Duri Bunga Ju Bab 19: Keluarnya bunga Ju

Bab 19: Keluarnya bunga Ju

Perkumpulan Bunga Ju, nama ini sangat aneh.

Anehnya seperti sebutan Wang Xiao Dai, dan Li Yuan- wai.

Tapi sekarang ketenarannya telah melebihi Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai, juga telah menggetarkan hati orang.

Bagaimana juga Tangan Cepat Xiao Dai sudah mati, dan Li Yuan-wai telah menjadi pengkhianat Gai-bang, dan jejaknya juga sudah menghilang.

Perkumpulan Bunga Ju, perkumpulan misterius ini mendadak muncul, dan banyak dibicarakan oleh orang- orang.

Tidak ada orang yang tahu Perkumpulan Bunga Ju itu perkumpulan apa, namun hal yang dilakukan Perkumpulan Bunga Ju, orang yang dibunuh oleh Perkumpulan Bunga Ju, membuat orang merasa Perkumpulan Bunga Ju adalah perkumpulan yang menakutkan. Tentu saja perkumpulan yang bisa membunuh, membuat orang merasa Perkumpulan Bunga Ju adalah perkumpulan kuat yang menyeramkan.

Dia kuat karena dia tidak takut pada yang berwajib, sampai banyak orang dari aliran besar dan perguruan besar dia pun berani membunuhnya.

Dia menyeramkan, karena dia membunuh orang tanpa pandang bulu, dan orang yang dibunuh, disisi mayatnya selalu ditinggalkan lambang sekuntum bunga Ju supaya orang yang melihat.... tahu orang ini dibunuh oleh Perkumpulan Bunga Ju.

Lambang bunga Ju banyak macamnya, ada yang terbuat dari kain perak, terbuat dari besi, malah ada yang dari sekuntum bunga Ju asli.

Jika dihitung-hitung selama setengah bulan ini Perkumpulan Bunga Ju sudah membunuh banyak orang juga telah melakukan beberapa gerakan, antara lain,

.... Dari Wu Dang murid nomor satunya Pedang Qing Ji Xiao Qing, ditemukan telah mati. Ditinggalkan sebuah bunga Ju besi.

.... Perkumpulan Perairan Chang Jiang putra ketuanya Ba Jiao Lin Wei Min, ditemukan telah mati. Ditinggalkan sekuntum bunga Ju perak.

.... Kupu-Kupu Bunga Shi Tu Lang, ditemukan mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju besi.

.... Serigala Wajah Putih Chen Ji Ping, ditemukan mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju putih.

.... Yang paling menggemparkan adalah kematian seorang yang disebut Laki-Laki Besi, karena Laki-Laki Besi Zhou Lian Shan adalah kepala pelatih tujuh provinsi diselatan, ditemukan mati, Ditinggalkan juga sekuntum bunga Ju putih.

Semua orang yang mati ini ada perompak besar disungai, ada pemerkosa, malah ada orang orang golongan putih, semua membuat orang jadi tidak mengerti.

Jadi tidak ada orang yang tahu Perkumpulan Bunga Ju adalah aliran putih atau aliran hitam.

Hanya ada satu ciri yang dapat dipastikan yaitu di antara orang-orang yang mati, ilmu silat orang-orang itu termasuk pesilat tinggi, dan malah pesilat tinggi kelas satu.

Perkumpulan Bunga Ju bisa membunuh pesilat tinggi seperti ini, tentu saja adalah perkumpulan yang kuat.

Mengenai pekerjaan yang telah dilakukan perkumpulan ini, malah membuat orang tidak mengerti, karena yang dia lakukan semuanya adalah pekerjaan sosial.

.... dalam musibah air bah Jiang Xi, Perkumpulan Bunga Ju menyumbang perak, tiga puluh ribu liang.

.... dalam musibah kekeringan di An Hui, Perkumpulan Bunga Ju menyumbang perak tiga puluh ribu liang.

.... pada musim gugur digunung Wu Tai Perkumpulan Bunga Ju membagi-bagikan beras putih dua puluh ribu shi.

.... di residen Qing Ping menyumbang pada fakir miskin perak putih sepuluh ribu liang.

.... Dan juga banyak lagi memperbaiki jembatan, menambal jalan raya, membangun tanggul dan lain-lain, uang yang disumbangkan juga sulit dihitung banyaknya.

Semua uang yang disumbangkan tertanda Perkumpulan Bunga Ju. Ada perkumpulan yang membunuh orang baik dan orang jahat, ada perkumpulan yang kekayaannya begitu besar dan melakukan pekerjaan sosial, apakah Perkumpulan Bunga Ju bisa tidak dibicarakan, disebarkan orang?

Ada orang yang memuji-muji Perkumpulan Bunga Ju, karena dia menolong orang tidak terhitung banyaknya.

Ada juga orang yang ketakutan terhadap Perkumpulan Bunga Ju, karena takut dirinya adalah sasaran pembunuhan berikutnya.

Juga ada orang yang sangat memikirkan bagaimana membalas dendam pada Perkumpulan Bunga Ju, karena dia telah membunuh familinya.

Namun tidak ada orang yang tahu sebenarnya Perkumpulan Bunga Ju itu terdiri dari siapa saja? Dan siapa pemimpinnya? Dimana pusat perkumpulannya?

Sehingga Perkumpulan Bunga Ju jadi seperti roh yang gentayangan, setiap waktu bisa ada dimana saja.

Perkumpulan Bunga Ju juga membuat dunia persilatan bergolak, orang-orang dunia persilatan tergoncang.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai kembali berdandan lagi.

Dia sekarang kelihatan seperti hartawan yang jika palsu dijamin boleh ditukar.

Topi hartawan, sepatu sol tebal dengan tulisan Fu, ditambah mantel kain sutra berwarna blue safir, tangannya mengipaskan kipas gagang giok beranyam emas, lalu supaya dirinya lebih tampak seperti hartawan, tangannya yang lain malah menggenggam bola besi, sambil jalan, sambil tidak berhentinya memutar-mutar bola besi. Dari sepuluh jarinya, sudah ada delapan jari memakai cincin batu pusaka yang rupanya berbeda-beda, dan besar kecilnya juga berbeda-beda.

Hanya untuk dandanan ini saja, cek lima ribu perak yang ditinggalkan oleh Yuan Ershao untuk dia, sudah habis lebih dari setengahnya.

Hatinya sakit karena telah menghabiskan uang cukup banyak untuk merobah penampilannya, namun dia terpaksa melakukannya.

Karena disetiap kota pasti ada pengemis, malah ada cabangnya Gai-bang, dia ingin menghindar dari incaran Gai-bang, maka dengan berdandan sebagai seorang hartawan dia tentu bisa mengelabui orang.

0ooo(dw)ooo0

Dia menelusuri jalan raya, tujuannya ke Jun Shan di telaga Tong Ding.

