Kelelawar Hijau Jilid 15

Mode Malam
Lam-kong Pak dengan sorot mata yang tajam mengawasi sekejap sekeliling tempat itu, sewaktu dilihatnya tak seorangpun diantara mereka bangkit berdiri. pemuda itu segera tertawa dingin dan berkata:

"Apa gunanya berbuat demikian? lebih baik kita segera langsungkan pertarungan untuk adu Kekuatan-..."

Belum habis ia berkata, mendadak tiga manusia baju hitam berkerudung kain hitam yang duduk ditepi mimbar bangkit berdiri, kemudian bersama2 maju kedepan mimbar.Kawanan iblis dari perkumpulan ombak menggulung yang menyaksikan kejadian itu segera bersorak sorai tanda kegirangan, karena mereka mengira ketiga orang itu adalah tiga orangg manusia tembaga, dengan kedudukan dan ilmu silat yang mereka miliki jika sampai tunduk kepada perkumpulan mereka itu berarti tindakan tersebut akan mendatangkan pengaruh yang sangat besar bagi para jago kalangan putih.

Sun Han Siang sekalian yang melihat hal itupun jadi tertegun dan berdiri melongo.

Cu Hong Hong pertama2 yang berseru lebih dahulu: "Eei... apa yang sebenarnya sudah terjadi?"

"Apakah ketiga orang itu bukan tiga orang manusia tembaga?" sambung Sun Han Siang keheranan.

"Mungkin bukan" sahut Siang Hong Tie pula, "seandainya mereka benar adalah tiga manusia tembaga maka sudah pasti mereka punya permainan setan dibalik perbuatannya itu, yang jelas ketiga orang itu tidak akan menyerah dengan begitu saja"

Suara tambur dan gembrengan telah berhenti  berlalu, tiga orang manusia aneh baju hitam bersama2 Jatuhkan diri keatas tanah dan menjalankan penghormatan besar.

Siapa tahupada saat tiga oraag manusia aneh itu jatuhkan diri untuk memberi hormat itulah tiba2 mereka ayunkan tangan kirinya secara bersama dalam anggukan kepala dan goyangan pinggul dalam sekejap mata suara desingan angin tajam men-deru2.

Beratus2 jenis senjata rahasia dari arah berbeda sama2 meluncur kearah mimbar kehormatan diantaranya terdiri dari peluru cabang tiga, piau besi, panah tak berbulu, paku pek kut-ting, jarum Hong-wi-ciam, mata uang che-liang-cu dan Kim-che-kiau...

Sekarang para jago dari goloogan putih tahu bahwa tiga orang manusia aneh itu bukan tiga orang manusia tembaga seperti yang mereka duga, sebaliknya mereka para jago dari keluarga Tong dipropinsi Sucuan diantara ketiga orang itu pasti terdapat salju bulan keenam Tong Hui.

Kakek ombak menggulung dan ketua perkumpulan bulu hijau bukanlah manusia sembarangan mereka segera ayunkan bajunya secara berbareng, seluruh senjata rahasia yang ditujukan kepada mereka sama2 terpukul rontok keatas tanah.

Salah seorang diantara tiga manusia aneh itu mendadak ayunkan sepasang telapaknya, dua bulatan hitam dengan cepat meluncur ke muka.

"Blaamm..." dentuman dan ledakan dahsyat bergelegar diudara, panggung kehormatan itu terhajar hancur sampai berantakan dan asap hitam mengepul menutupi angkasa.

Para jago dari golongan putih segara bangkit berdiri dan turun tangan, suara bentakan dan kilauan senjata bercampur aduk membuat suasana jadi tegang dan ramai...

Ketika asap mulai menipis tampakiah kakek ombak menggulung ketua perkumpulan bulu hijau dan Suma Ing berdiri dalam keadaan segar bugar kurang lebih sepuluh tombak dihadapan mereka, pada beberapa saat itu beberapa orang tersebut sedang tertawa dingin tiada hentinya.

"Aduh celaka..." mendadak kakek ombak menggulung berteriak keras dengan nada amat terperanjat.

Para jago segera berpaling dan menatap kearahnya tampakiah payung sengkala yang emula berada dalam pelukannya kini sudah lenyap tak berbekas...

= =0000000= = SAKING terkejutnya kakek ombak menggulung sampai berdiri tertegun, para jago lainnya yang sedang melangsungkan pertarunganpun segera berhenti bertempur dan saling berpandangan.

Siapakah yang memiliki kemampuan selihay itu? siapakah yang mampu mencuri payung sengkala dari badan kakek ombak menggulung dikala terjadi ledakan tersebut tanpa dirasakan olehnya?

Jika kakek ombak menggulung benar2 kehilangan payung sengkalanya, maka ia tidak berhak untuk merajai kolong langit dan memimpin dunia persilatan lagi.

Ditengah keheningan yang mencekam seluruh jagad, tiba2 terdengar suara bentakan bergema memecahkan kesunyian, tiga orang manusia aneh itu melancarkan tubrukan lebih dahulu.

Setelah benda mustika miliknya hilang kakek ombak menggulung merasa amat gusar sekali, sekarang melihat datangnya terjangan tersebut. dengan marah ia membentak keras, sekuat tenaga telapaknya disapu kedepan melancarkan satu pukulan dahsyat.

Tiga kali dengusan berat bergema diudara. tiga orang manusia aneh yang melakukan tubrukan itu segera terpental sejauh tiga tombak dari tempat semula dan masing2 muntahkan darah segar.

Lam-kong Pak membentak keras menubruk kedepan, Cu Hong Hong menahan Suma ing, sedangkan Sun Han Siang dan Siang Hong Tie sekalian para jago menghadapi sisa jago lainnya dari perkumpulan ombak menggulung.

Loo Liang-jan sendiri langsung menghampiri ketua perkumpulan bulu hijau, sambil membentak keras ia lancarkan satu pukulan kedepan. Ketua perkumpulan bulu hijau mendengus dingin. dengan meminjam kekuatan lawan ia kirim balik pukulan tersebut kearah musuhnya. Loo Liang-jan segera terpental sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan hampir saja roboh terjengkang.

Loo Liang-jan tidak puas berdiam diri sampai disitu saja, walaupun ia kena dipukul mundur tapi dengan nekad tubuhnya menerjang lagi kedepan, dalam sekejap mata ia melepaskan belasan jurus pukulan.

Dalam pada itu Lam-kong Pak sendiri dengan menghimpun tenaga sebesar delapan melancurkan satu pukulan dengan ilmu payung sengkala kearah Kakek ombak menggulung.

"Bluumm.. " dalam benturan yang melibatkan suara ledakan dahsyat. kakek ombak menggulung terdorong mundur setengah langkah kebelakang. kepercayaan pada kemampuan sendiri timbul dalam benak Lam-kong Pak. jurus2 serangan ampuh dilancarkan secara berantai. dalam waktu singkat ia sudah melepaskan delapan buah pukulan yang memaksa kakek ombak menggulung terdesak hebat hingga mundur sejauh delapan langkah dari tempat semula.

Setelah benda mustikanya dirampas orang. pikiran dan perasaan hati kakek ombak menggulung jadi tak tenang, karena itu ia keteter hebat, tapi sekarang setelah dirinya didesak habis-habisan oleh Lam-kong Pak. hawa gusarnya kontan berkobar. Hawa kie-kangnya disalurkan keseluruh tubuhnya membuat keadaan kakek ombak menggulung ini nampak sangat mengerikan.

"Anak Pak, hati2 " teriak Sun Han siang dengan suara keras.

Lam-kong Pak sendiri secara diam2 mengerahkan pula hawa murni bayi saktinya. sekilas cahaya putih meluncur ketengah angkasa dan langsung menubruk kearah kakek ombak menggulung.

Inilah hawa murni bayi saktinya yang munculkan diri, ketika dua gumpal kekuatan saling bertemu satu sama lainnya terjadilah suatu ledakan dahsyat yang menggetarkan seluruh permukaan bumi, dalam bentrokan itu masing2 pihak tergetar mundur sejauh lima langkah kebelasang, siapapun tidak berhasil merebut kemenangan-

Lam-kong Pak sendiri diam2 merasakan hatinya bergidik, ia segera tarik kembali bayi saktinya, sebab ia tahu bahwa hawa murni bayi saktinya belum sempurna, jika sampai tergetar buyar maka usahanya selama ini akan sia2 belaka.

