Duri Bunga Ju Bab 03: Bunga Ju

 
Bab 03: Bunga Ju

Siapa bilang seorang pahlawan tidak boleh mengucurkan air mata?

Karena seorang pahlawan tidak pernah meneteskan air mata di depan orang.

Li Yuan-wai dan Polisi Setan dua orang saat melihat jenazah Yuan Ershao walau tidak ada air mata, tapi malah membuat orang merasa lebih sedih dari pada berair mata.

Li Yuan-wai juga tidak dapat menahan dirinya, hampir seperti orang idiot bergumam sendiri.

"Ershao, aku tidak tahu kau berbuat demikian adalah benar atau salah, tapi aku tahu kau tidak akan rela pergi begitu saja. Kenapa? Kenapa tidak memberi kami satu kesempatan? Apa kau tidak percaya pada kami? Sialan, kau sungguh bodoh! Walau kau ingin mati juga harus tunjukan satu jalan jelas pada kami, supaya kami dapat menangkap orang yang diam-diam mencelakaimu! Xiao Dai sudah pergi menguntit kakak iparmu, sekarang kuncinya ada di atas dirinya, kami pasti akan menyelidik sampai berhasil demi membersihkan dosa yang ditimpahkan padamu, arwah pahlawan mu tidak jauh, bantu aku doakan aku. ”

Air mata orang tua Qian bercucuran terus.

Bagaimana juga umur Polisi Setan lebih tua banyak dari pada Li Yuan-wai, dia lebih dapat menahan diri, meski wajahnya juga sedih.

Sedangkan perasaan orang muda lebih lepas, makanya  Li Yuan-wai dengan marah berkata sendiri.

Biasanya orang yang lebih tua lebih bisa menahan diri, perasaannya tidak gampang ditampilkan diluar, tapi siapa pun tahu kesedihan Polisi Setan tidak lebih kurang dibanding dukanya Li Yuan-wai.

Ini juga perbedaan antara umur sembilan belas tahun dengan empat puluh tahun.

0ooo(dw)ooo0

Di Chen Ju ada sebuah warung teh.

Polisi Setan dan Li Yuan-wai sudah menunggu di sini selama tiga hari penuh.

Sudah tiga hari, Tangan Cepat Xiao Dai menguntit janda Yuan Dashao sekali pergi dia tidak pernah kembali lagi.

Perasaan dua orang itu persis seperti Xiao Dai seperti layang-layang putus tali, dengan susah payah menerbangkannya keudara, tapi sekali terbang tidak kembali lagi.

"Aku mau mencari dia." Li Yuan-wai bangkit berdiri. "Cari kemana? Ke Jun Shan? Walau janda Yuan Dashao pernah berkata akan kembali ke Jun Shan, Xiao Dai tidak idiot, jika menemukannya akan pergi jauh dia pasti akan memberitahu kita."

"Aku takut Xiao Dai terkena jebakan wanita itu."

"Dia tidak tahu Xiao Dai adalah satu komplotan dengan kita."

"Betulkah? Kau orang tua jangan lupa dulu aku juga di tempat gelap, tapi pria yang bertopi itu, dan juga dia bukankah semuanya tahu?"

"Mungkin dia sudah tahu kau dengan Ershao bersahabat."

"Tidak mungkin, aku dengan Ershao jarang bertemu, dia seharusnya tidak tahu, jika tahu pun hanya aku dan Xiao Dai berdua, dia belum pernah bertemu dengan kita, juga tidak kenal kami berdua, mana bisa hanya sekali pandang langsung mengenal aku?"

"Sudahlah, Hartawan Li, sekali tampil merk  emas "wajah tawa memikat" mu, kecuali seorang buta, pasti semua orang tahu yang ada di depan mata adalah asli dirimu."

"Jika benar demikian, orang yang tidak tampak itu sangat mungkin tahu Xiao Dai bersama kita, justru tidak tahu penguntitan Xiao Dai, mungkinkah telah terjadi sesuatu?"

"Tentang ini kau tenang saja, Xiao Dai terkenal sebagai 'belut' yang sangat licin, dia menguntit orang jika bisa diketahui orang, itu baru kejadian diluar dugaan."

"Jika tidak terjadi hal diluar dugaan, kenapa sampai sekarang sedikit berita juga tidak ada?" Polisi Setan juga mulai khawatir.

0ooo(dw)ooo0

Orang mati telah kembali hidup.

Ini adalah hal yang sulit dipercaya orang.

Kecuali sebenarnya orang ini belum mati, jika tidak setiap orang setelah mati bisa hidup kembali, tidak tahu kacaunya akan bagaimana dunia.

Yuan Di, Yuan Dashao telah kembali ke perumahan Hui Yuan.

Tidak perlu dikatakan lagi, perumahan yang punya nama begitu besar, setiap orang juga sulit mempercayainya.

