Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 14 : Kuda berlari seperti kuda gila

Mode Malam
BAB 14 Kuda berlari seperti kuda gila

Dalam tujuh babak pertarungan, pihak Song sudah menang dua babak, bila bisa memenangkan dua babak lagi, maka kemenangan sudah berada di tangan pihak Song.

Tapi wajah Long Zhai Tian tidak tampak senang. — Pangeran Jin, Xia Hou Lie, Ge La Tu, dan Wan Yan Zhu belum turun dalam pertarungan!

Mereka berempat barulah lawan yang sulit dihadapi, terdengar Shi Wen Sheng berkata,

"Pertarungan pihak Song dan pihak Jin, memasuki babak ketiga "

0-0-0

Kuda berlari dengan kencang, tampak penunggang dan kuda itu seperti sudah bersatu. Pemandangan di kedua sisi jalan seperti kilat dengan cepat lewat.

Pada saat berlari dengan kencang, Fanc Zhen Mei teringat pada puisi Du Fu yang berjudi 11 'Ba Zhen Tu' dan puisi-puisi dari Han Gao Sini (salah satu raj a Dinasti Han).

Kuda berlari dengan kencang, walaupun Fang Zhen Mei berpikir tapi dia dan kuda ii seperti sudah menyatu dan dengan sekuat tenaga terus berlari.

0-0-0

Matahari sudah berada di tengah langit, siang sudah berlalu, orang yang berada di atas panggung dan yang berada di bawah panggung tampak berkeringat karena kepanasan.

Mereka berharap hujan akan turun untuk membersihkan semua debu dan kotoran yang melekat.

Shi Wen Sheng berteriak lagi, "Babak ketiga-—"

Dari pihak Jin tampak berdiri seseorang, tubuhnya tinggi dan kurus, dia seperti mayat hidup, dari bawah panggung terdengar suara, "Hiii!"

Orang itu selangkah demi selangkah berjalan, kakinya bergerak tapi lututnya seperti tidak dibengkokkan. Begitu sampai di bawah panggung yang tingginya beberapa meter, dia berdiri dengan lurus dan meloncat ke atas panggung. Penonton dan para pendekar Huai Bei yang bermata jeli segera mengenali orang itu dan berteriak, "Wan Yan Zhu!"

Ternyata orang yang bernama Wan Yan Zhu sudah pernah datang ke Zhong Yuan tiga kali, dan pada saat dia berada di Zhong Yuan dia membunuh banyak orang. Terakhir dia diusir oleh Fang Zhen Mei dan diapun segera keluar rlari Zhong Yuan. Tapi orang- orang dunia persilatan Huai Bei tetap ingat kepadanya.

Terdengar seorang pak tua berkata, "Mayat hidup itu kembali lagi!!"

Jari-jari tangan kiri Wan Yan Zhu dilebarkan.

Kuku panjang yang ada di jari telunjuk dan kelingking melepaskan sesuatu, benda itu menancap di kedua mata pak tua itu. Karena kesakitan pak tua itu jatuh ke tanah dan berguling- guling dengan wajah penuh dengan darah serta berteriak-teriak.

Para penonton kaget dan marah melihat kejadian itu. Terdengar dari pihak Song ada yang berkata dengan dingin, "Saat ini yang sedang bertarung adalah pihak Song dan pihak Jin, kau malah melampiaskan kemarahan pada orang yang tidak ikut bertarung, apakah itu memang sikap orang-orang Jin?"

Tampak seseorang yang mengenakan baju berwarna abu seperti seekor burung besar terbang dan turun ke atas panggung.

Para penonton menyaksikan ilmu meringankan tubuh yang begitu tinggi, merekapun memuji, setelah dilihat lagi lebih teliti, ternyata dia adalah Tuan Sempoa yang mereka hormati, Bao Xian Ding.

Bao Xian Ding dan Wan Yan Zhu saling berhadapan.

Terdengar Shi Wen Sheng berteriak lagi, "Babak ketiga, pihak Jin diwakili oleh Wan Yan Zhu, akan berhadapan dengari pihak Song yang diwakili oleh Bao Xian Ding!"

