Pena Wasiat (Juen Jui Pi) Jilid 14

Mode Malam
Yu Lip menghela napas panjang:

"Aaaai....! Perguruan Ngo tok bun telah memperoleh sanjungan dan rasa hormat dari segenap umat persilatan, aku tidak berharap nona melakukan suatu tindakan yang akan mengakibatkan terjadinya peristiwa yang tidak menggembirakan disini"

“Walaupun perguruan Ngo tok bun tersohor karena ilmu beracunnya, tapi kami selalu memegang prinsip siapa tidak melanggar kami, kamipun tidak melanggar orang, kali ini tujuanku adalah untuk menemukan jejak si Dewa pincang Ui Thong, terpaksa aku harus bertindak kasar demi terwujudnya tujuanku ini, aku harap kau sudi memberi kabar kepada orang Kay-pang agar jangan mencampuri urusan ini sebab akibatnya terhadap Kay-pang maupun Ngo tok bun adalah sama-sama tidak menyenangkan"

"Tapi nona "

“Juga, kecuali kau membantuku untuk menemukan jejaknya, kalau tidak lebih baik orang-orang Kay-pang jangan mencampuri urusan ini, Nah, ucapanku hanya sampai disini, Yu toucu boleh pergi dari tempat ini!"

Yu Lip tertegun, ia seperti hendak mengucapkan sesuatu tapi segera diurungkan, setelah membalikkan badan diapun beranjak.

Terhadap Ngo tok siok tampaknya ia merasa agak was was dan ragu-ragu.

Dua orang berdiri menanti di bawah loteng, dia adalab Tan Tiang kim dari Kay-pang serta Pek-Bwe.

"Benarkah dia?" Tan Tiang kim segera berbisik.

"Yaa betul, dia adalah Ngo tok giok li" Yu Lip membenarkan.

"Mau apa si dayang kecil ini datang kemari?"

"Katanya dia sedang mencari orang, yang dicari adalah si dewa pincang Ui Thong"

Tan Tiang kim tertegun.

"Apa? Jadi si pincang she Ui itu berada disini?' bisiknya.

Pak Bwe seperti hendak mengucapkan sesuata, namun niat itu segera diurungkan. "Belum pernah kudengar orang membicarakan soal ini" Yu Lip memberikan laporannya.

Pek Bwe mendehem pelan, kemudian berkata: "Saudara Tan, manusia macam apakah Ngo tok giok li itu...”

Setelah menghela napas panjang Tan Tiang kim berkata: "Selama banyak tahun kau jarang melakukan perjalanan

dalam dunia persilatan, tentunya kau tak tahu juga tentang

banyak peristawa yang telah terjadi dalam dunia persilatan, Ngo tok giok li itu berasal dari perguruan Ngo tok bun yang bermarkas di wilayah Siang see, konon dia adalah putri ketua Ngo tok bun yang sekarang, bukan saja ilmu silatnya telah mencapai puncak kesempurnaan, kepandaiannya dalam menggunakan racun juga sudah peroleh warisan langsung dari ayahnya. "

"'Yu Lip!" tiba tiba Pek Bwe menyela, "berapa usia Ngo tok giok li tersebut?"

"Tampaknya baru delapan sembilan belas tahunan" "Daripada bertanya kepada Yu Lip, lebih baik tanyakan

saja kepadaku" sela Tan Tiang kim, "sebab tak sedikit latar belakang yang berhasil kami kumpulkan tentang indentitasnya, malah sampai sekarang masalah tersebut masih terhitung rahasia besar dari perkumpulan kami, sudah barang tentu kantor-kantor cabang belum tahu" Setelah berhanti sebentar, dia melanjutkan.

"Benar, tahun ini ia baru berusia delapan belas tahun, bahkan baru satu kali munculkan diri dalam dunia persilatan, kali ini boleh dibilang merupakan kedua kalinya dia muncul dalam dunia persilatan'

Pek Bwe segera tertawa, tukasnya: "Jadi kalau begitu, oleh karena dia sudah meracuni seseorang dalam rumah makan tadi maka saudara Tan. "

"Bukan demikian, perkenalan kami dengan Ngo tok li di bilang telah berlangsung semenjak setahun berselang, kalau dibicarakan mungkin saudara Pek sendiripun juga tahu"

"Tahu apa?”

"Tahu tentang peristiwa besar yang terjadi setahun berselang, dimana penyamun tersohor yang bernama Su toa thian ong (empat raja langit) telah keracunan "

"Yaa yaa soal itu memang pernah kudengar!" jawab Pek Bwe sambil manggut-manggut.

"Nah itulah hasil perbuatan dari Ngo tok giok li yang telah meracuni mereka"

"Bagaimana dengan ke empat raja langit itu?" tanya Pek Bwe dengan cepat "apakah mereka mampus?"

"Hingga kini soal mati hidupnya masih merupakan suatu tanda tanya besar, cuma menurut kabar yang berhasil diperoleh perkumpulan kami, konon Su toa thian ong telah memohon ampun kepadanya"

"Apakah ia telah mengampuni mereka?"

"Waktu itu ia sama sekali tidak menggubris permohonan orang, bahkan tanpa mengucapkan katapun berlalu dari situ, selanjutnya Su-toa thian-ongjuga ikut pergi meninggalkan tempat itu, semenjak peristiwa itulah orang sudah tak mendengar lagi kabar berita tentang Su toa thian ong tersebut."

"Kalau begitu budak itu benar-benar merupakan seorang manusia yang sangat menakutkan?"

"Bukan cuma menakutkan saja, pada hakekatnya dia adalah   seorang   momok   perempuan   yang   benar-benar mengerikan, cukup membuat bulu kuduk orang pada bangun berdiri'..."

"Heran, padahal yang dia cari hanya si Dewa pincang Ui Thong seorang, semestinya Ui Thong pribadi yang harus dicari, mana boleh ia melepaskan racun untuk melukai sembarang orang?"

"Barusan akupun telah menasehatinya agar jangan sembarangan meracuni orang", kata Yu Lip menerangkan, "aku bilang, sekarang semua jago lihay sedang berkumpul disini, siapa tahu kalau akibat dari ulahnya itu bisa berakibat kerugian baginya sendiri, siapa tahu aku malah ketanggor batunya"

"Saudara Tan, sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Pek Bwe.

"Jangan perdulikan dia, lihat keadaan dan lihat dulu apa tujuannya yang sebenar nya?"

"Lohu pernah juga mendengar kepandaian orang-orang Ngo-tok bun dalam melepaskan racun.' kata Pek Bwe, “seandainya ia benar-benar akan melepaskan racun ditempat ini, entah berapa banyak korban yang akan berjatuhan ditangan perempuan itu"

"Benar, menurut kisah yang kudengar tentang caranya melepaskan racun memang betul-betul lihaynya bukan kepalang" Yu Lip membenarkan, “orang yang bernama Be Kui tersebut tak lebih Cuma duduk sebentar dihadapannya, tapi tahu-tahu badannya sudah keracunan"

“Jika jauh sebelumnya sudah melakukan sesuatu diatas meja dan bangku, sekalipun keracunan juga bukan suatu kejadian aneh, apalagi meja dan bangku toh tanpa perlindungan, siapa tahu mereka sudah berbuat sesuatu disekitar sana " Setelah berhenti sejenak dia melanjutkan:

"Konon dalam perguruan Ngo tok-bun terdapat semacam kepandaian untuk meracuni orang dari jarak sepuluh kaki. Entah kabar ini benar atau salah ?"

'Cerita ini seratus persen benar" ucap Tan Tiang kim. "cara mereka melepaskan racun merupakan suatu gerak tipu permainan tangan yang amat lihay, sampai detik ini orang persilatan masih belum tahu cara apakah yang telah mereka gunakan."

