Pertarungan di Kota Chang An Bab 2 : Wo Shi Shui terkena racun Didalam racun ada racun

Mode Malam
BAB 2 Wo Shi Shui terkena racun Didalam racun ada racun

Pendekar-pendekar yang ada di Jiang Nan, yang paling ramah dan terpelajar adalah Fang Zhen Mei, yang paling membuat orang sakit kepala adalah Shen Tai Gong, sedangkan yang paling keras sifatnya adalah Wo Shi Shui.

Sifat Pendekar Wo Shi Shui keras dan lurus, ilmu silatnya tidak bisa dilawan oleh orang-orang, dia berlatih jurus Hei Hu Tou Xin (Harimau hitam mencuri hati), tapi kemampuannya dalam menj'erap jurus itu lebih cepat 10 kali dari orang lain! Lebih cepat 10 kali lipat dan lebih galak 10 kali lipat!

Bila ketiga hal ini digabung, berarti akan membuat musuh lebih cepat mati 10 kali lipat! Selama hidupnya Pendekar Wo Shi Shui pernah mengalami ratusan pertarungan dan dia tidak pernah mengagumi siapapun, tapi ketika terjadi perang antara Chang Xiao Bang dan Shi Jian Shan Zhuang dulu, akhirnya Wo Shi Shui berkenalan dengan Fang Zhen Mei, dan dia mengagumi Fang Zhen Mei, dan menjadikan Fang Zhen Mei sebagai teman karibnya.

Di jalanan di kota Chang An, terlihat Wo Shi Shui mengenakan baju berwarna hijau dan mantel hitam. Dia sedang berjalan dengan santai.

Kota Chang An adalah sebuah kota yang indah dan tenang, bunga-bunga di Chang An, angin musim semi, tawa anak-anak, dan orang

yang berlalu lalang dengan terburu-buru membuat suasana kota Chang An semakin indah dan menggairahkan. Gadis-gadis kota Chang An mengintip dari jendela kamar mereka. Mereka menyulam untuk mengisi waktu. Jalan kota Chang An yang ramai dan suasa kota yang beragam membuat Wo Shi Shui benar-benar menikmati keadaan di sana.

Karena pendekar yang terkenal di dunia persilatan ini masih sangat muda.

Kota Chang An yang indah, tapi dalam pikirannya sekarang dia sedang memikirkan hal-hal yang tidak indah.

---ooo0dw0ooo---

Tiba-tiba tampak ada kerumunan orang, seorang pak tua dipukul hingga roboh, seorang gadis kecil sedang menangis dan memanggil- manggil kakeknya, di sisinya berdiri 3 orang, mereka terlihat sangat sombong, salah satu dari mereka mengenakan baju mewah dengan suara aneh dia berteriak, "Apakah kalian melihat apa akibatnya jika meminjam uang dari Jin Mao Tai Sui (Raja bulu emas) Wang Jia Xi dan tidak bisa mengembalikannya? Siapa suruh berhutang? Aku tidak peduli apakah dagangan sedang sepi atau ramai! Kalau tidak menye/ahkan uang untuk membayar, akan kupukul!" \

Seperti biasa darah Wo Shi Shui mulai bergejolak, baru saja dia ingin menerobos kerumunan itu, tiba-tiba terdengar seorang pemuda yang membentak, "Raja Tai Sui, kau memukul orang tua ini begitu kejam, apakah semua tidak keterlaluan "

Mata Wang Jia Xi tampak melotot, dia tidak berkata apapun, tapi tangannya sudah melayang memukul kepala pemuda itu! Pemuda itu dengan cepat menahan serangan Wang Jia Xi, dia malah menyerang kembali, ternyata dia seorang pesilat.

Wang Jia Xi menghindari serangan pemuda, itu, kemudian dia segera memberi hormat dan berkata, "Ternyata Anda seorang pesilat tangguh, aku stidah mengganggu Anda, mohon maaf, siapa nama Tuan?"

