Gelang perasa bab 7

 
Bab 7

Dibunuh Secara Misterius

Rumah-rumah Tian Xiang Tang sangat besar, berdiri berkelompok serumah demi serumah.

Rumah yang ditinggali oleh Ge Xin adalah ruangan keenam, secara kebetulan di depan pintu ada sebuah pohon besar.

Pintu itu terbuka, di dalam tidak ada suara apa pun. Ge Xin sepertinya sedang tertidur nyenyak, dia benar-benar terlihat sangat kelelahan.

Xiao Shao Ying dengan pelan masuk ke dalam ruangan itu. Seseorang dengan sikap hormat mengikutinya

"Apakah kau yang bernama Ge Zheng?" "Benar."

"Berapa lama kau kenal dengan Ge Xin?" "Hampir 3 tahun."

"Apakah kalian selalu satu ruangan?" "Benar."

"Menurutmu, dia orangnya bagaimana?"

"Dia sangat aneh, dia jarang berbicara dengan kami" "Tidak pernah minum arak bersama-sama?"

"Dia tidak minum arak, tidak berjudi dan tidak main perempuan."

Ge Zheng menjawabnya dengan sangat sempurna dan dengan sikap yang baik. Karena ini adalah perintah dari ketua,

"Bawalah Ketua Xiao Shao Ying untuk melihat-lihat, mulai hari ini kau menjadi pengawal Ketua Xiao Shao Ying"

Xiao Shao Ying sangat puas terhadap sikap orang ini, karena dia adalah orang yang penurut. "Apakah kau senang minum arak?" "Kesenanganku adalah minum," dengan jujur Ge Zheng menjawab.

Xiao Shao Ying tampak lebih puas lagi. Apakah arak lebih senang dengan setan arak?

Di ruangan ketujuh, pekarangannya penuh bunga dan di beranda masih tergantung sarang burung, sepasang burung sedang berkicau.

"Siapakah yang tinggal di sini?"

"Nona Guo bersaudara dan 6 orang pelayan." "Apakah ketua sering datang kemari?"

"Tidak, ketua jarang kemari, Nona Guo yang sering ke tempat ketua." Tanya Xiao Shao Ying, "Nona Guo sudah berapa lama tinggal di tempat ini?" "Sepertinya belum 2 tahun."

"Bagaimana dengan adiknya?"

"Sesudah Nona Guo datang antara 7 atau 8 bulan, dia baru menjemput adiknya." "Nona Kedua Guo, apakah dia juga sering datang ke ruangan ketua?"

Ge Zheng segera menggelengkan kepala dan menjawab, "Nona kedua adalah gadis baik-baik, biasanya dia jarang keluar, tidak ada orang yang melihat dia keluar dari sini"

Xiao Shao Ying tertawa lagi.

Di belakang ruangan lebih banyak pohon dan lebih sepi dari tempat tinggal Guo Yu Niang. Ada angin berhembus membawa bau obat.

"Siapakah yang tinggal di sini?"

"Di sini adalah tempat tinggal Ketua Sun." "Ketua Sun? Apakah dia adalah Sun Bin?" Ge Zheng mengangguk dan menarik nafas,

"Empat orang ketua, sekarang hanya tinggal Ketua Sun saja." "Apakah lukanya sangat parah?"

Ge Zheng mengangguk.

"Dia mengalami luka dalam, walaupun sudah banyak tabib yang mengobati dan setiap hari minum obat tapi hingga saat ini, Ketua Sun tetap tidak bisa sembuh, berdiri pun tidak mampu."

Xiao Shao Ying berkata, "Aku sudah lama tahu bahwa dia adalah seorang pendekar, sekarang aku sudah datang kemari, mari kita berkunjung dulu kepadanya."

Ge Zheng seperti ingin melarang, tapi akhirnya tidak jadi.

Baginya sekarang, kata-kata Xiao Shao Ying adalah perintah Dan dia harus menuruti perintah itu.

Baru saja mereka masuk, di belakang pohon ada bayangan seseorang dan dengan cepat menghilang.

Bayangan ini sangat langsing, dan sepertinya memakai baju berwarna kuning.

Tapi mengapa Xiao Shao Ying seperti tidak melihat? Tapi Ge Zheng sempat melihatnya, dia menggeleng-gelengkan kepala dan berkata,

"Gadis itu usianya pun sudah tidak kecil lagi, tapi setiap hari kelakuannya seperti anak kecil, tidak berani menemui orang."

Dengan santai Xiao Shao Ying bertanya, "Siapakah gadis itu?" "Dia pasti Chui E (baca e). Pelayan-pelayan Nona Guo semua adalah gadis baik-baik, hanya dia saja yang pemalu."

"Apakah dia pelayan Nona Guo?" "Benar "

Sepertinya Ge Zheng takut Xiao Shao Ying salah mengerti, segera dia menjelaskan, "Obat-obat untuk Ketua Sun selalu diurus oleh pelayan-pelayan Nona Guo."

