Kelelawar Hijau Jilid 14

Mode Malam
Ma Tie menyahut, dengan gerakan tubuh yang cepat laksana sambaran kilat ia bertindak. tangannya menyambar kemuka dan . . . "Breeet" pakaian luar yang dikenakan Pui Kun segera terlepas sehingga nampaklah pakaian dalamnya yang be^warna merah. "Breet. . ."

Pakaian dalam yang dikenakan perempuan itu kembali tersambar hingga robek. kali ini kelihatanlah kutangnya yang berwarna merah membungkus dua gumpalan bola daging yang padat berisi dan masih montok sekali.

sorot mata kawanan iblis itu sama2 tertuju pada sepasang payudara sang perempuan binal tadi tanpa berkedip. semua orang mengecap tiada hentinya sementara air liur ibarat ditelan berulang kali. "Breet..."

Kutang berwarna merah yang sudah minim sekali itu kembali tersambar robek hingga terlepas dari badan, kini separuh bagian tubuh Janda kawin tujuh kali sudah berada dalam keadaan telanjang bulat, kulihatnya yang putih  bersih dengan sepasang gundukan bola daging yang besar padat dan kencang benar2 mempesonakan hati.

Kedatipun usia perempuan itu sudah mencapai empat puluh tahunan, namun wajahnya sama sekali belum berkerut, tubuhnya masih tetap mulus. halus dan menggairahkan sekali, bila dilihat dari tubuhnya saja maka orang pasti akan mengira dia masih berusia belasan tahun.

Janda kawin tujuh kali melemparkan kerlingan mautnya keempat penjuru. ia tahu kawanan iblis itu rata2 sudah terikat oleh keindahan dan kemontokan tubuhnya, asal pakai siasat maka ia pasti dapat meloloskan dari jeratan lawan- "Pui Kun" terdengar Ma Tie berseru dengan suara dalam." celana dalam itu lebih baik kau lepaskan sendiri"

Janda kawin tujuh kali memutar sepasang biji matanya, perempuan ini sedang peras otak untuk mencari siasat guna meloloskan diri dari ancaman tersebut, ketika ia menengadah keatas mendadak sbrot matanya berhasil menemukan adanya tiga sosok bayangao manusia yang sedang bersembunyi dibalik kerimbunan daun pohon, ia segera menyadari bahwa ketiga orang itu pastilah jago2 lihay dari dunia persiliatan.

Satu ingatan deangan cepat berkelebat dalam benaknya, ia mendapat akaL Namun perasaan tesebut tidak sampai diutarakan keluar, ujarnya dengan suara jalang:

"Ma Tie, engkau tak usah memaksa terus-menerus, biarlah kulepaskan sendiri celana dalamku ini tapi engkau harus mundur dulu.^"

Ma Tie mundur tiga langkah kebelakang, sorot mata kawanan iblis itu ber-sama2 ditujukan keatas tubuhnya, tampaklah perempuan itu melepaskan tali celananya dan...Sreeet^ celana berwarna merah itu meluncur lepas dari tubuhnya....

"Aaah " kawanan iblis itu menjerit kaget.

Terlihatlah sepasang pahanya yang putih, mulus dan halus....begitu montok dan menawan hingga menggairahkan siapapun yang memandang.

Dibalik celana merah tadi ternyata masih ada selembar celana dalam lagi yang jauh lebih kecil dan tipis, sambil bergoyang pinggul dan memperlihatkan gerakan2 yang merangsang, Janda kawin tujuh kali berseru kepada Daging Lima warna: "oei Hu-pangcu, masa aku harus lepaskan semua celana dalamku hingga telanjang bulat?"

"Tentu saja " jawab Ma Tie dengan cepat.

"Begini saja " kata janda kawin tujuh kali kemudian, "aku akan memberi kesempatan kepada kalian untuk meraba tubuh bagian bawahku, seandainya dibalik celana dalamku ada benda yang kusembunyikan, bukankah asal diraba lantas tahu?"

Mendengar usul yang sangat luar biasa dan sangat menguntungkan dirinya itu. buru2 Ma Tie ingin menyetujuinya.

Tetapi sebelum dia sempat berbicara. Daging lima warna oei Hun sudah keburu berkata lebih dahulu:

"Bagi mereka yang ditunjuk untuk melakukan merabaan tersebut, maka orang itu harus dipilih dari mereka2 yang dihari biasa memperlihatkan tingkah laku serta perbuatan yang baik, dengan begitu aku baru dapat mempercayainya"

Setelah ucapan tersebut diutarakan keluar, maka sama artinya wakil ketua ini merasa curiga bahwa Ma Tie tak dapat dipercaya. seandainya ia mempunyai maksud2 tertentu, walaupun sudah diraba dan ada barangnya namun dia mengatakan tak ada, bukankah dialah yang bakal dirugikan?

"Apakah wakil ketua tidak percaya dengan aku?" bentak Ma Tie dengan nada tidak puas.

"Hmm karena engkau pernah bergelumut dengan perempuan itu maka itu berarti engkau sudah mempunyai rasa yang lain dari-pada yang lain dengan dirinya, perbuatanmu susah untuk dipercayai" Bicara sampai disini sorot mata Daging lima warna yang tajam per-lahan2 menyapu keatas wajah kawanan iblis lainnya.

Kawanan iblis itu rata2 segera menunjukkan wajah yang serius dan jujur, semua orang menunjukkan se-olah2 dialah yang paling bisa di percaya sehingga dapat dipilih oleh daging lima Warna oei-Hun untuk meraba tubuh dibalik celana dalam perempuan binal tersebut.

Lama sekali Daging lima warna oei Hun mengamat- amati anak buahnya, namun tak seorangpun yang penuju dengan hatinya sementara ia masih bingucg karena tak tahu siapakah yang bakal dipilih mendadak Tiat-sau-co sapu baja Kim Kiu berkata dengan serius.

"Wakil ketua, sejak dilahirkan aku mempunyai suatu keburukan yaitu paling takut mendekati kaum wanita, aku harap wakil ketua jangan sekali mengutus diriku"

"Kalau begitu engkau saja yang melaksanakan tugas ini" seru Daging lima warna dengan cepat.

Dalam hati kecilnya sapu baja Kim Kiu merasa sangat kegirangan, namun diluaran ia ber-pura2 takut sehingga mengucurkan keringat dingin kembali serunya:

"oooh .. wakil ketua... aku harap engkau berpikir sekali lagi... aku takut dengan perempuan"

Dewa guntur berlengan delapan Si Put Siau yang melihat siasat tersebut rupanya manjur sekali dengan cepat terlintaslah satu akal dalam benaknya. agar ia bisa dipilih untuk meraba benda yang paling menyenangkan dikolong langit itu. tiba2 dengan tubuh gemetar ia jatuhkan diri keatas tanah dan duduk tak berkutik. , Daging lima warna yang menyaksikan kejadian itu nampak terperangah. lalu menegur, "Hey orang she-Si, kenapa engkau? pennyakit apa pula yang kau derita...??"

"Wakil ketua.." jawab dewa guntur berlengan delapan dengan suara ter-bata2, "Urrusan ini... sebenarnya memalukan sekali. lebih baik tak usah kukatakan saja"

"cepat katakan" hardik Daging lima warna.

"Sejak kecil aku sudah mempunyai satu penyakit, yaitu jika menyentuh kaum wanita maka badanku akan gemetar dan bulu kudukku pada bangun berdiri, barusan aku mengira engkau memerintahkan akulah yang meraba daging dibalik celana dalamnya, maka...maka... penyakitku itu kontan saja kambuh kembali."

Ketika kawanan iblis itu ber-sama2 alihkan sorot matanya kearah orang itu, maka tampaklah bulu kuduknya pada bangun berdiri, bahkan sekujur badannya masih gemetar keras. Daging lima warna Oei Hun tertawa dingin katanya:

"Heehh. .heeehh..heeehh.. bagi seorang pria yang tidak suka bermain perempuan, hal ini merupakan salah satu kebaikan yang terpuji, tapi keadaanmu itu terlalu kelewat batas, aku tetah berubah ingatan, sekarang juga akan kuutus dirimu untuk meraba tubuhnya. engkau harus belajar meraba perempuan sebelum dikemudian bari bisa cari bini dan punya anak"

Dewa guntur berlengan delapan Si Put Siu merasa sangat kegirangan, dengan cepat dia bangkit berdiri, ujarnya kembali:

"Wakil ketua...tangan-tanganku masih gemetar terus tiada hentinya. " Golok tanpa tandingan Hong Gwan jadi mendongkol sekali menyaksikan ulah rekan2nya, ia berpikir dalam hatinya:

"Hmm permainan keparat in ijauh lebih hebat, aku tak boleh memberi kesempatan kepadanya untuk mendapat keuntungan tersebut. "

Berpikir sampai disini, sepasang biji matanya segera berputar, kemudian sambil berteriak ia melarikan diri terbirit-birit. "Aduuuh tolong . . . tolong. "

Kejadian yang timbul sangat mendadak ini segera membuat kawanan ibhs itu jadi tertegun.