Dipihak lain Kakek ombak menggulung sendiripun merasa amat terperanjat, napsu membunuh seketika menyelimuti seluruh benaknya, ia tahujika pemuda itu dibiarkan lebih jauh maka beberapa waktu kemudian sudah jelas ia tak akan mampu menandingi kelihayan sianak muda itu.

Yang lebih aneh lagi setelah payung sengkala itu dicuri orang ternyata sampai detik ini orang tersebut belum juga munculkan diri.

Kakek ombak megggulung tertawa seram tiada hentinya, sekali lagi ia menubruk kedepan dua orang itu segera mengeluarkan segenap kepandaian ampuhnya Untuk melangsUngkan pertarungan sengit, hawa pukulan bergabung menciptakan angin puyuh, keadaan benar-benar mengerikan sekali.

Dipihak lain cu Hong Hong yang menghapi Suma Ing telah berhasil menduduki posisi diatas angin setelah tangan bulunya dipatahkan oleh perempuan itu Suma Ing yang menghadapi lawan dengan telapak tunggal benar2 dibikin kewalahan.

"Serbu semuanya" mendadak kakek ombak menggulung membentak keras.

Dalam waktu singkat ratusan orang pria berada disekeliling tempat itu sama-sama tarik gendewa dan cabut pedang, desiran benda tajam memenuhi angkasa dan memekikan telinga.

Kawanan jago dari golongan putih sama2 putar senjata dan ayun telapak tangan untuk memukul rontok anak panah yang ditujukan kearahnya disamping itu merekapun harus mendapat serangan2 para gembong iblis membuat keadaan jadi sangat bahaya dan repot sekali.

Tiba2.. para pria kekar yang berada disekitar kalangan jadi kacau balau tak karuan jeritan ngeri bergema susul menyusul beberapa orang diantaranya roboh terjengkang dalam keadaan terluka dan binasa.

Cahaya merah, yang berbentuk sebuah payung mengembang diantara gerombolan manusia, tiada orang yang mampu menentang kekuatan itu, siapa yang mendekat segera tersapu rontok ketanah.

"Aduh mak... payung sengkala" tiba2 terdengar seseorang berteriak keras.

KAWANAN iblis yang mendengar seruan itu buru2 lari kesamping suasana jadi kacau dan tidak karuan-

"Blaaamm..." payung sengkala itu mengembang lebar diikuti melayang keangkasa lagi beberapa puluh tombak lalu melayang turun ditengah kalangan.

"Aaahh.. " baik jago dari kalangan hitam maupun para jago dari golongan putih sama2 memperdengarkan jeritan kaget yang sangat, kiranya orang yang mencekal payung sengkala tersebut bukan lain adalah pencuri sakti Pek-li Gong.

Rupanya sejak permulaan tadi ia sudah mengetahui kalau tiga orang manusia itu bukanlah tiga orang manusia tembaga ia segera bertanya kepada mereka dan diketahuilah bahwa ketiga orang itu bukan lain adalah salju bulan keenam Tong Hui beserta kedua orang anak muridnya.

Maka secara diam2 pencuri itu segera merunding suatu siasat dengan mereka bertiga mereka berjanji Setelah melepaskan senjata rahasia nanti Tong Hui akan melepaskan sebuah peluru Ngo-lui-hwee tan menanti asap tebal menyelimuti seluruh kalangan menggunakan kesempatan baik itulah Pencuri tua tersebut akan mencuri payung sengkala tersebut.

salju bulan keenam Tong Hui pun memberitahukan kepada pencuri tua ini kendati-pun peluru sakti itu memiliki daya penghancur yang luar biasa asal menempel diatas tanah maka ia akan terhindar dari mara bahaya.

Beginilah disaat ratusan jenis senjata rahasia berterbangan diangkasa dan kakek ombak menggulung sekalian dibikin kalang kabut tak karuan salju bulan keenam Tong Hui melepaskan peluru Ngo-lui-hweetannya.

Kakek ombak menggulung bukan manusia bodoh ia berpengalaman luas sekali maka sewaktu ledakan tadi buru2 badannya menempel diatas tanah hingga lolos dari bahaya.

Tapi karena tindakannya ini maka payung sengkala yang berada dipunggungnya jadi terbuka tanpa lindungan, menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah pencuri sakti segera menyerobot senjata mustika kemudian menyembunyikan diri dibawah panggung penghormatan tanpa diketahui oleh siapa pun.

Sementara itu Pek li Gong sambil memegang payung sengkala tersebut perlahan2. melayang turun keatas tanah setelah berdiri berhadapan Kakek ombak menggulung sambil tertawa haha-hihi ejeknya:

"Hey, mahluk tua kali ini akulah yang berhasil mendapatkan payung mustika ini aku pun akan segera mendirikan perkumpulan untuk merajai seluruh kolong langit"

Sepasang mata Kakek ombak menggulung berubah jadi merah darah dengan penuh kemarahan ia menubruk kearah pencuri tua itu sambil melancarkan satu pukulan dahsyat.

Pek-li Gong pencuri tua itu sadar bahwa kepandaian silatnya bukan tandingan lawan, dengan menggunakan gerakan yang lincah dan manis ia menyingkir kesamping dan sambut datangnya serangan tersebut dengan menggunakan payung sengkalanya.

"Blaamm" dalam benturan keras yang kemudian terjadi Kakek ombak menggulung kena didorong sampai mundur tiga langlah kebelakang, sedangkan pencuri tua Pek li Gong merasa telapaknya jadi panas dan sakit sekali, pikirnya dalam hati:

"Sekalipun ia sudah memiliki payung sengkala yang maha luar biasa itu seseorang masih membutuhkan ilmu silat yang luar biasa pula, sebab kalau tidak maka akhirnya toh ia harus mengorbankan diri karena mempunyai benda mustika tersebut . . .bukan begitu saja, selembar jiwapun akan ikut melayang - . . "

Sementara itu, kawanan iblis dari golongan hitam sudah melakukan terjangan lagi kearah depan dibntu oleh beberapa ratus orang pria kekar. serbuan itu benar2 luar biasa sekali, pihak jago dari kalangan lurus terpaksa harus menghadapi serbuan itu dengan mengerahkan segenap kemampuan yang dimilikinya.

Dengan wajah menyeringai seram kakek ombak menggulung mengincar terus pada payung sengkala dalam genggaman pencuri tua. selangkah demi selangkah ia maju kedepan, jago tua itu bersumpah dalam hatinya untuk merampas kembali payung sengkala tersebut, sebab kalau tidak maka dalam peresmian pembukaan perkumpulan ombak menggulung ini ia bakal kehilangan muka.

Sekali lagi kakek ombak menggulung melancarkan tubrukan kearah depan, ia menghimpun tenaga dalamnya sebesar dua belas bagian, menyaksikan betapa dahsyatnya serangan itu, pencuri tua Pek li Gong jadi sangat terperanjat, meskipun sudah menghindar kesamping

namun tak urung badannya dibikin sempoyongan juga oleh hembusan angin pukulan yang maha dahsyst itu.

"Blaamm.." sekali lagi pencuri tua Pek li Gong menyambut datangnya serangan tersebut dengan payung sengkalanya, ia merasakan telapak tangannya jadi pecah dan sakit sekali begitu sakitnya sampai mata jadi melotot besar.

Lam-kong Pak yang sedang bertempur sengit melawan ketua perkumpulan bulu hijau dipihak lain sangat memperhatikan keadaan Pek-li Gong yang sedang bertempur melawan kakek ombak menggulung, ia kuatir pencuri tua itu terluka ditangan lawan-

Sun Han Siang sekalian jago2 kalangan lurus yang harus bertempur melawan ratusan orang jago musuh kelihatan mulai keteter dan terdesak hebat. namun para pria kekar dari perkumpulan ombak menggulung banyak sudah yang jatuh korban, mayat mereka bergelimpangan diatas tanah dalam keadaan yang sangat mengerikan.

Diam2 Lam-kong pak merasa keheranan tak mungkin tiga orang manusia tembaga itu tidak tahu kalau pada hari ini perkumpulan ombak menggulung akan didirikan secara resmi kalau mereka sudah tahu mengapa hingga sekarang belum juga munculkan diri??

Karena pikiran bercabang ia segera kena didesak oleh ketua perkumpulan bulu hijau sehingga mundur tiga langkah kebelakang.

