Duri Bunga Ju Bab 17: Kebencian di antara saudara

Bab 17: Kebencian di antara saudara

"Kau masih tidak mengaku?"kata Yuan Di, Yuan Dashao yang wajahnya seperti setan mengerikan itu, melotot pada Polisi Setan di depannya.

Kepala Polisi Setan yang sedikit botak itu, mengeluarkan tetes-tetes keringat sebesar kacang kedele, dia sedang menahan kesakitan yang seperti puluhan ribu semut menggigit hati.

Zhan Long yang berada disisinya juga diikat dengan tali bergulung.

Ini adalah sebuah kamar batu yang menyeramkan seperti di dalam neraka.

Di lantai berserakan bermacam-macam alat untuk menyiksa orang, sampai-sampai dinding, diatap rumah juga tergantung ring untuk menggantung, katel minyak, dan beberapa permainan aneh yang tidak pernah dilihatnya.

Setiap hari Polisi Setan sudah sering keluar masuk penjara, dia pernah melihat bermacam-macam alat penyiksa, juga mengerti kegunaannya.

Tapi dia tidak terpikir di tempat ini, dia bisa melihat alat- alat itu, hatinya terkejut dan bergetar.

Sekarang dia sedang digantung, paku-paku dipapan terpasang di belakang punggungnya dan sudah menusuk sedalam setengah nun, jari kakinya juga sudah tertancap tiga tusukan bambu.

'Sepuluh jari itu berhubungan langsung kehati', ditambah paku papan dipunggung, cara penyiksaan ini, siapa yang bisa menahannya?

Polisi Setan mengangkat kepalanya yang pucat abu-abu, wajah Polisi Setan yang sedikit pun tidak ada warna manusia, sudah tidak berbentuk karena menahan sakit.

"Kau.... kau ingin aku kata. katakan apa lagi?" katanya

dengan lemah.

"Hem!" Yuan Di dengan keras berkata, "Katakan kenapa sibelasteran itu tidak mati, katakan sejak kapan kalian mengetahui masalahnya ada yang tidak beres?" "Kau.... kau seharusnya sudah tahu, dia adalah seorang.... laki-laki yang dapat menahan langit, berdiri tegak dibumi, mana bisa begitu gampang mati, kau saja tidak mati, dia mana.... bagaimana dia bisa mati? Aku sungguh tidak mengerti, ken. kenapa kau bisa berbuat hal

yang begitu.... kejam dan keji? Dia.... dia adalah saudara kandungmu sendiri. ”

Setelah Polisi Setan selesai berkata, dia jadi gemetar terus karena sakitnya.

"Puih! Saudara? Saudara apa? sudah kukatakan aku tidak mempunyai saudara seperti dia, tidak tahu ujung pangkalnya tiba-tiba dia datang kekeluarga Yuan kami, makan di rumah kami, memakai barang kepunyaan kami, sampai akhirnya dia mau membagi harta warisan keluarga Yuan kami, mengandalkan apa dia ingin melangkahi aku disegala bidang? 'Naga Giok Yuan Ershao', mengapa orang hanya tahu Yuan Ershao saja, apakah aku yang menjadi tuan muda besar asli, harus kalah dengan dia di segala bidang? Dia hanyalah blasteran, blasteran yang sumbernya tidak jelas! Kalian tahu tidak....” Yuan Di berteriak marah marah, sepasang matanya seperti ingin memancarkan api. Blasteran?

Seketika Polisi Setan dan Zhan Long yang bergulung di tanah merekajadi mengerti semuanya.

Hanya mereka tidak tahu mengapa dengkinya hati seseorang bisa sebesar ini, menakutkan sekali?

Walau benar Yuan Ershao bukan saudara, kandungnya, tapi bagaimana pun mereka telah hidup bersama banyak tahun!

Harta, nama, apa benar sepenting itu, saking pentingnya sampai mendesak Walet Tidak Kembali yang cukup ternama melakukan hal yang tidak berperasaan? Walet Tidak Kembali, Walet Tidak Kembali jika ada permintaan pasti dikabulkan benar bukan?

Terhadap orang luar saja, bila ada permintaan pasti dikabulkan, kenapa terhadap orang yang tumbuh besar bersama tidak bisa menerimanya?

Polisi Setan mengeluh, di dalam hatinya berpikir, dia sebenarnya orang macam apa?

Apakah....

Apakah perbuatannya hanya untuk menutup telinga dan mata orang?

Apakah sifat dia semuanya palsu belaka?

"Kau.... kau apa gunanya melakukan perbuatan demikian?" tanya Polisi Setan mengeluh pelan.

Yuan Di tertawa, tawanya terasa sangat dingin.

Tiba-tiba dengan perlahan dia berkata, "Satu gunung tidak bisa ada dua harimau, Perumahan Hui Yuan hanya ada satu majikan, satu majikan asli, apakah kau tahu? Di rumahku aku malah sepertinya seorang tamu, Sepertinya seluruh penghuni perumahan menganggap aku sebagai tamu, tingkah setiap orang terhadap aku bagaimana aku masih bisa menerimanya, disisi tempat tidurku, mana boleh ada orang lain bisa tidur nyenyak? Semua adalah milikku, semua milikku, kaumengerti tidak. ?"

Ketika baru mulai bicara, suaranya masih tenang, akhirnya makin bicara makin emosi.

Sekarang Polisi Setan sudah mengerti semuanya, seseorang jika kelakuannya sudah sampai demikian, ini adalah perbuatan gila.

Keadaan hatinya sekarang sudah tidak ada satu orang pun bisa merubahnya. "Kau. kau apakah sungguh ingin dia mati baru hatimu

merasa puas?"