Daging lima warna oei Hun segera membentak keras: "Berhenti "

Dengan ketakutan Golok tanpa tandingan Hong Gwan berhenti larinya, lalu serunya: "oooh wakil Ketua. engkau sangat mengejutkan hatiku"

= -^^^^^-^ =

"APA YANG kau takuti??" hardik Daging lima warna sambil tertawa dingin tiada hentinya.

Dengan tubuh bergetar karena ketakutan golok tanpa tandingan Hong Gwan menjawab:

"Aku...jika aku mencium bau perempuan-..maka...

rasanya perutku lantas jadi mual dan ingin muntah.. bahkan-. kalau sudah muntah maka aku akan muntah selama tiga hari tiga malam"

Daging lima warna oei Hun kembali tertawa dingin, "Heehh...heehh..heeehh..sungguh   tak   kusangka  kalian

memiliki penyakit aneh sebanyak itu, baiklah begini saja, kalian bertiga boleh maju bersama dan meraba tubuhnya ber-sama2"

Mendengar perintah tersebut, ketiga orang jago itu merasa sangat kegirangan, sedangkan Janda kawin tujuh kali sendiri sedikit pun tidak menunjukKan keberatannya malahan melemparkan kerlingan2nya kearah tiga orang itu.

Kejadian itu sangat menggusarkan hati Melayang diatas air Ma Tie, ia tahu ketiga orang itu sedang ber-pura2 main sandiwara, dikolong langit tak mungkin terdapat penyakit aneh seperti itu maka dengan hati yang mendongkol seruoya dengan suara berat:

"Wakil ketua engkau jangan percaya dengan obrolan mereka, dikolong langit tak mungkin ada. "

Belum habis ia berkata tiga orang sampah masyarakat itu sudah menerjang kedepan "Breeet" tiga buah tangan ber- sama2 menerobos masuk kebalik celana dalam dari Janda kawin tujuh kali.

TAPI... pada saat itu juga terdengarlah jeritan kesakitan yang melengking berkumandang memecahkan kesunyian.

Kawanan iblis lainnya sama2 berdiri tertegun, ketika mereka menengok kearah tiga orang rekannya, tampaklah tiga buah tangan yang menerobos masuk kedalam celana dalamnya Janda kawin tujuh kali sudah kutung jadi dua bagian, masing2 pihak sambil membawa lengannya yang cacad sedang mundur kebelakang dengan sempoyongan.

Tiga buah kutungan lengan itu terjatuh ke atas tanah lewat lubang dibawah celana dalamnya, darah segar mengucur keluar membasahi lantai, keadaan benar2 mengerikan sekali.

Saking terperanjatnya kawanan iblis itu jadi tertegun dan berdiri melongo mereka tak menyangka kalau dalam celana perempuan itu bukan saja tak ada hartanya malahan ada pisaunya, hal ini sama sekali diluar dugaan siapa pun-

Siapa pun tak ada yang tahu sampai dimanakah kelihayan dari Janda kawin tujuh kali, meskipun ia cabul dan jalang sekali namun ia tak sudi dirugikan oleh siapapun juga kecuali kalau ia sudah penujui maka jangan harap ada orang bisa menikmati tubuhnya secara gratis.

Untuk menghindari perbuatan2 jahil orang lain terhadap dirinya sengaja ia telah membuat sebuah gunting otomatis yang amat tajan yang dipasang pada pinggangnya dan mulut gunting tersebut berada diantara kedua pahanya jika sepasang kaki dijepitkan satu sama lain maka gunting tajam itu segera akan mengatup dan menguntungi benda apapun yang berani berbuat jahil kepadanya.

Daging lima warna oei Hun makin bertambah gusar hardiknya:

"Ma Tie, ajoh maju dan periksa sekujur badannya dengan teliti... bilamana perlu telanjangi seluruh tubuh perempuan itu"

Dengan langkah lebar Ma Tie maju mendekati perempuan tersebut tangannya bertindak secepat kilat. Breeet^ sisa celana dalam yang masih melekat ditubuh Janda kawin tujuh kali tersambar robek dan terlepas dari tubuhnya.

Kini perempuan binal yang bernama Janda kawin tujuh kali tersebut berada dalam keadaan polos alias telanjang bulat.

"Waeduuuh...cctt..crtt...cctt..." seruan kaget dan kagum berkumandang dari mulut kawanan iblis itu.

Ternyata gunting istimewanya itu berbentuk lingkaran yang dihubungkan dengan sebuah lingkaran bulat yang melekat pada pinggangnya mulut gunting tersebut persis berada didepan alat kelaminnya dan kelihatan tajam sekali.

Bukan begitu saja bahkan beberapa butir mata kucing dan intan permata itu tergantung pula bisa putar lingkaran baja pada pinggangnya tersebut.

"Tangkap perempuan itu" bentak Daging lima warna oei Hun dengan sangat marahnya.

Kawanan iblis ber-sama2 maju kedepan dan mengurung perempuan itu rapat2 Janda kawin tujuh kali tetap bersikap tenang, mendadak ia menuding keatas pohon sambil berseru: "cepat lihat keatas"

Tatkala semua orang menengadah keatas, tampakiah tiga sosok bayangan manusia sedang melayang turun dengan Cepatnya mereka bukan lain adalah Lam-kong Pak. Sun Han Siang serta cu Hong Hong.

Dengan gerakan tubuh yang cepat bagaikan kilat pemuda Lam-kong melayang kesamping tubuh dua orang gadis itu dan turun tangan membebaskan jalan darah mereka yang tertutuk.

Menggunakan kesempatan dikala perhatian semua orang ditujukan pada kemunculan tiga orang itu. Janda kawin tujuh kali dengan badan telanjng bulat segera melarikan diri ter-birit2 dari situ.

Untaian berlian intan permata dan mata kucing yang tergantung pada selangkangannya saling beradu dengan gunting bajanya tadi hingga menyiarkan bunyi ting tang ting tang yang amat merdu.

Daging Lima warna oei Hun mengetahui bahwa kemampuan yang mereka miliki masih belum sanggup menandingi kelihayan musuhnya, sementara mereka siap2 hendak melarikan diri, mendadak Lam-kong Pak berkelebat kedepan dan menghadang jalan perginya:

"oei Hun- ia membentak keras, "engkau anggap bisa melarikan diri dari sini dengan mudah?"

Sapu baja Kim Kiu membentak keras, dengan menggunakan senjata sapunya yang berat segera melancarkan satu babatan kearah batok kepala sianak muda itu.

Lam-kong Pak sama sekali tidak menghindar ataupun berkelit, ia putar telapaknya dan mencengkeram senjata lawan, kemudian merebutnya dengan kekerasan-

Termakan tenaga betotan yang maha besar itu, tubuh Kim Kiu mencelat sejauh satu tombak dari tempat semula. tangannya bergetar keras dan robek^ darah segar mengucur keluar tiada hentinya.

Lam-kong Pak mendengus dingin, serunya:

"Kakek ombak menggulung punya ambisi yang sangat besar dan ada cita-cita ingin menjadi dunia persilatan memimpin kolong langit ini, tapi aku Lam-kong Pak akan suruh kalian buka mata lebar2 dan melihat siapakah yang lebih lihay diantara kami berdua.Jika kalian bersedia mengundurkan diri dari perkumpulan ombak menggulung mulai sekarang juga , itu berarti pikiran kalian masih benar dan tak malu disebut manusia bijaksana yang pandai melihat gelagat. sebaliknya kalau kalian belum juga sadarkan diri dan mengekor terus dibelakang jahanam tersebut. IHmm aku rasa nasib yang akan kalian alami mungkin jauh lebih mengenaskan daripada pemimpin kalian sendiri" Berbicara sampai disitu, diam2 hawa murni bayi sakti telah disalurkan kedalam telapak terlihatlah sapu baja itu dari warna hitam telah berubah jadi abu2, kemudian dari warna abu2 berubah jadi warna merah membara.

"Aaaah..." para iblis dengan ketakutan berseru keras, mereka semua mundur tiga langkah kebelakang tanpa sadar.

