Lembah Nirmala Jilid 47

 
Jilid 47

Dalam keadaan begini terpaksa dia harus menggetarkan senjatanya untuk menyambut ancaman mana dengan kekerasan.

Tapi sayang pada saat yang bersamaan pula sipedang air telah melepaskan serangan mautnya pula dengan jurus ombak dahsyat memecah dipantai. Tak terlukiskan rasa kaget kakek berambut putih itu, tiba-tiba ia menjerit lenking: "Habis sudah riwayatnya kali ini. "

Disusul kemudian terdengar suara badan yang tersambar senjata, semburan darah segar memercik keluar dari tubuh kakek berambut putih itu.

Tatkala pedang emas mencabut keluar pedangnya yang berlumuran darah, kakek berambut putih itu tak mampu menahan diri lagi. ia mundur tiga langkah dengan sempoyongan dan tak pernah bangun kembali.

Ditengah keheningan yang mulai mencekam seluruh ruangan, tiba-tiba terdengar seseorang memuji:

"Bagaimanapun juga pedang emas masih tetap pedang emas"

Ketika semua orang berpaling, ternyata orang yang berbicara barusan adalah pedang perak.

Waktu itu dia sudah bangkit berdiri dengan semangat yang lebih segar kembali. Sebaliknya sipedang air terbatuk-batuk keras sambil berbisik:

"Habis sudah.....habis sudah riwayatnya..... oooh.....oooh. aku benar-benar tak sanggup

menahan diri lagi."

"Siapa suruh kau banyak mencampuri urusan orang lain?" tegur pedang emas dengan kening berkerut.

Kemudian setelah mengalihkan sorot matanya dan memperhatikan sekejap sekeliling ruangan, dia berkata lagi:

"Sudahlah, sekarang kalian segera mengikuti aku"

Dalam keadaan begitu, meski mereka enggan menuruti, namun tak seorangpun yang berani membantah.

Maka pedang emaspun membopong putri Kim huan dan berlarian meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan tinggi.

Pedang perak serta pedang kayu dan pedang air terpaksa harus mengikuti dari belakang.

Sepanjang jalan tak seorangpun berani berbicara, kalaupun ada suara yang terdengar maka suara itu hanya pedang air yang makin lama makin bertambah parah.

Semakin cepat mereka melanjutkan perjalanan, semakin kepayahan sipedang air untuk mengikutinya .

Tapi pedang air tak berani banyak bicara, terpaksa dia harus pertaruhkan nyawa sendiri untuk mengikuti terus.

Waktu itu, putri Kim huan yang berada dalam bopongan pedang emas merasa kegirangan setengah mati, terdengar ia berkata:

"Tak disangka kau mampu berlarian secepat ini, betul-betul sangat menarik hati, kalau aku bisa berbuat seperti dirimu. ooooh betapa bahagianya hatiku"

"Jadi kau ingin berlarian secepat aku?" tanya pedang emas. "Mengapa tidak?"

"Kalau begitu kau harus melatih diri dengan tekun."

"Sebetulnya aku ingin berlatih, sayang tak ada orang yang mau mengajarkan kepadaku, bersediakah kau mengajarkan ilmu itu kepadaku?"

"Tentu saja, tapi kau harus mengangkat diriku sebagai guru?" "Aku bersedia"

"Bukan masalah yang gampang untuk bisa diterima sebagai murid" kata pedang emas tertawa. "Boleh saja bila kau ingin, tapi ada sebuah syarat yang harus dipenuhi dulu."

Putri Kim huan memang berhasrat sekali belajar ilmu silat, dengan wajah bersungguh-sungguh ia segera bertanya: "Apa syaratmu? cepat katakan-"

"Dekatkan telingamu kemari, akan kuberitahukan kepadamu."

Putri Kim huan segera menempelkan telinganya diatas bibir pemuda itu.

oleh karena mereka berdua memang berjalan dalam jarak yang begitu dekat maka pedang emas perlu berbicara dengan suara keras.

Bukan saja pedang kayu, pedang perak danpedang air yang mengikuti dari belakangnya tidak mendengar apa yang dibicarakan, rasanya para membacapun tidak akan mendengarnya bukan?

Apa yang sebenarnya dibisikkan oleh pedang emas?

Tiba-tiba saja terlihat paras muka putri Kim huan berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus, lalu serunya gemas: "Huh, dasar cabul"

Perjalanan kembali dilanjutkan hampir selama berapa jam lamanya sebelum akhirnya tiba didepan sebuah gua yang rahasia sekali letaknya. Sambil menghentikan perjalanannya, pedang emas berkata:

"Tuan putri, disinilah rumahku, orang menyebutnya gua sembilan tikungan, sukakah kau dengan tempat ini?"

Waktu itu pedang kayu, pedang air danpedang perak telah menghentikan pula perjalannnya dan berdiri mematung disamping. Mereka tak habis mengerti apa sebabnya pedang emas mengajak mereka datang kesitu, sebab sebelum hari ini tak seorangpun diantara mereka yang pernah berkunjung kemari.

Putri Kim huan memeriksa sebentar sekeliling tempat itu, lalu serunya tertahan: "Woo. gua

ini betul-betul aneh"

Pedang emas merasa sangat gembira mendengar gadis itu memuji tempat tinggalnya dengan bangga dia berkata lagi:

"Disini mah belum seberapa, setelah masuk kedalam nanti, kau pasti akan menjumpai hal-hal lain yang lebih menarik lagi"

Putri Kim huan benar-benar amat gembira apalagi tujuan kedatangannya kedaratan Tionggoanpun untuk berpesiar, maka cepat-cepat katanya: "Bagus sekali, cepat kau ajak aku masuk kedalam."

Pedang emas tidak menanggapi perkataan itu, sebaliknya kepada para adik seperguruannya dia menjelaskan:

"Gua ini disebut gua sembilan tikungan karena ditempat ini terdapat sembilan buah tikungan gua, tapi yang benar-benar bisa tembus sampai keruang tidurku hanya tiga buah saja."

Pedang perak, pedang kayu danpedang air tidak memahami maksud abang seperguruannya, maka sahutnya bersama-sama: "Mengerti.......mengerti. " "Sesungguhnya aku mengajak kalian datang kemari karena kubutuhkan bantuan dari kalian semua" kembali pedang emas menerangkan-

"Silahkan toa suheng memberi perintah."

"Aku hendak meminta kepada kalian masing-masing menjaga pintu masuk ketiga mulut gua tersebut, barang siapa saja yang berani datang kemari, kalian harus berusaha untuk menghalaunya pergi."

Untuk sesaat ketiga orang itu saling berpandangan tanpa berkata-kata.

Sebagaimana diketahui, baik pedang perak. pedang kayu maupun pedang air, mereka semua merupakan orang-orang sibuk yang mempunyai pekerjaan serta kepentingan sendiri. Tentu mereka segan menjadi anjing penjaga pintunya pedang emas. Tapi perintah dari pedang emas pun tak berani dibantah atau ditentang oleh siapapun.