"Benar, aku ingin dia segera mati, karena setelah dia mati, orang lain baru bisa melihat aku, juga aku bisa menonjolkan bahwa aku tidak kalah hebat dari dia. sehari

dia tidak mati, sehari aku tidak bisa tampil ke muka. Aku pernah menggunakan segala cara, mengadakan pendekatan pada seluruh pelayan rumah dan orang-orang dunia persilatan, tapi bukan saja aku gagal, aku juga putus harapan, kenapa? Kenapa? Kenapa di mata setiap orang hanya ada dia saja seorang? mengapa semua pembicaraan juga hanya ada dia? mengapa. ”

Apakah wajah Yuan Dashao sekarang seperti seorang manusia?

Jika seorang manusia bagaimana bisa bertingkah begini menakutkan, memilih orang dan ingin menggigitnya.

Dia menggerak-gerakan sepasang kepalannya, matanya merah penuh dengan urat darah, wajahnya menyeramkan, gigi putih, dan mulutnya meraung-raung.

Banyak sebab yang terus menerus melanda, malah membuat Polisi Setan jadi bengong ketika ditanya.

Memang benar, didunia persilatan begitu menyebut Perumahan Hui Yuan, pertama-tama yang ada diingatan orang adalah Yuan Ershao yang termasyur di seluruh dunia, sesudah itu baru orang bisa teringat orang yang paling baik adalah Yuan Dashao.

Bicara dengan jujur Yuan Dashao juga bukan orang sembarangan, ilmu silatnya, kepandaian lainnya, perbuatannya juga lebih dari pada orang lain, tapi kenapa orang-orang malah lebih banyak membicarakan Yuan Ershao, jarang menyebut Yuan Dashao? Polisi Setan tentu saja tidak bisa menjawab masalah ini, dan juga tidak tahu harus dari mana menjawab pertanyaannya.

Didunia memang juga banyak hal yang tidak perlu alasannya.

Ada orang beruntung, tentu saja ada orang tidak beruntung.

Ada orang ternamanya lebih cepat, tapi ada orang sudah berusaha seumur hidupnya, tetap saja tidak ternama.

Contoh, seperti ada orang telah melakukan satu hal yang kentut anjing juga tidak berhubungan, hal yang tidak begitu menggegerkan, tapi namanya jadi terkenal dan menggemparkan dunia. Ada orang melakukan kebaikan seumur hidupnya, tapi akhirnya tidak mendapat apa pun juga.

Bukankah ini sangat bertentangan dan sangat tidak adil, juga tidak bisa berbuat apa apa?

0ooo(dw)ooo0

"Kau.... kau terlalu ekstrim, juga.... terlalu ambisius. ”

Polisi Setan cuma bisa mengatakan begini.

Dengan aneh dia melotot, Yuan Di tidak marah lagi katanya, "Aku ambisius? Benar, aku memang ambisius, coba aku tanya padamu, siapa yang tidak ambisius? Kau, kau tidak ambisius? Kau seharian lari ketimur, lari ke barat, menangkap buronan, membekuk penjahat, tujuan akhir bukankah juga naik pangkat dan jadi kaya, bukankah itu ambisius? Ershao, dia mendongkel Qing Cheng, melabrak Wu Dang, naik ke Shao-lin yang mana yang bukan ambisius? Sudahlah, kau tidak perlu bicara tentang kehidupan, bicara kebenaran, tidak ada orang yang percaymu. ” Benar, orang-orang didunia ini siapa yang tidak ambisius?

Orang memang biasa begitu, yang dikejar orang didunia persilatan malah lebih banyak?

"Yuan Dashao, aku.... aku pikir caramu salah. ”

Polisi Setan sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana menyadarkan batu bandel ini.

"Aku tidak merasa aku salah, walau salah, aku juga akan meneruskannya, dulu aku pura-pura mati, hanya ingin dia terjerumus ke dalam jala yang telah aku siapkan, lalu tiba tiba saat dia tidak perhatian aku akan menghabisi dia, siapa tahu dia lebih licik, lebih licin dari pada aku, malah bisa membiarkan dirinya menerima nama yang busuk, membuat semua rencanaku gagal, aku juga tidak menduga wanita hina itu malah membantunya bersandiwara? Aku sangat membenci, benci pada mereka berdua sepasang binatang ini, aku menyayangkan, menyayangkan anakku Yuan Xing yang baru berusia empat tahun, aku juga memalukan, memalukan kau Polisi Jiang Nan yang ternama masih bisa percaya kata kata setan mereka? Apakah kau masih tidak mengerti apa tujuan mereka? Aku sudah mati, mereka  mana mungkin membiarkan anakku, permainan ini anak tiga tahun pun tidak akan tertipu, hanya kalian yang percaya, benar, aku ingin membunuhnya, tapi diapun ingin menghilangkan aku? Sampai anak berusia empat tahun pun tidak bisa diampuni, malah kalian menghormatinya seperti menghormati dewa saja, melindungi dia, kalian. kalian

sungguh malah membantu kejahatan."

Masalah ini mengapa tiba-tiba bisa berubah jadi begitu kompleks? Membingungkan?

Setelah Polisi Setan mendengar ceritanya Yuan Di, sungguh dia jadi tidak tahu harus percaya pada siapa? Walau Yuan Di tidak dibenarka tindakannya, tapi bukankah Yuan Ershao juga banyak perbuatannya yang sulit dipercaya?

Apa lagi munculnya Xian Xian Nu, dan juga matinya anak berusia empat tahun itu, bukankah juga mengandung rahasia? Katakanlah kebetulan, bagaimana bisa ada kejadian yang begitu banyak kebetulannya?

Wajah Polisi Setan sudah berkeringat dingin, sama sekali bukan kesakitan karena disiksa oleh alat penyiksa itu, tapi rasa dingin yang timbul di dasar hati.

