Kedele Maut Jilid 37

 Jilid 37

Sesungguhnya tindakan yang diambil gadis cantik berusia dua puluh tahunan ini merupakan suatu perbuatan yang kurang sopan, apalagi biarpun Ngo cun ki adalah ketua Hoa san pay yang masih baru bagaimana punjuga usianya masih terlalu muda, jadi tidak sopan bila ia bersikap semacam ini dihadapan ketua Siau lim pay serta Bu wi lojin sekalian sebagai angkatan tua.

Akibatnya semua perhatian segera dialihkan kewajahnya. Dengan suara dalam Phu sian sangjin segera menegur : "Ngo ciangbunjin, tidakkah kau merasa bahwa perbuatanmu ini sedikit kelewat batas?"

"Ya a, akupun tahu kalau perbuatanku sedikit kelewat batas, namun terpaksa aku mesti berbuat demikian."

"omitohud, aku ingin mendengarkan penielasan dari Ngo ciangbudjin"

Tapi Ngo cun ki segera menggeleng.

"siauli tidak mempunyai penjelasan apa-apa."

Dengan wajah serius Phu sian sangjin segera menegur :

"Kalau tiada penjelasan berarti tindakanmu ini merupakan suatu perbuatan yang sengaja hendak melakukan pengacauan" Jelas ucapan tersebut sudah mengandung nada marah.

Ngo cun ki sama sekali tidak menjadi panik, dengan sikap yang tetap santai dia berkata :

"Biarpun siauli tidak mempunyai penjelasan, tapi mempunyai bukti yang nyata didepan mata."

"Kalau begitu kami semua ingin melihat bukti yang nyata tersebut" Ngo Cun ki tertawa getir.

"Tapi bukti nyata yang siauli maksudkan itu tak dapat ditunjukkan sekarang juga."

"Lantas sampai kapan baru bisa diperlihatkan?" Phu sian sangjin mulai tak senang hati.

"sebelum lo siansi menginginkan bukti tersebut, bolehkah siauli mengajukan sebuah permintaan dulu?"

Phu sian sangjin manggut-manggut. "silahkan Ngo ciangbunjin utarakan"

"Harap lo siansu memperketat penjagaan dan melakukan perondaan seketat mungkin." Phu sian sangjin tak dapat menahan diri lagi, dia segera tertawa :

"Ngo Ciangbunjin terlalu kuatir, aku bukannya tidak tahu tentang hal ini, masa penjagaan baru kumulai setelah ciangbunjin sekalian berdatangan kemari?"

"Kalau begitu lo siansu telah melakukan penjagaan yang cukup ketat disekitar tempat ini?"

"Biarpun belum bisa dibilang burung terbang diangkasa pun susah lewat, namun kami telah berusaha semaksimal mungkin."

"Ketua partai kupu-kupu adalah seorang manusia laknat yang berhati licik dan banyak akal muslihatnya, perbuatan macam apapun mampu dia lakukan, karena itu kita wajib berjaga-jaga agar tidak sampai diterobosi olehnya."

"Aku tahu."

setelah berhenti sejenak. kembali ujarnya dengan suara dalam : "silahkan Ngo ciangbunjin kembali ketempat duduknya semula." Tapi Ngo Cun ki segera tertawa :

"Maaf bila siauli ingin bertanya sekali lagi, beranikah lo siansu menjamin bahwa setiap orang yang berada dalam ruangan sekarang, sama sekali tiada mata-mata pihak partai kupu-kupu yang turut menyelundup masuk?"

Begitu perkataan tersebut diutarakan, kembali Phu sian sangjin dibikin tertegun. Tapi dengan cepat dia telah berkata sambil tertawa

: "Ngo ciangbunjin terlalu banyak curiga"

"Apakah disekeliling kuil Leng thian sian wan ini sudah dilakukan penjagaan istimewa?" kembali Ngo Cun ki bertanya dingin. "Boleh dibilang amat ketat bagaikan besi baja"

"Bagus sekali" seru Ngo Cun ki kegirangan, "kalau begitu maaf kalau siauli akan berbicara secara langsung, besar kemungkinan diantara para hadirin sekarang telah terdapat mata-mata dari kawan"

suasana menjadi amat gaduh setelah perkataan tersebut diutarakan, rasa tak tentram pun menyelimuti perasaan setiap orang. Dengan kening berkerut Phu sian sangjin segera berseru : "Tanpa bukti yang nyata kita tak boleh sembarangan menuduh, ketahuilah..."

"siauli bersedia untuk memikul tanggung jawab atas perkataanku barusan" kata Ngo Cun ki dengan wajah serius, "apabila mata-mata itu tak berhasil ditemukan, siauli pun bersedia menerima hukuman"

Ketua Tay kek bun, cu giok long segera berseru sambil tertawa : "siapa tahu mata-matanya justru Ngo ciangbunjin sendiri, sebab

hanya dengan berbuat demikian orang baru menaruh kepercayaan kepada dirimu" Ngo Cun ki tertawa dingin :

"seperti apa yang kukatakan tadi, pada akhirnya aku bisa menunjukkan bukti-bukti nyata dan menyuruh mata-mata tersebut mengaku, namun mata-mata itu sangat tangguh, oleh sebab itu sebelum rahasianya kubongkar, kita harus mengadakan persiapan lebih dulu sebaik mungkin"

Phu sian sangjin, Bu wi lojin, Hwesio daging anjing maupun Pelajar rudin Ho Heng sekalian sama-sama tergerak hatinya setelah mendengar perkataan tersebut, sorot mata mereka mulai berputar kesekeliling ruangan, namun tak dapat meyakinkan diri atas kebenaran dari ucapan Ngo Cun ki tersebut, tentu saja mereka pun tak bisa menebak siapakah mata-mata itu?

Tentu saja orang yang paling mencurigakan diantara mereka yang hadir adalah ketiga orang ketua dari partai Kun lun, Tay kek bun serta Kiu kiong bun karena sebelum hari ini mereka tak pernah berkenalan dengan para jago yang hadir sekarang.

Namun ketiga orang itu duduk dengan sikap tenang , sikap mereka pun tak berbeda seperti pendekar sejati golongan lurus.

Phu sian sangjin segera berpikir sebentar, kemudian sahutnya : "Baiklah"

Maka diapun menurunkan perintah :

"Kumpulkan semua jago dari pelbagai partai serta anak murid siau limpay untuk mengepung sekeliling gedung ini, jangan biarkan seorang manusiapun keluar dari sini" Tak lama kemudian semua persiapan telah selesai diatur. Phu sian sangjin berkata kemudian :

"Ngo ciangbunjin sekarang kau boleh menunjukkan semua fakta yang ada" Ngo Cun ki tersenyum.

"Kesatu, siauli belum pernah mendengar kalau dalam tata cara kuno ada keharusan makan buah-buahan lebih dulu sebelum minum arak. adakah saudara sekalian yang mengetahui hal ini?"

