Kedele Maut Jilid 19

 
Jilid 19

Usia pendeta itu mesti nampaknya telah mencapai lima enam puluh tahunan lebih, ternyata caranya berbicara amat polos dan kekanak-kanakan, melihat itu Chin sian kun jadi kegelian.

“Hwesio bau, kalau ingin makan silahkan makan dulu sampai kenyang dan minum juga sepuasnya, dg begitu andaikata nyawamu sampai melayang meninggalkan raga, kau tak akan mati sebagai setan yg kelaparan lagi.”

Kembali pendeta itu tertawa terbahak-bahak: “Ha…ha…ha…arak memang bisa memabukkan orang, tapi

anehnya justru tak pernah bisa membuat aku si hwesio menjadi mabuk!”

Dg cepat dia menancapkan toyanya keatas tanah, mula-mula diambilnya buli-buli besar itu, lalu setelah dibuka penutupnya, ia teguk isinya sampai beberapa tegukan.

Kemudian ia mengeluarkan sebuah bungkusan kertas, ternyata isinya adalah paha anjing yg telah dikeringkan, digigitnya daging itu segumpil lalu dikunyahnya dg amat nikmat, tak lama kemudian ia menyembur keluar sepotong tulang.

Selama ini Chin sian kun mengawasi terus gerak gerik pendeta tsb, tiba-tiba saja paras mukanya berubah hebat.

Ternyata tulang yg disemburkan si hwesio tadi telah menembusi batang pohon besar yg tumbuh disisi jalan sehingga muncul sebuah lubang yg cukup besar. Demontrasi tenaga dalam yg dilakukan pendeta tsb menunjukkan betapa sempurnanya kemampuan yg dimilikinya, ini seperti ilmu silatnya telah mencapai taraf melukai orang dg memetik daun.

Bagaimanapun juga Chin sian kun membayangkan, ia tak pernah mengira kalau lagak sinting dan kegila-gilaan si hwesio tsb, sebenarnya hanya tuk menggoda serta mempermainkannya.

Kalau ditinjau dari kemampuannya menembusi batang pohon dg semburan tulangnya jangan lagi kemampuannya sekarang belum bisa menandingi, biar mesti berlatih tiga puluh tahun lagi pun belum tentu kemampuannya bisa mencapai taraf yg dimiliki si hwesio sekarang.

Dalam terperanjatnya dia sadar, bila benar-benar sampai berkobar suatu pertarungan, maka orang lain cukup mengandalkan sebuah jari kelingkingnya sudah mampu utk mencabut nyawanya.

Ini berarti jalan terbaik baginya sekarang adalah pulang lebih dulu utk memperingatkan teman-teman lainnya.

Berpikir sampai kesitu tanpa memperdulikan keranjangnya lagi, ia segera membalikkan badan dan kabur menuju kedalam lembah.

Sementara itu terdengar si hwesio yg berada dibelakangnya berteriak keras-keras:

“Hey, jangan kabur dulu! Jangan kabur dulu! Aku si hwesio kan sudah selesai bersantap….”

Chin sian kun benar-benar pecah nyalinya, tentu saja ia tak berani berpaling lagi, sambil mengerahkan segenap tenaga dalam yg dimilikinya ia melarikan diri semakin cepat lagi.

Dalam waktu singkat ia telah balik kembali kemulut lembah, sewaktu berpaling dan tidak melihat bayangan tubuh si hwesio dia baru menghentikan langkahnya sambil terengah-engah.

Hapukim serta Rumang sekalian bertugas menjaga dimulut lembah menjadi tertegun setelah menyaksikan peristiwa ini, mereka tak habis mengerti persoalan apa yg telah terjadi sehingga nona itu kabur terbirit-birit dg napas tersengal.

Hapukim segera bertanya keheranan:

“Nona, mengapa secepat itu kau sudah kembali?”

“Aku telah bertemu musuh tangguh ditengah jalan, kalian harus berjaga-jaga dg lebih berhati-hati lagi!” seru Chin sian kun segera.

Keempat orang itu menjadi terkejut sekali, paras muka mereka sampai berubah. “Nona, berapa banyak musuh yg kau temui?” buru-buru Molim bertanya dg gelisah.

“Hanya seorang!”

“Hanya seorang?” Molim segera tertawa terkekeh-kekeh, “apalah artinya kalau Cuma seorang? Nona, kau tak usah terlalu mengada- ada, yg satu itu serahkan saja kepada kami!”

“Biarpun hanya seorang, siapa tahu dibelakangnya masih ada yg lain, kalian tak boleh bertindak kelewat gegabah” kata Chin sian kun serius.

Belum selesai perkataan itu diutarakan, dari kejauhan sana sudah terdengar suara senandung kecil yg bergema dibawa hembusan angin.

Dg perasaan tercekat, buru-buru Chin sian kun berkata algi:  “Nah itu dia, orangnya sudah datang! Si Hwesio itu berhawa sesat, kalian tak boleh memandang enteng kemampuannya, lebih

baik lagi jika maju bersama-sama, usahakan utk halangi keinginannya memasuki lembah ini, aku akan segera masuk dulu utk memberi tahu Kim bersaudara agar membantu setiap saat!”

Selesai berkata cepat-cepat dia lari masuk kedalam lembah.

Belum lama Chin sian kun berlalu dari situ, bayangan tubuh si hwesio sudah mulai nampak dari kejauhan sana dan berjalan mendekat dg langkah sempoyongan.

Melihat kedatangan si hwesio tsb, Molim segera menjengek sambil tertawa dingin:

“He…he…he…kukira jagoan sehebat apakah yg telah datang mencari gara-gara, tak tahunya Cuma seorang lhama mabuk….!”

Orang asing menyebut hwesio dg lhama, mendengar perkataan itu Rumang berkata pula sambil tertawa tergelak.

“Haaa…..haaa….haaaa….kalau untuk menghadapi seorang lhama mah, biar aku seorang yg menghadapinya, aku lihat orang-orang Tionggoan hanya setali tiga uang, sama-sama tak becus semuanya!”

“Tunggu dulu!” tiba-tiba Mokim berseru dg suara dalam, kemudian kepada Molim katanya lagi:

“Lotoa. Dg munculnya si penyerbu tsb, bukankah sama artinya kesempatan buat kita telah tiba? Sebentar lebih baik kita berpura- pura menghalanginya sebentar, lalu kita biarkan lhama itu menyerbu masuk, begitu keempat telur busuk itu terlibat dalam pertarungan seru melawan si lhama, kita segera menyerbu kedalam ruangan batu dan turun tangan!” Tapi Molim segera menggeleng, katanya:

“Baru tiga hari lewat, aku rasa bocah she Kho itu belum mencapai saat yg kritis dalam latihannya, lebih baik kita bersabar lagi beberapa hari, daripada perbuatan kita menimbulkan rasa curiga dari beberapa orang telur busuk itu, usaha kita dikemudian hari tentu akan banyak mengalami kesulitan…”

Sementara pembicaraan masih berlangsung, si hwesio telah berjalan mendekati mulut lembah sambil mengunyah daging anjingnya.

Hapukim segera menampilkan diri seraya membentak keras: “Hey lhama, ada urusan apa kau datang kemari?”

