"Akh,kouwnio.. mengapa kau harus menangisi yang tidak ada? Bukankah lebih baik kita  kawin dan ikut  menjadi muridnya Hui ho Pouw Kong Jie. ?”

Pemuda ini tidak sempat meneruskan perkataannya lagi.sebab perempuan muda itu cepat menjadi marah marah dan memaki maki:

"Laki-laki penghianat! laki laki berhati binatang! Memang sejak dulu aku sudah curigai kau menyimpan maksud hendak merebut diriku ” Sehabis memaki.perempuan itu lalu mengayunkan pedangnya dan menyerang membabi buta seperti seekor babi yang benar benar buta membikin Lim Thong Bu menjadi kelabakan sibuk harus berkelit menghindar sampai kemudian pemuda ini juga mengeluarkan goloknya memberikan perlawanan dan bertempur ditempat yang sunyi itu..

Dua orang yang sedang bertempur itu adalah sama sama orang orang See gak hua kunbun golongan hurup 'Seng’.tetapi tingkat ilmu pendidikan Lim Thong Bu sudah tentu lebih tinggi dari Oey Lan Ing yang menjadi murid bungsu dari itu sudah beberapa kali goloknya Lim Thong Bu berhasil  merobek bajunya Oey Lan Ing; membikin perempuan muda itu menjadi semakin marah marah semakin menganggap sang ipar berlaku kurang ajar.sampai tak bosan bosan Oey Lan Ing memaki sambil menyerang melupakan pertahanan yang harus dia lakukan..

Barangkali Oey Lan Ing akan menjadi te lanjang bulat.kalau pertempuran itu berlangsung lebih lama.. Untung pada saat yang gawat itu tiba tiba ada seorang laki  laki tua yang kebetulan sedang lewat..

Laki laki tua itu mempunyai badan yang cukup gemuk dengan muka bundar.akan tetapi sebagian tertutup dengan jenggot putih tumbuh panjang sampai lewat dada..  Dia melihat dan menganggap ada seorang laki laki muda yang sedang menghina seorang perempuan muda.dari itu dia menjadi marah dan seenaknya saja dia memasuki gelanggang pertempuran tanpa dia menghiraukan golok dan pedang yang sedang melayang layang seperti pelangi memecah angkasa.. Lalu dengan beberapa kali dia mengangkat angkat kakinya.maka beberapa kali juga Lim Thong Bu jadi jatuh bangun sampai akhirnya dia lari terbirit birit.karena merasa tobat !

Oey Lan Ing menjadi sangat girang karena adalah seseorang yang sudah menolong dia dan dia menjadi lebih girang lagi waktu mengetahui bahwa laki laki tua itu adalah dedengkot orang orang See gak hua kunbun golongan hurup ‘Gee' yang bernama Kiang Su Gee atau si mahasiswa melarat yang tetap melarat meskipun sudah mengetahui bahwa cintanya ditolak mentah mentah oleh si mawar  hitam  Soen Cay Hee yang sekarang sudah menjadi nenek..

Sementara itu Lim Thong Bu  lari  dan  terus  lari.meskipun dia mengetahui tidak ada orang yang mengejar dirinya.sampai kemudian Lim Thong Bu memasuki sebuah rumah.untuk sekedar dia ingin minta air apa saja buat dia melepas rasa dahaga.. Akan tetapi tiba tiba pemuda itu mendengar suara seorang laki laki yang sedang bicara seorang diri :

“Ha ! nasib baik sudah melindungi aku dari  kematian.. Tidak kusangka bahwa temanku mati di tangan seorang perempuan muda dan syukur kitab See gak hua Seng pit kip sudah aku selamatkan ”

Laki laki yang sedang bicara seorang diri itu adalah Soen  Put Jie si manusia dengan seribu akal yang sudah setengah  tua umurnya.bertubuh kurus agak tinggi.memiara kumis tipis seperti kum is tikus.. Di saat yang dia  tidak duga.secara mendadak ada seseorang yang meraih bagian punggungnya.dan berkata dengan membentak..

“Lekas serahkan kitab itu kepadaku. "

“Kitab apa. ?” tanya Soen Put Jie yang terdengar gemetar

suaranya.juga tubuhnya ikut seperti kegatalan..

“Kitab See gak hua Seng pitkip !” bentak seseorang yang

masih meraih bagian punggungnya Soen Put Jie..

“Sudah dibawa......” sahut Soen Put Jie.tetap gemetar ketakutan..

“Dibawa kemana.,;?" tanya Lim Thong Bu bertambah bengis.. “Dibawa kerumah keluarga Soen naynay di dusun Soen kee po..”

“Siapa yang perintahkan.. ,?” masih Lim Thong Bu menanya..

"Soen Put Jie...." sahut Soen Put  Jie  seenaknya.sudah hilang rasa takutnya.sehingga  tubuhnya tidak lagi terasa seperti kegatalan..

"Dimana Soen Put Jie itu......?" jadi penasaran  Lim  Thong bu menanya.. “Sudah mati ”

“Kau bohong......" kembali Lim Thong Bu membentak.. "Benar.makamnya dekat dari sini ”

Karena merasa tidak percaya; maka Lim Thong Bu minta diantarkan sampai kemudian mereka berdiri di hadapan sebuah makam yang baru selesai dibikin dan pada batu nisan jelas ditulis namanya Soen Put Jie..

"Dimana letak dusun Soen kee po .,,” akhirnya Lim  Thong Bu menanya lagi.sementara nada suaranya  berobah  agak lunak dan pemuda ini bermaksud ingin menyusul.untuk dia merebut kitab perguruan  See gak hua Seng pitkip  yang hendak dia serahkan kepada si Rase terbang Pouw Kong Jie..

Soen Put Jie yang mengetahui tentang kegagahan Soen lo naynay.tanpa ragu ragu dia telah memberitahukan Iengkap dengan gambaran memakai gerak sepasang tangannya..

