Kedele Maut Jilid 43

 Jilid 43

"cun yang, aku merasa tindakan kita kali ini amat memalukan, masa didepan angkatan muda, kita dibuat lari terbirit-birit hanya karena sebuah patung Buddha, hmmm, kemana kita harus taruh muka kita sebagai keturunan dari tiga dewa?"

Sambil menghela napas Thian cun yang menggelengkan kepalanya berulang kali, katanya kemudian : "Yaa, apa boleh buat."

Kemudian menunjuk kepuncak cian san, serunya lagi : "coba kalian perhatikan kesana..."

Belum habis perkataan tersebut diucapkan tiba-tiba terdengarlah suara ledakan dahsyat yang amat memekakkan telinga bergema, memecahkan keheningan disusul pula Nampak semburan api yang amat mengerikan menyembur keluar dari puncak bukit itu

Menyusul kemudian terjadi lagi ledakan kedua dan ketiga. Ledakan demi ledakan yang menggelegar diangkasa membuat seluruh permukaan tanah dimana Kho Beng sekalian berada turut berguncang amat keras, hampir boleh dibilang tanah turut berguncang, bumi serasa merekah, seakan-akan hari kiamat telah tiba.

Bongkahan batu-batu raksasa berguguran disekeliling tempat persembunyian mereka bagaikan hujan batu, untung beberapa orang itu sudah mengerahkan tenaga dalamnya untuk melindungi badan, coba kalau tidak niscaya tubuh mereka akan terluka oleh hujan batu. Sampai lama..Lama kemudian suara dentuman yang deras itu baru berhenti namun kobaran api dipuncak bukit masih membara dengan hebatnya, seluruh tanah perbukitan tersebut telah dilanda oleh lautan api. sambil menghembuskan napas panjang Thian Cun yang berkata : "sudahkah kalian lihat sendiri? Rupanya si bajingan tua ui sik

kong telah bertekad akan mengubur kita dalam lautan api. itulah sebabnya ia berani berbuat yang aneh-aneh, coba kalau kita melakukan pemeriksaan dulu kebagian gua yang lain, rasanya akan sulit sekali buat kita untuk meloloskan diri dari musibah ini"

"Darimana empek Thian mengetahui bahwa mereka telah menanam bahan peledak didalam gua tersebut?" Tanya Beng Gi ciu.

"Masalahnya terletak pada patung Buddha tersebut, ketika kita memasuki ruangan gua tadi, aku masih mengira bangunan tersebut memang benar-benar dibangun menurut system pat kwa dan ji gi, namun tak seharusnya ditempat semacam ini terdapat patung Buddha nya, kehadiran patung tersebut membuatku bingung dan tak habis mengerti, hingga timbulnya asap kuning dari patung tersebut aku baru mendapatkan ilham apa yang sesungguhnya terjadi, rupanya mereka telah menambahkan barisan Jit coat tin yang mematikan disana" Kho Beng tak mampu berkata-kata, dia hanya menghela napas panjang. sesudah tertawa getir, Thian Cun yang berkata lebih lanjut :

"Ilmu barisan dan silat rahasia merupakan kepandaian andalan partai kupu-kupu, kenyataannya mereka mampu mengkombinasikan barisan pat kwa, Ji gi dan Jit coat tin menjadi satu barisan yang hebat, hal ini benar-benar berada diluar dugaanku"

"Dengan meledaknya bahan peledak tersebut, bukankah seluruh gua pengikat cinta telah menjadi rata dengan tanah?" sela Beng Gi ciu. Thian Cun yang menghela napas panjang :

"Aaaai Bukan Cuma gua pengikat cinta yang telah musnah, semua binatang dan burung yang berada dipuncak bukit itupun mungkin tak ada yang tersisa sama sekali, aaaai tindakan mereka benar-benar teramat keji." setelah berhenti sejenak. kembali katanya kepada Kho Beng :

"Tapi kaupun tak perlu risau ataupun sedih hati, biarpun tindakan dari ui sik kong kali ini cukup keji namun orangnya amat cerdik, bila keadaan belum sampai pada posisi yang amat terdesak, tak nanti dia akan mengorbankan para sandera, oleh sebab itu kaupun tak usah terlalu mengkuatirkan keselamatan dari cicimu sekalian"

"Benar" sambung Beng Gi ciu, "mari kita segera memeriksa keadaan dari tiga bersaudara Kim" sementara itu kobaran api dipuncak bukit sudah makin mereda, terlihat dengan jelas bagaimana sebagian daricuncak bukit itu sudah kena diledakkan hingga musnah.

Dengan membawa perasaan yang berat dan dalam semua orang beranjak meninggaikan tempat tersebut dan kembali ke gua didasar jurang.

Keadaan medan didasarjurang itu amat berbahaya, batuan cadas berserakan dimana-mana, ditambah lagi pepohonan yang tumbuh rimbun membuat keadaan disana amat mengerikan hati.

Disaat semua orang sedang menelusuri pepohonan yang rimbun, mendadak terdengar gelak tertawa yang menyeramkan bergema memecahkan keheningan, menyusul kemudian tampak tiga sosok bayangan manusia menyelinap keluar dari tempat persembunyiannya.

Dengan perasaan tertegun, serentak Thian cun yang sekalian menghentikan langkahnya.

Ternyata ke tiga orang itu tak lain adalah ui sik kong yang bertubuh kecil ceking dan berlengan tunggal beserta Liong hoa sinkun disebelah kirinya dan disebelah kanannya adalah seorang perempuan tua yang berbentuk seperti Liong hoa sinkun, berambut panjang sebahu, memakai baju putih dan berwajah pucat bagaikan dilumuri semacam kapur, tampangnya tidak mirip manusia, tujuh bagian justru mirip setan.

semua orang segera mengerti, kemungkinan besar orang itu adalah istri Liong hoa sinkun yang bernama Pek kut hujin.

Bekas lengan kanan ui sik kong yang kutung kini telah dibalut dengan kain putih, namun pakaiannya belum diganti, sehingga noda darah masih kelihatan mengotori seluruh badannya, keadaan dari ketua partai kupu-kupu ini kelihatan paling mengenaskan. Terdengar ia berseru sambil tertawa seram.

"Tentunya kalian tidak menyangka bukan, meskipun berulang kali aku ui sik kong menderita kekalahan, bahkan lengan kananku pun sudah kutung, namun kesemuanya ini tidak mengurangi semangat juangku untuk menguasai jagat." Thian cun yang tertawa tergelak.

"Haaahh..haaahh .. haaahh . Tua Bangka Ui, mungkin kau sendiripun tidak menyangka bukan, bahwa kami semua tak sampai mampus oleh ledakan bahan peledakmu bahkan masih akan meneruskan cita-cita kami untuk mengusirmu dari daratan Tionggoan" ui sik kong tertawa seram.