"oooh, rupanya Ngo ciangbunjin mencurigai aku?" ketua Tay kek bun Cu Giok long segera tertawa dingin.

sertang Phu sian sangjin berseru pula :

"Persoalan semacam ini tak bisa dianggap sebagai bukti, Ngo ciangbunjin"

"Tentu saja soal ini bukan suatu bukti," sahut Ngo Cun ki sambil manggut-manggut, "Kedua, disaat Hwesio daging anjing hendak menegak arak tersebut, apa sebabnya kehendak itu dicegah oleh ketua Cu? Ketiga, mengapa pula Cu ciangbunjin menghendaki agar kita semua angkat cawan bersama-sama?" setelah berhenti sebentar, serunya :

"Keadaan sudah teramat jelas sekarang hal ini disebabkan dalam arak tersebut telah dicampuri sejenis racun yang amat jahat sehingga barang siapa meneguknya pasti akan segera mati, itulah sebabnya mereka minta kepada kita untuk angkat cawan bersama- sama."  Jari tangannya segera diayunkan kedepan, segulung desingan angin tajam pun dengan cepat menyambar salah satu guci arak Pek hoa siang yang belum sempat dibuka hingga hancur seketika dan araknya mengalir keluar. "Dan inilah pembuktianku yang terakhir" seru Ngo Cun ki lantang.

Namun cu Giok long, Hoa bok totiang serta sin Beng tetap duduk tak berkutik dengan senyum dingin menghiasi bibir mereka, sementara kedua orang pengawal mereka pun tetap berjaga dibelakang ketiga orang tersebut.

Tampaklah ketika arak wangi itu meleleh keluar dari guci, segera muncullah asap berwarna hijau yang mengepul keudara, keadaan seperti ini membuktikan kalau dalam arak tersebut memang mengandung racun yang sangat jahat sehingga barang siapa terkena pasti akan binasa.

suasana didalam ruangan gedung menjadi sangat kacau, dalam waktu singkat semua orang telah mengepung cu Giok long, Hoa bok totiang serta sin Beng bediga ditengah arena.

Namun ketiga orang tersebut tetap duduk setenang semula, seolah-olah tak pernah terjadi suatu peristiwa apapun disana.

Bahkan keenam pengawal yang berada dibelakang tiga orang itupun tetap berdiri tak bergerak ditempat semula, sikap tenang dan mantap yang diperlihatkan orang-orang itu sungguh membuat hati para jago menjadi kagum. sementara itu Phu sian sangjin telah berkata :

"Ngo ciangbunjin, maafkan kelancangan ku tadi, rupanya aku telah salah menuduhmu" Hwesio daging anjing berteriak pula :

"Andaikata li pousat tidak membongkar siasat jahat ini, mungkin selembar nyawa aku si hwesio sudah habis semenjak tadi"

Dalam pada itu semua pintu dan jendela ruangan telah ditutup rapat, para jago pun telah mengepung Cu giok long sekalian ditengah arena, tampaknya suatu pertarungan sengit segera akan berlangsung. Dengan nada cemas, Ngo Cun ki berseru :

"Berita kita sudah bocor, besar kemungkinan orang-orang dari Kun lun pay, Tay kek bun serta Kiu kiong bun sudah dihadang pihak partai kupu-kupu, kalau tidak mengapa mereka menyusup kedalam tubuh kita? Aku rasa bala bantuan mereka pasti akan segera tiba." Cu Giok long segera tertawa terbahak-bahak, selanya :

"Haaah.hahhhahhh..kalian tak usah kuatir, selain kami tiada bantuan lain yang bakal datang." "Kalau begitu kalian sudah mengakui sebagai anggota partai kupu-kupu?" tegur Phu sian sangjin marah.

Cu Giok long kembali tersenyum,

"Rahasia kami telah dibongkar budak tersebut, rasanya tidak mengaku pun tak ada gunanya lagi"

"Hmmm, tak disangka kalian cukup tahu diri, asalkan kalian bersedia membeberkan keadaan yang sebenarnya, kami pun tak akan terlalu menyusahkan kalian"

"Apa yang ingin kalian ketahui?" Tanya Cu Giok long sambil tersenyum.

"Apa maksud tujuan kedatangan kalian kemari?" Kali ini cu Giok long mendengus :

"Hmmm, pedanyaan semacam ini terlalu berlebihan, dalam buah li serta arak wangi itu masing-masing telah diberi racun yang berbeda, asal kalian memakannya, tanggung nyawa kalian pasti melayang Inilah maksud kedatangan kami"

"Tapi apakah kalian tak akan menemani kami untuk mendahar buah li serta minum arak wangi itu?" Tanya Phu sian sangjin.

"Itu sih bukan masalah" kata Cu Giok long sambil tertawa. "sebab sebelum kemari kami telah minum obat penawar racunnya jadi biar makan atau minum lebih banyak pun tak akan berpengaruh apa-apa terhadap kami."

"Hmmm, mengapa pula kalian menyaru sebagai ketua Kun lun pay, Tay kek bun serta Kiu kiong bun?"

"Terus terang saja pihak Kun lun pay, Tay kek bun serta Kiu kiong bun belum tiba disini, mereka pun tidak terjatuh ketangan partai kupu-kupu kami."

"Bagus sekali, kalau begitu tapi mengapa kalian begitu bernyali untuk menyaru sebagai mereka? Apakah kalian tak kuatir para ketua dari ketiga partai tersebut tiba pada saatnya serta merusak rencana kalian?"

sambil tertawa Cu Giok long menggelengkan kepalanya berulang kali, dia berkata :

"Pedanyaan ini benar-benar merupakan suatu masalah yang menggelikan, kami belum pernah mengenal apa artinya takut, setiap persoalan kami hadapi menurut situasi dan kondisi, jadi bagaimana cara mengatasinya pun kami hanya carikan setelah keadaan didepan mata."

"Dimana sekarang Ui sik kong?" Tanya Phu sian sangjin marah. "Tentu saja masih berada dibukit Cian san, namun sepak terjang ciangbunjin kami ini sukar diramalkan dan lagi jejaknya pun tidak menentu, bisa jadi ia pun sudah bersedia disekeliling tempat ini."

Ucapan mana kontan saja membuat para jago menjadi terperanjat sekali.

Dengan cepat Phu sian sangjin berusaha untuk menenangkan hatinya, lalu bertanya lagi

"Apa yang menjadi rencana partai kupu-kupu dengan kedatangannya ditempat ini?"

"Ketua partai kami telah mengumumkan keseluruh dunia bahwa dalam sebulan kalian semua harus sudah tiba dibukit Cian san untuk bersama-sama membicarakan masalah besar."

"Tak nanti ada jago dari dunia persilatan yang sudi mengunjungi bukit Cian san serta menyembah iblis sebagai pemimpinnya

Ketua partai kami pun sudah tahu kalau tak bakal ada yang datang kesitu, tapi bila usaha kami pada hari ini berhasil dengan sukses, maka bagaimana keadaan selanjutnya pasti akan mengalami perubahan besar"

"sayang sekali usaha kalian gagal total" jengek Phu sian sangjin sambil tertawa dingin, "mungkin Thian masih melindungi umat persilatan sehingga tak sampai menderita kehancuran total"

Cu Giok long segera tertawa tergelak : "Haaahhhahhhhaaahhh..kau jangan terlalu yakin dengan

kemampuan sendiri, ketahuilah bagaimana akhir dari situasi hari ini masih susah untuk diduga mulai sekarang" Berkilat sepasang mata Phu sian sangjin setelah mendengar perkataan itu, hardiknya :

"Kalian harus memperhatikan dulu dengan seksama, setiap orang yang hadir disini sekarang adalah jago-jago kelas satu dari dunia persilatan, apakah kalian kira dengan kedudukan kalian bediga sebagai kaki tangan partai kupu-kupu bisa berbuat banyak terhadap kami."

