Puteri Es Bab 18 : Dengan kematian membalas budi istri (Tamat)

Mode Malam
BAB 18 Dengan kematian membalas budi istri

Begitu mendengar teriakan Si Kong Tiao, hati Si Wu Qiu bergetar, tapi kedua tangannya tetap menyerang Long Hui Ji.

— Dia harus membunuh Long Hui Ji!

Empat telapak tangan beradu, saat itu juga, telapak tangan kiri yang diselubungi es pecah, timbul warna merah seperti darah, tapi telapak tangan kanan tetap tertutup oleh es yang tebal.

Si Wu Qiu sudah menyerang lagi dan dia melayang! Tubuh Si Wu Qiu yang sedang melayang bagian kiri tubuhnya membeku menjadi es tapi tubuh bagian kanannya ada api yang berkobar.

Si Wu Qiu melayang ke belakang sejauh 10 meter lebih, lalu jatuh terbanting ke bawah, dia berguling-guling sambil berteriak, suaranya terdengar serak dan mengerang kesakitan, "Kau.. .kau.

..menggunakan.. .Die Bian.. .Da Fa...!"

Si Wu Qiu mengira di hari ulang tahun Long Hui Ji, tenaganya akan terkuras habis, apalagi tadi dia sudah memperagakan ilmu Die Bian Da Fa, sebagian tenaga dalamnya sudah terhisap oleh Si Wu Qiu. Sedangkan sebagian lagi masih ada di dalam tubuh Xiao Xue, ditambah saat ini hati Long Hui Ji sedang bergejolak, tenaga Long Hui Ji pasti tidak akan cukup, karena itu bila menggunakan  ilmu  Zhi

Shui Shen Gong yang berasal dari ilmu gaib Mao Shan, dia yakin bisa membunuh Long Hui Ji untuk mengembalikan kemenangannya.

Dia sama sekali tidak menyangka kalau kejadiannya malah akan menjadi seperti ini, Long Hui Ji ternyata masih bisa menggunakan ilmu Die Bian Da Fa!

Die Bian Da Fa adalah suatu ilmu yang sangat menguras tenaga, tapi ilmu inipun adalah suatu ilmu yang bisa menolong orang, bukan sebagai ilmu pembunuh. Long Hui Ji dalam waktu singkat membuat Die Bian Da Fa terkumpul di kedua telapaknya dan menolong dirinya sendiri yang sudah terkena Zhi Shui Shen Gong. Dia mengubah telapak tangan kirinya menjadi Yang Hao dan telapak kanannya menjadi Yin Shui. Kedua ilmu ini dipergunakan terbalik, dia menyambut telapak tangan Si Wu Qiu lagi.

Air dan api saling beradu. Walaupun Zhi Shui Shen Gong milik Si Wu Qiu sangat kejam, tapi dia tidak bisa bertahan menghadapi Die Bian Da Fa milik Long Hui Ji. Karena ilmu itu berhasil dipecahkan, separuh tubuh Si Wu Qiu menjadi es dan sepanahnya lagi terbakar. Dia terus memberontak, akhirnya dia masuk ke dalam kobaran api yang semakin membesar. Hanya dalam waktu singkat dia sudah terbakar menjadi arang dan abu. Tubuh bagian kanannya hangus, tapi tubuh bagian kirinya masih tertiitup oleh es.

Fang Zhen Mei yang menyaksikan ilmu silat orang di daerah itu sangat aneh, dia merasa takjub dan terkejut.

Xiao Xue masih terus menyerangnya, bila Xiao Xue berhenti sebentar Fang Zhen Mei bisa menemukan cara membuat Xiao Xue tersadar. Tapi sejak awal hingga sekarang, Xiao Xue belum pernah berhenti menyerangnya. Sampai Si Wu Qiu mati juga dia masih tidak sadar, kalau berlaku seperti itu terus, walaupun Fang Zhen Mei tidak akan dilukai oleh Xiao Xue, Xiao Xue tetap akan mati karena kelelahan.

