Kelelawar Hijau Jilid 13

Mode Malam
Janda kawintujuh kali segera menggoyang pinggul pasang gaya, ternyata setelah termenung sejenak.

"Berapa banyak sih harta yang kau miliki ?"

"Berlian mata kucing ada lima butir harganya ditaksir melebihi ratusan, tiga emas murni. mutiara asli satu untai dan tiap bijinya sebesar buah lengkeng harganya kira2 ratusan tahil emas murni. selain itu masih ada uang kontan sebesar tiga puluh tahil lebih"

Janda kawin tujuh kali adalah manusia dari golongan miskin, sepanjang hidupnya tidak pernah punya tabungan, ketika mendengar Jago arak dari Lam-hay mempunyai kekayaan sebesar itu, hatinya kontan saja bergerak. sambil mengerling sekejap kearah pria itu serunya:

"It- bun Ko, kalau memang engkau mempunyai selera terhadap diriku. mengapa kalau bicara buru-buru dan putar balik tidak karuan? katakan saja secara terus terang, apakah engkau hendak ajak aku untuk hidup bersama. ??"

"Engkau tohjauh lebih mengerti dari pada diriku, kenapa aku mesti mengatakannya lagi? manusia setua kita ini. sekalipun bergaul lebih jauh juga tak akan menghasilkan apa- apa, dari pada begitu toh lebih baik segera mengundurkan diri dan hidup dengan gembira ?"

"sekarang, hartamu berada dimana??"

"Asal engkau bersedia untuk hidup bersama aku, akupun akan segera mengajak engkau pergi mengambil"

Kembali janda kawin tujuh kali melemparkan kerlingan mautnya kearah pria tersebut, kemudian sambil duduk diatas sebuah batu besar. dia goyangkan pahanya sengaja memamerkan celananya yang berlubang dengan pemandangan hutan belukar lebat dibaliknya.

jago arak dari Lam-hay menurunkan cupu-cupu araknya dan mereguk arak satu tegukan, kemudian sambil picingkan matanya ia berkata: "Pui Kun, bagaimana pendapatmu??"

"Setan tua "seru Janda kawin tujuh kali sambil tertawa jalang, "dengan usiamu yang setua itu, masa masih mampu untuk,,..?"

"Pui Kun, engkau tak usah kuatir." sahut jago arak dari Lam-hay sambil menepuk dada, "bukannya aku It-bun Ko sengaja mengibul atau bicara besar. walaupun sudah tua satu malam tiga lima kali masih mampu, kalau tidak percaya kita segera buktikan-"

cu Li-yap berdua yang mendengar perkataan itu air mukanya segera berubah jadi merah padam karena jengah. sambil mencibir mereka berpaling kearah lain-

"Baiklah," terdengar janda kawin tujuh kali menjawab, "kukabulkan permintaanmu itu, tapi kita harus lihat dahulu harta kekayaan itu, kemudian kita baru berangkat."

Kedua orang itu segera berangkat menuju keatas sebuah puncak bukit yang tinggi, Lam-kong Pak sekalian dengan cepat mengikuti dibelakangnya.

Setibanya diatas puncak bukit itu.Jago arak dari Lam- hay segera memandang sebuah pohon besar sambil berkata. "harta itu berada disini"

Janda kawin tujuh kali menengok kearah pohon besar itu, pohon tersebut besar sekali tapi daun dan rantingnya telah mengering. sekali tidak terlihat tanda2 kalau di tempat itu terdapat harta. Perempuan jalang itu segera tertawa dingin serunya, "Engkau hendak membohongi diriku?" Jago arak dari Lam- hay tersenyum.

"Buat apa aku membohongi dirimu? coba lancarkan sebuah pukulan kearah pohon itu."

Lam-kong Pak yang mendengar perkataan itu segera merasakan hatinya agak bergerak. dia tahu harta kekayaan tersebut tentu disembunyikan dibalik pohon besar tersebut, dan pohon itu sudah pasti kosong.

Dengan tendangan pembetot sukma Janda kawin tujuh kali melancarkan sebuah sapuan keatas pohon yang layu itu, "Blaaam" dahan pohon terhajar sampai hancur, dan dari balik dahan itu tumpahlah satu bungkosan besar emas murni, berlian dan permata....

Melihat harta banyak itu sepasang mata janda kawin tujuh kali berubah jadi merah tiada hentinya dia mengirim kerlingan maut kearah jago arak dari Lam-hay. IT- bun Ko tertawa ter-bahak2, serunya:

"Haaahh...haaahh...haaahh... Pui Kun, harta sebanyak itu rasanya cukup bukan untuk hidup  kita  sepanjang  masa. ??"

"cukup, ..cukup sekali, It- bun Ko, kemarilah. "

Melihat tingkah lakunya yang begitu merangsang bahkan boleh dibilang setiap bagian tubuhnya menyiarkan daya rangsangan yang luar biasa, terutama sepasang matanya yang jalang, seketika membuat jantung pria itu berdebar keras.

Bagaikan mendapat rejeki besar dengan cepat ia maju kedepan. tampaklah Janda kawin tujuh kali pejamkan matanya rapat2 dan mempersiapkan bibirnya yang lebar kearah depan. Napsu birahi segera berkobar dalam dada jago arak dari Lam-hay. bagaikan harimau lapar menubruk kambing ia peluk tubuh perempuan itu erat2, serunya: "Engkau benar2 seorang perempuan yang merangsang "

Belum habis ucapan tersebut meluncur keluar dari mulutnya, mendadak jago dari Lam-hay itu berseru tertahan, kemudian tubuhnya roboh terkulai diatas tanah dengan lemas, dari balik sorot matanya memancar keluar sinar penuh rasa kaget dan terkesiap. Terdengar Janda kawin tujuh kali tertawa dingin tiada hentinya.

"heeehh,..heeehh..^heehh.. jangan kau anggap setelah melihat hartamu maka aku lantas mandah diapakan saja oleh siapapun. ketahuilah aku harus melihat dulu bagaimanakah pasanganku itu, cocok dengan seleraku atau tidak, huuh... kalau cuma bertampang seperti engkau, aku- sih belum punya minat"

Lam-kong Pak dan kedua orang gadis mengikuti jalannya peristiwa itu, diam2 menghela napas panjang mereka menyadari betapa bahayanya dunia persilatan ternyata jago kawakan seperti It- bun Kopun akhirnya kena tipu juga .

Mula pertama janda kawin tujuh kali mengambil dahulu Intan mata kucing dan mutiara sebesar kelengkeng itu kemudian sambil ctt.,cctt.. memuji tiada hentinya ia berkata.

"Dengan harta sebanyak ini kalau aku bisa mencari pemuda tampan untuk menemani diriku ooh. betapa

bahagianya hidupku selanjutnya."

"coba lihatlah bagaimana dengan aku??" suara itu tiba2 berkumandang memeCahkan kesunyian. Janda kawin tujuh kali merasa amat terperanjat dengan cepat ia putar badandan alihkan pandangan matanya kearah mana berasalnya suara itu, tampaklah melayang diatas air Ma Tie sudah berdiri dihadapan mukanya.

Dalam perkumpulan Liok-mao-pang kedudukan melayang diatas airjauh lebih tinggi daripada dirinya Janda kawin tujuh kali segera mengerlingkan matanya sambil menjawab:

"Sebenarnya sudah lama aku menaruh maksud terhadap dirimu, asal engkau tidak memandang usiaku terlalu tua. tentu saja kita dapat hidup berdampingan"^

Lam-kong Pak yang mengikuti peristiwa itu hanya bisa gelengkan kepalanya sambil berpikir:

"Sungguh cepat gembong iblis ini mengikuti gelagat. sayang sekali keadaan dari jago arak she It- bun tersebut, dia terlalu penasaran-.."

