Duri Bunga Ju Bab 02: Awal

 
Bab 02: Awal

Kakak dan adik sama-sama baik. Beberapa tahun lalu. Disatu senja hari.

Disatu kota kecil biasa, di jalan raya depan kota kecil dipinggir sebuah kebun bambu.

Dua anak kecil yang baru berusia delapan-sembilan tahun sedang berkelahi.

Yang satu sedikit gemuk, yang satu lagi tinggi kurus. Keduanya berkelahi sampai lupa diri....

Seorang tua dengan sepasang tangan yang mantap dengan kuat memisahkan mereka berdua, setelah menanyakan alasan mereka berdua berkelahi, dijawab bahwa alasannya hanya karena saling mengejek nama, orang tua itupun tertawa.

Dengan satu tangan menuntun satu orang mereka duduk di bawah. Orang tua itu mengutarakan kata-kata yang masuk akal! Sehingga kedua anak itu menjadi malu dan menundukkan kepala. Setelah melihat kedua anak saling memeluk dan juga bersumpah selanjutnya tidak akan berkelahi lagi, baru orang tua itu sambil tertawa, pergi meninggalkan mereka. Itulah cerita tentang Wang Dai, Li Yuan-wai dengan Yuan Ling bertiga.

Di belakang hari, dua orang anak itu tumbuh besar dan masing-masing mendapat seorang guru hebat, saat bertemu lagi didunia persilatan, Yuan Ling sudah dipanggil orang dengan hormat sebagai Yuan Ershao.

Kebetulan sekali dalam satu pertemuan Wang Dai dan Li Yuan-wai bertemu dengan Yuan Ling, saat itu Yuan Ling sudah tidak mengenal mereka lagi, tapi Wang Dai dan Li Yuan-wai masih mengenalnya.

Setelah itu mereka bertiga menjadi sahabat lagi, sahabat yang sungguh-sungguh, sahabat yang tidak mempersoalkan untung rugi.

Walau Wang Dai di kemudian hari memperoleh julukan Tangan Cepat Xiao Dai, Li Yuan-wai juga telah menjabat sebagai Pengawas bagian hukum Gai-bang, tapi kecuali famili terdekat, orang luar tidak tahu bagaimana persahabatan di antara mereka bertiga.

0ooo(dw)ooo0

Setelah habis mendengar ceritanya, Polisi Setan Tie Cheng Gong baru tahu bahwa Xiao Dai dan Li Yuan-wai sama dengan dirinya, semua adalah temannya Yuan Ershao, karena masalah Yuan Ershao mereka sekarang datang.

Kepandaian dan ilmu silat ketiga orang ini semuanya nomor satu didunia persilatan, tapi terhadap masalah Ershao mereka tidak tahu apa-apa, empat hari lagi dari jadwal eksekusi, mereka masih belum bisa berbuat apa apa. Sehingga Xiao Dai sebentar-sebentar meloncat, Polisi Setan geleng-geleng kepala, Li Yuan-wai berteriak-teriak gelisah.

0ooo(dw)ooo0 Rumah Yan letaknya di jalan kecil Utara.

Disebuah bangunan yang sederhana, kedua sampingnya ada dua kamar.

Begitu duduk di dalam ruangan, menatap meja makan ditengah ruangan, di atasnya ada bunga segar dan buah- buahan, ada plat yang bertuliskan "Tempat arwah almarhum suami Tuan Yuan Di", Polisi Setan tampak sedang merenung tidak bisa berbuat apa-apa.

Janda yang ditinggalkan Yuan Di bermarga Zhao, dia berpakaian putih, dikepalanya ada bunga beludru putih, dia keluar dari dapur sambil membawa baki dengan masakan di atasnya.

Orang yang pekerjaannya menyelidiki perkara biasanya mempunyai sepasang mata yang tajam, Polisi Setan juga tidak terkecuali, dia sudah melihat sepasang mata janda Zhao sedikit merah, rambutnya sedikit kacau, mungkin sudah menangis habis-habisan.

Janda Zhao itu berumur kira-kira dua puluh tiga-empat, wajahnya cantik seperti lukisan dibuku, tapi di mata Polisi Setan selalu merasa ada yang tidak beres pada dirinya, sepertinya wanita ini memberi kesan pada orang, dia sedang berpura-pura.

"Aku belum tahu ada hubungan apa tuan dengan almarhum suamiku! Sehingga merepotkan anda datang dan banyak mengeluarkan biaya, aku sangat berterima kasih sekali." Habis berkata itu dia memberi salam.

"Nyonya ramah sekali, semua terjadi karena aku terlalu sembrono. Dulu aku dengan Yan Dashao (Tuan muda tertua) pernah berhubungan bisnis, jadi sudah lama kenal, kami sering berhubungan, dua tiga tahun terakhir ini karena sama-sama sibuk dan tidak tinggal disatu tempat, hubungan kami jadi sedikit renggang, maaf, berita duka ini terlambat aku dengar, beberapa bunga dan buah-buahan ini tidak seberapa harganya, aku harap Nyonya dalam keadaan baik sekali."

"Boleh tahu siapa nama Tuan?" "Aku Tie Cheng Gong."

"Tuan Tie bagaimana bisa tahu aku tinggal di sini?" "Ini. aku mendengar seorang teman mengatakannya."

"Siapa teman Tuan Tie?"

"Ini.... nyonya belum tentu kenal dirinya, dia hanya seorang persilatan."

Sepasang mata janda Zhao sepertinya ingin memandang tembus diri Polisi Setan Tie Cheng Gong, membuat Tie Cheng Gong jadi malu.

Jika orang berbohong, hatinya pasti kosong. Tie Cheng Gong dengan jelas tahu teori ini, jadi dia tidak berani bertatapan muka dengan nyonya besar yang bermulut tajam ini.

"Tuan Tie, aku pikir jika Tuan ada masalah yang ingin ditanyakan, silahkan katakan saja! Asalkan aku tahu, aku pasti memberitahukan pada Tuan."

Setelah berkata itu wajahnya seketika menjadi merah hijau, Tie Cheng Gong sama sekali tidak bisa membayangkan, bagaimana suatu hari dia bisa mendengar kata-kata yang begitu tajam, dan lagi orangnya sudah mengetahui kebohongan dirinya.

