Duri Bunga Ju Bab 13: Puncak gunung berputar

Bab 13: Puncak gunung berputar

Bulan ketujuh tanggal enam.

Hari ini bagus untuk, berdoa, pesta kecil, menjahit baju, membersihkan, memperbaiki rumah.

Disebuah rumah di dalam kota Fu Rong.

Hari baru saja terang Ouwyang Wu-shuang sudah menyiapkan tiga macam daging dan buah-buahan, hio dan lilin uang sembahyang dan lain-lain, di depan pintu stidah disiapkan meja sembahyang. Sekarang dia sedang menyatukan tangan bersujud dengan serius di atas tanah.

Tidak tahu dia sedang berdoa apa?

Siapa pun tidak bisa mendengar bibirnya yang bergerak gerak. Sedang berkata apa?

Diluar dugaan Tangan Cepat Xiao Dai saat ini tidak seperti hari-hari biasanya, tetap sedang berselimut seperti tertidur lelap, mungkin sekarang dia sudah tidak makan obat lagi!

Xiao Dai sedang bengong sepasang matanya memandang jauh, berdiri disamping.

Matanya tidak terang lagi, malahan sedikit gelap.

Walau dia masih berpakaian mewah, juga masih tegap kurus, tapi penampilannya memberi kesan kesedihan pada orang, kesepian, bingung tidak bisa berbuat apa apa.

Kemanakah tawanya?

Keterbukaan, humor, banyak bicaranya entah semuanya sudah pergi kemana?

Biasanya penampilannya tidak seperti begitu, biasanya tidak perduli kapan melihat dia, pasti bisa menemukan tiga puluh persen rasa geli di matanya.

Apalagi jika melihat dia sedang berkata dengan orang lain, atau berkata pada dirinya sendiri, yang dibicarakan kebanyakan melucu, kata-kata melucu yang membuat kau mau tawa tidak bisa mau nangis pun tidak bisa.

Apa yang membuat dia kehilangan senyumnya?

Orang yang hidup di dalam cinta kenapa tidak bisa tersenyum? Apa yang membuat dia kehilangan Keterbukaan, humor, banyak bicaranya?

Jika orang yang sedang pacaran tidak ada senyum dan tertawa, pacaran yang begini mana bisa disebut pacaran?

0ooo(dw)ooo0

Ouwyang Wu-shuang memakai tangan menepuk nepuk debu yang ada di bawah roknya, lalu bangkit berdiri.

Ketika dia melihat wajah Xiao Dai seperti itu, di matanya terkilas sedikit perasaan tidak tega, tapi setelah itu, segera berubah lagi menjadi sorot mata yang membuat orang sulit mengerti.

"XiaoDai, XiaoDai."

Berturut memanggil dua kali tapi tetap tidak ada reaksi, dia maju ke depan mendorong sambil menjejakan kaki berteriak lagi, "Xiao Dai. ”

"Ah! Apa?!"

Dengan tertegun dia mengalihkan kembali pandangan ke tempat jauh, Xiao Dai dengan terkejut berkata, "Kau kenapa lagi? melihat wajahmu, hatinya seperti dicuri orang saja? Hayo, beritahu aku, siapa yang mencuri hatimu?"

Ouwyang Wu-shuang malah tertawa dengan genitnya berkata lagi.

"Tidak.... tidak apa, aku lihat kau sendiri berbicara ngaco" Xiao Dai menutupi.

Setelah melirik sekali, Ouwyang Wu-shuang berkata, "Masih bilang tidak, orang sudah berteriak memanggilmu sampai lima-enam kali. Hayo kau tolong aku bereskan barang-barang, nanti aku temani kau pergi ke Gedung Wang Jiang melihat keadaannya, bagus tidak? Aku tahu sesudah mendekam di kamar ini beberapa hari, kau sudah tidak sabar lagi, benar tidak? Mumpung masih pagi, aku pikir di sana tentu tidak akan ketemu siapa-siapa."

"Ooo, baik, baik." Xiao Dai tidak tahu apakah dia sudah mengerti atau tidak, tapi terus saja berkata.

0ooo(dw)ooo0

Gedung Wang Jiang, Sumur Xue Tao, disebut juga Air Putri Giok.

Menurut cerita pada dinasti Tang penari ternama Bi Tao menggunakan air disumur ini, membuat sendiri kertas surat yang warna merah tua, dinamakan kertas surat Huan Hua, pernah populer dimasyarakat.

Sekarang kecuali sumur kering untuk diperingati orang, keadaan sudah tidak seramai seperti dulu.

Saat ini tidak jauh dari sumur.

Ouwyang Wu-shuang dan Tangan Cepat Xiao Dai dikepung dua depan dan dua belakang oleh empat orang pengemis setengah baya.

Dipagi hari diawal musim rontok hawanya masih terasa dingin, tapi udara yang mengelilingi enam orang ini selain orang merasakan dingin, juga ada hawa pembunuhan.

"Gai-bang?" tanya Ouwyang Wu-shuang dengan dingin. "Tidak salah,” kata seorang pengemis berperawakan

tegap dengan matanya tunggal, wajahnya berewokan dingin.

Bicaranya dingin, ekspresi orang bicara lebih dingin. "Boleh tahu nama Tuan,” kata Ouwyang Wu-shuang. "Pengemis Mata Tunggal, Dai Le Shan."

"Ada masalah apa?" Ouwyang Wu-shuang berkata lagi. Pengemis Mata Tunggal setelah melihat Ouwyang Wu- shuang sekali, tidak segera menjawabnya, tampak mata tunggalnya berkilatan sinar pada Tangan Cepat Xiao Dai bertanya, "Apakah Tangan Cepat Xiao Dai?"

"Benar." Xiao Dai yang ditanya orang terpaksa menjawab.

"Bagus sekali, kami menunggu di sini sudah tiga hari, kami sudah tahu kau pasti akan datang."

Seorang dunia persilatan yang hati hati, dia ingin bertahan lama dan tidak kalah, mengerjakan apa pun pasti mempersiapkan dahulu.

Apa lagi pertarungan hidup dan mati, juga harus hafal tempat pertarungan, mengerti situasinya. Tangan Cepat Xiao Dai tidak akan lengah terhadap ini, orang-orang Gai- bang juga sudah menghitung tepat masalah ini.

Makanya Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan berhasil menemui orang yang dia tunggu.

"Menunggu aku tentu ada alasannya bukan?" kata Tangan Cepat Xiao Dai sedikit heran.