Hwesio itu benar-benar amat dekil, bau arak amat menusuk hidung, paha anjing yg dikunyahnya kini tinggal sekerat tulang saja.

Ketika ia melihat jalan perginya dihadang oleh Rumang sekalian dg senjata terhunus, pendeta itu kelihatan agak tertegun sebentar, setelah itu katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh:

“Heee…he….he….rupanya ada orang telah tertarik dg tempatku ini, tak heran kalau nona tadi berusaha menghalangi kedatanganku kemari, ha….ha….ha….kalau kuamati dialek kalian berempat, tampaknya kamu semua bukan penduduk daratan Tionggoan, tapi apa sebabnya mendirikan sarang dibukit ini?”

Hapukim tertawa seram:

“Heee….he….he….kami berasal dari wilayah Ceng hay, hey lhama, sudah ada orang yg mendiami lembah ini, karenanya bila kau sudah tak ada urusan lekaslah menggelinding pergi sejauh-jauhnya dari sini, kalau tidak, hmmm! Jangan salahkan bila diujung golokku tak kenal belas kasihan dan kujagal dirimu!”

Hwesio itu segera tertawa terbahak-bahak: “Haaa…heaaa…haaa…badan aku si hwesio kurus dan tak bisa

menghasilkan berapa puluh kati daging, bila ingin membunuhku maka golok tsb bakal melengkung terkena tulang. Cuma saja aku si hwesio pun tidak berniat menjagal kalian sebab berapa kerat tulang kalian tak akan menghasilkan daging seharum daging anjingku  ini… ”

Hapukim menjadi teramat gusar sehabis mendengar perkataan itu, teriaknya keras-keras:

“Pendeta bajingan! Kau berani membandingkan kami seperti anjing? Jangan kabur dulu, kau mesti merasakan dulu sebuah bacokan golokku ini…!” Sambil bergerak kedepan, goloknya diputar kencang menciptakan selapis cahaya golok yg secara langsung menyapu ketubuh hwesio itu.

Ditengah gulungan cahaya tajam yg menyilaukan mata terdengar hwesio itu berteriak keras:

“Aduh mak…rupanya kau benar-benar mau membunuh orang, waaah…tampaknya aku si hwesio terpaksa harus menggunakan tulangmu utk diadu dg tulang anjing ini, coba kita buktikan mana yg lebih keras?”

Dg langkah terhuyung dia menghindarkan diri kesamping dan persis berhasil melepaskan diri dari bacokan golok Hapukim, menyusul kemudian tangan kanannya diayunkan kedepan, tiba-tiba saja tulang anjing itu terlepas dari tangannya dan bagaikan sekilas cahaya putih, langsung menerobos kebalik cahaya golok tsb.

Tiba-tiba saja terdengar Hapukim menjerit kesakitan, golok terjatuh ketanah dan ia melompat mundur sambil memegangi bahu kanannya.

Sepasang matanya kelihatan merah membara, mukanya pucat pias seperti mayat, tampaknya tulang anjing yg disambit kedepan persis menghajar diatas tulang badannya dan tidak terlalu parah namun ternyata persis melepaskan tulang sambungan bahunya.

Sementara itu si hwesio telah memejamkan matanya kembali, setelah memindahkan toyanya ketangan kanan, ia berseru:

“Hey, kenapa kau? Aku toh baru bersiap siap akan berkelahi, kenapa kau malah membuang senjata dan tidak jadi bertarung?”

Dalam pada itu, Mokim, Molim serta Rumang yg telah melihat Hapukim telah menderita luka sebelum goloknya sempat menyentuh tubuh hwesio itu, menjadi terkejut sekali.

Dg suara keras Rumang berteriak:

“Wah lhama ini pandai ilmu sihir!”

“Ha…ha…ha…betul, aku memang pandai ilmu sihir” seru si hwesio sambil tertawa bergelak, “bukan Cuma ilmu sihir, ilmu buddha pun kukuasai secara baik, aku bisa membuat orang berubah menjadi setan! Nah, apakah kalian bertiga ingin mencoba bagaimana rasanya kalau manusia dirubah menjadi setan?”

Sementara itu satu ingatan telah melintas dalam benak Molim, tiba-tiba dia menyingkir kesamping sambil katanya”

“Kami tak mampu mengungguli dirimu, nah lhama, bila ingin masuk kedalam, silahkan saja masuk!” Oleh karena kenyataan membuktikan bahwa apa yg diucapkan Chin sian kun tadi memang benar, hwesio itu kelewat lihay sehingga mereka tdk mampu lagi menandinginya, timbullah niat jahat didalam benaknya, ia berharap bisa meminjam kemampuan hwesio tsb utk merobohkan Kim kong sam pian, siapa tahu dg munculnya kesempatan baik ini maka mereka bisa menyerbu secara langsung kedalam ruangan utk merebut kitab pusaka Thian goan bu boh!

Begitu melihat saudaranya memberi jalan, Mokim segera memahami apa yg menjadi tujuan kakaknya, cepat dia menyingkir kesamping jalan sambil diam-diam tertawa dingin.

Hwesio itu kelihatan agak tertegun setelah menyaksikan apa yg terjadi, gumamnya:

“Kalau sikapnya tadi begitu bengis, buas dan menyeramkan, mengapa sikapnya sekarang malah begini sungkan?

Hmmm…kelihatannya dlm lembah tsb benar-benar terdapat sesuatu yg luar biasa….

Sembari bergumam, dia segera meneruskan perjalanannya memasuki lembah itu dg sempoyongan.

Baru memasuki kemulut lembah, tampak Kim kong sam pian dg ruyung terhunus telah berdiri berjajar menghalangi jalan perginya, sementara Chin sian kun dg pedang melintang didepan dada berdiri disampingnya.

Melihat hwesio itu munculkan diri, si nona segera menegur dg suara dalam:

“Hey hwesio, rupanya kau memang sengaja kemari utk menyelidiki jejak kami?”

Hwesio itu kembali tertawa terkekeh-kekeh:

“Aneh benar perkataanmu itu, aku toh bukan merampok uang atau membegal barang orang lain, akupun bukan penjahat cabul yg suka menghisap madu perempuan, buat apa mesti kuselidiki jejak kalian?”

“Lantas ada urusan apa kau si hwesio datang kemari?” sambung Kim losam dg suara dalam.

Hwesio itu tertawa tergelak:

“Haaaa…haaaa…haaa…kalian boleh kemari, mengapa aku si hwesio tak boleh kemari? Lagi pula lembah hati buddha ini merupoakan tempat tinggal aku si hwesio, kalian bukan saja telah menduduki tempat tinggalku, sekarang malah bermaksud mengusir diriku dari sini, coba bayangkan sendiri, adilkah kejadian macam ini?”

Kim kong sam pian menjadi termangu sesudah mendengar perkataan tsb, berapa saat kemudian Kim lotoa dg wajah agak berubah , tanyanya agak gelisah:

“Taysu, kau mengatakan gua ini adalah tempat pertapaanmu?” “Benar, aku baru pulang dari mengembara selama beberapa

tahun, benar-benar tak kusangka kalau rumah kediamanku telah berganti pemilik!”

