Duri Bunga Ju Bab 09: Malam yang remang

 
Bab 09: Malam yang remang

Manusia memang selalu bertentangan.

Orang yang gemuk kagum pada yang kurus, dan orang yang kurus kagum pada yang gemuk.

Orang yang kaya mengagumi orang yang miskin kehidupannya bebas tidak ada beban.

Dan orang yang miskin malah mengagumi orang yang kaya yang bisa mengeluarkan uang seperti membuang kertas, dan menikmati kehidupan yang mewah. Tapi kau hanya akan menemukan orang yang sakit iri pada orang sehat, tapi pasti tidak ada orang yang sehat iri pada orang sakit.

Jika memang ada orang yang begitu, orang itu pasti mempunyai penyakit.

Dan penyakit itu pasti tidak ringan.

0ooo(dw)ooo0

Yang akan datang bagaimana pun akan datang. Yang akan pergi juga pasti akan pergi.

Penyakitnya sudah sembuh, maka dia harus pergi.

Walau Xiao Dai berusaha tidak pergi, tapi dia terpaksa pergi.... dengan Ouwyang Wu-shuang pergi bersama-sama, karena dia telah menyanggupinya akan membunuh Li Yuan-wai.

Xiao Dai sekarang sungguh iri pada orang yang sakit. "Xiao Dai, kenapa?! Apajadi bisu lagi?!"

Sepanjang perjalanan, di dalam kereta kuda, tampak Ouwyang Wu-shuang bicara terus, tapi tidak pernah melihat Xiao Dai membuka mulut berbicara satu kata pun, makanya Ouwyang Wu-shuang dengan heran bertanya. Dengan aneh Ziao Dai melihat wanita dihadapannya, lalu menggelengkan kepala.

Xiao Dai dalam hatinya berpikir: Benarkah Ouwyang

Wu-shuang begitu gembira?

.... Cinta yang sama, kenapa dirinya merasa tidak bergairah?

.... Seumur hidup mungkin saat paling sedih adalah saat sekarang ini. "Xiao Dai, jika kau tidak menjawab lagi, aku akan menendangmu turun dari kereta kuda,” kata Ouwyang Wu- shuang dengan tidak senang.

"Betulkah?" Xiao Dai malas-malasan, terpaksa buka mulut.

Xiao Dai tahu Ouwyang Wu-shuang pasti tidak akan menendang dirinya turun dari kereta, karena mereka sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah dia.

Melihat wajahnya, dia sepertinya ingin sekali berubah jadi Sun Go Kong, satu kali salto diawan sudah sampai di depan rumah.

Terpikir rumah, Xiao Dai jadi tertegun. Teringat pada hari itu, disenja yang turun salju.

Li Yuan-wai, Ouwyang Wu-shuang dan dirinya bersama-sama minum arak, menikmati salju, makan Ayam Pengemis spesial yang sengaja dimasak oleh Li Yuan-wai, masih ada lagi satu katel 'Harum sedap tiga li' disebuah

kuil rusak.

(Harum sedap tiga li adalah nama masakan yang terdiri dari anjing kampung murni, tahu, kulit jeruk, ngo hiang, sayur segar)

Waktu itu semua orang suka berteriak, suka menari, sedikit pun tidak ada masalah yang dipusingkan.

Waktu itu semua orang suka bernyanyi, suka tertawa, tidak ada perbedaan.

Namun demi satu 'rumah'.... wajah tawa ketiga orang jadi hilang, sandiwara sedih pun terjadilah.

Ouwyang Wu-shuang berkata dengan perasaan, "Aku sungguh ingin punya sebuah rumah, rumah milik sendiri." "Aku juga ingin punya sebuah rumah."

.... jawaban yang sama, pasti pikirannya pun pasti sama.

Tidak terpikirkan olehnya dulu dia dengan Li Yuan-wai juga bisa mengatakan kata-kata yang sama, waktu yang sama, dengan tidak ada siapa yang lebih dulu siapa lebih belakang.

Dua orang yang harus mati ini dulu juga sama mengatakannya sambil memandang Ouwyang Wu-shuang.

Sebelum ini tiga orang ini seperti satu.

Setelah ada perasaan cinta, tiga orang ini mengerti satu hal.

Satu hal rumit yang sulit dipecahkan. Akhirnya....