Beritanya sudah tersebar, orang-orang dunia persilatan lebih-lebih sulit mempercayainya, apa lagi orang-orang  yang pernah datang menyatakan bela sungkawanya, tidak bisa tertawa, menangis pun susah.

Orang yang paling gembira tentu saja orang tua Qian, karena perumahan Hui Yuan mempunyai majikan lagi.

Menurut penuturan Yuan Dashao, tahun lalu saat dia pergi mengunjungi teman, dia mengalami penghadangan dan penyerangan oleh seorang yang pakai cadar, ilmu silatnya sangat tinggi, didunia persilatan mungkin sulit mencari seorang yang bisa menandinginya, ketika itu dirinya ditawan dan dikurung dalam satu perumahan yang tidak diketahui namanya selama satu tahun. Pakaian yang dibawa seluruhnya dirampas oleh orang yang bercadar itu, jadi terjadilah peristiwa mayat tidak berkepala yang diantar ke rumahnya sendiri.

Yang lucu adalah setelah dirinya dianggap mati satu tahun, orang yang bercadar itu melepaskan dirinya, sedikitpun tidak terluka dan dia akhirnya kembali ke rumah.

0ooo(dw)ooo0

Kejadian ini bagi Polisi Setan dan Li Yuan-wai terasa sangat diluar dugaan.

Juga terkejut terbengong-bengong tidak dapat berkata. Yuan Dashao menghindar tidak mau menerima tamu,

setiap tamu yang berkunjung semuanya kembali dengan kecewa.

Beruntung Polisi Setan dan Li Yuan-wai mendapat berita lebih banyak dari orang tua Qian dibanding orang lain.

0ooo(dw)ooo0

"Tuan muda besar jadi gila."

Polisi Setan dan Li Yuan-wai tertegun.

"Tuan muda besar setelah kembali, mengetahui kejadian Tuan muda kedua, dia jadi emosi terus, mendengar lagi anak tunggalnya juga telah mati, dia akhirnya jadi gila, Orang yang sehat sekarang syarafnya jadi terganggu, semuanya tidak tahu, sungguh tidak tahu keluarga Yuan telah berbuat dosa apa, di dalam perumahan kembali dirundung kesedihan. Hai. tidak tahu dari mana asalnya!"

"Ada kabar nyonya besar tidak?" Polisi Setan bertanya. "Saat nyonya besar pergi, tuan Qian juga ada di tempat,

sampai sekarang sedikit kabarpun tidak ada yang sampai ke rumah, aku pikir jika dia sudah tahu Tuan muda besar tidak mati, seharusnya dia cepat kembali, sungguh tidak mengerti semula kenapa bisa menganggap mayat itu adalah Tuan muda besar, bukankah ini lelucon yang sangat besar." "Orang tua Qian, apakah kau tahu bahwa nyonya besarmu bisa bersilat? Dan lagi akhir akhir ini apakah kelakuannya ada yang tidak biasa?" Li Yuan-wai bertanya lagi.

"Nyonya besar bisa bersilat dari dulu aku tidak pernah mendengarnya, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa bersilat, dulu urusan di rumah dia jarang mengurusnya, tapi dapat dikatakan dia adalah wanita yang baik, kehidupan sehari- hari Tuan muda besar dan Tuan muda kedua, dia yang mengurusnya. Ketika dia melihat mayat Tuan muda besar pulang, orangnya juga jadi berubah, perubahannya hampir seperti berganti orang, seharian dia tidak berkata sepatah katapun. Lalu dia membawa majikan kecil pindah kejalan kecil Utara, kami sebagai pelayan berpikir mungkin dia takut melihat barang-barang peninggalan suaminya, jadi terpikir lagi mengenai hal lain, aku tidak melihat ada yang tidak biasa."

"Menurut pandanganmu, apa mungkin Tuan muda kedua memperkosa kakak ipar?" Polisi Setan bertanya lagi.

"Dua orang Tuan muda itu semuanya aku marga Qian yang melihat mereka tumbuh besar, Tuan muda kedua  tidak mungkin melakukan perbuatan begitu. Memang tidak salah nyonya besar adalah seorang wanita yang sangat cantik, tapi sikap Tuan muda kedua terhadap kakak ipar seperti ibu menghormati dia, perbuatannya selamanya terbuka, jika mengatakan Tuan muda kedua dengan amcaman pisau memperkosa nyonya besar, dibunuhpun aku tidak akan percaya."

0ooo(dw)ooo0

Tangan Cepat Xiao Dai hampir gila.

Dia sudah empat hari penuh tersesat di dalam pegunungan ini. Luas pegunungan ini tidak besar, tapi sangat tinggi, berada empat puluh li diluar kota kabupaten Ping Yang.

Di seluruh pegunungan bertebaran batu batu aneh, dimana-mana terdapat jurang dalam dan tebing tinggi.

Penduduk setempat menyebutnya Hei Wu Shan (Gunung kabut hitam).