Lam-kong Pak tidak berdiam sampai disitu saja, tangannya membetot dengan sepenuh tenaga dan sapu baja yang sudah berubah jadi merah membara itu segera terbetot menjadi sebuah pentungan yang panjang kemudian pentungan baja itu diputusnya jadi empat belas bagian, tiap bagian dari Keempat belas bagian itu dipencet pula jadi dua batang pipa kecil serunya:

"Ayoh silahkan kalian maju ber-sama2 seorangpun diantara kalian jangan harap bisa lolos dari tempat ini?^

Begitu ucapan ladi diutarakan keluar cu Hong Hong dengan Cepat menghadang jalan pergi Daging lima warna oei Hun. Sun Han siang menghadang melayang diatas air Ma Tie dan dewa guntur berlengan delapan Si-Put Siu sedangkan cu Li Yap dan Pek Li Hiang masing2 menghadapi golok tanpa tandingan Hong Gwan sapu baja Kim Kiu danjago arak dari Lam-hay It- bun ko.

Tidak sampai belasan jurus Daging lima warna oei Hun sudah kena dipukul oleh cu Hong Hong.

Lam-kong Pak segera berkelebat maju kedepan tangannya laksana kilat menyambar rambutnya yang panjang.

Daging warna oei Hun sebagai wakil ketua perkumpulan Bulu hijau, sewaktu menyaksikan rambutnya dicengkeram oleh seorang pemuda yang masih muda belia, paras mukanya kontan berubah hebat, sekuat tenaga ia berusaha melepaskan diri dari cengkeraman pemuda tersebut, membuat rambutnya yang berwarna hijau sama2 rontok ketanah,

la rela mengorbankan rambutnya yang berwarna hijau daripada tetap dicengkeram rambutnya oleh pihak musuh.

Siapa tahu Lam-kong Pak sudah mempunyai rencana lain- pipa besi yang telah berubah jadi merah membara dan berada dalam cekalan tangan kirinya itu tiba2 dimasukkan keatas tulang Phi-pa-kut pada tubuh Daging lima warna.

"ceeesss..." asap hijau mengempul keangkasa, setelah pipa besi itu berbasil menembusi phi-pa-kut lawan- degsan cepat pipa tadi ditekuknya menjadi satu lingkaran gelang. dengan begitu pipa tersebut tak dapat terlepas lagi.

Dipihak lain- Sun Han Siang telah berhasil memukul keok Melayang diatas air Ma Tie serta dewa guntur berlengan delapan Si Put Siu. Lam kong Pak segera menggunakan bara yang sama menembusi tulang phi-pa-kut mereka dengan pipa baja dan kemudian ditekuknga pipa itu menjadi gelang.

Beberapa orarg jago itu termasuk tokoh2 inti kekuatan dari perkumpulan bulu hijau, namun kali ini mereka harus menelan kekalahan yang mengenaskan sekali membuat semua orang harus menggigit bibir menahan rasa dongkol.

Terdengar Daging lima warna oei Hun dengan gemas dan marah berteriak keras.

"Keparat cilik engkau tak usah sombong lebih dahulu Hmm kalau hari ini kamu tidak sekalian membinasakan kami, dalam pertemuan bulan lima tanggal lima nanti kami akan suruh kalian mati secara mengenaskan semua dalam kerubutan anggota ombak menggulung" "Justru karena bulan lima tanggal lima nanti kami akan menghadiri pertemuan besar yang diselenggarakan perkumpulan ombak menggulung maka kali ini aku sengaja mengampuni jiwa anjing kalian semua." kata Lam-kong Pak dengan ketus, "aku akan suruh kalian semua mampus tanpa mampu mengucaptan kata2 lagi"

Dia layangkan tendangannya..."Plook" pantat daging lima warna kena disepak hingga tubahnya mencelat sejauh beberapa tombak dari tempat semula....

Kawanan iblis lainnya jadi ketakutan setengah mati. karena tulang phi-pa-kut mereka sudah ditembusi oleh pipa besi maka sewaktu melarikan diri ter-birit2, dari tubuh mereka berkumandanglah suara dentingan yang amat nyaring.

cu Li Yap dan Pek-li Hiang yang menyaksiken kejadian iiu, segera bertepuk tangan sambil bersorak sorai:

"Puas. sungguh puas. serangan kita kali ini pasti Cukup

membuat kawanan iblis dari perkumpulan bulu hijau sama2 keder dan bergidik. "

dalam pada itu Lam-kong Pak telah bertanya kepada dua orang perempuan itu .

"lbu, cu-cianpwee, bagaimana Ceritanya sehingga kalian bisa menderita luka dalam yang sedemikian parahnya? apa sih yang telah terjadi?"

"lbumu yang kau sayangi itulah yang bikin gara2." omel cu Hong Hong dangan Cepat,

dia mengusulkan agar kita berdua melakukan pencarian secara terpisah, akhirnya kami ditemukan oleh kakek ombak menggulung dan dirobohkan satu persatu akibatnya kami berdua menderita luka parah" "Setelah Kakek ombak menggulung berhasil melukai kalian berdua maka ia melepasan kalian dengan begitu saja tanpa bertindak lebih jauh?"

"Setelah aku terluka parah sebenarnya kakek ombak menggulung akan melakukgn tindak kekerasan lebih lanjut." Sun Han Siang menerangkan, "tapi entah apa sebabnya tiba2 dia meraung kesakitan dan melarikan diri ter-birit2 se-akan2 ada orang yang secara diam-diam melukai tubuhnya"

"Tidak salah" ujar cu Hong Hong membenarkan, "akupun mengalami keadaan yang sama, mungkin ada orang yang telah memancing kepergiannya dan orang yang berhasil memancing pergi dirinya pasti memiliki ilmu silat yang amat lihay."

Mendengar keterangan tersebut Lam-kong Pak segera berpikir dalam hati kecilnya:

"orang yang mampu memancing pergi kakek ombak menggulung tanpa diketahui jejaknya. Kemungkinan besar orang itu adalah ketua dari perkumpulan bulu hijau, tapi apa sebabnya ia menolong ibuku...? apa yang sebenarnya telah terjadi??"

Sementara itu Sun Han Siang telah berkata,

"Ayoh kita berangkat kita harus seCepatnya kembali kekuil shia-hong-blo, aku merasa sangat khawatir atas keselamatan beberapa orang rekan kita"

"Loo Liang-jen yang mendapat tugas untuk menggusur Janda kawin tujuh kali serta jago arak dari Lam-hay rupanya sudah kena dilukai oleh kedua orang itu," kata Lam-kong Pak, "aku harus segera pergi mencari jejaknya, ibu berdua harap berangkat lebih dahulu selesai menemukan jejaknya Loo-tua kami akan menyusul kesana"

Dimikianlah setelah perpisah dengan cu Hong Hong serta Sun Han Siang berangkatlah Lam-kong Pak dengan membawa kedua orang gadis itu menuju kearah depan.

Setelah melewati tiga buah bukit mendadak dari hadapan mereka muncul sesosok bayangan tubuh yang tinggi besar sedang berjalan dengan sempoyongan, jelas orang itu sudah menderita luka parah.

Dengan ketajaman mata Lam-kong Pak yang luar biasa meskipun ditengah malam buta pun masih terpaut jarak yang cukup jauh namun ia dapat melihat bahwa orang itu bukan lain adalah Loo Liang-jan, dengan gelisah segera serunya:

"Ayoh Cepat, didepan situ ada sesosok bayangan manusia dan dia bukan lain adalah Loo-tua, rupanya ia sudah menderita luka yang cukup parah..."

Tiga orang itu segera memperCepat gerakan tubuh mereka dan laksana sambaran petir menyusul kedepan.

sementara itu Loo Liang-jan sudah masuk kedalam sebuah hutan yang lebat dan lenyap dibalik kegelapan.

Sementara Lam-kong Pak bertiga mencari di tepi hutan- tiba2 terdenaar Loo Liang-jan yang berada dalam hutan sedang berteriak keras: "Aduh mak...ada siluman"

Lam-kong Pak bertiga kelih atan tertegun. cepat2 mereka sembunyikan diri dibalik sebuah pohon yang besar dan melongok kearah mana berasalnya suara itu.

Setelah mengetahui apa yang telah terjadi. mereka cuma bisa gelengkan kepalanya ambil berpikir: "Kalau sudah digariskan oleh takdir. kemanapun akhirnya berjumpa kembali..."

Tampaklah Janda kawin tujuh kali Pui Kun dengan tubuh polos alias telanjang bulat sedang berdiri dengan sikap yang genit dihadapan Loo Liang-jan- diatas wajah perempuan itu sedikitpun tidak mengunjukkan rasa malu atau jengah.

