Duri Bunga Ju Bab 31: Pertemuan gembira

Bab 31: Pertemuan gembira

Masih tetap bangunan megah berderet. Masih tetap bunga Ju memenuhi kebun.

Xiao Dai melawan arus naik keatas, kembali kepegunungan Emei sudah tujuh hari penuh.

Selama tujuh hari dia duduk sendirian dipinggir kali, menjaga satu gundukan tanah kuning, pagi menyambut matahari pagi, malam mengantar matahari senja.

Jika haus, mengambil air kali, jika lapar, memetik sayuran liar. Selain itu, dia seperti patung batu diam bermeditasi.

Dia tahu dia melakukan ini tidak ada banyak artinya, makanya dia membuat satu batasan. tujuh hari.

Dia ingin menggunakan waktu tujuh hari sedetik pun tidak meninggalkan tempat, menemani Qi Hong.

Menemani dia melihat gunung, melihat air, melihat matahari terbit, mendengar suara serangga.

Karena di dalam legenda seseorang setelah mati dalam waktu tujuh hari, arwah dia masih bisa bersatu, juga dapat merasakan, dia tidak ingin Qi Hong kesepian, sedih melewati tujuh hari ini, makanya dia menemaninya.

0ooo(dw)ooo0

Darah telah membeku, luka telah menutup.

Dia harus berterima kasih pada Zhan Feng yang meninggalkan obat pada waktu itu, jika tidak luka Xiao Dai pasti akan infeksi, akhirnya tidak bisa sembuh secepat ini.

Juga untung kondisi tubuhnya sangat bagus, mengalami beberapa kali bahaya, luka parahnya tidak terhitung tapi masih bisa bertahan sampai sekarang, jika diganti oleh siapa saja mungkin sudah mati tiga kali lebih.

Angin sedang menangis, hujan telah turun. Angin musim gugur hujan musim gugur adalah paling menyedihkan.

Xiao Dai bangkit berdiri, karena sudah penuh tujuh hari, sekarang sudah saatnya untuk pergi.

Dia terpaksa harus pergi, hanya karena Li Yuan-wai masih menunggu dia, menunggu dia masih hidup? Atau dalam keadaan mati menunggu dia? Dia tidak tahu.

Tidak perduli Li Yuan-wai masih hidup atau sudah mati, dia pasti menunggunya.

Karena saat Xiao Dai meninggalkan, dia sudah memberitahu, dirinya pasti akan kembali.

Walau tidak mengatakan sendiri, tapi disaat sepasang mata dia dengan dia bertatapan, dia yakin Li Yuan-wai sudah mengerti.

Inilah janji tanpa kata.

Semacam janji tanpa kata yang dipupuk dengan waktu yang lama sekali.

0ooo(dw)ooo0

Tiang perahu telah tampak, masih tetap perahu yang membawa dia kesini.

Xiao Dai diam menunggu perahu pelan-pelan mendekat dipelabuhan kecil yang dibuat oleh batu.

Dia sepertinya sudah dapat mendengar para  awak perahu berkelakar, namun wajahnya yang tadinya kaku malah pelan pelan berubah membawa hawa pembunuhan.

Karena pengalamannya memberitahu, diperahu ini pasti ada orang yang tidak biasa.

Perasaan ini sulit dikatakan, mungkin ini adalah reflek. Dia sudah lama berkecimpung di dunia persilatan, banyak orang juga bisa mencium bau bahaya.

Perahu semakin dekat, di dalam hati Xiao Dai perasaannya akan memdapat masalah semakin kuat, malah dia sudah merasa gemetar ringan yang tidak berasa.

Ada siapa di dalam perahu? Dan ada siapa yang bisa tahu dirinya ada di sini?

Apakah orang yang datang adalah teman? Atau....

musuh?

Disaat ini walau Tangan Cepat Xiao Dai adalah Lo Han yang terbuat dari besi? Dia juga sama sekali tidak dapat menghadapi pertarungan yang amat sengit.

Bagaimana pun setelah mengalami pertarungan berturut- turut, ilmu silatnya sudah berkurang sampai tiga puluh persen akibat luka lama dan luka baru.

Jika orang yang datang adalah musuh bukan teman, mana bisa dia menahan pertarungan sekali lagi?

Keringat dingin Xiao Dai sudah tampak, dia juga terpikir masalah yang menakutkan ini.

Musuh yang lebih keji, lebih kuat dia juga tidak takut, namun sekarang dia hanya bisa bersembunyi, bersembunyi dicabang-cabang pohon besar.

Karena dia harus melihat dulu siapa yang datang ini?

Karena dia harus menjaga dirinya yang bertujuan untuk melakukan pembalasan.

0ooo(dw)ooo0

Perahu berhenti, orangnya turun.

Xiao Dai membuktikan perasaannya, dari celah-celah cabang pohon, dia telah melihat Hao Shao-feng yang menduduki posisi kedua di Gai-bang, berikut Delapan Besar Dewa Langit sembilan orang dengan hati-hati melangkah, mengendap-endap berpencar.

Mengapa mereka bisa mencari sampai kemari? Punggung Xiao Dai jadi dingin, akhirnya dia percaya

Gai-bang sungguh tidak bisa dianggap remeh, siapa yang berdosa pada Gai-bang, dia bakal tidak beruntung, mereka seperti ditempel oleh setan dendam, kecuali membunuh habis mereka, mungkin cara apapun juga tidak ada.

Mereka memeriksa di dalam rumah dan diluar rumah semua tidak bisa menemukan orang yang dicari.

Karena ketika mereka memeriksa ke dalam rumah Xiao Dai sudah meluncur naik keatas pohon.

Api menerobos keatas, asap tebal menutup langit.

Hao Shao-feng merasa kehilangan jejak, dengan sangat marahnya dia memerintahkan membakar rumah, masalah ini Xiao Dai sedikit pun tidak menyangka.

Rumah kecil yang bagus, bonsai yang cantik, dan gudang buku yang telah menghabiskan waktu seumur hidupnya Qi Hong, di bawah ganasnya api, semua telah menjadi abu.

Api membakar, menyorot sepasang mata Xiao Dai menjadi merah.

Dia tahu api ini pasti akan berlanjut, dia akan membakar setiap cabang Gai-bang.

Namun dia sekarang hanya bisa bengong melihat musuhnya membakar, membakar habis satu-satunya tempat yang menjadi kenangan.

Air mata telah mengalir, bibir telah pecah. Di dalam hati Xiao Dai diam-diam bersumpah dia pasti akan membangun rumah kembali di sini, tapi dia juga tahu dia sudah tidak bisa mengembalikan segalanya seperti semula.

Bagaimana pun rumah yang dulu, baru ada kehangatan dan kenangan terhadap Qi Hong.

0ooo(dw)ooo0

Air sungai terasa dingin, tapi hati Xiao Dai malah membara.

Jika air sungai tidak dingin, Xiao Dai bisa terbakar habis oleh api amarah yang memenuhi dadanya.

Seluruh tubuhnya berendam di dalam air, ditubuhnya diikat dengan tali rami sebesar jempol, dan ujung tali lainnya terikat diperahu itu.

Dia terpaksa melakukan ini.

Dia tidak ada kemampuan untuk bertempur lagi, juga tidak ada tenaga untuk mendaki gunung melewati jurang.

Dia hanya punya satu cara ini untuk bisa lolos dan tidak perlu banyak menggunakan otot.

Sejak turun ke sungai sampai sekarang sudah memakan waktu empat jam.

Dan di dalam empat jam ini, yang dia andalkan hanya tekad membalas dendam.

Jika tidak dimusim gugur, dia tidak tahu dirinya bisa terus berendam diair sungai yang dingin ini.

Bintang berkedip, malam telah larut.

Bintang-bintang yang berkedip mirip sekali dengan mata kekasih. Dalam keadaan begitu Xiao Dai terbayang lagi wajah yang walau tidak bisa dikatakan cantik, tapi telah memberi orang ketenangan hidup seperti angin musim semi.

Mengapa disaat kehilangan kawan bicara, kenangan baru seperti gelombang terus muncul.

Mengapa disaat segalanya akan dimulai, harapan itu langsung lenyap?

Xiao Dai selamanya tidak mengerti masalah yang kelihatannya ruwet tapi ternyata sederhana sekali, masalah yang sederhana sekali tapi ruwetnya sulit dimengerti.

