Duri Bunga Ju Bab 11: Orang berbaju pelajar

Bab 11: Orang berbaju pelajar

Hari baru saja terang, seperti di jalanan antara kota Xiang Yang dan Perumahan Zhan Bao. Orang berbaju pelajar memperlambat larinya, karena  dari jauh dia sudah melihat sepasang manusia bersaudara yang berwajah sangat buruk menghadang ditengah jalan dengan jarak diluar sepuluh zhang.

Kegemaran 'orang makan orang' Gigi Gergaji Bersaudara sedang kambuh, setelah susah payah mencari semalaman, mereka belum menemukan pesilat tinggi dunia persilatan yang cocok dengan seleranya, sekarang mendadak melihat gerakan seperti elang besar dari orang berbaju pelajar, mereka sangat gembira sampai hampir gila.

"Kak, coba lihat! Dari jauh aku sudah melihat orang ini, hmmm, melihat wajahnya, pasti nikmat, pasti nikmat,”  kata Orang kedua Gigi Gergaji dengan gembira pada kakaknya.

"Adik, kau hebat, matamu tampaknya lebih tajam, baik, nanti kau akan mendapat lebih satu tangan, he.... he. he

sungguh raja langit tidak mengecewakan orang yang bersusah payah setelah melotot sia-sia semalaman, kau lihat, bukankah raja langit telah menjatuhkan seekor kambing gemuk? He.... he.... he," kata Orang tertua Gigi Gergaji juga bangga, dia sepertinya sudah kelaparan tiga hari, tiba-tiba menemukan semeja besar masakan 'Man Han Quan Xi' yang enak.

Orang berbaju pelajar menghentikan larinya, berdiri pada jarak dua zhang dihadapan sepasang orang ini.

Melihat dua orang mayat hidup yang tujuh puluh persen seperti setan, tiga puluh persen seperti manusia, orang berbaju pelajar jadi terkejut juga.

Karena siapa pun, jika pertama kali melihat wajah dan kelakuan manusia bersaudara, tentu akan terkejut. Apa lagi jika bertemu di malam hari, orang yang kurang berani walau tidak seketika pingsan, mungkin juga akan kencing dicelana.

"Apakah kalian ada urusan?" Tanya orang berbaju pelajar tawar.

Dua orang mayat hidup itu tertawa sebelum menjawab, suaranya seperti mengerik katel, sungguh membuat kulit tubuh jadi merinding seperti kulit ayam, orang tertua Gigi Gergaji berkata, "He.... he.... he sobat, kau sendiri yang menabrak masuk kepintu neraka, kami berdua sungguh sulit sekali mencarimu, he.... he. ”

"Mencari aku?!" kata Orang berbaju pelajar sedikit terkejut.

Jika ada dua 'orang hidup' yang jika setan bertemu pun akan sakit kepala, kemudian mereka mencarimu, mungkin kau mimpi juga bisa jadi bangun karena terkejut kalau kau melihat dia.

Orang berbaju pelajar ikut terkejut, sama sekali bukan karena takut, tapi karena....

Pertama, dia berilmu tinggi, orangnya pemberani.

Kedua, didunia ini sudah tidak ada hal lagi yang dapat membuatnya merasa takut.

Ketiga, dia menduga orang ini tidak menakutkan, tapi seorang manusia 'biasa', sepertinya mereka berpura-pura menjadi setan atau bermain-main menjadi dewa, jujur saja dia sudah merasa tidak senang.

"Benar, mencarimu, kalau kami tidak mencarimu buat apa menunggu di sini?" kata orang kedua Gigi Gergaji.

Suaranya walau sedikit lebih enak didengar tapi dibandingkan dengan kakaknya, tetap masih ada perbedaan dengan manusia biasa. "Mencari aku?! Menunggu aku?! Aku pikir kalian mungkin salah! sekarang sudah terpikir oleh ku, yang harus mencari orang adalah aku, dan aku sudah lama mencari kalian,” kata orang berbaju pelajar tiba-tiba.