"Kejadian ini memang sedikit diluar dugaan namun aku tidak merasa terlalu kecewa biarpun satu gagal satu kali, toh masih ada kesempatan dilain saat." Kho Beng segera menyelinap maju kedepan, tegurnya dingin : "Ayoh katakan, apa yang hendak kau lakukan sekarang?"

Kemudian setelah memperhatikan sekejap wajah Pek kut hujin, katanya lebih jauh : "SEtelah mendatangkan bala bantuan, tentunya kau berniat untuk berkelahi bukan?"

Dengan sikap yang amat tenang Ui sik kong menggelengkan kepalanya berulang kali, ujarnya :

"Lengan kananku baru kutung, aku tidak berminat sama sekali untuk melangsungkan pertarungan-"

"Lalu apa tujuanmu?" bentak sang pemuda tak sabar. sambil tertawa seram Ui sik kong berkata :

"Ada tiga hal yang perlu kubicarakan dihadapan kalian. Pertama, leluhur kami telah menemui ajalnya dibawah tebing hati Buddha pada seabad berselang ditangan tiga dewa, maka setelah hidup memencilkan diri hampir seabad lamanya, partai kupu-kupu tetap bertekad akan membalas dendam atas sakit hati ini."

Ditatapnya wajah Thian cun yang sekejap dengan sinar matanya yang hijau menyeramkan, kemudian lanjutnya lebih jauh :

"siapa sangka lengan kananku justru sudah kutung lebih dulu ditanganmu, maka aku telah bersumpah kepada langit, kecuali keturunan dari tiga dewa telah kutumpas habis semua, aku tak nanti akan melupakan sakit hati yang terjadi hari ini."

"Haaahh . Haaahh .. haaahh asal kau berkepandaian untuk berbuat yang sama, terserah apapun kemauanmu" sahut Thian cun yang acuh tak acuh. Ui sik kong kembali berkata lebih jauh :

"Kedua, kitab pusaka Thian goan bu boh adalah mestika dari partai kupu-kupu, terlepas apakah ilmu silat yang tercantum didalam kitab tersebut bermanfaat atau tidak buat partai kupu-kupu, aku tetap bertekad akan mendapatkannya kembali." sambil berpaling kearah Kho Beng, bentaknya :

"Mati hidup kakakmu sekalian masih tetap berada dalam cengkeramanku, bila kau berniat menyelamatkan jiwa mereka, cara yang paling tepat adalah selekasnya mengembalikan kitab pusaka Thian goan bu boh tersebut kepadaku" "Aku pun tetap bermaksud menyampaikan syarat kmepadamu" kata Kho Beng dengan suara dalam, "asal kau dapat mewujudkan apa yang menjadi syaratku itu, kujamin kedua lebar kitab pusaka Thian goan bu boh itu akan kukembalikan ketangan anda secara utuh, nah, apakah persoalanmu yang ketiga?"

"Ketiga, aku hendak menyampaikan sebuah berita buruk kepada kalian semua" seru Ui sik kong sambil tertawa seram.

"Berita buruk apa?" Kho Beng merasa agak tertegun-Ui sik kong kembali tertawa seram.

"Heehh heehh . Heeehh . seluruh kekuatan inti dari tujuh partai besar dan para jago kenamaan dari empat penjuru mungkin akan terkubur untuk selamanya didalam sebuah selat yang sempit gara- gara Chee Tay hap telah menyampaikan berita yang salah."

"Hei, dari mana kau bisa tahu tentang chee Tay hap?" seru Kho Beng agak tercengang, "berita salah apa pula yang disampaikan olehnya sehingga akan menyebabkan tewasnya para jago dalam sebuah selat? Mengapa kau tak berani menerangkan persoalan ini dengan lebih jelas lagi?"

Kembali ui sik kong tertawa seram.

"Heeehhh .heeehh . Heehh .orang menyebut chee Tay hap sebagai saudagar racun berkaki sakti, hal ini disebabkan ilmu meringankan tubuhnya yang amat sempurna, oleh sebab itulah aku sengaja memilih dirinya sebagai penyampai berita, yang lebih penting lagi adalah hubungannya yang begitu dekat denganmu, kehadirannya sebagai pembawa berita sudah pasti akan dipercaya ketua siau lim pay secara utuh dan tanpa curiga"

setelah memandang sekajap wajah musuh-musuhnya dengan sorot mata yang dingin kembali dia melanjutkan :

"Dia telah menyampaikan berita darimu untuk mengajak para jago yang berkumpul dikuil siau lim si untuk bersama-sama berangkat kesebuah selat tertentu, bahkan mereka sudah harus tiba sebelum tanggal tujuh belas."

"Tanggal tujuh belas? Berarti besok?" Tanya Kho Beng setengah percaya setengah tidak. ui sik kong tertawa terkekeh-kekeh :

"Betul, namun bila dihitung dengan gerak cepat langkah Chee Tay hap mungkin saat ini dia telah tiba di siau lim si, kasihan benar kawanan jago yang menganggap dirinya sebagai pendekar sejati, mungkin mereka sudah mulai melangkahkan kakinya untuk berangkat menuju ke pintu kematian" "Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan?" seru Kho Beng sambil menggigit bibir. Kembali ui sik kong tertawa tergelak.

"Padahal perkataanku sudah amat jelas, sepantasnya kau bisa memahami dengan segera berita yang disampaikan chee Tay hap ke pihak siau lim si tak lain adalah berita yang berasal darimu, tentu saja yang dimaksud disini adalah aku yang mewakilimu"

"Hmmm, jangan kau bermimpi disiang hari bolong" seru Kho Beng sambil tertawa dingin, "mana mungkin chee Tay hap bersedia menuruti perintahmu? Apalagi belum tentu para jago akan mempercayai perkataannya."

"Chee Tay hap telah terpengaruh oleh ilmu memindah sukma menggeser hawa dari Liong hoa sinkun, gara-gara pengaruh hipnotis tersebut telah salah menganggap Liong hoa sinkun sebagai dirimu Kho Beng. Tentang bagaimana caranya merebut kepercayaan dari para jago hal ini disebabkan dia membawa tanda pengenalmu."

"Tanda pengenal apa?" Kho Beng semakin tak habis mengerti. "Mengapa kau tidak memperlakukan pemeriksaan atas dirimu sendiri. Coba dilihat benda apakah yang telah hilang dari tubuhmu?"

Dengan perasaan tertegun Kho Beng mencoba untuk meneliti keadaan sendiri, dengan cepat ia menjumpai kalau lencana naga kemala hijau yang biasanya tergantung dilehernya kini sudah lenyap tak berbekas, saking tertegunnya dia sampai tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

sambil tertawa tergelak ui sik kong segera mengejek : "sudah kau temukan?"

"Kau .. kau maksudkan lencana naga kemala hijau?" Ui sik kong segera tertawa.

