Duri Bunga Ju Bab 22: Delapan Besar Dewa Langit

Bab 22: Delapan Besar Dewa Langit

Delapan Besar Dewa Langit anak buahnya Hao Shao-feng. Li Yuan-wai menundukkan kepala melihat baju barunya, entah apakah dia sedang mengeluh akan baju barunya ini sudah menjadi baju kotor lagi Atau dia sedang berpikir kali ini dirinya tidak akan bertelanjang tubuh berlari-lari di jalanan dikejar oleh orang lagi?

Disaat tidak ada orang yang berbicara, orang pertama yang bicara pasti adalah Li Yuan-wai.

Disaat tidak boleh bicara, mendengar ada orang bicara yang tidak-tidak, orang itu jika bukan Li Yuan-wai pasti adalah Tangan Cepat Xiao Dai.

"Kenapa kalian disaat seharusnya tidak muncul, malah muncul? Apakah kalian merasa 'jarum' aku masih terlalu kecil? Atau kalian lebih senang berganti tempat?"

Li Yuan-wai sudah mengeluarkan segenggam jarum, yang dia katakan hanya enam orang wanita buta yang mengerti.

"Hina, tidak tahu malu!" dipojok rumah telah muncul Ouwyang Wu-shuang, di belakangnya ada orang pengemis yang tinggi besar.

Dua orang yang menginginkan nyawanya sekali lagi muncul, wajah Li Yuan-wai yang tadinya masih bernada mengolok-olok orang sekarang sudah menghilang, dia menyesal juga kesal.

Dia menyesal mengapa mulut ini selalu saja sembarangan bicara, hingga terdengar oleh dia.

Dia kesal mengapa tidak terpikir, jika orang-orang ini sudah datang, maka pemimpin mereka mana mungkin tidak datang?

Hatinyajadi kaku, wajahnya juga berubah. Bagaimana pun, dua orang ini walau yang mana sudah cukup membuat dia hatinya dingin, apalagi sekarang dia muncul secara bersamaan?

Maka bagaimana mungkin wajahnya tidak berubah? "Ka.... kalian bagaimana bisa.... bisa menemukanku?"

tanya Li Yuan-wai dengan serak.

Tapi tidak ada orang yang memperdulikannya, mata Delapan Besar dewa Langit itu dengan tidak sengaja memandang katel mangkuk sumpit yang berantakan di bawah, dan bersamaan hidung mereka sedikit digerak- gerakan.

Li Yuan-wai mengerti sekarang.

Bersamaan itu dia hampir saja memuntahkan semua daging anjing yang tadi makan.

"Harum Sedap Tiga Li, Li Yuan-wai, Li Yuan-wai, jika kebiasaan makan daging anjing ini tidak dirubah lagi, pasti pada suatu hari nanti kau akan seperti orang membunuh anjing, membunuhmu....” Li Yuan-wai mengeluh bergumam di dalam hati.

Dia tentu saja tahu hidungnya orang Gai-bang biasanya paling tajam, dan lagi, siapa yang bisa seperti dirinya, bisa memasak daging anjing sewangi dirinya?!

Ouwyang Wu-shuang dan Hao Shao-feng bersamaan muncul, artinya. ?

Akhirnya Li Yuan-wai mengerti, walau dia pernah  curiga tapi sekarang melihat keadaan yang ada di depan mata, jika dia lebih idiot lagi, dia juga bisa berpikir Ouwyang Wu-shuang pasti orang Perkumpulan Bunga Ju.

"Kalian merobohkan rumah orang, memecahkan katelku, dan juga menunjukan situasi yang tidak bersahabat, sebenarnya untuk masalah apa?" tanya Xu Jia-rong yang biasanya dingin, sekarang malah dengan wajah aneh tertawa.

Ternyata dia telah tertular Li Yuan-wai?

"Kau siapa?" tanya Ouwyang Wu-shuang timbul semacam cemburu yang tidak bisa ditahan.