Para penonton yang berada di bawah panggung terus berteriak, "Pendekar Bao, bunuh mayat hidup itu!"

"Bunuh dia! Bunuh dia!" "Tuan Bao, demi kami, Anda harus membunuh orang itu!"

Wajah Wan Yan Zhu tampak datar, sosoknya seperti kayu dan juga seperti sebongkah batu, dia hanya berdiri dengan diam.

Bao Xian Ding menenangkan dirinya, kedua matanya tampak bersemangat. Dia terus melihat ke arah Wan Yan Zhu. Wan Yan Zhu tidak bergerak begitu pula dengan Bao Xian Ding.

0-0-0

Wan Yan Zhu bergerak, Bao Xian Ding ikut bergerak. Wan Yan Zhu bergerak seperti seekor burung besar, terbang dan menyerang Bao Xian Ding.

Bao Xian Ding membentak, dia bersuara keras dan kakinya memasang kuda-kuda, dia mengeluarkan kepalannya.

Tapi Wan Yan Zhu tiba-tiba terdiam, tidak bergerak sama sekali.

Ternyata pukulan dari kepalan tangan Bao Xian Ding sia-sia digerakan. Sekarang kelima jari Wan Yan Zhu membentuk seperti cakar dan dengan secepat kilat ingin mencengkram tangan Bao Xian Ding!

Wu Zhen Shi yang berasal dari perusahan Biao Huai Yang tidak berilmu silat tinggi tapi dia mati di tangan Wan Yan Zhu hanya dalam 3 jurus, semua karena jurus-jurus Wan Yan Zhu sangat aneh!

Ini adalah keempat kalinya dia datang ke Zhong Yuan. Dan ilmu silatnya sudah meningkat jauh dibandingkan sebelumnya.

Kecuali kalau dia bertanding dengan Wo Shi Shui, dia pasti akan kalah, sedangkan dengan yang lainnya, dia tidak terkalahkan.

Cengkraman Wan Yan Zhu begitu tiba-tiba, mengarah pada tangan kanan Bao Xian Ding.

Bila dia mencengkram sebuah batu, Wan Yan Zhu sanggup membuat batu itu hancur.

Pada saat Wan Yan Zhu mengeluarkan tenaga, dia merasa benda yang dicengkramnya licin dan tidak mudah dicengkram. Tangan Bao Xian Ding berhasil lepas dari cengkraman Wan Yan Zhu.

Tangan yang berhasil lolos itu memukul urat nadi Wan Yan Zhu yang letaknya ada di sisi kepala.

Tubuh Wan Yan Zhu seperti batu juga seperti kayu, urat nadi yang berada di samping kepala adalah bagian yang mematikan! Dan sekarang Bao Xian Ding sedang mengincar bagian itu.

Pinggang Wan Yan Zhu tidak berputar.

Lututnyapun tidak digerakkan, tapi dia sudah bergeser sejauh 3 kaki.

Begitu mundur, dia melihat di sekelilng tubuhnya penuh dengan bayangan kepalan tangan.

Itulah kepalan tangan Bao Xian Ding.

Bao Xian Ding adalah murid Shao Lin yang tidak menjadi biksu. Jurus Bai Bu Shen Quan (Kepalan sakti seratus langkah) telah dikuasainya dengan sempurna.

Jurus Bai Bu Shen Quan berjumlah 108 jurus. Jurus pertama yang dilancarkan Bao Xian Ding membuat dirinya berada diatas angin, tapi Wan Yan Zhu masih bisa menghindar ke kiri dan ke kenan.

108 jurus telah selesai dimainkan dan Wan Yan Zhu sudah bersiap akan membalas serangan. Tapi Bao Xian Ding sudah mengubah kepalannya. Jurus yang dikeluarkan Bao Xian Ding sekarang adalah Fu Hu Quan Fa (Jurus kepalan mengurung harimau).