Tak heran kalau untuk berapa saat lamanya semua orang berdiri menjublak dengan wajah serba salah.

Terdengar sipedang emas berkata lagi:

"Tapi kalian tak usah gelisah, sebab aku hanya minta bantuan kalian selama tiga hari saja."

Begitu ucapan tersebut diutarakan, semua orang segera merasa hatinya amat lega, buru-buru sahutnya: "Kami bersedia, kami bersedia."

"Bagus sekali kalau kalian bersedia, mulai sekarang pedang perak menjaga dimulut gua sebelah timur pedang kayu menjaga diutara danpedang air dibagian selatan .Jangan biarkan siapapun memasuki tempat ini sekalipun dia adalah Baginda raja, mengerti?" Ketiga orang itu segera mengangguk bersama. Kembali pedang emas menjelaskan:

"Pada ketiga buah mulut gua itu masing-masing terdapat sebuah ruang batu, disitu telah kusiapkan semua kebutuhan yang diperlukan, termasuk pula bahan rangsum."

"Aku percaya pekerjaan ini tidak terlalu melelahkan, asal tak biarkan orang lain masuk. aku rasa kalian pun tak usah menguatirkan keselamatan jiwa kalian lagi."

Ketiga orang itu cukup memahami watak abang seperguruannya, apa yang telah diucapkan dapat pula dilaksanakan, dengan membawa beban pikiran yang berat merekapun bergerak menuju ke posnya masing-masing.

Pedang emas sendiri dengan mengajak putri Kim huan langsung memasuki gua tersebut melalui mulut gua sebelah timur.

Setelah menempuh perjalanan yang berliku-liku sekian waktu, akhirnya sampailah mereka didalam sebuah ruangan.

Ruangan itu amat indah dengan perabot yang mewah, cahaya lentera menerangi setiap sudut ruangan-

Pedang emas mengajak putri Kim huan menuju kesebuah pembaringan, lalu katanya: "Kita sudah sampai ditempat tujuan"

"Mau apa kau mengajakku kemari?" tanya putri Kim huan- "cepat letakkan lentera hijau disana"

Putri Kim huan menurut dan meletakkan lentera hijau itu diujung pembaringan.

Pada saat itu pedang emas sudah berjalan makin mendekat, bau aneh yang terpancar keluar dari tubuh pedang emas segera menggetarkan perasaan putri Kim huan-Tiba-tiba gadis itu seperti menyadari akan sesuatu, segera teriaknya tertahan-"IHey......mau. mau apa kau?"

"Masa kau masih belum mengerti?" pedang emas balik bertanya sambil tertawa terkekeh- kekeh. Putri Kim huan semakin terperanjat, dengan wajah ketakutan cepat-cepat berteriak: "Jangan..... jangan- aku tidak mengerti"

Sambil berkata ia berusaha menahan gerak maju pemuda tersebut dan menolak permintaannya.

Tapi dengan kemampuan yang dimiliki pedang emas, mampukah gadis tersebut untuk menolak keinginannya?

Dalam keadaan apa boleh buat terpaksa putri Kim huan harus mencakar, menyambar dan mendorong dengan menggunakan segala kemampuan yang dimilikinya.

Suatu ketika karena bersikap kurang hati-hati, dia telah menyambar kain kerudung muka pedang emas hingga terlepas.

Raut muka pedang emas yang jelek dan menyeramkan pun segera muncul didepan mata. Putri Kim huan menjerit histeris, teriaknya keras-keras: "Kau.......kausetan- kau bukan manusia"

Pedang ems tertawa keras, suara gelak tertawanya lebih mengerikan daripada jeritan kuntilanak. ditengah malam.

"Bagus, bagus sekali" serunya dingin. "Setelah kau melepaskan kain kerudung mukaku, rasanya akupun tak perlu merahasiakan wajahku lagi dihadapanmu."

Putri Kim huan merasa takut bercampur sedih, sambil menangis tersedu-sedu pintanya: "Lepaskanlah aku....bebaskanlahaku.... kumohon-.. lepaskan aku. "

"Membebaskanmu? IHuuuuh, gampang amat kalau bicara" jengek pedang emas dengan suara dalam.

"Setan busuk. kau. kau setan biadab"

"Hmmm, apakah kau menganggapku kelewat jelek? Siapa suruh nasibmu kurang beruntung, salahmu kau masih mau ikut bersamaku"

"Tidak. jangan- jangan sentuh aku" sekuat tenaga putri Kim huan berusaha memberikan

perlawanan. "cepat lepaskan aku, lepaskan aku "

Pedang emas tertawa seram gelam tertawanya kian lama kedengaran makin mengerikan hati. "Haaaaah....haaaaaah. bukankah kau mengatakan aku cabul? Baik, anggaplah aku memang

cabul, sekarang akan kubuktikan kecabulanku dihadapanmu"

Putri Kim huan menjerit sambil menangis, dia masih berusaha memberikan perlawanan yang terakhir, meski perlawanan tersebut sama sekali tak ada artinya.

Sesungguhnya pedang emas berniat memulihkan wajahnya lebih dulu dengan menggunakan lentera hijau.

Namun setibanya dalam ruangan tadi, ia tergiru oleh kecantikan wajah putri Kim huan sehingga tak mampu untuk mengendalikan diri lagi.

Kini, pedang emas telah dipengaruhi oleh kobaran api birahi, tiada hentinya dia tertawa seram.

Putri Kim huan merasa mual, dia ingin muntah, gelak tertawa yang begitu mengerikan dari pedang emas membuat perutnya seperti diaduk-aduk. dia tak mampu menahan diri lagi, dia mencoba memberi perlawanan sekuat mungkin-

"Kau....kau setan biadab, kau setan jelek...... lepaskan aku......kau setan terjelek didUnia ini "

teriak-teriakan keras bergema mengiringi isak tangisnya yang memilukan hati.

Pedang emas tetap tertawa, ia tertawa terus dengan suaranya yang mengerikan hati. "Haaaah....haaaaah.....haaaaah memang aku memang jelek. aku memang manusia terjelek

dikolong langit. " Sambil berseru dengan sepasang tangannya yang kuat dia mulai merangkul tubuh putri Kim huan dan memeluknya kencang-kencang.

Putri Kim huan sudah berusaha untuk melawan, tapi tubuhnya seketika terpeluk oleh rangkulan pedang emas sehingga tak berkutik lagi.

Tangannya yang halus lembut sudah tertindih dibalik tubuh pedang emas yang keras berotot, ia tak mampu berkutik saat itu dia hanya bisa merasakan aliran darahnya yang mendidih.

"Setan jelek. setan busuk. lepaskan aku, cepat lepaskan aku " jerit putri Kim huan lagi

sambil menangis.

"Melepaskan kau? Haaaah.....haaaah takdirlah yang telah mengatur kesemuanya itu,

takdirlah yang mengirim kau dari negeri Kim yang begitu jauh kesisi tubuhku, mengapa aku harus menentang takdir dengan membebaskan dirimu?"

"Tapi aku....aku tak sudi bersama setan jelek seperti kau " putri Kim huan masih mencoba

meronta.