Betulkah ini untuk kehidupan manusia yang tidak berdaya.

Xiao Dai sedih dan tidak ingin memikirkannya, namun jika tidak memikirkannya bagaimana bisa melewatkan malam yang panjang ini?

Dia tidak bisa menutup matanya, juga tidak bisa membiarkan dirinya tidur.

Air sungai itu sangat deras, setiap saat bisa membuat tenggelam orang yang kurang pintar.

Dia hanya bisa berpikir, berpikir kapan perahu ini menepi, berpikir setelah perahu menepi bagaimana mencari kabar hidup matinya yang lain.

0ooo(dw)ooo0

Seumur hidup Li Yuan-wai tidak pernah mengalami luka yang begini parah.

Juga seumur hidupnya, belum pernah dia tidur di atas ranjang yang begitu elegan, mewah, nyaman. Ketika sepasang matanya dibuka, perasaan pertama yang dirasa adalah sakit, seluruh tubuhnya sakit, sepertinya seluruh tulang ditubuhnya telah hancur.

Setelah sakit, perasaan dia menjadi nyaman, setiap pori- porinya terasa hangat sekali! hidungnya mencium bau tubuh seseorang yang harumnya seperti bunga anggrek, bau tubuh seperti ini hanya ada pada seorang gadis.

Dan dipundaknya yang terbuka ada kepala yang licin, lembut, juga sangat cantik dan dingin sedang tertidur di atasnya.

Perasaan dia sekarang adalah sakit, nyaman, ditambah sedikit gatal.

Tiba-tiba nafasnya memburu, karena rambut wanita itu telah masuk kelubang hidungnya, akhirnya dia tidak tahan dan bersin sekali, hingga membangunkan Xu Jia-rong yang tertidur lelap.

Di dalam hatinya diam-diam dia memaki dirinya, Li Yuan-wai dengan gugup berkata, "Hai.... maaf, maaf, kau tidur lagi saja, tidur lagi, kali ini aku akan menahan, aku tidak akan bersin lagi. ”

Xu Jia-rong mengangkat kepalanya, dia terkejut, gembira, bengong sebentar berkata, "Kau sudah bangun?!"

Seperti tertawa pencuri Li Yuan-wai berkata, "Jika tahu.... he he.... aku lebih baik tidak bangun. ”

Xu Jia-rong melihat dengan mata putihnya, dia ingin marah dan ingin tertawa berkata, "Kau. kau, orang sudah

sampai begini, sekarang masih ada semangat melucu? Kau tahu tidak seberapa parah lukamu? Sudah pingsan berapa lama?" Li Yuan-wai mengingat-ingat sambil menggelengkan kepala.

Sepasang tangan Xu Jia-rong membereskan rambutnya, membenarkan selimut, dia berkata, "Seluruh jeroan kau telah berpindah tempat, sikut kananmu keseleo, pingsan selama tiga hari tiga malam, bagusnya Yuan Ershao datang tepat waktu, ditambah kemahiran ilmu pengobatan nona Zhan, jika tidak.... hemm, nyawa kecilmu ini sudah dari dulu melapor pada raja akhirat. ”

"Yuan Ershao?! Nona Zhan?! Apa apa yang terjadi?"

Lalu Xu Jia-rong menceritakan dengan jelas, peristiwa setelah meninggalkan Li Yuan-wai, sampai yang mendengarnya bercucuran keringat dingin.

Setelah Li Yuan-wai mengerti segalanya, mendadak terpikir satu hal yang merisaukan, sehingga wajahnya hampir menjadi buah paria.

Xu Jia-rong terus melihat perubahan wajah Li Yuan-wai, juga terus menyelidik apa yang dia pikirkan, lalu dia tertawa, tertawanya ada sedikit mempermainkan.

"Kau.... kau tertawa apa?" tanya Li Yuan-wai seperti menjadi pencuri kecil, ditangkap orang merasa ketakutan.

"Tidak apa-apa, aku hanya mentertawakan kau, orang yang sering melakukan segi tiga. ”

"A. apa segi tiga?" Li Yuan-wai hampir saja pingsan.

"Cinta segi tiga!" kata Xu Jia-rong memiringkan kepala menahan tawa. "A. apa maksudnya?"

"Sudahlah, kau juga tidak perlu pura-pura lagi hartawan besar, nona Zhan Feng sudah menceritakan pada kami mengenai 'Feng palsu dan Huang bohong' hubungan antara dia denganmu, kau juga tidak perlu malu, sebenarnya waktu itu dia juga terpaksa. ”

"Aku.... Ershao dia....” Li Yuan-wai hampir saja menggigit lidahnya.

"Apa yang ingin kau katakan?" Xu Jia-rong jadi tertawa. "Aku.... aku bisa berkata apa? Aku hanya ingin tidur."

Habis bicara dia benar-benar menutup matanya, dan juga

menutup kepalanya dengan selimut.

0ooo(dw)ooo0

Sering dengar orang berkata 'mantu buruk akhirnya juga harus bertemu dengan mertua'.

Li Yuan-wai walau bukan seorang wanita, tapi dia sudah bisa menyimak 'mertua' ini sungguh sulit ditemui.

Sejak kemarin malam bangun, dia terus tidak menutup matanya kembali.

Xu Jia-rong menjaga disisinya semalaman, dengan terus terang menceritakan perasaan dirinya, menceritakan kisah Yuan Ershao dan Zhan Feng dan lika likunya, malah juga memberi tahu, dia mengerti Li Yuan-wai pasti bukan pemerkosa seperti dimulutnya Ouwyang Wu-shuang.

Tidak diragukan lagi dia adalah seorang wanita yang berani mengatakan cinta, berani mengatakan benci.

Bertemu dengan seorang wanita yang begitu cantik, dan begitu terus terang, kecuali Li Yuan-wai menyerah, dia masih bisa berbuat apa lagi?

Bagaimana pun demi dirinya hampir saja dia diperkosa orang, demi dirinya hampir saja mati di bawah pedangnya Ouwyang Wu-shuang, bagaimana pun orang telah menjaga disisinya selama tiga hari tiga malam selangkah pun tidak meninggalkan. Sekarang dia sedang menunggu, menunggu Yuan Ershao dan Zhan Feng 'mertua'.

Dengan tertawa pedih Li Yuan-wai melihat Xu Jia-rong berkata, "Kakak Rong."

(Hai, sungguh cepat, sampai panggilan kakak Rong juga sudah digunakannya.)

"Kakak Rong, nanti.... nanti kalau mereka datang, aku....

aku harus katakan apa?"

"Katakan apa? Aku mana tahu kau ingin mengatakan apa? Bagaimana pun kau tidak akan mengatakan kau masih mencintai nona Zhan lah?"

Kelihatannya Li Yuan-wai sudah bertemu dengan orang lihai, kemampuan Xu Jia-rong mengolok orang tidak lebih rendah dari pada dia.

"Hai, kau.... kau ampunilah aku boleh tidak? Sialan, ini.... ini dari mana memulainya. ”

"Apa katamu?!" Xu Jia-rong melotot.

"Kata.... aku mengatakan apa!" Li Yuan-wai buru-buru menyangkal.

"Aku jelas-jelas mendengar kau memaki orang." Memaki orang?

Li Yuan-wai jadi bodoh.

Dia ingat Xu Jia-rong pernah mengatakan dia suka akan gurauan dan lucunya.

Mengapa sekarang satu kata kasar yang keluar begitu saja, dia sudah melototkan matanya? "Non.... nona besar, aku itu. itu hanya kata kebiasaan,

aku mana berani memakimu, dan dimana  tega  memakimu. ”

Li Yuan-wai dengan wajah pahit diam-diam berkata, "Sialan, kelihatannya selanjutnya aku jadi orang hukuman, lebih baik buru-buru mengikat tali gantung diri. ”

0ooo(dw)ooo0

Empat orang, satu ranjang.

Tentu saja yang terbaring di atas ranjang hanya Li Yuan- wai seorang.

Walau masalahnya sudah dibicarakan, salah paham telah jernih, tapi ketika Li Yuan-wai berhadapan dengan Yuan Ershao dan Zhan Feng tetap saja ada kekakuan yang sulit dikatakan.

