Kelelawar Hijau Jilid 07

Mode Malam
sekujur badan Siauw Hong segara gemetar keras.

"Aku... aku....aku memang sudah di.... diperkosa oleh Liuw Hauw Siang. " bisiknya kemudian-

"Liuw Hauw Siang? dia toh seorang pendekar sejati dari golongan kaum lurus masa dia pun melakukan perbuatan semacam ini"

"Betul dia telah mencampurkan obat perangsang kedalam arak yang disuguhkan kepadaku dalam keadaan tidak sadar aku telah diperkosanya secara brutal. "

Lam-kong Pak jadi teramat gusar mendengar fitnahan itu, saking tak tahannya ia sampai menggigit bibirnya kencang-kencang belum sempat ia munculkan diri mendadak dari balik batu cadas meloncat keluar sesosok bayangan manusia yang kecil ramping sambil bertolak pinggang, bentaknya penuh kemarahan: "Suma Ing apa yang hendak kau katakan sekarang?" orang itu bukan lain adalah cioe clen clen, wajahnya masih tertutup oleh kain kerudung.

Sekujur badanSuma ing gemetar keras ketika melihat kehadiranperempuan itu Cepat katanya^

"Kebetulan saja aku bertemu dengan p^rempuan ini, ber- main2 dengan dia toh tak ada salahnya bukan?? apa sih ruginya bagimu??"

cioe clen clen semakin naik pitam. kembali teriakny a

:"Sumpah setiamu masih mendengung disisi telingaku. apakah kau telah melupakannya????"

"Heeeh-heeeh-heeeh... akusuka mainp^rempuantetap mainperempuan, kau ini manusia macam apa?? terus terang kuberitahukan kepadamu. Karena tertarikoleh selaputperawanmu itu maka aku suka bermain beberapa kali dengan dirimu. bicara sesungguhnya. Huuh coba cermin dulu raut wajahmu yangjelek itu kalau bukanperawan. IHmmtak usah yaah..."

Berbicara sampai disitu ia segera peluk tubuh Siauw Hong dan menciumpipinya: "Siauw Hong. ayoh kitapergi." dia mengajak.

Sekujur badan cioe clen clen gemetar keras, rasa benci dan kesalnya berCampur aduk didalam hati. Setelah gelagapan setengah harian lamanya ia baru memaki:

"Anjing bajingan, aku menyesal tidak mendengarkan nasehat dari Lam-kong Pak. kau. kau lebih bejad daripada

seekor anjing, aku akan beradu jiwa dengan dirimu..,." Sambil berkata tubuhnya segera menerjang kearah Suma ing.

"Siauw Hong" pemuda itu segera berseru "Hadiahkan sebuah pukulan baginya, perempuan semacam ini betul2 tak tahu malu."

Siauw Hong dalampelukanSuma ing betul- betulsangatpenurut. telapak tangannya segera berputar menghajar kearah batok kepala gadis she coe itu.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu jadi amat terperanjat. untuk turun tangan sudah tak sempat lagi baginya, kelihatan gadis itu bakal termakan oleh pukulan orang.

dalam pada itu cioe clen clen sendiri sudah tentu tak sudi dirinya terhajar oleh siauw Hong, kemudian dengan menghimpun segenap kekuatannya ia balas melancarkan sebuah serangan dengan ilmu "Tong-Thian-It ci ciang".

Suma ing tertawa seram telapaknya mendadak berkelebat melancarkan sebuah pukulan dengan ilmu sakti Payung sengkala.

Anginpuyuh menggulung seluruh permukaan, cioe clen clen mendengus berat dan segera terpental sejauh tigatombak dari tempat s emu la. untuk kemudian tak berkutik lagi.

Suma ing segera tertawa ter-baha^2 sambil menurunkan siauw Hong dari bopongannyaia berkata:

"Siauw Hong. majulah kesitu danperseni sebuah pukulan lagi keatas tubuhnya?"

"Engkoh ing." bisik siauw Hong dengan genit, "apakah kemudian hari kaupun akan menggunakan Cara yang sama untuk menghadapi diriku???"

"Haaah haaah haaah... Sia uw- hong, janganpikir yang bukan2, Mana kau bisa dibandingkan dengan dirinya?? kau Cantik lagipula kepandaianmu bermain diatas ranjang Sangatpintar. mana aku tegauntuk membinasakan dirimu" Siauw Hong mencubitperlahan lenganpemuda itu lalu melangkah maju mend ekati tubuh

perempuan itu.