Dalam pada itu Pek-li Gong yang bersenjatakan payung sengkala harus mengandalkan gerakan2kan yang lincah dan gesit untuk menghindar dan berkelit dari serangan2 lawan sekali pun Kakek ombak menggulung sendiri tidak dapat menghadapi serangannya dengan berhadapan muka namun pencuri tua itu sendiripun tidak berhaisil mendapatkan keuntungan apa2 keadaan untuk sementara waktu tetap berjalan keadaan seimbang.

Tiba2 terdengar Cu Li Yap menjerit keras hampir saja bahunya dicengkeram oleh daging lima warna oei Hun, Lam-kong Pak jadi amat terperanjat dan cepat2 ia berpaling.

Melihat kesempatan yang sangat baik ini ketua perkumpulan bulu hijau tak mau sia2kan- jurus2 serangan aneh dilancarkan dan seketika itu juga Lam-kong Pak dan Loo Liang-jan kena didesak sehingga harus mundur tujuh delapan langKah dari tempat semua gerakan tubuhnya yang cepat segera meluncur kedepan, sebelum tiba pada sasaran jari tangannya langsung meluncur mengirim sebuah totokan keatas sikut pencuri tua itu.

Pek-li Gong merasakan lengan kanannya jadi lemas dan kehilangan seluruh tenaganya, sementara ia maSih tertegun ketua perkumpulan bulu hijau sudah tiba dihadapannya dan merampas payung sengkala dari genggamannya .. Kakek ombak menggulung jadi sangat girang, serunya:

"Hu kaucu pahalamu sangat besar sekali, aku akan segera mengumumkan kepada seluruh anggota perkumpulan agar mentaati semua perintah dari Hu-pangcu tanpa melalui persetujuan diriku lagi"

Ketua perkumpulan bulu hijau tertawa dingin tiada hentinya. gelak tertawa itu se-akan2 sedang menyindir ucapan dari Kakek ombak menggulung, tapi menyerupai pula sedang tertawa gembira karena berhasil mendapatkan benda mustika tersebut.

Tercekatlah hati para jago dari kalangan lurus menyaksikan peristiwa itu, mereka tahu seandainya payung sengkala tersebut sampai terjatuh ketangan ketua perkumpulan bulu hijau maka untuk merampas kembali akan mengalami kesulitan besar.

"IHu kaucu" seru kakek ombak menggulung dengan cepat, "bawa kemari payung sengkala tersebut malam ini aku akan melaksanakan janjiku untuk membasmi mereka semua dan menguburnya didalam liang selaksa orang"

ketua perkumpulan bulu hijau sangsi sebentar, tiba2 ia menuding kearah ujung lapangan sambil berseru:

"Barusan disitu ada tiga sosok bayangan manusia sedang berkelebat lewat rupanya mareka adalah tiga orang manusia tembaga biar kuperiksa dulu kesana..."

Bukannya serahkan payung sengkala itu kepada kakek ombak menggulung dia malahan lari menuju kesudut lapangan-

Padahal pada saat itu baik para jago dari golongan putih ataupun para iblis dari golongan hitam sama sekali tidak lihat sesosok bayangan manusiapun, tapi mereka mempercayai perkataan dari ketua perkumpulan bulu hijau sebab bagaimanapun juga tiga orang manusia tembaga itu pasti akan berkunjung kesana.

Sepeninggalnya ketua perkumpulan bulu hijau Lam-kong Pak segera berkata kepada kakek ombak menggulung dengan suara keras:

"iblis tua beranikah engkau berduel satu lawan satu dengan aku?"

"Huuh. engkau anggap aku bisa jeri terhadap seorang

bocah cecunguk yang usianya bau ingusan??"

"Bagaimana kalau pertarungan ini kita sertakan juga sedikit barang taruhan?"

"Bagus sekali jika aku sampai menderita kalah ditanganmu maka mulai detik ini juga perkumpulan ombak menggulung akan kububarkan, bagaimana kalau engkau yang kalah?"

"Kalau aku yang kalah maka batok kepadaku ini boleh kau petik sekehendak hatimu," teriak Lam-kong Pak dengan suara keras.

"Anak Pak, kau.... " teriak Sun Han Siang dengan suara keras.

"Aku rasa pertarungan ini cukup adil." kata Lam-kong Pak dengan wajah serius, "dengan begitu kitapun tidak usah selalu bertempur terus tiada habisnya, ibu legakan hatimu."

"Heeeh...heeehh...heeahh... bocah kamu sudah edan??" bentak Cu Hong Hong pula sambil tertawa dingin, "ayoh cepat mengundurkan diri kebelakang. ."

"ibu mertua, legakan hatimu aku memiliki. " "Bocah keparat engkau berani membangkang perkataanku??" kembali Cu Hong Hong membentak.

"ibu mertua, keputusan yang menantu ambil sudah bulat, maafkanlah mantumu jika tidak dapat menuruti nasehatmu lagi " seru Lam-kong Pak tegas dangagah.

"Engkoh Pak" kata Cu Li Yap berusaha menasehati pula sianak muda itu, "ibu bermaksud baik kepadamu ayoh cepat mundur kebelakang"

"Keputusanku sudah tetap. silahkan kalian semua mundur sejauh satu tombak kebelakang."

Cu Hong Hong gusar sekali tanpa mengeluarkan suara barang sedikitpun juga ia menerjang kemuka sambil melepaskan satu cengkeraman maut kearah sianak muda itu, katanya

"Keparat cilik, kalau engkau ingin mampus maka hal itu merupakan urusan pribadimu, tapi bagaimana dengan putriku?? bagaimanakah pertanggungan jawabmu atas dirinya??"

Lam-kong Pak berkelit kesamping. kemudian serunya: "ibu mertua. jika engkau tak mau hentikan seranganmu

lagi, jingan salahkan kalau aku akan bertindak kasar"

"Kurang ajar, engkau hendak memberontak?" jerit Cu Hong Hong semakin gusar, "bagus sekali kali ini harus baik2 menghajar dirimu hingga tahu rasa"

Dalam pada itu para jago baik dari golongan putih maupun anak buah dari perkumpulan ombak menggulung sama2 telah menghentikan pertarungan- mereka semua slap menonton jalannya pertarungan seru antara Lam-kong Pak melawan kakek ombak menggulung. Kakek ombak menggulung tertawa seram, "Heehh...heehh,.heehh.. .keparat cilik, masih bisa dihitung tidak perkataanmu tadi? " ejeknya.

"Setiap patah kata yang telah kuucapkan tak akan kuingkari kembali. tentu saja perkataanku itu masih berlaku. "

Dalampada itu Cu Hong Hong telah menubruk kembali kedepan- hal ini membuat Lam-kong Pak naik darah, dengan menghimpun tenaga dalamnya sebesar enam bagian ia lepaskan satu sapuan tajam kedepan-

"Blamm ...." dalam benturan keras yang kemudian terjadi. Cu Hong Hong tergetar mundur sejauh tiga langkah kebelakang sementara ia hendak melakukan tubrukan lagi, pencuri tua Pek li Gong telah keburu membentak Keras: "Cu Hong Hong engkau sudah edan?"

"Engkau sendiri yang sudah edan "

Pencuri tua Pek-li Gong tertawa dingin- "Heehh. heehh

. . heehh . . aku ingin bertanya kepadamu, engkau menginginkan menantumu adalah seorang pria sejati seorang lelaki yang gagah perkasa ataukah seorang manusia rendah yang tak dapat dipercaya perkataannya ?"

Cu Hong Hong balas tertawa dingin.

"Heh..heh..heh, berhubungan dengan gembong iblis semacam itu, tak perlu kita menuruti peraturan atau percaya tidaknya perkataan. pencuri tua engkau tak usah turut campur "

"ibu mertua, saat ini adalah saat yang bagaimana, keadaan pada saat ini adalah keadaan yang bagaimana ? masa engkau masih akan melanjutkan percekcokan yang sama sekali tak ada gunanya ini?" Mendengar perkataan itu diucapkan dengan kata2 yang tegas dan serius, Cu Hong IHoog tidak berani melakukan tubrukan lagi, ia segera menghentikan gerakan tubuhnya dan berdiri membungkam.

setelah suasana reda, Sun Han siang pun berkata.

"Pak-ji. apakab engkau merasa punya keyakinan untuk menangkan pertarungan ini?"

