Kelelawar Hijau Jilid 08

Mode Malam
"Badai pembunuhan yang mengerikan sudah menjelang tiba dalam dunia persilatan, seandainya didalam pertemuan para manusia tembaga itu pihak perkumpulan Liok Mao Pang tidak berhasil mendapatkan sesuatu mereka pasti akan mengerahkan segenap kekuatan yang dimilikinya untuk melakukan pembunuhan seCara besar-besaran terhadap seluruh umat Bu-lim setiap manusia yang tidak termasuk perkumpulannya tak akan terhindar dari pembunuhan tersebut. kau berdiri sebagai seorang jago kalangan lurus masa tega hanya berpeluk tangan belaKa menyaksikan badai pembunuhan ini melanda kolong langit???"

"Kalau memang kau memiliki perasaan welas asih terhadap sesama umat manusia lagi pula memiliki ilmu silat yang begitu lihay apa sebabnya kau tidak secara resmi unjukkan diri didalam dunia persilatan untuk memimpin para jago dari golongan lurus guna melakukan pertarungan yang menentukan dengan pihak PerkumPulan Liok Mao Pang??"

"Waktu masih belum tiba, sampai saatnya aku pasti akan turun tangan dengan sendirinya. Sekarang aku ingin bertanya kepadamu bukankah payung sengkala adalah benda mustika yang berhasil kau temukan dimasa yang lampau??"

"Sedikitpun tidak salah."

"Masih ingatkah bagaimana bentuk dari senjata mustika tersebut???"

"Tentu saja masih ingat... panjangnya kurang lebih empat depa dengan cahaya merah darah, bisa dibuka dan bisa ditutup dengan gampang dan leluasa. Bagi mereka yang memiliki ilmu meringankan tubuh dapat membantu seseorang untuk melayang diangkasa, pada gagang payung terdapat sebuah lambang yang berbentuk Kelelawar hijau, inilah ciri2 yang kuingat?"

"Kitab ilmu silat Payung sengkala telah hilang dari saku suamimu Sian Yang Ping dimasa yang telah silam, dimana secara kebetulan telah ditemukan oleh Sun Han Siang sedangkan payung sengkala itu sendiri sama sekali tidak lenyap. tetapi yang aneh secara bagaimana bisa terjatuh ketangan manusia tembaga itu??"

"Siapa bilang kalau payung sengkala itu tidak lenyap dari tanganku??? tempo dulu senjata mustika itulah yang lenyap terlebih dahulu, kemudian baru kuketahui bahwa kitab pusaka payung sengkala pun ikut lenyap tak berbekas, sedangkan mengetahui bagaimana keadaan selanjutnya sehingga bisa terjatuh ketangan manusia tembaga itu, aku sendiripun tidak tahu"

"Bagus, terima kasih atas keteranganmu itu. putrimu berada tidak jauh dari sini, kurasa lebih baik cepat2lah pergi kesitu untuk melindungi keselamatannya. jangan sampai membuat dia menderita kerugian besar seandainya sampai berjumpa dengan Suma ing" Habis berkata tanpa menanti jawaban lagi ia loncat tiga puluh tombak jauhnya dari tempat itu. dengan gerakan kuda langit melayang diawan ia meluncur kedepan dan lenyap dari pandangan.

cu Hong Hong menjerit kaget, uotuk beberapa saat lamanya ia berdiri menjublak ditempat semula karena terkejut menyaksikan kelihayan lawannya.

Sementara itu dengan Cepatnya Lam-kong Pak telah jauh meninggalkan cu Hong Hong ya masih berdiri menjublak ditempat semula, sambil melanjutkan perjalanan dalam hati ia berpikir keras.

Dahulu ia pernah menaruh Curiga bahwa manusia tembaga yang memiliki senjata payung sengkala itu adalah si-Awan hitam mengejar rembulan oei ci Hu yaitu jago sakti yang hawa murni bayinya dipeCahkan olehnya itu. tetapi setelah mengetahui akan hubungan persahabatan antara oei ci Hu Yang Peng serta cu Hong Hong ia merasa tak mungkin jago tua itu mencuri payung sengkala tersebut. Lalu siapakah kakek tua yang pernah dijumpai sewaktu dia dirumah makan tempo dulu??

mungkinkah kakek desa itu adalah manusia tembaga yang memiliki senjata payung sengkala???

Secara beruntun puluhan hari sudah lewat tanpa terasa,jarak dengan disenggarakannya pertemuan besar antara manusia tembaga sudah tinggal setengah bulan lagi, Lam-kong Pak segera mencari bahan makanan Sebagai rangSum. dan mencari Sebuah gua yang tersembunyi letaknya untuk berlatih ilmu silat dengan tekun.

Suatu hari ketika ia telah menyelesaikan latihannya. kentongan ketiga baru saja menjelang tiba, rembulan bersinar terang dan cuaca bersih sekali, Lam-kong Pak yang berdiri dibawah keheningan malam tanpa terasa terbayang kembali akan beberapa orang gadis muda kekasihnya,

pada waktu itulah tiba2 ia menemukan dua sosok bayangan manusia muncul dibalik jeram yang terdapat didekat tempat itu,

Angin malam berhembus lewat mengibarkan ujung baju sang perempuan, sedang ujung baju yang lelaki sama sekali tidak bergoyang suatu kejadian yang aneh sekali.

Siapakah mereka?? dan apa yang hendak mereka lakukan? ingatan tersebut dengan cepat berkelebat didalam benaknya.

= =oo^^o^^= =

DIAM-DIAM pemuda itu telah menyusup maju  kedepan dan bersembunyi dibelakang sebuah batu cadas yang besar.

Ketika sinar matanya dialihkan kearah sepasang lelaki perempuan itu, seketika hatinya terasa bergetar keras, tampaklah olehnya ditepi jeram berdiri seorang manusia tembaga, sedang perempuan yang berada dihadapan manusia tembaga itu bukan lain adalah ibunya Sun Han Siang.

Satu ingatan dengan cepat berkelebat di dalam benaknya. ia membatin. "Aaah benar rupanya manusia tembaga itu adalah ayahku Lam-kong Liu, tetapi kenapa mereka saling berhadapan muka tanpa bergerak ataupun berbicara??"

Jarak diantara kedua orang itu hanya terpaut tiga empat tombak. namun sekalipun saling berhadapan muka tak seorangpun yang berkutik atau buka suara terlebih dahulu. Kurang lebih seperminum teh kemudian dengan sedih Sun Han Siang menghela napas panjang dan berkata:

"Karena kau aku telah dicaci-maki oleh seluruh umat Bu- lim yang ada dikolong langit bahkan ada orang yang menuduh aku telah meracuni suami sendiri sampai mati, namun kau harus mengetahui bahwa tempo dulu andaikata aku tidak pergunakan ilmu hipnotis Tong-bian-tai-hoat mungkin jiwamu sukar untuk dipertahankan hingga saat ini"

Manusia tembaga yang berada dihadapannya tetap membungkam dan sama sekali tak berkutik, seolah-olah dia sama sekali tidak tergerak hatinya oleh keluhan tersebut. Terdengar Sun Han Siang melanjutkan kembali kata katanya:

"Sekarang kedua orang bocah itu sudah berdiri pada posisi yang saling bermusuhan mereka sama2 bersumpah tak mau berdiri dan hidup bersama dikolong langit, coba bayangkanlah apa yang harus kulakukan dalam keadaan begini?? Sejak Suma Ing masuk menjadi anggota perkUmpulan Liok Mao Pang kejahatan yang dilakukan olehnya bukan saja tidak mereda bahkan jauh lebih gencar lagi. aku rasa kau pasti sudah mendengar atau mengetahui sendiri bukan akan kejadian ini"

Manusia tembaga itu tetap membungkam dalam seribu bahasa. tingkah lakunya yang aneh itu diam-diam membuat Lam-kong Pakjadi teramat gelisah.

"Tempo dulu demi menyelamatkan jiwamu aku telah mencuri kitab pusaka payung sengkala dan harus bertempur melawan cu Hong Hong." ujar Sun Han Siang lebih jauh, "tidak sampai sepuluh jurus aku telah memukulnya hingga jatuh kedalam Celah batu besar didekat puncak Beng-gwat- hong digunung Thay-san, waktu itu aku merasaamat menyesal sekali dengan terjadinya peristiwa tersebut, tetapi setelah kupikir lebih lanjut timbul kecurigaan dalam hatiku, sebab waktu itu ia telah berhasil menguasahi ilmu silat payung sengkala meskipun jauh dari kesempurnaan namun kepandaiannya jauh diatas ilmu silatku. bagaimana aku mampu menjatuhkan dirinya kedalam celah batu? kejadian mencurigakan sekali, siapa tahu secara diam2 ada orang yang telah turun tangan terhadap dirinya. "

Manusia tembaga itu tetap membungkam dan tidak menunjukkan suatu reaksi apapun juga , sekali pun Sun Han Siang telah berbicara setengah harian lamanya tetppi ia hanya mendengarkan saja tanpa memberi komentar.

Lama kelamaan perempuan she Sun itu jadi naik pitam juga , segera tegurnya: "Kenapa tidak berbicara? kau bisu

??"