Kata-kata bohong seorang laki-laki jika terbongkar, perasaannya sama seperti orang tidak memakai celana di depan orang, apalagi lawan bicaranya adalah seorang wanita, didunia ini rasanya tidak ada lagi hal yang lebih dari 'Bau beras kering'.

Ceritanya akan lain, jika orang punya kebiasaan bicara secara terbuka.

Mungkin hanya Polisi Setan Tie Cheng Gong yang mempunyai masalah seperti ini! "Sudah menjadi tugasku penyelidikan perkara ini, dalam masalah pribadi, aku dengan Yuan Ershao adalah teman lama, aku ingin sedikit membantu dia."

"Buktinya sudah jelas, perkaranya seberat gunung. Tuan Tie jika kau menaruh curiga, kau bisa membuka berkas dikantor pengadilan, atau bisa juga pergi menanyakan pada binatang berwajah manusia yang hatinya baik itu, walau aku seorang wanita lemah, Nama 'Polisi Setan' tidak akan menakutkan aku, silahkan tanya saja!"

"Nyonya, kejadian sebenarnya kau yang paling tahu, aku tidak mengerti apa alasanmu berbuat begini? Tapi ada satu hal yang aku yakin, yaitu kau pasti bisa bersilat, juga tidak lemah, kau bisa beritahukan padaku kapan kau mulai belajarnya?"

"Aku tidak bisa bersilat, pelayan keluarga Yuan dan orang yang kenal aku semuanya tahu, apa kau kira kau telah melihat. ?"

"Ini adalah perasaanku, tentu saja aku sekarang juga bisa mencobanya, seperti yang kau katakan, sekarang perkara ini buktinya seperti gunung, walau pun dapat membuktikan kau bisa bersilat, juga tidak akan mempengaruhi apa apa, tapi perkara ini tidak akan merubah Ershao menerima hukuman lalu jadi selesai, aku tetap akan menyelidik dan membuktikannya." "Betulkah? Aku harap gelar Polisi Setan jangan hancur di kota kabupaten Ping Yang ini."

"Aku ingin bertanya, seorang perempuan biasa bagaimana bisa tahu aku adalah Polisi Setan?"

"Itu adalah rahasiaku, kau juga bisa menyelidiknya bukan!"

"Nyonya, masih ada empat mayat lagi, permisi."

"Baik, aku sudah lama keluarkan perintah mengusir tamu, silahkan."

"Menyesal sekali, aku telah terlalu lama mengganggu, aku pasti akan kembali, dan lagi akan sangat cepat, harap lain kali saat aku datang lagi, kau bisa ganti sepasang sepatu, sepasang sepatu kecil kulit rusa ini, sepertinya kurang cocok dengan dandananmu."

Polisi Setan sedang duduk di dalam kedai teh, dia sedang menunggu Xiao Dai dan Li Yuan-wai, dibenaknya terisi bayangan janda Yuan Dashao.

Apa benar seorang wanita demi harta warisan jadi mencelakai adik ipar sendiri?

Yuan Ershao tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu, tapi kenapa dia tidak mau membela diri?

Apa seorang ibu tega meracun anaknya sendiri? Bagaimana cara matinya Yuan Dashao?

Wanita ini diluaran tidak seperti berita yang terdengar bahwa dia tidak bisa bersilat, masalah ini apakah Yuan Ershao tahu?

Tadi saat pergi, dia menangis, untuk siapa dia menangis?

Semua masalah ini seperti benang kusut, untuk mengurainya mungkin tidak akan selesai dalam waktu singkat, dia hanya berharap Wang Dai dan Li Yuan-wai bisa cepat datang, hingga mereka bisa bersama-sama menyelidik masalah yang rumit ini.

0ooo(dw)ooo0

Tinggal tiga hari lagi.

Seorang yang ternama didunia persilatan, seorang pendekar muda yang paling muda akan dipenggal kepalanya dikota kabupaten Ping Yang ini, karena tersangkut perkara.

Berita ini akhirnya tersebar juga, bagaimana bisa tersebarnya? Tidak ada orang yang tahu, juga tidak ada orang yang menyelidiknya, biar bagaimana pun beritanya sudah tersiar kedunia persilatan.

Sehingga....

Dunia persilatan bergolak. Dunia persilatan menjadi ramai.

Dalam satu malam kota kabupaten yang sangat kecil ini menjadi ramai, setiap penginapan penuh dengan pelancong dan tamu dari orang orang dunia persilatan.

Orang-orang yang terlambat mendapat berita ini, tetap menyusul datang ke kota kecil ini, mereka seperti mengejar kehidupan, begitu terburu-buru seperti takut ketinggalan.

Tapi orang-orang ini, kebanyakan adalah hanya ingin melihat keramaian saja, tentu saja tidak sedikit pula, yang punya tujuan lain, apa tujuan mereka, tidak ada seorangpun yang tahu.

Manusia memang mempunyai satu penyakit yang sama yaitu suka akan keramaian, seperti "Tinggal diseberang melihat kebakaran", "Menonton harimau berkelahi dari belakang gunung", semua menjelaskan penyakit setiap manusia.

0ooo(dw)ooo0

Tempat yang banyak orang, pasti banyak orang menggunakan kesempatan berjualan, tentu saja yang berjualan makanan juga yang paling banyak.

Tapi pernahkah kau melihat orang berjualan makanan di tempat orang mati? Jika ada, orang ini pasti seorang gila, cara orang gila melakukan sesuatu pekerjaan, orang normal tentu saja tidak bisa menduganya.

Menggelar barang dagangan di depan rumah orang yang sedang berduka cita, bukankah bisa dikatagorikan sebagai orang gila?

Sebuah jalan kecil di utara, diseberang jalan agak kepinggir dari pintu rumah Yuan, di bawah talang air, ada sederetan rumah yang pendek bangunannya, ada seorang pendek menggelar dagangannya, tidak ada meja, hanya di depan dagangannya ditaruh lima enam kursi berkaki tinggi, yang dijualnya adalah tahu bau.

Jika dilihat dengan lebih teliti, ternyata orang itu adalah Li Yuan-wai.