"Haaaah.....haaaaah. aku tak perduli kau bersedia atau tidak, pokoknya saat ini kau harus

melayani aku" gelak tertawa pedang emas semakin keras. ooo0ooo

Putri Kim huan merasa napasnya sesak. pelukan pedang emas membuatnya sukar bernapas, sambil meronta terus kembali teriaknya:

"Aku tak mau, aku tak mau. apa artinya kau memaksaku untuk melayani dirimu?"

"Justru keadaan beginilah baru asyik, semakin kau menolak. semakin asyik bagiku."

"Aku benar-benar tak mengerti, mengapa kau harus berbuat begini? Uuuuh......uuuh. aku

sama sekali tak suka kepadamu"

"Jadi kau ingin tahu? "jerit pedang emas. "Baik, akan kuberitahu, aku berbuat begini karena kau perempuan dan aku laki-laki."

"Apakah seorang laki-laki harus menganiaya seorang perempuan?"

"Memang begitulah seharusnya, setiap lelaki harus dapat menaklukkan kaum wanita." "Kuharap kau jangan berbuat demikian, jangan-.... kumohon kepadamu jangan-" Kembali

pedang emas tertawa seram.

"Heeeeh......heeeeh.....heeeeh tuan putri, semestinya kau bangga karena kutaklukkan,

sebab akulah lelaki diantara kaum lelaki, sedang kau adalah perempuan diantara kaum perempuan- Kita memang sudah ditakdirkan untuk berpasangan-"

"Hmmm, siapa yang sudi berpasangan denganmu? Kau manusia kotor, manusia rendah cabul" Pelan-pelan pedang emas menarik napas panjang-panjang, katanya kemudian-

"Kau tak usah takut karena tubuhmu berhasil kucicipi, sebab disaat kaum lelaki berhasil menaklukkan kaum wanita, kaum wanita belum menderita kekalahan total, sebab wanitapun bisa membentak kaum lelaki semua dengan keinginan hatinya."

Berbicara sampai disitu secara setengah paksa dia menempelkan wajahnya yang jelek dan rusak itu keatas wajah putri Kim huan yang cantik jelita bak bidadari dari kahyangan itu.

Tiba-tiba saja putri Kim huan merasakan jantungnya berdebar keras, bau lelaki yang khas serasa menyusup kelubuk hatinya, membuat dadanya terasa sesak. Tak lama kemudian suasana pun menjadi hening dan sepi.

Yang terdengar hanya dengusan napas dan rintihan kenikmatan dari pedang emas yang sedang merasakan kenikmatan hidup,... Sampai lama kemudian pedang emas baru menghembuskan napas panjang hembusan napas

kepuasan-....

Saat itu pula terdengar putri Kim huan berteriak dengan penuh amarah:

"Kau setan jelek. manusia biadab berhati busuk. kau pasti akan mati konyol, mati secara tragis. " Pedang emas tertawa tergelak.

"Haaaah.....haaaaah.....haaaaah. apakah aku kurang baik terhadap dirimu? Kau toh bisa

menciptakan aku sebagai lelaki yang sesuai dnegan kehendak hatimu?"

"Tidak, tidak, aku tak sudi bersama lelaki semacam kau? Kau lelaki cabul, lelaki biadab" putri Kim huan menangis terisak.

"Tak usah takut" bujuk pedang emas sambil merangkul pinggang gadis itu erat-erat. "Bila kau bisa melahirkan seorang putri untukku, aku percaya putri kita pasti merupakan seorang gadis paling hebat dikolong langit dewasa ini."

"Tapi sayang aku tak sudi" tampik putri Kim huan tegas-tegas.

"Tidak usah kau kelewat keras kepala, putri kita pasti yang akan mewarisi kecantikan wajahmu dan kecerdikan setiap orang didunia ini tentu akan mengagumi mereka."

"Tidak- bila aku melahirkan anak dengan kau, sudah pasti bocah itu akan menjadi manusia yang paling dikasihani dikolong langit."

"Kenapa?" tanya pedang emas keheranan-

"sebab bocah itu akan mewarisi wajahmu yang jelek dan watak yang lemah dariku" Mendengar sampai disitu, pedang emas tak bisa menahan diri lagi, ia segera tertawa terbahak-

bahak.

Gelak tertawa mana segera membuat wajahnya yang jelek kelihatan lebih seram dan menggidikkan hati.

Memandang raut muka pedang emas yang rusak dan jelek seperti setan itu kembali putri Kim huan merasa muak dan ingin muntah segera bentaknya sinis: "cepat lepaskan aku, kau manusia jelek." Pedang emas berbicara, dia hanya tertawa tiada hentinya. Kembali putri Kim huan berkata:

"Kumohon kepadamu, lepaskan aku, aku percaya tak akan ada seorang manusiapun yang bersedia hidup secara baik-baik dengan manusia jelek macam dirimu itu."

Pedang emas kelihatan tertegun, lalu tanyanya serius: "Kau selalu mengatakan aku jelek benarkah kau tidak menyukai diriku. "

"Tentu saja"

Pedang emas segera tertawa seram.

"Toaya toh tidak harus memaksamu untuk mencintai aku, lagi pula tampang ku jelek atau tidak- toh merupakan urusan pribadiku sendiri"

"Tapi sayang tampangmu kelewat jelek andaikata aku menjadi dirimu "

"Mau apa kau?" sela pedang emas gusar.

"Aku pasti akan menjauhi setiap orang aku pasti akan membebaskan semua perempuan, daripada mereka merasa muak dan ingin muntah, daripada orang menyumpahi dirimu, ini merupakan langkah pertama."

Pancaran sinar amarah mulai mencorong keluar dari balik mata pedang emas, tiba-tiba jeritnya: "Apa langkah yang kedua?"

"Langkah kedua, aku akan pergi kelautan timur dan menceburkan diri kedalam laut untuk menghabisi hidup sendiri, daripada kejelekannya dicaci maki orang dan disumpahi orang sepanjang masa" Perlu diketahui, titik kelemahan yang terbesar bagi manusia adalah disaat kelemahannya dikorek-korek orang, apalagi buat pedang emas yang selalu menganggap dirinya hebat dan luar biasa, kata-kata putri Kim huan diterimanya bagaikan sebuah tamparan keras.

Untuk berapa saat lamanya pedang emas berdiri tertegun, memandang wajah putri Kim huan dengan termangu- mangu sementara kobaran api kegusarannya makin membara didalam dadanya.

Putri Kim huan yang menyaksikan peristiwa ini menjadi tertegun, katanya kemudian: "Hey......kenapa. kenapa kau?"

"Kau tak usah mencampuri urusanku"

"IHuuuh, siapa yang akan mencampuri?"jengek putri Kim huan dengan nada menghina. "Benar- benar manusia tak tahu diri cepat lepaskan aku" Dengan berangnya pedang emas segera berteriak:

"Kau anggap dirimu adalah perempuan yang luar biasa, siapa yang kesudian denganmu?" Sambil berkata ia segera membebaskan pelukannya dan mendorong gadis itu kebelakang.