Sekujur badan manusia tembaga itu gemetar keras namun dia masih tetap membungkam dalam seribu bahasa.

"sebenarnya kau adalah Lam-kong Liu atau bukan ??" bentak Sun Han Siang keras- keras.

Manusia tembaga itu tidak mengaku pun tidak membantah ia tidak berbicara dan tetap berdiri kaku ditempat semula.

Lama kelamaan Sun Han Siang kehabisan akal juga dengan suara keras teriaknya:

"Jika kau mempunyai kesulitan yang tak bisa dikatakan sehingga untuk sementara waktu tak dapat unjukkan wajah aslimu, kaupun bisa memakluminya. Masa terhadap isteri sendiripun kau tidak percaya? sebenarnya kau adalah Lam- kong Liu atau bukan??"

Manusia tembaga itu masih tetap membungkam. Sun Han Siang segera tertawa dingin, teriaknya. "Baiklah. kalau kau membungkam terus aku akan menanggap dahulu dirimu." Sembari berkata ia segera menerjang kedepan.

Lam-kong Pak ketika itu masih mengenakan pakaian tembaganya, segera berpikir didalam hati:

"Kenapa aku tidak membantu ibu untuk menangkap dirinya? aku ingin tahu siapakah sebenarnja orang itu??"

Sementara itu manusia tembaga tadi dengan gerakan yang manis telah berhasil meloloskan diri dari cengkeraman Sun Han siang, ketika Lam-kong Pak menerjang datang dariarah belakang dengan gerakan secepat kilat manusia tembaga itu terperanjat.

Sebenarnya dia mau mundur kebelakang untuk menghindar, tetapi dengan datangnya terjangan tersebut jalan mundurnya segera tersumbat.

Sun Han Siang sendiri seketika berdiri tertegun ketika dilihatnya dari arah depan muncul kembali seorang manusia tembaga, karena rasa tertegun itulah gerakan tubuhnya jadi agak terlambat.

Manusia tembaga itu tak mau membuang kesempatan baik itu dengan begitu saja. secepat kilat ia loncat masuk kedalam jeram dan lenyap didasar air....

Lam-kong Pak serta Sun Han Siang jadi melotot melihat tindakan manusia tembaga tadi, mereka tidak mengira kalau orang itu akan bertindak secerdik ini. Beberapa waktu kemudian Sun Han Siang buka suara dan menegur: "Siapakah kau??? ^

Lam-kong Pak merasa amat sedih. sebenarnya dia tidak ingin membohongi ibunya sendiri. tetapi sekarang diapun tidak ingin rahasianya ketahuan orang, sebab bila ibunya tahu siapakah dia maka gerak-geriknya pasti akan dikekang dan ia tak akan diijinkan untuk berlalu lalang seorang diri.

Kesalahan pahamnya dengan beberapa orang gadis itu belum lenyap. hidup bersama beberapa orang itu merupakan sesuatu siksaan yang berat bagi dirinya. Karena itu setelah termenung sebentar akhirnya dengan suara serak sahutnya: "Aku adalah kakek bersedih hati."

"Apa??? siapakah kau??" "Kakek bersedih hati."

"oooh.Jadi kau yang telah menolong ketiga orang budak itu pagi tadi??"

"Sedikitpun tidak salah."

"Menurut apa yang kuketahUi. dikolong langit tiada seorang jago yang mempergUnakan julukan sebagai kakek bersedih hati?"

"SesUai dengan nama julukanku sikakek bersedih hati. aku tiada berambisi dan tidak menginginkan nama besar, hidupku terasing dari keramaian dunia, tentu saja tak ada yang mengetahui siapakah aku."

"Apakah payung sengkala berada didalam sakumu???" "Tidak kau salah paham, aku bukan manusia tembaga

yang mempunyai payung sengkala tersebut."

Sun Han Siang tertawa dingin.

"Kalau memang kau tiada bermaksud untuk mencari nama dan hidupmu menjauhkan diri dari keramaian dunia. mengapa tindakanmu terhadap Suma ing begitu kejam tak berperikemanusiaan???? " "Sampah masyarakat adalah musuh umum setiap manusia. siapapun pantas untuk untuk melenyapkan dirinya dari muka bumi"

"Sreeeeet... sreeeet... sreeeet..." secara beruntun ditengah kalangan telah muncul sembilan sosok banyangan manusia. mereka adalah Pek-li Hiang. cu Li Yap. YuTien, Pek-li Gong, Siang Hong Tie, Loo Liang-jan, Hay Thian-siang- cho serta naga pengasingan cu Hong Hong.

Yu Tien mengenakan kain kerudung diatas wajahnya, jelas raut mukanya yang rusak masih belum sembuh.

Ketika itu Lam-kong Pak serta Sun Han Siang berdiri ditepi jeram, kesembilan orang itu dengan Cepat mengepung sekeliling tempat itu dengan ketat dan rapat.

"Kali ini jangan biarkan dia lolos lagi dari Cengkeraman kita" teriak Pek-li Gong.

"Bila kau adalah seorang jago dari kalangan lurus, maka kau tidak akan turun tangan terhadap orang2 ini" seru Sun Han Siang kemudian terhadap diri Lam-kong Pak. "Mereka tidak lebih hanya ingin menyaksikan raut wajahmu yang sebenarnya, kami sama sekali tidak mengandung rasa permusuhan terhadap dirimu"

Lam-kong Pak merasa benar juga perkataan itu, tentu saja ia tidak ingin rahasia asal usulnya diketahui mereka. tetapi posisinya ketika itu sudah terkepung. walahpun dia tidak mau turun tanganpun rasanya sudah tak mungkin lagi.

"Aku adalah kakek bersedih hati." kembali Lam-kong Pak berseru dengan suara mendalam. "Aku tidak berambisi untuk merebut kedudukan atau nama besar, akupun tidak ingin ribut dengan orang lain, aku harap kalian jangan memaksa diriku keterlaluan-" "Bibi Lam-kong." cu Li Yap segera berseru. "Dia adalah kakek bersedih hati dia pernah menyelamatkan jiwa kami semua."

"Aku sudah dibikin bingung dan tidak habis mengerti oleh tingkah laku beberapa orang manusia tembaga ini. malam ini aku bersumpah ingin melihat raut wajah yang sebenarnya."

"Kakek bersedih hati." teriak Pek-li Hiang, "biarkanlah kami menyaksikan raut wajahmu. "

Lam-kong Pak segera mendengus dingin. "Hmm janganlah membuat kegusaranku. berkobar, andaikata aku sampai marah maka terhadap kalian aku tak akan sungkan2 lagi, kamu semua haruslah sedikit tahu diri. "

Sun Han Siang sama sekali tidak menggubris perkataan orang, dia ulapkan tangannya, kesembilan orang jago lihay itu per-lahan2 segera maju kedepan, termasuk juga naga pengasingan, mereka siap2 menangkap manusia tembaga dihadapannya.

Lam-kong Pakjadi mengeluh menyaksikan kejadian ini, ia tak mungkin melukai orang orang itu maka terpaksa hanya melarikan diri dari tempat itu secepat-cepatnya.

Berpikir demikian, tanpa banyak bicara lagi tubuhnya laksana kilat segera terjun kedalam jeram.

Tiba-tiba air didasar jeram beriak keras, dari balik permukaan air munculpula sesosok batok kepala manusia tembaga, yang mana segera membentak keras: "Manusia laknat, kali ini kau hendak lari kemana. "

Lam-kong Pak terkejut dia himpun tenaga dalamnya sebesar delapan bagian dan mengirim satu pukulan dahsyat keatas permukaan air, pukulan itu sama sekali tidak ditujukan kearah tubuh mnnusia tembaga didalam air itu sebaliknya mengancam permukaan air tepat di hadapannya.

Sungguh dahsyat angin pukulan yang diterbitkan oleh serangannya tersebut "Blaaaam" suatu gulungan air yang menyembur tinggi keangkasa muncul didepan mata, semburan air tadi membentuk sebuah jalur setinggi dua tiga puluh tombak yang memecah ditepian dan seketika menimbulkan gulungan ombak yang amat dahsyat.

Jeritan kaget bergema dari tepi jeram, menggunakan kesempatan baik itulah Lam-kong Pak segera menyelam kedasar air.

Pemuda itu menyadari bahwa manusia tembaga tadi sama sekali tidak mengetahui asal-usulnya. tetapi pukulan yang baru dilancarkan dengan dahsyatnya itu mungkin telah melukai dirinya,

Denggn cepat dia menyelam kedasar air dan berenang menuju kearah mana manusia tembaga tadi berada. tetapi jejak dari manusia tersebut sudah lenyap tak berbekas.

Demikianlah dengan berenang didasar air pemuda itu berlalu dari tempat kejadian beberapa li kemudian ia baru mendarat dan melepaskan pakaiannya yang basah untuk di jemur.

Sementara menunggu pakaiannya kering permuda itu mencari tempat yang tersembunyi untuk beristirahat serta memulihkan kembali tenaganja.

Tiba-tiba....