Dia tidak perlu menyamar, karena tubuhnya sudah seperti pedagang kecil, apalagi pakaiannya agak kotor. Tanggungan barangnya adalah hasil dia berusaha sendiri dengan meminjam lima liang perak pada Wang Dai, jika dihitung lima liang perak ini, jumlah hutang dia pada Wang Dai sudah ada tiga puluh delapan kali lima liang perak, walau Wang Dai tidak pernah membuka mulut menagih, namun Li Yuan-wai sendiri yang sering mengucapkannya, karena dengan demikian baru dia dapat menyatakan dirinya masih sering mengingat akan hutangnya. Tidak perduli punya uang untuk bayar hutang atau tidak, asal berniat membayar, walau hanya mengatakannya dimulut, orang yang meminjamkan uang tentu akan tenang dan gembira, biasanya jika sudah menerima uang yang dipinjamkan, sudah seperti bapau daging dilempar ke anjing, mati-matian tidak mau mengaku meminjam. Mungkin dalam pikiran mereka, pasti pada suatu hari anjing akan bosan makan bakpau daging!

Bisnis Li Yuan-wai lumayan juga, semua itu karena berita yang tersebar bahwa nyonya besar keluarga Yuan sudah meninggalkan Perumahan Hui Yuan dan pindah kesini.

Seharian ini tidak tahu ada berapa banyak orang tidak putus-putusnya datang untuk mengucapkan bela sungkawa atas kematian Yuan Di Yuan Dashao, walau Dashao sudah mati hampir satu tahun dan sudah lama dimakamkan, beritanya malah baru-baru ini tersebar, di depan meja sembahyang arwah menyatakan bela sungkawa adalah satu niat.

Yuan Dashao sewaktu hidup namanya walau tidak setenar Ershao, tapi sifat dia royal, suka membantu orang, hingga dirinya mendapat julukan Wu Hui Yuan. Wu Hui artinya adalah pasti tidak akan pulang dengan tangan kosong.

Li Yuan-wai menggelar dagangan dan menjual tahu bau, ini adalah hasil perundingan Polisi Setan dan Tangan Cepat Xiao Dai, tujuannya adalah untuk mengawasi gerak-gerik nyonya besar keluarga Yuan, karena setelah Polisi Setan mengetahui dia bisa bersilat, selalu mengganggu pikirannya, dalam ingatannya, juga hasil dari dia pergi menyelidik ke perumahan Hui Yuan, semua orang tidak pernah mendengar nyonya Yuan bisa bersilat. Dari pagi sampai sore, janda Yuan Dashao selangkah pun tidak pernah keluar dari pintu.

Tahu bau Li Yuan-wai malah telah terjual sampai lima, enam liang perak.

Tidak ada orang yang dapat mengenal Li Yuan-wai, tentu saja, siapa yang mau memperhatikan seorang penjual jajanan? Jika ada orang yang tahu di sini Li Yuan-wai menjual tahu bau, mungkin gelaran dagangannya sudah hancur oleh desakan orang-orang, karena dia punya Jiao Hua Ji dan Qing Dun Geu Rou sudah ternama, jadi tahu baunya tidak akan terlalu jauh kwalitasnya.

Mengawasi orang juga adalah sebuah ilmu, bukan saja harus tahu betul jejak semua orang yang diawasi, lebih-lebih harus mengetahui juga siapa saja yang pernah dia ajak bicara, dan juga kegiatannya.

Li Yuan-wai didaerah Choan Shia sudah berkelana lama, setiap orang yang punya nama di dunia persilatan boleh dikatakan dia pasti kenal, itu juga alasan mengapa dia ditugaskan menjadi pengawas hukum di Gai-bang.

Malam sudah larut, orang yang datang menyatakan turut bela sukawajuga sudah sedikit.

Disaat itulah....

Li Yuan-wai melihat kejadian menarik.

Seorang laki-laki bertopi lidah lebar tergesa-gesa masuk ke dalam rumah Yuan.

Mata, hidung, dan wajahnya semua tertutup oleh lidah topi, yang terlihat hanya dagunya saja, perawakannya sedang. Melihat pakaian dan dandanannya sepertinya dia seorang persilatan. Dari luar terlihat dengan jelas orang itu maju ke depan mengambil hio sembahyang, janda Yuan Dashao dipinggir menghormat, yang aneh adalah seharusnya sembahyangnya cepat selesai, tapi setelah menghabiskan waktu sampai seperminuman satu cangkir teh, masih belum ada tanda- tanda orang itu mau pergi, kenapa begitu?

Jawabannya hanya ada satu kemungkinan, yaitu orang itu sedang berbicara secara pelan dengan janda Yuan Dashao.

Setelah menunggu seharian dan melihat kejadian ini, Li Yuan-wai jadi perhatian, walau tidak tahu apa yang dibicarakan mereka, tapi melihat dandanan orang yang misterius, di dalamnya pasti ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan.

Sekitar waktu habis makan nasi, orang itu lalu melangkah keluar, janda Yuan Dashao juga segera  menutup pintu.

"Ta.... hu. bau."

"Tuan, ambillah sepiring! Tahu digoreng dadakan." Teriakan Li Yuan-wai sungguh sangat mirip, dia menampilkan tawanya yang khas, berkata pada orang yang datang bertopi itu.

"Hartawan Li, kau sungguh bersemangat, sesudah berdagang seharian, sudah waktunya pulang beristirahat." Orang itu menjawab tidak memalingkan kepala, sambil berjalan menjauh sambil bicara.

Mulut Li Yuan-wai menganga besar, tawa Li Yuan-wai yang biasanya sangat lucu, sekarang malah memberi kesan bahwa dia telah menemukan hal yang diluar dugaannya, persis seperti dirinya tidak hati hati telah menginjak kotoran anjing. Li Yuan-wai sudah seharian berjualan tahu bau, tidak ada satu orang pun yang mengenali dirinya, sekarang orang yang tidak jelas wajahnya, begitu berkata telah  membongkar rahasia dirinya, dia merasa terkejut, sulit dibayangkan.

Dia melihat orang itu sudah berjalan hampir sampai ke ujung jalan, dan segera akan bergabung dengan orang-orang yang ramai di jalan raya.

