Bentroknya Rimba Persilatan Jilid 18

Mode Malam
 
Dia menarik napas panjang-panjang dengan sinar mata yang sangat dingin sekali memandang sekejap ke arah kelima orang itu.

Pemuda berbaju putih itu tak enak untuk sekali lagi melancarkan tubuhnya untuk mencabut pedang-pedang yang terpaku dengan kencangnya diatas dinding gua tersebut, dengan sinar mata yang sangat gusar sekali dia memandang kearah Boen Ching, sedang dalam hatinya dengan perlahan sebutnya.

"Chiet Kong Kang Khie --! Chiet Kong Kang Khie !"

Seluruh partai dan perguruan yang terdapat didalam dunia ini semuanya memiliki ilmu tenaga khiekangnya masing- masing, tetapi yang dapat menggetarkan pihak musuh sehingga bisa melukai pihak musuh kiranya hanyalah ilmu tenaga khiekang "Chiet Kong Kang Khie" saja, dipandang dari keadaan sekarang ini, kelihatannya sikap yang congkak dari Boen Ching terhadap kelima orang itu juga beralasan.

Ciee Khek Loojien memandang sekejap ke arah Boen  Ching, didalam hatinya Pada saat ini telah timbul rasa jerinya dengan keras ujarnya:

"Jenazah dari Thian San Chiet Kiam Pada saat ini berada ditempat kediamanku, sedang jaraknya dari tempat ini kurang lebih tiga puluh li lagi, dan terdapat warna ungu sebagai tanda, kalian berlima apabila ada orang silahkan untuk pergi sendiri, siapa yang mendapatkannya terlebih dahulu dialah yang berhak mendapatkan benda tersebut !" Wajah dari Goei Lam Yu berubah dengan hebatnya, denigan tenang dia berdiri ditempat asal, sepatah katapun tak diucap kan keluar.

Boen Ching menyapu sekejap kearah orang-orang yang berada dalam gua tersebut, diapun tak mengucapkan sepatah katapun juga, dia tak tahu dirinya harus berbuat bagaimana, tetapi masih tidak mengetahui dia harus berbuat bagaimana untuk melakukan pekerjaan tersebut.

xxdwxx

MENANG kalah tak dapat ditentukan, Boen Ching dengan tenang berdiri tanpa mengucapkan sepatah katapun, Pada saat ini dia berdiri didekat pintu keluar, dia tidak berani bergerak, yang lain pun tak ada yang berani untuk berebut keluar dari gua tersebut terlebih dahulu.

Tetapi diantara itu, Goei Lam Yu, Lok Yang Hong serta pemuda berbaju putih siapa pun ingin sekali untuk keluar setindak terlebih dahulu, pemuda berbaju putih itu tampak Boen Ching berbuat demikian, didalam hatinya merasa sangat girang sekali tubuhnya segera melayang menubruk kearah sepuluh bilah pedang pendeknya yang terteta Pada dinding gua tersebut.

Boen Ching tidak pergi, hal ini malahan memberikan kesempatan baginya untuk mencabut kembali pedang pendeknya yang menancap diatas dinding gua tersebut, apabila Boen Ching tidak memberikan kesempatan baginya untuk mencabut kemba-li pedang pendeknya dan terus lari keluar.

Tetapi begitu dia melayangkan tubuhnya, pikiran Boen Ching menjadi bergerak, tubuh nyapun ikut melayang keatas mendesak ke arah pemuda berbaju putih itu. Goei Lam Yu begitu tampak Boen Ching melayangkan tubuhnya keatas, dengan cepat dia berkelebat keluar dari dalam gua dan lari kearah utara dengan cepatnya.

Lok Yang Hong tak mau kalah, dengan cepatnya diapun ikut mengejar dari belakang tubuhnya

Liauw Cing Ce dengan perlahan membentak, pedang panjangnya dicabut keluar dari dalam sarungnya, dan menyerang kearah tubuh Boen Ching.

Tubuh Boen Ching ditengah udara berputar setengah lingkaran, kemudian melayang turun keluar dari dalam gua itu.

Pemuda berbaju putih itu setelah mencabut pedang pendeknya dari atas dinding, dengan cepat dia melayangkan tubuhnya keluar dari dalam gua dan mengejar ke arah dimana Goei Lam Yu serta Lok Yang Hong pergi.

Liauw Cing Ce menjadi tertegun, tampak ternyata Boen Ching tak mempunyai niat untuk pergi mengejar, diapun dengan cepat mengikuti dibelakang tubuhnya dan melayang ke luar dari dalam gua untuk mengejar kawan-kawan lainnya.

Ciee Khek Loojien menarik napas panjang-panjang diapun menanti Boen Ching keluar dari dalam gua.

Tetapi mendadak tubuh Boen Ching membalik kePada Ciee Khek Lojien, dia tertawa dingin, ujarnya:

"Kau orang ini dosamu sungguh sangat besar sekali, ternyata terhadap urusan nyawa dari manusiapun tak menganggapnya sebagai suatu urusan, dan mengambil keluar jenazah dari Thian San Chiet Kiam untuk melatih ilmu silat, coba kau bilang patut diampuni tidak ?"

Ciee Khek Loojien tertegun, dia mengira Boen Ching tentunya juga akan pergi ikut merebut jenazah dari Thian San Chiet Kiam tersebut, kalau memangnya Boen Ching pribadi tidak menginginkan, diapun tidak mungkin akan membiarkan Goei Lam Yu sekalian untuk mendapatkannya, apa lagi dia memerlukannya untuk merebut kembali dan diserahkan kePada diri Thian San Sin Eng.

Tidak menanti dia berpikir lebih panjang lagi, Boen Ching telah tertawa tawar, ujarnya:

"Aku tak mempunyai waktu lagi, terpaksa aku hanya dapat memunahkan seluruh kepandaian silatmu saja !"

Sehabis berkata dia tersenyum lagi.

Dalam hati Ciee Khek Lojien menjadi tergetar, selama hidup dia menggantungkan hidupnya dengan kepandaian silat yang dia miliki itu, sehingga dia mau menempuh bahaya untuk mencuri jenazah dari Thian San Chiet Kiam, setelah dengan tak mudah melatih kepandaian silat tersebut, mana dapat di punahkan oleh Boen Ching dengan demikian mudahnya.

Dengan sangat dingin sekali ia memandang kearah Boen Ching, sedang pedang panjangnya dengan perlahan-lahan dicabut keluar, dalam hatinya dia telah mengambil keputusan untuk mengadakan perlawanan yang terakhir kalinya.

Boen Ching dengan dingin mendengus, pedang Cing Hong Kiamnya bagaikan kilat cepatnya telah dicabut keluar dari dalam sarung nya, didalam sekejap mata saja dia telah ber turut-turut melancarkan tiga kali serangan gencar.

Ciee Khek Loojien dengan cepat menarik napas panjang- panjang, dan mengangkat pedangnya menyambut serangan tersebut.

Tetapi mana bisa dia berbuat sesuatu terhadap diri Boen Ching, tenaga dalam yang dimiliki Boen Ching Pada saat ini telah mencapai Pada taraf kesempurnaan yang sukar dijajaki oleh orang lain, sedang rahasia tenaga khiekang "Chiet Kong Kang Khie" pun telah dipahami hampir sebagian besar, tiga kali serangannya ini sekalipun dilakukan dengan sangat cepat dan ringan sekali, tetapi setiap serangan tersebut telah mengandung tenaga dalam yang sangat dahsyat sekali, dan tak mungkin dapat disambut dengan sangat ringan sekali.

Ciee Khek Loojien sekalipun telah mengganakan seluruh tenaga yang dimikinya untuk menyambut serangan tersebut, tetapi Pada serangan yang ketiga, pedang panjangnya telah dapat dipatahkan menjadi dua bagian oleh pedang Cing Hong Kiam ditangan Boen Ching.

Dengan ter huyung-huyung dia mundur beberapa langkah kebelakang.

Boen Ching dengan sangat dingin sekali memandang ke arah Ciee Khek Loojien, dia tak tahu kalau Goei Lam Yu sampai berhasil memboyong pergi jenazah dari Thian San Chiet Kiam, diantara keempat orang itu tak mungkin dapat menghindarkan diri dari perebutan.

Sepasang mata Ciee Khek Loojien dengan terpesona memandang kearah Boen Ching, dalam hatinya Pada saat ini penuh diliputi dengan kegusaran yang memuncak, pernuda dihadapannya ini tak lebih baru berusia dua puluh tahunan, kini ternyata dengan mence-kal pedang panjang yang tajam sedang menakuti dirinya, sepasang matanya bergerak tak henti-hentinya, diam-diam dalam hatinya mengambil keputusan, apabila Boen Ching sekali lagi bertindak, dia akan menggunakan seluruh tenaga yang dimiliki nya untuk mengadu jiwa.

Boen Ching dengan sangat dingibn sekali memanddang kearahnya, asedang kakinya bbergerak maju setindak lagi kearah depan.

Ciee Khek Loojien memandang pedang Cing Hong Kiam ditangan Boen Ching itu, Pada saat ini dalam hatinya benar- benar merasa jeri, pikirannya menjadi tergerak, dia masih mempunyai cara untuk mengundurkan dirinya kebelakang. Berbuat secara demikian sekalipun tidak baik untuk dipandang, tetapi hal itu jauh lebih baik lagi dari Pada harus menjadi seorang yang cacad.

Dengan cemas ujarnya kePada Boen Chirig. "Tahan ! .'

Boen Ching dengan menghentikan langkah kakinya, dengan tanpa mengucapkan sepatah katapun memandang ke arah Ciee Khek Loojien.

Ciee Khek Loojien yang melihat sinar mata dari Boen Ching yang demikian tajamnya itu, tanpa terasa lagi dalam hatinya menjadi berdesir.

Keringat dingin mengucur keluar membasahi dahinya, dia menarik papas panjang-panjang sehingga rasa mangkel dalam hatinya agak berkurang sambil mengedip-ngedipkan matanya, ujarnya lagi kePada Boen Ching.

"Kau lepaskan diriku, aku mempunyai suatu urusan yang hendak kusampaikan kePada dirimu !"

Dengan dingin ujar Boen Ching.

"Kau mempunyai urusan apa, silahkan bicara saja !" Ciee Khek Loojien tertawa besar, sahutnya.

"Urusan ini kau pastilah ingin mengetahuinya, setelah mengetahuipun juga mempunyai kegunaan bagi dirimu, tetapi kau harus menyanggupi untuk melepaskan diriku !"

Dengan tawar ujar Boen Ching.

"Maksudmu setelah aku mengetahui akan urusan ini mempunyai kegunaan bagi diriku, tetapi apabila tidak mengetahuinya juga tidak ada halangannya bukan?"

Sehabis berkata dia tertawa dingin lagi. Ujar Ciee Khek Loojien lagi. "Apabila kau tidak mengetahui, kemungkinan sekali mempunyai bahaya terhadap nyawamu."

Boen Ching mana mau kau mempercayai segala perkataan yang diucapkan oleh Ciee-Khek Loojien itu, sambil tertawa dibngin dia maju ldagi satu tindaka kedepan.

Dengabn keras teriak Ciee Khek Loojien.

"Apabila kau tak ingin mendengar, kau tak mungkin akan mendapatkan jenazah dari Than San Chiet Kiam !"

Boen Ching segera menghentikan langkah kakinya, dengan dingin ujarnya lagi.

"Kiranya demikian adanya, kalau begitu apa yang kau ucapkan tadi sudah tentu perkataan yang membohongi diri orang lain."

Ciee Khek Loojien tertawa licik, sahutnya.

"Benar ! apabila kau menyanggupi untuk melepaskan diriku, maka aku akan memberitahukan tempat sesungguhnya dari ketujuh buah jenazah dari Thian San Chiet Kiam tersebut kePada dirimu .'

Boen Ching mengerutkan alisnya, dia sama sekali tidak menginginkan untuk melepaskan Ciee Khek Loojien ini, tetapi diapun tak mungkin untuk tidak mengetahui tempat sesungguhnya dari jenazah Thian San Chiet Kiam tersebut.

Dia menghembuskan uapasnya, sambil tertawa ujarnya: "Kau   bicaralah,   setelah   kau   mengucapkan   kata-kata

tersebut aku Pada kemudian hari pastilah akan melepaskan

dirimu !"

Ciee Khek Loojien memancarkan sinar mata yang sangat tajam, ujarnya: "Bukan saja kau harus melepaskan diriku, bahkan haruslah tak dapat melukai diriku sedikitpun juga, dan tak boleh memunahkan ilmnu silatku, apalagi untuk membunuh diriku".

Boen Ching termenung berpikir keras, sejenak kemudian dengan tawar dia menganggukkan kepalanya, sahutnya:

"Boleh ! Aku menyanggupi seluruhnya".

Ciee Khek Loojien sama sekali tidak pernah menyangka kalau Boen Ching dapat menyanggupi dengan demikian saja, dia sebalik nya malah sedikit merasa tidak percaya, dengan perasaan yang ragu-raga dia memandang kearah Boen Ching, ujarnya:

"Sungguhkah?' Boen Ching segera menyahut:

"Sudah tentu sungguh-sungguh, bagai mana aku dapat menipu dirimu ?"

Ciee Khek Loojiren tertawa, ujatrnya lagi.

"Jenqazah dari Thianr San Chiet Kiam aku sembunyikan dibawah pohon besar, pohon tersebut terletak didepan rumahku, kau pergilah kesana tentunya akan mendapatkan nya."

Boen Ching tertawa ujarnya.

"Demikian sangat bagus sekaii, kau mengantarkan aku kesana, setelah aku melihat benar-benar terdapat benda- benda tersebut sudah tentu aku akan melepaskan dirimu !"