"Oh!"

Kata Ge Zheng lagi, "Karena mereka sudah dilatih oleh Nona Guo. Cara kerja mereka teliti dan sangat berhati-hati, melayani orang sangat telaten"

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, "Sayang Ketua Sun sakit berat, jika tidak pasti banyak hal yang harus diurus oleh mereka."

Penyakit Sun Bin benar-benar tidak ringan.

Di dalam kamar terasa basah dan gelap, daun-daun pohon menutupi sinar matahari, pintu dan jendela pun tertutup.

"Ketua Sun tidak boleh terkena angin." Bau obat begitu menyengat.

"Setiap hari Ketua Sun harus minum 7 hingga 8 bungkus obat." Sekarang cuaca sedang panas.

Dulu Ketua Sun pernah terkenal dengan tongkat perak naganya dan pernah membunuh 7 orang penjahat laki-laki berhati baja, sekarang seperti seorang nenek tua terbaring di tempat tidur. Badannya ditutupi selimut yang tebal

Dia tidak merasa panas, malah seperti kedinginan, semua bagian tubuh ditutupi oleh selimut tebal dengan rapat.

Ketika ada yang mendorong pintu untuk masuk, dia tidak membalik badan, juga tidak membuka mulut.

"Chui E baru saja pergi, Ketua Sun sepertinya baru minum obat dan tertidur."

Ge Zheng menjelaskan lagi, "Setiap kali sesudah minum obat, dia harus tidur sebentar."

Xiao Shao Ying menjadi curiga, tapi akhirnya dia pelan-pelan keluar dan pelan-pelan menutup pintu lalu berkata, "Nanti aku akan datang lagi"

Tapi dia tidak segera meninggalkan tempat ini, dia berhenti di depan pintu seperti sedang mendengarkan sesuatu. Dia tidak mendengar suara apa pun. Di dalam kamar sangat sepi, sedikit suara pun tidak ada.

"Siapa yang sedang memukul lonceng?"

"Pelayan yang berada di dapur yang terletak di belakang rumah" "Sekarang adalah waktunya untuk makan malam."

"Makan malam di sini agak sore, karena kita harus bangun pagi." "Kau pergi makan dulu."

Xiao Shao Ying melambaikan tangan dan berkata, "Hal yang penting sekarang ini adalah makan."

"Bagaimana dengan Anda..." "Aku bisa jalan sendiri" Matahari sudah terbenam, langit merah seperti api. Di pekarangan tidak ada orang, Xiao Shao Ying berjalan pelan-pelan ke balik pohon.

Pohon beringin yang sangat besar, beberapa orangpun tidak akan bisa memeluk batang pohon beringin itu.

Bayangan seseorang yang mengenakan baju kuning, yang terlihat ringan yang seperti burung walet sudah tidak terliihat.

Xiao Shao Ying tidak melihat ada orang yang keluar dari rumah itu.

Dia mengelilingi pohon besar itu, lalu dia tersenyum-senyum, ini sangat aneh.

Pada waktu itu, di dinding rumah yang pendek ada bayangan seseorang, hanya terlihat sekilas, cahaya perak sudah seperti hujan menyerang punggungnya

Punggung Xiao Shao Ying tidak memiliki mata, tapi untung dia mempunyai telinga, dan telinganya sangat tajam.

Begitu terdengar suara kelebatan angin, dia sudah meloncat tinggi.

Begiru terdengar suara TING, jarum-jarum sudah terpaku di batang pohon besar itu, Xiao Shao Ying sudah meloncat ke dinding yang pendek itu.

Tapi bayangan orang tadi sudah hilang.

Di balik semak semak ada beberapa kamar yang sangat bagus. Di beranda tergantung sarang burung yang berwarna kuning, tiba-tiba ada yang berkata,

"Ada tamu, ada tamu. "

Sepasang burung kakatua yang cerewet. Terpaksa Xiao Shao Ying berjalan ke arah sana.

Sebelum tiba di pintu, sudah ada seorang gadis yang bermata besar dan rambut digerai panjang, berpakaian hijau keluar.

Dia melotot kepada Xiao Shao Ying dan berkata, "Kau mencari siapa?" Jawab Xiao Shao Ying sambil tertawa, "Aku bukan mencari orang."

Si gadis itu lebih galak lagi dan berkata, "Bila datang bukan mencari orang, mengapa harus sembunyi-sembunyi?"

"Aku hanya datang untuk melihat-lihat." "Apakah kau tahu ini tempat apa?" "Karena tahu, maka aku datang."

Si gadis kecil itu menatapnya dari atas ke bawah kemudian dari bawah ke atas lalu berkata, "Siapa kau? Margamu apa"?"

"Aku bermarga Xiao."