Setelah Lim Thong Bu menghilang.maka Soen Put  Jie menarik napas panjang.dan berkata lagi seorang diri.masih ditempat dekat makam yang baru selesai dia bikin:

"Oh.temanku.meskipun kau sudah mampus akan tetapi lagi lagi kau telah menyelamatkan nyawaku "

Akan tetapi secara tiba tiba Soen Put jie mendengar ada suara seorang yang sedang mendatangi.sehingga cepat cepat dia umpatkan dirinya lalu dengan merangkak dia coba coba hendak mengintai.sampai dia menjadi terkejut karena dilihatnya dekat tubuhnya ada sepasang kaki manusia yang sedang berdiri!

Perlahan lahan Soen Put Jie menengadah dan melihat muka seorang perempuan muda yang sedang berdiri mengawasi sehingga Soen Put Jie menjadi bertambah terkejut bercampur takut.sebab perempuau muda itu adaIah Oey Lan lng.atau si pemilik bungkusan yang dia curi dan yang sudah bertempur serta membinasakan temannya yang baru dia pendam mayatnya..

“Soen Put Jie.kau telah menipu aku...... !" bentak perempuan muda itu sambil dia menyiapkan pedangnya yang tajam..

“Ampun.lie pousat.akan tetapi namaku bukan Soen Put Jie........" masih Soen Put Jie  coba coba membela  diri menggunakan akalnya yang ada seribu..

“Hm.kau sudah menipu aku satu kali.tidak  mungkin  kau bisa menipu aku dua kali.....,!” bentak lagi Oey Lan Ing.lalu diangkatnya pedangnya.yang dia  tempelkan dekat batang leher Soen Put Jie  membikin tubuh Soen Put Jie  tadi kegajahan lagi.sedangkan Oey Lan Ing lalu berkata lagi;

“…sudah bertemu dengan mayatku mana bisa kau  bohongin aku lagi ?"

"Ha ha ha kalau kau sudah pernah bertemu dengan mayatnya.maka sekarang kau tentu bicara dengan hantu. !"

kata seorang lak laki tua yang ikut mendekati.dan ikut bicara dengan menyertai suara tawa.karena rasa lucu mendengar perkataan Oey Lan Ing tadi..

"Aku...... aku memang hantunya Soen Put Jie ,..” Soen Put Jie ikut bicara bagaikan dia kehabisan akal karena keadaannya yang sedang gugup bercampur takut.. Sementara Oey Lan Ing jadi bertambah marah marah.dan dia berkata lagi :

"Aku tidak perduli kau hantu atau kau manusia; sekarang kau ikut aku ke rumah makan tempat kau curi bungkusanku.setelah itu akan aku buntungkan kepalamu.. ,..!”

“Ampun.Lie pousat......,” sahut Soen Put Jie yang memaksakan diri meratap lalu dia mengakui perbuatannya dengan mengatakan kitab See gak hua Seng pitkip sudah dia kirim ke dusun Soen kee po; ditujukan kepada Soen lo naynay.karena katanya dia  menyangka kitab perguruan itu berasal miliknya si nenek tua.dan si nenek justeru menjadi dedengkot orang orang See gak hua kunbun.namun dia tidak mengetahui tentang adanya golongan hurup hurup yang berbeda beda..

ooo dwkz-hend-bbsc ooo

NENEK Soen Cay Hee sesungguhnya bukan sembarang nenek seperti kebanyakan perempuan perempuan lain yang sudah tua umurnya.. Nenek Soen yang sudah mendekati umur tujuh puluh tahun.masih tangkas dan masih pesat gerak tubuhnya.masih cerdas dan masih suka marah marah..

Malam itu cuaca kelihatan lebih gelap dari biasanya.. Bulan dan bintang bintang menghilang bagaikan kena digertak oleh suara guntur yang sedang memanggil hujan.akan tetapi sang hujan belum kunjung datang.sampai tahu tahu nenek Soen terbangun dari tidurnya.karena diatas genteng kamarnya terdengar bunyi suara yang tidak wajar.. Dengan cepat dan gesit nenek Soen membuka jendela kamar.Iompat keatas genteng dengan sepasang golok siap di kedua tangannya.. Akan tetapi tak ada sesuatu yang dilihat oleh nenek tua itu.padahal dia merasa yakin benar bahwa seseorang telah berada diatas genteng rumahnya.. Mendadak nenek Soen melihat ada sesuatu  bayangan hitam yang bergerak didekat jendela kamar cucunya.dara Gak Siao Cu !

“Kurang ajar ! kau jangan lari?” bentak nenek Soen yang cepat melesat seperti terbang berbareng jendela kamar Gak Siao Cu ikut terpentang lalu sang cucu lompat ke luar dari dalam kamarnya.juga dengan membawa pedangnya yang tajam..

Sementara itu bayangan hitam tadi sudah menghilang mengambil arah kebelakang rumah.dengan disusul oleh nenek Soen dan cucunya..

Bayangan hitam yang mengacau adalah Lim Thong  Hok yang sudah mengetahui tempat disimpannya kitab perguruan see gak hua Seng pitkip.sehingga dengan nekad malam itu dia bermaksud melakukan pencurian.untuk kemudian dia mau lari supaya tidak jadi kawin dengan Gak Siao Cu..

Lim Thong Hok telah berhasil memancing keluar  nenek Soen berdua cucunya.lalu dia memutar dan masuk kedalam kamarnya Gak Siao Cu.akan tetapi selagi dia bermaksud kabur setelah berhasil dia mencuri kitab See gak hua  Seng pitkip.maka tiba tiba sebelah betisnya kena sebatang senjata piao lalu muncul seorang laki laki muda yang ternyata adalah Lim Thong Bu!

“Siao tee lekas kau bawa Iari kitab ini.. ." kata Lim Thong Hok yang mengenali adiknya sambil tergesa gesa dia menyerahkan kitab perguruan itu kepada adiknya..

Sikap Lim Thong Bu waktu itu kelihatan tidak wajar.dia seperti ragu ragu atau seperti orang yang merasa curiga.akan tetapi akhirnya dia menerima kitab yang diberikan  itu sementara sang kakak yang tidak memperhatikan keadaan adiknya.telah berkata lagi..