'Oooh, apakah perkumpulan andapun tidak tahu?"

"Yaa tidak tahu! Betul mata-mata partai kami tak terhitung jumlahnya, tapi kami tak tahu cara apa yang mereka gunakan, kami cuma tahu kalau cara itu menakutkan sekali. Dan lagi merupakan suatu cara yang tak mungkin bisa dicegah sebelumnya"

Mendengar keterangan tersebut, Pek Bwe segera mengerutkan dahinya rapat-rapat, sambil merendahkan suaranya dia berbisik:

"Saudara Tan, menurut pendapatmu mungkinkah Ngo tok giok-li ini sekomplotan dengan Ouyang Siong sekalian?"

?oooO)d.w(Oooo?

“AKU rasa hal ini tak mungkin, sahut Tan Tiang kim, "sejak mendapat hukuman yang cukup berat dari gabungan jago-jago persilatan pada puluhan tahun berselang, belakangan ini Ngo-tok-bun tetap tenang dan tidak melakukan gerakan apa-apa, sekalipun mereka mulai berkelana dalam dunia persilatan, itupun terjadi satu dua tahun belakangan ini, disamping itu orang Ngo-tok giok-li paling enggan bekerja sama dengan orang lain, menurut pendapat aku pengemis tua tak mungkin mereka sampai berkomplot dengan Ouyang Siong sekalian ." Sesudah berhenti sejenak dia melanjutkan: "Hayo jalan, kita pulang dulu baru berbicara lagi”

"Saudara, apakah kalian hendak pergi dengan begitu saja?" tiba-tiba terdengar suara teguran yang menggema tiba.

Ketika berpaling tampak seorang gadis berbaju hijau telah berdiri beberapa kaki dibelakang mereka dengan wajah yang dingin dan kaku.

"Apakah kau sedang menegur kami?" tanya Pek Bwe kemudian.

"Sudah setengah harian lamanya kalian mengobrol disitu. masa sebelum memberi sepatah dua patah kata pertanggungan jawab, kalian sudah akan pergi dengan begitu saja.?'.

'Nona berasal dari Ngo-tok bun?"

Gadis baju hijau itu tak lain adalah Gin kiok, dengan dingin segera jawabnya:

"Nama orang Ngo tok bun kurang begitu baik bukan?" "Ah nona terlalu serius !"

Dengan dingin Gin kiok mendengus berat-berat, kemudian berkata:

"Betul aku adalah orang Ngo tok bun, seorang dayang dari Ngo tok giok li, hey kakek tua siapa namamu?"

"Lohu she Pek "

"Pek apa?" tukas Gin kiok "seharusnya kau punya nama bukan?"

"Nona?" tegur Pek Bwe dengan kening berkerut, "Usiamu  masih  begitu  muda,  kenapa  ucapanmu  setajam ini? Tidakkah kau merasa bahwa perbuatanmu itu sedikit keterlaluan”.

Gin kiok tertawa dingin.

"Kami belum pernah mengusik kalian, tapi kalian telah membicarakan seenaknya tentang Ngo-tok bun kami apakah apakah itu adil namanya?"

"Lohu Pek Bwe!" selesai berkata, dia lantas putar badan dan berlalu dengan langkah lebar.

Sudah lama ia mendengar tentang kelihayan orang Ngo tok bun melepaskan racun, kakek ini enggan bertindak terlalu gegabah, maka bersamaan dengan memutar badan tadi, ia menarik napas panjang sambil menghimpun segenap tenaga dalamnya untuk bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan yang tak di ingin kan.

"Berhenti" tiba-tiba Gin-kiok membentak keras. "Hmmm, Nona, mau apa kau?" dengus Tan Tiang kim

tiba-tiba.

Gin kiok berpaling dan memandang Tan Tiang kim sekejap, kemudian tegurnya lagi: "Siapa pula kau?"

"Aku si pengemis tua adalah Tan Tiang kim, panggiI Ngo tok giok li untuk menghadap diriku"

Tampaknya masih belum banyak persoalan dalam dunia persilatan yang diketahui Gin kiok, agaknya diapun belum tahu siapa gerangan pengemis tua yang bernama Tan Tiang kim ini.

Sesudah mengerdipkan matanya diapun berkata: "Maksudmu suruh majikan kami menjumpaimu"

“Dayang cilik yang tak tahu urusan jangan banyak ribut terus, aku si pengemis tua enggan ribut denganmu lantaran aku masih sudi memberi muka kepada Ngo tok Buncu mengerti?"

Gin kiok tertegun untuk sesaat lamanya selang sejenak kemudian ia baru berkata:

"Baiklah, Harap kalian tunggu sebentar, aku segera mengundang kedatangan siocia kami..." Kewajiban serta kekerengan Tan Tiang kim jelas telah menggetarkan perasaan Gin kiok.

Tak lama kemudian Ngo tok giok li dengan berpegangan pada bahu Gin kiok pelan-pelan berjalan mendekat.

Tan Tiang kim segera mengulapkan tangannya mengundurkan Yu Lip sekalian, kemudian dengan ilmu menyampaikan suara katanya kearah Pek Bwe.

"Saudera Pek, jika dayang itu berani melepaskan racun, kita harus turun tangan dengan sepenuh tenaga, kalau bisa sekali bergerak berhasil menaklukkannya"

Pek Bwe cukup mengetahui akan kelihayan orang-orang Ngo-tok bun dalam melepaskan racun, salah salah besar kemungkinan tubuhnya akan keracunan hebat, maka diapun manggut-manggut tanda mengerti.

Sementara itu Ngo-tok giok li telah menegur sambil tersenyum:

"Locianpwe ini pastilah seorang tokoh sakti dari Kay pang, bolehkah aku tahu siapa namamu?"

"Aku pengemis tua adalah Tan Tiang kim, apakah nona yang bernama Ngo tok giok li"

"Yaa, itulah boanpwe"

“Secara tiba-tiba nona muncul dikota Siang yang, lagipula secara brutal meracuni orang, entah karena urusan apa?. ” Ngo tok giok li tersenyum manis, jawabnya. "Ucapan locianpwe terlalu serius, kalau boanpwe betul-betul telah melepaskan racun secara brutal, mengapa yang menjadi korban cuma Be Kui seorang.."

Tan Tiang kim segera terbungkam oleh perkataan itu. Ngo tok giok li tertawa kembali ujarnya: "Tan cianpwe,

aku datang kemari untuk mencari seseorang"

"Apakah si Dewa pincang Ui Thong?" sela pengemis tua itu.

'Betul, dia adalah si Dewa pincang Ui Thong'

"Aku lihat usia nona masih sangat muda, mana mungkin kenal dengan orang bernama Dewa pincang Ui Thong?” kata Pek Bwe pula.

"Dewa pincang Ui Thong adalah seorang sahabat karib dari Buncu kami'”

"Siapa pula Buncu kalian itu?' "Dia Adalah ibuku"

"Ooooh!" Tan Tiang kim berseru tertahan, "sekalipun nona ingin mencari Ui Thong, tidak sepantasnya kau gunakan racun untuk mencelakai orang"

"Kalau begitu seharian penuh nona menanti diloteng Wong kang lo kemarin tak lain adalah sedang menantikan Ui Thong?" sela Pek Bwe

Ngo tok giok li tertawa pedih,lalu mengangguk.

"Benar aku mewakili ibuku datang memenuhi janji, mereka telah berjanji untuk saling bertemu di kota Siang yang hari ini pada sepuluh tahun berselang, tak disangka si Dewa pincang Ui Thong tidak datang untuk memenuhi janjinya" "Nona. tolong tanya apa sebabnya ibumu tidak datang sendiri?'