Tiba-tiba si gadis itu tidak tampak galak lagi, dia tertawa dan berkata, "Ternyata Tuan Xiao, kau datang ke sini pasti mencari nona kedua"

Xiao Shao Ying terpaksa mengakui dan berkata, "Apakah nona keduamu ada?" Gadis itu tertawa dan menjawab, "Dia tidak ada."

Nasi belum sempat dimakan, dia sudah pergi mencari Tuan Xiao.

Xiao Shao Ying baru akan pergi, gadis kecil ini berkata lagi, "Namaku Chui E, jika Tuan Xiao ingin meminta bantuanku, suruhlah orang ke sini untuk mencariku, aku bisa memasak sayur dan bisa menghangatkan arak"

Namanya Chui E. Bajunya berwarna hijau. Dia bukan seorang pemalu.

Siapa gadis pemalu yang memakai baju kuning tadi? Apakah Ge Zheng berbohong? Atau dia sendiri tidak jelas melihatnya?

Sebelum nona kedua pergi, dia masih menyuruh kami untuk memasak beberapa macam sayur, dan mengantarkannya kepada Tuan Xiao. Sekarang dia pasti sedang menunggu Tuan Xiao.

Xiao Shao Ying tidak pulang.

Dia malah kembali ke ruangan Sun Bin. Tadi Xiao Shao Ying sendiri yang menutup pintu itu, dan pintu itu tidak dikunci dari dalam.

Dia mendorong pintu lalu masuk.

Rumah itu bertambah gelap, Sun Bin tetap masih diselimuti oleh selimut yang tebal, dia tetap tidak membalikkan badan.

Sepasang sepatu yang baru, diletakkan dengan rapi di bawah tempat tidur.

Xiao Shao Ying ingin melihat sepatu yang disusun itu seperti apa, jika sudah dipakai, sekali melihat pun sudah tahu.

Tapi sepasang sepatu itu tidak ada yang mengenakan, Xiao Shao Ying mengerutkan dahi, seperti merasa aneh juga merasa kecewa.

Apakah dia curiga bahwa orang yang melempar dia dengan senjata rahasia itu adalah Sun Bin yang sedang sakit berat"?

Tapi bagaimana pun juga ruangan ini penuh dengan suasana seram dan misterius, siapa pun tidak akan betah tinggal di sini terus.

Begitu dia akan pergi, dan membalikkan badan, dia sudah melihat Ge Ting Xiang. Langkah Ge Ting Xiang sangat ringan.

Xiao Shao Ying tidak menyangka orang yang begitu tinggi dan besar, mengapa langkahnya ringan seperti kucing?

Tapi dia lupa kepada binatang yang bisa memakan orang, seperti cheetah dan harimau juga seperti kucing, di bawah kakinya ada daging empuk seperti bantal.

Mereka adalah binatang sejenis, sama-sama harus makan daging segar baru bisa bertahan hidup.

Makanan kucing adalah ikan dan tikus. Makanan harimau dan cheetah adalah kelinci dan rubah.

Dan makanan Ge Ting Xiang adalah orang.

Matahari sore menyinari wajah Ge Ting Xiang, terlihat dia lebih gagah dan berwibawa. "Kau pasti sudah tahu, orang yang menembak senjata rahasia kepadamu bukan Sun Bin." "Kau sudah tahu bahwa aku diserang dengan senjata rahasia oleh orang lain?"

"Semua hal yang terjadi di sini, tidak bisa membohongiku."

Dia membuka telapak tangannya, di tangannya ada sebuah jarum perak. Dia berkata, "Orang yang menyerangmu dengan senjata rahasia, apakah dengan barang mainan ini?"

Xiao Shao Ying marah dan berkata, "Ini bukan mainan. Ini adalah senjata rahasia yang dibuat untuk membunuh orang, walaupun hanya sebuah jarum jika bersarang di badanku, sekarang aku pasti sudah menjadi orang mati."

Tapi Ge Ting Xiang malah tertawa dan berkata, "Kau jangan marah kepadaku, yang menembakmu itu bukan aku.

Senjata itu aku dapatkan dari pohon besar itu" Tanya Xiao Shao Ying, "Apakah kau tahu, siapa yang bisa memakai senjata rahasia beracun ini?"

Ge Ting Xiang menggeleng-gelengkan kepala dan menjawab, "Aku tahu, senjata ini beracun ." Xiao Shao Ying memotong kata-katanya dan berkata, "Cara dia melempar lebih telengas lagi,

sekaligus mengeluar 17 sampai 18 buah."

Kata Ge Ting Xiang, "Aku sudah menghitung, jumlahnya ada 14 buah" "Empat belas dan 18 tidak berbeda jauh."

"Beda, beda jauh sekali." "Beda di bagian mana?"

"Jika bisa mencapai 18 buah, aku tidak akan bisa melihat senjata rahasia itu sejenis apa" "Jika sekarang kau bisa melihatnya?"