“Lekas kau lari jangan hiraukan luka  dikakiku.sebab  aku bisa membohongi mereka......” demikian kata Lim Thong Hok yang tidak menyangka bahwa piao yang melukai kakinya itu justeru dilepaskan oleh Lim Thong Bu yang waktu  itu kesadarannya sedang dipengaruhi oleh si Rase terbang Pouw Kong Jin..

Sementara itu lekas lekas Lim Thong Bu sudah menghilang.maka saat itu pula muncul Soen lo naynay berdua cucunya.. “Lekas susul pencuri itu......” kata Lim Thong Hok sengaja mengerahkan tenaga dalam.membikin mukanya kelihatannya pucat dan nada suaranya lemah seperti orang yang sangat menderita..

Soen lo naynay menyusul pada arah yang salah; sesuai seperti yang diberitahukan oleh Lim  Thong  Hok.sedangkan Gak Siao Cu berlutut disisi ca lon suaminya.memeriksa luka Lim Thong Hok yang sudah mengeluarkan darah..

Nenek Soen kembali tanpa berhasil menemui si pencuri sementara Lim Thong Hok sudah digotong masuk kedalam kamarnya oleh beberapa orang pelayan.sedangkan piao yang meIukai kakinya.sudah dicabut dan sudah disimpan oleh Gak Siao Cu.sampai kemudian nenek Soen ikut memeriksa dan memberikan obat pada luka bekas kena piao itu..

(‘Heran.. Menurut kata Siao Cu; katanya Lim Thong Hok mahir ilmu silatnya.akan tetapi melulu kena piao pada betisnya.dia tidak berdaya menangkap si pencuri......') nenek Soen berkata didalam hati.yang diam diam  jadi  merasa curiga..

Esok paginya.nenek Soen menerima kedatangan tiga orang tamu.. Mereka adalah Soen Put Jie yang datang bersama seorang perempuan muda yang dia tidak kenal.dan yang ketiga adalah Kiang Su Gee.si mahasiswa melarat dari See gak hua kunbun golongan hurup 'Gee'; yang pada waktu mudanya selalu menguber uber dia  buat diajak kawin akan  tetapi setelah itu sangat lama mereka tidak pernah bertemu lagi.. "Ha ha ha ! Kiang toako.kau membikin aku jadi terkenang lagi dengan tempo dulu…!” seru nenek Soen yang kelihatan kegirangan menerima kedatangan bekas pacar..

'Ha ha ha ! si tua Gouw Hui Pa selalu mendahulukan aku.. Dia mendahulukan aku mempersunting kau.dan dia mendahulukan aku masuk ke liang kubur....!" sahut si mahasiswa me larat Kiang Su Gee.yang ikut menyerta tawa girang..

Soen lo naynay tertawa lagi.. Dapat dikatakan  sudah puluhan tahun lamanya dia  tidak pernah tertawa.karena sikapnya terlalu tegas.meskipun terhadap Gak  Siao  Cu  yang dia manjakan..

Nenek yang sudah tua usianya itu benar benar jadi teringat lagi dengan tempo dulu.waktu K iang Su Gee dan Gouw Hui Pa berlomba hendak merebut kasih sayang nenek tua itu.dan nenek kemudian memilih si kuda binal Gouw Hui Pa buat dijadikan lakinya.meninggalkan si mahasiswa melarat yang seterusnya jadi melarat sebab merana seumur hidup dia tidak menikah..

O)(dwkzXhendXbbsc)(O

MAKA terjadilah apa yang memang harus terjadi sebab takdir memegang peranan penting.. Si mahasiswa  melarat tidak pernah menikah.akan tetapi marga Kiang tidak terputus.sebab adiknya yang bernama Kiang Su Liang memiliki seorang anak laki laki dan seorang  anak perempuan.sebaliknya Gouw Hui Pa yang menikah dengan Soen Cuy Hee.hanya memiliki anak perempuan;  sehingga  tidak ada marga Gouw yang berasal dari si kuda binal..

Akan tetapi si kuda binal tetap si kuda binal sebab sia-sia Gouw Hui Pa mendapat gelar si kuda binal kalau dia tidak bisa punya bini lain tanpa setahu Soen Cay Hee juga si mahasiswa melarat tidak mengetahui.sehingga didalam dunia yang penuh hantu ini si pendekar tanpa kawan (baca : Su Kiam Hiap In.atau Pendekar tanpa kawan)..

“Bagaimana kabarnya dengan si seruling maut Pouw Thian Jin....” tanya Kiang Su Gee yang menyebabkan si nenek menjadi bermuka muram.teringat dengan pengalaman pengalaman pahit waktu dia masih muda..

“Aku sudah lama tidak menghiraukan urusan diluar.. Aku tidak tahu dimana dia sekarang "sahut nenek Soen..

“Aku pun sudah ogah ikut repot dengan urusan di luar.akan tetapi baru baru ini aku kedatangan seorang tamu yang bernama Sim Ie Liat..  Dari tamu ini aku mendapat berita bahwa si golok maut Go Bun Heng sudah mendahului kita masuk ke neraka.sedangkan untuk kitab perguruan See gak hua Seng pitkip yang katanya sudah dititipkan pada tamu itu kemudian hilang dicuri oleh seseorang yang sengaja meninggalkan jejak berupa sekuntum bunga Mawar putih.. Waktu tempo dulu.aku mengetahui ada dua orang yang gemar dengan bunga bunga mawar.. Yang satu senang dengan bunga mawar berwarna putih; yakni Hui eng niocu  Siok Lie Hua dari lembah Hui-eng san cong.dan yang seorang lagi senang dengan bunga mawar warna hitam yang sengaja  dibikin dari bahan kertas.dan orang itu adalah kau.. Aku sudah mengutus ketiga orang muridku buat mengunjungi Hui eng niocu Siok Lie Hua dengan membawa suratku; akan tetapi kepada kau.sengaja aku datang sendiri ”

"Hayaaa ! kau anggap aku jadi maling......!” seru nenek Soen Cay Hee..

“Tunggu dulu.masih ada sedikit yang harus aku tambahkan......” kata Kiang Su Gee yang memutus perkataan nenek Soen.dan dia lalu menyambung perkataannya..