Ouwyang Wu-shuang pergi, pergi sambil menangis.

Dia sendiri dengan Li Yuan-wai duduk berhadapan semalaman, satu kata pun tidak dikeluarkan, mereka sama- sama berpikir semalaman.

Keduanya bisa melihat dari sorot mata saingannya, membuat keputusan yang sama.

Cinta adalah bisa berkorban.

Jika dirinya sudah tidak ada, seharusnya terjadi ending yang bahagia.

Yang menyedihkan adalah setelah itu dirinya dengan Li Yuan-wai tidak pernah lagi bertemu, tentu saja semua orang pikirannya sama.... saingannya pasti bersatu dengan Ouwyang Wu-shuang.

Sampai terakhir, mereka orang bertemu lagi, tapi tidak ada satupun yang berani mengungkit nama Ouwyang Wu- shuang, atau menanyakan kabar "Kekasih sendiri, istri orang" masing-masing merasa sungkan.

Setelah dia bertemu dengan Ouwyang Wu-shuang, baru tahu dulu keputusan dia orang ini tidak masuk akal, satu hal yang tidak ada pekerjaan dan lucu.

Xiao Dai tidak bisa meneruskan lagi lamunannya, sekarang kepalanya sudah terasa sakit sekali, dan juga hampir muntah.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai dan Xiao Cui sudah saling kenal.

Dia juga terus berpikir bisa suatu hari nanti jika dia mandi, dia harus membawa pergi celananya, melihat rupanya yang gelisah, dia maju tidak bisa mau mundur juga susah karena tidak ada celana yang bisa dipakai.

Dia sungguh tidak terpikir bisa begitu cepat bisa melihat lagi Xiao Cui.

Padahal dia berharap selamanya tidak bisa melihatnya.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Cui tidak memakai kain selembar pun membentuk huruf ^vmati disisi tong mandi.

Wajahnya adalah campuran ketakutan dan marah malu.

Sebilah pisau telinga sapi menancap didadanyayang gempal.

Darah tergenang di lantai sudah membeku, jelas dia sudah lama mati.

Enam pelayan keluarga Qian, tiga pelayan wanita semuanya mati ditotok jalan darah kematiannya dari belakang, tertelungkup di tempat yang berbeda-beda. Tubuh Pecut Terbang Zhao Ji juga berdarah, duduk disisi tembok ruangan itu, tangannya menggenggam pecut yang panjangnya satu zhang tujuh che, dia juga telah ditotok titik kematiannya, hanya saja tidak mati.

Tentu saja penjara air yang berada di bawah kursi itu juga sudah kosong tidak ada satu orang pun.

0ooo(dw)ooo0

.... Li Yuan-wai sudah ditolong orang.

Ouwyang Wu-shuang dan Xiao Dai secara bersamaan waktu berpikir.

Namun reaksi dua orang itu tidak sama, walau kelihatannya sedikit sama, tapi di dalam hati pasti tidak akan sama.

Ouwyang Wu-shuang marah, gelisah, membanting- bantingkan kakinya.

Xiao Dai dalam keadaan begini, tampak pura-pura marah, di dalam hatinya malah tertawa, tawa ringan, seperti terlepas beban berat.

0ooo(dw)ooo0

Li Yuan-wai telah melarikan diri dari penjara air.

Sampai sekarang Li Yuan-wai masih tidak tahu apa yang terjadi? Dan yang menolong tidak pernah terlihat wajahnya, hanya melihat selembar kertas ditaruh disisi tambang.

"Cepat tinggalkan rumah Qian"

Hanya empat kata, maka diwaktu malam hari dia segera pergi kekota Ping Yang.

Dia ingin segera tahu beberapa hari ini telah terjadi perubahan apa saja. Dia juga ingin segera menemui Xiao Dai, membicarakan masalah keluarga Yuan.

Yang paling penting adalah ingin memukul gepeng hidung Xiao Dai, karena dia selalu mengira Ouwyang Wu- shuang sudah disembunyikan oleh Xiao Dai.

Selain itu dia terpaksa melarikan diri, dia benar-benar takut sekali bertemu Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

Jam dua belas tengah malam.

Di rumah Ouwyang Wu-shuang, di atas ranjang tampak Pecut Terbang Zhao Ji.