"Kecuali lencana naga kemala hijau tersebut benda apalagi yang mudah merebut kepercayaan orang? Ketika sibungkuk Thio Ciong lan menjumpai lencana naga tersebut dia pasti mempercayai kalau berita tersebut disampaikan orangnya sendiri, asal sibungkuk sudah percaya maka orang-orang yang lainpun bukan masalah lagi."

"sejak kapan kau mencuri lencana naga kemala hijauku ini?" teriak Kho Beng dengan gusar.

"Haaahh haahh .. haahh .demi tercapainya tujuanku, cara yang paling tak halal pun bakal kutempuh, buat apa kau menanyai urusan sepele seperti itu?" Tiba-tiba oh Kui sam menyela :

"Hey situa Bangka ui, kenapa sih kau suka sekali menyusun cerita bohong? Cepat katakan apa nama selat itu dan cara apa kau hendak menipu kewananjago tersebut?" Dengan cepat ui sik kong menggelengkan kepalanya berulang kali, sahutnya :

"Apa nama selat tersebut? Maaf kalau aku tak bisa menjelaskan, pokoknya ada sekelompok jago yang terdiri dari ratusan orang, didalamnya termasuk juga sebagian besar inti dari dunia persilatan, malam ini juga bakal mati secara mengenaskan didalam selat tersebut"

"Hmmm, aku tahu kau sedang mengigau untuk menipu orang lain saja" teriak oh Kui sam.

"Hmmm, akupun perlu menjelaskan pula kepada kalian, yang mendapat tugas untuk menyelesaikan pekerjaan besar ini ialah putriku Dewi In un serta kedua puluh empat orang pembantunya."

setelah berhenti sejenak, pelan-pelan dia melanjutkan : "SEandainya kalian cerdik, rasanya tak akan sulit memecahkan

persoalan ini" Mendengar perkataan tersebut, Kho Beng sekalian menjadi terperanjat sekali dibuatnya. Dengan penuh amarah oh Kui sam berkata :

"Tua Bangka ui, mungkin kau hendak mengulangi lagi perbuatan busukmu dengan menggunakan bahan peledak?"

"Haaahh .. haaahh . Haahh .mungkin saja dugaanmu benar, pokoknya yang menjadi tujuanku adalah membasmi seluruh kekuatan inti yang berkumpul di siau lim si ini. sampai waktunya maka tinggal kalian beberapa orang dengan jumlah seminim ini, mana mungkin kalian mampu menghadapi kami lagi?"

"Bajingan tua, aku lebih suka melanggar pesan guruku almarhum dari pada membiarkan manusia macam kau tetap hidup didunia ini" teriak Kho Beng penuh amarah. sambil mengerahkan tenaga dalamnya, dia melepaskan sebuah pukulan kedepan.

Tampaknya ui sik kong telah mempersiapkan diri secara baik- baik, dengan cepat dia mengayunkan tangan tunggalnya untuk menyongsong datangnya ancaman tersebut, sementara Liong hoa sinkun serta Pek kut hujin tidak tinggal diam, serentak mereka pun melepaskan sebuah pukulan dahsyat.

Tenaga dalam mereka bertiga segera bergabung menjadi satu menimbulkan segulung tenaga serangan yang maha dahsyat.

Didalam melepaskan serangannya tadi Kho Beng telah menggunakan tenaga dalamnya sebesar sembilan bagian. Blaaammm Terjadi benturan yang memekakkan telinga ketika kedua gulung kekuatan tersebut saling bertumbukkan satu sama lainnya.

Kho Beng segera merasakan pergelangan tangannya menjadi linu dan kesemutan, peredaran darahnya menjadi kurang lancar sehingga tanpa terasa lagi ia mundur selangkah kebelakang.

Thian Cun yang, oh Kui sam dan Beng Gi ciu sekalian yang menyaksikan peristiwa itu serentak bergerak maju kemuka dan melakukan pengepungan dengan posisi setengah lingkaran. sementara itu Liong hoa sinkun serta Pek kut hujinpun kelihatan bergoncang keras akibat bentrokan tadi, tiba-tiba saja dari saku mereka menyembur keluar asap berwarna merah yang menyebar keangkasa, dalam waktu singkat asap tersebut menyelimuti daerah seluas berapa kaki dan menyelimuti seluruh tubuh ui sik kong sekalian.

"Empek berdua hati- hati, mungkin asap itu beracun" teriak Beng Gi ciu dengan perasaan terkejut.

Thian Cun yang serta oh Kui sam kelihatan agak tertegun, dengan cepat mereka mundur sejauh dua langkah kebelakang.

Dalam amarahnya oh Kui sam segera menghimpun tenaga dalamnya dan melontarkan sepasang telapak tangannya kedepan untuk membuyarkan asap tersebut.

Tenaga pukulannya memang luar biasa sekali, ditengah amukan angin topan yang menderu- deru, asap tebal berwarna merah tadi hilang lenyap seketika, namuan bayangan tubuh ui sik kong sekalian pun sudah lenyap dari pandangan mata. sambil menggertak gigi oh Kui sam berseru dengan gemas.

"Benar-benar bajingan yang amat licik, nampaknya aku perlu memapas kutung lengan kirinya juga."

"sudah tak usah mengumpat terus, yang penting kita harus merundingkan masalah yang pokok" sela Thian cun yang.

Kemudian sambil mengalihkan pandangan matanya kewajah Kho Beng serta Beng Gi ciu sekalian, katanya lebih jauh :

"Aku tidak begitu memahami tentang persoalan ini, siapa sih Chee Tay hap itu?"

setelah menghela napas Kho Beng menjawab :

"Dia adalah orang kepercayaan enciku, andaikata berita ini benar- benar disampaikan kepihak siau lim si, apalagi sampai dipercayai oleh para jago disitu, aaai . Akibatnya benar-benar tak bisa dibayangkan dengan perkataan" "Yaa, seandainya memang benar ditakdirkan akan terjadi musibah tersebut tentu saja kita tak bisa banyak berkutik," Thian cun yang mengangguk tanda membenarkan.

"Apa lagi waktu yang tersedia hanya sehari, rasanya mustahil bagi kita untuk berangkat ke siau lim si." setelah berhenti sejenak, kembali katanya :

"Lagipula seandainya bisa disusul kesana bila mereka betul-betul sudah tertipu dan berangkat keselat tersebut, mungkin disaat kita tiba disana, mereka telah berangkat pula keselat tadi."

Paras muka Kho Beng berubah menjadi amat serius, saking sedihnya dia sampai tak mampu mengucapkan sepatah katapun.

Andaikata pula jago yang berkumpul di siau lim si benar-benar terkena musibah, sekalipun hal ini disebabkan rencana keji dari ui sik kong namun namanya yang justru dipergunakan, sudah pasti dia akan menjadi manusia yang paling berdosa didunia ini.

Diam-diam ia menggetarkan gigi kencang-kencang disamping itu dia pun bertekad akan melenyapkan ui sik kong dari muka bumi.