Walaupun jurus-jurus Wan Yan Zhu aneh dan kejam tapi jurus kepalan Shao Lin adalah ilmu silat murni sejak jaman dulu, karena itu Wan Yan Zhu mengalami kesulitan membalasnya!

Setiap langkah Wan Yan Zhu sangat aneh, orang-orang Zhong Yuan belum pernah melihat langkah seperti itu. Langkah itu selalu dilakukan pada saat-saat terakhir menghindari serangan Bao Xian Ding. Wan Yan Zhu yakin jurus-jurus yang dikeluarkan oleh Bao Xian Ding pasti akan ada habisnya, dan Bao Xian Ding pasti akan merasa kelelahan karena tenaganya terkuras. Kalau saatnya sudah tiba dia akan memukul Bao Xian Ding sampai mati!

Betul saja, serangan kepalan tangan Bao Xian Ding akhirnya berhenti. Wan Yan Zhu menjadi bersemangat akan membalas serangan, tapi semua kelemahan Bao Xian Ding segera menghilang dan digantikan dengan jurus kepalan yang lebih garang lagi, yaitu jurus Shao Lin yang bernama Luo Han Shen Quan.

Begitu jurus Shao Lin yang bernama Luo Han Shen Quan dikeluarkan, di atas panggung hanya tampak bayangan kepalan tidak tampak ada sosok orangnya. Hanya terdengar suara angin keras yang dihasilkan dari kepalan tapi tidak tampak ada sosok orangnya!

Kalau di atas panggung dipasang lilin, walaupun lilin itu berjumlah 1.000 batang, semua lilin itu tentu akan padam.

Semua itu disebabkan angin!

Wan Yan Zhu sangat terkejut, dia menatap Bao Xian Ding, seakan-akan dia seorang dewa yang baru turun dari langit. Mata Bao Xian Ding memancarkan wibawa. Dia tidak tampak lelah sama sekali. Serangan kepalannya ? malah bertambah kuat, wajahnya merah, kelihatannya dia masih mampu bertahan 5-6 jam lagi, sekarang Wan Yan Zhu tahu Bao Xian Ding tidak akan kelelahan!

Wan Yan Zhu menghindar ke kiri lalu ke kanan!

Tiba-tiba dia baru sadar kalau sekarang dia dipaksa dan didesak hingga ke pinggir panggung.

Wajah Wan Yan Zhu berubah!

Tadinya wajahnya tampak cemberut sekarang menjadi bertambah cemberut lagi.

Kalau dia sampai turun dari panggung pertarungan, artinya dia akan dinyatakan kalah. Ini adalah aturan pertarungan yang berlaku. Saat ini Bao Xian Ding melancarkan serangan dengan dua kepalan tangannya.

Tiba-tiba Wan Yan Zhu berteriak keras, sehingga membuat para penonton di san.i menjadi ketakutan. <

Seperti seekor srigala liar dari padan^, rumput yang luas, pada saat melihat terang bulan srigala itu pasti akan melolong. Begitulah bunyi teriakan Wan Yan Zhu, dan Wan Yan

Zhu sudah tidak menghindari kepalan itu lagi tapi dia berusaha untuk menendang dua kali!

Setelah 2 kali, lalu 4 kali.

Setelah 4 kali, lalu 8 kali.

Setelah 8 kali, lalu 16 kali.

Dalam waktu singkat dia sudah menendang 70-80 kali, karena tidak mau menukar pukulan, membuat Bao Xian Ding terpaksa terus mundur!

Long Zhai Tian yang berada di bawah panggung berteriak, "Gou Hun Lian Huan Tui!"(Tendangan berantai mengikat roh).

0-0-0

Ternyata Wan Yan Zhu menyebut dirinya sebagai ketua Ying Zhao Zuo Gu Men dan jurus cakar elangnya sangat lihai. Raja cakar elang di Zhong Yuan yang bernama Lei Feng juga gentar kepadanya.

Dengan jurus Zuo Gu banyak yang mengira kalau Wan Yan Zhu dengan cakar elangnya bisa menyerang syaraf dan tulang lawannya, tapi sebenarnya bukan seperti itu.