"...... ditengah perjalanan.aku bertemu dengan nyonya muda ini.yang ternyata adalah Oey Lan Ing; muridnya si ular belang Coa Seng Hok yang katanya sedang kehilangan kitab perguruan See gak hua Seng pitkip sedangkan suaminya sedang menghadapi kesulitan kena ditangkap oleh si Rase terbang dan muridnya yang sedang mengganas di kota Tung hay koan..”

"See gak hua Seng pitkip.. ,.. ?” nenek Soen berkata seperti menggerutu,

"Benar.... ,” Sahut si mahasiswa melarat yang sudah jadi seorang kakek..

“Hui ho Pouw Kong Jin,....?” sekali lagi nenek tua itu bicara bagaikan pada dirinya sendiri..

“Benar....” sekali lagi si mahasiswa melarat memberikan jawabannya..

"Dengan muridnya yang bernama Ouw bin  liong Kwee Ong......?" dan merah muka nenek tua itu sekarang.kelihatan menyimpan dendam lama.. Lalu waktu si mahasiswa melarat membenarkan sekali lagi.maka nenek tua itu menjadi geram..

“Kurang ajar ! anak dan mantuku justeru tewas ditangan mereka. !”

Terbelalak sepasang mata si mahasiswa melarat Kiang Su Gee.sebab dia memang tidak pernah mengetahui atau mendengar tentang peristiwa itu..

"Dan siapa nama suaminya nyonya muda ini....?” nenek Soen Cay Hee yang menanya."Lim Thong Hok. " sahut Oey

Lan lng mendahului si mahasiswa me larat Kiang Su Gee.membikin si nenek Soen yang ganti jadi terbelalak sepasang matanya sedangkan Oey Lan Ing juga ikut menjadi terbelalak waktu dia  mengawasi kesuatu arah.oleh karena adanya tiga orang yang sedang mendatangi yakni Soen Put Jie yang didampingi oleh Gak Siao Cu berdua Lim Thong Hok !

Waktu Soen lo naynay sedang melayani kedua tamunya.si mahasiswa melarat Kiang Su Gee dan Oey Lan Ing.maka Soen Put Jie telah pergunakan kesempatan itu buat dia menemui Gak Siao Cu di ruangan belakang.sebab dia ingin menyampaikan berita yang menyangkut urusan kitab perguruan See gak hua Seng pitkip yang dia curi secara tidak disengaja..

Maka terjadi keributan antara Gak Siao Cu dengan Lim Thong Hok yang rahasianya ketahuan.bahwa dia sudah punya bini tetapi mengaku masih perjaka.sampai kemudian mereka keluar dan keadaan menjadi bertambah pelik.sebab Oey Lan Ing juga marah kepada Lim Thong Hok.yang dikatakan sudah menghianati kasih sayangnya.padahal dia set ia tidak kena goda dan bujuk rayu sang adik ipar.Lim Thong Bu !

Untung ada si mahasiswa melarat Kiang Su Gee yang berhasil mengatasi suasana yang serba ribut itu.sedangkan nenek Soen tak sudahnya mengurut dada.melihat kelakuan orang orang muda jaman sekarang !

Nenek tua Soen Cay Hee adalah dedengkot  orang  orang See gak hua kunbun golongan hurup ‘hee’.. Di  luar dugaannya.pada suatu hari dia menerima kitab perguruan See gak Seng pitkip bahkan yang tidak ada artinya buat dia.sebab nenek tua itu tidak mau mengetahui tentang rahasia masing masing golongan atau pihak.sebaliknya Soen Put Jie  yang tidak mengetahui tentang adanya sengketa pada orang orang See gak hua kunbun.menganggap kitab perguruan itu ada kepentingannya dengan sang nenek.. Adalah setelah kedatangan Lim Thong Hok.maka nenek Soen mempunyai suatu gagasan bahwa alangkah baiknya jika antara  hurup 'seng’ dan hurup ‘hee’ terjalin suatu ikatan.artinya dia akan nikahkan cucunya dengan Lim Thong Hok; lalu dia  akan membantu Lim Thong Hok belajar ilmu silat See gak hua kunbun golongan hurup ‘seng’ berdasarkan kitab perguruan yang ada padanya untuk selanjutnya antara hurup 'seng’ dan hurup ‘hee’.akan dia ciptakan suatu ilmu gabungan..

Akan tetapi kemudian terjadi kitab perguruan See gak hua Seng pitkip dicuri seseorang dan Lim Thong Hok ketahuan rahasianya yang ternyata sudah beristeri sehingga buyar semua idaman hati si nenek Soen yang jadi mengurut ngurut dada,

“Lo naynay.kitab itu aku yang curi dan aku yang berikan kepada adikku Lim Thong Bu.. Dia belum kawin.cocok benar buat jadi suaminya Gak moay.dan gagasan lo naynay dapat dilaksanakan....” kata Lim Thong Hok setelah mengetahui maksud kehendak nenek Soen Cay Hee..

Si mahasiswa melarat Kiang Su Gee menjadi tertawa waktu dia mendengarkan perkataan Lim Thong  Hok.sedangkan nenek Soen meringis dan Oey Lan Ing menangis.sambil  nyonya muda ini memberitahukan bahwa Lim Thong Bu sudah tidak dapat dipercaya; sebab katanya sudah berhianat menjadi muridnya Hui Pouw Kong Jin..

Lim Thong Hok tidak percaya bahwa adiknya mau jadi penghianat bagi perguruan mereka..

"Didalam hal ini.tentu ada apa apa yang perlu kita selidiki dulu.. ,........ " demikian kata Lim Thong Hok yang kelihatan menjadi cemas memikirkan adiknya..

“Atau dia terkena racun bius.suatu cara lama  yang  khas dari s i Rase terbang Pouw Kong Jie.      ” si mahasiswa melarat

Kiang  Su  Gee   ikut  berikan  pendapatnya.sehingga  si nenek

Soen menjadi teringat lagi dengan pengalaman lama..

“Manusia jejadian  itu benar benar sangat ganas tidak mengenal tobat.masih saja dia merajalela .. ,!” kata nenek Soen yang datang marahnya..