Sultan nyaring yang aneh dan memekik di telinga bergema memecahkan kesunyian yang mencekam seluruh jagad, suara itu begitu lengking dan memilukan hati se- olah2 ada binatang sebangsa gorilla yang sedang melangsungkan pertarungan seru. Buru2 sianak muda itu mengenakan pakaiannya dan segera memburu kearah mana datangnya suara tadi, belum sempat ia mencapai tempat tujuan mendadak terdengar kembali suara benturan keras, seolah-olah ada suatu benda yang berat jatuh keatas tanah.

Dengan cepat Lam-kong Pak menyusup kebalik sebuah tebing, disitu ia saksikan seekor gorilla yang amat besar telah menggeletak mampus dibawah sebuah pohon besar, begitu besar binatang itu sehingga cukup mengejutkan hati orang.

Tinggi gorilla tadi mencapai tujuh delapan depa seluruh tubuhnya berbulu emas, lengan kirinya telah dipotong  orang sebatas bahu sedang bagian dadanya termakan sebuah pukulan keras, begitu dalam bekas telapak itu terbenam didalam tubuhnya sehingga nampak amat nyata.

Ditinjau dari dalamnya bekas telapak yang tertera diatas dada binatang itu bisalah ditarik kesimpulan bahwa  pukulan itu dilancarkan oleh seseorang yang berkepandaian sangat lihay, kecuali kakek ombak menggulung serta manusia tembaga yang memiliki senjata payung sengkala, mungkin tak ada orang lain yang mampu untuk melakukannya.

Yang aneh lengan kiri gorilla yang terpapas kutung itu tidak nampak disekitar tempat itu, kemana perginya lengan tersebut??? atau mungkin telah dilalap oleh binatang lain????

Kalau tidak jelas orang yang telah membinasakan gorilla itulah jang telah mengambil pergi lengan tersebut, tetapi apa gunanya orang itu mengambil lengan kirinya ??

Kenapa tidak berhasil memecahkan itu akhirnya Lam- kong Pak menuruni tebing-tebing tadi. Dari jarak seratus tombak ia lihat pada sebuah kalangan berdiri beberapa orang jago lihay dari perkumpulan Liok Mao-pang yang sedang mengerubuti seorang padri dan seorang toosu.

Para jago lihay itu bukan lain adalah "Ngo-hoa-bak" daging lima warna oei Hun sirasul hitam tebal chin Tong. sisetan gantung hidup Gau Jit sikakek asap berawan Si cu Lok sijago arak dari Lam-hay It-bun Ko serta janda kawin tujuh kali Poei Kun.

Sedangkan sang padri serta sang toosu yang dikerubuti bukan lain adalah saksi dalam pertemuan urutan nama yakni padri naga serta toosu harimau dua orang.

Diam-diam Lam-kong Pak merara terCenggang menyaksikan peristiwa itu ia tahu bahwa kedua orang tokoh sakti itu selamanya tak pernah memperebutkan nama serta kedudukan dengan orang bu-lim, bahkan sejak pertamuan besar para jago tempo dahulu belum pernah mereka munculkan diri didalam dunia persilatan, apa sebabnya pihak perkumpulan Liok Mao Pang hendak melenyapkan kedua orang itu???

Sementara itu terdengar sidaging lima warna telah berseru:

"Aku mendapat perintah dari Thay-sangpangcu perkumpulan kami untuk menyampaikan kartu undangan kepada kalian berdua, Thay-sang pangcu kami berharap agar kalian berdua suka hadir ditebing Toa-ciang-gay digunung Hoa-goan-sanpada bulan ini tanggal lima belas guna bertindak sebagai saksi didalam pertemuan besar manusia tembaga.

Sambil berkata dia ambil keluar dua lembar kartu undangan berwarna merah dan segera diangsurkan kedepan. "omitohud" padri naga berseru memuji keagungan buddha, "aku merasa tidak berkemampuan untuk memikul tugas berat tersebut, dan takut menyia2kan harapan dari Thay-sang pangcu perkumpulan kalian, dari pada merasa malu, tolong sampaikanlah permintaan maaf kami yang mana tak dapat menerima tawaran tersebut"

Daging lima warna segera tertawa dingin.

"Thay-sang pangcu dari perkumpulan kami bisa mengirim kartu undangan kepada kalian berdua, itu berarti bahwa dia memandang tinggi kalian berdua. apakah kalian berani mela wn perintahnya?? "

"Bu-liang-so-hud" seru toosu harimau dengan suara lantang. "Ketika diadakan pertemuan puncak para jago untuk menentukan urutan nama tempo dulu secara paksa akan diri kami masih mampu untuk bertugas sebagai saksi, tetapi dalam pertemuan yang diadakan kali ini yang hadir hanyalah beberapa gelintir mauusia tembaga yang tidak berani unjukkan diri dengan wajah aslinya, lagipula tidak disaksikan oleh seluruh umat Bu-lim yang ada dikoloog langit, terhadap pertemuan rahasia semacam ini kami merasa tidak pantas untuk bertindak sebagai saksi. karenanya maafkanlah kami jika kami berdua tak dapat menerima undangan tersebut"

Habis berkata ia menganggukkan kepalanya terhadap padri naga, kemudian mereka berdua putar badan dan siap berlalu dari sana.

"Hey toosu hidung kerbau," bentak janda kawin tujuh kali Pui Kun dengan suara melengking, "rupanya kalian diberi arak kehormatan tak mau menerima sebaliknya malah memilih arak hukuman. Hmm tak mau menerimapun harus diterima, kalau tidak terimalah lebih dahulu sebuah tendangan mautku..." - Sembari berseru kakinya segera mengirim satu tendangan kuat kedepan- celananya yang memang sengaja berlubang segera mempertontonkan gumpalan daging hitam yang muncul dari balik celana tersebut...

Padri naga serta toosu harimau adalah dua orang beribadah yang tebal imannya, menyaksikan pemandangan seram itu. mereka berdua segera berseru memuji keagungan Buddha. secara beruntun tubuh mereka mundur beberapa langkah kebelakang untuk meloloskan diri dari tendangan tersebut.

Janda kawin tujuh kali Pui Kun mengira pihak lawan jeri terhadap dirinya, melihat pihak musuh mundur kebelakang ia segera mendesak lebih jauh kedepan, pada saat yang bersamaan tendangan berantai penggaet sukma serta ilmujari Liok-eng-kanya dilancarkan secara gencar.

Pertama-tama padri naga yang tak kuat menaban diri, rmenyaksikan datangnya ancaman tersebut ujung bajunya segera dikebaskan kedepan, bagaikan ular yang cerdik dengan cepat

ia membelenggu kaki Pui Kun yang sedang melancarkan tendangan itu.

"Blaaaam" dalam sebuah kebasan dahsyat tubuh Pui  Kun mencelat sejauh satu tombak lebih dari tempat semula, tubuhnya segera terbanting keras-keras diatas tanah dengan badan menghadap kebawah, seluruh wajahnya kontanjadi kotor oleh tanah .

Serangan itu dilakukan dengan cekatan dan manis sekali, bukan saja kawanan iblis itu tidak menyangka bahkan Lam- kong Pak yang ikut menyaksikan peristiwa itupun merasa amat kagum. Dalam perkiraan sementara orang, ilmu silat yang dimiliki padri naga serta toosu harimau paling banter hanya seimbang dengan kekuatann dari tiga miskin empat kaya. tetapi setelah meninjau dari kelihayannya didalam melemparkan tubuh Pui Kun sejauh satu tombak lebih ini bisa di tarik kesimpulan bahwa kepandaian silat yang dimiliki kedua orang itu sebetulnya sangat luar biasa.

"Heeeh heeeh heeeh... ternyata luar biasa juga ," seru daging lima warna sambil tertawa seram, "tidak aneh kalau pangcu bisa tertarik kepada kalian berdua. It Bun Ko. dimana kau???"

Jago arak dari Lam-hay, It-bun Ko segera mengiakan dan loncat keluar dari barisan, "Hamba menanti perintah dari Ho-hoat" serunya.

"Bagus. temanilah liong taysu untuk bermain beberapa jurus,"

Dalam hati It- bun Ko bisa menyadari sampai dimanakah taraf kepandaian silat yang dimilikinya, kalau dibandingkan dengan Pui Kun sebenarnya ia tidak selisih seberapa. janda kawin tujuh kalipun dibikin keok dalam satu jurus apa lagi dirinya.