Putri Kim huan sama sekali tak menyangka kalau pedang emas akan membebaskannya secara tiba-tiba lalu mendorongnya, seketika itu juga tubuhnya terlempar keujung pembaringan, dan kepalanya menumbuk ditepi ranjang hingga terasa pusing sekali. Kembali pedang emas berseru sambil tertawa dingin:

"Sebenarnya aku menyukai dirimu, tapi sekarang seka rang aku sudah berubah pikiran- Aku

benci dirimu, tidak.....aku muak kepadamu, aku bosan kepadamu. "

"Aku tak ambil perduli kau bosan kepadaku atau muak kepadaku " seru putri Kim huan

sambil menangis.

"Lalu apa yang kau minta?" teriak pedang emas sambil menggertak giginya kencang-kencang .

"Aku hanya berharap kau jangan menggubris diriku lagi." Pedang emas segera meludah. "cuuuh, sekalipun kau berlutut dihadapanku dan merengek-rengek, tak nanti aku tak akan

menggubris dirimu lagi."

"Bagus, sepanjang hidup kau tak usah berpikir untuk mengusik diriku lagi " putri Kim huan

tertawa dingin.

Pedang emas agak tertegun, tapi segera teriaknya gemas:

"Apa kau bilang? Aku belum sempat mendengarnya dengan jelas."

Dengan angkuh putri Kim huan melengos kearah lain, sambil membelakangi pedang emas dia berkata:

"Kecuali kau menggunakan kekerasan untuk menggagahi diriku, jangan harap aku bisa berbuat baik kepadamu."

Tapi. saat itulah mendadak pedang emas menerjang kemuka seperti harimau kelaparan yang

menerkam domba, dengan suatu gerakan cepat ia mencengkram tubuh putri Kim huan-Dengan perasaan terkejut putri Kim huan berpaling, jeritnya kaget: "Kau. mau apa kau?"

Dengan kasar pedang emas menarik celananya hingga robek. teriaknya keras-keras:

"Akan kurobek kulit luarmu yang palsu itu, agar kau bisa mengetahui dirimu yang sebenarnya."

Tidak menanti reaksi dari putri Kim huan ia menarik celana itu keras-keras hingga kerobek sama sekali.

Tubuh putri Kim huan yang indahpun segera muncul didepan mata dalam keadaan bugil, diatas kulit tubuhnya yang putih, kini telah membekas sambaran jari kuku yang panjang. Keadaan pedang emas saat itu seperti orang kalap. dia menarik dan merobeki semua pakaian yang dikenakan putri Kim huan dari atas sampai kebawah sehingga dalam waktu singkat gadis tersebut berada dalam keadaan telanjang bulat tanpa secuwil benangpun.

Putri Kim huan berusaha menutupi tubuh bagian rahasianya dengan jari tangan, ia merasa malu, gusar dan mendongkol, sambil menangis terseduh-seduh teriaknya:

"Apa maksudmu....... kau. kau tak ubahnya seperti hewan, kau binatang berkedok

manusia."

Melihat keadaan putri Kim huan yang begitu mengenaskan, pedang emas merasa amat puas dan bangga, serunya sambil tertawa terbahak-bahak:

"H^aaah......haaaaah......haaaaah sekarang boleh bercermin, coba lihat siapa yang lebih

mirip hewan"

Secara kasar dia menarik tangan putri Kim huan dan diajak berdiri didepan cermin, setelah itu kembali katanya:

"coba lihatlah, beginikah tampang seorang tuan putri dari negeri Kim? Betul-betul tak mirip. "

Dalam keadaan dicengkeramnya tak mungkin buat putri Kim huan untuk membungkukkan tubuhnya, tapi diapun enggan melihat keadaannya yang bugil didepan cermin, maka sambil menjerit-jerit teriaknya:

"Kau bajingan keparat, manusia laknak suatu ketika kau bakal mati konyol disambar geledek" Pedang emas sama sekali tak menanggapi dia malah tertawa terbahak-bahak. Kembali putri

Kim huan berteriak:

"Setan jelek. cepat lepaskan aku, jepitan tanganmu membuat aku merasa kesakitan."

"Kau takut kesakitan" jengek pedang emas sambil menyeretnya kembali kearah pembaringan.

Kembali putri Kim huan didorong hingga roboh tertelentang diatas pembaringan, melihat itu dengan suara gemetar gadis tersebut berseru: "Kau. kau jangan mengulangi lagi perbuatan

biadabmu itu."

Pedang emas tidak menggubris, dia masih tertawa dengan seramnya.

Dalam keadaan begini, putri Kim huan tak bisa berbuat banyak kecuali tidur terlentang dengan badan gemetar keras, ia takut ia ngeri tapi diapun merasa marah dan mendongkol.

Pedang emas masih berdiri diujung pembaringan bagaikan seekor serigala yang sedang mengincar mangsanya, ia tidak berbuat lain kecuali melayangkan pandangan matanya dari atas hingga kebawah, dia seperti hendak menikmati keindahan tubuh sinona yang bugil sepuas- puasnya .

Saat ini putri Kim huan memang berada dalam keadaan telanjang bulat, seluruh lekukan tubuhnya yang paling rahasia tertera dengan jelas.

Dalam keadaan begini, dia bukan lagi seorang bangsawan putri darisuatu kerajaan. Kini dia tal lebih hanya seorang wanita.

seorang buruan yang sedang diincar serigala lapar.

"Kau setan jelek, binatang rakus. " putri Kim huan mengumpat tiada habisnya.

Kalau bisa, dia ingin menggunakan semua kata-kata yang paling kotor dan paling keji untuk menghina dan memaki pedang emas. Dengan suara dalam pedang emas menyahut:

"Yaabetul, aku memang jelek, sekalipun aku mirip binatang rakus, kaupun belum tentu mirip manusia baik. Hmmm, kau sendiripun tak lebih cuma seekor rase yang licik"

"Aku memang rase, lebih baik kau jangan mengusikku lagi" "Kalau aku senang, mau apa kau?" Putri Kim huan betul-betul merasakan seluruh badannya lemas, tulang belulangnya seperti sudah terlepas dari kerangka tubuhnya, dengan perasaan apa boleh buat akhirnya dia memohon:

"Lebih baik.....berilah. berilah kematian secepatnya kepadaku, agar aku terbebas dari siksaan

secepatnya "

Melihat rasa takut yang mulai membayangi wajah gadis itu, tanpa sadar sekulum senyum kemenangan tersungging diujung bibir pedang emas.

Semula putri Kim huan mengira permohonannya percuma saja, tak mungkin pemuda tersebut akan memenuhi permintaannya.

Diluar dugaan, tiba-tiba saja pedang emas menarik tangannya hingga terbangun dari pembaringan.

Dengan wajah tak percaya putri Kim huan segera berseru: "Apa? Kau bersedia membebaskan aku?"

"Haaaah.....haaaah.....haaaaah omong kosong, kau anggap aku benar-benar berniat

memaksamu? "

"Tapi kau tadi. " putri Kim huan berbisik ragu-ragu.