“Moay moay.marilah kita bantu anak anak ini.,,” akhirnya kata Kiang Su Gee kepada nenek Soen..

“Apa tadi kau bilang .... ?" sahut nenek Soen yang  terkenang dengan lagu lama.karena adanya  istilah  'moay moay' yang digunakan oleh si mahasiswa melarat Kiang Su Gee.. “Moay moay " ulang Kiang Su Gee yang lalu tertawa dan

mengusap jenggotnya yang putih panjang..

"Aku setuju ! mari kita berangkat sekarang,. !” dan nenek

Soen langsung berdiri dari tempat duduknya hendak masuk kekamarnya buat dia berkemas.akan tetapi  sempat  dia berkata kepada Gak Siao Cu,

"Kau juga ikut. "

Dan disepanjang perjalanan menuju kota Tung hay koan.kakek dan nenek tua itu tak sudahnya saling ganti bicara.membicarakan urusan tempo dulu selagi mereka merajalela dikalangan rimba persilatan.sedangkan Oey Lan Ing ogah bicara dengan suaminya.karena merasa cemburu akibat perbuatan Lim Thong Hok yang mengaku masih perjaka sedangkan Gak Siao Cu juga ogah bicara dengan calon suami yang batal itu karena dara manja ini juga merasa telah dipermalukan..

Akibatnya.Lim Thong Hok jadi jalan seorang diri dibagian paling belakang.sedangkan Oey Lan Ing dan Gak Siao Cu mengapit Soen Put Jie yang juga ikut dalam perjalanan itu..

Ketika rombongan ini tiba di kuil Sam yang tong.maka Hoan Jin Ong mati daya tidak dapat ingkar dari perbuatannya yang sudah berkomplot dengan Ouw bin liong Kwee  Ong dan Hui  ho Pouw Kong Jin akan tetapi sayangnya si naga muka hitam Kwee Ong berdua si Rase terbang Pouw Kong Jin  sudah menghilang membawa kitab perguruan See gak hua Seng pitkip.sehingga kedatangan rombongan nenek Soen ini hanya berhasil menolong Lim Thong Bu..

Kuil Sam yang tong selanjutnya diurus oleh Liauw hoan hweeshio yang pernah menolong Lim Thong  Hok.sementara Lim Thong Hok bersama isterinya kembali kerumah mereka di dusun Coan in cung..

Dengan demikian keamanan kota Tung hay koan menjadi amat aman lagi.sedang Lim Thong Bu bertekad hendak merebut lagi kitab perguruan See gak hua Seng pitkip.dan untuk menghadapi rombongan s i Rase terbang Pouw Kong Jin maka nenek Soen dan kakek Kiang Su Gee mengajak Lim Thong Bu kedusun Soen kee po buat mendidik dalam suatu ilmu khusus yang dulu pernah digunakan oleh si kakek berdua si nenek. waktu mereka menghadapi dan mengalahkan si Rase terbang Pouw Kong jin..

Tiga bulan lamanya Lim Thong Bu menetap di dusun Soen kee po.dan selama itu hubungannya  dengan Gak Siao cu menjadi akrab.lalu mereka berjanji akan menikah kalau Lim Thong Bu sudah berhasil merebut kitab perguruan  See  gak hua Seng pitkip..

Adalah selama melakukan perjalanan mencari jejak si Rase terbang Pouw Kong Jin.maka Lim Thong Bu ikut bersatu dengan para pendekar penegak keadilan.dan ikut mengganyang markas kegiatan si iblis penyebar  maut  alias Han bie kauwcu.sehingga pemuda ini jadi berkenalan dengan Cie in suthay.biarawati muda usia yang cantik jelita dan perkasa..

Biarawati yang muda usia itu bagaikan baru sadar dari lamunannya.waktu dia mendapati ruang tamu sudah sunyi senyap.hanya ada dua orang tamu yang masih saling mem- bicarakan tentang adanya seorang biarawati muda usia yang sinting dan seorang mahasiswa abadi yang masih muda usianya..

Sekali lagi Cie in suthay bersenyum seorang diri lalu dia bangun berdiri dan dengan langkah  kaki seenaknya dia  meninggalkan ruang makan itu.untuk dia menuju ke kamar yang sudah dia sewa.diikuti oleh pandangan mata ketiga orang orang tadi..

Sampai larut malam Cie in suthay tidak dapat pulas tertidur meskipun sejak tadi dia sudah rebah diatas ranjang dengan sepasang mata rapat dia tutup namun pikirannya jauh terbang melayang.mendahului bertemu dengan si macan terbang Lie Hui Houw.guna mengatur siasat buat menghadapi  orang orang gelandangan di kota Hie c iang nanti..

Suatu bau harum kemudian memenuhi kamar tidur Cie in suthay.dan bhiksuni yang muda usia ini sampai jadi terangsang.. Jantungnya memukul seperti mengajak dang dut dengan napas sengal sengal.seperti orang kepanasan di padang gurun pasir..

(‘o mie to hud....!') Cie In suthay memuji  didalam hati.karena dia menyangka bahwa dia tergila gila dengan si macan terbang Lie Hui Houw.. Akan tetapi.saat itu dia cepat teringat dengan semacam asap dupa yang dapat membikin orang jadi lupa daratan.sehingga selekas itu juga dia mengerahkan tenaga dalamnya dan menutup  hidungnya sambil dia tetap rebah seperti lagaknya orang yang  sudah pulas tertidur..

Tanpa perdengarkan banyak suara.jendela kamar tidur Cie  in suthay kemudian dibuka orang dari sebelah luar.dan sesaat kemudian muncul seorang yang menutup sebagian mukanya memakai sehelai saputangan sutera.namun  dari  pakaiannya Cie in suthay dapat mengenali bahwa orang itu adalah si mahasiswa abadi.yang pada mulanya dia duga sebagai Soan siucay Cie Poan Ciang..

(‘ternyata dia adalah si mahasiswa cabul......') kata Cie in suthay didalam hati.sebab dia teringat dengan  seorang pemuda yang bernama Oey Cin Siu.tukang perkosa anak perawan yang memiliki wajah muka mirip dengan Soan siucay Cie Poan Ciang sehingga banyak orang orang yang seringkali jadi salah paham..

