Pendekar Sejagat Bab 11 : Han Bi Lou

Mode Malam
BAB 11 Han Bi Lou

Han Bi Lou tempat apakah itu? Apakah Han Bi Lou adalah rumah bordil?

Mengapa semua lapisan  masyarakat  hormat kepada Han Bi Lou?

Benar, Han Bi Lou adalah sebuah rumah yang dipenuhi oleh perempuan muda dan cantik, tapi tempat itu tidak seperti rumah bordil lainnya. Pertama di sana hanya menjual kepintaran tidak menjual tubuh molek. Di Han Bi Lou banyak perempuan cantik dan juga berbakat. Ada yang berpengetahuan luas, ada juga yang mahir bernyanyi atau bermain alat musik, atau pandai meciptakan lagu dan menari. Ada yang mahir memanah, mahir menyulam, membuat arak atau yang lainnya. Tamu-tamu yang datang ke sana ada yang seperti bertemu dengan teman baik, ada yang hanya ingin sekedar melihat kecantikan para gadis di sana, ada yang bersenda gurau dengan mereka. Nona-nona di tempat itu hanya menjual kepintaran mereka dan tidak menjual tubuh. Mereka tidak akan mau meladeni tamu-tamu iseng, tapi untuk berpacaran akan cliijinkan. Kadang- kadang setelah menikah mereka tetap kembali ke Han Bi Lou untuk mencari nafkah. Tapi kebanyakan perempuan di sana adalah gadis- gadis yang cantik dan bersih. Kedua, di sana tidak menghina kalangan miskin dan menjilat orang kaya. Ini adalah perbedaan yang nyata dengan rumah bordil. Orang kaya bisa datang, orang miskin juga seperti itu. Bila dia adalah seorang pendekar, dia akan lebih disambut dengan baik, begitu pula dengan pelajar. Tapi jika kau mempunyai pikiran yang tidak benar, biasanya kau akan mendapatkan 2 akibat, kalau tidak diusir dari sana, kau pasti akan dipukul, semua ini dilakukan dengan tidak memandang bulu dan tidak terkecuali.

Dari mana Han Bi Lou mendapatkan uang yang untuk membiayai hidup? Orang miskin yang datang ke sana sama sekali tidak dipungut biaya, sedangkan orang kaya yang datang pasti akan dimintai sumbangan. Bila ada yang berpura-pura menjadi miskin, semua ini tidak akan lolos dari mata jeli Qu Yang Sao Yue.

Orang miskin memiliki beban pikiran yang sangat berat. Mereka datang ke Han Bi Lou dalam keadaan strees berat mereka sering diberi nasihat atau diberi motivasi hidup. Mereka bisa menjadi sukses atau berubah dari jahat menjadi baik.

Orang yang berasal dari kalangan miskin sampai yang kaya, tidak ada yang melupakan kebaikan nona-nona yang berada di Han Bi Lou, mereka juga sangat berterima kasih kepada Han Bi Lou. Di antara mereka bahkan ada yang menjadi jenderal kerajaan, menjadi orang terkenal, polisi atau bahkan menjadi pegawai pemerintahan. Istri-istri yang lain selalu menghalangi suami mereka pergi ke rumah bordil tapi sikap mereka terhadap Han Bi Lou bila melihat suami atau putra mereka berbuat tidak baik, mereka malah berusaha mendorong suami atau putra mereka ke Han Bi Lou untuk belajar sesuatu di sana sehingga mereka berubah menjadi orang baik.

Han Bi Lou sangat luas, pemandangan di sana pun sangat bagus. Han Bi Lou menghadap gunung dan laut, benar-benar tempat yang bagus untuk bertamasya, karena itu banyak juga orang yang datang untuk bertamasya.

Orang yang memiliki Han Bi Lou bernama Qu Yang Sao Yue. Umu silatnya lihai, kemampuan menjahit, menyanyi, dan kemampuan lainnya pun sama mahirnya. Dulu dia sangat terkenal sekarang dia sudah memasuki usia setengah baya, tapi dia tetap dihormati oleh orang-orang dunia persilatan. Banyak perempuan-perempuan lemah yang meloloskan diri dari sarang penjahat, lolos dari bencana kelaparan atau melarikan diri dari tempat bordil lain, mereka akan mendatangi Han Bi Lou. Yang sudah ditolong oleh Han Bi Lou terhitung sudah ratusan orang.