Ge Ting Xiang mengangguk dan menjawab, "Jarum ini walaupun kecil, tapi begitu terpaku ke pohon setiap jarum masuk ke tengah-tengah pohon."

Kata Xiao Shao Ying, "Jika terpaku di badanku, akan masuk ke dalam tulang-tulangku." "Benar, itu pasti."

Mata Xiao Shao Ying bercahaya, seperti yang mengerti apa yang dimaksud oleh Ge Ting Xiang, dan berkata, "Siapa yang mempunyai kekuatan sebesar itu?"

"Tidak ada seorang pun."

"Senjata rahasia itu keluar dari mesin berpegas."

Ge Ting Xiang mengangguk dan berkata, "Senjata rahasia yang memakai mesin di dunia ini dan yang paling menakutkan adalah Kong Que Ling."

Kata Xiao Shao Ying, "Untung ini bukan Kong Que Ling, jika tidak 10 Xiao Shao Ying juga akan mati dunia ini."

Kata Ge Ting Xiang, "Kecuali Kong Que Ling, masih ada beberapa macam senjata vang juga sangat menakutkan seperti Qi Xing Tou Gu Zhen, (Jarum Tujuh Bintang Masuk Tulang) itu adalah salah satunya."

"Apakah senjata ini adalah Qi Xing Tou Gu Zhen?"

"Orang yang berlatih Qi Xing Tou Gu Zhen biasanya tangan kiri dan di tangan kanan di gunakan sekaligus Itu adalah senjata yang paling menakutkan."

Tangan kiri dan kanan, kedua tangan berbarengan melepaskan senjata, dua wadah jarum itu berisi sebanyak 14 buah jarum.

Kata Xiao Shao Ying,

"Orang yang menguasai senjata rahasia ini tidak banyak."

Kata Ge Ting Xiang, "Mesin rahasia ini sangat sulit dibuat, karena itu jarang sekali muncul di dunia persilatan.

Xiao Shao Ying mengambil jarum di tangan Ge Ting Xiang dan berkata, "Kelihatannya mainan ini tidak ada yang istimewa."

Kata Ge Ting Xiang, "Tapi wadah peluncuran jarum ini sangat aneh." "Oh!"

"Katanya dulu, demi membuat senjata rahasia ini, rambut Qi Qio Tong Zi menjadi putih. Dia hanya membuat 7 pasang. Sekarang walaupun masih ada sisa, juga tidak akan banyak." Kata Xiao Shao Ying, "Kelihatannya nasibku sedang mujur, aku bisa mencoba salah satu di antara satu pasang alat rahasia ini."

Kata Ge Ting Xiang, "Aku juga tidak menyangka, senjata rahasia ini bisa muncul di sini." "Apakah kau juga tidak tahu siapa yang mempunyai senjata rahasia ini?"

Ge Ting Xiang menggeleng-gelengkan kepala.

Kata Xiao Shao Ying," Siapa pun dia, dia pasti orang Tian Xiang Tang." "Siapa pun dia, dia sudah melakukan kesalahan yang bodoh "

"Jika aku sudah mati, dia tidak melakukan kesalahan yang bodoh" "Tapi kau tidak mati, dia malah sudah membuka identitasnya." Xiao Shao Ying tertawa, suara tawanya mengandung ejekan. "Kau sudah tahu identitasnya?"

"Ya."

"Siapakah dia?"

"Di badannya jika ada sepasang wadah jarum, ini adalah identitasnya"

Tawa Xiao Shao Ying menghilang, dan berkata, "Asal kita bisa mencari wadah jarum ini, kita akan bisa menemukan orangnya"

"Akhirnya kau mengerti juga maksudku."

"Tapi wadah Qi Xing Tou Gu Zhen, kapan pun orang itu bisa membuangnya."

"Dia pasti tidak akan membuangnya karena dia sangat menyayangi wadah jarumnya, siapa pun yang mempunyai senjata rahasia ini, dia tidak akan membuangnya."

"Apakah dia tidak bisa menyimpan di tempat lain?" "Tidak bisa."

"Mengapa?"

"Karena ini adalah senjata rahasia untuk menjaga dirinya."

Kata Ge Ting Xiang lagi, "Jika aku ingin ke Qing Long Bang dan menyamar menjadi mata-mata, aku juga akan membawa senjata rahasiaku terus."

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata, "Jahe yang tua tetap yang pedas." Tiba-tiba dia tahu Ge Ting Xiang tidak bisa dipandang dengan ringan.

"Hal ini tidak bisa diselidiki secara terang-terangan, aku ingin diperiksa dengan sembunyi- sembunyi," kata Ge Ting Xiang,

"Karena itu mataku harus dibuka dan harus tetap sabar."

"Tapi bagaimana pun kita sekarang sudah tahu, ada orang Qing Long Bang di dalam Tian Xiang Tang."

"Benar."