Li Yuan-wai berteriak lagi, suaranya sangat besar sekali. "Tahu bau, lah.... tahu bau, lah....” Dua suara pendek,

hanya huruf "lah" di belakang suaranya berirama panjang.

0ooo(dw)ooo0

Menunggu adalah semacam siksaan, apa lagi menunggu yang tidak tahu kapan selesainya.

Wang Dai sudah menunggu seharian, mulai dari Li Yuan-wai memikul tanggungannya, mulai jualan tahu bau, dia sudah duduk di dalam kedai makanan kecil ini.

Tempatnya diseberang tepat berhadapan dengan tempat jualan Li Yuan-wai.

Uang adalah barang yang menjadi kesayangan semua orang, dengan uang setan pun bisa mendorong gilingan, apa lagi manusia.

Makanya saat Bos toko kecil melihat cek dari bank Da Feng sebesar seratus liang perak berada di tangannya, jangan kata hanya menyewa tiga hari toko kecilnya, walau sepuluh hari atau setengah bulan, dia juga tidak akan berkata dua kali, dengan senang hati dia mempersilahkannya.

Teko arak di atas mejanya berserakan, satu di timur satu di barat mungkin sudah ada lebih dari sepuluh teko, kulit kacang juga bertaburan dimana-mana, disaat Xiao Dai diserang kantuk, dia mendengar teriakan Li Yuan-wai yang berbeda dengan yang pertama.

Dia melihat lewat jendela, tepat melihat orang yang bertopi lebar itu dengan cepat bercampur dengan orang- orang.

Sekejap saja matanya yang mengantuk menjadi segar, dibandingkan orang biasa lebih segar lagi, dia segera mengejarnya, tapi orang itu sudah menghilang dikerumunan orang.

0ooo(dw)ooo0

Seseorang jika sudah sadar akan mati hidupnya, maka terhadap segala sesuatu urusan dunia, dia sudah tidak akan bersemangat lagi.

Orang yang bisa bunuh diri, tentunya seorang yang sabar. Menghabisi nyawa orang mungkin tidak sulit, tapi jika menggunakan tangan sendiri, untuk mengakhiri nyawa sendiri, itu akan memerlukan keberanian yang cukup dan tabah.

Jika ada orang bunuh diri sekali tidak berhasil, akan dicoba kedua kalinya, ketiga kalinya, orang yang sudah bertekat untuk mati, siapa pun tidak akan dapat mencegahnya, juga tidak ada cara untuk mencegahnya, kematian ada kalanya buat seseorang bukanlah suatu akhir, tapi suatu permulaan.

0ooo(dw)ooo0

Yuan Ershao di dalam penjara telah mati bunuh diri....

Dia mati menabrakan diri pada tembok, keningnya hancur berantakan, wajahnya juga hampir tidak bisa dikenali lagi.... Matinya, jadi lebih meyakinkan kesalahannya....

Apakah dia takut akan dosanya jadi bunuh diri? Atau malu bertemu orang? Semua sudah tidak penting, karena orangnya sudah mati....

Seorang jantan tentu sulit dibunuh lawannya, meskipun sudah bersujud menyodorkan leher menunggu orang memenggalnya.

Dalam keadaan demikian, matinya seorang jantan, hanya dia sendiri yang bisa melakukannya.

Orang-orang persilatan yang datang melihat keramaian di kabupaten Ping Yang, merasa tidak menduga akhirnya akan jadi begini, rasa menyesal dan menyayangkan terdengar dimana mana, kebanyakan yang menyesal adalah mereka yang tidak bisa melihat wajah Yuan Ershao yang menggemparkan Jiang Nan, wajah yang tampan dan gagah itu.

Kebanyakan yang merasa kecewa adalah karena tidak dapat menyaksikan bagaimana hati dan ekspresi seorang pahlawan muda sebelum dieksekusi.

Siapa bilang manusia bukan makhluk yang paling kejam? Di hati yang paling dalam, pembunuhan dan bau amis darah hampir setiap orang suka melihatnya.

Selesai mayatnya diotopsi, seluruh administrasi telah diselesaikan.

Mayat Yuan Ershao diserahkan pada satu satunya tuan rumah keluarga Yuan yang sekarang.... janda Yuan Dashao.

Jalan kecil Utara segera menjadi makin ramai, dari pagi sampai malam kelompok orang orang persilatan, tidak pernah putus-putusnya datang ke rumah Yuan untuk mengucapkan turut berbela sungkawa pada Yuan Dashao dan Yuan Ershao.

Orang yang punya perhatian bisa melihat janda Yuan Dashao sepertinya lebih sedih atas kematian Yuan Ershao dibandingkan Yuan Dashao, orang lain mungkin tidak ada perasaan ini, tapi perasaan pengurus rumah Yuan, orang tua Qian lain lagi.

Orang tua Qian ingat saat mayat tuan muda besar diantar ke rumah, nyonya besar malah tidak meneteskan air mata, tapi ketika menerima mayat Ershao, setelah melihat tahi lalat merah dipergelangan tangan kanannya Ershao, nyonya besar malah menangis tersedu-sedu dan hampir pingsan, keadaan yang tidak biasa ini, hanya bisa bergumam di dalam hati saja.

0ooo(dw)ooo0

Jika anjing melihat mulut seekor anjing lainnya sedang menggigit tulang, dia pasti akan menerkam merebutnya. Seperti manusia, tidak bisa melihat janda kaya, melihat orang lain menjadi kaya, pasti matanyajuga akan menjadi merah.

Pagi-pagi sekali, saat Li Yuan-wai sedang memikul tanggungannya dan bersiap-siap berjualan di depan rumah Yuan, siapa tahu begitu tiba di tempat berjualannya, sudah ada dua puluh satu gelaran dagangan mendahuluinya, hampir semua jenis makanan ada, lebih-lebih lagi dia menemukan ada juga orang yang berjualan tahu bau, seluruh jalan kecil yang pendek itu hampir penuh dengan orang yang berjualan.