Lam-kong Pak yang bersembunyi ditempat kegelapan tak kuasa menahan diri lagi ia segera berkelebat keluar dari tempatpersembunyiannya dan berdiri dibelakang Suma ing tanpa diketahui oleh pemuda itu.

B

aru saja siauw Hong ayunkan telapaknya siap mencabut nyawa cioe cien clen, Lam-kong

Pak telah membentak keras. "Tahan"

Suma ingamat terperanjat, baru saja ia mau meloncat mundur kebelakang tahu-tahu sebuah lengan tembaga dari Lam-kong Pak telah mencengkeramjalan darah clan cin-hiat pada bahunya.

siauw Hong jadi ketakutan setengah mati. terutama setelah dilihatnya Suma ing jatuh ditangan orang, dia ping in melarikan diri tapi sianak muda itu sudah keburu berkata.

"Aku akan biarkan dirimu lari satu li lebih dahulu nanti aku akan mengejar dirimu dan mencabutjiwa anjingmu yang kotor"

Grm^etar keras sekujur badan Siauw Hong, serunya ter- patah2.

"Aku...aku toh tidak berbuat salah terhadap dirimu, kenapa kau hendak membunuh aku"

"IHmm apa dosanya Lam-kong Pak???? danpermusuhan apapula yang terikat antara kau dengan orang itu?? mengapa kau fitnah dirinya dengan kata2 yang tak senonoh??" siauw Hong tundukkan kepalanya tidak berb icara. sekujur badannya gemetar keras sedang Celananya basah kuyup, Rupanya saking kuat dan ngerinya perempuan ini sampai ter-kencing2.

"Suma ing" kembali Lam-kong Pak berkata, "untuk sementara waktu aku tak akan mengungkap kembali dosa2mu yang telah lampau. berbicara mengenai kejadian sekarang ini. Bagaimanakah sikap cioe clen clen terhadap dirimu?? kau toh tidak mencintai dirinya, mengapa kau nodai kesuciannja sebagai seorang gadis??"

"Siapakah kau??" tegur Suma ing dengan suara berat. "Kau musti tahu bahwa aku Suma Ing bukanlah seorang manusia yang bisa diganggu seenaknya"

Lam-kong Pak mengubah suaranya jadi dingin dan berat hingga Suma ing maupun Siauw Hong berhasil dikelabuhi olehnya, sambil tertawa seramjengeknya.

"Kau tak usah mengajukanpertanyaan yang begitu banyak, Cepatjawab dulu perta ny aanku"

"Menangkan dahulu diriku. kemudian baru berbicara" seru Suma ing sambil mundur tigalangkah kebelakang.

Sekali lagi Lam-kong Pak tertawa seram, gelak tertawa yang penuh mengandung g eta ran tenaga dalam membuat semua orang yang hadir disitu jadi terkesiap.

"Bukannya aku mengibul atau bicara besar." kata sianak muda itu sambil tertawa dingin, meskipun kau telah menjadi anak murid kakek ombak menggulung. belum tentu  kau  sanggup  menyambut   setengahjurus seranganku. "

"Setengah jurus???" Suma ing mendongak dan tertawa keras, "Andaikata aku sanggup untuk menerima pukulan itu???" "Kalau kau mampu berbuat demikian itu, berarti umurmu masih Cukup panjang untuk hidup dikolong langit"

Kendati Suma ing dengan mata kepala sendiri telah menyaksikan bahwa manusia tembaga ini berhasil mengalahkan ketua dariperkumpulan Liok Mao Pang serta merampas manusia tembaga yang lain dari cerobong asap. tapi ia tidakpercaya kalau dirinya tak mampu menerima setengah jurus pukulan orang.

Segenap tenaga dalam yang dimilikinya segera dihimpun didalam tangan, kemudian sambil membentak keras ia lancarkan sebuah pukulan dengan gerakan Koea Tun Kang Khie.

Lam-kong Pak mendengus dingia dia himpun kekuatannya mencapai delapan bagian lalu menyerang dengan jurus kelima dari ilmu sakti payung sengkala.

^Blaaam..." ditengah ledakan dahsyat yang membelah bUmi, pasir dan debU beterbangan memenuhi angkasa. tubuh Lam-kong Pak masih tetap berdiri tegak ditempat semula.

