Payung Sengkala Jilid 05

Mode Malam
Kiranya orang itu bukan lain adalah si manusia aneh yang mengaku dirinya sebagai sang Hong Tie.

"siapa kau?" seru Lie sauw Cin hambar agaknya ia tidak memandang Lam Kong Pak dihati.

"sin so Cuang Yen sang Hong Tie"

"Hiii. .hiiii. .hiii. " Lie siauw Cin tertawa cabul.

"Jangan dikata 'sin so Cuang Yen sang Hong Tie tidak datang sendiri, kendati saat ini berada diatas panggungpun jangan harap bisa menerima lima puluh jurus seranganku"

"Haaaaaaaaa. . . haaaaaaaa. "

Kini balas Lam Kong Pak yang mendongak tertawa seram, sepasang matanya dengan buas melototi Hwee Liong Na-kha tak berkedip.

"sekalipun mengibul bukan perbuatan dosa yang patut dihukum mati tapi aku berharap kau jangan mengibul keterlaluan"

"Perkataan yang cayhe ucapkan terhadap setiap hadirin yang ada disini tak bakal bernadakan mengibul"

"Termasuk kepada kedua orang wasit ?" "sedikit pun tidak salah "

"Perempuan siluman yang tidak tahu malu kau terlalu sombong " "Hiii. . .hiii. . .hiii. . .kalau sombong sih tidak  bakal salah, hanya harus dilihat apakah sombongmu beralasan atau tidak"

Lam Kong Pak mendengus dingin, kepada Liuw Hauw siang sembari menjura ujarnya "Liuw-heng telah menangkan pertarungan kali ini, silahkan turun kepanggung untuk beristirahat."

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar bukan saja 'Hwe Liong Na Kha' tertawa dingin tiada hentinya, sampai kedua orang wasit serta cioe ci Kang sekali pun jadi melengak dibuatnya.

Karena serangan Liuw Hauw siang dengan sepenuh tenaga tadi walaupun berhasil menggelar mundur pihak lawan sejauh tiga langkah hal ini tak bisa dihitung ia peroleh kemenangan-

Walaupun Liuw Hauw siang tahu dirinya bukan tandingan pihak lawan, tapi sebagai seorang jagoan yang namanya berada diantara deretan empat manusia kaya ia tidak ingin memperoleh bantuan orang dengan begitu saja apalagi membantu dengan cara begini ia merasa tindakan ini kurang jujur. karena ia percaya dirinya tak akan berhasil menangkan pihak lawan,

oleh sebab itu dengan sinar mata penuh rasa terima kasih ia alihkan pandangannya kearah manusia aneh itu sedang badannya tetap berdiri tak bergerak.

"Hmmm cukup mengandalkan sepatah dua patah kata ucapanmu sudah bisa dihitung dia yang peroleh kemenangan ?" Teriak Hwe Liong Na Kha gusar.

"Heeeee. . .heee. . .heee. . . .kematian sudah ada diambang pintu kau masih tidak menyesal. coba periksa pakaianmu sendiri"Jengek Lam Kong Pak sambil tertawa dingin-

Ucapan tadi membuat suasana diseluruh kalangan jadi sunyi senyap sehingga jatuhnya jarum pun bisa kedengaran

Bukan saja si 'Hwee Liong Na Kha' menjerit kaget setelah menunduk dan menemukan sebuah bekas telapak tangan yang besar diatas pakaiannya, air muka kedua orang wasit serta Cioe Ci Kang sekalipun berubah sangat hebat.

Mereka merasa terkejut bercampur heran dan merasa tidak percaya Liuw Hauw Siang memiliki jurus serangan sedemikian dahsyatnya, rata2 dugaan mereka adalah telapak tangan tadi pasti hasil permainan setan dari si manusia aneh tersebut.

Agaknya si Hwee Liong Na Kha sendiri pun merasa tidak percaya bila diatas pakaiannya bisa tertera sebuah telapak tangan tanpa ia merasakan sedikitpun-

Hwee Liong Na Kha serta Liuw Hauw siang berdiri tertegun diatas panggung, sedang kedua orang wasit serta Cioe Ci Kang berada dalam keadaan kebingungan dan ragu2.

Hal ini membuktikan mereka percaya kesemuanya ini adalah hasil permainan setan dari Lam Kong Pak guna melindungi muka Liuw Hauw siang, tapi didepan para jago lihay sedemikian banyaknya, ternyata tak seorangpun yang melihat secara bagaimana dia turun tangan-

Apalagi sewaktu Lam Kong Pak bergebrak melawan si pencuri sakti tadi ilmu yang digunakan adalah Lian Tiong san Yen dari sin so Cuang Yen ilmu telapak semacam ini sekalipun dilatih enam puluh tahun lagi belum tentu bisa membokong 'Hwee Liong Na Kha' tanpa ia rasakan Ketika Lam Kong Pak melihat Liuw Hauw siang maju mundur serba susah, kembali serunya

"Liuw-heng silahkan kau turun dari panggung untuk beristirahat, siauwte mengucapkan selamat kepada Liuw heng karena berhasil menangkan perebutan urutan nama kali ini."

Walaupun Liuw Hauw Siang sendiri juga seorang pemuda yang bersemangat besar, memandang diri terlalu tinggi, tapi melihat orang lain bukan saja memiliki kepandaian silat yang sangat tinggi bahkan memberi peluang yang baik bagi dirinya untuk turun dari panggung ia segera merangkap tangannya menjurai

" Untuk sementara waktu sia uw-te mohon diri terlebih dulu."

Kemudian dengan sinar mata penuh rasa terima kasih pemuda She Liuw itu turun dari panggung dan kembali kekursinya.

Pada saat itulah bagaikan baru tersadar dari impian "Hwee liong Na Kha" membentak keras "sebetulnya siapakah kau?"

"Sin so cuang Yen, Sang Hong Tie."

"Aku lihat sebelum melihat peti mati kau tak suka lelehkan air mata, sekali pun couw su dari Sang Hong Tie tak bakalan mempunyai ilmu silat selihay ini"

"Hmmm cayhe merasa tiada berkepentingan untuk memberi penjelasan kepadamu"

Maksud Hwee Liong Na Kha munculkan diri dalam pertemuan kali ini adalah ingin menunjukkan kelihaiannya dihadapan umum sekalian angkat nama diri sendiri. Siapa nyana pos benteng Hwie Him Poo belun berhasil ditembusi. urusan besar sudah muncul didepan mata, saking khekinya ia sampai mencak2. "Ingin coba ilmu cengkeraman naga berapiku haaa?" teriaknya.

"Aku lihat lebih baik tidak usah cayhe sudah merasa cukup merebut kedudukan sebagai pemimpin tiga minusia miskini apalagi pertarungan kita pun belum tentu menghasilkan kedudukan yang lebih tinggi"

"Bila kau menyetujui, cayhe bisa usulkan kepada kedua orang wasit agar menambah suatu kedudukan lagi diatas empat manusia kaya sehinggi empat manusia kaya jadi lima manusia kaya"

Begitu selesai berbicara tidak perduli pihak lawan setuju atau tidak. teriaknya kepada kedua orang wasit,

"Cayhe punya satu usul. harap kalian sebagai wasit suka menambahi satu kursi lagi diantara empat manusia kaya, siapa menang dia berhak merebut kedudukan lima manusia kaya yang namanya sedikit dibawah Cioe Ci Kang"

Bagi Liuw Hauw siang, tiada ucapan lagi baginya untuk diutarakan. karena ia tahu barusan saja dengan nyaris ia berhasil melindungi kedudukan serta nama besar sendiri.

Lain halnya dengan Cioe Ci Kang serta kedua orang wasit. mereka merasa serba salah. Usul ini rada bersifat mengacau, apalagi anak buah dari majikan pemilik pegadaian Bu-lim rata2 merupakan iblis2 golongan sesat.

siapa pun diantara jago golongan putih tak ada yang menyetujui bila diantara nama empat manusia kaya ditambahi pula dengan Hwee Liong Na Kha.

Tetapi kenyataannya bukan demikian, jikalau Hwee Liong Na Kha menderita kalah. maka urutan nama akan menjadi kacau balau. sebab Lam Kong Pak sudah mewakili 'sin so Cuang Yen' sang Hong Tie sebagai pemimpin tiga manusia miskin.

Menurut peraturan jikalau sang Hong Tie ingin mengangkat nama sejajar dengan Cioe Ci Kang. Ia harus berusaha mengalahkan dulu Liuw Hauw siang, Liuw Hwie Yen serta Hiat so Cay sin.

Disebabkan urusan ini mempengaruhi situasi maka kedua orarg wasit itu segera menoleh learah Cioe Ci Kang.

"Bagaimana menurut pendapat Cioe sicu?"

Cioe Ci Kang mulai berpikir keras, dia adalah seorang manusia yang berotak tajam. walaupun menghadapi situasi yang mendesak tapi pikirannya tidak sampai kacau.