'Ibuku tak bisa kemari lantaran masih ada urusan lain, itulah sebabnya aku diutus untuk mewakilinya. tapi cianpwe tersebut telah mengingkari janjinya"

"Dalam sepuluh tahun yang panjang, pel-bagai perubahan besar mungkin saja bisa terjadi. siapa tahu Ui Thong seperti juga ibumu, lantaran ada urusan lain, sehingga tak bisa datang"

“Sekalipun ia tak bisa datang, sepantasnya kalau mencari seseorang untuk mewakilinya, ibuku berkata Ui Thong pandai melihat kejadian dimasa mendatang, apa yang dia katakan sudah pasti tak bakal salah lagi..”

'Nona" kata Tan Tiang kim pula, “sepuluh tahun belakangan ini belum pernah kudengar tentang kabar berita Ui Thong, terus terang saja hal ini merupakan suatu kecurigaan yang besar sekali, bila ia tinggal disekitar sini, aku si pengemis tua percaya jejaknya pasti dapat ditemukan."

Ngo tok giok li tampak tertegun untuk sesaat lamanya, kemudian bisiknya agak ragu. "Maksudmu... maksudmu

....dia sudah mati"

"Aku hanya bisa mengatakan, sudah lama tak pernah kudengar kabar beritanya lagi".

"Mungkin ia sedang melakukan samadi, mungkin juga ia benar-benar sudah ketimpa musibah yang diluar dugaan, dalam hal ini apakah nona telah memikirkannya?" ujar Pek Bwe pula ...

Ngo tok giok li segera menggelengkan kepalanya berulang kali. "Belum, ibuku... tak pernah memberitahukan hal sebanyak itu kepadaku, seratus persen dia percaya dengan apa yang pernah diucapkan oleh Ui Thong"

“Ia tahu Ui Thong memang memiliki banyak kepandaian yang melebihi orang lain”

Kata Tan Tiang kim lagi, “tapi nona, orang-yang pandai meramal seringkali tak sanggup untuk meramalkan nasib sendiri"

Sekali lagi Ngo tok giok li dibikin tertegun.

"Jadi kalau begitu, dia benar-benar sudah mati" demikian ia berbisik lirih.

"Sekalipun belum mati, sudah pasti penghidupannya harus dilewatkan dalam keadaan yang kurang menyenangkan" Pek Bwe menambahkan.

"Darimana kau bisa tahu?"

“Oooh, aku kan cuma menduga-duga sendiri." "Mengapa kau tidak menduga kalau penghidupannya

dilewatkan dalam keadaan baik dan senang?'

'Jika dia bisa melewatkan kehidupannya dengan baik dan senang, masa dia bisa sampai mengingkari janji?'”

"Soal ini soal ini..." Ngo tok giok li menjadi tergagap dan tak mampu, meneruskan katanya.

'Menurut apa yang kuketahui, dia adalah seorang lelaki yang amat memegang janji, seorang yang bisa dipercaya perkataannya", Tan Tiang kim menegaskan.

“Kalau dia bisa dipercaya dan amat memegang janji, kenapa tidak datang memenuhi janji?"

"Itulah yang mesti banyak dipikirkan dan dipertimbangkan nona" "Apalagi yang mesti kupertimbangkan" "Mengapa Ui Thong tidak datang?"

Ngo tok giok li menghembuskan napas panjang.

"Kalau urusan jadi begini, bagaimana caranya aku memberi pertanggunganjawab kepada ibuku nanti?" keluhnya.

Setelah mendengar sampai disitu, diam-diam Pek Bwe menghembuskan napas lega, pikirnya. "Kalau begitu, dayang ini bukan berasal dari satu komplotan dengan Ouyang Siong sekalian"

Sementara itu Tan Tiang kim sedang berkata:

"Katakan saja terus terang, aku rasa ibumu pasti akan memberi suatu pertimbangan yang bijaksana!'

"Sungguhkah Ui Thong tidak berada disekitar Siang yang?" sekali lagi Ngo tok giok-li bertanya.

Yu Lip yang selama ini membungkam, segera menyela: "Tidak ada, jika berada disekitar kota ini, jejaknya tak

akan lolos dari pengamatan mata-mata Kay-pang"

"Kalau begitu, sekalipun kuracuni banyak orang juga tak akan berhasil untuk memaksa munculnya. Ui Thong?'

"Benar!" Tan Tiang kim mengangguk, “berapapun orang yang kau racuni sampai mati, tak nanti bisa mendesak Ui Thong untuk munculkan diri, sebab ia sama sekali tidak berada disini"

"Tan tianglo. aku pernah mendengar nama besarmu dari ibu, itulah sebabnya aku harap kau bersedia membantu sekali saja"

"Asal aku pengemis tua bisa melakukan, pasti akan kubantu" 'Aku minta perkumpulan Kay-pang kalian sudi membantuku untuk mencari Ui Thong, suruh dia dalam setengah tahun mendatang berangkat keperguruan Ngo tok bun di wilayah Siang see guna berjumpa dengan ibuku"'

'Oooh, ibumu. '

"Kesehatan    ibuku    kurang    baik,    aku    kuatir.    aku

kuatir.   ' berbicara sampai disitu, tiba-tiba ia membungkam.

"Baik" Tan Tiang kim segera berjanji, "akan kuingat pesanmu itu, aku pasti tak akan membuat kecewanya nona'

Sekilas rasa sedih tiba-tiba menghiasi wajah Ngo tok giok li, kembali ia berkata:

"Tan tianglo, masalah ini penting sekali artinya bagiku, semoga kau tidak melupakannya"...

"Aku tak melupakannya!"

"Baik! Aku percaya dengan ucapan Tan tianglo. biar kumohon diri lebih dahulu"

'Nona hendak kemana?"

"Pulang ke Siang see! Aaai, aku telah menemukan suatu kenyataan, hatiku sedih sekali"

"Kenyataan apa?"

"Nama perguruan Ngo Tok bun dari Siang see dalam dunia persilatan agaknya kurang begitu baik.."

"Yaa Karena orang-orang perguruanmu terlalu menakutkan, dimana-mana melepaskan racun, maka setiap orang yang bertemu dengan anggota Ngo tok bun belum belum sudah jeri tiga bagian”.

Ngo tok giok li menghela napas ringan. "Aaai, ternyata perguruan Ngo tok bun kami telah mempunyai nama sebusuk itu dalam dunia persilatan'

“Beberapa tahun belakang ini nama Ngo tok bun kalian dalam dunia persilatan masih jauh lebih baikan ketimbang sebelumnya, coba kalau kejadian ini berlangsung sepuluh tahun berselang, begitu tahu kalau kalian adalah anggota Ngo tok bun, jauh-jauh mereka sudah melarikan diri terbirit-birit."

Sekali lagi Ngo tok giok li menghembuskan napas panjang.

"Aaai.... Kalau begitu, akupun tak akan melakukan perjalanan lagi dalam dunia persilatan”.

"Mengapa?"

"Sekarang mereka sudah semua sudah tahu kalau aku adalah anggota perguruan Ngo tok bun. "

"Oleh sebab itu maka nona tidak bersedia untuk melakukan perjalanan lagi dalam dunia persilatan?" sambung Tan Tiang kim.

"Bila orang lain tak tahu kalau aku adalah Ngo tok giok li, selama melakukan perjalanan dalam dunia persilatan terdapat begitu banyak orang yang memandangku, mengagumi diriku tapi semenjak Be Kui kuracuni, orang orang itu seakan-akan tidak menggubris diriku lagi, mereka meninggalkan aku jauh-jauh, mencampakkan diriku kesamping. "

Tan Tiang kim segera tersenyum, katanya:

"Nona apakah kau sangat berharap ada banyak orang yang memandangmu lagi, mengagumi dirimu lagi?"