Tiba-tiba saja sikap Kim lotoa berubah menjadi menghormat sekali, kembali tanyanya:

“Boleh aku tahu nama besar taysu…?” “Haa…haaa.haaaa….sejak kecil aku si hwesio sudah hidup

sebatang kara, aku tak pernah punya nama, apalagi sesudah menjadi pendeta, aku lebih-lebih tak butuh nama lagi, tapi karena kegemaranku yg utama adalah daging anjing, maka orang lain memanggilku sebagai si hwesio daging anjing…”

Kim lotoa amat terperanjat, baru tiga hari berselang Bu wi lojin mengajarkan banyak tingkah laku dan logat bicara dari tokoh-tokoh sakti dunia persilatan, diantaranya terdapat pula nama hwesio daging anjing yg akhirnya berhasil memukul mundur komandan Sin anak buah dewi In nu.

Sungguh tak di sangka orang yg dihadapinya sekarang ternyata adalah pendeta sakti yg termasyur dalam dunia persilatan tapi jarang ditemui orang itu.

Buru-buru dia menarik kembali ruyungnya dan berseru sambil memberi hormat:

“Rupanya pendeta agung dari dunia persilatan yg telah datang, Tiga ruyung dari telaga Tong ting, Kim Lotoa menjumpai taysu..”

Kemudian kepada Kim loji dan losam , bentaknya pula: “Saudara-saudaraku, kenapa kalian tdk segera menjumpai

pendeta agung………”

Cepat-cepat Kim loji dan losam menyimpan kembali ruyungnya dan memberi hormat.

Demikian pula dg Chin sian kun, sambil memberi hormat katanya: “Ditengah jalan tadi aku tak tahu kalau pendeta suci yg datang,

apabila dlm perkataan maupun tingkah laku telah menunjukkan sikap kurang sopan, harap taysu sudi memaafkan!”

Hwesio daging anjing mengernyitkan alis matanya, lalu berseru: “Kalian jangan bersikap begitu sungkan dulu kepada aku si hwesio, heee…heee…coba terangkan dulu, apa yg sedang kalian perbuat didalam gua tempat kediamanku itu?”

Buru-buru Chin sian kun menjelaskan,

“Taysu, terus terang saja didalam gua ada orang sedang mengatur napas utk mengobati luka yg dideritanya, sedangkan boanpwee Chin sian kun bersama Kim bersaudara dan keempat orang diluar lembah itu mendapat tugas utk melindungi keselamatannya.”

“Ooooh…siapa yg sedang bersemedi utk mengobati lukanya?” “Dia adalah Bu wi locianpwee!” sahut Kim lotoa cepat.

“Bu wi lojin yg mana yg kau maksudkan?” seru si hwesio daging anjing agak tertegun.

Tapi sebentar kemudian ia sudah tertawa tergelak kembali, katanya lebih jauh:

“Haaaa….haaaa….haaaa…bagus sekali, rupanya si barang antik itu. Tapi…bukankah kudengar ia telah mengundurkan diri dari keramaian dunia persilatan? Bagaimana ceritanya sehingga ia dapat dilukai orang?”

Kim lotoa segera menghela napas panjang: “Aaaai…persoalan ini panjang sekali utk diceritakan, silahkan

taysu masuk dulu kedalam gua, bonpwee tentu akan memberi keterangan sejelas-jelasnya.”

Ketika melihat Molim sekalian sedang celingukan dari luar lembah, buru-buru sserunya pula:

“Silahkan saudara berempat masuk pula kedalam utk menjumpai taysu….

Molim agak tertegun setelah mendengar perkataan itu, sebenarnya mereka berempat bermaksud akan menyelundup masuk kedalam begitu si hwesio telah terlibat dalam pertarungan melawan Kim bersaudara, siapa tahu hwesio itu ternyata adalah sahabat karib Bu wi lojin.

Karena sudah ditegur terpaksa mereka bersama Hapukim berdua harus munculkan diri dan memberi hormat kepada hwesio daging anjing.

“Tak usah banyak adat” seru hwesio itu cepat, “betul-betul air bah menggenangi kuil raja naga, anggap aku si hwesio yg salah, hey saudara tua bagaimana dg luka dibahumu? Bagaimana kalau kusambungkan kembali tulangmu yg terlepas?” “Luka yg diderita saudara Hapukim telah kusambung kembali, tak usah merepotkan toa lhama!” tampik Molim ketus.

Hwesio daging anjing kembali tertawa,

“Baik…baik..biar selewat beberapa hari aku si hwesio akan memberi ganti kerugian kepada loheng ini.”

Lalu sambil berpaling kembali kearah Chin sian kun, katanya lebih jauh:

“Hey nona cilik, untung kau lebih cepat tahu gelagat, he…he….he…kalau tidak kau sendiripun akan merasakan sedikit pelajaran dariku!”

“Biarpun aku digebuk oleh taysu juga tak jadi masalah, siapa tahu gara-gara bencana boanpwee akan mendapat rejeki?”

Hwesio daging anjing tertawa bergelak. “Haaaah…..haaaah…haaaah…tak kunyata kunyana selembar

mulutmu yg mungil begitu pandai berbicara, baik..baiklah, berapa hari lagi kalian akan menjaga disini?”

“Masih memerlukan waktu selama dua belas hari lagi sebelum semedi itu diselesaikan!” sahut Kim lotoa segera.

“Bagus sekali, asal disediakan arak dan daging, aku si hwesio akan mengendon pula disini, kujamin tak ada yg berani mengusik!”

“Hmmm…aku rasa belum tentu demikian” tiba-tiba terdengar seseorang menjengek dari luar lembah sambil tertawa dingin.

Dg perasaan terkejut ketujuh orang yg berada dalam lembah berpaling, tampaklah dimulut lembah telah muncul tiga sosok bayangan manusia.

Dari ketiga orang itu dua diantaranya adalah kakek berusia lima puluhan yg semuanya memakai jubah panjang berwarna ungu, sepasang alis matanya tebal lagi hitam, matanya tajam bagaikan kilat, senjata yg dibawa berbeda sekali dg senjata pada umumnya.

Bentuk senjata mereka seperti dua batang tongkat besi biasa tapi diujungnya masing-masing terdapat sebuah kupu-kupu besi yg sedang mementangkan sayapnya, bentuk ukiran itu sangat indah sehingga mirip sekali dg kupu-kupu sungguhan.

Orang ketiga adalah seorang perempuan cantik jelita yg berusia tiga puluhan, ia memakai baju berwarna putih dan kelihatan genit sekali.

Orang yg berbicara barusan tak lain adalah perempuan berbaju putih itu. Ketika selesai berbicara, perempuan itu segera mengulapkan tangannya kebelakang, dari luar lembah pun segera muncul kembali delapan orang jago pedang yg semuanya memakai pakaian ringkas bewarna kuning, orang-orang itu kelihatan amat keren, garang dan penuh napsu membunuh.

Berubah paras muka Kim kong sam pian melihat kehadiran musuh-musuhnya, mereka segera berpikir dg rasa kaget:

“Orang-orang ini asing sekali wajahnya, entah mereka berasal dari aliran mana?”