"Hmmm, tadi toaya cuma bermaksud menjajal dirimu." "Apa yang hendak kau coba?"

"Aku ingin tahu apakah kau benar-benar seorang perempuan suci yang saleh dan jujur." "Hmmmmm, ngaco belo."

"Biar kau menuduh apa saja, buktinya kau memang tak bisa menahan diri nyatanya kau tak sanggup mengendalikan rangsanganku. Kau memang seorang perempuan rendah yang murahan?"

Merah padam selembar wajah putri Kim huan karena ucapan trsebut serunya kemudian: "Rupanya kau sengaja hendak mempermainkan aku?"

"Haaaah.....haaaaah.....haaaaah. memang begitulah niatku. Padahal sekalipun kau berlutut

dihadapanku  dan  mohon  kepadaku   untuk   memuaskan   dirimu,   belum   tentu   aku bersedia. hmmmm, kau anggap dirimu itu manusia macam apa? Masih ketinggalan jauh sekali."

Putri Kim huan tak tahan menghadapi ejekan tersebut, dia segera membantah:

"Aku adalah tuan putri dari negeri Kim sedang kau manusia macam apa? Huuuh kau tak lebih cuma manusia gelandangan dari dunia persilatan, berani amat kau menghina aku?"

"Jadi kau merasa terhina bukan?" jengek pedang emas. Setelah berhenti sejenak. dengan wajah serius terusnya:

"Tapi tahukah kau siapakah aku sipedang emas? Semenjak masih kecil dulu aku yang telah berkelana didalam dunia persilatan mencari nama besar dan banyak mendapat cinta kasih dari gadis-gadis cantik, tapi tak seorangpun yang kusenangi. IHmmm, sedang kau manusia macam apa dirimu itu?"

"Aku toh tak pernah memohon kepadamu untuk mengusikku" teriak putri Kim huan mendongkol.

Dengan geram pedang emas menyambar pakaian putri Kim huan yang kini sudah terkoyak- koyak tak karuan itu dan dilemparkan kearahnya sambil berseru penuh kegusaran-

"Lebih baik tutup tubuhnya yang jelek itu secepat mungkin, kemudian enyah dari tempat ini" Putri Kim huan tak kuasa menahan rasa sedihnya lagi, dia menangis tersedu-sedu.

"IHey, sudah kau dengar perkataanku?" kembali pedang emas berteriak nyaring. "Sekarang juga enyah dari sini, enyah dari hadapanku" Ternyata apa yang telah diucapkan itu benar-benar pula dilaksanakan, tanpa menggubris apakah putri Kim huan bersedia atau tidak- ia segera mencengkeram tubuh gadis itu kemudian mendorongnya keluar.

Putri Kim huan adalah seorang gadis yang lemah dan tak pandai bersilat terpaksa ia membiarkan pemuda tersebut berbuat sekehendak hatinya.

Tak selang beberapa saat kemudian, putri Kim huan sudah didorong dari ruangan itu. "Blaaaaammmmm. "

Terdengar pintu ruangan dibanting keras-keras, dengan penuh amarah pedang emas telah menutup kembali pintu kamarnya.

Kini, tinggal putri Kim huan seorang diri tersekap diluar ruangan dalam keadaan telanjang bulat.

Sesungguhnya putri Kim huan ingin meninggalkan tempat itu secepatnya, berusaha menjauhi cengkeraman iblis hingga tak sampai diperkosa kembali oleh pedang emas.

Tapi kini, dia berada dalam keadaan telanjang bulat, bagaimana mungkin ia dapat meninggalkan tempat tersebut dalam keadaan begini?

Membayangkan apa yang baru saja dialaminya, putri Kim huan tak sanggup menahan diri lagi. Rasa malu, menyesal, marah dan jengkel bercampur aduk menjadi satu dalam hatinya. Sebaliknya pedang emas kelihatan amat senang, ia tertawa terbahak-bahak. Sambil menahan rasa malu, putri Kim huan berteriak:

"Pedang emas, jikalau kau masih berperasaan, seharusnya kau memberi sebuah pakaian untukku. "

"Pakaian?" jengek pedang emas sambil tertawa tergelak. "Untuk apa kau minta pakaian?" "Kau betul-betul biadab" umpat sinona sambil menggertak gigi. "Tak ada manusia didunia ini

yang tak bermoral semacam dirimu."

"Bagus sekali, bukankah kau merasa muak melihat wajahku yang jelek? Nah sekarang kau boleh pergi dari sini, coba buktikan sendiri adakah orang didunia luar yang menganggap dirimu cantik"

Selesai mengucapkan perkataan itu, suasana menjadi hening dan tak terdengar suaranya lagi, jelas hal itu merupakan keputusannya yang terakhir.

Betapapun sedihnya putri Kim huan menangis dan berteriak^ pedang emas sama sekali tidak menggubris.

Sampai lama kemudian setelah yakin kalau permintaannya tak mungkin terkabul, dengan

perasaan sedih terpaksa putri Kim huan meninggalkan tempat itu.

Gua sembilan tikungan memang aneh sekali bentuknya, bukan saja tikungannya berliku-liku, terdapat pula banyak cabang jalan yang membingungkan-

Berada dalam keadaan yang amat mengenaskan inilah putri Kim huan meneruskan perjalanannya menelusuri gua.

Sambil berjalan, tiada hentinya dia berpikir:

"Bagaimanapun juga aku adalah seorang putri bangsawan, kenapa aku tak mau hidup senang dalam istana, sebaliknya malah mengembara kedaratan Tionggoan dan mengalami nasib setragis ini."

"Pedang emas sisetan jelek. manusia biadab itu benar-benar terkutuk, dia telah menodai diriku secara biadab."

"Setan jelek ini memang lelaki yang paling busuk didUnia saat ini, mungkin semua lelaki sama jahatnya seperti dia. " Berpikir sampai disitu, mendadak terlintas bayangan seorang lelaki didalam benaknya: "Lelaki itu kekar, jujur, polos dan mengandung jiwa kelakian yang jantan serta perkasa." "Rasanya hanya lelaki seperti dialah merupakan lelaki yang baik. "

Lelaki yang dipikirkan sekarang tak lain adalah Kim Thi sia.

"IHmmm, bila lelaki macam pedang emas dibandingkan dengan Kim Thi sia maka mereka berdua ibarat iblis dan Malaikat"

Diapun mulai membayangkan, seandainya orang yang merobek-robek pakaiannya tadi adalah Kim Thi sia, sekalipun pemuda itu berbuat lebih jauh pun akan dia layani dengan hati rela dan gembira.

Berpikir demikian tanpa terasa merah padam selembar wajah putri Kim huan, kembali pikirnya: "Heran, mengapa aku mempunyai jalan pemikiran seperti ini? Kim Thi sia tak nanti akan

berbuat sekurang ajar pedang emas, tak mungkin dia akan mempergunakan cara yang licik dan kotor semacam itu. "

Tiba-tiba terasa angin kencang berhembus lewat dia merasa menggigil dan bersin berulang kali. Rupanya tanpa disadari ia telah berjalan keluar dari gua itu.