Dalam dUgaan sianak muda itu, tubuh Suma ing pasti akan terpukul mencelat sejauh satu tombak lebih, siapa tahu setelah pasir dan debu sirap kembali tampaklah Suma ing masih tetap berdiri ditempat semula, wajahnya kelihatan menunjukkan rasa sesakitan, kaget bercampur heran.

Lam-kong Pakjadi melongo dan tak habis mengerti, ia percaya pukulan yang dilancarkan dengan mengerahkan tenaga dalam sebesar delapan bagian ini cukup memukul mundur ketua dari partai Liok Moa Pang hingga sejauh beberapa langkah. dengan sendirinya bagi Suma ing sekalipun ia sudah pelajari ilmu Kun-tun- kang- khie selama beberapa hari belum tentu mampu bertahan. Sementara itu Suma ing telah tertawa seram. ejeknya. "Bagaimana?? aku boleh pergi bukan???"

Sekalipun Lam-kong Pak sangat membenci dirinya hingga merasuk ketulang sumsum, tapi sebagai seorang pria sejati tentu saia ia tak ingin mengingkarijanji sendiri, segera bentaknya:

"Suma ing, aku akan memberikan kesempatan yang terakhir bagimu untuk bertobat, bilamana lain kali kau berbuat kejahatan lagi.. .I Heeeh.. .heeeh. .tak usah aku katakan lagi, kau tentu bisamenduga sendiri hukuman apa yang bakal menimpa dirimu" suma ing tertawa dingin, ia putar badan dan segera kabur dari situ.

Tiba2 dari balik batu besar berjalan keluar seorang manusia tembaga, sambil tertawa ter-baha^2 pujinya.

"Haaah-haaah haaah. . janji yang telah diucapkan selalu ditepati, kau tidak malu d is ebut seorang pria sejati lelaki gagah. bagus ,.bagus.. ." Habis berkata ia lenyap kembali dibalik batu.

Lam-kong Pak siap mengejar manusia tembaga itu, mendadak ia temukan siauw Hong masih berada disekitar situ, Sambil teetawa seram tubuhnya segera berkelebat mendekati dirinya.

Pada dasarnya Siauw Hong adalah seorang perempuan yang bernyali kecil, selama ini nyalinya sudah pecah karena ketakutan, melihatpemuda itu berjalan mendekati kearahnya. dengan suara gemetar segera rengeknya,

"Aku mohon kepadamu sudilah kiranya mengampunijiwaku untuk kali ini saja, dikemudian hari aku. "

Lam-kong Pak mendengus dingin. Laksana kilat tangannya berkelebat kedepan "Breeet" terdengar Siauw Hong menjerit ngeri dan mundur tiga langkah kebelakang dengan

sempoyongan, bibirnya yang kecil mungil telah tersambar robek sepanjang tigacoen lebih, hampir saja  robek hingga mencapai kearah telinga.

"Perempuan anjing" maki Lam-kong Pak dengan suara ketus. Kau anggap hanya begini saja lantas lepaskan dirimu? Hmmjangan mimpi disiang hari belong, akan kusuruh kau rasakan matitak bisahid up pun menderita..."

"Sreet" kembali Siauw Hong menjerit ngeri suaranya bergema memecahkan kesunyian ya mencekam sekeliling tempat itu, sepasang telinganya kena tersambar dan kutung jadi dua.

Dalam wakiu singkat ia telah berubah jadi manusia darah, tubuhnya jatuh terjungkal diatas tanah.

Sekali lagi Lam-kong Pak maju menyerang kedepan baru saja ia akan turun tangan keji, mendadak terdengar suara teriakan keras bergema datang: "Tunggu sebentar "

Tampa klah cioe clen clenperlahan-lahan bang kit berdiri, ujarnya kembali. "Aku sudah tahu siapakah kau"

"Tahu atau tidak sama saja artinya. sekali salah melangkah selamanya akan menyesal, sekarang kau tentu sudah menyadari bukan???".

"Selama aku orang she cioe terikat d end am sakit hati itupasti akan kubalas." seru cioe- clen clen sambil menggertak giginya kencang-kencang, "aku bersumpah tak akan melepaskan Suma ing bajingan anjing ini kini akupunya satupermintaan, dapatkah kau kabulkanpermintaanku itu?..." "Katakanlah " "Setelah kubunuh mati nonanya dalam hati aku merasaamat menyesalperduli apa dosa serta kesalahannya aku berharap agar kau bisa mengampunijiwanya. dan menganggap sebagai usahaku untuk menebus dosa."