Sebaliknya Loo Liang-jan sendiri dengan  membelalakkan sepasang matanja lebar2 berdiri menjublak disitu. paras mukanya berubah hebat dengan suara tergagap ia sedang berseru :

"Siluman perempuan tua, kau .. sebenarnya engkau orang aa...atau setan?"

Janda kawin tujuh kali tertawa jalang. "Hiiihh...hiiih...hiiihh...aku adalah seorang perempuan

asli, siapa bilang aku adalah siluman?"

"Aaah tidak benar." seru Loo Liang-jan sambil berteriak keras, "aku pernah dengar orang berkata bahwa perempuan bukan begitu bentuknya. "

Janda kawin tujah kali tahu bahwa lelaki yang sedang dihidapi sekaraag ini adalah seorang pemuda tolol. ia ingin memancing daya rangsangnya atas diri sendiri maka segera bertanya kembali:

"Lalu bagaimana macamnya perempuan itu?"

"Menurut keterangan dari Wangwee berhati hitam, perempuan katanya memiliki dua lembar mulut, mulut  yang ada dibawah ada giginya dan bisa menggigit orang kenapa mulutmu cuma satu dan diatas saja?? aku tidak terlihat mulutmu yang ada dibawah" "Hiihhh... hiihhh .. hiihhh... tolol" Janda kawin tujuh kali tertawa semakin jalang, "ia sengaja membohongi dirimu perempuan itu beginilah macamnya, kau ingin lihat mulut yang ada dibawah? Nah lihatlah sepdiri inilah yang dinamakan mulut sebelah bawah"

Seraya berkata perempuan binal itu rentangkan sepasang pahanya sehingga nampaklah bagian "Rahasia" nya yang tertutup oleh hutan bakau yang sangat lebat itu.

Akan tetapi Loo Liang-jan tidak memberi reaksi apapun juga dia hanya berdiri melongo dengan mata terbelalak besar se-olah2 sedang melihat sesuatu yang sangat aneh,

Perempuan binal tersebut mengetahui bahwa Loo Liang- jan adalah seorang jejaka tulen yang bodoh dan tidak mengerti urusan diantara muda mudi, napsu birahinya segera berkobar menguasahi seluruh kesadarannya ia segera berseru dengan lirih: "Loo Liang-jan aku rasa engkau pasti belum pernah mendekati kaum wanita bukan?"

"Selama hidup aku tak akan mendekati wanita" teriak Loo Liang-jan dengan suara keras, "barusan engkau dan jago arak dari Lam-hay telah menyergap diriku, kalian masing2 orang menghadiahkan satu pukulan membuat aku roboh karena mengira aku sudah mampus maka kalian lantas kabur ter-birit2. Hm, tapi sayang aku Loo-tua belum mampus aku cuma semaput saja. memandang engkau adalah seorang perempuan biarlah kuampuni selembar jiwamu, ayoh cepat pergi dari sini... aku tidak suka melihat wajahmu lagi"

Sesudah napsu birahi menguasai seluruh pikiran dan perasaan Janda kawin tujuh kali tentu saja perempvan itu tak mau melepas korbannya dengan begitu saja dengan cepat ia memperlih atkan gerakan-gerakan erotis yang paling cabul danpaling mesum untuk merangsang bangkitnya birahi Loo Liang-jen, dari gerakan yang konyol sampdi gerakan bersetubuh semuanya diperlihatkan dengan gerak-gerik yang merangsang, berulang kali ia melebarkan sepasang pahanya untuk memperlihatkan bagian "rahasia" kaum wanita, bahkan menggosok2kan pula sepasang payudara dan hutan bakau diantara kedua belah pahanya diatas badan Loo Liang-jan-

Pemandangan semacam ini tentu saja membuat terperangah cu Li Yap berdua yang mengintip dari tempat persembunyian, dengan ter-sipu2 mereka berpaling kearah lain dan tidak berani memandang lebih jauh.

Loo Liang-jan adalah seorang pemuda kasar yang tidak terpengaruh, perlahan sambil melototkan matanya bulat2 ia berteriak keras .

"Hey siluman tua, apa sih maksudmu goyang2 pinggul terus tiada hentinya?? benar2 tak habis mengerti? eei... apakah kamu sudah edan atau sinting?"

Mendengar tegutan itu Janda kawin tujuh kali Pui Kun jadi tertegun ia segera berpikir lebih jauh:

"Manusia ini benar2 berperasaan keras bagaikan baja, aku tidak perCaya kalau engsau tak bakal lumer dan terpengaruh oleh daya rangsanganku ini..."

Setelah napsu birahi mengUasai seluruh benaknya, perempuan itu merasa tak puas jika apa yang diinginkan tidak berhasil diperoleh maka ia maju kembali beberapa langkah kedepan tubuhnya bergerak makin erotis, sepasang bola dagingnya yang padat besar dan montok itu bergetar2 tiada hentinya penuh daya rangsangan, sepasang pahanya direntangkan makin lebar alat Rahasia nya dinaik turunkan dengan daya rangsangan yang hebat membuat setiap bagian organ tubuhnya yang paling rahasia itu tertera nyata dan dapat dilihat dengan amat jelas. Bila orang lain yang menghadapi keadaan seperti ini kendatipun orang itu bukan seorang pria yang gemar berma in perempuan tak urung akan terpengaruh juga oleh rangsargan yang liar binal itu.

Tetapi Loo Liang-jan masih tetap sama sekali tak terpengaruh, sesudah memandang setengah harian lamanya, ia gelengkan kepala sambil bertanya:

"Eei... siluman tua, engkau sudah goyang pinggul setengah harian lamanya, apakah tak merasa capai atau tidak lelah?? heran apa sih artinya semua goyangan itu? aku tak mengerti "

Lam-kong Pak yang melihat sampai situ benar2 tak  dapat menahan rasa gelinya ia hampir saja ia tertawa tergelak. pikirnya:

"Hahhh...haah...haahh...usaha yang susah payah selama ini akhirnya kandas juga ditengah jalan tanpa memperoleh hasil apa2. betul2 mengenaskan"

Tiba2 janda kawin tujuh kali menghentikan gerakan tubuhnya, sepanjang hidupnya entah sudah berapa banyak pemuda ingusan yang telah jatuh ketangannya, tapi baru pertama kali ini dia gagal untuk merangsang perasaan seorang pria.

makin Loo Liang-jan tidak tertarik, minat perempuan jalang ini terhadap dirinya makin besar, ia lantas berseru:

"Loo Liang-jan apakah engkau tidak ingin mencicipi bagaimana nikmatnya rasa seorang perempuan?"

"Hey perempuan siluman tua. engkau punya rangsum kering atau tidak...?" tiba-tiba Loo Liang-jan berseru.

Janda kawin tujuh kali menghela napas panjang, ia menjawab. "Aaai . asal aku punya kesabaran. aku tidak percaya Kalau tak mampu menggerakan hatimu"

Dari dalam buntalan perempuan itu ambil keluar sebuah kantongan berisi rangsum lalu dilemparkan kearah Loo Liang-jan-

Ketika buntalan itu dibuka ternyata isinya adalah separuh potong ayam goreng dua potong daging masak kecap serta dua puluh biji bak-pao yang besar.

Loo Liang-jan jadi amat kegirangan bagaikan hembusan angin puyuh yang menerbangkan semua benda dipermukaan bumi dalam sekejap mata semua makanan itu sudah disikat sampai ludas, katanya:

"Meskipan tidak terlalu kenyang, rasanya masih caKup untuk mangganjal perut Eh mm ...lumayan juga "

kepada Janda kawin tujuh kali teriaknya dengan suara keras: "Aku telah menghabiskan sekantong rangsum keringmu lain kaii kalau bertemu kembali pasti akan kubayar kembali, cepatlah pergi dari sini aku tak ingin menyusahkan dirimu, sekarang aku ingin tidur dengan nyenyak..."

Habis berkata ia membaringkan tubuhnya diatas tanah tidak selang beberapa saat kemudian ia sudah terlelap tidur.

Sekarang Janda kawin tujuh kali baru percaya kalau dikolong langit benar2 ada pria yang sama sekali tidak tertarik hatinya oleh gaya rangsangannya, dia menghela nafas panjang dan bergumam seorana diri:

"Walaupun uang perak dan uang mas itu susah dirampas oleh mereka aku masih sempat melarikan seuntai mutiara, intan permata dan beberapa biji mata kucing, benda2 berharga ini cukup untuk membiayai separuh hidupku. aai sayang bocah ini tidak mengerti soal cinta, kalau tidak...ooh betapa bahagianya hidupku"

Dengan uring2an perempuan itu mengenakan kembali pakaiannya kemudian berlalu dari sana.