Hanya karena di sini sepanjang tahun diselimuti kabut yang hitam.

Orang yang tinggal disekitar semuanya tahu gunung ini, tidak mudah masuk kegunung, karena sangat mudah tersesat, kecuali orang yang hafal betul jalan-jalannya, baru yakin bisa keluar dari gunung ini.

Xiao Dai sama sekali tidak terpikirkan oleh dirinya bagaimana dia bisa ditipu masuk kegunung ini.

Menguntit ialah mengikuti jejak orang. Saat Xiao Dai memastikan nyonya besar telah masuk kegunung ini, tentu saja dengan tidak ragu-ragu dia mengikutinya masuk, dia juga takut kehilangan jejak setelah pulang nanti tidak bisa bertanggung jawab, setelah hari mulai gelap, baru dia sadar orang yang jalan di depan sudah tidak tahu kemana arahnya, ingin kembali sudah tidak tahu dari jalan mana tadi dia masuk.

Sehingga dia seperti sibuta mendorong gilingan di dalam kabut hitam ini berputar empat hari.

Untung digunung ini masih ada buah-buahan untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga.

Dia sungguh tidak bisa membayangkan berapa lama lagi dirinya akan terkurung digunung setan yang seperti kotak umpet ini. Dia juga tahu dirinya pasti bisa keluar dari sini, hanya soal waktunya saja, cepat atau lambat.

Dia justru tidak bisa menahan kesabaran untuk perlahan- lahan mencari jalan keluar, karena dia tahu diluar sana masih banyak pekerjaan menunggunya, dan juga Hartawan Li dan Polisi Setan sekarang pasti sudah gemas ingin menelan dirinya.

0ooo(dw)ooo0

Disatu malam lagi.

Memandang bulan yang purnama, Xiao Dai sudah kelelahan, haus, dan lapar.

Sungguh tidak terpikirkan kenapa dirinya begitu sial, sepuluh hari lebih menunggang kuda, walau tidak memakai sepasang kakinya, tulang di seluruh tubuhnya juga rasanya seperti akan berantakan. Sampai di tempat yang dituju, tadinya dia ingin mendapatkan tugas yang ringan, membiarkan Hartawan Li di bawah terik mata hari berjualan tahu bau, sedang dirinya bersembunyi dengan enteng menguntit dan mengawasi keadaan, hanya dua hari dia bisa dengan santai minum arak tua, siapa tahu sekarang dia malah dipermainkan oleh janda Yuan Dashao seperti doger monyet, memancingnya masuk ke gunung setan yang burungpun tidak bisa berak di sini, sekali putar sampai berjalan empat hari penuh. Sepasang kaki terus mencari jalan keluar, terasa seperti mau patah karena berlari, dipikir pikir, jika tadinya tahu dirinya bakal begini, lebih baik dia jualan tahu bau, bukankah tugas 'mengawasi  dan menguntit' ini akan jatuh pada Hartawan Li, dengan begitu sekarang yang menikmati indahnya bulan dan pijat kaki bukan jadi dia yang mengalami.

Sekali salah perhitungan, jadi kalah seluruhnya, kekesalannya Xiao Dai jangan dikatakan lagi. Memandang bulan yang sangat bulat, dengan sendirinya terbayang wajah Hartawan Li yang bulat itu. Terbayang wajah Hartawan Li selanjutnya jadi terbayang muka tertawanya.

Sepertinya bulan juga sedang tertawa, sedang mentertawakan dirinya.

Sepertinya  bulan  sedang  memberitahu  dirinya.    orang

idiot sampai namanya juga Dai (idiot), kenyataan ini selamanya tidak bisa tidak harus diakui oleh dirinya sendiri.

0ooo(dw)ooo0

Bulan seperti kue yang besar, sungguh ingin sekali dia menggigitnya. Jika orang sudah kelaparan, halusinasinya pun sangat tidak masuk akal.

Itu pikiran Tangan Cepat Xiao Dai saat ini.

Bayangan gunung yang hitam, batu aneh dan cadas yang hitam kelam.

Dengan kedua mata lapar dia memandangnya, sepertinya semua jadi hitam.

Tidak! Bukan hitam kelam.

Karena Xiao Dao menemukan setitik terang api, tepat di antara celah bebatuan aneh itu. Kakinya bergerak lagi, secepat kilat.

0ooo(dw)ooo0

Ada titik terang pasti ada orang, tidak salah.

Di tempat dimana ada orang pasti ada makanan, tidak salah.

Masalahnya bukan babi hutan di atas panggangan api, kambing liar, tapi sepasang kaki. sepasang kaki manusia. Xiao Dai muntah, yang dimuntahkan semuanya air asam.

Dua orang itu persis seperti ditumpahkan dari satu cetakan, sama jelek rupanya, sama-sama menakutkan orang, dua wajah yang sama-sama putih pucat, alisnya jatuh ke bawah mata menonjol, gigi putih di dalam mulut yang besar seperti gergaji.