"Yaa, sesungguhnya kejadian ini aneh sekali, dikala banyak orang memandangi diriku, mengagumi aku, hatiku agak muak, agak benci terhadap mereka, aku berharap mereka bisa jauh-jauh meninggalkan diriku tapi sekarang ketika mereka sudah jauh meninggalkan aku tiba-tiba aku merasa orang lain telah menganggapku sebagai ular beracun, binatang buas, Oooh betapa sedihnya hatiku"

"Nona, pulang saja kau, beritahu kepada ibumu, nama Ngo tok bun sedang mengalami perubahan, sekarang banyak jago persilatan sedang menilai dan mempertimbangkan kembali nama Ngo tok bun dalam hati masing-masing, asal ibumu bisa mengendalikan murid muridnya agar tidak mencelakai jago persilatan lagi dengan racunnya, aku percaya dalam waktu singkat, kesan orang terhadap kalian pasti akan mengalami perubahan yang besar sekali"'

Ngo tok giok li manggut-manggut.

"Terima kasih Tan cianpwe atas nasehatmu, aku ingin mohon diri lebih dahulu"

Pelan-pelan dia membalikkan badan dan melangkah pergi..

"Nona harap tunggu sebentar" tiba-tiba Pek Bwe berseru.

Ngo tok giok li menghentikan langkahnya seraya berpaling...

"Kau adalah "

"Lohu Pek Bwe"

Ngo tok giok li lantas berpaling kearah Tan Tiang kim sambil bertanya lirih:

"Tan cianpwe dia seorang yang baik atau yang jahat?" "Orang baik!" "Oooh..." sinar matanya dialihkan kembali ke arah Pek Bwe kemudian melanjutkan, "Kau ada urusan apa?" Agaknya gadis itu sudah menaruh kepercayaan yang besar sekali terhadap diri Tan Tiang kim.

Pek Bwe segera tertawa, ujarnya:

"Nona karena urusan penting apakah sehingga kau harus mencari Ui Thong? Dapatkah memberitahukan lohu?"

"Kau kenal dengannya?"

"Kenal!" Pek Bwe manggut-manggut.

“Bagus sekali! Cepat beritahu kepadaku, sekarang dia berada dimana...?"

"Nona beberapa bulan berselang lohu pernah mendengar seorang temanku membicarakan soal Ui Thong, Cuma sayang ketika itu lohu tidak begitu memperhatikan pun tidak bertanya kepadanya, bila mencari Ui Thong karena ada sesuatu persoalan yang luar biasa pentingnya, boleh saja lohu melakukan perjalanan jauh bagimu untuk mencarikan kabar tentang manusia yang bernama Ui Thong ini"

Ngo tok giok-li termenung sejenak. Lalu menjawab: "Antara Ui Thong dengan ibuku sesungguhnya terdapat

urusan apa aku sendiripun kurang begitu jelas, cuma aku tahu kalau persoalan ini penting sekali, kalau tidak ibuku tak akan mengutus aku datang kemari. jika kau bisa meremukan jejaknya, kami ibu dan anak tentu akan sangat berterima kasih kepadamu"

Gagal mencuri ayam. hilang segenggam beras, sebenarnya Pek Bwe ingin menyelidiki apa hubungan antara Ngo tok buncu itu dengan Ui Thong siapa tahu dia malah kena di perangkap oleh Ngo tok giok li sehingga kesulitan tersebut menimpa pula diatas kepalanya.

Pek Bwe pura-pura termenung sejenak, kemudian sahutnya. "Baik! Lohu akan mencarikan kabar untukmu"

"Apakah membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperoleh balasannya .?' tanya Ngo tok giok li lagi.

"Yaa!”

"Perlukah kunantikan kabarmu disini saja"

"Soal ini aku rasa tidak perlu lebih baik nona pulang dulu ke Ngo tok bun di Siang see, dalam tiga bulan mendatang lohu pasti akan mengutus orang ke Siang see untuk memberitahukan berita tentang Ui Thong ini kepadamu"

"Kau akan pergi sendiri?"

"Jika aku punya waktu tentu akan berangkat sendiri ke Siang see, tapi kalau tak sempat terpaksa akan kuminta bantuan dari Kay-pang untuk menyampaikan berita itu ke Siang see"

Dengan sepasang mata yang tajam Ngo tok giok li mengawasi wajah Pek Bwee lekat-lekat, wajahnya berubah amat serius, sepasang matanya memancarkan sinar yang tajam sekali, Pelan-pelan ia berkata:

"Pek Bwe locianpwe, kau bisa berada bersama Tan Tianglo dari Kay-pang, ini menunjukkan bahwa kaupun seorang tokoh yang sangat ternama dalam dunia persilatan, ucapanmu ibarat bagaikan bukit karang "

Sesudah menghela napas panjang, serunya:

"Cuma, ibuku bilang dunia persilatan itu licik dan penuh dengan tipu muslihat, aku tak boleh terlalu percaya dengan orang-orang persilatan. " Gara-gara datangnya lantatan banyak mulut, kesulitan datang karena banyak urusan

Pek Bwe menyesal sekali atas kelancangannya tadi sehingga berakibat keadaan yang tidak menguntungkan baginya.

Walaupun begitu, perasaaan tersebut tak sampai ditampilkan pada wajahnya, sambil tertawa ia bertanya. "Lantas bagaimana menurut keinginan nona?"

"Hanya ada dua cara, pertama aku akan melepaskan racun kedalam tubuhmu, kedua Tan tianglo yang menjamin dirimu"

"Kau hendak melepaskan racun kedalam tubuhku!" seru Pek Bwe.

"Benar! Racun tersebut hanya sejenis racun yang bersifat lambat, tiga bulan kemudian daya kerjanya baru mulai kambuh, sampai waktunya aku percaya kau pasti sudah sampai di Siang see, dengan segala kehormatan kami pasti akan menyambut kedatanganmu, memunahkan racun dalam tubuhmu bahkan menghadiahkan pula suatu hadiah yang sangat berharga untukmu".

"Bila aku si pengemis tua yang menanggung.." sela Tan Tiang kim.

"Maka akupun tak usah meracuni tubuhnya lagi" "Kenapa nona begitu percaya kepada aku si pengemis

tua?"

'Ibuku pernah bilang, yang satu adalah ketua partai kalian, yang dua adalah kau Tan tianglo, masih ada lagi seorang yakni Tiong Ling-kang, Tiong ciangbunjin dari Bu khek-bun hanya kalian bertiga yang merupakan manusia manusia yang bisa dipercaya" Tan Tiang kim segera tertawa.

"Tahukah kau siapa Pek lo enghiong ini yang sebenarnya?'

"Siapakah dia"

`Dia tak lain adalah ayah mertua dari Tiong Leng Kang, Tiong ciangbunjin dari Bu-khek-bun'.

'Tapi dia bukan Tiong Ling-kang, perlu juga menantunya tampilkan diri untuk menanggung dirinya"

Hampir saja Pek Bwe mengisahkan peristiwa berdarah yang telah menimpa perguruan Bu-khek-bun, tapi sampai ditengah jalan, niat tersebut segera diurungkan kembali..'

Rupanya Tan Tiang kim mempunyai jalan pikiran yang hampir sama dengan Pek Bwe, Setelah mendehem pelan, katanya:

"Nona tak usah repot-repot, biar aku si pengemis tua saja yang mananggung "

"Baik! setelah Tan tianglo memberikan jaminannya, akupun bisa berlega hati”.