Sepeninggalnya perempuan binal tadi, cu Li Yap dengan Pek-li Hiang segera munculkan diri dari tempat persembunyiannya, sambil menyepak tubuh Loo Liang-jan mereka berseru : "Hei, sesudah perut kenyang lantas tidur nyenyak...ayoh cepat bangun"

Loo Liang-jan menggeliat, memudian menggerutu: "Siluman perempuan tua, cepat pergi dari sini. aku...aku

sama sekali tidak tertarik kepadamu"

cu Li Yap kontan ayunkan telapaknnya menghadiahkan sebuah tempelengan keatas pipi lelaki raksasa itu.

"Ploook. " Loo Liang-jan loncat bangun dari atas tanah, tetapi sesudah mengetahui kalau orang yang menggaplok dirinya adalah cu Li Yap. ia segera berseru: "ooooh.. aku mengira perempuan siluman tua itu belum pergi dan sedang mengganggu aku"

"Loo-tua " ujar Lam-kong Pak dengan suara dalam, "aku merasa sangat kagum kepadamu karena engkau sama sekali tidak terpengaruh oleh rangsangan kaum wanita, tapi hatimu terlalu jujur dan polos. ketahuilah Janda kawin tujuh kali adalah seorang perempuan licik yang berhati kejam, mengapa sebelum ia pergi dari sini engkau sudah tertidur dengan nyenyaknya?"

"Aku lihat perempuan itu tidak terlalu jahat."jawab Loo Liang-jan, "ia mengira aku Suka sekali melihat goyang pinggulnya itu hingga makin lama gerakannya makin menggila dan makin seperti orang sinting, padahal aku sama sekali tidak tertarik." "Huuh apa yang kau ketahui? dia ingin memperkosa dirimu, tahu?" teriak Lam-kong Pak dengan suara keras.

"Aaah sau-ya, engkau jangan menakut2i diriku, masa ada perempuan hendak memperkosa orang laki? kan aneh aku cuma tahu ada lelaki mau perkosa perempuan..."

"Aaaih... kamu ini.. benar2 sudah tak dapat dlobati lagi.. kamu sudah keterlaluan" kata sang pemuda Lam-kong sambil gelengkan kepalanya berulang kali.

"Kita tak usah membuang waktu lagi dengan si tolol ini." sela cu Li Yap dari samping, "ayoh kita segera pulang"

Berangkatlah empat orang itu melanjutkan perjalanannya menuju kekuil Shia-hong-bio

Malam bulan lima tanggal lima akhirnya telah tiba, malam itu ketika kentongan pertama barusaja lewat, suasana dalam markas besar perkumpulan bulu hijau digunung Hu-hou-san amat ramai sekali. papan nama didepan pintu gerbang telah diubah menjadi papan nama emas yang bertulisan: "perkumpulan ombak Menggulung".

Sesudah memasuki pintu gerbang, meskipun persiapan dan penjagaan dilakukan sangat ketat, namun jelas terlihat bahwa dalam ucapan peresmian perkumpulan ombak menggulung pada hari itu, mereka sama sekali tidak pandang sebelah matapun terhadap orang-orang dari golongan putih.

Diujung iapangan yang luas terlihatlah sebuah liang tanah yang amat besar sekali dengan luas beberapa tombak persegi, ditepi itu berdiri sebuah papan nama dan tertera huruf-huruf besar yang berwarna merah darah, tulisan itu berbunyi: "Liang selaksa orang" 

Ditepi liang besar itu terdapat sebuah alat penggilingan batu yang sangat besar dengan tingginya satu tombak batu. penggiling yang ada ditengah mempunyai dua buah iubang besar yang dapat dimasuki tubuh dua orang manusia, gigi alat penggiling maupun tempat penggiling yang ada disebelah bawah penuh berpelopotan darah yang tebalnya mencapai beberapa cun dapat diketahui entah sudah berapa banyak manusia yang menemui ajalnya dalam alat penggilingan tersebut.

Dibawah alat penggilingan diatas tiang besi terdapat pula sebuah papan nama, diatas papan nama itu tertera tiga huruf besar berwarna merah darah yang berbunyi: "cu si Mo" atau alat penggiling penghancur mayat.

Disamping alat penggiling tadi terdapat pula sebuah meja besar yang terbuat dari kayu, diatas meja terdapat sebuah bangku panjang, didepan bangku terdapat sebuah tiang kayu dan diatas tiang kayu itu merupakan sebuah pisau besar yang bersinar tajam, pada papan nama yang tertera disampingnya tertera tiga huruf merah darah yang berbunyi: "Tam Wa-cha" atau pisau pembasmi korupsi dan keCa bulan.

= =oooooooo= =

DITENGAH iapangan yang sangat luas berdirilah sebuah panggung kehormatan yang megah dan indah. ditengah panggung terdapat dua buah kursi kebesaran yang disepuh emas, tepi kursi kebesaran itu masih kosoog. Dikedua belah sisi panggung kehormatan berjejerlah beberapa ratus kursi yang telah diisi penuh oleh manusia, mereka dipimpin oleh Daging lima warna oei IHun. Sementara para jago dari kalangan putih delapan buah kursi yang masih kosong, Lam-kong Pak tahu bahwa tempat itu disediakan beberapa orang manusia tembaga. Tiba2 desiran angin tajam bergema memecahkan kesunyian ^sreet. ^ Sreet./ tampak tiga orang manusia berbaju hitam berpakaian kerudung hitam menempati kursi yang kosong itu. .

Lam-kong Pak menyaksikan hal itu segera berbisik kepada ibunya Sun Han Siang:

"lbu ketiga orang itu mungkin tiga orang manusia tembaga, karena pakaian tembaga yang mereka miliki sudah hancur dan pakaian bersisik tembaga yang mereka kenakanpun sudah hancur oleh payung sengkala dari kakek ombak menggulung maka mereka gunakan lagi bahan pakaian yang sama warnanya untuk mengaburkan pandangan kita"

Baru saja perkataan itu selesai diucapkan suara tambur dan gembrengan dibunyikan ber-talu2, kawanan iblis yang duduk disisi mimbar kehormatan ber-sama2 bangkit berdiri sikap mereka sangat hormat dan suasana sunyi senyap tak kedengaran suara sedikitpun.

Terlihatlah empat orang pria menggotong sebuah kursi lemas yang bersepuh emas muncul ditengah iapangan, diatas kursi lemas itu duduklah Kakek ombak menggulung mengenakan pakaian perlente yang memancarkan sinar gemerlapan payung sengkala berada dipelukannya mulut dimoncongkan seperti monyet.

Disisi kursi lemas tersebut berdirilah seorang manusia berkerudung yang berlengan buntung dia bukan lain adalah Suma ing yang tangan bulunya dipatahkan oleh cu Hong Hong.

Dibelakang kursi lemas itu mengikuti dua orang pria yang menggotong sebuah kursi emas diatas kursi itu duduklah ketua dari perkumpulan bulu hijau. Empat orang berpakaian ketat lainnya membawa gembrengan berjalan dipaling depan dibawah tetabuhan yang sangat ramai mereka berjalan mendekati mimbar kehormatan tersebut.

Kakek ombak menggulung turun dari kursi emasnya. sedang ketua perkumpulan Bulu hijau juga turun dari kursi kebesarannya mereka seCara beruntun naik keatas mimbar kehormatan dan ambil tempat dikursi masing-masing sementara Suma ing berdiri dibelakang dua orang

Suasana dalam kalangan sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun. begitu sepi suaranya hingga jarum yang jatuhpun dapat kedengaran dengan nyata.