"Kau sudah datang, tapi terlambat, yang enak sudah habis dimakan, tinggal ini semua." Orang yang dikiri berkata sambil memandang dingin pada Xiao Dai.

Kata kata yang dikeluarkan aneh, nadanya datar, didengar oleh telinga, membuat bulu kuduknya berdiri.

Xiao Dai tidak menjawab, dalam keadaan begini kau ingin dia mengatakan apa?

Dia sungguh curiga terhadap dua orang ini apakah orang hidup, di tempat seperti ini, keadaan yang seperti ini, menampilkan situasi yang sangat tidak serasi.

"Kenapa kau tidak bicara? Apakah kau tahu aku dengan dia sudah mencarimu digunung ini selama dua hari?" kata seorang lagi dengan menyeramkan.

0ooo(dw)ooo0

"Kanibal Gigi Gergaji Bersaudara?" Xiao Dai ingat sekarang, juga tidak terasa bertanya.

"Mata yang tajam, saudara kecil, walau aku dengan temanku tidak tahu siapa kau, melihat kau sekali pandang bisa menyebutkan nama kami, mmm, tidak salah. he

he.... tidak salah, pasti tidak salah."sambil bicara, sambil sepasang mata yang seperti mata ikan mati dia memperhatikan dari atas sampai bawah Xiao Dai, kek kek tertawa aneh. Berturut-turut mengatakan 'tidak salah' tidak tahu apakah maksudnya benar-benar mata Xiao Dai tajam, atau ada maksud lain.

"Karena apa? Kalian sepertinya sengaja menunggu aku di sini."

"Hanya untuk membawa kau keluar dari sini, tentu saja membawa kau keluar dari sini sesudah ada di dalam perut kami." Gle. k terdengar satu suara menelan liur.

Melihat gerakan lawan menelan, Xiao Dai merasa dirinya seperti benar-benar sudah masuk keperutnya orang itu.

"Bagaimana kalian bisa tahu aku ada di sini? Siapa orang yang memberitahu kalian? Walau kalian ingin memakan aku, paling sedikit juga harus mengatakan  alasannya bukan? Dibunuh sebelum dijelaskan dulu itu kan kurang baik?"

"Tentu, tentu, pasti akan memberitahumu dulu, jika tidak setelah kau dimakan dan masuk ke dalam perut, di dalam sana matipun kau tidak bisa menutup mata dan di dalam sana tentu melakukan perbuatan nakal, membuat kami jadi sakit perut, tentu tidak menguntungkan!"

"Adik, cepat katakan, makin aku melihat Tuan muda ini makin merasa hatiku tambah gemas sulit menahannya."

"Kak, baik, sekarang aku segera mengatakannya, kau jangan gelisah."

Gigi Gergaji bersaudara ini sepuluh tahun yang lalu adalah penjahat yang sudah ternama didaerah utara Huai, mereka sangat suka makan daging manusia, perbuatannya sangat keji diluar aturan persilatan, disaat orang-orang golongan lurus dunia persilatan akan menumpasnya, mereka berdua menghilang dan bersembunyi, tidak tahu pergi kemana, tidak terduga Tangan Cepat Xiao Dai bisa bertemu dengan mereka di gunung Kabut Hitam.

"Saudara kecil, lebih baik kami panggil dirimu Tuan muda saja, Tuan muda, kami bersaudara, juga melaksanakan tugas yang diperintahkan orang, yang memerintah tentu saja pemimpin kami, jika bukan, mana bisa menunggu di sini selama dua hari? Apa ceritanya sudah cukup?"

"Siapa pemimpin kalian?"

"He! He he! Soal ini kau tidak perlu tahu, sebenarnya kami sendiri juga tidak tahu, jadi bagaimana bisa memberitahu padamu, pokoknya.... pokoknya setelah kau sampai di raja akhirat sana katakan saja pemimpin kami yang memerintahkan cukup! Sudah habis bicaranya, Tuan muda kecil kau ingin cara apa matinya? Digoreng? Dipanggang? Atau dimasak? Beritahu kami saja, kami pasti akan menurut apa yang kau inginkan."

Tumbuh sampai sebesar ini, Xiao Dai sama sekali tidak pernah berpikir ada satu hari dia bisa dipermainkan orang seperti ini, ada orang yang mau memakan dirinya.

"Aku rasa aku mohon pada kalian juga tidak ada gunanya, benar bukan? Baiklah! Bagaimanapun juga aku sudah lapar sekali sampai kepalaku jadi pusing, 'Orang makan orang' mari kita lihat siapa yang memakan siapa. ”

Perkataannya belum habis, tampak sebuah tenaga telapak tangan secepat meteor meluncur sampai di depan tenggorokan orang tertua Gigi Gergaji Bersaudara, begitu cepatnya sehingga tenaga itu ingin mendarat ditenggorokan lawannya. Dengan berteriak aneh satu kali, reflek orang tertua sangat cepat, dia mundur kebelakang jauh sekali baru berhasil menghindarkan serangan telapak itu.