— Kalau begitu terpaksa harus mencoba dengan cara ini, walaupun cara ini sangat berbahaya.

Dalam hati Fang Zhen Mei sudah mengambil suatu keputusan.

Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang senang, suara itu seperti suara orang tua yang berteriak, "Xiao Xue, Xiao Xue, ternyata kau ada di sini...!"

Orang yang memanggil-manggil itu tidak lain adalah Shen Tai Gong.

Dia dengan cepat menghampiri Xiao Xue, dengan senang dia berkata, "Sudah, sudah, kau sudah tidak apa-apa, kakek juga tidak apa-apa Hei? Mengapa kau terus menyerang Cai Shen Ye dengan

belati itu?" kata-kata Shen Tai Gong belum habis, pisau berwarna hijau milik Xiao Xue sudah menyerangnya.

Dengan terkejut Shen Tai Gong berusaha untuk menghindar. Karena lukanya belum sembuh, dan perasaannya sedang bergejolak hampir saja dia tidak berhasil menghindari serangan Xiao Xue, dia berteriak, "Xiao Xue, kenapa kau ini. "

Tapi Xiao Xue bertingkah seperti orang gila masih terus menyerang mereka berdua!

Sambil menghindar, Shen Tai Gong berusaha merebut pisau yang ada di tangan Xiao Xue, tapi selalu didorong oleh Xiao Xue dengan tenaga besar. Long Hui Ji yang ada di sisi hanya bisa menarik nafas dan berkata, "Sekarang dia sedang berusaha menguasai Yang Huo, Yin Shui, dan Zhi Shui, ketiga ilmu ini bila sudah dikuasai dia tidak akan bisa menguasai sendiri lagi, tenaganya sangat besar, jangan dekati dia!"

Bicara sampai di sana, Long Hui Ji langsung memuntahkan  darah, dalam satu hari dia telah dua kali memperagakan Die Bian  Da Fa, dan itu dilakukan pada hari ulang tahunnya. Dan hari itulah hari di mana tenaga dalamnya paling kosong, dia telah melakukan ilmu dengan menggunakan tenaga Yin Shui dan Yang Huo, kedua tenaga dalam ini dikeluarkannya untuk membunuh Si Wu Qiu. Ditambah lagi perasaannya sedang bergejolak dan racun Zhi Shui Shen Gong telah melukainya, tenaga dalamnya sebanyak 70-80% telah terkuras habis. Melihat Xiao Xue menjadi seperti itu, dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong XiaoXue.

Shen Tai Gong terus memegang pundak Fang Zhen Mei dan berteriak, "Kau.. Jkau jangan menyerangnya, jangan sampai membuatnya terluka...." Xiao Xue sudah menusuk Shen Tai Gong, pundaknya dikebelakangkan untuk menepis tangan Xiao Xue tapi karena tenaga Xiao Xue sangat besar, maka Shen Tai Gong terjatuh.

Xiao Xue menggigit rambut hitamnya dan wajahnya pucat, dia menusuk Shen Tai Gong yang sedang terduduk di bawah.

Shen Tai Gong berteriak, "Xiao Xue. " Xiao Xue seperti tersadar,

Shen Tai Gong berteriak lagi, "Aku adalah kakek "

Waktu itu dengan diiringi suara tarikan nafas, Fang Zhen Mei langsung bergerak.

Jarinya menekan ke tengah alis Xiao Xue, Shen Tai Gong bergetar melihat perbuatan Fang Zhen Mei.

Xiao Xue berhenti bergerak, benar-benar telah berhenti, Fang Zhen Mei sama sekali tidak tahu apa yang telah terjadi, apakah karena dia berhasil menekan alis Xiao Xue atau karena hal lain?

Terdengar suara BUSH, api menyala, ternyata para pesilat tangguh dari Qu Nuan Bang mulai bertarung dengan sengit, di medan pertempuran mereka menyalakan api, terlihat anak buah Qu Nuan Bang, di dalam kobaran api sangat gagah berani.