"Kami hanya ingin bertanya padamu, apa sebabnya kau ingin melakukan pertarungan?" kata Pengemis Mata Tunggal dengan kaku.

"Mana Li Yuan-wai? mengapa dia tidak datang? Mengapa malah kalian yang muncul?" Ouwyang Wu- shuang tidak menunggu Xiao Dai menjawab sudah menyela.

"Kau siapa? Aku pikir kau tidak pantas bicara!" Sudah dari tadi Pengemis mata tunggal tidak tahan melihat tingkah laku Ouwyang Wu-shuang yang sombong dan tidak memandang orang. "Oh Begitu, kau berkata kerena mengira aku adalah seorang wanita, jadi tidak pantas ikut campur!" kata Ouwyang Wu-shuang dengan pelan, tapi siapa pun bisa mendengar, dia sedang marah dan segera akan bertindak.

Dengan pandangan hina, Pengemis Mata Tunggal malah hanya memandang pada Tangan Cepat Xiao Dai, menunggu jawaban Xiao Dai.

Hati seorang wanita memang sangat sempit, kemarahan Ouwyang Wu-shuang tambah memuncak.

Apalagi jika dia membenci seseorang, apa pun yang ada hubungannya dengan orang itu akan menjadi sasaran balas dendamnya.

Li Yuan-wai adalah Ketua Pengawas Honorer Gai-bang, sekarang ketua cabang keempat puluh dua Gai-bang Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan menunjukan sikap begitu, tentu saja menimbulkan rasa tidak senang wanita cantik ini.

0ooo(dw)ooo0

Tangan Cepat Xiao Dai tidak kecewa dipanggil tangan cepat.

Baru saja tangan Ouwyang Wu-shuang diangkat, dia sudah memegang pergelangan tangan yang lembut itu, sinar matanya ada sedikit permohonan berkata, "Xiao Shuang, tunggu sebentar, biar kami berbicara dulu baik-baik?"

Dengan marah Ouwyang Wu-shuang melepaskan tangannya, tidak bersuara lagi.

Tadi saat baru saja tangan Ouwyang Wu-shuang diangkat, Pengemis Mata Tunggal dan tiga orang murid Gai-bang juga sudah mengeluarlan senjatanya. Keadaan yang panas akhirnya bisa diredam oleh Tangan Cepat Xiao Dai.

Xiao Dai merasa tidak mengerti, berkata, "Apa Li Yuan- wai yang mengutus kalian?"

"Bukan, kami marah karena setia kawan."

"Jika kalian besok bisa bertemu dengan Li Yuan-wai sebelum jam dua belas malam, maka harap kalian sampaikan pesan, aku akan mengasah belati yang dia berikan itu tajam-tajam, hari sudah menjadi dingin, sudah waktunya menyembelih seekor anjing untuk menambah tenaga."

Ouwyang Wu-shuang sudah tertawa, tawanya seperti bunga, dia merasa puas Tangan Cepat Xiao Dai mengibaratkan Li Yuan-wai.

Tapi kata-kata yang sama yang didengar oleh telinganya Pengemis mata tunggal empat orang malah seperti dipukul oleh tongkat.

Tawanya Ouwyang Wu-shuang bisa memikat orang, tapi tawa dia sekarang kesannya, seperti seorang nenek dukun sedang tertawa, bukan saja menusuk telinga juga menusuk hati.

0ooo(dw)ooo0

Orang-orang Gai-bang biasanya tidak mau mencari masalah, tapi juga tidak takut masalah.

Persaudaraan orang-orang Gai-bang, juga tidak bisa dibandingkan dengan perkumpulan biasa, mungkin karena rendah hati mereka, orang-orang Gai-bang paling tidak bisa menerima ejekan dan makian yang menghina. Apa lagi yang diejek sekarang adalah Li Yuan-wai, yang merupakan orang penting Gai-bang, hingga kemarahan ini tidak ada seorang murid Gai-bang, yang bisa menerimanya.

Sehingga....

Disaat baru saja Tangan Cepat Xiao Dai habis berkata....

Disaat tawanya Ouwyang Wu-shuang belum berhenti....

Sepasang mangkuk besi, sepasang tongkat pemukul anjing, tiga buah pedang kecil di dalam bambu.

Secara bersamaan menusuk Tangan Cepat Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang.

Gerakan empat orang Gai-bang ini sudah dilatih entah berapa puluh kali.

Empat senjata panjang dan satu pendek ini tidak memberikan sedikit celahpun, juga tidak memberi sedikit pun jalan mundur.

Tapi Ouwyang Wu-shuang sudah menduganya, dan Tangan Cepat Xiao Dai adalah ahlinya menyerang musuh lebih dahulu.

Maka, serangan ini semuanya gagal, tahu-tahu tangan Ouwyang Wu-shuang sudah menggenggam dua buah pedang pendek kecil, entah jurus apa yang dia gunakan, dua murid Gai-bang yang berada di belakang, semuanya sudah mendapat luka, darah menetes dari tubuh mereka.

Pengemis Mata Tunggal yang berada di depan merasa tongkat pemukul anjingnya sudah menyentuh baju Tangan Cepat Xiao Dai, tapi entah tiba-tiba dia memiringkan kepala, menangkis pedang yang ditusukan ke dada Xiao Dai, mangkuk besi besar yang berada di tangannya, juga terasa kesemutan dengan satu suara keras, mangkuk sudah jatuh ke tanah. Sekarang Xiao Dai tetap berdiri dalam posisi semula, tampaknya setengah langkah juga tidak bergeser.

Pengemis Mata Tunggal baru tahu apa sebabnya Xiao Dai dijuluki Tangan Cepat. Karena dengan adanya kejadian tadi dia tidak tahu tangan Xiao Dai kapan bergeraknya, tongkatnya tidak mengenai sasaran dan mangkuknya sudah jatuh ke bawah, mungkin tangan setan juga tidak secepat ini gerakannya.

Pengemis Mata Tunggal dan pengemis setengah baya lainnya dengan sendirinya berhenti menyerang.

Karena hati mereka sudah digetarkan oleh kecepatan tangan Xiao Dai, mereka juga tahu jika masih tidak tahu diri, asal orang menginginkan, dengan mudah Xiao Dai bisa memotong leher mereka.

Orang mengatakan 'sekali ahli mengulurkan tangan, sudah tahu hebat tidaknya lawan.’

Lawan mereka bukan hanya ahli saja, malah ahlinya ahli.

Namun Ouwyang Wu-shuang tidak ada hati sebesar itu.

