Dendam Sejagad Jilid 24

Jilid 24

TIBA-TIBA Ku See hong menangkap ke mbali sorot mata yang sangat aneh me mancar keluar dari balik mata Kun thian ciang Tan Khong lun, dia seperti lagi me mber i tanda rahasia kepadanya berulang kali.

Ku See hong sebagai seorang pemuda yang cerdik dengan cepat dapat menangkap ma ksudnya, dia menjadi amat terperanjat, segera pikirnya dengan cepat:

"Ilmu silat yang dimiliki penghianat itu sangat lihay, kenapa aku bersikap bodoh dengan ter makan oleh hasutannya yang sengaja hendak mengobarkan a marahku, jika sebentar pertarungan berlangsung dan keadaan tidak menguntungkan bagiku, bukankah aku akan me nyesal sepanjang masa?"

Berpikir sa mpai disitu, dengan cepat anak muda itu berusaha keras untuk menenangkan ke mbali hatinya, kemudian dengan kening berkerut dan sekulum senyuman sinis menghiasi ujung bibirnya, dia mendengus berat-berat, lalu tertawa dingin.

Selang berapa saat kemudian, dengan hawa pembunuh yang menyelimuti seluruh wajahnya, dia berseru ketus:

"Tak ada salahnya untuk me mberi tahukan kepada mu, suhu telah mencapai kese mpurnaan dan ke mbali ke alam baka, tapi sebelum meninggalnya beliau telah berpesan kepadaku untuk me mbersihkan perguruan dari se mua manus ia- manusia penghianat Hmmm! Cu Pok, mengapa kau t idak segera berlutut untuk menerima ke matian?"

Perubahan demi perubahan yang terjadi me mbuat Ku See hong bersikap lebih waspada dan serius. Tampaknya perbuatan sikap yang sangat mendadak  ini  cukup me mbuat kawanan iblis itu merasa terkesiap, mereka tidak habis mengerti, mengapa  anak muda tersebut dapat menunjukkan perubahan sikap hanya didalam beberapa saat saja.

Sementara itu si setan merah Ang yang si kui dan setan hijau Lik im pok si telah me mperdengarkan suara tertawa anehnya yang sangat mengerikan.

Suara tertawa itu seperti jeritan setan, seperti juga lolongan serigala, menjulang di angkasa dan a mat tak sedap didengar.

Dengan perasaan terkesiap Ku See hong segera berpikir:

"Ta mpaknya peristiwa yang terjadi pada hari ini tidak ga mpang diselesaikan, sekarang aku cuma seorang diri..."

Tiba-tiba Ang yang kui si, Sin siau si me mperdengarkan suara tertawanya yang menggidikkan hati, kemudian serunya menyeramkan:

"Dengan mengandalkan kecongkakanmu sewaktu berbicara tadi, kami dua bersaudara jadi berhasrat sekali untuk meneoba kepandaianmu lebih dulu, ingin kuketehui sampai dimana kah kehebatan ilmu silat mu itu sehingga begitu berani tidak me mandang sebelah matapun kepada orang lain'

Ku See hong menyipitkan sepasang matanya menjadi satu garis, ke mudian mendengus sinis.

''Hmmm setan-setan gentayangan dari dalam neraka pun berani me lancong ke alam semesta ini, hmmm, sayang kalian telah berjumpa denganku hari ini, tampaknya saat sial buat kalian sudah tiba, heehh... heeehhh... heeehhh "

Sinar buas segera mencorong keluar dari mata Ang yang kui si dan Lik im pok si, tampa knya mereka sudah dibikin marah dan bersiap-siap melancar kan serangan. Tapi si Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera mendengus dingin, kedua orang itu pun segera menarik ke mbali hawa amarah-nya dan mengundurkan diri ke belakang.

Setelah itu Cu Pok baru berkata sambil menyeringai seram:

"Ku See hong, aku orang she Cu masih mengingat diri kita sebagai sesama seperguruan, karena itu tak ingin menyulit kan dirimu, asal kau bersedia me mberi tahukan bait lagu gurumu itu kepadaku, urusan pasti akan beres sa mpai disini saja"

Ku See hong tertawa dingin.

"Hemmm, hubungan sesama seperguruan,  haaahh... haaaahhh.... haaaahhh... boleh saja aku beritahukan bait lagu itu kepadamu, cuma suhu pun pernah berpesan: Setelah bersua dengan kalian, dia bila kalian menginginkan bait lagu tersebut, silahkan kamu berdua berangkat ke akhirat, disanalah suhu akan mengajarkan sendiri kepada kalian, sebab aku hanya seorang adik seperguruan kalian, aku tak bisa mewakili guru untuk me mber i pelajaran kepada               kakak seperguruan, heeehhh...heeehhh...heeehh "

Setelah tertawa dingin t iada hentinya, ke mbali dia berkata: ”Sekarang bersiap-siaplah untuk berangkat ke akhirat, suhu

sudah menantimu di situ untuk me mberi pelajaran lagu kepada mu.”

Selesai berkata, tubuhnya secepat kilat berjumpa litan sejauh tujuh delapan kaki dari posisi  se mula,  ke mudian dengan  cepat me mbar ingkan tubuh Im Yan Cu ke atas tanah:

'Baru saja Ku See hong menggerakkan tubuhnya Ang Yang kui si dan Lik Im pok si segera mengira anak muda itu hendak me loloskan diri, serentak mereka tertawa seram, tubuhnya yang kurus kering bagaikan sukma gentayangan langsung menerjang ke  arah tubuh  Ku See hong.

Dengan suatu gerakan secepat kilat Ku See hong me mbalikkan badannya, tidak nampak bagaimana dia bertindak, seakan-akan besi semberani yang menghisap benda logam saja, dia langsung menerjang ke tubuh kedua orang manus ia aneh tersebut.

Menyaksikan gerakan tubuh yang begitu cepat tapi hebat dari Ku See hong, Ang yang kui si maupun Lik Im pok si berteriak aneh, serentak mereka me misahkan diri ke arah kiri dan kanan, ke mudian dengan ke e mpat cakar setannya menyerang ke muka.

Ditengah he mbusan angin puyuh yang menderu-deru, serangan kedua orang itu tiba-tiba berubah pula setelah sampai ditengah jalan, kini secara anca man tadi miring ke sa mping kiri dan kanan lalu me nerjang ke muka.

Dalam waktu singkat selapis hawa pukulan yang sangat kuat dan menyesakkan napas muncul dari e mpat arah delapan penjuru dan langsung mengurung seluruh badan Ku See hong.

Dengan sinis Ku See hong tertawa dingin, tubuhnya mengigos ke samping dengan kecepatan bagaikan sa mbaran kilat, itulah gerakan tubuh Mi khi biau tiong yang amat lihay, hanya dalam beberapa kali jumpalitan saja dia sudah menyingkir kesa mping.

Im yan siang si,  sepasang setan merah dan hijau baru terperanjat sesudah ancamannya mengenai sasaran yang kosong, serentak mereka berpekik aneh, lalu cakar setan yang kurus dan panjang diayunkan berulang kali kedepan.

Ada yang mencakar, ada yang membacok ada yang menusuk, gerak demi gerakan, tendangan semuanya dilepaskan dengan kecepatan luar biasa.

Dalam waktu singkat, Ku See hong sudah menyambut datangnya puluhan jurus serangan tersebut.

Seketika itu jika seluruh angkasa diliputi oleh hawa pukulan yang tajam dan maha dahsyat, suara gemuruh yang me mekikkan telinga disusul dengan gulungan hawa pukulan yang tajam menggidikan hati bersama-sa ma menggulung tubuhnya.

Serangan demi serangan yang dilancarkan Im yang siang si semuanya diakukan dengan kecepatan luar biasa, jurus serangannya pun aneh tapi sakti, yang lebih hebat lagi adalah jurus serangan yang digunakan semuanya sama, seakan-akan mereka sudah me mpunyai ikatan batin yang hebat hingga kedua belah pihak bisa menduga apa selanjutrya yang bakal dilakukan rekannya.

Ku See hong mela mbung dan melo mpat kian ke mar i me loloskan diri dari anca man selapis hawa pukulan yang maha dahsyat di bawah kilauan bayangan setan segera menerjang ke depan seperti omba k samudra yang menyapu daratan dan menyergap musuh- musuhnya.

Tiba-tiba Ku See hong berkerut kening, tiba-tiba saja sepasang tangannya digetarkan keras-keras, seluruh tubuhnya segera  berubah menjadi enteng bagaikan  selembar  bulu  yang  tipis  dan me layang kian ke mar i diombang a mbingkan oleh hawa pukulan lawan yang kuat.