Keringat dingin timbul karena sudah mencurigai teman baiknya, kehilangan kepercayaan.

Jika kau punya pengalaman, pernah dihianati oleh teman baik, kau tentu akan bisa merasakan perasaan hati dia sekarang.

Dia adalah polisi ternama yang pernah membongkar bermacam-macam perkara yang tidak terhitung banyaknya.

Dia tentu saja tahu, tidak ada satu hal yang selamanya tidak berubah, dan seseorang tidak pernah berubah selamanya.

Dia tentu saja juga tahu banyak hal yang jelas-jelas tidak mungkin terjadi atau bisa membuat orang tidak percaya tapi hal itu terjadi juga.

.... 'Hati orang sulit ditebak', terhadap segala hal memang selalu ada curiga.

Ini adalah satu kepercayaan yang setiap penyidik harus menepatinya, maka di dalam hati Polisi Setan mulai ada satu ketakutan yang sulit dijelaskan.

Sekarang semua yang di depan mata, dia sedikit pun tidak merasa takut lagi, terpikir jika kenyataannya seperti yang dikatakan Yuan Di, dia sudah ketakutan, dan juga sangat takut.

0ooo(dw)ooo0

Dia tidak ingin bertanya, tidak berani bertanya, tapi terpaksa bertanya.

Polisi Setan dengan ragu-ragu akhirnya membuka mulut, "Kau. kau sudah tahu ada orang yang menyamar sebagai

janda Yuan Dashao. ”

Sepasang tangan Yuan Di mengepal erat sambil menggigit gigi berkata, "Aku tentu saja tahu, aku juga tahu adik istri ku sejak dulu sudah menaruh hati pada dia, seorang yang tidak tahu malu, hal apa yang tidak bisa dilakukan? Aku hanya berharap hati kejamnya tidak sampai berani membunuh kakaknya sendiri. ”

Seperti telah lupa akan sakitnya, Polisi Setan mendesak, "Bagaimana ceritanya!?"

Yuan Di dengan sakit hati berkata, "Dimana ada seorang istri pulang ke orang tuanya selama setengah tahun? Dan dimana ada seorang istri tega meninggalkan anak yang masih kecil dan suaminya? Dan siapa yang bisa membungkam berita kematianku? Mengapa dia tidak kembali lagi ke rumah?"

Polisi Setan seperti terjerumus ke dalam goa es, tidak tahan dia gemetar kedinginan.

Ini memang hal yang tidak masuk akal.

Keluarga Zhao di Jun Shan juga keluarga persilatan, jika terjadi hal yang sebesar ini, mana mungkin mereka tidak tahu? mana bisa tidak mendengar dan tidak bertanya?

"Aku dengar istrimu tidak bisa silat?" Polisi Setan bertanya lagi. "Benar, keluarga Zhao di Jun Shan hanya dia sendiri yang tidak bisa silat, makanya Xian Xian Nu Zhao Pei Yan wanita hina itu menyamar sebagai dia, sungguh sangat kaku penanpilannya, orang yang matanya jeli bagaimana tidak tahu?" kata Yuan Di dengan kosong.

Polisi Setan jadi berpikir keras, apa yang sedang memikirkan?

Yuan Di juga seperti sedang mengingat, apa yang dia sedang pikirkan?

Dari sorot matanya yang kesakitan sepertinya bisa melihat emosi di dalam hatinya, apakah dia benar sedang teringat istri tercinta dan anak tersayang?

Atau terpikir semua kejadian yang mencelakakan dirinya, sebenarnya siapa yang memulai?

Zhan Long.... yang hanya tahu menolong orang, tidak tahu membunuh orang, keturunan 'Dewa Tabib Ahli Silat', saat ini entah sedang melamun apa.

Walau dia bergulung disudut, diikat seperti bacang, tapi sedikit rupa ketakutan pun tidak ada.

Apakah dia juga terjerumus ke dalam perkara yang kompleks ini?

Atau apakah dia juga terpikir dirinya, terpikir adik kandungnya. Zhan Feng yang seperti orang asing?

0ooo(dw)ooo0

Sadar dari keadaan melamun, Yuan Di Yuan Dashao kembali kealam kenyataan.

Dia dengan dingin bertanya, "Siapa yang mengatur pengganti yang mati itu?" Disaat begini sepertinya sudah tidak ada kepengtingan menyembunyikan apa-apa.

Makanya Polisi Setan mengatakannya, sedikit pun tidak ada yang disisakan, juga tidak ada yang disembunyikan, semua dikatakannya.

Setelah mendengar kata-kata Polisi Setan, diluar dugaan Yuan Di tidak marah, dia dengan tawar berkata, "Aku sudah tahu dia tidak akan begitu gampang mati, hanya tidak terpikirkan kau dan wanita hina itu bekerja sama....

tapi begini juga bagus, kita semua bisa secara terbuka bertarung, siapa pun tidak perlu ada kekhawatiran lagi, dan lagi didunia ini memangnya juga 'Yang sukses jadi raja, yang kalah jadi penjahat'.... tidak kuduga blasteran ini punya begitu banyak orang yang membantu. ”

"Kau. kau tahu?"

"Jika aku tidak tahu, apa aku masih bisa hidup sampai sekarang? Tapi ini juga tidak apa-apa, sekarang Tangan Cepat Xiao Dai sudah menjadi arwah di Jin Jiang, Li Yuan- wai juga telah menjadi anjing di rumah duka, bukan hanya Gai-bang saja, semua orang-orang dunia persilatan juga akan memandang dia sebagai tikus menyeberangi jalan raya, kau sudah menjadi tawananku, mengenai tuan muda Zhan, sama sekali tidak bisa berbuat apa apa, aku tidak perlu takut karenanya? Tunggu sampai segalanya beres, aku akan melepas kalian. ”

Polisi Setan dan Zhan Long berdua sungguh tidak menduga setelah mereka ditangkap oleh orang-orang Yuan Di, masalah diluar bisa terjadi perubahan yang begitu besar.