Walau dengan satu jurus dia sudah berhasil melukai dua orang, tapi tampak sepasang tangannya masih bergerak membawa dua sinar biru, dia tidak mau berhenti, mengambil kesempatan saat serangan lawannya terhenti sejenak, dengan seperti kupu kupu kembang dia menyerang musuh, membuat dua orang lawan susah payah mencoba menyelamatkan diri.

Ternyata dua buah pedang yang berasal dari dalam bambu tidak dapat menangkis dua buah pedang pendek, meskipun dalam keadaan dua lawan satu. Setelah lewat tiga jurus, tubuh dua orang anggota Gai- bang itu, setiap orangnya telah bertambah lagi beberapa luka, ada daging yang terbuka tampak cukup mengerikan, yang lebih dalam lagi sampai tampak tulangnya yang putih.

Tidak diragukan dua anggota Gai-bang ini adalah laki- laki yang keras hati.

Mereka hampir menjadi manusia berdarah, tapi sekali pun tidak mengeluarkan suara hanya dengan gencar mengayunkan pedangnya menangkis pedang pendek. Yang membuat orang khawatir adalah gerakannyas sudah tidak beraturan, dan juga lemas tidak bertenaga.

Tidak perlu dikatakan, tidak lama lagi mereka berdua akan mati di bawah pedang Ouwyang Wu-shuang, tampaknya mereka telah tidak menghiraukan lagi hidup atau matinya, semuanya telah menjadi nekad, juga sudah tidak menghiraukan sakit lagi.

Pengemis Mata Tunggal tahu situasi sangat berbahaya, dia mengangkat tongkat pemukul anjing mencoba melewati Tangan Cepat Xiao Dai menolong dua orang itu.

Xiao Dai mengeluh perlahan berkata, "Dai Le Shan, jika kau pergi kesana juga, mungkin situasinya tidak enak lihatlah!"

Pengemis Mata Tunggal mata tunggalnya sepertinya akan mengeluarkan api, dia dengan serak berteriak, "Tangan Cepat Xiao Dai, sekalian saja kami berdua kau bereskan juga!"

Habis bicara, tongkat pemukul anjingnya langsung diayunkan, dan pengemis yang satunya lagi juga mengangkat pedang langsung menusuk.

Disaat ini.... satu suara jeritan ngeri yang rendah dan pendek terdengar. Hanya satu suara itu, semua orang sudah tahu arti suara itu melambangkan apa.

Benar, suara itu adalah suara tenggorokan yang terpotong karena suara anehnya terdengar rada aneh.

Suara itu diikuti dengan suara 'buk!’, satu suara lagi yang suara tertahan ditenggorokan. "Uuu. ”

Mendengar suara itu Pengemis Mata Tunggal mendadak seperti lupa menyerang, dia membalikkan kepala, di mata tunggalnya tampak penuh dengan urat darah, wajahnya mengerikan berteriak, "Zhao Kun, Li Chang. ”

Tidak jauh dari situ, Ouwyang Wu-shuang sedang memakai sepatu kain katun yang disulam sepasang burung, warnanya hijau terang, dan mengelap dua bilah pedang pendek itu.

Di atas tanah tampak anak buah Pengemis  Mata Tunggal yang namanya Zhao Kun dan Li Chang, dengan posisi yang aneh sudah jatuh ke tanah dan mati.

Tangan Cepat Xiao Dai bukan tidak pernah membunuh orang, tapi ketika melihat adegan ini, tidak tahan hatinya menjadi dingin, karena orang yang membunuh mayat itu adalah seorang wanita yang begitu cantik.

Dan disudut mulut wanita itu tampak sedang tersenyum puas, sambil menundukkan kepala, dengan teliti mengelap bekas darah, membawa suasana pagi hari diawal musim rontok ini keadaan yang menyeramkan.

Disaat ini terhadap bayangan orang yang sangat dikenalnya ini, tiba tiba pada diri Xiao Dai timbul perasaan asing.

Apa yang membuat wanita ini berubah jadi begitu kejam? Dan apa lagi yang bisa membuat diri Ouwyang Wu- shuang yang dulunya sampai sepasang semut pun tidak berani diinjak mati, sekarang bisa berubah menjadi pembunuh orang tanpa mengedipkan mata sekali pun?

Dua nyawa orang ini sudah menjadikan permusuhan dengan golongan Gai-bang tidak bisa didamaikan lagi.

Keadaan ini sebenarnya Xiao Dai tidak menghendakinya!

0ooo(dw)ooo0

Masalahnya tentu saja belum selesai.

Pengemis Mata Tunggal dengan sisa seorang pengemis setengah baya, saat ini seperti menjadi patung, mata mereka melotot melihat dua orang yang mati di atas tanah.

Ouwyang Wu-shuang menghampiri dengan tertawa genit berkata, "Xiao Dai, apa kepandaianku cukup lumayan?"

Nada bicaranya seperti seorang gadis besar baru membeli baju baru, ingin segera memperlihatkan pada kekasihnya.

Siapa yang bisa menyangka dia baru saja membunuh orang? juga membunuh dua orang?

Juga melihat sorot matanya Xiao Dai memandangnya dengan begitu aneh.

Ouwyang Wu-shuang dengan sedikit perasaan tidak tenang menghindar sorot mata Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0

Pengemis Mata Tunggal mendekat dua langkah. "Sebutkan namamu." Suaranya tenang, tapi siapa pun

dapat mendengar di belakang ketenangannya, terkandung banyak kemarahan dan kesedihan. "Ah.... kenapa? Dai Le Shan, apakah kau masih ingin membalas dendam!? Kau sekarang harus tahu aku tidak berhak untuk bicara. aku bernama Ouwyang Wu-shuang,

apa sudah jelas?" Kemarahan Ouwyang Wu-shuang kelihatan lagi.

"Bagus sekali, Ouwyang Wu-shuang, bagus sekali. ”

Perkataan belum habis, siapa pun tidak tahu apa arti 'bagus sekali' nya Pengemis Mata Tunggal? Dia rnaju, dengan jurus tongkat pemukul anjing yang aneh dia menyerang Ouwyang Wu-shuang.

Pengemis setengah baya yang satu lagi juga ikut bergerak, pedang bambu di tangannya berubah menjadi sinar berkilat, mendadak menyerang bersamaan, rupanya ingin segera membunuh Ouwyang Wu-shuang.

Mata Ouwyang Wu-shuang melotot sambil memaki 'budak yang baik, sepasang pedang di tangannya satu menutup satu menangkis, kakinya berturut turut menendang.