"Lalu kau ini siapa?" Xu Jia-rong tidak menjawab juga balik bertanya dengan sikap bermusuhan.

Sekejap dua wanita ini tidak bicara lagi, mereka menggunakan sorot mata yang sulit dimengerti orang luar saling memperhatikan lawan.

Ouwyang Wu-shuang tidak terbilang sangat cantik, tapi dia muda, dan mempunyai keahlian mendesak orang, walau dia tidak tertawa, orang lain juga tahu jika dia tertawa pasti akan memikat orang.

Kecantikan Xu Jia-rong terasa dingin, walau sekarang baju putihnya sudah banyak berdebu, dirambutnya juga ada sedikit rumput ilalang, tapi tetap tidak mengurangi sinarnya.

Lambat laun, dua sorot mata yang saling menatap, sudah berkobar api peperangan yang tinggal sekali sentuh langsung meletus, sekali meletus tidak akan berhenti sampai ada korban.

"Kau cantik sekali." Ouwyang Wu-shuang terpaksa mengakuinya.

"Kau juga tidak jelek,” kata Xu Jia-rong dengan bangga.

Hening sejenak sebelum perang besar, siapa pun bisa melihat mereka saling ingin membunuh lawan.

Li Yuan-wai tidak tahu mengapa Hao Shao-feng sampai sekarang tidak bicara sepatah katapun. Tapi tidak berkata ada kalanya lebih menakutkan dari pada berkata, bagaimana pun anjing yang tidak menggonggong, biasanya bisa menggigit orang.

Dia sudah bersiap-siap, dia dengan terbata-bata berkata, "Shuang Suang, ini.... ini adalah salah paham, kau dengar kata-kataku, sungguh. ini sungguh adalah salah paham."

"Jangan beritahu aku ini adalah salah paham, aku hanya percaya pada diriku, dan juga aku beritahu, aku bukan sepatu robek, juga bukan katel pecah, setelah dipakai boleh dibuang, setelah robek bisa ditambal, kau binatang yang hina dan rendahan ini, kenapa kau tidak tanya saja pada tanda lahir dipantatmu itu? Apakah ini bisa salah paham?" bentak Ouwyang Wu-shuang marah, mendengar Li Yuan- wai tetap pada pendiriannya, mengatakan ini adalah salah paham.

Dengan tidak sadar, Li Yuan-wai mengusap pantatnya sendiri.

Bodoh sekali! bukankah 'Dipantaunya tidak ada uang tiga ratus liang?"

Babi goblok, sekali mengusap, bukankah sama memberi tahu semua orang, di atas pantatmu benar ada benda yang tidak bisa diperlihatkan pada orang?

Kelihatannya dia sungguh sudah jadi bingung dimarahi oleh Ouwyang Wu-shuang.

Setelah menyadari tingkah lakunya, Li Yuan-wai seperti 'Li Si diseberang tidak mencuri', Rasanya dia ingin sekali menerobos masuk ke dalam perut bumi.

Wajah dia begitu pahit.

Xu Jia-rong malah membelalakkan mata. Wajah dia yang dingin menjadi lebih dingin lagi, di matanya sudah terlihat ada air mata....

Dadanya dengan cepat naik turun, sedikit tidak bisa menahan diri, juga dengan sedikit tidak percaya diam-diam dia mundur dua langkah. Dia bergumam berkata, "Kau....

kau benar ada. ”

"Aku tidak,” kata Li Yuan-wai.

Jawabannya juga seperti 'kepala sapi tidak cocok dengan mulut kuda', karena yang orang ingin tanyakan adalah ada tidaknya tanda lahir dipantatnya, Li Yuan-wai salah mengerti, dia mengira yang orang tanyakan adalah pernah tidak melakukan perbuatan yang cabul itu.

Makanya dia tentu saja sekuatnya menyangkal.