"Baiklah. tetapi kalau ia masih tetap berbuat kejahatan dan lain kali sampai bertemu lagi dengan aku. Hmmm seiembar jiwa anjingnya pasti akan kucabut"

"Terima kasih atas kebaikan hatimu, sekarang aku baru tahu bahwa Kaulah yang benar, tapi segala sesuatunya sudah terlambat, Aaaai... aku buKanlah seorang manusia yang takui mati, aku akan gunakan sisahidupku untuk membalas d end am atas sakit hati yang telah menimpa diriku"

"Ing in membalas d end am aku rasa sukar untuk te^wujud, sebab Suma Ing telah masuk jadi anak murid kakek ombak menggulung, tenaga dalam yang dimilikinya telah berlipat ganda, semoga kau bisa baik baik menjaga diri, selamat tinggal" Habis berkata iaputar badan dan berlalu.

Dengan mulut membungkam cioe clen clen hanya bisa melelehkan air mata sambil memandang bayanganpunggung Lam-kong Pak lenyap dari panda ng an, hampirsaja ia berteriak keras uutuk melampiaskan hawa mangkel yang terkumpul dalam dadanya.

sementara itu Lam-kong Pak setelah tinggalkan cioe cien cien sambil melanjutkan perjalanan, otaknya berputar terus. tiba2 satu ingatan berkelebat dalam benaknya, ia merasa kemunculan simanusia tembaga itu agak mencurigakan, jangan2 dia.... Lam-kong Pak segera menyadari apa yang telah terjadi, pikirnya:

"Aaah benar, tadiSuma ing sanggup menyambut delapan bagianpukulan dahsyatku, hal inipastilah manusia tembaga itu yang sudah membantu dirinya secara diam-diam^ dari balik batu, kalau tidak darimana ia mampu untuk mempertahankan diri??"

Tapi Lam-kong Pak ma rasa tidak habis mengerti, mengapa manusia tembaga itu membantu Suma Ing???? apakah manusia tembaga itu adalah ayahnya Lam-kong Liuw kalau benar dia, orang tua itu tentulah merasa tidak tegamelihat kedua orang putranya saling membunuh.

Tapi tahukah ayahnya bahwa watak Suma Ing sudah bejad dan terlalu serius melakukan kejahatan dikolong langit????

Sudah lama Lam-kong Paktak pernah bersantap kenyang. setelah melepaskan baju tembaganya ia masuk kekota Lim-tay dan menuju kesebuah rumah makan kecil.

Dalam keadaan begini ia berusaha keras untuk menghindaripertemuannva dengan ketiga orang gadis, karena itu ia tak berani memasuki rumah makan yang agak besar,

Baru saja tubuhnya melangkah masuk ke dalam rumah makan itu, mendadak sorot matanya terbentur dengan seseorang, ia jadi kaget buru2 tubuhnya berputar dan berusaha keluar dari situ.

Tapi orang itu sudah keburu menemukanjejaknya, ia segera bang kit berdiri dan mendekati kearahnya sambil berkata:

"Siau-te tidak panda i mencaripembantusehingga membuat Lamkong-heng hampirsaja kena dicelakai oleh Siau Hong harap saudara suka ^^^^^ kepergianku dari benteng kami inipun bermaksud untuk menangkap Siauw Hong dayangjahanam itu agar bisa dijatuhi hukuman yang setimpal" Lam-kong Pak telah mengetahui bahwa Liuw Hauw Siang telah tertipu oleh akal licik

^iau Hong segera tanyanya: "Waktu itu setelah Liuw- heng dibikin mabuk olehnya entah apa yang kemudian terjadi

Merah padam selembar wajah Liuw Hauw Siang setelah sangsi sebentarjawabnya:

"Sungguh tak nyana dayang jahanam itu adalah seorang perempuan cabul yang tak tahu diri, apa yang kemudian terjadi aku rasa Lamkong-heng tentu bisa menebak sendiri bukan ??"

Lam-kong Pak terkesiap. dengan cepat dia pun menceritakan tentang kisah pertemuannya dengan Siau Hong yang berkumpal ber-sama2 Suma Ing. Mendengar cerita itu Liuw Hauw Siang segera berkata^

"Lamkong-heng sepantasnya kalau kau bunuh b udak cabul yang tak tahu malu itu, selama dia berada ber-sama2 Suma Ing tak akan ada perbuatan baik yang bakal dia kerjakan."