Yang terluka dan tenaga mereka yang tidak cukup, langsung mendekati api itu untuk meminjam kekuatan api. Semangat mereka segera pulih, semangat mereka kembali seperti naga dan harimau, mereka menyerang kembali orang-orang Ren Tou Fan dan Mao Shan Dong.

Ilmu gaib Qu Nuan Bang berdasarkan pada api, api sedang berkobar, semangat anak buah Qu Nuan Bang sangat tinggi. Apalagi kemenangan sudah di depan mata. Ketua Qu Nuan Bang berhasil membunuh ketua Mao Shan Dong, Si Wu Qiu, Xiao Lou berhasil dibunuh oleh Ye  Pian  Zhou,  Si  Kong   Tiao   mati di bawah pedang You Ling San Shi, semua ini membuat semangat mereka menggelora kembali.

Melihat keadaan ini Si Kong Tui bersiap-siap melarikan diri.

Ilmu silatnya dengan kemampuan ilmu silat Si Kou Xiao Dou seimbang. Di depan Si Kou Xiao Dou jika ingin melarikan diri bukan suatu hal mudah.

Si Kong Tui, namanya memang Tui (mundur), bagaimana kemajuan ilmu silatnya, kita tidak akan tahu, tapi ilmu Tui (mundur) miliknya benar-benar nomor satu!

Tiba-tiba dia memutar tubuhnya, dengan pedang panjang berwarna hijau, dia memenggal kepalanya sendiri.

Sejak awal sampai akhir dia bertarung dengan Si Kou Xiao Dou, Si Kou Xiao Dou tidak berani melihat matanya, saat itu Si Kong Tui pun tidak berani melihat mata Si Kou Xiao Dou, karena Si Kou Xiao Dou menguasai dengan baik ilmu hipnotis, dan Si Kong Tui pun menguasai ilmu 'guna-gunamata'.

Sorot mata mereka masing-masing tidak bisa melumpuhkan lawannya!

Tiba-tiba Si Kong Tui tampak sedikit bergerak, begitu dilihat oleh Si Kou Xiao Dou, ternyata Si Kong Tui menjadi manusia tanpa kepala, dan kepala Si Kong Tui terbang ke arahnya.

Waktu itu Si Kou Xiao Dou tidak tahu apakah kepala Si Kong Tui harus disambut atau dibiarkan saja? Terpaksa dengan kemocengnya dia menepis, begitu mengenai kepala itu, dia merasa kelima jarinya bergetar, bersamaan dengan itu ada lima ekor cacing dingin dari ujung jari masuk ke dalam nadinya.

Dengan cepat Si Kou Xiao Dou membuang kemocengnya dan diapun segera mengatur nafas, menahan racun supaya tidak menyebar lebih luas ke dalam tubuhnya. Tangan kirinya mencabut pedang, sekaligus memotong tangan kanannya.

Si Kong Tui tertawa terbahak-bahak, dengan suara besar Si Kou Xiao Dou bertanya, "Apakah itu racun kepala manusia?"

Ternyata kepala Si Kong Tui masih dengan baik menempel di tubuhnya, tadi semua itu hanya ilmu ilusi, dengan cepat Si Kong Tui memenggal kepala seorang anak buah Ren Tou Fan yang ada di belakangnya dan dengan cepat dia membubuhkan racun di kepala itu. Dengan kepala orang itu dia membuat orang yang berilmu silat tinggi seperti Si Kou Xiao Dou terkena racun.

Si Kou Xiao Dou tampak marah, "Kau memang tidak salah disebut Bi Huo Xue Jian Ren Tou Gu!" (api hijau, pedang darah, guna-guna kepala orang).

Si Kong Tui sangat senang dan berkata, "Kau baru menyadarinya sekarang, sepertinya itu juga sudah terlambat."