Dalam pada itu Melayang diatas air Ma Tie sudah tertawa aneh sambil meremas payudara perempuan itu. serunya,

"Waaduuh ...sUngguh tak kusangka dengan usiamU yang telah lanjUt, ternyata sepasang bola dagingmU ini masih keras dan kencang... benar2 luar biasa"

Janda kawin tujuh kali segera goyang pa ha mengirim kerlingan maUt, serunya:

"Ma Tie, engkau masih belum pernah merasakan sorga dunia milikku...wah kalau engkau sudah mencicipinya, aku tanggung engkau akan kenikmatan sehingga minta diulang terus"

Ma Tie menowel pipi perempuan itu dan menanggapi: "Aku rasa bakal tidak salah lagi kenapa mahkluk tua itu selalu punya ingatan untuk mengincar sorga dunia milikmu itu"

"Ma siau-te mari...mari...mari.. biar cici beri gula2 lebih dahulu untukmu." sambil berkata ia pejamkan mata dan mendorong bibirnya yang lebar kearah depan-

Sedari permulaan tadi Ma Tie sudah melihat bahwa disamping menggeletakjago arak dari Lam-hay, meskipun ia cabul dan tingkah laku konyol akan tetapi secara diam- diam hawa murni disiapkan juga untuk menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

KETIKA Janda kawin tujuh kali memberikan bibirnya yang lebar, ia maju menghampiri namun langkahnya sangat ber-hati2.

Janda kawin tujuh kali segera mendemontrasikan kepandaiannya lagi. dengan kuku Liok ia totok jalan darah Ma Tie yang ada dipinggang Melayang diatas air segera mendengus berat dan roboh terkapar diatas tanah.

"Haahhaahhaah..." perempuan itu tertawa jalang, "jangan mengira usiamu masih muda maka aku lantas suka kepadamu. kalau aku mau cari pemuda tampan maka akan kucari mereka yang tak bisa bersilat, engkau masih belum masuk hitungan"

Siapa tahu, baru saja perempuan ituputar badan- tiba2 Ma Tie melancarkan sebuah sapuan membuat ia roboh bagaikan anjing mencium air kencing, Ma Tie segera loncat bangun dan menginjak ubun2nya sambil berkata diiringi tertawa:

"heeehh...heeehh...heeehh...Pui Kun, engkau tahu aku Ma Tie berasal dari mana? Hmm permainan semacam ini hanyalah permainan dari seorang bocah cilik" Diam2 janda kawin tujuh kali mengeluh dalam hatinya, ia berpikir didalam hati:

"Sepanjang hari berburu burung. akhirnya mataku kena dipatuk juga oleh burung . . .sialan"

Biji matanya berputar, ia lantas berkata: "Ma Tie, kalau otakmu bisa berputar lebih gesit, maka akupun bersedia uatuk memberikan suatu rahasia yang jauh lebih besar kepadamu"

Ma Tie tertawa dingin-

"hmm perempuan jalang, setelah engkau terjatuh ditanganku, walaupun aku mau gagahi tubuhmu sampai berapa kalipun bisa, kenapa musti tertipu oleh siasatmu?"

"Kalau engkau tangkap aku sehingga aku sama sekaii tak berkutik, kendatipun kau gauli diriku juga rasanya tak sedap." kata Janda kawin tujuh kali dengan sungguh- sungguh, "kalau aku tidak pertunjukkan kebolehanku goyang pinggul dan gesek "bawah" engkau tak bisa nikmati puncak kenikmatan dari sorga dunia, lebih baik lepaskan saja diriku kalau engkau bersedia maka bukan saja kau bisa miliki tubuhku secara komplit, bahkan akan kuberitahukan pula satu rahasia yang lebih besar kepadamu."

"coba katakan dulu. rahasia apa yang hendak kau beritahukan kepadaku?" kata Ma Tie.

"Tentu saja rahasia mengenai emas perak dan intan permata, tahukah engkau bahwa harta kekayaan yang dia miliki bukan cuma sebagian ini saja, tapi masih ada separuh bagian yang masih disembunyikan ditempat lain bagaimana? ada minat tidak??"

"Harta itu disembunyikan dimana?" "Lepaskan aku dulu dong pasti aku akan beritahukan kepadamu,..."

Ma Tie segera melepaskan injakan kakinya dan Janda kawin tujuh kali loncat bangun dari atas, katanya kembali.

"Sebagian dari harta kekayaan itu masih berada didalam sebuah lembah yang terpencil, mari ikut aku akan kubawa englau kesana. "

Bersamaan dengan selesainya perkataan itu mendadak kuku Liok-eng-ka miliknya meluncur ketengah udara dan menghajar jalan darah cian-keng-hiat diatas bahu Ma Tie, kemudian sebuah tendangan kilat yang maha dahsyat menghajar tubuh orang itu sehingga mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula.

"hmm sekarang. lihatlah siapa yang jauh lebih lihay"

Janda kawin tujuh kali segera turun tangan menelanjangi pakaian yang dikenakan dua orang itu, Celananya diikat kencang2 dan digunakan untuk mengisi uang perak. kemudian diikatkan pada pinggangnya sesudah itu diapergunakan pula jubah lebar dua orang itu untuk menbungkus harta kekayaan lainnya.

Namun untuk membawa pergi empat buntalan besar bukanlah suatu pekerjaan yang terlalu gampang. Janda kawin tujuh kali segera putar biji matanya dan kemudian mengambil senjata garpu milik Ma Tie. dengan ujung senjata tadi ia bebaskan jalan darah jago arak dari Lam-hay yang tertotok. katanya dengan suara dalam:

"It- bun Ko. setelah aku pikir pulang pergi, terasa olehku bahwa engkau jauh lebih jujur dari pada orang itu, maka aku telah ambil keputusan untuk membawa serta dirimu. Mari kau panggullah bungkusan tersebut dan cepat berlalu dari sini" Lam-hay ciu-kek jago arak dari Lam-hay mengetahui bahwa perempuan jalang itu sedang mempergunakan tenaganya untuk membawa buntalan, namun rahasia tersebut tidak sampai diungkapkan maka berangkatlah kedua orang itu untuk meninggalkan tempat tersebut. cu Li Yap yang bersembunyi disekitar situ segera berbisik:

"Engkoh Pak, apakah kita perlu untuk turun tangan menghadapi jalan perginya?"

"Tentu saja harus dihadang." jawab Lam-kong Pak, "cuma sayang tindakan kita terlambat satu langkah"

Baru saja ucapan sianak muda itu selesai di utarakan keluar, tiba-tiba dari sisi alangan berkelebat lewat sesosok bayangan manusia, begitu mencapai gelanggang dia segera tertawa seram tiada hentinya.

"heehh...heehh heehh... Hiangcu berdUa ada maksud hendak pergi kemana?" orang itu menegur.

Ternyata orang yang barusan munculkan diri itu bukan lain adalah Ngo-hoa-bak atau Daging lima warna oei Hun-

Menyaksikan kehadiran jago tersebut. dua orang itu merasa amat terperanjat, untuk beberapa saat lamanya mereka tak mampu mengucapkan sepatah katapun.

= =000000000= =

BAGAIMANAPUN juga Janda kawin tujuh kali Pai Kun adalah seorang kawakan yang banyak pengalaman, sesudah termenung sebentar ia lantas tertawa jalang, sahutnya:

"Lapor wakil ketua. kami berdua baru saja menemukan ada dua orang menyembunyikan sejumlah harta kekayaannya didalam sebatang pohon yang telah mengering, sebenarnya kami hendak bawa harta kekayaan tersebut untuk kembali kemarkas dan diserahkan kepada perkumpulan sebagai ongkos pengeluaran, siapa tahu Melayang diatas air Ma Tie bermaksud merampas dengan kekerasan, oleh karena itulah terpaksa kami harus bertindak untuk merobohkan dirinya"

Ngo-hoa-bak daging lima warna oei Hun tertawa dingin- "heeehh...heehhh   ..heeehh...   aku   rasa   bukan   begitu

bukan  kenyataannya..."  ia  mengejek.  "andaikata memang

terjadi peristiwa seperti itu sudah sepantasnya kalau kalian seret orang itu kembali kemarkas untuk dijatuh hukuman oleh pangcu, bukanlah berusaha kalian hendak pergi tanpa menggubris dirinya lagi?? Hmm lantas anggap aku tak bisa menebak maksud tujuan kalian yang sebenarnya?"

Bicara sampai disini dia segera bertepuk tangan tiga kali...

"Sreet Sreet Sreet" ujung baju tersampok angin secara beruntun munculah beberapa orang jago lihay ditengah gelanggang mereka adalah Sia-bin Lucou atau Kakek moyang bermuka kepiting Pit Hoo, Tiat-pan-teng bangku baja ou-put Kay serta Pat-pit-lui-kong Dewa guntur berlengan delapan Si Put Sin-

"Tangkap dua orang bangsat itu dan gusur kedalam markas, biar mereka dijatuhi hukuman yang setimpal oleh pangcu" perintah Daging lima warna oei Hun dengan ketus.