Yuan Ershao yang sudah membuka penyamarannya, demi meredakan situasi sengaja mengeluh berkata, "Mengapa, hartawan besar, apakah kau masih memikirkan kelinci itu?"

"Sialan, lain kali.... lain kali walau aku mati kelaparan juga tidak akan menangkap kelinci lagi, kelinci tidak tertangkap hampir saja jadi musuh cinta Ershao, kasihan aku, bertarung bukan lawanmu, muka juga tidak setampanmu, makanya, makanya terpaksa dengan mengepal sepasang tangan memberikan wanita cantik seperti dewi ini padamu. ”

Perkataan Li Yuan-wai masih belum habis, tiba-tiba dia merasakan pahanya dicubit orang dengan keras, dia berteriak seperti babi disembelih.

"Ingin mati. ” kata Xu Jia-rong melotot dengan tertawa

manis. "Aku.... aku entah dapat rezeki apa, kelihatannya di kemudian hari sampai kebebasan bicara juga tidak....” Li Yuan-wai dengan wajah pahit mengusap-usap pahanya.

Zhan Feng tertawa terkekeh-kekeh, berkata, "Hartawan besar, kau sekarang sedang mendapat rejeki bunga, nona Rong kau harus baik-baik mengawasi dia ya, sepasang matanya, aku dengar telah memikat banyak nona lho."

Mata Li Yuan-wai dipejamkan, karena dia melihat tangannya Xu Jia-rong mengulur datang.

Dulu selalu Li Yuan-wai yang 'makan tahu' wanita, tidak terpikir olehnya, kalau wanita 'makan tahu' laki laki, jauh lebih menakutkan.

"Bagus, Ershao, kau.... kau, sesudah ada orang baru segera meninggalkan aku teman sehidup semati, sialan! Li Yuan-wai sungguh tidak hati-hati berteman.... tidak hati- hati berteman waww!" Tidak bisa melawan wanita, Li Yuan-wai terpaksa menfokuskan laki-laki.

"Teman lamaku, ini sungguh-sungguh, aku selalu dengan tulus berterima kasih padamu demi aku telah mengalami banyak kesulitan!" Yuan Ershao cepat-cepat menjelaskan.

Hemm.... Li Yuan-wai dengan tidak senang berkata, "Mmm, kata-kata ini masih enak didengar, jika tidak lukaku ini jadi tidak tahu pada siapa mengadunya, sebenarnya dibandingkan dengan Xiao Dai. ”

Teringat Xiao Dai, Li Yuan-wai sudah kehilangan semangat berguraunya, seluruh wajahnya segera menjadi lemas.

Waktu dipertarungan gedung Wang Jiang, Xiao Dai sekarat masuk kesungai, saat itu untung ditolong oleh Zhan Feng, namun kali ini.... Setiap orang tahu hubungan antara Li Yuan-wai dengan Xiao Dai.

Setiap orang juga tentu bisa merasakan keadaan hati dia sekarang ini.

Sehingga kegembiraan menjadi tidak ada lagi.

Udara seperti membeku, dan, wajah setiap orang juga timbul kesedihan.

Setelah lama, Zhan Feng terkilas satu sinar.

"Aku pikir.... aku pikir aku tahu dia mungkin pergi kemana....” setelah melihat kesekeliling pada semua orang berkata lagi, "Jika Qi Hong mati demi dirinya, maka dia akan membopongnya kembali ke Gunung E Mei, karena dia tahu Qi Hong hidup di sana, tumbuh di sana, maka sangat mungkin Xiao Dai juga akan mengubur dia di sana."

Tidak diragukan lagi, setiap orang juga menyetujui pandangannya.

Namun ini hanyalah perkiraan, jika tidak dibuktikan siapa pun tidak berani menjaminnya.

0ooo(dw)ooo0

Orang-orang di dalam perumahan Zhan Bao, sekarang ada semacam kegembiraan yang tidak bisa disembunyikan terutama pelayan wanitanya.

Karena Zhan Feng telah memerintah untuk merobohkan benteng yang memisahkan pekarangan depan dengan pekarangan belakang.

Memang kakak beradik bisa berselisih sampai sedemikian rupa, tapi bagaimana pun mengatakannya kakak beradik tetap saja kakak beradik, dimana ada aturan seumur hidup saling tidak berhubungan. Tapi yang membuat orang gelisah adalah Tuan muda besar, sampai sedikit beritanya juga tidak ada.

Disaat semua orang sibuk membongkar tembok benteng, diperumahan datang seorang tamu, seorang tamu yang nafasnya tinggal satu-satu dan datangnya digotong orang.

Ketika Yuan Ershao melihat yang digotong adalah Polisi Setan Tie Cheng Gong, dia sungguh tidak percaya pandangan matanya sendiri.

Walau ilmu pengobatan Zhan Feng sangat hebat, tapi setelah melihat kondisi Polisi Setan dia hanya bisa menyesal menggelengkan kepalanya pada Yuan Ershao.

Ini artinya sangat jelas, dia tidak bisa menolongnya.

Jika Zhan Feng tidak bisa menolongnya, mungkin dewa pun pasti tidak bisa menolongnya.

Yuan Ershao memeluk tubuh Polisi Setan yang hanya tersisa kulit pembungkus tulang, sepasang tangannya gemetar, dengan tersedak-sedak berkata dipinggir telinga, "Lao Tie, lao Tie, kau bangunlah, kau bangunlah aaa. ”

Polisi Setan dengan susah membuka mata, dia telah melihat dengan jelas Yuan Ershao, dia tertawa yang wajahnya lebih tidak enak dipandang, dibandingkan menangis.

"Lao Tie, beritahu aku, beritahu aku bagaimana kau melarikan diri? Dimana Zhan Long? Apa Zhan Long tidak bersamamu?"

"Er.... shao, melihat.... melihat kau aku.... aku sungguh gembira, aku telah.... telah membuktikan be. benar kakak

kau yang karena iri jadi benci.... mencelakakan mu. ” "Lao Tie, semua ini aku sudah tahu, sekarang asal kau beritahu aku Yuan Di mengurung kalian dimana? Betulkah Zhan Long dikurung bersamamu?"

"Zhan Long ta.... tadinya dikurung ber.... bersamaku....

la.... lalu.... dipindahkan.... ke.... kes atu tempat.    yang aku

pun tidak tahu dimana, kau.... kau beritahu aku, anaknya....

Yuan Di, se.... sebenarnya.... bagaimana matinya. ?"

Didunia ini ada satu macam orang, mereka mati juga harus tahu kebenarannya, apalagi orang yang menyelidik menangkap orang, mereka pasti tidak puas jika dihatinya masih ada sedikit pertanyaan belum terjawab.

Polisi Setan adalah orang semacam itu, dia ingin membuktikan, dia ingin mendengar dengan telinga sendiri Yuan Ershao mengatakannya, karena perkara ini telah menjadi perkara terakhir dia, juga perkara yang selamanya tidak bisa diselesaikan, sehingga mana bisa dia mati sebelum perkaranya jelas, walau dia ada seratus, seribu alasan percaya Yuan Ershao tidak seperti yang dikatakan Yuan Di, tapi terhadap seorang anak yang mati mendadak di dalam kejadian dan waktunya juga terlalu banyak kebetulan.

Dicurigai oleh seseorang, apalagi dicurigai oleh seorang teman lama pasti adalah satu hal yang sangat menyakitkan hati.

Namun Yuan Ershao tentu saja mengerti Polisi Setan adalah seorang polisi yang jujur dan tegas, terhadap pendiriannya, dia bukan saja tidak marah malah sebaliknya dengan menggunakan nada yang pasti berkata, "Lao Tie, Yuan Ling dengan kepala di atas leher ini menjamin."

Ada ekspresi seperti menanggalkan beban berat, Polisi Setan dengan tertawa sedih berkata, "Jika. jika demikian, Aku.... aku bisa dengan.... dengan tenang pergi, aku paling.... paling takut punya hu.... hutang pada orang. ”

Polisi Setan telah mati, bisa dikatakan dia mati demi Yuan Ershao.

Karena dia pernah hutang pada dia, hutang budi pada dia yang telah menolong nyawanya.

Dia juga pernah hutang pada Zhan Long, hutang budi pada Zhan Long yang telah menolong nyawanya.