Dua orang anak angkat Qu Yang Sao Yue yaitu Gong Sun You Lan, dan Gong Sun Yue Lan yang tercantik di antara mereka  berdua. Orang tua mereka sudah meninggal. Qu Yang Sao Yue lah yang membesarkan mereka, kakak beradik ini sangat senang membaca puisi, ilmu pedang, menyanyi, dan menari. Gong Sun You Lan sangat mahir bermain Pi Pa (alat musik Tiongkok yang dipetik). Gong Sung Yue Lan mahir bermain Gu Zheng (alat musik Tiongkok yang dipetik, seperti kecapi). Mereka menyimpan senjata mereka di dalam Gu Zheng dan Pi Pa, karena itu sewaktu alat musik dimainkan terdengar seperti suara naga dan lirik musiknya pun begitu bagus. Di dunia tidak ada yang bisa menyaingi kemampuan mereka.

Di Han Bi Lou kecuali mereka bertiga yang merupakan pesilat tangguh, kemampuan orang yang lain hanya biasa-biasa saja. Perkumpulan-perkumpulan yang ada di dunia persilatan jarang membuat keributan di tempat ini karena hal ini akan menyebabkan orang-orang menjadi marah. Apalagi Qu Yang Sao Yue dan kakak beradik Gong Sun akan dengan sangat mudah mengatasi mereka.

Karena itu semua perkumpulan tidak ada yang ingin bermusuhan dengan Han Bi Lou.

Han Bi Lou tidak banyak ikut campur dengan masalah-masalah yang tidak ada hubungannya dengan mereka juga tidak pernah merebut kekuasaan dari tangan orang lain. Bagi orang-orang dunia persilatan pasti ada hari-hari di mana mereka mengalami kesialan, mereka akan dihibur oleh gadis-gadis Han Bi Lou. Mereka sangat akrab dengan Wisma Shi Jian dan markas Biao Feng Yun. Ketika tiga perkumpulan ini bersahabat dan bergabung, siapa pun tidak akan bisa mengalahkan mereka. Mereka pun tidak bisa dijilat oleh perkumpulan mana pun. Tapi tidak termasuk dengan perkumpulan paling besar di dunia persilatan—Chang Xiao Bang.

---ooo0dw0ooo---

Begitu lampu dinyalakan, Han Bi Lou mulai ramai didatangi orang. Banyak pendekar yang muncul tapi situasi di sana sama sekali tidak terlihat kacau, malah boleh dibilang sangat teratur.

Tapi tiba-tiba terdengar jeritan perempuan yang datang dari pintu. Qu Yang Sao Yue sedang mengobrol dengan 3 orang tamunya di ruang dalam. Mereka bukan tamu biasa, mereka adalah Ketua Kong Dong Pai, si Kaki Seribu Terbang, Cui Yi Zhi, ketua perkumpulan Dan Feng, si Kapas Terbang, Shen Fei Fei dan orang markas Biao Feng Yun si Naga Melewati Sungai, Yang Ku Wei. Mereka sedang asyik mengobrol, begitu terdengar suara perempuan yang berteriak, Qu Yang Sao Yue sudah berada di pintu depan. Dia sudah terbiasa, bila ada keributan seperti itu dia dengan cepat menuju sumber keributan.

Di depan pintu tampak tiga orang. Yang berada di tengah adalah seorang pak tua dengan perawakan tinggi dan besar, tapi dari wajahnya terlihat bahwa dia adalah orang licik. Yang berada di sisinya adalah seorang pelajar, wajahnya putih tidak berjenggot, dia terlihat cabul. Yang satu lagi adalah seorang laki-laki kasar, dia berdiri di sana seperti sebuah gunung kecil. Kedua mata orang tua itu mengeluarkan sorot galak. Tangan kirinya sedang menarik tangan seorang gadis. Gadis itu ketakutan, tapi dia tidak bisa meloloskan diri dari cengkraman orang itu. Wajahnya yang putih mulus ditampar beberapa kali hingga bengkak.

Orang-orang sudah berkerumun dan mengelilingi mereka, bertanya, "ada apa? Ada apa?" Orang tua galak itu berkata, "perempuan jalang, meladeni tamu pun tidak bisa!" Ada tamu yang bertanya, "dia sudah melakukan kesalahan apa kepada Tuan?"

"Salahnya apa? Aku memiliki uang banyak terserah aku ingin dia berbuat apa, dia harus menuruti perkataanku!" "Kawan, kau sudah salah tafsir, bila kau ingin bersenang-senang, pergilah ke tempat bordil yang lain, di sini bukan tempat yang kau duga."

Orang itu baru saja selesai bicara, gigi-giginya sudah rontok karena dipukul dan langsung melayang keluar.

"Kau berani memukul orang, kau berani memukul!" ada yang datang, kali ini yang datang adalah laki-laki kasar tadi, dia menenteng kedua orang itu kemudian dilempar keluar.

Orang yang berkumpul semakin banyak, ada yang berkata, "pukul dia, pukul dia, biar dia tahu bagaimana aturan di sini!"