Sebelum para gembong iblis itu sempat bertindak Lam- kong Pak munculkan diri dari tempat persembunyiannya, sambil tertawa dingin ia berkata.

"heehh...heehh heehh... mau pergi boleh saja, tapi tinggalkan dahulu harta kekayaan tersebut ditempat ini." Beberapa orang gembong iblis itu mengetahui sampai dimanakah kelihayan dari Lam-kong Pak, apalagi disitu masih ada Loo Liang-jen serta dua orang gadis lainnya, kemunculan mereka sangat menggidikkan hati orang2 itu..,

Melihat gelagat tidak menguntungkan pihaknya, dengan cepat Daging lima warna oei Hun menyepak tubuh Ma Tie serta membebaskan jalan darahnya yang tertotok. teriaknya dengan keras:

"Kalian berdua cepatlah kabur dari sini dengan membawa buntalan itu. sisanya tetap tinggal disini untuk menghadapi musuh."

Janda kawin tujuh kali dan jago arak dari Lam-hay mengiakan, dengan cepat mereka kabur dari tempat itu. sedangkan beberepa orang gembong iblis lainnya perlahan2 maju mendekati tempat orang musuhnya.

Dengan suara dingin Lam-kong Pak berseru: "oei Hun dalam tiga jurus sau-yamu akan suruh kalian pulang kerumah dengan jalan merangkak..."

Belum habis ia berkata dengan menggunakan tenaga sebesar enam bagian ia lancarkan sebuah sapuan kedepan.

"Weess.." jeritan kaget bergema memecahkan kesunyian kecuali Daging lima warna oei Hun seorang para gembong iblis lainnya rata2 tersapu oleh angin pukulan tersebut sehingga mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula.

Daging lima warna oei Hun sendiripun tersurut mundur sejauh tiga langkah, melihat kelihayan musuhnya ia tak berani bertindak lebih jauh. segera bentaknya keras2: "cepat mundur kebelakang"

Ia putar badan kabur lebih dahulu menuruni bukit tersebut sambil melarikan diri serunya: "Lam-kong Pak dalam pertemuan yang akan diselenggarakanpada bulan lima tanggal lima nanti, perkumpulan kami pasti akan menyambut baik2 kehadiranmu"

"huuuh manusia berhati srigala bernyali kelinci, benar2 memalukan nama besar perkumpulan ombak menggulung" hina sang pemuda sambil angkat bahu.

Tiba2 cu Li Yap berkata:

"Janda kawin tujuh kali dan jago arak Lam-hay tentu belum pergi terlalu jauh, mari kita kejar mereka berdua"

Empat orang itu segera berangkat menuju kearah dimana dua orang tadi kabur, namun kendatipun sudah melalui belasan li belum nampak juga jejak kedua orang itu. padahal mereka membawa dua buntalan besar emas dan perak yang sangat berattak mungkin perjalanan bisa dilakukan dengan begitu Cepatnya. Lam-kong Pak segera berkata:

"Menurut dugaanku, delapan bagian dua orang keparat itu pasti sudah melarikan diri kearah lain"

Berbicara sampai disini, dia segera loncat naik keatas puncak sebuah pohon besar dan mengamati keadaan disekelilingnya. sebentar kemudian katanya,

"oh sedikitpurn tidak salah, arah yang mereka tuju justru merupakan jalan yang bertolak belakang dengan arah markas besar perkumpulan bulu hijau, ayoh cepat kita kejar"

Tidak selang seperminuman teh kemudian mereka telah berhasil menyusul dua orang itu. Lam-kong Pak segera membentak keras: "hey berhenti" Dua orang itu merasa sangat terperanjat dan segera berhenti. Lam-kong Pak berkata kembali:

"Loo-tua aku utus dirimu untuk menggusur kedua orang ini kembali kekuil Shia-hong-bio, serahkan harta kekayaan tersebut kepada beberapa orang cianpwee"

"Setelah selesai menjalankan tugas kemana aku harus pergi mencari diri sau-ya?" tanya Loo Liang-jan-

"Engkau tak usah mencari diriku lagi, tidak lama kemudian kami pasti akan berkumpul kesitu dan ber-sama2 mengikuti pertemuan besar perkumpulan ombak menggulung"

Loo Liang-jan tidak banyak bicara lagi dengan membawa dua orang tawanannya berangkatlah dia tinggalkan tempat itu.

sepeninggalnya ketiga orang itu, Lam-kong pak kembali berkata:

"Pui Kun adalah gembong iblis perempuan yang paling jahat. aku takut Loo-tua tertipu olehnya, mari secara diam2 kita ikuti jejaknya dan coba lihat apa yang hendak mereka lakukan"

Berangkatlah ketiga orang itu secara diam2 untuk mengikuti kepergian Loo Liang-jan-

Tampaklah Janda kawin tujuh kali dan jago arak dari Lam-hay berjalan didepan sedang Loo Liang-jen mengikuti dibelakangnya, suatu ketika tiba2 Pui Kun berkata:

"Aku sudah tak kuat berjalan lagi, bagaimana Kalau kita menangsal perut lebih dahulu??"

Jago arak dari Lam-hay mengetahui kalau rekannya sedang bermain gila, ia segera menyambung : "Benar, mari kita bersantap dulu sebelum melanjutkan perjalanan"

Dua orang itu segera menurunkan buntalan besarnya dan masing2 mengambil keluar kantong rangsum kering mereka,

Ketika Janda kawin tujuh kali membuka kantong rangsumnya, ternyata isinya adalah Bakpao, kueh kering, daging panggang. ayam goreng dan macam2 makanan lezat lainnya yang menyiarkan bau harum semerbak.

Loo Liang-jen yang menyaksikan makanan- makanan lezat itu segera menelan air liur dan berpaling kearah lain-

Janda kawin tujuh kali melirik sekejap kearah jago arak dari Lam-hay kemudian sambil tertawa katanya:

"Kalau seseorang sedang lapar perutnya makan hindangan apapun rasanya tentu lezat dan nikmat sekali, apa lagi ayam goreng ku ini adalah ayam goreng dari rumah makan Ki-eng-loo dikota Lok yang.-"

Kembali Loo Liang-jan merasakan perutnya keroncongan, namun ia tak sudi berpaling barang sekejappun.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu segera berpikir didalam hatinya: "Emm ternyata Loo-tua masih mempunyai semangat dan gengsi juga ."

"Loo Liang-jan- terdengar Pui Kun berseru, "bantulah aku membopong buntalan ini nanti kuhadiahkan separoh bagian rangsum kering ku ini kepadamu bagaimana?"

"Setelah aku Loo-tua mengikuti Lam-kong sauya sudah banyak yang telah kupelajari," teriak Loo Liang-jan dengan suara keras, "seseorang yang bijaksana akan mengutamakan gengsi dan semangat daripada perut, aku tidak sudi makan makananmu itu, Ayoh cepat sedikit kita harus melanjutkan perjalanan lagi, kuperintahkan kepadamu janganlah bermain setan lagi dihadapanku, ketahuilah bahwa aku Loo-tua tak bisa dipermainkan dengan begitu saja"

Diam2 Lam-kong Pak anggukkan kepalanya, ia lihat  Loo Liang-jen telah menggusur dua orang tawanannya untuk melanjutkan perjalanan kembali. cu Li Yap yang menyaksikan kejadian itu diam2 berbisik:

"Sungguh tak nyana Loo-tua begitu bersemangat dan tahan uji. dia memang benar2 sangat hebat"

"Itulah yang dinamakan dekat dengan gincu badan jadi merah, dekat dengan tinta bak badan jadi hitam."

Pek-li Hiang manambahkan, "ia selalu  memuji kehebatan Lam-kong sauyanya itu berarti sama sekali tak pandang sebelah matapun kepada kita. "

Mendadak...

terdengar suara gemerincing yang amat nyaring berkumandang datang, tampaklah tiga orang manusia aneh yang memakai baju bersisik tembaga berkelebat masuk kedalam sebuah hutan pohon siong.