Hanya karena dia semenjak kecil tidak pernah naik tandu, tidak naik kereta, juga tidak naik kuda. Makanya dia jadi tidak tahu berjalan dari sini sampai ke Jun Shan memerlukan waktu berapa lama baru bisa sampai.

Bagusnya Yuan Ershao tidak berpesan pada dia harus cepat-cepat sampai, juga tidak dibatasi waktunya, asalkan dia pergi ke Jun Shan, dia harus melihat rumah orang tuanya dan nyonya Yuan Dashao, dan ada perubahan apa saja di sana.

Maka dia mengipas-ngipas dan berjalan kaki sebagai pengganti kereta, juga supaya pantas kelihatannya dia menengok kekiri melihat kekanan.

Tentu saja semua orang ingin dipuji, tapi semuanya takut memakai baju mewah berjalan di malam hari. Mungkin buat seumur hidup Li Yuan-wai, hanya sekarang dia bisa berpakaian paling mewah, dan mempunyai uang emas paling banyak, maka dia mencoba memamerkan dan membanggakan.

Tampaknya jika bisa dia ingin memberi tahu semua orang bahwa dialah Li Yuan-wai. !

Disepanjang perjalanan dia sudah melihat banyak murid- murid Gai-bang, malah dia juga pernah melemparkan beberapa uang receh pada mangkuk mereka.

Sampai dia sendiri juga merasa geli, karena tidak ada satu pun pengemis yang melihat dia dua kali, tentu saja tidak ada orang yang mengenal dia 'Pusaka Gai-bang', 'Ketua Pengawas Honorer' yang sekarang jadi buronan.

Angin cepat, tapi tidak secepat berita di dunia persilatan.

Angin dingin, tapi tidak membuat orang lebih dingin dari pada dua orang gila yang berkata-kata gila.

Li Yuan-wai telah lelah berjalan tentu saja dia harus istirahat, memang dia juga suka makan, apalagi ketika membaca merk restoran 'Gedung Memuaskan'.

Masakan 'Gedung Memuaskan' memang memuaskan orang.

Hanya sayang, saat Li Yuan-wai mendengar percakapan dua orang ini dia merasa tidak puas.

Bukan saja tidak puas, malah ada sedikit perasaan seperti makan tapi tidak tahu rasanya dan sulit menelannya.

"Kabarnya Gai-bang menghadiahkan uang sepuluh ribu liang untuk kepalanya Li Yuan-wai."

"Itu apa anehnya, aku masih mendengar Perkumpulan Bunga Ju menghadiahkan uang sepuluh ribu liang untuk jejaknya!" "Ooo.... Ini adalah kesempatan untuk jadi kaya, sialan, tidak tahu anak kura-kura itu bersembunyi di goa mana. ”

"Coba pikir, jika aku tahu ada orang mau mengeluarkan hadiah sebesar itu untuk nyawaku, apalagi itu adalah 'Perkumpulan Bunga Ju' dan 'Gai-bang', aku sudah dari dulu mencari pohon yang miring, menggantung diri saja, menghindar nanti hidup tersiksa. ”

"Kau tidak mengerti, Gai-bang ingin membunuhnya karena dia melakukan perkosaan, dan juga mencelakai sesama anggota, berniat merebut kekuasaan, mengenai Perkumpulan Bunga Ju! He.... he. aku juga tidak tahu."

"Kau ini sialan, ini kan omong kosong?! Gai-bang ingin membunuhnya itu sih semua orang juga tahu, yang ingin aku tahu tentu saja kenapa Perkumpulan Bunga Ju juga mencari dia. ”

"Aku kan bukan orang dari Perkumpulan Bunga Ju, mana aku bisa tahu mengapa Perkumpulan Bunga Ju mencari dia?"

"Kabarnya Perkumpulan Bunga Ju sangat misterius, ini.... ini jika ada orang bisa mendapatkan dia lalu kemana mengambil hadiahnya?!"

"Kau tenang saja, asal kau bisa menemukan bocah yang berdosa pada leluhur, pemerkosa yang tidak bisa diampuni dalam sepuluh dosa itu, asal menggantungkan tiga lentera merah di sembarang tempat dibenteng gerbang kota, dijamin tidak lewat dua jam, tentu akan ada orang yang menghubungimu, kenapa?! Kau bocah, jika punya kabar jangan dimakan sendiri!"

"Aku mana ada keberuntungan seperti itu? Tapi selanjutnya aku akan lebih memperhatikan pengemis yang pendek dan gemuk, siapa tahu keberuntunganku berubah, bisa menemukannya, siapa yang tahu. ”

"Benar juga kata-katamu, Li Yuan-wai sekarang sudah berubah menjadi balok emas, setiap orang berebut menginginkannya. ”

Percakapan selanjutnya sudah tidak ada yang harus didengar lagi.

Tapi Li Yuan-wai jadi mendapat lebih banyak berita mengenai munculnya Perkumpulan Bunga Ju di dunia persilatan.

Sambil mengusap-usap belakang kepalanya, Li Yuan-wai sungguh tidak mengerti kepalanya ini yang dikatakan bulat ya tidak bulat dikatakan pesegi ya tidak pesegi, masih bisa begitu berharga.

Gai-bang menginginkan dirinya dan memberi hadiah masih bisa masuk akal, Perkumpulan Bunga Ju, mainan apa lagi? bagaimana ceritanya?

Dia tidak terima sejak kapan ada orang dari belakang berani memaki dirinya adalah pemerkosa, ditambah anak kura-kura.

Siapa pun orangnya jika mendengar ada orang dihadapan dirinya mengkritik dirinya demikian, walau yang ada di depan dirinya ada ati naga empedu Feng mungkin tidak akan timbul selera makan sedikit juga.

Menatap dua orang itu yang preman kelas sembilan, hanya cukup menggunakan dua jari saja dia sudah cukup bisa membunuhnya, tapi Li Yuan-wai sedikit emosi juga tidak ada.

Walau di dalam hatinya dia sudah memaki-maki dua orang itu, dari atas kepala sampai kekaki lebih dari sepuluh kali, tapi begitu bertatapan, Li Yuan-wai menampilkan tawa yang bersahabat.

Disaat begini dia mana mungkin bisa mengaku bahwa dirinya adalah anak kura-kura seperti yang dikatakan mereka?

Setiap orang pasti punya satu refleksi, ketika melihat ada orang tersenyum pada dirinya, pasti akan melihat dua kali padanya.

Makanya dua orang preman kelas sembilan itu, terus- terusan melihat Li Yuan-wai yang terhalang dua meja, dengan tanpa tahu sebabnya tertawa bengong kearahnya, mereka melihat dia dua kali, lalu bersama-sama bangkit berdiri, juga bersamaan berjalan menuju Li Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0

Mungkin dua orang itu telah melihat Li Yuan-wai yang berpakaian mewah dan banyak perhiasannya.

