Duri Bunga Ju Bab 10: Malam tidak berangin

 
Bab 10: Malam tidak berangin

Li Yuan-wai sudah kembali ke kabupaten Ping Yang.

Dia sendiri juga tidak tahu, sebenarnya dia masih bisa berbuat apa? Karena tidak ada satu orangpun yang ditemukan. Xiao Dai tidak kembali.

Polisi Setan telah menghilang.

Yuan Dashao juga tidak tahu sesudah 'gila' entah pergi kemana.

Semuajejak sepertinya sudah terputus.

Dia sama seperti seekor anjing liar, sepanjang jalanan mencari-cari.

Disaat perasaannya tidak enak, dia jadi ingin memasak satu katel 'Sedap wangi tiga li' untuk mengundang tamu.

Tapi satu ekor anjing liarpun tidak didapatkannya.

Bukan karena di jalanan tidak ada anjing liar, dikota mana bisa tidak ada anjing liar? hanya mungkin dia sudah terlalu banyak makan anjing liar, hingga tubuhnya jadi berbau anjing, apa lagi ketika dia ingin makan daging anjing, baunya juga akan semakin kental.

Makanya, jika ada anjing, tidak perduli anjing besar, anjing kecil, anjing kembang, anjing kampung sampai anjing kudisan asal dari kejauhan tercium bau Li Yuan-wai, hidung anjing yang menciumnya akan seperti anjing di rumah duka, menghimpit ekor melarikan diri tiga li.

(Ini adalah cerita kenyataan, ketika di Korea, aku mempunyai teman orang Korea, jika sehari tidak makan daging anjing dia susah tidur, orang Korea makan daging anjing menyebutnya minum 'Bu Shen Tang' (Kuah penguat nir), biasanya dimusim panas makannya, bisa dibayangkan dia makan daging anjing sudah seberapa banyaknya, anjing liar di Korea sangat banyak, di sana aku sering dikejar mereka berlari-lari di jalanan, tapi jika pergi bersama orang Korea ini, para anjing liar asal mencium bau keringat ditubuhnya, segera anjing anjing itu bersuara aneh, dan membalikkan kepala langsung kabur, seperti bertemu dengan nenek moyang anjing saja, karena anjing pasti tidak makan daging anjing.)

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai tidak mempunyai akal lagi, terpaksa mundur memilih jalan lain, mencoba menangkap seekor kelinci liar saja.

Jika orang sedang enteng jodoh, mengejar seekor kelinci bisa jadi mengejar pertemuan indah.

Disaat Li Yuan-wai melihat kelinci itu, dia sudah lari menyelusup masuk ke dalam benteng sebuah perumahan besar.

Dia tentu saja tidak akan melepaskan begitu saja, apa lagi setelah mencari sampai sore ini dia baru bisa menemukannya.

Tapi kelinci bisa menyelusup masuk kelubang, sedang orang tidak bisa menyelusup kelubang.

Terpaksa Li Yuan-wai meloncat melewati benteng.

Li Yuan-wai turun dikebun bunga yang penuh dengan bonsai bunga Ju.

Kelinci telah menghilang, tapi dia melihat seorang.

Seorang wanita yang seluruh tubuhnya memakai baju hitam.

Dia lupa akan kelinci, juga lupa ini adalah rumah orang. Lebih-lebih lupa segalanya.

Karena dia telah terpikat oleh wanita di depan matanya ini. Dia sungguh tidak bisa menggambarkan wanita ini, karena wajahnya seperti bidadari, kulitnya seperti es tulang giok, tampilannya indah, cantik kelewatan dan lain lain, kata-kata sifat juga sulit menggambarkan kecantikan wanita ini.

Pokoknya, dia tidak pernah melihat wanita secantik ini.

Jtiga belum pernah terpikir didunia ini ada wanita secantik ini.

0ooo(dw)ooo0

"Apa ada urusan, Li Yuan-wai?" Suara wanita ini seperti burung Huang Ying keluar dari lembah, terdengar merdu.

Li Yuan-wai terkejut, bergetar hatinya., dengan terbata bata berkata, "Kau.... kau. nona kenal aku?"

"Didunia ini siapa lagi yang berpenampilan seperti kau ini? Terhadapmu, pengetahuanku tidak lebih kurang dibandingkan orang lain, jadi bagaimana pun kau adalah Hartawan Li yang sangat terkenal itu betul kan?"

Begitu nona cantik ini tertawa manis, seperti ratusan bunga mekar menjawabnya.

Mabuk, Li Yuan-wai mabuk oleh suara tertawa nona cantik ini.

Juga mabuk olehnya karena bisa mengenal dirinya.

Wanita cantik yang tidak pernah bertemu, bisa dengan ramahnya tertawa pada dirinya, dan juga dengan jujur mengaku dia sedikit.... kagum padanya, apakah ini tidak membuat orang menjadi mabuk, tidak membuat orang meloncat-loncat?

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai tertawa, sedikit disengaja, sengaja menampilkan senyumnya yang oleh banyak wanita dianggap 'memikat'.

Biasanya dalam keadaan begini, Li Yuan-wai pasti bisa makan 'tahu', sekarang dia malah tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.

Karena semua kata-katanya merasa tidak pantas untuk wanita ini, semuanya seperti semacam penghinaan, semacam penyerangan yang harus masuk neraka.

Seorang yang biasanya berwajah tertawa, jika memaksa berpura-pura berkata serius, wajahnya pasti akan terlihat aneh dan lucu.

Li Yuan-wai sekarang juga seperti itu, senyumnya bukan saja sudah kehilangan daya pikatnya, malah ada sedikit cenderung menangis, dia sendiri tidak merasa, tetap dengan terbata-bata berkata, "Mohon tanya.... siapa nama nona? Tempat ini. apakah tempat tinggal anda?"

Begitu selesai berkata, Li Yuan-wai ingin sekali menabrakan kepalanya, mati saja.