Dia telah membalas budi pada Yuan Ershao, dengan mengorbankan nyawanya.

Namun terhadap Zhan Long? Dia gunakan apa untuk membalas budinya?

Matinya Polisi Setan Tie Cheng Gong buat Yuan Ershao tidak diragukan adalah pukulan yang amat berat, juga satu beban yang sangat berat.

Karena setelah tahu semua ini dimulai oleh kakaknya sendiri, dia sudah membatalkan niat balas dendamnya, malah sudah siap seumur hidup ini tidak kembali ke Perumahan Hui Yuan.

Yuan Di boleh tidak setia kawan, tapi dia sama sekali tidak bisa tidak harus setia kawan.

Namun sekarang Polisi Setan mati dipelukannya, sudah membuat dia tidak tahu harus berbuat apa.

Dia tidak bisa membunuh saudaranya sendiri, tapi dia tidak bisa tanggung jawab pada teman yang telah mati.

Maka dia telah terjerumus ke dalam kesedihan yang sulit digambarkan.

Dia menarik kuat rambutnya, karena kepala dia sakitnya sudah tidak bisa ditahan. Zhan Feng tentu saja mengerti kesulitan di dalam hati dia sekarang ini, namun dia juga hanya dapat mengeluh tidak berdaya.

Bagaimana pun dia juga tidak tahu harus bagaimana mengatur masalah ini.

0ooo(dw)ooo0

Dalam marahnya Yuan Ershao ingin sekali membunuh orang, membunuh Yuan Di.

Matanya sudah merah dibakar amarah di dalam hati, merahnya menakutkan orang.

Dia berdiri di depan pintu lama sekali, lama sekali....

Setelah itu dari mulutnya Zhan Feng dia mengetahui penyebab kematiannya Polisi Setan, dia sudah terus berdiri di sana, menatap langit musim gugur dan serangga terbang sedikit pun tidak bergerak.

Setelah diperiksa Zhan Feng, ternyata Polisi Setan paling sedikit sudah tiga bulan tidak diberi nasi sebutirpun, maka dia sampai menjadi kurus tinggal kulit pembungkus tulang, selain itu dia telah terkena racun yang bekerja lambat, racun menakutkan yang bisa membuat daging orang mengerut dan kram.

Tidak perduli siapa pun yang bersifat sekeji ini haruslah mendapat pembalasan.

Sehingga Yuan Ershao sudah mengambil keputusan, semacam keputusan yang sangat menyakitkan hati namun terpaksa dilakukannya.

Zhan Feng terus diam menemani disisinya, dia ingin membujuknya jangan pergi, tapi tidak bisa.

Karena dia tahu pria semacam dia, sekali memutuskan, pasti tidak bisa dibujuk oleh wanita semacam dirinya, walau dia yakin, seyakin yakinnya bisa membujuk semua pria yang ada dikolong langit ini.

Sehingga dia dengan perlahan berjalan menghampirinya, menggunakan suara yang seperti memberi semangat tapi juga tidak dapat berbuat apa-apa berkata, "Aku menunggumu."

"Aku menunggumu." Tiga kata ini sudah memenuhi segalanya.

Memenuhi perasaan terhadapnya, yakin tehadap dia, juga doa untuknya.

Masih ada perkataan apa lagi yang lebih sempurna?

Disaat ini.

0ooo(dw)ooo0

Angin menderu-deru di atas hutan.

Suaranya terdengar terasa menyeramkan, seperti teriakan histeris, membuat bulu roma berdiri yang sulit dikatakan.

Di sini ditepi jurang, juga puncaknya sebuah gunung.

Dia sendirian berdiri dikelilingi gunung-gunung, tidak tahu mengalami berapa tahun.

Yuan Ling ingat ketika masih kecil sekali, dia sering berdua dengan Yuan Di, dari pintu belakang Perumahan Hui Yuan, menelusuri jalan gunung mendaki keatas sini dan mengambil telur burung.

Sekarang dia juga sendirian berdiri dipuncak gunung, melawan serangan angin gunung, mengenang kembali masa kecilnya.

Sejak mulai dewasa, Yuan Ling sudah merasakan Yuan Di bersifat ganda, di depan orang dia adalah kakak yang baik, di belakang orang dia selalu mempermainkan dirinya. Selamanya dia tidak pernah punya mainan yang utuh milik pribadinya, karena setiap kali dia mendapatkan mainan baru, Yuan Di yang menjadi kakak selalu mengambil kesempatan disaat lengah merebutnya, setelah barangnya menjadi rusak, baru mengembalikan pada dirinya.

Sampai tahun mulai belajar silat, keadaan begini lebih jelas lagi, setiap kali mendapat pujian dari ayah ibu atau guru, setelahnya pasti mendapatkan amarah, pukulan dan tendangan keras dari dia, dia tidak tahu sifat apa ini, tapi dia sudah dapat belajar dari pengalamannya, dia tidak berani dihadapannya menunjukan suatu keberhasilan.

Keadaan begini terus berlanjut sampai umur tujuh tahun, semua berakhir setelah dirinya meninggalkan rumah pergi berguru pada orang.

Sekarang ini dia telah berdiri di sana dalam waktu yang tidak singkat.

Dia menunggu sambil memperhatikan jalan gunungku, menunggu kedatangannya Yuan Di.

Dia tahu, setelah Yuan Di mendapat kabar dari Qian laodie bahwa dirinya pernah pulang dan menitipkan pesan, dia pasti akan datang.

Karena di antara mereka harus ada penyelesaian, tidak perduli penyelesaian macam apa.

Yang aneh adalah semakin lama, tiba-tiba dia merasa amarah di dalam dadanya semakin mereda, malah akhirnya ingin segera turun gunung.

Jika manusia dengan manusia harus menggunakan kepandaian saling mengalahkan, tentu saja ini sandiwara yang sadis. Disaat Yuan Ling hampir saja melepaskan segala kemarahannya, dia sudah melihat Yuan Di dari bawah gunung datang dengan cepat.

Sehingga hatinya tidak tertahan berdebar, daging diwajahnya juga dengan tidak sadar mengikuti debaran hatinya menjadi kram.

Benar, dia sudah lama, lama sekali tidak melihatnya, tidak melihat satu-satunya saudara didunia ini.

0ooo(dw)ooo0

Angin gunung dingin meniup. Tempat main waktu kanak-kanak. Sama dua orang ini sudah tidak kecil lagi.

Yuan Di kelihatannya sangat tenang, tenangnya menakutkan orang.

Warna sedih di dalam mata Yuan Ling sangat pekat, pekatnya seperti ingin mati.

Mereka diam saling menatap, siapa pun tidak bicara. Karena  disaat  ini  bicara  apa  pun  tidak  ada  gunanya,

bicara apa pun tidak akan merubah kenyataan yang sudah

terjadi.

Namun bisakah tidak bicara? "Dage, Yuan Ling. ”

"Tutup mulut, kau tidak bermarga Yuan, kau juga tidak pantas bermarga Yuan, hayo cabut pedangmu ”

Yuan Ling baru saja bicara sudah dipotong dengan dinginnya oleh Yuan Di.

Yuan Ling mengeluh menggelengkan kepala berkata, "Aku tidak bisa."

"Tidak bisa?!" "Benar, aku. aku tidak bisa, walau aku pernah berharap

aku bisa, namun.... namun, bagaimana pun kita adalah saudara!"

"Saudara?! Ha.... ha.... apa kau tidak salah, siapa saudaramu? Saudara bisa membunuh keponakan kandung sendiri? cepat cabut pedangmu, hari ini aku ingin menghadapi orang persilatan yang dianggap paling hebat Yuan Ershao, sebenarnya dimana kehebatannya."

"Keponakan mati adalah sudah nasibnya, kakak telah salah paham. ”

"Salah paham? Ha.... ha.... salah paham seberapa besar, siapa yang percaya salah paham yang kau katakan itu?" Yuan Di tertawa keras, pada langit berkata lagi, "Oh anakku, kau lihatlah, buka matamu lihatlah, ayah akan membalaskan  dendammu,  ayah  balaskan  dendam  kau ah. ”

Yuan Ling tidak terasa mundur dua langkah dengan suara ketakutan berkata, "Kakak, kakak, kau harus percaya padaku. ”

"Percaya?! Aku hanya percaya pada diriku sendiri." teriak Yuan Ling dengan keras.