"Dan kita juga tahu di tubuh orang itu terdapat sepasang wadah jarum Qi Xing Tou Gu Zhen" "Karena itu pula tugasmu baru dimulai, tapi sudah menampakkan hasil," Ge Ting Xiang tertawa. "Apakah mereka sudah tahu kau memberi tugas ini kepadaku dan karena itu mereka

menyerangku?"

"Mungkin mereka sudah curiga, karena seseorang yang menjadi pencuri, hatinya selalu penuh dengan rasa curiga" "Hatiku juga dipenuhi rasa curiga, tadi aku masih mencurigai Sun Bin" Mereka sudah keluar dari kamar Sun Bin.

Angin meniup daun pohon beringin, di batang pohon masih terpaku 13 buah jarum perak.

Mereka berdiri di bawah pohon beringin itu, angin meniup dedaunan, sangat tepat menutupi suara mereka yang sedang mengobrol.

"Pasti bukan Sun Bin" "Mengapa?"

"Dia sudah mengikutiku selama 15 tahun dan dia adalah teman setiaku," suara Ge Ting Xiang terdengar sangat yakin.

"Tapi kepala cabang Tian Xiang Tang dari 4 orang sudah mati 3, mengapa nasibnya lebih mujur?" tanya Xiao Shao Ying

"Karena dia selalu mengikutiku"

Kata Ge Ting Xiang, "Kalau tidak, dia akan mati di tangan Li Qian Shan." "Kau membunuh Li Qian Shan? Membunuh dia?"

Ge Ting Xiang menarik nafas dan menjawab, "Sayang, aku bergerak kurang cepat, dia sudah terluka parah."

"Karena itu kau berkurang seorang asisten yang baik." Ge Ting Xiang mengangguk dengan sedih.

"Tapi aku harus berusaha dengan segala cara agar dia bisa bertahan hidup, walaupun harus memotong sebelah tanganku, aku akan melakukannya."

"Aku juga berharap dia bisa terus hidup dan bisa berteman dengan dia." Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata lagi,

"Orang yang kau anggap penting sepertinya tidak banyak." "Benar, memang tidak banyak"

Ge Ting Xiang menepuk pundaknya dan berkata, "Karena itu kau juga harus hidup dengan baik."

Wajah Xiao Shao Ying ternyata juga bisa mengeluarkan wajah terharu.

"Aku pasti bisa mencari orang itu, aku akan membuat dia menyesal," kata Ge Ting Xiang. Kata Xiao Shao Ying, "Aku tidak suka diserang secara sembunyi-sembunyi."

"Siapa pun tidak suka diserang secara sembunyi-sembunyi." "Walau bagaimana pun, orang ini harus kau serahkan kepadaku."

"Aku akan menyerahkannya kepadamu, dan aku juga akan menyerahkan hal lainnya kepadamu."

Ge Ting Xiang tersenyum, kemudian dia menepuk lagi pundak Xiao Shao Ying dan berkata, "Asal kau bisa mencari siapa orang itu, apa pun yang kau inginkan, aku akan memberikannya

kepadamu." "Apakah benar?"

Tapi Ge Ting Xiang sepertinya terlihat sedikit ragu.

Kata Ge Ting Xiang," Aku sudah tua, perempuan yang menyukaiku tidak banyak, perempuan yang kusukai juga tidak banyak," dia tersenyum lagi dan berkata, "Aku tahu kau pasti bisa melakukannya demi diriku." Xiao Shao Ying juga tertawa.

"Yang tidak boleh diminta, aku pasti tidak akan memintanya, aku bukan orang yang serakah" "Karena itu pula aku menyukai orang sepertimu"

Pohon di depan pintu Ge Xin, daun-daunnya sudah berguguran, hanya tertinggal batang dan cabang pohon.

Xiao Shao Ying mendatangi pohon itu lagi.

Dia tetap tidak kembali ke kamarnya, walaupun dia tahu bahwa Xiao Xia sedang menunggunya.

Seorang perempuan jika sudah ditaklukkan oleh laki-laki, menyuruh dia menunggu berapa lama pun, dia akan tetap menunggunya.

Tapi jika seorang laki-laki sudah menyerang orang lain dengan sembunyi-sembunyi, dia tidak akan menunggu orang lain mencari bukti.

Dia harus mencaritahu tentang orang ini.

Sepertinya dia sudah tahu, jika bukan Sun Bin orang itu pasti Ge Xin. Yang menyerang dia adalah laki-laki, dia tahu dan sangat jelas.

Tapi dia tidak melihat Ge Ting Xiang.

Ge Ting Xiang juga tidak kembali ke perpustakaannya, dia sekarang sedang berdiri di luar pekarangan di dekat dinding yang pendek, dia sedang mendengar suara dari dalam pekarangan.

Dia mendengar 2 kali suara ketukan pintu, mengetuk sebanyak 2 kali, tapi Ge Xin tidak menyahut, juga tidak membuka pintu.

Dia tahu Xiao Shao Ying pasti tidak menunggu di luar, lebih-lebih tidak akan pergi begitu saja.