"Bagi diriku hanya tahu kaUm lurus tak bisa hidup berdampingan dengan kaUm sesat, siapa menang siapa kalah hanya bisa ditentukan dalam suatu pertarungan, aku tak berani mengatakan yakin atau tidak"

Malaikat raksasa Loo-liang-jen selamanya makin kagum dan tunduk kepada Lam-kong Pak, pada waktu itu dia segera berpikir dalam hatinya:

"Perduli apakah sau-ya dapat menangkan pertarungan ini atau tidak. yang jelas gembong iblis tua bangka ini bukanlah manusia sembarangan, apa salahnya kalau aku peras dulu tenaganya sehingga kemampuannya dalam pertempuran nanti jauh berkurang?"

Apa yang dipikirkan segera dilakukan, habis berpikir sampai disitu oraog she Loo ini segera membentak keras.

"Hey iblis tua sambutlah dahulu seratus buah pukulan dahsyat dari aku Loo-tua"

Belum habis dia berkata dengan menghimpun segenap kekuatan tubuh yang dimilikinya ia lancarkan satu pukulan dahsyat kearah depan-Kakek ombak menggulung tertawa dingin, ejeknya:

"IHeeeh... heehh.. heeehh kendatipun kalian hendak melakukan sistim roda berputar untuk menghadapi kami, aku tak akan ambil perduli. .. Hmm akan kulihat sampai dimanakah kemampuan yang kau miliki"

"Blaamm. ." benturan keras terjadi diangkasa, tubuh Loo Liang-jan yang tinggi besar terdorong mundur sejauh lima langkah lebar kebelakang, sebaliknya kakeK ombak menggulung sendiri terdorong mundur sejauh satu langkah.

"Loo-tua cepat mundur kebelakang" bentak Lam-kong Pak dengan nada keras.

Loo Liang-jan tidak mau mendengarkan seruan itu, sekali lagi badan-nya menerjang maju kedepan-..

"Bluum bluum, bluum" secara beruntun ia lancarkan tiga pukulan berantai, debu dan pasir beterbangan bumi bergoyang keras, badannya terdorong mundur sejauh enam langkah sebelakang dengan sempoyongan.

Loo Liang-jan sudah tersohor memiliki watak seperti kerbau sebelum mampus ia tak tahu apa artinya jera, sekali lagi tubuhnya menerjang kedepan dan secara beruntun melepaskan pukulan berantai.

Kakek ombak menggulung yang menghadapi keadaan tersebut lama kelamaan jadi naik pitam juga dia himpun tenaga dalamnya hingga mencapai sepuluh bagian, kemudian sambil membentak keras telapaknya didorang kemuka melepaskan satu pukulan yang dahsyat.

"Blaaamm.... Duuk" ditengah benturan keras yang menggelegar diangkasa tubuh Loo Ling-jan terpental sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan hampir saja roboh terjungkal keatas tanah.

Dari kesempurnaan dan keampuhan tenaga dalam yang diperlihatkan pihak lawan itu dengan cepat semua jago dari kalangan putih telah menyadari bahwa selain Lam-kong Pak seorang Siapapun yang ada dalam gelanggang pada saat ini tidak akan mampu menghadapi Kakek ombak menggulung.

Dengan satu lompatan lebar Lam-kong Pak meluncur kedepan dan berdiri tegak tepat dihadapan Kakek ombak menggulung, serunya:

"Hey iblis tua, kalau engkau menganggap kemunculanku pada saat ini akan merugikan dirimu. maka aku akan memberi kesempatan bagimu untuk beristirahat serta memulihkan dahulu tenaga dalammu. aku tak sudi mencari keuntungan dengan cara semacam ini"

Ucapan tersebut betul2 sangat tajam dan lihay, harus diketahui bahwa belakangan ini Lam-kong Pak sudah banyak belajar menggunakan akal untuk mengibuli lawannya, pemuda sadar selama Seseorang masih melakukan perjalanan dalam dunia persilatan- maka sering kali disamping menggunakan tenaga, otakpun harus digunakan pula, sebab seringkali hanya mengadalkan ilmu silat belaka hanya akan merugikan diri sendiri, apa lagi menghadapi manusia sebangsa sampah masyarakat yang tidak mau tahu akan peraturan, sama halnya dengan memetik khiem dihadapan kerbau dungu.

Kakek ombak menggulung sendiri. kendatipun ia tahu bahwa posisi lawan jauh lebih menguntungkan daripada keadaannya, namun bagaimana pun juga dia harus berlagak jadi seorang pria sejati, mendengar perkataan itu sambil tertawa dingin segera ujarnya:

"Heeeh... heeeh... heeehh... sekalipun posisimu jauh lebih menguntungkan daripada diriku, akupun masih mampu untuk menjagal dirimu,.. Hem. kalau tidak percaya silahkan saja untuk mencoba"

"Kalau memang begitu andaikata engkau sudah menderita kekalahan nanti janganlah mengatakan kalau kemenangan yang kuperoleh tidak adil " ejek Lam-kong Pak sambil tertawa dingin-

Kakek ombak Menggulung teramat gusar. dengan menghimpun segenap tenaga dalam yang dimilikinya dia lepaskan satu babatan dahsyat kearah depan, angin pukulan bagaikan ombak dahsyat yang menggulung setinggi bukit menggulung kedepan dan menekan batok kepala sianak muda itu.

Lam-kong Pak sama sekali tidak berani bertindak ayal menghadapi serangan pihak lawan yang begitu dahsyat, dengan cepat ia menggerakkan hawa murni bayi saktinya keseluruh badan tanpa menyemburkan bayi saktinya keluar dari ubun2nya ia balas menyerang dengan sebuah jurus serangan dari ilmu Payung sengkala.

Dalam melepaskan pukulan yang maha dahsyat kali ini tenaga dalam yang dipergunakan sama sekalijauh berbeda dengan keadaan pada umumnya begitu hebat dan mengerikan pukulan itu ibaratnya terjadi gempa bumi yang amat dahsyat diatas permukaan tanah.

"Duuk... Blaammmmm..." benturan yang  mengakibatkan suara menggelegar kembali menggema diangkasa kedua belah pihak sama-sama terdorong mundur beberapa langkah kebelakang atau dengan perkataan lain kekuatan mereka adalah seimbang.

Menyaksikan jalannya pertarungan yang sedang berlangsung ditengah gelanggang para jago dari golongan putih sama2 merasakan jantungnya berdebar keras sebab mereka sangat memahami tabiat dari Lam-kong Pak, andaikata dalam pertarungan itu ia benar2 menderita kekalahan maka apa yang telah dijanjikan olehnya pasti akan dilaksanakan. oleh sebab itulah dalam pertarungan yang sedang berlangsung pada saat ini dia hanya boleh menang dan tak boleh kalah.

Dua orang gadis itu lebih-lebih gelisah daripada yang lain, keringat dingin mengucur keluar membasahi seluruh tubuh mereka, sepasang tangan dikepalkan kencang sehingga kesepuluh jarinya menghujam telapak sendiri dalam2, tapi mereka sama sekali tidak merasakannya .

Ratusan jurus sudah lewat tanpa terasa, namun kedua belah pihak masih tetap bertempur dalam keadaan seimbang, bahkan makin bertempur makin seru dan ramai. ditengah hembusan angin puyuh hancuran kain beterbangan memenuhi angkasa. rupanya pakaian luar yang dikenakan kedua orang itu sudah tercabik dan terbang mengikuti hembusan angin puyuh....

Setelah dua ratus jurus lewat, pakaian bagian atas yang dikenakan kedua orang itu sudah hancur berantakan dan sama sekali terlepas, sedang baju bagian bawah yang dikenakanpun tinggal pakaian dalam belaka^

Pertarungan yang sedang berlangsung pada saat ini benar2 merupakan suatu pertarungan sengit yang belum pernah ditemui sepanjang masa, saking teganya kesepUluh buah buku pada jari tangannya telah mulukai telapak dua orang gadis itu hingga darah mengalir keluar dengan derasnya. tapi mereka sama sekali tidak merasakannya.

Andaikata pertarungan itu tidak disertai dengan taruhan, mungkin kedua orang gadis itu sudah tertawa geli menyaksikan jalannya pertarungan yang dilangsungkan dalam keadaan setengah telanjang itu, tapi sekarang. mereka sama sekali tak mampu untuk tertawa.