"Siau-te sudah memberikan sebuah jalan kehidupan baru bagi dirinya, jika dia tidak menyesal dan tetap melakukanperbuatan2 yang terkutuk. bila sampaijatuh kembali ke tanganku. akupastitak akan melepaskan dirinya dengan begitusaja"

Suasana hening untuk beberapa saat lamanya, mendadak Liuw Hauw Siang buka suara dan berkata kembali.

"Baru2 ini aku dengar berita yang mengatakan dalam waktu dekat pihakperkumpulan Liok Mao Pang akan membuka sebuah pertemuan besar manusia2 tembaga, apakah kau sudah mendengar tentang berita tersebut??" "Pertemuan besar manusia tembaga??" seru Lam-kong Pak tertegun, "Siau-te belum

pernah mendengar ada orang yang membicarakan tentang persoalan itu, apakah yang disebut sebagai pertemuan besar manusia tembaga itu?? apakah kau tahu??"

"Bukankah belakangan ini telah muncultiga orang manusia tembaga?? Lagipula ketiga orang manusia tembaga itu merupakan musuh-musuh besar serta bib it bencana bagipihak perkumpulan Bulu IHijau? Nah itulah sebabnya pihak mereka segera berpikir untuk menyelenggarakansuatu pertemuan besar antara manusia tembaga yang katanya akan dia d akan ditebing Toan ciang Gak digunung IHu Gou-san, akupikir kemungkinan besar ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang serta sikakek ombak menggulung akan menyarupula sebagai manusia tembaga untuk menghadiri pertemuan tersebut. Bila waktunya sudah tiba dan lima orang manusia tembaga muncul ber-sama2, siapapun tak akan tahu siapakah pihak lawannya, sampai waktunya terpaksa masing2 pihak harus mengandaikan keCerdasan serta ilmu silat masing2 untuk mempertahankan diri."

Satu ingatan dengan Cepat berkelebat dalam benak Lam- kong Pak, pikirnva didalam hati:

"Seandainya apa yang dia katakan bukan berita isapanjempol belaka. maka aku rasa sesungguhnya bukan ketiga orang manusia tembaga itu yang dituju, melainkan kemungkinan besar tujuannya adalah untuk menghadapi aku simanusia tembaga gadungan." Karena berpikir demikian, dia lantas berkata:

"Kapan pertemuan besar manusia tembaga itu akan d is elenggarakan??" "Tehgah malam bulan tigatanggal lima belas. katanya keCuali manusia tembaga, siapapun tidak diperkenankan ikut serta didalam pertemuan besar itu, barang siapa yang berani melanggar ancamannya adalah hukuman mati akupikir pertemuan itu d is elenggarakan

bukan lain adalah bermaksud untuk. membengkar rahasia yang sesungguhnya dan asal-usul ketiga orang manusia tembaga itu, jika pihak perkumpulan Liok Mao Pang tidak menyembunyiKan kekuatan disekeliling tempat itu dan melakukanpengeroyokan di saat yang penting. pertemuan yang ters elenggara kali inipastisemarak dan ra ma i sekali, lagipula kemungkinan besar satu atau dua  orang manusia tembaga diantaranya akan ketahuan rahasia asal-usulnya."

Lam-kong Pak mengangguk tanda membenarkan ucapan tersebut, sedang dalam hati pikirnya,

"Tujuan yang terutama dari kakek ombak menggulung meny elenggarakan pertemuan besar manusia tembaga kali ini, bukan lain adalah untuk menghadapi aku si manusia tembaga gadungan serta manusia tembaga yang memiliki senjata Payung sengkala tersebut, dengan diberikannya tantangan secara terbuka inijelas dibalik kesemuanya itu nanti sudah tersusun suatu rencana busuk, aku harus berjaga-jaga terhadap intrikjahatnya"

"Lamkong-heng, apakah kau ada minat untnk ikutpula didalam pertemuan besar itu??? tanya Liuw Hau Siang.

"Sampai waktunya kita bica rakan lagi toh kalau dihitung mulai sekarang waktunya masih ada satu bulan lebih.

"Lamkong-heng tahukah kau sebetulnya adikperempuanku menemui ajalnya ditangan siapa?? aku tidak berani mempercayaiperkataan dari siauw Hong..." Mendengar pertanyaan itu Lam-kong Pak segera menceritakan kisah kejadian yaag sebenarnya ketika itu.