Wajah dari Ciee Khek Loojien berubah dengan hebatnya, ujarnya.

"Kau tidak menepati janji !" Sambil tertawa sahut Boen Ching.

"Bagaimana aku tidak menepati janji?? Pertama kali tadi kau dengan kata-kata yang bohong menipu orang lain, kali ini sudah tentu juga tak dapat dipastikan kata-kata yang benar, bagaimana aku dapat mempercayai dirimu ???"

Ciee Khek Loojien tahu bahwa apabila dirinya ikut pergi, Boen Ching mungkin dapat melepaskan dirinya, tetapi Goei Lam Yu sekalian apakah dapat melepaskan dirinya ???? Wajahnya berubah dengan hebatnya, dia menarik napas panjang-panjang, baru saja bersiap hendak mengangkat bicara, tubuh Boen Ching telah mendesak dekat kearah tubuh nya.

Berturut-turut dia melancarkan tujuh kali serangan mengancam diri Boen Ching, tampak hal ini Boen Ching tertawa nyaring ujarnya.

"Sungguh sayang kau telah salah menggu-nakannya, seharusnya demikianlah !"

Perkataannya baru saja masuk kedalam telinganya, terasa suatu tekanan hawa murni yang sangat dahsyat sekali menekan keatas tubuhnya, otaknya menjadi terasa sangat berat sekali, dan dengan segera dia jatuh tak sadarkan diri roboh keatas tanah.

Boen Ching sambil mengempit tubuh Ciee Khek Loojien, tersebut, saat ini pemuda berbaju putih itu, Goei Lam Yu, Lok Yang Hong serta Liauw Cing Ce berdiri tegak didepan rumah kayu tersebut.

Boen Ching segera meletakkan tubuh Ciee Khek Loojien keatas tanah, tak seberapa waktu lagi tampak dia dengan perlahan- lahan sadar dari pingsannya.

Goei Lam Yu tertawa dingin ujarnya.

"Ternyata Boen-heng sangat cerdik sekali, dan tak sampai tertipu oleh dirinya !"

Boen Ching tertawa tawar, dia berjalan menuju kearah pohon besar tersebut. Ketika itu Ciee Khek Loojien dengan per lahan bangkit dan duduk diatas tanah.

Tampak Boen Ching berjalan menuju kearah pohon besar tersebut, dengan cemas ujarnya.

"Jenazah dari Thian San Ciet Kiam aku sembunyikan didalam pohon besar tersebut!"

Pikiran Goei Lam Yu segera tergerak, tubuhnya segera berkelebat mengejar kearah Boen Ching, dengan keras teriaknya.

"Boen heng tahan ! Urusan ini bagaimana dapat didapatkan oleh Boen-heng seorang !"

Sambil berkata telapak tangan kanannya dengan cepat menepak keafah punggung Boen Ching.

Dengan cepat Boen Ching menggerakkar tubuhnya berputar dan berdiri dibelakang pohon besar itu.

Pemuda berbaju putih serta Lok Yang Hong pun tak mau ketinggalan, satu dari kiri dan yang lain dari sebelah kanan dengan cepat melayangkan tubuhnya menggencet diri Boen Ching ditengah, ketiga orang itu dengan sinar mata yang sangat gusar sekali memandang ke arah diri Boen Ching.

Liauw Ching Ce dengan tenang berdiri disamping, melihat hal itu pemuda berbaju putih tersebut, dengan keras teriaknya.

"Sumoay, kau bunuh tua bangkotan itu terlebih dulu, baru kita berbicara lagi.''

Boen Ching tertawa tawar, dia tak mengucapkan sepatah katapun.

Ciee Khek Loojien menjadi sangat cemas sekali, ujarnya. "Boen Ching adalah bencana yang paling bahaya diantara kalian, mengapa kalian tidak membereskan dirinya terlebih dulu, baru kemudian menghadapi diriku?"

Liauw Cing Ce merasa sangat tidak puas sekali terhadap diri Ciee Khek Loojien tersebut, segera dia mencabut keluar pedangnya dan mendesak kearah orang tua berbaju ungu itu.

Ciee Khek Loojien dengan tajam memandang kearah Liauw Cing Ce, Pada saat pedang panjangnya telah putus menjadib dua bagian, seddang dalam hatianyapun dia sadabr bahwa dirinya bukanlah lawan dari anak murid Mie Cong Bun ini, satu-satunya jalan bagi dirinya hanyalah dengan keras melawan keras !

Pada saat ini pedang panjang dari Liauw Cing Ce telah siap untuk dilancarkan ke depan Ciee Khek Loojien dengan termenung memandang kearah Liauw Cing Ce, dari sinar matanya tampak memancarkan perasaan yang putus asa, tetapi dengan cepat pula sinar matanya tersebut beralih memandang kearah Boen Ching dengan tajamnya.

Dalam hatinya secara tiba-tiba timbul suatu niat jahat, dengan tawar ujarnya:

"Kalian hendak membunuh diriku, sudah tentu aku tidak dapat menahannya, tapi Pada saat aku belum binasa masih mempunyai suatu urusan yang hendak kusampaikan kePada kalian, Boen Ching ini tak dapat tinggalkan hidup lebih lama lagi apabila dia hidup terus didalam dunia ini lebih lama lagi, kalian janganlah melepaskan dirinya !"

Sehabis berkata dia memejamkan sepasang matanya, tak mengucapkan sepatah katapun.

Dalam hati Boen Ching terasa menjadi berat, Pada saat Ciee Khek Loojien belum binasa ternyata dia dapat melancarkan serangan dengan cara demikian untuk memancing keempat orang itu membinasakan dirinya, dalam hatinya secara mendadak terasa suatu perasaan yang tidak tenteram.

Liauw Cing Ce tampak Ciee Khek Loojien berbuat demikian, sebaliknya dia malah tak dapat turun tangan lagi.

Tubuh Goei Lam Yu dengan cepat berkelebat, Pada saat pedang panjangnya berkelebat itulah Ciee Khek Loojien telah binasa dibawah pedangnya.

Sinar mata Liauw Cing Ce bergerak, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Goei Lam Yu dapat turun tangan dengan demikian kejamnya, mana besar Lam Yu kongeu kelihatannya bukanlah nama kosong belaka, sungguh tak malu dia diangkat sebagai pimpinan kawanan iblis.

Liauw Cing Ce menundukkan kepalanya termenung berpikir keras, sedang Lok Yang Hong sambil tertawa ujarnya.

"Nona Liauw, kau tak perlu berpikir lebih panjang lagi, masih ada seorang Boen Ching yang belum berhasil kita bereskan !b"

Liauw Cing Ced mendongakkan kaepalanya, tampabk Boen Ching dengan sangat tenang sekali berdiri tegak ditengah kalangan, tetapi ternyata Goei Lam Yu, Lok Yang Hong serta pemuda berbaju putih itu memandang dirinya demikian pentingnya.

Dia memandang kearah Boen Ching, dalam hatinya merasa sangat bingung sekali, haruskah dia juga ikut serta ketiga orang itu untuk bekerja sama mengerubuti diri Boen Ching seorang ? dia merasakan bahwa apabila harus berbuat demikian sebenarnya adalah kurang pantas.

Ujar pemuda berbaju putih itu kearahnya. "Sumoay ! kau masih berpikir apa lagi?"

Liauw Cing Ce bertindak maju dua langkah kedepan dan berdiri disisi belakang tubuh Boen Ching, sedang sepasang tangannya sekali mengangkat pedang bersiap melancar kan serangan.

Goei Lam Yu tertawa tawar, ujarnya kePada diri Boen Ching.

"Dalam hatimu aku kira juga telah membuat perhitungan yang masak, kita berempat bekerja sama, aku kira dengan sangat cepat sekali akan berhasil membinasa kan dirimu di tengah kalangan, atau kau memilih tidak melawan lagi?? Bagaimana??"

Boen Ching sendiri juga mengetahui dengan keadaan situasi dihadapannya saat ini, apabila dirinya begitu turun tangan, keempat orang itu pastilah akan bersamaan waktunya turun tangan, menyerang dirinya.

Dirinya masih kemungkinan sekali dapat memukul mundur mereka apabila keempat orang maju secara bergilir, tetapi apabila mereka berempat bergabung menjadi satu bersama- sama melancarkan serangan, selain hanya dengan menggunakan tenaga getaran untuk mendapatkan kemenangan.

Dia tertawa-tawar, ujarnya.

"Pada saat ini apabila kita hendak berusaha untuk memutuskan menang kalah diantara kita, aku kira masih belumlah saatnya."

Goei Lamp Yu mengerutkan alisnya, ujarnya. .

Waktu masih panjang, kau tak usahlah ragu-ragu untuk mengutarakan pendapat mu."

Boen Ching tersenyum, sahutnya.

"Bagaimana kau rdapat mengetahuti kalau di dalaqm pohon yang bersar ini sungguh-sungguh terdapat jenazah dari Thian San Chiet Siam? Ciee Khek Loojien kalau memangnya telah berkata bohong satu kali mengapa tak dapat berbuat untuk kedua kalinya??"

Sinar mata Goei Lam Yu berkedip kedip, sahutnya. "Tentang urusan ini kau tak perlu untuk menguatirkan lagi,

setelah kau binasa sudah tentu kami juga akan mengetahui dengan sendirinya, perkataan yang diucapkan itu benar atau palsu.'

Boen Ching mengerutkan alisnya, dia tahu bahwa Pada saat ini Goei Lam Yu telah me nganggap dirinya sebagai musuh tangguh yang harus dibasmi, bagaimanapun juga dia tak mungkin dapat mengendorkan kepungan dari keempat orang itu.

Pada saat sepasang matanya memandang keadaan situasi disekeliling tempat tersebut, pedang Cing Hong Kiamnya telah dicabut ke luar, bersamaan waktunya pula lima belas bilah pedang dari empat orang itu bersamaan menyerang ketubuhnya.

Ditengah suara tertawa panjangnya yang sangat nyaring itu tubuh Boen Ching telah berkelebat bersembunyi kebelakang pohon besar tersebut.

Pada saat tubuhnya berkelebat dengan cepatnya itu, pedang Cing Hong Kiamnya dengan cepat menggurat keatas tubuh dari pohon besar itu, tampak pohon besar tersebut segera rubuh keatas tanah yang dengan sangat cepat sekali menghalangi gerakan pedang dari

keempat orang itu, sedang ditengah dari pohon besar itu segera muncul tujuh buah kulit manusia yang telah dikeringkan.

Tubuh Boen Ching dengan capat melayang mundur kebelakang, sedang keempat orang itupun melayang turun keatas tanah dan berdiri Pada empat kedudukan yang berbeda, membuat ketujuh buah kulit manusia yang telah kering itu terkurung ditengah kalangan.

Sekalipun diri Boen Ching juga dapat melihatnya dengan sangat jelas sekali, diatas ke tujuh lembar kulit manusia tersebut, Pada setiap lembarnya terdapat sebuah telapak tangan yang sangat jelas sekali. Goei Lam Yu tertawa dingin, ujarnya.

"Tua bangkotan ini ternyata tak berani menipu kami untuk kedua kalinya !"

Boen Ching dengan mencekal pedangnya berdiri tegak, dia memandang sekejap kearah empat orang itu, lama kemudian barulah tersenyum, sepatah katapun jaga tak diucap kan keluar, dia tahu bahwa Pada saat ini boleh dikata dia pun baru saja keluar dari lingkungan itu yang sangat berbahaya sekali, asalkan bukan ditengah kepungan keempat orang itu apalagi kalau tak terdapat benda yang menarik perhatian keempat orang itu, dia dapat percaya bahwa dirinya tak mungkin dapat dikalahkan dari tangan keempat orang itu.

Goei Lam Yu tertawa dingin, dengan tenang dia berdiri tegak, tak bergerak sedikit pun juga.

Selama ini dia selalu menganggap bahwa didalam dunia kangouw Pada saat ini selain Boen Ching seorang, orang- orang lain tak seorangpun yang membuat dia menjadi kuatir, sesuai dengan perkataan yang diucapkan oleh Ciee Khek Loojien, apabila Boen Ching tidak binasa, kiranya diantara ke empat orang itu tak mungkin dapat berbuat apa-apa lagi.

Dia tertawa dingin, ujarnya kePada diri Boen Ching.

"Kalau memangnya mayat dari Thian San Chiet Kiam telah muncul, kau bolehlah meninggalkan tempat ini !"

Lok Yang Hong merasa sangat heran sekali, mengapa secara mendadak Goei Lam Yu dapat mengatakan hendak melepaskan diri Boen Ching ? Padahal menurut dirinya tak terdapat sedikit alasanpun yang kuat untuk melepaskan diri Boen Ching pergi dari tempat ini, kepandaian yang dimiliki Boen Ching sekarang ini saja telah cukup membuat hatinya menjadi bergetar, tetapi dia percaya bahwa dengan tenaga gabungan keempat orang itu kemungkinan sekali masih dapat mengalahkan diri Boen Ching, tetapi juga belum tentu mempunyai pegangan yang cukup kuat, tetapi entah mengapa Goei Lam Yu sekarang malah berbuat secara demikian?

Goei Lam Yu tampak Boen Ching dengan sangat tenang sekali berdiri tegak ditempat itu, segera dia memutarkan tubuhnya, kePada Lok Yang Hong sekalian ujarnya:

"Pada waktu yang lalu, ciangbunjin dari tujuh partai setelah melancarkan satu kali pukulan mendapatkan sebuah hioloo, tetapi akhirnya tak seorangpun yang mendapatkan hasilnya, ini hari kita harus mengubah dengan cara yang lain, membuat mereka itu dibagi menjadi empat bagian sehingga setiap orang berhak akan seper empatnya, entah bagaimana menurut pendapat kalian ?"