"Aku sebagai murid Buddha tak ingin melanggar pantangan membunuh, bila kalian tidak terlalu memaksa."

"Kalau begitu kau tak berniat membunuh kami?" Tanya Cu Giok long sambil tertawa.

"Kematian bisa dihindari, tapi ilmu silat mesti dipunahkan, daripada kalian membantu kaum durjana lagi untuk melakukan kejahatan serta mencelakai umat persilatan" Lo siansu seru Pelajar rudin Ho Heng tiba-tiba, "mengapa tidak kau tanyakan kepada mereka, apa kedudukannya didalam partai kupu-kupu?"

"Aku bisa memberitahukan kepadamu" sambung cu Giok long cepat, "kami adalah sembilan orang pengawal khusus dari dua belas pengawal peribadi ketua partai kami ui sik kong"

Phu sian sangjin segera mengalihkan sorot matanya kewajah enam orang yang masih berdiri dibelakang ketiga orang itu, lalu bertanya lebih jauh :

"Apakah keenam orang itupun mempunyai kedudukan yang sama dengan kalian bediga? "

"Ya a, memang begitulah" Cu Giok long membenarkan. Phu sian sangjin segera membentak :

"Aku tak peduli apakah kedudukan kalian dalam partai kupu- kupu, asal kamu semua bersedia menerima usulku, yakni memunahkan ilmu silat kalian semua, kalian pun boleh segera meninggalkan bukit Tiong lam san"

"sayang sekali kami tidak terlalu terburu-buru untuk meninggalkan tempat ini." Kemudian dengan wajah serius dia pun berkata :

"Kami pun mempunyai usul, apakah kalian bersedia untuk mempertimbangkannya? "

"Cepat katakan"

cu Giok long tertawa, katanya :

"Bila kalian yang hadir dalam arena sekarang bersedia memunahkan ilmu silat masing-masing, maka persoalan pada hari ini akan kami anggap selesai."

Kemudian sambil mengalihkan pandangan kewajah Ngo Cun ki dia melanjutkan :

"Tapi keadaan bagi budak ini sama sekali berbeda, kami hendak membawanya pulang dan diserahkan kepada ketua partai kami untuk dijatuhi hukuman" Phu sian sangjin menjadi gusar sekali, segera bentaknya :

"Kematian sudah berada diambang pintu, masih berani amat kalian mengucapkan kata-kata sesumbar."

Lalu setelah berhenti sejenak, bentaknya keras-keras : "Tangkap mereka semua" Hiam im totiang, ketua Bu tong pay segera melompat maju kedepan seraya membentak : "siluman bernyali gede, ayoh cepat menyerahkan diri untuk dibelenggu"

Tubuhnya segera beranjak cepat kedepan, kelima jarinya dipentangkan dan langsung mencengkeram bahu cu Giok long.

Tiba-tiba cu Giok long menarik tubuhnya kebelakang, lalu melepaskan sebuah pukulan kebawah.

Gerak serangan yang dilakukan olehnya ini teramat cepat, baru saja ancaman dari Hiam im totiang mengena pada sasaran kosong, tiba bagian tubuhnya tahu-tahu sudah terancam, bahkan jurus serangan yang dipergunakan lawan pun tangguh sekali.

Mimpi pun Hian im totiang tidak mengira kalau ilmu silat yang dimiliki Cu Giok long sedemikian lihaynya, tak terlukiskan rasa kaget yang mencekam perasaannya waktu itu.

Buru-buru dia menjejakkan kakinya keatas tanah melejit setinggi dua kaki ketengah udara, kemudian berjumpalitan beberapa kali dan balik kembali ketempat semula.

Baru menyerang telah dipaksa mundur kembali oleh musuhnya, mau tak mau Hian im totiang menjadi amat jengah hingga paras mukanya berubah menjadi merah, cepat-cepat dia mencabut pedangnya .

situasi didalam ruangan tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat besar, setelah berdiam diri sekian lama, akhirnya kesembilan orang partai kupu-kupu itu bangkit berdiri dan membentuk barisan sebuah lingkaran dengan punggung menempel pada punggung.

Masing-masing orang meloloskan pula senjata andalan masing- masing, diantaranya ada yang mempergunakan golok, ada yang memakai pedang, bahkan ada pula yang memakai sepesang poan koanpit.

Phu sian sangjin, Hian im totiang, Hwesio daging anjing, Bu wi lojin, Pelajar rudin Ho Heng serta ketua Hoa san pay Ngo Cun ki berdiri mengepung diluar lingkaran tersebut.

sementara tiga bersaudara Kim beserta Molim sekalian berempat dan puluhan pendeta sakti darisiau limpay mengadakan pengepungan dari lapisan terdepan, jelas suatu pertarungan sengit akan berlangsung.

setelah saling berhadapan berapa saat, Phu sian sangjin yang pertama-tama melancarkan serangan paling dulu, dengan senjata sekopnya dia melepaskan sebuah sapuan kilat. Kesembilan orang jago dari partai kupu-kupu tidak mandah diserang dengan begitu saja, serentak mereka menggerakkan senjata masing-masing untuk menyambut datangnya ancaman tersebut, maka suatu pedempuran sengitpun segera berkobar.

selama pertarungan berlangsung, ternyata kesembilan jago daripartai kupu-kupu itu tidak bergeser dari posisinya semula, mereka bersembilan melalu membentuk satu posisi melingkar yang dipertahankan secara ketat sekali.

Ditambah pula kepandaian silat yang dimiliki orang-orang itu amat lihay, jurus serangannya juga amat tangguh, akhirnya yang terdesak mundur justru para jago dari golongan lurus. Lambat laun perasaan phu sian sangjin mulai tak tenang, sebab bila keadaan semacam ini dibiarkan berlangsung terus entah sampai kapan menang kalah baru bisa ditentukan apalagi ditinjau dari kekuatan lawan yang begitu tangguh, rasanya mustahil bagi pihaknya untuk meraih posisi diatas angin. Berpikir sampai disitu, tanpa terasa lagi dia berteriak keras : "Tahan, tahan dulu"

Mendengar teriakan ini, serentak para jago menarik kembali serangannya dan melompat mundur kebelakang.

sementara itu paras muka di Hwesio daging anjing sekalian telah berubah menjadi murung dan sangat masgul, sebab mereka mendapat kenyataan bahwa ilmu silat yang dimiliki kesembilan anggota partai kupu-kupu tersebut sangat tangguh. sambil tertawa terbahak-bahak, Cu Giok long menegur :

"Haaaahhh..haaahhhhhaaaahhhh apakah lo siansu berntat untuk menerima syarat kami?"