Tetapi diapun tak dapat mengundurkan diri dengan begitu saja, terpaksa sambil melepaskan cupu2 araknya untuk meneguk setegukan ia segera maju kedepan-

"Tunggu sebentar," tiba2 padri naga membentak keras, "It-bun tayhiap. selamanya kau selalu bertindak jujur dan ksatria. sudah lama aku mendengar tentang kegagahanmu itu... jika kau sekarang dapat cepat bertobat dan mengundurkan diri. maka. "

It-bun Ko tidak tahu mendengar perkataan semacam itu, belum sampai padri itu menyelesaikan kata2nya dia sudah membentak keras. dengan menggunakan cupu2 tersebut dia hantam batok kepala padri naga, sedang pada waktu yang bersamaan arak dalam mulutnya segera disemburkan kedepan-

Lam-kong Pak baru untuk pertama kali ini menyaksikan It-bun Ko turun tangan. tampaklah padri naga mengebaSkan ujung bajunya kedepan, Semburan arak yang gencar dan tajam iiu Setelah termakan oleh tangkisan angin pukulannya itu segera berbelok arah dan meluncur kearah kakekawan berasap Si cu Lok yang berada disisi kalangan-

Seandainya It-bun Ko tahu diri dan segera mengundurkan diri. mungkin dia tak akan sampai perasaan lupa dan menerima keadaan yang begitu mengenaskan, tetapi berada didalam keadaan demikian sulit baginya  untuk mengendalikan emosi yang telah berkobar, bukannya mundur dia malah semakin maju kedepan, sebab dengan hadirnya daging lima warna disitu tak mungkin lagi baginya untuk menyusut kebelakang.

It-bun Ko segera membentak keras, laksana kilat cupu2 araknya melancarkan belasan jurus serangan tajam, sedang pada saat yang bersamaan semburan arak diri mulutnya kembali meluncur kearah tubuh bagian bawah dari padri Naga.

Hweeslo itu mendengus dingin, ujung jubahnya kembali dikebaskan kedepan, sambil meloncattiga tombak ketengah udara dia mengirim pula satu pukulan gencar kebawah.

"Krarak..." termakan oleh pukulan yang maha dabsyat itu, cupu2 arak dalam genggaman It-bun Ko hancur berantakan jadi berkeping-keping. cairan arak menyembur keluar membasahi seluruh wajah dan tubuhnya, dengan perasaan kaget ia meloncat mundur tiga langkah kebelakang. Sekarang Lam-kong Pak baru menyadari bahwa ilmu silat yang dimiliki dua orang tokoh Bu-lim itu sebenarnya sangat lihay, ditinjau dari hal ini bisa ditarik kesimpulan bahwa para iblis itu tak mungkin bisa mengalahkan mereka berdua walaupun beberapa orang jago lihay dari perkumpulan Liok Mao pang itu maju secara berbareng,

Daging lima Warna tertawa mengekeh dengan suara yang aneh, rupanya ia sudah dibikin gusar oleh kenyataan yang ada didepan mata, sambil melangkab maju dengan tindakan lebar serunya:

"Pu Hu-hoat akan menyambut sebuah pukulanmu" sepasang telapak bekerja cepat dan serentak melancarkan

pukulan dahsyat kearah depan,

Agaknya padri naga sudah tahu, bila mereka ingin meloloskan diri dari tempat itu dalam keadaan selamat maka satu-satunya jalan adalah mengalahkan orang ini terlebih dahulu, hawa murninya segera dihimpun dan sepasang ujung baju dikebaskan secara berbareng. 

"Blaaam,.." ditengah bentrokan keras, pasir dan debu beterbangan memenuhi seluruh angkasa, mereka berdua sama2 tergetar mundur tiga langkah kebelakang.

Sekali lagi Daging lima warna menghimpun tenaga dalamnya sebesar sepuluh bagian, secara beruntun ia lancarkan tiga buah pukulan secara berantai.

Padri Naga dengan cepat merangkap sepasang telapaknya didepan dada, ketika direntangkan kesamping seketika itu juga terdengarlah suara pekikan guntur yang menggeletar membelah bumi,

Daging lima warna tersurut mundur kebelakang sejauh satu tombak dengan ketakutan, pasir dan debu dalam waktu singkat menyelimuti seluruh udara dan membuat pemandangan jadi kabur.

Ditengah jeritan kaget yang amat nyaring padri naga serta toosu harimau tiba2 lenyap tak berbekas dari tempat itu.

Kawanan iblis itu jadi tertegun dan berdiri dengan mata terbelalak. terutama sekali daging lima warna yang bertindak sebagai pelindung hukum, wajahnya nampak jengah dan sukar dilukiskan dengan kata2.

Tetapi Lam-kong Pak dapat menyaksikan kesemuanya itu dengan jelas, kiranya dikala Padri naga merentangkan sepasang telapaknya tadi dan pasir serta debu mengepul memenuhi angkasa, dia telah menarik tangan toosu harimau untuk berkelebat pergi dari situ lewat sisi tubuh Janda kawin tujuh kali Pui Kun.

Buru2 Lam-kong Pak mengejar dari belakang, terdengar toosu harimau bertanya: "Apakah kita akan menghadiri pertemuan besar manusia tembaga atau tidak????"

"Tentu saja harus hadir cuma caranya harus kita ganti..."

Kedua orang itu tertawa terbahak-bahak. gerakan tubuh mereka semakin cepat dan segera lenyap dibalik pepohonan.

Suatu ingatan segera berkelebat dalam benak Lam-kong Pak setelah mendengar pembicaraan itu, pikirnya:

"Apakah yang dimaksudkan dengan kedua orang itu sebagai tukar cara???? cara apa yang hendak dipergunakan oleh mereka???"

Tanpa terasa Lam-kong Pak membayangkan kembali tentang manusia tembaga yang ditemuinya didepan gua kemarin malam, siapa dia? benarkah orang itu adalah manusia tembaga yang memiliki payung sengkala????

Demikianlah, sejak itu haripemuda Lam-kong masih tetap menyembunyikan diri disekitar tebing tersebut untuk melatih ilmu silatnya dengan lebih tekun, tanpa terasa lima enam hari kembali sudah lewat dan ilmu silatnya pun memperoleh kemajuan kembali, terutama sekaii didalam hal tenaga dalam serta ilmu meringankan tubuh.

malam itu ketika kentongan ketiga baru saja belangsung, ia berjalan keluar dari gua-nya untuk menikmati keindahan malam.

Ketika itu malam tak berbintang dan angin gunung berhembus kencang, ia bersuit nyaring dan meloncat ketengah udara dengan ilmu meringankan tubuhnya yang lihay, sekali meleset ternyata dua puluh tujuh delapan tombak lebih dilewatkan tanpa terasa.

Kejadian ini sangat mengejutkan hatinya, ia tahu kedua gumpal hawa murni yang terdapat dalam tubuhnya telah bersatu padu. atau dengan perkataan lain tenaga dalamnya telah memperoleh kemajuan pesat.

Ia jadi sangat kegirangan, sambil mengempos tenaga tubuhnya segera melesat ketengah udara dan meluncur kedepan dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat.

Tidak sampai seperminun teh lamanya dan dua tiga buah puncak telah dilalui tanpa terasa akhirnya Sampailah dia didalam sebuah selat sempit.

Andaikata ilmu meringankan tubuhnya tidak peroleh kemajuan yarg pesat ia percaya tak mungkin dirinya bisa tiba didalam selat ini, sebab sekeliling selat tersebut merupakan tebing curam yang tingginya mencapai ratusan tombak. lagi pula licin dan tiada bersemak, bukan saja tak bisa dijamah dengan tangan- Bahkan untuk didakipun tak mungkin-

Setibanya didasar selat pemuda itu sekali lagi merasa keheranan bercampur kagum, ternyata rumput yang tumbuh ditempat itu subur sekali, bunga beraneka warna menyiarkan bau harum, kicauan burung serta aliran air membuat suasana disekeliling tempat itu terasa nyaman.

Dengan perasaan yang kagum dan tenang Lam-kong Pak segera melanjutkan perjalanannya menuju kedepan,

Tiba-tiba ia berseru kaget dan menghentikan langkah kakinya bahkan ia merasa ragu-ragu dengan pandangan mata dihadapannya..-,

Tampak olehnya dua orang bayi bertubuh telanjang yang berbadan putih lagi gemuk sambil bergandengan tangan sedang berjalan mondar-mandir disekitar bebungaan dihadapannya, bayi itu kira2 berusia empat bulan dan semuanya merupakan bocah pria.

Dengan cepat Lam-kong Pak menyusup masuk kebalik tumbuhan bebungahan sambil menyembunyikan diri gumamnya^

"Aaaaah ... rupanya bayi hawa murni sedikitpun tidaK salah, pastilah bayi hawa murni tokoh silat darimanakah yang sedang berlatih kepandaiannya ditempat ini?? kalau ditinjau dari keadaan dua sosok bayi hawa murni itu rupanya jauh lebih besar dan segar jika dibandingkan dengan bayi hawa murni dari awan hitam pengejar rembulan oei ci Hu "

Kiranya bayi hawa murni dari oei ci Hu tempo dahulu meskipun dapat meloncat dan lari tetapi belum bisa berbicara, sebaliknya kedua orang bayi tersebut dapat bercakap-cakap hanya saja suaranya lirih dan perlahan sekali dan menyerupai suara nyamuk.

Lam-kong Pak amat terkesiap. ia tak berani bergerak secara sembarangan lagi, sebab bisa untuk melatih bayi hawa murni maka seorang paling sedikit harus memiliki tenaga dalam sebesar enam puluh tahun hasil latihan, lagi pula jika dasarnya kurang kuat maka akan mengakibatkan hal2 yang tidak diinginkan.

Dalam pada itu kedua orang bayi hawa murni tersebut telah berjalan kebawah pohon yang pendek dan rindang, mereka berbicara lirih sekali dan entah apa saja yang sedang dibicarakan, setelah itu memanjat keatas pohon dan duduk dirantingnya.