Sehabis berkata dia bmengulurkan peddangnya mengguraat keatas jenazbah dari Thian San Chiet Kiam tersebut..

Didalam sekejap saja, ketiga orang lainnya segera dapat mengetahui maksud tujuan dari Goei Lam Yu, sekalipun Boen Ching sendiri juga tahu kalau Goei Lam Yu sedang mendesak dirinya masuk kembali kedalam lingkaran kepungannya, tetapi padahal yang sebenarnya dia tidak mengijinkan dirinya masuk kembali kedalam lingkaran kepungan.

Pedang Cing Hong Kiamnya dengan cepat dilancarkan keluar menyerang tubuh Goei Lam Yu.

Goei Lam Yu tertawa besar, tubuhnya dengan cepat berkelebat, ketiga orang lainpun dengan cepat melancarkan serangan dengan menggunakan pedangnya mendesak Boen Ching masuk kembali ketengah kepungan ke empat orang itu. Goei Lam Yu tertawa kalap dengan nyaringnya, ujarnya. "Boen Ching, kalau memangnya kau telah mengetahui

kalau kami sedang mengatur jebakan, kau mengapa harus secara sengaja menerjangnya ? kau terlalu sombong dan percaya Pada diri sendiri."

Born Ching telah berada didalam tengah kepungan keempat orang itu, dalam hatinya pikirannya menjadi tergerak, dengan cepat sekali dia berusaha untuk mencari siasat untuk meloloskan dirinya dari kepungan mereka hanya entah harus menggunakan cara apakah sehingga dapat meloloskan dirinya.

"Lam Yu Hong ! Aku sangat memuji dirimu, kau disebut orang sebagai pimpinan kawanan iblis, selamanya aku tak pernah merasa puas, tetapi kini aku sungguh merasa puas dan takluk benar-benar.

Sepasang mata Boen Ching menyapu ke empat orang itu, dia segera menemukan bahwa diantara keempat orang itu pemuda berbaju putih yang disebut sebagai Cap Sah Lang itu ternyata tak tampak sikapnya yang sangat congkak itu, bahkan Liauw Cing Ce juga sangat jarang sekali berbicara, dalam hatinya merasa sangat heran sekali.

Dengan sifat dari kedua orang itu tak mungkin dapat berbuat demikian, terpikir olehnya bahwa didalamnya pastilah terdapat sebab-sebab yang lain, ujarnya kemudian:

"Tak kusangka partai Mie Cong bBun hanya demikdian saja

!"

Aira muka dari pemubda berbaju putih serta Liauw Cing Ce

berubah dengan hebatnya.

Pada saat sekali lagi dia menggetarkan tubuhnya, sepasang kakinya berubah menja-di setengah berlutut diatas tanah jebakan tersebut. Goei Lam Yu tertawa terbahak-bahak, dengan tajam dia memandang kearah Boen Ching, ujarnya.

"Mengapa kau tidak bangkit berdiri dengan kepandaian yang kau miliki sekarang ini boleh dibilang dapat menjagoi seluruh Bulim, lalu mengapa harus berbuat demikian ?"

Boen Ching dengan dingin mendengus, sinar mata sekali lagi menyapu kearah ke empat orang itu. pikirannya menjadi tergerak, dia masih mempunyai cara yang terakhir untuk mengalahkan keempat orang itu sekaligus, teringat olehnya akan ilmu Chie Jie Jen Hong" dari Pada ilmu Hiat MoKang".

Pada saat pikirannya menjadi, bergerak itu, dengan diam- diam dia mulai mengatur pernapasannya, Pada saat darahnya mengalir secara terbalik itu mendadak dia merasakan seluruh tubuhnya menjadi sangat kaku dan mengembang menjadi lebih besar lagi, bagaikan seluruh urat nadi didalam tubuhnya hendak meledak.

Goei Lam Yu sendiri sebenarnya orang yang melatih ilmu "Hiat Mo Kang" begitu tampak sinar mata dari Boen Ching sedikit aneh, dia menjadi sangat terkejut, dia mengetahui dengan jelas kalau ilmu Chie JieJen Hong itu dapat membuat tenaga dalam seseorang bertambah lipat ganda, apabila Boen Ching hendak mengadu jiwa dengan menggunakan cara demikian, kiranya untuk mencapai suatu kemenangan masih merupa kan suatu persoalan yang diragukan.

Lok Yang Hong tampak wajah Goei Lam Yu berubah dengan hebatnya, tanpa terasa dia menjadi sangat terkejut sekali, entah sebenarnya telah terjadi suatu peristiwa apakah ternyata dapat membuat air muka dari Goei Lam Yu telah berubah menjadi demikian hebatnya.

Boen Ching dengan perlahan mengangkat pedang Cing Hong Kiam nya, sedang kaki kanannya dengan perlahan pula dicabut keluar dari dalam tanah. Ketiga orang itu masing-masing menantikan Goei Lam Yu mengadakan penyerangan terlebih dulu barulah mengikuti dari belakang nya melancarkan serangannya, tetapi ternyata sebaliknya tampak Goei Lamr Yu setapak demti setapak menguqndurkan diri nyra kebelakang.

Pada saat ini kaki Boen Ching telali berhasil dicabut keluar seluruhnya dari dalam tanah, sedang sepasang matanya dengan sangat tajam sekali memandang sekejap kearah keempat orang itu.

Ketiga orang itu tampak Goei Lam Yu mengundurkan dirinya kebelakang, diam- diam dia membatin bahwa tak seorang pun diantara mereka yang mempunyai tenaga demikian besarnya untuk bergebrak satu lawan satu dengan diri Boen Ching.

Sekonyong-konyong dari kejauhan berkumandang datang suara genta yang berbunyi bertalu talu.

Air muka Goei Lam Yu berubah menjadi makin pucat kehijau-hijauan dan jelek sekali, dia menjadi termangu-mangu dan berdiri mematung disana.

Sedang Boen Ching begitu mendengar suara genta tersebut menyerang dirinya, dengan perlahan dia duduk diatas tanah, dan mulai mengerahkan tenaga khiekang "Chiet Kong Kang Khie" melawan suara genta tersebut.

Tapi baru saja dia menggunakan ilmu Chie Jie Jen Hong,' sehingga saat ini suara untuk duduk tenang, dia mulai merasakan seluruh tubuhnya bagaikan jatuh kedalam suatu liang api yang sangat panas sekali, saking panasnya sehingga sukar untuk ditahan.

Dari kejauhan secara mendadak berku-mandang datang pula suara suitan yang sangat nyaring sekali, suara suitan itu sebentar tinggi sebentar rendah lagi, dangan tak putus- putusnya masuk kedalam telinga kelima orang itu. Begitu suara suitan itu berbunyi, tekanan didalam tubuh Boen Ching pun terasa jauh berkurang, dengan cepat dia duduk bersila diatas tanah dengan perlahan-lahan mulai mengerahkan tenaga murninya untuk mendesak kembali jalan darah didalam tubuhnya supaya menjadi lancar kembali.

Suara suitan itu beserta suara bertalunya genta mendadak tinggi dan mendadak rendah kembali, dengan tak putus- putusnya bergema mendatang.

Suara genta itu tetap tak berubah sedikitpun, sebaliknya suara suitan itu makin lama semakin mendekat, didalam sekejap mata saja telah berada disuatu tempat yang begitu jauh dari tempat mereka berempat, Pada saat ini jalan darah didalam tubuh Boen Chingpun telah menjadi pulih kembali, baru saja dia hendak mementangkan matanya, tiba-tiba terdengar suatu suara berkumandang masuk kedalam telinganya.

"Jangan bergerak !"

Kemudian terasa sebuah telapak tangan menempel dibelakang punggungnya.

Dalam hati Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, dia tak tahu orang yang baru datang ini lawan ataukah kawan, tetapi dia dapat menduga babwa orang yang datang ini bukannya salah satu dari Goei Lam Yu berempat, tetapi kesempurnaan didalam tenaga dalamnya sangat hebat sekali, hal ini bisa dibuktikan dengan dapatnya orang itu berada di belakang tubuhnya tanpa dia mengetahuinya.

Dengan berdebar-debar dia tetap duduk diatas tanah tak berani bergerak lagi.

ooo0dw0ooo LAMUNAN YANG MENJADI KENYATAAN BOEN Ching yarg baru saja berhasil membereskan dirinya dari pengaruh ilmu 'Chie Jie Jen Hong' mendadak punggungnya ditempeli telapak tangan orang lain, dalam hatinya menjadi sangat terperanjat sekali.

Suatu tenaga murni yang sangat kuat sekali menembus  dari dalam punggung masuk kedalam tubuhnya, dengan cepat Boen Ching berusaha mengerahkan tenaga dalamnya untuk menahan.

Suara suitan itu dari keadaan yang sangat nyaring serta kuat itu dengan perlahan lahan berubah menjadi halus dan nyaring, bagaikan sebuah rambut yang sangat halus melayang di tengah udara yang sangat luas, Boen Ching dengan sangat jelas sekali dapat mengetahui bahwa orang yang mengeluarkan suara suitan nyaring tersebut adalah orang yang berada dibelakang tubuhnya Pada saat ini.

Dia mempunyai maksud untuk mengerah kan tenaga dalamnya melawan hawa yang merembes masuk tersebut, tetapi mendadabk terdengar suadra yang nyaringa sekali berkumabndang masuk kedalam telinganya, ujarnya

'Jangan mengerahkan tenaga !''

Dalam hati Boen Ching terasa menjadi bergetar, suara itu sekalipun sangat nyaring sekali tetapi didalamnya mengandung suatu daya pengaruh yang demikian kerennya, sehingga membuat dia sukar sekali untuk memberikan perlawanannya, tanpa sadar lagi dia rela membubarkan tenaga murni yang telah dipusatkan dan bersiap hendak dikerahkan tersebut.

Tenaga murni yang sangat kuat itu dengan cepat merembes keluar dari telapak tangan itu masuk kedalam seluruh tubuhnya, sedang suara suitan itupun makin lama makin rendah, dan akhirnya sangat halus sekali sehingga sukar sekali untuk dapat didengar, suara genta itupun dengan perlahan membuyar dari tengah udara. Secara mendadak Boen Ching merasakan seluruh tenaga murni didalam tubuhnya dengan mengikuti petunjuk dari orang yang berada dibelakang tubuhnya berputar dengan sangat lancar sekali didalam tubuhnya.

Dia terdesak, tanpa sadar dia membuka mulutnya mengeluarkan suara suitan nyaring begitu suara suitan tersebut berkumandang bagaikan jeritan seekor naga sakti saja dari nada yang rendah berubah menjadi makin meninggi, dan dengan cepat sekali berubah menjadi tinggi melengking sehingga menembus awan yang melayang ditengah udara.

Baru saja suara suitan berkumandang, suara dari bertalunya genta dengan cepat menjadi sirap kembali, sedang keadaan disekitar tempat itupun menjadi sunyi senyap.

Dalam hati Boen Ching menjadi sangat heran sekali, pikirannya berputar dengan tak henti-hentinya, sedang orang berada dibelakang tubuhnyapun tak membuat pergerakan apa-apa lagi.

Begitu suara suitan itu berhenti, telapak tangan yang berada dibelakang tubuhnya itupun dengan perlahan menjadi kendor kembali.

Lama kemudian, dari belakang tubuhnya barulah terdengar suara tertawa gelak yang nyaring, ujarnya:

"Boen Ching ! Jangan berpura-pbura lagi, kau hdarus bangkit beardiri."

Pada sabat suara tersebut berkumandang masuk kedalam telinganya itu, terasa suatu tenaga yang sangat kuat sekali menyerang tubuhnya.

Boen Ching dengan perlahan mementang kan sepasang matanya, dari bibir tersungging suatu senyuman, tubuhnya dengan cepat melayang berputar keangkasa, terdengar suara yang sangat dahsyat sekali, pasir berwarna kuning beterbangan memenuhi seluruh angkasa, sedang angin tajampun menyambar dengan hebatnya.

Boen Ching sambil tersenyum berdiri denagan tenangnya Pada saat ini dia telah memahami ilmu tenaga dalam untuk memin-jam tenaga orang lain untuk menyerang kearah musuh, tenaga pukulan orang yang berada dihelakang tubuhnya itu ternyata telah tergetar oleh tenaga pantulan, sehingga terhuyung terdesak ke belakang, sedang dirinya sendiri dengan sangat tenang sekali berdiri ditempat semula.

Dari mata yang itu terlihat memancarkan keluar sinar yang sangat kejut sekali dengan sinar yang tidak percaya dia memandang ke arah Boen Ching.

Been Ching tampak orang lelaki berusia pertengahan itu memakai jubah panjang berwarna ke abu-abuan, rambut serta jenggot nya berwarna hitam mengkilap, wajahnya pucat pasi, sinar mata yang mengandung rasa terkejut dari lelaki berusia pertengahan yang memakai jubah berwarna ke abu-abuan itu hanya dalam sekejap saja telah lenyap dari pandangan, sedang air mukanyapun telah berubah menjadi tenang kembali.

Boen Ching menarik napas panjang-panjang, Pada saat ini sebaliknya dia malah merasa agak terkejut, entah siapakah orang yang berdiri dihadapannya sekarang ini, dengan kesempurnaan tenaga dalam yang dimiliki itu bukanlah dapat dibandingkan dengan orang biasa, ketika dia menolehkan kepalanya memandang, tampak Goei Lam Yu sekalian entah telah pergi kemana.