Perlahan2 Kakek ombak menggulung bangkit berdiri. dia ulapkan ujung bajunya dan sreCet...^ dari sekeliling gelangang muncullah be-ratus2 orang pria kekar yang masing2 orang membawa senjata terhunus dan anak panah siap diatas busurnya. seluruh kalangan terkepung rapat membuat siapapun jangan harap bisa lolos dari situ dalam keadaan selamat. Sun Han Siang yang menyaksikan kejadian itu segera mendengus dingin, ujarnya:

"Ini hari ia sudah bersiap sedia menjaring seluruh jago dari kalangan putih untuk dibinasakan ditempat ini. tentu saja tiada sisa kekuatan yang dibiarkan menganggur. lihatlah permainan setan lainnya bakal menyusul dibelakang Pencuri tua dan sepasang manusia jelek dari Hay thian segera jalankan perintahku dan perhatikan siasat busuk pihak lawan secara seksama"

Tanpa mengucapkan sepatah katapun pencuri sakti Pek- li Gong dan sepasang manusia jelek dari Hay-thian diam2 ngeloyor pergi dari tempat duduknya dan menghilang entah kemana. Kalek ombak menggulung sambil membopong senjata payung sengkalanya menyapu sekejap sekitar tempat itu dengan sorot mata tajam, sikapnya se-akan2 dunia persilatan sudah berada dalam kekuassaanya, dengan sombong ujarnya:

"Mulai detik ini perkumpulan ombak menggulung diresmikan, kami mengutamakan kebajikan untuk kesejahteraan masyarakat dan kesamaan bagi umat persilaian beramal didunia, oleh karena itu mau tak mau kami harus memperingatkan kepada semua umat persilatan yang ada dikolong langit agar bersatu padu dan menghimpun kekuatan disuatu wadah. Teringat kata2 Kwan Kong dalam kitab Kak-si-cin-liok nya, dia mengatakan: Kalau sukar ditaklukkan dengan pelajaran, terpaksa harus dicoba dengan kekerasan. berdasarkan  ajaran itulah maka dalam mendirikan perkumpulan ini, kami akan lebih mengutamakan kekuatan badan daripada kekuatan ajaran, oleh sebab itu bagi mereka yang dak bersedia mengikuti parkum pulan kami ini, dipersilahkan segera angkat kaki daratan Tionggoan, kalau berani melanggar akan kami bunuh tanpa pilih bulu. Dari ucapan pembukaan nanti, kalau ada orang yang berani menolak untuk melakukan persembahan kepada kami akan kami ceburkan pula dalam liang selaksa orang"

Berbicara sampai disini ujung bajunya segera dikebaskan, beratus-ratus orang pria yang ada diempat penjuru segera menyebarkan diri dan anak panah dilepaskan sementara golok dimasukkan kembali kedalam sarungnya semua berjalan dengan tertib tapi penuh kewibawaan-

cukup ditinjau dari kemampuannya itu dapat diketahui bahwa kakek ombak menggulung adalah seorang manusia yang luar biasa dengan bakat memimpin yang sangat hebat. Beberapa saat suasana kembali diliputi oleh keheningan. tiba2 kakek ombak menggulung berkata dengan suara berat: "Ajukan para tawanan"

Setelah perintah itu dikeluarkan, para pria kekar yang ada diempat penjuru ber-sama2 menyingkir kesamping, delapan oraBg pria kekar sambil menggusur Janda kawin tujuh kali Pui Kun dan jago arak dari Lam-hay It-bun Ko masuk kedalam gelanggang dan mendekati mimbar kehormatan-

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu diam2 mendengus dingin, pikirnya:

"Dua orang sampah masyarakat itu sudah amat banyak dosa yang dilakukan, inilah yang dinamakan dengan racun dibalas raCun, orang jahat sudah sepantasnya mendapat ganjaran yang setimpal, akhirnya toh mereka tak dapat  lolos dari hukuman orang2 perkumpulan ombak menggulung ..."

Kendatipun Janda kawin tujuh kali Pui Kun adalah seorang jago kawakan yang banyak pengalamannya, tapi menghadapi keadaan seperti ini tak urung gemetar juga sekujur badannya, saking ketakutannya sampai perempuan itu ter-kencing2.

Jago arak dari Lam-hay sendiripun berubah hebat paras mukanya menghadapi keadaan tersebut, ia lepaskan cupu2 araknya dan meneguk isinya beberapa tegukan.

Per-lahan2 Kakek ombak menggulung duduk kembali kekursi kebesarannya, kepada Suma Ing yang berada dibelakang ia titahkan:

"Umumkan dosa dan kesalahan yang telah mereka mereka lakukan" Suma Ing berjalan ketepi mimbar sambil mengeluarkan secarik kertas, katanya dengan suara dalam:

"Mula pertama jago arak dari Lam-hay It-bun Ko adalah korban yang hampir saja mampus ditangan pemilik pegadaian Bu-lim Sun Han Siang, kemudian ditolong oleh Suma Ing dan masuk jadi anggota perkumpulan Bulu Hijau. tak nyana bukan saja ia tidak membalas budi pertolongan yang telah diberikan sebaliknya malah bersiap2 akan melarikan diri, tindakannya ini telah melanggar peraturan baru dari perkumpulan kita nomor seratus tiga puluh lima ayat tujuh ia harus menerima hukum siksa diatas alat penggiling penghancur mayat... "

begitu kata2 itu diutmumkan udara diseluruh kalangan jadi beku dan sepi Jago arak dari Lam-hay ketakutan setengah mati kakinya jadi lemas dan ia jatuh terduduk diatas tanah.

Kawanan jago kalangan putih yang mendengar perkataan itupun merasakan hatinya bergetar keras, mereka tahu bahwa alat siksa penggiling penghancur mayat adalah suatu alat siksa yang paling keji dikolong langit. Terdengar Suma Ing melanjutkan kembali pembacaannya:

"Janda kawin tujuh kali Pui Kun pernah mendapat budi pertolongan pula dari kami, ia bisa terhindar dari siksaan dimana badannya akan diguyur oleh cairan tembaga, tapi bukan membalas budi dia sebaliknya secara diam2 akan menghianati perkumpulan dan mengajak It- bun Ko melarikan diri dari kewajiban dan mencari kesenangan pribadi, perbuatannya itu telah melanggar peraturan dari perkumpulan kami nomor seratus tiga puluh lima ayat enam, dia harus menerima hukuman diujung, pisau pembasmi korupsi dan kecabulan" Sesudah pengumuman itu diutarakan keluar perasaan hati ratusan orang yang hadir dalam kalangan sama2 terjeblos, terutama sekali Janda kawin tujuh kali. ia terkencing2 sampai celananya baSah kuyup,

"Siksaan dimulai " bentak Suma Ing dengan suara berat.

Dua orang pria kekar keluar yang tujuh bagiannya atasnya telanjang munculkan diri ketengah gelanggang dan menghampiri jago arak dari Lam-hay, sekali bekuk ia cengkeram tengkuk lawan kemudian menyeretnya kesisi alat penggiling penghancur mayat.

Salah seorang diantara dua pria kekar itu mencekal sebuah kaju besar disisi alat penggiling itu. kemudian memutarnya sebanyaK tiga Kali, gilingan batu itu seketika itu juga memperdengarkan suara gemuruh yang amat memekakkan telinga.

Tiba2 jago arak dari Lam-hay jatuhkan diri berlutut diatas tanah, sambil anggukkan kepalanya ia berseru dengan suara yang amat memilukan hati:

"Aku tahu bahwa kesalahan yang telah kulakukan adalah suatu dosa yang besar, harap kaucu bersedia mengampuni selembar jiwaku. aku bersedia membuat pahala untuk menebus kesalahanku ini"

Sebenarnya kawanan jago kalangan pUtih sudah menaruh rasa simpatik terhadap dirinya, tapi menyaksikan sikap tengik yang diperlihatkan jago dari Lam-hay tersebut tak kuasa lagi mereka semua sama2 tertawa dingin-Siang Hong Tie segera berkata,

"Sungguh tak kusangka, seorang tayhiap yang dahulu dihormati orang ternyata memiliki watak rendah yang begitu memalukan, benar2 suatu kejadian yang memuakkan" Dalam pada itu kakek ombak menggulung mendengus dingin. ia tetap membungkam dalam seribu bahasa. Suma ing yang berada disisinya segera berkata:

"Dalam upacara peresmian hari ini tiada ampunan bagi setiap hukuman yang telah dijatuhkan untuk menunjukan betapa kerasnya peratursn kami hukum harus segera dilaksanakan penyiksaan dimulai. "

Dua orang kekar mencengkeram tubuh jago arak dari Lam-hay dengan kepala dibawah kaki diatas mereka masukan jago tua itu kedalam sebuah lubang batu diatas alat gilingan tersebut, jago arak dari Lam-hay segera menjejakkan kakinya sekuat mungkin melolong dan menjerit dengan penuh kepedihan.

Dua orang kekar itu bertindak cepat seorang memegang ujung kayu pemutar yang ada disudut alat pengiling itu mereka segera memutar alat tadi sekuat tenaga.

Alat penggiling mulai berputar,jeritan yang menyayatkan hati berkumandang memecahkan kesunyian, suara kemerutuknya tulang yang hancur dan daging yang remuk bergema tiada hentinya tidak lama kemudian dari balik gigi2 alat penggiling itu mengalirlah cairan darah dan hancurnya daging.