Dengan mempercepat langkahnya gadis itu segera berhambur keluar dari situ, dia ingin secepatnya meninggalkan tempat itu.

Mendadak......

Dihadapannya tahu-tahu telah muncul seorang jago pedang yang masih muda, putri Kim huan segera mengenali siapakah orang itu serunya tertahan: "Pedang perak, rupanya kau"

Dengan sepasang mata yang tajam tak berkedip. pedang perak sedang mengawasi dirinya terus menerus, senyuman menghiasi ujung bibirnya. Putri Kim huan menjadi sangat keheranan pikirnya: "Sungguh aneh, mengapa dia mengawasi diriku terus menerus?" Berpikir demikian iapun segera menegur: "Hey apa yang kau lihat?"

"Aaaah, tidak apa-apa. " sahut pedang perak sambil tertawa. Putri Kim huan semakin

keheranan oleh tingkah lakunya itu.

"Mengapa kau tidak bersama-sama toa suheng?" tanya pedang perak kemudian dengan suara lembut.

Mendengar ia menyinggung kembali soal pedang emas, putri Kim huan menjadi tak senang hati, ia tidak menjawab selain menggeleng:

"Jadi dia telah melepaskan dirimu dengan begitu saja?" sambung pedang perak lebih jauh. "Lebih baik jangan kau singgung tentang sisetan jelek itu lagi, aku membencinya setengah

mati"

"ooooh, rupanya kalian sedang cekcok?"

"Bukan hanya cekcok. pokoknya selama hidup aku tak sudi bertemu lagi dengannya"

Untuk sesaat pedang perak menjadi tertegun, diawasinya gadis tersebut dengan pandangan termangu-mangu.

Mendadak putri Kim huan menjumpai sorot mata yang sangat aneh dari balik pandangan mata pedang perak.

cahaya tersebut bagaikan sambaran petir yang menyambar hatinya seketika membuat hatinya bergidik dan merasa ngeri.

Penampilan cahaya mata yang terpancar dari balik mata pedang perak saat ini lebih mirip dengan pandangan rakus seekor binatang buas yang sedang mengawasi mangsanya. Putri Kim huan pernah menyaksikan pandangan rakus ini belum lama berselang yakni disaat pedang emas sedang menerkamnya secara brutal dan memperkosanya secara keras.

Sungguh tak disangka, setelah bersusah payah meloloskan diri dari terjangan harimau lapar, kini harus berhadapan kembali dengan serigala buas.

"Pedang perak" gadis itu segera menegur. "Apa yang sedang kau tertawakan?"

Pedang perak segera mendorong dinding batu dibelakang tubuhnya dan membuka pintu rahasia menuju keruangannya, kemudian menyahut:

"Tidak apa-apa, aku hanya akan mengajakmu memasuki kamar penjaga disudut timur gua sembilan tikungan-"

Begitu pintu ruangan terbuka, maka tampaklah sebuah ruangan yang indah dengan segala perabot yang mewah.

"Hey, apa maksudmu?" tegur putri Kim huan dengan wajah tercengang.

"Aku hanya berniat baik, aku ingin mempersilahkan dirimu untuk tidur dulu disini" kata pedang perak lagi sambil tertawa. Putri Kim huan jadi tak senang hati, ia segera menegur: "Mengapa aku harus tidur disini?"

"sebab kau butuh istirahat." "Tidak, aku tak mau beristirahat."

Pedang perak segera menengok sekejap kearah luar ruangan, kemudian katanya lagi: "sekarang sudah menjelang tengah malam, kau ingin pergi kemana ?"

"Kau tak usah mencampuri urusanku" tukas putri Kim huan sambil cemberut. Selesai berkata, dia segera melanjutkan langkahnya menuju keluar gua.

Dengan suatu gerakan cepat pedang perak segera melompat kedepan dan menghalangi jalan perginya, dia berseru: "Tapi aku hanya bermaksud baik"

"Tidak. kaupun bukan orang baik-baik" bentak sinona nyaring.

"Sekarang tengah malam sudah tiba, bila kau berada seorang diri ditempat luar, bisa jadi akan bertemu dengan orang yang lebih jahat daripada aku apa jadinya bila sampai demikian?"

"Aku benar-benar tak habis mengerti, permainan busuk apakah yang sesungguhnya sedang kau rencanakan?"

Pedang perak segera tertawa nyaring.

"Apakah kau ingin pergi keluar untuk memikat hati semua lelaki didunia ini?" "Kau anggap aku sudah gila. " jerit putri Kim huan dengan geramnya.

"Kau memang belum gila, tapi lelaki-lelaki yang bertemu denganmu akan menjadi gila semua." "IHmmm, rupanya kau pun seorang manusia rendah yang cabul dan bejad moralnya."

"Bukan aku yang sudah bejad moralnya atau cabul. " kata pedang perak cepat.

Kemudian setelah menelan air liur terusnya:

"Sebaliknya keadaanmu sekaranglah yang membuat orang tak bisa menahan diri dan menjadi gila."

"Apa istimewanya dengan keadaanku sekarang?" tanya putri Kim huan sambil berkerut kening. "Apakah kau sendiripun tidak tahu?"

Perlu diketahui, sejak putri Kim huan dicemooh dan dipermainkan pedang emas mungkin karena cekaman rasa tegang, kaget dan ngeri yang kelewat batas, hal ini membuatnya seperti melupakan keadaan dirinya yang sesungguhnya. Ia sudah lupa kalau pakaian yang dikenakan telah dicabik-cabik oleh pedang emas hingga tak karuan lagi bentuknya.

Dia lupa kalau dirinya saat ini berada dalam keadaan telanjang bulat tanpa selembar pakaianpun yang melekat ditubuhnya.

Sekalipun kemudian ia telah bertemu dengan pedang perak. namun saat itu yang terpikir olehnya hanyalah berusaha melepaskan diri dari tempat itu, sehingga dia sendiripun lupa kalau dirinya saat itu belum berpakaian sama sekali.

Seandainya dia tahu kalau dirinya sekarang sedang berdiri dihadapan seorang pria dalam keadaan bugil, niscaya ia sudah dibuat malu sekali^

Begitulah, ketika pedang perak mengingatkan dirinya, dengan cepat gadis tersebut memeriksa tubuhnya.^

Begitu mengetahui keadaan dirinya, dia segera menghembuskan napas dingin seraya berseru: "Aduh celaka, aku lupa kalau tak berpakaian. " sebaliknya pedang perak tertawa terbahak-

bahak kegelian.

cepat-cepat putri Kim huan berusaha menggunakan sepasang tangannya untuk melindungi bagian tubuhnya yang paling rahasia dan terlarang.

Sayang dalam gua tersebut hanya terdapat berapa butir batu kecil saja, sekalipun batu kecil itu bisa diambil namun tak mungkin bisa digunakan untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling rahasia.