Dia bisa memotong syaraf dan tulang dengan jurus Gou Hun Lian Huan Tui. Jurus ini diciptakan khusus untuk menendang jalan darah penting dan syaraf lainnya. Apalagi di persendian tulang. Kalau jurus ini dikeluarkan sejurus ke sejurus lainnya lebih cepat, mungkin orang masih sanggup menghindari 10 tendangannya, tapi begitu terkena sekali tendangannya, maka tubuh akan menjadi cacat atau bahkan bisa mati. Jurus ini menang sangat kejam!

Jurus ini semakin dikeluarkan, gerakannya semakin cepat, membuat Bao Xian Ding jadi terdesak terus dan tanpa terasa hampir mendekati pinggir panggung!

Kelihatannya Wan Yan Zhu akan membuat Bao Xian Ding terbanting ke bawah panggung. Tiba-tiba terdengar suara, "Pu Le Le!" Wan Yan Zhu dengan cepat mundur.

Tampak di tangan Bao Xian Ding sudah memegang sebuah sempoa. Sempoa itu tidak terbuat dari besi atau emas, melainkan hanya sebuah sempoa sederhana yang terbuat dari kayu!

Begitu sempoa dikeluarkan, Wan Yan Zhu malah mundur!

Orang lain tidak melihat keanehan sempoa itu, tapi mata Long Zhai Tian yang jeli, dapat melihat Wan Yan Zhu telah dua kali menendang sempoa itu.

Setelah menendang sempoa, wajah Wan Yan Zhu tampak kesakitan dan gerakan kakinya tidak selincah tadi, maka dia memutuskan untuk mundur dulu.

0-0-0

Sempoa milik Bao Xian Ding tampak sangat biasa, tapi kalau sudah digerakan, maka akan tampak kalau itu bukan sempoa!

Itu adalah golok, pedang,' tongkat, atau seperti kuas hakim yang memiliki kaitan!

Setelah mengeluarkan sempoa itu, Bao Xian Ding mengeluarkan jurusnya yang ganas. Berikutnya dia mengeluarkan jurus pedang, lalu diganti denganh jurus tongkat, lalu diganti lagi dengan jurus kuas hakim.

Jurus-jurus yang dikeluarkan begitu lancar dan berubah-ubah pada saat yang tepat.

Hal ini tampak lebih sulit dilakukan dibandingkan pada saat Xi Wu Hou dan Xin Wu Er bertarung tadi. Tampak tingkat mereka tadi berbedajauh.

Jurus Wan Yan Zhu tidak bisa menahan jurus tongkat Bao Xian Ding. Dia bisa menghindari serangan tongkat Bao Xian Ding tapi tidak bisa menghindari serangan lain!

Jurus-jurus yang dikeluarkan saling mendukung satu sama lain. Jurus terakhir adalah jurus sempoa. Sejak tadi sudah dikeluarkan 18 macam jurus senjata, hanya dalam waktu singkat Bao Xian Ding berhasil memaksa Wan Yan Zhu mundur ke pinggir panggung!

Tiba-tiba Wan Yan Zhu berteriak, kedua tangannya tampak mengulur memanjang dan siap mencekik leher Bao Xian Ding!

Ternyata dalam waktu singkat Wan Yan Zhu sudah mengeluarkan cakarnya.

Dengan menghindar ke kiri dan ke kanan, Bao Xian Ding berusaha membuka cekikan dari cakar Wan Yan Zhu, tapi cakar itu mencengkram lehernya dengan erat.

Ternyata tangan Wan Yan Zhu sudah memanjang sebesar setengah kaki.

Long Zhai Tian yang berada di bawah panggung segera berteriak, "Tian Zhu Wu Zhang Gui Zhao!" (Cakar setan dari India).

Bao Xian Ding tidak berkutik, tampak dia akan tercekik hingga mati. Tiba-tiba dia melangkah maju 5 langkah. Dengan cara aneh dia bisa melepaskan diri dari cekikan cakar setan Wan Yan Zhu!

