Puteri Es Bab 07 : Jari yang lembut

Mode Malam
BAB 7 Jari yang lembut

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong saling memandang. Mereka tidak berbicara apa-apa langsung meloncat bangun.

Walaupun jarak antara perahu besar dengan perahu kecil sudah dekat, tapi jaraknya ada sekitar 5-6 meter. Ditambah lagi perahu itu lebih tinggi 10 kaki dari rakit kecil itu.

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong meloncat seperti bola yang dengan cepat meluncur. Fang Zhen Mei menarik nafas, sekarang hanya ada Xiao Xue yang berada di rakit. Dia tidak mungkin meninggalkan Xiao Xue sendirian di rakit ini dan ikut naik ke perahu besar itu. Terpaksa dia tinggal di rakit itu untuk menj aga Xiao Xue.

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong bergerak seperti elang terus naik dan naik ke bagian depan perahu. Begitu naik mereka merasakan ada angin besar yang berhembus, dari dalam perahu yang gelap berhembus angin aneh. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong sangat berpengalaman. Mereka secara bersamaan membentak dan berteriak, "Guna-guna!"

Begitu meneriakkan kata 'guna-guna', Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong langsung menahan nafas. Mereka dengan cepat menggunakan tenaga dalam untuk melindungi tubuh mereka dan dengan cepat masuk ke dalam perahu!

Dari tempat mereka naik sampai masuk ke dalam perahu masih berjarak beberapa meter. Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong meloncat kemudian berlari masuk, tapi begitu kaki mereka menginjak papan perahu, mereka seperti sebongkah batu yang terjatuh ke dalam sumur lalu tenggelam. Hati mereka bergetar. Ternyata tempat di mana mereka berlari masuk ke dalam perahu tidak ada papan, hanya ada sebuah lubang gelap, besar, dan dalam!

Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong ingin naik lagi dengan cara mengumpulkan tenaga, tapi tubuh mereka masih terus tenggelam. Tenaga mereka semakin habis. Apalagi saat itu mereka masih menahan nafas. Mereka mulai merasa sesak. Baru saja mulai menghisap, tercium bau busuk keluar dari lubang besar itu, dan tersedot masuk ke dalam paru-paru mereka.

Walaupun ilmu silat mereka sangat tinggi, tapi begitu menghisap udara bau itu, paru-paru mereka seperti tersumbat banyak lumut, membuat tubuh mereka lemas.

— Di dalam lubang gelap itu bukan berisi air laut melainkan air mati yang membuat orang ketakutan!

Fang Zhen Mei yang masih berada di atas rakit melihat bayangan yang satu berwarna abu, dan satu lagi berwarna hitam tiba-tiba tenggelam. Dia berteriak, "Guna-guna!" Suaranya terdengar serak. Dia berteriak kepada Zhang Hen Shou, "Tolong urus gadis kecil ini!"

Zhang Hen Shou sudah selesai menyanyikan sebuah lagu sedih, dia langsung terpaku. Fang Zhen Mei bergerak seperti seekor burung berwarna putih dan terbang melesat keluar.

Sewaktu Wo Shi Shui dan Shen Tai Gong hampir tenggelam, Fang Zhen Mei sudah berada di atas perahu besar itu.

Fang Zhen Mei mulai merasakan udara di sana beracun dan  pekat dengan guna-guna! Lawan memancing mereka naik ke sana!

Fang Zhen Mei juga tahu bahwa lubang besar dan gelap itu berisi racun keras!

Fang Zhen Mei segera mengeluarkan nafas dan juga mengeluarkan suara. Dia membentak. Bentakannya ini seperti sebuah palu besar yang siap memukulnya. Hal ini membuat kecepatan turunnya menj adi 10 kali lipat lebih cepat!

Dia melewati Shen Tai Gong tapi dia tidak berhenti. Diapun melewati Wo Shi Shuikarena tubuh Wo Shi Shui lebih berat dibandingkan dengan Shen Tai Gong, maka dia lebih cepat jatuh ke dalam lubangmereka sudah berjarak sangat dekat dengan 'air kematian' yang berada di bawah perahu yang jaraknya kurang lebih 3 kaki!

Fang Zhen Mei membalikkan telapaknya, mencengkram kaki Wo Shi Shui. Dengan tenaga besar dua mengangkat tubuh Wo Shi Shui. Dia mendorong Wo Shi Shui naik ke atas! Wo Shi Shui segera meloncat naik ke atas.

Pada saat bersamaan, Shen Tai Gong yang sudah terjatuh turun dan mendekati Fang Zhen Mei!

Fang Zhen Mei memiringkan tubuhnya. Dia membiarkan kaki Shen Tai Gong menginjak pundaknya. Dengan sekuat tenaga Fang Zhen Mei mendorong Shen Tai Gong dengan pundaknya. Shen Tai Gong meminjam tenaga ini untuk meloncat ke atas.