Kerena di tempatnya berdiri, memangnya juga rumah orang, apa lagi dirinya adalah tamu tidak diundang, juga masuk lewat benteng.

Orang tidak membawa ke kantor polisi, juga sudah harus membaca Amitaba, masih bertanya apa ini apa itu, kata- kata kentut anjing yang tidak ada hubungannya.

Benar saja....

Nona cantik ini tertawa terpingkal pingkal, tapi sedikitpun tidak marah.

"Jika ini bukan rumahku, kau kira rumahku dimana?" Li Yuan-wai sungguh ingin mencari celah tanah supaya bisa menyusup masuk.

"Kau belum memberitahu aku, kau 'datang' ke rumahku ada urusan apa?"

Nona cantik ini dengan lembut bertanya lagi, tidak menjawab pertanyaan Li Yuan-wai.

Selamanya Li Yuan-wai tidak pernah terpikir bisa dikunci oleh orang dengan kata-kata begini, masih baik orang memberi muka pakai kata 'datang', bukan kata 'merayap', jika tidak Li Yuan-wai tidak tahu akan bagaimana rasa canggungnya.

"Oooh, aku sedang mengejar seekor kelinci, baru. baru

masuk kesini."

"Kelinci?! Untuk apakau mengejar kelinci?!"

"Aku.... aku melihat kelinci itu sangat. sangat lucu, jadi

ingin menangkapnya untuk main-main, siapa tahu dia menyusup masuk di bawah benteng itu, maka. ”

Langit tentu tahu Li Yuan-wai mengejar kelinci itu untuk apa, tapi dia bagaimana pun tidak bisa memberitahu, orang mengejar kelinci itu untuk mengisi perut, dia telah berbohong mengatakan ini.

"Ooo, ternyata begitu kejadiannya, aku kira. ”

Kira apa? Orang tidak mengucapkannya, tapi siapa pun tahu apa maksudnya.

0ooo(dw)ooo0

Yang satu mempunyai maksud, yang satu mintajuga tidak dapat memperoleh.

Li Yuan-wai menjadi tamunya nona cantik. Arak enak, telinga panas. Sekarang dia gembira karena tidak dapat menangkap kelinci itu.

Lebih gembira lagi bisa mengirit uang makan.

Yang aneh adalah Li Yuan-wai sering karena miskinnya sehari tiga kali makan, kadang tidak bisa menyambung, tapi justru dia bisa sering mengundang orang makan, dan diundang orang makan.

Asal ada nasi untuk dimakan, maka tidak akan mati kelaparan.

Pepatah mengatakan, jika kau ingin orang mengundangmu makan, maka kau harus sering sering mengundang orang makan, ini adalah 'falsafah makan' Li Yuan-wai.

Tentu saja dia lebih sering mengundang orang makan daging anjing, makan ayam pengemis, karena semua itu tidak mengeluarkan uang.

0ooo(dw)ooo0

"Bisa beritahu aku, kau datang ke kabupaten ini ada urusan apa?" nona cantik sambil minum sedikit arak dengan wajah merah bertanya pada Li Yuan-wai.

Ada seorang wanita cantik seperti dewi menemani seorang laki-laki minum arak, makan nasi, ngobrol, asal dia ingin tahu, mungkin laki-laki ini sampai sejarah keluarga nenek moyang delapan belas generasi juga bisa hafal.

Li Yuan-wai adalah laki laki, dan juga telah minum arak. Laki laki yang telah minum arak lebih banyak bicara,

juga tidak bisa menyembunyikan rahasia.

"Yuan Ershao, Yuan Ling apa kau pernah dengar? Yuan Ershao.    yang menyapu Qing Cheng, melabrak Wu Dang,

naik ke Shao-lin, dia.    dia dijerumuskan orang, sampai  dia di dalam penjara menabrakan kepala bunuh diri, ini. ini

sungguh peristiwa  yang  membuat orang marah dan menangis,  tujuan aku datang adalah ingin. ingin

menyelidik masalah ini.... eee, karena.... karenaaku adalah teman terbaiknya."

Li Yuan-wai jelas bukan saja bicaranya banyak, juga tidak bisa menyembunyikan rahasianya.

Eee.... dia melanjutkan lagi, "Teman, apakah kau tahu teman itu apa? Teman, eee.... adalah saat kau sangat memerlukan sekali pertolongan, dia bisa membantu, yang mengesalkan adalah.... adalah aku tidak mempunyai cara membantu dia, sedikit bantuan pun tidak sempat kuberikan, dia sudah.... sudah mati, kau.... aku bersumpah, aku pasti akan menemukan orang yang menjerumuskan dia, aku akan menelanjangi dia, biar dia jalan di jalanan.... jalan di jalanan, lalu mengiris selapis selapis dagingnya....

dagingnya untuk makan anjing."

Sambil mengerutkan alis, nona cantik bertanya lagi, "Lihat, kau berkata begitu menakutkan, apa benar kau bisa begitu kejam? Lalu apa kau sudah menemukan sesuatu? Yang aku maksud apakah kau sudah menemukan sesuatu yang aneh atau orang yang mencurigakan?"

"Tentu  saja  ada, aku sudah  menemukan kakak.   kakak

ipar dia, bukan kakak ipar kandung dia, masih ada, masih ada kematian keponakan dia juga bukan dia yang meracunnya, tentu saja dia.... dia juga tidak akan memperkosa kakak.... ipar dia, selain itu, kakak dia.    Yuan

Dashao, Yuan Di juga tidak mati, hanya dia jadi gila sekarang, eee.... jadi gila, satu keluarga Yuan yang baik baik.... begitu saja habis. habis."

Li Yuan-wai benar terlalu banyak minum, juga sedikit mabuk. Betul tidak kata-kata yang dikatakan oleh seorang yang mabuk adalah kata-kata mabuk?

Benar tidak kata-kata orang mabuk, biasanya kata-kata jujur?

Nona cantik itu tidak menyangka di dalam masalah keluarga Yuan masih ada liku-liku itu.