Terdengar sebuah nafas yang tertahan, beberapa macam campuran suara yang membuat denyut hati orang menjadi cepat terdengar dikeheningan malam.

Lama, sudah berhenti. "Apa sudah puas?" "Nnn. ”

"Kenapa begitu bodoh? Kau harus tahu aku sedang bersandiwara, kenapa kau harus cemburu?"

"Aku. aku tidak."

"Masih mengatakan tidak? Bagusnya dia tidak tahu, kalau tidak seorang idiot juga bisa melihat rasa cemburumu yang sampai begitu tinggi, sampai ingin membunuh orang itu."

"Aku. aku tidak bisa mengendalikannya."

"Selanjutnya jangan begitu, iya tidak?. Aku kan tidak mungkin dengan dia. ”

"Kenapa?" "Dia adalah seorang laki-laki sejati."

"Laki-laki sejati? Laki-laki sejati berapa tail harganya? Jika dia mau jadi laki-laki sejati akulah yang paling gembira, aku malah berharap semua laki-laki yang kenal denganmu, semuanya laki-laki sejati, sial! Didunia ini aku tidak percaya ada orang seperti kayu itu? Aku lihat dia mungkin tidak mampu, hi. hi"

"Sudahlah, kau tadi masih tidak cukup sibuk, kau masih dalam keadaan terluka, pelihara tenagamu!"

"Suaranya jangan terlalu keras!"

"Takut apa? orang di rumah ini semuanya sudah mati, bukankah kau bilang dia sudah terkena racun, sekali naik ranjang langsung tidur dan tidak mudah bangun?"

"Memang tidak salah, tapi berhati-hati kan lebih baik, uuu.... nnn....” Terdengar lagi suara nafas terengah- engah....

0ooo(dw)ooo0

Setengah dua tengah malam.

Ouwyang Wu-shuang kembali lagi ke kamarnya sendiri. Lelah tapi puas, dia naik keranjang langsung tidur.

0ooo(dw)ooo0

Jam tiga tengah malam.

Xiao Dai sudah bangun, ringan seperti asap, melayang keluar jendela.

Datang diluar jendela Zhao Ji.

Dengan telapaknya dia mematahkan ganjel kayu jendela, sebelum ganjel kayu itu jatuh ke tanah, dia sudah seperti setan berada di dalam kamar, dengan tepat waktu mengulurkan tangan mengambilnya.

Bagaimana pun juga Pecut Terbang bukan orang biasa. Walau dia tertidur lelap setelah sangat 'senang' sekali,

tapi suara 'prak' kayu patah yang pelan itu sudah membangunkannya.

Tapi, baru saja membuka mata, dia tertidur kembali, karena Xiao Dai telah menotok jalan darahnya.

0ooo(dw)ooo0

Pekarangan belakang rumah Qian.

Xiao Dai membangunkan Pecut Terbang Zhao Ji, tapi menotok lagi jalan darah kaki tangannya.

"Zhao Ji, kau harus tahu sebelum kau sempat berteriak, aku yakin pasti bisa membuat kau tidak bisa teriak, mmm, selamanya."

Sinar kemarahan jelas tampak diwajahnya, Zhao Ji tidak bersuara. Karena cerita Tangan Cepat Xiao Dai dia sudah banyak mendengarnya, jika dia sudah mengatakannya begitu, maka dia pasti yakin bisa melakukannya.

Dengan puas menganggukkan kepala, Xiao Dai baru dengan tersenyum pelan berkata, "Aku tidak ingin membangunkan orang yang hanya ada satu-satunya di sini, makanya kau juga paling bagus bicara pelan seperti aku, heeem, apakah kau bisa beritahu aku ada apa sebenarnya? tentu saja bukan yang kau katakan siang hari tadi, karena aku tahu itu bukan kenyataannya."

Zhao Ji membuka mulut, juga dengan pelan berkata, "Aku tidak tahu apa yang ingin kau ketahui?"

"Betulkah? Aku berani bertaruh jika kau masih mengatakan kau tidak tahu apa maksud aku, maka kau, ekor ular berbunyi ini akan berubah menjadi ekor ular berbunyi yang tidak berkepala, dan juga aku akan memasak sekatel besar kuah ular, memberi makan pada anjing."

Xiao Dai melirik Zhao Ji, melihat rupanya seperti benar- benar telah melihat sekatel kuah ular di depannya.