Tampak dia marah dan berteriak-teriak, "Adik, adik, Tuan muda ini sangat keras, hati-hati!"

Disaat orang yang dipanggil adik tertegun, Tangan Cepat Xiao Dai tidak terus mengejar orang pertama, malah membalikkan tubuh, tenaga telapak yang seperti jaring menyerang lagi pada si adik.

Dengan sekuat tenaga menangkis serangan musuh, si adik Gigi Gergaji sudah mengeluarkan sebuah tongkat yang terbuat dari tulang manusia, membuat lingkaran sinar, menangkis serangan Xiao Dai.

Si abang yang baru saja didesak mundur, segera seperti angin kencang menggulung kembali, sepasang tangannya menggenggam dua tongkat Gigi srigala, paku panjang di atas tongkat disorot sinar bulan mengeluarkan sinar biru hijau, tidak perlu dikatakan lagi, asal menyentuh sedikit, mungkin sudah akan merengut nyawa.

Sudut mulut Tangan Cepat Xiao Dai mengulum senyum, tangannya berdiri seperti pisau, lurus dipotongkan ke depan, kaki kirinya menendang kebelakang, jurusnya  sedikit aneh, ada sedikit mirip Ayam Mas Berdiri disatu Kaki.

Si adik Gigi Gergaji baru saja melihat Xiao Dai menyatukan tangannya seperti pisau, otaknya belum berpikir, tongkat tengkorak yang terbuat dari besi di tangannya, malah sudah patah menjadi dua, baru saja terdengar suara patah, satu bayangan telapak sudah sampai di depannya tidak sampai satu che, dia buru-buru mundur kebelakang, hampir saja dadanya dibelah juga. Tapi si abang tidak begitu beruntung, Xiao Dai bersamaan menendangkan kaki kiri ke belakang, sulit dipercaya, tangan lain Xiao Dai telah menyilang menyabet kepalanya, walau tongkat Gigi Serigala sekuatnya diangkat ke atas menangkis tangan itu, tapi tidak bisa menghindar tendangan kaki lawannya.

Tubuhnya sempoyongan memuntahkan darah segar, si abang Gigi Gergaji jatuh terduduk di bawah sejauh satu zhang lebih.

Semua kejadiannya sangat cepat, berakhirnya juga cepat, hanya dalam waktu beberapa kedipan mata.

"Kau.... kau.... kau siapa?" kata siabang Gigi Gergaji sambil batuk.

Mengusap-usap belakang kepalanya, Tangan Cepat Xiao Dai perlahan berkata, "Ternyata kalian bisa juga mengucurkan darah! Aku kira aku telah bertemu setan, hmmm, bisa mengucurkan darah, perkaranya jadi gampang, bisa mengucurkan darah artinya kalian adalah manusia hidup, jika manusia hidup jadi tidak begitu menakutkan, manusia hidup bisa berubah jadi manusia mati, manusia mati tidak bisa berubah jadi manusia hidup betul kan? Aku siapa? Sekarang kalian baru terpikir untuk menanyakan siapa aku? Aku Tuan muda, bukankah kalian demikian memanggilku?"

Melihat ekspresi Xiao Dai yang sudah unggul masih mempermainkan, siabang Gigi Gergaji muntah darah lagi, nafas terengah engah, sampai tidak bisa bicara.

Tiba-tiba siadik dengan wajah aneh mundur, dengan ketakutan berkata, "Xiao Dai! Kau adalah Tangan Cepat Xiao Dai?" "Jangan takut, jangan takut, tidak ada yang perlu ditakutkan, yang makan daging manusia adalah kalian, aku tidak bisa makan daging manusia, mari mari, jika kau  sudah tahu siapa aku, jadi harus tahu kebiasaanku, 'sekali telapak pisau keluar, tidak ada nyawa yang akan kembali'. Sekarang aku yang harus tanya kalian ingin bagaimana cara matinya, apa ingin aku yang mewakili? Atau kalian sendiri yang melakukannya?"

"Tangan Cepat Xiao Dai' 'sekali telapak pisau keluar, tidak ada nyawa, tidak akan kembali'....” si abang Gigi Gergaji sambil batuk, sambil membaca dengan suara pelan.

Tiba-tiba, sesudah terpikir lagi, wajah yang tadinya sudah putih pucat, sekarang sampai sedikit warna darahpun tidak ada.

Gigi Gergaji sangat sadis, tapi hanya kepada orang yang lebih lemah, setelah bertemu orang yang lebih kuat dari dirinya malah tidak bisa bertindak sadis. Setiap orang didunia persilatan semuanya tahu Tangan Cepat Xiao Dai tidak punya musuh, hanya ada teman, artinya tidak punya musuh karena orang yang jadi musuh Xiao Dai semuanya sudah mati.