Ia merasa ada baiknya biar mereka berdua coba2 beradu kepandaian, karena menurut kepandaian yang dimiliki sang Hong Tie palsu ini. Kendati ia berhasil menangkan Hwee liong Na Kha, belum tentu bisa menangkan Tujuh orang banci dari 'Im Yang Pat Khie' lainnya apalagi dibelakang mereka2 itu masih ada majikan pemilik pegadaian Bu-lim.

Asalkan pihak lawan sudah mengikat tali permusuhan dengan majikan pemilik pegadaian maka dirinya tinggal duduk diatas gunung melihat harimau berkelahi.

Apalagi jikalau ia tidak setuju, pihak lawan tentu akan mengundurkan diri dan kemungkinar besar Hwee liong Na Kha akan menantang dirinya untuk bergebrak.

sekalipun ia tidak jeri terhadap dirinya, tapi rasanya belum mempunyai kekuatan untuk menaklukan 'Im Yang Pat Khie'. terutama sekali dibawah majikan pemilik pegadaian Bu-lim kecuali 'Im Yang Pat Khie' masih terdapat banyak sekali jago2 lihay. setelah berpikir keras, akhirnya Cioe ci Kang berteriak lantang: "cayhe menurut saja semua keputusan wasit "

Kedua orang wasit saling bertukar pandang, sipendeta Liong Ceng lantas mengetuk tiga kali Bok Hi nya.

"Keputusan para wasit, barang siapa yang berhasil menangkan pertarungan ini maka ia akan memperoleh kedudukan sejajar dengan Liuw Hauw siang sicu"

Agaknya Lam Kong pak sudah tak dapat menahan sabar lagi, serunya dengan nada berat.

'Hwee Liong Na Kha' tertawa dingin. dalam sekejap mata ia sudah melancarkan tujuh belas buah cengkeraman memaksa Lam Kong Pak terdesak mundur tiga langkah kebelakang.

Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang yang ada dibawah panggung ber-sama2 memperdengarkan suara jeritan kaget.

Lam Kong Pak yang sudah punya rencana masak dalam dadanya, untuk sementara rela lawan mendesak dirinya terus menerus tanpa berani mengeluarkan ilmu Thian suc so kepandaian perguruannya. Karena ia tahu jika ilmu tersebut dikeluarkan maka sipencuri sakti sekalian yang ada ditengah kalangan pasti akan mengetahui asal usulnya yang benar.

sudah tentu ia pun tidak rela mengeluarkan ilmu payung maut Mo san sam sih, ilmu tersebut hendak ia keluarkan bila kedudukannya terdesak dan sekali hantam merebut kemenangan.

SELAMA ini Lam Kong Pak salurkan hawa lweekangnya mempertajam pertahanan sendiri, oleh karena itu kendati ia terdesak dibawah angin 'Hwee Liong Na Kha' tidak berhasil juga mengeluarkan ilmu cengkeraman naga berapinya untuk menghancurkan pihak lawan. Puluhan jurus sudah berlalu, kedua orarg itu maju mundur saling mempertahankan diri asalkan Lam Kong Pak kena didesak mundur tiga langkah kebelakang ia berusaha keras untuk maju merebut kembali posisinya yang kena direbut pihak lawan,

Dengan demikian para hadirin yang ada di bawah panggung mulai merasa ragu2 benarkah bekas telapak tangin yang tertera diatas celana Hwee Liong Na Kha tadi adalah hasil karya Lam Kong Pak?

Ratusan jurus telah berlalu, tiba2 Hwee Liong Na Kha tertawa dingini "Heee. . .heee. . .heere. . .kiranya kau cuma punya kepandaian terbatas sampai disitu, lihat serangan. ."

Diiringi suara bentakan keras, bukannya maju sebaliknya ia malah mundur kebelakang.

Dalam sekejap mata sepasang tangannya telah berubah merah membara, hawa panas menjulang luar biasa, perlahan ia mendesak lebih kedepan.

sekali lagi suasana penuh diliputi ketegangan, hampir2 suara detakan jantung serta deru napas dapat kedengaran sangatjelas.

saking tegangnya Cioe Cien Cien serta Pek lie siang hampir bersamaan waktunya bangkit berdiri, kemudian duduk lagi. tapi sebentar berdiri lagi

saat ini tak seorang pun yang memperhatikan gerak gerik mereka. karena be-ratus2 pasang mata ber-sama2 dialihkan keatas panggung dan melototi kedua orang yang siap bergebrak dengan tak berkedip.

Akhirnya cioe cie Kang serta Pek lie Gong berhasil menarik puterinya masing2. sebetulnya Lam Kong Pak bermaksud menangkan pihak lawannya bila ia terdesak hebat tapi melihat pihak lawan sudah mengeluarkan ilmu cengkeraman naga berapinya. ia tidak berani berlaku gegabah. ia takut dirinya kena dilukai lawan sehingga bukan saja asal usulnya konangan bahkan mempengaruhi pula rencananya untuk membalas dendam.

Dalam sekejap mata itulah mendadak Lam Kong Pak mendapat ide yang bagus tubuhnya berputar dengan muka menghadap belakang panggung sedang punggung dihadapkan keluar, tenaga murni disalurkan mengelilingi sepasang mata,

'Hwee Liong Na Kha' baru saja mengerahkan ilmu cengkeraman 'Hwee Liong cau'nya.

jelas melihat sepasang mata Lam Kong Pak memancarkan cahaya ke-hijau2an, tak kuasa rada melengak dibuatnya.

Lam Kong Pak segera meloncat lima depa ketengah udara tangan kanannya bergaya mencekal sesuatu benda disapukan keatas kepala 'Hwee Liong Na Kha'

si Na Kha naga berapi belum habis rasa kejutnya melihat jurus yang demikian anehnya kelima ujung jarinya tahu2 mengeluarkan lima gulung asap hijau yang tipis makin tebal dan akhirnya terciptalah sebuah bentuk payung menghajar batok kepala lawan.

'Hwee Liong Na Kha' mulai merasa hatinya bergidik, ia tahu saat ini dirinya telah berjumpa dengan musuh yang paling tangguh hanya sepasang mata pihak lawan yang memancarkan cahaya kehijauan serta jurus serangan yang aneh itu berasal dari perguruan mana? ia tidak kenal, dan untuk mengundurkan diri sudah tidak sempat lagi, simanusia siluman ini pada dasarnya berwatak serakah dan ingin minta menang sendiri, walaupun dalam haii sudah timbul perasaan jeri tapi ia tidak mau takluk begitu saja, diam2 seluruh tenaga murninya disalurkan kedalam sepasang jarinya, dengan gerakan tidak berubah menerima datangnya serangan lawan.

Air muka Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang berubah sangat hebat, mereka merasakan jantungnya berdebar keras.

Tiba2 suara jeritan ngeri bergema memenuhi angkasa diikuti suara nyaring mengiringinya .

"Pleetak. pleeetak. . . ." kesepuluh jari tangan 'Hwee Liong Na Kha' putus semuanya, dengan mencekal sepasang lengannya ia meloncat mundur satu tombak kebelakang.

Sedangkan Lam Kong Pak sendiri pun pura2 sempoyongan dan mundur lima, enam langkah lebar. Tubuh 'Hwee Liong Na Kha' bergoyang tiada hentinya, dari kesepuluh jarinya yang terputus semua cairan putih mengalir keluar tiada hentinya.

suasana diliputi kesunyian, hanya be-ratus2 pasang mata memandang terbelalak ketengah kalangan diiringi debaran jantung yang keras.

Lama sekali, Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang baru menghembuskan napas lega, diikuti suara tepuk tangan yang gegap gempita memecahkan kesunyian yang mencekam.

Kekalahan yang diderita siluman banci itu amat mengenaskan jelas para hadirin merasa girang dan puas berhubung siluman itu kena dikasih pelajaran.

"Tok. Tok. Tok" suara ketukan Bok Hi menenangkan suasana, sipendeta Liong ceng berseru nyaring: " Kepandaian sang sicu jauh lebih tinggi setingkat, kau telah melewati dua tingkat dan kedudukannya sejajar dengan Liuw Hauw siang. "

Belum habis sipendeta liong ceng berbicara, Hiat so Cay sin Go sing yang merupakan urutan terbuncit diantara empat manusia kaya sudah tak dapat mengendalikan hawa amarahnya lagi, ia membentak keras.

"Kalian berdua mengambil keputusan demikian, apakah sudah memperoleh persetujuan dari diriku?"

"sewaktu kami sebagai wasit mengajukan pendapat saudara sekalian tadi Go sicu tidak memperdengarkan maksud menolak. jika lau sicu tidak puas. silahkan naik keatas panggung untuk membuktikan kepandaianmu sekalian menentukan kedudukanmu" seru Hauw To lantang.

Walaupun ucapan dari Hauw-to ini disampaikan tanpa emosi, tapi dalam pendengaran Hiat so Cay sin Go sing sangat tidak sedap.