Akhirnya Thian cun yang yang memecahkan keheningan lebih dulu, katanya :

"Entah bagaimanapun perubahan situasi yang bakal terjadi kita harus segera berangkat ke siau lim si."

setelah berhenti sejenak, tambahnya :

"Aku rasa lebih baik kita pergi mencari tiga bersaudara Kim lebih dahulu" Maka berangkatlah kawanan jago itu menuju ke ^oa didasar jurang tersebut.

Tak lama kemudian mereka telah sampai dimuka pintu gua, mendadak Kho Beng mengendus bau amis darah yang sangat menusuk penciuman, ia menjadi amat terperanjat, teriaknya tanpa sadar : "Aduh celaka"

Dengan satu kali lompatan cepat dia menerobos masuk lebih dulu kedalam goa itu. Benar juga suatu pemandangan yang amat tragis terpapar didepan matanya.

Tiga bersaudara Kim kini sudah roboh terkapar diatas genangan darah, tampaknya mereka telah dibantai orang secara keji.

sambil menggertak gigi menahan rasa gusar yang meluap. Kho Beng segera berseru :

"Bajingan tua ui, bila aku tak dapat mencincang tubuhmu hingga hancur berkeping-keping, aku bersumpah tak akan menjadi manusia." Tapi Beng Gi ciu segera menarik tangannya seraya berkata : "Engkoh Beng, mungkin bukan hasil karya dari bajingan tua she Ui itu" sambil menunjuk kedalam gua dia melanjutkan :

"Coba lihat, mereka pun telah mendapat celaka, dibantai orang secara kejam"

Ketika Kho Beng mengalihkan pandangannya kedalam gua, betul juga, ia melihat Cun hong lengcu Jin cun- Hoe im lengcu Li sian soat serta si gedang geledek sin cu beng telah tewas pula dalam keadaan yang mengerikan, darah segar berceceran membasahi seluruh lantai gua.

Mereka tewas dalam keadaan masih terikat, sedang bagian kepalanya hancur terkena pukulan keras.

sungguh aneh peristiwa ini. Tanpa terasa Kho Beng berseru keheranan-

Peristiwa ini memang merupakan suatu kejadian yang sangat aneh, andaikata peristiwa ini merupakan hasil karya dari Ui sik kong atau orang-orang partai kupu-kupu maka tak mungkin mereka membantai juga Cun hong lengcu sekalian

Tapi kalau bukan hasil karya dari jago partai kupu-kupu, siapa yang telah melakukan pembantaian tersebut?

Mendadak terdengar Thian cun yang berseru : "Tampaknya orang ini belum mati."

Mendengar ucapan tersebut Kho Beng segera berpaling ternyata yang dimaksud adalah Kim lo sam.

Benar juga dadanya kelihatan masih bergerak naik turun, meski keadaannya sudah amat lemah.

Cepat-cepat Kho Beng berjongkok disisinya dan menempelkan telapak tangan kanan keatas jalan darah Ki hay hiat nya, segulung aliran hawa hangat pun pelan-pelan tersalur masuk kedalam tubuhnya.

Berkat bantuan hawa murni yang mengalir masuk kedalam tubuhnya itu, pelan-pelan Kim Losam sadar kembali dari sekaratnya.

Ia membuka matanya lebar-lebar, lalu memaksakan diri untuk mengeluarkan secercah senyuman, dengan suara yang lemah dan terputus bisiknya : "Kho .. Kho sauhiap kali kalian tee ..telah kembali

.."

"siapakah yang telah mencelakai kalian semua?" Tanya Kho Beng dengan perasaan gelisah. Agaknya Kim Losam tak rela mati dengan begitu saja, ditambah lukanya tidak mencapai taraf akan mematikan dengan segera, maka selama ini dia masih dapat mempertahankan hidupnya secara paksa.

Namun setelah berjumpa dengan Kho Beng, semangatnya untuk mempertahankan hidup pun menjadi kendor sebagian, meski sudah memperoleh bantuan tenaga dalam dari Kho Beng, namun keadaannya tak lebih sudah mendekati saat ajal. sambil berusaha bergelut dengan maut, serunya terbata-bata :

"Perbuatan ini .. di .. dilakukan .. o oleh Kiong . ceng .. san-." "Kiong Ceng san?" Kho Beng amat terkesiap lalu teriaknya lagi

sambil menggertak gigi, "apakah Liong kiong sincu Kiong Ceng san dari bukit Kun san?"

Namun Kim Losam telah menghembuskan napasnya yang terakhir, mati dengan perasaan puas.

Kho Beng segera terjerumus dalam lamunan yang sangat mendalam.

Diam-diam ia mencoba untuk menganalisa, apa sebabnya Kiong Ceng san membunuh tiga bersaudara Kim secara keji?

Akhirnya dia berhasil memperoleh suatu pendapat, walaupun Kiong Ceng san adalah seorang pemimpin diwilayah telaga Tong ting, sesungguhnya dia merupakan seorang manusia rendah yang munafik dan berhati sempit.

Tindakan tiga bersaudara Kim yang berpihak kepadanya jelas menimbulkan rasa tak puas dalam hati kecilnya, sekalipun dia telah membuat perjanjian dengan para jago dari dunia persilatan untuk mengadakan gencatan senjata sementara waktu, namun hal ini nampaknya tidak mengurangi rasa bencinya terhadap dia serta tiga bersaudara Kim.

Itulah sebabnya ketika berjumpa kembali dengan tiga bersaudara Kim, segera timbulah napsu membunuhnya sehingga berakibat tewasnya ketiga orang pendekar sejati ini secara mengenaskan.

sedang mengenai Cun hong lengcu sekalian, kesatu lantaran mereka adalah anggota partai kupu-kupu, kedua diapun kuatir orang-orang tersebut bakal membocorkan rahasianya membunuh tiga bersaudara Kim, maka orang-orang tadi segera dibantai sekaligus dengan maksud menutup mulut mereka untuk selamanya..

Tapi sama sekali tak terduga olehnya, ternyata Kim Losam tak sampai tewas seketika, mungkin sukma tiga bersaudara Kim masih penasaran hingga berniat membalas sakit hati ini. Menyaksikan kematian tiga bersaudara Kim yang begitu mengenaskan dalam waktu singkat rasa bencinya terhadap Kiong ceng san menjadi setingkat lebih mendalam ketimbang rasa bencinya terhadap Ui sik kong. Diam-diam ia berbisik didalam hati :

"Kiong Ceng san, bila kita bersua kembali lain waktu, saat itulah merupakan hari ajalmu"

sementara dia masih termenung, terdengar Thian cun yang berkata :

"Biarcun aku kurang begitu tahu tentang anggota persilatan didaratan Tionggoan- namun nama Kiong ceng san pernah kudengar, bukankah dia adalah seorang tua yang berjiwa pendekar?"