"Gluuduuk...Gluuduuk..." bunyi tajam yang sangat membetot sukma bergema tiada hentinya membuat setiap orang yang hadir dalam kalangan secara lapat2 merasakan telinganya jadi sakit.

Terlihatlah mayat dari It- bun Koperlahan-lahan makin merendah kebawah, darah dan hancuran daging yang mengalir keluar makin lama semakin banyak. bau amis tersebar memenuhi seluruh angkasa. Janda kawin tujuh kali Pui Kun yang menyaksikan peristiwa itu memperdengarkan jeritan lengking yang menyayat hati, pepatah kuno mengatakan- Semutpun ingin melanjutkan hidup apa lagi manusia? perempuan itu sadar bahwa saat kematiannya sudah hampir tiba.

Bukan kematian yang biasa, kematian yang harus dihadapi adalah kematian yang benar2 mengerikan kalau ada orang mengatakan bahwa ia tidak takut dengan alat siksa tersebut, ucapan itu sudah pasti adalah kosong belaka,

Tetapi seseorang yang punya semangat dan gengsi dia tak akan berlutut dihadapan lawannya ia akan memandang kematiannya hanya pulang kerumah, sekalipun harus mati secara mengenaskan tidak akan memperlihat kejelekan dihadapan umum.

Dalam pada itu dua orang manusia kekar masih melanjutkan pekerjaannya memutar alat penggiling yang satu memasukan air kedalam lobang penggilingan, sedang yang lain melanjutkan penggilingan tersebut tidak selang seperminum teh kemudian selurub mayat itu sudah berubah jadi cairan darah dan hancuran daging kesemuanya itu mengalir keluar dan ditampung dalam sebuah jambangan dibawah alat penggilangan tadi.

Seorang jago lihay yang pernah dihormati dan disegani oleh umat persilatan karena tindak tanduknya yang salah dimasa tuanya. akhirnya dia harus menerima nasib yang mengenaskan sekali, kejadian ini benar2 merupakan suatu peristiwa yang membuat hati orang jadi sedih bercampur kasihan-

Dua orang pria tadi menghentikan gerakan mereka untuk menggiling mayat tersebut. Suma Ing dengan suara berat segera berseru: "Bersihkan alat penggiling itu" Setelah perintah tersebut diutarakan keluar suara gonggongan anjing berkumandang datang dari luar halaman tampaklah para pria yang berkumpul disekeliling kalangan pada menyingkir kesamping, seorang pria kekar sambil membawa lima ekor anjing raksasa yang berasal dari Tibet masuk kedalam gelanggang dan mendekati alat penggiling tersebut.

Terdengar pria itu bersiul nyaring, lima ekor anjing raksasa itu bagaikan srigala yang kelaparan segera menubruk kearah alat penggiling itu, kaki didepan diangkat keatas alat penggiling dan moncong mereka yang panjang dengan lahapnya menyikat daging dan cairan darah yang bertumpukan dibawah alat penggiling tersebut.

Rupanya kelima ekor anjing raksasa itu memang dibesarkan dengan makan daging manusia, keganasan mereka jauh melebih srigala dengan mata merah berapi sambil melahap daging dan darah manusia kawanan ajing tersebut melolong tiada hentinya, membuat siapapun yang mendengar merasakan bulu kuduknya pada bangun berdiri.

Tidak sampai setengah jam kemudian, cairan darah dan hancuran daging yang bertumpuk dibawah alat penggiling itu sudah disantap habis hingga sedikitpun tak tersisa, bahkan sisa kulit manusia dan darah diatas gigi alat penggiling itupun dijilat sampai benar2 bersih.

Melihat hancuran daging manusia dan cairan darah yang ada diatas alat penggiling sudah habis ludas, pria kekar tadi bersiul kembali, lima ekor anjing raksasa itu segera loncat turun dan sambil melonglong panjang binatang2 bengis itu dibawa keluar dari gelanggang.

Lam-kong Pak merasa amat gusar menyaksikan peristiwa berdarah itu, ujarnya dengan suara dalam: "Penyiksaan semacam ini benar2 mengerikan sekali dan sama sekali tidak berperikemanusiaan, lbu mari kita musnahkan saja alat siksaan tersebut"

"Tak usah" jawab Sun Han Siang, "Manusia semacam janda kawin tujuh kali Pui Kun memang sudah sepantasnya kalau dibereskan oleh manusia bengis dengan cara yang bengis pula, untuk memunahkan alat siksaan itu ada baiknya kita lakukan setelah terjadinya pertarungan sengit nanti..."

Selama ini ketua perkumpulan bulu hijau yang duduk disisi kakek ombak menggulung sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun, se-akan2 ia tak mau turut campur dalam persoalan tersebut.

Terdengar Suma Ing berseru kembali dengan suara bengis: "siksaan kedua segera dimulai"

Sambil terkencing2 janda kawin tujuh kali jatuhkan diri berlutut diatas tanah, serunya dengan suara menyedihkan:

"ooh... Kaucu Aku mohon kepadamu sudilah kiranya melepaskan aku. aku masih ingat bahwa engkau paling suka bermain dengan perempuan yang usianya rada tua-an- aku adalah perempuan tua yang berbadan muda, keadaanku jauh berbeda dengan perempuan-perempuan yang lain, aku tidak akan berani membohongi diri kaucu, harap kaucu mencoba lebih dahulu serta memberi komentar,.,"

Tertarik juga kakek ombak menggalung mendengar ucapan itupikirnya dihati:

"Benar juga perkataan itu meskipun sudah tua tapi perempuan ini jauh berbeda dengan keadaan perempuan yang lain terlalu sayang kalau sampai dibunuh dengan begitu saja apa lagi meskipun ia sudah melanggar peraturan toh pelanggaran itu dilakukan selama dalam kekuasaan perkumpulan bulu hijau apa sangkut pautnya dengan perkumpulan ombak menggulung ..."

Walaupun didalam hatinya sudah timbul perasaan untuk melepaskan perempuan itu dari hukuman sudah tentu Kakek ombak munggulung tak dapat begitu saja tanpa mengajukan alasan2 yang dirasakan cukup kuat.

Dengan suara dalam ia berkata: "Tunda dahulu pelaksanaan hukuman ini"

Janda kawin tujuh kali yang melihat siasatnya mendatangkan hasil dan kesempatan hidupnya muncul kembali ia jadi sangat kegirangan, pinggulnya bagaikan seekor ular ber-liuk2 dengan cabulnya payudara dibalik bajunya bergoncang keras memantulkan daya rangsangan yang amat besar, sementara muiutnya memperdengarkan suara desahan yang merangsang dengan meongan kucing yang sedang birahi.

Sepasang biji mata tikus dari kakek ombak menggulung menatap goyangan pantat janda kawin tujuh kali tanpa berkedip. ia memperdengarkan suara tertawa cabul yang menunjukkan perasaan bangga. sambil berpaling kearah ketua perkumpulan bulu hijau katanya,

"Hu-pangcu, apa pendapatmu mengenai persoalan ini? apakah engKau ada usul2 lain? aku menganggap bahwa kesalahan yang telah dilakukan sebelum peresmian perkumpulan kita ini sudah sepantasnya kalau menerima hukuman sesuai dengan peraturan dari perkumpulan bulu hijau"

"Keputusan yang jelas diambil kaucu tak akan aku rubah atau ganggu gUgat lagi." jawab ketua perkumpulan bulu hijau, "kalau kaucu mengharapkan juga pendapatku mengenai masalah ini. maka menurut pengalamanku orang ini memang masih ada manfaatnya terhadap perkumpulan kita. kalau dibunuh rasa nya terlalu sayang, lebih baik hukuman tersebut diwakilkan kepada wakilnya saja"

Mendengar perkataan itu Kakek ombak menggulung merasa amat girang segera ujarnya^

"Perkataan wakil ketua sedikitpun tidak salah, selanjutnya peraturan dari perkumpulan kita harus dijalanKan dengan tegas dan keras dengan begitu wibawa kita baru dapat diangkat bagus sekali...bagus sekali..."

Terdapat ucapan dari kakek ombak menggulung itu ketua perkumpulan bulu hijau sama sekali tidak bersuara lagi, ia biarkan ketua itu bicara sesuka hatinya.