Dia merasa sudah berjalan paling pagi, tapi ternyata ada orang yang berjalan lebih pagi lagi. Li Yuan-wai menjadi bengong, mungkin seluruh pedagang makanan kecil di seluruh kabupaten semuanya datang berjualan di sini, tidak bisa dibayangkan perasaannya dan dia tidak dapat berbuat apa apa. Melihat tempat dia berjualan kemarin sudah di tempati oleh orang yang berjualan teh, dia sama sekali tidak punya akal, memangnya juga! Dirinya mengandalkan apa marah pada orang itu?

Disaat susah menentukan mau mundur atau maju, Tangan Cepat Xiao Dai" entah datang dari mana tiba-tiba saja muncul, dengan tersenyum mendatangi salah seorang penjual teh yang sedang berjualan, memberikan selembar cek dan jempolnya menunjuk kearah luar. Tampak penjual teh melihat keatas cek, sepasang matanya melotot, tidak melihat mengatakan sepatah kata pun, dia memikul dagangannya langsung melangkah keluar.

Li Yuan-wai buru-buru maju ke depan merebut kembali tempatnya.

"Sungguh sangat berharga tempat ini." Xiao Dai tertawa pada Li Yuan-wai, sambil kembali ke toko makanan kecil yang kemarin dia sewa.

0ooo(dw)ooo0

Saatnya menyalakan lampu.

Tidak ada rasa ragu-ragu dan tidak ada rasa bersalah, kali ini Polisi Setan dengan leluasa mendatangi lagi rumah Yuan Dashao di jalan kecil Utara.

Orang telah datang walau bagaimana pun itu adalah tamu.

Orang tua Qian dan janda Yuan Dashao segera mempersilahkan Polisi Setan mengambil hio untuk sembahyang.

Polisi Setan mengusap dagunya, sedikit tidak sungkan berkata, "Nyonya, aku ada satu permohonan." Penampilannya sedikit lusuh, janda Yuan Dashao dengan perasaan sedih berkata, "Orangnya sudah mati, jadi segala penghinaan dan nama buruknya sudah tidak ada artinya lagi, aku tidak mau banyak bicara, jika kau ingin menemuinya, dia ada di belakang meja sembahyang, orang tua Qian bisa menemanimu."

"Terima Kasih."

"Tidak usah, aku tidak ada alasan menghalangimu, juga tidak pantas mencegahmu, makanya kau tidak perlu terima kasih padaku."

"Bukan begitu, setelah Ershao meninggal, semuanya masih harus mengandalkan mu mengurusnya, malahan kami sebagai temannya tidak dapat membantu apa-apa."

"Aku tidak mau mengatakan aku berjasa, di sini tetap masih tanah warisan leluhur Yuan, semua urusan setelah dia mati malah orang tua Qian yang harus tanggung jawab, terus terang saja, sekarang orangnya sudah mati, sudah seharusnya aku meninggalkan rumah Yuan, aku belum pergi bukan untuk menunggumu, urusan pribadi atau urusan umum kau pasti ingin bertanya, tapi tetap seperti kata-kataku dulu, yang dapat aku katakan akan aku katakan, yang tidak dapat kukatakan tidak akan kukatakan, Polisi Setan harus menyelidik sendiri, kau curiga ada alasannya sendiri, aku juga ada alasan tidak bisa mengatakannya, kau adalah teman akrabnya, apa lagi aku adalah kakak iparnya, masalah tidak berperasaan, kau juga harus dapat maklum."

Perasaan yang tidak dapat diucapkan adalah perasaan yang paling tidak enak.

Polisi Setan mempunyai perasaan ini, tapi pertanyaan yang terlalu banyak juga harus perempuan ini yang bisa menjawabnya, sungguh dia tidak ingin bertanya, tapi tidak dapat tidak harus bertanya.

"Apakah benar Yuan Dashao sudah mati?"

"Dikepala mu ada satu kutu." Pertanyaannya mendadak, jawabannya ngawur.

Pertanyaannya kurang hormat, jawabannya kurang ajar. Orang yang lebih pintar, kadang kala makin bodoh.

Benar saja Polisi Setan menggaruk-garuk kepalanya. Tentu saja dia tidak dapat menggaruk apa apa, karena kepala dia hampir botak. Sehingga wajahnya jadi merah.

Orang yang mengatakan lelucon, harus dirinya tidak tertawa baru leluconnya bagus.

Nyonya besar seperti tidak terjadi apa-apa, wajahnya dingin menatap pemandangan ini.

0ooo(dw)ooo0

Memang, sudah jelas orang telah menjanda hampir satu tahun, dengan tanpa pikir menanyakan dia, benarkah suami mu sudah mati? Orang ini jika bukan idiot, pasti orang gila.

Mana ada seorang wanita ingin jadi janda?

Dimana lagi ada wanita yang tidak mengenal suami sendiri?

Walau curiga, ini juga bukan pertanyaan yang dapat sembarangan ditanyakan, ini hampir tidak berbeda jauh dengah pertanyaan "Apa kau selingkuh dengan orang?"

Polisi Setan tidak idiot, lebih-lebih tidak gila.

Jadi tidak aneh, janda Yuan Dashao dengan tidak kentara meledek dia.

0ooo(dw)ooo0 Akhirnya tetap saja satu jawaban.

Untung saja sinar lampu yang redup menutupi wajah tuanya yang merah seperti pantat kera.

Sampai orang tua Qian juga mengagumi kesabarannya, diam-diam dia mengeluh berkata, "Dua belah rusuknya tertancap pisau."

0ooo(dw)ooo0

"Anakmu Yuan Xing yang berumur empat tahun, benarkah dia yang meracunnya sehingga mati?"

Polisi Setan mengajukan satu pertanyaan lagi. "Bukan."

Baru saja selesai bertanya, polisi Setan sudah sadar, dia telah melakukan kesalahan yang sama lagi, dia kesal sendiri, tidak tahu akan mendapat reaksi apa. Satu kata ini, sungguh seperti dua halilintar disiang hari bolong menyambar dirinya sampai matanya berkunang kunang.

Mulutnya menganga bengong.

Apakah kau pernah lihat seorang nenek tua di dalam kerumunan orang banyak, bagaimana ekpresinya saat pantatnya dicolok dan diraba oleh seorang sembrono dari belakang?

Jika pernah melihatnya, itulah ekspresi Polisi Setan saat ini.