Dalam keadaan begitu, dia hanya bisa berjongkok diatas tanah sambil menutupi alat vitalnya. Pedang perak tertawa makin keras, malah sambil bertepuk tangan serunya:

"Bagus, bagus sekali, dalam gaya begitu kau nampak lebih cantik dan menarik hati"

Putri Kim huan merasa malu selain mendongkol, cepat-cepat dia mengambil segenggam pasir kemudian diayunkan kewajah pedang perak.

Pedang perak tidak menyangka kalau gadis itu akan berbuat demikian matanya kemasukan pasir hingga mesti dikucak cepat-cepat.

Menggunakan kesempatan itulah putri Kim huan segera melarikan diri masuk kedalam ruangan- Sambil berlarian, gadis itu berteriak tiada hentinya:

"Pedang perak. kau setan menjemukan, kau betul-betul bukan manusia."

Dengan cepat pedang perak menyusul dari belakangnya, sambil berlarian ia menyahut: "Baru saja aku bicara, kau sudah menjadi begini tegang, padahal tak perlu kau sembunyikan

lagi, aku toh sudah melihat semua bagian tubuhmu dengan amat jelas."

"Apa yang kau lihat, apanya yang bagus dilihatnya?" jerit si nona.

Meskipun berkata begitu, dia merasa tak rela membiarkan tubuhnya yang telanjang bulat ditonton oleh pedang perak.

Sambil tergesa-gesa masuk kedalam ruangan dia mencoba menemukan sesuatu guna menutupi bagian tubuhnya yang rawan-

Tapi untuk berapa saat dia menjadi bingung, apa yang harus dicari untuk digunakan menutupi badannya?

Tak sedikit benda yang terdapat dalam kamar itu, tapi sedikit sekali yang bisa digunakan untuk dipaksa menutupi badannya.

Setelah mencari kesana kemari dengan susah payah, akhirnya putri Kim huan berhasil menemukan selembar handuk kecil untuk mencuci muka. Dengan cepat dia menyambar handuk tersebut, tapi kembali kesulitan lain dijumpai.

Bila handuk kecil itu dipakai untuk menutupi tubuh bagian atasnya, maka bagian bawah tubuhnya akan kelihatan, kalau dipakai untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, bagian atasnya akan terlihat jelas.

Belum lagi dia sempat berbuat sesuatu, pedang perak telah tertawa tergelak sambil berteriak: "Waaaah jangan, jangan kau gunakan handuk tersebut, handuk itu kupakai untuk mencuci

muka, masa kau memakainya untuk menutupi anumu...waah, mukaku bakal ikut bau jadinya. "

Putri Kim huan sungguh merasa malu bercampur mendongkol, dalam gemasnya ia segera melemparkan handuk itu kearah pedan perak.

Secara kebetulan sekali handuk tadi terjatuh menimpa batok kelapa sipedang perak. Melihat itu kembali pedang perak berteriak:

"Habis sudah, aku bakal sial selamanya, masa handuk yang kau pakai untuk menutupi anumu, sekarang kau lemparkan keatas kepalaku?"

Sementara dia membuang handuk itu keatas tanah, putri Kim huan telah melompat naik keatas pembaringan dan menyembunyikan diri dibalik selimut yang tebal.

Pedang perak segera menutup rapat pintu ruangan, lalu sambil tertawa ia berjalan mendekatinya :

"Tuan putri yang cantik" katanya pelan- "Rupanya takdir menghendaki demikian "

Dengan tubuh gemetar keras putri Kim huan melindungi badannya dibalik selimut, serunya agak tertegun:

"Kau. mau apa kau mendekati aku? Jangan, kau jangan menyentuh tubuhku."

Kembali pedang perak tertawa.

"Apa salahnya kau tidur denganku? Thian lah yang telah mengaturkan kesempatan baik ini untuk kita, anggap saja kita berdua memang berjodoh"

"Pedang perak" jerit putri Kim huan keras-keras. "Kau tak boleh meniru perbuatan sipedang emas yang biadab, dia amat jahat. "

"Tidak- aku pasti berbeda dengan toa suheng" kata pedang perak sambil mendekati pembaringan- "Aku bisa melayanimu secara baik-baik, aku tak akan membuatmu menderita biar sedikitpun."

Putri Kim huan benar-benar tersudut, dia tak mampu untuk melarikan diri lagi.

Sementara itu pedang perak telah melompat naik keatas pembaringan dan memeluk tubuh putri Kim huan erat-erat.

Tubuh yang lembut dan halus serta gemetar keras itu segera membangkitkan napsu birahi dalam tubuhnya, terutama sekali bau khas kewanitaan yang terpancar keluar dari tubuh gadis itu, pedang perak semakin terbuai dalam api birahinya.

"Jangan, jangan Kumohon janganlah kau berbuat demikian, jangan berbuat demikian" pinta putri Kim huan setengah merengek.

Pedang perak sama sekali tidak menggubris, dia malah tertawa tergelak penuh rasa senang.

Manusia macam pedang perak memang merupakan manusia yang banyak melakukan kejahatan didalam dunia persilatan, tak ada perbuatan jahat yang tak berani ia lakukan- Bagaimana mungkin dia bersedia menuruti permintaan dari putri Kim huan-

Disaat pedang perak sudah mulai bersiap-siap melakukan tindakan lebih lanjut. mendadak

tubuhnya nampak bergetar keras.

Getaran keras yang muncul sangat mendadak ini hampir saja mengejutkan hati putri Kim huan- Rupanya dari balik pintu ruangan terdengar gema suara keleningan yang amat nyaring. ooooooo

Paras muka pedang perak segera berubah hebat, serunya tertahan: "Aduh celaka." "Apa yang terjadi?" tanya putri Kim huan dengan perasaan terperanjat pula.

Pedang perak sama sekali tidak menjawab, dengan suatu gerakan yang amat cepat sekali dia melompat bangun dari atas pembaringan-

Kemudian sambil menyambar pedangnya dia berhambur menuju kepintu ruangan-

Putri Kim huan benar-benar tercengang dibuatnya, dengan perasaan ingin tahu kembali dia bertanya:

"Kenapa sih kau ini? Soal kecil saja dibesar-besarkan, bikin orang kaget saja?"

Tapi sikap pedang perak bagaikan berhadapan dengan musuh tangguh, ia segera berbisik: "Kau jangan mengurusi aku, untuk sementara waktu lebih baik kau beristirahat dulu disini?"

Kemudian setelah mengencangkan bajunya, dia membuka pintu dan melompat keluar dari dalam ruangan-

Menanti putri Kim huan menyusul kedepan, pedang perak sudah lenyap dari pandangan mata. cepat-cepat gadis itu melompat bangun dan memeriksa isi ruangan tersebut, ketika dari bawah

ranjang ditemukan pakaian lelaki, buru-buru dia mengenakannya.

Setelah merapikan bajunya, putri Kim huan mendekati jendela dan melongok keluar dengan cepat hatinya dibuat sangat gembira.

Rupanya pada waktu itu pedang perak sedang bertarung seru melawan seorang kakek berambut putih yang mengenakan gelang emas diatas kepalanya.