Karena ia sendiri pun merasakan kekuatan sendiri kepandaiannya jika dibandingkan 'Tok so Tiauw sian' Tiuw Hwie Yen saja masih kalah setengah tingkat sedang Tiuw Hwee Yen bukan tandingan 'Hwee Liong Na Kha' dan sinaga berapi ini pun dikalahkan manusia aneh tersebut. jelas tertera ia bukan tandinannya.

Lam Kong Pak sangat membenci Hiat so Cay sin karena sewaktu berada dikawah gunung berapi tempo dulu ia pernah merebut peti sang Loocianpwee bahkan menghajar dirinya jatuh kejurang.

Walaupun akhirnya dari bencana ia mendapat  rejeki, tapi dengan kejadian itu jejak sang LooCienpwee jadi lenyap tak berbekas. sudah tentu ia tidak ingin melepaskan kesempatan yang sangat baik ini teriaknya kepada si Hiat so Cay sin dengan suara berat.

Pikiran Hiat so Cay sin mulai berputar, pikirnya "Bila kutinjau dari gerakan aneh yang diperlihatkan orang ini bahkan berhasil menghajar putus kesepuluh jari tangan Hwee Liong Na Kha, jelas ia memiliki kepandaian silat yang sangat luar biasa. bila aku naik keatas panggung dalam sepuluh bagian ada delapan sembilan bagian tentu kalah. semisalnya menang pun belum tentu Kakak beradik she Liuw itu suka takluk begitu saja. dan aku pun bukan tandingan mereka. "

setelah mempertimbangkan enteng beratnya dengan wajah berkerut perlihatkan senyuman paksa ujarnya "Aku orang she Go paling suka berdamai saja dan tidak ingin terlalu kukuh dengan pendapat sendiri, jikalau kedua orang wasit sudah memutuskan demikian, aku orang she-Go lebih baik mengaku saja"

Perduli Hiat so Cay sin berusaha menghaluskan ucapannya. tapi ia sudah terkenal sebagai seorang manusia yang paling rendah dan tidak tahu malu. jelas ia takut naik ke atas panggung maka mengutarakan alasan tersebut.

Cioe Ci Kang yang mendengar perkataan itu tertawa dingin tiada hentinya, ia melirik sekejap kearahnya dengan pandangan menghina.

Hiat so Cay sin pura2 tidak melihat, ia sengaja perlihatkan sikap masa bodoh.

Ketika itulah Lam Kong Pak baru memperoleh kesempatan untuk memperhatikan lebih cermat lagi bentuk raut muka dari Hiat so Cay sin, Go sing ing, Wajahnya penuh ditumbuhi daging gumpalan yang tidak rata tubuhnya gembrot bagaikan gentong air. bajunya terbuat dari sutera dan kini ia duduk dikursinya bagaikan seekor ular yang melingkar.

Menggunakan kesempatan baik tadi, diam2 Hwee Liong Na Kha sudah ngeloyor pergi dan lenyap dibalik kerumunan orang banyak.

setelah tujuan Lam Kong Pak tercapai ia pun tidak ingin menimbulkan banyak urusan lagi dengan cepat badannya bergerak siap meloncat turun dari atas panggung.

Mendadak suara suitan tajam berkumandang datang disusul munculnya sesosok bayangan hitam dengan gerakan setengah busur melayang turun keatas panggung. suara tabuhan Bok Hi bergema tiga kali, " Harap sicu melaporkan nama" seru Liong ceng lantang.

orang yang baru saja melayang datang memakai jubah warna merah darah dengan gaun merah berapi. wajahnya menarik dengan pinggang yang ramping, hanya sepasang kakinya sangat besar, keadaannya jauh berbeda dengan sepasang kaki 'Hwee Liong Na Kha' yang kecil mungil.

Dara berbaju merah itu memandang sejenak wajah Lam Kong Pak. lalu kepada kepada dua orang wasit katanya "siauwli adalah Jin Tay Hong atau gaun pembawa angin Tak Liuw Hang, yang terhitung nomor dua dalam 'Im Yang Pat Khie' anak buah Majikan pemilik pegadaian Bu-lim."

Ucapan tadi langsung membuat suasana jadi gempar, gelar tersebut sangat menyolok sekali, cukup ditinjau dari gaunnya yang berkibar tertiup angin dan panjang hingga mencapai atas tanah pasti dibalik gaun tersembunyi suatu permainan. "sang sicu sudah berhasil meloncat kedalam urutan empat manusia kaya, kau harus menerima dua kali ujian lagi dan sekarang silahkan mulai. . . ." Teriak Hauw to lantang.

"Gaun pembawa angin" sak Liuw Hiang dengan langkah yang genit dan lemah lembut bagaikan ranting pohon Yang liuw bergerak mendekati Lam Kong Pak. ujarnya sambil tertawa.

"Cukup ditinjau dari sepasang matamu yang menarik hati, mungkin wajahmu pun tidak jelek. bila kau rela takluk dibawah gaun nonamu. maka nonamu rela mengundurkan diri . ."

Dalam jarak tiga langkah. dari badannya Lam Kong Pak mulai dapat mencium bau harum yang sangat tebal tersiar keluar.

Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang yang melihat Lam Kong Pak sama sekali tidak tergerak hatinya, tapi kegirangan setengah mati mereka ber-sama2 mendengus dingin.

Cioe Ci Kang yang dengar suara dengusan segera berpaling, melihat sikap puterinya Cioe Cien Cien ia gelengkan kepala berulang kali. Pek Lie Gong pun melirik sekejap kearah puterinya,

"siangjie" tegurnya. " Kenapa ini hari kau begitu aneh? biasanya kau pendiam tidak suka menyampuri urusan  orang lain, kenapa sekarang suka mencampuri urusan orang. sikapmu jauh bertentangan dengan hari-har biasa"

Dengan wajah jengah Pek Lie siang menunduk, bibirnya bergerak mau bicara tadi dibatalkan. sepasang bibirnya berubah memerah. si Gaun pembawa angini sak Liuw Hong maju tiga langkah kemuka, katanya dengan rada genit,

"Kau jangan menganggap nonamu seperti Pat moay. cuma berguna setengah bulan saja lalu setengah bulan selanjutnya membutuhkan perempuan. nonamu benar2 asli seorang perempuan cantik"

( halaman robek )

Rasa ingin menang timbul dalam hati Lam Kong Pak. tanpa mengeluarkan suara lagi badannya bergerak kemuka dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi telapak tangannya laksana sambaran kilat mengirim tiga buah serangan dahsyat.

siapa nyana sigaun pembawa angin cuma berseliweran dan tahu2 sudah lolos lagi dari ancaman bahaya. suara cekikikan bergema tiada hentinya.

secara diam2 Lam Kong Pak dapat menangkap sifat polos dan berperikemanusiaan dari perempuan ini masih belum lenyap. ia tidak mengerti apakah diantara Im Yang Pat Khie, kecuali si Hwee Liong Na Kha. yang lain seperti juga dara berbaju merah ini, lagak lagunya rada lurus?

"Ayoh maju apakah kau sayang untuk menghantam diriku?" goda si gaun pembawa angin sembari tertawa.

sepasang mata Cioe Cien Cien merah ber-api2, pada saat ini terhadap Lam Kong Pak pun ia membenci, ia merasa Lam Kong Pak kurang kuat imannya sehingga terjirat oleh godaan perempuan tersebut. Padahal pemuda itu hanya tertegun karena merasa urusan diluar dugaan saja, mana mungkin ia tertarik oleh perempuan macam begini?

sebagai seorang pemuda, rasa ingin menang masih menggelora dalam hatinya. ia mulai merasa tidak puas dan tenaga lweekang dari ilmu payung maut 'Mo san sam sih' disalurkan keluar mengelilingi seluruh badan.

Tubuhnya laksana sambaran kilat meluncur ke depan, dalam sekejap mata sembilan buah serangan sudah digunakan keluar.

Tiga kali tiga sembilan. inilah jurus yang terdahsyat dari ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen' ditambah pula ia gunakan ilmu lweekang tingkat tinggi, kedahsyatannya lebih hebat lagi.

"oooouw. . . .hatimu benar2 kejam. . . ." jerit si gaun pembawa angin dengan alis berkerut.

Belum habis ia menjerit. mendadak gerakan tubuh Lam Kong pak berubah sangat aneh susah diraba.

Agaknya budak ini telah jatuh cinta kepada pemuda she Lam Kong ini, dalam dua tiga kali kelebatan ia berhasil meloloskan diri dari desakan, lalu sembari mendesis lirih ia jatuhkan diri kedalam pelukan pemuda itu.

Lam Kong Pak tidak mengerti maksud hatinya, sudah tentu tidak biarkan dara berbaju merah itu menjatuhkan diri kedalam pelukannya, buru2 badannya mundur kebelakang diiringi tiga buah babatan dahsyat meluncur kemuka.

siapa nyana gadis itu sama sekali tidak ambil persiapan oleh datangnya serangan ia tak sempat menghindarkan diri lagi.