Tangan Cepat Xiao Dai yang berada dipinggir ingin mencegah sudah tidak keburu.

Gerakan kedua belah pihak sangat cepat, diiringi suara 'ting tang', sepasang pedang Ouwyang Wu-shuang sudah menangkis pedang bambu dan tongkat pemukul anjing.

Sedangkan lawannya tidak bisa menahan tendangan beruntun Ouwyang Wu-shuang.

Sehingga, pengemis setengah baya seperti roda kereta berputar melayang keluar lapangan, pancuran darah dimuntahkan dari mulutnya, membasahi tanah.

Dan Pengemis Mata Tunggal meskipun ilmu silatnya lebih tinggi, reaksinya juga tidak lambat, tapi tetap terkena tendangan dipinggang sebelah kiri, setengah badannya terasa kesakitan tidak tertahankan.

Setelah serangannya berhasil, Ouwyang Wu-shuang segera melayangkan pedang menusuk....

"Xiao Shuang!"

Tangan Cepat Xiao Dai memanggil, pandangan matanya tampak banyak pertanyaan.

Ouwyang Wu-shuang menghentikan gerakan tangannya, wajahnya tidak senang.

"Xiao Shuang, aku rasa semua sudah cukup, apakah kau tetap menginginkan mereka semuanya menjadi mayat, baru puas?" Xiao Dai dengan pelan berkata.

Sambil tertawa dingin Ouwyang Wu-shuang berkata, "Aku masih belum tahu sejak kapan Tangan Cepat Xiao Dai mulai berhati welas asih?"

Xiao Dai ingin menjelaskan, tapi tidak ada perkataan yang keluar dari mulutnya, hanya dengan tidak mengerti memandangi wajah cantik Ouwyang Wu-shuang yang diliputi hawa membunuh.

Didunia persilatan Tangan Cepat Xiao ternama karena kejamnya, tapi yang dia hadapi semuanya adalah penjahat yang dalam kategori kejahatannya tidak dapat diampuni, atau musuh yang berhati keji, selamanya tidak pernah karena masalah kecil membunuh orang.

Sekarang empat orang di depannya, semua adalah anggota Gai-bang, tentu saja dia sulit melakukan kekerasan, masalah ini buat Ouwyang Wu-shuang mana bisa terpikirkan?

0ooo(dw)ooo0 Sesudah lawannya pergi, Tangan Cepat Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang bergandengan tangan ikut pergi.

Pengemis Mata Tunggal jatuh terduduk di bawah, hatinya seperti digencet oleh batu besar, begitu berat, hingga membuat dia sulit bernafas.

Mereka empat orang, telah menunggu tiga hari, tadinya mereka berharap bisa mendapat sedikit penjelasan mengapa Tangan Cepat Xiao Dai menantang bertarung dengan Li Yuan-wai, sedikitpun tidak menduga kejadiannya bisa berubah menjadi begini.

Dalam waktu singkat, empat orang yang hidup, hanya tinggal dirinya yang masih bernafas, sungguh dia berharap ini adalah mimpi, namun kenyataan yang menyedihkan ini dengan nyata terpampang di depan mata.

Dia ingin sekali tidak mengaku ini adalah kenyataan!

Didunia ada banyak orang yang setia kawan, jadi juga banyak masalah mengenai setia kawan.

Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan, adalah seorang yang setia kawan.

Tapi tidak terpikirkan olehnya setia kawan, adalah satu hal yang mudah untuk dilakukan, ada kalanya mengorbankan banyak nyawa orang, malah bisa nyawanya sendiri.

Karena orang yang setia kawan perlu pengakuan orang lain, setelah melaksanakannya juga perlu orang lain melihatnya.

0ooo(dw)ooo0

Sekarang Li Yuan-wai merasakan dirinya lebih bahagia dibandingkan dengan hartawan sungguhan.

Karena tidak semua hartawan didunia bahagia. Walau pakaian di tubuhnya masih yang itu, bajunya juga longgar, tidak pas dengan ukurannya, disaku baju hanya ada beberapa recehan perak.

Melihat tawanya, orang akan mengira di dalam saku bajunya mungkin ada balok kecil emas! Paling tidak ada cek ribuan liang perak.

Seseorang ada atau tidak ada kesusahan, gembira atau tidak gembira, tidak perlu melihat wajahnya, dari gaya dia berjalan saja sudah bisa melihatnya.

Seseorang yang sedang kesusahan, atau yang tidak gembira, cara berjalannya pasti tidak akan meloncat-loncat, seperti di bawah telapak kakinya dipasang pegas.

Juga jika di tangannya memegang apa saja, juga pasti sambil jalan tidak akan sambil melempar-lempar.

0ooo(dw)ooo0

Ini adalah jalan untuk pergi kekota Fu Rong.

Tangan Li Yuan-wai menggoyangkan tongkat pemukul anjing yang setahun empat musim tidak pernah lepas dari tangannya.

Kakinya melangkah dengan jurus langkah Delapan Dewa Mabuk, mulutnya malah mendendangkan lagu Delapan Belas Mengusap.

Dia tidak suka naik kuda, juga tidak suka naik tandu.

Walau dia tidak resmi masuk ke Gai-bang, tapi seluruh anggota Gai-bang tahu satu kenyataan, yaitu dia adalah Ketua Pengawas Honorer nya Gai-bang. Kedudukan ini di dalam Gai-bang sangat tinggi, juga sangat berkuasa.

Walau dia bukan seorang pengemis, tapi ada kalanya seorang pengemis sungguhan uangnya lebih banyak dari pada dia. Karena seorang pengemis sungguhan bisa mengulurkan tangan meminta uang pada orang, dan untuk urusan ini Li Yuan-wai masih tidak bisa melakukannya.

Dia sudah bertahun-tahun berkelana didunia persilatan, yang aneh adalah dia tidak pernah pusing soal uang, lebih- lebih tidak bisa mati kelaparan, inilah yang banyak pengemis tidak mengerti kenapa bisa begitu.

Tentu saja Li Yuan-wai mempunyai akal.

Seseorang jika punya akal maka tidak akan mati kelaparan, juga tidak pusing tidak bisa mendapatkan uang.

Akal dia itu ialah bisa membuat 'pesta besar daging wangi' seratus macam lebih dengan rasanya berbeda beda.

Diwaktu punya uang, dia bisa mengundang siapapun makan daging anjing.

Diwaktu tidak punya uang, dia akan menjual daging anjing.

Makanya kalau dipikir-pikir, dengan punya akal yang hebat ini mana bisa dia mati kelaparan? Dan mana dia bisa pusing karena uang?