Mungkin senyumnya Li Yuan-wai membuat dua orang itu menanggalkan permusuhan.

Pokoknya wajah yang tadinya penuh dengan permusuhan, sekarang sudah berubah menjadi wajah yang tersenyum.

"Tuan, apakah kita sudah pernah kenal?" kata Pria kurus kecil yang disebelah kiri.

Kenal? Telur kura-kura baru kenal kalian." Pikir Li Yuan-wai di dalam hati, tapi dirnulutnya tidak mengatakan demikian.

"Oww, anda ini. anda ini aku rasanya pernah bertemu

entah dimana, wajahnya sangat hafal, hanya dalam sesaat tidak bisa mengingatnya, kau marga. ” "Aku marga Huo, Huo Huai, Tuan ini, aku.... aku juga merasa wajahnya hafal sekali." Yang dipanggil Huo Huai sambil berkata, sepasang mata tikusnya melihat delapan cincin batu pusaka di tangannya Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai berpikir di dalam hati, 'nenekmu, sungguh telah melihat setan, hafal wajahnya kentut, aku lihat kau mungkin hafal terhadap cincinku.’

Sengaja menggoyangkan jarinya, Li Yuan-wai  bertingkah seperti sangat akrab berkata, "Ah! Aku ingat sekarang, saudara Huo, betul, betul, kau marga Huo, tidak salah, tidak salah, kalau yang ini adalah. ”

Seorang lagi laki-laki yang bermata segi tiga, begitu mendengar Li Yuan-wai menanyakan dirinya, buru-buru dia memperkenalkan diri berkata, "Aku marga Li, Li huruf delapan belas, Li Gui-qiu."

"Saudara Li, sudah lama dengar, sudah lama dengar."

Li Yuan-wai mulutnya tertawa, tapi dihatinya berkata, "Li Gui-qiu, sialan, nanti kau baru tahu kau akan bersujud minta ampun pada aku."

Merasa dihormati, dua orang bersama sama berkata, "Kalau anda. ”

"Oww, kalian lihat, aku malah lupa memperkenalkan diri sendiri, he he.... maaf, maaf, aku marga Zheng, Zheng yang artinya rapih, Zheng Yuan Wang.... he he. Zheng

Yuan Wang, kalian berdua silahkan  duduk,  silahkan duduk ”

Tentu saja harus duduk, masa tidak melihat bola mata dua orang itu sepertinya hampir saja tertempel pada delapan cincin batu pusaka di jari itu. Huo Huai sambil duduk, sambil mencoba mempererat hubungan berkata, "Saudara Zheng, margamu sungguh jarang sekali!"

"Anakku, mempermainkanmu, apa salah? Bagaimana bisa tidak jarang?" Li Yuan-wai berpikir sampai di sini hampir saja tidak tahan tertawa keluar.

Orang bilang jika arak bertemu dengan peminum, seribu cangkir juga masih merasa kurang, ada juga yang mengatakan dirantau orang ketemu kenalan lama.

Juga tidak tahu tiga orang ini bagaimana bisa jadi berhubungan, jadi orang satu kampung.

Juga tidak tahu apakah mereka kesal karena bertemunya terlambat.

Pokoknya teko arak sudah bertumpuk di meja, percakapannya juga sudah banyak.

Sekarang Li Yuan-wai sudah tahu tidak sedikit apa yang terjadi di dunia persilatan dari mulut kedua orang ini.

Melihat sudah waktunya jadi mabuk, dengan beralasan pergi ketoilet, Li Yuan-wai memuntahkan seluruh arak yang tadi diminum setetes pun tidak disisakan.

Setelah kembali ketempat duduk, Li Yuan-wai tengkurap di atas meja, mmm, tampangnya itu sungguh persis seperti mabuk tidak alang kepalang.

"Saudara.... saudara Zheng, hari ini bisa. bisa

berkenalan dengan anda adalah.... adalah keberuntunganku, biar.... biar aku saja.... saja aku yang traktir." Huo Huai walau lidahnya sudah jadi besar, tapi dia tetap melihat terus jari orang.

"Betul.... betul.... biar kami.... bayar dulu bonnya lalu....

lalu antar saudara.... saudara Zheng pu.... pulang. ” Ternyata Li Gui-qiu tidak berbeda jauh, hanya tidak tahu dia siap mengantarkan Li Yuan-wai pulang kemana? Apa kota mati tidak berdosa? Atau kuburan umum?"

"Jika ada orang mengundang, Li Yuan-wai pasti hadir." Ini adalah satu hal yang semua orang tahu.

Apalagi semula Li Yuan-wai sudah mempersiapkan, membiarkan dua orang ini membayarnya.

0ooo(dw)ooo0

Malam dingin seperti air, angin dingin menusuk kulit orang.

Huo Huai dan Li Gui-qiu dua orang begitu keluar dari 'Gedung Memuaskan', segera ditiup angin dingin, sudah lebih sadar.

Mereka sekarang sedang membopong Li Yuan-wai dikiri kanan berjalan menuju karah tempat yang orangnya sedikit dan sepi.

Ketika Huo Huai diam-diam beberapa kali mencubit Li Yuan-wai, tidak melihat dia bereaksi, maka tertawalah dia, tertawanya begitu dingin sekali.

Diluar kota di dalam sebuah hutan pohon Bai Yang besar dan gelap....

"Aku lihat di tempat ini saja, bagaimana?" kata Li Gui- qiu sambil melihat kesekelilingnya.

"Baik, aku lihat di tempat ini sungguh tepat, sialan bocah ini sungguh berat, dia menindih aku sampai  susah  bernafas. ”

Melepaskan Li Yuan-wai, Huo Huai sambil menggosok- gosok pinggang, sambil memaki lagi, "Sialan, kau lihat bocah ini sungguh seperti seekor babi mati, he.... he.... he....

didunia ini dimana ada makanan yang gratis." Li Gui-qiu saat ini juga dengan bangga tertawa memaki, "Memang, bocah ini sungguh bisa minum, makan, sekali makan sudah menghabiskan kita sepuluh liang perak, sialan, dengan uang sepuluh liang perak orang bisa cukup membiayai hidup selama sepuluh hari, dia malah sekali makan menghabiskan semua. ”

"Lao Li, kau tidak perlu menyebutnya lagi, nanti kau akan mendapat ganti."

Huo Huai dikiri, Li Gui-qiu dikanan. Mereka berdua masing-masing memegang sebelah tangan Li Yuan-wai sedang dengan sekuat tenaganya hendak melepas cincin di jarinya.

"Sialan, gemuk mati ini jarinya begitu besar, ini. ini

bagaimana melepasnya. ”

"Kau benar mengatakannya, Lao Li, kau keluarkan belati disepatu itu, langsung potong saja mungkin akan lebih mudah. ”

Huo Huai juga sudah mencoba memaksa melepaskan cincin di jari selama setengah harian, keningnya sudah tampak berkeringat, tapi satu cincin pun belum bisa tercabut, sehingga dengan kesal berkata begitu.