Sekarang giliran Gigi Gergaji bersaudara yang terkejut, kerena mereka sama sekali tidak mengerti kapan pernah berhubungan dengan orang berbaju pelajar yang gagah dan tampan ini, dan orang ini tidak seperti orang biasa yang sekali melihat mereka sudah ketakutan setengah mati, orang berbaju pelajar ini malah sikapnya meyakinkan sekali.

"Kau.... kau kenal kami?" Orang kedua Gigi Gergaji berkata.

"Kenal? mana bisa aku mempunyai teman seperti kalian, dengan wajah seperti kalian berdua, setan pun tidak berani berhubungan dengan kalian, aku kan bukan raja neraka mana bisa kenal kalian?" Orang berbaju pelajar semakin tenang, malah mulai mengejek.

"Kau.... kau tidak kenal dengan kami kenapa mau mencari kami?" kata orang kedua Gigi Gergaji sedikit aneh.

"Coba terka?" kata orang berbaju pelajar dengan santai, sambil mengendong sepasang tangan kebelakang.

"Adik, jangan banyak bicara dengannya, cepat selesaikan saja, kita harus pulang untuk menyalakan api menggodok air,” kata Orang tertua Gigi Gergaji sedikit terburu-buru pada adiknya."

"Kak, tunggu sebentar, aku lihat orang ini ada sedikit tidak benar, biar aku selidik dia dulu,” jawab Orang kedua Gigi Gergaji.

Dari sepasang manusia kembar ini, orang kedua tampak lebih kecil, lebih teliti dan lebih pintar, orang kedua Gigi Gergaji lebih pintar dibanding orang pertama, makanya setiap urusan diluar, juga kebanyakan orang kedua yang mengurus.

"Kau jangan pura-pura misterius, cepat katakan kau ini siapa sebenarnya? Dan kenapa bisa mencari kami?" kata Orang kedua Gigi Gergaji.

"Oww? Kalian tidak bisa menduganya? Kalau begitu biar aku kasih tahu kalian, walau aku tidak kenal dengan kalian, tapi aku pernah mendengar kalian 'orang makan orang' Gigi Gergaji Bersaudara, benar tidak? Mengenai tujuan aku mencari kalian, juga sama dengan kalian,” kata Orang berbaju pelajar malah masih bisa tertawa pada mereka berdua.

0ooo(dw)ooo0

"Betul, betul sekali, walau aku tidak makan daging orang, tapi suka membunuh setan, bukankah kalian suka pura-pura menjadi setan?" tanya orang berbaju pelajar tertawa.

"Kau.... kau masih hidup ingin bertemu setan, aku lihat kau sudah bosan hidup, jangan menyalahkan kami bersaudara, jika kau tidak ingin hidup lagi, kami terpaksa mengabulkan kau." Dengan sangat marah orang kedua Gigi Gergaji berkata.

"Masih hidup ingin bertemu setan?! tentu saja selama hidup aku tidak ingin bertemu setan, tapi persoalannya lain jika setannya setan palsu atau setan pemakan orang, hari ini kalian telah bertemu dengan aku, anggap saja kalian bertemu setan sial, harap.... biar kita bertiga melakukan setan menghajar setan, coba lihat siapa yang akan benar- benar berubah menjadi setan betulan." Orang berbaju pelajar terus berkata setan, hampir saja membuat 'orang makan orang' bersaudara marah memuntahkan darah.

Gigi Gergaji Bersaudara didaerah Liang Huai sangat menakutkan orang, sampai anak kecil waktu di malam hari jika menangis asalkan mendengar nama mereka segera akan berhenti menangis ketakutan. Kekejaman, kesadisan, kekejian mereka bisa dibayangkan. Orang dunia persilatan yang biasa-biasa jika bertemu dengan mereka menghindar saja masih takut tidak keburu, mereka mana pernah bertemu dengan orang seperti orang berbaju pelajar yang bisa tertawa mengolok, kata-katanya tidak karuan lagi.