"Bukankah kau masih mempunyai seorang teman baik yang dipanggil Tangan Cepat Xiao Dai? Masih ada lagi satu Polisi Setan Tie Cheng Gong, kalian semua bersatu, kenapa sekarang hanya tinggal kau seorang diri?"

Siapa nona cantik ini?

Bagaimana dia bisa tahu Li Yuan-wai, Tangan Cepat Xiao Dai juga Polisi Setan adalah satu grup.

Dia menanyakan masalah keluarga Yuan kenapa menanyakannya begitu jelas?

Yang disayangkan adalah Li Yuan-wai sekarang benar- benar telah mabuk, dia sudah tidak bisa perduli pertanyaan ini.

Sebaliknya dia bukan saja mengatakan semua yang dia tahu, sampai hal yang dia tidak tahu juga dikatakannya.

"Xiao Dai?! Xiao Dai telah menghilang, Polisi Setan juga hilang, hanya tinggal aku seorang diri, aku sekarang ingin sekali menemukan Xiao Dai, memberitahukan pada dia aku tidak seharusnya membohongi dia, karena aku telah menemukan pelaku pembunuh empat orang saksi itu, dia adalah.... adalah.... eee.... adalah Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wu-shuang, dia adalah seorang wanita, seorang wanita yang aku dan Xiao Dai mencintainya bersamaan, dia penyulam.... paling baik, seorang wanita yang bagus menyulam, jarum sulamnya juga pasti paling baik digunakannya, masalah ini Xiao Dai tidak tahu, dia selamanya tidak tahu Ouwyang Wu-shuang bisa menyulam, aku sungguh bodoh, aku malah mengira Ouwyang Wu-shuang sudah menjadi istri dia? Hingga masih belum. belum berani memberitahu dia."

Nona cantik sepasang matanya sudah membelalak besar sekali, juga sangat terang.

Dia sedikit terkejut bertanya lagi, "Jadi yang mencelakai Ershao adalah Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wu- shuang?"

"Bukan, bukan dia, hanya dia.... dia juga pasti ada bagian, pelaku sebenarnya masih ada.... orang. lain"

"Siapa? Siapa dia? cepat katakan?"

Nona cantik itu gelisah dan dengan kuat menggoyang- goyangkan Li Yuan-wai.

Tapi Li Yuan-wai sudah tengkurap di atas meja, mabuk sampai pingsan.

Apa yang dia ingin tahu?

Atau dia ingin tahu apa yang telah diketahui Li Yuan- wai?

Dia tahu Li Yuan-wai sekali mabuk, paling sedikit harus sehari baru bisa sadar.

Dia mengira orang seperti Li Yuan-wai, kekuatan minum araknya pasti sangat bagus.

Maka tadi dia mengeluarkan arak simpanan yang sudah puluhan tahun, dan juga di dalamnya dicampur sedikit obat bius.

Dia telah terlalu tinggi memperhitungkan Li Yuan-wai, terlalu tinggi memperhitungkan kekuatan araknya. Orang seperti Li Yuan-wai seharusnya orang yang mengerjakan masalah besar.

Dan orang yang mengerjakan masalah besar, sama sekali tidak boleh membocorkan rahasia, walau saat dia mabuk.

Sekarang jika dia ingin tahu hal apa saja, tinggal menunggu Li Yuan-wai sadar, kemudian menemani dia minum arak lagi.

Lalu disaat dia hampir mabuk dia akan mengorek keterangannya lagi.

Dia sungguh tidak sabar menunggu, tapi terpaksa harus menunggu.

0ooo(dw)ooo0

Dia memanggil pembantu rumah, setelah mengatur Li Yuan-wai, nona cantik itu meninggalkan kamar Li Yuan- wai.

Tadi Li Yuan-wai masih mabuk hingga berkata sembarangan, setelah pembantu rumah meninggalkan kamar, Li Yuan-wai sudah menarik keluar tampolong yang ada di bawah ranjang, dia mengempeskan perut dan membuka mulutnya, satu pancuran arak segera dimuntahkan.

Dia telah minum tiga puluh empat cangkir arak, dia bisa meyakinkan sekarang arak yang ada di dalam tampolong juga sama tiga puluh empat cangkir arak, setetespun tidak kurang.

Sekarang bukan saja dia tidak mabuk sedikitpun, mungkin diwaktu biasa juga tidak sadar seperti saat sekarang. Li Yuan-wai mempunyai satu rahasia kecil, yaitu seribu cangkir tidak mabuk, dan rahasia ini hanya Tangan Cepat Xiao Dai seorang yang tahu.

Makanya Xiao Dai selamanya jarang minum arak bersama Li Yuan-wai, apa lagi saat hanya mereka berdua saja.

Dengan seorang yang tidak bisa mabuk minum arak mana ada gairah, karena setiap orang yang suka minum arak, semuanya berharap orang lain mabuk duluan dibanding dirinya, baru ada kelucuan yang dapat dilihat, juga bisa memamerkan kekuatan minum araknya.

Selain itu Xiao Dai berpendapat daripada arak disalurkan keperut Li Yuan-wai, lebih baik diberikan pada kuda, atau pada babi.

Karena setelah diberikan pada kuda, kuda bisajadi bersemangat, larinya akan lebih cepat.

Diberikan pada babi, bisa membuat dia tumbuh lebih besar.

Menyalurkan arak ke dalam perut Li Yuan-wai tidak akan sedikit reaksi pun, hal itu seperti membuang barang ke langit, apa lagi arak yang bagus dan mahal.

0ooo(dw)ooo0

Malam ini.

Tidak ada angin, tidak ada bulan, lebih lebih tidak ada bintang.

Karena awan di atas langit sangat tebal sekali, melihat keadaannya seperti akan turun hujan.

Di atas ranjang Li Yuan-wai membuat satu orang- orangan dari selimut kapas. Dia sudah seperti seekor kucing keluar dari kamar melalui jendela.

Kucing berjalan sama sekali tidak ada suaranya, seperti dia juga tidak mengganggu seorang pembantu yang duduk diluar kamarnya.