Siapa pun tidak akan menyangka jawaban janda Yuan Dashao adalah satu kata ini.

Orang tua Qian jugajadi bengong.

"Aku juga tidak tahu kenapa kematian Xing Er dituduhkan pada dia? Ini jelas salah paham. Pagi itu Xing Er mati, kejadiannya dia mati karena keracunan, tapi bukan karena diracun orang, tapi karena keracunan makanan."

Ini adalah salah paham? Salah paham yang sangat menakutkan!

"Nyonya, bisakah menceritakannya lebih jelas lagi?"

Polisi Setan seperti menemukan pusaka, buru-buru berkata, "Saat itu pengadilan dan pak Bupati tidak menyelidik dengan teliti, mungkin pejabat pembukuan mengira Xing Er diracun oleh dia, sampai aku juga mengira begitu, bukti Xing Er keracunan makanan adalah kejadian baru-baru ini."

"Apakah kau tidak pergi menjelaskannya? bagaimana kau bisa membuktikan bahwa Xing Er keracunan makanan?" Polisi Setan bertanya lagi.

"Papan sudah menjadi perahu, hukuman mati telah dijatuhkan, kurang satu hukuman juga tidak berpengaruh, ketika Xing Er mati keracunan kebetulan saat itu aku sedang mempelajari buku bagian kesehatan dan dasar penting pengobatan tradisional, baru aku menemukan Xing Er keracunan makanan."

"Bagaimana ceritanya?" Polisi Setan tanya lagi.

"Aku ingat pagi itu dia membawa satu ples madu untuk makanan kecil Xing Er, kemudian aku menyuruh Xing Er ke dapur menbantu aku membersihkan bawang. Orang rumah sangat suka makan bawang mentah rangkap kueh, makanya Xing Er juga makan dua buah bawang mentah. Tidak lama kemudian wajahnya menjadi hijau dan mati di pekarangan belakang, keadaannya persis seperti mati diracun orang, tapi penyebab utamanya adalah keracunan akibat makan madu dengan bawang mentah." Cerita ini, membuat Polisi Setan dan orang tua Qian berdua mendengarnya sampai matanya melotot mulut menganga, tidak tahu harus berbuat bagaimana.

Cerita ini entah dari mana asalnya, dan siapa yang bisa mengerti madu lebah dimakan dengan bawang mentah bisa mematikan orang?

Walau seorang tabib pun belum tentu bisa tahu.

0ooo(dw)ooo0

Jika bukan janda Yuan Dashao yang mengatakannya sendiri, penyebab kematian Xing Er ini pasti diracun oleh Ershao, tidak ada seorangpun yang dapat membela dirinya.

Walau Ershao sudah mati, paling sedikit sudah dibuktikan dia bukanlah seorang yang sudah kehilangan prikemanusiaan, membunuh keponakan sendiri dengan meracunnya.

Tetapi, orangnya sudah mati, berarti masalahnya semua juga hilang, yang akan datang bagaimana, tidak tahu.

Wajah janda Yuan Dashao penuh dengan ekspresi misterius, sepertinya sedang mengenang sesuatu, juga seperti menyesalkan sesuatu.

Hanya sorot mata Polisi Setan yang menatap tajam wajah janda Yuan Dashao dengan penuh pertanyaan dan tidak mengerti, seperti sedang melihat satu gambar sampai terpesona.

0ooo(dw)ooo0

Tiba-tiba dia teringat sesuatu, janda Yuan Dashao juga menyadari udara disekeliling seperti berhenti, di dalam matanya terkilas suatu ketidak tenangan juga seperti tertutup sesuatu, dengan ketakutan dan gelisah dia berkata, "Jika kau ingin melihat dia terakhir kalinya, sekarang kau sudah bisa pergi melihatnya, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi, karena yang harus kau ketahui kau sudah tahu sekarang, sisanya ada hubungan dengan masalah pribadi, aku ada alasan untuk tidak memberitahumu."

"Aku mengerti, yang terakhir izinkan aku bertanya, apakah kau bisa menyulam?"

Kata kata ini lebih-lebih membuat orang bengong.

Orang tua Qian sungguh tidak mengerti apakah Polisi Setan ini orang waras atau bukan, dia ingin mengulurkan tangan mengusap keningnya, merasakan apakah dia sedang demam.

Dua pertanyaan terdahulu sudah tidak sopan,  pertanyaan terakhir ini lebih lebih gila, apakah perkara Ershao dengan nyonya besar menyulam apa ada hubungannya?

0ooo(dw)ooo0

Sepertinya sulit menjawabnya, janda Yuan Dashao berpikir lama sekali.

"Wanita kebanyakan bisa menyulam, aku adalah wanita."

"Benarkah ada juga wanita yang tidak bisa menyulam?" "Seharusnya ada."

"Terima kasih atas jawabanmu, aku pikir kita akan bertemu lagi, bukan?"

"Aku sekarang mau pergi, aku juga akan menunggumu, danau Dong Ting, Jun Shan. Orang tua, perumahan Hui Yuan suruh para pelayan jangan ada yang merubahnya, harus tetap seperti semula, nanti ada orang yang akan kembali lagi." 0ooo(dw)ooo0

Polisi Setan tidak jadi pergi kebelakang melihat Yuan Ershao terakhir kalinya, saat setelah janda Yuan Dashao keluar dari pintu, dia terus melihat keluar pintu memikirkan banyak hal.

Siapa yang akan kembali lagi ke perumahan Hui Yuan? Dia sendiri? bukankah dia kembali ke danau Dong Ting

Qun Shan?

Jika bukan dia, ada siapa lagi? Yuan Dashao? Yuan Ershao?

Dia kenapa mau memberitahukan pada dirinya penyebab kematian anaknya?

Apakah dia mempunyai kepentingan membantu Ershao membersihkan kesalahan meracun keponakan?

Tadi dia sedang memikirkan apa? Dan menyesal tentang apa?

0ooo(dw)ooo0

"Tahu bau yo, tahu bau yo. ”

Melihat janda Yuan Dashao keluar pintu, Li Yuan-wai juga berteriak lagi, suaranya sangat besar, juga dua suara pendek.