Namun mereka selain hanya bisa gelisah saja, sekarang bisa apa lagi? Bagaimana pun mereka sendiri sekarang adalah dalam keadaan 'Budha tanah liat menyeberang sungai, melindungi diri sendiri juga susah'.

0ooo(dw)ooo0

Masalah yang ingin diketahui sudah didapatkan, tidak ada lagi yang mau ditanyakan, Yuan Di sudah tidak perlu lagi memakai alat penyiksa.

Makanya dia menurunkan Polisi Setan dan juga melepas tali yang mengikat Zhan Long, hanya meninggalkan perkataan yang membuat orang mau tawa susah menangis pun tidak bisa.

"Jaga dirimu."

Polisi Setan tidak tahu bagaimana menjaga dirinya, tapi dia tahu walau disisinya ada tabib yang telah menolong orang tidak terhitung banyaknya, tapi tetap tidak ada gunanya.

'Nyonya yang bagaimana pintar juga tidak dapat berbuat apa-apa jika tidak ada beras', di dalam rumah, di seluruh ruangannya kecuali alat penyiksa, tidak ada apa-apanya lagi, bagaimana menyuruh Zhan Long mengembangkan tangan ajaibnya itu?

Tentu saja, wajah putih abu-abu Polisi Setan dengan luka di seluruh tubuhnya, Zhan Long juga melihatnya, selain hanya bisa menghibur dengan tertawa pahit, dia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa untuk meringankan sakitnya.

Pintu besi yang tebal dan berat sudah terbuka, Polisi Setan baru terpikir masih ada banyak pertanyaan yang belum jelas....

Yuan Ershao apakah dia tahu masalah kelahirannya? Jika tidak tahu, bagaimana Yuan Dashao bisa tahu? Ketika Yuan Dashao pura-pura mati, kemana saja dia pergi? Apa yang dilakukannya?

Empat saksi yang tidak berdosa itu bagaimana matinya?

Dimana Ershao sekarang? bagaimana dia harus bersikap terhadapnya?

Tentu saja dia juga tidak tahu mengapa dia bisa muncul di kamarnya Zhan Feng? Dan juga tidak tahu dunia persilatan akan segera terjadi pertumpahan darah.

0ooo(dw)ooo0

"Kepala bagian Yao tidak akan mati, pisau itu tidak bisa membunuh orang."

Perkataan Tangan Cepat Xiao Dai belum lagi habis, dia merasakan pisau sipincang seperti ingin merobek dirinya dan telah memotong punggung sebelah kanan dirinya.

Seharusnya dia merasa sakit yang amat sangat, dan saat kesakitan itu mulai dirasakan, dia sudah mendengar suara patah tulang iga dirinya, disusul dengan pukulan keras di belakang pinggang membuat seluruh tubuhnya sepertinya hancur berantakan.

Dia telah melihat darah, darah dirinya sendiri.

Dan darah itu seperti sebaskom air merah api bunga Feng Xian, disemburkan orang keudara.

Dia lupa akan sakit, lupa akan luka, lebih lebih lupa segala sesuatu didunia ini.

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia melupakan sepasang mata yang membuat dirinya seperti mandi angin musim semi, seperti minum air madu, mengapa sekarang semua bisa berubah dalam sekejap? Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia melupakan pertarungan yang sangat tidak adil?

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia melupakan janji yang dibuat oleh tiga orang yang usianya lebih besar lima kali lipat dari dirinya?

.... Aku tidak boleh mati, aku ingin membalasnya.

.... Aku ingin membuka kedok palsunya.

.... Aku ingin membunuh laki-laki sejati yang tidak menepati janji ini.

Seperti ada tenaga yang datang dari alam gaib. Yang mempunyai kemampuan tersembunyi untuk terus hidup.

Xiao Dai mengikuti tenaga pukulan yang terakhir menimpa dirinya, dia mengangkat tangannya menutup jalan darah dipunggungnya, menghentikan aliran darah di tempat yang terluka, dan juga meminjam tenaga dorong yang besar itu berguling masuk ke dalam sungai.

Sekali masuk ke dalam air dia baru merasakan sakitnya yang tidak bisa ditahan, dalam bantingan yang seketika terjadi itu membuat dia mengerti satu hal.

Dia menahan nafas, sepertinya dia telah kembali kepada waktu yang dulu.

'Cara Nafas Kura-kura,' Xiao Dai pernah berlatih mengubur dirinya di dalam pasir.

0ooo(dw)ooo0

Jika seseorang kehilangan semangat untuk hidup, walau mendapat sedikit luka juga akan berubah menjadi luka besar malah bisa kehilangan nyawanya.

Sebaliknya, jika seseorang yang semangat hidupnya sangat kuat, di mata orang lain jelas sudah tidak ada harapan untuk hidup, tapi bisa dengan ajaibnya hidup kembali.

Dan lagi hidupnya sangat baik, hidupnya masih panjang. Xiao Dai hanya berusia sembilan belas tahun.

Usia sembilan belas adalah usia yang seperti bunga, juga adalah usia dalam pertumbuhan.

Bagaimana dia bisa mati? juga mana boleh dia mati?

Bagaimana pun di dalam keseluruhan cerita ini, dia adalah pemeran yang sangat penting, juga adalah pemeran yang disukai.

Orang baik tidak mati, orang yang disukai tentu saja lebih-lebih tidak boleh mati.