Makanya Gigi Gergaji Bersaudara setelah berteriak aneh, 'tongkat gigi srigala' dan 'tongkat tengkorak' bersamaan waktunya dengan membawa angin amis dan langit penuh dengan bayangan hitam, menutup kearah orang berbaju pelajar.

Orang berbaju pelajar tubuhnya seperti daun Liu menari melayang-layang di antara celah dua orang bersaudara, mulutnya tetap tertawa mengejek berkata, "Yow, kenapa ketika sedang berbicara setan sudah masuk ke tubuh!"

0ooo(dw)ooo0

'Orang makan orang' dua orang bersaudara ilmu silatnya walau tidak terhitung paling top didunia persilatan, tapi juga sedikit sekali orang yang bisa melawannya, sekarang setelah bentrok dengan orang berbaju pelajar, dua orang ini tidak tahan hatinya menjadi dingin bergetar.

Karena ilmu silat orang berbaju pelajar ini tarafnya tidak bisa mereka bayangkan, bukan saja mereka berdua dengan sekuat tenaga masih tidak dapat menyentuh baju orang, lebih-lebih melihat orang tampak begitu santai, seperti bangun pagi hati sedang olah raga melatih diri. Apa lagi yang menakutkan adalah bukan saja dia tidak memakai senjata juga masih menggendong tangan di belakang tubuhnya, hanya menghindar saja, belum mengeluarkan jurusnya.

"Pertarungan ini mungkin sulit diteruskan." Orang kedua Gigi Gergaji berpikir di dalam hati, tapi gerakan tangannya tidak mengendur, tetap saja dengan kuat menyerang dan sekuat tenaga memukul.

Dan orang pertama Gigi Gergaji otaknya tidak begitu teliti, walau merasa gerakan lawan begitu ringan dan lincah, dirinya berhasil menghindarnya adalah nasib orang itu masih bagus, tidak terpikirkan jika disaat menghindar lawannya mengeluarkan serangan balik, dirinya juga tidak akan begitu gampang berkelit.

Karena lawan tidak mengadakan serangan, maka dirinya tidak perlu bertahan.

Pertarungan yang tidak menjaga pertahanan dan hanya mementingkan menyerang.... tidak perduli pertempuran apa, semuanya akan mudah melakukannya.

Orang yang menyerang gerakannya sangat dahsyat, keji, sedikitpun tidak memberi ampun, gulungan-gulungan bayangan tongkat, tiba-tiba keatas tiba-tiba ke bawah, sangat rapat sampai angin juga tidak bisa menembus, semuanya mengarah pada tempat mematikan lawan.

Orang berbaju pelajar dengan santai, ringan, seperti angin menggoyang pohon Liu, bayangannya bergerak di timur tiba-tiba di barat, seperti setan, sampai ujung bajunya juga tidak bisa disentuh lawannya.

"Berhenti.... berhenti!" teriak orang kedua Gigi Gergaji keringat dinginnya bercucuran, tiba-tiba keluar dari lingkaran pertarungan. Orang tertua Gigi Gergaji mendadak mendengar orang kedua berteriak, tangan sedikit melambat, dengan sendirinya juga berhenti menyerang, dengan bengong melihat orang kedua.

Orang berbaju pelajar dengan tenang tertawa katanya, "Mengapa berhenti?! Apa kau tidak salah?! Aku sampai sekarang masih belum menggerakkan tangan? Kau katakan, bagaimana aku menghentikan tangan ini?"

Mayat hidup bersaudara wajahnya menjadi merah, Gigi Gergaji Bersaudara biar bagaimanapun tetap adalah manusia.

Tampak wajah putih pucat orang kedua Gigi Gergaji juga menjadi merah.

"Kau. siapa dirimu sebenarnya?!"

"Kenapa? Sampai sekarang kalian baru ingat menanyakan aku siapa?"