"Kenapa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan siang hari tadi?"

"Karena semua orang di dalam rumah ini sudah mati, dan hanya kau yang masih hidup. Enam pelayan, tiga pembantu wanita ditotok jalan darah kematiannya dengan gerakan yang sangat cepat, sangat tepat, dan sangat keji, kenapa saat giliranmu, tenaga dan ketepatan pelaku bisa meleset? Hanya kau sendiri saja yang nasibnya baik? Setan saja yang bisa percaya omonganmu, masih ada lagi di tangan Xiao Cui ada satu kancing kain. ”

Zhao Ji tidak berpikir lagi segera menundukkan kepala memeriksa, lama tidak bisa mengangkat kepalanya.

Zhao Ji telah terkena tipu, ketika dia melihat dirinya memakai baju dalam pendek, baju dalam yang tidak memakai kancing kain.

Dan ketika dia terpikir baju yang biasa dia pakai kancingnya semua adalah kancing tembaga, dan bukan kancing kain, semua sudah terlambat.

Inilah kepintaran Xiao Dai, dia jelas tahu pakaian biasa Zhao Ji kancingnya adalah kancing tembaga, dia tidak mengatakan kancing tembaga, tapi mengatakan kancing kain, juga takut lawan terpikir kancing tembaga begitu besar, juga sangat jelas, jika terjatuh, mana bisa tidak diketahuinya.

"Pengawal besar Zhao, apa yang kau temukan? Kenapa tidak bisa mengangkat kepala? Baiklah, kita sekarang buka hati kita bicara terus terang, tentu saja bicara terus terang ini adalah kata-kata benar, kau ingin bicara hitam juga boleh, silahkan kau pikir, kau ada berapa butir gigi, keahlian aku adalah merontokan gigi orang, paling baik kau mengerti, sekarang aku punya satu pertanyaan kau berilah jawaban."

"Kau punya berapa gigi?"

Sungguh tidak disangka pertanyaan pertama Xiao Dai menanyakan ada berapa gigi.

Orang biasanya tidak tahu dirinya punya berapa gigi.

Maka Zhao Ji menggunakan lidahnya pelan menghitung di dalam mulut, dengan sangat hati hati, dia sungguh takut jika pertanyaan yang sekecil ini salah menjawabnya, dengan sia sia kehilangan satu gigi bukankah akan menyesal?

"Tiga puluh satu butir." "Buka mulut."

Zhao Ji membuka mulutnya, Xiao Dai benar-benar di bawah sorot sinar bulan menghitung giginya.

"Hmm, tadinya tiga puluh dua butir, sudah copot satu, bagus, kau yang memperkosa Xiao Cui?" Mendadak Ziao Dai bertanya lagi.

"Aku tidak."

"Tidak?!" Xiao Dai melotot.

"Tadinya mau, tapi dia sampai matipun tidak menurut, makanya tidak."

Seorang laki laki walau dia bisa membuka seluruh baju wanita, tapi jika wanitanya tidak mau, maka selamanya tujuanmu tidak akan berhasil, teori ini Xiao Dai mengerti.

"Kalau begitu kau membunuh orang dulu? Atau membebaskan orang dulu?" Zhao Ji ingin sekali tidak mengaku bahwa Li Yuan-wai adalah dia yang melepasnya, tapi setelah dipikir-pikir jika sudah mengaku membunuh orang, kenapa tidak mau mengaku telah melepas orang? Tangan Cepat Xiao Dai dengan Li Yuan-wai adalah teman baik, siapa tahu setelah dirinya mengaku, dia bisa mendapat kebaikan Xiao Dai, dan terhindar dari siksaan penyelidikan.

0ooo(dw)ooo0

Zhao Ji tidak mengerti maksud pertanyaan Xiao Dai. "Untuk menolong orang, aku tentu saja harus

membunuh orang dulu."

"Kenapa kau mau menolong Li Yuan-wai?" "Aku hutang budi pada dia."

"Budi apa."

"Eee, ada. hutang nyawa."

"Omong kosong, bukan nyawa, apakah bisa hutang cinta? Yang aku tanya adalah bagaimana bisa hutang budi pada dia."

"Pokoknya hutang nyawa, apakah ini juga harus menjelaskannya?"