Pohon kecil itu luar biasa sekali bentuknya, dahan berwarna putih dengan daun berwarna merah lagi pula bentuk daun itu aneh sekali bersusun-susun bagaikan buah anggur.

Tampaklah kedua orang bayi hawa murni itu sambil memetik daun segera memasukkannya kedalam mulut. dengan nikmat mereka kunyah dan makan daun- daun tadi.

Tidak sampai seperminum teh kemudian, sebagian besar daun-daun pohon itu sudah habis termakan oleh mereka berdua, perutnya yang kecil nampak menggunung besar. keadaannya semakin menarik hati.

Makin melihat Lam-kong Pak merasa semakin tertarik, ingin sekali ia tangkap kedua orang bocah itu dan dicium dengan penuh kasih sayang, tetapi dia tak berani berkutik secara sembarangan- sebab pengalaman yang lampau membuat tindak tanduknya kali ini bertambah waspada. Setelah turun dari atas pohon, kedua orang bayi hawa murni itu berjalan menuju ketepi sungai disitu mereka minum air dengan riang gembira.

"Belum pernah kujumpai pohon kecil yang begini aneh bentuknya " pikir Lam-kong Pak didalam hati, "pastilah pohon itu termasuk benda mustika yang langka sekali dikolong langit, sedang air itu kemungkinan besar adalah air inti bumi yang luar biasa... sungguh tak nyana ditempat seperti ini terdapat aneka ragam benda yang aneh2..,."

Ketika itulah Lam-kong Pak baru sempat melihat jelas bentuk wajah dari bayi hawa murni tersebut, rupanya bayi yang satu berkepala gundul seperti padri dan yang lain punya rambut yang digulung keatas menyerupai toosu hanya gulungan rambut itu jarang sekali.

"Mungkinkah orang yang sedang menjalankan latihan bayi hawa murni ini adalab seorang padri dan seorang toosu??" pikir pemuda itu didalam hati kecilnya. Mendadak satu ingatan berkelebat dalam benaknya, ia membatin lebih jauh. "Jangan2 mereka adalah padri naga serta Toosu harimau???"

Tetapi pendapat tersebut dengan cepat dibantah kembali olehnya, ia merasa walaupan tenaga dalam yang dimiliki Padri Naga serta Toosu harimau sudah mencapai pada puncak kesempurnaan, namun kepandaian itu masih belum mencapai pada taraf untuk berlatih bayi hawa murni.

Lalu siapakah mereka??? mungkin dua orang diantara tiga orang manusia tembaga itu????

Dikala ia masih termenung dengan pelbagai pikirannya, kedua orang bayi hawa murni itu sambil bergandengan tangan telah masuk kebalik taman bunga yang lebat.... Lam-kong Pak mengetahui bahwa disekitar selat itu terdapat dua orang tokoh maha sakti sedang berlatih ilmu tenaga dalamnya, ia segera berhenti sebentar dengan hati ragu-ragu, ketika dilihatnya suasana disekeliling tempat itu tetap sunyi senyap tak kedengaran sedikit suarapun, ia baru berjalan keluar.

Per-tama2 ia mendekati lebih dahulu tepi pohon yang pendek dan bentuknya sangat aneh itu, ia merasa tercium bau harum yang semerbak tersiar keluar dari pohon aneh tersebut, segera pikirnya didalam hati:

"Kalau kulihat cara kedua orang bayi hawa murni itu menikmati daun hasil dari pohon ini yang demikian nikmat, mungkin daun dari pohon ini memang enak sekali  dimakan. "

Sebagai pemuda yang belum hilang sifat kekanak- kanakannya. setetah timbul rasa ingin tahu serta keheranan dalam hatinya ia segera memetik beberapa lembar daun tersebut dan segera dimasukan kedalam mulut,

Semula dia mengira daun pohon yang begitu harum semerbak pasti akan menghasilkan rasa yang manis dan enak dimakan, siapa tabu setelah masuk kedalam mulutnya ternyata rasa yang didapatkan justru kebalikan dari apa yang didUga semula, kalau dikatakan kecut tidak kecut. pedas tidak pedas pokoknya sangat tak sedap dan memuakkan sekali.

Pemuda itu mengira dirinya tertipu, dengan cepat ia berusaha untuk memuntahkannya kembali siapa sangka ketika daun aneh itu bercampur dengan air liurnya segera membuih dan cair jadi air yang dengan cepat mengalir masuk kedalam tenggorokannya. Lam-kong Pak jadi amat terperanjat, pikirnya didalam hati: "Seandainya daun pohon itu beracun... waah bukankah aku bakal mati secara penasaran "

Tetapi nasi sudah menjadi bubur, daun tadi telah mencair dan mengalir masuk kedalam perut sekali pun dia merasa gelisah juga tak ada gunanya dalam hati dia lantas berpikir:

"Sungguh pahit dan memuakkan sekali rasa mulutku... kenapa aku tidak meneguk sedikit air selokan itu untuk menghilangkan perasaan tersebut ??. "

Ia segera berjalan mendekati selokan tersebut, kali ini pemuda itu tak berani bertindak secara gegabah lagi, ia jongkok dan mencium dahulu air selokan tadi, setelah merasa tiada bau apapun ia meneguk sedikit dicicipinya lebih dahulu.

Dugaannya kali ini ternyata jauh diluar dugaan, air selokan itu terasa manis segar dan nikmat sekali bahkan terasa nyaman disekitar badan, secara beruntun ia segera meneguk puluhan tegukan setelah itu baru bangkit berdiri.

Tidak lama kemudian perutnya terus mual dan bergolak keras sekali, ia terperanjat dan buru2 mencari sebuah gua kecil untuk duduk mengatur pernapasan.

Tidak sampai seperminum teh kemudian- bunyi gemerutukan didalam perutnya telah berhenti. hanya saja dari antara kelangkangannya timbul suatu perasaan yang sangat aneh.

Seperminum teh kembali sudah lewat tanpa terasa, kali ini dia merasa ubun2 diantara kepalanya se-akan2 terbuka sebuah lubang, ketika ia membuka matanya rasa terkesiap seketika menyelimuti benaknya, rupanya tepat dihadapan tubuhnya berdiri pula seorang bayi hawa murni yang nampak montok dan segar sekali. Lam-kong Pak jadi terkejut bercampur girang. buru2 ia pusatkan perhatiannya dan menekan golakan perasaan yang berkecamuk didalam dada, ia tak menyangka secara kebetulan berhasil melatih ilmu bayi hawa murni tetapi pemuda itu sadar keberhasilannya ini pasti ada hubungannya dengan daun pohon pendek serta air selokan tersebut.

Setelah golakan perasaan dalam hatinya berbasil dikuasai, Lam-kong Pak membuka matanya kembali danperhatikan bayi hawa murni dihadapannya itu, ia lihat bentuk bsaan dari bayi hawa murni tersebut dua kali lipat lebih besar dari bayi hawa murni semula, bahkan berwajah bagaikan pinang di belah dua dengan dirinya, waktu itu sambil berloncatan dengan riang gembira bayi hawa murni itu berlarian keluar dari gua,

Didepan mulut gua bayi hawa murni itu berdiri sambil bertolak pinggang, sejenak kemudian ia angkat kepala se- akan2 sedang berteriak keras, hanya suaranya kedengaran lirih sekali.

Tidak lama kemudian dua orang bayi hawa murni yang pertama tadi sambil bergandengan tangan telah muncul disekitar sana, sewaktu menyaksikan kehadiran bayi hawa murni lainnya mereka kelihatan agak tertegun, tapi akhirnya dihampiri juga bagi hawa murni tersebut.

Bayi hawa murni yang keluar dari tubuh Lam-kong Pak itu masih tetap berdiri sambil bertolak pinggang, sikapnya sangat jumawa dan memandang rendah lawannya, suatu ketika mendadak dia ayun kepalanya yang kecil dan menjotos dada salah seorang bayi hawa murni yang berada dihadapannya,

Walaupun Lam-kong Pak merasa amat gelisah sekali menyaksikan peristiwa tersebut, namun ia tak mampu buka suara ataupun berkutik dari tempat semula, terpaksa dilihatnya bayi hawa murni dirinya itu mengirim satu pukulan keras kedada lawan-

"Buuuuk. " benturan keras terjadi dan tubuh bayi hawa

murni yang termakan oleh jotosan tersebut tergetar mundur satu langkah kearah belakang....

Rupanya bayi hawa murni yang lain merasa tidak puas setelah melihat rekannya termakan oleh pukulan lawan, diapun ayunkan kepalan kecilnya untuk menjotos bayi hawa murni dari Lam-kong Pak.

"Bruuuk..." benturan keras kembali berkumandang ditengah udara, bayi hawa murni dari Lam-kong Pak hanya bergoncang sebentar tubuhnya oleh pukulan itu, sebaliknya bayi hawa murni yang melancarkan serangan tadi tergetar mundur satu langkah kebelakang.