Sedangkan tubuh Fang Zhen Mei semakin tengeglam. Jaraknya dengan 'air kematian' tinggal 1 kaki lagi. Air berbau amis dan bercampur dengan bermacam-macam bau aneh itu membuat Fang Zhen Mei merasa pusing. Tiba-tiba kedua lengan baju Fang Zhen Mei seperti papan memukul ke bawah. Kedua lengan bajunya menghasilkan angin besar dan memukul ke permukaan air. Sebuah aliran udara terasa berhembus, tubuhnya bergerak seperti sehelai kertas dengan cepat naik!

Karena dia naik dengan sangat cepat, air hitam dan bau itu tidak sempat menciprat ke bajunya. Jarak antara dalam perahu dan sisi perahu masih ada beberapa meter. Jarak itu tidak lain adalah  lubang gelap dan besar. Di dalam perahu ada sebuah pagar untuk berpegang. Ada 3 orang di sana.

Di dalam perahu sangat gelap, hanya ada sebuah lampu kecil. Api tampak terus bergoyang-goyang seperti akan padam. Lampu ini seperti lampu yang berpindah-pindah di laut, itulah lampu yang dinamakan dengan 'api setan'.

Ketiga punggung orang i£u menghadap api. Di kiri dan kanan karena gelap kedua orang itu tidak bisa melihat dengan jelas wajah mereka. Orang yang berada di tengah-tengah, di dalam kegelapan kedua matanya seperti ada  2  titik  api  berwarna  hijau.  Dia seperti bukan manusia melainkan binatang buas yang tinggal di hutan.

Ketiga orang ini menyaksikan Wo Shi Shui, Shen Tai Gong, dan Fang Zhen Mei, yang satu persatu terjatuh ke dalam lubang. Tapi hanya dalam waktu sebentar mereka melihat Wo Shi Shui, Shen Tai Gong, dan Fang Zhen Mei berhasil meloncat keluar.

Mereka bisa mengambil kesimpulan bahwa ketiga orang itu  sudah tenggelam, setelah terjatuh masih bisa meloncat keluar. Ini tentu karena perbuatan seseorang—Fang Zhen Mei!

Karena itu mereka merasa hanya perlu membunuh orang itu saja. Orang itu adalah orang yang terakhir naik dan tenaganya hampir habis— Fang Zhen Mei.

--ooo0dw0ooo--

Walaupun singa disebut raja hutan, ada saatnya dia akan lemah. Seekor harimau masuk ke dalam perangkap dengan seekor tikus yang terkurung, tidak ada bedanya. Sekarang Fang Zhen Mei berada dalam perangkap karena menolong teman, sekarang saatnya Fang Zhen Mei berada dalam posisi paling lemah. Di bawah pengawasan musuh setiap kelemahan sekecil apapun yang muncul akan membuat nyawanya terancam.

Api hijau yang berada di tengah tidak bergerak.

Sewaktu Wo Shi Shui naik ke atas, dia menggeser tubuhnya dan naik ke ruangan sebelah kiri. Sewaktu Shen Tai Gong naik, dia juga melipat tubuhnya dan masuk ke ruangan sebelah kanan.

Ketiga orang yang berada di dalam kegelapan tidak bergerak sama sekali.

Begitu menunggu si baju putih Fang Zhen Mei naik, api hijau yang berada di tengah tetap tidak bergerak tapi orang yang berada di kiri dan kanan sudah meloncat. Mereka berdua meloncat keluar membawa suara angin pedang yang besar. Karena kedua orang itu sudah mencabut pedangnya mereka mencabut pedang pada saat bersamaan.

Dua bilah pedang di dalam kegelapan seperti 2 ekor ular panjang berwarna hijau, tapi lebar pedang mereka tidak melebihi lebar sayap nyamuk. Hanya sebentar mereka sudah berada di belakang Fang Zhen Mei dan bergerak sebanyak 21 kali.

Tapi tubuh Fang Zhen Mei bergerak seperti seekor burung walet melewati air sungai dengan kencang, mengepak-ngepakkan sayapnya, dengan gerakan yang sangat indah ini dia terbang dibawah serangan 42 jurus pedang, dan jurus pegang itu tetap tidak bisa mengenai dia sama sekali. Hanya saja tubuh Fang Zhen Mei terpaksa harus terbang ke tengah perahu.

Mereka bertiga di tengah-tengah udara lewat, tapi mereka sudah berjtarung selama puluhan jurus. Kedua kaki Fang Zhen Mei turun ke bawah, dia tiba di depan orang yang mempunyai 2 lampu hijau. Lawan tidak bisa melukainya dan dia juga tidak bisa lepas dari jala pedang yang sangat padat. Kedua orang itu tetap berjaga, satu di depan dan satu di belakang. Begitu Fang Zhen Mei turun lagi ke bawah, sebuah pedang dari dalam kegelapan berwarna merah seperti api mengarah pada tenggorokannya!

Tubuh Fang Zhen Mei tetap diam ditempat. Pedang merah itupun ikut diam. Jarak pedang dengan tenggorokan tidak lebih dari 3 sentimeter.

Api hijau itu berkedip dan tertawa, "Ilmu silat yang hebat!"

Fang Zhen Mei tidak bergerak tapi juga berkata, "Ilmu pedang yang hebat!"