Diam2 Pek-li Goog melirik sekejap kearah Sun Han Siang, ia temukan sekujur badan perempuan itu gemetar keras hal ini membuat hatinya sangat gelisah, tapi pencuri sakti inipun mengerti bukan watak dari Lam-kong Pak, ia sadar pemuda itu telah memberikan janjinya maka tak mungkin ia bersedia mengingkarinya ditengah jalan- Dengan suara lantang ia segera berteriak keras:

"Tua bangka yang tak tahu malu, mata keranjang kalau sekarang juga kau sudahi pertarungan ini, mungkin selembar jiwamu masih bisa diselamatkan, lebih baik cepat2lah pulang kerumah sebab mumpung masih bernyawa engkau bisa pulang membopong cucu""

Kakek ombak menggulung bukan seorang manusia yang bodoh, dia tahu bahwa tujuan si pencuri tua itu ber-teriak2 sambil mengejek bukan lain adalah untuk mengacaukan perhatian serta pikirannya, ia sama sekali tak ambil perduli bahkan pura2 berlagak pilon. Melihat teriakannya tidak manjur sekali lagi Pek-li Gong berteriak keras:

"Tua bangka yang tak tahu malu, janda kawin tujuh kali sedang menantikan dirimu sekarang tentunya engkau sudah tahu bukan bagaimana nikmatnya mengawini perempuan jalang itu??"

Kakek ombak menggulung berpengalaman sangat luas ia tak sudi mendengarkan ejekan yang sedang ditujukan kepadanya itu sambil memusatkan perhatiannya menjadi satu dia malah semakin mempergencar serangan- serangannya.

Melihat ejekannya tetap tidak mendatangkan hasil pencuri tua itu jadi gelisah sekali sehingga ia garuk2 kepalanya yang tidak gatal, walaupun di-hari2 biasa dia punya banyak akal tapi sekarang dia benar2 kewalahan dan kehabisan akaL. Akhirnya setelah ter-mangu2 beberapa waktu lamanya ia berteriak kembali: "Tua bangka mata keranjang Bukankah engkau paling suka bermain cinta dengan sebangsa nenek2 tua? beberapa hari lagi aku pasti akan mengirimkan beberapa orang nenek tua yang sudah keriputan, berbadan bongkok dan berjalan tertitah2 untuk suguhanmu, bagaimana setuju? setuju bukan??. "

Kakek ombak menggulung tetap berlagak tidak mendengar, sementara itu serangan2 yang dilancarkan olehnya kian lama makin bertambah gencar, suatu ketika bahkan ia berhasil mendesak Lam-kong Pak sehingga mundur satu langkah kebelakang,

Sianak muda itu dengan cepat berusaha untuk melancarkan dua pukulan dahsyat guna mengembalikan posisinya itu. tapi ia gagal untuk mencapai maksudnya itu,

"Blaaamm.. blaaamm.." kecuali benturan2 dahsyat yang menggelegar diangkasa, tidak terdengar suara pembicaraan lagi. semua oraog berdiri dengan perasaan tegang, sebab kian lama pertempuran berjalan makin seru,

Tiba2... Ketua perkumpulan Bulu hijau yang telah pergi tadi kini muncul kembali membawa senjata payung sengkala, begitu tiba ditengah gelanggang dia segera berseru^ "Kaucu harap mundur dari sini biarlah aku yang akan meringkus bocah muda itu."

Bersamaan dengan meluncurnya kata2 itu senjata payung sengkalanya dengan menggunakan satu jurus yang aneh tiba2 meluncur kedepan dan-....

"Blaamm" pukulan yang maha dahsyat itu dengan telak bersarang diatas bahu Kakek ombak menggulung.

Peristiwa ini benar2 ada diluar dugaan orang, suasana jadi amat gempar dan para jago dari kalangan lurus maupun sesat sama2 berdiri terbelalak dengan perasaan tak habis mengerti.

Tubuh Kakek ombak menggulung yang kena dihantam segera mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula hampir saja ia jatuh tersungkur keatas tanah, darah segar segera memancar keluar dari mulutnya. . . .

Dalam pada itu kawanan jago lihay dari kalangan hitam maupun putih telah berdiri menjublak dengan  wajah tegang, pengkianatan memang bukan Suatu peristiwa yang mengherankan tapi yang membuat mereka kaget dan tercengang adalah kedua orang itu mempunyai hubungan sebagai guru dan murid.

Sejak dahulu kala, yang muda berani melawan yang tua merupakan perbuatan yang terkutuk. apalagi pengkhianatan terhadap guru, perbuatan itu sama dosanya dengan anak yang mendurhakai orang tuanya.

Kendatipun begitu. bagi Lam-kong Pak, Cu Hong Hong sekalipun peristiwa ini bukanlah satu kejadian yang sama sekali ada diluar dugaan, sebab mereka telah mengetahui bahwa hubungan antara ketua perkumpulan bulu hijau dengan kakek ombak menggulung, meskipun diluar baik dalam kenyataan mereka tidak memiliki kesan yang baik dalam hati masing2.

Dengan perasaan terperanjat kakek ombak menggulung membelalakan matanya lebar2. dengan suara dalam ia berseru^ "Kau. kau berani mengkhianati gurumu sendiri?"

Dengan suara dingin dan ketus ketua perkumm pulan bulu hijau menjawab:

"Aku memerintahkan kepadamu untuk segera enyah dari sini kalau tidak maka untuk selamanya engkau akan kehilangan kesempatan untuk membalas dendam. Heehh...heehh.,. heehh.., dengan andalkan kedudukanmu sebagai seorang sampah masyarakat berani benar mengaku sebagai guruku. Hmm sayang sekali engkau belum berhak sebagai suhuku mengerti ?"

Saking gusar dan mendongkolnya paras muka Kakek ombak menggulung berubah jadi merah membara, matanya melotot besar bagaikanjengkol dengan suara berat bentaknya.

"Baik, kukagumi akan kelihayanmu tunggu saja sampai kemunculanku kembali untuk membalas dendam sakit hati yang kuterima pada saat ini, aku bersumpah akan mencingcang tubuhmu jadi ber-keping2"

Kepada kawanan jago lihay dari golongan sesat kembali ia berteriak lantang: "Siapakah diantara kalian yang bersedia mengikuti diriku untuk mundur dari sini?"

Para jago diri golongan sesat saling berpandangan tanpa seorangpun yang buka suara, untuk beberapa saat suasana jadi hening dan sepi, ternyata tak seorangpun yang mengajukan diri untuk ikut Kakek ombak menggulung mengundurkan diri dari situ.

"Haahhh...haaahhh...haahhh..." ketua perkumpulan bulu hijau tertawa ter-bahak2,

"iblis tua, dari kejadian ini sudah cukup membuktikan bahwa Caramu hidup sebagai manusia masih terlalu Cetek karena keCabulanmu yang berlebih2an, tindakanmU yang kelewat kejam dan Cara hidupmu yang kurang benar engkau telah kehilangan simpatik dari seluruh anak buahmu dengan keadaan SemaCam ini mana mungkin engkau bisa memimpin orang lain-..." Belum habis perkataan itu diselesaikan tiba2 Suma ing tampil kedepan dan mendekati kakek ombak menggulung dengan langkah lebar serunya dengan keras:

"Suhu, engkau tak usah putus asa, teCu bersedia mengikuti dirimu untuk selamanya, aku tetap berpihak kepada engkau orang tua. "

"Baik... baik...." seru Kakek ombak menggulung dengan suara amat terharu. "bagaimanapun juga aku memang tak salah menyayangi dirimu, anak ing pergilah mencari Janda kawin tujuh kali Pui Kun dan mari kita perg bersama dari sini"

"Suhu, Pui Kun adalah sebangsa manusia yang tidak mempunyai perasaan-.." ujar Suma Ing, "dia adalah manusia sebangsa bunglon yang pandai memutar kemudi menurut hembusan angin, buat apa kita menggubris manusia semaCam itu??"

"orang itu masih berguna bagi kita, engkau harus mendengarkan perkataanku. anak Carilah dia dan kita harus berlalu dari sini"

Baru saja Kakek ombak menggulung menyelesaikan kata2nya mendadak terdengarlah Janda kawin tujuh kali Pui Kun tertawa jalang dari satu tempat kurang lebih belasan tombak dihadapannya.

Sambil tertawa terkekeh dengan nyaring perempuan itu mengejek dengan nada sinis.