Xiao Dai sedikit tidak senang berkata, "Zhao Ji, lebih baik kau mengerti kedudukanmu dengan aku, aku yang bertanya, tergantung aku mau bertanya apa, walau aku tanya siapa baginda raja sekarang, kau juga harus menjawabnya."

0ooo(dw)ooo0

Apakah kau pernah melihat bencana wereng terbang berpindah tempat yang menakutkan? Jika belum, kau juga pasti pernah mendengarnya benar tidak?

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai berhasil menghindar, karena dia adalah Xiao Dai, Xiao Dai yang tangannya cepat kakinya pun cepat.

Tapi dia tidak mampu melindungi Pecut Terbang Zhao Ji yang ada dihadapannya.

Karena senjata gelap yang seperti wereng terbang pindah tempat, kebanyakan mengarah pada Pecut Terbang Zhao Ji, apa lagi dia tidak bisa bergerak, tentu saja tidak bisa menghindar.

Maka Zhao Ji pun mati, mati dengan cara yang sangat menyedihkan.

Tapi juga cara mati yang paling tidak menyakitkan, sampai jeritannya tidak sempat dikeluarkan.

Setelah semuanya tenang, Xiao Dai hanya dapat melihat satu orang mati yang seluruh tubuhnya penuh dipaku dengan bermacam-macam senjata gelap, membuat tubuhnya seperti seekor musang berduri.

Bersamaan waktu Xiao Dai menghindar senjata gelap yang seperti jala itu, dia dengan sudut mata melihat orang itu, wanita bercadar yang berbaju hitam semua.

Dia seperti sinar kilat lewat, melayang keluar dari pekarangan belakang rumah Qian.

0ooo(dw)ooo0

Siapakah orang yang bisa di depan mata Xiao Dai membunuh orang, dan dengan tenangnya melarikan diri?

Dan didunia persilatan siapa yang mempunyai senjata rahasia yang begitu menakutkan? Seperti sepuluh orang pesilat tinggi secara bersamaan melepaskan senjata gelap, jumlahnya begitu banyak, dan begitu tepat pada sasaran?

Orang ini juga seorang wanita, ini jadi sangat menakutkan.

Xiao Dai tidak mau mencurigai orang itu.

Namun di tempat ini sekarang hanya tinggal dua orang yang masih hidup, kebetulan orang yang satunya juga seorang wanita.

Xiao Dai tidak keburu memeriksa Zhao Ji sebenarnya dia terkena senjata apa saja, Xiao Dai telah berjalan ke depan pintu Ouwyang Wu-shuang.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai telah berbuat salah.

Ketika dia akan mengetuk pintu dan membuka kamar Ouwyang Wu-shuang, dia menyadari dia telah salah.

Karena ditengah malam hari, seorang laki-laki mengetuk pintu kamar seorang wanita, apa maksudnya?

Jika wanita ini sedang mengharapkan laki laki ini, maka apa yang akan terjadi?

"Siapa?" "Xiao Dai."

Pintu dengan segera dibuka.

Xiao Dai telah melihat Ouwyang Wu-shuang, tubuhnya hanya ditutupi dengan kain tipis sekali.

Kain tipis itu seperti transparan, memang transparan.

Tampak lekuk tubuhnya, dengan parit dan jurangnya terlihat jelas. Xiao Dai dan Li Yuan-wai sama-sama suka berguyon tentang wanita, tapi itu hanya berbatas mulut saja.

Dan yang dibicarakan itu semua orang lain, bukan kekasih sendiri.

Tidak ada seorang laki-laki yang suka 'makan tahu' kekasih sendiri.

Jika ada laki-laki semacam ini, maka tidak diragukan lagi laki-laki ini tidak sungguh-sungguh mencintai wanita ini.

Wajah Xiao Dai menjadi merah, malam gelap begini, tetap masih bisa tampak sinar merah di wajahnya.

Orang yang wajahnya merah kebanyakan menundukkan kepala, Xiao Dai tentu saja tidak terkecuali.

Dengan menundukkan kepala, malah akan melihat tempat yang tidak seharusnya dilihat.

Dia kembali mengangkat kepala, matanya tertutup, malu sekali.

"Kau sudah mengetuk pintu, aku juga sudah membuka pintu, kenapa kau tidak masuk?"