Pemuda itu tidak menyangka kalau Wang Jia Xi akan bersikap begitu sungkan kepadanya, diapun balas memberi hormat, "Margaku adalah Song. "

Tiba-tiba dua orang dari belakang Wang Jia Xi dengan cepat keluar, tangan kiri dan tangan kanan pemuda itu dipegangnya, Jin Mao Tai Sui dengan cepat datang, kepalan tangannya dilayangkan ke perut pemuda itu, pemuda itu berteriak kesakitan. Tapi Jin Mao Tai Sui masih terus memukulnya, hingga berhasil membuat pemuda itu jongkok karena kesakitan, Jin Mao Tai Sui merasa senang, dia tertawa, "Apakah kalian sudah lihat, siapa yang berani tidak sopan kepada Jin Mao Tai Sui, akibatnya adalah seperti itu! Kota Chang An adalah milikku, milik Jin Mao Tai Sui "

Tiba-tiba terdengar suara dingin yang bertanya, "Siapa yang sedang kentut?"

Wajah Jin Mao Tai Sui tampak langsung pucat, dia  marah,  "Siapa kau?"

Seorang pemuda berbaju hitam mendekati dan menjawab, "Wo Shi Shui (siapa aku)."

Jin Mao Tai Sui masih tidak mengerti dengan perkataan pemuda itu dan bertanya lagi, "Kau mengatakan kalau kau adalah siapa?"

Wo Shi Shui dengan dingin menjawab, "Aku bilang aku adalah Wo Shi Shui."

Sambil menjawab dua orang yang telah memukul pemuda itu sampai berjongkok, tangannya terlihat patah karena telah dipukul Wo Shi Shui, karena Jin Mao Tai Sui bisa menghindar lebih cepat, dia hanya terkena pukulan saja dan dari hidungnya keluar darah. Wo Shi Shui menepuk-nepuk tangannya dia masih berkata dengan dingin, "Pukulan ini memberitahumu bahwa kota Chang An bukan milik Jin Mao Tai Sui." Dia berhenti sebentar, kemudian memukul lagi ke dagu Jin Mao Tai Sui dan berkata, "Pukulan kedua ini untuk mengganti namamu menjadi marga Song, dan kau harus meminta maaf kepada marga Song itu, sekarang kau masih mempunyai 2 gigi, kalau kau berani tidak mengganti marga dan meminta maaf kepadanya, pukulan ketigaku akan membuatmu mati." Sambil bicara dia sudah mengepal tangannya.

Sambil menutup wajahnya Jin Mao Tai Sui meminta ampun sambil berteriak, "Jangan, jangan...jangan pukul lagi, aku akan mengganti margaku, aku akan ganti "

Wo Shi Shui adalah Wo Shi Shui.

---ooo0dw0ooo---

Tiba-tiba dari kerumunan orang itu ada yang bertepuk tangan, seorang pemuda berbaju putih sambil tertawa keluar dari kerumunan dan memberi hormat,  "Pendekar  Wo  Shi  Shui namamu memang harum."

Wo Shi Shui membalikkan tubuhnya dan pergi dari sana, pemuda berbaju putih itu mengejarnya sambil berteriak, "Pendekar Wo, berhentilah sebentar!"

Sambil berjalan Wo Shi Shui berkata, "Kalau kau ingin bicara denganku atau menyuruhku mengerjakan sesuatu, jangan harap aku akan melakukannya!"

Pemuda berbaju putih itu tertawa dan berkata, "Tapi bagaimana kalau Pendekar Fang yang menyuruhku berbicara dengan Anda?"

Wo Shi Shui segera berhenti melangkah dan bertanya, "Apakah yang kau maksud adalah Cai Shen Ye (dewa uang)?"

"Benar!" jawab pemuda berbaju putih itu.

Wajah Wo Shi Shui yang tadinya terlihat marah, sekarang wajahnya agak mengendur, sekarang wajahnya tenang seperti air mengalir, dia berkata, "Baiklah!"

"Pendekar Wo, aku harap Anda mau kuajak ke ruman makan Yun Lai, Pendekar Fang sudah berpesan kepadaku supaya mentraktir Anda makan di sana, dan dia akan segera menyusul, harap Pendekar Wo mau ke sana, karena ada hal yang harus dibicarakan."