"Seorang laki laki.... matanya tidak bisa kemasukan pasir, jika seorang laki laki.... sebutkan namamu,” kata orang kedua Gigi Gergaji sedikit takut dengan gagap.

"Kalian tidak usah tahu, aku jamin aku dengan kalian pasti tidak ada pertalian famili, perkataan yang tidak berguna tidak perlu diteruskan,” kata orang berbaju pelajar dengan santai.

"Apa kau. kau tidak ingin dikenali orang?"

"Mungkin betul, setelah aku bertanya beberapa hal pada kalian, kalian pasti tahu siapa aku, sekarang kalian tidak mau bertarung lagi, maka kalian harus menjawab pertanyaanku, ada orang berkata kalian pernah tinggal di penginapan Lian Shen meracun dan membawa pergi Tangan Cepat Xiao Dai betul tidak?" Orang berbaju pelajar saat ini sudah merubah sikap dan nada perkataannya.

Gigi Gergaji Bersaudara terkejut bersamaan waktu berkata, "Kau. kau bicara apa?!"

Orang berbaju pelajar membentak, "Kalian sekarang lebih baik mendengar kata-kata aku, jika tidak. ”

Seperti sinar kilat lewat, Gigi Gergaji Bersaudara bersamaan merasa dingin lehernya, kemudian baju luar orang berbaju pelajar menutup lagi.

Tidak perlu disangsikan lagi, barusan mereka berdua sudah berkeliling dan kembali dari istana neraka, kerena sinar kilat itu walau tidak terlihat dengan jelas, tapi mereka tahu itu adalah sebilah pedang, sebilah pedang yang haus darah.

Didunia ini mana ada pedang yang begitu cepat? Sungguh hal yang sulit dibayangkan.

Gigi Gergaji bersaudara sekarang seperti benar-benar bertemu setan, menatap orang berbaju pelajar, dan tampang mereka sangat lucu.

Dua wajah yang menakutkan orang, bisa berubah jadi wajah ketakutan karena orang, orang yang tidak pernah melihatnya, pasti tidak bisa membayan gkannya.

"Tidak perlu kukatakan kalian juga tahu itu adalah sebilah pedang, aku bisa beritahukan pada kalian, asal aku senang, aku bisa sembarangan waktu melakukannya lagi, tapi disaat melakukannya lagi aku bisa pastikan, pedang itu tidak hanya menempel melewati leher kalian, tapi akan memotong tenggorokan kalian."

Perkataannya berhenti sejenak, orang berbaju pelajar melanjutkan, "Sekarang beritahu aku benarkah ada kejadian yang aku tanyakan? Tentu saja yang ingin aku dengar adalah kata-kata yang benar, dan kalian jangan coba-coba mempermainkan, kata benar atau kata bohong aku bisa dengan mudah membedakannya."

0ooo(dw)ooo0

Orang yang bisa makan orang, bisa dikatakan dia besar nyalinya.

Orang yang bisa makan orang, belum tentu nyalinya besar.

Besar nyali dengan nyali besar sepintas artinya sama, tapi sebenarnya banyak perbedaan, apa lagi disaat nyawanya terancam dan disaat nyawanya tidak terancam.

Makan orang bagaimana pun dirinya tidak akan mati.

Makanya Gigi Gergaji Bersaudara dapat dengan besar nyali memakannya.

Sekarang jika mereka tidak mengatakan dengan benar maka akan mati, disaat beginilah bisa melihat sebenarnya nyali mereka cukup besar atau tidak.

0ooo(dw)ooo0

"A.... ada." Lidah Gigi Gergaji Bersaudara hampir jadi simpul.

"Aku tahu satu hal, yaitu sasaran yang tadinya kalian tujukan bukanlah Tangan Cepat, siapa sasaran sebenarnya? Katakan!" orang berbaju pelajar dengan keras berkata.

"Ialah.... ialah Polisi Setan.... dan Hartawan Li. ”

"Alasannya?" Orang berbaju pelajar dengan dingin mengucapkan satu kata.