Sebuahh pisau yang berkilau, sepasang mata yang berkilau.

Pisau yang berkilau tapi tidak seterang sepasang mata yang seperti air dimusim gugur.

Sorot matanya seperti pisau, di dalam tawan ya juga seperti tersembunyi pisau yang tidak terhitung banyaknya.

Pisau yang tidak berbentuk, malah lebih menakutkan dari pada yang benar-benar pisau, Trang terdengar suara pisau jatuh ke tanah. Seperti melihat setan, tangan Li Gui-qiu yang memegang pisau sudah kosong, dan dengan suara gemetar berkata, "Kau.... kau. ”

Huo Huai yang menundukkan kepala sedang berusaha melepaskan cincin, mendengar suara Li Gui-qiu yang tidak normal, hatinya merasa aneh tapi matanya tidak diangkat hanya berkata, "Apa kau sudah melihat setan? Cepat pungut pisaunya. ”

Li Yuan-wai menarik tangannya, sambil mengeluh berkata, "Hai! Budaya sudah merosot, hati orang sudah seperti dulu. ”

Ketika tangan lawan terlepas dari pegangannya, semula Huo Huai masih mengira orang hanya membalikkan tubuhnya dalam mabuk, tapi ketika dia mendengar ucapan Li Yuan-wai, dia jadi seperti ditusuk jarum, mendadak mundur beberapa langkah.

Dia seperti melihat setan, membelalakkan mata tikusnya, dengan tergagap-gagap berkata, "Kau.... kau tidak....

mabuk?! Atau. atau kau sudah sadar?!"

Li Yuan-wai menggeliat sekali, dengan malas berkata, "Aku tidak minum arak mana bisa aku mabuk? Jika aku mabuk mungkin tidak akan bisa sadar lagi!"

"Ba.... bagaimana bisa?! Kami jelas jelas.... jelas jelas. ”

kata Huo Huai dengan serak.

"Jelas-jelas melihat aku minum arak betul tidak? Dan melihat aku banyak minumnya benar tidak?" kata Li Yuan- wai hi hi tertawa.

Dua orang itu bersamaan menganggukkan kepala, karena mereka sungguh tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi, dan juga ingin tahu sebabnya. "Sudah dimuntahkan, aku memuntahkan arak yang telah aku minum, hanya itu."

"Kalau.... kalau begitu kau pura-pura mabuk....” kata Huo Huai walau terkejut, tapi tidak hilang ketenangannya.

"Jangan berkata begitu tidak enak didengar, boleh tidak? Pura-pura mabuk bagaimana pun jauh lebih baik dari pada kalian tukang merampok dan membunuh. ”

"Kau sudah tahu siasat kami?!" kata Li Gui-qiu ketakutan.

"Hai! jujur saja kukatakan kau tadi meraba-raba juga memencet dan mencubit setengah harian, diawalnya, aku masih tidak tahu maksud kalian, tapi begitu melihat kau mengeluarkan pisau ingin memotong tanganku baru aku mengerti maksud kalian sebenarnya....” kata Li Yuan-wai mengeluh, sedikit rada 'edan'.

Huo Huai, Li Gui-qiu tidak berpenyakit, mana mungkin tidak mengerti arti perkataan Li Yuan-wai?

Mungkin mereka mengira Li Yuan-wai adalah hartawan muda, dan kambing yang gemuk, sama sekali tidak terpikirkan yang lain, juga tidak menganggap lawan berat.

Huo Huai dengan dingin berkata, "He.... he.... jika kau sudah tahu maksud kami, mengapa tidak langsung saja?"

Li Yuan-wai dengan wajah aneh melihat mereka, mendadak dia berteriak, "Huo Huai, aku lihat kau sungguh telah melihat setan, berniat melakukan kejahatan pada aku Li Yuan-wai, kalian tidak mencoba cari tahu. ”

Li Yuan-wai?! Jika dia adalah Li Yuan-wai, buat apa mencoba mencari tahu? "Li Yuan-wai?! Kau ini Li Yuan-wai yang mana? Kau....

kau ini bukan dipanggil Zheng Yuan Wang....” Li Gui-qiu kali ini jadi ketakutan.

"Anakku, sampai kata Zheng Yuan Wang juga kau tidak mengerti? Bodoh, sungguh bodoh....” kata Li Yuan-wai sampai tertawa.

Dua orang itu bersama-sama membacanya dua kali, benar. Orang sungguh-sungguh datang untuk Zheng Yuan

Wang.

Nama orang, bayangan pohon.

Namun di bawah keserakahan dan mendapat untung besar dua orang seperti sudah lupa lawan mereka adalah Li Yuan-wai.

Melihat tingkahnya, mereka malah memandang Li Yuan-wai sebagai 'hartawan kambing gemuk' yang menunggu disembelih.

0ooo(dw)ooo0

Wajah dua orang itu gembira dan sorot matanya bersinar melihat Li Yuan-wai, mmm, seperti menemukan balok emas.

Li Yuan-wai bukan seorang idiot, mana mungkin tidak melihatnya?

"Anakku, kalian.... tampang kalian sekarang sepertinya anjing menemukan tulang, sungguh menakutkan orang. ”

"He he. Li Yuan-wai, betul, betul, kau adalah Li Yuan-

wai, sedikit pun tidak salah, teman, bagaimana kalau kita berdamai. ” kata Huo Huai dengan licik tertawa.

Li Yuan-wai memiringkan kepala, berpikir apa orang ini punya penyakit atau tidak? Di dalam hatinya dia juga merasa sial, karena kejadian ini, jika diwaktu dulu tidak mungkin akan terjadi keadaan seperti sekarang.

Apakah sekali orang mengalami kesialan maka sampai satu preman kelas sembilan pun berani menganggap enteng dirinya?

Apakah dirinya benar-benar telah menjadi anjing di rumah duka, hingga setiap orang bisa menghinanya?

Begitu terpikir kesialan yang diterimanya beberapa bulan ini, Li Yuan-wai menjadi marah sekali sampai tertawa keras berkata, "Ha ha.... ha! bagus, bagus, hebat, hebat, boleh, tentu saja boleh, katakan saja! Mau bagaimana berdamainya?"

Li Yuan-wai yang marah besar sampai tertawa, malah membuat hati dua orang itu bergetar, sepertinya baru sadar lawannya orang yang bagaimana.

Sehingga dua orang tidak berani menjawab.

Seperti angin ribut, empat tinju, dua kaki, sekaligus dalam waktu bersamaan, semua dipukulkan pada Li Yuan- wai, juga ditendangkan pada Li Yuan-wai, pada permulaan serangan mereka.

Penyerangan datangnya cepat, selesainya pun cepat.