Si bocah ini jika mau ke rumah orang lain, di dunia ini tidak ada pintu yang bisa menghalanginya.

Terdengar suara pintu didobrak. Ge Ting Xiang tersenyum.

Hal ini tidak bisa diselidiki dengan terang-terangan harus dengan sembunyi-sembunyi. Dia ingin tahu cara apa yang digunakan oleh Ge Xin.

Pintu didobrak, dari dalam kamar tidak terdengar suara orang yang kaget atau marah-marah. Ge Xin adalah seorang yang sangat tenang.

Melihat Xiao Shao Ying mendobrak pintu untuk masuk, dia tetap berbaring di tempat tidur dan tidak bergerak. Dia hanya menarik nafas dan berbicara sendiri,

"Kelihatannya lain kali aku harus menggantinya dengan papan pintu yang lebih tipis."

Dengan tertawa dingin Xiao Shao Ying bertanya, "Bukankah harus diganti dengan papan yang tebal?"

Ge Xin menggeleng-gelengkan kepala dan menjawab,

"Papan tebal tidak baik, harus yang tipis, semakin tipis semakin baik" "Mengapa harus begitu?"

"Jika papan sekali didobrak langsung hancur, Ketua Xiao Shao Ying tidak akan merasa sakit dan tidak perlu menghabiskan tenaga yang besar."

Xiao Shao Ying tertawa. Dia berkata, "Kali ini aku tidak memakai tenaga yang besar." Tawanya membuat bulu kuduk berdiri.

Dia berkata lagi, "Tenagaku sengaja kusisakan untuk membunuh orang." "Membunuh orang? Membunuh siapa?"

"Aku hanya ingin membunuh orang ini. Membunuh orang yang menyerangku dari belakang," jawab Xiao Shao Ying.

"Siapa yang berani menyerang Ketua Xiao?" "Apakah kau tidak tahu."

"Tidak tahu," jawab Ge Xin sambil menguap, "Aku jarang mempunyai waktu untuk tidur." "Apakah sejak tadi kau terus tidur?"

Ge Xin mengangguk dan menjawab, "Karena aku selalu kurang waktu untuk tidur, bila sudah tidur aku akan tidur seperti orang mati."

"Sayangnya, kau tidak seperti orang mati," kata Xiao Shao Ying sambil tertawa dingin, dia berkata lagi, "Dan kau tidak seperti orang yang baru bangun tidur."

"Bagaimana kondisi orang yang baru bangun tidur?"

"Orang yang baru bangun tidur, di bawah sepatunya tidak ada tanah."

Kaki Ge Xin baru dikeluarkan dari balik selimut, di bawah sepatunya memang sangat kotor, apakah dia tadi keluar tanpa alas kaki? Kemudian menembakkan senjata rahasia Qi Xing Tou Gu Zhen ke arah Xiao Shao Ying?

Kata Ge Xin, "Bagian atas kakiku juga kotor, aku tidak senang mencuci kaki, katanya bila orang sering mencuci kaki akan sering sakit."

Xiao Shao Ying melotot ke arahnya.

"Tenagamu itu bukankah untuk membunuh orang? Dan menyerang orang lain dengan senjata rahasia?"

"Tapi aku hanya membunuh satu macam orang saja" "Orang macam apakah itu?"

"Begitu dibunuh, langsung mati"

"Ada kalanya orang bisa lengah seperti kuda, ada kalanya dia bisa terpeleset," kata Xiao Shao Ying sambil tertawa dingin.

"Siapa pun pasti ada waktu lengah."

Tiba-tiba Ge Xin membuka matanya lebar-lebar, dengan kaget dia menatap Xiao Shao Ying, seperti baru mengerti dengan ucapan Xiao Shao Ying yang tadi!

"Apakah Ketua Xiao menganggap bahwa aku adalah orang yang menyerang dari belakang?" Jawab Xiao Shao Ying, "Iya atau bukan, bagiku sama saja "

"Mengapa bisa sama?"

"Aku tetap harus membunuhmu" Ge Xin terpaku.

Kata Xiao Shao Ying, "Berdiri!"

"Aku akan mati, mengapa sekarang harus berdiri?" "Aku tidak ingin membunuh orang yang berada dalam posisi berbaring." "Tapi aku lebih senang mati dalam posisi berbaring."

Dia menghembuskan nafas dan berkata, "Bila seseorang akan mati, dia mempunya hak memilih cara untuk mati."

"Aku menyuruhmu mati dengan posisi berdiri, kau harus mau melakukannya." "Biasanya kau tidak tahu aturan."

"Sekarang aku sudah berubah"

Tiba-tiba Xiao Shao Ying berlari ke arah tempat tidur Ge Xin, menarik dan menamparnya.

Ge Xin tidak menghindar, matanya ditutup, dengan ringan dia berkata, "Sekarang kau adalah ketua, kau boleh tidak tahu aturan, tapi aku juga tidak akan berdiri."