Rupanya belakangan ini Ku See hong telah berhasil me maha mi rahasia dari ketiga maca m ilmu sakti yang diajarkan Bun Ji koan su kepadanya itu, ilmu meringankan tubuh yang sangat enteng ini tak lain adalah perubahan yang berhasil dipecahkan olehnya dari ilmu gerakan tubuh Mi khi biau tiong.

Im yan siang si, sepasang setan merah dan hijau merupakan manus ia- manusia bengis yang berhati keja m, mendada k mereka berdua berputar tiga kali, begitu meninggal- kan permukaan tanah, mereka segera menerjang ke arab Ku See hong dengan dahsyatnya, sepasang telapak tangan mereka secepat sambaran petir melakukan tiga kali serangan yang  aneh  dan  ganas  mengimbangi  gerakan me la mbung yang mereka lakukan. Serangan se maca m ini a mat ganas lagi keji. kekuatannya seperti air yang menerjang keluar dari bendungan yang jebol. deras, kuat dan menger ikan hati.

Mendadak...

Ku See hong menengadah lalu me mperdengarkan pula suara pekikan panjang yang a mat keras. Sepasang lengannya melakukan suatu gerakan yang sangat aneh ditengah udara, lalu dari seluruh badannya segera  memancar  ke luar selapis cahaya aneh yang menyilaukan mata.

Thi bok sin kiam Cu Pok yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi a mat terperanjat, dia segera me mbentak keras-keras:

"Kalian berdua cepat mundur"

Rupanya   dia   tahu   kalau   musuhnya  sedang   bersiap-siap me lancarkan serangan dengan t iga gerakan Hoa han seng huan yang maha dahsyat tersebut.

Ditengah teriakan mana, secepat kilat  Thi bok sin kiam Cu Pok me la mbung ketengah udara, sepasang telapak tangannya pun secara beruntun me lepaskan beberapa buah pukulan dahsyat bagaikan angin puyuh yang sangat menger ikan.

Segulung de mi segulung hawa pululan tanpa wujud yang  dahsyat, seperti ambruk-nya bukit karang langsung menerjang ke muka dengan me mbawa desingan serta angin puyuh yang menderu-deru.

Tapi, dikala Cu Pok me lepaskan pukulan-nya tadi, Ku See hong telah menggunakan pula jurus Jin hay bu seng (lautan manus ia tumbuh tenggela m), salah satu gerakan dari tiga gerakan Hoa han seng huan untuk me lancarkan serangan .....

Dua gulung hawa sakti yang berwarna putih dan menyilaukan mata, bergerak dari kiri dan kanan langsung menerjang ke bagian tubuh yang me matikan di tubuh Ang Yang kui si serta lik im pok si.

Perlu diketahui, bila gerak serangan Ho han seng huan telah dilancarkan dan cahaya berkilat sudah me lintas di angkasa, ma ka sang korban sulit untuk me loloskan diri lagi dari kedahsyatan serangan tersebut.

Betul, si pedang sakti kayu besi Cu Pok telah me lepaskan pukulan untuk me mber i pertolongan, na mun sayang gerak serangan itu masih terla mbat juga sedetik. Dua kali jeritan ngeri yang mengerikan hati segera berkumandang me mecahkan keheningan..

Tubuh Ang Yang kui si Sin Siau si dan Lik im pok si Sin Eng siang segera terlempar ke tengah udara la lu bergulingan diatas tanah.

Dada mereka sudah hancur dan darah segar memancar keluar ke empat penjuru, dua setan yang dilahirkan pada saat yang hampir bersamaan itu, kini berangkat ke mbali ke akhirat pada saat yang hampir bersa maan pula.

Di tengah jeritan ngeri yang me milukan hati ..

Secara kebetulan, angin pukulan yang dilepaskan si Pedang sakti kayu besi Cu Pok juga menghanta m telak di tubuh Ku See hong.

"Blaaa m, blaaammm, blaaa m...!" serentetan bunyi ledakan keras bergema me mecahkan keheningan.

Desingan angin pukulan yang amat dahsyat dengan me mbawa suara yang tajam langsung menyebar ke empat penjuru.

Ku See hong hanya merasakan datangnya segulung angin  pukulan tak berwujud yang menerjang masuk ke dalam jaring hawa murni yang menciptakan lewat gerakan Ho han seng  huan, langsung menekan ke tubuhnya dengan kekuatan yang menyesak- kan napas..

Tak kuasa tubuhnya segera terpental sejauh tiga kaki dari tempat semula, namun tubuhnya sa ma sekali tidak mengala mi cedera apa- apa.

Wajah si pedang sakti kayu besi Cu Pok yang mengerikan tiba- tiba berubah sangat hebat dan nampak menyeringai lebih menyeramkan, dia bukan terluka oleh benturan tersebut sebaliknya merasakan suatu perasaan terkesiap yang luar biasa sekali, tapi hanya dalam waktu singkat paras mukanya telah pulih ke mbali seperti sedia kala..

Sambil me ngulumkan senyuman licik yang rendah dan berat, dia segera berkata: ”Sungguh tak kusangka dia telah mewaris kan pula segenap ilmu simpanannya kepadanya.."

”Mana, mana!" Ku See hong tertawa dingin, dengan wajah yang tenang, "aku hanya mempe lajari tiga maca m kepandaian sakti saja: Kan kun mi siu khikang, tiga gerakan Hoo han seng huan serta gerakan tubuh Mi khi biau tiong sin hoat, heeeehh... heeehh... heeeehh... aku rasa kaupun sudah pernah me mpelajarinya bukan!"

Berbicara sampai di situ, kembali Ku See hong me mperdengarkan suara dengusan dinginnya yang a mat sinis:

"Hmmm... murid murtad yang bermoral bejad dan bderhati binatang, mana mungkin punya rejeki sebaik itu untuk me mpelajar i ilmu- ilmu rahasia semaca m ini, haaah... haahhh.... haaahhh..."

Dari balik mata Pedang Sakti kayu besi Cu Pok segera mencorong keluar sinar buas yang keji, setelah tertawa seram katanya lagi:

"Kalau begitu, dengan me mbawa ke tiga maca m ilmu sakti tersebut, pergilah ke akhirat dan pamerkan ke ma mpuanmu itu di depan guru setan tersebut?"

Sepasang telapak tangan si Pedang sakti kayu besi Cu Pok berputar me mbentuk satu gerakan busur, ke mudian didorong ke muka.

Segulung angin  pukulan  yang  amat  dahsyat  dengan  cepat  me luncur dan menggulung ke muka.

Serangan ini dilancarkan sangat tiba-tiba, kekuatannya pun sangat mengerikan.

Mencorong sinar tajam yang menggidikkan hati dari balik mata Ku See hong, sepasang telapak tangannya segera diayunkan silih berganti, angin puyuh yang dahsyat seperti jaringan langit dan perangkap bumi segera meluncur ke depan  menyongsong datangnya ancaman tersebut..

Ketika pedang sakti kayu besi Cu Pok selesai melepaskan pukulan tadi, sambil tertawa seram dia sudah menerjang ke muka, kemudian menyelinap ke sisi kanan Ku See hong, telapak tangan  kirinya secara aneh segera melepaskan pukulan lagi dengan jurus Thian gwa lay im (awan tebal dari luar langit) menganca m bagian tubuh yang me matikan di tubuh Ku See hong.

Anak muda itu sangat terperanjat , dia sa ma sekali tak menyangka kalau tenaga dalam nya telah mencapai tingkatan yang begitu sempurna, ditengah a mukan dinding hawa murni yang tajam dan menyelimut i angkasa, dia mengigos ke samping ke mudian balas menerjang pula kedepan...

Rupanya si pedang sakti kayu besi Cu pok pun menyadari kalau Ku See hong telah berhasil me nguasai ilmu Kan kun mi siu khikang dan menerima kesaktian atas hawa im dan hawa yang yang saling bertautan, sekalipun dia menyerang dengan kekuatan yang hebat, belum tentu sanggup menghajarnya sampa i ma mpus.

ltulah sebabnya dia lantas bertekad untuk menyelesaikan pertarungan tersebut dengan sesuatu pertarungan jarak dekat, dia pun me lepaskan pukulan lebih  dulu dengan tujuan me mancing lawannya masuk perangkap.

Dalam kejutnya tadi, Ku See hong segera berputar ke kiri, sementara  telapak   tangan   kanannya   menyaru   ke   sa mping me mbaco k urat nadi pada pergelangan tangan kiri lawan.