Diikuti sesosok bayangan merah ikut menerobos pula kedalam hutan tersebut.

Lam-kong Pak yang menyaksikan hal itu jadi sangat kegirangan, sebab dilihat dari manusia berbaju sisik tembaga itu jelas mereka adalah tiga orang manusia tembaga itu, sesudah pakaian mereka dihancurkan oleh kakek ombak menggulung tempo hari, sekarang mereka telah merubah pakaiannya jadi sisik tembaga. Dengan cepat ketiga orang itu menyembunyikan diri kebalik semak belukar dipinggir jalan dan mengawasi gerak gerik beberapa orang itu.

Tampaklah manusia baju merah itu bukan lain adalah ketua dari perkumpulan bulu hijau. ia sedang berdiri saling berhadapan dengan tiga orang manusia bersisik tembaga. Terdengar orang baju merah itu berkata:

"Kalian bertiga mengundang kehadiranku kesini entah disebabkan karena urusan apa?" Salah seorang manusia berbaju sisik tembaga itu menjawab:

"Ketika engkau menyerahkan ilmU Tong-bin-tai-goan- toa-hoat kepada naga pengasingan cu Hong Hong tempo hari apakah sengaja telah meninggalkan sebagian dari ilmU tersebut?"

"SedikitpUn tidak salah. kalau aku menulis ilmu tersebut seCara komplit bukankah semua orang yang ada dikolong langit bakal mengUasai pula ilmu Tong- bin-tai- goan-toa- hoat tersebut?? "

"Apa yang engkau kehendaki sehingga bersedia menyerahkan ilmu Tong-bin-tai-goan-toa-hoat tersebut secara lengkap dan asli kepada kami?"

kembali manusia berbaju sisik tembaga itu bertanya. "hmm" manusia kain merah itu mendengus dingin,

"kalau kamu sekalian barsedia menyanggupi sebuah syaratku, maka aku pasti akan berikan ilmu tadi kepada kalian secara komplit dan asli, aku tak akan mengingkari janjiku ini" , , .

"Tolong tanya apakah syarat yang hendak kau ajukan itu?? bolehkah kami mengetahui lebih dahulu?" Sekujur badan tiga orang manusia berbaju sisik tembaga itu bergetar keras, tanya mereka hampir berbareng:

"Engkau mempunyai hubungan dendam dan sakit hati dengan Lam kong Liu. ??"

"Maaf, pertanyaan itu tak dapat kujawab. kalau kalian bertiga ada hasrat untuk menukar orang itu dengan ilmuku, setiap saat akan kulayani barter ini"

Lam-kong Pak sendiri diam2 merasa terperanjat, dia  tahu bahwa ketiga orang manusia tembaga itu sudah mengetahui bahwa manusia aneh baju merah itu adalah ketua dari perkumpulan bulu hijau, dan diapun menyadari bahwa diantara tiga orang manusia berbaju sisik tembaga itu terdapat pula ayahnya Lam-kong Liu.

Kendatipun begitu ada satu hal yang belum dipahami oleh Lam-kong Pak, dia masih ingat ketiga tempo hari cu Hong Hong membawa dua orang manusia tembaga untuk ditukarkan kepada ketua perkumpulan bulu hijau dilembah yang sepi, ketika itu untuk membuktikan ilmu Tong-bin-tai- goan-toa-hoat yang diberikan adalah aslinya, ketua perkumpulan Bulu Hijau telah melakukan demontrasi dihadapannya dan akhirnya seorang manusia tembaga yang lain ternyata isinya adalah sesosok mayat.

Kalau sebelum peristiwa itu cu Hong Hong telah melakukan persiapan, lalu kemana perginya manusia tembaga yang lain? apakah orang itu berada dalam keadaan tak sadarkan diri?? ataukah orang yang lennyap tak berbekas itu tak mampu memulihkan kembali ilmu silatnya karena ilmu hipnotis tersebut hanya digunakan separuh bagian??

Lalu siapakah tiga orang manusia tembaga yang seringkali munculkan diri pada belakangan ini?? kenapa merekapun masih membutuhkan ilmu Tong-bin-hu-goan- toa-hoat??

Dalam pada itu tiga orang manusia berbaju sisik tembaga itu sambil bertukar pandangan sekejap. kemudian salah seorang diantaranya siap maju kedepan, tapi dua orang manusia tembaga lainnya menarik orang itu kembali.

"Jangan tertipu oleh siasatnya" seru mereka hampir berbareng, "marilah kita mencari akal lain untuk memeCahkan persoalan ini"

Lam-kong pak merasakan hatinya bergetar keras, dia tahu bahwa manusia berbaju sisik tembaga yang barusan munculkan diri itu pastilah ayahnya Hong-lui-kek jago geledek dan angin Lam-kong Liu.

Tentu saja manusia aneh baja merah itu pun dapat mengetahui juga akan hal itu, dia tertawa seram dan tubuhnya laksana sambaran kilat menyerang manusia tambaga tersebut.

Menyaksikan datangnya ancaman tersebut pada saat yang bersamaan tiga orang manusia bersisik tembaga itu melancarkan sebuah pukulan dahsyat...

"Blaamm" debu dan pasir beterbangan memenuhi angkasa, ditengah benturan keras yang memekikkan telinga kedua belah pihak sama2 tergetar mundur tiga langkah lebar kebelakang.

Lam-kong pak tahu bahwa ketua dari perkumpulan bulu hijau itu sengaja menyembunyikan kepandaian silatnya, pada saat ini walaupun dia sangat berharap bisa melihat paras muka asli dari ayahnya, namua dia-pun tidak ingin membiarkan ayahnya tertangkap oleh ketua perkumpulan bulu hijau tersebut. Sementara dia masih berpikir, kedua belah pihak telah saling bertempur belasan jurus banyaknya.

Selama pertarungan berlangsung beberapa kali ketua dari perkumpulan bulu hijau itu mengeluarkan jurus2 serangan anehnya untuk merobohkan pihak lawan, begitu dahsyat dan ampuhnya serangan tersebut memaksa ketiga orang manusia bersisik tembaga itu setiap kali terdesak mundur beberapa langkah kebelakang.

Terdengar manusia aneh baju merah itu berkata: "Salah satu diantara kalian bertiga ada yang terpengaruh separoh bagian ilmu hipnotis Tong-bin-tai-goan-toa-hoat dari tenaga cu Hong Hong karena kurang komplitnya ilmu itu maka tenata dalamnya tak dapat dipergunakan pula sebagai mana mestinya, Heehhmm...heehmm... selama hidup jangan harap kalian bisa pulihkan kembali tenaga dalam kalian sebagaimana mestinya"

Selesai berkata ia lancarkan kembali sebuah pukulan dengan suatu jurus serangan yang sangat aneh laksana sambaran petir tangannya menyengkeram salah seorang manusia berbaju sisik tembaga itu.

Sekarang Lam-kong Pak sudah tak dapat mengenali kembali siapakah diantara mereka bertiga yang barusan munculkan diri kedepan. sebab perawakan badan ketiga orang manusia bersisik tembaga itu satu sama lainnya. akan tetapi berhubung manusia baju merah itu hanya khusus menyerang salah seorang saja diantaranya, maka Lam-kong Pak segera menyadari bahwa orang itulah pasti adalah ayahnya.

Serangan dari manusia baju merah itu cepat laksana sambaran kilat. kelihatan ujung telapaknya sudah hampir mencengkeram bahunya, dalam keadaan begini tak mungkin bagi dua orang rekannya untuk memberikan bantuannya,..

"Tahan" Lam-kong Pak membentak keras, laksana kilat ia munculkan diri dari tempat persembunyiannya, tanduk naga saksinya di lepaskan dan langsung menusuk jalan darah ki-bun-hiat ditubuh manusia baju merah itu.

Namun.. bagaimanapun juga gerakan tubuh manusia baju merah itu jauh lebih cepat setindak daripada gerakan tubuhnya.,."Blaaaamm" sisik tembaga bagian bahu yang dikenakan orang itu tercengkeram hingga hancur. tubuhnya tergetar mundur dua langkah lebar kebelakang,

dalam keadaan begitu, manusia baju merah itu tak berani meneruskan kembali serangannya sebab serangan Lam- kong Pak yang maha dahsyat telah meluncur datang, buru2 ia berkelit dua langkah kesamping.