Oey Cin Siu sebenarnya adalah salah seorang muridnya T iat tauw ciang Cee Kay Bu.si kepala besi yang jadi pendeta gadungan.atau yang baru dibinasakan oleh Lim Thong Bu..

Sebenarnya Oey Cin Siu jalan bersama sama dengan gurunya.akan tetapi mereka berpisah sebab di kota Liong bun koan Oey Cin Siu kena dipikat oleh bini orang yang punya lirikan mata maut.dan senyum manis mengundang lebah..  Perempuan muda itu bininya  seorang siucay  melarat.yang tidak punya duit buat memenuhi kehendak bininya.sebaliknya Oey Cin Siu yang menjadi mahasiswa abadi.punya kepandaian mencuri lewat atas genteng rumah orang orang  kaya; sehingga perempuan perempuan mati-matian  memikat tak perduli suam inya telah melihat bininya main  gila! Akan tetapi.suami yang malang ini tidak berdaya bersaing dengan Oey Cin Siu.yang mahir ilmu silatnya dan banyak  duitnya sampai yang malang itu hidup merana jadi orang gelandangan yang sinting..

Perempuan muda itu tertawa girang waktu  melihat suaminya jadi orang gelandangan.dia merasa bebas sebab sudah jadi janda.akan tetapi dia tidak mengetahui bahwa Oey Cin Siu cepat bosan.dan pemuda ini hampir hampir meninggalkan kota Liong bun koan kalau petang itu dia tidak tergila gila dengan senyum manis dari seorang biarawati muda usia yang cantik jelita..

Banyak pengalaman Oey Cin Siu terhadap berbagai macam perempuan akan tetapi belum pernah dia main cinta dengan seorang biarawati.sebab dia selalu kalah cepat  dengan  gurunya si kepala besi Cee Kay Bu.. Sekarang dia baru bisa bertemu dengan seorang biarawati yang muda usia selagi gurunya tidak ada disisinya; sehingga tidak mau dia membuang kesempatan itu..

Akan tetapi waktu Oey Cin Siu sedang menutup lagi daun jendela kamar yang sudah dia masuki.maka  dilihatnya bhiksuni yang muda usia itu sedang duduk diatas ranjang.dan memaki dia..

"Penjahat maksiat.malam ini sudah sampai waktunya untuk kau bertobat. ”

Hanya sejenak Oey Cin Siu menjadi terkejut dan didalam hati dia menyadari bahwa dia sedang berhadapan dengan seorang bhiksuni yang bukan sembarang bhiksuni terbukti  obat biusnya kehilangan khas iat..

Sebelah tangan Oey Cin Siu bergerak  cepat  melepaskan dua batang piao yang ditujukan kebagian kaki biarawati yang muda usia itu: akan tetapi Cie in suthay  dengan  tangkas sudah lompat menghilang.dan tahu tahu dia  sudah berada disebelah belakang Oey Cin Siu.. Oey Cin Siu menjadi kaget.karena merasa adanya angin tidak wajar yang menyamber dibagian punggungnya.. Dia Iompat tiga langkah kedepan sambil dia memutar tubuh.dan secepat itu pula dia sudah memegang sebatang pedang yang tajam..

Cie in suthay menjadi geram.karena pemuda itu berhasil menghindar dari serangan yang pertama.. Tanpa menghiraukan penjahat itu  memegang  pedang.sekali lagi Cie in suthay memukul memakai kebutannya.bergerak  dengan ilmu seekor naga bermain di ombak.sehingga Oey Cin Siu jadi kelabakan harus berusaha menghindar  dari serangkaian serangan yang tak sudahnya.sampai dengan nekad  Oey  Cin Siu menerjang jendela kamar memakai kepalanya buat dia lari keluar dari kamar maut itu !

Biarawati yang muda usia itu menjadi bertambah geram.tak mau dia membiarkan perusak kaum wanita itu kabur seenaknya.hendak dia bikin penjahat itu bercacad  supaya habis ilmu kepandaiannya.agar tidak lagi penjahat itu dapat mengulang perbuatannya..

Sekali lagi kebutan Cie in suthay bekerja.selagi Oey Cin Siu hendak lompat keatas genteng.. Gerak kebutan itu bagaikan seekor naga yang melibat tiang.karena bagian bawah  betis Oey Cin Siu yang kena dilibat.. Akan tetapi licin bagaikan belut pindah liang.sebelah kaki yang sedang kena libat itu berputar; sampai bebas dari libatan; sementara sebelah kaki Oey Cin Siu yang lainnya telah menekan kaki yang bekas kena libatan.sehingga sekali lagi tubuh Oey Cin Siu melesat ke atas genteng dan kabur.. “Kurang ajar......!" maki Cie in suthay yang tidak menduga penjahat itu tinggi ilmunya dan dengan hati penasaran dia kerahkan ilmu leng pou hui pu sehingga tubuhnya yang lincah bagaikan seekor capung yang bermain di atas air.melesat dan mengejar sehingga sesaat kemudian.sekali lagi Cie in suthay mainkan kebutannya bagaikan senjata cambuk maut !

Oey Cin Siu jadi mengeluh didalam hati.t idak pernah dia menduga bahwa malam ini dia bakal bertemu dengan seorang biarawati muda yang sakti ilm unya.. Dia terpaksa membuang dirinya dari atas genteng dan bergulingan  jatuh kebawah sehingga sekali lagi dia nyaris dari kebutan biarawati yang muda usia itu akan tetapi sekali lagi dia jadi mengeluh.karena jatuhnya justeru sudah ditunggu oleh Cie in suthay..

Bagaikan seekor naga yang sakti.kebutan Cie in suthay memecut muka Oey Cin Siu sampai muka itu keluar darah dan Oey Cin Siu berteriak kesakitan.akan tetapi dengan nekad pemuda itu menikam memakai pedangnya.bagaikan seekor ular yang menyemburkan bisa..