Maka dia tidak mati, tapi juga dengan mati tidak berbedajauh.

Karena dia hanya punya lebih satu nafas saja dibandingkan orang mati.

0ooo(dw)ooo0 Sinar matahari menyilaukan mata. Bunga Ju memenuhi ruangan.

Saat Xiao Dai membuka mata, pandangan pertama yang dia lihat adalah bunga Ju yang memenuhi ruangan.

Yang besar, yang kecil, yang kuning, yang putih, yang ungu.

Yang kuncup, yang mekar, yang bergulung, yang seperti kepiting jalan.

Dia tidak tahu mengapa di rumah ini bisa begitu banyak bunga Ju? Mungkin sinar matahari telah menyilaukan matanya! Juga mungkin dia ingin tahu benarkah di sini adalah tanah nirmala, dia menutup kembali matanya.

Dia takut dirinya benar-benar telah mati, dia lebih takut pada bunga yang besar dan kecil, bentuknya tidak sama, warnanya juga berbeda, mungkin teman-teman dan sanak famili yang membawanya untuk menandakan ikut bela sungkawa.

Karena bunga Ju menandakan hilangnya roh.

Pelan-pelan mata yang tertutup dibukanya lagi, dengan susah payah dia tersenyum.

.... Dia menemukan dirinya masih tetap hidup, bukan dialam mimpi, juga bukan alamnya dewa.

Sekarang masih ada hal apa lagi yang lebih menggembirakan dari pada membuktikan bahwa dirinya masih hidup?

Maka tertawalah dia, walau sakit di seluruh tubuhnya hampir saja membuat dia mengucurkan air mata.

Bisa sakit tentu ada perasaan, ada perasaan tentu saja tidak mati, sehingga dia tahu dia masih hidup.

Dia kembali menutup matanya lagi, dia ingin dengan teliti, dan pelan-pelan merasakan apa perasaannya setelah dapat hidup kembali.

Tentu saja dia juga ingin mencium harumnya bunga yang memenuhi ruangan ini.

Dia merasa aneh mengapa dirinya selama ini tidak pernah merasakan bunga itu sangat menyenangkan dan begitu harum, Xiao Dai sudah mendengar suara tawa yang sudah hafal.... "Jika kau masih tidak ingin bangun, aku bisa membiarkan kau tidur panjang tidak bangun lagi, kau ingin memilih yang mana?"

.... mendengar suara ini, Xiao Dai sudah mengerti mengapa dirinya bisa tidak mati.

Dia mengeluh perlahan, pelan-pelan membuka matanya, terlihat wajah cantik yang bisa membuat hati orang sakit, juga sepertinya dia semakin cantik, saking cantiknya seperti akan menjadi dewi.

"Sobat, kau kan tidak bisu, kenapa tidak bicara? Hmm....” Wajah Zhan Feng yang cantik, yang jaraknya cuma satu che, dengan nafas harum anggrek tertawa.

Seketika bunga Ju yang memenuhi ruangan seperti meredup banyak, baru saja Xiao Dai menggerakkan bibir ingin bicara.

"Aduh ibu....” dia berteriak, karena sakit yang amat sangat di seluruh tubuhnya.

Zhan Feng tertawa seperti ratusan bunga mekar yang begitu cantik, sangat cantik....

Xiao Dai kesakitan sampai keningnya bercucuran keringat dingin, tapi dia melihatnya sampai bengong, sangat tertegun....

Setelah beberapa saat, Zhan Feng dengan susah payah baru menghentikan tawa yang seperti bel perak itu, dengan terengah-engah berkata, "Terima kasih, aku tidak punya anak baik sebesarmu. ”

Orangnya cantik, kata-katanya nakal, walau ini hanya satu kata humor, tapi bukan kata humor yang setiap orang boleh mengatakannya. Setelah Xiao Dai mendengarnya, bukan saja sedikit pun tidak marah, malah dengan bengong melihat orang di depannya sambil tertawa bodoh.

Memang benar, jika ada seorang gadis yang begitu cantik bisa berkelakar dengan dirinya, orang idiot mana yang bisa sungguh-sungguh marah? bagaimana tega marah?

"Ma.... maaf, maaf, Xiao Dai, kau tidak marah kan. ”

kata Zhan Feng sedikit malu, seperti merasa gurauannya rada keterlaluan.

Xiao Dai ingin sekali makan 'tahu', tapi apa boleh buat sakitnya Xiao Dai sekarang hampir tidak tertahankan, terpaksa mulutnya berkata, "Tidak, walau aku ingin marah juga sudah tidak ada tenaga. ”

"Kenapa setiap kali bertemu denganmu, kata-kata pertamamu selalu membuat orang tidak berani menerimanya?" kata Zhan Feng, terpikir waktu dulu kata- kata pertama yang diucapkan Xiao Dai, tidak sadar dia tertawa sambil menutup mulut dengan tangan.

"Benarkah? Apa yang pernah kukatakan, kenapa aku tidak ingat lagi?"

Tentu saja dia tidak ingat lagi, walau dapat mengingatnya, Xiao Dai juga akan pura pura tidak ingat!

Ilmu pengobatan Zhan Feng sangat hebat, tapi Xiao Dai tidak terpikir bagaimana hebatnya sampai sedemikian, ajaibnya membuat orang melongo.

Dia tahu jika tidak ada Zhan Feng, nyawanya mungkin sudah melapor ke raja neraka, dia merasa berterima kasih dalam hati. Perasaan terima kasih semacam ini sulit dirasakan orang, malah sudah sampai taraf seperti 'menghormati dewa', walau diluarnya dia masih tampak seperti biasa.

Walau dia tetap bebas tidak terikat, tapi dia tahu didunia ini tidak ada orang yang bisa mencelakai dirinya.