"Hiiihh..hiihhh...hiiihh.. tua bangka bermuka tebal, kenapa engkau tidak kencing dulu disini kemudian memakai air kencing mu itu untuk bercermin? sekalipun semua pria yang ada dikolong langit sudah pada mampus tidak nanti aku bisa tertarik dan jatuh hati kepadamu, haahh.. haaah..haaah, apa lagi kamu sudah tua dan loyo itupun paling sudah keriputan.. Huuh tidak bisa tahan  lama. "

Paras muka Kakek ombak menggulung berubah merah padam bagaikan kepiting rebus, untuk beberapa saat lamanya ia berdiri menjublak dan tak tahu apa yang musti dikatakan.

Ditengah gelak tertawa yang riuh rendah dari semua jago yang hadir ditempat itu, Pek-li Gong berteriak pula dengan suara tinggi melengking .

"Tua bangka yang tak laku perempuan- keadaanmu pada saat ini ibaratnya raja babi? Ti Pat Kay sedang bercermin...

orang  luar  orang  dalam  semuanya  memusuhi  dirimu...

Hmm mimpipun engkau tak akan pernah menyangka bukan?"

Lam-kong Pak gelengkan kepalanja berulang kali, terlepas dari keadaan kekek ombak menggulong yang mendapat hinaan dan cemoohan dihadapan umum memang sudah pantas diterima sesuai dengan dosa dan kcsalahan yang pernah dilakukan olehnya, tapi bagaimanapun juga Janda kawin tujuh kali benar2 merupakan seorang perempuan yang tak tahu malu.

Barusan saja ia masih berlutut sambil minta ampun bahkan menggunakan semua keahliannya yang jalang untuk memikat hati orang. tapi hanya beberapa saat kemudian ia sudah berubah pikiran. bukan begitu saja bahkan bisa2nya mengejek orang yang pernah menolong jiwanya belum lama berselang. manusia semacam itu memang tidak sepantasnya dibiarkan hidup dikolong langit, sebab akhirnya toh hanya akan mendatangkan bencana belaka bagi umat manusia.

Sementara itu janda kawin tujuh kali sambil tertawa dingin telah mengejek kembali: "Hey ikan kakap tua tak enak dimakan kenapa engkau belum juga enyah dari sini? Apakah hendak menunggu sampai pangcu yang mengusir dirimu dari tempat ini???"

Dengan penasaran dan hati mendongkol Kakek ombak menggulung menengadah keatas lalu tertawa seram teriaknya.

"Didalam tiga bulan mendatang aku akan suruh kalian semua merasakan kelihayanku"

Sehabis berseru bersama Suma Ing dia segera berlalu dari sana.

Kawanan iblis dari golongan sesat yang hadir dalam kalangan tak seorangpun yang menghalangi jalan perginya mereka hanya mengiringi perginya itu sambil tertawa mencemooh.

Sepeninggalnya kakek ombak menggulung serta Suma Ing tiba2 terdengar ketua perkumpulan bulu hijau membentak keras: "Bekuk perempuan cabul Pui Kun"

Rupanya Janda kawin tujuh kali sudah menduga sampai kesitu dengan cepat ia menerobos masuk diantara kerumunan orang banyak membuat suasana jadi amat gaduh.

Perempuan binal ini merupakan incaran dari setiap orang, para gemboag iblis yang ada disitu sebagian besar sudah lama mengincar perempuan tersebut. dengan keadaan seperti itu setiap orang berusaha mendekati perempuan itu bukan dengan maksud untuk menangkapnya. melainkan berusaha untuk meraba dan menggerayangi tubuhnya.

Janda kawin tujuh kali sama sekali tidak ambil perduli akan perbuatan jahil orang banyak. justru menggunakan kerakusan dan kelemahan tersebut ia menyusup ketengah kerumunan orang banyak dan kabur keluar dari perkumpulan bulu hijau.

Setelah suasana jadi reda kembali dan bayangan tubuh janda kawin tujuh kali telah lenyap dari pandangan, ketua perkumpulan bulu hijau alihkan sorot matanya kearah kawanan para jago dari golongan putih, tegurnya dengan suara keras: "Kenapa kalian masih belum juga mengundurkan diri dari tempat ini...?"

Cu Hong Hong tertawa dingin,

"Heehh..heehh,.heehh.. dan engkau. mengapa kau belum juga memperlihatkan paras aslimu?"

Ketua perkumpulan bulu hijau mengejek sinis.

"Huuh.. kalau kalian belum juga pergi dari sini, aku akan segera turun perintah untuk membekuk kalian semua"

"Saudara, sebenarnya engkau ada kesulitan apa?" seru Lam-kong Pak dengan suara lantang, "kenapa eagkau menyaru jadi macam begitu? bukankah diantara kita tak pernah terikat berselisihan atau dendam sakit hati, kenapa engkau. "

Ketua perkumpulan bulu hijau menengadah keatas dan tertawa seram, tukasnya sambil menggigit bibir.

"Dendam sakit hati diantara kita dalamnya melebihi samudra, penghinaan dan rasa malu yang kualami selama ini tak akan terlupakan walau sudah menurun lima generasipun"

Setelah berhenti sebentar, bentaknya keras2. "Saudara2 sekalian, ayoh maju dan bekuk mereka"

Dalam waktu singkat be-ratus2 orang jago lihay dari golongan sesat bersama2 menerjang maju kedepan, mereka menyebarkan diri dan mengepung para jago kalangan lurus dengan rapat.

Sementara itu ketua perkumpulan bulu hijau telah mengundurkan diri kesamping. cu Hong Hong sambil menggertuk gigi bentaknya:

"Perempuan binal, kukirim dahulu dirimu untuk pulang keakhirat".

Dengan suatu jurus serangan yang sangat aneh dia lepaskan satu pukulan dahsyst kedepan-

"Duukk" pukulan tersebut dengan telak bersarang didada perempuan itu, cu Hong Hong menjerit kesakitan tubuhnya mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan jatuh tersungkur diatas tanah.

Cu Li Yap yang melihat ibunya dilukai musuh jadi amat gusar, tanpa memperdulikan keselamatan jiwa sendiri ia menerjang maju kedepan, jeritnya: "iblis tua, aku akan beradu jiwa dengan dirimu"

Ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak melayani datangnya serangan tersebut, dia mengebaskan ujung bajunya kedepan membuat tubuh cu Li Yap terpental sejauh lima enam langkah kebelakang, jelas ia sudah mengampuni jiwa gadis itu.

Lam-kong Pak yang Kebetulan berada didekatnya segera berkelebat maju kedepan dengan sepenuh tenaga dia lepas Kan satu pukulan dahsyat kearah tubuh lawan-

Menyaksikan datangnya ancaman tersebut ketua perkumpulan bulu hijau segera berkata,

"Memandang diatas wajah Sun Han Siang aku telah berulang kali mengampuni jiwamu, ini hari jangan salahkan kalau aku akan membuka pantangan membunuh" "Blaammm" benturan nyaring terjadi diangkasa, tubuh Lam-kong Pak terdorong mundur sejauh tiga langkah lebar kebelakang sedangkan ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak mempergunakan payung sengkalanya.

Sun Han Siang sangat menguatirkan keselamatan putranya, dia meloncat maju kedepan dan berseru: "Engkau adalah..."

= =000000000= =

" CEPAT pergi diri sini" bentak ketua perkumpulan bulu hijau, "kalau sampai menunggu aku berubah pikiran, Hmm jangan harap kalian bisa lolos dari sini barang seorangpun"

Mendadak dari tempat kejauhan berkumandang suara gemerincingan yang amat nyaring dan tahu2 dihadapan ketua perkumpulan bulu hijau telah muncul seorang manusia berbaju tembaga, kepada ketua itu ujarnya:

"Jika engkau menyetujuinya aku bersedia untuk menemani engkau dalam bertemu dengan semua orang dalam paras muka yang asli"

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar semua orang segera sorot matanya kearah ketua perkumpulan bulu hijau, haruslah diketahui bahwa asal-usul dari manusia tembaga ini pun merupakan teka-teki, jika mereka bersama dia menjumpai orang dengan paras muka aslinya maka kejadian itu dengan tepat akan memenuhi harapan dari Sun Han Siang serta Lam-kong Pak.