Mendengar cerita tersebut, denganpenuh kebencian Liuw Hauw Siang segera berkata kembali^

"Selama masih hidup adikku tak dapat hidup sebagai sua mi isteri dengan Lamkong-heng, setelah mati ia bisa mendapat kehormatan tersebut anggaplah kematiannya tidak sia-sia belaka, cuma saja kata-kata bohong yang di ucapkansiau Hong sehingga menyebabkan Lamkong-heng bentrok muka dengan ketiga orang nona lainnya, hal ini sungguh membuat hati orang jadi panas dan benci. "

Lam-kong Pak menghela napas panjang.

"Yang sudah lewat biarkanlah berlalu, aku sudah memandang enteng persoalan macam itu, terutama sekali terhadap kaum wanita dalam hatiku sudah timbulperasaan was- was dan ngeri, mulai sekarang aku hendak menghimpun segenap kekuatan serta pikiran yang kumiliki untuk berusaha menemukanjejak ketiga orang manusia tembaga itu serta berusaha untuk membengkar rahasia asal- usul mereka, setelah itu akan kuajak mereka bekerja sama untuk ber-sama2 menyapu bersih perkumpulan Liok Mao Pang dari muka bumi. "

"Dengan andaikan kecerdasan serta kepandaian yang dimiliki saudara, aku rasa semua persoalan bisa berjalan dengan la near." kata Liuw Hauw Siang kemudian, "Aku ucapkan selamat kepadamu semoga kau sukses selalu. Nah sampai disini saja perjumpaan kita kali ini, aku ada maksud untuk mohon diri terlebih dahulu"

I Habis berkata pemuda itu berebut membayar rekening. kemudian berpisahlah kedua orang pemuda tadi.

Sebenarnya Lam-kong Pak ada maksud menjumpai ibunya secara diam2 agar rasa kang en orang tua itu terhadap dirinya bisa sedikit terhibur. tetapi setelah mendengar kabar

berita penting dari mulut Liuw Hauw Siang barusan ia ambil keputusm untuk mencarijejak

ketiga orang manusia tembaga itu terlebih dahulu.

Sebab secara lapat2 ia telah merasakan bahwa tenaga dalamnya dua kaliperoleh kemajuanpesatsecara misterius ia merasa ada kemungkinan besar hal itu disebabkan dua orang manusia tembaga telah menyumbangkan tenaga dalamnya kepada dia, dalam keadaan begini tenaga dalam yang dimiliki kedua orang manusia tembaga tersebut pasti akan peroleh kerusakan hebat, dan kemungkinan pula mereka berdua adalah ayahnya serta gurunya.

Beberapa waktu kemudian tibalah pemuda itu ditengah gurung Hu Gou-san setelah tiba disuatu bukit yang sunyi danterpencil. dia segera tukarpakaiannya dengan baju tembaga.

Suasana disekitar tebing tersebut sunyi senyap tak nampak sesosok bayangan manusia pun, batu cad as berserakan dimana-mana pikirnya didalam hati:

"Aku sudah hampir beberapa bulan lamanya berputar dan berkeliaran disekitar gunung IHu Gou-san, tetapi tebing ini baru kudatangi untuk pertama kalinya... hal ini bukankah menunjukkanpula bahwa luas bukit IHu gou-san sebenarnya luar biasasekali?"

Sementara dia masih termenung, tiba2 tigasosok cahaya merah yang amat menyilaukan mata berkelebat membungbung diangkasa dibawah sorot cahaya sang surya tampaklah cahaya merah tersebutamat menusukpandangan.

Lam-kong Pakjadi kegirangan bercampur terkejut, rupanya tanpa sengaja ia telah jumpai tigaorang manusia tembaga dengan masing2 mencekal sebuah rpayung sengkala sedang berdiri tegak dalam posisi segi tiga tidak jauh dari tempat itu.

Tiba2 terdengar salabhseorang diantara manusia tembaga itu membentak keras, "Berubah "

Ketiga orang manusia tembaga itu segera menggerakkan tubuhnya, dalam waktu singkat

mereka telah berubah tempit kedudukan walaupun masih berada dalamposisisegitiga,

^ ^J

Sekilas memandang Lam-kong Pak segera mengetahui bahwa ketiga orang g manusia misterius itu sedang berlatih semacam ilmu barisan yang ampuh. ia heran dan tercengang. tercengang karena ketiga orang itu ^^^^^^ mencekal sebuah payung sengkala. payung yang manakah yang asli??