Si Kou Xiao Dou marah dan berkata, "Aku selalu merasa aneh, mengapa kau menamakan perkumpulanmu menjadi Ren Tou Fan, ternyata "

Dengan sombong Si Kong Tui berkata, "Ternyata aku memberi racun di dalam kepala manusia, aku benar-benar hebat "

Baru saja dia berkata sampai di sana, Si Kong Tui  berhenti bicara, dia melihat Si Kou Xiao Dou telah memotong pergelangan tangannya dan dia sedang terluka, tidak mungkin dia terus mengajaknya bicara. Kecuali dia mempunyai tujuan lain, dia memang mengetahuinya dengan segera, tapi kata-katanya menyambung menjadi satu kalimat dengan perkataan Si Kou Xiao Dou, dia mulai merasa di dalam dadanya ada dua raksasa, tidak berhenti terus menendang jantungnya.

Jantungnya meloncat semakin cepat, seperti ada sebuah genderang besar yang terus dipukul, jantungnya terasa sobek dan sakit.

Si Kong Tui mengerang kesakitan dan memuntahkan darah. "Kou Xin Shu!" (Ilmu mengikat jantung).

Si Kou Xiao Dou dengan jurus Kou Xin Shu hampir saja membunuh Shen Tai Gong, Wo Shi Shui, dan Xiao Xue, tapi untung saja Fang Zhen Mei pada saat yang tepat berhasil menyelamatkan mereka. Sekarang Si Kong Tui tidak berhati-hati, setelah menjawab dengan dua kalimat, dia sudah terperangkap dalam ilmu gaib KouXin Shu.

Sambil memuntahkan darah, Si Kong Tui terus menggelinjang dan mengerang, Xue Jian yang dipegangnya seperti seekor naga,merah, dia melemparkannya ke arah Si Kou Xiao i$ou.

Si Kou Xiao Dou menghindari pedang itu, menggunakan ilmu Kou Xin Shu harus menyatukan pikiran baru bisa dilakukan dengan baik, dengan berhenti sejenak inilah, Si Kong Tui menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri.

Waktu itu wajah Si Kou Xiao Dou tiba-tiba terlihat ekspresi aneh.

Ekspresi ini terlihat aneh, wajah sebelah kiri seperti tertawa dengan senang sedangkan wajah bagian kanannya terlihat sangat sedih, dan bagian tengah wajahnya dilipat tidak senang juga tidak sedih, tapi juga seperti tersenyum.

Begitu Si Kong Tui melihat wajah Si Kou Xiao Dou seperti itu, dia segera menjadi lumpuh.

Terdengar dia berteriak sedih, "Bei Xi Jue Ren Huan!" (menolak orang sedih atau senang), ampun Si Kou, ampun!"

Wo Shi Shui melihat anak buah Qu Nuan Bang dan para pendekar sudah mendapat kemenangan, mereka berhasil memukul sisa dari orang-orang Ren Tou Fan dan Mao Shan Dong, terlihat mereka berlari ketakutan. Yang masih tersisa dan yang tidak bisa melarikan diri ditangkap dan mereka meminta ampun, mereka melihat Si Kong Tui memenggal kepala kawan mereka, membuat mereka kehilangan kepercayaan diri, akhirnya mereka kalah total. Begitu Wo Shi Shui membalikkan kepalanya, saat itu tepat dia melihat wajah Si Kou Xiao Dou.

Kebiasaan Wo Shi Shui adalah bila sudah melihat sesuatu dia akan langsung berkomentar, kali ini dia melihat Shen Tai Gong tidak mengalami sesuatu yang berbahaya, hatinya merasa senang, pada saat melihat wajah Si Kou  Xiao  Dou,  dia  segera berteriak,  "Pantas aku selalu merasa pernah bertemu denganmu...ternyata kau adalah Ji Sheng Niang Niang, dewa yang kalian sembah adalah kau sendiri!"

Waktu itu di malam hari saat dia masuk ke dalam Ling Yin Si, dia pernah melihat patung Ji Sheng Niang Niang, sebelah wajahnya terlihat senang, setengah wajah lagi terlihat sedih, kemudian dia bertemu dengan Si Kou Xiao Dou, dia merasa pernah bertemu dengannya tapi entah di mana, hal ini terus menerus menjadi pikirannya. Sekarang dia baru sadar kalau patung itu adalah perwujudan dari Si Kou Xiao Dou.