"Dalam tiga bulan mendatang, lohu pasti akan mengirim kabar ke Ngo tok bun di Siang see, cuma aku tak berani menjamin berita apakah yang bakal kusampaikan", janji Pek Bwe.

"Oooh, tentu saja kau tak bisa menjamin harus berita baik"

"Baiklah! Kalau begitu kita tetapkan saja dengan sepatah kata ini."

Ngo tok giok li lantas berpaling dan memandang sekejap kearah Tan Thiang kim sesudah itu ujarnya: “Tan tianglo apakah kalian membutuhkan tenaga bantuanku!' "Aku rasa tak usah merepotkan nona lagi'

Nga tok giok li segera tertawa membalikkan badan dan berlalu dari tempat itu.

Menanti bayangan punggung dari Ngo tok giok li sudah lenyap dari pandangan, Pek Bwe baru menghela napas panjang sambil bergumam:

"Sialan benar-benar sialan"

Tan Tiang kim segera tertawa, "Perguruan Ngo tok bun sesungguhnya memang merupakan suatu perguruan yang paling sukar dihadapi, Ngo tok giok li bisa diajak berbicata baik-baik, hal ini sudah terhitung bagus sekali"

Sesudah berhenti sejenak, lanjutnya:

"Benarkah kau mengetahui kabar berita tentang Ui Thong?"

"Yaa aku tahu!" Pek Bwe mengangguk.. "Sekarang dia berada dimana?"

"Di sekitar kota Siang yang!"

Tan Tiang kim segera menghembuskan napas panjang, gumamnya: "Oooh rupanya ia benar-benar berada disini'

Pek Bwe termenung sejenak, kemudian secara ringkas dia menceritakan kisahnya ketika berjumpa dengan Ui Thong belum lama berselang.

Cuma tentu saja apa yang diceritakan hanya berupa ringkasannya saja. sedang bagian-bagian yang penting diantaranya tetap dirahasiakan dan tak sampai diungkapkan keluar.

Tan Tiang kim juga tahu kalau manusia yang bernama Ui Thong ini adalah seorang pendekar aneh dalam dunia persilatan. Cuma saja ia jarang sekali menampakkan diri dalam dunia persilatan. Berkatalah Tan Tiang kim:

"Orang ini agaknya sudah lenyap dari dunia persilatan hampir dua puluh tahun lamanya, andaikata hari ini tidak dibicarakan kembali, aku masih mengira dia sudah lama sekali mati"

"Menyaksikan dia masih hidup segar bugar, aku sendiripun merasa agak keheranan"

"Terlepas sudah lamakah dia mengasingkan diit atau tidak yang pasti pada sepuluh tahun berselang ia pernah berkunjung ke perguruan Ngo tok bun dan melakukan perjanjian dengan Ngo tok buncu untuk berjumpa disini hari ini, hal mana menunjukkan bila ia memang betul-betul berada disekitar kota Siang-yang, tapi anehnya kalau dia memang berdiam disini, kenapa tidak datang untuk memenuhi janji?"

"Dalam hal ini, aku sendiripun tidak habis mengerti" "Berbicara soal ilmu silat maupun kepintarannya,

manusia yang bernama Ui Thong ini betul-betul merupakan seorang manusia hebat yang jarang ditemukan dalam dunia persilatan, Cuma sayangnya dia telah menempuh jalan yang salah "

"Jalan salah yang bagaimana maksudmu?" sela Pek Bwe.

"Seandainya sepanjang hidup dipusatkan semua pikiran dan tenaganya dengan kepandaian silat orang itu sudah pasti adalah seorang tokoh dunia persilatan yang luar biasa sekali, sekalipun ia mendalami ilmu perbintangan, tidak seharusnya mendalami ilmu ilmu aneh sebangsa ngo-heng atau kepandaian lainnya, selain tersebut diapun tidak semestinya menyelidiki rahasia langit?'

"Menyelidiki rahasia langit?" "Rahasia langit sukar ditebak dan kepandaian tersebut luar biasa dalamnya, tapi ia toh berhasil juga untuk meraba sampai kesitu, tapi justeru karena kepandaian itulah, dia telah mencelakai dirinya sendiri."

"Benar, setelah mengetahui rahasia langit diapun tak tahan untuk mempermainkannya dan tanpa sengaja membocorkannya keluar, sekalipun perkataannya itu cukup membuat orang panik, tapi justru perbuatannya itu telah mengurangi soal rejeki serta usianya"

Tan Tiang kim menghela napas panjang, katanya kemudian:

"Saudara Pek, kau bersiap-siap untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara apa?"

"Aku lihat, terpaksa aku musti pergi menjumpai Ui Thong"

"Kapan kau akan ke situ?"

"Aku pikir soal ini tak usah terburu-buru dilakukan, berapa waktu yang dibutuhkan anak buahmu untuk sampai di Ngo tok bun propinsi Siang se. ?"

"Jika dipakai sistim penyampaian berita secara kilat, aku rasa dalam sepuluh sampai setengah bulan sudah bisa sampai, kalau agak lambatan sedikit bisa mencapai satu bulan lamanya"

Mendengar perkataan itu Pek Bwe lantas berseru:

“Itu mah terlalu pagi, kalau begitu mari kita selesaikan dulu persoalan ini"

"Pek heng menurut pendapatmu, mungkinkah Ngo tok giok li akan meninggalkan Siang yang"

"Masa dia masih akan tinggal ditempat ini!" "Itulah yang aku risaukan, aku kuatir kalau dia enggan meninggalkan tempat ini..'

"Sepintas lalu dia tampaknya masih seorang gadis yang suci dan bersih. cuma lantaran diatas kepalanya masih tercantum huruf Ngo tok (panca bisa) maka kelihatannya jadi seram dan berbeda sekali tapi menurut penglihatan siaute, agaknya dia masih belum ketempelan kebiasaan dunia persilatan yang buruk"

"Justru karena itu dia masih memiliki kepolosan serta kelincahan seorang gadis murni, oleh karena dia belum memahami baik buruknya dunia persilatan, maka aku baru kuatir bila ia sampai dipergunakan Orang lain sehingga terperosok ke jalan yang sesat"

Sesudah berhenti sejenak, dia melanjutkan.

"Ngo tok giok li belum memahami bahayanya dunia persilatan, pun belum tahu tentang liciknya hubungan antara manusia dengan manusia, seandainya ada orang memberitahu kapadanya bahwa bisa mencarikan Ui Thong untuknya, dia sudah pasti akan membatalkan niatnya untuk pergi meninggalkan tempat ini dan pasti akan dipergunakan tenaganya oleh orang lain, bayangkan saja, bukankah hal ini bisa terjadi secara mudah?"

"Kemarin ditempat ini kujumpai nyonya setengah umur menemaninya, tak nyana pada hari ini si nyonya telah diganti dayang muda"

Tan Tiang kim berpaling memandang sekejap ke arah Yu Lip, lalu bisiknya lirih.

"Yu toucu, kirim beberapa orang murid kita yang paling jempolan untuk menguntil dibelakangnya, begitu menjumpai ada orang orang mencurigakan yang mendekatinya, segera laporkan kejadian ini kepadaku" Yu Lip segera mengiakan dan membalikkan badan untuk beranjak pergi dari situ.