Kedua bersaudara ini sudah biasa membunuh orang, ketika sampai waktunya ada orang ingin mengambil nyawanya, perasaannya sangatlah berbeda sekali, yang lucu adalah Gigi Gergaji Bersaudara ini tadinya tidak tahu bahwa algojo telah ada di depan matanya, disebelah kiri memanggil Tuan muda, disebelah kanan Tuan muda, terus mempermainkan.

0ooo(dw)ooo0

"Aku pikir mungkin kalian sekarang sudah bisa ingat siapa pemimpin kalian? Hmm, apa bisa beritahu aku?" Xiao Dai melirik sepasang saudara kembar ini. "Tangan Cepat Xiao Dai, apakah jika kami telah memberitahu, kami dapat meninggalkan tempat ini dengan selamat?" kata di mata siadik terkilas sorot mata sedikit harapan.

"Permintaan kalian sedikit keterlaluan, dengan perbuatan kalian dulu, dan kebiasan buruk suka makan daging manusia, membunuh kalian tidaklah berlebihan, kalian katakan saja! Nanti aku akan  mempertimbangkan  keadaan. ”

Tiba-tiba satu titik bintang dingin dengan membelah udara langsung menyerang belakang kepala Tangan Cepat Xiao Dai.

Dengan menundukkan kepala sambil membalikkan tubuh, Xiao Dai seperti anak panah lepas dari busurnya terbang menuju kearah tempat yang mengeluarkan senjata gelap.

Disaat hampir mendekat dengan batu besar itu, satu bayangan orang loncat terbang keatas udara, bersamaan itu paling kurang sepuluh senjata gelap datang menyerang kearah Xiao Dai.

Tubuh Ziao Dai yang terbang maju ke depan tetap maju tidak mengurangi kecepatannya, sepasang tangan terus dibolang-balingkan menghalau, bergumpal-gumpal tenaga angin telah mementalkan bermacam-macam senjata gelap itu entah kemana.

Xiao Dai selamanya merasa sangat percaya diri terhadap kemampuannya mengejar lawan, tapi kali ini dia sudah tidak yakin. Kerena dia melihat orang di depannya, tubuhnya ringan seperti burung walet, dan juga gayanya sangat indah, kecepatannya lebih-lebih sangat cepat, dalam waktu sekejap mata sudah meninggalkan dirinya jauh sekali. 0ooo(dw)ooo0

Pengejarannya gagal.

Dihitung dengan kali ini sudah ketiga kalinya, Xiao Dai marah sampai ingin mati saja di tempat bebatuan ini dengan membenturkan kepala.

Dia tidak berani membayangkan nanti setelah bertemu dengan Li Yuan-wai, bagaimana menjelaskan hal ini, jangan kata orang lain tidak akan percaya, sampai dirinya sendiri juga tidak percaya ini adalah kenyataan, Tangan Cepat Xiao Dai arti yang dikandung empat huruf ini bukan hanya tangannya Xiao Dai cepat, kaki Xiao Dai juga cepat dan sudah sangat ternama, hanya karena Kaki Cepat Xiao Dai tidak lebih enak didengar dibanding Tangan Cepat Xiao Dai, makanya semua orang baru memanggil dirinya Tangan Cepat Xiao Dai, apa lagi Kaki Cepat Xiao Dai didengar oleh orang yang tidak tahu alasannya, akan mengira kaki cepat adalah melarikan dirinya sangat cepat.

Hal yang mudah ditebak, begitu Xiao Dai kembali ketempat semula, sepasang Gigi Gergaji Bersaudara sudah menghilang.

Saat matahari baru saja terbit, Xiao Dai sudah meloncat turun dari batu besar itu.

Dia terus bolak balik di tempat ketika mendapat  serangan senjata gelap dengan teliti dia mencari-cari di tanah, dia mencoba menemukan senjata rahasia itu, karena dia selamanya tidak mau berada di tempat terbuka hingga mendapat serangan lawan, sedang lawannya berada di tempat gelap.

"Bisa lebih mengerti sedikit terhadap musuh, akan menambah kesempatan bagi dirinya hidup terus." Ini adalah kata-kata pedoman hidup Tangan Cepat Xiao Dai, orang juga banyak yang tahu kata-kata ini, sampai- sampai ada orang sengaja mentato kata-kata ini ditubuh atau di anggota tubuh mereka!

0ooo(dw)ooo0

Senjata rahasia itu jumlahnya sebelas buah, kemarin malam saat bentrok dengan tangan Xiao Dai, dia sudah menghitungnya dengan jelas.

Sekarang sebelas senjata gelap sudah tampak di bawah sorot sinar matahari yang baru terbit, senjata itu berjajar di atas batu yang datar. Empat buah Jili besi (semacam buah yang berduri), tiga buah Suo baja (bentuk yang kedua ujungnya tajam), dua buah bintang, sebilah belati, masih ada satu lagi bunga Ju.