Air muka Phu sian sangjin pada waktu itu sudah berubah menjadi kaku seperti patung batu, setelah memuji keagungan sang Buddha, ia berkata :

"sejak dulu hingga sekarnag, kaum lurus tak nanti hidup berdampingan dengan kaum sesat, mustahil kami akan menerima syarat kalian"

"Haaahhh.haaahhhh..kalau begitu mari kita selesaikan persoalan ini melalui suatu pertarungan sengit, kenapa lo siansu tidak melanjutkan seranganmu?" Phu sian sangjin mendengus dingin.

"Hmmm, kalian hanya mengambil posisi bertahan, sembilan orang turun tangan bersama memang agak sulit ditembusi, maka aku hendak mencari akal lebih dulu" sambil mengalihkan sorot matanya kewajah Ngo Cun ki, ia segera bertanya : "Apakah Ngo ciangbunjin mempunyai sebuah pendapat?"

"Tempat ini adalah tempat penting bagi pelbagai perguruan besar untuk mengadakan perundingan rahasia, bila kesembilan manusia cecunguk yang berhasil menyelinap masuk kemari pun tak bisa kita tumpas, jelas kejadian ini merupakan suatu aib untuk kita semua, tapi berbicara sesungguhnya hal ini pun disebabkan kelicikan."

"Benar" phu sian sangjin menganguk. "bila mereka bukan datang secara berkelompok, betapapun lihaynya ilmu silat yang mereka miliki, tak nanti sulit bagi kita untuk menumpasnya satu persatu"

"Namun bila keadaan seperti ini dibiarkan berlangsung terus," kata Ngo Cun ki kembali, "hal ini tak akan memberikan keuntungan bagi mereka, sebab betapapun tangguhnya ilmu silat yang mereka miliki, rasanya mustahil orang-orang itu bisa bertahan terus menerus selama sehari semalam tanpa berhenti."

"Hey budak busuk "mendadak Cu Giok long berteriak keras, "aku hendak menguliti tubuhmu hidup,hidup"

Ngo Cun ki mendengus dingin, kembali ujarnya : "Hmmm, dilihat dari sikapnya sudah jelas dia mempunyai

pendukung yang lain."

Phu sian sangjin yang mendengarkan pembicaraan ini diam-diam menjadi amat terkejut, katanya kemudian :

"Kalau begitu mungkin mereka memang mempunyai bala bantuan yang segera akan sampai disini"

Tiba-tiba Cu Giok long mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak :

"Haaahhhh..hahhh.haaaahhhh..terus terang saja kuberitahukan kepada kalian, tak lama lagi ketua partai kami akan tiba disini"

suasana tegang dengan cepat menyelimuti seluruh ruang kuil itu. Tiba-tiba Ngo Cun ki berbisik kepada Phu sian sangjin dengan ilmu menyampaikan suara :

"Dalam posisi semacam ini aku rasa terpaksa meski menggunakan cara kaum sesat untuk memberesi orang-orang tersebut"

"Maksudmu?" Tanya Phu sian sangjin.

"partai kami mempunyai sejenis dupa pemabuk yang bernama An hun hiang, sesungguhnya dupa itu khusus dipakai untuk mengawetkan jenasah, setelah mayat diolesi dengan dupa itu maka dalam seratus tahun pun tak bakal rusak, namun dupa ini tak boleh diendus oleh manusia hidup,"

setelah berhenti sejenak. kembali dia melanjutkan :

"Bagi mereka yang mengendus bau dupa ini, ia akan roboh tak sadarkan diri bahkan tiada obat penawar yang bisa memunahkan pengaruh dupa tersebut, akibatnya ia akan jatuh pingsan selama tiga hari lamanya sebelum secara pelan-pelan akan sadar kembali dengan sendirinya."

"Keadaan sudah bertambah gawat sekarang, tampaknya terpaksa kita harus mencobanya.." ujar phu sian sangjin cepat. Tapi setelah termenung kembali dia berkata : "Kalau memang tak ada obat penawar bukankah kita semua pun."

"Itulah sebabnya aku minta kepada lo siansu untuk mengabarkan kepada rekan-rekan kita dengan ilmu menyampaikan suara agar mereka tutup pernapasan dengan cepat begitu dupa An hun hiang tersebut kusemburkan kedalam ruangan nanti"

"Baiklah kita bekerja secara terpisah, makin cepat makin baik."

Untuk berapa saat suasana didalam ruangan menjadi hening dan tak kedengaran sedikitpun suara meski kedua belah pihak masih saling berhadapan namun tak terjadi pertarungan apa-apa.

sementara itu Ngo Cun ki telah mendekati jendela, agaknya dia pun sertang memberitahukan rencana tersebut kepada para jago Hoa san pay yang mendapat tugas menjaga diluar gedung.

Melihat tingkah laku musuhnya, Cu Giok long segera menjengek sambil tertawa bangga :

"Hmmm, aku lihat gerak gerik mencurigakan, hayo rencana busuk apakah yang sertang dipersiapkan?"

sambil tertawa si Hwesio daging anjing berkata :

"Ilmu silat yang kalian miliki memang betul-betul amat tangguh, bila kerjasama kalian dilangsungkan terus, kami sungguh menyerah dan tak tahu apa yang harus dilakukan lagi, itulah sebabnya kami hendak mencari jalan lain."

"Wah, tak nyana kau sihwesio cukup bersikap jujur, tapi setelah kami berani datang kemari, berarti permainan busuk macam apapun yang hendak kalian perbuat kami tak bakal memikirkannya didalam hati"

"Bagus sekali kalau begitu" seru si Hwesio daging anjing sambil tertawa, "kita nantikan saja tanggal mainnya"

Cu Giok long berpikir sebentar, lalu katanya lagi : "Dalam setengah jam kemudian ketua partai kami pasti sudah tiba disini, sampai waktunya nanti kalian semua bakal mampus tanpa liang kubur."

"aku rasa sulit untuk dibicarakan mulai sekarang" jengek si Pelajar rudin Ho Heng, "apa pula yang dapat diperbuat oleh ketua partai kalian?"

"Ketua kami memang tak bisa berbuat banyak. namun paling tidak masih lebih dari cukup untuk menghabisi nyawa kalian semua"

Padahal waktu itu si Hwesio daging anjing mendapat perintah dari Phu sian sangjin untuk mengajak lawannya bercakap-cakap. tentu saja tujuannya tak lain adalah untuk mengacau konsentrasi Cu Giok long sambil menunggu tibanya saat ketua Hoa san pay melepaskan dupa An hun hiang.

Kembali si Hwesio daging anjing berkata sambil tertawa terbahak-bahak :

"Haaaahh..haaahhhh.haaahhh.apakah kalian mempunyai pesan terakhir yang hendak disampaikan?" Cu Giok long tertawa.

"Lucu benar kau si hwesio, siapa bakal mati siapa bakal hidup toh belum bisa ditentukan mulai sekarang, tidakkah kau merasa bahwa perkataanmu barusan sangat menggelikan?"