Sekarang kedua tangan Wan Yan Zhu yang panjang digunakan sebagai senjata dan dia mulai menyerang Bao Xian Ding.

Tampak kumis Bao Xian Ding bergerak-gerak walaupun tidak ada angin yang berhembus. Dia melangkah ke kiri 4 langkah lalu mundur 6 langkah. Maju lagi satu langkah, begitu seterusnya sehingga membuat orang bingung melihat tingkahnya. Kedua cakar Wan Yan Zhu sama sekali tidak bisa mengenainya.

Xin Wu Er yang berada di bawah panggung sudah lupa kalau saat itu dia sedang terluka parah, dia berteriak, "Ilmu sempoa!"

Ternyata dari 3 orang persilatan yang bersenjatakan sempoa, suara sempoa milik Xi Wu Hou bisa membuat orang takut, dengan biji sempoanya dia bisa menjadikan biji itu sebagai senjata rahasia untuk membunuh lawan-lawannya tapi ilmu silat sempoanya yang paling rendah.

Sempoa Xin Wu Er bisa memainkan ilmu silat dari masing-masing perkumpulan, rangka sempoanya bisa dibuka dan dijadikan senjata dengan bentuk batangan, selain itu juga bisa digunakan sebagai senjata rahasia. Tapi di antara ketiga orang itu, Bao Xian Ding lah yang ilmu silatnya paling tinggi.

Dia bisa memainkan ilmu silat dari masing-masing perkumpulan, dan caranya memainkan sempoa bisa digabungkan dengan tehnik langkah kakinya.

Yang perlu diketahui, ilmu berhitung adalah suatu ilmu yang sulit. Ilmu ini bisa menghitung nasib setiap orang dalam hidupnya seperti bintang-bintang yang ada di langit dan dapat dihitung.

Ilmu berhitung memang suatu ilmu yang sulit. Ba Zhen Tu yang digunakan oleh Zhu Ge Liang dalam menyusun strategi perang, itupun merupakan hasil dari perhitungan.

Seperti Ba Gua, perhitungan nasib, Hong Shui, semua didapatkan dari hasil perhitungan.

Ilmuwan yang menemukan sesuatu, tabib, ahli berhitung, dan ahi astronomi Tiongkok kuno menemukan perhitungan ini jauh-jauh hari sebelum negara barat yang menemukannya. Orang-orang Tiongkok berhasil menemukan suatu ilmu yang mengejutkan seperti kedokteran di bidang operasi. Sedangkan Tabib Hua Tho yang menemukan ilmu akupuntur.

Sampai saat ini ilmu-ilmu itu dianggap oleh negara barat sebagai langkah awal dari ilmu akupuntur sekarang. Dan ilmu ini mulai diperhatikan di seluruh dunia. Ilmu ini menjadi ilmu kedokteran pertama yang berasal dari Tiongkok yang ditemukan pada jaman Chun Qiu. Buku resep ketabiban yang pertama lahir pada Dinasti Tang. Di dunia ini orang yang mendapatkan penyakit campak untuk pertama kalinyapun adalah orang Tionghoa.

Perhitungan Tuan Bao di bidang sempoa termasuk dalam perhitungan Da Yan Qiu Yi Shu. Sekarang ilmuwan dalam ilmu berhitung menganggap bahwa kebenaran sebuah angka bila dihitung dengan sempoa maka hasilnya akan sama dengan perhitngan kalkulator.

0-0-0

Bao Xian Ding menghindari cengkraman Wan Yan Zhu, dia melangkah ke depan 5 langkah, kemudian melakukan 5 langkah kecil. Ini adalah rumus sempoa yang bernama Wu Xia Wu (lima turun lima. Artinya biji sempoa bagian atas bersatu dengan biji sempoa kelima).

Kemudian melangkah 4 langkah ke kiri, lalu mundur 6 langkah, lalu maju lagi satu langkah. Ini adalah rumus sempoa yang disebut Si Qu Liu Jin Yi (empat membuang, enam masuk satu). (4+6=10, dimasukkan ke dalam puluhan dalam sebuah biji sempoa).