Peristiwa ini segera membangkitkan hawa amarah dari dua orang bayi hawa murni itu, mereka serentak ayunkan kepalannya dan melancarkan pukulan gencar kearah bayi hawa murni dari Lam-kong Pak.

Rupanya bayi hawa murni milik pemuda tersebut tidak bodoh, menyaksikan datangnya ancaman ia segera pasang kuda2 sambil membacokkan telapaknya kesamping. bukan begitu saja bahwa diantara pukulannya disertaipula denganang in tajam.

"Bruuuk... Brauck" dua kali benturan keras memaksa tubuh kedua orang bayi hawa murni itu mundur tiga langkah kebelakang dengan sempoyongan.

Rupanya mereka tahu akan kelihayan lawannya. tanpa banyak bicara mereka putar badan dan kabur dari situ dalam sekejap mata bayangan tubuh mereka sudah lenyap tak berbekas. Satu ingatan segera berkelebat dalam benak Lam-kong Pak. ia merasa bayi hawa murni sama artinya dengan nyawa kedua dari kehidupan seorang manusia, bukan saja raut mukanya bagaikan pinang dibelah dua bahkan tabiatnya setali tiga uang.

contohnya perangai yang diperlihatkan bayi hawa murninya tadi, bukan saja menunjukkan rasa ingin menang sesuai dengan Wataknya, bahkan diapun tidak jeri menghadapi kerubutan lawan yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Dalam pada itu setelah menyaksikan kedua orang musuhnya kabur, bayi hawa murni itu segera berlarian dan berlompatan masuk kedalam gua. Kemudian lenyap tak berbekas. Lam-kong Pak merasa bayi hawa murni tadi menerobos masuk lewat ubun-ubun dikepalanya dan terbenam diantara selangkangannya, dimana perasaan aneh tersebut seketika lenyap tak berbekas.

Lam-kong Pak segera meloncat bangun dan berjalan keluar dari gua itu, rasa girang yang berkeCambuk didalam dadanya ketika itu sukar dilukiskan dengan kata-kata, ia tak pernah menyangka kalau ilmu sakti yang paling sukar untuk dilatih itu berhasil dikuasai olehnya tanpa sengaja.

Mendadak.. . .

dari balikpohon2 bunga kurang lebih puluhan tombak disisi gua berjalan ke luar seorang padri dan seorang toosu, Lam-kong Pak terkesiap.

Ternyata dugaannya sedikitpun tidak salah, mereka adalah Padri Naga serta Toosu Harimau.

Sementara itu Padri Naga serta Toosu Harimaupun berseru kaget ketika dilihatnya dihadapan mereka berdiri seorang manusia tembaga dan bayi hawa murni yang dijumpainya tadi, mereka sadar bahwa kepandaian silat yang dimiliki orang itu sangat lihay dan sudah mencapai pada puncak kesempurnaan. Padri Naga segera maju kedepan dan berseru dengan suara lantang:

"Keberhasilan yang dicapai sicujauh diatas kemampuanku serta Hau Too-yu, hal ini merupakan suatu kejadian yang sangat menggembirakan dan patut diucapkan selamat, dapatkah kami mengelahui nama besar dari sicu

??"

"Taysu terlalu memuji." jawab Lam-kong PaK. "untuk menyelidiki kepandaian tersebut aku telah mengorbankan waktu selama hampir enam puluh tahun lamanya, tetapi hasil yang berhasil kucapai masih terbatas sekali, hal ini membuat diriku merasa amat kecewa dan menyesal, sebaliknya kalian berdua dalam waktu yang singkat telah berhasil mencapai tingkat setinggi itu, itulah baru merupakan suatu kejadian yang patut dikagumi, sedang mengenai siapakah namaku, untuk sementara waktu tak dapat kuberitahukan kepadamu harap kalian suka memberi maaf"

"Kalau memang begitu aku sekalian akan mohon diri terlebih dahulu." kata Padri Naga kemudian. "cuma sebelum itu ada sepatah dua patah kata hendak kukatakan kepadamu, selat ini merupakan suatu daerah rimba belantara yang jarang sekali disinggahi manusia, banyak tumbuhan mujijad yang tumbuh disekitar tempat ini. Sicu dapat menemukannya berarti kaupun berjodoh dengan tempat ini. aku harap kau suka memegang rahasia untuk sementara waktu, janganlah biarkan orang lain tahu sebab untuk melatih bayi hawa murni seseorang harus seringkali makan daun dari pohon itu serta minum air dari selokan itu, dengan demikian ilmunya baru bisa cepat memperoleh kemajuan"

"Sampai kapan bayi hawa murni baru bisa dilatih hingga sempurna?? dan setelah sempurna bagaimana jadinya???"

Pertanyaan ini membuat Padri Naga serta Toosu harimau jadi melengak. sebenarnya mereka mengira Lam- kong Pak adalah seorang tokoh silat yang maha sakti, tetapi setelah mengutarakan pertanyaan semacam itu timbullah rasa curiga didalam hatinya.

Tetapi kenyataan membuktikan bahwa pihak lawan telah berhasil melatih ilmu bayi hawa murni, keberhasilannya itu menunjukkan pula bahwa tenaga dalam yang ia miliki paling sedikit sudah mencapai enam puluh tahun hasil latihan, bila dikatakan ia tak tahu bagaimana caranya melatih kepandaian hebat itu tentu saja hal tersebut merupakan suatu lelucon yang aneh sekali.

Sekalipun curiga baik Padri Naga maupun Toosu harimau sama2 tak berani memandang rendah pihak lawannya. apalagi mereka semua merupakan tokoh silat yang bersifat terbuka, terhadap pertanyaan itu tanpa berpikir panjang mereka segera menjawab.

"Dengan hasil yang berhasil dicapai sicu pada saat ini. kurang lebih satu tahun kemudian bayi hawa murni itu pasti akan sudah berhasil bersatup adu dengan tub uhmu." kata Padri Naga. "Waktu itu asal pikiranmu bergerak maka pihak lawan segera akan terluka oleh serangannya, bila kau tekun berlatih sepuluh tahun lagi, maka kau akan berhasil melatih tubuhmu jadi kebal dan kuat terhadap segala serangan penyakit ataupun senjata tajam. "

Lam-kong Pak banyak mengucapkan terima kasih atas penjelasan itu, maka mereka pun lantas saling berpisah. = =oodoooowo= =

SEJAK itulah Lam-kong Pak selama tiga hari berlatih tekun dalam selat yang terpencil dan jauh dari keramaian dunia itu, kemudian ia bersuit nyaring dan meluncur keluar dari tempat itu.

Setelah berada diatas tebing, pemuda itu baru teringat bahwa pertemuan besar manusia tembaga akan diselenggarakan esok pagi, ia segera berangkat menuju ketebing pemutus usus.

Kentongan pertama keesokan harinya Lam-kong Pak telah tiba ditempat pertemuan itu diselenggarakan, yang dimaksudkan sebagai tebing pemutus usus sama sekali tiada keistimewaan apapun kecuali tempatnya curam berbahaya, lagipula disekelilingnya menjulang tinggi batu tebing yang tingginya mencapai puluhan tombak.

Diantara tebing2 batu curam itu terdapat sebuah tanah datar yang sepintas lalu nampak merupakan tanah berumput biasa. namun dalam kenyataan tempat itu merupakan rawa2 yang bertanah lunak. siapapun yang berdiri ditempat itu seketika akan tenggelam dan terhisap oleh bumi.

Dengan tindakan yang enteng dan hati2 Lam-kong Pak bersembunyi dibalik tebing batu itu, perhatiannya dicurahkan kearah rawa2 bertanah lunak tadi,

Suasana disekeliling sana sunyi senyap tak nampak sesosok bayangan manusiapun. tetapi tidak jauh dari tebing batu secara lapat2 pemuda itu dapat menangkap bayangan manusia yang bergerak....

Haruslah diketahui malam itu adalah malam bulan tiga tanggal lima belas, Rembulan bersinar dengan terangnya diatas awang2 membuat suasana disekitar tebing batu itu terang benderang bagaikan disiang hari saja, bila bayangan manusia yang bergerak maka Lam-kong Pak segera akan mengetahuinya,

Waktu berlalu bagaikan siput yang merangkak, kentongan kedua sudah lama lewat dan Lam-kong Pak sudah ber-jam2 lamanya mengawasi kearah sekitar tempat itu namun tak nampak seorang manusia tembaga pun yang munculkan diri ditempat itu.

Kentongan ketiga sudah hampir menjelang tiba, sang rembulan sudah bergeser dari tempat kedudukannya dan bayangan yang tertera dibumipun semakin menyusut kecil.

Tiba2 berkumandang datang suara gemuruh yang nyaring dan tempat kejauhan tampaklah dua orang manusia tembaga muncul ditempat itu dengan kecepatan bagaikan kilat.

Lam-kong Pak segera menduga bahwa kedua orang manusia tembaga yang barusan munculkan diri ini pastilah Kakek ombak menggulung serta pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Dengan mulut membungkam dan tidak menunjukkan suatu tindakan apapun, dua orang manusia tembaga tadi berdiri ditepi rawa2 berpasir itu, se-akan2 mereka sedang menantikan sesuatu.