Senjata rahasia bunga Ju ini sepertinya terbuat dari lempengan baja, sangat tipis, disekelilingnya sangat tajam sekali, berwarna putih perak.

Melihat bunga Ju ini, Xiao Daijadi tertegun.

Selama beberapa tahun berkelana didunia persilatan, dia sudah bertemu dengan orang, tidak dapat dihitung, tapi tidak pernah mendengar ada orang yang memakai senjata rahasia berbentuk bunga Ju.

Beberapa senjata yang lain sudah umum, tidak susah untuk dapat menduganya.

Untuk menebak siapa orang berbaju hitam yang kemarin itu adalah hal yang membuatnya sakit kepala. Tapi Xiao Dai kemudian tertawa, karena dia paling sedikit sudah  tahu.

Didunia persilatan orang yang dapat sekali gus melepas sekian banyak senjata gelap tidaklah banyak. Orang itu adalah seorang wanita, tapi pasti bukan janda Yuan Dashao, karena perawakan dia sedikit lebih matang dari pada janda Yuan Dashao.

Walau di malam hari, gerakannya juga sangat cepat, tapi bagi seorang lelaki seperti dia seorang wanita adalah sangat sensitif, walau kau pakai gentong kayu menutupi seluruh badannya, dengan mengandalkan perasaan saja, dia sudah dapat menerka di dalamnya adalah wanita atau laki laki.

Li Yuan-wai pernah mengolok-oloknya berkata, di  dalam gentong kayu walau diisi dengan seekor anjing kecil, Xiao Dai juga dapat menebak anjing itu jantan atau betina!

Seseorang pintar atau tidak pintar tidak dapat ditentukan oleh namanya.

Tangan Cepat Xiao Dai malah bernyanyi berdendang, lagunya adalah lagu yang enak, hanya sajaknya diayang mengarang sendiri.

Seorang wanita sangat seksi, larinya juga sangat cepat.

Serangan senjata rahasianya sangat hebat, lebih-lebih dapat melepas bunga Ju.

Begitulah Xiao Dai, kepandaiannya tidak sedikit, di dalam keadaan susah bisa membuat hiburan yang orang lain tidak bisa melakukannya, makanya Xiao Dai adalah Xiao Dai.

Dia sudah jalan lagi, berjalan mengikuti arah wanita yang kemarin malam itu menghilang.

Karena dia sudah mengerti, arah pergi wanita itu adalah arah keluar masuk, seseorang saat melarikan diri pasti lari mengarah keluar pintu, bila dia hafal akan tempat ini.

0ooo(dw)ooo0 Hartawan Li dan Polisi Setan sudah kembali lagi ke perumahan Hui Yuan.

Mereka ingin melihat Yuan Dashao yang sudah gila, lebih-lebih ingin menemukan sesuatu pada dirinya.

Walau Ershao mati bunuh diri, tapi asal kejadiannya karena hilangnya Yuan Dashao, dan menyebarnya berita yang salah bahwa Yuan Dashao telah mati. Tentu saja ini adalah dua hal, juga sama sekali tidak ada hubungannya, tapi mereka berdua tetap saja merasakan ada sesuatu yang tidak benar, semacam perasaan yang timbul begitu saja.

Orang yang berjalan di malam hari, sudah tahu di belakang tidak ada apa-apa, tapi malah selalu saja tidak tahan untuk menengok kebelakang beberapa kali, Hartawan Li dan Polisi Setan persis berada dalam keadaan demikian, mereka benar-benar berharap sesekali menengok kebelakang, dapat melihat sesuatu, walau setan juga boleh.

0ooo(dw)ooo0

Orang tua Qian membawa mereka berdua, baru saja masuk ke pekarangan belakang, langsung melihat Yuan Dashao dengan rambut acak-acakkan lari keluar dari kamarnya sendiri, melewati tembok benteng, terus lari menuju kebelakang gunung, sambil tertawa dan berteriak, mulutnya komat-kamit tidak tahu berkata apa.

Hartawan Li mau bergerak, tapi ditahan oleh Polisi Setan.

"Tidak apa-apa, Tuan muda besar setelah gila sering jadi begini, sebentar lari ketimur sebentar lari ke barat, setelah beberapa saat dia baru pulang kembali,” kata orang tua Qian sambil mengeluh.

"Meski orangnya telah hilang ingatan, tapi ilmu silatnya tetap masih ada, polisi Tie, kau lihat gerakan Yuan Dashao tadi sungguh sangat cepat, keluarga Yuan dua bersaudara sungguh orang hebat yang jarang ada didunia persilatan, hai! Satu meninggal, yang satu jadi gila....” wajah  Hartawan Li tadinya masih ada senyum, sekali menyebut Ershao, walau ingin berpura-pura, juga tidak bisa menampilkan senyumnya yang khas, dengan bengong berkata pada Polisi Setan.