Setelah sekian lama, akhirnya Li Yuan-wai bertemu lawan yang bisa dikalahkannya, bukan satu orang, malah dua orang sekaligus.

Tapi di dalam hati Li Yuan-wai sedikit pun tidak gembira, malah sebaliknya merasa sedih.

Bagaimana dia tidak sedih?

Dua orang ini hanyalah preman kelas sembilan, paling banter hanya mengerti sedikit tinju dan tendangan. Dua orang itu setelah mendapat dua sampai tiga puluh tamparan keras, wajahnya pasti jadi seperti roti.

Setelah Li Yuan-wai memukul, Li Gui-qiu bersujud minta ampun, Huo Huai mencari giginya kemana mana dan melarikan diri.

Sepatah kata pun dia tidak mengatakan apa-apa, terus saja kabur.

Kerena dia sudah kehilangan selera mempermainkan mereka lagi.

Dua orang yang tidak bisa membuka mata ini, tidak tahu dan tidak mengerti mereka sudah diambil kembali dari pintu neraka?

Tampak mereka memegang wajahnya sambil melihat bayangan Li Yuan-wai yang menghilang, sorot matanya tetap masih tidak bisa ditarik kembali.

Untuk berterima kasih? Atau menyesal?

Menyesal perak yang putih-putih itu, mengikuti bayangan Li Yuan-wai, hilang dikegelapan malam.

0ooo(dw)ooo0

Seorang bisu boleh tidak bicara.

Tapi menginginkan seorang yang biasa bicara seharian, tidak boleh bicara adalah satu hal yang menyusahkan.

Buat Xiao Dai yang biasanya banyak bicara, orang yang banyak bicara ini, bisa bertahan berapa lama menahan tidak bicara?

Hari ini baru saja habis makan, Xiao Dai sudah tidak tahan, dia memanggil Qi Hong dan berkata, "Kak Qi Hong, bolehkah kau temani aku ngobrol?" Qi Hong tertawalah, tertawanya seperti gadis besar berusia tujuh, delapan belas.

"Boleh! Kau ingin bicara apa?"

"Bicara apa saja juga boleh. Aku sudah hampir jadi gila menahannya."

"Betulkah? Beberapa hari ini aku lihat kau kurang memperhatikan orang, tadinya aku mengira kecuali dengan nona kami dengan siapa pun kau malas bicara!"

Xiao Dai tertawa pahit berkata, "Aku. aku minta maaf,

karena.... karena. ”

"Aku tahu, karena terhadap wanita kau sudah merasa putus asa dan tidak gairah betul tidak?"

"Kau.    kau, bagaimana bisa tahu?!"

"Kau sendiri yang mengatakannya!"

"Aku yang mengatakannya?!" Xiao Dai sungguh tidak ingat kapan dia pernah mengatakannya.

"Disaat kau baru saja datang kesini terus dalam keadaan tidak sadar, tapi kau terus mengigau 'aku benci kau, kau telah membohongi aku' dua kata ini,” kata Qi Hong sambil tertawa.

Perkataan dalam mabuk dan perkataan dalam mimpi memang adalah perkataan yang orang lain bisa mendengar, diri sendiri tidak bisa mendengar.

Jika ingin memahami pikiran seseorang, hanya dalam keadaan mabuk dan mimpi baru dapat memastikan bahwa perkataannya jujur.

Wajah Xiao Dai menjadi merah.

Bagaimana pun perkataannya sewaktu mimpi jika seseorang mengatakan dihadapannya sendiri, sedikit sekali orang yang wajahnya tidak merah, apa lagi dua perkataan ini memang bisa membuat wajah menjadi merah.

"Dai.... Tuan muda Dai." Qi Hong melirik sekali pada Xiao Dai berkata, "Dia. dia itu wanita macam apa?!"

Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh Xiao Dai, mana bisa dirasakan oleh Qi Hong.

Sepertinya terjatuh ke dalam nostalgia, wajah Xiao Dai tampak berubah-rubah dengan cepat, ada gembira, ada sedih, ada kebengongan lebih-lebih ada rasa putus asa.

Pelan-pelan, dengan kaku, Xiao Dai berjalan ke depan jendela.

Qi Hong mendadak sadar dirinya telah mengajukan satu pertanyaan yang tidak seharusnya ditanyakan, tapi ini juga satu hal yang dia sangat ingin tahu, mana bisa dia menahan diri tidak menanyakannya?

Tidak tahu sudah lewat berapa lama, tahu-tahu di dalam rumah sudah bertambah gelap, baru saja Qi Hong menyalakan lampu....

"Dia adalah seorang wanita, seorang yang bisa membuat aku gila, dan bersedia mati demi dia.... bersamaan itu dia juga setan, setan yang siapa pun tidak akan bisa menyadarkannya. ” kata Xiao Dai dengan berat.

Qi Hong dengan tidak mengerti berkata "Iii" sekali, dengan perlahan berkata, "Ma.... maaf, aku pikir aku telah salah bertanya, pasti membuat kau se. sedih."

"Aku yang menahanmu, aku yang ingin bicara denganmu....” kata Xiao Dai tetap tidak membalikkan tubuhnya, juga sepertinya sedang mengingat-ingat.

"Apa dia. dia telah membohongimu, sampai kau begitu

membenci dia?" Qi Hong kelihatannya ingin sekali mengetahui segalanya.

Bukankah setiap wanita suka sekali menanyakan perasaan orang lain?

Atau memang dia tidak mempunyai bahan percakapan lain?

0ooo(dw)ooo0

Mungkin karena Xiao Dai tidak dapat mencari orang untuk diajak bicara.

Atau mungkin juga dia hanya bermaksud melampiaskan kekesalan yang sudah menumpuk di dalam hatinya.

Atau mungkin dia sudah lupa dia itu siapa.

Dia sudah menceritakan hubungan antara dia dan Ouwyang Wu-shuang dan Li Yuan-wai, juga di antaranya hubungan yang rumit itu.

Dia menceritakannya dengan tenang, sepertinya sedang menceritakan hal yang semua orang sudah tahu.

Tapi Qi Hong dengan tekun mendengarkan, saking asyiknya sampai satu kata, satu huruf pun tidak dilewatkan.

Xiao Dai dengan Qi Hong sudah melupakan segalanya, melupakan kedudukan, melupakan hubungan antara wanita dan laki-laki, lebih-lebih melupakan jarak usia masing- masing, malah lupa akan waktu yang terus berjalan.

Tidak tahu kapan, tahu-tahu Xiao Dai sudah membalikkan tubuh dan duduk.

Dan kapan Qi Hong menahan dagunya dengan sepasang tangan, di dalam matanya berlinang air mata.

Didunia banyak cerita yang mengharukan dan bagus. Tidak diragukan lagi, cerita cinta adalah cerita yang paling menarik semua orang, juga cerita yang paling menggetarkan hati.