Orang idiot pun mengerti arti kata ini.

Disaat ini, jika seorang laki-laki membalikkan kepala dan pergi, tidak diragukan lagi, dia pasti sengaja datang menghina wanita ini.

Xiao Dai adalah orang pintar, makanya dia juga tidak melakukan hal yang bodoh itu.

Dia telah masuk tapi yang dia pikirkan adalah kenapa Ouwyang Wu-shuang tidak segera memakai baju? Apakah seorang wanita yang telah menikah, dibandingkan dengan seorang gadis, perbedaannya bisa begitu jauh? Atau dia memang disengaja. "Silahkan duduk".

"Tidak usah, aku lebih baik berdiri."

"Kenapa? Dalam keadaan begini tidak ada seorang laki- laki yang ingin berdiri." Ouwyang Wu-shuang hampir terang-terangan mengatakan, bersamaan sepasang matanya melihat pada sesuatu tempat ditubuh Xiao Dai, wajahnya tersirat sedikit putus harapan.

Sebenarnya siapa yang tahu, baru saja Xiao Dai sudah terhindar dari bahaya, walau Xiao Dai bisa memikirkan yang lain, juga pasti tidak bisa secepat itu.

Apa lagi daging dan otot manusia tidak seluruhnya bisa digunakan sekehendak hati, pasti juga ada tempat yang tidak bisa digunakan sekehendak hati.

Apa boleh buat, Ouwyang Wu-shuang terpaksa bertanya lagi, pertanyaan yang tidak ingin ditanyakan.

"Benarkah aku telah salah perkiraan terhadap maksud kedatanganmu?"

"Ow, tidak seluruhnya benar, disaat aku datang, aku menemukan beberapa hal."

Ini kata kata bohong yang paling jelek, tapi juga kata kata bohong yang paling baik hati.

"Sudah dingin, aku tambah pakaian dulu, jika tidak mungkin matamu juga akan kemasukan angin."

Xiao Dai tertawa, ketawa tanda terima kasih, juga ketawa tanda mengerti.

Ouwyang Wu-shuang adalah wanita pintar, dia tentu saja tahu kapan harus pura-pura bodoh. Sebuah kata bermakna ganda, juga sebuah kata lelucon, dengan entengnya memisahkan kekakuan di antara dua orang.

0ooo(dw)ooo0

Xiao Dai salah.

Dia tidak seharusnya mengetuk pintu kamar Ouwyang Wu-shuang.

Jika dia tahu Ouwyang Wu-shuang bukan wanita bercadar itu, maka dia seharusnya memeriksa Zhao Ji dulu.

Karena saat itu dia pasti bisa menemukan bahwa ditubuh Zhao Ji, di antara semua senjata gelap itu, ada sebuah senjata gelap kecil yang berbentuk bunga Ju.

Sekarang dia telah membuktikan Ouwyang Wu-shuang tidak pernah meninggalkan kamarnya, tapi tidak bisa membuktikan kata-kata yang dia katakan pada Ouwyang Wu-shuang.

Dipekarangan belakang rumah Qian.

Xiao Dai seperti seekor anjing pemburu, mengacak-acak seluruh tempat.

Tapi hasil apa pun tidak didapat, apalagi mayatnya Zhao

Ji.

Ouwyang Wu-shuang dengan aneh dipinggir melihat

setiap gerakannya, di dalam matanya tentu saja sorot mata 'hidup ketemu setan'.

Xiao Dai putus harapan dan juga menyerah, dia berdiri. "Apakah kau percaya kata-kataku?"

Tapi wajah Ouwyang Wu-shuang tidak percaya penuh. "Sungguh, sungguh di sini aku melihat Zhao Ji dibunuh oleh wanita bercadar, memakai jurus 'Hujan Bunga Memenuhi Langit', dia dipaku mati di sini dengan tiga empat puluh macam senjata gelap, dan saat aku datang sudah tidak dapat mengejar wanita itu. ”

"Betulkah? Aku belum pernah mendengar didunia persilatan ada orang yang mampu secara bersamaan melepas tiga empat puluh macam senjata gelap, juga masih bisa lebih cepat dari Tangan Cepat Xiao Dai?" Ouwyang Wu-shuang bukan saja wajahnya tidak percaya, sampai kata-kata yang dikeluarkannya juga nada bicaranya sama sekali tidak percaya.