"Braaaak " pundaknya kena terhajar satu kali sehingga tubuhnya mundur lima langkah kebelakang dengan sempoyongan.

serangan yang dilancarkan Lam Kong Pak barusan telah menggunakan empat lima bagian tenaga murninya, tapi perempuan tersebut sudah punya perhitungan sendiri dalam hati. ia tahu pemuda macam Lam Kong Pak adalah manusia berperasaan halus.

sembari mencekal pundak sendiri dan menjerit kesakitan tubuhnya gemetar keras. Melihat luka yang diderita amat parah, lama kelamaan Lam Kong Pak tidak tega, ia maju dua langkah kedepan tapi berhenti kembali, hatinya merasa cemas bercampur ragu2.

si Gaun pembawa angin melirik sekejap kearah pemuda itu, mendadak jeritan kesakitannya semakin keras. seluruh tubuh gemetar keras dan limbung seperti mau jatuh ketanah.

Melihat gadis itu mau rubuh, buru2 Lam Kong Pak maju tiga langkah kedepan dan didalam sekali sambar mencengkeram pundaknya. "Parahkah luka yang kau derita?"

Ucapan tersebut bagaikan minum teguran air yang pertama setelah menderita kehausan selama tiga hari. perasaan sak Liuw Hong bagaikan syuuuur. susah

dilukiskan lagi.

Diantata kedelapan manusia banci 'Im Yang Pat Khie', dia adalah satu2nya gadis yang murni, asli dan orisinil. watak pun jauh lebih luas daripada yang lain.

setiap hari bergaul dengan lelaki bukan lelaki perempuan bukan perempuan, tingkah lakunya tengik dan banci2 pula semuanya, lama kelamaan ia mulai tidak tahan.

Kini setelah melihat Lam Kong Pak, tiba2 timbul bibit2 cinta dari dasar hatinya kendati ia belum pernah melihat bagaimanakah wajah Lam Kong Pak yang sebetulnya.

Padahal melihat wajahnya terlebih dulu atau tidak baginya sama saja, sikap kuatir yang ditunjukkan cioe Cien Cien serta Pek Lie siang sudah diketahuinya sejak tadi. Cukup andalan hal ini saja ia bisa menduga raut muka Lam Kong Pak pasti tidak jelek.

Dengan wajah penuh air mata sak Liuw Hong mengangguk berulang kali, sikapnya yang mengenaskan dan minta dikasihani itu lama kelamaan membuat Lam Kong pak merasa tidak tega.

"Nih disini aku punya obat"

selagi ia merogoh dalam sakunya untuk mengambil keluar obat luka, mendadak sinar matanya menyapu sekejap ke bawah panggung ia temukan sepasang mata Cioe Cien cien serta pek Lie siang dengan memancarkan cahaya yang menggidikkan sedang dialihkan kearahnya, seluruh tubuh mereka gemetar sangat keras. Melihat pemuda itu mau keluarkan obat luka, sak Liuw Hong merasa kegirangan setengah mati. "Aaaaah. . .nggak aaah. aku nggak mau. "

Sembari berseru manja, ia jatuhkan diri kedalam pelukan Lam Kong pak sipemuda tersebut.

Ketika sinar mata Lam Kong Pak berbentrok dengan empat mata kedua orang gadis tadi, mendadak teringat olehnya akan sumpah setianya dengan cioe Cien cien, pesan coe Lie Yap yang menyerahkan dirinya kepada dia beserta asal usul Pek Lie siang yang amat mengenaskan, rasa was2 langsung menyelimuti hatinya.

"oooouw. Lam Kong Pak Lam Kong Pak kau benar2

ahli dalam bercinta. . . ." Tak terasa makinya kepada diri sendiri

"Braaaak. . . ." Tubuh sak Liuw Hong kena terpukul pental sejauh satu tombak lebih dan menggeletak diatas papan panggung. Kali ini gadis tersebut benar2 menderita luka, hanya saja lukanya tidak begitu berat karena Lam Kong Pak tetap  tidak tega untuk turun tangan berat, serangannya tadi bersarang pada pundak kirinya.

Cioe Cien cien serta Pek Lie siang yang ada dibawah panggung pun berlega hati pikir mereka hampir berbareng.

"Aaaaah. . . .engkoh Pak betul setia dan bukan seorang romantis yang suka main perempuan di-mana2"

Waktu itu si gaun pembawa angin per-lahan2 merangkak bangun, dengan ilmu menyampaikan suara serunya "siauw moay pasti akan kawin dengan dirimu, bila lain kali kau menghadapi diriku dengan cara yang demikian dingin dan demikian hambarnya, aku akan mengadu jiwa dengan dirimu"

Habis berkata ia meloncat bangun kemudian menyelinap kebelakang panggung dan lenyap ditengah lautan manusia.

Lam  Kong  Pak  rada  melengak.  pikirnya  "Aduuuh.  . .

.mendapat satu persoalan lagi yang memusingkan kepala. . .

."

Mendadak pemuda she Lam Kong ini menemukan Cioe cien cien bangun berdiri dan membisikkan sesuatu disamping telinga Cioe Ci Kang. pada mulanya si Cungcu dari perkampungan Toa Loo san cung ini tidak setuju tapi akhirnya mengangguk juga dengan mulut membungkam.

Melihat gelagat tidak menguntungkan. Lam Kong pak mulai berpikir keras: "Kemungkinan besar ia akan meloncat naik kepanggung, jika jejakku sampai konangan gerakanku selanjutnya akan tidak leluasa lagi"

Tanpa berpikir panjang lagi, dengan pura2 berlagak pilon ia melayang turun dari atas panggung dan kembali kekursinya. se-konyong2. .... Dari antara lautan manusia berjalan keluar seorang siucay tua berjubah lebar warna biru dengan celana putih, angkin warna hijau. langkahnya gesit dan sebat bagaikan awan yang melayang diangkasa, dalam sekali enjotan tubuhnya sudah mencelat ketengah udara dan meluncur keatas panggung.

suara jeritan tertahan bergema memenuhi angkasa, saking terharunya Lam Kong pak sendiri pun hampir2 mengucurkan air mata dan berteriak memanggil.

"Aaaah bukankah dia adalah siauw Yauw sianseng Loe Ih Beng?. " teriak Cioe Ci Kang dengan nada terkejut.

Begitu ucapan tersebut meluncur keluar, sekali lagi tubuh Lam Kong Pak tergetar keras. 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih Beng adalah gurunya. sejak kecil ia masuk kegunung dan hidup berdampingan dengan suhunya, hubungan mereka akrab melebihi keakraban hubungan ayah beranak.

Tapi akhirnya suhu yang tercinta kena dicelakai orang. bahkan 'sin so Cuang Yen' sang Hong Tie melihatnya dengan mata kepala sendiri mayat orang tua itu dan rasanya peristiwa ini sudah diketahui hampir oleh semua jago yang ada dalam Bu-lim.

Tapi kini secara mendadak 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih Beng muncul dalam pertemuan dalam keadaan hidup, bahkan nada suaranya seperti tempo dulu tak berubah. tenaga lweekang serta kepandaian silatnya pun agaknya memperoleh kemajuan amat pesat,

sia uw Yauw sianseng yang ada diatas  panggung menjura keempat penjuru, kemudian sahutnya lantang: "cayhe Loe Ih Beng sebenarnya tidak termasuk didalam urutan delapan jagoan paling Top dari dunia persilatan. Tiga manusia miskin, empat manusia kaya dan seorang majikan pemilik pegadaian Bu-lim, kedatanganku malam ini disini tiada bermaksud adu kepandaian dan mencari kemenangan untuk cantumkan namaku dalam urutan delapan jago top Bu-lim. hanya saja, telah lama aku kagumi kepandaian Cioe Thai-hiap. menggunakan kesempatan ini ingin sekali aku minta beberapa petunjuk darinya"

Bicara sampai disitu ia lantas menoleh kearah kedua orang wasit, sambungnya lancango "Cayhe menyadari tindakanku ini tidak sesuai dengan peraturan pertemuan ini. maka dari itu secara khusus ingin minta petunjuk dari kalian berdua sebagai wasit. bilamana kalian merasa tidak sesuai maka Cayhe segera akan tarik kembali perkataanku tadi dan mengundurkan diri dari sini"

SUDAH lama kedua orang wanita itu mendengar akan kejujuran serta ketulusan segala tindak tanduk 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih Beng, ia tidak gemar cari nama tapi kepandaian silatnya jauh diatas tiga manusia miskin, nama kependekarannya sudah menggetarkan seluruh Bu lim.

Kedua orang itu saling bertukar pandang sekejap lalu ber-sama2 mengangguk.

Kepada diri Cioe Cie Kang, tertarik sipendeta Liong  ceng lantang. "Persoalan ini tiada mengganggu peraturan pertemuan karena dalam pasal 12 pertemuan ini tiada hal yang mencantumkan persoalan tersebut. sudah tentu saja tindakan ini boleh dilakukan asalkan Cioe sicu suka menerima tantanganmu itu"

Diam2 Cioe Ci Kang menggerutu, ia sama sekali tidak menyangka didalam pertemuan yang diadakan pada malam ini bisa muncul berhagai persoalan yang ada diluar dugaan munculnya begitu banyak jago lihay membuat hatinya tidak tenteram.