"Tapi diapun seekor binatang buas, seorang manusia munafik yang berhati jahat, buas dan tak punya rasa perikemanusiaan" sambung Kho Beng emosi.

Dengan pandangan lembut, Beng Gi ciu mengerling sekejap kearahnya, kemudian berkata :

"Mungkin dulu kau pernah mempunyai ikatan perselisihan dengannya, kalau tidak mustahil dia akan membencimu begitu mendalam."

sambil menggigit bibir Kho Beng berseru :

"Dihadapan jenasah tiga bersaudara Kim, aku bersumpah, apabila berjumpa lagi dengan bajingan tua tersebut dimasa mendatang, saat itulah merupakan saat ajalnya, aku tak bakal melepaskan dia dengan begitu saja."

"Bajingan tua itu terlampau kejam, dia memang pantas untuk dibantai" Beng Gi ciu mendukung dengan suara lembut. oh Kui sam turut menghela napas panjang.

"Ya a, walaupun aku dengan mereka bertiga hanya sempat bertemu satu kali, namun kesanku terhadap mereka memang cukup baik." Kemudian sambil berpaling kearah Kho Beng, terusnya :

"Aku rasa tiada waktu lagi buat kita untuk mengubur jenasah mereka, menurut pendapatku lebih baik kita gempur dulu gua tersebut untuk sementara waktu, bila urusan si tua Bangka Ui sudah usai, kita baru mengubur jenasahnya secara layak."

"Perkataan locianpwee memang benar" buru-buru Kho Beng menyahut. Maka dengan perasaan berat semua orang melangkah keluar dari gua tersebut. Dengan gerakan cepat Kho Beng menyumbat mulut gua dengan beberapa buah batu besar, kemudian berangkatlah mereka meninggalkan bukit Cian san menuju kebukit siong san-

^ooooooo

semenjak ketua siau limpay Phu sian sangjin menyebarkan surat undangan, berbondong-bondonglah para jago dari pelbagai daerah berdatangan kesana, termasuk juga para ketua partai besar dengan membawa serta kawanan jago lihaynya.

Berhubung pengalamannya ketika berada dipuncak Giok cing hong dibukit Tiong lam san, Phu sian sangjin sekalian tahu bahwa penjagaan yang diserahkan kepada jago-jago kelas dua dan kelas tiga tak mungkin akan mengetahui kehadiran kawanan jago lihay sebangsa Ui sik kong, oleh sebab itu dia segera menghimpun seluruh kekuatan inti para jago yang terdiri dari lima ratusan orang itu untuk dilakukan seleksi yang ketat dengan memilih seratus orang diantaranya.

Dan keseratus orang inilah yang menjadi kekuatan ini dari usaha untuk menumpas iblis dari muka bumi.

Maka empat penjuru disekeliling kuil siau lim si dilakukan penjagaan oleh sekawanan jago lihay kelas wahid, bisa dibayangkan betapa ketatnya penjagaan disekeliling tempat itu.

Baik siang maupun malam semua jago yang berada dalam kuil, pemimpin golongan dan pemimpin perkumpulan bersama-sama berkumpul diruang Hongtiang untuk bersiap menghadapi segala perubahan yang tak terduga. Dengan suara nyaring Phu sian sangjin berkata :

"selama beberapa hari terakhir ini, berbagai jago dari segala penjuru telah berdatangan, kalau dihitung kembali rekan-rekan yang harus hadir pun sebagian besar telah berkumpul tinggal para jago yang dipimpin oleh Liong kiong sicu dari telaga Tong ting masih belum ada kabar beritanya."

seorang kakek bertubuh tinggi besar segera menyahut : "Menurut apa yang kuketahui, Kiong Ceng san baru akan tiba

kemari dua hari lagi, sebab murid utamanya mendadak menghianati perguruan, Kiong Ceng san hendak menyelesaikan persoalan pribadinya terlebih dahulu."

Yang berbicara adalah sipedang angin sakti Kongsun Jiang, dia adalah ketua perkumpulan Tong ting yang menjadi sahabat karib Kiong ceng san, karenanya dia cukup mengetahui keadaan dari rekannya itu.

"omitohud" ucap Phu sian sangjin kemudian, "kalau memang Kiong sicu masih ada urusan pribadi yang mesti diselesaikan dulu tentu saja aku tak bisa terlalu mendesak."

setelah memperhatikan sekejap wajah para jago yang hadir dalam ruangan, ia berkata lagi :

"Berbicara dari pengalaman kita dipuncak Giok cing hong dibukit Tiong lamsan- ui sik kong memiliki Ilmu silat yang luar biasa sekali lagipula jumlah anak buahnya sangat banyak. aku lihat tujuan kita untuk menumpas kaum iblis mungkin .."

sambil menghembuskan napas panjang dia segera membungkam dan tidak melanjutkan kembali kata-katanya .

Terdengar seseorang menyambung dengan suara yang rendah dan berat.

"mungkin sekalipun sudah menghimpun segenap kekuatan inti yang berada dalam dunia persilatan pun tetap masih belum mampu untuk menghadapi kekuatan partai kupu-kupu." Ternyata yang berbicara adalah Bu Wi lojin-

sebenarnya para hadirin merasa sangat tidak puas dengan perkataan itu, namun berhubung Bu wi lojin adalah seorang tokoh silat yang mempunyai nama serta kedudukan yang sangat terhormat dan terpandang, maka kata-kata tak puas itu segera ditelan kembali. Dengan kening berkerut kembali Phu sian sangjin berkata :

"Tapi kalau dibilang kita benar-benar tak punya harapan lagi, lantas apa gunanya saudara sekalian diminta datang berkumpul di siau lim si ini."

Bu wi lojin tertawa tergelak. katanya :

"Perkataanku belum selesai dikatakan, kesatu, walaupun dalam soal ilmu silat kita kalah dari partai kupu-kupu, namun jago-jago dari Tionggoan termasyur sebagai orang yang berbakat dan pintar, siapa tahu diantara kita akan berhasil mendapatkan sebuah akal cerdik.

Dan kedua, terpaksa kita melimpahkan semua pengharapan atas diri Kho Beng"

"PErkataan Bu wi sicu memang tepat sekali," kata Phu sian sangjin dengan suara dalam, "sesungguhnya Kho Beng adalah seorang yang bisa kita harapkan, karena kudengar ilmu silatnya telah memperoleh kemajuan yang pesat sekali." Pelan-pelan dia memandang sekejap sekeliling tempat itu lalu lanjutnya segera suara dalam :

"Namun berita yang kudengar agaknya gelagat sedikit kurang menguntungkan. "

"sebenarnya berita apakah itu?" buru-buru si hwesio daging anjing bertanya dengan nada gelisah.

Phu sian sangjin menghela napas panjang.

"Aaaai .. sipembawa berita itupun kurang begitu jelas, tapi katanya Kho Beng sicu telah dihajar oleh ui sik kong hingga menderita luka parah dan jejaknya tidak diketahui, apa yang berhasil kuketahui sampai disini saja."