Kemudian ke kiri 4 langkah, ke kanan 5 langkah, lalu melakukan langkah besar. Ini adalah rumus Qiu Shang Si Qu Wu Jin. Dengan melakukan langkah-langkah seperti dalam rumus-rumus sempoa, Bao Xian Ding bisa memecahkan serangan Wan Yan Zhu.

Wan Yan Zhu berteriak seperti orang gila, tiba-tiba di tangannya tampak ada sesuatu yang berkilau, ternyata dia memegang sebuah cakar berwarna kuning, panjang cakar ini ada sekitar 7 inchi. Cakar itu dipenuhi dengan duri. Dia membacok Bao Xian Ding dengan senjata itu, dan membuat Bao Xian Ding Uerus mundur! Tangan Wan Yan Zhu lebih panjang dari tangan orang normal, sekarang ditambah dengan cakar yang berwarna kuning, dalam 23 jurus Wan Yan Zhu memaksa Bao Xian Ding mundur hingga ke ujung panggung.

Penonton yang berada di bawah panggung pada saat melihat pertarungan ini jantung mereka berdebar-debar, bahkan sampai lupa untuk menarik nafas.

Pertarungan babak ini lebih seru dibandingkan dengan pertarungan antara Xi Wu Hou dan Xin Wu Er. Bahkan serunya berkali-kali lipat!

Bao Xian Ding maju 3 langkah, sempoa di tangannya sudah menyerang secepat kilat sebanyak 70 jurus!

Wan Yan Zhu baru bisa menyambut 35 jurus, tapi dia terdesak mundur hingga 7 langkah. Kemudian Bao Xian Ding menendang 21 kali dengan 5 macam teknik tendangan!

Pada saat Wan Yan Zhu berusaha menghindar, dia mundur 11 langkah!

Bao Xian Ding mundur 7 langkah, tiba-tiba dia mengeluarkan telapak tangannya, pada saat sudah mencapai tengah-tengah dia menariknya kembali!

Wan Yan Zhu melihat serangan telapak tangan Bao Xian Ding, terpaksa dia menyambutnya. Pada saat dia mengeluarkan telapak tangannya, tangan Bao Xian Ding secara tiba-tiba menghilang!

Jurus ini disebut dengan jurus Qi Du Shang Yuan Chong Xiang Hui. Shang Yuan artinya setengah. Satu jari hanya memainkan setengah jurus, kemudian setelah itu ditarik kembali. Kelihaiannya adalah dalam setengah jurus itu bisa membunuh lawan.

Pada saat serangan Wan Yan Zhu tidak mengenai sasaran, hampir saja dia jatuh terjungkal. Tampak Bao Xian Ding masih maju dan mundur, lalu maju dan mundur lagi. Berarti dia telah maju 15 langkah dan tangannya sudah menyerang dengan 105 jurus.

Sambil bertahan Wan Yan Zhu terus mundur, sekarang dia mundur lagi hingga ke pinggir panggung. Sempoa milik Bao Xian Ding terus digerakkan ke depan dan ke belakang. Dia memukul 15 kali ke arah Wan Yan Zhu. Dalam 15 serangan ini dia telah memukul Wan Yan Zhu, kalau ini menimpa pada orang lain, mungkin tulang- tulang di seluruh tubuhnya itu akan remuk. Tapi orang yang bernama Wan Yan Zhu ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang biasa. Ilmu silatnya bernama ilmu mayat, ilmu ini sangat menakutkan, walaupun dia sudah terkena 15 pukulan, dia hanya bergoyang tapi tidak sampai ambruk!

Kalau dia ambruk maka dia akan terjatuh dari panggung.

Bao Xian Ding merasa kalau sekarang dia tidak mamukul Wan Yan Zhu hingga jatuh dari panggung, dia takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka dia memutuskan untuk menekan sempoanya, semua biji sempoa ditembakkan ke jalan darah-jalan darah di tubuh Wan Yan Zhu.