Terdengar ketua perkumpulan bulu hijau tertawa dingin lalu berkata:

"Ehmm... pandai benar engkau bertindak sebagai perantara. asal engkau bersedia menyerahkan jago angin dan guntur Lam-kong Liu kepadaku. maka detik itu juga aku akan memperlihatkan paras wajah asliku dihadapan semua orang."

sekujur badan manusia tembaga itu nampak gemetar keras dengan cepat ia bertanya:

"Apakah engkau mempunyai dendam sakit hati dengan Lam-kong Liu?? boleh kah aku tahu dendam sakit hati apakah yang sudah terikat diantara kalian berdua??"

"Maaf soal ini tak bisa kuterangkan kepadamu. tapi aku percaya engkau bukan jago angin dan guntur Lam-kong Liu, juga bukan Siau-yau sianseng Lu It Beng."

"sedikitpun tidak salah dan aku percaya engkaupun tak akan mampu menebak siapakah aku?"

"Cianpwee bersedia kah engkau menunjukkan paras muka aslimu agar bisa dikenali oleh kita semua?" teriak Lam kong pak dengan suara lantang.

"Tak bisa." sahut manusia tembaga itu sambil menggeleng. "kecuali ketua perkumpulan bulu hijau bersedia memperlihatkan paras muka aslinya. kalau tidak maka aku akan mudah tertipu."

Lam-kong pak segera enjotkan badan dan laksana sambaran kilat menyambar topi baja yang menutupi wajah orang itu.

Manusia tembaga itu sama sekali tak menduga kalau Lam-kong Pak bakal melancarkan serangan secara tiba2, untuk berkelit sudah tak sempat lagi dan nampaknya kedok orang itu bakal segera terbongkar.

Siapa tahu disaat yang paling kritis itulah tiba2 ketua perkumpulan bulu hijau dengan gerakan tubuh bagaikan sambaran kilat telah menerjang maju pula kedepan dengan satu jurus serangan yang sangat aneh ia ancam tekukan sikut pemuda itu.

Lam-kong Pak merasa terperanjat bercampur heran- ia tak berani menyambut cengkeraman tersebut, dengan cekatan badannya mundur tiga langkah kebelakang untuk menghindarkan diri.

Tindakan dari ketua perkumpulan bulu hijau itu sama sekali diluar dugaan semua orang dan membuat para jago berdiri terperangah, dari tindakan tersebut sudah jelas terihat bahwa ketua perkumpulan bulu hijau tidak ingin kalau sampai kedok manusia tembaga itu ketahuan, sebab dengan diketahuinya jejak orang itu kemungkikan besar diapun akan membongkar rahasia asal usul dari ketua perkumpulan bulu hijau.

Rupanya teka-teki yang menyelubungi asal usul mereka berdua saling berhubungan satu sama lainnya, asal salah seorang diantara meteka ketahuan jejaknya maka tidak susah untuk menebak yang lain-Sementara itu ketua perkumpulan bulu hijau sambil tertawa dingin telah mengancam kembali:

"Heeeh heeeh heeeh... sebenarnya kalian mau pergi dari sini atau tidak??" Sambil mengancam senjata payung sengkalanya direntangkan dan siap untuk turun tangan.

"Bukankah engkau bersikeras hendak mendapatkan jago angin dan guntur Lam-kong Liu?" bentak Lam-kong pak dengan keras, "Aku adalah putranya. kalau kau bisa mendapatkan diriku maka sama artinya telah mendapatkan ayahku. tunjukkan dahulu Wajah aslimu, kemudian aku akan pergi mengikuti dirimu tanpa membantah." "Tidak orang yang kuinginkan bukan engkau tapi Lam- kong Liu pribadi, sekarang kalian tak usah banyak bicara lagi. jika masih membandel dan tidak mau mengundurkan diri dari sini maka jangan salahkan kalau aku akan melakukan pembantaian secara besar2an-"

Sementara para jago masih berdiri dengan perasaan ragu2 untuk kesekian kalinya. Ketua perkumpulan bulu hijau telah membentak keras: "Serbu"

Ratusan orang pria kekar dan jago lihay golongan sesat ber-sama2 gerakkan senjata dan menerjang kedepan-

Kali ini Lam-kong Pak benar2 sudah dipengaruhi hawa amarah, diam2 dia salurkan hawa murni bayi saktinya kedalam seluruh tubuh, kemudian senjata tanduk naga saktinya diloloskan dari dalam sakunya.

Terdengar Sun Han Siang dengan nada sedih telah berkata:

"Secara lapat2 aku sudah dapat menduga siapakah engkau yang sebenarnya dapatkah kau memandang diatas wajahku dan lepaskan anak Pak..,.??"

cu Hong Hong yang berada disampingnya sambil ketawa segera mengejek:

"Heeeh hh..heeehh..heeehh...tentu saja ia bersedia melepaskan bocah Pak dengan begitu saja demi engkau bagaimana beratpun syarat yang kau ajukan pasti akan disetujui olehnya..."

Ketua perkumpulan bulu hijau terpengaruh, untuk beberapa saat lamanya ia tak tahu apa yang musti dilakukan olehnya.

Lam-kong Pak sendiri tak ingin terlalu banyak membuang waktu, dengan suara dalam ia berseru, "Lebih baik persoalan yang tak ada gunanya tak perlu dibicarakan labih dahulu. ayoh kita adu kepandaian dan coba lihat siapakah yang lebih unggul diantara kita berdua."

Sambil berkata senjata tanduk naga saktinya dibabat kemuka diiringi deruan angin puyuh yang memekikkan telinga, begitu cepat dan dahsyatnya serangan tadi, dalam waktu singkat seluruh batok kepala musuhnya sudah berada dalam kurungannya.

Ketua perkumpulan bulu hijau merentangkan senjata payung sengKalanya, dengan gerakan Tiang-hong-koan-jit atau bianglala menutupi sang surya, ia sambut datangnya ancaman tersebut.

"Taaggg..." letusan bunga api berhamburan diangkasa, kedua belah pihak sama2 tergetar mundar dua langkah Kebelakang. ini membuktikan bahwa posisi Lam-kong Pak sama sekali tidak berada dibawah angin.

kendatipun begitu, ketua perkumpulan bulu hijau sendiri tidak menggunakan seluruh tenaganya dalam bentrokan tersebut. rupanya ia masih ada perasaan belas kasihan terhadap lawannya ini.

Setelah terjadinya bentrokan tersebut, kepercayaan Lam- kong Pak pada kekuatan sendiri semakin berlipat ganda. ia segera mengembangkan permainan ilmu dari payung sengkala untuk saling berebut menyerang dengan pihak lawan, ia berusaha melontarkan serangan2nya yang paling ampuh untuk melumpuhkan pertahanan lawan-

Sementara itu para jago lainnya dari kalangan lurus telah terlibat dalam pertarungan sengit melawan para jago lihay dari perkumpulan bulu hijau, hanya manusia baju tembaga seorang yang tetap berpeluk tangan sambil menonton jalannya pertarungan itu dari sisi kalangan- Ratusan jurus kemudian, posisi Lam-kong Pak mulai terdesak dibawah angin. itupun disebabkan perasaan belas kasihan dari ketua perkumpulan bulu hijau yang tidak menyerang dengan sepenuh tenaga, kalau tidak niscaya sejak tadi pemuda itu sudah keok. Sambil bertempur sengit. dalam hati kecilnya Lam-kong Pak berpikir:

"Untuk membuka kedoknya serta melihat wajah aslinya. aku harus menempuh mara bahaya, kalau tidak maka keinginanku ini tak akan terpenuhi untuk selamanya..."

Diam2 hawa murni bayi saktinya disalurkan keluar, tatkala ingatan tersebut melintas dalam benaknya, bayi hawa murni itu segera menorobos keluar dari selangkangannya dan langsung menyambar batok kepala ketua perkumpulan bulu hijau.

Ketika menyaksikan kemunculannya bayi hawa murni tersebut, manusia tembaga yang berada disisi kalangan menjarit kaget, agaknya ia tak menyangka kalau sianak muda itu sudah berhasil melatih ilmu silatnya hingga mencapai taraf sehebat itu.

Dengan suatu luncuran yang sangat cepat bayi hawa murni itu meleset keudara dan menyambar rambut palsu diatas kepala Ketua perkumpulan bulu hijau, tapi serangan bayi hawa murni itu tak bisa dilanjutkan, sebab sekeliling tubuh ketua perkumpulan bulu hijau dilindungi oleh selapis hawa khi-kang yang amat kuat dan tebal.