"Ke.... kebenaran masalah ini kau. kau boleh tanyakan

pada adik ipar di rumah kakak ipar, adik ipar melihat sendiri.... sendiri keponakan mati mendadak. ”

Yuan Di mendadak menghentikan tertawa kerasnya, dengan dingin dan keji melihat Yuan Ling, lalu mengatakan kata-kata yang hampir saja membuat pingsan Yuan Ling.

"Tanyakan pada kakak iparmu?! Apakah kau tidak tahu seluruh keluarga delapan belas orang di Jun Shan Dong Ting tidak satu pun yang selamat, semua mati terbakar?" Yuan Ling gemetar seperti kedinginan sampai berdiri pun sulit, 'duk, duk, duk dia mundur tiga langkah.

Suaranya lemas dan lemah, "Ini.... ini mana mungkin?

Mana mungkin?"

Dia tentu saja tahu, mengapa Yuan Di berusaha mencelakakan dirinya, hanya karena iri jadi timbul benci, yang dia benci juga hanya dia seorang diri, Yuan Di pasti tidak akan sampai hati melampiaskan kemarahannya, membunuh orang lain untuk menutupi segala tindak tanduknya.

Jika dia tidak mempunyai alasan, juga tidak mungkin melakukan perbuatan ini, maka, maka mengapa sampai bisa terjadi perkara sadis, pembunuhan delapan belas jiwa di Jun Shan Dong ting.

Yuan Ling seperti jatuh ke dalam jurang yang dalamnya puluhan ribu zhang, dia hanya bisa bergumam mengucap, "Mana mungkin?" dua kata ini.

Saat seperti ini adalah saat seseorang yang jiwanya sangat tidak stabil.

Lebih-lebih adalah saat yang paling lemah, yang paling tidak ada pertahanan jika diserang.

Sehingga sebilah pedang, sebilah pedang di tangan Yuan Di tiba-tiba dengan tidak ada gejalanya sama sekali, seperti datang dari alam luar muncul di depan ulu hatinya Yuan Ling.

Ini adalah satu serangan mematikan.

Karena waktu dan arah serangan pedang ini sudah sampai diluar perkiraan.

Yuan Ling bukan dewa, dewa pun sulit menghindarkan serangan pedang ini. Ilmu silatnya Yuan Di sama sekali bukan lawannya Yuan Ling.

Masalah ini tidak perlu orang lain mengatakan, dia sendiri juga tahu.

Maka dia giat melatih jurus serangan pedang ini, dia sudah menghabiskan waktu dua tahun penuh.

Seorang mau menghabiskan waktu dua tahun hanya untuk melatih satu jurus pedang, maka tidak diragukan serangan pedang itu, buat orang lain tidak akan bisa menghindar.

Sehingga sekali pedang menyerang, darah telah menyembur.

Darah segarnya Yuan Ling telah menyembur, dia sudah mundur sampai ditepi jurang, duduk di tanah.

Walau dia tidak bisa menghindar serangan pedang ini, tapi dalam sekejap dapat menghindar pedang itu tidak sampai menusuk kejantung.

Dia melihat Yuan Di yang selangkah demi selangkah maju mendesak, di dalam hati dia sudah tahu, dewa mati juga sedang datang selangkah demi selangkah mendekat pada dirinya.

Serangan pedang tadi telah melukai organ dalam Yuan Ling, darah segar juga sudah memerahkan baju  panjangnya, ketika pedang panjang diangkat lagi, dia malah menyadari dirinya hanya bisa dengan lemah melihat Yuan Di, tidak bisa menggunakan kemampuannya menghadang.

Sehingga ketika pedang datang lagi, langsung menuju tenggorokannya.

Dengan pasrah Yuan Ling tertawa sedih menutup mata, malah membusungkan dada. Dia sudah siap mati, mati di bawah pedang saudaranya sendiri.

Dia menyesal pada temannya (Polisi Setan), tentu saja hanya dengan kematian baru membuat pelunasan yang paling baik.

Dia tidak bisa membersihkan dosanya sendiri, tentu saja dengan kematiannya baru dapat menghapus penyesalannya pada masyarakat.

0ooo(dw)ooo0

Pedang sudah datang lagi, darah pasti menyembur lagi.

Pedang telah mengenai tubuh, menusuk ke dalam perutnya pelayan tua Qian laodie yang tiba-tiba terbang menerjang.

Darah menyembur lagi, tapi itu adalah darah yang bergolak, darah yang dipersembahkan demi kesetiaannya pada majikan.

Yuan Di, Yuan Ling bersamaan terkejut dan bengong. "Jang.... jangan cabut pedangnya, tuan muda besar,

pelayan tua.... ingin bicara. ”

Jika pedang dicabut orang pasti langsung mati.

Yuan Di terkejut mundur beberapa langkah, tidak berani percaya, juga tidak bisa percaya melihat pada pelayan setia yang rambutnya telah beruban yang telah melayani keluarga Yuan tiga generasi ini, bersamaan dengan sedih berkata, "Lao.... laodie, oh langit. ”

.... Qian laodie berumur enam tahun ketika masuk ke keluarga Yuan, sampai sekarang sudah berumur enam puluh tujuh tahun, di dalam waktu enam puluh satu tahun yang dipersembahkan dia pada keluarga Yuan tentu saja bukan hanya perasaan 'majikan' dengan 'pelayan' saja, Yuan Di, Yuan Ling menghormatinya, hubungannya bukan hanya di atas permukaan saja.

"Tuan.... tuan muda besar, kau.... kau sama sekali tidak boleh membunuh Tuan muda kedua.

Tubuh Qian laodie telah basah oleh keringat dingin, wajah yang banyak keriput juga sudah berubah karena sakitnya.

"Lao.... laodie, mengapa? Mengapa? Kau.... kau tahu tidak dia telah membunuh anak Xing? kau tahu tidak anak haram ini demi merebut harta warisan keluarga Yuan telah membunuh anakXing?!"

Yuan Di sedih tidak terhingga, dengan gelisah dan ketakutan memandang dia, dan dia teringat Qian laodie sejak kecil sangat menyayangi dirinya.

Benar, Qian laodie selalu lebih menyayangi Yuan Di, disaat kanak-kanak setiap ada makanan lezat, mainan bagus sering Yuan Ling tidak mendapatkan, tapi asal Yuan Di membuka mulut Qian laodie selamanya tidak pernah berkata'tidak'.

Qian laodie tertawa sedih berkata, "Tu.... tuan muda besar kau telah salah paham.... si siapa yang beritahumu

Tuan muda kedua bukan darah da.... daging keluarga Yuan?"

"Salah paham?! Ada salah paham apa? Laodie, itu aku dengar sendiri. ” Wajah Yuan Di sudah berubah.

"Kau.... kau sudah dengar apa. apa?"

"Aku.... suatu kali mendengar ibuku berkata pada ayah jika sudah tahu nak Ling sulit diasuh, lebih baik bawa pulang  saja  ibunya.',  apa....  apa  lagi  ayah  ibu  dan.  dan

kau   selalu   lebih   sayang   padaku,   dilihat   dari   banyak kelakuan ini kelihatannya dia.... dia tentu saja anak ha....

anak pungut. !" Yuan Di curiga.

Air mata tua bercucuran, Qian laodie duduk menyandar dilengannya Yuan Ling, mengeluh sekali berkata,  "Tuan....

tuan muda besar, apa kau. kau maukah mendengar cerita

yang sebenarnya, kau. kau percaya pada laodie?"

0ooo(dw)ooo0

Keluarga Yuan turun temurun hanya punya anak tunggal, dan semua majikan laki laki umurnya tidak lewat dari empat puluh tahun, ini mungkin semacam kebetulan, tapi adalah kenyataan yang tidak bisa didebat.

Sampai pada masa ayah mereka berdua, dia menikah pada usia muda, namun setahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun telah lewat, majikan wanita selalu tidak tampak mengandung, keadaan demikian tentu saja bisa membuat orang gelisah sekali, seperti gila.

Walau ayah ibu mereka saling mencintai, namun tidak ada turunan adalah dosa besar, sehingga membuat sepasang suami istri ini terjebak dalam bayangan ketakutan.