Dalam pada itu si hwesio daging anjing telah berkata sambil tertawa terbahak-bahak.

“Haaaah…haaaah….haaaah…ternyata lagi-lagi kalian yg datang mengacau, aku lihat kalian seperti belum puas juga dan mendatangkan bala bantuan, apakah hendak mencari aku si hwesio utk menuntut balas?”

Chin sian kun yg melihat hal ini, segera bertanya dg wajah keheranan:

“Apakah cianpwee kenal dg mereka?” Hwesio daging anjing tertawa:

“Sewaktu masih berada dibawah bukit tadi, sobat-sobat yg memakai baju kuning itu bersama lima enam perempuan mengamati terus aku si hwesio secara membingungkan, tapi akhirnya ada dua orang yg kucopot tulangnya sebelum mereka bubaran…eeeei…tak tahunya mereka datang lagi utk mencari gara-gara.”

Perempuan berbaju putih itu segera tertawa dingin, katanya: “Kesalah pahaman bisa sering terjadi didalam dunia persilatan,

krn itu kedatangan kami kemari bukanlah utk mencari gara-gara dg kau hwesio, asal kau si hwesio bersedia utk berpeluk tangan belaka, aku pun berjanji tak akan memusuhi dirimu!”

Hwesio daging anjing nampak agak tertegun, lalu setelah memutar biji matanya dan tertawa terkekeh-kekeh, katanya:

“Haaah…haaah….haaaah…mengerti sekarang aku si hwesio, rupanya kalian hendak mencari gara-gara dg si tua Bu wi..?”

Kembali perempuan berbaju putih itu mendengus:

“Hmmm, hwesio bau! Kau tak usah berlagak sok edan atau tak waras otaknya, tiga hari berselang kau sudah bersatu dg si tua bangka celaka itu, buat apa kau masih berlagak pilon sekarang?”

“Biar aku si hwesio pikun, rasanya kepikunanku belum sampai mencapai taraf sepenuh itu” kata hwesio daging anjing sambil memutar biji matanya, “tiga hari berselang, aku masih berada ratusan li jauhnya dari sini, bagaimana mungkin aku telah berada bersama si tua Bu wi?”

Kim lotoa yg ikut mendengarkan pembicaraan tsb dg cepat mengerti, yg dimaksud kejadian pada tiga hari berselang tak lain adalah hasil perbuatannya yg menggunakan orang-orangan dari rumput utk memukul mundur komandan Sin beserta pasukannya.

Maka sambil tertawa segera selanya:

“Rupanya kalian adalah anak buah dari dewi In nu?” “Betul!” jawab perempuan berbaju putih itu, “Nah katakan

sekarang, dimanakah Bu wi lojin serta bocah keparat she Kho itu?” “Maaf kalau aku tak bisa memberi jawaban!” ucap Kim lotoa dg

suara dalam.

Kembali perempuan berbaju putih itu mendengus: “Hmmmm…padahal tidak susah utk memaksamu berbicara…”

Kepada kedua orang kakek berbaju ungu itu katanya tiba-tiba seraya menjura:

“Tolong merepotkan huhoat berdua agar membekuk dulu orang she Kim tsb!”

Kedua orang kakek berbaju ungu itu manggut tanpa menjawab, serentak mereka maju mendekati Kim lotoa.

Tapi si hwesio daging anjing segera menghalangi jalan perginya dg melintangkan tangannya ditengah jalan, katanya sambil tertawa terkekeh,

“eeei…jangan terburu nafsu, jangan terburu nafsu, sesudah setengah harian lamanya kita berbicara tapi aku si hwesio belum tahu asal usul kalian, apakah kalian bersedia memberi penjelasan dulu sebelum pertarungan dilakukan?”

Kakek berbaju ungu yg perawakan agak kurus segera berkata dg suara dingin.

“Aku adalah salah satu diantara dua belasan pasukan pelindung hukum dibawah pimpinan Siancu yg bernama Tang Bok kong, sedang dia adalah adik angkatku Tang Soat Leng cu, sudah lama aku mendengar akan nama besar hwesio daging anjing!”

Paras muka si hwesio daging anjing kelihatan agak berubah, tidak banyak manusia dalam dunia dewasa ini yg bisa duduk sebanding dengannya, semakin sedikit orang yg tak berubah wajahnya setelah mendengar nama Hwesio daging anjing. Tapi kedua orang kakek berbaju ungu yg belum diketahui asal usulnya ini ternyata tdk menunjukkan perubahan sikap setelah bertemu dgnya, kenyataan tsb betul-betul membingungkannya.

Sambil memutar biji matanya, si hwesio daging anjing mengawasi ketiga orang lawannya berapa saat lalu kembali ujarnya sambil tertawa terkekeh.

“Kalau toh kalian sudah lama mendengar namaku, biar tidak sudi memberi muka utk sang pendeta, toh paling tidak memandang diwajah sang buddha sudilah kalian menyudahi ulah kamu semua!”

Tang Bok kong segera menarik wajahnya, lalu setelah mendengus dingin, jengeknya:

“Kenapa? Rupanya kau ingin berkelahi lebih dulu dg aku?” “Haaah….haaah….haah…” hwesio daging anjing tertawa tergelak,

tiba-tiba ia menggapai kearah Hapukim sambil serunya: “Coba kemarilah!”

Dg wajah termangu Hapukim maju beberapa langkah kedepan, lalu tanyanya:

“Toa lhama, ada urusan apa kau memanggilku?”

“Coba kau maju dan berkelahilah lebih dulu dg tua bangka itu, coba lihat sampai dimana kemampuan yg dimilikinya.”

Berubah paras muka Hapukim, teriaknya tertahan.

“Hey toa lhama, apakah kau berniat menyuruh aku mengantar kematian? Tulang bahuku yg terlepas pun belum sembuh betul….”

Tapi belum selesai ia berkata, hwesio daging anjing telah menyela sambil tertawa:

“Bukan masalah, maju saja kedepan, asal mau menuruti perkataanku, asal kau terluka seujung rambut saja, aku si hwesio akan menggantimu dg selembar nyawa.”

Habis berkata dia segera menekan bahu kanan Hapukim dua kali.

Dalam waktu singkat Hapukim merasakan bahunya panas tapi terasa nyaman sekali, suatu perasaan ingin tahu pun segera menyelimuti pikirannya tanpa banyak berbicara lagi dia mempersiapkan goloknya lalu berjalan menghampiri lawannya.

Tang Bok kong segera menjengek sambil tertawa dingin, “Hmmm…tak berani maju sendiri tapi suruh orang lain yg pergi

mengantar kematian, inikah alasannya kenapa kau si hwesio menjadi termashur dlm dunia persilatan?”

Hwesio daging anjing sama sekali tidak menjadi gusar, malah katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh. “Umpatan yg bagus, tapi asal kau mampu mengusik seujung rambutnya saja, aku si hwesio tak perlu turun tangan melawanmu lagi, batok kepalaku akan kutebas dan kupersembahkan kepadamu. Cuma sebelum itu, aku si hwesio perlu bertanya dulu, kalian ingin bertarung satu lawan satu ataukah ingin main keroyokan?”