"seandainya aku si hwesio yang mati sudah pasti Buddha maha pengasih akan menyambut kedatanganku serta mengajak pulang kesurga loka, sebaliknya kalian yang mampus, sudah pasti iblis jahanam yang akan menjemput kalian pergi keneraka" Mendadak Cu Giok long berpaling seraya berkata :

"Bila dugaanku tidak keliru, tampaknya kalian hendak melemparkan obat beracun terhadap kami"

Ucapan tersebut sangat mengejutkan hati Phu sian sangjin serta Hwesio daging anjing sekalian, tapi sambil tertawa terkekeh Ngo Cun ki berkata :

"Kelihatannya diantara dua belas pengawal khusus ketua partai kupu-kupu, mungkin kau adalah salah satu pengawal kesayangan majikanmu, sebab kau terlalu cerdik, tebakanmu memang tepat sekali"

"Aku kuatir usaha kalian itu bakal sia-sia belaka."

"omitohud" tukas Phu sian sangjin cepat, "bagaimana pun juga toh."

sambil tertawa tergelak Cu Giok long segera menukas : "Haaahhh.haahhhhaaahhh.rencana kalian memang bagus sekali." Kemudian sambil berpaling kearah Phu sian sangjin, katanya lebih lanjut :

"Ketahuilah, kami telah menelan obat penawar dari segala macam racun, terserah racun apa saja yang bakal kalian pergunakan aku rasa tak akan berguna sama sekali, lebih baik urungkan saja niatmu itu"

Mendadak..

Terdengar bunyi yang sangat nyaring disusul runtuhnya atap ruangan bagaikan hujan gerimis, dalam waktu singkat muncullah sebuah lubang besar diatas atap ruangan tersebut.

Bersamaan waktunya tersebar pula bubuk berwarna kuning keseluruh ruangan dan menyelimuti setiap ruang gerak yang ada.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Phu sian sangjin memutar senjata sekopnya sambil melancarkan serangkaian serangan gencar.

Hwesio daging anjing, Bu wi lojin serta Pelajar rudin Ho Heng sekalian tak berani berayal, masing-masing mengeluarkan ilmu simpanannya dan melancarkan serangkaian serangan gencar.

Cu Giok long sekalian bersembilan segera tertawa bergelak. serentak mereka turun tangan melancarkan serangan gabungan yang sangat tangguh, bagaikan selapis dinding baja yang amat tebal, dalam waktu singkat tenaga serangan dari para jago sudah terbendung sama sekali.

Tapi kejadian tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat, tahu-tahu pintu dan jendela ruangan dibuka orang disusul kemudian satu persatu kawanan jago dari dunia persilatan berlompatan keluar meninggalkan ruangan kuil. Berapa kali keluhan tedahan segera bergema dari dalam gedung.

Ketika diamati lagi dengan seksama, ternyata Cu Giok long sekalian bersembilan telah roboh terkapar diatas tanah.

Rupanya Ngo Cun ki telah berpesan kepada anak buahnya agar segera membuka pintu dan jendela agar rekan-rekan yang lain bisa berlompatan keluar dari ruangan begitu dupa An hun hiang disebarkan. Tak lama kemudian Kabut kuning dalam ruangan pelan- pelan membuyar dan para jago pun melangkah masuk kembali kedalam ruangan.

sambil tertawa terbahak-bahak Hwesio daging anjing berseru : "Haaahhhaaahh.haaahh. . bagaimana pun juga akal muslihat Ngo

ciangbunjin jauh lebih ampuh, nyatanya kawanan siluman itu pada roboh tak sadarkan diri" Tapi Ngo Cun ki tidak merasa bangga dengan hasil kerjanya itu, malah kepada Phu sian sangjin segera desaknya :

"Tempat ini tak bisa didiami lagi, kita harus segera meninggalkannya"

"Aaaaai, pihak Tay kek bun sekalian belum lagi sampai ditempat tujuan, tapi kita sudah tergopoh-gopoh harus pindah tempat, andaikata mereka"

Belum habis perkataan dari Phu sian sangjin diutarakan, dengan kening berkerut Ngo Cun ki telah menukas :

"Dalam situasi demikian ini kita tak sempat lagi memikirkan masalah seperti itu, ketahuilah bahwa perkataan dari beberapa orang siluman tadi bukan hanya gedak sambal belaka, besar kemungkinan Ui sik kong bakal sampai disini tak lama kemudian."

"Ya a, nampaknya terpaksa kita mesti berbuat demikian," kata Phu sian sangjin murung, tetapi setelah memandang sekejap kearah sembilan orang anggota partai kupu-kupu yang tergeletak diatas tanah, ia berkata lebih jauh : "Bagaimana dengan beberapa orang siluman ini?"

"sudah lama aku si hwesio tak pernah melanggar pantangan membunuh, lebih baik biar aku yang menjagal mereka sampai tuntas" teriak Hwesio daging anjing cepat.

"Kalau menurut pendapat boanpwee lebih baik kita punahkan saja ilmu silat yang mereka miliki" ucap Ngo Cun ki dengan kening berkerut. Phu sian sangjin segera manggut-manggut, katanya kemudian :

"Ya a, lebih baik kita turuti usul Ngo ciangbunjin saja, punahkan ilmu silat yang mereka miliki"

"Persoalan ini tak boleh ditunda lagi, kita harus cepat bertindak" desak Ngo Cun ki.

Sambil berkata kelima jari tangannya segera diayunkan untuk menotok keatas nadi penting ditubuh cu Giok long. Mendadak.

Pada saat kelima jari tangan Ngo Cun ki hampir menghajar pada sasarannya, terdengar seseorang membentak dengan suara yang keras bagaikan geledek : "Tahan"

Bersamaan waktunya terasa segulung desingan angin pukulan menyambar kedepan dan menghantam tubuh Ngo cun ki sehingga mencelat ketengah udara. Jeritan kaget seketika bergema memenuhi seluruh ruangan. "Ui sik kong, ternyata kau betul-betul telah datang" Ternyata dari atas lubang diatap ruangan telah melayang turun sesosok bayangan tubuh, orang itu berperawakan kecil lagi ceking, dia memang tak lain adalah ui sik kong, ketua partai kupu-kupu.

sambil tersenyum terdengar Ui sik kong berkata :

"Phu sian, tempo hari aku telah mengampuni selembar nyawamu, sudah sepantasnya bila kau tak membalas air susu dengan air tuba, sekarang mengapa kau justru menghimpun kekuatan dari pelbagai partai serta menyusun rencana untuk mencelakai kau." Kemudian setelah berhenti sejenak. terusnya :

"Ketahuilah perbuatanmu tak lebih bagaikan belalang menahan pedati, mengadu batu dengan telur Hmm, kau hanya mencari kematian buat diri sendiri"

Merah padam selembar wajah Phu sian sangjin karena jengah, tapi sambil menggigit ujung bibir, ia segera berkata :

"sejak dulu hingga sekarang, kaum sesat tak nanti bisa menguasai kaum lurus, biarpun kau sekarang bernasib baik dan berhasil meraih kemenangan, tapi akhirnya kau toh akan mengalami nasib tragis yang sama tragisnya dengan nasib leluhurmy Ui Thian it di tebing hati duka"

Mendadak Hwesio daging anjing tampil kemuka lalu menegur sambil tertawa dingin : "Bajingan tua Ui, kenal dengan aku?"