Terdengar orang terpelajar itu berkata, "apakah kalian ingin bertarung, kami datang dari markas Biao Xue Hun, kami tidak mudah dihina!"

Orang yang datang segera mundur lagi, ada yang segera ditarik oleh temannya dan berkata, "jangan cari mati!"

"Kenapa?"

"Karena mereka adalah orang-orang markas Biao Xue Hun, dia adalah ketua Biao Xue Hun, si Telapak Sakti Xue Hun, Luo Tian Chi, wakil ketua Shen Qi dan orang yang tinggi dan kuat adalah Ma Zhou Fu, kita tidak bisa mendekati mereka."

Banyak orang yang mundur teratur tapi tampak beberapa orang yang masih marah, mereka berkata, "orang-orang Biao Xue Hun begitu jahat, kita harus memberi pelajaran kepada mereka."

Ada yang mengatakan, "jangan lupa, pendukung Biao Xue Hun adalah Chang Xiao Bang."

Begitu kata-kata ini diucapkan, hampir semua orang serentak mundur, hanya ada seorang yang mengenakan pakaian mewah masih berdiri di sana, dengan cepat dia membuka jubah panjangnya, dia membentak, "kalian semua takut kepada Chang Xiao Bang, tapi Dan Qing Feng tidak takut kepada mereka! Lihat kepalan tanganku!" Dua kepalan tangan menyerang ke arah Luo Tian Chi, Ma Zhou Fum dari samping juga menyerang dan terjadilah pertarungan.

Jurus yang dipakai oleh Dan Qing Feng adalah Fu Hu Quan (Kepalan Macan Telungkup). Ilmu silat Dan Qing Feng berada di atas Ma Zhou Fu, tapi kekuatan Ma Zhou Fu sangat besar, tubuhnya pun lebih tinggi dari Dan Qing Feng, satu kepala lebih, maka Dan

Qing Feng tidak bisa mendekatinya, tapi karena serangan Dan Cjing Feng sangat berani, hal itu membuat Ma Zhou Fu agak kewalahan juga.

Shen Qi tiba-tiba masuk ke arena pertarungan, hal ini mengejutkan Dan Qing Feng, dia menyerang lagi. Kata Shen Qi sambil melambaikan kipas lipatnya dan tertawa, "hentikan! Pahlawan Kecil, jangan menyerang lagi, dengarkan perkataanku."

Dan Qing Feng menghentikan gerakannya, dia siap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Shen Qi, Shen Qi malah menotoknya dengan cepat. Dan Qing

Feng tampak marah dan berkata, "kau....." Dia sudah roboh dan Ma Zhou Fu mendekat, kepalan tangan sudah mengenai hidung Dan Qing Feng.

Orang yang di pinggir berteriak, "mana boleh seperti itu. "

Tanya Shen Qi tertawa, "mengapa tidak boleh? Siapa yang berani menghina markas Biao Xue Hun, aku akan mencabut semua giginya!" Segera kipas Shen Qi memukul mulut Dan Qing Feng.

Tiba-tiba ada bayangan yang meloncat, secepat kilat mengenai mulut Shen Qi, masuk dan menancap ke dalam mulut Shen Qi. Shen Qi kaget, dengan cepat dia mengeluarkan barang yang berada di dalam mulutnya, ternyata itu adalah paha ayam dan 3 buah giginya yang copot!

"Tidak perlu semua, cukup 3 saja aku meminta gigimu, tiga sudah cukup karena gigimu tidak ada gunanya." Terlihat seorang gadis berbaju hijau muda dan rambutnya terurai hingga ke pinggang, dia sangat cantik, sambil memeluk Pi Pa dia berjalan pelan-pelan dan keluar dari kerununan orang.

Ada yang berteriak, "Nona Besar Gong Sun!" Gadis cantik itu tertawa.

Entah sejak kapan di lapangan1 muncul seorang gadis cantik, berbaju biru muda, poni yang tebal menutupi dahinya, kulitnya putih, jarinya lentik, senyum yang menawan. Dengan jentikan jarinya, dia sudah membuka nadi Dan Qing Feng dengan cepat. Dan Qing

Feng segera meloncat berdiri, dengan hormat dia berkata, "terima kasih, Nona!"

Gadis itu tertawa, tawanya seperti bunga musim semi yang baru mekar, membuat terpesona orang-orang di sana. Dengan suara kecil dan lembut" dia berkata, "Tuan Muda tidak perlu merasa berterima kasih, sikapmu yang membela kebenaran membuatku kagum sehingga aku tidak pantas menerima rasa terima kasihmu."

Dan Qing Feng menarik nafas dan berkata, "Aapakah anda adalah nona kedua, Nona Gong Sun?"