Ternyata dia tidak tahu kalau You Ling San Shi adalah perkumpulan berdasarkan ilmu gaib, perkumpulan ini biasanya dengan patung wujudnya sendiri dijadikan sebagai pujaan mereka. Tapi sekarang adalah saat yang paling menegangkan, Si Kou Xiao Dou mengeluarkan ilmu gaibnya, begitu Wo Shi Shui berteriak, Si Kou Xiao Dou terlihat seperti sakit berat dan lemah hingga akhirnya dia ambruk ke tanah, ilmu gaib Bie Xi Jue Ren Huan sudah tidak bisa dikeluarkan lagi.

Si Kong Tui melihat keadaan ini, ini adalah sebuah kesempatan yang baik, dia tidak akan melepaskannya begitu saja, dengan^ cepat dia mencengkram rambut Si Kou Xiao Dou kemudian ditarik  ke belakang. Tangannya menahan di atas kepala Si Kou Xiao Dou!

Begitu Wo Shi Shui berteriak, dia melihat wajah Si Kou Xiao Dou berubah, dia sadar kalau dia sudah membuat suatu kesalahan, tapi karena racun masih bercokol di tubuhnya dia tidak bisa bergerak selincah biasanya. Dia ingin menolong Si Kou Xiao Dou tapi sudah tidak keburu.

Waktu itu Fang Zhen Mei sedang menarik jari tengahnya.

Mata Xiao Xue masih terpejam, lalu pelan-pelan mulai terbuka, wajahnya pucat, dan sekarang mulai sedikit merona merah.

Dian Shi Cheng Jin (menotok batu menjadi emas) yang menggunakan tenaga Rao Zhi Rou (jari lemas berputar), akhirnya bisa membuat Xiao Xue pulih kembali.

Shen Tai Gong melihat wajah Xiao Xue yang lucu dan semakin terlihat bersemangat. Hatinya merasa senang, dia terus memanggil, "Xiao Xue.. .Xiao Xue. "

Pelan-pelan Xiao Xue membuka matanya yang lincah, dia terpaku, lalu masuk ke dalam pelukan Shen Tai Gong segera menangis, "Kakek...kakek. "

Akhirnya Fang Zhen Mei bisa menarik nafas lega, dengan ilmu jari Dian Shi Chen Jin, dia memasukkan tenaga dalam ke nadi yang ada di tengah-tengah alis Xiao Xue, dan bisa menekan Yin Shui, Yang Huo, dan Zhi Shui, ketiga ilmu aneh itu masuk ke dalam tubuh Xiao Xue, dan dia sudah kembali menjadi Xiao Xue yang dulu lagi.

Sekarang Xiao Xue memiliki 4 macam tenaga dalam yang sangat kuat. Walaupun hanya mengandung sebagian tapi cukup untuk membuatnya menjadi seorang pesilat tangguh yang jarang ada di dunia persilatan, walaupun sekarang ini dia belum menguasai ilmu silat.

Xiao Xue dan Shen Tai Gong saling berpelukan.

Si Kong Tui yang masih ada di sana berhasil mengalahkan Si Kou Xiao Dou, dan dia terus membentak orang yang mendekat, "Kalau kalian mendekat lagi, aku akan membunuhnya!"

Long Hui Ji berkata, "Semua mundur!" Terpaksa mereka semua mundur.

Si Kong Tui bernafas terengah-engah dan berkata, "Baik! Hei marga Long, San Si kami, yang bermarga Si Kong sudah kalah total, yang bermarga Si pun sudah mati, yang tersisa hanya yang bermarga Si Kou, apakah dia akan bertahan hidup, hanya tinggal menunggu satu kata darimu!"

Tanya Long Hui Ji, "Kau ingin mengatakan apa?"