"Kenapa?Jadi kau menantangku?" jengek Ui sik kong sambil tertawa.

"Hmm, aku memang ingin mencoba kehebatan ilmu silat dari partai kupu-kupu mu."

"Tidakkah kau mendengar dari cerita Phu sian tentang kemampuanku? Yakinkah kau bisa menandingi diriku?" jengek Ui sik kong lagi dingin

"Huuuh, bila yang datang hari ini cuma kau seorang, mungkin kau harus mengakui bahwa nasibmu bakal jelek."

"ooooh .sangat tidak beruntung, aku memang datang seorang diri" sahut Ui sik kong sambil tersenyum.

sementara itu sekeliling ruangan kuil telah dilapisi kawanan jago silat yang siap bedempur, mereka terdiri dari jago-jago lihay siau limpay, Bu tong pay dan Hoa sanpay.

Dari hasil laporan yang diterima dari mereka ternyata diketahui pula bahwa selain Ui sik kong memang tidak Nampak kehadiran jago-jago lainnya. sementara itu Hwesio daging anjing telah berseru

: "Bajingan tua Ui sik kong, mari kita coba sampai dimanakah keampuhanmu itu"

Dengan cepat Ui sik kong menggeleng.

"Aku tidak biasa dengan system pertarungan semacam ini, kalau aku mesti bedarung satu lawan satu Huuuh, selain memakan waktu,juga tak berani sama sekali."

"Lantas pertarungan macam apakah yang kau inginkan?" Tanya Hwesio daging anjing tertegun.

"Lebih baik kalian maju bersama-sama saja, agar akupun bisa menghemat banyak waktu dalam pekerjaan menghantar kalian pulang ke rumah nenek moyang ." Perkataan tersebut benar-benar sombong dan takabur.

sebagaimana diketahui, jago-jago yang hadir dalam arena sekarang rata-rata adalah jagoan kelas satu dunia persilatan, kekuatan yang mereka miliki mana boleh dipandang enteng.

Tapi Phu sian sangjin cukup mengedi, dalam hati kecilnya dia percaya Ui sik kong memang memiliki kemampuan untuk menghadapi mereka secara bersama-sama. Tampaknya Hwesio daging anjing merasa amat tersinggung dengan ucapan tersebut, dengan penuh amarah dia berteriak :

"Bajingan anjing, sombong amat kau, lihatlah bagaimana caraku untuk mencabut nyawamu" sambil menggerakkan tubuhnya dia siap melakukan terkaman maut kedepan. Tiba-tiba.

"Tunggu sebentar" kembali terdengar seorang berteriak keras.

Dari balik lubang diatas atap ruangan, lagi-lagi melayang turun sesosok bayangan manusia. semua orang merasa terkejut sekali dengan kehadiran orang itu. Pendatang baru ini memakai kain kerudung muka sehingga tidak terlihat jelas bagaimanakah raut mukanya. Hal ini membuat para jago pun tak bisa menduga musuh atau temankah orang yang barusan datang ini? Tampak Ui sik kong sendiripun turut tertegun, lalu tegurnya : "siapakah kau?"

Manusia berkerudung itu tertawa sinis, jengeknya :

"siapakah aku tak usah ditanyakan dulu, sebentar kau toh bakal mengetahui dengan sendirinya"

Lalu kepada Hwesio daging anjing dia berkata :

"Bajingan tua ini memiliki ilmu silat yang sangat dahsyat, apa yang dikemukakan olehnya tadi memang bukan gedakan sambal belaka." Hwesio daging anjing dibikin termangu- mangu oleh ucapan tersebut, dia segera menegur

"sicu sebenarnya siapakah kau? Kalau toh bersedia membantu kami, mengapa kau tak muncul dengan wajah aslimu?"

Mendadak Bu wi lojin tampil pula kedepan, serunya dengan nada terkejut campur girang "Kau...kau adalah"

"Bocah keparat, rupanya kau yang datang" teriak Ui sik kong pula secara mendadak sambil menghentakkan kakinya keatas tanah.

Tanpa banyak bicara telapak tangannya segera diayunkan kedepan, melepaskan sebuah pukulan dahsyat ketubuh manusia berkerudung itu.

Manusia berkerudung itu tertawa nyaring, dia memutar tubuhnya dengan cekatan meloloskan diri dari ancaman Ui sik kong, kemudian tangannya merogoh kedalam saku dan mengeluarkan sepasang gelang surya rembulan.

Ketika serangannya gagal mencapai sasaran tadi, Ui sik kong sudah merasa terperanjat, apalagi setelah melihat munculnya sepasang gelang surya rembulan yang amat menyilaukan mata itu, dia makin terkesiap lagi sehingga paras mukanya berubah hebat.

Terjadinya peristiwa ini benar-benar diluar dugaan siapapun, baik ketua siau limpay Phu sian sangjin maupun jago-jago lainnya rata- rata sudah tahu kalau Kho Beng telah terjatuh ketangan Ui sik kong sehingga mengira nasib yang dialaminya tak akan jauh berbeda seperti nasib Kho Yang ciu sekalian.

Dengan demikian mereka pun tak pernah menyangka kalau pendatang tersebut adalah Kho Beng, seandainya ada yang menduga kesitupun mereka tak bisa melegakan hatinya dengan begitu saja, sebab biarpun luka keracunan yang dialami Kho Beng telah sembuh, tak mungkin ilmu silatnya mampu menandingi kehebatan Ui sik kong.

Akan tetapi sekarang orang telah dibuat terbelalak matanya dengan mulut melongo, mereka dibuat kaget bercampur tercengang oleh kelincahan Kho Beng dalam menghindari datangnya serangan tadi, terutama sepasang gelang surya rembulan yang diloloskan dari sakunya itu.

Dalam pada itu Ui sik kong telah berseru sambil tertawa seram : "Heeehh.heeehh.heeehhh bocah keparat, masih juga kau tidak

memperlihatkan wajah aslimu?" Dengan cepat Kho Beng melepaskan kain kerudung hijau yang menutupi wajahnya , sahutnya dingin : "Aku memang tidak mempunyai kepentingan untuk merahasiakan identitasku"

Kenyataan yang terbentang didepan mata saat ini seketika membuat Phu sian sangjin sekalian menjadi tertegun saking kagetnya, sertangkan Molim, Mokim, Rumang serta Hapukim berempat yang berdiri disebelah sana segera berteriak bersama : "Cukong, kau membuat hamba sekalian merasa panik sekali."

Bu wi lojin, Hwesio daging anjing beserta si pelajar rudin Ho Heng pun merasa sangat kegirangan, namun berada dalam keadaan seperti ini tak sempat lagi mereka untuk berbicara banyak.

Dengan perasaan terkejut bercampur girang, Hwesio daging anjing segera berteriak sambil tertawa :

"Hey anak muda, kau berani berebut pasar dengan daganganku?"