Malam ini malam yang gelap, ada angin tidak ada bulan.

Cerita apa yang disebut cerita bagus? Dan cerita apa yang disebut cerita tidak bagus?

Yang paling penting semua ditentukan oleh orang yang mendengarkannya, perasaan yang dia terima, dan bisa tidak mendapat simpatiknya.

Qi Hong tidak diragukan adalah pendengar yang baik, juga adalah pendengar yang paling tidak bersuara.

Ketika Xiao Dai mengatakan kata terakhir, dia baru menyadari wanita ini dari awal sampai akhir tidak pernah mengucapkan satu kata pun, diam di sana mendengarkan, mendengarkan cerita yang dirinya juga tidak bisa membedakan cerita cintanya.

Xiao Dai mengeluarkan suara Iii.... yang panjang, perasaan dia sekarang seperti telah berjalan ribuan li dan akhirnya sampai ketempat tujuan, dia sekarang merasa enteng seperti telah melepaskan beban yang sangat berat. Juga seperti baru sembuh dari sakit berat, lega setelah melepas beban berat.

"Bagaimana pendapatmu?" tanya Xiao Dai, dia ingin mendengar kritikan Qi Hong terhadap dirinya, juga ingin mendengar pendapatnya.

"Aku?! Pendapat aku?" Qi Hong seperti tidak menduga ada pertanyaan ini.

Xiao Dai tidak bicara, dia hanya menatap lawan bicaranya. Dari sorot mata Xiao Dai yang teguh Qi Hong tahu jika tidak menjawab pertanyaannya, dia mungkin akan mengambil pisau dan membunuh dirinya.

Jadi dia berkata, "Aku tidak berani berpikir." "Tidak berani berpikir?! mengapa?!"

"Karena itu bukan cinta, antara kau dengan dia tidak ada cinta, asmara yang tidak ada cinta bisa saja terjadi, tentu saja aku tidak berani berpikir."

Xiao Dai tidak mengerti dengan pandangan penuh pertanyaan menatap Qi Hong.

"Apa kau ingin aku mengatakan?! Apakah sungguh ingin aku katakan?!"

"Betul, aku ingin kau beritahu aku, dan juga harus mengatakan sejujurnya."

Wanita lebih mudah mengerti perasaan wanita, wanita yang sudah matang, mengartikan cinta pasti mempunyai pengertian sendiri.

Qi Hong adalah wanita, juga wanita yang  sangat matang.

Jadi Xiao Dai tentu saja ingin tahu jalan pikirannya, apalagi dia telah mengatakan pendapat yang sulit dimengerti itu.

"Sejak dari dulu dia tidak pernah mencintaimu,” kata Qi Hong.

"Aku tahu, walau orang idiot juga tahu, jika tidak, dia pasti tidak akan mencelakakanku."

"Sejak dari dulu kau juga tidak pernah mencintai dia,” kata Qi Hong lagi. Xiao Dai tidak berkata, tapi semua orang tahu pandangan mata dia sedang berkata, "Kau kan bukan aku, kenapa bisa begitu yakin aku tidak pernah mencintainya?"

Qi Hong tertawa, "Itu bukan cinta, hanya semacam suka saja."

Xiao Dai masih tidak bicara. "Kalian bertiga saat itu bermain bersama, usianya sama-sama masih sangat kecil, juga sangat muda. Sekarang coba tinggalkan semuanya, tidak bicarakan ketenaran nama, tidak bicarakan kepintaran atau bakat, aku hanya bicara usia, dengan serius kukatakan, waktu itu kalian masih anak setengah besar tidak bisa dihitung besar, seorang anak mana bisa mengerti cinta antara laki-laki dan perempuan? Jangan menyangkal, juga tidak boleh membela, tunggu sampai aku habis mengatakannya, boleh tidak?"

Qi Hong menghentikan Xiao Dai yang ingin bicara tapi tidak jadi, dia lalu melanjutkan, "Aku adalah wanita, aku tahu wanita lebih cepat matang, tapi aku juga tahu keadaan hati seorang anak laki-laki besar. Mungkin waktu itu Ouwyang Wu-shuang sudah mengerti cinta, tapi aku berani memastikan, kau dan Li Yuan-wai pasti tidak mengerti. Tentu, kau mengira jika bersama dengan dia, kau merasa sangat gembira, malah merasakan semacam perasaan tidak bisa meninggalkan dia, tapi itu hanyalah semacam suka, satu sifat alami, semacam sifat alami manusia berlainan jenis yang tentu saling tertarik.... kau sekarang bayangkan dengan teliti kembali, betul tidak seperti yang aku katakan?!"

Xiao Dai terdiam.

Artinya terdiam, biasanya juga berarti apa yang dikatakan orang memang masuk akal. "Tapi....” Xiao Dai baru saja ingin berkata, tapi dicegah Qi Hong dengan mengangkat tangan.

"Aku mengerti maksudmu, kau sekarang sudah besar, tapi aku tetap ingin beritahu, itu juga pasti bukan cinta. Saat setelah kau bertemu kembali dengan Ouwyang Wu-shuang, kau ingin menebus dosamu, karena kau mengira, kau dengan Li Yuan-wai telah membuang dirinya, sampai dia terburu-buru menikah, semuanya dikarenakan oleh kalian, jadi kau di dalam situasi begini mengaburkan 'cinta', yang lama, kau semakin tidak bisa membedakan apakah kau mencintai dia atau tidak, Sampai akhirnya berubah menjadi sesuatu kenyataan, yaitu sebenarnya kau sama sekali tidak memikirkannya, kau hanya mengira ketika kau bersama dengan dia maka kau harus mencintai dia ”

Xiao Dai jadi tertegun, sekarang diwajahnya yang kurus tampak satu ekspresi yang tidak pernah ada, itu adalah semacam sadar, terbebas, mengerti, dan wajah yang sedikit pahit.

Tiba-tiba dia seperti ditampar keras beberapa puluh kali, ada sedikit tidak percaya, ada sedikit marah, malah ada sedikit perasaan terbebas.

"Kau.... kau baru kenal aku beberapa hari, mana bisa....

mana bisa. ”

"Mana bisa begitu mengerti akan dirimu betul tidak?" kata Qi Hong diwajahnya menjadi merah, tapi dia dengan tenang berkata, "Ada orang sudah kenal banyak tahun, malah ada suami istri sudah bersama seumur hidup, tapi tidak bisa memahami diri pasangannya, namun ada orang yang baru kenal satu hari, malah hanya bertemu muka satu kali, dia sudah bisa tahu apa yang dipikirkannya. Lagi pula aku sudah kenal kau sepuluh hari lebih, juga mungkin karena aku teliti, ditambah usia.... aku, yang penting aku juga pernah muda, aku tentu saja tahu perasaan anak  muda. ”

Xiao Dai melihat pada Qi Hong, melihatnya sampai sedikit bengong.