"Aku.... aku sungguh....” tiba-tiba mata Xiao Dai menjadi terang, dia menarik tangan Ouwyang Wu-shuang langsung berlari.

"Sudah sampai, jika kau tidak percaya, silahkan buka pintunya aku jamin Zhao Ji sudah tidak ada di dalam."

Xiao Dai sangat yakin, dia membuat gerakan tangan mempersilahkan.

Pintu terbuka, ada orang di dalam menarik pintu membukanya.

Pecut Terbang Zhao Ji dengan wajah kantuk, mata masih ingin tidur berdiri disisi pintu.

"Nyonya, sudah malam begini, apa ada masalah?" Xiao Dai seperti melihat setan, mundur dua langkah. "Kau tidak mati?"

"Jika bukan nyonya ada di sini, Tangan Cepat Xiao Dai aku malah ingin melihat siapa yang ingin mati."

Xiao Dai menggelengkan kepala, sungguh heran apa dirinya sedang mimpi. "Xiao Dai, aku pikir kau tadi malam terlalu banyak minum, kalau tidak kau benar sedang bermimpi."

Ouwyang Wu-shuang berkata pada Zhao Ji, "Tidak ada apa apa" dia menarik Xiao Dai langsung pergi.

Karena jika tidak pergi, mungkin Xiao Dai dihadapan Zhao Ji bisa mengatakan kata-kata yang lebih tidak enak didengar.

0ooo(dw)ooo0

Jam empat.

Xiao Dai makan satu bungkus obat, obat untuk membantu tidur.

"Kau baik-baik tidur, aku lihat syarafmu terlalu tegang, obat ini bisa membuatmu tidur sampai besok tengah hari, aku pikir setelah kau bangun maka akan melupakan semua bayangan ini."

Apakah bayangan? Xiao Dai tahu pasti bukan bayangan.

Jika bukan bayangan, Xiao Dai sungguh tidak bisa memikirkan apa yang nyata.

Maka Xiao Dai berniat tidur, walau sedikit tidak mau, juga tidak bisa mengatakan alasan untuk menolaknya.

0ooo(dw)ooo0

Jam lima.

Hari sudah terang.

Tetapi di atas ranjang Pecut Terbang Zhao Ji.

Terdengar suara nafas terengah-engah, diselip beberapa suara kecil.

"Sungguh, tampaknya selamanya aku tidak bisa puas. ” "Aku juga sama denganmu. ”

"Zhao Ji bagaimana?"

"Mati, dia tidak seharusnya melepaskan Li  Yuan-wai dan membunuh Xiao Cui, dan dia juga ingin menghianati organisasi, semua ini kau harus perhatikan, sebab dia berbuat begini karena hatinya iri, selanjutnya aku harap kau perhatikan, terhadap pertentangan di antara Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai asal kau bisa gunakan ini sebaik- baiknya, kau akan mudah mengendalikannya, asal dia bisa dimanfaatkan, masih ada hal apa lagi yang tidak bisa dilakukan?"

"Masalahnya Xiao Dai adalah seorang laki-laki sejati." "Laki-laki sejati juga manusia, asal dia mencintaimu, aku

percaya  dengan  keahlianmu  pasti  bisa  merubah  menjadi

orang hina."

"Bagaimana Li Yuan-wai?"

"Kau ingin membunuhnya, aku tahu alasanmu, tentu saja jika dia bisa kita gunakan itu paling baik, kalau tidak....

sudahlah, terserah kau saja, dipihak Xiao Dai kau harus cepat meruntunkan kesadarannya, apakah obatnya masih cukup?"

"Cukup, aku pikir satu bulan lagi, dia juga sudah lupa sama sekali siapa dirinya."

"Tetap harus hati-hati, bagaimana pun Xiao Dai, selain Yuan Ling adalah penghalang yang bisa merusak rencana kita."

"Besok, jika dia menanyakan Zhao Ji bagaimana?" "Yatou  bodoh,  bukankah  kau  bisa  katakan  Zhao  Ji

disuruhmu       keluar       melaksanakan       sesuatu?     Asal

sembarangan  karang  satu  alasan  apa  saja  sudah  cukup, tentu saja jika diluar bisa bikin sedikit asap, akan membuat dia lebih yakin, sudahlah, aku akan pergi."