Lelaki berusia pertengahan yang memakai jubah warna keabu-abuan itu dengan sangat tajam sekali memandang kearah Boen Ching, sejenak kemudian dia dengan tertawa- tawar tanyanya.

"Apakah kau adalah Boen Ching ?"

Sehabis bertanya, dia tersenyum ramah kembali. Boen Ching mengetahui siapakah sebenarnya lelaki berusia pertengahan yang memakai jubah warna keabu-aburan ini, tetapi tjika dipandang qdari sikap sertra gerak-gerik lelaki berusia pertengahan ini agaknya telah merupakan kawan bukan lawan, bahwa lelaki berusia pertengahan ini  malah telah membantu dirinya mengundurkan serangan pihak musuh, kiranya tak mungkin mempu-nyai maksud jahat.

Dengan tajam dia memandang kearah lelaki berusia pertengahan tersebut, kemu-dian dengan perlahan dia mengangguk.

Baru saja Boen Ching selesai mengangguk dan siap hendak membuka mulutnya, terlihat lelaki berusia pertengahan itu telah mendahuluinya, ujarnya dengan nyaring.

"Pada wajahmu terlihat kerutan-kerutan, haruslah berhati- hati sedikit karena bencana besar akan menimpa dirimu."

Dalam hati Boen Ching terasa menjadi tergetar, terlihat lelaki berusia pertengahan itu tak menanti Boen Ching berbicara, dia telah memutarkan tubuhnya dan berjalan kearah depan.

Boen Ching menjadi tertegun, dengan cepat ujarnya sambil bertanya.

"Siapakah cianpwee yang mulia ? pertolongan ini hari aku Boen Ching Pada hari kemudian tentu akan membalasnya,

Tubuh dari lelaki berusia pertengahan itu tampak berhenti, tetapi segera dia tertawa terbahak-bahak, sekali lagi dia menggerak kan tubuhnya berlari kearah depan, sedang Pada mulutnya ujarnya.

"Khioe Thian Bu Sin atau Peramal Sakti dari daerah Kioe Thian adalah aku!"

Boen Ching menjadi termangu-mangu, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau orang yang berdiri dihadapannya Pada saat ini ternyata adalah salah satu dari Kioe Thian Swang Sin, Kioe Thian Bu Sin, Jen Cen adanya, Pada waktu diantara "Kioe Thian Swang Sin" telah munculkan dirinya salah satu saja sudah cukup membuat dia menjadi sangat terkejut sekali, Pada saat ini ternyata Kioe Thian Bu Sin juga telah munculkan dirinya juga, membuat dia makin merasa jauh diluar dugaannya.

Dengan tajam dia memandang Kioe Thian Bu Sin yang meninggalkan tempat tersebut, dengan cepat sekali telah tak tampak bayangan tubuhnya lagi, dalam hati diam- diam terpikirkan olehnya perkataan yang diucapkan oleh Kioe Thian Bu Sin sebelum meninggalkan tempat itu, untuk beberapa saat lamanya dia menjadi termangu-mangu berdiri mematung.

Kioe Thian Bu Sin serta Kioe Thian Ie Sin dua orang itu yang satu dengan mengguna kan ilmu Tabibnya yang sakti sedang yang lain dengan ilmu meramalnya yang lihay bersama-sama bergabung sebagai Kioe Thian Swang Sin, kalau Jen Cen berkata secara demikian, sudah tentu mempunyai sebab- sebab lainnya lagi.

Boen Ching termenung berpikir keras beberapa saat lamanya, mendadak dia tertawa sendiri, diam-diam pikirnya:

"Aku mengapa harus menguatirkan urusan ini, peristiwa apabila sudah terjadi, sudah tentu aku bagaimanapun juga tak akan dapat menghindarinya."

Boen Ching tersenyum, terpikir kembali olehnya ketika dia menggunakan siasat meminjam tenaga untuk menyerang orang lain yang merupakan ilmu tingkat tinggi dari Pada tenaga dalam.

Dengan menggunakan ilmu Chiet Kong Kang Khie menggetarkan pihak musuh, orang yang mengerahkan tenaga itu bagaimanapun juga akan menerima pantulan getaran yang sama juga besar kecilnya, apabila tidak dapat menggunakan ilmu meminjam tenaga orang lain untuk menyerang itu Pada saat melancarkan ilmu pantulan tersebut sama juga dengan mengadu jiwa dengan pihak musuh.

Apa yang diinginkan Pada saat ini telah didapatkan tanpa terasa lagi Boen Ching menjadi sangat girang sekali, dia ternyata telah berhasil memahami sebagian besar dari Pada rahasia tenaga khiekang "Chiet Kong Kang Khie" tersebut.

Dia mendongakkan kepalanya memandang keangkasa, terpikir olehnya akan diri Bwee Giok, dalam hatinya tanpa terasa menjadi sangat berduka sekali, dia menghembuskan napasnya, sekali lagi dia meloncat naik keatas punggung kuda dan melarikannya kearah depan.

Boen Ching setelah melewati tembok besar, dia terus melarikan kudanya menuju gurun pasir dimana terdapat kuil Pie Lu Si!

Bunga salju beterbangan memenuhi angkasa ditengah pegunungan yang sangat sunyi itu tampak seekor kuda berwarna putih dengan sangat perlahan sekali berjalan kearah depan.

Diatas punggang kuda itu duduklah seorang pemuda berbaju hijau, orang itu adalah Boen Ching adanya, dia menolehkan kepalanya memandang kesekeliling tempat itu, diatas rumput tampak telah dilapisi oleh segumpalan bunga salju yang turun dengan derasnya itu. 

Dia sendiri tidaklah mengapa, tetapi kuda tunggangnya itu bagaimanapun juga harus beristirahat sebentar.

Boen Ching menoleh memandang sekitar tempat tersebut, tampak tak jauh disebelah kanannya terdapat sebuah bukit kecil, ditengah turunnya bunga salju yang memenuhi angkasa ini, merupakan suatu tempat yang sangat bagus sekali untuk menghindarkan diri dari tiupan angin serta turunnya salju ini.

Dengan cepat ia menarik tali les kudanya dan berjalan menuju kearah bukit kecil tersebut. Belum saja dia sampai ditempat itu, mendadak terdengar suara tertawa yang sangat keras sekali berkumandang datang dari belakang bukit kecil itu, Boen Ching begitu mendengar suara tertawa itu, dalam hatinya merasa sangat terkejut sekali, segera dia turun dari kudanya dan berdiri tegak diatas tanah.

Suara tertawa itu sangat dikenal olehnya, bukankah itu suara dari diri Goei Lam Yu ? Sungguh tak disangka olehnya bahwa ditempat seperti ini tak dapat bertemu dengan dirinya'

Kematian dari diri Bwee Giok. sebagian besar dikarenakan oleh Goei Lam Yu ini, apabila tidak adanya diri Goei Lam Yu, Bwee Giok tak mungkin bisa lenyap tanpa bekas, yang kemudian diakhiri dengan kematiannya didalam jurang yang sangat dalam itu.

Boen Ching berdiri tegak berpikir keras, masih ada cucu dari diri Kioa Thian Ie Sin, Lieh Yu, pasti juga telah binasa ditangannya, hal ini dapat dibuktikan Pada waktu dia mengatakan bahwa telah bertemu dengan diri Kioe Thian Ie Sin, wajah dari Goei Lam Yu segera berubah dengan hebatnya, tak dipikirkan hal ini sudah sangat jelas sekali.

Suara tertawa besar itu sekali lagi berkumandang datang dari belakang bukit kecil itu.

Boen Ching dengan cepat mengendorkan tali les kudanya. dengan perlahan-lahan dia berjalan menuju kearah bukit kecil tersebut.

Dari belakang bukit itu tampak berkelebatnya sinar pedang yang sangat menyilaukan mata, Boen Ching tak usah melihat telah dapat mengetahui kalau Pada saat ini pastilah Goei Lam Yu sedang berlatih ilmu pedangnya, dan baru saja memahami sebagian dari kitab rahasia "Hay Thian Kiam Boh" sehingga dapat demikian girangnya.

Dia berjalan mendaki bukit kecil itu, tampak Goei Lam Yu sambil menyekal pedang "Cie Hong Kiam" nya, memainkan jurus pedang dengan sangat cepatnya, bunga salju dengan sangat cepat berguguran keatas tanah.

Sedang Pada ujung pedang Cie Hong Kiamnya itu tampak memancarkan sinar yang panjangnya kira-kira setenguh coen dan sangat menyilaukan mata.

Goei Lam Yu begitu tampak Boen Ching munculkan dirinya, segera dia menarik kembali pedangnya.

Boen Ching dengan tajam memandang ke arah diri Goei Lam Yu, sedang dalam hatinya menjadi sangat terkejut sekali, pikirnya.

"Tak dapat disalahkan lagi Goei Lam Yu dapat demikian girangnya, kiranya dia telah memahami ilmu hawa pedang yang sangat lihay itu."

Kepandaian didalam dunia ini, dengan ilmu pedang serta ilmu khiekang sebagai ilmu yang paling sakti. tetapi pedang adalah merupakan sebuah alat senjata, kehebatan dari hawa pedang itu, sekalipun jika dibanding kan dengan ilmu tenaga khiekang juga belum tentu dapat mengalahkannya.

Goei Lam Yu dengan tawar sekali memandang kearah diri Boen Ching, kemudian dengan perlahan tersenyum.

Boon Ching dengan sinar mata yaag tajam memandang kearah Goei Lam Yu, sekalipun Goei Lam Yu hanya tersenyum secara seenaknya, tetapi didalam pandangan Boen Ching, senyuman Goei Lam Yu kali ini merupakan suatu hinaan bagi dirinya.

Pada saat setelah Bwee Giok jatuh kedalam jurang, dengan sangat rajin sekali dia melatih kepandaiannya, siap untuk mendidik dirinya menjadi seorang jago yang tanpa bandingan di dalam Bu lim, rahasia dari ilmu khiekang 'Chiet Kong Kang Khie' sejak lama dia telah memahaminya, terhadap senyuman dari Goei Lam Yu yang dia menganggapnya sebagai suatu hinaan tersebut mana dapat menahan sabar. Diam-diam Boen Ching berpikir.

"Sekalipun didalam ilmu hawa pedang kau mempunyai sedikit hasil, tetapi bagaimana aku dapat mengaku kalah ditanganmu ?"

DENGAN tajam dia memandang ke arah Goei Lam Yu, dengan perlahan-lahan dia mencabut keluar pedang Cing Hong Kiamnya.

Dari sepasang mata Goei Lam Yu tampai berkelebat perasaannya yang sangat terkejut, tetapi hanya dalam sekejap saja telah lenyap, dalam hatinya dia merasa sangat heran sekali, dirinya telah berhasil memahaminya rahasia dari Pada ilmu hawa pedang, Boen Ching bukannya tidak melihat sendiri dengan mata kepalanya, walaupun kepandaian yang dimilikinya sangat tinggi sekali, akan tetapi jika dilihat keadaan sekarang ini, hendak bertanding dengan hawa pedang yang baru saja berhasil dilatihnya ini, masih jauh ketinggalan.

Setelah dia menjadi tertegun itu segera terlihatlah senyumannya yang mengejek, pedang Cie Hong Kiamnya digetarkan dengan perlahan, terlihat sinar kemerah-merahan berkelebat memenuhi angkasa, sedang suara tertawa mengejekpun berkumandang tak hentinya.

Boen Ching mengerutkan alisnya, Goei Lam Yu ternyata demikian sombongnya terhadap dirinya, bagaikan sama sekali tidak memandang sebelah matapun kearahnya, dalam hatinya merasa sangat gusar sekali, hawa amarahnya dengan pelahan lahan muncul di dalam lubuk hatinya. .

Dia mempunyai maksud dengan cepat mengangkat pedangnya menyerang kearah diri Goei Lam Yu, tetapi mendadak pikiran nya menjadi bergerak, dia mengerutkan alisnya, sedang air mukanyapun berubah menjadi seperti  sedia kala, tak nampak gerakan lainnya lagi..

Goei Lam Yu setelah tertawa terbahak- bahak dengan kerasnya, segera menarik kembali senyumannya, dari hidungnya terdengar suara dengusannya yang sangat dingin, sedang dari bibirnya tampak tersungging suatu senyuman yang sangat mengejek sekali.

Sebaliknya Boen Ching tertawa panjang dengan dingin.

Dari sepasang mata Goei Lam Yu tampak sekali lagi dia memancarkan sinar mata yang mengandung rasa terkejut sekali, dia selama nya selalu kalah satu tingkat di bawah tangan Boen Ching, Pada hari ini dia percaya dapat mengalahkan diri Boen Cing, oleh karena itu dia barulah berani mengeluarkan senyumannya yang sangat mengejek itu, tetapi sama sekali tak pernah disangka olehnya kalau Boen Ching ternyata tidak mempunyai reaksi apapun, untuk sesaat dalam hatinya malah terasa sangat gusar sekali.

Dia memandang kearah Boen Ching, sebenarnya memang dia tidak siap untuk turun tangan terlebih dahulu, Pada saat  ini membuat dia menjadi bingung harus berbuat bagaimana baiknya, sinar matanya ditarik kembali, siap untuk meniru keadaan dari Boen Ching yang sangat tenang sekali tanpa mengucapkan sepatah katapun itu, dengan sinar mata yang sangat dingin sekali dia memandang kearah Boen Ching.

Tetapi Boen Ching tetap tertawa panjang dengan dinginnya, bunga-bunga salju yang berterbangan ditengah udara itu terlihat terpental pergi olen suara getaran dari tertawa nya itu, dan melayang kembali keatas angkasa, kemudian berputar dengan cepatnya.