Kata Xiao Shao Ying, "Aku mempunyai cara supaya kau mau berdiri"

Tangannya siap mengangkat tubuh Ge Xin, tiba-tiba dari bawah tempat tidur terdengar ada suara aneh.

"Apakah di bawah tempat tidur ada orang?"

Kaki Xiao Shao Ying sekali menendang, tempat tidur itu langsung hancur, di bawah tempat tidur ada yang berteriak karena terkejut.

Itu adalah suara perempuan.

Di bawah tempat tidur memang ada seseorang, seorang perempuan yang telanjang bulat. Kali ini giliran Xiao Shao Ying yang terpaku.

Perempuan itu cantik dan masih muda, dadanya besar dan kencang, pinggangnya ramping, kakinya panjang.

Walaupun Xiao Shao Ying tidak terus melihat ke arah gadis itu, tapi dia sudah tahu dengan jelas.

Karena mata Xiao Shao Ying sangat tidak jujur.

Wajah gadis itu mulai memerah, dia menarik selimut Ge Xin untuk menutupi dirinya. Gadis itu lupa bahwa tubuh Ge Xin bagian bawah kecuali selimut ini sebagai penutupnya, bagian tubuh itu seperti bayi yang baru lahir.

Kali ini walaupun Xiao Shao Ying sudah melihat, tapi dia tidak melihat secara jelas.

Ge Xin tertawa kecut dan berkata,"Sekarang kau sudah tahu mengapa aku tidak mau berdiri." Xiao Shao Ying pun tertawa kecut, "Sekarang aku juga tahu mengapa kau selalu kurang tidur." Tiba-tiba gadis itu berkata, "Kau harus mengerti bahwa yang menyerangmu itu bukan dia." Tanya Xiao Shao Ying, "Apakah sejak tadi kau berada di sini?"

Wajah gadis itu memerah lagi, dia mengangguk, "Dari tadi dia tidak keluar." Xiao Shao Ying melihat gadis itu, melihat Ge Xin, tiba-tiba dia tertawa.

Gadis itu membagi setengah selimutnya kepada Ge Xin.

Dengan tersenyum Xiao Shao Ying berkata, "Ada gadis seperti dirimu di sisinya, dia tidak akan secara sembunyi-sembunyi menyerang orang lain."

Kata gadis itu,

"Bila dia akan pergi, aku juga tidak akan mengijinkannya."

Kata Xiao Shao Ying sambil tertawa, "Aku adalah orang yang berpengalaman." Perempuan itu juga tertawa dan berkata, "Aku pun bisa melihatnya" Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak.

"Bila aku ditemani gadis seperti dirimu, aku pun tidak akan pernah cukup tidur."

Dia menepuk pundak Ge Xin dan berkata, "Mengapa tidak sejak tadi kau beritahu kepadaku?" "Karena...," jawab Ge Xin, "karena hal ini tidak boleh diketahui oleh ketua."

"Mengapa?"

"Karena gadis ini adalah pelayan Nona Guo sebenarnya dia tidak boleh datang kemari." Akhirnya Ge Xin berkata jujur juga.

"Dia pelayan Nona Guo? Siapakah namanya?" "Dia bernama Chui E."

"Chui E, Chui E, Chui E lagi" "Memangnya ada berapa Chui E?" "Hanya ada satu"

Xiao Shao Ying tertawa kecut, hanya ada satu Chui E, tapi dia sudah bertemu dengan 3 orang Chui E.

"Aku adalah Chui E, bila kau akan memberitahu kepada ketua, aku tidak takut, mati pun aku akan ikut dengannya."

Chui E menarik Ge Xin dan berkata, "Bagaimanapun aku harus ikut dengannya." Kelihatannya ini adalah Chui E yang asli.

Lalu yang dua orang itu siapa?

Chui E, nama ini tidak begitu bagus juga tidak istimewa, mengapa harus memakai nama Chui

E?

"Mengapa Ge Xin harus berbohong? Dia berbohong untuk alasan apa?"

Akhirnya Xiao Shao Ying meninggalkan tempat itu, dengan keadaan seperti itu dia selalu

merasa kasihan, dengan tersenyum dia keluar dari rumah itu, tidak lupa menutup pintu yang sudah terbelah menjadi dua.

"Kau harus menggantinya dengan pintu yang baru, semakin tebal semakin baik."

"Walaupun aku memasang pintu besi, bila bertemu dengan orang seperti dirimu, tidak akan ada gunanya."

Kata-kata ini diucapkan oleh Ge Xin.

Begitu keluar dari pekarangan, dia sudah melihat Ge Ting Xiang. Wajah Ge Ting Xiang tersenyum dan berkata,

"Sepertinya kecurigaanmu terlalu besar dan tidak tahu aturan."