Sehingga rencana 'pinjam perut melahirkan anak' di bawah persetujuan sang majikan wanita, sudah memutuskan.

Sehingga siapa pun tidak tahu majikan keluarga Yuan diluar sudah beristri lagi.

Namun lewat setahun, suami istri Yuan dari penuh harapan berubah jadi murung.

Dalam keadaan tidak bisa berbuat apa apa mereka mengambil seorang anak asuh. Yuan Di. Nasib sulit diduga, bersamaan dengan semua orang sudah tidak ada harapan ternyata ada berita, Yuan Ling lahir setelah setengah tahun berlalu.

Ikatan yang tanpa perasaan pasti adalah sandiwara sedih, ibunya Yuan Ling setelah mendapat hadiah uang yang cukup banyak diam-diam pergi meninggalkan anaknya.

Entah karena perasaan apa, suami istri keluarga Yuan dan laodie sejak kecil malah lebih menyayangi Yuan Di, selain itu Yuan Ling tubuhnya lemah sering sakit, terhadap majikan wanita yang tidak pernah mengasuh anak tentu saja menjadi beban yang berat.

Suatu kali ibu kandung Yuan Ling merasa rindu pada anaknya, dia tidak hanya sekali menyatakan, ingin kembali kekeluarga Yuan, tapi dengan teguh majikan laki-laki menolaknya, akhirnya dia mati dengan sedih.

Tadinya ini adalah sebuah rahasia, sebuah rahasia yang hanya laodie seorang yang tahu, karena suami istri keluarga Yuan mati muda.

Namun rahasia yang didapat Yuan Di, dia mengira dirinya yang paling benar hingga berubah menjadi pertengkaran, saling bunuh antara saudara sendiri.

0ooo(dw)ooo0

'Pelapor menjadi tertuduh', yang putih menjadi hitam.

Yuan Di memandang pedang panjang yang menancap didadanya laodie, selangkah demi selangkah mundur kebelakang....

Pada wajahnya sedikit warna darah pun tidak ada, pucat seperti kertas putih, dan juga tubuhnya seperti tersambar petir, gemetar terus. Setiap kata, setiap huruf yang dikatakan Qian laodie, semuanya seperti tongkat dengan keras memukul hatinya, dia sudah tidak mampu menerima kenyataan ini, kenyataan yang bercucuran darah.

Karena bagaimana pun dia tidak menyangka dirinya terus-terusan memaki orang lain anak haram, ternyata dirinya yang benar-benar anak haram.

Maka dia mulai tertawa yang mendirikan rambut orang, pelan-pelan tawa itu berubah menjadi semacam tawa keras yang menyakitkan telinga.

Akhirnya dia sudah tidak bisa menghentikan tawa keras itu, bersamaan sorot matanya juga semakin hampa....

Dia dengan sempoyongan meninggalkan tebing gunung.

Angin tetap bertiup, hanya saja suara angin lebih condong menjadi suara tawa keras sedih, dan teriakan teriakan "Anak haram, aku adalah anak haram, aku adalah anak haram. ”.

0ooo(dw)ooo0

Disudut mulutnya Qian laodie sudah mengeluarkan darah.

Dia dengan susah payah menggunakan suara serak berkata, "Tuan.... tuan muda kedua, Tuan muda besar dia.... dia kali ini benar.... benar benar jadi gila. karma.,

.karma. ”

Hati Yuan Ling berat seperti tertindih timah berat, dengan  sangat  gelisah  berkata,  "Lao....  laodie,  anda is....

anda is.... istirahat sebentar, jangan bi. bicara, aku bopong

anda tu. turun gunung."

Dengan sedih menggelengkan kepala, Qian laodie berkata,  "Tidak....  tidak  ada  gunanya,  laodie  aku. aku akhirnya ti.... tidak mengecewakan kel.... keluarga Yuan tiga generasi. ”

Mati ada banyak macamnya, mati setia, mendapat kesetiaan bagaimana tidak membuat orang menjadi hormat?

Orang tua ini dengan senyum yang polos mati dilengannya Yuan Ling, seperti yang dia katakan, dia tidak mengecewakan keluarga Yuan tiga generasi, mati di tempatnya, mati diwaktu yang tepat, lebih-lebih matinya menggemparkan, matinya membuat orang menghormat.

Mengikuti goyangnya kereta kuda, seluruh tulang ditubuhnya Xiao Dai seperti akan berantakan.

Setelah perahu menepi dia sudah menghilangkan jejaknya, dia menyewa kereta kuda yang berlari dengan kencangnya, dia terburu-buru dalam perjalanan hanya ada satu alasan, yaitu dia harus secepatnya bertemu Zhan Feng, karena hanya Zhan Feng yang bisa dengan cepat menyembuhkan luka lama dan luka baru di seluruh tubuhnya.

Sehingga tujuannya tentu saja adalah Perumahan Zhan Bao.

"Tuan." Sikusir memanggil pada ruangan kereta yang ditutup rapat itu.

"Ada apa?" Xiao Dai menyandar dipuluhan bantal empuk dengan malas menjawab.

"Begini, tuan, kita orang bisa tidak makan tidak minum dan terus berjalan, tapi binatang harus berhenti minum air, dan makan, jika tidak belum sampai di tujuan, empat kakinya sudah mengejang, ini. ini di kemudian hari kami

tua muda mengandalkan apa untuk hidup. ?" Sikusir cerewet, tapi yang dikatakannya adalah kenyataan.

"Jadi menurutmu?"

"Menurut aku di. di depan sepuluh li lagi ada satu toko

terpencil, dan tuan bisa turun kereta melemaskan otot, kencing atau apalah, aku bisa memberi rumput untuk Hei Mao ini makan, ini tidak menghabiskan banyak waktu, kau lihat ini bisa tidak?"

Bisakah tidak bisa?

Xiao Dai walau tidak mau kencing, juga terpaksa setuju, jika tidak kudanya benar-benar kelelahan dan tidak bisa lari lagi, kemana lagi dia menyewa kereta kuda di tempat terpencil ini?

0ooo(dw)ooo0

Tidak ada merk, lebih-lebih tidak ada tulisan rumah arak.

Tiga rumah rumput berdiri disisi jalan sangat menyolok mata, apalagi terhadap orang yang dalam perjalanan, bisa berhenti untuk istirahat, minum secangkir teh atau minum arak, ditambah beberapa potong daging ayam liar, tahu goreng dan lain lain, mungkin "Yue Bin Da Jiu Lou" (Menyenangkan tamu besar di gedung arak) juga tidak senyaman di sini.

Inilah rumah yang disebut oleh sikusir, toko terpencil, tapi ketika Xiao Dai telah melangkah keluar dari ruang kereta dia melihat ditoko ini sudah ada tiga orang pria setengah baya yang berdandan orang persilatan, mereka di sana sedang duduk di meja minum arak.

Karena ada waktu, Xiao Dai tentu saja masuk ketoko ini, mencari satu meja dan duduk. Belum juga benar-benar duduk dia sudah menyadari tiga pasang mata yang aneh menyapu pada dirinya, disaat ini Xiao Dai berpendirian lebih baik kurang satu masalah dari pada lebih satu masalah, memaksa menahan amarah yang selalu diawasi oleh orang, dia memanggil bos toko.

"Ada apa?"

Bos toko yang seperti orang liar, berambut tidak karuan, wajahnya bengis, keluar dari dalam ruangan, sambil mengeratkan tali pinggang dengan sungguh 'ramah' bertanya.

"Kau bos toko ini?!" "Mengapa?! Tidak mirip?!"

Ternyata ini juga bisnis monopoli, tingkahnya bos toko menakutkan orang.

Bertemu dengan raja gunung semacam ini, cara yang paling baik adalah kurangi buka mulut.

Xiao Dai hanya pesan satu teko arak. Araknya sampai, cangkirpun penuh.

Belum lagi arak diminum, kusir diluar sudah menyiapkan rumput untuk kuda, telah memberi makan kudanya, dia juga masuk ketoko.

Namun dia merasa aneh berkata, "Iri?! Kapan bosnya telah ganti orang? Aneh, beberapa hari lalu aku masih lewat sini, juga pernah berhenti, saat itu.... saat itu bosnya masih sepasang suami istri muda. ?"