Gadis itu tertawa dan berkata, "benar, itu adalah kakakku."

Kata Dan Qing Feng dengan kagum, "aku datang dari tempat jauh hanya ingin melihat wajah nona-nona yang cantik, tidak kusangkal tadinya mempunyai bermaksud tidak baik. Ada pepatah yang berkata : tuan menginginkan jodoh cantik itu biasa, tapi begitu melihat nona aku merasa malu, tidak pantas mempunyai pikiran seperti itu. Baiklah, aku pamit dulu." Dia ingin pergi tapi Gong Sung Yue Lan berkata, "Tuan Muda tunggu sebentar, siapa yang telah melukai Tuan Muda? Aku akan membalaskan untukmu."

Kata-kata baru selesai, tangannya yang putih sudah melambai. Dia memainkan Gu Zheng dalam beberapa nada. Orang yang berada di sana merasa nada yang dimainkan oleh Nona Gong Sun sangat bagus, membuat orang-orang menjadi bersemangat. Tapi hanya Ma Zhou Fu merasa hatinya kacau dan bergetar. Telinganya seperti akan menjadi tuli, langkahnya pun tidak bisa seimbang. Gong Sung You Lan meloncat, dengan cepat kepalan tangannya memukul hidung Ma Zhou Fu. Ma Zhou Fu adalah orang yang tinggi dan besar, dia sudah melayang keluar, bersamaan waktu itu terdengar suara tulang hidung yang patah.

Gigi Shen Qi baru saja dipukul hingga rontok, dia merasa malu. Dia mencari sasaran untuk melampiaskan kemarahannya. Melihat Gong Sung You Lan melancarkan serangan, dia membentak, "perempuan jalang, biar aku yang membereskanmu!"

Gong Sun You Lan menghindar. Dia menghadang di depan Gong Sun You Lan dan berkata, "kau sangat cantik" Hanya berkata 3 kata, dia merasa pipinya ditampar 3 kali. Entah sejak kapan lawannya bergerak, Shen Qi belum sempat melihatnya. Karena pipinya tampak bengkak dan terlihat sangat jelek, membuat semua orang di sana tertawa terbahak-bahak.

Luo Tian Chi marah besar, dia dihina oleh 2 orang perempuan muda. Dia berteriak, "suruh tuan rumah keluar!'

"Tidak perlu berteriak, bukankah aku sudah berada di depanmu?"

Seorang perempuan cantik setengah baya sudah berada di depan Luo Tian Chi. Luo Tian Chi kaget dan mundur beberapa langkah, kemudian dia menenangkan diri dan berkata, "apakah kau adalah Qu Yang Sao Yue? Lihat budakmu, dengan cara seperti ini mereka meladeni tamu!"

Qu Yang Sao Yue berkata, "harus dilihat dulu, dengan sikap bagaimana kelakuan kalian terhadap tuan rumah?"

Kemudian Qu Yang Sao Yue menunjuk gadis yang dicengkram oleh Luo Tian Chi. Wajah si Telapak Sakti Xue Hun memerah. Dia melepaskan perempuan itu dan menunjuk Qu Yang Sao Yue. Dia berteriak, "perempuan jalang, kali ini kau cari mati! rasakan Telapak Sakti Xue Hun milikku!"

Di sisi Qu Yang Sao Yue ada si Kaki Seribu Terbang, Cui Yi Zhi dan si Kapas Terbang, Shen Fei Fei serta si Naga Melewati Sungai, Yang Ku Wei, mereka siap bertarung. Qu Yang Sao Yue menahan mereka dan tertawa, "Anda bertiga istirahatlah dulu, biar aku yang menghadapi pak tua ini. Bila dia bisa menerima 5 jurus pedangku, aku yang akan mencopot papan nama Han Bi Lou. Bila dia tidak bisa lolos dari 3 jurus pedangku, dia akan kembali ke markas Biao Xue Hun dengan pincang."

Akhirnya seperti yang dikatakan sebelumnya. Membuat keributan di Han Bi Lou bila bukan diusir ya orang itu akan dipukul sampai keluar dari sana. Ma Zhou Fu termasuk orang yang dipukul keluar. Shen Qi Shan termasuk yang diusir, bagaimana dengan ketua Biao Xue Hun? Dia sudah mengeluarkan Telapak Sakti Xue Hun, tapi kakinya bertambah satu lubang tusukan pedang. Kalau bukan karena Qu Yang Sao Yue dengan sengaja menusuk dengan miring, mungkin sekarang bukan bukan hanya pincang mungkin dia tidak akan hidup lagi. 