Goei Lam Yu termenung berpikir keras untuk beberapa saat lamanya, tetapi suara tertawa dari Boen Ching itu makin lama makin berubah menjadi sangat halus sekali dan makin  panjang sedang suaranyapun berubah menjadi sangat dingin dan melengking tinggi.

Lama-lama dia mulai merasa tidak sabaran dengan dingin bentaknya. "Boen Ching! sungguh tak disangka ini hari kita berdua dapat bertemu lagi ditempat ini"

Boen Ching menarik kembali suara tertawanya, air  mukanya berubah menjadi sangat dingin dia memandang kearah diri Goei Lam Yu, sesaat kemudian barulah ujarnya.

"Goei Lam Yu, malam ini kita berdua bertemu ditempat ini, sungguh merupakan suatu kesempatan yang sangat bagus sekali, dan dapat sekalian membereskan urusan kita Pada waktu-waktu yang telah lalu!"

Goei Lam Yu tertawa terbahak-bahak, Boen Ching tidak memperdulikan padanya, dan melanjutkannya:

"Kau menculik diri Bwee Giok, kemudian menggunakan ilmu hitam pembingung nyawa mempengaruhi kesadaran serta ingatannya, dan terakhir mengakibatkan dirinya jatuh ke dalam jurang dan menemui kematiannya, bahkan kaupun telah membunuh mati cucu dari Kioe Thian Ie Sin, ditambah dengan segala perbuatanmu yang telah kau lakukan Pada masa-masa yang telah lalu, peduli urusan macam apapun semuanya hanya dapat ditebus dengan kematianmu saja."

Sinar mata Goei Lam Yu bergerak, tapi dia tetap tertawa besar tak mengucapkan sepatah katapun juga.

Dari tengah udara mendadak berbkumandang datadng suara pekikaan burung bangaub, sebenarnya Boen Ching telah siap mengangkat pedangnya maju menyerang, Pada saat ini terpaksa dia harus menghenti kan gerakan tubuhnya.

Seorang lelaki berusia pertengahan yang memakai jubah berwarna kuning dengan sangat cepat sekali dia melayang keatas permukaan dan turun disamping tubuh Boen Ching, dengan sangat gusar sekali dia memandang kearah diri Goei Lam Yu, ujarnya:

"Kau kah yang membunuh diri cucuku ?" Boen Ching sama sekali tidak pernah menyangka kalau Kioe Thian Ie sin, Lieh Yu dapat munculkan dirinya Pada saat ini, segera dia berdiri ke samping, dalam hati pikirnya biarlah Lieh Yu sendiri yang membereskan sendiri urusan ini.

Goei Lam Yu memandang sekejap kearah Lieh  Yu, mulutnya sedikit bergerak tetapi kemudian menutup mulutnya kembali, sinar matanya berkedip kedip, dengan sangat dingin sekali dia tertawa, sedang matanya melirik kearah Boen Ching sekejap, sepatah katapun tak diucapkan keluar.

Lieh Yu dengan dingin mendengus, dia menoleh memandang kearah Boen Ching sambil tanyanya.

"Diakah???"

Boen Ching yang teringat akan segala perubahan air muka dari Goei Lam Yu, segera terpikirkan olehnya bahwa tak mungkin ada orang lain lagi, dengan sangat dingin sekali dia menganggukkan kepalanya.

Goei Lam Yu mendadak tertawa besar dengan nyaringnya, pedang Cie Hong Kiamnya diangkat kedepan. terlihat serentetan sinar kemerah-merahan mengitari tempat tersebut bagaikan pelangi yang membelah bumi, menyapu kearah ke dua orang itu.

Lieh Yu bersuit panjang dia membalikkan tubuhnya, sedang tangan kanannya diayun kan terlihat sebuah Lie Giok Chie telah dicabut keluar, dan menyambut datangnya serangan dari Goei Lam Yu tersebut..

Pada saat pedang Cie Hong Kiamnya dari Goei Lam Yu berkelebat dengan hebatnya itu, sinar pedang memenuhi angkasa, dalam hati Lieh Yu merasa sangat terkejut sekali, dia tak berani dengan keras lawan keras, tububhnya dengan cepdat mundur sejaauh tiga kaki lebbih. Boen Ching bersiap hendak maju memberikan bantuannya, mendadak terdengar suara bentakan dari Lieh Yu dengan kerasnya.

"Kau jangan ikut bergerak !"

Goei Lam Yu tertawa tergelak dengan nyaringnya, pedang Cie Hong Kiamnya menusuk ke seluruh arah, sedang sinar pedangpun dengan cepat, mengelilingi tempat itu, bagaikan beribu-ribu sinar merah saja mendesak dengan hebatnya kearah diri Lieh Yu.

Lieh Yu disebut orang sebagai Kioe Thian Ie Sin, dan mempunyai sebutan sebagai 'Hay Neh It Shu, Kioe Thian Swang Sin" dan merupakan seorang yang mengangkat nama bersama-sama dengan diri Thian Jan Shu, mana dia pernah didesak sehingga sedemi-kian rupa.

Dia nampak serangan pedang dari Goei Lam Yu sangat ganas sekali, dan mendesak dengan hebatnya kearah tubuhnya, hal ini sama sekali dia belum pernah  mengalaminya, tanpa terasa kegusarannya makin memun-cak, dia bersuit nyaring dengan panjangnya, segera dia balik mendesak kearah diri Goei Lam Yu.

Pedang serta senjata penggaris itu dengan cepat terbentur menjadi satu, tubuh kedua orang itu dengan cepat berkelebat, yang satu berwarna merah sedang yang lain berwarna hijau, dua buah sinar yang sangat menyilau kan mata bagaikan naga sakti menerjang mega menggulung menjadi satu dan saling serang menyerang dengan hebatnya.

Boen Ching yang berdiri disamping tampak kedua orang itu telah saling serang menye-rang, dalam hatinya tanpa terasa menjadi sangat terkejut sekali, dengan kesempurnaan dari tenaga dalam dari kedua orang itu, pertempuran mati-matian semacam ini selama hidupnya mana dia pernah menemui nya?

Sekonyong-konyong, Goei Lam Yu sekali lagi tertawa kalap, sedang  Lieh  Yu  mende-ngus  dengan  beratnya,  tubuh  dari kedua orang itu segera berpisah dan mundur sejauh tiga kaki lebih.

Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali dia tampak Goei Lam Yu tertawa kalap terus menerus tak hentinya, sedang senjata penggaris batu giok yang berada ditangan Lieh Yu telah terpapas menjadi dua potong

Goei Lam Yu denrgan menggunakant pedang Cie Honqg Kiamnya kemudrian mengerahkan hawa pedangnya untuk membabat senjata penggaris yang terbuat dari batu pualam di tangan Lieh Yu menjadi dua potong, merasa sangat bangga sekali, Pada saat ini dalam hatinya diam-diam berpikir, bahwa sekalipun kalian berdua bergabung menjadi satu untuk mengerubuti dirinyapun, dia tak akan memasukkan didalam hatinya.

Boen Ching yang tampak sikap dari Goei Lam Yu yang sedang merasakan sangat bangga itu, pedang Cing Hong Kiam ditangan nya dengan cepat digetarkan.

Tetapi belum saja dia mengadakan gerakan untuk selanjutnya, terdengar Lieh Yu dengan nada yang keras bentaknya lagi.

"Jangan bergerak!"

Suara dari Lieh Yu Pada saat ini berubah menjadi sangat dingin serta kaku sekali, Boen Ching yang mendengar hal itu, menjadi sangat terkejut sekali, dia menoleh memandang kearah diri Lieh Yu, tampak wajahnya telah berubah menjadi pucat kehijau-hijauan, rambutnya terubah menjadi sangat kacau, keadaan yang sangat gagah tadi itu telah hilang lenyap dari pandangan.

Boen Ching dalam hati mempunyai niat untuk maju kedepan, tetapi nama dari Kioe Thian Ie Sin tidaklah kecil, apabila dia maju kedepan, nama baik dari Kioe Thiah Ie Sin segara akan hancur, Lieh Yu kalau memang nya dapat mengangkat nama bersama-sama dengan diri Thian Jan Shu sudah tentu bukanlah hanya demikian dan dapat dikalahkan dengan demikian, sekali dia untuk sesaat terlalu memandang rendah pihak musuh sehingga sedikit membawa kerugian, mungkin sekali dia masih memiliki kepandaian silat lainnya yang mengejutkan

Goei Lam Yu terbahak-bahak dengan nyaringnya sehingga suaranya menggema diseluruh angkasa. .

Dari sepasang mata Lieh Yu tampak memancarkan keluar sinar yang mengandung hawa membunuh yang sangat hebat, dia menutup mulutnya rapat-rapat, sepatah katapun tak diucapkan dan berdiri tegak ditempat.

Senyuman yang menghiasi diatas bibir Goei Lam Yu pun segera lenyap, sinar matanya beralih memandang kearah diri Boen Ching dan memandangnya dengan mengejek sekali, bagaikan terhadap diri Lieh Yu sama sekali dia tidak mau menggubris nya, Lieh Yu telah dianggapnya sebagai seorang perwira yang telah kalah ditangannya..

Lieh Yu, tampak sikap serta gerak gerik dari Goei Lam Yu menjadi demikian, hawa membunuhnya makin memuncak, sedangkan sinar matanya dengan sangat dingin sekali memandang kearahnya, sikapnya yang sangat dinginpun agak berkurang, dia tertawa tawar ujarnya kePada diri Goei Lam Yu.

"Apabila kau berani menyerang aku satu kali lagi, itu berarti kau mencari jalan kematian bagi dirimu sendiri".

"Sinar mata Goei Lam Yu dengan perlahan-lahan beralih keatas wajah dari Lieh Yu, dia tertawa panjang dengan dinginnya, ujarnya .

"Sungguh besar sekali omonganmu, aku akan melihat serangan pedangku kali ini sebenarnya siapakah yang akan menjadi sasarannya". Boen Ching memandang sekejap kearah diri Lieh Yu, dia terhadap perkataan yang diucapkan oleh Lieh Yu itu tak berani begitu mempercayainya, juga dengan kepandaian yang dimiliki Goei Lam Yu saat ini, sekali

pun Thian Jan Shu hidup kembali, kiranya juga tak berani berbicara secara demikian, bahkan kemungkinan sekali akan mengang-gap diri Goei Lam Yu sebagai musuhnya yang paling tangguh.

Tetapi Pada saat ini ternyata Lieh Yu berani berbicara secara demikian, hal ini membuktikan kalau dia mempunyai maksud untuk memancing diri Goei Lam Yu sekali lagi melancarkan serangannya.

Jika menurut pandangan diri Boen Ching, Lieh Yu apabila hendak menggunakan tangan kosong untuk menyambut pedang Cie Hong Kiam dari tangan Goei Lam Yu tersebut, tak mungkin akan terjadi, senjata penggaris batu pualamnya telah putus menjadi dua bagian, entah dia masih mempunyai senjata apa lainnya.

Lieh Yu dengan perlahan tersenyum ujarnya:

"Apabila kau tidak mau mempercbayai, tak usah dragu-ragu untuka mencobanya."

Gboei Lam Yu tertawa besar, tubuhnya dengan cepat meloncat kedepan, seluruh tubuh dari pedang Cie Hong Kiamnya memancarkan sinar kemerah-merahan yang menyilaukan mata, sinar pedang tersebut memancar hingga sejauh satu kaki lebih menyerang ke atas tubuh Kioe Thian Ie Sin Lieh Yu.

Lieh Yu dengan dingin tertawa panjang dia tetap berdiri tegak tak bergerak sekali pun juga, menanti setelah serangan pedang dari Goei Lam Yu itu makin mendekat ke arah tubuhnya, secara mendadak tubuhnya mun-dur kebelakang, tangan kanannya diajukan, sebuah angkin yang mempunyai lima warna yang berbeda telah dilontarkan ke depan dari atas tangannya.

Begitu angkin yang mempunyai lima warna itu meluncur dari tangan Lieh Yu, Goei Lam Yu segera mendengus dengan beratnya dan berturut-turut terhuyung mundur.

Angkin itu hanya berkelebat sekejap saja ditengah udara dan lenyap kembali sedang Goei Lam Yu dengan terhuyung- huyung mundur kebelakang, pedang Cie Hong Kiam ditangan kanannya jatuh keatas tanah, wajahnya berubah menjadi kehijau-hijauan sehingga keadaannya sangat menakutkan sekali.

Boen Ching yang tampak hal ini menjadi sangat terkejut sekali, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Lieh Yu jadi orang ternyata demikian kejamnya, entah angkin itu terbuat dari apa, ternyata demikian hebat dan beracunnya, dengan kepandaian yang dimiliki oleh Goei Lam Yu ini, didalam satu kali gebrakan saja ternyata dapat berubah menjadi demikian rupa, dia sama sekali tidak begitu mempercayai kalau hal ini sungguh-sungguh terjadi.

Goei Lam Yu berturut-turut mendengus dua kali, sepasang tangannya dikepal dengan kencangnya, bagaikan sukar sekali baginya untuk bernapas, wajahnyapun jadi kehijau-hijauan dengan cepat berubah menjadi merah padam.

Sepasang matanya dipentangkan dengan gusarnya, dia maju dua langkah kedepan, dengan cepat mencekal kembali pedang Cie Hong Kiamnya yang telah terjatuh ke atas tanah itu, dengan keras dia membentak, Pada saat tangannya digetarkan, pedangnya telah meluncur dengan amat cepatnya ke tubuh Lieh Yu.

Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, dia tampak Goei Lam Yu bersikap demikian, segera mengetahui kalau Goei Lam Yu dbengan menempuhd bahaya sedang amengerahkan ilbmunya yang paling liehay 'Chee Jie Jen Hong', untuk membalas sakit hatinya itu.

Didalam sekejap mata saja dia tampak Lieh Yu dengan termangu-mangu berdiri mema-tung disana, mulutnya bergerak tak henti-hentinya, wajahnya berubah menjadi pucat pasi bagaikan karena sesuatu urusan telah dibuatnya menjadi tertegun, dalam hatinya makin bertambah terkejut.

Pedang Cie Hong Kiam tesebut telah dilemparkan oleh diri Goei Lam Yu, dengan keras dia membentak, pedang Cing Hong Kiamnya segera mengejar dan memukul pedang Cie Hong Kiam tersebut menjadi menceng arahnya dan jatuh kesamping,

Begitu Goei Lam Yu setelah meluncurkan pedang Cie Hong Kiamnya kearah depan.

Tubuhnya dengan terhuyung-huyung mundur dua langkah kebelakang dan rubuh keatas tanah.

Sepasang mata Lieh Yu dengan perlahan berputar kearah Boen Ching, sinar matanya berapi-api, sedang Pada mulutnya dengan perlahan sebutnya.

"Bukan dia ! bukan dia yang melakukan pembunuhan tersebut .?

Dalam hati Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, hatinya bagaikan telah berubah menjadi kosong melompong, sedikitpun tak terdapat tenaga, dan terus meluncur kebawah, dengan perlahan dia memutar tubuhnya memandang kearah diri Goei Lam Yu, tampak wajah dari Goei Lain Yu Pada saat  ini telah berubah dari kehijau-hijauan menjadi hitam gelap.

Hal ini membuktikan kalau Goei Lam Yu telah binasa, tetapi mulutnya masih tetap menyebut.

"Bukan ! bukan dia !" "Bukan Goei Lam Yu kah ? hal ini tak mungkin terjadi, hal ini pasti Goei Lam Yu yang melakukannya, orang lain dapat berbuat demikian.

Dia mendongakkan kepalanya siap hendak mengatakan "tidak!", tetapi tampak sepasang mata Lieh Yu yang berapi-api itu memancar kan sinarnya yang tajam memandang kearahnya, dalam hatinya menjadi berdebar dengan kerasnya, sekali pun dalam hatinya dia mempunyai perkataan yang akan diucapkan tapi tak mempunyai tenaga sedikitpun untuk mengucapkan keluar.

Selamanya Goei Lam Yu belum pernah mengakuinya! tak lebih dia baru menduga sendiri saja, sekalipun dia mengira bahwa dugaannya sama sekali tidak salah, tetapi ternyata dia tidak mempunyai buktir yang lebih bantyak lagi untuk qmembuktikan bahrwa dugaannya itu hatinya kini menjadi berdebar dengan hebatnya, dia sama sekali tidak berani mengucapkan sepatah katapun.

Lieh Yu dengan sangat gusar sekali memandang kearah Boen Ching, ujarnya kemudian.

"Aku menolong kawanmu menggantikan darahnya yang beracun didalam tubuhnya sehingga menjadi bersih kembali tetapi kau ternyata telah mencarikan seorang secara sembarangan untuk mewakilinya". Sehabis berkata kakinya selangkah demi selangkah berjalan mendesak kearah Boen Ching

Boen Ching selangkah demi selangkahpun mundur kebelakang, Pada saat ini dia sama sekali tidak mempunyai perkataan lain untuk diucapkan keluar, sekalipun dia menduga diri Goei Lam Yu yang melakukannya tapi jika dilihat dari sikap serta gerak gerik Lieh Yu ini agaknya Lieh Yu jauh lebih benar dari dirinya, dia tak berani untuk membuka mulut membantah.

Lieh Yu dengan dingin mendengus, ujarnya lagi. "Kau mengira aku tidak mengetahuinya?? Hiat Mo Kang merupakan ilmu telaga dalam Yang, sedang orang yang membunuh cucuku itu adalah seorang yang melatih ilmu tenaga dalam Im"

Dalam hati Boen Ching terasa tergetar, pikirannya dengan cepat berputar dia menghentikan langkah kakinya dan berdiri termangu-mangu disana.

Dalam hati diam-diam pikirnya, ilmu tenaga dalam Im--- ---

- - kalau-begitu sudah merupakan kedudukan "Kwie Swie" atau `le Bok", pikirannya dengan cepat bergerak secara mendadak terpikir olehnya akan seseorang, tanpa terasa dia menjadi termangu-mangu.

Liauw Cing Ce! kepandaian silat dari partai Mie Cong Bun mendekati kedudukan "Ie Bok" Liauw Cing Ce! pasti dia tak dapat salah lagi!

Terpikir olehnya, bahwa Liauw Cing Ce pernah mengangkat sumpah hendak mengguna kan cara yang bagai manapun untuk membalas sakit hatinya terhadap diri Goei Lam Yu, apabila dia membunuh diri anak kecil sudah tentu tak mungkin ada orang yang akan menduga dirinya yang telah berbuat, orang hanya dapat mengingat diri Goei Lam Yu saja, dengan sifat dari Goei Lam Yu yang jadi orang sangat sombong serta tak memandang sebelah matapun kePada orang lain dia tak mungkin akan berkata bahwa orang lain yang telah melakukannya, dia sama sekali tidak berbuat,

Apabila ada orang bertanya kePada dirinya sudah tentu Goei Lam Yu tak mungkin mau memperhatikan kelemahannya bahkan dengan sikap dari Liauw Cing Ce Pada kemudian haripun sangat berbeda sekali..

Untuk tunduk kePada orang lain, apalagi terhadap diri Lok Yang Hong, sudah tentu Goei Lam Yu tak mungkin akan mau melakukannya kecuali kalau Lok Yang Hong telah memegang kelemahan dirinya, sehingga mau tak mau dia harus menurut, kalau tidak menurut sifatnya tak mungkin dia akan berbuat demikian.

Pemuda berbaju putih itu untuk memperbaiki hubungan dengan diri Liauw Cing Ce, sudah tentu tak akan mempikirkan apa-apa lagi, dia hanya tahu memberikan bantuannya kepadanya saja, dengan demikian dikarenakan kecongkakan dari diri Goei Lam Yu yang tak mau berbicara hal yang sesungguh nya, akhirnya dia harus menebus kecongkak kan dari diri Goei Lam Yu yang tak mau berbicara hal yang sesungguhnya, akhirnya dia harus menebus kecongkakannya itu dengan kematian bagi dirinya.

Pikiran tersebut dengan sangat cepat sekali berkelebat didalam benak Boen Ching, tanpa terasa dia menjadi termangu-mangu, hatinya terasa berdesir, ketika mendongakkan kepala nya memandang tampak Lieh Yu selangkah demi selangkah telah berjalan mendesak kearahnya.

Dia telah berpikir dengan sangat jelas sekali kalau hal ini bukan Goei Lam Yu yang melakukannya, Pada saat dia menyebut nama Kioe Thian Ie Sin air muka Goei Lam Yu berubah dengan hebatnya, kiranya karena takut dirinya telah mendapatkan cara untuk membebaskan diri Bwee Giok dari pengaruh ilmunya maka air mukanya baru berubah deagan hebat, dan bukanlah dikarenakan membunuh cucu dari Kioe Thian Ie Sin baru berubah wajahnya, tetapi dirinya telah salah memahami perubahan air mukanya sehingga menjadi demikian rupa.

Pada saat ini sama sekali dia tidak mempunyai perkataan yang dapat diucapkan ke luar, diapun percaya sekalipun Goei Lam Yu tidak menemui ajalnya dikarenakan urusan ini, tetapi urusan yang lain masih sangat banyak sekali, sehingga kematiannya juga bukannya merupakan kematian yang perlu untuk disesali, tetapi apabila Goei Lam Yu menemui kematiannya dikarenakan urusan ini, sungguh membuat didalam hatinya merasakan penyesalan yang sangat hebat sekali dan merupakan suatu urusan yang akban mengganjal ddidalam hatinya auntuk selamanyab.

Kioe Thian Bu Sin pernah mengatakan bahwa dirinya mempunyai bencana yang akan menimpa, Pada saat itu dia masih mentertawakannya, sungguh tak disangka ternyata Pada saat ini benar-benar tertimpa oleh bencana.

Lieh Yu tertawa dingin ujarnya.

"Aku telah menyembuhkan diri Sek Giok Siang, tetapi ternyata kau tak dapat menyelesaikan urusannya, terpaksa aku hanya dapat membuat dia menjadi gila, keadaan yang demikian itu jauh lebih menderita dari Pada harus binasa' .

Dalam hati Boen Ching terasa agak tergetar, dia telah melihat dengan mata kepala sendiri, Lieh Yu didalam satu jurus saja dengan menggunakan angkin yang mempunyai warna lima membunuh mati diri Goei Lam Yu, kini dia akan berbuat bagai mana terhadap dirinya, kiranya diapun tak akan sanggup untuk menahannya.

Dalam hati diam-diam dia menghela napas.

Lieh Yu dengan langkah yang sangat perlahan sekali makin mendekati diri Boen Ching.

Sekonyong-konyong terdengar suara genta yang sangat nyaring berkumandang datang, sedang Lieh Yu pun dengan segera menghentikan langkah kakinya.

Suara genta tersebut dari kejauhan makin lama mendekat, dengan sangat cepat sekali telah makin mendekat lagi, Boen Ching dengan perlahan-lahan memejamkan mata nya, sepatah katapun tak diucapkan keluar, orang yang membunyikan suara genta itu akan tiba, hal ini malah membuat dia tidak mengetahui harus berbuat apa baiknya. Lieh Yu pun menjadi termangu mangu, tubuhnya segera melayang keatas, dengan menunggang bangau raksasanya dia terbang pergi dengan cepatnya.

Suara genta mendadak menjadi berhenti, Boen Ching segera mementangkan matanya tampak dihadapan tubuhnya yang tak begitu jauh berdirilah seorang wanita berbaju merah yang sangat cantik sekali, dengan sinar matanya yang sangat dingin dia memandang tajam kearahnya, disamping tubuh wanita cantik tersebut, terlihat terletak sebuah genta yang sangat besar sekali.

Boen Ching merasa sedikit diluar dugaan, dia mengira orang yang membunyikan suara genta tersebut pastilah merupakan seborang aneh darid dalam Bu Lim, adan kebanyakan bmerupakan orang-orang tua atau kakek tua tetapi sama sekali dia tidak pernah menduga kalau orang yang membunyikan genta tersebut ternyata adalah seorang wanita berbaju merah yang sangat cantik sekali.

Wanita cantik itu dengan langkah perlahan berjalan mendekati kearah Boen Ching, Pada jarak kurang lebih tiga kaki dari Boen Ching mendadak dia berhentikan langkahnya.

Hidung Boen Ching segera dapat berbau suatu bau amis darah yang sangat menusuk hidung, dia tidak mengetahui mengapa Lieh Yu begitu mendengar suara genta tersebut segera melarikan dirinya, tetapi dia tahu bahwa wanita cantik tentunya sangat liehay sekali.

Pada bibir wanita berbaju merah itu tampaknya tersungging suatu senyuman yang sangat dingin sekali, dia melirik sekejap kearah mayat dari Goei Lam Yu, kemudian menoleh lagi memandang kearah Boen Ching dengan dinginnya.

Boen Ching yang dipandang oleh wanita berbaju merah secara demikian itu tak dapat berbuat apa-apa lagi, dia mau maju tak dapat mau mundurpun tak mungkin, membuka mulut pun tak dapat jadi dia menjadi serba salah, entah wanita berbaju merah itu merupakan lawan atau kawan, sebentar dia memberikan bantuannya kePada dirinya, sebentar lagi memusuhi dirinya, sedang Lieh Yu pun begitu mendengar suara genta ini segera pergi, entah dia mempunyai hubungan apakah dengan diri Goei Lam Yu ini.

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin, ujarnya

"Boen Ching, kita telah lama berhubungan satu sama lainnya, menurut aturan yang seharusnya kita haruslah telah bertemu muka, tetapi sampai ini hari kita barulah dapat secara resmi bertemu muka satu dengan yang lainnya."

Boen Ching menjadi termangu-mangu, lama kemudian barulah sahutnya:

"Entah bagaimana sebutan, dari nona, beberapa kali mendapatkan bantuan dari selama ini belum pernah aku membalasnya."

Wanita berbaju merah itu tidak perduli perkataan yang diucapkan oleh Boen Ching itu, dengan dingin ujarnya kemudian.

"Tahukah kau siapakah sebenarnya Goei Lam Yu dan apakah hubungannya dengan diriku ?"

Dia berhenti serjenak kemudian tbarulah sahutnqya: 'Dia adalahr suamiku !"

Dalam hati Boen Ching terasa tergetar dia mengerutkan alisnya, sepatah katapun tak diucapkan keluar.

Ujar wanita berbaju merah itu lagi dengan dinginnya. "Kau pergi membawa diriku mencari Lieh Yu."

Pada saat dia mengucapkan kata-kata itu, suaranya sangat dingin serta kaku sekali, Boen Ching yang mendengar itu hampir saja melonjak saking kagetnya dengan cepat dia memusatkan seluruh perhatiannya untuk menenangkan pikirannya, dengan tawar dia menggelengkan kepalanya.

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin, ujarnya: "Tidak mau "

Boen Ching tertawa tawar, dia menggeleng setelah satu  kali berbuat salah dia tak dapat berbuat salah lagi, dia telah salah menganggap diri Goei Lam Yu, sedang Lieh Yu telah membinasakan diri Goei Lam Yu, dengan demikian yang salah adalah dirinya, Pada aaat ini bagaimana mungkin dia membawa diri wanita berbaju merah ini pergi mencari Lieh Yu, apalagi diapun tidak mengetahui Lieh Yu berada dimana.