Namun satu kata ini tidak diragukan seperti sebuah godam, memukul hati Gigi Gergaji Bersaudara. Karena mereka tahu setelah alasan ini diucapkan, asal terdengar orang lain, maka kematian mereka akan datang.

"Kami.... kami hanya ingin memakan daging mereka. ”

Orang kedua berusaha menyangkal. "Betulkah?"

Ketika kata 'kah' belum berhenti, orang keduaGigi Gergaji sudah menjerit berkata, "Ibu. !"

Sebuah telinga kanan sudah jatuh di atas tanah kuning, meloncat dua kali baru berhenti.

Dalam sekejap setengah wajah orang kedua Gigi Gergaji, di atas bajunya yang putih, di tanah, sudah menjadi merah.

Dan disaat orang kedua Gigi Gergaji melihat satu kilatan sinar putih itu, baju luarnya orang berbaju pelajar sudah menutup kembali.

0ooo(dw)ooo0

Gigi Gergaji ingin sekali membungkukan tubuh memungut telinganya sendiri, tapi orang karena sakit sampai berdiri juga hampir tidak bisa.

Sekarang matanya sudah hampir keluar, terus memandangi telinga yang bentuknya aneh itu, sepasangan tangannya dengan sekuat kuatnya menekan tempat yang berdarah, tongkatnya juga sudah jatuh disisi dirinya.

Bagaimanapun dia seperti tidak percaya bahwa telinga yang jatuh adalah barangnya sendiri, tapi perasaan dia memberitahu itu pasti tidak salah, memang itu adalah telinganya sendiri.

Orang hanya bisa melihat telinga orang lain, tidak akan bisa melihat telinga diri sendiri. Kalau suatu hari bisa melihat telinga sendiri jatuh, keadaannya tentu sulit digambarkan.

"Itu memang telingamu, pasti tidak akan salah, di kemudian hari kau tidak akan bisa tidak melihatnya lagi, dan selanjutnya orang tidak lagi susah membedakan kalian berdua, yang mana kakaknya, dan yang mana adiknya."

Dua orang itu tampak marah, dengan pandangan benci melihat pada orang berbaju pelajar.

Mereka sekarang sudah tahu lawannya tidak main-main, walau nada bicaranya masih ada sedikit terasa main-main.

Bertarung atau melarikan diri? Mereka berdua hampir bersamaan memikirkannya.

Orang berbaju pelajar saat ini berkata lagi, "Jangan mengambil resiko, apa pun yang akan kalian lakukan, aku jamin sebelum kalian melakukannya tidak akan lebih cepat dari pada aku, sekarang mari kita lanjutkan pembicaraannya, kau yang lebih tua! Kau yang jawab, ingat telinga ini, aku tidak mengharapkan melihat telinga yang lain, mmm, apa alasannya?"

Orang tertua Gigi Gergaji merasa gentar sampai mundur dua langkah, dia sudah ketakutan sekali.

Suaranya seperti menangis berkata, "Aku.... aku....

kau.... me.... mereka. ” malah tidak mengatakan apa apa.

Orang berbaju pelajar mengerti, terpaksa membalikkan kepala pada orang kedua Gigi Gergaji berkata, "Kau saja yang menjawabnya! Tapi akibatnya kau yang bertanggung jawab."

Kata 'kau' yang terakhir mengatakannya pada orang pertama. Orang pertama itu dengan sendirinya segera menutup telinganya sendiri berkata, "A.... Adik, kau.... kau harus mengatakan sejujurnya ya."

"Atas perintah siapa?"

"Atas perintah pemimpin kita. ”

"Siapa?"

"Kitajuga.... juga tidak tahu." Orang berbaju pelajar melototkan sepasang matanya.

Orang pertama Gigi Gergaji sudah menutup sepasang telinganya mundur beberapa langkah.