---ooo0dw0ooo---

Zheng Bai Shui menarik Zheng Dan Feng keluar. Di ruangan itu sudah tidak ada satu barang pun dan keadaan di sana sangat sepi seperti mati. Tapi di dalam ruangan itu udara terasa semakin panas, apalagi di tempat mereka berdiri papan besi yang berada di atas kepala mereka, terasa semakin panas.

Tapi Fang Zhen Mei tetap tertawa, dia berusaha mengajak ngobrol Shi Tu Cdng Yan dan Shi Tu Tian Xin. Dia sengaja membuat kedua anak itu merasa senang, dia bertanya, "mengapa kalian bisa ditangkap?"

"Kami pun tidak tahu." jawab Shi Tu Qing Yan, "pada saat kami berjalan di depan tiba-tiba dari belakang ada yang menotok kami. Sejak itu kami sama sekali tidak tahu apa-apa lagi."

"Kami ditotok di bagian Qu Chi Xue. Walaupun aku tidak bisa bergerak, tapi aku masih sadar. Hanya pada saat aku jatuh dengan posisi tengkurap, aku tidak bisa melihat apa-apa." Kemudian Shi Tu Tian Xin kemudian teringat sesuatu, "tapi penjaga yang berjalan bersama-sama dengan kami sepertinya tidak sempat bertarung dan langsung roboh saat itu. Berarti ilmu silat orang itu sangat tinggi." "Apakah sama sekali tidak memberontak?" tanya Fang Zhen Mei.

"Betul!" Shi Tu Tian Xin takut Fang Zhen Mei tidak percaya dengan perkataannya karena itu dia menjawab dengan tegas.

"Oh?" Fang Zhen Mei berpikir dan terdiam.

"Sekarang kita harus bagaimana?" Shi Tu Qing Yan sangat gelisah.

Tanya Fang Zhen Mei, "apa yang kau maksud?"

Kata Shi Tu Qing Yan, "dia ingin membakar kita hingga mati, apakah benar kau ingin menjadi bebek panggang?"

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Sekarang kita kan belum matang, betul kan? Bila belum matang, rasanya tidak akan enak."

Shi Tu Qing Yan mondar mandir di sana, akhirnya matanya memerah dan dia mulai menangis, "Tuan Muda Fang, kami berdua lah mencelakakanmu, sekarang kau harus mati bersama-sama dengan kami."

Papan besi tempat mereka berpijak sudah mulai terasa panas. Shi Tu Tian Xin meloncat dan berkata, "aku akan membelah pagar besi ini!" Beberapa kali dipukul pun keadaan pagar besi tetap sama, tidak bergoyang sama sekali, malah telapak tangannya terasa sakit.

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "bila pagar besi ini bisa dengan mudah dibelah atau dipotong, Zheng Bai Shui tidak akan bersusah payah mengurung kita. Ketua Chang Xiao Bang ini kecuali galak juga banyak akalnya. Dia menggunakan Pedang Sakti Xue He sebagai umpan, supaya kita masuk ke dalam perangkapnya. Dia mengurungku di sini tidak perlu membunuhku dengan bersusah payah, dia juga tidak perlu khawatir karena kita tidak akan bisa lolos dari sini. Dia hanya menggunakan api, dengan cara lambat dia akan membakar kita sampai mati."

Hati Shi Tu Tian Xin bergetar dan bertanya, "Kalau begitu, sekarang kita harus bagaimana?" Shi Tu Qing Yan berkata, "Adik, apakah kau takut mati?"

Shi Tu Tian Xin menegakkan dadanya yang kecil dan berkata, "takut mati? Keluarga Shi Tu tidak takut mati!" Tapi sepasang kakinya tetap gemetaran.

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "bila tidak mau mati, lebih baik kita mengobrol saja."

Tanya Shi Tu Tian Xin, "apakah kita akan menunggu kematian di sini?"

Fang Zhen Mei tertawa dan bertanya, "bila tidak menunggu kematian, apa yang bisa kita kerjakan?"

Jawab Shi Tu Tian Xin, "paling sedikit kita berusaha berpikir mungkin masih ada cara lain?"

Fang Zhen Mei mengerutkan dahi dan bertanya, "cara?"

Kata Shi Tu Tian Xin, "benar, ada cara kan?" Jawab Fang Zhen Mei, "cara, ya memang sudah ada."

Kakak beradik ini sangat senang dan secara bersama-sama mereka mendekat juga bertanya, "cara apa? Coba Paman katakan!"

"Tapi masih belum terpikir."

Shi Tu Qing Yan sangat kecewa, tapi mata Tian Xin berkilau menatap Fang Zhen Mei. Tiba-tiba dia merasa tertarik, "Paman Fang, apakah kau tidak takut mati?"