Bagaimana pun jua, selama beberapa waktu si Pedang sakti kayu besi Cu Pok pernah menerima beberapa pelajaran sakti dari Bun ji koan su, ilmu silat yang dimilikinya sekarang selain sakti juga luar biasa sekali.

Mendadak telapak tangan kirinya berputar me mbentuk satu gerakan setengah busur, kemudian diiringi desingan angin tajam, tangannya itu bergerak bagaikan seekor ular sakti  menerobos masuk lewat celah-celah kosong diantara tangkisan tangan kanan  Ku See hong dan langsung menotok ja lan darah Khi hay hiatnya.

Jurus serangan ini sakti dan luar biasa, juga terhitung sebagai suatu serangan yang kejam. Paras muka Ku See  hong  berubah  hebat,  dengan  cepat  dia me langkah mundur dengan ilmu tujuh bintang. dalam sekali ayunan badan, dia sudah mundur sejauh beberapa kaki.

Kali ini, Ku See hong tidak me mbiarkan musuhnya menguasai keadaan lagi, sepasang telapak tangannya segera diayunkan ke muka, sepuluh jari tangannya dipentangkan dan disentilkan ke muka..

Segulung desingan angin tajam  dengan me mbawa hawa serangan yang dahsyat langsung menerjang ke muka secepat kilat dan menganca m sepuluh buah ja lan darah ke matian ditubuh Thi bok sin kiam Cu Pok.

Dikala Ku See hong masih me lancarkan serangan dengan kekuatan yang maha dahsyat itu, dengan suatu gerakan cepat Cu Pok telah melo loskan pedang sakti kayu besinya, tangan kanannya digetarkan, serentetan cahaya tajam yang menyilaukan mata kontan me mancar keluar dari tubuh pedang tersebut, lalu desingan angin tajam menderu-deru seperti gulungan o mbak sarnudra langsung menya mbar ke arah  sepuluh  desingan  angin  jari  yang  sedang me luncur t iba itu.

Ketika sa mpai ditengah ja lan, serentetan hawa sakti itu segera saling me mbentur satu sa ma la innya, hawa sakti yang di lancarkan Ku See hong ketika saling me mbentur dengan hawa pedang yang lunak, tahu-tahu saja lenyap tak  berbekas seperti batu yang tenggelam ditengah sa mudra saja.

Sejak mengetahui musuhnya melo loskan pedang sakti kayu besi, Ku See hong sudah tahu bahaya, dia melo mpat mundur dengan cepat dan tangan kanannya menyambar ke belakang.

"Criingg...!" bunyi ge merincingan nyaring me menuhi angkasa.

Kini pedang sakti Hu thian seng kiam telah diloloskan dari dalam sarungnya,  hawa  pedang  yang  bercahaya   tajam   seketika mene mbus i angkasa yang gelap. Dengan pedang Hu thian seng kaim di tangan kanannya, Ku See hong berdiri diatas satu kaki, sedang tangan kirinya me lakukan suatu gerakan dengan kedua jari tangannya diletakkan sejajar dengan alir mata.

Sorot mata yang tajam, kening yang berkerut serta tubuh yang me mancarkan hawa sakti tanpa menimbulkan suatu kewibawaan yang luar biasa sekali.

Setelah menyaksikan gerakan pedang yang diciptakan Ku See hong, ternyata Cu Pok tak berani menyerang secara gegabah, pedang sakti kayu besi yang berada dalam cekalannya diluruskan sejajar dada, kakinya berdiri setengah berjongkok, sedangkan sepasang matanya yang keji sedang mengawsi wajah Ku See hong tanpa berkedip, tanpa terasa dia pun memperluhatkan suatu hawa seram yang menggidikkan.

Untuk sesaat empat marta yang tajam saling berpandangan tanpa berkedip...

Seluruh jagad menjadi hening, sepi dan tak kedengaran sedikit suarapun, begitu sepi, dan heningnya seperti mati, me mbuat orang merasakan suatu keseraman, ketegangan dan kengerian yang  mence ka m.

Pertama-tama  Si  Pedang   sakti   kayu   besi   Cu   Pok   yang me lancarkan serangan paling dulu, dia me mbentak nyaring, pelan- pelan pedang kayu besi yang berada ditangan kanannya digerakkan menusuk ke jalan darah Sim kan hiat di tubuh Ku See hong.

ooodwooo

SERANGAN pedang itu kelihatannya seperti biasa dan sederhana, sedikitpun t idak disertai kekuatan apapun, padahal sesung-guhnya mengandung suatu daya penghancur yang amat jahat dan luar biasa, asal pihak lawan berani me mandang enteng sudah pasti tak akan lolos dari serangan mautnya itu. Menyaksikan gerakan pedang yang dilan-carkan musuh,  Leng hun koay seng Ku See hong segera merasakan hatinya menjadi sangat berat dan tegang.. dia tahu mur id  murtad dari gurunya Bun ji koan su ini me miliki ilmu silat yang sangat hebat, apakah dia dapat menangkan musuh, hingga sekarang masih mer upakan suatu tanda tanya besar..

Baru saja ingatan tersebut melintas didalam benaknya, pedang kayu besi dari Cu Pok sudah menusuk tiba, walaupun Ku See hong masih tetap berdiri tegap bagaikan batu karang, sekejap pun tanpa berkedip dia mengawasi gerakan pedang tersebut lekat- lekat.

Kun thian ciang Tan Khong  lun yang menyaksikan jalannya pertarungan dari sisi arena merasa amat kagum sekali dengan ketajaman mata Ku See hong, sebetulnya dia kuatir kalau  anak muda itu tak ma mpu menandingi kelihayan musuhnya,  tapi sekarang ia sudah tidak merisaukan hal itu lagi.

Setelah si Pedang sakti kayu besi Cu Pok menyaksikan Ku See hong sama sekali tidak terpancing oleh gerakan pedangnya itu, hawa sakti yang semula dise mbunyikan dibalik jurus serangan itu segera dipancarkan keluar me lalui gerakan yang tak berubah pula.

Segulung desingan hawa pedang yang tajam dan dahsyat, secepat sambaran petir me luncur ke muka.

Sementara itu, selisih jarak antara mereka berdua hanya satu depa saja, begitu hawa pedang meluncur keluar, sesungguhnya sukar buat lawan untuk menghindar.

Akan tetapi, Ku See hong sudah menduga kalau lawannya bakal me lepaskan serangan dengan hawa pedangnya itu, maka disaat hawa pedang musuh meluncur ke depah, kaki kirinya segera bergerak ke kiri, sedang tubuhnya pun ikut berputar pula ke akiri.

Creeet....!' Hawa pedang yang dipancarkan oleh Cu Pok, dengan cepat menyambar lewat persis mela lui sisi tubuhnya.

Kembali Ku See hong me nggeserkan kakinya diantara getaran tangan kanannya, serentetan suara pekikan nyaring me menuhi angkasa, kemudian muncul beribu-r ibu cahaya pedang yang tajam mengurung bagian kiri tubuh Cu Pok yang me matikan.

Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa dingin, tubuhnya seperti gerakan setan gentayangan bergerak melewati sisi kanan  musuh, lalu pedang kayu besinya me lepas-kan serangan balasan dengan menusuk ja lan darah Khi hay hiat ditubuh Ku See hong.

Jurus serangan yang dilakukan saat ini benar-benar sangat lihay dan luar biasa, menghindari sa mbil menyerang, hampir boleh dibilang gerakan mana dilakukan bersamaan waktunya, ditambah pula serangan itu dilakukan dengan gerakan setengah berjong- kok, me mbuat orang sukar untuk me nduga sebelumnya.

Ku See hong sangat terperanjat, cepat tubuhnya melambung dan me luncur ke atas kepala Cu Pok.

Cu Pok yang sedang berdiri setengah ber jongkok dengan cepat menegakkan  tubuhnya  ke mbali,  pedang  kayu  besinya  ditarik   ke mbali la lu menus uk lurus keatas.

Secara beruntun dia lepaskan tiga jurus serangan, semuanya merupakan gerakan tusukan lurus keatas, kecepatannya luar biasa sekali.

Ku  See  hong  yang  me la mbung  ke  udara,  mendadak berjumpa litan beberapa kali, dengan kepala dibawah kaki diatas sebetul nya dia hendak melancarkan sergapan balasan ke arah Cu Pok, siapa tahu dia kena kedahuluan, sesosok bayangan hitam yang menyilaukan mata tahu-tahu sudah tiba di depan mata.

Rasa terperanjat Ku See hong kali ini tak terlukiskan dengan kata-kata, cepat dia menghimpun ke mba li hawa murninya, tubuh yang masih mela mbung di udara, sekali lagi meluncur ke lima enam depa lebih tinggi dari posisi se mula.