Dg kening berkerut Tan Bok kong berkata:

“Walaupun aku sangat jarang melakukan perjalanan dalam dunia persilatan, namun paling memandang rendah mereka yg suka main keroyok, asal kau si hwesio tdk bakal mengingkari janji, biar kusuruh dia merasakan kelihaian ilmu panji kupu-kupu ku lebih dulu sebelum menebas kutung batok kepalamu!”

Tiba-tiba saja paras muka hwesio daging anjing berubah hebat, tapi segera sahutnya,

“Baiklah, nah kalian boleh segera turun tangan!”

Begitu mendengar perkataan tsb, Hapukim segera berkata kepada Tang Bok kong,

“Hey monyet tua, rasakan dulu sebuah bacokanku ini!”

Goloknya segera diputar langsung dibacokkan kebawah, cahaya kilat berkelebat lewat seperti sambaran petir.

Sekulum senyuman menghina segera menghiasi bibir Tang Bok kong setelah melihat gerak serangan dari Hapukim tsb, meski cepat dan ganas namun gerakannya begitu sederhana.

Dg cekatan dia menghindar kesamping, sementara senjata panji kupu-kupunya langsung disodorkan kedada Hapukim.

Senjata tsb memang aneh sekali bentuknya, begitu diputar maka sepasang sayap kupu-kupu tsb ikut bergetar hingga mengeluarkan suara yg keras, bentuknya sangat hidup tak ubahnya seperti kupu- kupu sungguhan.

Terutama sekali misai sepanjang beberapa depa yg terbuat dari baja tsb, getarannya yg kacau membuat orang susah utk menduga, arah sasaran manakah yg sedang dituju.

Tampak bacokan golok Hapukim mengenai sasaran yg kosong, tapi begitu jurus serangannya belum habis digunakan, lagi-lagi ia membentak keras:

“Lihat serangan!”

Goloknya diputar sambil menyapu kemuka, jangan dilihat gerak serangannya sangat sederhana namun kecepatannya merubah jurus tak terlukiskan dg kata-kata. Tampaknya Tang Bok kong tdk menyangka kalau permainan golok dari Hapukim begitu cepat dan luar biasa, sepintas lalu kelihatannya amat sederhana namun kehebatan dan kelihaiannya justru diluar dugaan.

Tanpa terasa lagi dia berseru tertahan, senjata panji kupu-kupu yg digunakan utk melancarkan serangan pun cepat ditarik kembali utk membendung datangnya serangan golok tsb.

“Criiinggggg….”

Ditengah suara bentrokan yg nyaring, Tang Bok kong tergetar mundur sejauh satu langkah sebaliknya Hapukim terhuyung sejauh tiga langkah lebih.

Jelas sudah dalam soal tenaga dalam, kemampuan Tang Bok kong masih satu tingkat lebih unggul.

Setelah dua kali menderita kerugian, sifat buas Hapukim segera berkobar, sambil membentak keras sekali, ia menubruk kedepan sambil mengayunkan goloknya, pertarungan sengitpun seera berkobar.

Sementara itu, si hwesio daging anjing mengawasi jalannya pertarungan tanpa berkedip, sementara sinar tajam yg sangat aneh memancar keluar tiada hentinya.

Tapi tak berapa lama kemudian, Hapukim sudah kelihatan mulai terdesak dan menderita kekalahan, serangan panji kupu-kupu dari Tang Bok kong yg memutar kekanan menyapu ke kiri membuat tubuh Hapukim terbungkus dibalik cahaya tajam.

Bukan Cuma begitu, suara dengungan keras dari senjata musuh menggetarkan perasaan Hapukim, membuat hatinya berdebar, ditambah lagi serangan-serangan goloknya mengenai sasaran yg kosong, membuat pertahanan maupun posisinya bertambah kalut.

Ketika situasi kritis dan jiwanya terancam bahaya maut, si Hwesio daging anjing berteriak keras:

“Suatu ilmu golok yg sangat bagus, ayoh serbu lagi dg gerakan yg sama bacok saja langsung kebawah!”

Waktu itu cungkilan golok dari Hapukim sedang mengenai sasaran yg kosong, sementara itu panji kupu-kupu dari Tan Bok kong sudah menempel diatas pusarnya, kelihatan jelas sudah tiada kesempatan lagi baginya utk menghindarkan diri.

Mengira jiwanya bakal melayang, sifat buas Hapukim makin membara, begitu mendengar teriakan tsb dan ia menganggap anjuran itu benar, ia menjadi nekad dan siap sedia melakukan serangan adu jiwa.

Tubuhnya miring kesamping sambil melangkah maju kedepan, pergelangan tangannya diputar sambil menekan kebawah membawa goloknya yg meleset dari sasaran itu miring kesamping, kemudian dari situ dia ancam bahu kiri Tang Bok kong serta membacoknya keras-keras.

Ditengah berkelebatnya cahaya tajam, tiba-tiba terdengar Tang Bok kong menjerit kaget, tubuhnya mundur kebelakang secepat kilat.

Sewaktu semua orang mengamati keadaannya dg lebih seksama, maka tampaklah dibawah jubah ungunya telah muncul bekas robekan sepanjang satu depa lebih.

Keadaan tsb bukan saja membuat Hapukim sendiri menjadi termangu, sekalipun kedua belah pihak yg menonton jalannya pertarungan itupun turut dibikin tertegun dan tak habis mengerti.

Padahal sudah jelas Hapukim bakal tewas diujung senjata lawan, mengapa hanya sepatah kata dari si hwesio daging anjing bisa membuatnya nyaris melukai Tang Bok kong.

Padahal Cuma Tang Bok kong yg mengalami sendiri peristiwa tsb yg menyadari keadaan sebenarnya, ketika misai baja dari senjata panji kupu-kupunya hampir menempel diujung baju Hapukim, dimana asal maju setengah inci saja niscaya selembar jiwa lawan akan melayang, tak disangka secara tiba-tiba Hapukim telah merubah jurus serangannya begitu selesai mendengar perkataan tadi.

Golok yg secara tiba-tiba diputar sambil mencungkil keatas tsb bukan saja langsung mengancam dada sendiri, lagipula persis mengancam pergelangan tangannya.

Ini berarti apabila senjata panji kupu-kupu dilanjutkan gerakannya kedepan sekalipun selembar nyawa orang tsb akan melayang, akan tetapi ia sendiripun akan menderita cacat berat atau bahkan luka yg sangat parah.

Tentu saja ia tak ingin mengorbankan jiwanya dg percuma, oleh sebab itulah terpaksa ia harus menarik diri secepatnya dan dari posisi menang pun dia jadi kalah.

Bisa dibayangkan betapa gusarnya Tang Bok kong menghadapi keadaan seperti ini, saking mendongkolnya hampir saja ia jatuh semaput. Terdengar si Hwesio daging anjing berseru sambil tertawa terbahak-bahak:

“Haaah…haaah…haaah…saudara Hapukim, mengapa kau hanya berdiri melulu?”

Setelah ditegur, Hapukim baru sadar kembali dari lamunannya, saat ini dia telah menganggap hwesio daging anjing melebihi buddha hidup, buru-buru dia lari kedepan hwesio itu sambil berlutut dan berseru:

“Lhama adalah pousat hidup, tecu mohon perlindungan darimu!”