"Sungguh kau ingin bangun."

"Kesempatan masih banyak sekali, buat apa buru-buru? Diluar masih ada setumpuk besar masalah yang harus diurus, apalagi orang berbaju pelajar yang ilmu silatnya sangat tinggi, sampai sekarang masih tidak bisa diketahui siapa dia, hay, aku lihat dia juga seorang musuh yang menakutkan, dua hari ini dia seperti ditiup angin buyar, jejaknya menghilang lagi."

"Kalau begitu sekarang aku harus bagaimana?"

"Apapun tidak perlu kau kerjakan, asal awasi terus Xiao Dai saja."

0ooo(dw)ooo0

Hari kedua, tengah hari.

Xiao Dai sudah bangun, tapi tidak turun dari ranjang.

Dia sedang memikirkan masalah, beberapa masalah yang rumit.

Kenapa Zhao Ji bisa tidak mati?

Dia tidak punya alasan untuk menolong orang, maka memperkosa Xiao Cui dulu.

Kalau begitu apa maksud dia menolong Li Yuan-wai? Wanita bercadar itu siapa dia sebenarnya?

Dia sudah bertemu dengannya dua kali, dan lagi dua kali berhasil lolos dihadapan dirinya, sungguh tidak bisa dibayangkan, dan sungguh tidak terpikirkan gerakan wanita itu begitu cepat. Dan juga wanita ini lebih-lebih seperti setan jahat yang tidak terlihat, menempel di atas dirinya, tidak bisa melepaskannya.

Li Yuan-wai telah melarikan diri, bocah bodoh ini sungguh pandai, bisa mencari dirinya sampai mencari kesini adalah hal yang sangat tidak mudah, hmmm, memang otaknya cukup encer, tidak tahu apakah dia tahu Wu-shuang tinggal di sini?

Kepalanya bertambah sakit lagi, Xiao Dai merasakan racun ini sifatnya sungguh lihay, setiap dia saat berkonsentrasi memikirkan masalah, kepala menjadi sakit.

Dia tidak bisa berpikir lagi, saat ini Ouwyang Wu- shuang juga sudah masuk.

"Sudah bangun? Apa tidurnya enak?"

Dia melihat Ouwyang Wu-shuang begitu cantik, apa lagi senyumnya itu, sungguh seperti membuat orang merasa mandi angin dimusim semi.

"Aku sudah bangun, sekarang aku malah merasa aku kemarin malam sedang bermimpi?"

"Betulkah? Jika kau setiap malam bermimpi yang begini terus, aku pasti bakal mati kedinginan."

Xiao Dai sedikit malu, dia tertawa.

"Terhadap diriku, kau ada kritik apa?" Ouwyang Wu- shuang dengan serius bertanya.

"Apa?. ow, sempurna, sempurna dan matang."

"Benarkah kerena aku telah menikah, makanya kau menjadi tidak bergairah." Xiao Dai dengan jujur berkata, "Kau tahu aku bukan orang semacam itu, hanya aku merasa sekarang kau masih tinggal bersama marga Qian, dan juga. ”

"Kau tenang saja, Qian Ru Shan sudah mati, sekeluarga besar kecil semuanya mati tenggelam, disungai Qian Dang perahu mereka diterpa angin kencang dan tenggelam, pagi- pagi sekali aku sudah mendapat kabar ini, maka aku mengutus Zhao Ji pergi mengurusnya, sekarang aku orang bebas, dan juga telah menjadi seorang janda kaya." Ouwyang Wu-shuang dengan gembira berkata.

Xiao Dai jadi bingung, apa didunia ini ada hal yang terjadi begini kebetulan?

Qian Ru Shan yang sial, sekeluarga begitu saja musnah semuanya.

Rencananya, hari ini dia ingin menyelidiki Pecut Terbang Zhao Ji apakah benar sudah mati atau tidak, dia malah pergi ke Hang Zhou mengurus kematian.

Ini cerita yang sangat sempurna.

Ouwyang Wu-shuang sendiri juga kagum atas kepandaian berbohongnya sendiri, dia sekaligus bisa menyelesaikan dua masalah besar yang sulit.

Kelihatannya Xiao Dai tidak akan bisa melaksanakan keinginannya.

0ooo(dw)ooo0