Dengan marah Si Kong Tui berkata, "Di daerah Yun Nan dan Gui Zhou, satu katamu berharga satu keping uang emas, asalkan kau menyuruh mereka tidak menghalangiku pergi, mereka tidak akan berani melanggar perintahmu."

Kata Long Hui Ji, "Baiklah, aku akan melepaskanmu, tapi lepaskan dulu Si Kou Xiao Dou!"

Si Kong Tui berkata, "Ketua Long, turunkan dulu perintahmu untuk orang-orang di sini, setelah itu baru aku akan melepaskannya!"

Kata Long Hui Ji, "Si Kou Xiao Dou sudah lama berkorban untuk daerah ini, sekarang demi menegakkan kebenaran dia  mendapatkan' mala petaka, diapun sangat berjasa bagi perkumpulan kami, aku, Long Hui Ji percaya, kalau Si Kong Tui akan melepaskan Si Kou Xiao Dou, saudara-saudara di Yun Nan dan Gui Zhou pasti akan memberikan jalan keluar untukmu, hal yang terjadi hari ini tidak bisa kutentukan sendiri, semua tetua yang ada di sini, bagaimana pendapat kalian?"

Semua pendekar yang ada di sana saling pandang.

Kemudian sebagian pendekar yang mempunyai sedikit wibawa berkata, "Kami selalu berada di pihak Ketua Long."

Ada yang berkata lagi, "Kalau Ketua Long memerintahkan untuk melepaskannya, kami tidak akan berani menentang perintah Ketua Long."

Long Hui Ji memutar tubuhnya melihat Si Kong Tui dan berkata, "Apakah kau sudah mendengar perkataan teman-teman dunia persilatan Yun Nan dan Gui Zhou?"

Dengan dingin Si Kong Tui melihat mereka dan berkata, "Tapi di sinipun ada teman-teman yang bukan berasal dari Yun Nan dan Gui Zhou."

Tanya Long Hui Ji, "Mengapa tidak kau sendiri yang menanyakannya kepada mereka?"

Si Kong Tui membalikkan kepalanya dan bertanya kepada Fang Zhen Mei, "Temanmu sudah terkena racun yang sangat dalam, Si Wu Qiu sudah mati, sekarang hanya aku yang bisa menolongnya, kalau kau berkata akan melepaskanku, temanmu tidak akan berani menghalangiku, aku sudah memberimu obat penawar dua kali untuk kedua temanmu, kali ini kau...kau harus membiarkanku pergi."

Wo Shi Shui berteriak, "Jangan mau diancam!"

Fang Zhen Mei terdiam, dia menjulurkan tangannya.

Wo Shi Shui berteriak lagi, "Jangan mau diancam olehnya, aku lebih memilih. "

Si Kong Tui takut kalau Fang Zhen Mei berubah pikiran, satu tangannya memegang Si Kou Xiao Dou, dan satu tangannya memberikan obat penawarnya kepada Fang Zhen Mei.

Waktu itu jari Si Kong Tui menyenggol jari tengah Fang Zhen Mei, dia seperti tersambar petir, terpental hingga 9 meter jauturya. Dan dia jatuh dengan posisi telungkup di tanah, hanya dalam waktu singkat dia sudah dikelilingi oleh para pesilat tangguh yang masih marah. Tubuh Si Kong Tui seperti tidak bertulang, bahkan tenaga untuk melawanpun sudah tidak ada. Dengan kaget dia berkata, "Kau... kau... kau. "

Fang Zhen Mei memberikan obat penawarnya kepada Wo Shi Shui, benar saja obat itu sangat manjur. Fang Zhen Mei mendekat dan berkata, "Kau tetap akan dilepaskan, karena ketua sudah menyetujuinya, aku hanya ingin memberitahumu, kami tidak biasa menyutujui sesuatu di bawah ancaman."

Kemudian Fang Zhen Mei berkata lagi, "Pergilah kau sekarang!"