Buru-buru si hwesio daging anjing membangunkannya dari atas tanah, ujarnya sambil tertawa.

“Semua pousat sudah mampus, mana mungkin bisa melindungi orang? Lain waktu kau mesti mengandalkan kemampuanmu sendiri, seperti jurus “Menggaris tanah memisah dunia” yg kau gunakan tadi, sebenranya jurus itu memiliki perubahan ganda, masih ingat dg kedua perubahan tsb?”

Buru-buru Hapukim mengangguk.

Si hwesio daging anjing segera berkata lebih jauh. “Sebenarnya ilmu sip ci to hoat dari perguruan Siang bun

diwilayah Ceng hay merupakan ilmu golok paling lurus dikolong langit, biarpun lima jurus pemula dan lima jurus paling akhir merupakan jurus-jurus serangan yg sederhana, langsung dan terbuka, namun bila kau memiliki reaksi yg cekatan dan variasi perubahan yg kaya maka jurus-jurus tsb bisa dipergunakan dg dua perubahan yg berbeda. Dg bekal kemampuan tsb, biar bertemu dg jago tangguh kelas satu pun, dalam ratusan gebrakan belum tentu bisa membuatmu kalah. Aku harap kau bisa mendalami lagi ilmumu itu dikemudian hari sedang petunjuk yg kuberikan sekarang hanya merupakan ganti rugi atas luka yg timbul akibat perbuatanku tadi…”

Walaupun Hapukim belum bisa memahami secara keseluruhan, tapi bagian yg penting telah dipahami olehnya, tentu saja ia kegirangan setengah mati sehingga berulangkali mengucapkan terima kasih, buru-buru ia menyingkir kesamping.

Agaknya dua bersaudara Molim serta Rumang ikut memperhatikan petunjuk tsb, wajah mereka nampak berubah beberapa kali begitu merasakan manfaat yg diperoleh, kagum dan hormat pun segera memancar diwajah masing-masing. Ketika si hwesio daging anjing baru menyelesaikan kata-katanya dg penuh kegusaran Tang Bok kong telah berkata sambil tertawa dingin:

“Mencoba kemampuan orang dg akal licik, memberi petunjuk dari samping arena, terhitung kemampuan macam apa yg kau miliki?”

Si hwesio daging anjing tertawa terbahak-bahak: “Haaaah…haaaah…haaaaah…keliru besar kau beranggapan

demikian, kalau sepatah kata saja dari aku si hwesio bisa membuat kau dari menang jadi kalah, bila benar-benar bertarung, memangnya kau masih punya nyawa?”

Liok ci ang yg berada disisi arena segera membentak dg suara dingin:

“Bajingan gundul! Kau jangan bicara tekabur, akan kucoba dulu sampai dimanakah kemampuanmu!”

Sambil memutar senjata kupu-kupunya, ia berdiri ditengah arena siap melepaskan serangan.

Tiba-tiba hwesio daging anjing menarik kembali sikap cengar cengirnya, sambil menarik muka katanya serius.

“Pada mulanya aku masih belum dpt menebak asal usul kalian, tapi sekarang baru kuketahui bahwa kalian adalah ahli waris dari partai kupu-kupu. Seratus tahun berselang, Hu tiap siang hui (kupu- kupu terbang berpasangan) telah melakukan pembantaian berdarah dilembah duka, sejak peristiwa itu partai anda tidak pernah muncul kembali dari tempat persembunyian, sesungguhnya perbuatan tsb merupakan tindakan yg cerdik, tak disangka seratus tahun kemudian lagi-lagi aku si hwesio menyaksikan kembali jurus-jurus tangguh dari Kang siu pat si (delapan partai kupu-kupu) kalian, apakah kamu berdua sudah lupa dg tragedi lama sehingga berani terjun kembali kedalam dunia persilatan?”

Dg wajah berubah Liok Ci ang berseru:

“Hey hwesio bau, tak kusangka mata anjingmu betul-betul sangat tajam, sehingga asal usulku pun dapat kau tebak secara jelas.”

Dg wajah serius hwesio daging anjing berkata:

“Mata buddha bisa menembusi langit, sekalipun aku si hwesio belum bisa dibilang mengetahui setiap urusan didunia ini, namun paling tidak masih mengetahui sedikit banyak masalah besar dlm dunia persilatan serta asal usul ilmu silat pelbagai perguruan besar dalam dunia kangouw seratus tahun belakangan ini. Apalagi semasa masih muda dulu, aku si hwesio pernah punya hubungan dg partai kalian. Kuharap kalian tak usah mengumbar nafsu lagi dan segera balik kerumah, apa gunanya mesti mencari penyakit seperti apa yg dialami seratus tahun berselang?”

Liok Ci ang lalu tertawa keras.

“Haaah…haaaah…haaah…kau anggap kami akan segera akan angkat kaki hanya berdasarkan kata-katamu itu? Hmmm, kau benar- benar memandang rendah kemampuan partai kupu-kupu kami!”

“Jadi kalian baru mau pergi setelah melangsungkan pertarungan?” dengus hwesio daging anjing.

“Soal bertarung atau tidak masih menjadi masalah nomor dua, mengapa kau tidak menanyakan dulu siapa yg benar dan siapa yg salah?”

Hwesio daging anjing menjadi tertegun, tapi segera ujarnya sambil tertawa:

“Yaa, soal ini memang merupakan kelalaianku, tapi aku cukup mengetahui watak dari Bu wi lojin, aku yakin dia tak akan melakukan suatu perbuatan yg melanggar hukum!”

Tiba-tiba Tang soat Lengcu menyela sambil tertawa dingin: “Sebelum mengetahui duduk persoalan yg sebenarnya, ia sudah

mempunyai pandangan yg berat sebelah, Liok Ci ang lebih baik turun tangan secara langsung, apa artinya banyak bicara?”

“Baik, baiklah anggap saja aku sio hwesio yg tak tahu aturan” sela hwesio daging najing sambil tertawa, “nah Liok loji, sebenarnya perselisihan apakah yg telah terjalin antara kalian dg situa Bu wi?”

“Bukankah kau mengetahui jelas musibah pernah yg menimpa partai kupu-kupu pada seratus tahun yg lalu? Coba terangkan apa sebabnya peristiwa itu sampai terjadi?”

“Aku dengar gara-gara sejilid kitab pusaka Thian goan bu boh…” kata sang pendeta sambil tertawa.

“Kalau begitu dapat kukatakan bahwa kedatangan kami kali ini adalah gara-gara kitab pusaka Thian goan bu boh!”

Berubah paras muka si hwesio daging anjing, serunya tertahan.. “Jadi kitab pusaka Thian goan bu boh berada ditangan kakek Bu

wi….?”

“Benar” Chin sian kun menjawab dg cepat, “pada dua puluh tahun berselang Bu wi cianpwee mendapat titipan dari Hui im cengcu, siapa tahu kitab tsb dicuri dewi In nu dg mencatut namanya Kho sauhiap yg mendapat pesan dari ayahmya almarhum untuk mendapatkan kitab tsb, inilah yg membuat Bu wi locianpwee harus terjun kembali kedalam dunia persilatan utk menyelidiki jejak kitab itu, baru kemarin dulu sebagian kitab tsb dapat direbut kembali, sayang ia menderita luka dalam hingga akhirnya bersama Kho sauhiap beliau datang kemari utk mengobati lukanya. Nah coba bayangkan sendiri, darimana munculnya hubungan antara peristiwa ini dg pihak partai kupu-kupu?”