Bagaimana pun juga anjing liar didunia ini terlalu banyak, juga tidak akan habis ditangkap, lebih-lebih tidak perlu mengeluarkan uang.

Didunia ini orang yang suka makan daging wangi sangat banyak, apa lagi orang yang suka makan masakan Li Yuan- wai, jumlahnya lebih banyak lagi.

Jika sekarang ditanyakan pada dia, seumur hidupnya hal apa yang paling membanggakan?

Dia pasti akan memberitahu tiga hal. Pertama, dia puas terhadap keahlian tangannya, karena sampai pejabat tinggi utusan raja juga bisa menyamar jadi orang biasa untuk menikmati Harum Sedap Tiga Li dan mengikuti Pesta Daging Anjing yang dia selenggarakan.

Kedua, dia sudah menemukan musim semi keduanya, nona Zhan Feng bukan saja wanita cantik yang jarang ada didunia, ilmu silat dan ilmu pengobatannya juga termasuk kelas satu.

Ketiga, dia punya satu teman baik yang orang luar tidak tahu. Tangan Cepat Xiao Dai.

Masalahnya dia mungkin akan menyangkal hal yang ketiga ini, karena tidak ada seorang teman bisa melakukan hal yang dia tidak tahu, apa sebab temannya membuatnya marah dan membuat malu.

Jika teringat Zhan Feng, Li Yuan-wai akan tertawa sampai mulutnya terbuka mencapai kebelakang telinga.

Tapi jika terpikir Tangan Cepat Xiao Dai, maka tongkat pemukul anjing di tangannya tidak akan bergoyang lagi, gayajalannya juga berubah.

Apa sebabnya?

Bukan hanya sekali dia bertanya pada diri sendiri, tapi selalu tidak mendapatkan jawaban.

Karena selain masih hutang lima liang perak pada Tangan Cepat Xiao Dai, dia sungguh tidak merasa, dimana dia telah merugikan Xiao Dai.

Dia mengira setelah dia merelakan Ouwyang Wu-shuang pada Xiao Dai, dia tidak perduli lagi mereka bersatu atau tidak, dia merasa sudah cukup pengorbanannya untuk temannya, entah masih ada masalah apalagi Xiao Dai sampai tidak mau melepas dirinya, dan sampai mengirim surat tantangan pada dirinya, hingga semua orang didunia semua menjadi tahu, Apakah karena....? Hanya untuk bisa ternama? Atau dia takut suatu hari nanti nama besar dirinya bisa melebihi dia?

Apakah seseorang bisa karena ingin ternama, hingga teman juga sudah tidak mau lagi?

Tampaknya Xiao Dai bukan begitu orangnya, kecuali alasan memaksa ini, Li Yuan-wai sungguh tidak bisa mencari alasan yang lebih bagus untuk menerangkan hal ini.

Tapi Li Yuan-wai dapat memastikan satu hal.

Yaitu disaat Xiao Dai berpisah dengan dirinya masih sebagai Tangan Cepat Xiao Dai.

Maka masalahnya pasti muncul setelah berpisah.

Ada masalah apa hingga Xiao Dai bisa tiba-tiba berubah? Apa saja yang telah dialaminya?

Masalah ini tidak terpikirkan, Li Yuan-wai jarang sekali menggunakan otaknya berpikir.

Ketika dia sedang bersama Tangan Cepat Xiao Dai, setiap masalah yang harus menggunakan otak selalu diserahkan pada Xiao Dai.

Juga karena itulah dia kelihatannya lebih disukai orang dibandingkan Xia.o Dai, walau uang dia tidak sebanyak Xiao Dai, juga tidak setinggi Xiao Dai.

Tapi dia berani bertaruh dengan Xiao Dai, jika ada sepuluh anak gadis disatu tempat, pasti ada enam orang yang sorot matanya memandang dirinya.

0ooo(dw)ooo0

Jalan ini panjang sekali, waktunya pas ditengahhari. Musim rontok sudah mengusir orang pergi ke tempat teduh.

Li Yuan-wai berjalan seorang diri di jalanan, setelah memikir Xiao Dai, tentu saja dengan otomatis dia terpikir Zhan Feng.

Di benak setiap laki-laki hanya ada sedikit waktu tidak memikirkan wanita.

Lebih-lebih laki-laki yang sedang pacaran, walau kekasihnya berparas buruk, saat terpikir kekasihnya, dia akan terus he he he tertawa.

Tertawa karena apa? hanya dia sendiri yang tahu.

Tawanya Li Yuan-wai sekarang, tidak diragukan adalah tawa bodoh, tawa idiot, tawa gila.

Mengatakan sedikit lebih serius, mungkin dengan tawa seorang penyakit gila tidak ada bedanya.

Disekelilingnya tidak ada orang, dirinya tertawa sendiri, kalau bukan sakit gila, apalagi.

Tapi tidak, di jalanan ini masih ada orang.

Tepat di depan di bawah pohon besar hampir dibelokan itu, seseorang dengan tegap berdiri di sana.

Dia menunggu, menunggu Li Yuan-wai yang sedang melamun datang mendekat.

0ooo(dw)ooo0

Sesudah dekat, mendadak dia mengangkat kepala. Tawanya Li Yuan-wai seperti membeku.

Tampang seperti ini sungguh sulit digambarkan, seperti tampang seseorang yang sedang tertawa terbahak-bahak mendadak ditampar orang dengan keras. Pelan-pelan, tawanya Li Yuan-wai menjadi hilang.

Lensa matanya juga semakin kecil, tapi matanya membelalak besar sekali.

Hmm.... tampang dia sekarang seperti telah melihat setan.

Memang benar, Li Yuan-wai benar telah melihat setan, diwaktu matahari ada ditengah tengah langit.

"Apa kabar, hartawan besar?."

Sepatah kata membangunkan Li Yuan-wai.

Setiap orang juga bisa tertawa, juga bisa menangis, ini sudah biasa.

Tapi seseorang yang bisa membuat tertawa berubah jadi menangis, itu benar-benar kemampuan hebat.

Apa lagi bagi laki-laki, air mata laki-laki sagat mahal, apalagi air mata Li Yuan-wai.

"Kau.... kau? Sungguhkah kau? Ershao?" kata Li Yuan- wai dengan suara tersedu.

"Benar aku, hartawan besar,” kata Yuan Ershao denganjelas dan tertawa hangat.

"Sung. sungguh kau?"