Hwesio daging anjing kembali menghela napas panjang, katanya kemudian.

"Aaaai . Kalau toh setiap persoalan telah digariskan oleh takdir, tampaknya kita hanya bisa berusaha dengan segala kemampuan yang kita miliki."

"omitohud .. bila diantara saudara sekalian mempunyai satu pendapat silahkan diutarakan keluar untuk dirundingkan bersama, tujuan kita telah jelas sekarang yakni membasmi pengaruh siluman dari muka bumi serta menegakkan kembali suasana tentram bagi seluruh umat persilatan."

Mendadak dari sudut ruangan sana berdiri seorang kakek bungkuk, katanya dengan lantang :

"Menurut pendapatku, lebih baik kita menyelidiki dulu kebenaran dari berita tentang Kho Beng tadi, lalu menariknya untuk bergabung dalam deretan kita untuk bersama-sama menumpas kaum iblis, sebab aku lihat hanya dia seorang yang mampu menandingi Ui sik kong."

sewaktu Phu sian sangjin berpaling dia segera mengenali si pembicara adalah si unta sakti Thio Ciong la n-Maka cepat-cepat sahutnya :

"Ucapan Thio sicu tepat sekali, terus terang saja aku telah mengirim banyak sekali mata-mata untuk mencari kabar berita tentang Kho Beng sicu, hanya kini belum ada kabar beritanya yang pasti tiba ditanganku."

Baru saja Thio bungkuk hendak mengucapkan sesuatu tiba-tiba tampak seseorang pendeta tua berjalan masuk kedalam ruang hongtiong, setelah itu dia memberi hormat kepada Phu sian sangjin sambil berkata : "Lapor ciangbun susiok " Pendeta tua itu tak lain adalah Hui beng siansu satu diantara sepuluh pendeta agung yang bertugas dibidang hokum, untuk sementara waktu dia bertugas sebagai pembawa berita dari luar kedalam ruangan-

Buru-buru Phu sian sangjin bertanya : "Ada urusan apa?" "Ada seorang sicu mengaku bernama Chee Tay hap ingin

bertemu dengan ciangbunjin Chee Tay hap ."

Gumam Phu sian sangjin-"Apakah sudah ditanya asal usulnya?" sebelum Hui beng siansu sempat menjawab, Thio bungkuk telah

menimbrung dengan cepat.

"aku cukup mengetahui asal usul chee Tay hap ini" "Kalau memang Thio sicu tahu, dapatkah dijelaskan asal

usulnya?"

Thio bungkuk segera tersenyum, "Dia adalah pembantu Kho yang ciu."

Phu sian sangjin agak tertegun, serunya kemudian : "Pembantunya kakak perempuan Kho Beng"

"Benar" Thio bungkuk mengangguk. "orang ini berhati jujur dan setia kepada majikannya, belum lama berselang dia baru berpisah denganku, mungkin kedatangannya adalah untuk bergabung dengan kelompok kita dalam urusan menumpas kaum iblis." setelah berhenti sejenak. kembali katanya :

"Tapi berbicara menurut ilmu silat, menurut standar yang telah ditetapkan lo siansu saat ini, dia masih belum berhak untuk memasuki ruang hongtiong ini"

Phu sian sangjin berpikir sebentar, lalu katanya :

"Kalau begitu ajaklah dia beristirahat dulu, siapkan hidangan baginya."

Tapi Hui beng siansu segera menggeleng seraya berkata :

"sicu ini bersikeras hendak bertemu dengan ciangbunjin, katanya ada rahasia penting yang akan disampaikan"

sementara Phu sian sangjin masih ragu-ragu, Thio bungkuk telah menyela dengan gelisah :

"Chee Tay hap adalah orang jujur, kalau dia mengatakan ada rahasia besar yang perlu disampaikan, hal ini tak mungkin akan salah lagi." sembari berkata , ia sudah beranjak dari tempat duduknya. Cepat-cepat Phu sian sangjin berseru :

"Kalau memang demikian, cepat undanglah dia untuk masuk keruang hong tiong" Hui beng siansu segera mengundurkan diri dari ruangan untuk melaksanakan perintah.

Tak lama kemudian chee Tay hap dengan wajah penuh debu dan kelihatan letih sekali telah berjalan masuk kedalam ruangan dengan langkah tergesa-gesa.

segenap jago persilatan yang berada dalam ruangan serentak mengalihkan pandangan mata nya kewajahnya, dengan keheranan mereka mengawasi gerak-geriknya, mereka ingin mengetahui rahasia apakah yang hendak disampaikan.

chee Tay hap menjura lebih dulu kesekeliling ruangan, lalu kepada Thio bungkuk serunya :

"Majikan muda Kho Beng menyuruh aku menyampaikan kabar, minta kepada Thio cianpwee agar menyampaikan kepada ketua siau lim si agar segera mengumpulkan para jago dan berangkat ke selat Pak hong sia dibukit Hu Gou san"

"Kenapa?" Tanya Thio bungkuk sambil memancarkan sinar tajam dari balik matanya.

"sebab majikan muda berhasil mendapat kabar kalau Ui sik kong sekalian akan datang ke selat Pak hong sia."

"Lantas mengapa Kho Beng tidak datang sendiri kemari?" Tanya Thio bungkuk lebih lanjut dengan perasaan tak habis mengerti. chee Tay hap nampak tertegun sejenak. setelah itu ujarnya :

"soal ini majikan muda tak menjelaskan tapi ia bilang paling lambat pada malam hari tanggal tujuh belas kalian harus sudah berada diselat Pek hong sia."

"Wah, berarti hari ini?" seru Phu sian sangjin agak tercengang. "Benar, itulah sebabnya aku menempuh perjalanan siang malam

karena kuatir membengkalaikan urusan besar." setelah berpikir sebentar, kemudian katanya :

"Menurut majikan muda, inilah rencana yang paling bagus untuk menumpas kaum iblis."

Phu sian sangjin segera termenung tanpa berbicara.

sedangkan Thio bungkuk menegur lagi dengan kening berkerut : "chee tua, dimanakah kau telah bertemu dengan Kho Beng?

Bukankah dia telah menderita luka parah karena dihajar oleh Ui sik kong?"

Dengan wajah bimbang chee Tay hap mendongakkan kepalanya, lalu menjawab : "Tidak. Ia sama sekali tidak terluka, kami bertemu didalam sebuah kuil bobrok. malah dia datang bersama keturunan dari Kim ka sian, nona Beng Gi ciu."

"Jadi kau pun telah bertemu dengan nona Beng?" Tanya Phu sian sangjin cepat.