Polisi Setan tidak menjawab, dia hanya terus memandang kearah perginya Yuan Dashao sambil memikirkan sesuatu.

Beberapa hari mereka sudah hidup bersama, Hartawan Li sedikit banyak sudah mengerti kepada polisi yang setan pun bisa ditangkapnya, Li Yuan-wai mengangkat bahu tidak merasa tersinggung.

0ooo(dw)ooo0

Ini adalah kamar baca yang luas, tapi berantakan.

Orang tua Qian menemani Hartawan Li dan Polisi Setan dengan santai melihat-lihat dekorasi disekelilingnya.

Polisi Setan melihat di atas meja ada sebuah gambar bunga Ju yang belum selesai digambar tapi jelas tintanya sudah kering lama, pada orang tua Qian berkata, "Apakah Yuan Dashao sangat suka bunga Ju?"

Li Yuan-wai sekarang baru menemukan pada dinding kamar baca ini, tergantung gambar bunga Ju hingga tujuh buah, yang kuncup, yang sedikit mengembang, yang mengembang, yang putih, yang kuning, yang disembur tinta, yang digambar dengan teliti.

Sesaat seperti berada dikebun bunga Ju.

"Betul Tuan muda besar sangat suka bunga Ju, juga suka menggambar bunga Ju." Apa anehnya seseorang suka bunga Ju? Ini sama seperti ada orang suka makan daging panggang, ada orang suka makan ikan.

Seorang yang sedang menyelidik perkara terhadap apa pun dia pasti merasa curiga, Li Yuan-wai merasa sedikit geli, maka tertawalah dia.

Dengan memiringkan kepala, Polisi Setan melotot pada Hartawan Li, dengan dingin berkata, "Apa ada yang lucu? Hartawan besar?"

Hartawan Li terkejut, sedikit gagap berkata, "Tertawa....

tertawa tidak.     tidak melanggar hukum bukan? Aku hanya

membayangkan nadamu bicara, sepertinya orang suka bunga Ju juga tidak boleh, aku ingin tertawajadi tertawalah."

"Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan jadi terus menyelidiknya, seseorang, hal, tempat, benda yang khusus, ini juga cerita pengalaman puluhan tahun aku menyelidiki perkara, kau Hartawan miskin masih muda tidak tahu apa apa, kau harus ingat perhatikan segala sesuatu yang ada disekeliling, di kemudian hari baru tidak akan rugi terkena tipu orang, tidak mendengar. ”

"Tidak mendengar kata orang tua, rugi di depan mata betul kan? Kepala polisi besar, kau ampunilah aku! Tadi aku hanya tertawa sekali, anda tuan besar jadi di depan tiga raja, di belakang lima kaisar mengajar orang, itu bukankah menyiksa orang....” melanjutkan kata yang belum habis dikatakan, Hartawan Li dengan wajah tersenyum-senyum, seperti petasan berantai berkata-kata.

Menunggu adalah hal yang sangat melelahkan orang. Sesudah menunggu sehari, masih belum melihat Yuan

Dashao kembali. Hartawan Li dan Polisi Setan terpaksa dengan sedikit kesal kembali ke kota kabupaten Ping Yang.

Juga disaat mereka meninggalkan perumahan Hui Yuan.

Yuang Dashao sudah kembali.

Kejadian didunia ini suka begitu, dengan sengaja menunggu, sering menunggu tanpa hasil.

0ooo(dw)ooo0

Sepertinya disetiap kota, disetiap sudutnya pasti ada pengemis.

Bukan setiap pengemis adalah anggota Gai-bang, tapi di tempat yang ada pengemisnya kau pasti dapat menghubungi orang Gai-bang.

Dikota kabupaten Ping Yang pengemis di dalam radius tiga ratus li semuanya menerima Plat Bambu Perintah dari Li Yuan-wai, begitu menemukan orang yang berpakaian dan dandanannya seperti Tangan Cepat Xiao Dai, harus segera melapor.

Hanya dengan perkataan saja, sungguh sulit menggambarkan seseorang dengan persis.

Makanya, dikota kabupaten Ping Yang dalam radius tiga ratus li setiap remaja yang berpakaian mewah asal berada di jalanan, sehari paling sedikit bisa terjadi lima kali lebih....

ditanya orang, "Apakah kau Tangan Cepat Xiao Dai?"

Makanya semua orang tahu Tangan Cepat Xiao Dai sudah datang disekitar kota kabupaten Ping Yang, ini adalah kabar yang dikatakan kecil tidak besarpun tidak.

Didunia kalangan dunia persilatan, yang dipuja adalah seorang pahlawan, yang dikagumi rata-rata pendekar muda, nama besar Tangan Cepat Xiao Dai sudah cukup disebut pahlawan, dia adalah pendekar muda, makanya semua orang memperhatikan, takut tidak ada kesempatan bertemu dengan orang terkenal didunia persilatan ini.

0ooo(dw)ooo0