"Be.... benar, kita dikendalikan oleh pengaruh obatnya, terpaksa mendengar kata kata dia, dia setiap kali bertemu dengan kami wajahnya selalu pakai cadar."

"Lalu kenapa kalian tahu bahwa itu adalah dia?"

"Dia mempunyai satu senjata rahasia yang berupa bunga Ju, asal dia memperlihatkannya, kami akan tahu itu adalah dia."

"Senjata rahasia Bunga Ju?"

"Benar, senjata rahasia seperti bunga Ju."

Orang berbaju pelajar berpikir keras sambil memandang matahari pagi dikaki langit, dia sungguh tidak pernah mendengar ada senjata rahasia yang bentuknya seperti bunga Ju, dan orang bercadar ini juga sangat misterius.

Kalau kesempatan tidak digunakan sebaik-baiknya maka langsung hilang.

Bisa tidak menggunakan kesempatan itu adalah masalah lain lagi. Jika seseorang sedang dalam batas antara hidup dan mati, jika tidak menggunakan kesempatan yang ada, akibat yang ditimbulkan juga biasanya tidak bisa dibayangkan.

Dua puluh buah lebih senjata rahasia Paku seperti satu sarang lebah melesat keluar, semua mengarah pada orang berbaju pelajar, dilanjutkan dengan sabetan Tongkat Tengkorak menyerang dari pinggir, dan sabetan Tongkat Gigi Srigala yang ada dihadapan juga diayunkan menyerang dari atas ke bawah.

Tepat disaat orang berbaju pelajar seperti sedang terlena memikirkan sesuatu, Gigi Gergaji Bersaudara mengambil kesempatan saling menukar pandangan mata, segera menyerang dalam waktu bersamaan.

Mereka mengira ini adalah satu kesempatan menyerang yang baik, satu kesempatan disaat lawan lengah.

Sebenarnya ini memang kesempatan baik, namun mereka salah memperhitungkan lawan.

Sehingga, dimulainya juga cepat, diakhirinya juga cepat.

Dan akibat gerakannya, bagaimanapun mereka tidak menyangka nyawanya mereka bisa melayang.

0ooo(dw)ooo0

"Aku sudah katakan kalian jangan coba-coba bergerak, kenapa kalian tidak mau percaya? Dengan perbuatan kalian sebenarnya mati juga sudah pantas, namun aku terus mencari alasan supaya kalian bisa terus hidup, tapi kalian sendiri telah melepaskan kesempatannya, mau menyalahkan siapa?" kata orang berbaju pelajar memandang Gigi Gergaji Bersaudara di atas tanah dengan nada dingin. Di atas tanah, orang tertua Gigi Gergaji sudah menghembuskan nafas terakhir, sepasang matanya melotot keluar, sepertinya masih tidak mengerti kenapa tenggorokan sendiri seketika tidak bisa menghirup nafas lagi.

Sedang orang kedua Gigi Gergaji masih bisa sedikit menghindar, walau tenggorokannya tidak putus semua, tapi mungkin juga hidupnya tidak akan lama lagi.

Tampak dia sekarang sudah tidak ada waktu mengurus telinganya, sepasang tangan memegang erat lehernya, tergeletak di atas tanah, suaranya seperti pompa bocor berkata, "Aku.... aku tahu.... siapa kau.... kenapa bisa....

bisa kau. ?"

Sedikit menggoyangkan sudut bibirnya, orang berbaju pelajar berkata, "Benarkah? seharusnya kalian sudah dari tadi bisa berpikir, ketika aku kedua kalinya mengeluarkan pedang, kalian sudah seharusnya tahu, sayang kalian tidak bisa memikirkannya, jika tidak seharusnya tidak akan berani menempuh bahaya ini."