Dengan sikap malu Si Kong Tui berdiri, Wo Shi Shui berjalan ke depannya, dan mengatakan satu kalimat, "Kau sudah terluka parah, Lcng Hui Ji dan Kakak Fang sudah mengatakan akan melepaskanmu, karena itu aku tidak akan membunuhmu, tapi aku pernah berjanji kepada Putri Yin Huo, aku tidak akan melepaskan orang yang telah mencelakai beliau, Si Wu Qiu sudah mati, Si Kong Tiao pun sudah mati, hanya tersisa dirimu, pergi kau sekarang. Walaupun kau lari hingga ke pelosok negeri manapun, aku tetap akan mengejar untuk membunuhmu dan mayatmu akan kubawa untuk disembahyangkan pada Putri Yin Huo yang ada di nirwana."

Si Kong Tui dengan terkejut bertanya, "Kau dan Putri..

.mempunyai hubungan apa...?

Dengan suara lantang Wo Shi Shui berkata, "Kami tidak ada hubungan apapun, tapi di dunia ini mana ada orang seperti aku ini. Aku hanya pernah bertemu dua kali dengan Putri, satu kali saat beliau sedang menari, kedua kali adalah pada saat dia sedang bertarung "

Wo Shi Shui berkata lagi, "Bagiku, bertemu dua kali saja sudah cukup."

Si Kong Tui tampak menundukkan kepala.

Tiba-tiba terdengar ada suara sesuatu yang berbunyi, semua orang melihat ke arah sumber suara itu. Terlihat di dada Long Hui Ji menancap sebuah pisau milik Si Wu Qiu yang diberikan kepada Xiao Xue.

Fang Zhen Mei segera menghampiri Long Hui Ji dan bertanya, "Mengapa Anda melakukan ini "

Ye Pian Zhou dengan sedih berteriak, "Ketua " Long Hui Ji tertawa dengan sedih, "Pendekar tadi mengatakan dia ingin membunuh orang yang telah membunuh Putri, tapi nama yang disebutnya kurang satu, orang itu adalah aku, akulah yang pertama kali membuat Putri mati...dengan kematianku, aku baru bisa berterima kasih kepada istriku yang sangat mencintaiku."

Fang Zhen Mei melihat pisau milik Si Wu Qiu yang sudah diolesi racun ganas, dan pastinya Long Hui Ji tidak akan tertolong lagi, dengan bersusah payah Long Hui Ji berkata, "...setelah aku mati, Qu Nuan Bang dan dunia persilatan Yun Nan Gui Zhou semua kuserahkan kepada Si Kou Xiao Dou, dia mempunyai wibawa, tidak berniat merebut kekusaan, dia adalah orang yang pantas, aku. "

Dia menarik nafas hingga terengah-engah, "Chu Qing, aku.telah bersalah kepadamu...." suaranya semakin melemah, sampai tidak terdengar apapun lagi.

Murid-murid Qu Nuan Bang sangat berduka.

Semua orang Yun Nan Gui Zhou teringat kembali pada jasa-jasa Long Hui Ji, dan selama beberapa tahun ini telah terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Mereka merasa menyesal dan turut berduka cita.

Tapi Si Kong Tui mengambil kesempatan ini. Dia melarikan diri.

Sewaktu Xiao Xue masih dikuasai oleh Si Wu Qiu, dia terlihat linglung, dia tidak tahu apa yang telah terjadi. Sekarang  keadaannya sudah pulih, begitu mclihal banyak orang mnli dia merasa kaget hingga terpaku Fang Zhen Mm melihatnya seperti itu, dia berkata pada Shen Tai Gong, "Pertarungan berdarah di dunia persilatan dan kejamnya dunia persilatan ini, lebih baik jangan mengotori hati seorang anak kecil yang masih suci dan lugu "

Tamat 
*** ***
Note 27 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Sabtu dan Minggu.| Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai."

(Regards, Admin)

0 Response to "Puteri Es Bab 18 : Dengan kematian membalas budi istri (Tamat)"

Post a Comment

close