"Apakah Fang Zhen Mei menyuruhku makan di sana?" tanya Wo Shi Shui.

"Benar, menurut Pendekar Fang, sebenarnya dia ingin meminta tolong sesuatu pada Anda, dia merasa malu karena itu dia mengundang Anda makan di sana," kata pemuda berbaju putih itu sambil tertawa.

"Di mana rumah makan Yun Lai” "Ada di depan sana."

---ooo0dw0ooo---

Begitu memasuki rumah makan Yun Lai, ternyata sudah banyak tamu di sana, mereka terlihat sedang mengobrol dan tertawa-tawa, Wo Shi Shui pun masuk, dia dan pemuda berbaju putih itu memilih tempat duduk di bagian agak dalam, bos tua sudah menyuruh pelayannya untuk membawakan sepoci arak.

Pemuda berbaju putih itu menuangkan secangkir arak untuk Wo Shi Shui dan berkata, "Pendekar Wo, minumlah arak ini dulu, sayurnya akan segera dihidangkan."

"Mana dia?" tanya Wo Shi Shui dengan dingin.

"Pendekar Fang akan segera tiba," jawab pemuda berbaju putih itu.

Wo Shi Shui menghabiskan arak yang ada di dalam cangkir dan bertanya, "Mengapa kau sendiri tidak minum?"

Wajah pemuda itu tidak terlihat berubah, dia menuangkan lagi arak untuk Wo Shi Shui, tiba-tiba Wo Shi Shui tertawa dingin dan berkata, "Bukan karena kau tidak bisa minum, melainkan di dalam arak ini ada racunnya." Wajah pemuda itu terlihat sedikit berubah dan berkata, "Mengapa Pendekar Wo bisa berkata seperti itu?" 

"Di dalam arak ini ada racunnya. Apakah kau mengira aku tidak tahu?" kata Wo Shi Shui sambil tertawa dingin.

Tapi pemuda berbaju putih itu tetap tertawa dan berkata, "Aku memang diperintahkan oleh Pendekar Fang untuk menghubungi Pendekar Wo, aku tidak menyangka kalau Pendekar Wo adalah orang yang tidak tahu aturan."

"Kau salah," ucap Wo Shi Shui sambil tertawa. "Oh ya?"

Kata Wo Shi Shui lagi dengan pelan, "Kalau Fang Zhen Mei memintaku untuk membantunya, dia sering kali berkata makan dulu baru bicara, Fang Cai Shen dalam hidupnya tidak pernah berbuat seperti ini."

Pemuda itu tertawa licik, "Sayangnya kau sudah meminum 2 cangkir arak beracun."

Wo Shi Shui segera membuka mulutnya, arak yang telah diminumnya tadi seperti air mancur menyembur keluar dan menyemprot ke wajah Meng Hou Yu sambil berkata, "Apakah kau mengira aku akan dengan bodoh meminum racun ini?"

Meng Hou Yu tidak bisa tertawa lagi, dia langsung terbang ke udara untuk menghindari semburan arak dari mulut Wo Shi Shui, melihat cara Meng Hou Yu menghindar, Wo Shi Shui segera berkata, "Jurus Chang Tian Yi He, Chang

Tian Yi He Yuan Xiao Xing, dia selalu berbuat kejahatan, siapa kau sebenarnya?" (chang tian=langit,yihe=seekor bangau).

Meng Hou Yu berdiri di atas tiang rumah makan itu, sambil tertawa dia berkata, "Dia adalah guruku dan aku adalah Xiao Duan Chang, Meng Hou Yu." "Ternyata kau hanya seonggok sampah!" Wo Shi Shui marah.

"Sayangnya, kali ini Pendekar akan bertekuk lutut di hadapan sampah ini," Meng Hou Yu tertawa.

Wo Shi Shui sangat marah dan mendorong meja sambil berdiri, tiba-tiba dia merasa langit dan bumi berputar, tangan dan kakinya mati rasa, dia membentak, "Di mana lagi kau bubuhkan racun?"