Pas disaat suaranya berhenti, di depannya tercium bau harum, janda Yuan Dashao sudah duduk dibangku.

"Hartawan Li, orang memanggilmu begitu bukan? Tolong kau beri aku satu piring tahu bau, tehnya tidak perlu, baunya terlalu menyengat sudah menyulitkan orang, ditambah lagi dengan yang asam, sungguh aku tidak tahu bagaimana menelannya."

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai, dipanggil juga Hartawan Li, adalah teman- teman persilatan yang memanggil dia demikian.

Sekarang wajahnya yang bulat sudah hampir menjadi panjang, sungguh menyesal dirinya menuruti ide bodohnya Tangan Cepat Xiao Dai dan Polisi Setan, dia datang kesini menyamar sebagai penjual tahu bau, tujuannya untuk mengawasi orang, siapa tahu dirinya malah diketahui orang, dia yang seharusnya barada di tempat gelap malah ada di tempat terang. Bukankah ini sama dengan doger monyet?

Kemarin, pria yang bertopi itu sudah tahu akan dirinya, hari ini dia tadinya sudah tidak ingin menyamar lagi, justru Xiao Dai dan Polisi Setan mengatakan telah menunggu semalaman tidak melihat orang itu balik kembali, jadi tidak akan ada orang yang melihat penyamarannya lagi, sekarang pemeran utama wanitanya telah muncul, malah mau makan tahu bau nya lagi, jual atau tidak jual?

0ooo(dw)ooo0

Sesudah tertawa, wajah Li Yuan-wai kembali jadi bulat lagi, tawa khasnya tetap ada.

Karena sudah terpikirkan olehnya dirinya tidak pernah melihat satu pagelaran sandiwara sampai setengah jalan tidak diteruskan lagi.

Dan dia juga teringat ada seorang wanita pernah mengatakan padanya, "Hartawan Li! apakah kau tahu asalkan wanita, mereka semua akan terpesona sampai tidak bisa berkata melihat tawamu?"

Maka dia tertawa.

"Nyonya muda besar, kau duduklah sebentar, tahunya aku ambil yang sedikit lebih tua dan wangi, aku akan menggorengkan lagi untukmu." Menampilkan tawa yang menurut dirinya paling setimpal, mewakili Li Yuan-wai.

Tapi dia lupa satu hal, tidak ada seorang laki-laki pun yang bisa ketika sedang menangis tiba-tiba menghentikan tangisnya dan berubah menjadi tertawa, 'dari menangis jadi ke tawa' kata kata itu hanya berlaku untuk para wanita.

Disaat dia melihat nyonya besar dalam sekejap sudah duduk di depan dirinya, dia tidak bisa melihat ekspresi wajahnya sendiri, yang tidak lebih bagus dibandingkan saat menangis, sekarang mana bisa dia menampilkan tawanya yang sangat memikat itu.

0ooo(dw)ooo0

Dua orang yang tidak pernah bertemu, apa lagi seorang lelaki dan seorang perempuan, apa lagi dalam keadaan begini, sepertinya tertawa adalah jembatan yang paling bagus.

Nyonya muda besar tertawa, setelah melihat Hartawan Li tertawa.

Apalah tertawa bisa mempesonakan seluruh kota? Li Yuan-wai sekarang sudah melihatnya.

Lelaki dengan wanita bertanding tertawa, kira-kira tawa siapa yang lebih memikat, bukankah ini pekerjaan yang gila-gilaan?

Maka Li Yuan-wai kalah, kalah sampai matanya melotot mulut menganga.

0ooo(dw)ooo0

"Tahu aku. sudah matang."

"Betulkah? matang sedikit supaya mudah dicerna!" "Yang aku katakan adalah tahu di penggorenganmu." "Aku juga bilang tahu di penggorenganku."

"Apakah kau bisa beritahu aku, apa alasan kau jualan tahu?"

"Eee, karena ada orang yang suka makan tahuku." "Apa kau bisa, jika tidak berjualan tahu?"

"Tidak bisa, karena aku sendiri juga suka makan tahu."

"Aku bisa mengeluarkan uang lima puluh kali lipatnya, membeli tempat jualanmu ini."

"Tidak, aku berharap bisajadi tersohor!" "Mengapa kau begitu angkuh?"

"Benar, sebelum tercapai kehendakku, aku tidak akan berhenti."

Tanpa mencicipinya sedikitpun, janda Yuan Dashao bangkit berdiri, tawanya sudah menghilang, dilanjutkan dengan tawa dingin, sepasang tangan sedikit gemetar.

Li Yuan-wai malah tertawa, kali ini tawanya wajar, mungkin kalau nyonya besar tidak tertawa lagi, tidak ada yang bisa menandingi tawanya.

Ternyata tawa Li Yuan-wai sungguh "memikat", juga sangat seksi.

Tertawa ya tertawa, sepasang tangan Li Yuan-wai ditaruh di atas tanggungan, matanya menatap tajam sepasang mata nyonya besar.

Dua orang itu tegang berdiri di sana, udara pun menjadi tegang.

Situasinya semakin membeku, satu hawa pertempuran yang mematikan mengelilingi tempat jualan ini, lama sekali.... Keringat dikepala janda Yuan Dashao, setetes demi setetes turun ke bawah.

Li Yuan-wai lebih baik sedikit, keringat di wajah juga hanya beberapa butir menempel dikedua sisi hidung yang manis itu.

Siapa pun tidak berani mendahului bergerak, juga tidak berani sembarangan bergerak.

Sebab tidak berani mendahului bergerak adalah karena dua orang ini merasa tidak yakin mendahului bergerak bisa melumpuhkan lawannya, dan lagi jika sekali pukul tidak berhasil, dia akan mendapat serangan balik yang telah dipersiapkan lawannya, serangan baliknya ada kemungkinan satu serangan yang mematikan.

Keduanya tidak berani sembarangan bergerak, bergerak satu gerakan kecil saja bisa memberi peluang pada lawan untuk membalas. Pertarungan pesilat tinggi sering ditentukan oleh satu gerakan salah yang amat kecil, malah satu nafas yang tidak stabil, urat syaraf disembarang tempat di seluruh tubuh yang mengalami kram, juga akan menjadikan situasi yang sulit dipulihkan.