"Tentu saja aku, hartawan besar, disaat matahari ada ditengah langit tidak akan ada setan,” kata Yuan Ershao tertawa sampai tampak gigi putihnya yang rapi.

Li Yuan-wai berlari maju ke depan, sepasang tangannya dengan kuat menggoyang-goyang bahu temannya, menangis, berteriak, juga tidak ketinggalan air mata diwajahnya mengucur, ingusnya mengotori baju putih. Yuan Ershao juga mengulurkan sepasang tangannya, memegang bahu Li Yuan-wai, perasaannya tampak jelas, sama hangat, mengharukan orang.

"Benar kau, sungguh kau waw.... Ershao, sungguh kau waw. ”

"Tidak salah, hartawan besar, benar aku, sungguh ini aku. ”

Li Yuan-wai bertanya terus tidak karuan.

Yuan Ershao juga berturut-turut menjawabnya.

Masih ada hal apa lagi yang bisa lebih mengharukan dari pada saat ini?

Persahabatan di antara mereka, juga semuanya tergambar di atas wajah mereka berdua.

Sedikit pun tidak ada kepalsuan, atau dicampur dengan sandiwara.

Bisa mendapat teman seperti ini, apa lagi yang diharapkan?

Li Yuan-wai tiba-tiba teringat sesuatu, dia mendorong Ershao.

Tampangnya berubah lagi, berubah jadi seperti disalahkan orang, seluruh wajahnya penuh dengan rasa tidak dipercaya orang dan menjadi marah.

Wajah tampan Yuan Ershao tampak tidak mengerti dan penuh pertanyaan, dia melihat tampangnya Li Yuan-wai yang begitu, dia sungguh tidak mengerti.

"Mengapa!? Apa Hartawan besar Li ada masalah dengan aku?" tanya Yuan Ershao.

"Mengapa....? masih ingin bertanya kau mengapa? Ershao.... aku, kau. kau ini bukankah sengaja membunuh orang karena tersiksa? Kau. kau jelaskan, sebenarnya apa

yang terjadi?" Li Yuan-wai berteriak aneh.

"A.... apanya apa yang terjadi?" tanya Yuan Ershao tertawa.

Li Yuan-wai sungguh ingin menggigit putus hidung temannya.

Terhadap tuan muda yang dunia persilatan menyebutnya dengan hormat, Li Yuan-wai tidak ingin berbuat keterlaluan, walau hubungan mereka begitu kental, bagaimana pun juga di dalam hatinya, Yuan Ershao sudah hampir seperti dewa membuat dirinya begitu hormat, dan kagum.

Makanya walau benci sampai gatal gigi, Li Yuan-wai terpaksa menenangkan hati yang bergejolak, dengan perlahan-lahan berkata, "Di dalam penjara besar siapa orang yang mati menabrakan diri pada tembok?"

Tentu saja Yuan Ershao mengerti maksud Li Yuan-wai, sambil tertawa Yuan Ershao berkata, "Oto, dia adalah Perampok Hitam Putih Ji Cheng Quan."

Perampok Hitam Putih, Li Yuan-wai tentu saja Li Yuan- wai pernah mendengarnya, orang itu adalah kepala penjahat yang sudah ternama, membunuh orang tidak terhitung banyaknya, dia melakukan kejahatan tidak pandang bulu, setiap lelaki yang bertemu dengan dia pasti mati, jika wanita diperkosa dulu lalu dibunuh. Dua aliran dunia persilatan golongan putih maupun hitam dia tidak menggubrisnya, makanya julukan dia Perampok Hitam Putih.

"Tapi itu jelas-jelas dirimu" kata Li Yuan-wai disengaja. "Jika itu adalah aku, bukankah hidupmu sudah bertemu

setan?" Yuan Ershao ternyata juga suka melucu. "Yang aku heran mengapa Perampok Hitam Putih bisa menyamar menjadi dirimu? Dan bagaimana kau bisa melarikan diri dari penjara besar itu?" tanya Li Yuan-wai dengan tidak sabar.

"Hartawan besar, maafkan aku, masalah ini telah dirahasiakan pada kalian, untuk menjaga nama baik keluarga Yuan kami, aku dijebak orang sampai tidak bisa mengangkat kepala, makanya hanya melakukan siasat jelek ini, dan kau berbesar hati dan maafkanlah!" kata Yuan Ershao menghormat sekali pada Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai buru-buru meloncat kepinggir, mulutnya terus berkata, "Sudahlah! Sudahlah! Jika kau merasa tidak enak, katakan saja sudah cukup, kau membungkuk memberi hormat aku tidak sanggup menerimanya, aku tidak ingin mengurangi umurku!"

Memang, dengan nama tenar Yuan Ershao didunia persilatan, sampai ketua Shao-lin juga menyambutnya diluar kuil, Li Yuan-wai mana berani menerima penghormatannya?

Di bawah pohon, Yuan Ershao memakai lagi topeng kulit manusia yang pembuatannya begitu bagus, dan membuat orang sulit bisa melihat kekurangannya.

Sekarang dia telah menjadi orang berbaju pelajar, Li Yuan-wai tidak menyangka orang yang membuyarkan hawa pembunuhan antara dia dan janda Yuan Dashao di tempat jualan tahu, ternyata adalah Yuan Ershao.

"Kau pasti mempunyai banyak pertanyaan, bukan?" kata Yuan Ershao yang telah berubah jadi orang lain, juga merubah suaranya. Li Yuan-wai menggosok-gosok matanya, dia sungguh tidak percaya didunia ini bisa ada penyamaran yang begitu sempurna.

Setelah kembali sadar, Li Yuan-wai berturut-turut berkata, "Apa? Eee! Tentu, tentu, pertama kau jelaskan dulu, bagaimana kau mengantikan Perampok Hitam Putih, dan bagaimana bisa meninggalkan penjara besar?"

"Perampok Hitam Putih ialah Polisi Setan Tie Cheng Gong membawanya masuk kepenjara, sengaja wajahnya dirusak hingga tidak bisa dikenali, dan supaya bisa menyamar menjadi aku, ceritanya juga sangat kebetulan, dipergelangan Perampok Hitam Putih juga ada satu tahi lalat merah, hanya saja dia di tangan kiri, dan aku di tangan kanan. Orang yang sudah mati siapa yang akan memperhatikan hal ini? Maka siasat menipu langit melintas laut ini tidak mendapat curiga siapapun. Tentu saja semua pengaturan ini Polisi Setan sendiri mengerjakannya, karena aku pernah mendengar di setiap kantor kepolisian kabupaten, pasti ada muridnya atau orang kepercayaannya."