Cu Pok yang merasakan posisinya lebih menguntungkan sudah barang tentu tak rela me mbiar kan musuhnya berhasil lolos dari cengkeraman    mautnya,    tiba-tiba    pedang     kayu     besinya me mancarkan selapis kabut cahaya berwarna hitdam yang a mat menyilaukan mata, desingan hawa serangan yang tajam bergerak dari bawah menuju keatas, langsung menerjang diri Ku See hong.

Untuk kesekian kalinya Ku See hong mela mbung ke mba li ke udara, sementara pedang Hu thian seng kiam ditangannya dengan me mbawa hawa serangan yang dahsyat telah menembus masuk ke balik kabut cahaya hitam lawan seperti seekor naga e mas.

'Criiing! Criiing! Traaang! Traaanggg... benturan dua bilah pedang itu menimbulkan serangkaian bunyi yang amat me mekikkan telinga.

Menyusul ke mudian... dua kali dengusan tertahan bergema diudara, bayangan manusia pun saling berpisah.

Ku See hong dan Cu Pok masing- masing berdiri satu kaki jauhnya dari posisi se mula, di  atas  lengan  kanan  masing- mas ing  yang me mbawa pedang sama-sa ma muncul sebuah robekan sepanjang tiga inci, darah kental sedang meleleh  keluar  tiada  hentinya  dan me mbasahi sebagian pakaian yang mere ka kenakan.

Didalam bentrokan yang berlangsung barusan, kedua belah pihak sama-sa ma melalukannya dengan satu kecepatan yang luar biasa, sedemikian cepatnya sampa i Kun thian ciang Tan Khong lun yang me miliki kepandaian silat a mat lihay pun tak sempat melihat dengan jelas bagaimana terjadinya peristiwa hingga  kedua belah pihak sama-sa ma terluka.

Dalam pada itu si Pedang sakti kayu besi Cu Pok betul-betul merasa terperanjat sekali, sela ma ini dia tersohor dalam dunia persilatan sebagai jago pedang sakti, tak nyana pada ma lam ini dia harus menderita kekalahan diujung pedang Ku See hong.

Padahal kalau dibicarakan yang sesungguh nya, menang kalah masih belum bisa ditentukan diantara mereka berdua, tapi berhubung Ku See hong yang menyerang dari tengah udara dengan posisi yang lebih jelek, sedang Cu Pok berada di daratan menempati posisi yang lebih menguntungkan, ma ka meski hasil pertarungan itu seri, namun boleh dibilang juga kalau kepandaian silat dari Ku See hong terhitung jauh lebih t inggi. Tapi Ku See hong yang tinggi hati ini merasa sedih sekali, rasa sedihnya ma lah tidak berada di bawah keadaan Cu Pok.

Jurus serangan ryang dia perguntakan tadi, sebetulnya dipelajari dari dalam kitab Pedang warisan Hu to lo jin.  dan dia yang menganda lkan pedang Hu thian seng kiam ternyata belum berhasil menangkan Cu Pok, bila keadaan se maca m ini dibiarkan berlangsung terus, bagaimana mungkin dia ma mpu menghadapi manus ia manus ia laknat lainnya didunia ini? Bagaimana mungkin dia dapat me mbalas kan dendam buat suhunya?

Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera mencibir kan-bibirnya sambil me mperdengar-kan suara tertawa dingin me nggidikkan hati, ke mudian serunya:

”Ku sute, ilmu pedangmu me mang benar-benar sangat hebat, tolong tanya apakah kau berhasil me mpelajarinya dari suhu?"

Cu Pok yang licik dan banyak tipu muslihatnya ini, tampak sudah dapat menduga kalau jurus pedang yang di gunakan Ku See hong barusan sebetulnya bukan ajaran dari Bun ji koansu.

Ku See hong mendengus dingin dengan nada sinis.

"Hmm, terang kuberitahukan kepada mu ilmu pedang  ini kuperoleh dari Si hong lo jin, jurus yang barusan kugunakan  tak lebih hanya satu jurus serangan yang paling rendah dan mudah. Cu Pok lebih baik serahkan saja nyawa anjingmu itu, aku orang she Ku tak bakal me nga mpuni mur id murtad seperti kau!"

Begitu si pedang sakti kayu besi Cu Pok mengetahui kalau jurus pedang yang digunakan Ku See hong adalah jurus pedang ciptaan Si hong lo jin, seorang jago pedang kenamaan pada dua ratus tahun berselang, paras mukanya segera berubah hebat, tapi hanya sebentar saja telah lenyap ke mbali tak berbekas.

Sekulum senyuman seram segera menghiasi bibirnya, sambil tertawa dingin ia berkata:

"Ku sute, rejekimu benar-benar amat bagus, sudah mendapatkan pedang mestika Ang soat po kiam, mendapat warisan ilmu silat dari Si hong lo jin pula, cuma kau harus tahu perubahan selama sepuluh tahun saja sudah amat banyak apalagi sa mpai ratusan tahun. Dulu, ilmu pedang Si hong lo jin me mang hebat dan di akui sebagai kepandaian maha sakti, tapi sekarang, hmm.. kepandaian tersebut sudah menjadi ilmu pedang paling jelek yang tak ada harganya sama sekali.

"Kau tahu, jurus pedang yang barusan ku pakai itu tak lebih  cuma  jurus serangan yang terjelek yang kumiliki,  hmmm      hmm..

ma lam ini, jangan harap kau lolos dari tanganku me lebihi sepuluh jurus, tapi mengingat kita punya hubungan sesama saudara seperguruan,  asal  kau  bersedia  menceritakan  bait  lagu  Dendam

sejagad kepadaku, tentu saja aku pun tak akan menyusahkan kau"

Dengan sekuat tenaga  Ku  See  hong  berusaha  untuk mengenda likan kobaran hawa a marahnya, setelah tertawa dingin ia berseru;

"Murid murtad, Kau benar-benar kelewat jumawa dan takabur, betul-betul seorang manus ia yang tak tahu malu Hmmm, hmm ......

maks ud baikmu itu biar aku seorang she Ku terima dalam hati saja. Sekarang tak usah banyak bicara lagi, lebih baik kita selesaiken persoalan kita dengan adu kepandaian saja"

Pedang sakti kayu besi Cu Pok me mutar sepasang biji matanya yang licik bagaikan rase itu dan melirik sekejap ke arah Im Yan cu tergeletak ditanah, kemudian setelah me nyeringai seram ujarnya:

"Ku sute, aku hanya mengagumi atas kegagahanmu serta bakatmu yang bagus, ini bukan berarti aku benar-benar takut kepadamu. Hmmm. Asal kau bersedia mengungkap kan isi bait syair dari  lagu  Dendam  sejagad  sudah  pasti  aku   tak   bakal mengesa mpingkan kebaikanmu itu, bahkan luka yang di derita nona itupun akan kutolong dan kuse mbuhkan'"

Si Pedang kayu besi Cu Pok adalah seorang manus ia yang licik dan banyak tipu mus lihatnya, setelah terjadi bentrokan sebanyak beberapa jurus tadi, dia sudah tahu kalau kepandaian silat yang dimilikinya tak mungkin bisa menangkan Ku See hong, sekalipun dapat me menangkan pe muda itu mustahil  dia bisa me maksa lawannya untuk me mberitahukan is i bait syair dari lagu Dendam sejagad.

Oleh sebab itu, otaknya yang licik lantas berputar kian kemari mencari akal, kebetulan dia menyaksikan Im Yan cu yang tergelapar di tanah, satu ingatan telah melintas dalam benaknya dan dia hendak me mperalat gadis tersebut untuk me ncapai ke inginannya.

Dia tahu luka  yang  diderita  Im  Yan  cu  tak  mungkin  bisa dise mbuhkan oleh Ku See hong, maka dia menggunakan hal mana untuk menguasahi si anak muda tersebut.

Padahal bicara yang sebenar-benarnya, hingga kini si Pedang sakti kayu besi Cu Pok masih belum tahu luka apakah yang di derita oleh Im Yan Cu . ...

Ku See hong merasakan hatinya bergetar keras, segera pikirnya didalam hati:

'Yang ditelan oleh Im Yan cu adalah obat perangsang lm hwee si hun wan, konon dalam dunia persilatan belum ada obat penawar untuk racun tersebut, tapi si pedang ular perak Ciu Heng thian adalah anggota Ban sia kau mereka, siapa tahu .....

Belum habis dia berpikir, Pedang sakti kayu besi Cu Pok telah berkata lagi sa mbil tertawa dingin.

"Ku sute, kau ingin apa? Apakah kau senang menyaksikan kekasihmu yang cantik jelita itu tewas dengan begitu saja?''