"Yaa, selain nona Beng masih ada dayangnya Siau wan, malah majikan muda telah mengikat tali perkawinan dengan nona Beng"

"Haaahh" Tanpa sadar para jago yang hadir dalam ruangan berseru tertahan, selain kaget mereka pun merasa kagum.

sekulum senyuman gembira pun segera menghiasi wajah hwesio daging anjing, pelajar rudin Ho heng serta Bu wi lojin sekalian. Buru- buru phu sian sangjin berkata lagi :

"Tahukah kau apakah nona Beng telah berhasil menemukan kedua orang empeknya?"

"sudah ditemukan, malah majikan muda berpesan dia bersama- sama para keturunan tiga dewa akan segera menyusul kesana"

Mendengar berita ini para jago menjadi amat gembira. "omitohud" Phu sian sangjin berseru kemudian-

"dengan bantuan dari keturunan tiga dewa serta Kho Beng mungkin partai kupu-kupu akan mengalami nasib yang sama tragis dan seperti seabad berselang, dunia persilatan benar-benar masih bernasib mujur." setelah berhenti sejenak, terusnya : "Tapi .. mengenai berita tersebut .."

Ia segera membungkam dan menengok kearah Thio bungkuk tanpa menguraikan lagi kata-katanya.

Thio bungkuk memahami maksudnya, sambil berpaling ke arah Chee Tay hap katanya lagi :

"sewaktu menyampaikan pesan tersebut kepadamu, apakah dia masih berkata sesuatu lagi?"

chee Tay hap berpikir sebentar, lalu menggeleng. "Rasanya sudah tidak ada"

Tapi setelah berhenti sejenak, tiba-tiba serunya :

"Yaa benar, majikan muda telah menyerahkan sebuah benda kepadaku, katanya sebagai tanda pengenal .. benda itu tak lain adalah mestika keluarganya, lencana naga kemala hijau."

sambil berkata dia segera merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan lencana naga kemala hijau.

Thio bungkuk segera menerima lencana tersebut dan diperiksanya sebentar, kemudian katanya : "Yaa benar, benda ini memang milik Kho Beng." Phu sian sangjin segera bersorak gembira,

"Kalau begitu, berita yang disampaikan olehnya pun sudah pasti benar, Kho Beng tidak datang ke siau lim si tapi langsung menuju ke selat Pek hoa sia, mungkin hal ini disebabkan hendak berlomba dengan waktu, aku yakin dia pasti sedang menghubungi Thian dan oh sicu."

Kemudian setelah memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu, terusnya lebih jauh :

"Aku rasa lebih baik kita segera bersiap-siap untuk berangkat ke selat Pek hong sia, entah bagaimanakah pendapat kalian?"

semua orang segera mengangguk tanpa menjawab, hal ini menunjukkan kalau mereka setuju sekali dengan usul tersebut.

Pada saat Phu sian sangjin hendak menyampaikan perintah inilah, tiba-tiba terdengar seseorang berseru dengan suara merdu : "Tunggu sebentar lo siansu"

Ketika semua orang berpaling ternyata orang itu adalah ketua Hoa san pay yang baru Ngo Cun ki.

semenjak keberhasilan Ngo cun ki membongkar rencana busuk orang orang dari partai kupu-kupu yang menyamar sebagai ketua partai besar, para jago persilatan boleh dibilang sudah menaruh perasaan hormat dan percaya kepadanya. Maka sewaktu mendengar seruan tersebut, Phu sian sangjin segera bertanya : "Apakah Ngo ciangbunjin ada sesuatu pendapat?"

"aku rasa persoalan ini agak mencurigakan" kata Ngo Cun ki dengan nada tenang.

Thio bungkuk nampak agak tertegun, lalu serunya : "Persoalan apakah yang mencurigakan? chee Tay hap baru

berpisah denganku pada dua hari berselang, selain aku menaruh kepercayaan penuh kepadanya, lencana naga kemala hijau pun merupakan benda mestika warisan keluarga Kho, bukan baru satu kali ini aku sibungkuk melihatnya, mungkin saja lantaran persoalan ini kelewat penting dan rahasia Kho Beng takut kita tidak mempercayai perkataannya, maka ia serahkan lencana naga kemala tersebut kepada chee Tay hap sebagai tanda pengenal."

"Perkataan anda memang benar," Ngo Cun ki tertawa hambar. "Akupun mengetahui bahwa dalam persoalan ini sembilan puluh

persen merupakan kenyataan." "Kalau memang demikian, mengapa kau masih menaruh curiga?" sela Thio bungkuk cepat. Dengan suara dalam, Ngo Cun ki berkata :

"Mungkin saja hal ini disebabkan masalahnya mempengaruhi akibat yang besar sekali, andaikata rencana inipun merupakan salah satu rencana busuk dari Ui sik kong, maka bukan saja akibatnya berpengaruh atas keselamatan dari seluruh dunia persilatan, aku rasa tanggung jawab sebesar ini tak nanti akan mampu dipikul oleh siapapun-"

Thio bungkuk segera terbungkam dibuatnya, namun sesaat kemudian dengan wajah bersemu merah, ia bertanya :

"Lalu apakah yang menjadi pangkal kecurigaan Ngo ciangbunjin?"

Ngo Cun ki tidak langsung menjawab, dia mengalihkan pandangan matanya kesekeliling tempat itu, kemudian berkata :

"saudara Chee ini pasti lelah sekali, bagaimana kalau dipersilahkan untuk beristirahat dulu?"

Phu sian sangjin segera memahami maksud hatinya, ia segera memerintahkan : "Hantar chee sicu beristirahat di ruang tamu"

Dua orang pendeta segera mengiakan dan menemani chee Tay hap keluar dari ruangan, Chee Tay hap sendiripun menanggapi dengan senyum ramah, sama sekali tak Nampak perubahan pada wajahnya.

Memandang hingga bayangan tubuh Chee Tay hap lenyap daripandangan mata, Ngo Cun ki segera berkata :

"Jarak dari bukit Cian san sampai disini mencapai ribuan li tapi menurut pembicaraannya tadi seakan-akan baru kemarin malam berangkat kesini, coba anda bayangkan sendiri dengan jarak yang begitu-jauh, mampukah dia mencapai tujuan hanya didalam semalaman suntuk?"

Mendengar perkataan itu, Thio bungkuk segera tertawa, katanya

:

"Biarpun dalam soal ilmu silat kemampuannya amat biasa, namun

ilmu meringankan tubuhnya sudah mencapai tingkatan yang luar biasa, asal kau tahu julukannya sebagai saudagar beracun berkaki sakti, maka kau akan tahu kalau perbuatan tersebut sanggup dilakukan olehnya. Itu sih soal kecil, selain itu .."

Ditatapnya wajah Thio bungkuk lekat-lekat, kemudian serunya : "Bila ditinjau dari wajah saudara Chee yang jujur, bermata besar

dan alis tebal, hidung mancung dan bibir tebal, semestinya dia adalah seorang yang amat berperasaan, Thio cianpwee cukup akrab dengannya, tentu kau bisa menilai sendiri bukan atas kebenaran dari perkataanku ini."