Sepasang api hijau itu tertawa terbahak-bahak, tapi ujung pedang sama sekali tidak terlihat bergetar, "Tadinya aku hanya ingin membeli sebuah jari Fang Zhen Mei, ternyata sepeserpun tidak perlu kukeluarkan, dan aku bisamembeli nyawa Tuan."

Fang Zhen Mei tersenyum, "Ilmu Ketua Ren Tou Fan, Si Kong Tui yang bernama Bi Huo Xue Jian Ren Tou Gu, akhirnya bisa kujajal." (Api hijau, pedang darah, guna-guna kepala manusia)

Sepasang api hijau itu tampak lebih terang lagi. Dia tertawa terbahak-bahak, "Satu jurus saja sudah cukup. Jika Xue Jian, ke depan sedikit lagi, kau pasti sudah mati."

Tapi Fang Zhen Mei terus melihat ke kiri dan kanan. Dia berkata, "Kalau tidak salah, kedua orang ini adalah 2 pembunuh Ren Tou Fan yang bernama Yi Mai dan Mai Mei?"

Si Kong Tui tertawa, "Yi Mai, Mai Mei, Zhang Hen Shou adalah pesilat tangguh dari Ren Tou Fan."

Alis Fang Zhen Mei terangkat dan dia berkata, "Tapi setahuku 4 pembunuh Ren Tou Fan, Huo Yen Ya yang ilmu silatnya paling tinggi, dimana sekarang dia berada?"

Pedang Si Kong Tui mulai keluar cahaya merah lagi, "Untuk apa kau mencarinya? Kondisimu sekarang sudah seperti daging di dalam mangkuk, atau seperti seekor kura-kura yang berada di dalam gentong. Bila tanganku bergerak, seumur hidup kau tidak akan bisa bergerak lagi."

Fang Zhen Mei tertawa, tapi dia hanya berkata satu kata, "Aneh!" Dengan dingin Si Kong Tui bertanya, "Apa yang aneh?"

"Aku tidak mempunyai dendam apapun dengan Ren Tou Fan, kenapa kau ingin membunuhku?" tanya Fang Zhen Mei.

"Karena kau terlalu banyak ikut campur " jawab Si Kong Tui.

Sorot mata Fang Zhen Mei terlihat seperti tertawa, "Karena aku sudah banyak ikut campur, apakah karena itu aku harus dibunuh? Tapi sepertinya yang ingin kalian bunuh bukan aku."

Wajah Si Kong Tui mulai terlihat kencang, "Oh ya?"

Fang Zhen Mei masih terus bicara, "Awalnya kau tidak seperti ingin membunuh."

Sorot mata Si Kong Tui dingin seperti es. Dia mengeluarkan suara 'He’ yang dingin.

"Awalnya kau hanya ingin mencengkram orang dan mencengkram seorang gadis kecil yang sama sekali tidak bisa ilmu silat," kata Fang Zhen Mei.

Si Kong Tui terdiam. Dia hanya mentap Fang Zhen Mei. Sepertinya dengan mata melotot, matanya bisa mengebor lawan dan keluar 2 lubang berdarah.

Senyum Fang Zhen Mei tampak di mulutnya, "Aku merasa aneh mengapa Ren Tou Fan bisa berubah profesi? Bukan melakukan suatu bisnis besar malah menculik seorang gadis yatim piatu? Demi gadis kecil itu, dengan segala cara kau ingin membunuh kami bertiga."

Wo Shi Shui yang berada di sisi Fang Zhen Mei sudah tidak sabar lagi. Dia marah-marah sambil meloncat, "Kentut! Siapa yang bisa membunuh kami sembarangan?" Kepalan tangannya mulai ingin dilayangkan.

Dengan dingin Si Kong Tui berkata, "Kalau kau maju selangkah lagi, kau masih bisa kentut tapi Fang Zhen Mei tidak bisa kentut lagi." Pedangnya seperti seekor ular lincah maju 2 sentimeter lagi. Ujung pedang berwarna merah seperti jengger ayam. Jarak pedang itu dengan tenggorokan Fang Zhen Mei hanya tersisa satu sentimeter lagi.

Wo Shi Shui seperti paku yang sudah dipaku masuk ke dalam papan kayu, dia hanya berdiri dengan kaku. Dahi Shen Tai Gong juga mulai berkeringat dingin.

"Si Kong Tui, tua bangka ada masalah apa. bicaralah!" perahu. Tiang perahu itu terlihat panji bergambar kepala tenggorak itu berkibar. Di sisi panji tenggorak itu berdiri seseorang berbaju putih, baju putihnya dengan luwes berkibar.

Si KongTui marah dan berteriak, "Jari raja menotok jenderal, semua golok dan semua pedang berubah menjadi jari lembut...kau, kau berhasil menguasai ilmu Tian Shi Cheng Jin?" (Menotok batu menjadi emas).

Terdengar Fang Zhen Mei berkata di suara angin, 'Tapi sayangnya yang kutotok batu tetap batu, emas tetap emas, tidak bisa menotok batu berubah menjadi emas."

--ooo0dw0ooo--
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Puteri Es Bab 07 : Jari yang lembut"

Post a Comment

close