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin dan mundur dua langkah kebelakang, tangan nya membuka genta besar tersebut, Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, kiranya didalam genta itu terdapat seseorang, dan orang itu tak lain adalah Bwee Giok adanya.

Bwee Giok begitu tampak diri Boen Ching dengan cepat teriaknya.

"Ching Toako !"

Dalam hati Boen Ching terasa tergetar dengan hebatnya, dia mengira kalau Bweea Giok telah binasa, tetapi sama sekali tidak pernah disangka kalau ternyata Bwee Giok masih hidup dengan segar didalam dunia ini,

sekalipun masih berada ditangan wanita berbaju merah itu, tetapi dalam hati dia merasa sangat girang sekali.

Dia dengan cepat melangkah kedepan dengan nada yang agak gemetar, teriaknya:

'Nona Bwee !"

Tangan kanan wanita berbaju merah itu mendadak dikendorkan, dan menutup kembali tubuh Bwee Giok kedalam genta tersebut, dengan dingin ujarnya: "Aku melarang kau untuk maju setindak lagi kedepan!"

Boen Chirg menjadi termangu-mangu, segera dia menghentikan langkah kakinya Pada saat ini dalam hatinya terasa sangat bingung sekali, sama sekali dia tidak mengetahui harus berbuat bagaimana baiknya, dalam hatinya sebenarnya ia telah putus asa, tetapi Pada saat ini secara mendadak semangatnya berkobar kobar dengan hebatnya, Bwee Giok belum binasa, membuat dia sedikit menjadi gugup, hampir-hampir saking girangnya membuat air matanya jatuh bercucuran, hampir-hampir dia telah melupakan segala sesuatu.

Wanita berbaju merah itu dengan dingin memandang kearah Boen Ching, dengan perlahan ujarnya:

"Bagaimana ?"

Pada saat berbicara itu suaranya masih tetap sangat dingin serta kaku tanpa emosi sedikit pun.

Boen Ching tak mungkin akan membawa wanita berbaju merah itu pergi mencari diri Lieh Yu, tetapi Pada saat ini Bwee Giok berada ditangannya, dalam situasi dihadapan nya sekarang terus mendesak kearahnya, sedang diapun tak mungkin untuk tidak pergi berbuat sesuata pekerjaan yang dia sama sekali tidak ingin berbuatnya.

Lama kemudian, dengan perlahan dia menghela napas, ujarnya:

''Baiklah ! Aku membawa kau pebrgi !"

Wanita bderbaju merah itau memandang tabjam kearah Boen Ching, sejenak kemudian barulah menganggukkan kepalanya deagan perlahan.

Boen Ching menghembuskan napas lega, terpikir olehnya bahwa ini merupakan kesempatan yang baik baginya, wanita berbaju merah ini hendak pergi sudah tentu hendak membawa serta gentanya itu serta diri Bwee Giok, setelah melakukannya perjalanan, dia akan menggunakan segala kemampuannya untuk menolong Bwee Giok lolos dari bahaya, sekalipun  wanita berbaju merah ini sangat berhati-hati sekali terhadap diri Bwee Giok, dari Pada harus berdiri mematung jauh lebih terdapat kesempatan menuruti permintaannya.

Wanita berbaju merah itu dengan perlahan mengangguk, tanyanya kemudian..

"Tahukah kau Pada saat ini Lieh Yu berada dimana?"

Dalam hati Boen Ching terasa menjadi tertegun, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau wanita berbaju merah itu secara mendadak menanyakan soal ini, sinar matanya berkedip, dia tertawa tawar, ujar nya.

"Aku tidak mengetahui mengapa dia akau pergi, tetapi dia telah berjanji bertemu muka dengan diriku Pada suatu tempat tigapuluh lie ke utara dari tempat ini."

Wanita berbaju merah itu dengan dingin mendengus, ujarnya:

"Pada tiga puluh tahun yang lalu aku pernah bergebrak dengan dirinya."

Pada saat berkata wajahnya akan berkerut, kemudian lanjutnya.

"Dia terhadap dirikupun seharusnya telah mengetahui dengan jelas."

Boen Ching merasa sangat terkejut sekali, dalam hati diam- diam berpikir.

"Kiranya dia sejak sebelumnya telah mengenal diri Kioe Thian Ie Sin."

Kelihatannya Lieh Yu menaruh tiga bagian rasa jerinya terhadap wanita berbaju merah ini. Dia tidak mengetahui sebenarnya Lieh Yu itu termasuk golongan murni ataukah golongan sesat, diapun tidak mengetahui bagaimana gerak gerik serta perbuatannya Pada hari-hari biasa, dia mengira dirinya telah salah membunuh diri Goei Lam Yu, tetapi wanita berbaju merah inipun dia juga mengetahuinya, begitu suara genta tersebut berbunyi, dalam hatinya segera terkejut dan menjadi sadar kembali bahwa dirinya telah membuat bencana yang besar, terpaksa harus berusaha melarikan diri terlebbih dahulu baruldah berbicara laagi.

Wanita berbbaju merah itu dengan sangat dingin memandang Boen Ching, ujarnya.

"Demikianpun sangat baik sekali mari kita pergi ... Sehabis berkata dia tertawa. ujarnya lagi.

"Tetapi kau jangan bermain yang bukan- bukan terhadap diriku!"

Boen Ching tak banyak berbicara lagi segera dia berlari kearah utara, sedang wanita berbaju merah itupun dengan cepat menguntitnya dari belakang.

Boen Ching tampak wanita berbaju merah itu ternyata tak membawa serta gentanya yang besar itu, dia menjadi tertegun tak tertahan lagi tanyanya kePada diri wanita berbaju merah itu.

"Bagaimana ? Kau meninggalkan dirinya ditempat ini ?"

Wanita berbaju merah itu tertawa seram dan menyapu sekejap kearah diri Boen Ching ujarnya:

"Bagaimana ? Tidak baikkah ? Diletakkan ditempat ini bukankah jauh lebih baik dari Pada harus dibawa serta kemana-mana?" Dalam hati Boen Ching merasa agak tidak tenang, dia terus berlari kearah depan, sedang dalam hati diam-diam pikirnya entah bagaimana seharusnya ?

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin, ujarnya:

'Kau janganlah merencanakan siasat yang licik, janganlah mengira aku tak dapat menduga dalam hatimu Pada saat ini sedang memikirkan apa, kau ingin menolong dia, bukankah bagaikan sedang bermimpi!"

Boen Ching mengerutkan alisnya, kakinya tetap tak berhenti, dengan sangat cepat sekali berlari kearah depan, sedang diam-diam pikirnya.

"Apakah ilmu meringankan tubuh yang aku miliki dapat mengungguli dirinya, dengan demikian setelah berlari sejauh tiga puluh lie aku segera membalikkan tubuhnya menolong diri Bwe Giok, apabila dapat berebut satu tindak lebih dulu, bukankah hal itu lebih bertambah lancar lagi?"

Wanita berbaju merah itu yang tertinggal sedikit dibelakang dari diri Boen Ching, segera tertawa dingin, ujarnya.

'Kau jangan mengira kalau ilmu meringan kan tubuhmu sekarang ini dapat menolong dirimu, aku kira kaupun tidak menginginkan Bwee Giok akan menderita seperti apa yang dialami oleh diri Tong Pit Hien Kriam, Kong Beng tSang !"

Boen Chqing sama sekalir tidak pernah menyangka kalau apa yang dipikirkan di dalam hatinya ternyata dapat dilihat dengan jelas oleh wanita berbaju merah ini, dalam hati nya tanpa terasa menjadi terkejut sekali, teringat olehnya akan diri Kong Beng Sang, dalam hatinya tanpa terasa menjadi sangat kuatir.

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin, lalu ujaruya. "Satu jurus yang terakhir dan terlihay dari Pada ilmu Hiat

Mo Kang adalah dengan suara menggempur benda, aku dapat menggunakan suara untuk menggempur genta tersebut." Boen Ching menarik napas panjang- panjang, untuk sesaat dia tak mempunyai perkataan apa-apa untuk menjawab, tanpa terasa dia memperlambat langkah kakinya.

Dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau apa yang dipikirkan dalam hatinya ternyata dapat diterka dengan sangat tepat sekali oleh wanita berbaju merah itu, dengan demikian segala rencana yang disusunnya menjadi berantakan dan menemui kegagalan, tidak terasa dia menjadi berduka sekali.

Air muka wanita berbaju merah itu masih tetap dingin sekali, dengan tajam meman-dang kearah depan.

Dalam hati Boen Ching dengan keras berpikir, batinnya. "Aku sedang mengkhawatirkan keselamatan diri Bwee Giok,

apakah boleh dikira dia terhadap jenasah dari Goei Lam Yu pun sudah tak menginginkan lagi?"

Dia tidak mengetahui sebenarnya diantara Goei Lam Yu serta wanita berbaju merah itu mempunyai hubungan apa, tetapi apabila wanita berbaju merah itu sama sekali tidak menguatirkan dirinya, sudah tentu tak mungkin akan berbuat demikian.

Berpikir sampai disini, segera ujarnya.

"Jenasah dari Goei Lam Yu masih tertinggal ditempat tadi!". Wanita berbaju merah itu mendengus sahutnya.

"Janganlah kau menggunakan kata-kata ini untuk menggerakkan hatiku, Pada saat ini Bwee Giok masih berada ditanganku, siapa pun tak mungkin ada yang dapat menolong dirinya.

Boen Ching mengerutkan alisnya ujarnya lagi.

"Kau mengira aku menguatirkan diri Goei Lam Yu???, aku tak akan menguatirkan dirinya aku hanya berpikir Pada saat  ini siapakah yang tidak mengetahui kalau ada kitab sakti Hay Thian Kiam Boh berada di dalam tubuh Goei Lam Yu?" "Sehabis berkata dia melirik memandang sekejap kearah wanita berbaju merah itu, ujarnya lagi.

"Aku kira setelah ada orang yang mengetahuinya tak akan melepaskan dengan sedemikian mudahnya".

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin sahutnya.

"Kau masih jauh kurang pengalamanmu, Goei Lam Yu adalah binasa dikarenakan angkin yang mengandung beratus macam racun ganas yang dilancarkan oleh diri Lieh Yu, siapakah yang masih berani menggerakkan tubuhnya"

Sehabis berkata dia mendengus lagi, dan lanjutnya. "Terhadap kematian yang terkena angkin yang

mengandung beratus-racun ganas itu, aku tidak merasa kuatir, bahkan sebaliknya kau telah mewakili diriku merasa kuatir"

Sehabis berkata dia tertawa dingin lagi.

Boen Ching untuk sesaat tak dapat mengucap kan sepatah katapun.

Kedua orang itu segera bersama-sama melanjutkan perjalanannya kearah depan, selain melihat beterbangan bunga salju yang turun dengan agak deras, tak dapat tampak benda-benda lainnya lagi.

Boen Ching tertawa dingin, ujarnya.

"Kau berpikir terlalu sukar, orang lain tak ada yang berani menggerakkan tubuh Goei Lam Yu tetapi kitab sakti Hay Thian Kiam Boh orang masih menginginkan juga.

Boen Ching tahu apabila harus demikian terus menerus, dia tak mungkin akan berhasil menolong diri Bwee Giok, satu- satunya kemungkinan bagi dirinya adalah membuat keadaan serta situasi yang sesungguhnya di ubah menjadi  makin ruwet, begitu pikiran wanita berbaju merah itu menjadi kacau dirinya dapatlah menggunakan kesempatan ini pergi mencoba menolong diri Bwee Giok.

Dia tertawa dingin lagi, ujarnya.

"Apakah kau juga tidak mengetahui kalau jago-jago pedang dari partai Mie Cong Bun juga telah memunculkan dirinya untuk mencari jejak dari kitab sakti Hay Thian Boh tersebut?"

Tubuh wanita berbaju merah itu tampak tergetar dengan hebatnya, sepatah katapun tak diucapkan keluar, sedang tubuhnya masih tetap melanjutkan larinya kearah depan.

Boen Ching tahu Pada saat ini hati wanita berbaju merah itu sedikit tergerak, sinar matanya berkedip, dan tak mengucapkan lebih banyak kata-kata lagi, sambil terus lari kearah depan, tak jarang dia melirik sekejap kearah wanita berbaju merah tersebut.

Pada saat ini kedua orang itu telah berlari sejauh sepuluh li lebih, tampak slnar mata wanita berbaju merah itu memancarkan sinar matanya yang sangat tajam, dia menggigit kencang bibirnya.

"Dia miringkan kepalanya memandang sekejap kearah diri Boen Ching bagaikan dia berkata bahwa tentang hal ini dirnya telah merasa sangat puas sekali, dan tak banyak berbicara lagi sambil meneruskan perjalanan nya kearah depan.

"Wanita berbaju merah itu dengan dingin mendengus, kePada Boen Ching bentaknya .

"Berhenti ? "

Boen Ching dengan cepat menghentikan langkah kakinya, dalam hatinya segera timbul beberapa bagian harapannya, setelah berlari kearah kira-kira dua puluh li jauhnya dan tetap belum melihat diri Kioe Thian Ie Sin Lieh Yu, wanita berbaju merah itu setelah tak tampak adanya orang lain, bagaimana akhirnya dia sendiripun juga tidak mengetahuinya. Bagaimanapun juga, kalau dapat balik kembali jauh lebih baik lagi, wanita berbaju merah itu apabila merasa kuatir, kemung-kinan sekali akan membawa Bwee Giok sekalian, Pada saat itu bukanlah kesempatan serta harapannya jauh lebih besar lagi.