Cie in suthay menghilang dan pindah tempat kebagian belakang Oey Cin Siu.lalu sekali  lagi dia  menyabet  bagaikan dia sedang membersihkan meja sembahyang dan kali ini Oey Cin Siu jatuh tengkurap dengan muntahkan darah segar dari mulutnya.lalu bertepatan dengan itu.dua jari tangan Cie in suthay hinggap di bagian iga pemuda itu.karena dengan ilmu menotok jalan darah.biarawati yang muda usia itu sudah menghabiskan ilmu yang dim iliki oleh Oey Cin Siu tanpa pemuda itu menjadi tewas nyawanya..

0000dwkzOhendObbsc0000

ANGIN pagi yang berasal dari gunung Ceng liong san meniup sepoi sepoi dipagi hari yang cerah itu..

Seorang biarawati muda usia yang cantik jelita sedang duduk bicara dengan seorang pemuda tampan yang kelihatan terpaksa.. Mereka adalah Cie In suthay dan si macan terbang Lie Hui Houw..

Saat itu mereka sedang duduk dihalaman belakang dari rumahnya almarhum Kim to Hau Beng Yao didusun Liong bun tin.yang letaknya tidak terpisah jauh dengan letak gunung Ceng liong san.. Kim to Hua Beng Yao merupakan  teman akrab dari si macan terbang yang menjadi sam ceecu dari Ceng liong pang persekutuan naga hijau.. Kemudian  sam ceecu kena fitnah dan ditangkap oleh pemerintah penjajah bangsa Mongolia serta dikabarkan sudah tewas didalam rumah penjara sehingga  Kim to Hua Beng Yao hidup merana mengusahakan kedai nasi sampai anak perempuannya Hua Mu Lan menikah..

Dua puluh tahun kemudian.setelah negeri Cina bebas dari tentara penjajah.maka Lie Hui Houw mendapat tugas dari gurunya.buat dia menyamar menjadi "si macan terbang bekas sam ceecu Ceng liong pang.. Maksudnya untuk menyelidiki mencari si penghianat lalu membalas dendam bekas  sam ceecu dari Ceng liong pang itu..

Setelah berhasil menunaikan tugasnya itu.Lie Hui Houw kembali menjadi seorang pemuda tampan.akan tetapi tetap mendapat gelar si macan terbang.karena sesungguhnya dia sudah memiliki semua ilmu bekas sam ceecu  Ceng  liong pang..

Pemuda Lie Hui Houw berada didusun Liong bun tin; habis mengantar Cin Siao Yan yang sudah menjadi calon isterinya.dan kakek Cin sudah memutuskan untuk menetap di dusun itu.sambil dia menemani Hua Mu Lan dan suaminya yang mengusahakan kedai nasi Kim to Hua Beng Yao..

Cerah wajah muka Cie in suthay secerah  sinar  matahari pagi itu.waktu dia bicara berhadapan dengan si macan terbang Lie Hui Houw yang mendengarkan dengan penuh perhatian sambil kadang kadang dia  menanyakan sesuatu yang dia anggap tidak jelas atau kurang jelas.sedangkan Cie in suthay dengan teliti dan cermat selalu memberikan jawaban atas pertanyaan pemuda itu dengan muka yang se lalu dihias dengan seberkas senyum yang manis..

"Apakah kalian belum cukup puas setelah tiga  hari mengobrol berdua.. ,.. ?” tiba tiba tanya Cin Siao Yan yang datang menggoda.akan tetapi yang berhasil membikin muka Cie in suthay berobah merah.sedangkan Lie Hui Houw menunduk malu.. Dara Cin Siao Yan yang biasanya berlaku manja tentunya akan merasa cemburu kalau Lie Hui Houw berada berdua dengan lain perempuan.apalagi sampai  tiga hari lamanya mereka bicara tanpa mau diganggu oleh lain orang..

Akan tetapi pada saat itu yang datang adalah  Cie in suthay.biarawati muda usia yang tinggi  ilmunya dan yang sudah dia kenal dengan baik sehingga Cin Siao Yan membiarkan kekasihnya dipinjam.sebab katanya  biarawati yang muda usia itu datang dari jauh dengan membawa suatu berita penting..

Sementara itu Cie in suthay yang sudah  dapat mengatasi diri. lalu dengan tetap menyertai senyumnya dia berkata..

''Sudah beres.sudah beres.jangan takut aku rebut kekasihmu. "

Ganti Cin Siao Yan yang merah wajah mukanya.akan tetapi dia tertawa dan memang sudah terbiasa dengan sikap Cie in suthay yang masih gemar berkelakar..

“Sebenarnya.ada urusan apa yang demikian pentingnya........?" tanya Cin Siao Yan kepada calon suaminya.akan tetapi Lie Hui Houw tidak berani menjawab.sebaliknya pemuda itu mengawasi Cie in suthay bagaikan dia menanyakan pendapatnya biarawati yang muda usia itu.. “Hanya mengenai urusan orang orang gelandangan. "

sahut Cie in suthay.tetap dengan menyertai seberkas senyum yang cerah..

"Hayaaa! urusan orang orang gelandangan! mengapa  kalian harus menyimpan rahasia dihadapanku........?" Cin Siao Yan menanya lagi.merasa penasaran dan perlihatkan lagak seperti orang merasa tidak senang..

Cie in suthay sekarang menjadi tertawa dan biarawati yang muda usia ini merasa tidak ada halangannya buat dia mengatakan kepada Cin Siao Yan mengenai sengketa orang orang gelandangan di kota Hie ciang akan tetapi terbatas dengan hal hal yang memang tidak perlu dirahas iakan..

Oleh karenanya itu sekali lagi Cie in suthay bicara khusus kepada dara Cin Siao Yan sehingga Lie Hui Houw merasa tidak ada gunanya buat ikut  mendengarkan.sebab semua yang dikatakan oleh Cie in suthay sudah lebih dahulu dibicarakan dengan dia..

Sementara itu hari sudah mulai malam ketika seorang laki laki setengah baya memasuki sebuah kedai arak..

Seorang perempuan tersenyum sumbing mengawasi.dan usia perempuan ini sedikit lebih muda dan laki laki yang baru masuk.. Dia sedang duduk minum arak seorang diri sebab dia sudah terbiasa hidup bebas dikota Hie ciang yang kian hari makin tidak mengenal moral penuh dengan berbagai macam perbuatan maksiat..