Dalam pada itu, ketua perkumpulan bulu hijau telah mendengus dingin, hawa murninya disalurkan kedalam senjata payung sengkalanya kemudian dibabat keatas bayi hawa murni tersebut.

Lam-kong Pak sendiri menyadari bahwa pertarungan ini merupakan suatu pertarungan adu jiwa yang akan menentukan mati hidup mereka, ia tidak menarik kembali bayi hawa murni tapi sambil menggigit bibir siap menanti datangnya serangan tersebut.

"Blaaamm..." Benturan keras menggelegar diangkasa, daerah disekitar gelanggang terbungkus dalam suatu pusaran angin pUyuh yang menjangkau wilayah seluas puluhan tombak

Tubuh bayi hawa murni itu tergetar keras dan akhirnya meleset kembali kedalam selangkangan Lam-kong Pak.

Sebaliknya pemuda itu sendiri dengan sempoyongan tergetar mundar sejauh tujuh delapan langkah, tubuhnya terjengkang keatas tanah dan muntah darah segar. paras mukanya pucat pias bagaikan mayat.

Ketua perkumpulan bula hijau sendiripun tidak memperoleh keuntungan apa2, secara beruntun ia mundur lima langkah kebelakang, lengan kanannya hampir saja tak dapat diangkat,

Napsu membunuh yang amat tebal melintas diatas wajahnya, sambil menahan rasa sakit ia meleset kehadapan lam-kong Pak. rupanya sang ketua ini sudah dibikin marah oleh perbuatan sianak muda itu dan siap membereskan jiwanya,

"Tahan-.." bentak manusia tembaga itu dengan suara keras,

Tapi napsu membunuh yang ber-kobar2 telah menyelimuti seluruh benak Ketua perkumpulan bulu hijau. segumpal cahaya merah yang amat menyilaukan mata segera mengurung batok kepala pemuda itu

Manusia berbaju tembaga itu membentak keras. sekuat tenaga dia lancarkan satu pukulan kedepan. Ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak merubah gerakan serangannya dengan payung sengkala, telapak kiri dengan tenaga yang tak kalah besarnya melepaskan pula satu pukulan.

"Blaamm.." dalam benturan keras yang kemudian manggema diudara tubuh manusia tembaga itu tergetar mundur sejauh dua langkah kebelakang sementara serangan dari payung sengkala itu sudah hampir mencapai batok kepala Lam-kong Pak.

Disaat yang kritis dan gawat itulah tiba2 terdengar suara gemerincingan nyaring berkumandang datang disusul munculnya dua orang manusia tembaga yang ber-sama2 menyambar kearah payung sengkala itu.

Sekali lagi terjadi benturan keras yang memekikan telinga. ditengah gelanggang dua kali dengusan berat mengiringi robohnya dua orang manusia tembaga itu keatas tanah, sekalipun tenaga gabungan kedua orang itu cukup ampuh namun mereka masih tak mampu untuk menghadapi serangan payung lawan, setelah tebanting keatas tanah. badan mereka masih harus bergelinding sejauh dua tombak lebih dahulu sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

Lam-kong Pak sendiri walaupun nyaris menemui ajalnya diujung senjata lawan, rasa kaget yang dialaminya  pada saat itu sukar dilukiskan lagi dengan kata2, tanpa menggubris diri ketua perkumpalan bulu hijau lagi ia langsung mendekati dua orang manusia tembaga yang terpental jauh itu.

Siapa tahu cepat gerakan tubuhnya ketua perkumpulan bulu hijau lebih cepat lagi bahkan sampai manusia tembaga yang lain-pun masih terlambat setindak. dalam sekali enjotan badan ketua perkumpulan bulu hijau telah meluncur kesamping dua orang manusia tembaga itu dan siap mencengkaram tubuh mereka.

"Tahan..." bentak Sun Han siang sambil melancarkan beberapa pukulan dan meluncur kemuka.

Sementara Ketua perkumpulan bulu hijau masih berdiri terperangah, manusia tembaga yang lain telah menggunakan kesempatan baik itu sebaik2nya, ia menyambar kemuka dan sambil menghimpit dua orang rekannya dengan cepat kabur dari situ. "cepat kejar" bentak Sun Han Siang.

Dia segera mengajak cu Hong Hong untuk mengejar manusia tembaga itu dan lari keluar dari ruangan markas besar perkumpulan bulu hijau.

Tampaklah manusia tembaga itu sambil mengempit dua orang rekannya sedang kabur dengan Cepatnya ditempat kejauhan-

"cianpweee, engkau hendak kabur kemana...?" teriak Lam-kong Pak dengan suara keras, "pada saat ini kaum iblis dan manusia sesat malang melintang dikolong langit, sedang kaum pendekar dan golongan putih terdesak dan selalu terdesak bahaya. Kita sudah sepantasnya bersatu padu untuk menumpas bibit bencana bagi umat persilatan- cianpwee kenapa engkau masih terus menerus menyembunyikan diri??"

Manusia tembaga yang kabur didepan tetap tidak menggubris ucapan tersebut, bahkan larinya semakin cepat lagi.

Sun Han Siang dengan suara keras segera berteriak: "Lam-kong   Liu...   Lam-kong   Liu...   benarkah engkau

begitu tega hati.--?? mengapa engkau tidaK  memperdulikan

kami berdua??" orang itu masih tetap membungkam dalam seribu bahasa, ia tidak menggubris teriakan orang2 dibelakangnya, sambil mengempit dua oraag rekannya ia kabur terus kedepan.

Lam-kong Pak segera mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya untuk melakukan pengejaran, dalam beberapa kali loncatan saja dia berhasil melampaui manUsia tembaga itu dan menghadang jalan perginya.

"cianpwee engkau hendak lari kemana lagi?" bentaknya.

Dengan hati terperanjat orang itu menghentikan gerakan tubuhnya, tiba2 ia membentak keras:

"Lihat senjata rahasia..."

Lam-kong Pak terkecoh oleh bentakan itu, dia tidak sempat berpikir bahwa orang itu sedang mengempit dua orang rekannya dalam setiap tangannya dalam keadaan demikian mana mungkin ia bisa melepaskan senjata rahasia?

Ketika mendengar bentakan tersebut dengan cepat tubuhnya berkelit lima langkah kesamping, menggunakan kesempatan yang sangat baik itu dengan cepat manusia tembaga tersebut kabur masuk kedalam hutan belantara.

Lam-kong Pak ikut menyusul kedalam hutan, tapi hutan itu sangat lebat dan banyak semak2nya bahkan setiap batang pohon mempunyai dahan yang besarnya bukan kepalang, dalam waktu singkat ia sudah kehilangan jejak orang itu.

Sun Han Siang telah menyusul kesana pula, tapi bayangan tubuh manusia tembaga itu sudah tak tampak dalam penglihatan. "lbu." kata Lam-kong pak kemudian. "mari kita berpisah dan mencari jejaknya disekitar tempat ini, aku rasa mereka pasti belum meninggalkan hutan ini, kita harus berhasil menemukan mereka bertiga, sebab dua orang manusia tembaga yang lain telah menderita luka dalam yang sangat parah..."

"Baik mari kita memisahkan diri. "

Dalam keadaan terburu2, Lam-kong Pak tidak sempat menyapa kedua orang gadis itu lagi, ia segera menyusup kedalam hutan dengan cepatnya, ketika mengejar sejauh setengah li tampaklah hutan itu kian lama kianjadi gelap dan tak nampak sesosok bayangan manusiapun disana.

Akhirnya sianak muda itu menghentikan langkah kakinya dan kerahkan tenaga untuk memeriksa gerak gerik disekitar tempat itu.

Secara lapat2 ia mendengar ada suara orang sedang berbicara, namun ia tak sempat menangkap apa yang sedang mereka bicarakan sebab jaraknya terlampau jauh.

Dengan langkah yang sangat berhati2 ia meneruskan perjalanannya mendekati asal suara tadi, kurang lebih dua li sudah dilewati namun hutan tersebut belum juga sampai ujungnya, sementara suara pembicaraan kian lama terdengar kian jelas.

Saat ini ia dapat mengenali salah satu suara pembicara sebagai suara dari ketua perkumpulan bulu hijau sedang yang lain mirip sekali dengan suara manusia tembaga yang membawa kabur dua orang rekannya tadi.
*** ***
Note 26 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Hari Minggu itu weekend tapi kalau cinta kita will never end"

(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 15"

Post a Comment

close