Wanita berbaju merah itu dengan dingin memandang kearah Boen Ching, ujarnya. .

"Kau menginginkan aku balik kembali ?"

Boen Ching menundukkan kepalanya saja, dan kemudian barulah dia kembali mengang-kat kepalanya, sambil tertawa ujarnya:

"Sudah tentu, aku mengharapkan kau dapat membawa serta diri Bwee Giok, Pada saat itu kemungkinan sekali aku mendapatkan kesempatan untuk menolong dirinya, dan perkataan ini aku ucapkan dengan sesungguhnya'

Wanita berbaju merah itu memandang tajam kearah Boen Ching, lama kemudian setelah mendengus barulah ujarnya:

"Kita balik kembali."

oo-)-OdwO-(-oo

GIRANG ATAU SEDIH

DALAM HATI Boen Ching merasa sangat girang sekali, dia sama sekali tidak pernah menyangka dirinya yang mengucapkan kata-kata secara berterus terang tanpa tedeng aling-aling ini sebaliknya malah mendapatkan reaksi yang demikian besarnya, wanita berbaju merah itu ternyata dengan demikian mudahnya mau menyanggupi permintaanya itu.

Saking girangnya, dia sampai menjadi termangu-mangu. Dengan dingin ujar wanita berbaju merah tersebut. 'Bagaimana ? kau masih tidak berjalan? aku beritahu kepadamu sekalipun aku membawa serta diri Bwee Giok, kaupun jangan harap akan mendapatkan kesempatan untuk menolong dirinya !"

Sehabis berkata dengan cepat dia lari balik membawa diri Boen Ching lari kearah depan.

Secara mendadak Boen Ching merasakan bahwa wanita berbaju merah itu ternyata tak seganas seperti apa yang diduga semula.

Sampai saat ini dia masih sangat sukar untuk mengerti mengapa seluruh tubuh dari wanita berbaju merah itu berbau amis darah yang sangat menusuk hidung, hal ini menunjukkan kalau dia bukanlah merupa kan orang baik-baik.

Dalam hati Boen Ching berpikir dengan kerasnya, sedang kakinya tetap bagaikan terbang saja berlari menuju ketempat semula.

Wanita berbaju merah itu jauh lebih didepan setindak dari diri Boen Ching yang mengejar dengan menggunakan tenaga penuh, sejenak kemudian dia telah berhasil melampaui wanita berbaju merah itu setengah bahu lebih didepan.

Wanita berbaju merah itu dengan dingin mendengus, ujarnya.

"Kau janganlah berpikir hendak berjalan satu tindak terlebih dahulu untuk menolong diri Bwee Giok, apabila kau berlari jauh lebih depan lagi, Pada saat itu janganlah menyalah kan kalau aku akan menurunkan tanga kejam".

Dalam hati Boen Ching merasa agak tergetar, dia sebenarnya mempunyai niat untuk mencoba-coba tetapi Pada saat ini mau tak mau niatnya ini harus dilenyapkan dari dalam benaknya.

Diam-diam pikirnya, wanita berbaju merah itu ternyata telah memperingatkan dirinya terlebih dahulu, hal ini menunjukkan kalau jadi orang dia jauh lebih baik jika dibandingkan dengan diri Goei Lam Yu, kemungkinan sekali tidak menanti dirinya tiba dengan tak memperingatkan sama sekali dia telah turun tangan jahat membinasakan dirinya.

Gerakan tubuh kedua orang itu bagaikan kilat cepatnya dengan sangat cepat berkelebat kearah depan, ditengah perjalanan kedua orang itu tak mengucapkan kata-kata lagi.

Belum mereka tiba ditempat semula, Boen Ching telah merasakan sangat terkejut sekali, ternyata genta yang besar itu telah terbuka orang lain.

Pada saat sebelum meninggalkan tempat isebenarnya dia hanya mengucapkan kata-kata secara sembarangan saja, tetapi sama sekali tidak pernah disangka ternyata kini berubah menjadi sunguh-sungguh kelihatan nya, kedua orang itu belum meninggalkan jauh dari tempat tersebut, pastilah telah ada orang yang datang ketempat itu.

Pada saat sebelum meninggalkan tempat itu sebenarnya dia hanya mengucapkan kata-kata secara sembarangan saja, tetapi sama sekali tidak pernah disangka ternyata kini berubah menjadi sungguh-sungguh, keli-hatannya kedua orang itu belum meninggal kan jauh dari tempat itu.

Kedua orang itu bersama-sama menjadi sangat terkejut sekali, tubuhnya sedikit berhenti, kemudian dengan mengerahkan seluruh tenaga yang dimilikinya berlari kearah kalangan itu.

Wanita berbaju merah itu memandang sekejap kearah diri Goei Lam Yu, tampak baju yang digunakan Goei Lam Yu itu telah robek-robek tak karuan, tak usah dikata lagi, orang itu pastilah dikarenakan kitab Hay Thian Kiam Boh tersebut, bahwa sekalian membawa pergi diri Bwee Giok.

Wajahnya berubah menjadi pucat pasi dengan termangu- mangu memandang kearah Goei Lam Yu, bergerak sedikitpun tidak. Boen Ching pun termangu-mangu dan berdiri mematung disana, dia tidak tahu siapakah yang telah datang, kini malahan membuat jejak dari Bwee Giok tak diketahui sama sekali.

Mendadak wanita berbaju merah itu menoleh memandang kearah Boen Ching tanyanya.

"Apakah orang-orang dari partai Mie Cong Bun yang melakukan?".

Dalam hati Boen Ching terasa tergetar, dengan cepat sahutnya.

"Aku tidak tahu!"

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin dengan perlahan ujarnya.

`'Kau tidak mengetahuinya? bukankah sejak sebelumnya kau telah mengatakan akibatnya?"

Selesai berkata secara mendadak bagaikan dia telah menyadari akan sesuatu hal, dia tertawa dingin ujarnya lagi.

"Kau tidak mengetahuinya ?-? ?"

Boen Ching tampak wajah dari wanita berbaju merah itu berubah menjadi pucat pasi, sepasang matanya dengan tajam memandang kearahnya, bagaikan sedang mengatakan bahwa urusan ini pastilah dia yang telah merencanakan.

Dia menarik napas panjang, sahutnya.

"Aku memang benar-benar tidak mengeta-hui siapa yang telah datang kemari".

Dia berhenti sejenak, kemudian ujarnya lagi.

'Apakah boleh dikata Kioe Thian Ie Sin telah balik kembali?

?"

Wanita berbaju merah itu tertawa dingin, ujarnya. "Bukanlah dia berjanji dengan dirimu akan menunggu kau Pada suatu tempat tiga puluh li dari tempat ini?? bahkan dia tak mungkin akan dapat berbuat pekerjaan semacam ini ?"

Boen Ching menjadi tertegun, tak terasa lagi ujarnya "Aku tadi sedang menipu dirimu!'

Air muka wanita berbaju merah itu berubah dengan hebatnya, sinar matanya berkelebat tak hentinya, dengan gusar ujarnya.

"Kiranya kau sedang menipu dirbiku, setelah sadtu kali berbuata demikian, tentbu masih ada kedua kalinya".

Sehabis berkata sepasang telapak tangannya diangkat, terlihat segulung hawa murni Yang berwarna kemerah- merahan dengan memenuhi angkasa menerjang ke arah  tubuh Boen Ching, kecepatan gerakan tersebut selamanya Boen Cning belum pernah menemuinya.

Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, dengan keras dia menarik napas panjang, tubuhnya melayang kebelakang, sepasang telapak tangannya dengan sejajar dada didorong kedepan, Pada saat ini dia mengerahkan seluruh tenaga khiekang "Chiet Kong Kang Khie" nya menyambut serangan musuh.

Hawa khiekeng Chiet Kong Kang Khie tersebut dengan cepat menggulung menjadi suatu gumpalan hawa berwarna putih dengan cepat menyambut datangnya serangan itu.

Sepasang telapak tangan segera bertemu satu dengan lainnya, tubuh Boen Ching dengan cepat melayang mundur kebelakang, sedang tubuh wanita berbaju merah itu terlihat tergetar dengan kerasnya, dengan terhuyung-huyung dia mundur beberapa langkah kebelakang, dari mulurnya muntah kan darah segar, sedang wajahnya berubah menjadi pucat kehijau-hijauan. Boen Ching tampak hal ini dalam hatinya merasa sangat menyesal sekali, Pada saat ini secara mendadak dan menjadi paham kembali mengapa seluruh tubuh dari wanita berbaju merah itu berbau amis darah yang sangat menusuk hidung, kiranya Pada saat wanita berbaju merah itu dengan mengguna kan suara gentanya melawan dia serta Kioe Thian Bu Sin itu, dan telah terkena tenaga dalam yang agak parah.

Tadi secara tidak sadar dia telah menggunakan ilmu tenaga pantulan dari "Chiet Kong Kang Khie" untuk melawan pihak musuh, sedang wanita berbaju merah itu pun tidak menggunakan seluruh tenaganya untuk menyambut, sehingga akibatnya menjadi seperti hal itu.

Didasar tubuh Boen Ching Pada saat ini secara tidak sadar dan telah menanam rasa simpati yang berlebih-lebihan terhadap wanita berbaju merah ini, Pada saat untuk pertama kalinya dia melihat Bwee Giok masih

hidup didalam dania ini bagaimanapun juga wanita berbaja merah itu telah menolong jiwa dari Bwee Giok, sejak sebelumnya diba telah mengangdgap Bwee Giok yaang jatuh kedalbam jurang pastilah akan binasa sehingga dia tak dapat menahan lagi untuk melihat, tetapi ternyata kini Bwee Giok masih hidup dengan sehat didalam dunia ini.

Wanita berbaju merah itu tampak serangannya tidak mencapai Pada sasaran nya, dia menjadi sangat terkejut bercampur gusar, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau kehebatan serta kesempurnaan kepandaian yang dimiliki Boen Ching ini jauh lebih tinggi dan lihay dari apa yang dipikirkan didalam hatinya.

Dengan dingin dan tertawa panjang telapak tangannya dengan cepat melancarkan serangan kearah Boen Ching, tampak hal ini dalam hati menjadi sangat terkejut sekali, pikirnya, "Bukankah ini merupakan ilmu dengan suara menyerang benda yang dimaksud kan wanita berbaju merah tadi ?" Pikirannya menjadi bercabang, dengan terpaksa dia mengerahkan seluruh tenaga yang dimiliki menghadapi serangan dari wanita berbaju merah itu,

Serangan telapak tangan kedua orang itu dengan cepat melayang memenuhi seluruh angkasa, sedang bunga salju diatas permu-kaan tanahpun melayang kesekeliling tempat tersebut.

Suara tertawa dari wanita berbaju merah itu makin lama berubah makin tinggi dan kadang-kadang berubah makin rendah, mendadak mengandung perasaan yang gusar dan sedih, mendadak pula berubah menjadi girang, membuat dalam hati Boen Ching merasakan suatu pergolakan yang sangat hebat sekali, hampir-hampir dia tak sanggup untuk mempertahankan dirinya.

Boen Ching segera terdesak dan jatuh di bawah angin, dibawah serangan gencar dari wanita berbaju merah itu, hampir-hampir saja dia tak mempunyai kesempatan untuk melancarkan serangan balasan.

Boen Ching menjadi sedikit gugup, sedang gerakan serangannyapun makin menjadi kacau tak karuan, wanita berbaju merah itu tertawa dingin dengan tak henti-hentinya, Pada saat hawa pukulan yang berwarna ke merah merahan itu berputar dengan cepat nya itulah Boen Ching telah berhasil dikurung ditengah.

Dalam hati mendadak Boen Ching teringat kembali akan jurus serangan yang digunakan oleh Ciee Khek Loojirn yang didapatktan dari dalam tqujuh buah hioloro kuno peninggalan Thian Jan Shu tersebut, dengan sangat keras dia membentak, Pada saat telapak tangan bersama-sama melancarkan serangan ke depan.

Begitu tenaga Khiekang Chiet Kong Kang Khie dilancarkan kedepan, segera terlihatlah hawa pukulan yang berwarna merah serta putih menggulung keangkasa, dan berubah menjadi hawa yang kemudian menerjang naik terus ketengah udara.

Ditengah beterbangannya bunga salju, tubuh kedua orang itu berpisah satu dengan yang lainnya.

Ketika Boen Ching melirik, tampak tidak jauh dari tempat yang diliputi telah hawa tenaga murni tersebut, disekitar berter-bangannya bunga salju, tampak sebuah telapak kaki dari seorang wanita.

Dalam hati terasa menjadi tergetar, dia tahu dengan kepandaian yang demikian tingginya dari wanita berbaju merah itu, diatas permukaan salju ini tak mungkin akan dapat meninggalkan bekas telapak kaki, sampaipun Bwee Giok sendiri juga tak mungkin dapat meninggalkan telapak kaki yang demikian jelasnya ini, kecuali apabila dia mempunyai maksud secara demikian.

Pada saat pikirannya berputar dengan kerasnya, dia bersiap hendak membuka mulut berkata, tetapi wanita berbaju merah itu sekali lagi melancarkan serangannya, hatinya menjadi sangat terkejut, terpaksa ia harus melindungi tubuhnya terlebih dahulu kemudian barulah mengambil keputusan lagi!.

Wanita berbaju merah itu bagaikan seorang yang telah kalap berturut-turut dia melancarkan puluhan kali serangan gencar.
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Bentroknya Rimba Persilatan Jilid 18"

Post a Comment

close