0ooo(dw)ooo0

Tidak tampak ada senjata kedua orang itu.

Ada kala senjata yang tidak tampak, adalah senjata yang paling menakutkan.

Apa lagi pesilat tinggi, tidak memerlukan senjata untuk mematikan lawan, hanya mengangkat telapak tangan, menendang, sampai angin jari atau satu tiupan tenaga dalam, jangan kata manusia, sepuluh sapi juga dalam sekejap bisa menjadi bangkai yang kaku. Inilah yang ditakuti dari seorang pesilat tinggi, karena seorang pesilat tinggi seluruh tubuhnya dari atas sampai ke bawah tidak ada satu pun yang bukan senjata, tidak ada satu tempatpun yang tidak bisa mematikan lawan.

0ooo(dw)ooo0

Tangan Cepat Xiao Dai meloncat, setelah dia mendengar dua kali teriakan Li Yuan-wai yang pendek itu.

Dia yang seperti kucing dengan lincah keluar dari dalam toko, tapi dia hanya melihat janda Yuan Dashao, bukan saja tidak melangkah menuju kearahnya, malah sepertinya sedang asyik mengobrol dengan Li Yuan-wai.

Dia menyandar ketembok, tampaknya seperti sedang menunggu seseorang.

Kali ini dia tidak berani sembrono lagi, kemarin dia tidak bisa mengikuti orang bertopi misterius itu, saat malam membicarakan hasil pertempuran, dia mendapat banyak omelan dari Li Yuan-wai dan Polisi Setan. Hari ini jika tidak dapat mengikuti lagi, dia pasti tidak akan lolos mendapatkan cacian dari dua kura-kura itu, terpaksa dia berlarian disepanjang jalan.

Para pedagang kecil di jalan kecil Utara tiba-tiba terjadi sedikit keributan.

Dalam hati Tangan Cepat Xiao Dai berdebar-debar, tidak tahu apakah dirinya harus menghampirinya dan melihat apa yang terjadi.

Sebenarnya disudut tempat dia berdiri dapat melihat dengan jelas tempat jualan tahu bau Li Yuan-wai, sekarang para pedagang kecil itu sudah mengerubungi membentuk satu tembok manusia, tepat menghalangi pandangannya, melihat keributan mereka, mungkinkah orang berdua orang itu sudah mulai bertarung? Xiao Dai menyesal, menyesal kenapa tadi pagi tidak mengambil lebih dua puluh lembar cek, mengusir pergi semua para pedagang kecil yang berkerumun yang entah dari mana datangnya, seperti si bopeng penjual teh itu.

0ooo(dw)ooo0

Sebuah busur yang ditarik penuh, jika waktunya terlalu lama akhirnya akan terlepas juga.

Li Yuan-wai berhadapan dengan janda Yuan Dashao, saat ini hawa pembunuhan di antara keduanya, persis seperti busur yang ditarik penuh, busur yang hampir putus.

Keringat Janda Yuan Dashao bercucuran. Tawa Li Yuan-wai sudah hampir membeku. Seperti patung bocah mas dan gadis giok dikuil.

Orang-orang yang menonton disekeliling tampak sudah terbawa oleh hawa pembunuhan yang menakutkan itu, mereka juga telah terdesak mundur sekitar satu zhang lebih, wajah setiap orang sudah tertempel selapis salju.

Tiba tiba....

"Ting" sebuah suara.

Suara sebuah uang tembaga yang jatuh ke tanah.

Suara ini tidak besar, tidak diragukan di dalam situasi hening di "medan pertempuran" ini, seperti suara guntur. Hawa pembunuhan menjadi buyar.

"Iii!" sambil menghembus nafas panjang, janda Yuan Dashao pelan-pelan berkata, "Hartawan Li, kuakui sekarang aku tidak dapat membunuhmu, mungkin nasibmu sedang baik, tapi ini bukan satu kemenangan yang mutlak. Lewat hari ini, kita pasti akan bertemu lagi, saat itu kau pasti akan kalah, aku sekarang ingin pergi, apakah kau akan menghalangi aku?"

Li Yuan-wai tidak menjawab, hanya menggeleng gelengkan kepala.

Janda Yuan Dashao membalikkan tubuhnya.

Sesaat sebelum pergi dia menatap sekali pada uang tembaga itu, tampak seorang laki-laki yang berpakaian pelajar sedang memungutnya.

Li Yuan-wai juga melihat pada pelajar itu, saat sorot mata keduanya bentrok, disudut mulut orang itu tampak sedikit tersenyum.

Kerumunan orang telah bubar, Li Yuan-wai tetap berdiri di sana bengong dengan keras berpikir.

0ooo(dw)ooo0

"Walau tidak ada hasilnya, tapi satu pertempuran yang menegangkan telah berlangsung."

Entah kapan Polisi Setan sudah datang disisi Li Yuan- wai berkata.

"Kau melihatnya?"

"Tentu, saat kalian berdua memulai aku sudah melihatnya."

"Yang aku katakan adalah tadi orang yang menjatuhkan uang tembaga itu."

"Tentu saja, seorang yang berpenampilan pelajar bukan?" "Aku curiga dia itu sengaja."

"Bagaimana penjelasannya?"

"Saat itu kau tentu sudah melihatnya, kau tentu mengerti aku dengan janda Yuan Dashao seperti anak panah yang sudah ditarik tali busurnya mau tidak mau harus melepasnya. Hasil akhirnya aku juga tidak yakin bisa menundukkannya, bisa juga dua-duanya kalah dan luka, coba kau pikir sekali lagi, sampai kau sendiripun sudah terpengaruh oleh situasi saat itu. Ada siapa lagi yang bisa memisahkan kita? Walau orang itu tidak mau melihat salah satu dari kami terluka, dan dengan tidak kentara melepas situasi yang sekali sentuh langsung terjadi itu, kepintaran dan ilmu silat orang ini sungguh mengagetkan orang, siapakah dia? Kenapa aku selalu merasa hafal wajahnya, apa lagi tawanya."

Polisi Setan diam tidak bicara, juga jadi berpikir dengan keras.

0ooo(dw)ooo0