Tapi dia sekarang sedang berbaring, anggota tubuhnya susah digerakan, walau ada golok menekan lehernya juga dia tidak bisa mengadakan perlawanan.

Tapi jika golok ini menekan dileher Zhan Feng, Xiao  Dai pasti bisa bergerak, dan juga gerakannya akan sangat cepat, gerakannya bisa membuat terkejut siapapun.

.... Melenggang didunia persilatan, dengan senang menyelesaikan budi dan dendam.

.... bagi laki-laki sejati budi dan dendam harus jelas, ada dendam harus dibereskan, ada budi juga mana bisa tidak mau membalasnya?

Tangan Cepat Xiao Dai tidak berani menyebut diri sebagai laki-laki sejati, namun dia pasti adalah orang yang menerima budi setitik, akan membalas dengan sebesar mata air.

Apa lagi dia sekarang bukan hanya menerima budi setitik.

Karena telah menyembuhkan penyakit bisunya, sudah cukup membuatnya membalas sebesar mata air.

Sekarang budinya bertambah dengan menyelamatkan nyawanya kembali, budi seperti ini mana bisa Xiao Dai membalasnya seumur hidup?

0ooo(dw)ooo0 Hari kesepuluh, Xiao Dai sudah sadar sepenuhnya selama sepuluh hari, dia masih tidak bisa bergerak, lebih lebih tidak bisa turun kelantai.

Maka dia juga sepuluh hari penuh berbaring di atas ranjang.

Tidurnya malah merupakan satu kenikmatan, tapi jika seorang tidur di atas ranjang selama sepuluh hari, itu bukan saja tidak nikmat, malah sebaliknya adalah hukuman,  hidup menerima siksaan.

Karena luka ditubuhnya, membuat dia harus menahan rasa sakitnya, tapi dia merasa lebih baik lebih sakit lagi, seluruh tubuhnya seperti papan pintu kaku.

Begitulah manusia, saat tidak bisa bicara baru mengerti bisa bicara adalah hal yang begitu menyenangkan, dan ketika seluruh tubuh kaku seperti lumpuh, begitu bisa meloncat-loncat dan berlari-lari, baru merasakan bahwa itu satu kenikmatan, semacam kenikmatan yang menghabiskan uang pun tidak bisa membelinya.

Seperti kata-kata lama, seseorang yang kehilangan kesehatannya, baru mengerti mahalnya kesehatan, betul tidak?

0ooo(dw)ooo0

Ketika pagi, sinar pertama matahari sudah menyorot ke dalam rumah, Xiao Dai sudah bangun.

Dia membuka matanya melihat pelayan yang bernama Yi Hong membawa baskom dan alat pembersih lain masuk ke dalam.

Yi Hong, mungkin usianya sudah tiga puluh tahun lebih. Walau dia sudah hampir mencapai wanita setengah tua, namun hatinya masih seperti gadis.... hatinya yang seperti mengerti, tapi juga seperti tidak mengerti.

Dia masih kelihatan cantik, wanita yang sudah matang, tapi malah seperti gadis besar berusia lima, enam belasan, terhadap apa pun merasa aneh, apa lagi terhadap laki-laki.

Dia menundukkan kepala, dia menaruh perhatian pada pot-pot bunga Ju yang bermacam ragam, yang ditaruh di lantai, sedangkan Xiao Dai terus memperhatikan dirinya.

Xiao Dai sudah banyak berhubungan dengan wanita, tapi tidak pernah bertemu dengan wanita yang seperti ini, seorang wanita walau memakai kaca pembesar juga tidak akan bisa melihatnya dengan jelas.

Dia hanya tahu dia dipanggil Yi Hong, memanggil Zhan Feng, Nona, kenyataannya apakah benar hubungan mereka adalah majikan dengan pelayan, Xiao Dai sangat curiga akan hal itu.

Tapi dia malas memikirkannya, juga tidak ingin memikirkannya, karena terhadap wanita, bukan saja hatinya sudah dingin, hatinya juga sudah sakit sekali.

Namun terhadap wanita, dia sungguh tidak tahu harus bagaimana menghadapinya, bagaimana pun seorang wanita telah hampir merengut nyawanya, sedangkan seorang wanita yang lain malah memberikan dia satu nyawa baru.

"Ah?! Tuan muda Dai kau sudah bangun?"

Menaruh baskomnya, Yi Hong mulai dengan pekerjaan beberapa hari ini, dia memeras handuk, melayani Xiao Dai membersihkan wajah.

Setelah semuanya beres, dengan pelan Xiao Dai berkata, "Terima kasih, kak Yi Hong." "Tidak apa, kau sungguh sungkan. oh benar, kau lapar

tidak? Mau tidak aku ambilkan makanan?"

"Nanti saja, sekarang aku masih belum merasa lapar, apakah nona Zhan Feng sudah kembali?"

"Masih belum, tapi aku pikir tidak lama lagi dia akan datang, kali ini air bah sudah menghancurkan banyak rumah orang, juga melukai banyak orang, hai! Nonaku sungguh akan sibuk sekali....” kata Yi Hong sambil membereskan barang-barangnya, sambil menjawab pertanyaan Xiao Dai.

Xiao Dai sangat tidak biasa dipanggil orang 'Tuan muda Dai' tapi wanita ini malah senang memanggilnya begini, Xiao Dai terpaksa membiarkannya, siapa suruh ayah ibunya memberi nama ini pada dia?

Xiao Dai diam-diam menghitung hari, dia menemukan Zhan Feng telah meninggalkan rumah selama delapan hari, dan dia hanya bertemu dengannya cuma dua kali saja.