Dimana dia? Dia ingin tahu.

Wanita itu tidak memberitahu namanya, padahal dia ingin tahu.

Kenapa perumahan sebesar ini, sepertinya hanya ada satu tuan rumah, dan tuan rumah ini juga seorang wanita yang begitu cantik, dia lebih lebih ingin tahu seluk beluknya.

Begitu banyak hal yang dia ingin ketahui, bagaimana dia bisa tidur?

Jika tidak ada orang yang memberitahu, apa yang dia ingin ketahui, dia harus mencari tahu jawabannya sendiri.

Li Yuan-wai telah tiba diluar rumah yang masih ada sinar lampunya.

Di malam hari, di dalam rumah yang ada sinar lampunya pasti ada orang.

Keputusannya tidak salah, hanya tidak terpikirkan olehnya orang yang ada di dalam bisa dia.

.... Yuan Dashao, Yuan Di.

Melihat wajahnya, penyakit gilanya sepertinya masih belum sembuh.

Karena dia duduk di sana, sedang merobek robek helai bunga Ju yang masih kecil dan dipajang di atas meja.

Seorang yang normal tentu tidak akan melakukan perbuatan yang tidak ada gunanya seperti ini. Juga hanya seorang gila yang bisa melakuan ini.

Li Yuan-wai menemukan sorot matanya penuh dengan kerumitan dan juga sulit dimengerti, yang aneh adalah rambutnya tidak lagi tidak karuan, malah seperti telah disisir dengan rapih.

Baru ingin mendekat lagi terdengar sebuah suara.

"Kau sudah waktunya makan obat." Nona cantik itu keluar dari dalam, di tangannya membawa semangkuk obat, dengan pelan berkata pada Yuan Dashao.

"Apakah boleh tidak memakannya, ini bukan penyakit yang luar biasa." Jawaban Yuan Dashao membuat Li Yuan- wai terkejut.

Apakah perkataannya seperti orang gila? Apakah dia tidak gila?

Jika tidak gila, kenapa dia harus makan obat?

Jika orang yang gila, kenapa dia bisa membuat satu pot bunga Ju yang bagus, membuatnya jadi begitu hingga tidak tega melihatnya?

Li Yuan-wai juga tidak tahu dia sebenarnya gila atau tidak, maka dengan hati-hati dia melangkah, dan bersembunyi di belakang bayangan pohon bunga sambil mendekat sedikit.

Tiba tiba....

Nona cantik itu dan Yuan Dashao mengangkat mata melihat keluar, tangan Yuan Dashao diayunkan, satu sinar putih yang sangat kecil meluncur kearah tempat Li Yuan- wai berdiri.

Sambil menarik kepala, Li Yuan-wai sudah melihat sebuah jarum sulam menembus di antara pepohonan di depan dirinya, jarum yang tidak sampai satu cun berjarak tidak sampai satu cun dari ujung hidungnya.

Li Yuan-wai menggunakan seluruh tenaganya lari ke kamarnya, karena dia tahu hanya dengan secepatnya kembali ke kamar baru ada kesempatan hidup, dan juga  bisa menggali sedikit rahasia di dalam rahasia.

Kaki Li Yuan-wai larinya juga tidak lambat, apa lagi jika ada orang yang mengejarnya, seperti kemahirannya pengemis bisa berlari lebih cepat dari orang lain.

Baru saja menyusup ke kamar sendiri, juga baru saja menarik selimut berbaring di atas ranjang, dia sudah mendengar ada dua suara derap langkah orang berhenti diluar pintu.

Hatinya terkejut, kecepatannya sungguh hebat, orang yang mempunyai kecepatan seperti ini, bisa dibayangkan ilmu silatnya pasti tidak berbedajauh.

Orang yang masuk ke kamar hanya satu orang nona....

nona cantik.

Dengan sangat ringan dia sampai di depan ranjang, sebuah wajah cantik yang jika ditiup saja bisa pecah sudah hampir menempel dihidung Li Yuan-wai.

Lama.... dia baru keluar lagi, dan sekalian menutup pintu.

0ooo(dw)ooo0

Seseorang bisa berpura-pura mabuk, pura-pura tidur ini juga sebuah ilmu yang tinggi.

Kemampuan Li Yuan-wai dihidang ini sepertinya lumayan.

Saat nona cantik itu berdiri di depannya, bukan saja bulu matanya tidak bergerak, dan juga irama nafas dia dari awal sampai akhir sama, tentu saja dia bisa kadang-kadang mendengkur, supaya hasilnya lebih mirip.

Dia malah bisa merasakan dirinya sedang bermimpi, maka nona cantik mana bisa melihat orang ini sedang pura- pura tidur atau tidak?

0ooo(dw)ooo0

"Bukan dia." Nona cantik berkata.

"Aneh, kalau bukan dia lalu siapa?" kata Yuan Dashao. "Aku curiga mungkinkah orang berbaju pelajar yang

menakutkan itu?"

"Sekarang kita harus bagaimana?"

"Kau adalah orang gila, orang gila mengerjakan apa saja, orang lain tidak akan merasa aneh, kau sendiri saja yang menentukannya."

"Betulkah? Betulkah aku seorang gila. ?"

0ooo(dw)ooo0

Di dalam rumah.

Li Yuan-wai tetap memejamkan matanya, seperti benar- benar sedang tidur, sebenarnya dia sama sekali tidak tidur, karena dia tahu diluar jendela pasti ada sepasang mata mengawasi dirinya.

Memang benar, pembantu rumah itu sudah memindahkan kursinya dari luar pintu ke luarjendela.

Mengawasi orang ada banyak cara, tapi mata dapat melihat tujuannya, tidak diragukan lagi adalah cara yang paling sedikit melakukan kesalahan.

Seseorang jika tahu dirinya diawasi orang, tentu bukan satu hal yang menyenangkan, namun Li Yuan-wai sedikitpun tidak tampak tidak senang, dia hanya berpikir, itu adalah mata kepala rusa yang digantung ditembok, tidak berbeda dengan sepasang mata itu.