"Suma Ing" dengan suara keras kakek ombak menggulung berteriak. "cepat umumkan maksud hatiku ini"

Dengan suara lantang Suma Ing berteriak,

"Meskipun Janda kawin tujuh kali telah melanggar peraturan besar tetapi kesalahan itu tidak melangar peraturan dari perkumpulan ombak menggulung tak  seharus dihukum menurut peraturan perkumpulan bulu hijau, tapi atas usul dari ketua perkumpulan tersebut, menurut peraturan perkumpulan bulu hijau, tapi atas usul dari ketua perkumpulan tersebut dan berhubung Janda kawin tujuh kali Pui Kun masih ada gunanya hingga terlalu sayang kalau sampai dibUnuh maka hukuman itu diwakilkan muridnya untuk dilaksanakan"

Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar para jago dari kalangan putih segera tertawa dingin tiada hentinya, cu Hong Hong mendengus dengan mendongkol omelnya:

"Baik Janda kawin tujuh kali maupun jago arak dari Lam-hay telah mati secara mengenaskan dibawah gilingan alat penggiling sebaliknya Janda kawin tujuh kali dibebaskan sama sekali dari tuduhan Hmm... keputusan ini benar2 suatu lelucon yang tak lucu dikolong langit..."

Para jago dari perkumpulan ombak menggulung pun sama2 mengetahui bahwa keputusan itu sangat tidak adil tetapi siapapun tidak berani memperlihatkan perasaan tak puas itu.

Sesaat kemudian muncullah seorang pria kekar menggusur seorang gadis muda tawanannya itu langsung dibawah kesisi pisau pembasmi korupsi dan kecabulan itu.

Melihat pisau yang tajam dan besar gadis itu jadi ketakutan setengah mati hingga sukma serasa melayang tinggalkan raganya ia menjerit: "Suhu, apa salahnya diriku sehingga harus menjalankan siksaan?"

Janda kawin tujuh kali adalah seorang perempuan yang sama sekali tak berperasaan, ia dapat lolos dari kematian maka ia tak akan memperdulikan keselamatan orang lain- Mendengar pertanyaan itu, jawabnya:

"Inilah kesempatan yang paling bagus dari kaucu untuk mewujudkan rasa baktimu bagi demi perkumpulan, perbuatan merupakan suatu kebanggaan bagimu. Nah terimalah kebaikan kaucu itu dengan- tangan terbuka"

Ucapan itu diutarakan secara mudah dan gampang, se- akan2 suatu perbuatan yang sederhana dan tidak ganas, sebaliknya suatu permainan yang menarik hati.

pada dasarnya gadis itupun bukan manusia baik2, seperti juga gurunya sang muridpun merupakan seorang perempuan binal yang kecabulannya tidak kalah dengan sang guru, melihat sang suhu tetap menghendaki kematiannya, ia segera menjerit keras dan menangis ter- sedu2. Terdengar Suma Ing berkata dengan suara dalam: "Waktu sudah tidak pagi, siksaan segera dimulai. "

Dua orang pria kekar segera mencengkeram tubuh gadis itu dan ditidurkan diatas papan siksaan, kedua belah tangannya diikat persis diatas pisau tajam tersebut sementara pria yang lain mencengkeram gagang  pedang dan memotongnya kebawah.

Gadis itu memperdengarkan jeritan ngeri yang memilukan hati, kelihayan dari alat siksaan ini justru terletak pada cara penyiksaan yang dilakukan secara lambat...

"Kraak kraak kraak" bunyi suara pisau yang memotong benda berkumandang tiada hentinya, dibawah potongan pisau, alat siksa tersebut mulai dari ujung jari gadis itu hingga batas lengannya segera tersayat tipis2 bagaikan kertas

Tidak selang seperminum teh kemudian, ujung telapak gadis itu sudah dicincang jadi lapisan2 yang tipis. karena kesakitan gadis itu jatuh tak sadarkan diri.

Siang Hong Tie yang menyaksikan kejadian itu, segera menghela napas panjang dan berkata:

"Kalau menggunakan alat siksaan semacam ini untuk menghukum kaum pembesar korup rasa nya hukuman tersebut tidak terlalu berlebihan, tapi kalau digunakan seorang gadis muda cara ini benar2 terkeji dan tidak berperikemanusiaan"

Dalam pada itu pria tadi mencincang tubuh gadis tersebut makin cepat tapi cincangan pun dilakukan lebih tipis seakan-akan seorang koki yang berpengalaman sedang memotong sayuran. Meskipun cincangan dilakukan lambat tapi darah yang mengalir keluar banyak sekali ketika cincangan mencapai seluruh telapak gadis itu sudah tak sadarkan diri lagi.

Tapi pria yang satunva tidak membiarkan gadis itu jatuh tak sadarkan diri dengan segayung air dingin ia membasahi wajah gadis itu sehingga sadar kembali dari pingsannya dan memperdengarkan jeritan2 lengking serta rintihan2 kesakitan yang mendirikan bulu roma.

pada saat itu Janda kawin tujuh kali yang diatas mimbar kehormatan sama sekali tidak ambil perduli dengan apa yang dialami oleh muridnya, kerlingan2 maut dan goyang pinggul yang memuakkan dilontarkan terus guna merangsang birahi kakek ombak menggulung.

Para jago kalangan lurus yang menyaksikan kejadian itu segera menggertak gigi saking gusarnya. cu Hong Hong tak kuat menahan diri lagi ia seeera meludah kearah janda kawin tujuh kali.

Ketika pencingCangan itu dilaksanakan hingga batas pergelangan tangan, paras muka sang gadis yang sudah berubah jadi kuning, sekarang berubah jadi hijau menyeramkan, napasnya sudah lemas sekali dan jiwanya berada diambang kematian-

Dengan suara keras Loo Liang-jan segera membentak keras: "Perempuan siluman tua, apakah engkau tega menyaksikan muridmu mampus karena disiksa?"

"Perbuatan ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi dirinya, sekalipun mati juga tak usah disesalkan, untuk bergembira saja aku tak sempat, kenapa musti bingung2 mengurusi dirinya???"

Akhirnya karena terlalu banyak mengucurkan darah, gadis itu menemui ajalnya secara mengenaskan. Melihat korbannya sudah binasa, Suma Ing segera membentak keras. "Hentikan siksaan bersihkan alat siksa"

Lima ekor anjing raksasa kembali muncul ditengah gelang gang, binatang2 buas itu langsung menerjang keatas mayat gadis itu dan "breet...breet..." dua buah bola daging diatas dada gadis itu disambar lebih dahulu hingga robek dan tertelan kedalam mulut anjing2 tersebut.

Dalam waktu singkat mayat itu sudah dikoyak dan disayat oleh terkaman binatang hingga hancur berantakan seperminum teh kemudian hancuran daging dan tulang mayat tadi sudah disikat sampai ludas dan pria kekar itupun membawa anjing2 tersebut berlalu dari situ.

Selesai melakukan perbuatan sadis yang sangat brutal tadi dengan suara berat Suma Ing berkata:

"Janda kawin tujuh kali dengarkan perintah"

Janda kawin tujuh kali menghentikan goyang pinggulnya dan berdiri dengan muka serius. Terdengar suma Ing melanjutkan kembali kata2nya dengan serius:

"Engkau segera menuju istana Siau-yau kiong untuk mandi dan ganti pakaian, selesai upacara pembukaan nanti kaucu akan memberi kesenangan kepadamu"

Wajah Janda kawin tujuh kali berseri-seri ia memberi hormat kepada sang ketua sambil melemparkan satu Kerlingan maut kemudian putar badan dan menuju keistana belakang. Sepeninggal perempuan janda itu dengan suara keras Suma Ing berteriak:

"Upacara pembukaan dimulai, harap kaucu pasang hio untuk bersembahyang tambur dibunyikan"

Bersamaan dengan diucapkannya kata2 itu suara tambur dan gembrengan segera dibunyikan bertalu2. Kakek ombak menggulung bangkit berdiri dan pasang hio sesudah menancapkan hio ia tadi diatas hiolo ia berdiri kaku tanpa berkutik.

Suma Ing berjalan menuruni mimbar kehormatan, sesudah berdiri tegak didepan meja sembahyang ia segera jatuhkan diri berlutut dan menjalankan penghormatan besar.

Setelah itu diikuti para jago lainnya yang dipimpin daging lima warna oei Hun melakukan penghormatan besar pula dengan jatuhkan diri berlutut didepan mimbar.

Selesai para gembong ibkis itu menjalankan penghormatan dengan suara lantang Suma Ing berseru^

"sekarang adalah tiba gilirannya bagi para tanu untuk menyatakan sikap. bagi mereka yang bersedia tunduk dan setia kepada perkumpulan kami. maka dipersilahkan maju kedepan mimbar dan melakukan penghormatan, bagi mereka yang tidak bersedia tunduk kepada kami, perkumpulan kamipun tak memaksa"
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 14"

Post a Comment

close