"Saudara Tan" bisik Pek Bwe, "tampaknya gadis itu seperti amat menuruti perkataanmu

"Aku pun telah berpikir sampai kesitu" tukas Tan Tiang kim. "kita tidak mempergunakan dirinya tapi kitapun tak boleh membiarkan orang lain mempergunakan tenaganya, sebab Ngo tok bun adalah suatu perguruan yang sangat menakutkan"

"Orang persilatan masih mempunyai perasaan keder dan takut terhadap orang-orang Ngo tok bun, jika Ngo tok giok li sampai tergaet oleh Ouyang Siong sekalian, sudab pasti hal ini akan merupakan suatu kesulitan besar bagi kita"

"Itulah sebabnya kita harus berusaha dengan sepenuh tenaga untuk mencegah hal ini" Pek Bwe manggut manggut.

"Sekaranq mari kita pulang dulu sambil menunggu kabar dari Yu Toucu”

Baru saja kedua orang itu berlalu, dari belakang sudut rumah makan tiba-tiba muncul seorang pemuda.

Ia mengenakan sebuah topi kain yang besar dan lebar, topi itu dikenakan rendah-rendah sehingga menutupi dibawah alis matanya, sebagian besar wajahnya tersembunyi dibalik topi lebar tersebut.

Orang itu bukan lain adalah Cu Siau-hong.

Cuma ia melakukan penyaruan yang sangat jitu dan sempurna, sehingga meski berdiri berhadapan dengan Pek Bwe, belum tentu si kakek tersebut bisa mengenali identitasnya dalam waktu singkat. Dengan pandangan cepat Cu Siau-hong memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu, kemudian dengan langkah cepat maju kedepan.

Arah yang dituju tak lain adalah arah dimana Ngo tok giok li berlalu tadi.

Ia berjalan dengan langkah cepat, setelah menyeberangi dua buah jalan besar, akhirnya dia menemukan sebuah rumah penginapan.

Seorang pelayan sedang menuntun dua ekor kuda berjalan keluar dari pekarangan penginapan. Dibelakangnya mengikuti dua orang, mereka tidak lain adalah Gin kiok serta Ngo tok giok li.

Cu Siau-hong sempat mencuri dengar pembicaraan yang dilangsungkan antara Tan Tiang kim dengan Pek Bwe tadi. dia sudah mengetahui betapa pentingnya arti Ngo tok giok li buat mereka, maka ia bertekad untuk menyelidiknya secara diam-diam, akan dilihat kemana perginya Ngo tok giok li sepeninggal dari kota Siang yang ini.

Tapi ia tidak menyangka kalau Ngo tok giok li sedemikian cepatnya mengambil keputusan untuk meninggalkan kota Siang yang.

Cu Siau-hong sempat menyaksikan betapa lihaynya Ngo tok giok li melepaskan racun kejinya, dia tahu bila orang ini sampai dipergunakan oleh Ouyang Siong sekalian, maka gadis itu benar-benar merupakan seorang musuh tangguh yang amat menakutkan. Oleh karena itu Cu Siau-hong bertekad untuk menghalangi agar kejadian semacam ini jangan sampai terjadi.

Diluar dugaan, ternyata Ngo tok giok li benar-benar berniat untuk pergi meninggalkan tempat itu. Baru saja dua orang gadis itu hendak naik kuda, tiba-tiba seseorang menghampirinya dengan langkah cepat.

Cu Siau-hong yang menyaksikan kehadiran orang itu segera merasakan hatinya amat terkejut, dengan suatu gerakan cepat dia lantas menyelinap kesamping untuk menyembunyikan diri.

Ternyata orang yang munculkan diri itu tak lain adalah Boan ko hui hoa Kiau Hui nio adanya..

Dengan langkah cepat Kiau Hui nio berjalan kehadapan Ngo tok giok li, kemudian sambil tersenyum ujarnya:

"Benarkah nona berasal dari Ngo tok bun?"

"Dengan gerakan cepat Ngo tok giok li berpaling dan memandang sekejap ke arah Kiau Hui nio, setelah diketahui kalau orang itu adalah seorang perempuan, sikapnya segera berubah menjadi jauh lebih lembut dan lunak"

Siapa kau?", tegurnya kemudian.

"Aku she Kiau, orang lain memanggilku Hui nio" "Kiau Hui nio? Aku tidak kenal denganmu....

"Aku mengetti" sambung Kiau Hui nio cepat "cuma apa salahnya kalau tidak saling mengenal sekali berjumpa masih asing, dua kali bertemu tentu akan hapal. sekarang kita baru saja berjumpa, bila pembicaraan sudah dilangsungkan, bukankah kita akan saling kenal?'

"Mau apa kau datang mencariku?"

"Konon nona datang kemari untuk mencari seseorang, benarkah itu?"

Ngo tok giok li manggut-manggut. "Benar, darimana kau bisa tahu?"

"mendengarnya dari seorang temanku" "Oooh..!" seru Ngo tok giok li, dia melanjutkan gerakannya melompat naik keatas kudanya.

"Nona, mau apa?", Kiau Hui nio segera menegur. 'Pulang ke rumah!"

"Kalau begitu kau tidak jadi mencari si dewa pincang Ui Thong?" buru-buru Kiau Hui nio berseru.

"Aku sudah titipkan persoalan ini kepada orang lain serta suruh menyampaikan kepadanya agar datang menjumpai ibuku"

"Si dewa pincang Ui Thong tinggal di sekitar kota Siang yang, sekarang kau telah datang tapi ia tak mau munculkan diri, apalagi jika suruh orang yang mengabarkan kepadanya, kau kira dia bersedia pergi menemui ibumu. ?"

Tertegun juga Ngo tok giok li sesudah mendengar perkataan itu, selang sejenak kemudian ia baru bertanya:

"Apakah kau tahu si Dewa pincang Ui Thong tinggal dimana?"

"Yaa, aku tahu!"

"Dia berada dimana? Bersdiakah kau untuk mengajakku pergi menjumpainya?"

"Tentu boleh saja, Cuma tempat tinggalnya tak bernama, akupun sulit untuk mengutarakannya keluar."

"Oooh! Jadi kau pernah berjumpa muka dengannya?" Kiau Hui nio segera tertawa:

"Ngo tok bun kalian termasyhur karena racunnya yang lihay, setiap orang persilatan pada jeri kepadamu, jika aku tidak memiliki keyakinan, buat apa kudatang kemari mencari penyakit buat diri sendiri. ?" Ngo tok giok li termenung sesaat lamanya, kemudian baru berkata lagi:

"Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu sendiri dengannya?'

“Oooh ! itu mah soal gampang. aku bisa menghantarmu untuk pergi menjumpainya!`

"Berapa jauh jaraknya antara tempat ini dengan tempat tinggalnya?"

"Tidak terlalu jauh, pun tidak terlalu dekat, kurarg lebih enam tujuh puluh li! tempat itu adalah sebuah lembah kecil. Si Dewa pincang Ui Thong tinggal didalam lembah kecil itu.”

Cu Siau-hong yang bersembunyi disudut ruangan menjadi terkesiap sesudah mendengar perkataan itu, pikirnya:

'Orang ini benar-benar pandai berbohong, sesuai jarak tempat itu dengan Siang yang cuma tiga puluh li, apalagi nasib Ui Thong-sampai sekarang masih merupakan suatu tanda tanya besar, jelas Boan ko hui hoa Kiau Hui nio mempunyai rencana dan intrik busuk. " 

Rupanya ucapan Kiau Hui nio yang begitu bersungguh sungguh telah menarik perhatian Ngo tok giok li, sesudah termenung beberapa saat lamanya, ia lantas bertanya:

"Kau benar-benar bersedia untuk membawaku kesana?" Kiau Hui nio segera tertawa lebar:

"Nona!" serunya, "aku lihat usiamu masih sangat muda, mengapa sifatmu begitu banyak curiga?",

"Aku sedang berpikir, mengapa kau harus membantu aku?, Toh kita tak pernah saling mengenal antara yang satu dengan lainnya" Sekali lagi Kiau Hui nio tertawa.