Mereka sama-sama melotot tapi tidak melihat, asal dirinya senang, dia punya lima-enam cara, membuat sepasang mata diluar menjadi mata di atas tembok.

0ooo(dw)ooo0

Orang yang tidak bisa tidur, otaknya pasti sedang berpikir.

Li Yuan-wai sekarang bertambah lagi beberapa pertanyaan.

Dia sungguh tidak tahu seorang laki-laki yang sudah gila kenapa bisa mempunyai gerakan melepas senjata gelap yang begitu tinggi, dan senjata gelapnya justru jarum sulam.

Betulkah seseorang setelah menjadi gila, hobinya juga bisa berubah? Mengapa Yuan Dashao sangat suka bunga Ju? Di dalam kamarnya penuh digantung bermacam- macam gambar bunga Ju, bukankah baru saja dia menghancurkan satu pot bunga Ju kecil?"

Tiba tiba....

Li Yuan-wai meloncat dari ranjangnya, lalu pura-pura membalikkan tubuhnya.

Karena terpikir olehnya Yuan Dashao mempunyai masalah, dan masalahnya amat besar.

Didunia ini tidak hanya wanita yang bisa menyulam, makanya jarum sulam juga bukan senjata gelap khusus untukwanita saja.

Seperti koki yang bagus, penjahit yang ternama hampir semuanya laki-laki, maka dari itu laki-laki tentu sangat mungkin lebih pintar menggunakan jarum sulam dibandingkan wanita.

Namun, jika benar orang yang membunuh empat orang saksi itu adalah Yuan Dashao, sepertinya ini tidak mungkin, yang menjadi kakak tidak ada alasan dia menjerumuskan adik kandungnya sendiri.

Semakin dia berpikir semakin tidak bisa menyambungnya, tapi dia telah mendapatkan cara yang paling berguna dan jitu, yaitu membuktikan Yuan Dashao betul tidak gila.

0ooo(dw)ooo0

Hari kedua, disaat makan malam. Semeja besar masakan, satu gentong arak tahunan.

Seorang wanita berusia dua puluh satu-dua yang cantik sekali.

Seorang Li Yuan-wai yang sepertinya belum sadar dari mabuk kemarin.

"Kau seperti masih belum sadar, bisakah kurangi minum araknya?"

"Lucu, aku sudah tidur sehari semalam, sekarang semangatku sudah bagus, kenapa tidak boleh minum arak? Apa., .lagi ada kau menemani."

Li Yuan-wai baru minum tiga cangkir arak, sudah sedikit mabuk.

Jika seorang laki-laki minum arak ditemani wanita, tentu lebih cepat mabuk, apa lagi wanita nya sangat cantik.

"Kemarin malam kau sudah mabuk, hingga telah menghentikan pembicaraan kita, kau masih belum memberitahu aku, sebenarnya apa kau telah menemukan siapa pelaku yang menjerumuskan Yuan Ershao?" "Pelakunya?Ha.... ha.... apa belum terpikirkan olehmu? Tentu saja adalah.... kakak ipar dia yang palsu itu, hanya sayang, kami masih belum mendapatlan bukti yang akurat, kalau tidak sudah sejak dulu aku tidak akan melepaskannya, temanku.... eee.... Xiao Dai, dia diam- diam sudah mengejarnya, tapi dia belum kembali, aku pikir dia sudah menemukan sesuatu, asal aku bertemu dengan dia, kami.... jadi bisa menangkap wanita jahat ini, uuu....

tidak, masih ada Tangan Bunga Anggrek, wanita yang aku dan Xiao Dai cintai. Ouwyang Wu-shuang."

Nona cantik tertawa, tapi tawanya sedikit licik, namun tetap tawa yang cantik, dia melanjutkan pertanyaannya, "Jika benar Ouwyang Wu-shuang mengambil bagian, apakah kau dan Xiao Dai juga tega menelanjangi dia, mengiris selembar-selembar dagingnya?"

Orang yang mabuk tetap ada pikiran, hanya pikirannya susah berkonsentrasi saja.

Li Yuan-wai menampilkan wajah seperti memikirkan masalah ini, setelah beberapa saat baru berkata, "Aku pikir aku tidak akan melakukan itu, tapi Xiao Dai.... dia pasti akan melakukan itu, dia. dia bisa demi teman melakukan

hal yang tidak mungkin, karena dia sudah tidak ada musuh, dia mana mau kehilangan teman?"

"Kenapa Xiao Dai bisa tidak mempunyai musuh?"

Membicarakan Xiao Dai, Li Yuan-wai sepertinya lebih bergairah dibandingkan membicarakan Ouwyang Wu- shuang.

"Siapa pun tahu musuh Xiao.... Dai, semuanya sudah mati di bawah Telapak Pisaunya, apakah kau. tahu?

Walau Xiao Dai sekarang mempunyai musuh, dengan cepat musuhnya akan menjadi mayat." Nona cantik itu berpikir sebentar, lalu bertanya lagi, "Apakah kau masih mencintai Ouwyang Wu-shuang?"

Wajah Li Yuan-wai berubah. Ini pertanyaan yang sungguh membuat dia tidak ingin memikirkannya, tapi dari mata mabuknya melihat wanita di depan ini, di dalam matanya itu 'berharap dan ingin sekali', Li Yuan-wai idiot pun harus bisa merasakannya, apa lagi dia hanya pura-pura mabuk.

"Aku.... aku.... jika aku dapat mencari seorang wanita yang lebih.... lebih cantik, aku pikir.... aku pikir aku tidak akan mencintai dia lagi."

Habis bicara, wajah Li Yuan-wai menjadi merah.

Nona cantik itu sudah melihat, sebenarnya Li Yuan-wai tidak terlalu mabuk, paling banyak juga cuma lima, enam puluh persen mabuk.