Tentu saja dia tahu nona Zhan Feng sekarang sedang sibuk menolong orang, bagaimana pun dia punya hati  emas.

"Tuan.... tuan muda Dai, Tuan muda Dai....” Yi Hong melihat Xiao Dai yang tiba-tiba tidak buka suara, maka dengan pelan memanggil dua kali.

"Ah?! Apa?! Kau memanggilku?" kata Xiao Dai kembali sadar.

Yi Hong tertawa dengan malu berkata, "Tuan muda Dai, nona kami menitip pesan, katanya obatmu harus diminum menurut jadwal, dan juga kau sama sekali tidak boleh sembarangan menggerakkan hawa murni, jika tidak tiga bulan bisa menyembuhkan luka, tapi tiga tahun baru bisa sembuh seluruhnya." Xiao Dai terharu, orang ada diluar masih mengingat keadaan di sini, Xiao Dai berkata, "Kak Yi Hong, aku tahu, kau tenang saja, nyawa aku adalah pemberian nona kalian, aku mana berani tidak menurutnya? Dan pula aku sungguh takut harus berbaring diranjang selama tiga tahun."

"Baguslah jika kau tahu, dirimu harus kau yang merawatnya." Yi Hong setelah melirik sekali dengan pandangan aneh, mengambil lagi baskom lalu pergi keluar.

0ooo(dw)ooo0

Dia mengira tempatnya seharusnya Perumahan Zhan Bao, Xiao Dai tidak terpikir bahwa tempatnya dengan Perumahan Zhan Bao jauhnya ada ratusan li, dia sekarang berada di gunung E Mei.

Disenja hari keenam belas, Zhan Feng sudah kembali, dia terlihat kotor dan penuh debu dan sedikit kelelahan, tapi tetap dengan teliti memeriksa lukanya Xiao Dai.

Dia lalu membuat penyangga dengan kayu kecil, lalu mengikatkan dari pinggang sampai leher Xiao Dai supaya tidak bisa berobah, dan mengeluarkan kata-kata yang Xiao Dai merasa gembira.

"Kau sekarang sudah boleh turun dari ranjang, juga boleh jalan-jalan, tentu saja harus hati-hati sekali, jika lukanya terusik, sakitnya bisa membuat kau berteriak minta tolong!"

Seseorang yang sudah berbaring di dalam rumah selama sepuluh hari lebih, sekali dibolehkan turun ranjang, yang paling dia harapkan tentu saja melihat-lihat keluar.

"Di.... ini bukan rumahmu?" tanya Xiao Dai sedikit terkejut.

"Ini kenapa harus aneh? Ini tentu saja rumahku." "Tapi rumahmu tidak seperti ini. ”

Zhan Feng mengerti maksud Xiao Dai, dia tertawa sampai membungkuk berkata, "Tidak ada orang yang menentukan, seorang hanya boleh mempunyai satu rumah, benar tidak? Kelinci juga punya tiga goa, apa lagi orang. ”

Xiao Dai tidak mengerti mengapa manusia dibandingkan dengan kelinci.

"Melihat wajahmu yang terkejut, sepertinya kau menemukan hal yang sangat luar biasa.... kuberi! Aku punya banyak tempat, di sini hanya salah satunya saja, lagi pula hari itu ketika aku menemukanmu, aku tidak tahu kau sudah berapa lama berendam di dalam air, tempat ini paling dekat, makanya aku terpaksa membawamu kesini."kata Zhan Feng menerangkan.

"Kalau begitu, dimana ini?" "Pegunungan E Mei."

Wajah Xiao Dai sekarang tampak sangat lucu, bayangkan saja, tubuhnya dipasang penyangga kayu yang bentuknya aneh, mana bisa terlihat bagus?

Melihat gunung yang samar-samar, Xiao Dai dengan wajah pahit berkata, "Ini.... ini barang yang rupanya jelek ini, sampai kapan baru dapat dilepaskan?"

"Aku tidak berani mengatakannya, harus melihat kesembuhanmu baru bisa ditetapkan, Menapa? Kau baru saja bisa berjalan, apa kau sudah ingin 'lari'?" kata Zhan Feng tidak tahu dengan sengaja atau tidak sengaja berkata itu.

"Tidak, tidak, kau salah paham, aku.... aku hanya tidak biasa tersiksa seperti ini. ” "Apa boleh buat, kalau mau menyalahkan salahkanlah dirimu kenapa tidak bisa menghadapi lawanmu."

Mendengar kata kata ini, wajah Xiao Dai menjadi muram.

"Kuberitahu satu berita buruk buatmu, sekarang orang diluar semua sudah mengatakan kau sudah mati, dan Li Yuan-wai juga sudah jadi pengkhianat Gai-bang, dia jadi buronan....” kata Zhan Feng sambil memperhatikan wajah Xiao Dai.

"Pengkhianat? Li Yuan-wai jadi pengkhianat Gai-bang? apa sebenarnya yang terjadi?"

Terhadap kematian dirinya, Xiao Dai sepertinya tidak perhatian, tapi terhadap Li Yuan-wai yang menjadi pengkhianat Gai-bang dia terkejut.

Zhan Feng tentu saja telah memperhatikan reaksinya Xiao Dai, namun dia malah berkata, "Sepertinya Li Yuan- wai telah masuk satu organisasi yang disebut.... disebut Ju Men."

"Ju Men? (Perkumpulan Bunga Ju)" Xiao Dai menyebut dengan pelan nama organisasi yang tidak pernah mendengarnya ini.

Dengan ekspresi yang penuh pertanyaan, Xiao Dai berkata, "Organisasi macam apa ini? Sepertinya tidak pernah ada orang menyebutnya."