Buru-buru Kho Beng merangkap tangannya sambil memberi hormat, katanya lembut :

"saat ini tidak mungkin bagi boanpwee untuk memberi salam kepada cianpwee sekalian satu persatu, harap cianpwee sekalian sudi memaafkan."

"omitohud" seru Phu sian sangjin dengan perasaan gelisah. "Kho sicu, kau mesti berhati-hati, ilmu silat yang dimiliki bajingan tua Ui sik kong amat luar biasa, kau.."

Tapi sebelum perkataan itu habis diucapkan, Hwesio daging anjing telah menarik ujung bajunya seraya berbisik :

"Yang datang tak akan bermaksud baik, yang berniat baik tak akan datang, aku lihat kemampuan si bocah muda itu agak berbeda daripada keadaan dimasa silam."

"Tapi toh kami baru berpisah selama beberapa hari." Bantah Phu sian sangjin dengan kening berkerut, "bagaimana mungkin.."

"Aaaah, biarpun baru berpisah tiga hari, dalam waktu yang begitu singkat toh bisa terjadi segala-galanya?" kata Hwesio daging anjing lagi seraya tertawa terkekeh-kekeh. Akhirnya Ui sik kong mangangguk. "Ya a, perkataan anda memang benar."

sambil mengalihkan perhatiannya ketengah arena, ketua siau limpay ini segera mundur tiga langkah kebelakang.

sementara itu, Ui sik kong dengan sorot matanya yang tajam masih juga mengawasi setiap gerak gerik Kho Beng dengan seksama tanpa berkedip. sebaliknya kini Kho Beng telah berdiri angkuh ditengah arena, sepasang gelang surya rembulan yang berada digenggamannya telah siap melancarkan serangan mematikan, tiba-tiba dia menegur :

"Hey bajingan tua, kenapa kau tidak melancarkan serangan?" sambil tertawa dingin Ui sik kong menggelengkan kepalanya

berulang kali, katanya :

"Aku telah terjebak didaa m perangkap kalian yang diatur secara licik, pertarungan semacam ini sudah sama sekali tak berarti bagiku"

"Hmmm, itu kan hanya alasanmu serta usahamu untuk memfitnah orang lain semaunya sendiri" jengek Kho Beng dingini

"Haaaahhhaaaahhhh..haaahhh.maaf kalau aku akan berbicara secara berterus terang." Tiba-tiba Bu wi lojin berseru sambil tertawa tergelak.

Buru-buru Kho Beng berseru :

"Tentunya cianpwee mempunyai suatu pandangan yang adil." Bu wi lojin mengangguk. kembali katanya sambil tertawa :

"seandainya si tua Ui tidak menyinggung soal perangkap yang licik, sebetulnya akupun enggan banyak berbicara, tapi setelah dia mengemukakan hal semacam itu, aku jadi tak tahan untuk membungkam diri saja."

"siapa kau?" bentak Ui sik kong marah.

"Aku disebut orang Bu wi, selama ini dianggap orang sebagai salah satu diantara tiga tokoh aneh dunia persilatan, padahal aku merasa tak berkemampuan semacam itu." Ui sik kong segera tertawa angkuh.

"Huuuh, dengan kemampuan macam dirimu dianggap sebagai satu diantara tokoh aneh didunia persilatan, aku lihat daratan Tionggoan memang benar-benar sudah tak ada orang pandai lagi."

"Kebesaran dan kehebatan ilmu silat dari pelbagai partai di daratan Tionggoan jauh sekali berbeda dengan kebusukan dan kelicikan partai kupu-kupu kalian, biarpun sekarang anda berniat menginjak-injak daratan Tiongoan kami dengan mengandalkan kelicikan dan keburukan tersebut, akhirnya toh partai anda tak akan lolos dari kehancuran dan kemusnahan total."

sambil menggigit ujung bibirnya, Ui sik kong segera mendengus : "siapa bakal menang dan siapa bakal kalah, kenyataan didepan

matalah yang bakal menentukan, apa artinya berbicara kosong tanpa fakta?" "Hmmm, mengunggul-unggulkan diri sendiri tanpa ada kenyataan hanya menimbulkan perasaan geli saja dalam hati kecilku" Berkilat sepasang mata Bu wi lojin, segera katanya lagi :

"sekarang aku ingin membicarakan pihak manakah yang sebetulnya paling sering mempergunakan akal busuk untuk menjebak orang" setelah berhenti sejenak. dengan suara dalam hardiknya :

"Tujuh belas tahun berselang, siapakah yang telah menyamar sebagai diriku untuk mengadu domba pihak perkampungan Hui im ceng dengan pelbagai partai dalam dunia persilatan? Apakah perbuatan biadab semacam itupun bukan terhitung suatu tipu muslihat yang amat licik dan keji?"

Merah padam selembar wajah Ui sik kong karena jengah, ia segera tertawa seram :

"Heeeeeeehh..heeeeehh.heeehhhhh.aku belum pernah melangkah masuk kedaratan Tionggoa n, jangan lagi menyamar sebagai dirimu, bahkan siapakah kau si tua Bangka pun sama sekali tidak kuketahui?"

Bu wi lojin segera tertawa tergelak : "Haaaaaahh..hahh.haaahh..betul, mungkin saja memang kau

tidak kenal diriku tapi kau tak bisa melepaskan diri dari tuduhan sebagai dalang atau otak dari semua peristiwa yang telah terjadi, karena putrimu yang memimpin semua kejadian ini." sesudah berhenti sejenak, dengan suara berat kembali dia meneruskan :

"Membuang jauh persoalan yang telah silam, mari kita singgung kembali peristiwa yang terjadi hari ini."

Tiba-tiba Ui sik kong membentak marah :

"Lebih baik tutup bacotmu dan segera menggelinding pergi dari situ, kejadian apa yang bisa dibicarakan pada hari ini?" Bu wi lojin tertawa dingin.

"Kau menjadi marah karena tak berani menghadapi kenyataan yang berada didepan mata."

sambil menunding kearah sembilan orang yang tergeletak diatas lantai ia meneruskan :

"Bukankah mereka bersembilan adalah anggota partai kupu-kupu mu?"

"Ya a betul, mereka adalah sembilan diantara dua belas pengawal pribadiku."

Bu wi lojin kembali tertawa tergelak. "Haaahhhaaahhhhaahh.asal kau bersedia mengakui saja sudah bagus, nah, coba kau perhatikan dandanan mereka itu. Hmmm Bukan saja telah menyamar sebagai ketua partai besar mereka pun berniat meracuni kami semua dengan arak serta buah li beracun.

Apakah tindakan semacam ini bukan termasuk suatu perbuatan licik dan keji serta memalukan?"

"Aku tidak mengakui sebagai dalang dari peristiwa tersebut" bantah Ui sik kong sambil menggeleng.

"Heeeh.heehhheehh jadi kau berniat menyangkal kenyataan ini?" jengek Bu wi lojin sambil tertawa dingin.

"Aku sama sekali tidak menyangkal, tapi ide semacam ini bukan timbul dari benakku." setelah memandang sekejap sekitar ruangan, dia berkata lebih jauh :

"Perintah yang kuberikan kepada mereka adalah menawan hidup, hidup atau membunuh habis kalian semua, jadi serta mencampuri arak dengan racun hanya merupakan ide serta prakarsa dari mereka pribadi, malah untuk perbuatan tersebut akupun berniat menjatuhkan hukuman kepada mereka."