Li Yuan-wai adalah seorang yang makin banyak minum arak wajahnya makin putih, alkohol tidak akan membuat wajahnya jadi merah, tapi sapatah kata itu bisa membuat merah wajahnya, kalau dia bukan pura-pura mabuk lalu apa?

Seorang wanita yang mampu menyatakan perasaan hati melalui mata, dia pasti lebih mudah menangkap hati laki- laki.

Mata Li Yuan Wau juga tidak diragukan bisa bicara....

walau dia seorang laki-laki.

Dengan segera Li Luan Wai menampilkan senyum memikatnya, karena dia telah membaca kata-kata indah di dalam mata nona cantik itu.

"Kau lihat, apakah aku cantik? Apakah aku secantik Ouwyang Wu-shuang?" Kata-kata ini walau orang tidak mengatakannya, perasaannya Li Yuan-wai seperti telah mendengar sendiri.

Waktu seperti berhenti.

Li Yuan-wai kali ini benar-benar mabuk, sedikit pun tidak pura-pura.

Dia mabuk oleh sepasang mata yang cantik, dia menundukkan kepala tapi tidak dapat menutup warna merah pada wajahnya.

Wanita cantik itu juga sepertinya mabuk oleh senyum Li Yuan-wai yang memikat itu.

Disaat begini walau langit roboh, mungkin juga tidak akan bisa memisahkan dua pasang sorot mata yang bergumul menjadi satu.

Nona cantik itu 'bangun' dengan malu-malu, dengan suara seperti nyamuk berkata, "Apakah kau belum cukup melihatnya?"

Li Yuan-wai seperti tidak mendengarnya, tangannya tetap mengangkat cangkir, matanya berkedip terus memandang wajah orang yang seperti bunga itu.

Nona cantik itu melihat wajah idiotnya Li Yuan-wai, lalu menutup mulut sambil tertawa berkata, "Hey, apa kau tidak takut matamu tumbuh jarum."

Benarkah seorang wanita setelah menemukan cinta, sikapnya yang biasa dingin, serius, sekarang menjadi terbuka dan genit.

Jika tidak mengapa nona cantik itu sekarang sepertinya sudah berubah jadi orang yang berbeda, sampai nada bicaranya juga santai dan nakal.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai yang sehari-hari biasanya tertawa terus, sekarang sorot matanya sedikit pun sudah tidak bisa berpisah dari tubuh Zhan Feng.

Sekarang dia sudah tahu wanita cantik ini dipanggil Zhan Feng.

Dia juga sudah tahu di sini adalah Perumahan Zhan Bao.

Tapi dia tidak tahu kenapa dia tidak diijinkan berjalan ke depan, yang merupakan bagian lain dari perumahan.

Tentu saja dia tidak tahu, bahwa Polisi Setan ada di sana.

Orang yang sedang kasmaran selalu lupa keadaan sekelilingnya, karena di mata dia, yang terlihat hanya lawan asmaranya, mana bisa dia memikirkan hai yang lainnya?

Makanya Li Yuan-wai seperti telah lupa banyak hal.

Dia telah lupa Yuan Ershao, lupa Xiao Dai, lebih-lebih lupa Ouwyang Wu-shuang.

Dia lupa Polisi Setan, lupa Gai-bang, juga lupa pada dirinya sendiri.

Yang paling penting lagi adalah dia telah lupa jarum sulam, lupa mengapa Yuan Dashao bisa muncul di sini.

Sekarang walau ada sepuluh ekor kuda yang paling kuat, juga tidak akan dapat menarik Li Yuan-wai keluar dari sana.

Zhan Feng mengatakan apa, dia menuruti apa, dia mengatakan tidak boleh pergi ke depan, Li Yuan-wai tidak pergi ke depan.

Zhan Feng mengatakan dia pernah jadi teman baiknya Ouwyang Wu-shuang, dan Li Yuan-wai percaya mereka adalah teman baik, sedikitpun tidak bertanya sampai seberapa baiknya mereka.

Zhan Feng tertawa berkata, "Aku ingin jadi ratu."

Li Yuan-wai menjawabnya, "Mari, aku temani kau keibu kota, akan ku turunkan orang tua kecil itu dari tahtanya, dia sungguh sudah terlalu lama bertahta."

Masalah sudah sampai begini, demi mendapatkan senyum wanita cantik, jangan kata membunuh orang membakar rumah, walau menginginkan jantungnya, dia juga tidak akan mengerutkan alisnya, dia akan mengambil sebilah pisau membelah dadanya dan mengeluarkan jantungnya.

0ooo(dw)ooo0

Didunia persilatan dalam satu malam sudah tersebar satu hal yang amat besar.

Yaitu Tangan Cepat Xiao Dai telah menantang Gai- bang.

Yang dia tantang adalah Ketua Pengawas Honorer Li Yuan-wai.

Tempatnya dikota Fu Rong, gedung Wang Jiang.

Waktunya bulan tujuh tanggal tujuh jam dua belas malam.

0ooo(dw)ooo0

Surat tantangannya diterima oleh kepala cabang Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan dari cabang Gai-bang ke empat puluh dua, di Jiang Nan, dan orang yang mengantar surat walau telah membawa kartu nama Xiao Dai, tapi dia tidak mengenalnya, karena dia hanya preman kelas tiga yang diupah untuk jasa mengirimkan surat saja. Ini adalah hal yang besar, orang-orang di Gai-bang tidak ada yang menunda, maka saat murid-murid Gai-bang akan memberitahukan hal ini pada Li Yuan-wai, mereka satu persatu jadi gelisah, juga jadi bengong.

Mereka menemukan tidak ada satu orang pun yang tahu sekarang Li Yuan-wai ada dimana, Kepala Pengawas ini tidak menentu jejaknya.

Maka seluruh murid Gai-bang seperti lalat tanpa kepala, kemana-mana menanyakan dimana Li Yuan-wai yang ternama didunia persilatan karena pesta daging anjingnya.

0ooo(dw)ooo0

Sebenarnya Li Yuan-wai suka berjalan-jalan, dalam sepuluh hari atau setengah bulan dia bisa tidak muncul, mencarinya di dalam lautan orang sungguh bukan satu hal yang gampang.