Meng Hou Yu tertawa terbahak-bahak,

"Menghadapi Pendekar Wo Shi Shui tidak akan semudah menghadapi Shen Tian Gong, karena itu kami sudah mempersiapkan semuanya, kau bisa mengetahui kalau arak yang kuberikan itu beracun, maka kamipun sudah mengoleskan racun San Bu Ji Ming San di kursimu...." (bubuk tiga langkah ayam berkokok).

Wo Shi Shui marah dengan telapak tangannya dia menghancurkan kursi itu, serpihan kayu tampak beterbangan, tapi Meng Hou Yu dengan tertawa senang berkata, "Aku kira Pendekar Wo tahu bagaimana khasiat San Bu Ji Ming San, racun ini mudah menyerap masuk ke dalam tubuh manusia, walaupun hanya sedikit yang menempel "^di tubuh, tapi racun itu bisa segera menyebar ke seluruh tubuh, dalam 3 langkah orang itu akan roboh, dan sadar kembali keesokan harinya setelah ayam jantan berkokok 3 kali, bagaimana cara Tian Xia Di San Du, Si Tu Wu Hou ini menurut Pendekar Wo?" ( Racun dari dunia ketiga).

Bos rumah makan(Si Tu Wu Hou) itupun ikut tertawa dan berkata, "Pendekar Wo Shi Shui, begitu kau berjalan 3 langkah, kau akan seperti seekor beruang besar yang tidak berdaya. Ha ha ha. "

Wo Shi Shui marah dan berteriak, "Kentut kau!" dia bergerak seperti sebuah panah dan meluncur keluar, lalu menyerang Tian Xia Di San Du, Si Tu Wu Hou.

Wo Shi Shui benar-benar marah dan menyerang Tian Xia Di San Du Si Tu Wu Hou dengan ganas dan keras serta cepat, Tian Xia Di San Du Si Tu Wu Hou yang sudah menaburkan Mi Hun Sha (bubukmemabukan roh) dan dengan cepat mundur dari sana.

Wo Shi Shui berada di tengah udara tiba-tiba dia merasa tubuhnya lemas, dan gerakannya menjadi lambat, dengan kecepatan yang masih terhitung cepat, dia berteriak di tengah- tengah udara, "Anjing! Kurang ajar! Aku akan membunuhmu dulu!"

Wo Shi Shui sama sekali tidak menghindari Mi Hun Sha yang ditabur, Tian Xia Di San Du Si Tu Wu Hou baru saja berdiri tegak, Wo Shi Shui sudah berdiri di hadapannya dengan mata melotot. Tian Xia Di San Du Si Tu Wu Hou terkejut sambil berteriak dia mundur lagi beberapa meter.

Baru saja dia bergerak, Wo Shi Shui sudah menyerangnya. Kepalan tangan Wo Shi Shui menyerang Tian Xia Di San Du Si Tu

Wu Hou, dia ingin menangkis tapi kepalan tangan Wo Shi Shui lebih cepat dari yang dia bayangkan. Kepalan tangan itu sudah berada didepan dahinya, dia ingin menghindar ke samping tapi dia melihat kepalan tangan Wo Shi Shui sudah menutupi jalan mundurnya!

Karena benar-benar kaget sepertinya roh Tian Xia Di San Du Si Tu Wu Hou akan melayang dari raganya, dia hanya merasakan kepalan tangan Wo Shi Shui semakin mendekat, semakin besar dan membesar!

BUG!

Tian Xia Di San Du Si Tu Wu Hou sudah melayang jauh, tubuhnya belum mendarat ke tanah nafasnya sudah putus!

Pada saat yang bersamaan delapan tangan Yuan Jia Si Guai (empat siluman keluarga Yuan) sudah menjepit dengan erat nadi- nadi vital Wo Shi Shui, terdengar Wo Shi Shui meraung, ada genting pecah dan terjatuh, rumah itupun ambruk. Wo Shi Shui bersalto beberapa kali menghampiri Yuan Jia Si Guai yang  berniat keluar dari tempat itu, kemudian membantingnya!