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, "Walaupun sudah salah membunuh 1.000 orang, aku tetap tidak akan melepaskan satu orang yang kukejar, kata-kata ini kau sendiri yang mengucapkannya."

"Apakah kau selalu ingat dengan semua perkataanku?" "Hingga ke setiap huruf tidak akan kulupakan."

Ge Ting Xiang melihatnya, sorot matanya memancarkan suatu kepuasan. "Aku bukan orang yang berlaku ketat terhadap anak buah." Dia melanjutkan lagi,

"Demi diriku, mereka rela mengeluarkan keringat dan darah, bila mereka hidup tidak lurus, aku pun tidak akan bertanya lagi."

"Tapi terhadap Ge Xin perlakuanmu tidak sama."

Jawab Ge Ting Xiang, "Karena pada malam hari tanggung jawabnya lebih berat, aku ingin pada siang hari dia bisa tidur dengan nyenyak."

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata, "Bila sudah bertemu dengan gadis seperti Chui E, tidak ada seorang laki-laki pun yang bisa tidur"

Ge Ting Xiang juga tertawa dan berkata, "Mendengar perkataanmu, sepertinya dia sungguh- sungguh terhadap Ge Xin."

"Apakah kau akan menjodohkan mereka?"

Ge Ting Xiang menggangguk dan berkata, "Seorang laki-laki bila sudah saatnya, dia membutuhkan seorang perempuan, walaupun dalam hal ini dia sudah melakukan kesalahan, tapi..."

Xiao Shao Ying sudah menyambung kata-katanya, "Kadang-ladang melakukan kesalahan lebih baik, karena bila orang itu mempunyai rencana busuk atau memiliki niat terselubung, dia tidak akan melakukan kesalahan"

Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Kau benar-benar tidak melupakan satu kata pun dari perkataanku."

Cahaya matahari yang terbenam menyinari wajah mereka yang berseri. Hari ini sepertinya mereka terlihat lebih bahagia.

"Bila kau tidak mempunyai keperluan lain, tinggallah di sini, temani aku makan malam, aku akan membuka seguci Arak Ni Er Hong untukmu."

Jawab Xiao Shao Ying, "Aku kebetulan mempunyai keperluan lain." Xiao Shao Ying menolak undangan Ge Ting Xiang.

"Kau mempunyai keperluan apa?" tanya Ge Ting Xiang

"Karena aku adalah seorang laki-laki yang usianya sudah cukup," jawab Xiao Shao Ying, "apalagi Xiao Xia sedang menungguku, dan dia sudah memasakkan sayur untukku."

Ge Ting Xiang tertawa dan berkata, "Masing-masing sedang ditunggu oleh gadisnya, tidak akan ada yang mau menemani aku yang sudah tua ini untuk makan malam."

"Ada satu orang, walaupun ada 800 orang gadis menunggunya, dia akan tetap menemanimu makan," jawab Xiao Shao Ying.

Ge Ting Xiang tahu siapa yang dimaksud oleh Xiao Shao Ying. "Tapi hari ini aku tidak menyuruhnya datang."

"Mengapa?"

"Karena aku tidak mau disangka oleh orang lain bahwa aku adalah seorang pak tua yang sudah lelah," jawab Ge Ting Xiang sambil tertawa,

"Ada dia di sisiku aku tidak akan pernah cukup tidur dan selalu tidak bersemangat."

Xiao Shao Ying tiba-tiba menunjukkan ekspresi terharu, dia tahu bahwa pak tua ini sudah menganggapnya sebagai teman, karena kata-kata seperti ini baru bisa diucapkan di hadapan seorang teman.

Ge Ting Xiang menepuk pundaknya, "Pergilah! Aku akan menyuruh seseorang mengantarkan Arak Ni Er Hong ke tempatmu, ada sayur lezat harus ditemani oleh arak yang enak!"

Kata Xiao Shao Ying,

"Aku akan tinggal di sini untuk menemanimu."

Tapi Ge Ting Xiang menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, tidak perlu kau temani, bila seseorang sudah tua dia harus bisa minum arak sendiri dan makan sendirian, aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini."

Ge Ting Xiang sambil tersenyum berlalu dari pekarangan itu.

Xiao Shao Ying melihat sosok Ge Ting Xiang yang tinggi dan besar yang menghilang dari pandangannya, tiba-tiba matanya bersorot aneh, seperti sedih tapi juga seperti ketakutan.

Dia semakin mengerti dengan orang tua ini.

Dia semakin tahu bahwa orang tua ini tidak kejam dan dingin seperti yang disangkanya semula.

Apakah persahabatan berasal dari saling mengerti di antara dua orang manusia? Sebenarnya hal ini tidak perlu ditakuti dan tidak perlu merasa sedih.

Apa yang di pikirkan dalam hati Xiao Shao Ying? Tidak ada seorang pun yang tahu, hal yang dilakukan oleh Xiao Shao Ying tidak ada seorang pun yang tahu.