Tiga orang manusia berbaju sisik tembaga itu saling berpandangan sekejap sesudah melirik kearah sianak muda itu mereka segera putar badan dan kabur dari situ.

"Ayoh cepat kejar" seru Lam-kong Pak

Namun manusia baju merah itu tidak melakukan pengejaran, sebaliknya sambil tertawa dingin ia berkata:

"Tak usan dikejar lagi.. engkau telah merusak rencana bagus diriku, sekarang aku hendak memberi pelajaran yang setimpal kepadamu... ber-siap2lah menerima pelajaranku ini."

Lam-kong Pak balas tertawa dingin.

"Heehhh .heehh ..heehh.. engkau tak usah berlagak sok rahasia ketahuilah bahwa aku tahu siapa engkau?"

"coba katakan siapakah aku?"

"Engkau adalah ketua dari perkumpulan Bulu Hijau" Manusia baju merah itu bergetar keras sesudah mendengar jawaban tersebut. teriaknya: "Keparat Cilik, engkau berani bicara sembarangan?"

"Haahh haahh haahh...," Lam-kong Pak menengadah keatas dan tertawa ter-bahak2, "engkau anggap tindak tandukmu itu cukup rahasia dan misterius?? Haah-haah . . . aku mengetahui akan rahasiamu itu "

"Aku punya rahasia apa???"

"Suatu kali ketika engkau berada dipesanggrahanmu dalam markas besar perkumpulan bulu hijau. kulihat engkau lepaskan batok kepalamu dan meletakkannya diatas meja lalu sisiri rambutnya yang panjang, padahal batok kepalamu yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik bajumu. kalau orang yang bernyali keCil pasti akan ketakutan setengah mati dan  mengira  engkau  adalah setan. "

Sekali lagi sekujur badan manusia baju merah itu gemetar keras, ia tertawa dingin tiada hentinya dan tetap membungkam dalam seribu bahasa. Terdengar Lam-kong Pak melanjutkan kembali kata2nya:

"Ada suatu kali aku melihat engkau masuk kedalam sebuah goa ditengah gunung2an menanti engkau telah pergi aku masuk kedalam goa itu, dari sana kutemukan pakaian serta rambut palsu."

Manusia baju merah itu menjerit dan mundur satu langkah kebelakang, teriaknya: "Keparat cilik,jadi rambut palsu yang hilang tempo hari adalah dicuri olehmu?"

"Sedikitpun tidak salah, untuk mengetahui siapakah engkau yang sebenarnya, aku telah membawa lari rambut palsu itu"

"sekarang dimanakah rambut palsu itu??" Telah kuserahkan kepada seseorang yang kemungkinan besar mempunyai hubungan yang erat sekali dengan dirimu."

"Siapakah orang itu???

"Perempuan naga pengasingan cu Hong Hong."

"Aai.." manusia baju merah itu menjerit tertahan karena kagetnya yang bukan kepalang. "apa maksudmu menyerahkan rambut itu kepadanya. ??^

"Aku rasa diantara kalian berdua tentu mempunyai hubungan yang erat sekali karena itu aku serahkan kepadanya untuk diselidiki dengan saksama"

"Dan hasilnya?"

"la tak bersedia berbicara. tetapi aku perCaya ia telah mengetahui siapakah dirimu ini"

"Dari mana engkau bisa tahu?" Lam-kong Pak tertawa dingin.

"IHehhh heeehhh heeehhh aku tidak habis mengerti kenapa sampai sekarang engkau belum juga bersedia untuk ngaku? aku masih ingat ada satu kali cu Hong Hong pernah berkata padamu: "aku tahu engkau?" masih ada satu kejadian lagi yang cukup membuktikan bahwa engkau mempunyai hubungan yang sangat erat dengan cu Hong Hong"

"coba katakanlah aku lihat permainan setanmu cukup banyak juga .."

"Ketika nona cu menyusup kedalam perkumpulan bulu hijau untuk menjadi mata2 dengan pengalamanmu rasanya engkau pasti akan mengetahui kejadian ini tapi engkau bukan saja bersikap sangat baik kepadanya bahkan memandang dirinya seCara luar biasa sehingga wakil ketua Daging lima warna pun harus mengalah tiga bagian kepadanya, tolong tanya apa sebabnya bisa begitu?"

Manusia baju merah itu tertawa dingin tiada hentinya, ia tetap membungkam dalam seribu bahasa.

"Saudara. aku ingin tahu sebenarnya sakit hati apakah yang sudah terjalin antara engkau dengan jago guntur dan angin Lam-kong Liu?" hardik Lam-kong Pak dengan suara keras, "mengapa engkau ajukan syarat tersebut untuk menukar rahasia ilmumu??"

Sambil menggigit bibir menahan rasa benci dan geramnya, manusia baju merah itu berkata dengan nada seram:

"Terus terang kukatakan kepadamu aku mendirikan perkumpulan bulu hijau tujuannya tidak lain adalah untuk menghadapi dirinya, suatu saat Lam-kong Liu terjatuh ke tanganku, pada saat2 itu juga engkau akan mengetahui siapakah aku"

Perkataan dari manusia baju merah itupenuh mengandung napsu membunuh, membuat Lam-kong Pakjadi amat tercekat hatinya. Beberapa saat kemudian sianak muda itu bertanya kembali:

"Kalau begitu, bolehkah aku mengetahui lebih dahulu siapakah engkau yang sebenarnya?"

Manusia baju merah itu sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. mendadak ia melirik sekejap kearah cu Li Yap kemudian putar badan dan berlalu dari sana.

cu Li Yap yang menyaksikan peristiwa itu jadi melongo. ia segera bertanya dengan keheranan:

"sebenarnya apa sih yang telah terjadi?" "Barusan ia memandang sekejap kearahmu." kata Pek-li Hiang, "sorot matanya memancarkan Cahaya yang penuh rasa Kasih dan sayang, entah apa arti kesemuanya itu??"

"Akupun mempunyai perasaan seperti itu tapi aku tidak tahu apa sebabnya bisa begitu "

Lam-kong Pak yang ada disisinya segera menyela: "Kalau  engkau  ingin  mengetahui  duduk  perkara  yang

sebenarnya,   pulanglah   kerumah   dan   tanyakan   kepada

ibumu, aku perCaya ibumu pasti mengetahui asal usulnya^"

= =ooooooooo= =

"KETIKA tiga orang manusia tembaga itu melihat kedatangan kita, mereka segera kabur." kata Pek-li Hiang. "aku rasa tak ada faedahnya kita Cari jejak orang2 itu, kecuali kalau kita mampu membekuk mereka, kalau tidak rasanya sepanjang hidup jangan harap kita dapat menemukan jejaknya"

"Tidak salah" ujar Lam-kong Pak sambil tertawa, "rupanya untuk sementara waktu mereka belum bersedia untuk bertemu dengan kita, begitu berjumpa muka segera kabur secepatnya. tapi aku yakin salah satu diantara mereka pasti terdapat ayahku Lam-kong Liu..."

Selama hampir lima hari lamanya ketiga orang itu melakukan pencarian jejak disekitar gunung Bong-san, namun bukan saja jejak ketiga orang manusia tembaga itu tak berhasil ditemukan bahkan rangsum kering merekapun telah habis dimakan-Akhirnya sianak muda itu mengusulkan "Lebih baik kita kembali saja kekuil Shia-hong-bio, aku merasa kuatir atas keselamatan dari Loo-tua yang menggusur dua orang tawanannya"

"Betul sambung cu Li Yap. sekarang jarak dengan bulan lima tanggal lima sudah tinggal sepuluh hari, kita harus menemukan para Cianpwee dan berangkat ber-sama2"

Ketika mereka bertiga hampir mencapai kuil shia-hong- bio kurapg sepuluh li, mendadak terdengarlah suara rintihan lirih berkumandang datang dari atas sebuah pohon.

cu Li Yap yang mendengar suara rintihan tersebut jadi amat terperanjat, ia segera berseru:

"coba dengar, bukankah suara rintihan itu adalah suara dari ibuku. ?"

"Mari kita tengok kesitu, mungkin mereka sudah terluka parah karena berjumpa dengan musuh tangguh" sambung Pek-li Hiang.