Laki laki yang baru masuk itu agak basah pakaiannya.sebab diluar kedai arak itu air hujan mulai membasahi bumi..

Sekilas sepasang mata laki laki itu melirik lalu dia memilih tempat duduk yang memang  banyak kosong.tidak jauh terpisah dengan tempat perempuan itu duduk seorang diri..

Disaat laki laki pendatang baru itu memanggil seorang pelayan.maka perempuan itu berdiri dari tempat duduknya.lalu dia mendekati sambil ditangannya dia  membawa mangkok araknya yang sudah kosong.. Perempuan itu bersenyum sementara sinar matanya redup bagaikan api lilin yang hampir padam dan laki laki pendatang baru itu juga ikut perlihatkan senyumnya..

"Boleh aku duduk disini........" perempuan itu yang bersuara menyapa dengan suara yang terdengar serak basah..

“Silahkan......” sahut laki laki pendatang baru itu.bertepatan dengan datangnya si pelayan dan laki laki pendatang baru itu lalu memesan arak berikut penganannya buat dia berdua dengan perempuan itu..

Perempuan itu kemudian duduk dihadapan laki laki pendatang baru yang belum dikenalnya itu dan untuk sejenak keduanya berdiam.sampai pelayan datang membawa dan me- nuang arak buat mereka berdua..

“Silahkan....” undang laki laki itu mengajak perempuan itu minum.dan dengan sekali teguk perempuan itu menghabiskan isi mangkoknya..

(‘hebat juga.dia....!’) pikir laki laki itu di dalam hati.akan tetapi dia diam hanya mengawasi.sampai perempuan itu juga ikut mengawasi..

“lngin ngamar......?” tiba tiba tanya  perempuan  itu; langsung kepada maksud kehadirannya..

Laki laki pendatang baru itu menggeIengkan  kepalanya akan tetapi perlihatkan senyumannya yang terasa hambar..

"Akh ! rupanya kau tertolong sama dengan orang orang yang sedang berduka cita itu......” perempuan itu berkata menggerutu.sambil dia menunduk mengawasi isi mangkok araknya yang sudah kosong..

“Maksud kau tertolong,. ?” Perempuan muda itu menengadah dan memutus perkataan laki laki pendatang baru itu :

“Yah.. Tertolong dengan orang orang yang sedih karena tewasnya Ouw Beng Tek.orang gelandangan yang hidupnya jadi bajingan. "

Dan perempuan itu menjadi tersentak diam.sebab dia mendengar bunyi suara si pengurus kedai yang sengaja memukul meja sambil sepasang mata si pengurus kedai itu mengawasi perempuan yang sedang menemani dan bicara dengan laki laki pendatang baru itu..

Sementara itu.laki laki itu segera ikut mengawasi kearah tempat duduk si pengurus kedai lalu ganti lagi dia mengawasi perempuan yang duduk dihadapannya.yang pada waktu itu sudah menundukkan kepala lagi habis melihat  ketempat pengurus kedai duduk..

“Akh ! perduli apa aku dengan bajingan itu.. Dulu juga hidupnya hanya menjadi seorang gelandangan  biasa.sampai dia mempunyai kedudukan jadi tukang peras.termasuk  aku jadi sa lah satu orang yang dia peras sampai dia mampus dibunuh orang "

"Sui Hwa tutup mulutmu...... !" teriak pengurus kedai dengan sepasang mata melotot mengawasi dari tempat duduknya..

“Hmm! dasar laki laki  pengecut...... " perempuan itu bersuara menggerutu perlahan ditujukan kepada si pengurus kedai. lalu selekas itu juga dia menambahkan perkataannya..

“...... semua orang orang disini bukan cuma orang orang gelandangannya saja.bahkan semua pada senang Ouw Beng Tek mampus.. Sebagian sebab merasa bebas dari pemerasan dan sebagian pada mempunyai kesempatan hendak merebut kekuasaan. " "Sudah kukatakan.tutup mulutmu......!” si pemilik kedai berteriak lagi dan dia bahkan datang mendekati..

"Baik.lao ya........” kata perempuan itu dengan perlihatkan senyum mengejek.yang ditujukan kepada si pengurus kedai.dan dia bahkan meneruskan perkataannya..

" ........ kau lihat.disini tidak ada tamu lain.jadi jangan kau takut omonganku ini ada  lain  orang  yang  ikut mendengarkan. ”

( Lao ya tuan tua.atau tuan besar )

Si pemilik kedai itu kelihatan bersungut.sementara perempuan itu lalu ganti mengawasi tamu laki laki yang duduk dihadapannya.sambil dia menyambung bicara :

“,.. .kau tahu.apa sebabnya ada golongan orang  orang yang berduka cita.disamping ada golongan orang orang yang bergembira ..?”

“Kenapa....?” tanya laki laki  itu perlihatkan lagak ingin mengetahui..

“Tetapi.aku ingin m inum lagi ...." perempuan itu berkata seolah olah dia ingin ‘menjual' keterangan..

“Tidak....!” si pelayan tua itu yang bersuara mencegah dengan suara setengah berteriak.sementara  sepasang matanya kelihatan melotot lagi..

"Berikan ! aku yang bayar..!” sahut tamu  laki  laki pendatang baru itu dengan suara yang terdengar geram..

Sejenak si pemilik kedai mengawasi tamunya.akan  tetapi dia tidak berani lagi membantah karena melihat  sinar  mata laki laki  itu yang menyala  merah.dan dia cepat cepat memanggil seorang pelayan..

"Nah.ceritakanlah sekarang......” kata tamu laki laki itu.setelah pelayan menambah arak mereka.. "Baik...... baik.. Kau memang laki laki jantan...... !” kata perempuan itu sambil dia m inum araknya sekaligus habis  lagi isi mangkoknya itu..
Sepi Banget euyy. Ramaikan kolom komentar dong gan supaya admin tetap semangat upload cersil :). Semenjak tahun 2021 udah gak ada lagi pembaca yang ninggalin opininya di kolom komentar :(