Wan Yan Zhu sudah tidak bisa mundur dan juga tidak bisa menghindar lagi. Tapi secara tiba-tiba dia menghilang! '

Semua biji sempoa yang ditembakkan oleh Bao Xian Ding tidak ada satupun yang mengenainya. Tiba-tiba saja Wan Yan Zhu muncul kembali!

Ternyata pada saat biji sempoa itu dilepaskan ke arahnya, Wan Yan Zhu menelungkup ke bawah, kedua kakinya mengait ke sisi panggung, setelah semua biji sempoa melewatinya, dia baru kembali ke atas panggung. Bao Xian Ding hanya bisa tertegun. Pada saat masih dalam keadaan tertegun, Wan Yan Zhu menundukkan kepala dan menerjang Bao Xian Ding!

Bao Xian Ding sama sekail tidak menyangka, kalau V/an Yan Zhu akan melakukan hal seperti itu. Terdengar suara BUG, dia ditabrak hingga terpental ke atas!

Wan Yan Zhu berdiri tegak, cakar kuningnya dilemparkan ke arah Bao Xian Ding. Cakar itu meluncur dengan cepat seperti sebuah peluru dan mengejar Bao Xian Ding.

Bao Xian Ding yang diterjang Wan Yan Zhu hingga terpental ke atas. Tapi pada saat itu rangka sempoanya dilemparkan! Rangka itu berputar-putar di udara kemudian dengan cepat mengarah pada Wan Yan Zhu!

Wan Yan Zhu sama sekali tidak menyangka bahwa pada saat keadaan genting seperti itu Bao Xian Ding masih bisa membalas serangan, tubuhnya terkena lemparan Sempoa dan terluka, kerenaterluka maka reaksi tubuhnya agak terlambat. Rangka sempoa yang mengenai dadanya, mendorong dan membuatnya terjatuh dari panggung!

Penonton segera bersorak sorai saat itu juga. Tapi pada saat itu juga cakar yang dilempar Wan Yan Zhu datang dan menusuk Bao Xian Ding!

Di tengah-tengah udara tampak Bao Xian Ding menarik nafas dan terbang ke atas lebih cepat lagi!

Kemudian Bao Xian Ding mengambil nafas lagi dengan cepat turun, saat itulah cakar Wan Yan Zhu melesat melewati kepalanya. Keadaan ini benar-benar sangat berbahaya!

Bagitu turun Bao Xian Ding berada di luar panggung! Penonton bersorak tiada henti.

Long Zhai Tian dengan cepat memapahnya dan berseru, "Adik, apakah kau baik-baik saja?"

Bao Xian Ding tertawa kecut, disudut mulutnya keluar darah, dengan lemah dia berkata,".. .aku tidak berhasil seperti yang Kakak harapkan. "

Tangan Long Zhai Tian memegang telapak Bao Xian Ding. Dia menyalurkan tenaganya ke tubuh Bao Xian Ding. Long Zhai Tian berkata, "Jangan bicara seperti itu!"

Wan Yan Zhu terjatuh ke bawah panggung, dengan bersusah payah dia baru bisa bangun. Tapi karena kondisi tubuhnya tidak mantap dia berjalan seperti orang mabuk, dengan sempoyongan dia berjalan menghampiri Pangeran Jin lalu berlutut, "Pangeran, mohon jangan marah, hamba sudah berusaha sekuat tenaga. "

Pangeran Jin tertawa dingin dan melambaikan tangannya. Xia Hou Lie yang berada di sisi, memapahnya supaya berdiri.

Shi Wen Sheng berteriak, "Pihak Jin dan pihak Song bertarung, pada babak ketiga, dari pihak Song yang diwakili Bao Xian Ding dan dari pihak Jin diwakili Wan Yan Zhu, hasilnya adalah seri!" Kemudian  dia berteriak lagi,  "Babak keempat dimulai. "

0-0-0
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Panji Akbar Matahari Terbenam Bab 14 : Kuda berlari seperti kuda gila"

Post a Comment

close