"Yaa, memang benar perkataan itu" Thio bungkuk berseru sambil bertepuk tangan. sambil manggut-manggut Ngo Cun ki segera berkata : "Disinilah letak pangkal kecurigaanku yang terutama."

Thio bungkuk serta ketua siaU limpay jadi tertegun dibuatnya, setelah mendengar perkataan itu.

Tapi sebelum mereka sempat membuka suara , Ngo Cun ki telah berkata lebih jauh :

"Sewaktu Chee Tay hap sedang berbicara tadi apalah anda sekalian telah memperhatikan mimik wajahnya?"

Lalu sambil berpaling kearah Phu sian sangjin katanya lagi sembari tertawa :

"Maaf kalau aku berbicara kasar, biarpun lo siansu sudah hidup sepanjang usia didalam kuil namun menurut pendapatku kau masih belum memiliki ketenangan seperti Chee Tay hap hingga sedikitpun perubahan emosi tak Nampak."

Begitu perkataan itu diutarakan keluar semua orang pun seperti memahami akan sesuatu, untuk sesaat mereka saling berpandangan tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Perkataan Ngo ciangbunjin memang betul." Kata Phu sian sangjin kemudian-Lalu ..

"Yaa sekarang aku baru merasa kalau ada yang tak beres dibalik peristiwa ini" sela Hwesio daging anjing pula tak tahan.

"Tapi andaikata hal ini merupakan permainan busuk dari ui sik kong, tidak seharusnya ia menjatuhkan pilihannya kepada Chee Tay hap, selain itu mengapa Chee Tay hap bersedia diperalat olehnya?"

"Karena dia terpengaruh oleh ilmu sesat" kata Ngo Cun ki sambil tertawa. Hwesio daging anjing segera tertawa terbahak-bahak :

"Haaahh haaahhh . Haaahhh . Menurut apa yang kuketahui, walaupun Ui sik kong berakal licik, namun ia tak mengerti ilmu sesat, seandainya mengerti, mungkin kita sudah akan merasakan kelihaiannya sewaktu masih berada di kuil Giok cing hong dibukit Tiong lam san tempo hari."

"Untuk menggunakan ilmu sesat maka dibutuhkan orang yang sangat ahli." Kata Ngo Cun ki dengan suara dalam.

"Dia toh bisa mencari orang yang mengerti ilmu tersebut." Kemudian setelah memandang sekejap sekeliling tempat itu,

katanya kembali : "Padahal persoalan ini sangat sederhana, asal kita lakukan percobaan maka segala persoalan akan menjadi jelas."

"Tapi bagaimana caranya untuk mencoba?"

"silahkan memanggil chee Tay hap agar datang kembali kemari" Phu sian sangjin merasa agak rikuh, katanya ragu-ragu :

"Baru saja kita memintanya beristirahat dikamar tamu, tapi sekarang telah mengundangnya kembali, apakah .."

"Yaa apa boleh buat" kata Ngo Cun ki sambil tertawa.

"Toh perkataan yang kita bicarakan barusan tak boleh terdengar olehnya tapi sekarang kitapun perlu untuk membuktikan dirinya, kalau tidak diterima kita tak bisa tahu kalau ia sudah terpengaruh ilmu sesat atau tidak?"

Dengan pandangan minta maaf, Phu sian sangjin memandang sekejap kearah Thio bungkuk. lalu katanya dengan nada berat hati : "Coba undang lagi Chee sicu agar datang kemari"

Maka dua orang pendeta pun segera berangkat untuk melaksanakan perintah tersebut. Tak selang berapa saat kemudian, chee Tay hap sudah diundang menghadap kembali. Tampak ia menjura dalam-dalam kepada Phu sian sangjin lalu berkata perlahan

:

"Majikan muda Kho Beng telah berpesan agar losiansu berangkat secepatnya agar tak sampai melalaikan persoalan besar."

"Yaa, saat ini kami sedang merundingkan persoalan ini bersama para jago." Kemudian menunjuk kearah Ngo cun ki, katanya lagi :

"Yang ini adalah ketua Hoa sanpay, Ngo lisicu, dia ada berapa persoalan yang hendak dibicarakan dengan chee sicu"

chee Tay hap menjura kedepan Ngo cun ki, seraya berkata : "Mohon petunjuk."

"Mana, mana .." ucap Ngo Cun ki sambil tertawa hambar. Kemudian dengan suara yang lebih lembut dia berkata lagi : "Aku dengar kau adalah pembantu Kho Yang ciu, enci Kho Beng,

benarkah begitu?"

"Benar, antara Ngo ciangbunjin dan majikan kami ..Kami adalah sahabat karib"

"ooooh" Chee Tay hap manggut-manggut.

"Katanya Ngo ciangbunjin ada persoalan yang hendak disampaikan kepadaku?"

Dengan wajah serius Ngo cun ki berkata : "Aku dan majikanmu mempunyai hubungan yang amat akrab melebihi saudara sendiri, tapi sungguh tak beruntung dia dia telah tewas .. sudah tewas"

chee Tay hap kelihatan agak tertegun. "Mengapa aku tak mendengar kabar tersebut?"

Nada suaranya mendatar dan kedengarannya sangat tenang, paras mukanya pun sama sekali tak Nampak perubahan apapun.

Ngo Cun ki segera menggelengkan kepalanya berulang kali, serunya kemudian : "Pertanyaanku telah selesai diutarakan, entah bagaimana pendapat anda sekalian?"

Thio bungkuk yang melompat bangun terlebih dahulu, sambil menjura kepada Ngo Cun ki segera ujarnya :

"Andai Ngo ciangbunjin tidak teliti dan bersikap cermat, dunia persilatan benar-benar tak akan terhindar dari bencana besar, jelaslah sudah sekarang, Chee Tay hap yang sekarang bukan lagi Chee Tay hap yang dulu lagi."

Mendadak ia membalikkan badan sambil melakukan cengkeraman, dia mencengkeram bahu orang itu kencang-kencang..

Chee Tay hap sama sekali tak menyangka kalau Thio bungkuk bakal melancarkan serangan, ia sama sekali tidak menunjukkan sikap untuk melawan, begitu bahunya kena dicengkeram seketika itu juga badannya tak mampu bergerak lagi. Dengan suara dalam Thio bungkuk segara menegur : "Cepat katakan sebenarnya apa yang terjadi ?" Dengan wajah tertegun Chee Tay hap menjawab :

"Thio cianpwee, sebenarnya apa kesalahanku, mengapa kau menyerangku secara tiba-tiba?"

Tanpa banyak bicara Thio bungkuk menampar kepalanya berulang kali kemudian hardiknya

"Semua berita yang kau sampaikan adalah bohong, sebenarnya apa yang kaujumpai?" Darah meleleh keluar dari ujung bibir chee Tay hap akibat tamparan tersebut, namun Ia tak tampak kesakitan malah katanya dengan suara tergagap :