"Tentu saja kau tidak pernah mendengar, organisasi ini baru muncul setelah pertempuran di Gedung Wang Jiang, tapi akhir-akhir ini didunia persilatan sepertinya sedang membicarakan hal ini, karena organisasi ini bukan saja sangat misterius, juga samar-samar telah menguasai Jiang Nan dan Jiang Bei, hingga sudah banyak orang-orang dunia persilatan yang ternama bergabung dengan dia. ” "Lalu bagaimana cara kerja mereka? Dan apa tujuannya?

Apa hanya karena ingin mendirikan perkumpulan saja?"

Orang dunia persilatan, masalah dunia persilatan, tadinya Xiao Dai juga orang dunia persilatan, terhadap masalah dunia persilatan mana bisa dia tidak perhatian? Apa lagi ketika dia tahu Li Yuan-wai juga telah bergabung dengan organisasi misterius ini, dia tentu saja akan bertanya.

"Rincinya aku juga tidak tahu, tapi yang mereka terima semuanya adalah orang-orang dunia persilatan yang pernah terluka perasaannya,” kata Zhan Feng.

"Ooo, sungguh sebuah organisasi aneh, aku lihat aku sekarang ini juga adalah orang yang akan mereka terima."

Xiao Dai seperti sembarangan saja berkata, apakah dia teringat sesuatu lagi?

Zhan Feng membalikkan tubuhnya, mungkin sekarang keadaan Xiao Dai adalah saat yang paling serius seumur hidupnya.

"Tidak, mulai sekarang aku harus berpikir dan selanjutnya aku tidak akan memikirkan dia lagi, disaat aku bertarung dengan Yao Bo-nan, aku tiba-tiba merasakan aku kehilangan tenaga, mulai dari saat itu aku sudah mengerti semuanya. Terhadap dia aku tidak membenci, bagaimana pun aku pernah mencintai dia sangat dalam; hanya aku tidak mengerti mengapa dia ingin aku dengan Li Yuan-wai mati bersamaan? Kau adalah wanita, juga teman baik dia, apakah kau bisa beritahu aku?"

Tidak diduga wajah Xiao Dai bisa begitu serius, juga tidak diduga Xiao Dai bisa menanyakan pertanyaan ini pada dirinya, Zhan Feng sesaat terbengong.

"Kau sudah tidak mencintai dia?" "Cinta?" Xiao Dai tertawa tidak bersuara berkata, "Apakah kau bisa mencintai seseorang yang berupaya dengan segala cara ingin membunuhmu dan orang itu adalah teman yang paling baik?"

Mata Zhan Feng tiba-tiba terkilas sedikit rasa tidak tenang, dia dengan gagap berkata, "Kau. cerita hubungan

kalian aku tidak begitu jelas, makanya aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berbuat demikian.... dan juga, dia bukan temanku."

Kali ini Xiao Dai benar-benar seperti bodoh, dia melotot dengan mata aneh berkata, "Dia bukan temanmu? Tapi aku jelas-jelas melihat kau dengan dia begitu akrab. ”

"Kalau akrab apa bisa dikatakan teman? Apalagi teman bisa dibagi banyak macam, aku kenal dia, hanya karena aku pernah mengobatinya, walau dia dimana-mana berbohong aku adalah teman baiknya, jujur saja, selain hanya tahu dia dipanggil Ouwyang Wu-shuang yang mempunyai suami kaya, yang lainnya aku sama sekali tidak tahu. Dan lagi setiap kali, dia yang mencari aku, sampai dia tinggal dimana akupun tidak tahu, jika ini juga bisa dianggap teman, mungkin teman semacam ini dihitung pun tidak akan ada habisnya, karena setiap yang pernah aku obati banyaknya sampai aku sendiri pun tidak tahu sudah ada seberapa?"

Tidak diduga Zhan Feng dengan Ouwyang Wu-shuang adalah 'teman' semacam ini.

Benar, teman bisa dibagi banyak macam, ada teman sehidup semati, adajuga teman yang hanya menganggukkan kepala, ada teman baik, ada juga teman jelek; ada teman senasib sepenanggungan, tentu saja juga ada teman makan daging dan arak. Makanya orang yang berhubungan bisnis bisa disebut teman, jadi antara tabib dengan pasien kenapa tidak bisa disebut teman?

0ooo(dw)ooo0

Matahari senja sangat indah, tapi jika ada seorang wanita cantik berdiri di bawah matahari senja, matanya orang- orang pasti yang terlihat hanya wanita cantiknya.

Seorang cantik yang berbohong, tentu saja kata-kata bohongnya cantik.

Dan kata-kata bohong yang cantik ada kalanya malah membuat orang tidak tega membongkarnya.

Apa lagi Xiao Dai, sekarang dia hanya ingin melupakan, maka mana mungkin dia bertanya terus?

Perkataannya Zhan Feng, tentu saja Xiao Dai percaya dan patuh, bahkan jika Zhan Feng mau dia sekarang mati, Xiao Dai mungkin tidak akan ragu-ragu melaksanakan keinginannya.

Karena sekarang dia masih bisa hidup semua adalah pemberian Zhan Feng.

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng sudah pergi lagi, dia kembali dengan terburu- buru pergi, meskipun dia sebenarnya tidak bisa pergi meninggalkan Xiao Dai begitu saja.

Bagaimana pun korban air bah Sungai Jia Ling, ada ribuan orang bahkan puluhan ribu orang, mereka menunggu pertolongannya, makanya dia kembali hanya makan satu kali, dan meninggalkan penyangga yang rupanya aneh ini. Untungnya sebelum dia pergi, pada Xiao Dai dia berkata penyangga ini boleh dilepaskan saat tidur, jika tidak Xiao Dai sungguh tidak tahu bagaimana caranya berbaring di atas ranjang.

0ooo(dw)ooo0