"Enci.. .enci suara panggilan dari Sun Han Siang yang lirih dan menyeramkan berkumandang mengikuti hembusan angin malam, ketika Lam-kong Pak berpaling kearah berasalnya suara itu maka tampaklah Sun Han Siang dengan sekujur badan basah oleh darah sedang lari menuju kebawah pohon besar itu dengan sempoyongan.

Suara rintihan tadi berkumandang kembali dari atas pohon besar itu, Sun Han Siang kelihatan bergetar keras dan segera menengok keatas pohon.

Dia lihat cu Hong Hong sudah berubah jadi manusia darah, badannya tergantung di atas dahan pohon dan nampaknya menderita luka dalam yang cukup parah. Menyaksikan keadaan dari rekannya itu ia berseru sedih dan segera loncat naik keatas pohon, serunya dengan perasaan amat terperanjat.

"Enci, kau... kau..: siapa yang telah melukai dirimu hingga jadi begini??" tegurnya.

"Kaa...kaa... kaakeeK.,. kakek ombak menggulung... dan..kau... sii.,. siapa yang teee ,,,tee... telah mee... melukai diiri,,, dirimu?"

"Aa,., aku terluka juga di.,. ditangan kakek ombak menggulung,,,."

"Enci,., bii...biarlah a a,.. aku mee,.. me..nyem„, menyembuhkan dahulu luu...lukamu."

"Tidak... aku harus mengobati dirimu lee.,.lebih dahulu...aku...kaa...kalau engkau membenci diriku... bee.,.bencilah aku..aku..taa.. tak akan menyalahkan engkau. "

Sambil berkata ia tempelkan sepasang telapaknya diatas jalan darah Leng-tay-hiat dibelakang punggung cu Hong Hong.

Tiga muda mudi yang menyaksikan hal itu hanya bisa saling bertukar pandangan sekejap dengan air mata berCucuran membasahi wajah mereka, pemandangan seperti itu memang mengharukan sekali, terutama sekali cu Li Yap dia segera menjatuhkan diri kedalam pelukan Lam- kong Pak dan menangis dengan sedihnya.

Kendatipun Sun Han Siang berusaha untuk menyembuhkan luka yang diderita cu Hong Hong, tapi disebabkan dia sendiripun terluka parah, hanya sedikit lebih ringan jika di bandingkan dengan luka yang diderita oleh cu Hong Hong, maka sesudah mengerahkan sedikit tenaganya ia sudah tak tahan dan tubuhnya goncang keras. Dengan suara dalam Lam-kong Pak segera berkata:

"Harap kalian berdua berjaga dibawah pohon, aku akan naik keatas untuk menyembuhkan luka yang diderita mereka berdua. "

Tanpa banyak bicara lagi dia segera meloncat naik keatas pobon besar.

Dalam pada itu Sun Han Siang telah bersandar diatas dahan pohon dan sudah mulai tak mampu mempertahankan diri lagi.

Sianak muda itu segera mengeluarkan sepasang telapaknya dan ditempelkan diatas jalan darah Leng-tay- hiat kedua orang itu, hawa murni yang segar dan kuat dengan Cepatnya mengalir masuk kedalam tubuh dua  orang perempuan yang terluka parah itu.

Dengan kesempurnaan tenaga dalam yang dimiliki Lam- kong Pak, tidak selang setengah jam kemudian keadaan luka dari dua orang itu sudah berangsur sembuh kembali.

Pada saat itulah mara bahaya sudah menghilang dari empat penjuru...ditengah kesunyian yang mencekam seluruh jagad, mendadak dari balik semak belukar yang lebat mengepul keluar segumpal asap rokok yang besar dan tebal langsung meluncur keatas pohon-

Menyaksikan kemunculan gumpalan asap itu, dua orang gadis berjaga dibawah pohon jadi amat terperanjat mereka tahu bahwa Im-Yang-siu atau kakek asap berawan Si cu Lok berada disekitar situ, gumpalan asap tebal itu bukan lain adalah asap berhawa Kie-kang yang dipancarkan olehnya.

Walaupun tahu bahaya dua orang gadis itu tak berani bersuara secara sembarangan. cu Li Yap segera enjotkan badannya meluncur kedepan dan melancarkan satu pukulan untuk membuyarkan serangan asap hawa kie-kang yang maha dahsyat tersebut.

Sedangkan Pek-li Hiang sendiri menubruk kedalam semak belukar sekalian tangannya mencabut keluar tanduk naga sakti.

Walaupun gumpalan asap hawa kie-kang tersebut berhasil dipukul buyar oleh serangan cu Li Yap namun segera muncul kembali lima buah gumpalan bola hawa tebal yang besar dan aneh meluncur tiba.

cu Li Yap takut terjadi hal2 yang tidak diinginkan atas diri kekasihnya, ia segera berdiri diatas pohon dan melancarkan pukulan kembali untuk membuyarkan serangan kelima gumpalan bola asap yang tebal dan besar itu.

Lima buah gumpalan asap tadi segera terhajar telak tiga buah diantaranya dan buyar sementara dua buah gumpalan lainnya tetap meluncur kedepan mengancam punggung Lam-kong Pak,

cu Li Yap yang menyaksikan kejadian itu jadi amat terperanjat ia tahu jika pemuda itu sampai terhajar telak oleh gumpalan asap tersebut bukan saja Lam-kong Pak akan menemui ajalnya seketika itu juga bahkan Sun Han Siang dan cu Hong Hong pun akan mengalami keadaan jalan api menuju neraka.

Dalam gelisah dan Cemasnya dia lupakan bahaya yang bakal mengancam dirinya sambil melancarkan pukulan dahsyat ia terjang kearah datangnya dua gumpalan bola asap itu. "ciiiiss..." bola asap itu terhantam hingga buyar, sementara tubuh gadis itu terpental dan roboh dari atas dahan pohon.

Dipihak lain baru saja Pek-li Hiang menerjang masuk ketepi semak belukar tiba-tiba mendengar suara dingin berkumandang memecahkan kesunyian, dua belas buah lentera berwarna hitam laksana sambaran petir meluncur kearahnya dengan amat dahsyat.

Dari senjata yang mengancam datang itu, Pek-li Hiang tahu bahwa dia sedang berhadapan dengan Hek teng-tui- hun atau lampu hitam mengejar nyawa Leng cing cui.

Senjata tanduk naga saktinya langsung disodok kedepan, ditengah desiran angin tajam diantara dua belah lampu lentera hitam itu ada tujuh delapan buah diantaranya tergetar dan hancur berantakan- sisanya lima enam buah lentera hitam yang masih utuh dengan tajam meneruskan ancamannya menyambar tubuh bagian bawah.

Telapak kiri Pek-li Hiang segera bertindak cepat. ia lancarkan satu pukulan dengan ilmu telapak Sim-hoo-it- ciang-hoat.

"Blaamm-.." ditengah benturan keras yang memekikkan telinga, lima buah lentera hitam yang tersisa berhasil dipunahkan juga hingga hancur berantakan-

Baru saja gadis itu bisa berlega hati karena berhasil memusnahkan serangan musuh, mendadak... dua rentet semburan darah dengan cepatnya meluncur datang.

Inilah "Gumpalan darah menyembur orang" suatu ilmu ampuh yang dipergunakan Lentera hitam pengejar nyawa untuk menolong diri sendiri, serangan tersebut luar biasa sekali akibatnya. Pek-li Hiang sama sekali tidak menduga sampai kesitu, dengan cepat ia menyambut datangnya ancaman tersebut dengan senjata tanduk naga saktinya...^sreet^ walaupun serangan itu berhasil menolong diri dari bahaya total namun masih ada sebagian kecil dari semburan itu yang bersarang diatas bahu kirinya.

"Blaaam..." pakaian yang dikenakan gadis itu bancur berantakan dan kulitnya terluka dengan sempoyongan ia mundur tiga langkah kebelakang....

Daripada itu pertarungan yang sedang berlangsung antara cu Li Yap melawan kakek asap berawanpun berjalan seimbang mereka saling menyerang dan bertahan...

Kakek asap berawan mempunyai pengalaman luas ia selalu berusaha menghindar dari yang berat mendahulukan yang ringan sebentar dengan mangkok bunoweenya mengetuk batok kepala sebentar menggunakan buntalan tembakaunya menyambar dada sebentar lagi menotok sepasang mata dengan gagang huncwee membuat gadis she- cu jadi repot dan harus menghadapinya dengan ber- sungguh2.