Si hwesio daging anjing menggelengkan kepala berulang kali, keluhnya kemudian,

“Kenapa sih persoalannya begitu rumit dan berbelit-belit? Siapa yg disebut dewi In nu itu? Kenapa aku si hwesio belum pernah mendengar kalau didalam dunia persilatan terdapat seseorang yg bernama begitu?”

Dg suara dingin Tang soat Lengcu menjawab:

“Siancu kami adalah orang yg terhormat, bukan sembarangan orang dapat menjumpainya dg begitu saja!”

Hwesio daging anjing segera tertawa terkekeh-kekeh, “Heee…he…heee…setelah mendengar perkataanmu itu, aku si

hwesio jadi kepingin melihat sampai dimanakah kehebatan dari dewi mu itu, tak usah banyak bicara lagi, hey si tua Tang, si tua Liok, aku harap kalian bersedia utk menunggu selama setengah bulan, setengah bulan kemudian aku si hwesio bersedia memikul tanggung jawab tentang kitab pusaka Thian goan bu boh itu utk membuat penyelesaian dg kalian berdua….”

“Hmmmm, sayang sekali aku tak punya waktu untuk menunggu!” jengek Liok Ci ang sambil tertawa dingin.

Hwesio daging anjing segera tertawa seram” “Heeee…heeeeh..heeeh…kesabaran aku si hwesio Cuma sampai

disini saja, bila kalian benar-benar tak mau percaya, lebih baik kita selesaikan saja persoalan ini lewat pertarungan!”

Sekilas senyuman licik yg mengerikan sempat berkelebat menghiasi wajah Liok Ci ang, katanya cepat:

“Hwesio, beranikah kau bertarung seorang melawan seorang denganku….?”

Hwesio daging anjing tertawa bergelak:

“Sudah tiga puluh tahunan lamanya tak pernah bertarung melawan orang, sungguh tak dinyana hari ini aku bisa menikmatinya kembali, tapi sebelum bertarung harus ada syaratnya dulu!”

“Apa syaratnya?” “Bila kau yg unggul, tentu saja aku si hwesio tak bisa banyak bicara dan segera angkat kaki dari sini, mulai detik ini juga tak akan mencampuri urusan kalian lagi, tapi bnila kau manusia she Liok yg kalah, harap segera kau pimpin orang-orangmu utk mengundurkan diri dari lembah ini, setengah bulan kemudian, aku pasti akan memberi penyelesaian tentang persoalan ini dihadapan si tua Bu wi, tapi jangan mencoba main sergap disaat orang lagi tak siap!”

Tanpa terasa Liok Ci ang memandang sekejap kearah Tang soat Lengcu, lalu katanya agak tergagap:

“Tentang soal ini….”

Mendadak terdengar Tang soat Lengcu berseru sambil tertawa terkekeh-kekeh:

“Liok ang, apakah kau mempunyai keyakinan utk menang?” “Sekalipun aku tak bisa menjamin pasti menang, tapi aku percaya

tak baka sampai menderita kalah!”  Tang soat Lengcu segera tersenyum:

“Aku lihat, hari ini kita tak usah bertarung lagi!”

Tang Bok kong maupun Liok Ci ang menjadi tertegun sesudah mendengar perkataan itu.

Dg perasaan tercengang Tang Bok kong berseru: “Lengcu, apa maksudmu?”

Tang soat Lengcu menggoyangkan tangannya berulang kali, tampaknya dia sudah mempunyai perhitungan yg matang, kepada si hwesio daging anjing katanya kemudian:

“Hey hwesio, biarlah kuberi muka untuk mu pada hari ini, kuharap sampai waktunya kau tidak melanggar janji!”

Begitu mengetahui bahwa Tang soat Lengcu telah berubah pikiran bahkan bersedia angkat kaki dg begitu saja, si hwesio daging anjing turut dibuat tertegun, tapi hanya sebentar saja, kemudian sambil tertawa nyengar-nyengir katanya:

“Sekali telah berbicara, ibarat kuda pacu yg berlari kencang dan tak mungkin bisa ditarik kembali, sampai waktunya aku si hwesio pasti akan menantikan kedatangan kalian!”

Tang soat Lengcu tersenyum dan manggut-manggut, kepada Tang Bok kong serta Liok Ci ang ia mengulapkan tangannya, kemudian dg memimpin delapan orang jago pedang berbaju kuning, segera ia membalikkan badan dan keluar dari lembah.

Dalam waktu singkat, bayangan tubuh mereka sudah lenyap dari pandangan mata. Hwesio daging anjing mengawasi terus bayangan tubuh musuh- musuhnya hingga lenyap diluar lembah sana, kemudian paras mukanya berubah secara tiba-tiba menjadi berat dan serius sekali.

Pada saat itulah Chin sian kun berkata:

“Taysu, aku lihat tindakan mengundurkan diri yg mereka lakukan mengandung maksud tertentu, bahkan bisa jadi merupakan sebuah tipu muslihat yg licik?”

Hwesio daging anjing menggelengkan kepalanya berulang kali. “Bukannya aku tak tahu tentang soal tsb, namun itu bukan

masalah penting, biarpun dia berakal licik dan jahat, jangan harap ia mampu bermain gila dihadapanku!”

“Kulihat paras muka taysu menunjukkan sikap yg amat berat dan serius, sebenarnya persoalan apakah yg membuatmu risau dan kuatir?”

Hwesio daging anjing menghela napas panjang… “Aaai….partai kupu-kupu telah muncul kembali didalam dunia

persilatan, aku lihat suatu badai pembunuhan rasanya tak bisa dihindari lagi...”

Dg perasaan tercengang, Kim lotoa bertanya,

“Sejak terjun kedalam dunia persilatan, belum pernah boanpwee dengar tentang partai kupu-kupu, mengapa sih taysu memperhatikan persoalan ini dg begitu serius? Bersediakah taysu memberi keterangan kepada kami semua...?”

Hwesio daging anjing menggeleng:

“Panjang sekali utk menceritakan persoalan ini, tapi dikemudian hari kalian akan mengetahui dg sendirinya!”

Berbicara sampai disini, dia segera mengalihkan pokok pembicaraan kesoal lain, katanya:

“Mulai hari ini, biarlah aku si hwesio menjabat sebagai pemimpin ditempat ini utk sementara waktu, saudara Hapukim sekalian berempat tetap bertugas menjaga dimulut lembah, bila menjumpai ada orang menyatron masuk kedalam lembah, tak usah dilayani, cepat masuk dan beri laporan dulu kepadaku, pasti akan kuselesaikan persoalan itu dg sebaik-baiknya.”

Buru-buru Hapukim mengiakan, lalu bersama-sama rekannya mengundurkan diri dari situ.