"Sibotak bau yang baik hati, seperti kejadian yang betul saja, menipu kami berputar-putar."

Setelah mendengar ceritanya, Li Yuan-wai tidak tahan diam-diam memaki Polisi Setan bukan orang, tapi tidak enak mengucapkannya.

"Kalau begitu, apa dakwaan yang ditetapkan  oleh pejabat pemerintah itu juga semuanya hanya pura-pura saja?" Li Yuan-wai bertanya lagi.

"Kalau menurutmu bagaimana? Hartawan besar," Yuan Ershao membalikkan pertanyaan. Dengan tertawa malu, Li Yuan-wai tentu saja tahu dirinya mengajukan pertanyaan yang tidak pintar.

"Aku.... maksudku adalah kematiannya keponakan besar, aku sudah tahu kejadiannya, tapi.... masalah kakak ipar kau. ”

"Dia bukan kakak iparku, dia adalah adiknya kakak iparku, Xuan Xuan Nu, Zhao Bei Yan, sandiwara ini juga sudah diatur kami sebelumnya,” kata Yuan Ershao.

Li Yuan-wai berkata, "Tidak aneh, punya penampilan yang begitu bagus, ternyata dia adalah Xuan Xuan Nu, tidak usah dikatakan topeng kulit manusia kau yang bagus ini, tentu juga keluar dari sepasang tangan dia yang lincah itu bukan?"

Li Yuan-wai tidak menunggu jawaban dari Yuan  Ershao, bertanya lagi, "Itu sungguh membuat aku jadi tidak mengerti, kenapa kakak ipar ku bisa berubah jadi Xuan Xuan Nu?"

Di mata Yuan Ershao terkilas perasaan sakit.

Dia dengan pelan berkata, "Disaat kakakku dibunuh, dan diantar orang kembali ke perumahan, kakak iparku saat itu berada di rumah orang tuanya di danau Tong Ding gunung Jun, kakak iparku tidak bisa bersilat, semua orang juga tahu, tapi adiknya Xuan Xuan Nu malah adalah pendekar wanita ternama didunia persilatan, mereka berdua juga saudara kembar, karena orang kedua sejak kecil dibesarkan oleh orang lain, setelah besar baru mengenal orang tuanya dan kembali kemarganya. ”

Perkataannya berhenti sejenak, Yuan Ershao melanjutkan, "Saat mayat kakakku yang tidak ada kepalanya diantar pulang ke perumahan, kebetulan Xuan Xuan Nu sedang bertamu di rumahku, karena masalah ini terlalu aneh, sehingga kami tidak menyiarkannya, setelah cepat-cepat menguburnya, aku keluar mencari pembunuhnya, siapa tahu aku menyia-nyiakan waktu tiga bulan, sedikit jejak pun tidak ada, aku kembali ke rumah dengan Xuan Xuan Nu berunding, kami menduga pelaku kejahatan sangat mengenal keadaan kami, dan perbuatannya, selangkah demi selangkah ingin menghancurkan Perumahan Hui Yuan. Untuk menghindar orang-orang, makanya kami bersandiwara, siasat mencelakai diri sendiri ini, tujuannya untuk mengumpan pelaku kejahatan keluar."

Sekarang Li Yuan-wai bertanya lagi, "Kenapa sampai kami juga tidak diberitahu? Jika sudah dijelaskan, bukankah kami juga bisa menyumbangkan tenaga, banyak orang tentu lebih mudah mengerjakan"

Yuan Ershao tertawa pahit berkata, "Bukankah tadi sudah kukatakan? Justru karena aku curiga pelaku kejahatan ini adalah orang yang sangat tahu keadaan keluarga Yuan, disaat sebelum masalahnya belum jelas, siapa saja mungkin adalah pelaku kejahatannya, kau ingin aku bagaimana mengatakannya pada kalian? ini adalah siasat mencelakakan diri sendiri, tentu saja harus persis, baru bagus!"

Li Yuan-wai berkata, "Tapi juga tidak bisa membiarkan aku dengan Xuan Xuan Nu bertarung! Kau tidak tahu dia sangat galak, sepertinya ingin sekali menelan aku hidup- hidup."

Yuan ershao tertawa berkata, "Betulkah? Saat itu aku juga ada di sana, aku lihat sepertinya kau ada maksud ingin makan 'tahu' orang?"

Mengusap-usap kepalanya, Li Yuan-wai dengan malu- malu tertawa berkata, "Ershao, ini.... ini juga tidak bisa salahkan aku, disaat itu kami semua mengira dia ada masalah, makanya.... maka.... he.... he. ”

Sungguh satu hal yang memalukan, disaat itu bagaimana pun Li Yuan-wai memang ada sedikit niat ingin makan 'tahu' orang.

Yuan Ershao melihat tingkah malu Li Yuan-wai yang menggaruk-garuk kepala, mengorek-ngorek kuping, dengan tertawa berkata, "Sudahlah! Hartawan Li, aku tidak menyalahkanmu, buat apa kau menutupinya!? Lagi pula bagaimana aku bisa tidak tahu penyakitmu?"

Perkataannya tepat mengenai isi hatinya, dasar Li Yuan- wai yang tebal muka, dia bisa melihat angin membanting setir bertanya lagi, "Ershao, apa kau tahu kakakmu Walet Tidak Kembali belum mati?"

Di matanya terkilas rasa sakit, Ershao menganggukkan kepala, tawa diwajah menjadi hilang.

Li Yuan-wai tidak mengerti berkata, "Benarkah semuaini adalah. ”

Yuan Ershao menggelengkan kepala berkata, "Sekarang ini aku masih belum berani mengatakannya, hanya saja semua ini sungguh membuat orang sulit mengerti, apa lagi ini.... ini sama sekali hal yang tidak ada alasannya. ”

"Tapi sekarang semua panah menunjuk padanya!" kata Li Yuan-wai cepat.

Ershao tidak berkata lagi, karena dia juga mengerti. Namun apa yang bisa dia katakan, Bagaimana pun,

mana ada yang menjadi kakak bisa dengan sadisnya mencelakakan adiknya?

Ini bukan saja tidak mungkin, dan lagi orang sulit bisa percaya. Terdiam sebentar, Yuan Ershao berkata, "Kau akan pergi ke Gedung Wang Jiang untuk menepati janji bukan?"

"Apa kau juga tahu akan hal ini? Ershao." tanya Li Yuan-wai sedikit heran.

"Hal yang begitu besar, bagaimana aku bisa tidak tahu?"