Dengan watak dari siauw Yauw sianseng agaknya tidak mungkin ia suka menempuh bahaya sebesar ini dengan menantang dirinya untuk diajak bergebrak. apalagi rata2 orang Bu-lim pada mengetahui dirinya sudah mati terbunuh.

Dengan hati penuh rasa curiga tegur Cioe Ci Kang dengan nada berat, "Bukankah saudara sudah kena dicelakai orang?" siauw Yauw sianseng tersenyum.

"Berita dalam Bu lim tak boleh dipercaya seratus persen, ada kalanya mengejar angin menubruk bayangan. bicara seenaknya saja tanpa perhitungan. ada kalanya pula berita kosong yang jadi kenyataan. Eeeei. . . Cioe thay-hiap. buat apa kau menaruh banyak curiga terhadap diriku?"

Dengan pandangan mata yang tajam Lam Kong Pak perhatikan terus setiap gerak gerik siauw Yauw sianseng, tetapi akhirnya ia merasa kecewa.

Kecuali orang ini mempunyai perawakan yang jauh lebih tinggi dari perawakan suhunya tak terjumpai pula hal2 lain yang menunjukkan orang itu sedang menyaru sebagai gurunya.

Cioe Ci Kang putar otak mencari jalan keluar, alisnya berkerut, jelas dengan mengandalkan kepandaian yang dimilikinya saat ini ia tak mengambil perhatian barang sebelah mata pun kepada siauw Yauw sianseng ini.

"Untuk menjaga nama baik kita semua, cayhe terima tantangan dari Loe-Thayhiap"

"Tok. Tok, Toks tiga kali suara ketukan Bok Hi bergema memenuhi angkasa, kedua orang jagoan tersebut berdiri saling berhadapan-

Walaupun ketika itu angin malam bertiup kencang, tapi ujung baju mereka berdua sama sekali tidak bergoyang, SELURUH suasana dalam kalangan beku bagaikan es. tapi be-ratus2 buah jantung berdebar dan mendidih bagaikan minyak didalam kuali. "Loe Thayhiap silahkan mulai turun tangan"

"cioe Thayhiap silahkan turun tangan terlebih dulu" sebenarnya    watak    Ciae    Li    Kang    adalah    terlalu

mementingkan diri sendiri dengan kejadian tersebut ia tidak

sabaran lagi.

"Aku orang she Cioe akan tetap berdiri di sini menantikan terlebih dulu sebuah serangan dari Loe Thayhiap" teriaknya dingin.

" Wasit berdua harap mulai ambil perhatian. " Teriak

siauw sianseng kemudian sembari menjura kearah kedua orang wasit tersebut.

"sreeeet sreeeet " diiringi suara desiran tajam, Loe Ih Beng gerakkan lengannya kebelakang, dengan menggunakan jurus yang paling biasa Tuo Bauw Lang wie atau Lepas Jubah Mengalah Tempat ia melepaskan jubah warna birunya.

Kiranya suara desiran tadi berasal dari sambaran hawa murni yang secara otomatis melepaskan kancing.

selembar jubah warna biru bagaikan bersukma begitu lepas dari tangan segera melayang ditengah udara laksana segumpal awan hitam dan tepat berhenti tak bergerak diatas batok kepaia cioe ci Kang.

"Aaaaah. . . Wu Im Kua " ( Wu Im Kua =Jubah awan hitam ).

Kebanyakan jago2 Bu-lim pada mengetahui jurus yang paling lihay dari 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih Beng adalah 'Wu Im Kua' atau jubah awan hitam. Walaupun begitu orang yang benar2 pernah melihat ilmu ini amat jarang sekali termasuk Lam Kong Pak sendiri pun belum pernah melihat.

Walaupun seluruh tubuh Cioe Ci Kang rada tergetar keras. tapi ia masih belum pandang sebelah mata pun terhadap ilmu tersebut. baru saja badannya bergerak siap meloloskan diri dari kurungan jubah biru itu. tiba2 jubah tadi mulai bergerak kebawah dengan menimbulkan suara bentrokan besi yang menggetarkan hati.

selembar jubah yang berat bagaikan baja dengan membawa serta hawa tekanan laksana ambruknya gunung thay-san dan tumpahnya air samudera bergebrak keatas kepala sang cungcu.

Dengan hati berdebar sekuat tenaga Cioe Ci Kang berkelebat kesamping, baru saja tubuhnya berhasil lolos dari lingkungan jubah tersebut, siapa sangka entah dengan dengan gunakan cara apa Loe Ih Beng sudah menerjang kehadapan tubuhnya.

saat inilah Cioe Ci Kang baru sadar ia sudah terlalu pandang rendah kepandaian pihak lawan, rasa kejut yang dialaminya sungguh bukan kepalang. dengan kumpulkan semua tenaga yang dimilikinya ketangan sebuluh gunung hawa hitam bagaikan kilat meluncur kearah jubah awan hitam itu langsung mengancam wajah Loe Ih Beng.

Dalam sekejap mata Loe Ih Beng menyingkir selangkah kesamping Jubah awan hitam itu sendiri pun kembali menyambar batok kepalanya.

Baru saja Cioe Ci Kang siap menyingkir tiba2 dengan jurus 'Noe To Thian suc' atau Murka Lempar senjata Langit dengan sekuat tenaga Loe Ih Beng membabat muka. Inilah jurus paling terakhir dari ilmu andalan siauw Yauw sianseng yang amat tersohor Thian suc so.

Belum hilang rasa pandang enteng musuh, Cioe Ci Kang merasakan adanya segulung angin pusing yang menembusi ilmu Boe Khek Hek Hong ciunya langsung menekan dada sendiri

Dalam detik2 yang amat kritis itulah, jubah awan hitam yang sedang menukik kebawah dengan kecepatan bagaikan kilat mendadak menceng kesamping lalu membabat kebawah dengan diiringi desiran angin tajam.

Cioe ci Kang pecah nyali, dengan menggunakan segenap kekuatan yang ada, ia meloncat satu tombak lebih kebelakang dengan jurUs 'Lek Hua Hong Kouw atau Pelangi Tajam menggorat selokan.

"craaaat. . . ." dengan menimbulkan suara keras, jubah awan hitam tersebut bagaikan sembilan pisau tajam menghajar papan panggung keras2, sedang jurus 'Noe To Thian suc' yang digunakan Loe Ih Beng tadi memaksa Cioe Ci Kang mundur tiga langkah kebelakang dengan sempoyongan.

Lama sekali jubah awan hitam itu mengeras laksana baja, akhirnya berubah melunak kembali dan menumpuk ditengah panggung.

seluruh hadirin dibikin terpaku ditempat masing2, tidak terdengar pujian tidak terdengar pula jeritan kaget, mereka semua bagaikan berada dalam impian, dalam kenyataan ada fantasi dalam kepalsuan ada kebenaran.

Menanti Cioe Hujien dengan penuh kegusaran bangun berdiri, para hadirin baru ber-teriak2 bertepuk tangan dan memuji dengan suara yang gegap gempita, kurang lebih seperminum teh lamanya suasana belum mereda. Loe Ih Beng menyimpan kembali jubah birunya siap meloncat turun dari panggung atau secara tiba2 melayang datang sesosok bayangan hitam mengiringi suatu bentakan keras. "tunggu sebentar "

Lam Kong Pak dengan sebat telah meloncat naik keatas panggung, Kiranya Lam Kong Pak telah berhasil mengetahui orang ini bukan siauw Yauw sianseng  yang asli.

"Loe-heng selama ini kau berada dimana? siaute benar2 rindu sekali kepadamu." serunya sembari menjura.

"Aaaaai. . . ceritanya amat panjang, susah diselesaikan dalam sepatah dua patah kata. bila ada kesempatan kita berbicara lagi"

"Aaaaai " Lam Kong Pakpun menghela napas panjang. "Loe-heng bisa selamat tanpa menemui cacad apa pun saat siauwte merasa amat berlega hati, tapi entah dimanakah muridmu? mengapa tidak kau bawa serta?. "

Loe Ih Beng agak melengak dibuatnya.

"Murid nakal susah diajari beberapa hari yang lalu ia mengambek dan pergi entah kemana, hingga kini belum balik"

sembari berkata ia memeriksa keadaan terus, agaknya sedang merasa sangat cemas sekali.

setelah Lam Kong Pak tahu dia bukan siauw Yauw sianceng yang orisinil, melihat pula sikapnya yang gelisah. hati pun paham orang itu pasti sedang takut cuaca keburu terang sehingga penyaruannya konangan.

Mendadak terdengar sipencuri sakti bangun berdiri, teriaknya dengan suara seraki "Eeeei orang tua she Loe, sudah lama kita tak berjumpa tidak kusangka hanya tidak bertemu beberapa tahun kepandaian silatmu telah mencapai puncak kelihayan. Aku sipencuri tua punya usul tapi harap kau jangan marah,"

"oooouw, Pek Lie-hong, baik sajakah kau? ada pendapat silahkan utarakan terus terang"

"Usulku sipencuri tua ada baiknya antara kalian berdua pun coba2 ilmu yang kalian miliki, agar pandanganku bisa terbuka."