"Siapa bilang?" tanya Fang Zhen Mei mengerutkan dahi.

"Semua orang berkata seperti itu. Paman Fang, aku ingin menjadi seorang pendekar, ajarkan kepadaku bagaimana cara supaya tidak takut mati?"

Shi Tu Qing Yan juga dengan aneh mendekati Fang Zhen Mei untuk mendengar jawaban Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei tertawa terbahak-bahak dan berkata, "mereka hanya sembarangan bicara. Pendekar lebih menyayangi nyawanya, tapi nyawa orang lain lebih penting. Banyak nyawa lebih penting dibanding dengan nyawa sendiri. Boleh mengorbankan nyawa sendiri untuk melindungi nyawa orang lain."

"Kalau begitu, Paman sebenarnya juga takut mati?" Shi Tu Tian Xin seperti tidak mempercayainya.

"Takut, takut bukan main."

Shi Tu Tian Xin terpaku dan berkata, "aku tidak percaya, Paman bohong kepadaku. Paman, harus bagaimana supaya tidak takut mati?"

Fang Zhen Mei marah tapi juga ingin tertawa, terpaksa dia berkata, "seperti saat ini kau harus belajar supaya tidak takut mati dan belajar menempuh bahaya. Agar pikiranmu tidak kacau dan juga tidak mudah kaget."

Shi Tu Tian Xin tertawa dan berkata, "Paman bisa merasa tenang dan tidak kaget, berarti Paman tidak takut mati? Aku tidak takut mati, tapi aku takut setan. Paman takut apa?"

Anak ini usianya masih kecil, dia terus bercerita sepertinya dia sudah lupa dengan keadaan akan dipanggang hingga mati. Fang Zhen Mei seperti tertawa tapi sepertinya juga tidak. Melihat Shi Tu Qing Yan yang terus melihat dirinya, dia tertawa kecut dan menjawab, "belalang."

---ooo0dw0ooo---

Malam semakin larut.

Sekeliling tempat itu sangat sepi. Sinar bulan seperti air menyiram ke halaman Han Bi Lou. Puluhan gadis sedang berjalan naik ke loteng dan kembali ke kamar mereka masing-masing.

Hanya tinggal 2 orang gadis cantik. Yang satu sedang memeluk Pi Pa, dia berbaju hijau. Yang satu membawa Gu Zheng, dia berbaju biru muda. Mereka adalah kakak beradik Gong Sun You Lan dan Gong Sung Yue Lan. Begitu naik ke loteng lantai 3 dari pagar yang tinggi mereka melihat bulan yang menggantung di atas lanngit. Bulan terlihat tenang sehingga membuat hati menjadi tenang. Sinar bulan seperti sehelai sutra tipis menutupi halaman. Kakak beradik ini melihat bulan yang terlihat begitu sedih, mereka terpaku menatap langit. Gong Sun You Lan berkata, "sinar bulan begitu indah!"

Tanggap Gong Sung Yue Lan, "sekarang sudah bulan purnama lagi." Gong Sun You Lan tertawa dan berkata, "Adik, kau mengira aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan?" Wajah Gong Sung Yue Lan memerah dan berkata, "apa maksudmu?"

Dengan senang Gong Sun You Lan berkata, "sudah bulan purnama, mengapa pendekar yang bernama Wo Shi Shui, belum berkunjung ke sini?"

Wajah Gong Sung Yue Lan segera memerah dan berkata, "jangan menertawakanku, aku tidak sedang memikirkan dia."

Kata Gong Sun You Lan, "ternyata kau tidak menaruh hati kepada Wo Shi Shui. Lain kali jika dia bertanya seperti ini : Kak You Lan, apakah Adik Yue Lan ada? Aku akan menjawab : adikku tidak ingin bertemu denganmu. Dia mengatakan bahwa dia tidak rindu kepadamu."

Gong Sung Yue Lan segera berkata, "Kakak jangan bercanda dan mempermainkanku."

Sambil berjalan sambil mengangkat Gu Zhengnya. Gong Sun You Lan dengan cepat mengambil Pi Pa nya dan berlari, "aku tidak berani bermain Gu Zheng denganmu. Bila tadi kau berhasil menghancurkan hidung orang itu, aku tidak mau hidungku hancur. Belum menikah kau sudah berani memukul kakakmu. Bila sudah menikah pasti kau memukul suamimu. Ha! Ha! Bila Wo Shi Shui datang, aku akan memberitahukan hal ini kepadanya." Sambil tertawa dia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Tapi suara tawa terdengar dari luar.

Begitu Gong Sun You Lan kembali ke tempatnya. Wajah marah Gong Sun Yue Lan langsung hilang. Sinar bulan menyinari wajahnya. Begitu tenang, begitu putih. Gong Sung Yue Lan menarik nafas dan senar Gu Zheng dipetiknya. Kemudian dia kembali ke kamar tidurnya.