Yuan Ershao berkata sambil tertawa, "Kalian berdua sebenarnya sedang main apa? Kenapa bisa sampai situasinya tidak bisa diselesaikan?"

Li Yuan-wai mengangkat bahu dan tertawa pahit.

Tawanya sungguh membuat hati orang jadi pahit melihatnya.

Yuan Ershao seperti ingin menembus pandangannya, dia bertanya lagi, "Hartawan Li, aku tidak percaya ini adalah sungguhan, tapi semua ini juga tidak seperti bohongan, bisa beritahu aku sebabnya?"

Disudut bibirnya ada sedikit ragu, Li Yuan-wai berkata, "Jangan kata kau tidak percaya bahwa ini adalah kejadian betul, aku sendiri pun tidak percaya ini adalah sungguhan, namun.... Ershao, aih.... sekarang sungguhan atau bohongan sudah tidak begitu penting lagi, sebab aku belum tahu betul, mungkin bisa tanya 'dia'. ”

Ershao sekejap terdiam, tiba-tiba dia berkata, "Aku pernah melihat Xiao Dai."

"Dimana!? Kapan?" dengan tegang Li Yuan-wai bertanya.

"Dikota Xiang Yang, tapi dia tidak melihat aku." "Dikota Xiang Yang. ?"

"Dengan seorang nyonya muda cantik," kata Ershao dengan sorot mata aneh melihat Li Yuan-wai. "Nyonya muda yang cantik?! Apa mungkin dia....?" Li Yuan-wai bergumam sambil berpikir.

"Siapa dia? Apakah kau juga kenal dia?" tanya Yuan Ershao menatap.

Sedikit malu, Li Yuan-wai terpaksa membeberkan tentang dia dan Xiao Dai yang dulu bersamaan waktu mencintai Ouwyang Wu-shuang.

Yuan Ershao menepuk-nepuk bahu Li Yuan-wai, menggelengkan kepala sambil mengeluh.

"Kalian ini sungguh sepasang manusia yang unik, apakah didunia ini hanya ada satu wanita bernama Ouwyang Wu-shuang?"

Li Yuan-wai berkata sambil tertawa, "Tentu saja bukan, jika didunia ini hanya ada satu wanita, bukankah dunia ini akan menjadi kacau balau?"

"Jika didunia ini tidak hanya ada satu wanita, aku pikir kalian pasti tidak akan karena wanita menjadi ada salah paham." Yuan ershao ingin menjelaskan tapi tidak mengutarakannya dengan jelas.

"Masalahnya adalah wanita ini dilepas oleh aku dan Xiao Dai pada saat bersamaan,” kata Li Yuan-wai.

Seorang wanita dilepaskan oleh laki-laki, memang satu hal yang menyedihkan.

Jika bersamaan waktu dilepas oleh dua laki laki, maka ini bukan hanya satu hal yang membuat sedih lagi, sesungguhnya ini hal yang paling sedih yang bisa membuat orang gantung diri.

"Aku ingin mendamaikan kalian, dan menjadi orang penengah, apa kau punya pendapat?!" setelah mempertimbangkan, Yuan Ershao akhirnya mengatakan juga, dengan mata jujur dia memandang Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai tidak berani memandang, sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa berkata, "Ershao, dengan adanya kau, kupikir didunia persilatan ini tidak ada siapapun yang berani menentang keinginanmu, hanya.... hanya. aku

harap kau tahu aku bukan benar-benar hartawan besar sudah cukup. ”

Yuan Ershao tertawa sambil mengepalkan tangan berkata, "Terima kasih! Tentu saja aku tahu kau bukan seorang hartawan, juga pasti tidak akan membandingkan kau dengan seorang hartawan asli, karena jika seorang hartawan bertemu dengan hal ini, dia lebih suka mengeluarkan perak, juga pasti tidak akan berani menempuh bahaya, mengorbankan nyawa."

"Jika demikian, yang berterima kasih seharusnya aku!" "Ini kata-kata yang jujur, aku tidak mau kalian makan

sumpah sendiri ha.... ha.... ha. ”

Yuan Ershao teringat, tahun itu dia bertemu dengan Li Yuan-wai dan Tangan Cepat Xiao Dai, tidak sadar diajadi tertawa.

Karena dia juga tidak terpikir, dua anak ingusan itu, hari ini semuanya telah menjadi orang besar yang ternama didunia persilatan.

"Ershao, besok adalah pertemuan Gedung Wang Jiang, waktunya sangat sempit mungkin. ”

"Tenang, perkelahian ini.... hmmm, sama seperti menikah, seseorang tidak bisa menikah dengan dirinya sendiri, tentu saja juga tidak akan bisa diri sendiri berkelahi dengan diri sendiri, menurutmu betul tidak?" kata Yuan Ershao tersenyum. "Hai. ! Bertemu denganmu, aku sudah tidak bisa bicara,

Ershao, terserah kau saja, bagaimana pun aku percaya, juga menyerahkan semuanya padamu."

Orang yang bisa membuat Li Yuan-wai menyerah, mungkin hanya Yuan Ershao saja.

Yuan Ershao melihat, berpikir sejenak, tidak sadar dia memegang lagi bahu Li Yuan-wai, dengan sepenuh hati berkata, "Hartawan Li, terima kasih, terima kasih, demi masalahku, kalian tidak kenal lelah. ”

Wajah Li Yuan-wai yang agak gemuk, tertawa lugu, "Er.... ershao, kau berkata begini, sekalian saja. sekalian

saja.... ambil pisau bunuh aku. sekalian."

Apa yang mau Yuan Ershao katakan, jika mempunyai teman demikian?

Jika kau adalah dia, mempunyai teman seperti ini tentu akan mengerti di dalam hatinya sekarang.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai melihat bayangan Yuan Ershao yang tegap dan panjang itu, seperti segumpal asap ringan menghilang diujung jalan, dia merasa sedikit kehilangan.

Hanya karena dia, terhadap dia selamanya ada rasa kekaguman seperti pada pahlawan.

Tapi dia tahu, jika dirinya dibandingkan dengari dia, huruf'pahlawan' ini, mungkin berjalan sisinya pun tidak akan pantas, walau orang lain juga menghormati dirinya sebagai 'pahlawan'.

Dia mempercayainya, sama seperti dia percaya orang tidak makan nasi bisa mati. Dia juga mengambil dirinya sebagai contoh, berharap dia disuatu hari juga bisa menjadi seorang 'Li Dashao' yang dipuji dan dihormati orang-orang.

0ooo(dw)ooo0