Ucapan tersebut begitu meluncur keluar suara tepuk tangan yang riuh bergema memenuhi angkasa, karena pertarungan antara mereka berdua betul2 merupakan suatu kejadian yang paling susah ditemui selama ratusan tahun ini.

Justru keinginan Lam Kong Pak pun terletak dalam soal ini ia kepingin tantang orang itu untuk diajak bergebrak agar dirinya bisa mencoba sampai seberapa tingginya kepandaian Thian suc so yang ia pelajari.

Ia tidak ingin membuang kesempatan itu lagi, sambil tersenyum katanya "ooooow. agaknya sipencuri tua pun

masih punya kesenangan untuk itu, cuma omongannya memang cengli. bagaimana kalau kita coba2 kepandaian kita berdua?"

Dengan pandangan tajam Loe Ih Beng melirik sekejap kearah Lam Kong Pak. "Kita berdua adalah kawan karib selama puluhan tahan ini, jikalau sampai salah turun tangan "

"Tidak mengapa beberapa waktu ini siaute pun sudah mempelajari lagi beberapa macam kepandaian kasar, aku percaya masih bisa mempertahankan diri kendati kau sudah gunakan semua tenaga pun" sekalipun Loe Ih Beng ragu dan tidak kenal dengan Lam Kong Pak. tapi bila ia tidak ikut bergebrak jelas susah meninggalkan tempat tersebut. karenanya ia mangggut.

"Jikalau demikian adanya, baiklah siauw te menurut saja"

Kedua orang itu sama2 pusatkan pikiran, suasana ditengah kalanganpun diliputi ketegangan kembali. "sang heng silahkan turun tangan "

"Loe-heng silahkan terlebih dulu."

Jarak mereka berdua terpaut tiga langkah dan terbukalah suatu pintu yang cukup untuk melancarkan serangan kearah musuh.

"Maaf" dengan gunakan delapan bagian tenaga Lam Kong Pak mulai membuka serangan dengan gunakan ilmu telapak "Lian Tiong sam Yen",

Agaknya Loe Ih Beng pun merasa kelihayan dari tenaga pukulan lawan, ia segera mengeluarkan ilmu Thian suc so nya.

sembari bergebrak Lam Kong Pak memperhatikan terus seluruh perawakan orang itu, kecuali pada alis sebelah kirinya kekurangan sebuah tahi lalat hitam, perduli suara mau pun ilmu silatnya benar2 cocok sesuai dengan aslinya bahkan ilmu Thian suc su pun telah mencapai pada puncaknya.

"BluuuukBluuukBluuuuk" kedua orang itu saling beradu tiga kali dan masing2 pihak mundur selangkah kebelakang

Demikianlah, suara bentrokan pun bergema tiada hentinya, semua hadirin yang ada dibawah panggung pada bangun berdiri dan alihkan sinar matanya keatas panggung. Ratusan jurus sudah lewat. kedua orang itu belum juga berhasil menentukan siapa menang. sejak itu merekapun tak ada yang mundur barang setengah langkah pun kebelakang.

Tiga ratus jurus sudah lewat, makin bergebrak kedua orang itu makin bersemangat. ditengah suara bentakan keras Loe Ih Beng mengeluarkan jurus Nee To Thian suc, segulung angin pukulan berpusing menekan datang dengan kecepatan luar biasa.

Lam Kong pak pun mengeluarkan jurus terakhir dari 'Lian Tiong sam Yen',yaitu 'Cuang Yen ciTie'. "Braaak " Ditengah suara bentrokan keras. kedua orang itu pada mundur tiga langkah kebelakang.

"Menurut apa yang cayhe ketahui. saudara bukan 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih Beng" seru Lam Kong Pak berat.

Loe Ih Beng tersenyum.

"sama-sama. . . .sama2. . . .saudara pun bukan 'sin so Cuang Yen' sang Hong Tie"

setelah masing2 pihak membuka kedok rahasia masing2 hawa sakti pun dikumpulkan siap melancarkan serangan selanjutnya.

Mendadak Loe Ih Beng mengulangi kembali kepandaian saktinya, ditengah desingan tajam jubah birunya sekali lagi meluncur ketengah udara bagaikan selapis baja langsung melayang keatas batok kepala Lam Kong Pak

Pemuda she Lam Kong itu sama sekali tidak menyingkir, kelima jari kirinya dipentangkan dan meluncurlah lima rentetan cahaya hijau berbentuk payung menahan datangnya jubah awan hitam itu.

Tangan kanannya dengan berbentuk mencekal semacam benda disodokkan kearah dada lawan, Inilah jurus pertama dari '^Mo san Sam sih' yang bernama Ceng Koei Kay san-atau si Cong Koei membuka payung.

Loe Ih Beng segera ulapkan tangannya mencapai kearah jubah awan hitamnya siapa nyana benda tersebut tak sanggup bergerak sedikitpun, hatinya merasa amat terperanjat.

Dalam hati ia tahu dirinya sudah berjumpa dengan satu2nya musuh paling tangguh sepanjang hidup, dalam keadaan gusar ia perdengarkan suara tertawa seramnya yang membetot hati.

suara tertawanya kali ini bukan saja jauh berbeda dengan suaranya semula. bahkan membawa pula nada ke-bocah2an dan didalam pendengaran cioe Cien cien sangat dikenal sekali.

Dalam sekejap mata itulah Loe Ih Beng membentak keras: "Kau coba lagi jurus seranganku ini."

Ditengah suara bentrokan benda tajam jubah awan hitam itu tetap tak bergerak hanya kraag serta kedua ujung bajunya ber-sama2 meluncur lepas dari tempat semula mengancam tiga buah jalan darah penting diatas tubuh Lam Kong pak.

Rasa kejut yang dialami Lam Kong Pak saat ini susah dilukiskan dengan kata2. karena itulah jurus yang paling maut dari jauh awan hitam gurunya yang digunakan bila berada dalam keadaan bahaya.

Lam Kong Pak sendiri pun hanya pernah melihat  sendiri.

seketika itu juga, hawa khie-kang men-deru2 bagaikan tindihan gunung Thay-san Ia tidak berani bergerak secara gegabah diiringi suara bentakan keras jurus serangannya berubah. dari sepasang matanya memancarkan cahaya merah ber-api2 sepasang telapak didorong kemuka, ber-puluh2 rentetan cahaya merah berubah membentuk laksana payung berapi mengurung meluruh tubuh Loe Ih Beng.

Di tengah suara ledakan keras yang menggetarkan seluruh permukaan bumi, kayu2. balok2 penyangga diatas panggung pada rontok dan ter-putus2 menjadi beberapa bagian-

Jurus menolong diri Thian soen Lieh Cing atau Cucu Langit sutera Retak dari 'Wu Im Kua' ternyata masih kalah setengah tingkat dari jurus kedua ilmu payung Mo san sam sih yang bernama "Kwee san Toa Cang" atau Payung Berapi Pentang melebar.

Jubah warna birunya kena terhajar sehingga terbakar dan musnah menjadi abu, sedangkan Loe Ih Beng sendiri mendengus berat, tubuhnya terpental sejauh lima langkah lebih,

sejak permulaan Lam Kong Pak sudah punya rencana masak2 dalam hatinya, mengikuti jurus tersebut tangan pun laksana sambaran kilat mengusap wajah Loe Ih Beng sehingga muncullah wajahnya yang asli. "Aaaaaaah. "

SUASANA dibawah panggung jadi gaduh dan penuh disertai jeritan kaget, terutama sekali cioe cien cien.

Mendadak ia bangun berdiri dan tegak mematung lama sekali seperti baru saja sadar dari impian tiba2 teriaknya keras : "Piauw ko "

"Kakak misan ??"

sedikit pun tidak salah Lam Kong Pak dapat melihat orang itu mempunyai wajah yang tebal usianya baru dua puluh tahunan. ia pun lantas merasakan orang inilah si 'Lak su-seng' si sasterawan bertangan keji suma Ing.

Dari dasar hati pemuda she Lam Kong ini timbul perasaan cemburu yang tak terhingga, tahu wajah sendiri tidak tentu kalah dengan kegantengannya, tapi dalam hati tidak menemukan sedikit kegembiraan pun.

Akhirnya ia mendengus dingin-

"Kau orangkah yang disebut orang 'sin sa Thian Auw" atau sitangan sakti berwatak sombong suma Ing?"

"Sedikit pun tidak salah "

"Entah apa maksudmu menyaru sebagai 'siaw Yauw sianseng' Loe Ih Beng ?"

"Hmmm sesuai pula dengan pertanyaan saudara entah apa maksudmu pula menyaru sebagai sin so Cuang Yen sang Hong Tie?"

"paling sedikit cayhe punya hubungan yang sangat erat dengan 'sin so Cuang Yen' sang Hong Tie bahkan membawa maksud yang mulia".