Orang kedua Gigi Gergaji benar-benar seperti telah melihat 'setan', dia dengan kaku dan sedih berkata lagi, "Pedangmu.... sungguh.... cepat sekali.... bisakah,.... aku....

aku.... melihat.... melihat.... sekali lagi. ”

Orang berbaju pelajar melihat penjahat dunia persilatan yang sekarat ini, hatinya tiba-tiba merasa tidak tega, tentu saja dia mengerti maksud dia, bagaimana pun kesakitan dia sekarang berlebihan juga.

Sehingga....

Sekali lagi sinar putih berkelebat lalu hilang.

Orang kedua Gigi Gergaji kali ini bisa melihatnya dengan jelas, tapi juga selamanya tidak bisa melihatnya lagi, karena didadanya sudah mengucurkan darah, dibagian jantungnya.

Orang berbaju pelajar kali ini tidak segera menyimpan pedang kebaju dalamnya.

Tentu saja supaya orang kedua Gigi Gergaji bisa melihatnya lebih jelas lagi.

Sebilah pedang yang sangat kecil, lebarnya hanya satu jari, panjangnya kira-kira dua che setengah.

Memakai pedang yang begitu pendek dan begitu kecil, ilmu pedangnya pasti sangat mengejutkan orang, bukan saja mengejutkan orang, mungkin sudah sampai tingkat ilmu silat pedang yang paling tinggi.

Tidak dapat disangkal, ilmu pedang orang  berbaju pelajar sudah sampai pada puncaknya.

Yang mengherankan adalah ketika dia membuka baju luarnya, tidak bisa melihat sarung pedangnya ada di dalam bajunya.

Pedang yang tidak ada sarung pedangnya bukankah gerakan pedangnya akan lebih cepat?

Tentu saja.

Orang yang mengeluarkan pedangnya sangat cepat ketika bertarung dengan lawan juga lebih mudah mendapat kesempatan pertama.

0ooo(dw)ooo0

Setelah menggantungkan pedangnya dibaju dalam, orang berbaju pelajar melangkah pergi, mengarah ke matahari pagi.

Didunia ini sudah tidak ada lagi orang 'orang makan orang'. Tapi dia tahu malah ada banyak orang yang lebih menakutkan dibanding 'orang makan orang'.

Karena mereka memakan orang sampai selembar rambut pun tidak disisakan.

Burung yang bangun pagi mencari serangga untuk dimakan.

Orang berbaju pelajar semalaman tidak tidur, tidak tahu apa yang telah dia temukan?

Serangga yang bangun pagi dimakan burung.

Dia semalaman tidak tidur, menganggap dirinya adalah burung yang bangun pagi, siapa yang tahu malah dia menjadi serangga yang bangun pagi.

Kejadian didunia ini, satu pun tidak ada yang bisa menduganya?

Di kamar tamunya Zhan Long di Perumahan Zhan Bao.

Wajah Polisi Setan sudah banyak sembuh, akhirnya nyawanya bisa dipungut kembali, tentu saja dia tahu siapa yang menolong dirinya.

Ilmu silatnya Zhan Long tidak sebagus ilmu pengobatannya, karena dia merasa menolong orang lebih baik dibanding membunuh orang.

Makanya dia sejak kecil terus mempelajari ilmu pengobatan, terhadap belajar silat dia tidak begitu semangat, walau ayahnya adalah Ahli Silat Tabib Dewa Zhan Tian Hoang yang termasyur di seluruh jagat.

Ahli Silat Tabib Dewa Zhan Tian Hong pada empat puluh tahun yang lalu sudah memimpin para jago silat, dia diangkat dengan hormat sebagai ketua dunia persilatan oleh setiap aliran dan setiap perguruan. Namun langit rupanya iri pada jenius ini, baru saja istrinya melahirkan Zhan bersaudara dia segera meninggal dunia, Tabib Dewa yang sudah tidak terhitung menolong orang, tapi tidak dapat menolong istrinya, kasihan.

0ooo(dw)ooo0

"Bagaimana perasaanmu hari ini? Apa obatnya sudah dimakan?" kata Zhan Long dengan jujur sambil tertawa bertanya pada Polisi Setan Tie Cheng Gong.