Kini, Ku See hong benar-benar merasa serba salah, berulang kali gurunya Bun ji koan su Him Ci seng telah berpesan kepada nya agar bait lagu tersebut jangan diberitahukan kepada orang lain, apalagi terhadap seorang murid murtad semaca m dia, hal ini sudah tentu lebih lebih tak boleh.

Tapi, Im Yan cu me mpunyai budi dan cinta yang amat mendala m terhadap dirinya, apalagi dia pun mengutarakan apakah gadis itu harus dibiarkan mati secara mengenas-kan. "Aaai... suhu.... wahai suhu.... mungkin aku akan melanggar pesan terakhir mu secara terpaksa "

Sementara itu, sepasang mata Pedang Sakti kayu besi Cu Pok yang tajam bagaikan se mbilu sedang mengawasi perubahan wajah Ku See hong dengan seksama, dia tahu si anak muda itu sudah termakan oleh ucapan sendiri.

"Ku sute!" katanya ke mudian sa mbil tertawa dingin, ''lebih baik bersikaplah lebih cerdik, kalau tidak, bila Ban sia kaucu sampa i bertemu dengan kau, maka kau pun tak bakal lolos dari pancingan obatnya, bila sampai, terjadi begitu apa yang dia suruh pasti akan kau lakukan, apakah kau anggap rahasia lagu dendam sejagad itu bisa kau rahasiakan terus untuk sela manya?

"Sebaliknya jika aku yang mendapatkan bait lagu tersebut, Setelah kitab pusaka Cong ciong pit kip ditemukan akupun tak akan mengangkangi kitab tersebut seorang diri"

Padahal Si Pedang Sakti kayu besi Cu Pak me mpunyai rencana yang benar-benar amat keji, dia berencana bila Ku See hong telah mengungkapkan isi bait lagu dari "Dendam sejagad" tersebut, maka dia akan segera me mbunuhnya.

Mendadak Ku See hong bertanya dengan suara dingin:

"Benarkah kau me mpunyai keyakinan untuk bisa mengobati penyakitnya. ."

Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera tertawa:

"Asal Ku sute bersedia menerangkan penyakit maca m apakah yang diderita olehnya, tanggung aku dapat menyembuhkan nya!"

Paras muka Ku See hong berubah agak me merah, lalu dengan nada tergagap katanya:

"Dia telah mene lan obat perangsang Im hwee si hun wan nilik si pedang ular perak Ciu Heng thian" Begitu tahu akan pil beracun Im hwee si hun wan' dia m-dia m Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa terperanjat sekali, segera pikirnya didalam hati:

"Konon didalam kitab pusaka Ban sia cinkeng milik sumoay pun tidak dicantumkan obat penawar untuk pil tersebut, bagaimana mungkin aku bisa mengobatinya.?"

Cu Pok yang licik, kendatipun dalam hati berpikir de mikian, namun diluarnya dia tertawa terbahak-bahak.

"Haaahhh.. haaahhh... haaahhh!"... Ku sute, rejekimu benar- benar besar sekali "

Begitu mendengar ucapan tersebut, Ku See hong segera mengetahui apa yang dima ksud kan, paras mukanya berubah hebat, serunya kemudian dengan suara dingin:

"Dia sudah menjadi istri Aku orang she Ku, aku harap kau jangan sembarangan berbicara, apakah kau me mpunyai keyakinan untuk menye mbuhkan penyakit tersebut?"

Satu ingatan dengan cepat melintas dalam benak Pedang Sakti kayu besi Cu Pok.

Cepat sahutnya sambil tertawa:

"'Bagi pandangan sementara orang persilatan, pil beracun tersebut merupakan pil yang tiada harapan bisa dipunahkan,  tapi aku justru mengetahui kalau obat tersebut bisa ditawarkan dengan sejenis obat-obatan, dan hanya obat-obatan itu saja yang bisa menye mbuhkan.."

"Obat apakah itu"?" buru-buru Ku See hong bertanya.

Pedang Sakti kayu besi Cu Pok ter menung dan berpikir sebentar ke mudian jawabnya:

''Menurut apa yang kuketahui, obat tersebut hanya terdapat disuatu tempat saja, asal kau bersedia me mberr ikan isi dari bait  lagu Dendam sejagad kepadarku, tentu saja aku pun akan me mber i petunjuk kepada mu untuk pergi mencari obat itu" "Baik" sahut Ku See hong dengan cepat.

"Asal  kau  bisa   mendapatkan   obat   tersebut,   dan   mampu me munahkan pengaruh racun tersebut, sudah pasti aku orang she Ku akan me mberitahukan is i bait lagu Dendam sejagad kepada mu!"

Diam diam Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa kegirangan, tapi dengan licik dia berkata lagi:

''Hal bagaimana mungkin bisa kulakukan untuk mengobati dia, aku harus .... sedang kau.... heeehh.. heeehh..."

Tentu saja Ku See hong memaha mi maksud perkataannya itu, dengan gusar segera bentaknya:

"'Mengapa sih kau banyak curiga? Kapan aku orang she Ku pernah mengingkari janji?"

"Mana, mana" Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa licik, aku rasa ku sute, tentu bukan manus ia seperti itu...cuma "

Waktu, itu, pikiran Ku See hong sudah dibikin kalut oleh keadaan Im Yan cu yang semakin parah, apa yang dipikirkan olehnya sekarang  hanyalah  bagaimana  caranya  untuk   menye mbuhkan ke mbali Im Yan cu dari pengaruh racun, sudah barang tentu dia pun tak pernah me mbayangkan jika pihak musuh akan mengguna kan akal licik untuk menipunya.

Buru-buru tanyanya lagi dengan ce mas:

"Cuma kenapa? Cepat kau katakan!"

''Maksudku, lebih baik kita melakukan pertukaran saat ini juga.." ''Kau ma ksudkan, sekarang juga aku me mberitahukan bait lagu

tersebut kepada-mu dan kau akan me mberitahukan tempat di mana obat tersebut bisa didapat kan kepada ku?” tukas Ku See hong cepat.

Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa terbahak-bahak. "Haaahhh.  ...haaahhh...  Ku  sute  me mang  seorang   pintar, me mang de mikian maksud hatiku, bagaimana pendapat mu tentang usulku ini?"

Kontan saja Ku See hong tertawa dingin:

'Heehhh .... Heeehh.... heehhh, ...enak benar kalau berbicara, aku toh  belum  tahu  apakah  obat  tersebut  benar-benar  dapat me munahkan pengaruh dari racun Im hwee si hun wan atau tidak? Boleh saja kalau kau menghendaki is i bait lagu tersebut, tapi bait lagu itu baru akan kuberikan setelah ia terbukti se mbuh nanti"

"Yaa, tak heran kalau kau mencur igai diriku dalam hal ini, tapi begitupun boleh juga, sekarang kau boleh menyalin dulu bait syair dari lagu tersebut diatas secarik kertas, besok kentongan ketiga aku akan menunggu mu di kuil Toa an ku bio di barat kota,  kemudian kita akan saling bertukar barang!"

"Tapi kau boleh pergi hanya setelah racun yang mengeram didalam tubuhnya punah sa ma sekali.”

"Ooh tentu saja begitu, soal ini tak usah kau kuatirkan!"kata Pedang sakti kayu besi Cu Pok sa mbil tertawa.

"Ucapan seorang kuncu.... "seru Ku See hong lantang.

"Bagaikan kuda dica mbuk..." sambung pedang sakti kayu besi Cu Pok cepat.

Selesai berkata, Cu Pok segera berpaling, kemudian dengan sorot mata yang memancar kan cahaya buas melotot wajah Kun  thian ciang Tan Khong lun lekat-lekat, sementara tubuh iblisnya selangkah demi selangkah bergeser ke depan.

Kun thian ciang Tan Khong lun tahu kalau pihak musuh hendak  me mbinasakan dia, hatinya sangat gelisah sekali, dalam keadaan demikian mau tak mau dia harus me mper-lihatkan asal usul sebenarnya. karena dia tahu, kalau tidak bertindak de mikian, Cu Pok tidak akan melepaskan dirinya dengan begitu saja. Sementara itu Ku See hong yang menyaksikan Cu Pok telah menggeserkan tubuhnya  mendekati  Tan  Khong  lun  dia  segera me mbentak keras.

'Cu Pok, berhenti kau! Mengapa kau harus me mbunuh selembar nyawa manusia yang tak berdosa??'

Rupanya semenjak tadi Ku See hong mendapat tanda dengan kerlingan mata dari Tan Khong lun, dia tahu orang tersebut, bukan manus ia jahat, itulah sebabnya dia berusaha mencegah peristiwa berdarah sampai terjadi.

Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera berpaling, kemudian jawabnya.

”Ku sute, apakah kau menginginkan diriku me mperoleh banyak kesulitan dike mudian hari? Me mbunuh orang ini sa ma untungnya buat kita berdua, kalau tidak, andaikata dia sampai melapor kan kejadian ini kepada Ban sia  kaucu,  maka  pertemuan  kita  besok  ma lam jangan harap bisa diselenggarakan lagi...?

Belum habis dia berkata, Kun thian ciang  Tan Khong  lun telah me mbentak nyaring:

"Ku sauhiap, jangan percaya dengan obrolan itu, kau harus menyadari betapa licik dan berbahayanya dunia persilatan ini, apa lagi berjanji dengan manus ia jahat  yang  licik  dan  banyak  tipu mus lihatnya seperti dia, mengapa kau tidak me mohon bantuan saja kepada manusia berkerudung warna warni.”

Begitu mendengar ucapan tersebut,  Ku See hong segera sadar  ke mbali dari impian.

Tak terlukiskan rasa gusar Pedang sakti kayu besi Cu Pok setelah menyaksikan Tan Khong lun me nghancurkan rencana bagusnya, sambil tertawa dingin dia segera berseru:

"Tan hiangcu, nyalimu sungguh sangat besar hari ini, aku akan menyuruh kau ma mpus dengan tubuh tercincang menjadi berkeping-keping!" Tiba-tiba Kun thian ciang Tan Khong  lun mendo ngakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.

Suaranya keras dan melengking seperti ada beribu-r ibu ekor kuda yang lari bersama-sama, begitu keras dan tajamnya sampai menggetarkan telinga siapapun.

Sudah jelas, seorang hiangcu tak mungkin bisa me miliki tenaga dalam yang begitu se mpurna.

Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa terperanjat sekali, dengan cepat dia berpikir:

"Jangan-jangan orang ini adalah mata-mata yang sengaja diselundupkan ke mari?"

Berpikir de mikan, paras muka Cbu Pok berubah hdebat, hawa napsau me mbunuhnya bberkobar, segera bentaknya keras-keras:

”Tan Khong lun, sebenarnya siapakah kau?”

Kun thian ciang Tan Khong lun menghentikan gelak tertawanya, ke mudian menjawab dengan suara dingin.

”Cu Pok, kau benar-benar kelewat me mandang tinggi dirimu sendiri, haaahh.... haaahhh...haaaahhh... kau ingin mengetahui nama lohu? Huuh, dengan akhlak yang bejad dan moralmu yang sudah bobrok, masih belum pantas bagimu untuk mengetahuinya, aku lihat nasib sialmu sudah tiba pada ma lam ini'

Hampir meledak dada pedang sakti kayu besi Cu Pok sesudah mendengar perkataan tersebut, ia segera tertawa seram dengan suara yang me mekikkan telinga ....

Mendadak pedang kayu besinya diputar menciptakan selapis cahaya hitam yang amat menyilaukan mata, kemudian secara ganas dan tak kenal a mpun, dia tusuk tubuh Tan Khong lun'

Sekalipun Kun thian ciang Tan Khong lun merupa kan seorang jagoan yang berilmu sangat tinggi, na mun terhadap Cu Pok dia tak berani me mandang enteng.. Sambil me mbentak keras, sepasang telapak  tangannya diayunkan ke muka, lalu secepat kilat melepasken sebuah pukulan dahsyat ke depan.

Ketika telapak tangannya diayunkan, sama sekali tidak terasa ada suatu yang hebat, tapi begitu pukulan sudah dilepaskan, terasalah angin puyuh yang maha dahsyat diir ingi desingan suara tajam bagaikan a mukan o mbak ditengah sa mudra langsung menggulung ke muka.

Paras muka pedang sakti kayu besi Cu Pok berubah hebat setelah menyaksikan datang nya serangan tersebut, dia tertawa seram, seluruh tubuhnya, bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya,  berikut senjatanya   yang   meleburkan   jadi   satu, mene mbus i angin pukulan lawan yang kuat bagaikan baja dan langsung menus uk badan Tan Khong lun..

"Sreeet sreeet" desingan angin tajam berhe mbus lewat persis disisi tubuhnya "

Sementara itu, Kun thian ciang Tan Khong lun sudah menyelinap kesamping dengan kecepatan bagaikan sa mbaran petir, dengan demikian anca man pedang dari Cu Pok pun me ngenai sasaran kosong.

Sekali lagi diar tertawa seram, telapak tangan kirinya  diayunkan ke muka, selapis hawa khikang yang kuat berbentuk cahaya bintang, dengan me mbawa desingan angin yang dingin menus uk tulang, bagaikan sambaran bayangan petir menerjarg tubuh Kun thian  ciang.

Sekali lagi Kun tian ciang Tan Khong lun menyelinap ke samping dengan suatu gerakan  aneh,  untuk  kedua  kalinya  dia  berhasil me loloskan diri dari anca man tersebut.

Tapi pedang kayu besi Cu Pok ke mbali menya mbar ke muka mengikut i gerak serangan tersebut, bagaikan me mbaco k tiba secara ganas. Serangan ini benar-benar dilakukan dengan kecepatan bagaikan sambaran petir, dengan kening berkerut Kun thian ciang Tan Khong lun berputar cepat sekali lagi, dia melolos kan diri dari anca man tersebut.

"Weeesss....!" telapak  tangan  kiri  Cu  Pok  secara  beruntun  me lancarkan tiga buah serangan berantai.

Begitu ke tiga buah serangan tersebut di lepasken, seluruh angkasa segera dipenuni oleh hawa serangan yang tajam dan dahsyat bagaikan air bah yang menjebolkan bendungan, secara terpisah dan muncul dari sudut yang tak terduga menggulung t iba.

Seketika itu juga, hawa tekanan yang menyelimuti sekeliling tempat itu me njadi makin dahsyat.

Meledak juga a marah Kun thian ciang Tan Khong lun setelah digencet  oleh  serangkaian  serangan  berantai  tersebut,  sambil  me mben-tak keras, tiba-tiba saja sepasang telapak tangannya berubah menjadi beribu pasang bayangan tangan yang mengepung sekitar tempat itu dengan pukulan tanpa wujudnya, kehebatannya tak terlukiskan dengan kata-kata.

Dia m-dia m Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa girang sekali setelah menyaksikan kejadian tersebut, pikirnya:

"Kali ini, kau akan segera ma mpus!"

Ternyata Cu Pok telah dipaksa untuk me ngeluarkan hawa pukulan panasnya.

Jit han ji khi sinkang (hawa sakti dua unsur panas dingin) yang termashur karena keganasan serta kedahsyatannya.

Akan tetapi, kenyataannya tidak segam-pang seperti apa yang dibayangkan semula, hanya dalam waktu singkat hawa pukulan dari kedua belah pihak telah saling me mbentur satu sa ma lainnya.

"Blaaammm     !" suatu ledakan dahsyat yang me mekikkan telinga

segera berkuman-dang  mence kam keheningan, menyusul ke mudian bumi seraya turut bergoncang keras, hawa tajam menyebar ke empat penjuru di tengah desingan angin yang a mat tajam itu.

Tubuh  Ku  thian  ciang  Tan   Khong   lun   bergoncang   keras, ke mudian dengan sempoyongan mundur sejauh e mpat lima langkah dari posisi se mula.

Sebaliknya si pedang sakti kayu besi Cu Pok sendiri pun merasakan lengannya menjadi sakit sekali sehingga tanpa terasa tubuhnya mundur sejauh t iga langkah.

Dalam keadaan de mikian, serangan dahsyat yang telah dipersiapkan pun tak ma mpu untuk dilepaskan ke mbali.

Cu Pok, gembong iblis yang a mat termashur karena kedahsyatan dan kehebatannya itu benar-benar dibuat kagetnya bukan kepalang, dia sama sekali tidak me nduga kalau tenaga dalam yang dimiliki seorang hiangcu bisa berada jauh diatas kema mpuan empat orang Tha mcu maupun Pedang ular perak Ciu Heng thian.

Sebaliknya Kun thian ciang Tan Khong lun yang baru saja menerima sebuah pukulan nya, merasakan juga hawa darah  didalam rongga dadanya bergolak keras sekali, dia m-dia m ia segera berpikir:

"Sungguh berbahaya, seandainya aku tidak cepat mengetahui gelagat sehingga mengerahkan hawa khikang untuk me lindungi badan, mungkin aku sudah akan terluka di tangannya sedari tadi, tenaga dalam yang di miliki bajingan ini benar-benar tak boleh dianggap enteng"

Mendadak Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa dingin dengan suara yang mengerikan, ke mudian berkata:

"Heeehhh....heeehhh...heeehhh.... benar-benar tenaga dalam yang amat dahsyat, sungguh kema mpuan yang hebat, hampir saja aku orang she Cu salah me lihat!"