"Kau berani mengatakan cayhe tiada sangkut paut yang erat dengan siauw Yauw sianseng? kau berani mengatakan maksudku menyaru sebagai dirinya membawa maksud tidak mulia?"

Lam Kong Pak didesak sampai cekak-aos, ia tidak menyangka si sasterawan bertangan sakti suma Ing pandai sekali berbicara.

"Secara bagaimana saudara bisa tahu ilmu andalan dari siauw Yauw sianseng?"

"Hmmm secara bagaimana pula saudara bisa mainkan ilmu simpanan dari 'sin so Cuang Yen?'" Rasa gusar yang menimpa Cioe Ci Kang saat ini susah ditahan lagi, ia tidak menyangka nama baiknya selama ini bisa hancur ditangan keponakannya sendiri, melihat puterinya mau maju menyapa, ia segera membentak keras:

"Cien-jie,jangan perduli dia. kali ini ia munculkan dirinya dalam pertemuan ini kemungkinan sekali sedang memikul tugas yang berat"

"Tia Tidak mungkin."

Tidak mungkin? lalu mengapa ia harus menyaru nama siauw Yauw sianseng ?"

"Aku pikir. . . Aku pikir "

selama setengah hari lamanya Cioe Cien cien gelagapan susah memberikan jawaban yang betul.

Pada dasarnya Lam Kong Pak memang sedang cemburu melihat pula Cioe Cien cien membelai terus si mahasiswa bertangan keji ini, dadanya terasa mau meledak menahan nafsu yang hampir tak terbendung.

"Baik,biar aku yang mewakili kau bicara." teriaknya ketus. "Ia kepingin menggunakan nama siauw Yauw sianseng untuk mengacau pertemuan kali ini, mau menghancurkan nama baik orang agar semua orang membenci Loe thayhiap"

"Engkoh Pak, kau . . ." saking cemasnya air mata jatuh berlinang membasahi seluruh wajah Cioe cien cien.

"Coba kau bayangkan" teriak Lam Kong Pak lagi dengan suara yang keras, "Ia menyaru sebagai siauw Yauw sianseng sehingga membuat ayahmu menderita kalah dan mendapat malu dihadapan orang banyak. apakah maksud sebenarnya?" si 'Lak so suseng' yang mendengar sebutan mereka begitu akrab, bahkan jauh lebih akrab dari hubungannya, tak  kuasa lagi tertawa dingin tiada hentinya. " Kalian sudah saling mengenal?" tanyanya kepada Cioe Cien cien.

"Ehmmm. "

"Baik kita lihat saja nanti "

Habis berkata ia putar badan siap meninggalkan tempat itu.

"Tunggu sebentar" mendadak Lam Kong Pak berseru keras. "Menurut dugaan cayhe kemungkinan besar kau mempunyai sedikit paut dengan si majikan pemilik pegadaian Bu-lim"

"Heee. . . .heeeee. . . .heeeeee. dapatkah kau mewakili

kedudukan si majikan pemilik pegadaian Bu-lim itu?" "Haaaa. . . haaaa. . . .haaaaa. "

Lak so suseng mendongak dan tertawa ter-bahak2. "Kau anggap punya kemampuan untuk menandinginya?"

"Berani datang berani menanggung. bila tidak percaya bagaimana kalau kita coba?"

"Jadi kau anggap aku betul2 takut padamu?" "Belum pernah cayhe beranggapan begitu"

"Naik" teriak sin so Thian Auw kemudian sambil tertawa seram. "Kecuali cayhe akan mewakili kursi majikan pemilik pegadaian Bu-lim, disamping itu pula aku pun ingin bertaruh sesuatu dengan dirimu."

"Apa yang hendak kau pertaruhkan?"

"Cien moay" per-lahan2 Lak so suseng menoleh kearah adik misannya. "Bukan siauw-heng hendak mempertaruhkan dirimu, tapi kenyataan memaksa aku harus berbuat demikian, kami berdua akan saling mengukur kepandaian masing2. pihak yang kalah bukan saja harus melepaskan dirimu bahkan harus melepaskan pula urutan nama sebagai pimpinan paling top dari delapan jago lihay."

Begitu ucapan tersebut meluncur keluar dari mulutnya. suasana dibawah panggung jadi tergetar dan sangat gempar. karena ucapan pemuda ini diutarakan demikian tegas, bila tiada simpanan tak mungkin ia berani ber-buat demikian,

Cioe Cien cien merasa serba salah, antara ia dengan si Lak so suseng suma Ing sudah terikat hubungan perkawinan, walaupun hal ini adalah atas usul ibunya, tapi ia sendiri belum pernah menyetujui, tapi pandangan cioe Cien cien dulu terhadap suma Ing tidak jelek.

Kini bukan saja ia sudah masuk kepihak majikan pemilik pegadaian bahkan dihadapan umum  mengalahkan ayahnya, jelas ia tidak ingin meng-ingat2 kembali hubungan mesra tempo dulu apalagi sejak perjumpaannya dengan Lam Kong Pak membuat ia semakin tertarik kepada pemuda ini.

Pada saat ia sedang merasa serba salah, mendadak cioe ci Kang membentak dengan nada yang berat:

"Terhitung manusia macam apakah kau? berani benar menggunakan puteriku sebagai barang taruhan?"

Lam Kong Pak yang melihat sikap serba salah dari cioe cien cien pun tak terasa lagi mendengus dingin.

"Yang aku tuju dalam pertandingan kali ini hanyalah merebut kedudukan teratas diantara delapan jagoan paling top. sedang mengenai urusan yang kedua dihadapan umum cayhe suka melepaskan untukmu"

Begitu ucapan tersebut meluncur keluar seluruh tubuh cioe cien cien gemetar sangat keras, tak kuasa lagi ia menjatuhkan diri kedalam pelukan cioe hujien dan menangis ter-sedu2.

Dengan lantang Lam Kong Pak pun berseru kearah kedua orang wasit, "cayhe Sang Hong Tie sekarang juga mengumumkan diri ingin merebut urutan nama yang teratas diantara delapan jago top. silakan wasit berdua suka memberikan penjelasan berhakkah Suma Ing mewakili majikan pemilik pegadaian untuk menerima tantangan itu "

setelah ucapan tersebut diutarakan. suasana makin menegang lagi, pertarungan ini menyangkut lemah kuatnya Bu-lim selanjutnya.

sipendeta Liong Ceng serta Toosu Hauw To ber-sama2 bangun berdiri, kata si Liong Ceng dengan nada serius. "Kepandaian silat suma sicu dahsyat luar biasa, kendati begitu Loolap masih ragu2 apakah suma sicu sanggup mewakili kursi dari majikan pemilik pegadaian Bu-lim?"

"sudah tentu boleh tapi kalian berdua sebagai wasit harus membuka dulu kedoknya sehingga cayhe bisa melihat wajah aslinya dan perduli menang kalah bisa melaporkan urussn ini dihadapan majikan."

"Heeeeee....heeee....heeeeeee... sungguh amat sayang dalam pertemuan tiada tercantum pasal yang memuat peraturan tersebut." jengek Lam Kong Pak sambil tertawa dingin. "Bila saudara punya kepandaian kenapa tidak coba membuka sendiri?"

Kedua orang wasit itu saling berbisik saling merundingkan sebentar persoalan itu, kemudian sipendeta Liong ceng berkata "suma sicu mengaku bisa mewakili majikan pegadaian Bu-lim, entah punyakah kau orang tanda kepercayaan darinya ?" selagi suma Ing siap menjawab, mendadak terdengar suara yang rendah dan berat bagaikan belahan bambu entah dari arah mana berkumandang datang. "suma Ing boleh mewakili diriku, kalian berdua tidak usah menaruh curiga lagi"

Angin dingin menyambar lewat mendatangkan tiupan2 yang amat dahsyat, tak kuasa lagi para jago yang hadir disana pada bergidik dibuatnya.

Mendadak peristiwa aneh terjadi didepan mata, tonggak kayu yang sebenarnya sudah tergetar roboh ditengah hembusan angin taupan keras tersebut tiba2 bangun berdiri lagi ditempat semula. sedang angin taupan tadipun lenyap dengan sendirinya,

Air muka Lam Kong-Pak maupun suma Ing pada berubah sangat hebat, mereka berdiri tertahan diatas panggung.

Ilmu silat macam apakah ini? apa mungkin majikan pemilik pegadaian Bu-lim memiliki ilmu hitam ?

"Majikan pemilik pegadaian Bu-lim," teriak Lam Kong pak keras2. "Jikalau sudah tiba kenapa tidak sekalian munculkan diri?"