Dari jendela kamarnya terlihat bulan. Angin sepoi-sepoi bertiup dengan pelan. Gong Sung Yue Lan menarik nafas dan tiba-tiba ada sesosok bayangan yang masuk. Gong Sung Yue Lan tiba-tiba merasakannya, dia membentak, "siapa!" Hanya dalam waktu singkat dia sudah mengeluarkan 7 serangan.

Tujuh kali memukul berhasil mengenai orang itu. Orang itu berbaju hitam. Di tengah-tengah udara, dia bersalto tapi tetap terkena 7 pukulan. Dia tertawa dan dengan ringan mendarat.

Terdengar suara yang dikenal. Dia terpaku, dengan kaget sekaligus senang dia berteriak, "kau datang juga?" Orang berbaju hitam itu membalikkan badannya. Dia adalah Wo Shi Shui. Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "Yue Lan, maaf, aku masuk dengan lancang sehingga membuatmu terkejut."

Dengan penuh perhatian Gong Sun Yue Lan berkata, "aku tidak tahu yang datang adalah kau, apakah terasa sakit?"

Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "aku terkena pukulanmu, itu sudah pantas, karena memang aku yang mencari penyakit sendiri."

Karena senang wajah Gong Sun Yue Lan memerah. Dengan tertawa dia bertanya, "mengapa tidak masuk melalui pintu? Kau seperti pencuri."

Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "tadinya aku memang ingin masuk dari pintu. Kemudian aku mendengar percakapan kalian. "

"Apakah kau sudah mendengar semuanya?" tanya Gong Sun Yue Lan.

Wo Shi Shui mengangguk sambil tertawa. Gong Sun Yue Lan memukulnya dengan lembut dan berkata, "Kau jahat telah mendengarkan obrolan kami. "

Bulan masuk ke balik awan. Mengapa?  

Apakah bukan tidak ada jodoh untuk bermesraan? Atau bulan tiba-tiba teringat dengan matahari?

Gong Sun Yue Lan menarik nafas dan bertanya, "mengapa kau datang kemari?"

Wo Shi Shui menjawab, "aku datang untuk berpamitan." "Berpamitan?"

"Besok pagi aku akan bertarung antara hidup dan mati dengan Fang Zhen Mei."

"Fang Zhen Mei, pendekar berbaju putih dan orang berbakat dari Jiang Nan?"

"Betul."

"Mengapa kalian harus bertarung?" "Karena aku sudah berjanji dengannya." "Berjanji?"

"Benar. Lima tahun yang lalu ibuku sakit berat. Ibuku dirawat oleh paman. Sewaktu aku pulang ibu sudah hampir meninggal.. Dia ingin aku berjanji sesuatu kepadanya, aku harus membalas budi besar paman (adik ibu). Waktu itu paman tidak jahat seperti sekarang."

"Kau sudah berjanji apa kepadanya?"

"Demi menghibur ibuku, aku menyetujuinya. Waktu itu Zheng Bai Shui tidak menyuruhku melakukan sesuatu. Dia hanya berkata, balas budi satu kali saja sudah cukup. Sekarang aku baru tahu, itu adalah akal dia saja. Karena aku setuju melakukan satu hal untuknya, sekarang apa yang diminta olehnya termasuk semuanya."

"Oh!"

"Tiga bulan yang lalu, Fang Zhen Mei masuk ke Zhong Yuan, Zheng Bai Shui ingin aku segera membunuhnya." "Fang Zhen Mei adalah orang yang dalam beberapa ratus tahun ini hanya satu-satunya pendekar yang tangannya tidak pernah ternoda darah. Apakah kau tega membunuh dia?" tanya Yue Lan.

"Tidak tega. Tapi aku juga malu kepada ibuku yang sudah meninggal." Hati Wo Shi Shui sangat sedih. Dia menarik nafas nematap langit dan berkata, "apalagi beberapa kali aku bertarung dengannya, aku lebih banyak kalah daripada menang. Karena itu, aku mengambil keputusan bila aku mati di tangannya, aku akan menerima semuanya dengan senang hati. Bila aku bisa membunuhnya, aku akan memusnahkan Chang Xiao Bang untuk menghibur dia yang berada di surga."

"Itu bukan cara yang baik." kata Gong Sung Yue Lan.

'Tapi itu adalah satu-satunya cara yang ada," kata Wo Shi Shui tidak ada ekspresi, "aku adalah laki-laki. Kata-kataku yang sudah kuucapkan, aku harus menepatinya."

Bulan muncul lagi dari balik awan. Demi apa?