Mendadak manusia tembaga tadi membentak kembali dengan suara keras: "Berubah"

Dengan suatu gerakan yang cepat dan sukar dilukiskan dengan kata-kata ketiga orang itu kembali bertukar tempat kedudukan mas ing- mas ing, kali iniarah perputaran mereka merupakan kebalikan daripada perputaran yang pertama kali tadi. Dalam hati sianak muda itu kembali berpikir.

"Mungkinkah mereka bertiga sudah mengetahui kalau kakek ombak menggulung hendak membuka suatu pertemuan besar manusia tembaga satu bulan mendatang? dansekarang mereka berkumpul disini untuk berlatih semacam ilmu barisan untuk menyongsong kedatangan musuh tangguh???" Dalampada itu setelah ketiga orang manusia tembaga tadi berdiri kaku kurang lebih eperminum teh lamanya, manusia tembaga yang memberi komando tadi kembali berkata.

"harap kalian berdua suka memperhatikan dengan seksama. pertukaran yang bakal

terjadi kali ini adalah pihak kiri dan pihak kanan masing2 mengitari titikpusat satu kali, terutama sekali disaatpertukaransenjata tajam gerakan itu harus dilakukan dengan cepat dan rapat sekali."

Selesai berkata ia lantas membentak: "Berubah lagi"

Dalam waktu singkat tigasosok bayangan kuning berkelebat dan saling berg era k kesamping kiri dan kanan dengan gerakan yang cepat, begitu cepat gerakannya s eh ing gasepintas lalu seakan-akanporos kiri dan kanan masing2 hanya berputarsatu kali.

Tetapi Lam-kong Pak yang memiliki ketajaman mata yang luar biasasempat menyaksikan gerakan itu dengan jelas sekali, ia saksikanpada putaran yang terakhir tadi bukan saja ketiga orang manusia tembaga itu mas ing- mas ing sudah bertukar tempat kedudukan bahkan senjata Payung sengkala yang berada didalam genggaman merekapun sudah bertukar satu sama lainnya, andaikata manusia tembaga tadi tidak memberi keterangan terlebih dahulu mungkin pemuda Lam-kong tidak sampai menaruh perhatianpada pertukaran senjata tersebut.

"Ehmm. latihan kita kali ini sudah cukup lumayan." kata manusia tembaga yang memberi komando itu, cuma perubahan yang dilakukan masih kurang hapal dan matang. akupikir rencana busuk yang disusun oleh pihak lawan kali inipastijahat dan hebat karena itu kita musti menghadapinya secara hati2. Marilah kita berlatih sebanyak beberapa kali lagi

Lam-kong Pak yang selama ini menontonjalannya latihan itu dari tempat kesunyian, dalam hati segera berpikir. "Kemungkinan besar manusia tembaga yang memberi komando itu adalah manusia yang memiliki senjata payung sengkala tersebut, diantata ketiga orang

manusia tembaga itu tenaga dalamnya yang paling tinggi dan sempurna meskipun sekarang mereka berhasil menciptakan ilmu barisan semacam ini sampai waktunva mampukah mereka rebut kemenangan dari tangan kakek ombak menggulung serta membongkar asal-usul yang sebenarnya dari ketua perkumpulan Liok-Mao Pang masih merupakan suatu tanda tanya besar.. ..sebaliknya jika aku bisa pula ikut serta dalam barisan itu siapa tahu kalau daya kekuatannya malah berlipat ganda??...,"

Berpikir demikian ia segera menyapu sekejap keadaan disekeliling tempat itu, setelah temukan suatu tempat yang agak datar ia turuni tebing curam itu dan meluncur kearah ketiga orang manusia tembaga itu.

Dengan sangat hati2 ia mengepos tenaga agar gerakannya tidak sampai menimbulkan sedikit suarapun tetapi ketika tubuhnya tiba pada jarak lima sampai tujuh tombak dari permukaan tanah tiba2 manusia tembaga yang memberi komando itu telah merasakan akan kehadirannya, terdengar ia mendengus dan menegur^ "Siapa yang berani menyusup datang kemari?"