.... Dia sedang berpikir, dia sungguh seperti seorang kakak, malah seperti seorang ibu.

.... Dia sedang berpikir, dia juga wanita yang sulit dimengerti.

Dia sungguh tidak mengerti mengapa dirinya hari ini bisa begitu banyak bicara dengan dia, dan juga yang dibicarakan malah semua masalah perasaan pibadi dirinya.

Dia juga tidak mengerti seorang pelayan wanita bisa mengerti begitu banyak hal, dan setiap kata yang dikatakannya juga menggetarkan dirinya.

Xiao Dai selamanya tidak pernah menganggap enteng orang, terhadap Qi Hong dia sungguh berterima kasih, bukan karena dia hanya seorang pelayan wanita yang biasa melayani orang, lalu merasa dirinya lebih tinggi darinya.

Dia jadi sangat serius, dengan hormat berkata, "Terima kasih, kak Qi Hong, hari ini aku baru tahu 'sekali bercakap denganmu, lebih bermanfaat dari pada membaca buku sepuluh tahun' kata-kata ini memang benar."

Qi Hong tertawa, cara dia tertawa siapa pun tidak akan mengira dia adalah wanita yang sudah berusia tiga puluh tahun lebih.

"Harap kau tidak menganggap aku sedang berkhotbah, karena dengan kedudukanku. ”

"Tidak, tidak, kau jangan salah paham, tiba-tiba aku merasakan aku sangat senang berbicara denganmu, karena kata-katamu sungguh membuat aku jadi mengerti banyak hal, walau aku adalah teman nona kalian, tapi aku ini orang yang selamanya tidak pernah merendahkan orang lain, kau juga jangan merendahkan dirimu, apalagi kau sangat dalam pengetahuannya. ”

"Betulkah? Kalau begitu aku harus berterima kasih padamu tidak menganggap aku sebagai orang rendahan....

semua yang aku katakan tadi hanyalah perasaan pribadiku saja, harap kau jangan merasa terganggu, bagaimana pun aku bukan kau, aku tidak bisa merasakan perasaan diwaktu itu di dalam hatimu. ”

Xiao Dai mengeluh katanya, "Tidak, kau benar mengatakannya, perasaan diwaktu itu memang perasaan yang tidak berani kupikirkan, setelah kau mengatakannya, aku jadi sadar, aku memang merasa pada awalnya hanyalah perasaan suka saja, dan selanjutnya juga benar hanya perasaan harus menebus dosa. Aku pikir, aku sekarang sudah mengerti rasa cinta dan suka tidak bisa dicampur adukan. tapi, apa 'cinta' itu sebenarnya? apa yang disebut

'cinta'. ?"

Qi Hong tidak berkata lagi. Apa betul dia juga sedang memikirkan pertanyaan ini?

"Kak Qi Hong, aku pikir kau juga pasti pernah mencintai seseorang, bisakah kau beritahukan padaku?" Xiao Dai seperti anak kecil yang kehausan mendapatkan jawaban.

Wajah Qi Hong menjadi merah, bukan hanya wajahnya saja, sampai lehernya juga menjadi merah.

Wanita yang seusia dia, wajahnya bisa merah dan malu seperti seorang gadis remaja, tentu saja membuat Xiao Dai jadi merasa aneh.

Mungkin dia sudah menganggap dirinya sebagai kakaknya, walau pertanyaan dia membuat orang sulit menjawabnya, tapi tidak akan sampai membuat diajadi begini!

"Sejak kecil sampai besar aku belum pernah meninggalkan tempat ini, selain ayahku, dirimu adalah laki- laki yang pertama aku kenal, aku.... bagaimana aku bisa memberitahu?,” kata Qi Hong dengan terus terang sambil mengangkat kepala.

Ini adalah perkataan yang tidak masuk akal yang seumur hidup Xiao Dai baru dengar.

Dia tidak tahu harus percaya dari mana, karena memang dia tidak percaya.

Dia bukan saja jadi bengong, mulutnya juga menganga besar, mungkin karena besar, satu pot bunga Ju juga bisa masuk.

Dia seperti melihat wajah setan, juga seperti kehilangan rohnya, dengan tanpa sadar melongo melihat Qi Hong.

Tentu saja dia tahu yang dikatakan adalah kata-kata  yang sebenarnya, dia tidak perlu membohongi, dari wajahnya saat dia berkata-kata, sudah memberitahukan orang bahwa dia berkata jujur.

Qi Hong sangat gelisah, juga sangatmenyesal....

Kenapa orang tidak bisa mendengar dan menerima perkataan yang jujur?

Jika dia tahu sejak awal perkataan yang jujur bisa menjadikan wajah orang menjadi aneh begini, lebih baik dia berkata bohong saja.

Tapi seumur hidup satu perkataan bohong pun belum pernah dia mengatakannya?

Jika wajah seseorang seperti wajah setan melihat dirinya, perasaan macam apa yang akan timbul? Wajah Qi Hong yang tadinya merah sekali, sekarang pelan-pelan mulai memudar, kemudian yang terjadi adalah pucat pasi.

Dia mulai gemetar, bersamaan itu air matanya juga sudah mulai mengucur....

Dari tadi Xiao Dai sudah merasa aneh.

Karena sejak semula dia susah mengatakannya, keadaan Qi Hong berbeda dengan orang biasa, akhirnya dia mengerti.

Xiao Dai sulit menyalahkan dan bisa mengerti, wanita ini tidak bisa disalahkan, dia kelihatannya seperti wanita yang matang tapi hatinya seperti hati gadis remaja. hati

yang ingin banyak tahu.

Tidak aneh, terhadap segala hal dia juga ingin tahu, apa lagi terhadap urusan laki-laki.

Seorang wanita jika seumur hidupnya hanya berhubungan dengan ayahnya saja, ketika ada laki laki lain muncul, apakah dia tidak ingin tahu mengenai laki-laki itu?

Dia bisa menahan diri tidak sampai menelanjangi Xiao Dai, melihatnya dengan teliti, seperti melihat sesuatu yang aneh!

Air mata wanita adalah satu alat ampuh untuk menyerang, juga adalah senjata pertahanan yang paling ampuh.

Tidak perduli wanita itu berusia berapa tua, jika air matanya mudah dikeluarkan tentu juga mudah menghentikannya.

Xiao Dai pernah melihat banyak wanita menangis, juga pernah melihat air mata banyak wanita. Tapi tidak pernah melihat air mata wanita yang membuat dia begitu ketakutan, dia sungguh tidak tahu harus berbuat apa.

Apa lagi dia hanya mengucurkan air mata, tapi tidak menangis.

Xiao Dai ketakutan, di dalam hatinya timbul rasa penyesalan yang mendalam, bagaimana pun dia sadar kelakuannya dan ekspresi wajahnya tidak bisa dimaafkan orang.