"Bila kujawab hal ini lantaran keinginanku untuk menolong sesamanya, mungkin nona tak akan percaya, semua orang tahu orang-orang Ngo tok bun paling lihay dalam kepandaian melepaskan racun yang bikin setiap orang merasa keder, semua kawan persilatan tak ingin mengusik atau mencari urusan dengan kalian!"

"Soal ini, aku sudah tahu!"

"Aku bersedia membantumu tentu saja ada syaratnya pula"'

Perempuan ini memang luar biasa sekali, dia pandai melihat gelagat dan membawa pembicaraan menurut keadaan yang sedang dihadapinya. Kata-kata yang manis dan meyakinkan itu segera membuat Ngo tok giok li mempercayai seratus persen.

Setelah manggut-manggut, Ngo tok giok li berkata: "Kalau begitu katakanlah apa syaratmu itu"

"Dalam perguruan Ngo tok bun kalian terdapat beribu ribu macam cara untuk melepaskan racun, bahan racun yang dimilikipun tak terhitung jumlahnya tapi aku pernah mendengar orang berkata bahwa didalan Ngo tok bun hanya terdapat dua macam benda paling berharga yang tak mungkin akan diberikan kepada orang lain”

Sekali lagi Cu Siau-hong yang bersembunyi dibalik dinding rumah merasakan hatinya terkesiap, pikirnya:

"Benar-benar lihay sekali, sistim yang digunakan ini betul-betul sempurna dan luar biasa, bukan saja membuat orang tidak curiga, bahkan mempercayainya seratus persen, bagaimana mungkin Ngo tok giok li bisa menangkan se rase tua tersebut?" Terdengar Ngo tok giok li tertawa ringan. sahutnya sambil manggut-manggut: "Coba katakanlah, dua macam benda yang mana saja itu?"

'Konon didalam Ngo tok bun terdapat sejenis pil penawar yang bernama Ban ing ciat tok wan, obat tersebut dapat menawarkan pelbagai macam racun yang ada didunia ini, entah benarkah kabar tersebut?"

Ngo tok giok li manggut-manggut..

"Benar!" sahutnya, "memang terdapat pil semacam itu" "Selain itu terdapat pula sejenis bubuk obat yang

dinamakan Sin sian wang yu san (bubuk dewapun melupakan duka).."

Belum lagi perempuan itu menyelesaikan kata-katanya, Ngo tok giok-li telah menggelengkan kepalanya berulang kali sambil berkata:

"Kalau yang ini mah tak bisa kuberikan kepada mu" "Kenapa?"

"Ibuku telah masukkan bubuk Siu sian wang yu san tersebut kedalam jenis obat terlarang, setiap angota peguruan dilarang mempergunakan bubuk obat itu, apalagi memberikannya kepada orang lain"

"Bagi anggota perguruan kalian tentu saja tak menjadi soal sekalipun dilarang mempergunakan bubuk obat tersebut sebab cara kalian untuk melepaskan racun terlalu banyak"

"Syarat lain yang kau ajukan bisa jadi dapat dipenuhi tapi bubuk Sin sian wang yu san tersebut tak mungkin bisa kupenuhi"

"Baiklah! Tegasnya saja aku terangkan bahwa syaratku adalah sepuluh butir pil penawar Ban-ing ciat tok wan  serta sepuluh bungkus bubuk sin sian wang yu san, kalau kau tak sanggup memberikannya kepadaku, lebih baik kau saja yang mengajukan pergantian syarat lain"

Ngo tok giok li termenung beberapa saat lamanya, setelah itu ujarnya: "Maksudmu, kau bersedia membawaku untuk pergi menjumpai Ui Thong?"

"Benar!"

"Jika kau menginginkan sepuluh butir pil penawar Ban ing ciat tok wan, bisa saja kupenuhi permintaanmu itu tapi aku tak mampu untuk memberikan bubuk Sin sian wang yu san tersebut, bagaimana jika kuganti bubuk tersebut dengan sepuluh butir Ngo tok wan saja!"

"Ooooh...!"

"Kalau berbicara menurut kabar racun yang digunakan, kemampuan Ngo tok wan tersebut sama sekali tidak berada dibawah keampuhan bubuk sin sian wang yu san tersebut!" Ngo tok giok li menerangkan.

Setelah termenung sebentar akhirnya Kiau Hui nio mengangguk.

"Baiklah? kapan nona bermaksud untuk menyerahkan obat-obat itu kepadaku?"....

"Sebenarnya sekarang juga aku hendak serahkan dulu obat-obat itu kepadamu, tapi kita baru berhubungan untuk pertama kalinya. jadi mau tak mau aku harus bertindak lebih berhati-hati., sebab itu obat tersebut baru bisa kuberikan kepadamu bila telah berjumpa dengan Ui Thong nanti."

Sekali lagi Kiau Hui nio termenung beberapa saat lamanya, kemudian diapun mengangguk. "'Baiklah! Apakah nona masih ada urusan yang harus diselesaikan dahulu!"

"Tidak ada" Ngo tok giok li menggelengkan kepalanya. “sekarang juga kita boleh berangkat"

“Perjalanan yang bakal kita tempuh adalah suatu jalan gunung yang sempit dan penuh tanjakan, lebih baik nona tinggalkan saja kudamu itu di sini...'

"Kita harus berjalan kaki.?" "Benar! Kita akan berjalan kaki"

"Baiklah, Gin kiok, kirim kembali kuda-kuda itu  kedalam rumah penginapan!"

Gin Kiok segera mengiakan dan membawa kembali kedua ekor kuda itu kedalam rumah penginapan.. 'Nona!" bisik Kiau Hui nio kemudian, "tahukah kenapa sebabnya Ui Thong tidak dapat memenuhi janji?"

“Aku tidak habis mengerti, dia sebagai seorang locianpwe mengapa mengingkari janjinya sendiri"

'Itulah dikarenakan ada banyak orang hendak membunuhnya, maka dia tak berani datang"

“Siapa saja yang hendak membunuhnya?"

"Menurut apa yang kuketahui, Kay-pang dan Pay-kau telah mengirim jago-jago lihaynya ke kota Siang-yang, konon mereka sengaja dikirim untuk membunuh Ui Thong!"

-oOo>d’w<oOo-

NGO TOK GIOK LI berseru tertahan sesudah mendengar perkataan itu katanya cepat: "Baru saja aku bertemu dengan orang Kay-pang, kenapa mereka tidak memberitahukan hal ini kepadaku?"

"Orang yang kau jumpai itu bukankah seorang tianglo dari Kay-pang?"

"Benar! Dia adalab seorang tianglo yang paling tersohor namanya dari Kay-pang, orang itu bernama Tan Tiang kim"

"Tepat sekali, Akupun pernah mendengar orang bilang, salah seorang diantara jago-jago yang hendak membunuhnya terdapat seorang tianglo she Tan yang konon paling susah dihadapi!"

'Nona Kiau mungkin kau keliru, menurut ibuku orang she Tan itu adalah seorang manusia jujur yang bisa dipercaya perkataannya"

"Diwaktu-waktu biasa, dia memang demikian, tapi sekarang keadaannya sama sekali berbeda!"

"Bagaimana perbedaannya?"

"Sekarang, Kay-pang sedang bermusuhan dengan Ui Thong, bagaimana mungkin dia akan berbicara  jujur kepada dirimu?"

"Oooh, kiranya begitu!"

Dalam pada itu, Gin kiok telah muncul kembali dari penginapan, diatas punggungnya menggembol pula duo buah bungkusan kecil.