Wo Shi Shui terlihat begitu gagah, membuat Chang Shan Bian (Tiga pecut marga Chang) yang ingin membantunya berpikir kembali ratusan kali, dia hanya bisa terpaku. Qi Men San Dao (Tiga golok Qi Men) segera mencabut golok emasnya. Meng Hou Yu membentak, "Tangkap dia hid^ip-hidup" Dia membalikkan tubuh dan dengan dingin berkata pada Wo Shi Shui, "Kau masih bisa berjalan dan bergerak lebih dari 3 langkah?"

Begitu melihat Meng Hou Yu, Wo Shi Shui bertambah marah lagi, kembali dia meraung, kepalan tangannya dikeluarkan lagi. Tapi kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya dengan benar, kepalan tangannya tidak bertenaga, hampir saja dia jatuh terjungkal. San Bu Ji Ming San ditambah dengan racun Mi Hun Sha ternyata tidak membuat Wo Shi Shui roboh, hal ini membuat Meng Hou Yu merasa takut.

Meng Hou Yu tertawa dingin, dia bergerak untuk menghindari kepalan tangan Wo Shi Shui. Wo Shi Shui hampir terpeleset, melihat keadaan itu Meng Hou Yu dengan cepat menotok 3 nadi Wo Shi Shui!

Wo Shi Shui mengeluarkan suara besar dengan tujuan untuk membuka totokan itu, suara raungannya seperti raungan harimau, kemudian dia bersalto, dia bisa menghindari 3 serangan kepalan tangan dan 3 golok. Menghancurkan pintu rumah makan, pada saat dia ingin keluar, tiba-tiba terlihat seseorang berbaju abu-abu mendekatinya. Belum sempat melihat dengan jelas, terdengar suara seperti burung bangau yang sedang mengepakkan sayapnya di udara!

Wo Shi Shui membentak, dia mengeluarkan kepalan tangannya tapi orang itu segera membalikkan tangan memegang kepalan tangan Wo Shi Shui.

BUG!

Dia memukul dada Wo Shi Shui.

Wo Shi Shui muntah darah, dan muntahannya seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya, dia tergetar dan mundur 7-8 langkah, dan terjatuh di rumah makan itu lagi. Dari atas terlihat ada

2 jala besar yang dijatuhkan dan mengurung Wo Shi Shui. Xiao Duan Chang, Meng Hou Yu dan si Tangan terampil, Gong Bai Li bersamaan keluar dan menotok 12 nadi Wo Shi Shui.

Tian Di Shuang Wang (Sepasang jala langit bumi), sudah ditebarkan dari atas atap dan mengurung Wo Shi Shui, akhirnya Wo Shi Shui tertangkap hidup-hidup!

Meng Hou Yu dengan sikap hormat memberi salam kepada pak tua berbaju abu-abu itu, "Murid memberi hormat kepada Guru." Sikapnya yang selalu tertav/a sekarang tidak telihat. Yang terlihat hanya sikapnya yang serius.

Pak tua berbaju abu-abu itu hanya tertawa dingin, "Begitu banyak orang menangkap Wo Shi Shui, tidak pernah ada yang berhasil, dan apa mereka masih menginginkan Shang Qing Tu?"

Meng Hou Yu merasa malu dan menjawab, "Murid pantas mati, murid telah bertindak ceroboh."

Si baju abu-abu tertawa dingin, "Sekarang kalian tangkaplah Fang Zhen Mei, sandera sudah berada di tangan kita, dia tidak akan berani berbuat macam-macam, aku sudah mengundang Zai Wai Shuang Mang, bila ada mereka berdua, sekalipun marga Shen dan Wo Shi Shui memiliki sayap mereka tidak akan bisa melarikan diri, sekarang kalian segera pergi!"

Dengan hormat Meng Hou Yu membungkukkan badannya,  i'Murid akan mengikuti perintah Guru."

---ooo0dw0ooo---
*** ***
Note 03 Desember 2020
Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.
|Serial Si Pisau Terbang Siao Li telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial Si Pisau Terbang Siao Li (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Pertarungan di Kota Chang An Bab 2 : Wo Shi Shui terkena racun Didalam racun ada racun"

Post a Comment

Pop mobile

Pop Deskop

close