"Heeeee ... heeee .... heeeee ... dapatkah kau menangkan suma Ing?" mendadak suara yang rendah berat dan menyeram itu berkumandang kembali. "suma Ing adalah bekas panglima yang kalah perang ditanganku"

"Hmm cobalah sekali lagi"

Lam Kong Pak tidak berani berlaku gegabah, hawa murninya segera disalurkan mengelilingi seluruh tubuh siap melancarkan serangan. Mendadak kedua orang wasit dengan serius bangun berdiri "Pertandingan terakhir dalam pertemuan ini segera dimulai..." "Tok .... tok ... tok"

"silahkan" seru pemuda she Lam Kong.

suma Ing tertawa seram badannya merendah sepasang telapak perlahan2 didorong kearah dada Lam Kong pak.

Pemuda she-lam Kong tidak berani memandang enteng serangannya ini, sejak semula ia sudah persiapkan hawa murninya disepasang tangannya.

Kini secara mendadak melihat telapak tangan lawan memancarkan cahaya ke-hijau2an dan mengurung dirinya dengan membentuk gerakan payung. hatinya terasa tergetar keras. "Aaaaah.... ilmu payung Mo san sam sih" teriaknya dihati.

Perasaan hati Lam Kong Pak saat ini murung bercampur girang, murung karena pihak lawanpun bisa mainkan ilmu payung 'Mo san sam sih' dan entah bagaimana hasilnya dengan hasil latihannya? yang membuat girang adalah pesan terakhir yang disampaikan -Yoe Li Yap kepadanya kini sudah temukan jalan terang.

Pikiran itu hanya berlalu dalam sekejap mata, dengan kumpulkan sepuluh bagian tenagan murniya tubuh Lam Kong pak mencelat lima, enam depa ketengah udara, jurus 'Cong Koei Kay san' atau si Cong Koei membentangkan payung segera digunakan.

Dua gulung hawa hijau berbentuk payung begitu timbulkan suara desiran tajam memenuhi angkasa, kedua orang yang ada diatas panggung sama sekali tak bergerak. tapi ujung baju para hadirin yang ada dibawah panggung jadi berkibar oleh gulungan hawa dahsyat yang memancar keempat penjuru itu. Kedua orang ini siapapun tidak berani berlaku gegabah, sambil pusatkan pusatkan tenaga mau pun pikiran mereka mempersiapkan serangannya yang kedua.

Dari ufuk sebelah timur, cahaya ke-emasean sang surya per-lahan2 munculkan diri menerangi seluruh jagat. "Lihat serangan " bentak Lam Kong pak keras.

Jurus kedua dari ilmu payung 'Mo San Sam Sih' digunakan, sepasang matanya memerah dan akhirnya berubah menjadi ber-api2.

Inilah jurus kedua 'Hwee san Toa cang' atau Payung berapi Bentang melebar.

Pada saat yang bersamaan suma Ing pun mengeluarkan sebuah jurus yang maha aneh.

"sreeeeeet...." Kedua orang itu masing2 mundur tiga langkah kebelakang. badannya bergetar tiada hentinya.

Ujung baju para penonton yang ada dibawah panggung pun kembali berkibar kencang suasana penuh diliputi ketegangan.

Mendadak.....

Kedua orang itu ber-sama2 membentak keras, masing2 pihak kembali mengeluarkan sebuah jurus serangan yang maha aneh.

Dari sepasang tangan lam Kong Pak meluncur keluar sepuluh rentetan cahaya ungu yang sangat tajam, sepasang matanya berubah jadi ungu matang, inilah jurus ketiga yang bernama Ban san Tiauw Thian atau selaksa Payung Menongok Kelangit.

suma Ing dengan gaya tangan mencekal sebuah benda menyambut datangnya sambaran cahaya ungu tersebut. "Braaaak...." tonggak kayu terhajar hancur ber-keping2 dan muncrat memenuhi angkasa, gulungan angin taupan yang maha dahsyat melanda para penonton dibawah panggung, sebagian besar para jago yang memiliki kepandaian silat rada kurang pada berputar kencang ketika terlanda gulungan angin tersebut.

Debu mengepul pasir beterbangan keempat penjuru membuat suasana diatas puncak tersebut jadi terang kembali, terlihatlah tubuh Lam Kong Pak sedang bergoyang keras, sedang panggung kayu tadi lenyap tak berbekas sebagai gantinya muncul sebuah liang yang amat dalam di daerah bekas panggung tadi.

seluruh keadaan para penonton dikotori dengan debu, mereka sendiri terpaku ditempat masing2, sedang jejak si sasterawan bertangan keji suma Ing sudah lenyap tak berbekas.

Pertarungan ini benar2 merupakan suatu pertarungan jang jarang sekali ditemui dalam Bu-lim, bahkan Lam Kong Pak sendiri pun tidak tahu secara bagaimana ia berhasil memukul luka pihak lawannya, bahkan kapan ia pergi pun tidak jelas.

"Tok,tok tok tok...." suara Bok Hi berketuk lima kali, sipendeta Liong ceng serta tosu Hauw To ber-sama2 meninggalkan tempat duduknya menghampiri Lam Kong Pak. serunya lantang

"Ilmu silat sang sicu jauh diatas kepandaian delapan jago top. yang merajai seluruh Bu-lim. kami sebagai wasit dengan ini mengumumkan bahwa nama besar sang sicu berada diatas delapan jago Tok Bu-lim lainnya "

Mendadak Cioe Cien cien serta Pek Lie siang sama2 meninggalkan tempat duduknya dan berlari kearah pemuda tersebut. Pemuda she-lam Kong yang masih di pengaruhi rasa cemburu tidak ingin menemui gadis2 itu lagi, buru2 ia menjura kearah kedua orang wasit.

"Maksud tujuan aku orang she-sang yang terutama adalah mencoba sampai dimanakah kelihayan ilmu silatku, sedangkan mengenai nama urutan diatas delapan jago top Bu-lim aku tidak tertarik. saat ini masih ada urusan pribadi lainnya yang harus diselesaikan, kita berjumpa lagi lain kesempatan..."

HABIS berkata ia enjotkan badannya sekali loncat mencapai sejauh lima belas enam belas tombak dan lari turun puncak.

selama perjalanan ia tidak berhenti, setelah lewat lima, enam jam kemudian terasa ia sudah tiba dikota Kiem Leng,

Ditempat yang tersembunyi pemuda ini melepaskan pakaian anehnya terlebih dulu. kemudian dengan langkah gaya 'Cukong' memasuki sebuah rumah makan.

Rumah makan itu amat besar dan luas, di kota Kiem Leng boleh dihitung sebagai rumah makan kelas satu atau kelas dua, atas bawah semuanya bertingkat dua.

Waktu itu siang baru lewat, suasana dalam rumah makan tidak ramai hanya beberapa orang pedagang sedang bersantap dengan lahapnya disana.

setelah minta seteko arak dan beberapa macam sayuran. Lam Kong Pak mencari sebuah tempat dekat jendela dan mulai menikmati santapannya.

sembari minum arak otaknya terus berputar, ia sedang berpikir si mahasiswa bertangan keji suma Ing adalah kakak misan cioe Cien cien, tapi kenapa dalam pertemuan tersebut ia sudah membuat malu Cioe Ci Kang? kenapa ia mewakili majikan pemilik pegadaian Bu-lim? bahkan si majikan rumah pegadaian Bu-lim secara sembunyi memberikan jaminannya?

Bila ketiga jurus serangan aneh yang digunakan suma  Ing pun merupakan ketiga jurus yang terdapat dalam Mo san Kioe sih ilmu payung sembilan jurus tersebut, kemungkinan sekali ia belajar ilmu itu dari majikan pemilik pegadean Bu lim. lalu apakah si majikan pemilik pegadean Bu-lim itu cuma bisa tiga jurus kepandaian ilmu silat yang kesemuanya diberikan kepadanya atau kah bisa sebagian ilmu silat yang ampuh tersebut dari sembilan jurus kesemuanya tapi cuma mengajarkan tiga jurus kepada orang itu?

Kenapa majikan si pemilik pegadaian Bu-lim suka menempuh bahaya dengan kehilangan kedudukannya sebagai pentolan delapan jago top Bu-lim dan menyuruh suma Ing yang mewakilinya?

Tok. tok... tok. Dari anak tangga loteng berkumandang

suara langkah manusia yang terus disusul munculnya dua orang.

Kedua orang itu berdandan sebagai kaum pedagang, seorang punya perawakan tinggi besar bagaikan bambu dengan memakai jubah longgar, muka bersih tak kelihatan sedikit debu pun, pundaknya membawa sebuah kantong bersaku bolak balik,

Pada saku sebelah depan terdapat pula dua buah kantong kecil, yang satu berisikan sebuah bak yang berukirkan naga dan burung hong, sedang saku yang lain terselip tiga batang pit, sebuah untuk menulis huruf besar dan dua untuk menulis huruf kecil. Kantong yang menghadap kebelakang terletak sebuah suipoa besar berwarna hitam.

orang yang lainpunya raut muka seperti terong, kepalanya bulat dengan dagu yang memanjang kebawah. pinggangnya lebar, tinggi badan lima depa dengan panca indera yang teristimewa kecilnya ia memakai jubah kembang2 dengan air muka yang putih bagaikan kertas.
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Payung Sengkala Jilid 05"

Post a Comment

close