"Iii, apa iii? Sialan, apa orang tidak bisa mendapat mala petaka, ada sakit, ada masalah, bos di sini telah kaya, telah pindah ketempat lain, sekarang di sini aku yang buka toko, kau suka silahkan datang, jika tidak suka silahkan pergi sana." Sejak dahulu pedagang dan pengelana, orang yang banyak tahun kerjanya diluar, semuanya tahu kapan waktu harus bicara, kapan waktunya tidak bisa bicara.

Kusir itu cerewet terdiam, saat ini dia benar-benar tidak berani membuka mulut lagi, setelah membayar harga makanan yang dibeli, membawa asinan yang telah dibungkus, dia keluar dari toko.

Kelihatan di dalam pikirannya dikereta sendiri terasa lebih nyaman.

Pendengaran Xiao Dai biasanya juga tidak jelek, seorang pesilat tinggi seperti dia pendengarannya mana bisa jelek?

Walau satu suara yang sangat pelan dan pendek terdengar dari dalam, dia di dalam hati mengeluh sekali, karena dia tahu telah bertemu dengan satu masalah yang mau tidak mau harus dia harus melibatkan diri.

Suara itu adalah suaranya seorang wanita, dan juga adalah satu suara yang siap teriak minta tolong dan tiba-tiba mulutnya dibungkam orang.

Seorang bos toko yang seperti orang liar, tiga pria persilatan yang rupanya tidak pantas, ditambah suami istri muda yang tadinya bos di sini tidak muncul....

Xiao Dai tidak perlu pikir lama, dia sudah tahu apa yang telah terjadi.

"Tol.... mmm. ”

Satu suara lagi yang dibungkam, suara kali ini lebih jelas. Xiao Dai mendorong kursi, pelan-pelan bangkit berdiri.

"Mau apa?!" Satu di antara tiga pria besar itu tiba-tiba merentangkan tangan menghadang, nada bicaranya tidak bersahabat. "Kebelakang ingin kencing,” kata Xiao Dai dengan gagap.

"Kencing diluar saja." Orang itu jelas tidak terpikir Xiao Dai bisa bicara begini, bengong dulu sebentar baru menjawab.

"Tidak.... tidak baiklah! Aku.... akukan bukan anjing  liar. ” kata Xiao Dai seperti anak terkena damprat.

"Cerewet benar?! Kalau tidak mau, kencing saja dicelana." Teriak Orang itu melotot.

"Ini.... ini keterlaluan, kau.... kau kan bukan bos di sini, apakah aku pinjam. pinjam sebentar kamar kecilmu bisa?"

Xiao Dai yang berpura-pura lembut sungguh mirip sekali.

Kenyataannya orang itu jadi bungkam dibuatnya.

"Bos, kau ini sungguh keterlaluan, aku ini pinjam kamar kecilmu bukan pinjam istrimu, mengapa tidak boleh? Apalagi kata orang Air gemuk tidak jatuh pada ladang orang', air gemuk aku adalah barang bagus, air yang sudah disimpan lama, orang lain mau juga tidak ada, dimana ada orang yang bodoh begini....?" Nada bicara Xiao Dai sudah berubah.

"Sialan, aku bilang tidak ya tidak....” bos yang diejek oleh Xiao Dai sama sekali tidak mendengar kata ejekannya.

"Tapi saat aku baru masuk, jelas melihat kau mengetatkan tali pinggang keluar dari dalam, apa betul kau kencing di dalam kamar? Kalau begitu, itu tidak sehat.   ”

Xiao Dai dengan tawar menyindir.

Kali ini bos toko mengerti arti kata orang, sehingga dengan marah berteriak, "Sialan, kau telur kura-kurajika tidak jaga mulut lagi, aku akan melempar kau keluar. ” Xiao Dai menggelengkan kepala berkata sendiri, "Cek, cek, aku benar-benar telah masuk ketoko perampok." Berkata lagi, "Kata bos, kau tidak membolehkan orang kencing ya sudah, mengapa jadi marah begitu? Yang tidak jaga mulut adalah dirimu, kakak besar, ternyata kau di belakang telah menyembunyikan istri orang, jika tidak mengapa begitu tegang?"

"Aku kebiri kau ini telur kura-kura kecil. ”

Belum habis bos bicara, sepasang tangan besar yang berambut diulurkan membelit leher Xiao Dai.

Tangan Xiao Dai selamanya paling cepat, walau dia dalam keadaan luka parah.

Disaat sepasang tangan bos toko mengulur, Xiao Dai sudah melintang melangkah dua langkah disaat tiga pria persilat itu masih belum tahu apa yang telah terjadi, dia sudah menjatuhkan mereka bertiga.

Dia membalikkan tubuh menundukkan kepala, sepasang tangan bos toko telah gagal.

Disaat ini tinjunya Xiao Dai telah dipukulkan dengan keras pada bagian di bawah perut yang menonjol besar.

Tidak ada satu orang pun di tempat itu terpukul keras bisa mengeluarkan suara dan bisa berdiri, makanya saking sakitnya bos toko sampai membungkukan tubuh, sepasang tangan menutup tempat itu, keringat dingin seperti kacang kuning dikening bercucuran.

"Mengebiri aku?! Sialan kau sudah gila, jika aku tidak mengebiri kau itu artinya nenek moyangmu sudah membakar hio tinggi-tinggi, kalian ini aliran rendah di dunia persilatan. ” Habis berkata, Xiao Dai sudah melewati gordin pintu, berdiri di depan pintu yang sepertinya satu kamar tidur.

Pandangan pertama yang dilihat dia adalah seorang pria agak gemuk yang bentuk tubuhnya persis seperti Li Yuan- wai membelakangi pintu kamar sedang membungkukan tubuh menarik celana dari tanah.

Li Yuan-wai?!

Xiao Dai terkejut di dalam hati, tapi lalu mengerti, karena dia telah melihat dengan jelas satu bekas luka di atas pantat orang itu. Sama sekali bukan tanda lahir Li Yuan- wai.

Melihat di atas ranjang, benar seperti dugaannya, seorang wanita terlentang dengan baju robek di sana, mulut disumbat kain robek sedikit pun tidak bergerak.

Xiao Dai sabar menunggu, menunggu orang itu beres memakai celana.

Dan orang yang mirip dengan Li Yuan-wai itu masih belum tahu ada orang berdiri di depan pintu, sambil mengeratkan ikat pinggang sambil bergumam, Sialan, wanita ini sungguh tidak tahan ditekan, aku hanya nomor dua, kau sudah jadi mayat, diluar masih ada tiga, sekarang mereka sudah menepuk meja menyuruh cepat-cepat, nanti tidak tahu harus bagaimana membereskan urusan ini. ”

Xiao Dai melihat orang yang sangat mirip Li Yuan-wai tapi bukan Li Yuan-wai, amarah di dalam hati sudah membakar sampai kealis.

Dia diam tidak bergerak memperhatikan orang di depannya, tapi siapa pun orang nya bisa melihat wajahnya penuh salju dingin, nafsu membunuh samar-samar nampak. Sekarang wajah agak bulat orang ini ada ekspresi seperti melihat setan.

"Kau. kau siapa?!"

"Lalu kau siapa?" Xiao Dai sungguh malas banyak bertanya, tapi dia ingin tahu kelompok macam apa orang orang ini.

"Aku.... aku adalah Hartawan Li, kep. kepala

pengawas Jiang Nan Gai-bang, orang yang tahu lebih baik jangan terlibat. ”

Xiao Dai baru benar-benar bertemu dengan setan.

Jika orang tidak pernah bertemu dengan Li Yuan-wai sangat mungkin tertipu olehnya, apa boleh buat Li Yuan- wai yang matanya tumbuh di atas pantat mana mungkin bisa menipu Xiao Dai?

Tidak membicarakan yang lain, sampai di atas pantat Li Yuan-wai ada tanda lahir pun Xiao Dai tahu, orang ini bukankah keterlaluan?

0ooo(dw)ooo0

Kereta kuda tergerak lagi.

Di dalam ruang kereta Xiao Dai tetap bersandar pada puluhan bantal lembut yang nyaman, dengan dingin mengawasi Li Yuan-wai palsu yang hidungnya hijau wajahnya bengkak.

Di dalam hatinya sedang berpikir 'Terlalu banyak jalan malam, pasti akan bertemu setan', kata-kata ini sungguh sedikit pun tidak salah.