"Terima kasih, pendekar muda Zhan, kecuali di atas luka masih terasa sedikit sakit, yang lainnya sudah baik, obatnya tentu saja aku memakannya menurut aturan,” kata Polisi Setan dengan tenaga yang masih lemah.

"Mmm, aku lihat setelah lewat sepuluh hari lagi, kau sudah bisa keluar menangani perkara lagi!"

"Berkat tangan ajaibmu, seperti dewa" kata Polisi Setan sambil tertawa.

"Bicara apa ini, kau terlalu sungkan," wajah Zhan Long sedikit malu.

"Dia pergi kemana? Kenapa seharian aku tidak melihat dia?" tanya Polisi Setan seraya bangkit duduk, menyander ke tiang ranjang.

"Biasa, dia keluar mencari Li Yuan-wai lagi, kau tidak tahu dia begitu gelisah."

"Hai, sayang aku tidak dapat membantunya, malah merepotkan dia," kata Polisi Setan mengeluh melanjutkan.

"Bicara apa ini?! Jika kau bicara demikian, bukankah aku akan lebih malu lagi? Aku juga teman dia, asal ada niat itu sudah cukup, apa lagi kau datang dari jauh, niatmu sudah cukup membuat orang terharu." "Jangan sampai Li Yuan-wai terkena musibah apapun, semua membuat aku jadi memikirkannya, coba kau pikir kenapa Tangan Cepat Xiao Dai tiba-tiba mengirim surat tantangan bertarung ke Gai-bang, apa dia gila?" kata Polisi Setan merasa pusing.

"Aku juga tidak tahu, bukankah kau pernah berkata mereka adalah teman sejak kecil dan tumbuh besar bersama. Kenapa bisa timbul situasi begini? Sungguh membuat orang bingung, apa sebabnya." Jawab Zhan Long.

"Aku kenal dengan mereka juga secara terbatas, walau sudah tinggal bersama beberapa hari aku hanya dapat merasakan  di  antara  mereka  sepertinya  ada   semacam....

itu. eee, perbedaan," kata Polisi Setan sambil berpikir.

"Sungguh tidak disangka, masalah Ershao belum selesai, sekarang timbul lagi masalah ini, sekarang semua orang hampir tahu, pertemuan di Gedung Wang Jiang bulan tujuh tanggal tujuh, sungguh satu hal yang membuat orang jadi memeras otak, malah dua orang yang bersangkutan satu pun tidak bisa dicari, sesungguhnya apa yang terjadi? Orang mau menduga juga tidak tahu harus mulai dari mana," jawab Zhan Long.

"Aku berharap 'dia' bisa secepatnya bertemu mereka berdua, siapa tahu masalahnya bisa dibereskan, jika tidak, bagi orang luar ini hanyalah sebuah keramaian, bagi kita yang mengerti ini tidak bedanya dengan sandiwara sedih, hai.... dua orang ini. ”

Polisi Setan terpikir dua orang ini hubungan mereka seperti hubungan kaki dan tangan jadi dia tidak tahan mengeluh.

"M asalahnya adalah walau 'dia' bisa menemukan mereka berdua, bagaimana cara 'dia' menjelaskannya? Jika tidak bisa menjelaskan, bagaimana bisa mendamaikan pertarungan ini, kau juga tahu, sekarang ini bukan saja 'dia' tidak enak, tapi tidak bisa tampil terbuka,” kata Zhan Long juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Polisi Setan terdiam.

Zhan Long juga terdiam. Karena mereka memang tidak tahu harus bagaimana membereskan masalah ini.

Zhan Long dan Polisi Setan sepertinya tahu banyak hal. 'Dia' siapa? Kenapa tidak muncul?

Apakah orang berbaju pelajar adalah Ershao? Apakah mungkin? Bukankah Ershao sudah mati?

Tapi....

Hanya orang yang sudah mati, baru tidak boleh muncul.

0ooo(dw)ooo0