Kiau Hui nio segera tersenyum katanya.. "Nona mari kita berangkat sekarang juga"

"Boleh, tapi ada sepatah dua patah kata terpaksa aku harus menerangkannya lebih dulu"

"Persoalan apa?" "Jika tempat yang kau tuju nanti tidak terdapat Ui Thong, maka hal ini akan berubah menjadi suatu persoalan yang menyulitkan dirimu"

Mendengar ucapan tersebut Kiau Hui nio segera tertawa terkekeh-kekeh.

"Heeehh Heeehh heeehhh .... jadi nona akan turun tangan untuk membuat perhitungan."

"Itu mah tidak, diantara kita tak punya dendam atau sakit hati, mengapa aku musti mencari balas kepadamu? Tapi akupun tak bisa melepaskan dirimu dengan begitu saja"

"Lantas apa yang hendak kau lakukan atas diriku ini?" "Aku  bermaksud  akan  melepaskan  sedikit  racun  yang

bekerja lambat kedalam tubuhmu setengah tahun kemudian

racun itu baru akan mulai bekerja setengah tahun kemudian kau harus berhasil mengajak Ui Thong datang ke Ngo tok bin di Siang see untuk peroleh obat penawarnya."

'Baiklah! Emas murni tidak takut terbakar, aku hanya berniat untuk membawamu menjumpa Ui Thong soal kesulitan yang lain tak akan kupikirlan sekarang"

Ngo tok giok li manggut-manggut. “Baiklah! Mari kita segera berangkat”. "Tunggu sebentar, nona!"

“Kau masih ada urusan lainnya?”

"Sepanjang perjalanan nanti kau harus mendengarkan semua perkataanku paling tidak selama belum bertemu dengan Ui Thong"

"Baik!" "Nona" sela Gin kiok "tanya dulu kepadanya, berapa lama yang dia butuhkan, kita toh tak bisa mengikutinya terus sepanjang masa"

"Benar kau harus menentukan batas waktu yang dibutuhkan sampai bisa berjumpa dengan Ui-Thong", kata Ngo tok giok li kemudian.

Kiau Hui nio termenung beberapa saat lamanya kemudian menjawab: "Mungkin aku membutuhkan waktu selama dua sampai tiga hari lamanya"

"Jelaskan yang betul dua hari atau tiga hari?" paling lama tiga hari jadi, seharusnya dua haripun sudah cukup.

"Baiklah! Aku hanya akan menunggu selama tiga hari, bila dalam tiga hari ini kau gagal untuk menemukan Ui Thong maka kau mesti bertindak lebih berhati-hati lagi"

“Orang-orang Ngo tok bun kalian sudah termasyhur dalam dunia persilatan karena susah dihadapi jika tiada berkepentingan mengapa aku tidak tidur saja dirumah? Buat apa aku sengaja mencari gara-gara dengan Ngo tok bun macam dirimu itu?'

Ngo tok giok li tertawa hambar:

"Nama Ngo tok bun didalam dunia persilatan memang kurang begitu baik, katanya maka dari itu akupun tak ingin memperbaiki nama Ngo tok bun yang sudah terlanjur rusak itu, maka selewatnya tiga hari aku pasti akan melepaskan sejenis racun yang jahat didalam tubuhmu, sejenis racun yang lihay, lihay bukan kepalang"

"Baik, akan kuingat semua perkataanmu!"

"Sekarang, apakah kita boleh segera melakukan perjalanan?" Kiau Hui nio manggut-manggut, ia lantas membalikkan badan dan berjalan menelusuri sebuah lorong kecil yang sepi dan sempit.

Melihat itu, Ngotok giok li segera megerutkan dahinya rapat-rapat, tegurnya: 'Nona Kiau, kau hendak kemana?'

"Nona, agaknya kita toh telah berjanji, dalam tiga hari mendatang ini kau harus mendengarkan perkataanku?"

'Benar, cuma tempat itu adalah sebuah lorong buntu!" "Tak usah kau jelaskan. soal ini aku jauh lebih jelas

daripada dirimu "

“Kalau memang jelas, mengapa kau mengajak kami untuk menelusuri lorong buntu tersebut?"

"Nona, dalam kota Siang-yang dewasa ini penuh tersebar pelbagai jago persilatan yang rata-rata berilmu tinggi, jika nona ingin meninggalkan tempat ini dengan selamat, lebih baik gunakanlah sedikit akal"

'Oooh! Rupanya kau sudah mengadakan persiapan yang rapi?"

Kiau Hui nio cuma berpaling dan memandang sekejap kearahnya, kemudian dengan langkah cepat melanjutkan perjalanannya ke depan.

Ngo tok giok li dan Gin kiok saling berpandangan sekejap, kemudian merekapun mengikuti dibelakang. Kiau Hui nio membawa kedua orang itu menuju kedalam sebuah gedung yang sangat besar.

Tak lama kemudian, dari dalam gedung itu muncul dua buah tandu kecil.

Cu Siau-hong yang bersembunyi dibalik kegelapan dapat menyaksikan semua kejadian itu dengan jelas, diam-diam ia menghela napas panjang, pikirnya: "Benar-benar suatu rencana yang amat sempurna, dua buah tandu tersebut hanya tandu kecil yang amat sederhana, siapapun tak akan menyangka didalamnya justru duduk Ngo tok giok li yant telah menggemparkan seluruh kota Siang yang, aku harus mengabarkan berita ini secepatnya kepada pihak Kay-pang!'

Berpikir sampai disitu. dia lantas membalikkan badan dan lari menuju ke loteng Wang kang lo.

Ia berharap bisa menjumpai seorang anggota Kay-pang dan memberitahukan hal ini kepada tianglonya, sayang disekitar sana tiada dijumpai seorang anggota Kay-pang pun.

Cu Siau horg tak berani lari kembali kedalam gedung tersebut terpaksa dia mengalihkan sasarannya untuk menyusul keluar kola.

Cara kerja si anak muda ini memang benar-benar hebat, ternyata arah yang dipilih tepat sekali, baru sampai di pintu kota, dari kejauhan sana dijumpatnya ada dua buah tandu kecil sedang melakukan perjalanan ke depan.

Sesudah keluar lewat pintu selatan mereka berbelok menuju kearah bukit Liong tiong san.

Tapi kedua buah tandu kecil itu bergerak terus tiada hentinya, dalam waktu singkat belasan li sudah dilewatkan, bukan saja tidak berhenti, malahan gerak langkah mereka kian bertambah cepat.

Ketika Cu Siau-hong mencoba untuk memperhatikan langkah kaki ke empat penandu tersebut, ia baru tahu kalau orang-orang itu pun rupanya jauh hari sudah dipersiapkan lebih dulu.

Cu Siau-hong mengintil terus dari jarak puluhan kaki di belakang    tandu-tandu    itu,    bila    dihitung    waktunya, bagaimanapun jua tak mungkin lagi baginya untuk balik ke kota Siang yang dan memberitahukan hal ini kepada pihak Kay-pang sebelum menyusul kembali ke situ. sebab waktunya jelaa sudah tak sempat lagi.

Sekarang satu-satunya cara yang bisa ditempuh hanyalah melakukan penguntilan sendiri.

Begitu mengambil keputusan untuk menguntit sendiri, Cu Siau-hong mulai merubah wajah sendiri. ia kotori mukanya dengan lumpur, kemudian mencari rumah petani dan berdandan dengan sebuah pakaian petani, sesudah itu dia baru berputar kedalam hutan kecil dan melanjutkan pengejarannya dengan kencang.
*** ***
Note 03 Desember 2020
Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.
|Serial Si Pisau Terbang Siao Li telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial Si Pisau Terbang Siao Li (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Pena Wasiat (Juen Jui Pi) Jilid 14"

Post a Comment

close