Mendadak pelajar rudin Ho Heng berseru kepada Bu wi lojin : "orang ini sangat licik dan berakal busuk. perkataannya tak dapat

dipercaya, apa gunanya anda banyak berbicara lagi dengannya?" Bu wi lojin tertawa tergelak :

"Haaaahhhaahh.haaaahh perkataan ini memang sangat tepat, aku tak akan banyak berbicara"

Dalam pada itu Kho Beng telah menggetarkan sepasang gelang surya rembulannya sambil membentak pula :

"Bajingan tua, tibalah saatnya bagi kita untuk menentukan siapa yang lebih unggul diantara kita berdua"

Ui sik kong berpaling dan memandang sekejap kearah sembilan orang anak buahnya yang terkapar diatas tanah, lalu jawabnya seraya menggeleng :

"setelah ke sembilan orang anak buah kujatuh pecundang ditangan kalian, maka dalam peristiwa kali ini anggap saja partai kupu-kupu kami telah menderita sebuah kekalahan besar, pedikaian diantara kita berdua lebih baik diselesaikan lain waktu saja."

"Jadi kau bersedia mengaku kalah?" jengek Kho Beng sambil tertawa dingin. Ui sik kong tertawa getir.

"Aku bukan termasuk orang yang tak berani mengakui kekalahan, apalagi mereka bersembilan masih berada dalam keadaan tak sadar, biarpun aku enggan mengakui pun terpaksa harus mengakuinya juga"

"Kalau toh sudah mengaku kalah, berarti kau harus menerima syarat yang diajukan pelbagai partai besar."

Mendengar ucapan tersebut, Ui sik kong segera tertawa tergelak

:

"Haaahhhaaahh.haaahh.kalau persoalan itu mah tak mungkin

akan kulakukan, aku bisa mengaku kalah hanya disebabkab ke sembilan anak buahku telah jatuh tak sadarkan diri, tapi kalau aku harus menanda tangani surat perjanjian dengan para perguruan dan partai besar dari daratan Tionggoan, Hmmm Hal tersebut merupakan sebuah lelucon yang amat besar"

"Lantas apa yang kau kehendaki?" desak Kho Beng dengan suara dingin. Ui sik kong berpikir sebentar, lalu tanyanya :

"Racun apakah yang mengeram ditubuh kesembilan orang itu?

Dan siapa pelakunya?" sambil tertawa dingin Ngo Cun ki segera menjawab :

"partai Hoa san pay yang telah melakukan hal tersebut, mereka sudah terkena dupa An hun hiang kami"

"partai Hoa san?" Ui sik kong termenung sebentar, "lantas apa kedudukanmu didalam partai Hoa san pay?"

"Terus terang saja aku katakan, nonamu adalah seorang ketua Hoa san pay saat ini" kata Ngo Cun ki tertawa hambar.

Meledaklah gelak tertawa yang amat keras dari bibir Ui sik kong, serunya :

"Haaahh.haaahh.haaahhh.tak aneh kalau partai besar didaratan Tionggoan tak bisa berkembang dengan pesat. Hmmm, masa seorang budak ingusan pun diangkat sebagai ketua Hoa san pay, sampai dimanakah kemampuan partai besar yang ada, rasanya tanpa dilihatpun sudah jelas."

Ngo Cun ki sama sekali tidak menjadi gusar malah katanya lagi sambil tertawa :

"Ketika Hoa Bok lan memimpin pasukan perang, Liang Hong giok menjebol pertahanan musuh, bukankah mereka pun masih seorang budak ingusan? Tapi didalam kenyataannya mereka adalah pahlawan wanita yang mampu melakukan pekerjaan besar, tidakkah anda merasa bahwa ucapanmu tadi kelewat kasar dan takabur?"

Berkilat sinar tajam dari balik mata Ui sik kong setelah mendengar perkataan itu, ditatapnya wajah Ngo Cun ki tajam-tajam, lalu tegurnya sambil mendengus : "An hun hiang termasuk dalam jenis racun yang mana?" Ngo Cun ki tertawa tawa

"sebetulnya dupa An hun hiang khusus dipakai untuk mengawetkan jenasah manusia, hanya disebabkan keadaan terpaksalah kami telah mempergunakannya tadi, padahal dupa tersebut sama sekali tidak mengandung racun, tapi berhubung bau harumnya memiliki ciri khas tersendiri maka orang yang menghirupnya akan akan menderita kebobolan didalam urat sarafnya, itulah sebabnya mereka baru akan mendusin tiga hari kemudian tanpa pengobatan apa-apa"

Ui sik kong tertawa paksa.

"Aku tak ingin menyelidiki soal ini lebih jauh, apa mereka bersembilan bisa diserahkan kembali kepadaku untuk dibawa pulang?" Mendadak Kho Beng berseru :

"Biarpun bukan aku yang menawan kesembilan orang tersebut, tapi aku dapat berunding dengan para cianpwee dari partai-partai besar untuk menjamin keselamatan mereka hingga tiba dibukit Cian san, namun untuk itu kamipun mempunyai sebuah syarat." sambil menggigit bibir Ui sik kong berteriak :

"selama hidup belum pernah aku merasa diancam seperti ini, apa syaratmu itu, ayoh cepat katakan"

"Bebaskan enciku bersama kedua orang dayangnya dan nona Chin serta Kakek tongkat sakti sekalian"

sambil tertawa Ui sik kong menggelengkan kepalanya berulang kali, dia berkata :

"Kesembilan orang ini tidak memcunyai nilai strategis setinggi orang-orang yang kau tuntut itu"

"Jadi kau menolak?" bentak Kho Beng gusar. Ui sik kong tertawa seram.

"Mereka bersembilan sesungguhnya telah melanggar peraturan partai kami. Kesatu, mereka berani membangkang perintah dengan melakukan tugas menurut ide sendiri Kedua, partai kami tidak memperkenankan anggotanya melakukan pekerjaan yang gagal, kegagalan mereka berarti kegagalan diri sendiri, karenanya biarpun aku membawa mereka pulang kemarkas, paling banter orang-orang itu hanya akan kuhukum mati saja. Tentu saja aku marasa rugi besar bila dipakai menukar encimu sekalian." "Lantas apa yang kau kehendaki sekarang?" bentak Kho Beng.

Pelan-pelan Ui sik kong maju dua langkah kedepan, bagaikan disekelilingnya tak ada orang lain dia berkata :

"Sekarang aku hendak menghukum kesembilan orang anak buahku lebih dulu menurut partaiku, kemudian kita baru menyelesaikan persoalan yang lain" Begitu selesai berkata, sepasang telapak tangannya segera diayunkan bersama kedepan.
Terima Kasih buat para gan / ganwati yang telah meningglakan opininya di kolom komentar :). Sekarang ada penambahan fitur "Recent comment"yang berada dibawah kolom komentar, singkatnya agan2 dapat melihat komentar terbaru dari pembaca lain dari fitur tersebut. Semoga membantu :).