Bicara sesungguhnya, ilmu silat yang dimiliki cu Li Yap masih jauh lebih tinggi daripada orang ini. tetapi berbubung gadis itu sedang menguatirkan keselamatan tiga orang yang berada diatas pohon- perhatiannya tak bisa dipusatkan jadi satu, ia dipaksa berada diatas angin.

Dipihak lain Pek-li Hiang yang terhajar lengan kirinya oleh semburan darah musuhnya. seketika merasakan tulangnya sakit hingga sukar ditahan, namun ia tak berani mengendorkan perhatiannya dengan begitu saja, sambil menggertak gigi serangan berikutnva dilancarkan seCara ber-tubi2... Hek teng-tui-bun lentera hitam pengejar nyawa tertawa seram tiada hentinya, kembali ia lancarkan tujuh delapan buah lampu lentera hitam dan mengepung sekitar tubuh Pek-li Hiang rapat2.

"Ploook Ploook Ploook" Pek-li Hiang mengengos napas dan mengeluarkan ilmu pukulan Sam-tiam-sip-sam-sih atau tiga belas pukulan berantai, dalam waktu singkat seluruh lampu lentera berwarna hitam itu berhasil dirontokkan semua.

Sejak salah makan buah merah padam lembah yang terpencil, tenaga dalam yang dimiliki gadis ini telah peroleh kemajuan yang sangat pesat, kalau tidak begitu semburan darah yang mengena ditubuhnya tadi sudah cukup untuk merobohkan dirinya.

Tiga belas buah pukulan berantai dari pencuri tua ini semuanya merupakan gerakan yang menggunakan kelincahan tubuh, banyak gerakan yang bertahan jadi menyerang semuanya diluar dugaan dansukar diduga oleh musuhnya...

Menghadapi serangan yang begitu ampuh kali ini Lampu Hitam Pengejar nyawa yang sebaliknya kena didesak sehingga kalang kabut dan tak mampu menguasai diri.

Dilain pihak. cu Li Yap berhasil memusatkan perhatiannya untuk bertempur, daya serangannya semakin meningkat dan pukulan dari ilmu payung sengkala yang dia lancarkan berhasil mendesak mundur kakek awan berasap sehingga satu tombak jauhnya dari tempat semula.

Tiba2 terdengar Heksteng-tui-hun lentera hitam pengejar nyawa Leng ceng ciu membentak keras:

"Pui Kun, It-bun Ko ayoh cepat keluar dan bantu kami" cu Li Yap sangat terperanjat dia segera menengok kesamping tampaklah Janda kawin tujuh kali Pui Kun dan jago arak dari Lam-hay It-bun Ko sambil membawa dua buah bungkusan besar sedang munculkan diri dari tepi hutan.

Dua orang gadis itu amat terperanjat mereka menyadari bahwa nasib Loo Liang-jan tak bisa menangkan akal muslihat dari Pui Kun.

Sementara itu Janda kawin tujuh kali saling bertukar pandangan sekejap dengan jago arak dari Lam-hay kemudian tanpa menggubris atau mengucapkan sepatah katapun kedua orang itu siap berlalu dari sana....

Kakek awan berasap Si cu Lok yang menyaksikan tingkah polah kedua orang itu segera membentak keras:

"Sekalipun kamu berdua berhasil kabur sejauh satu li tidak mungkin kalian akan mampu melepaskan diri dari Cengkeramanku kalau tahu gelagat Cepatlah bantu diriku bila urusan disini telah beres kamipun pasti tak akan menyusahkan kalian"

Dua orang itu kembali saling bertukar pandangan sekejap. akhirnya Janda kawin tujuh kali berkata:

"Mari kita sembunyikan dahulu barang2 milik kita ini, kemudian baru ikut serta dalam pertarungan itu, tapi engkau musti ingat bilamana perlu kita harus turun tangan untuk lenyapkan kakek awan berasap dan lentera hitam pengejar sukma dari muka bumi lebih baik lagi kalau kita bisa lukai mereka dengan senjata rahasia"

"Aku mengerti" sahut It-bun Ko.

Mereka berdua segera berpisah untuk menyembunyikan barang bawaan mereka itu, kemudian muncul kembali digelanggang dan terjunkan diri dalam pertarungan tersebut.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun menyerang cu Li Yap sedang kan It-bun Ko menubruk Pek-li Hiang.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun Pui Kun melancarkan tiga tendangan berantai menggaet nyawa kearah cu Li Yap...BluuumBluum bluum seCara beruntun gadis itu menyambut datangnya tendangan tadi memaksa Pui Kun tergetar mundur tiga langkah kebelakang.

Dipihak lain It-bun Ko yang melancarkan tujuh delapan buah pukulan dahsyat segera berhasil mendesak mundur Pek-li Hiang sejauh tiga langkah kebelakang karena gadis itu sedang menderita luka pada bahunya.

Ditengah pertarungan tiba2 It-bun Ko melepaskan cupu2 araknya dan meneguk araknya dengan la hap. sementara lentera hitam pengejar nyawa sedang bertempur dengan sengitnya.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun orang she It-bun itu menyemburkan panah araknya langsung mengancam jalan darah glok-seng-hiat pada otak belakang lentera hitam pengejar nyawa.

Leng cing ciu sama sekali tak menduga kalau dalam keadaan begitu, rekan sekomplotannya bisa turun tangan keji kearahnya, untuk menghindarkan diri sudah tak sempat lagi, terpaksa ia mengepos tenaga dan menyemburkan pula panah darahnya yang dahsyat kearah pihak lawan-

"criit...criiit..." panah arak yang disemburkan oleh It-bun Ko dengan telak bersarang diatas jalan darah tay-yang-hiat dikedua belah kening Lentera hitam pengejar nyawa Leng cin ciu,jeritan ngeri yang menyayat hati berkumandang memeCahkan kesunyian gembong iblis itu terkapar diatas tanah tak berkutik lagi untuk selamanya.

In-bun Ko sendiri karena sudah melakukan persiapan lebih dahulu dengan mudah ia berhasil melepaskan diri dari semburan panah darah pihak lawan.

Pek-li Hiang tertegun menyaksikan kejadian itu sebelum gadis itu sempat memikirkan sesuatu It-bun Ko telah menyerbu kembali sambil melancarkan sebuah serangan berantai, bersamaan itu pula sisa arak yang masih berada didalam mulutnya disemburkan keluar juga dengan hebatnya.

"criiit " bahu Pek-li Hiang Kembali terhajar kembali oleh semburan arak itu hingga roboh terjengkang diatas tanah.

Jago arak dari Lam-hay It-bun Ko tidak melanjutkan serangan berikutnya kearah gadis itu ia putar badan dan balik menerjang kakek asap berawan Si cu Lok

Rupanya kakek asap berawan telah mengetahui apa yang telah terjadi dipihak lain, dengan suara berat ia menegur:

"It-bun Ko rupanya engkau adalah pagar makan tanaman,... berani melukai rekan sendiri"...

Belum habis dia berkata. janda kawin tujuh kali Pui Kun tanpa mengucapkan sepatah-kata ia melepaskan kesepuluh buah kuku Liok-eng-kanya sepuluh desiran angin tajam serentan meluncur kedepan dan mengancam jalan darah penting disekujur badan kakek asap berawan-

Si cu Lok gembong iblis yang gemar menghisap huancwee ini jadi sangat terperanjat buru2 dia menyemburkan segumpal asap berhawa kie-kang, sementara mangkok huncweenya dengan membawa desiran angin tajam memukul rontok kuku2 Liok-eng-ka yang sedang mengancam jalan darah diatas tubuhnya It-bun Ko yang sudah menanti sejak tadi tentu saja tak mau membuang kesempatan yang sangat baik itu dengan begitu saja. sejak pemulaan tadi ia sudah menghisap araknya kedalam mulut ketika dilihatnya kakek awan berasap sudah dibuat kalang kabut dan kebingungan setengah mati pada saat itulah arak yang sudah dipersiapkan tadi disemburkan kedepan-

Kakek asap berawan Si cu Lok mendengus berat karena kesakitan semburan arak itu dengan tepat bersarang diatas wajahnya membuat luka yang besar muncul diatas keningnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun gembong iblis itu roboh terjengkang keatas tanah.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun tidak berhenti sampai disitu saja, pada saat cu Li Yap masih berdiri tertegun kembali sepuluh desiran angin tajam meluncur kedepan menyambar tubuh bagian bawah dari gadis itu

Dengan cepat cu Li Yap meloncat naik ke tas udara untuk menghindarkan diri dari ancaman tersebut namun It- bun To yang sudah siap dengan cupu2 araknya dengan cepat menggetarkan cupu2 tadi sekuat tenaga segumpal semburan arak yang maha dahsyat seketika itu juga meluncur kearah depan.

cu Li Yap yang masih berada ditengah udara sama sekali tak menyangka kalaupihak musuh bakal melancarkan serangan dengan Cara begitu, tak sempat untuk menghindar lagi tubuhnya tersembur telak oleh arak berhawa dalam tadi dan tidak ampun badannya segera terjungkal keatas tanah.