"Tidak?! Li Yuan-wai jika kau seorang laki-laki bukalah celanamu, biar semua orang lihat, jika benar tidak ada, aku Ouwyang Wu-shuang segera memalangkan pedang membunuh diri." Ouwyang Wu-shuang juga salah mengartikan, begitu dia mendengar Li Yuan-wai mengatakan 'tidak' segera dia menjerit.

Sungguh menjadi hal yang walau benar juga sulit menjelaskannya.

Li Yuan-wai adalah laki-laki, tapi sebagai laki-laki juga tidak bisa sembarangan dihadapan muka umum melepas celana untuk diperiksa orang!

Dia tidak bisa melepas, juga tidak berani melepas.

Dia sungguh kesalnya sudah hampir jadi gila, lebih-lebih bicaranya tidak karuan, dia hanya bisa berkata, "Aku....

kalian.... aku.... oh langit. ”

Li Yuan-wai yang kasihan, kecuali berteriak langit masih bisa melakukan apa lagi? Yang hebat adalah, ketika berteriak langit orang kebanyakan mencakar rambut, tapi ketika dia berteriak langit, malah memegang ikat pinggangnya, seperti takut orang akan melepas celana dia.

Tentu saja Ouwyang Wu-shuang berani berteriak pada Li Yuan-wai melepas celananya, karena dia sudah bukan lagi seorang gadis.

Tapi Xu Jia-rong adalah gadis yang masih suci belum ternoda, dia mana mau melihat Li Yuan-wai melepas celananya.

Apakah dia sudah lupa bahwa dirinya adalah seorang gadis?

Apakah Li Yuan-wai melepas atau tidak melepas celananya begitu penting baginya.

Dia malah telah mengucurkan air mata, dengan ketakutan berkata, "Li. jika kau sungguh tidak melakukan

hal.... hal itu, kenapa.... kenapa tidak mau membuktikan bahwa kau. kau itu tidak bersalah?"

Li Yuang Wai sekali mendengar kata ini, kepalanya seperti di 'boom', seperti disambar geledek.

Dia seperti sudah gila, berloncat-loncat, mulutnya juga berteriak-teriak kacau, berkata, "Aku.... aku mengaku dipantatku ada 'tanda lahir', aku mengaku, aku semuanya mengaku, dasar sialan, kalian sekelompok orang ini semuanya sudah gila, semuanya berpenyakit, kenapa kalian semua suka melihat pantat laki-laki? Oh langit, Tuan langit, kenapa kau tidak menumbuhkan saja benda itu di atas wajahku? Kenapa? Kenapa. ?"

Xu Jia-rong telah pergi, dengan cepat sudah pergi. Tidak dihalangi, walau ada orang yang bisa menghalangi, meskipun belum tentu . bisa menghalanginya.

Apa lagi dia juga bukan orang yang mereka cari.

Tapi siapa pun dapat melihat, saat dia pergi wajahnya bercucuran air mata.

Untuk apa dia menangis?

Dan juga mengapa dia seperti bertemu dengan setan, hingga meninggalkan Li Yuan-wai?

Bukankah dia suka melihat kelucuannya, rasa  humornya, juga suka mendengar perkataan lucunya dia yang bisa membuat orang mati tertawa.

Apakah, apakah dia telah terjerumus ke dalam tawanya Li Yuan-wai?

Apakah, apakah dia telah terjatuh ke dalam semacam jala yang tidak terlihat.

Dia hanya melihat Li Yuan-wai dua kali, dan waktu bersama berkenalan juga hanya baru dua hari, mana mungkin? Ini dimana bisa mungkin?

Li Yuan-wai, sibodoh ini, dia sudah jatuh cinta dua kali, tapi malah melepaskan wanita ketiga yang benar-benar mencintainya.

Si bodoh, sibabi, sibodoh nomor satu didunia ini.

0ooo(dw)ooo0