Maka....

"Qi. kak Qi Hong, aku minta maaf, aku sungguh harus

mati, aku.... hai! entah harus mulai dari mana mengatakannya.... aku tidak sengaja, sungguh, aku tidak bermaksud mentertawakan, aku bisa bersumpah pada langit. ”

Xiao Dai ketakutan sampai mengucurkan keringat dingin.

Qi Hong tidak bicara, tapi menghentikan air matanya.

Sekarang dia menempelkan lengan bajunya, mengusap bekas air mata.

"Aku.... kau.    kau bisa beri tahukan padaku  sebenarnya

ada masalah apa?" kata Xiao Dai yang tentu saja ingin tahu.

Karena seorang manusia, mana mungkin tinggal di dalam gunung sendirian tidak berhubungan dengan orang lain?

Yang sulit dimengerti adalah dia tidak pernah berhubungan dengan laki-laki, tapi bisa dengan lancarnya membicarakan hubungan antara wanita dan laki laki?

0ooo(dw)ooo0 Setelah melihat kejujurannya Xiao Dai, dia mengerti Xiao Dai sungguh tidak bermaksud lain.

Wajah Qi Hong yang sulit diduga berapa usianya itu, akhirnya tampak tersenyum.

Senyumnya memberikan kesan pada Xiao Dai seperti senyum anak kecil, begitu cantik, begitu polos.

Dia mengedipkan mata, seperti sedang mengingat, juga seperti sedang menenangkan pikirannya.

"Ayah dan ibuku adalah pelayannya ayahnya nona, sejak aku ingat aku terus ada di sini, sampai usia aku delapan belas tahun ayah dan ibu ku berturut-turut meninggal dunia, selanjutnya aku jadi sudah terbiasa seorang diri di dalam gunung ini, biasanya nona adalah satu satunya orang lain yang ada di sini, dia juga tidak sering datang, tapi setiap kali dia datang pasti membawakan beras satu perahu penuh, bermacam-macam barang keperluan sehari hari, cukup kebutuhan aku satu tahun. ”

"Kau.... kau apa selama ini tidak pernah ada keinginan untuk melihat dunia diluar?"

Qi Hong menggelengkan kepala, berkata, "Dulu ingin, tapi tidak ada kesempatan, sekarang usia sudah bertambah, malah jadi takut ke dunia luar, lebih-lebih nona tidak pernah membicarakannya, mana aku berani buka mulut memintanya? Bagaimana pun aku orang rendahan, lagi  pula kami sekeluarga berhutang budi pada tuan besar, mungkin seumur hidupku, tidak akan bisa membalas budinya. ”

"Kalau begitu ketika setiap kali perahunya datang, pasti ada nelayannya, kenapa kau bisa mengatakan tidak pernah melihat laki laki lain?"

"Nelayan?! Apakah wanita tidak bisa menjadi nelayan?" Sungguh Xiao Dai tidak terpikir, tentu saja wanitajuga bisajadi nelayan.

Jadi apa yang dia ingin tahu? Mengapa dia bisa menanyakan masalah ini?

Atau apakah dia ingin membuktikan?

"Kau bisa bersilat tidak? bagaimana caranya kau tahu masalah diluar?" tanya Xiao Dai merasa aneh.

"Aku bisa bersilat, ayah dan ibuku yang mengajarkannya, apakah kau pernah dengar sebuah perkataan?"

"Perkataan apa?"

"Sastrawan tidak keluar rumah, bisa tahu masalah di seluruh dunia."

Xiao Dai tentu saja mengerti, tapi dia tidak mengerti seorang sastrawan yang tidak membaca buku, mana mungkin bisa tahu masalah di seluruh dunia?

Melihat kecurigaan Xiao Dai, Qi Hong berkata, "Mari, aku antar kau melihat-lihat 'gudang buku' aku."

"Apakah jauh?"

"Tidak jauh, oya, betul, aku hampir saja lupa. Saat mau pergi nona berpesan, penyangga ditubuhmu hari ini sudah boleh dilepaskan."

"Haya! Nenek besarku, mengapa kau bukan katakan dari tadi. ”

Jelas Xiao Dai sudah amat tersiksa oleh 'borgol' ini, dengan dua tiga kali gerak saja dia sudah melepaskan penyangga ini.

Qi Hong melihat gerakan dia yang lucu, tidak tahan jadi tersenyum. 0ooo(dw)ooo0

Tempat yang bisa disebut 'gudang buku' tentu saja bukunya amat banyak.

Tapi Xiao Dai tidak menduga buku di tempat ini bisa begitu banyaknya, banyaknya sampai kepalanya jadi besar.

Melihat tiga ruangan besar di dalam rumah yang penuh berbaris buku-buku, Xiao Dai berkata, "Buku-buku ini....

buku-buku ini apa kau telah membaca semuanya?!"

"Tentu saja,” kata Qi Hong sedikit aneh, dia heran Xiao Dai bisa bertanya demikian.

Xiao Dai mengerti sekarang, seseorang yang tinggal sendirian di sini jauh dari dunia ramai, kecuali melihat buku, menjemur buku, dia masih bisa berbuat apa lagi?

Dia jadi mengerti, seseorang jika bisa membaca habis semua buku-buku ini, masalah apalagi yang dia tidak mengerti?

"Apakah kau ingin membaca buku? Di tempatku ini buku apa saja juga ada!"

"La.    lain hari saja!"

Apakah Xiao Dai jadi takut? Dia takut nanti dirinya menjadi Qi Hong, daripada seharian tinggal bersama buku- buku, lebih baik dia menabrakkan kepala mati ditumpukan buku.

Berkata adalah cara manusia yang paling baik menjalin hubungan, setelah banyak berkata, seseorang bisa menjadi lebih banyak mengerti keadaan lawan bicaranya.

Jika tidak ada pembicaraan, Xiao Dai selamanya tidak akan tahu wanita ini menyimpan pengetahuan yang begitu luas. Jika tidak ada pembicaraan, Xiao Dai juga tidak tahu wanita ini bisa tidak tahu bagaimana rupa dunia luar.

Jika tidak ada pembicaraan, Xiao Dai bagaimana bisa tahu berbicara dengan dia adalah satu kenikmatan, semacam kesenangan seperti bermandikan angin di musim semi.

Xiao Dai sekarang sudah menganggap Qi Hong sebagai temannya, menganggapnya sebagai guru, juga menganggapnya sebagai kakak.

Mereka seperti teman yang sudah lama tidak bertemu, sehingga banyak bahan pembicaraan.

Yang dibicarakan Xiao Dai adalah dunia luar.

Yang dibicarakan Qi Hong semuanya pengalaman dibuku dan pengetahuan yang luas.

Minum arak sambil makan, ngobrol dengan seorang teman yang cocok bukankah suatu kenikmatan?

0ooo(dw)ooo0