'Cu Pok" balas Kun thian ciang Tan Khong lun sa mbil tertawa dingin, "kurangilah ngebacot mu yang tak ada gunanya itu, jangan dikira aku orang she Tan adalah bocah berumur tiga tahun?' "Mana, mana!' Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa, "kecerdasanmu dan kelicikanmu sungguh diluar dugaan siapapun, cuma kaupun jangan berharap bisa hidup sa mpai selewatnya hari ini"

Kun thian ciang Tan Khong lun mendonga kkan kepalanya, lalu tertawa terbahak-bahak.

"Haaahhh...haaahhh... haaahh... Cu Pok, kalian Ban sia kau boleh dibilang ibaratnya perahu yang karam dalam selokan, tapi dengan ke ma mpuan yang kau miliki itu, aku pikir mas ih belum ma mpu mengapa-ngapakan diriku, paling baik lagi kalau kau menggoyangkan ekor mu dan cepat-cepat lari naik keatas jepitan sepasang paha pada perempuan jalang itu."

Oleh cemoohan dan ejekan lawan yang sinis dan amat tak sedap didengar itu, Pedang sakti kayu besi Cu Pok berubah wajahnya menjadi hijau me mbesi, dengan sepasang mata  memancar kan cahaya buas yang penuh kekejaman, dia me lototi wajah Tan Khong lun tanpa berkedip.

Sementara itu, Leng hun koay seng Ku See hong telah berjalan maju ke muka, setelah tertawa dingin ujarnya:

"Cu Pok, mala m ini kau jangan harap bisa melo loskan diri dari sini dalam keadaan sela mat!"

Sekarang, Pedang sakti kayu besi Cu Pok baru menyadari betapa gawatnya situasi, seandainya dia sampai dikerubuti oleh dua orang jago tersebut, boleh jadi sulit baginya untuk melolos kan diri dalam keadaan selamat.

Mendadak dia tertawa seram lalu katanya:

''Ku sute, mengapa sih kau begitu tak percaya dengan ucapanku? Orang bilang naik bukit mencar i harimau, kita sama sesama saudara perguruan, masa aku akan me ngakalimu dengan siasat licik?"

"Co Pok` seru Ku See hong sinis, "kau si bajingan terkutuk yang licik dan berhati keji, lebih baik tak usah menggunakan siasat licik untuk me mbohongi diriku lagi, aku orang she Ku sudah mengetahui akan seluk belukmu yang sebetulnya."

Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera menghe la napas panjang. "Aaaai,  sudah,  sudahlah,  kalau  toh  kau  berkata  demikian, aku

juga tak bisa  berbuat apa-apa lagi.  Cuma  aku ingin  menjual  muka

sedikit untukmu, akan kuberitahukan kepadmu apa na ma obat- obatan tadi dan di manakah bisa mene mukan obat-obatan itu, kau boleh pergi mencarinya sendiri,  seandai  nya  benar-benar  dapat me munahkan racun ditubuhnya, sebagai rasa terima kasihmu, kau boleh serahkan syair lagu tersebut kepada ku, setuju?"

Pancingan dengan obat-obatan tersebut benar-benar merupakan suatu pancingan yang besar sekali pengaruhnya bagi Ku See hong, yaaa! Hal ini me mang tak bisa disalahkan sebab dia amat mencintai Im Yan cu..

Oleh karena dia adalah seorang pemuda yang sangat mengingat budi, sikap Im Yan cu terhadapnya pun penuh dengan rasa cinta yang  amat  mendala m,  ditamtah  lagi  dia  telah   me mberikan kehor matannya kepadanya, itu berarti gadis itu sudah menjadi istrinya, sudah barang tentu dia tak akan membiar-kan nyawa gadis itu terancam.

"Tak ada salahnya kaIau kau sebutkan dahulu" kata Ku See hong dingin "seandainya benar-benar bisa mendatangkan hasil seperti yang diharapkan, aku orang she Ku tak akan mengingkar i janji!"

Dalam hati kecil si Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera terlintas suatu niat jahat yang amat keji, hanya niatnya itu tak sampai diperlihatkan diluar wajahnya..

"Baik, baik. baik.  akan segera kuucapkan' katanya kemudian, "Obat itu bernarna Im cu cau, tinggi rumput tiga depa dengan ujungnya tumbuh tiga le mbar daun, daun  itu  berbentuk  seperti mut iara dengan enam buah ruas bulat yang beruntun, cuma yang berguna bukanlah rumputnya mela inkan kuncup bunga seperti sebuah mutiara yang muncul ditengah-tengah antara tiga lembar daun Im cu cau tersebut. "Rumput ini hanya tumbuh dite mpat yang basah, lembab dan gelap, belakangan ini kebetulan aku sedang berpesiar diselat Im leng san dan mene mukan rumput Im cu cau tersebut, sebetulnya aku ingin menga mbilnya untuk dibuat bahan obat, tapi berhubung kuncup bunga itu belum muncul, ma ka sampai sekarang rumput itu belum se mpat kua mbil."

"Orang awam tiada yang tahu apa kegunaan dari rumput Im cu cau tersebut, akan tetapi berhubung aku telah mendapat kan sejilid kitab Khi leng cau su, maka aku baru mengetahui  kegunaan istimewa dari rumput obat itu"

Sedemikian bersungguh-sungguhnya dia mengucapkan perkataan itu, me mbuat orang la in mau tak mau harus me mpercayai juga.

Dengan suara dingin Ku See hong berkata lagi:

"Bolehlah aku me minjam sebentar kitab Ki leng cau su mu itu?" Pedang sakti kayu besi Cu Pok menghela napas panjang.

"Aaaai.. Ku sute, mengapa kau tidak me mpercayai aku?" kitab Ki

leng Cau su adalah sebuah kitab yang berharga sekali, kitab itu tak pernah kubawa kemana- mana, bila kau masih saja curiga, aku tak bisa berkata apa-apa, mau percaya atau tidak terserah kepadamu sendiri, sekarang maaf kan aku untuk mohon diri lebih dulu, moga- moga saja apa yang kau kehendaki bisa sukses"

Selesai berkata dia lantas melejit ke tengah udara, lalu dalam beberapa kali lompatan saja sudah lenyap dibalik kegelapan sana. Ku See hong segera berpikir sepeninggalan orang itu.

"Sebagai manusia yang keji licik dan berhati busuk, sudah pasti pedang sakti kayu besi tak akan bersikap sede mikian baiknya kepadaku, cuma dia toh sudah me nerangkan bentuk rumput Im cu cau dan tempat tumbuhnya, apa salahnya kalau aku pergi ke sana untuk me lakukan penyeli-dikan? Toh syair dari lagu dendam sejagad belum kusa mpaikan kepadanya, andaikata dia cuma  me mbual, paling banter aku hanya me mbuang waktu saja dengan sia-s ia." Sementara itu, Kun thian ciang Tan Khong lun sudah menjura sambil berkata:

"Na ma besar Kun sauhiap sudah termashur dalam dunia persilatan, setelah berjumpa hari ini lohu baru merasakan kalau orang itu me mang cocok dengan na ma besarnya, selain berilmu silat sangat tinggi, kau pun gagah dan berjiwa besar"

Ucapan tersebut diutarakan Kun thian ciang Tan Khong lun tanpa disertai suatu maksud tertentu atau bernada  mengumpak, semuanya muncul dari dasar hati yang tulus.

Mendengar perkataan tersebut, Leng hun koay seng Ku See hong segera menjura dan menjawab dengan nada merendah:

"Tidak berani! Tidak berani! Aku orang she Ku cuma seorang kuli silat kasaran, bagaimana mungkin aku berani mener ima pujian dari saudara ?"

Setelah berhenti sejenak, lanjutnya:

"Bolehkah aku orang she Ku bertanya, siapakah na ma saudara yang sebenarnya?"

Waktu itu, Kun thian ciang Tan Khong lun  sudah tahu kalau dia tak mungkin bisa lebih jauh menyamar dalam perkumpulan Ban sia kau, maka sekalipun indentitas yang sebenarnya diutarakan juga tak akan berpengaruh apa-apa.

Karena berpendapat demikian, dengan lantang dia menyahut: 'Berkat sanjungan dan pujian dari kawan- kawan dunia persilatan,

mereka menyebutku Thian ku tee ciang Khong Tang lun."