Kakek berambut putih itu mempunyai wajah berwarna merah darah, kepandaian silat yang dimilikinya sangat hebat.

Putri Kim huan tahu, kakek berambut putih yang berwajah merah ini sudah pasti anak buah Lembah Nirmala, ini berarti bukan pekerjaan yang mudah bagi pedang perak untuk mengalahkannya . Diam-diam gadis itu berpikir:

"Mengapa aku tidak manfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk keluar dari sini dan meloloskan diri?"

Berpikir begitu ia segera mendekati pintu ruangan dan mendorongnya.

Siapa tahu pintu ruangan amat kuat dan berat, sekalipun sudah didorong dengan sepenuh tenaga, pintu itu sama sekali tak bergerak. Putri Kim huan adalah gadis yang cerdik, dengan cepat dia berpikir.

"Ya a, betul sudah pasti pintu ruangan ini dikendalikan oleh alat rahasia, bila aku berhasil menemukan tombolnya, sudah pasti dapat keluar dari sini. "

Maka diapun mulai melakukan pemeriksaan disekeliling dinding ruangan, dia tahu waktu sangat berharga pada saat ini, dia harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab bila harus menunggu sampai pedang perak selesai bertarung melawan kakek bermuka merah itu, akan hilanglah kesempatan baik baginya untuk meloloskan diri. Dalam pada itu, pertarungan diluar berlangsung amat serunya.

Apa yang diduga putri Kim huan memang benar, kakek bermuka merah itu memang anak buah si Dewi Nirmala.

Ketika pedang perak munculkan diri dengan pedang terhunus tadi, kakek bermuka merah itu sudah menanti dimuka gua. Dengan perasaan terkesiap pedang perak segera berpikir. "Sungguh sempurna tenaga dalam yang dimiliki kakek bermuka merah ini, kehebatan ilmu meringankan tubuhnya boleh dibilang telah mencapai taraf sama sekali tidak bersuara, aku tak boleh memandang enteng kemampuannya."

Sementara dia masih berpikir, kakek bermuka merah itu telah tertawa terbahak-bahak seraya berseru:

"Haaaah.....haaaah.....haaaaah hebat betul persiapan rahasia yang ada ditempat ini."

Belum selesai perkataan itu diutarakan pedang perak telah maju kedepan sambil membentak: "Tua bangka celaka, lebih baik tak usah banyak bicara ditempat ini" Kakek itu tetap tertawa. "Sudah cukup banyak ilmu barisan yang kutemui, tapi kalau dibandingkan dengan tempat ini,

rasanya tempat ini merupakan tempat yang paling hebat "

"Apa maksudmu?" tegur pedang perak sambil menatapnya lekat-lekat.

"Aku lihat alat rahasia ditempat ini berhubungan langsung dengan ruang dalam, buktinya baru saja aku datang kemari, ternyata sudah ada orang yang menyambut kedatanganku, kewaspadaan yang begitu tinggi sungguh mengagumkan diriku"

"Huuuh, kau ini manusia macam apa? Siapa yang kesudian dengan kagumanmu itu?" jengek pedang perak sambil tertawa sinis.

Mendadak paras muka sikakek yang sudah merah nampak lebih merah lagi, untuk sesaat dia terbungkam dalam seribu bahasa. Terdengar pedang perak berkata lagi:

"Bila ditinjau dari dandananmu itu, semestinya kau adalah anak buah dari Dewi Nirmala bukan?"

"Betul" kakek itu mengangguk. "Aku adalah Nirmala nomor sembilan."

"Bagus sekali" teriak pedang perak nyaring. "Setiap anak buah siluman perempuan itu yang bertemu dengan aku, jangan harap bisa pulang lagi dalam keadaan hidup" Selesai berkata, ia segera maju kedepan melancarkan serangan-

Sudah cukup banyak penderitaan yang dialami pedang perak ditangan Dewi Nirmala, rasa bencinya boleh dibilang sudah tak terbendung lagi, tak heran kalau begitu melancarkan serangan, ia segera pergunakan jurus serangan yang paling tangguh. Kalau bisa, dia ingin membunuh lawannya didalam sekali bacokan pedang saja.

Sayang sekali kakek bermuka merah itu bukan manusia sembarangan, sebagai Nirmala nomor sembilan dia memiliki kepandaian silat yang luar biasa hebatnya.

Begitu melihat datangnya serangan, dengan cekatan Nirmala nomor sembilan berkelit kesamping lalu melejit keudara.

Sementara itu serangan dari pedang perak sudah terlanjur dilontarkan, ia tak sempat lagi untuk menarik diri, buru-buru tubuhnya berputar sambil memutar pedangnya melindungi badan, serunya: "Aduh celaka. "

Baru selesai ia berseru, segulung angin pukulan yang kuat telah mengancam tiba.

Ternyata Nirmala nomor sembilan telah menyerang dengan telapak tangannya, sementara kelima jari tangannya yang dipentangkan lebar-lebar secara terpisah mengancam jalan darah Khi hay hiat, Hu tiong hiat, lo teng hiat, yu hun hiat, dan Koan hiat ditubuh lawan-

Dalam serangannya ini bukan saja Nirmala nomor sembilan menyerang dengan pukulan, lagi pula mengancam jalan darah lawan sekaligus, kelihayan dan kehebatannya benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata.

Namun sipedang perakpun tak malu menjadi murid Malaikat pedang berbaju perlente, sekalipun menghadapi ancaman maut, dia tidak menjadi gugup karenanya. Sambil tertawa dinginjengeknya: "Serangan yang amat bagus." Dengan gerak langkah "pemabuk melangkahi mayat" dia berjalan sempoyongan kian kemari dan menyusup kedepan.

Tanpa terasa berubah hebat paras muka Nirmala nomor sembilan melihat kejadian itu, segera teriaknya:

"Aaaah, teringat aku sekarang rupanya kau lah yang disebut orang sebagaipedang perak."

Dimulut ia berbicara, gerak serangannya sama sekali tak terhenti, dalam waktu singkat kembali dia melancarkan tiga buah serangan berantai.

Pedang perak sama sekali tidak menghindar atau mengalah dengan mengandalkan sim hoat perguruannya ia halau semua ancaman yang datang kemudian serunya keras-keras:

"IHmmm, akan kusuruh kau situa bangka celaka merasakan juga kelihayan dari pedang perak"

Dikala pergelangan tangannya digetarkan keras-keras, bayangan pedang yang berlapis-lapis telah menyelimuti seluruh angkasa.

Ilmu pedang dari pedang perak memang amat termashur dalam dunia persilatan, begitu serangan dilancarkan, nyata sekali kehebatannya.

Tampak bayangan pedang berlapis-lapis bagaikan bukit, berkuntum-kuntum bunga pedang yang aneka ragam berhamburan dimana-mana.
Terima Kasih buat para gan / ganwati yang telah meningglakan opininya di kolom komentar :). Sekarang ada penambahan fitur "Recent comment"yang berada dibawah kolom komentar, singkatnya agan2 dapat melihat komentar terbaru dari pembaca lain dari fitur tersebut. Semoga membantu :).