Apa lagi dia sekarang sedang jatuh ke dalam lautan asmara, tinggal di Perumahan Zhan Bao.

Karena para kepala bagian yang kedudukannya sedikit tinggi di Gai-bang matanya sampai bocor mengharap, murid-murid yang sedikit rendah kakinya sudah hampir patah lari kesana kemari, mereka juga tidak menemukan Li Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0

Bulan tujuh tanggal tujuh hanya tinggal sepuluh hari lagi dari sekarang.

Li Yuan-wai walau tidak tahu kabar ini, tapi di jalan raya, di gang kecil, restoran, warung teh, semua orang sudah tahu akan hal ini, yang mereka bicarakan juga hal ini. Hingga ada bandar judi, bank, pegadaian sudah mulai menerima uang taruhan, bertaruh siapa pemenang dalam pertarungan dari kedua pesilat tinggi didunia persilatan ini.

Tentu saja yang bertaruh untuk Tangan Cepat Xiao Dai lebih banyak, bagaimana pun Tangan Cepat Xiao Dai menjadi ternama karena 'Tangan Cepat'nya. Dan kemasyuran 'Harum Sedap Tiga Li' nya Li Yuan-wai lebih besar dari Hartawan Li'.

0ooo(dw)ooo0

Tidak ada orang yang tahu kenapa Tangan Cepat Xiao Dai menantang Li Yuan-wai.

Lebih lebih tidak ada orang yang tahu mereka ini berteman, sepasang teman baik yang bisa menitipkan hati.

Orang orang suka melihat keramaian, asal ada keramaian untuk dilihat, siapa yang memperdulikan kedudukan mereka ini?

Makanya kota Fu Rong yang hanya berjarak satu hari perjalanan kuda dari Perumahan Zhan Bao segera menjadi kota yang tidak ada malam, ramai terus menerus, orang- orang dunia persilatan yang sempat datang semuanya telah datang, walau 'keramaian' itu masih ada sepuluh hari lagi baru bisa melihatnya.

"Bulan tujuh tanggal tujuh adalah hari 'Pertemuan burung gereja dijembatan', yang dilihat seharusnya 'gembala sapi' dengan 'penenun wanita' (perayaan Kue Bulan), apa kalian tidak salah?"

Jika bicara begini dengan orang, dijamin ada orang menghadiahkan satu tamparan keras, dan orang akan memberi tahu 'kau yang tidak benar? 'gembala sapi' dengan 'penenun perempuan' setiap tahun juga bisa menontonnya, pertarungan Tangan Cepat Xiao Dai dengan Hartawan Li malah seumur hidup tidak akan dapat melihat kedua kalinya."

0ooo(dw)ooo0

Tengah malam, di Perumahan Zhan Bao di kamarnya nona Zhan Feng.

Tampak ada dua bayangan langsing, bayangan itu tercetak dikertas jendela disorot sinar lilin.

"Jauh-jauh datang kesini, apa tidak akan membuat dia curiga?"

"Tidak, dia sekarang setiap malam selalu tidur sampai tengah hari keesokan harinya."

"Kenapa kau menggunakan nama Xiao Dai menantang Li Yuan-wai?"

"Aku tidak bisa menemukan Li Yuan-wai, terpaksa menggunakan cara yang jelek ini."

"Aku merasa kebencianmu sangat menakutkan, apakah tidak bisa sedikit sabar?"

"Sudah cukup lama aku menahannya, kau seharusnya mengerti bagaimana keadaan hatiku, lagi pula aku takut setelah lewat beberapa saat lagi aku sudah tidak bisa mengendalikan Xiao Dai, kau sudah katakan, obat itu kalau dipakai terlalu lama, maka dengan sendirinya hilang khasiat obatnya."

"Terserah kau saja, aku juga tahu tidak ada alasan menasihatimu, juga tidak akan bisa menyadarkanmu."

"Apa sudah ada kabar Li Yuan-wai?" Ouwyang Wu- shuang memandang Zhan Feng berkata.

"Tidak ada." "Sejak aku melarikan diri, dia malah seperti angin menghilang, sungguh aneh?" kata Ouwyang Wu-shuang tidak mengerti.

"Tidak mungkin! Kau utus lebih banyak orang mencarinya, tentu bisa menemukannya."

"Sudahlah, asal dia tidak mati, dia pasti akan datang menerima tantangan itu, aku tahu dia mau kehilangan namamya, apa lagi masih terkait dengan nama Gai-bang."

"Apa kau sudah tahu keadaan hatinya."

"Apa gunanya, sudahlah, aku akan kembali." Ouwyang Wu-shuang dengan marah berkata, dia sepertinya benar- benar membenci sekali Li Yuan-wai.

Sesosok bayangan orang keluar dari jendala nona Zhan

Feng, dengan cepat pergi jauh.

0ooo(dw)ooo0

Zhan Feng memandang kegelapan malam, dia berpikir lama.

Apa yang sedang dipikirkan? Bukankah dia dengan Ouwyang Wu-shuang adalah teman yang sangat baik?

Kenapa dia tidak memberitahu Ouwyang Wu-shuang, bahwa Li Yuan-wai ada di sini?

Apa dia benar sudah mencintai Li Yuan-wai?

Tidak ada orang yang tahu isi hatinya, hati wanita memang seperti jarum di dasar laut.

Apa lagi wanita yang secantik dia.

0ooo(dw)ooo0

Ketika Ouwyang Wu-shuang sampai di rumah hari sudah sedikit terang. Tidak diduga olehnya Tangan Cepat Xiao Dai sudah bangun, dan juga sedang menatapnya dengan sorot mata yang aneh.

Dia terkejut, tapi dengan tersenyum berkata, "Kenapa kau bangun? Kenapa tidak tidur lagi sebentar?"