Mendengar nama tersebut, Leng hun koay seng Ku See hong tertawa terbahak-bahak.

'Haaahhh...haaahhh...haaahhh... selamat berjumpa, sela mat berjumpa! Rupanya saudara adalah Thian kun tee ciang Khong Tang lun tayhiap yang sudah ter mashur sejak dua puluh tahun berselang'' Rupanya orang yang menyamar  sebagai seorang hiangcu dibawah pimpinan Sin hwee tham dalam perkumpulan Ban sia kau dan me makai na ma Kun thian ciang Tan khong lun ini tak lain adalah seorang pendekar besar dari luar perbatasan yang namanya sudah termashur dalam dunia persilatan semenjak puluhan tahun berselang, si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun.

Sambil tertawa Pukuluan langit  dan bumi Khong  Tang lun berkata.

"Kalau orang sudah tua maka dia semakin tak berguna, apalagi setelah berjumpa dengan Ku sauhiap ma lam ini, aku ma kin menyadari bahwa o mbak belakangan sungai Tiangkang akan selalu mendorong o mbak didepannya, coba kalau bukan dikarenakan  dunia persilatan dewasa ini dipenuhi oleh kaum durjana, kaum manus ia laknat dan ge mbong iblis berhati keji, lohupun tak bakal akan munculkan diri untuk me mperilhatkan kejelekanku di depan umum."

"Khong tayhiap berjiwa besar dan berbudi luhur, aku sungguh merasa kagum sekali" ucap Ku See hong cepat, "Yaa, dunia persilatan dewasa ini sudah ma kin mende kati kia matnya, sebagai anggota persilatan memang sewajarnya bila kita menyumbang kan sedikit tenaga untuk menyelamatkan keadaan ini, Tolong tanya Khong tayhiap, apa maksudmu sehingga menyusup ke dalam perkumpulan Ban sia kau?"

"Tujuan lohu menyelundup ke dalam perkumpulan Ban sia kau adalah akan me mbuat pahala bagi khalayak ramai, cuma saja saat  ini lohu hanya menerima perintah orang sehingga keadaan yang sejelasnya tak mungkin bisa ku utarakan dalam hal ini, harap Ku sauhiap sudi me makluminya..."

Terkejut juga Ku See hong setelah mengetahui kalau jago tua itupun me laksanakan perintah orang, segera dia berpikir:

”Dengan kedudukannya sebagai seorang pendekar besar yang termashur pun mas ih rela tunduk dibawah perintah orang, kejadian ini sungguh me mbuat orang tidak habis mengerti, kalau begitu ilmu silat yang di miliki pihak lawan pasti lihay sekali"

Berpikir sa mpa i disitu, dia segera berkata dengan suara nyaring: "Aaah. . . mana. . . mana, aku tak ingin menyelidiki rahasia orang

lain, toh urusannya tidak menyangkut diriku"

'Ku sauhiap, apakah kau agak menaruh curiga kepada lohu, apa sebabnya sampai rela menuruti perintah orang?”

"Padahal majikan yang me mberi perintah kepada lohu itu adalah seorang jago yang berbakat bagus, entah didalam bidang apa saja, semuanya  dapat  me mbuat  orang  merasa  kagum,   bahkan  dia me mpunyai tekad yang amat besar untuk menyelamatkan dunia persilatan dari kehancuran, menegak kan keadilan dan kebenbaran bagi umat dpersilatan dan a me lenyapkan kaubm durjana dari muka bumi, dia sangat berharap segenap kekuatan lurus yang ada dalam dunia ini bisa bersatu padu untuk melakukan perbuatan besar ini"

Ku See hong merasakan hatinya dipengaruhi oleh gejolak emosi setelah mendengar perkataan itu, segera tanyanya dengan lantang:

"Khong tayhiap, bolehkah aku tahu siapakah orang itu?"

Tergerak hati si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun setelah mendengar ucapan tersebut, segera sahutnya dengan lantang:

"Dia adalah ketua dari perguruan Hiat mo bun, yakni manus ia berkerudung warna warni yang a mat misterius itu"

"Khong tayhiap, dapatkah kau mengajak ku untuk bertemu dengannya? Aku orang she Ku ingin me mohon bantuan darinya !' seru Ku See hong dengan perasaan cemas.

"Ku sauhiap. apakah kau ingin me mohon bantuannya untuk menye mbuhkan penyakit yang diderita oleh Hujinmu itu?”

"Benar, benar! Harap kau sudi mengajakku untuk pergi menjumpainya, tentu kau bersedia bukan? Setelah sangsi sejenak, si Pukulan langit dan bumi Khong Tang lun berkata sambil menghela napas:

"Yang diderita oleh istrimu adalah obat perangsang paling jahat dalam dunia persilatan dewasa ini, aku tidak tahu apakah Buncu sanggup mengobatinya atau tidak, cuma dengan ke ma mpuan yang dimilikimya itu, aku pikir mungkin masih ada setitik harapan, tapi sulitnya Buncu kami tak sudi bertemu dengan orang diluar perguruan, bagaimanakah baiknya sekarang?"

Mendengar itu, Ku See hong segera berpikir:

"Konon dia adalah seorang pendekar yang berjiwa luhur,  masa dia tak sudi menolong orang yang sedang sakit parah, Hmm hmm? rupanya dia pun seorang manusia yang lebih suka mencari na ma  dan pahala, aaaai! Oooh Thian, mengapa didalam dunia persilatan selalu ber munculan ma nusia- manus ia se ma-ca m ini?''

Mendadak terdengar Thian kun tee ciang Khong  Tang lun berteriak keras:

"Ahaa, ada jalan!"

Kemudian dengan wajah berseri karena girang, terusnya:

”Ku sauhiap, bersediakah kau untuk menggabungkan diri dengan perguruan Hiat mo bun kami?"

"Sayang aku orang she Ku masih me mpunyai tugas perguruan yang belum selesai kulakukan, terima kasih atas maksud baikmu itu"

Sebagaimana diketahui, Ku See hong adalah seorang manus ia yang aneh dan berjiwa keras, bagaimana mungkin dia sudi bertekuk lutut dibawah perintah orang lain.

Si Pukulan langit dan bumi Khong Tang lun  menghela  napas sedih sehabis me ndengar kata-kata mana, ujarnya:

"Sayang, benar-benar amat sayang! Kalau perguruan  Hiat  mo bun bisa mendapat bantuan dari Ku sauhiap, sudah  pasti  perjuangan kami untuk menegakkan keadilan dan kebenaran akan berjalan semakin lancar, hasil yang diperoleh pun akan berta mbah luas"

Ku See hong mendengus dengan dingin, katanya:

"Khong tayhiap, kau tak usah banyak berbicara lagi, aku orang she Ku sudah terbiasa hidup bebas  tanpa  ikatan  dari  siapapun, bila mana tiada persoakan yang lain lagi aku orang she Ku akan segera me mohon diri lebih dulu"

Selesai berkata Ku See hong  berjalan  mendekati  Im Yan  cu, me mbungkukkan badan dan me mbopongnya bangun.

Me mandang wajah cantik si nona yang sedang tertidur nyenyak, apalagi teringat kalau enam hari ke mudian dia bakal mati, tak kuasa lagi air matanya segera jatuh bercucuran dengan derasnya...

Si pukulan langit dan bumi Kong Tang lun yang menyaksikan hal itu hanya bisa menghela napas sedih.

Helaan napas itu entah berarti turut bersedih atas mus ibah yang menimpa anak muda tersebut, ataukah berarti kekecewaan nya karena gagal menarik Ku See hong untuk bergabung dengan pihaknya.

Pada saat itulah, mendadak dibawah re mbulan ta mpak ada dua sosok bayangan manusia berkelebat mende kat, ketika empat mata mereka yang tajam menangkap wajah Ku See hong serta si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun, mereka kelihatan seperti tertegun, ke mudian salah seorang diantara nya segera menjerit kaget:

"Kau... bukankah kau adalah Ku See hong, Ku sauhiap?"

Kalau di dengar dari nada suaranya yang gemetar, bisa diketahui betapa terkejut dan bergembira hati orang itu.

Sekali  lagi  Ku   See   hong   mendongakkan   kepalanya   dan  me mandang wajah orang itu, kemudian sa mbil manggut- manggut katanya:

"Kanglam sianghou, aaaah! Dua bersau-dara Hoo, apakah kalian sudah tidak kenal lagi dengan aku orang she Ku?" Kedua orang itu tak la in adalah Kanglam Siang hou. Terdengar Pek lek jiu Hoo Kian segera tertawa terbahak, kemudian ujarnya:

-ooodwooo-