Seperminum teh kembali sudah lewat tanpa terasa. Dari kejauhan meluncur datang kembali tiga orang manusia tembaga.

Kedua orang manusia tembaga yang datang duluan itu dengan cepat meloncat keatas rawa-rawa berpasir tadi, tubuh mereka enteng sekali dan bagaikan berdiri ditempat datar saja. Tiga orang manusia tembaga yang datang terakhir itu segera memberi tanda dan mereka pun menerjunkan diri kedalam rawa-rawa berpasir tadi, dalam posisi mengepung dengan rapat dua orang manusia tembaga yang pertama tadi dikurung ditengah kalangan.

Lam-kong Pak yang menyembunyikan diri dengan cepat mengenali kembali ketiga orang manusia tembaga itu sebagai tiga orang manusia tembaga yang masing-masing membawa sebuah senjata payung sangkala serta mempelajari suatu ilmu barisan ketika berada diselat terpencil itu

Sedang dua orang manusia tembaga yang terkurung kemungkinan besar adalah kakek ombak menggulung serta ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Suasana hening untuk beberapa saat lamanya, kemudian dua orang manusia tembaga yang terkepung itu turun tangan lebih dahulu, mereka membentak kemudian masing- making orang melancarkan tiga buah pukulan dahsyat.

Menyaksikan datangnya ancaman, salah satu diantara tiga orang manusia tembaga itu segera membentak keras:

"Berubah"

Bayangan manusia saling berseliweran, dalam sekejap mata ketiga orang manusia itu sudah saling bertukar tempat kedudukan.

Tiga gulung angin pukulan yang maha dahsyat berhembus lewat dan mengena ditempat kosong... BlaaamBlaaam.,. Blaaam... pasir dan debu berterbangan memenuhi seluruh angkasa. bagaikan hujan gerimis pasir tadi berhamburan diudara dan rontok kembali kebumi.

Manusia tembaga yang berdiri diposisi tengah itu kelihatan agak tertegun, dengan cepat ia memberi tanda kepada rekannya, dua orang itu bersamaan waktunya  segera melancarkan serangan, masing2 mengirim satu pukulan dahsyat menghajar ruang kosong diantara ketiga manusia tembaga tadi.

Melihat datangnya ancaman yang demikian dahsyat, tiga orang manusia tembaga itu segera manghentikan gerakan tubuhnya dan bersiap siaga menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan.

Siapa sangka serangan yang dilancarkan kedua orang manusia tembaga itu cuma serangan kosong belaka, ketika mencapai tengah jalan setelah ditarik kembali dan sekuat tenaga mereka kirim tiga buah pukulan berantai yang amat dahsyat.

"Berubah" bentakan keras kembali berkumandang memecahkan kesunyian yang mencekam seluruh jagad.

Dengan menuju kearah yang saling berlawanan porosnya, tiga orang manusia tembaga itu saling bertukar tempat kedudukan. dalam waktu yang bersamaan merekapun mengirim satu pukulan gencar.

"Blaaam.,. Blaaam... Blaaam..." tiga benturan keras memaksa tiga orang manusia tembaga itu tergetar mundur satu langkah kebelakang,

Dua orang manusia tembaga itu segera tertawa seram, jurus2 serangan yang aneh dan Sakti segera bermunculan. mereka tidak beri peluang bagi lawannya untuk merubah posisi barisannya, serangan kiri suara kanan yang dipergunakan dua orang manusia tembaga itu dalam taktik serangannya seketika itu juga membuat tiga orang manusia tembaga itu jadi kelabakan dan bingung dengan sendirinya.

"Berubah lagi ... mendadak salah seorang diantata tiga manusia tembaga itu membentak keras bersamaan waktunya pula payung sengkala yang memancarkan cahaya merah darah bermunculan diudara.

Poros sebelah kiri serta poros sebelah kanan berputar kencang gerakan ini memaksa dua orang manusia tembaga itu jadi silau dan pening kepalanya....

"Traang.. Traarg... Traaang ..." tiga batang senjata payung sengkala bersama-sama menghajar telak ditubuh dua orang manusia tembaga itu membuat lempengan baju tembaga mereka hancur dan berserakan ditanah.

Kiranya pakaian tembaga bagian celana yang dikenakan dua orang manusia tembaga itu sudah terhajar hancur dan robek sehingga kelihatan pakaian dalam mereka, keberhasilan yang dicapai ini seketika mempertebal kepercayaan tiga orang manusia tembaga itu terhadap kekuatan sendiri, payung sengkala disebelah kiri serta payung sengkala disebelah kanan dengan cepatnya memaksa dua orang manusia tembaga itu terjebak dan  sama sekali terkurung.

"Traang... Traaang...." benturan nyaring tiada hentinya, lempengan tembaga berhamburan diatas bumi rawa berpasir jadi bergolak keras membuat suasana nampak mengerikan sekali.

Dibawah kepungan ilmu barisan yang amat sakti dan kuat itu, dalam waktu singkat dua orang manusia tembaga tadi sudah dipaksa berada dibawah angin.

Tidak sampai lima enam puluh jurus kemudian seluruh lempengan tembaga ditubuh bagian bawah kedua orang itu sudah terpukul hancur sama sekali, bahkan pakaian dalam mereka penuh berpelepotan lumpur dan pasir, keadaan mereka mengenaskan sekali,... Dalam pada itu bayangan manusia nampak bermunculan dari balik tebing batu disekeliling tempat itu, rupanya disekitar sana telah hadir jago-jago Bu-lim yang amat banyak sekali sedang mengikuti jalannya pertarungan itu secara diam2.

Suasana ditengah kalangan dengan cepat terjadi kembali perubahan besar tampaklah salah seorang manusia tembaga itu mendadak merubah gerakan tubuhnya dengan gerakan yang cepat bagaikan hembusan angin, ia sambar payung sengkala ditangan orang,

Serangan yang dilancarkan sangat mendadak dan sama sekali berada diluar dugaan ini sangat mengejutkan manusia tembaga yang mencekal senjata tersebut, untuk menghindar sudah tak sempat lagi terpaksa ia kerahkan tenaganya untuk membetot kembali.

"Kraak..." dalam perebutan senjata itu tiba-tiba terdengar bunyi nyaring menggema di angkasa, payung sengkala yang dibuat perebutan tadi mendadak patah jadi dua bagian.

Rupanya orang yang merampas payung itu menyadari bahwa dirinya tertipu dan payung tersebut bukaniah payung sengkala yang asli, dengan cepat ia tinggalkan lawannya untuk menubruk kearah manusia tembaga yang lain-

Lam-kong Pak menduga manusia tembaga yang turun tangan merampas payung sengkala itu pastilah kakek ombak menggulung, keadaannya yang mengenaskan sewaktu kena dihajar tadi bukan lain adalah siasat untuk mengelabuhi pandangan musuh, dan bukannya kepandaian yang ia miliki tidak becus.

Dalam pada itu manusia tembaga tersebut telah berganti menubruk kearah manusia tembaga lain- dengan suatu serangan yang jitu payung sengkala milik orang itupun kena dicengkeram dengan telak. Manusia tembaga itu tidak melawan, tiba2 ia lepas tangan dan mendorong sang perampas itu hingga tergetar mundur kebelakang.

Kebetulan sekali ketika itu manusia tembaga yang ketiga telah berputar kearah situ, payung sengkala dalam genggamannya segera diayun kearah depan-

"Traaang...." sebuah benturan keras berkumandang keangkasa, sang perampas menangkis datangnya ancaman itu dengan payung sengkala hasil rampasannya....

Lempengan tembaga kembali berhamburan diangkasa, payung yang berhasil dirampas tadi kembali terpukul hancur jadi berapa bagian termakan oleh getaran keras tersebut yang tersisa hanyalah sebuah pegangan payung yang kecil sekali.

DENGAN demikian maka tinggal sisa sebuah payung sengkala belaka dan payung itulah merupakan payung sengkala yang asli, bahkan orang yang memegang payung tersebut kemungkinan besar adalah manusia tembaga yang memiliki ilmu silat paling tinggi.

Dua orang manusia tembaga itu segera tertawa seram. dengan gerakan yang ganas mereka segera menerjang kedepan.

"Berubah" bentak manusia tembaga yang memegang senjata payung tersebut.

Tiga orang manusia tembaga bersamaan waktunya segera berubah tempat kedudukan, payung sengkala itupun pada saat yang berbareng sudah berpindah tangan kearah manusia tembaga lainnya.

Dengan terjadinya perubahan ini maka tubrukan dari dua orang manusia tembaga itu mengenai sasaran yang kosong. Tiga orang manusia tembaga itu kembali merubah posisi barisan mereka, bahkan payung sengkala itupun untuk kesekian kalinya berganti tangan-

Sekali lagi tubrukan kedua orang manusia tembaga itu mengenai sasaran yang kosong. tatkala tubuh mereka bergerak agak lambat itulah manusia tembaga yang memegang payung sengkala itu membentak keras. serangan segera dilancarkan dan cahaya merah berhamburan diangkasa, hembusan angin puyuh menderu2 menebarkan lumpur dan pasir, suasana seketika berubah jadi mengerikan sekali.