Xiao Dai menggelengkan kepala berkata, "Seorang pesilat mana boleh setiap hari tidur sampai tengah hari? Aku sungguh tidak mengerti mengapa aku jadi begini, tidak bisa bangun pagi, makanya aku kemarin malam malah tidak tidur, begini pagi kau pergi kemana?"

"Tidak kemana-mana, hanya jalan-jalan di sekitar sini." "Betul?"

Ouwyang Wu-shuang sudah sedikit marah. "Lihat, rupanya kau sepertinya tidak percaya pada ku, kau curiga apa, boleh katakan!"

"Apa aku pernah mengatakan aku tidak percaya kau?" Benar, tapi Xiao Dai tidak mengatakannya, Ouwyang

Wu-shuang diam-diam dia marah pada diri sendiri yang kurang bisa tenang.

Seorang pencuri, selalu mempunyai perasaan salah. Penjahat didunia biasanya semua menuduh duluan. Karena mereka ingin dengan alasan yang bukan alasan,

membuyarkan  perhatian  orang,  untuk  menutupi  maksud

sebenarnya.

Jika penjahat ini adalah seorang wanita, maka dia dengan menambah beberapa tetes air mata, hasilnya akan lebih bagus lagi.

Ouwyang Wu-shuang sangat mengerti ini, makanya dia menangis, suara dan air mata bersama-sama turun. "Xiao Dai, sekarang aku baru menyadari sebenarnya kau tidak cinta padaku, kau semalaman tidak tidur, apakah aku juga tidur? demi dirimu aku lari ke Perumahan Zhan Bao mencari nona Zhan Feng meminta obat, kau malah dengan tingkah begini menghadapi aku, aku tahu kau pasti sudah menyesal, menyesal tidak seharusnya menantang Li Yuan- wai, betul tidak? Kau juga tidak mau aku lagi, betul tidak? Jika kau tidak mau aku karena aku pernah menikah, kau katakan saja! Kenapa harus memakai cara mengatakan aku? Apakah kau tidak tahu aku paling tidak bisa menerima begini?"

Hati Xiao Dai jadi sakit.

Laki laki yang menemui dengan keadaan yang begini apa hatinya tidak sakit?

Kecuali dia tidak mencintai wanita ini, kalau tidak, mana bisa dia menahan tangisan dan omelan yang seperti bunga Li di bawah hujan.

Seperti ketakutan dia menyalahkan dirinya, Xiao Dai buru-buru mendekat dengan hati-hati berkata, "Xiao Shuang, Xioa Shuang kau jangan menangis! Aku tidak benar, aku salah, boleh tidak? Hay, sekali kau menangis, hatiku jadi hancur oleh tangismu.... sebenarnya aku hanya sedikit sakit kepala saja, buat apa kau pergi jauh- jauh....

baik, baik, aku minta maaf, aku tidak seharusnya curiga, bolehkah?"

0ooo(dw)ooo0

Orang yang tidak pernah jatuh cinta sama sekali tidak akan terpikir laki-laki bisa dengan begitu mudahnya takluk di bawah air mata wanita.

Juga sulit dibayangkan setinggi apapun kepahlawanan, sama akan kalah oleh air mata kekasih. Itu kenyataan, jika tidak ada kebenaran, pendakwajadi terdakwa.

Kelihatannya Xiao Dai sudah masuk ke dalam permainan cinta dengan Ouwyang Wu-shuang, selamanya dia dipihak yang kalah.

Dan juga jika terus begini, mungkin pada suatu hari celana juga akan habis karena kalah.

0ooo(dw)ooo0

Ouwyang Wu-shuang sudah tertawa, tentu saja di dalam tawanya mengandung banyak arti yang hanya dia sendiri yang tahu.

Xiao Dai juga tertawa, hanya karena Ouwyang Wu- shuang tertawa diajadi tertawa.

Dia sekarang jadi sering begini, sepertinya dia mempunyai rasa gembira marah sedih suka semuanya sudah dikendalikan olehnya.

Cinta macam apa ini?

Cinta yang sudah kehilangan aku, bisa bertahan berapa lama cinta seperti ini?

Jika tidak ada orang yang memberitahu Xiao Dai, mana dia bisa sadar?

Setelah memeluk bahunya, menemani dia masuk ke kamarnya.

Dipojok jalan keluar seseorang, seorang berbaju pelajar yang bekerja untuk Polisi Setan, pergi mencari obat.

Disaat Ouwyang Wu-shuang kembali dari Perumahan Zhan Bao, orang berbaju pelajar ini sudah mengikutinya.

Dia tentu saja tidak tahu ada yang menguntitnya, dan juga sama sekali tidak mungkin tahu dia sedang dikuntit. Karena ilmu meringankan tubuhnya sudah mencapai taraf menginjak salju tanpa jejak, mana bisa Ouwyang Wu- shuang menyadarinya?

'Sandiwara pagi' sepasang kekasih muda ini, tentu saja tidak lepas dari pandangannya.

Dipagi sekali, semuanya hening, sedikit suara saja sudah bisa didengar dari kejauhan, makanya pembicaraan Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang, dia juga mendengarnya dengan jelas sekali.

Wajah dia yang sedikit kaku itu, walau tidak terlihat ada reaksi, tapi dalam kedipan sepasang matanya, ada banyak rasa terkejut dan aneh, sampai-sampai ada sedikit sakit hati, semacam sakit hati yang tidak akan dimengerti oleh orang luar.

Dia perlahan bergumam, "Xiao Dai, kenapa kau bisa berubah jadi begini? Kenapa kau berubah jadi begini? bagaimana orang sepertimu bisa jadi begini? yang sehari- hari berkata penuh dengan kelucuan, dengan bangganya berkelana didunia persilatan, Hanya kerena wanita ini, sampai temanmu yang paling baik, kau juga tidak dapat melepasnya?"

Dia membalikkan tubuhnya pergi, dengan kecepatan yang paling cepat, karena dia sungguh tidak ingin melihat lagi Tangan Cepat Xiao Dai.

Xiao Dai yang tidak dikenal lagi.

0ooo(dw)ooo0