Apakah dia ingin bersinar dengan terang? Di dunia ini banyak hal yang tidak diinginkan yang harus dilakukan.

Wo Shi Shui menepuk pundak Gong Sun Yue Lan yang masih berdiri di depan jendela dan berkata, "Yue Lan, karena inilah maka aku pamit kepadamu."

Gong Sung Yue Lan tidak membalikkan badannya. Dia bertanya, "apakah kau harus bertarung?"

"Benar!"

"Tolong beritahu kepadaku, di mana kalian akan bertarung?" "Tidak!" jawab Wo Shi Shui dengan tegas.

"Mengapa?" tanya Yue Lan.

"Aku tidak ingin kau melihat pertarungan ini. Jangan khawatir, jika kau masih hidup, aku pasti akan datang ke sini untuk menengokmu."  

Gong Sun Yue Lan membalikkan badan, kedua matanya sudah bersimbah dengan air mata. Sinar bulan menyinari air mata ini. Dengan suara gemetar dia bertanya, "mengapa kau harus pergi? Mengapa kau harus bertarung?"

Wo Shi Shui menarik nafas panjang. Dengan penuh kasih sayang dia mengusap wajah Gong Sun Yue Lan. Dan berkata, "Yue Lan "

Bulan masuk lagi ke balik awan. Apa sebabnya?

Apakah bulan pun tidak mau melihat perpisahan ini? ". ini adalah malam terakhir sebelum bertarung."

"Karena itu kau harus istirahat yang cukup." "Tidak, aku akan bersamamu sampai besok pagi." "Kapan kau akan pergi?"

"Sebelum hari terang." "Sebelum hari terang?" "Ya."

"Ah!"

"Jangan merasa sedih, sebenarnya orang yang tidak bersalah adalah Fang Zhen Mei."

"Sekarang dia sedang apa?"

"Entahlah...mungkin...aku sangat kagum kepadanya. Dia sering menolong orang tapi tidak sombong, dia sangat setia tapi tidak ingin berkuasa. sekarang dia sedang apa?"

"Mungkin dia seperti kita...mungkin juga sedang menatap bulan, mungkin juga sedang makan bebek panggang. "

Nafas mereka semakin berat. Bulan muncul lagi dari balik awan. Bulan bersinar terang, bumi pun terang, cinta memenuhi bumi dan langit. ---ooo0dw0ooo--- Bebek panggang?

Makan bebek panggang adalah hal yang paling menyenangkan tapi bila dia dianggap bebek oleh orang lain dan dipanggang, itu sungguh tidak menyenangkan.

Kakak beradik Shi Tu beranggapan demikian. Anehnya Fang Zhen Mei masih terlihat sangat santai. Dia seperti sedang makan bebek panggang dengan araknya dan juga seperti sedang menikmati cahaya bulan.

Terkurung di sini, sedikit cahaya bulan pun tidak terlihat. Shi Tu Tian Xin mencoba mendobrak pagar besi. Malah badannya yang sakit. Dengan marah dia berkata, "kandang burung, akan kuhancurkan kau!"

Shi Tu Qing Yan tertawa dan berkata, "kalau ini adalah kandang burung, apakah kita akan menjadi burung?" Tapi dia tahu besi pagar ini mulai panas. Dia tidak tertawa lagi. Dia meloncat ke depan Fang Zhen Mei dan berkata, "Paman Fang, sekarang kita harus bagaimana?"

Fang Zhen Mei tersenyum, 'aku sedang mencari akal."

Suhu semakin memanas. Baju mereka mulai basah. Kata Shi Tu Tian Xin, "Paman Fang, begitu idemu keluar, kami sudah matang dipanggang."

Shi Tu Oing Yan marah dan berkata, "jangan ganggu Paman!

Pikir cara yang baik."

Shi Tu Tian Xin meminta, "Kakak, kau juga bantu mencari akal." Shi Tu Qing Yan menjawab, "baiklah, aku akan membantu. "

Tiba-tiba dia berteriak, "Oh!" Shi Tu Tian Xin dengan senang bertanya, "apakah sudah ada?" Jawab Shi Tu Qing Yan, "aku tidak punya!"

Dia balik bertanya, "Paman Fang, apakah kau sudah terpikir cara lain?"

Fang Zhen Mei tersenyum dan menjawab, "belum."

Suhu semakin panas. Pagar dan ubun-ubun kepala semakin panas membuat baju mereka makin basah, duduk pun tidak bisa.

---ooo0dw0ooo---
*** ***
Note 26 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hari Minggu itu weekend tapi kalau cinta kita will never end"

(Regards, Admin)

0 Response to "Pendekar Sejagat Bab 11 : Han Bi Lou"

Post a Comment

close