"BlaamBlaam.." secara beruntun dua orang manusia tembaga itu termakan oleh dua pukulan dahsyat. lempengan tembaga berhamburan dan tubuh mereka terpukul mundur lima enam langkah kebelakang dengan langkah sempoyongan.

Setelah terjadinya benturan keras ini, boleh dibilang hampir seluruh pakaian tembaga yang dikenakan oleh dua orang manusia tembaga itu hancur berantakan, yang tertinggal hanya topi tembaga yang menutupi raut wajah mereka belaka.

oleh karena itulah semua orang masih tetap tidak tahu siapakah mereka?? kecuali topi tembaga terpukul hancur pula sulit rasanya untuk mengetahui siapakah mereka,

Diam-diam Lam-kong Pak terkesiap juga menyaksikan kejadian tersebut, ia mengetahui sampai dimanakah kedahsyatan payung sengkala itu, bagi orang yang memiliki tenaga dalam agak lumayan, asal memegang senjata itu saja niscaya sudah cukup baginya untuk merajai seluruh kolong langit.

Kedua orang manusia tembaga itu segera memberi tanda dan bersama-sama menerjang kearah manusia tembaga yang memegang payung sengkala itu, ilmu barisan dari tiga orang manusia tembaga tersebut segera berubah kembali dan payung sengkala tadi berpindah tangan lagi kearah orang lain-

Tetapi rupanya kedua orang manusia tembaga itu sudah dapat meraba perubahan gerak dari barisan tersebut, salah satu diantaranya segera tertawa seram dan laksana kilat menerjang kedepan sambil menyambar ujung payung itu.

Lam-kong Pak merasa amat terperanjat. andaikata payung sengkala yang ma ha dahsyat itu sampai terjatuh ketangan pihak perkumpulan Liok-Mao-pang maka bisa dibayangkan akibatnya pasti mengerikan sekali.

Terdengar suara bentakan keras berkumandang memecahkan kesunyian, ketika dua orang manusia tembaga itu membetot dengan sepenuh tenaga, tahu2 payung sengkala tersebut sudah berpindah tangan-

"Adu....h. ..celaka" seru Lam-kong Pak dalam hati, ia siap unjukkan diri untuk menolong situasi tersebut, tetapi sebelum ia sempat berbuat sesuatu kembali terdengar desiran angin tajam menyambar lewat, tahu-tahu diatas rawa-rawa berpasir itu telah bertambah pula dengan dua orang manusia tembaga.

Tatkala menyaksikan senjata payung sengkalanya kena dirampas orang, ketiga orang manusia tembaga itu slap melancarkan terjangan kedepan untuk merampasnya kembali, siapa tahu ternyata dua orang manusia tembaga yang datang terakhir rupanya satu komplotan dengan dua orang manusia tembaga yang pertama tadi, terdengar mereka berseru dengan suara berat :

"Bukankah kalian berdua telah berhasil?? ayoh cepat mundur kebelakang.^.." Dua orang manusia tembaga itu tertegun karena rupanya mereka sendiripun tidak tahu siapakah dua orang manusia tembaga yang datang terakhir itu, disaat mereka masih berdiri dengan wajah tertegun itulah salah seorang diantara dua manusia tembaga itu merentangkan sepasang telapaknya kearah samping, dua pukulan angin puyuh yang dahsyat seketika meluncur kearah depan.

"Blaaaam ombak dahsyat terjadi diatas rawa berpasir itu, ditengah jeritan kaget payung sengkala tersebut kembali kena dirampas oleh manusia tembaga yang datang terakhir itu.

Sekali lagi Lam-kong Pak tercengang di-buatnya oleh peristiwa itu, sekarang dia baru tahu bahwa dua orang manusia tembaga yang datang terakhir itu sebenarnya bukan satu komplotan dengan dua manusia tembaga yang pertama, rupanya apa yang dilakukan oleh mereka hanya suatu tipu muslihat belaka...,

Tetapi siapa pula dua orang manusia tembaga itu?? jika panyung sengkala sampai kena dirampas oleh mereka. apa akibatnya sukar dibayangkan mulai sekarang.

Begitulah tujuh orang manusia tembaga berdiri pada posisi yang saling berbeda, bersiap sedia untuk turun tangan secara berbareng....

Manusia tembaga yang saat itu berbasil mencekal senjata payung sengkala sama sekali tidak kelihatan jeri menahadapi musuh musuhnya itu. karena ia tahu babwa lima orang manusia tembaga yang datang itu tak mungkin akan bekerja sama untuk menghadapi dirinya. 

Tiba2 manusia tembaga yang barusan kehilangan senjata payung itu membantak keras dan segera menerjang maju kedepan. sedang tiga orang manusia tembaga yang lain tanpa mengucapkan sepatah katapun juga bergerak maju kedepan sambil mencengkeram kepada dua orang manusia tembaga itu.

Jelas tujuan dan ketiga orang manusia tembaga itu adalah untuk mengetahui raut wajah yang sebenarnya dari dua orang manusia tembaga itu, sedang merebut kembali payung tersebut merupakan tujuan yang kedua.

Menghadapi ancaman yang seperti ini mau tak mau kedua orang manusia tembaga itu terpaksa harus mengundurkan diri kebelakang. mereka takut topi tembaga yang menutupi raut wajah mereka itu terlepas sehingga muka mereka ketahuan.

Posisi seperti inipun segera berlarut lebih Jauh, andai kata ketiga orang manusia tembaga itu berusaha merampas payung sengkala itu maka dua orang manusia tembaga yang pertama tentu akan berusaha untuk merebutnya kembali. dengan demikian posisi dari manusia tembaga yang memegang payung sengkala kokoh bagaikan batu karang, telapi bila dia ingin berlalu sambil membawa benda itu tentu saja urusan jadi tidak mudah. Tiba2 terdengar manusia tembaga yang memegang payung sengkala itu berkata:

"Payung ini merupakan benda mustika dari partai kami, be-ratus2 tahun lamanya turun temurun dalam partai kami, tiba2 puluhan tahun berselang benda ini lenyap tak berbekas dan hingga malam ini baru jatuh kembali ketanganku, itulah yang dikatakan sebagai barang kembali pada pemilik semula. Andaikata Naga pengasingan hadir ditempat ini maka dia akan bertindak sebagai saksi untuk ucapanku itu."

begitu ucapan tersebut diutarakan keluar lima orang manusia tembaga yang lain jadi tertegun, sedangkan Lam- kong Pak segera menyadari akan sesuatu, ia teringat kembali akan perkataan dari ibunya Sun Han Siang terhadap diri Naga Pengasingan yang dikatakan payung sengkala itupun bukan benda milik nenek moyangnya.

Tiba2 dari balik tebing batu melayang keluar sesosok bayangan manusia, dia adalah Naga Pengasingan cu Hong Hong. Sambil berdiri tegak ditepi rawa berpasir serunya dengan suara keras:

"Aku tidak akan membantah kebenaran dari ucapanmu itu. tetapi yang kuketahui payung sengkala berasal dari partai Gobie. andaikata kau mengatakan bahwa benda itu kembali pada pemilik yang sebenarnya maka aku berharap agar kau suka menemui kami dengan wajah aslimu. agar kami semua bisa membuktikan benar atau tidak ucapanmu itu"

Dua orang manusia tembaga tersebut jadi merasa serba salah tetelah mendengar ucapan itu, mereka berdiri ter- mangu2 untuk beberapa saat lamanya, tentu saja mereka tak dapat unjukkan diri didepan umum dengan wajah aslinya. cu Hong Hong segera tertawa dingin, ujarnya kembali:

"Kalau kau tidak mau unjukkan raut wajahmu yang sebenarnya, itu berarti bahwa perkataanmu adalah bohoog. Malam ini setiap orang yang hadir disini berhak untuk ikut serta dalam perebutan ini"

Bersamaan dengan selesainya perkataan itu dari balik tebing batu segera bermunculan bayangan manusia. sembilan sosok manusia dengan cepat munculkan diri dibelakang perempuan Naga pengasingan itu.

Orang pertama yang munculkan diri adalah Sun Han Siang, berikutnya adalah tiga orang gadis. Loo Liang-jan, sepasang manusia jelek dari Hay-thian, Siang Hong Tie serta Pek li Gong. Ditambah cu Hong Hong berarti ada empat belas orang jago yang sangat lihay mengurung sekeliling tempat itu.

Suasana berubah jadi tegang dan keritis sekali, setiap saat suatu pertarungan sengit bakal berlangsung... pada saat itulah dari balik tebing batu kembali nampak bayangan manusia bermunculan, puluhan jago lihay dari perkumpulan Liok Mao-pang hampir pada saat yang bersamaan pada menampakkan diri ditempat itu.

Dengan kemunculan para jago sakti itu maka keadaaa posisi ketika itupun segera berubah, kali ini rombongan dari Sun Han Siang sekalianlah yang malahan kena terkepung.
*** ***
Note 03 Desember 2020
Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu.
|Serial Si Pisau Terbang Siao Li telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial Si Pisau Terbang Siao Li (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 08"

Post a Comment

Pop mobile

Pop Deskop

close