"cepat kabur^ bentak It-bun Ko cepat2.

"Tunggu sebentar. akan kujagal dulu mereka itu..." jawab Janda kawin tujuh kali.

"Heehh..heeehh..heehh. " Mendadak serentak suara tertawa seram berkumandang datang dari arah belakang Pui Kun, dua orang ituputar badan dengan cepat dan terlihatlah Ngo-hoa-bak daging lima warna oei Hun, Melayang diatas air Ma Tie. sapu baja Kim Kiu, Golok tanpa tandingan Hong Gwat serta dewa guntur berlengan delapan Si Put Siu sekalian gembong iblis telah berdiri kurang lebih tiga tombak dihadapan mereka.

Empat buntelan besar yang mereka sembunyikan sebelum melakukan pertarungan tadi, Kini sudah ditemukan oleh kawanan gembong iblis itu dan berada disisi tubuh mereka.

Paras muka Janda kawin tujuh kali Pai Kun dan Jago arak dari Lam-hay It-bun Ko berubah sangat hebat, mereka tahu bahwa keadaan sangat berbahaya, mereka sudah di kepung dan kendatipun punya sayap juga tak mungkin bisa melepaskan diri lagi.

Sepasang biji mata Janda kawin tujuh kali berputar kencang, mendadak ia maju kedepan menghampiri Daging lima warna dan berkata^

"oei Hukaucu. aku Pui Kun sudah lama sangat mengagumi dirimu. cuma sayang selama ini tak ada kesempatan baik..."

Daging lima warna oei Hun adalah seorang gembong iblis yang sudah banyak melakukan kejahatan. namun paling benci main perempuan. melihat tingkah pola perempuan dihadapannya itu ia segera membentak keras: "Bekuk mereka"

Melayang diatas air Ma Tie segera tampil kedepan, sesudah memberi hormat kepada Daging lima warna Oei Hun, katanya: "Hu pangcu, menurut apa yang aku orang she-Ma ketahui, diantara harta kekayaan yang berhasil mereka temukan itu separuh diantaranya berupa intan permata dan beberapa biji mata kucing yang tak ternilai harganya. nilai tersebut bisa mencapai beberapa ratus laksa lahil perak, aku rasa benda2 yang berharga itu masih disembunyikan dalam saku mereka. "

"Heeehhh- heeehhh- heeehhh." Daging lima warna oei Hun tertawa dingin, "Geledah"

Sambil menyeringai seram Ma Tie maju kedepan dan mula pertama mendekati It-bun Ko lebih dulu katanya:

"orang she It-bun, apakah engkau hendak paksa aku untuk turun tangan sendiri??"

"Barang itu tidak berada didalam sakuku, kalau ingin geledah silahkan menggeledah sendiri"

"Lepaskan pakaianmu lepas semua sampai telanjang bulat" hardik Ma Tie.

It-bun Ko tahu bahwa dalam keadaan Seperti ini tidak mau buka baju juga tak bisa terpaksa sambil menahan malu ia lepaskan baju luarnya sehingga tinggal pakaian dalam dan celana dalam saja yang masih melekat dibadan, ujarnya:

"Ma Tongkee silahkan kau raba saja tubuhku, tanggung benda itu tak akan kau temukan pada diriku"

Ma Tie segera tertawa dingin.

"Heeehhh-heeehhh-heeehhh.. engkau toh bukan nona gede atau menantu cilik yang menyenangkan hati? Huh aku tidak punya napsu untuk meraba tubuh bangkotanmu itu lebih baik lepas sendiri saja" "Ma tongkee, apakah engkau suka berbaik hati dan melakukan pemeriksaan sendiri atas diriku?? kalau suruh aku telanjang bulat aku benar2 merasa sangat malu"

"Ploook" sebuah tempelengan yang sangat keras bersarang diatas wajah It-bun Ko membuat hidungnya jadi bengkak hijau dan matanya biru, dalam keadaan begini terpaksa ta melepaskan celana dalam dan pakaian dalamnya hingga berada dalam keadaan telanjang bulat.

"Totok jalan darah dua orang gadis itu" perintah Daging lima warna oei Hun.

Dewa guntur berlengan delapan Si Put Siu terima perintah dan segera menotok jalan darah dari cu Li Yap dan Pek-li Hiang namun kawanan gembong iblis itu masih belum tahu kalau diatas pohon masih ada orang Lain-

Setelah It-bun Ko melepaskan seluruh pakaiannya sehingga berada dalam keadaan telanjang bulat keadaan jago tua itu jadi mengenaskan sekali hingga sukar dilukiskan dengan kata2.

Kawanan gembong iblis lainnya sama2 tertawa tergelak menyaksikan rekannya ditelanjangi, hal ini membuat paras muka It-bun Ko berubah makin memerah hingga menyerupai kepiting rebus, seandainya diatas tanah ada gua mungkin ia sudah menerobos masuk kedalam gua tersebut.

. . .

Dalam pada itu Ma Tie sudah menghampiri kehadapan Janda kawin tujuh kali, ujarnya:

"Pui Kun- pekerjaan yang paling kau gemari sepanjang hidupmu adalah melepaskan celana dalam, aku rasa melepaskan celana dihadapan umum mungkin baru kau lakukan untuk pertama kali ini bukan??" Janda kawin tujuh kali mengerling cabul kearah lawannya, kemudian berseru:

"Eeei.. engkau jangan berani2 sembarangan bicara... sekarang aku sudah menjadi miliknya oei Hu-pangcu. Ma Tie engkau berani. "

Daging lima Warna oei Hun yang mendengar perkataan tersebut segera menengadah keatas dan tertawa seram.

"Haaahh..haaahhh..haaahhh...perempuan lonte, berani sembarangan bicara? hadiahkan sebuah tamparan yang keras keatas wajahnya. "

Ma Tie yang mengandalkan kekuasaan atasannya segera bertindak kasar. telapak tangannya diayun secara beruntun dan-, "plook..plookplookplook" empat buah tempelengan membuat sepasang pipi Pui Kun jadi merah membengkak, darah segar menetes keluar dari ujung bibirnya.

"Perempuan lonte. ayoh cepat lepas kan pakaianmu" perintah Ma Tie dengan kasar.

Janda kawin tujuh kali bukan seorang perempuan yang takut malu, ia punya rahasia dalam tubuhnya karena itu jikalau pakaiannya dilepaskan semua hingga telanjang bulat maka rahasia tersebut akan ketahuan.

oleh sebab itulah sambil meliuk-liukkan pinggulnya seperti ular ia berkata kembali^

"oei Hu-pangcu. dapiakah engkau membuka jaring dan melepaskan taliku untuk kali ini saja? bagaimana pun juga aku toh anggota perkumpulan, jikalau rahasia ini sampai terbongkar bukankah nama baik perkumpulan kitapun akan ternoda??"

sekali lagi Daging Lima warna oei Hun menengadah keatas dan tertawa seram. "Haahhh,. haahh.. haahhh,. perempuan lonte yang tak tahu diri masa engkau juga mengetahui akan nama baik??? Hmm orang she-Ma ayoh cepat geledah tubuhnya"
*** ***
Note 19 September 2020
"Cersil terbaru akan di upload setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu.| Jangan lupa makan dan tetap jaga kesehatan Gan!!!."

(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 13"

Post a Comment

close