Dan si hartawan palsu ini meringkuk disudut ruang sedikit pun tidak berani bergerak, di dalam hatinya juga berdebar memikirkan apa sebenarnya maksud Xiao Dai, mengapa hanya menyisakan dirinya seorang? "Sekarang, sudah waktunya memberitahu nama aslimu, mmm?" Suara Xiao Dai sekali keluar, hati Huang Wei De itu bergetar.

"Aku. ”

"Tadi tiga puluh tamparan itu adalah akibat berbohong, jika aku dengar lagi satu kata bohong, maaf aku akan mulai dari telingamu, sampai habis memotong alat di seluruh tubuhmu, kau bisa mengatakannya, aku juga bisa melakukannya, kau pikir-pikirlah, perkirakan kau harus lakukan apa, selain itu aku bisa beri tahu, aku bisa membedakan setiap perkataanmu yang mana yang benar dan yang mana yang bohong,” kata Xiao Dai seperti bisa memandang tembus hati orang.

"Aku. aku dipanggil Huang Wei De."

"Aku lihat kau seharusnya dipanggil hina baru benar." Xiao Dai menggelengkan kepala berkata, "Kalian juga keji sekali, sudah membunuh suami orang masih giliran memperkosa istri orang, ini.... ini didunia ini mengapa ada kalian orang-orang seperti sampah, binatang."

"Anda. anda bermarga apa?"

"Tidak perlu menjilat, mereka telah jadi orang mati, aku jamin kau juga tidak akan lama hidupnya, menyisakan kau karena aku harus mengejar waktu, dan juga aku ada pertanyaan padamu, sekarang kau beri tahu aku mengapa kau bisa berpikir menyamar sebagai Li Yuan-wai?"

"Ka.... karena banyak orang mengatakan aku mirip dengan dia. ”

"Kau pernah bertemu dengan Li Yuan-wai?" "Per. pernah."

"Kapan? Dimana?" "Du.... Kira kira dua setengah tahun yang lalu, di di

Jembatan Dua Puluh Empat Yang Zhou."

Wajah Xiao Dai tidak ada ekspresi, sebenarnya di dalam hatinya berdebar-debar.

Karena dua setengah tahun lalu dia sedang bersama Li Yuan-wai dan Ouwyang Wu-shuang berada didaerah Yang Zhou.

"Saat itu apakah hanya ada Li Yuan-wai seorang diri?" Xiao Dai sedikit pun tidak meninggalkan tanda, bertanya lagi.

"Bu.... bukan, ma.... masih ada seorang wanita yang sekali tertawanya sangat cantik disisi dia."

"Wanita sekali tertawa sangat cantik?"

"Benar, wanita itu sungguh memuaskan....” Huang Wei De seperti mengenang kembali kenangan indah, sama sekali tidak terpikir yang lainnya berkata begitu saja.

.... wanita yang seperti Ouwyang Wu-shuang tentu saja membuat orang sulit melupakannya.

Memuaskan? Hal apa yang bisa membuat seorang laki- laki memberi penilaian begini pada seorang wanita?

Xiao Dai mendadak terpikir hal yang mengerikan.

Yaitu ketika dirinya bertemu lagi dengan Ouwyang Wu- shuang, dia malah menginginkan dirinya pergi membunuh Li Yuan-wai.

Terhadap masalah ini dia selamanya tidak percaya kata- kata Ouwyang Wu-shuang.... demi saling mencintai jadi harus menghapus bayangan gelap. Sekarang dia sepertinya telah menemukan jawabannya, alasannya Ouwyang Wu-shuang ingin membunuh Li Yuan- wai.

Laki-laki semuanya suka membicarakan kehebatan dirinya.... apalagi tentang petualangan cinta, sehingga mereka sering melupakan aturan ini 'Mala petaka datang dari mulut'.

Xiao Dai sangat luwes, juga sangat bersemangat memancing.

"Yang kau katakan puas sebenarnya seberapa puas? Sialan, bajingan seperti kau yang seharian menghancurkan orang mungkin bertemu dengan induk babi kau juga akan mengatakan puas."

"Aku.... aku. kau apa dengan Li Yuan-wai berteman?"

tanya bajingan ini juga mendadak terpikir dengan sedikit ketakutan.

"Tidak, dia pernah jadi musuhku, aku ingin membunuh dia, dia juga ingin membunuh aku,” kata Xiao Dai kaku.

"Bagus kalau begitu, bagus kalau begitu. ”

Maka dengan bangganya dia bercerita, sampai dia sudah lupa nyawanya sudah diujung tanduk.

Dan yang mendengarnya tampak matanya terlihat terkejut, marah, seperti ingin sekali mengupas kulitnya.

Xiao Dai akhirnya mengerti masalah sebenarnya. Ternyata malam ketika Ouwyang Wu-shuang diperkosa,

dia terkena semacam racun obat perangsang kuat yang hanya bisa menggerakkan kaki tangan dengan pelan, tapi mata tidak bisa dibuka.

Sehingga dia walau tidak bisa melihat lawan, tapi bisa merasakan perawakan, dan tanda khusus lawan mainnya. Yang dimaksud tanda khusus tentu saja adalah alasan mengapa dia memaksa ingin melihat pantatnya Li Yuan- wai.

Juga tidak bisa disalahkan dia menuduh Li Yuan-wai. Xiao Dai tidak tahu, jika dia tahu, sudah dari dulu dia.

memaksa memerosotkan celananya Li Yuan-wai memperlihatkan pada Ouwyang Wu-shuang untuk membuktikan, bagaimana pun tanda lahir di atas pantatnya Li Yuan-wai adalah datar licin, dan pelaku dosa sebenarnya adalah bekas luka yang menonjol.

Dua tanda yang berbeda ini bedanya sejauh seratus delapan li, yakin Ouwyang Wu-shuang bisa dengan mudah membedakannya.

Makanya seluruh masalahnya begitu menunjuk rusa sebagai kuda kacau tidak karuan.

Tentu saja jika ingin disalahkan juga harus disalahkan Li Yuan-wai, sejak Ouwyang Wu-shuang mengutarakan 'tanda', dia tidak mengerti tanda apanya.

Jika tidak jangan kata diperiksa orang, walau ingin dia telanjang pantat ditonton di jalanan mungkin dia juga dapat melakukannya.

Bagaimana pun juga dengan demikian, dia juga tidak akan mudahnya mendapat tuduhan pemerkosa, pengkhianat Gai-bang, dikejar-kejar orang seperti anjing di rumah duka, juga tidak akan ada orang demi memperebutkan hadiah uang seratus ribu liang perak sampai kepala pecah bercucuran darah, nyawa hilang.

Ketika kakinya Xiao Dai ditendangkan pada bawah perutnya Huang Wei De, dia baru mengerti dia telah kena tipu orang. Dia bercucuran keringat dingin, dengan terbata-bata berkata, "Kau.... kau ini.... kau ini sebenarnya. siapa?"

"Tangan Cepat Xiao Dai, saudaranya Li Yuan-wai. ”

Xiao Dai di tempat yang sama dia menambah satu tendangan lagi, ketika dia sudah memastikan 'dia' seumur hidup ini sudah tidak akan mampu lagi 'puas' baru dengan dingin berkata.

"Kau.... kau.... kau.... bukankah.... berkata.... de ngan dia adalah.... bermusuhan. ”

"Kaulah tidak mendengarnya dengan baik, yang aku katakan adalah 'pernah' kata ini."

Huang Wei Dejadi pingsan.

Tidak tahu apakah dia pingsan karena sakit? Atau setelah mendengar kata-kata Xiao Dai jadi pingsan?

'Bermaksud menanam bunga, bunganya tidak mekar, tidak bermaksud menancapkan pohoh Liu pohon Liu nya tumbuh rimbun."

Xiao Dai kembali bersandar lagi dipuluhan bantal nyaman, dia pelan-pelan menikmati kata kata peninggalan nenek rc^ang ini, dia merasa lega dirinya tidak emosi dan menyembelih Huang WeiDe.

Sekarang dia bertambah satu tugas lagi, yaitu berharap Li Yuan-wai tidak mati.

Dan juga paling baik bisa segera bertemu dengannya.

0ooo(dw)ooo0