Kembali si hwesio daging anjing mengulapkan tangannya kepada Kim kong sam pian sambil berkata: “Mari kita masuk ke gua utk berbincang-bincang, sedang nona Chin kalau pergi membeli makanan, jangan lupa daging anjing dan arak wangi utk aku si hwesio!”

“Cianpwe tak usah kuatir” Chin Sian kun tersenyum, “betapapun besarnya nyaliku, tak nanti aku berani melupakan pesanan dari Taysu!”

oooOOooo

Sejak Tang soat Lengcu menarik semua kekuatannya dari lembah tsb, waktupun berlangsung lewat dg cepat dalam suasana amat tenang dan tentram.

Namun hwesio daging anjing yg semula banyak tersenyum, kian hari kian berubah seakan-akan telah berubah menjadi seorang yg lain, sepanjang hari dia hanya minum arak terus dg kening berkerut.

Selain minum arak, dia tentu melamun, seakan-akan ada suatu persoalan besar yg amat berat mengganjal dalam hatinya dan susah dihilangkan dari dalam benaknya.

Perubahan sikap semacam itu tentu saja membuat Kim kong sam pian dan Chin Sian kun menjadi terkejut bercampur keheranan, sudah berapa kali mereka hendak membuka suara utk bertanya, namun melihat sikap hwesio daging anjing yg tak berbicara maupun bergerak, akhirnya mereka mengurungkan niat tsb.

Tapi dlm hati kecil mereka mengerti, perubahan sikap dari tokoh sakti tsb bisa jadi ada sangkut pautnya dg kemunculan partai kupu- kupu didalam dunia persilatan.

Partai kupu-kupu merupakan suatu perguruan yg bukan saja tak pernah didengar namanya dari pembicaraan orang, lagipula belum pernah melihat berkeliarannya anggota perguruan tsb didalam dunia persilatan.

Biasanya suatu perguruan yg tak dikenal dan tak banyak anggotanya adalah suatu perguruan yg kecil, demikian juga dg keadaan dari partai kupu-kupu itu, tapi sampai dimanakah seriusnya kehadiran partai ini didalam dunia persilatan? Mengapa pendeta sakti itu justru menunjukkan sikap yg begitu serius?

Benarkah jago-jago dari partai kupu-kupu memiliki kepandaian silat yg demikian lihaynya sampai tiada orang yg mampu menandinginya? Perubahan sikap dari hwesio daging anjing membuat suasana didalam dua berubah menjadi serius dan tegang, begitu sumpek suasana sampai membuat beberapa orang itu susah utk bernapas lega.

Tapi pintu batu yg memisahkan ruang dalam tetap tertutup rapat dan sama sekali tiada gerakan apapun.

Dalam waktu singkat tujuh hari kembali udah lewat, berarti hari ini adalah hari ketiga belas sejak Kho Beng menutup diri dibalik ruangan.

Pagi itu, baru saja Chin Sian kun mempersiapkan sarapan utk semua orang, tiba-tiba kelihatan Hapukim berlari masuk kedalam gua dg wajah sangat tegang.

Begitu sampai dihadapan hwesio daging anjing, segera ia berlutut sambil serunya:

“Toa lhama, diluar lembah telah muncul serombongan jago silat, wajah mereka rata-rata kelihatan keren dan serius, jelas tidak bermaksud baik!”

Sambil minum arak hwesio daging anjing bertanya kemalas- malasan,

“Siapa yg telah datang?”

“Ada lelaki, ada perempuan, ada tosu juga kaum lhama!”

Hapukim termenung dan berpikir sejenak, setelah menghitung didalam hati dia menjawab:

“Kemungkinan besar diatas enam puluh orang lebih!” Dg wajah berubah hebat Chin sian kun segera berseru”

“Waaaah…bisa jadi berita tentang kisah tsb sudah bocor sehingga kawanan iblis itu mengundang konco-konconya utk datang menyerbu…?”

Hwesio daging anjing bangkit berdiri seraya menguap, katanya kemudian:

“Buat aku si hwesio, masalah banyak orang bukanlah persoalan nona Chin, kau bersama Kim bersaudara berjaga-jaga saja disini, biar aku sendiri yg keluar lembah.”

Disambarnya tongkat bambu andalannya, lalu dg langkah lebar ia berjalan meninggalkan gua.

Hapukim memutar biji matanya beberapa kali, dg cepat dia pun mengikuti dibelakang hwesio daging anjing tsb keluar dari gua.

Tak lama setelah hwesio daging anjing dan Hapukim keluar dari gua batu itu, mendadak muncul tiga sosok bayangan manusia dari balik sebelah kiri dan langsung menerjang masuk kedalam gua dg kecepatan bagaikan sambaran kilat.

Kim Lotoa pertama-tama yg menemukan hal tsb, buru-buru teriaknya kepada Kim loji dan Kim losam:

“Hati-hati, siluman perempuan itu muncul lagi bersama kedua orang komplotan tua bangkanya!”

Ternyata ketiga sosok bayangan manusia tsb tak lain adalah Tang soat Lengcu, Tang Bok kong dan Liok Ci ang.

Sambil melintangkan ruyung panjangnya didepan dada, Kim bersaudara berdiri berjajar menyumbat jalan masuk menuju kedalam gua.

Dg suara dingin, Kim lotoa segera menegur:

“Walaupun siasat yg anda lakukan ini terhitung cukup hebat, namun sayang sekali kelewat licik dan memalukan, hmmm...hanya manusia pengecut yg berusaha mencari keuntungan disaat orang tidak siap!”

Tang soat Lengcu memperhatikan sekejap disekitar sana dg pandangan mata yg tajam, kemudian perintahnya:

“Kita harus manfaatkan setiap kesempatan yg ada, hayo langsung saja menyerbu kedalam gua!”

Tang Bok kong serta Liok Ci ang masing-masing mempersiapkan senjata panji kupu-kupunya, lalu tanpa berbicara lagi mereka langsung melancarkan serangan kedepan.

Melihat kedatangan ancaman tsb, Kim bersaudara pun tidak banyak berbicara lagi, dg penuh kegusaran ruyung masing-masing diputar kencang lalu balas menyerang kearah lawan.

Maka suatu pertarungan yg amat seru pun segera berkobar dg hebatnya disana.

Sekalipun Tang Bok kong dan Liok Ci ang memiliki kepandaian silat yg sangat lihai, akan tetapi Kim kong sam pian bukan manusia lemah ditambah pula mereka bertiga sudah bertekad mempertahankan setiap jengkal tanah dg pertaruhan jiwa, maka utk berapa saat keadaan tetap imang.

Betapa gelisah dan cemasnya Tang soat Lengcu melihat pertahanan dari Kim kong sam pian yg begitu kokoh sehingga serbuan dari Tang bok kong dan Liok Ci ang tak berhasil menembusnya. Sekalipun dia ingin sekali turun tangan utk membantu, sayang daerah dimulut gua sangat sempit sehingga tak mungkin baginya utk ikut serta dlm pertarungan.
Terima Kasih buat para gan / ganwati yang telah meningglakan opininya di kolom komentar :). Sekarang ada penambahan fitur "Recent comment"yang berada dibawah kolom komentar, singkatnya agan2 dapat melihat komentar terbaru dari pembaca lain dari fitur tersebut. Semoga membantu :).