Lam-kong Pak menyusup keluar dari balik semak belukar, tatkala ketiga orang manusia tembaga itu melihat dihadapan mereka muncul kembali seorang manusia tembaga macam mereka. jelas terlihat hati ketiga orang itu terkejut keras. salah satu diantara mereka segera berseru: "Kau kalau bukan ketua perkumpulan dari Liok Mao Pang pastilah kakek ombak menggulung. terimalah sebuah pukulanku..."

"Weees. .." sebuah angin pukulan yang maha dahsyat segera meluncur kedepan dan

mendekati tubuh sianak muda itu, dalam keadaan demikian Lam-kong Pak tidak ing in menunjukkan asal usulnya, dengan ilmupukulanSam-Ho It-ciang-hoat ia sambut datangnya ancaman tersebut.

"Blaaam..." ditengah bentrokan yang amat keras, masing2 pihak tergetar mundur satu langkah lebar kebelakang, dengan cepat Lam-kong Pak merasakan bahwa manusia tembaga yang sedang bertarung melawan dirinya ini bukanlah manusia tembaga yang memiliki senjata payung sengkala tersebut.

Tetapi pihak lawanpun rupanya sudah merasakan pula bahwa Lam-kong Pak bukanlah kakek ombak menggulung ataupun ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang yang mereka benci. Salah seorang manusia tembaga diantara ketiga orang itu segera menegur kembali. "sebenarnya siapa kah kau??"^

Lam-kong Pak tidak berani buka suara, sebab ia menduga kemungkinan besar gurunya bisa mengenali suaranya, karena itu ia membungkam dalam seribu bahasa. dengan ilmu pukulan Sam Ho It ciang-hoat kembali dia lancarkan sebuah pukulan dahsyat kedepan. Manusia tembaga yang lain dengan cepat berkelebat maju kedepan, serunya: "Biar aku yang sambut datangnya serangan ini. "

"Blaaam..." benturan nyaring yang memekakkan telinga kembali berkumandang diangkasa, pasir dan batu beterbangan memenuni udara, mas ing- mas ing pihak tergetar mundur satu langkah kebelakang akibat benturan keras itu.

Lam-kong Pak yang hanya menggunakan tenaganya sebesar tujuh delapan bagian saja itu, dengan cepat dapat mengenali kembali bahwa manusia tembaga inipun bukan manusia tembaga

yang memiliki senjata payung sengkala tersebut. Manusia tembaga yang lain dengan cepat berg era k maju

Kedepan, sementara ia siap untuk  turun tangan  mendadak

terdengar desiran angin tajam berkumandang datang dari tempat kejauhan.

Dengan cepat Lam-kong Pak berpaling kebelakang dia lihat dari situ muncul kembali dua orang manusia tembaga.

Menyaksikan kehadiran dua orang manusia tembaga yang terakhir itu ketiga orang manusia tembaga pertama sama2 tertegun, kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun mereka putar badandankabur masuk kebalik batu2 cad as yang berserakan disekitar tempat itu.

Dalam hati kecilnya Lam-kong Pak mengetahui bahwa dua orang manusia tembaga, yang muncul belakangan ini kemungkman besar adalah Kakek ombak menggulung,  serta ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang.

Dalam hati timbullah ingatan untuk menjajal kekuatan tenaga dalam dari kakek ombak menggulung, tanpa menimbulkan sedikit suarapun ia segera menerjang kedepan- Dengan meng g una kan jurus kelima dari ilmu sakti payung sengkala ia la ncarkan sebuah pukulan dahsyat kearah salah satu diantara dua orang manusia tembaga itu.

"Blaaam.,." ditengah benturan keras, pihak lawan tergetar muadur tiga langkah kebelakang, melihat hal itu dalam hati kecilnya Lam-kong Pak segera mengetahui bahwa orang itupastilah ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang....

Sekali lagi Lam-kong Pak menghimpun tenaga dalamnya sebesar delapan bagian kemudian

mengirimpula satu pukulan dahsyat kearah manusia tembaga yang lain-

"Blaam .." Termakan oleh pukulannya yang maha dahysat itu pihak lawan segera tergetar mundur pula tigalangkah kebelakang.

Menyaksikan hal itu Lam-kong Pak tak bisa menahan rasa tertegunnya lagi, dalam hati segera pikirnya:

"Masakekuatan tenaga dalam dari kakek ombak menggulung begitu tak becus. . .?? atau tenaga dalamkutelah memperoleh kemajuan yang sangatpesatsehingga berhasil melampaui dirinya???"

Tetapi Lam-kong Pakpercaya, sekalipun tenaga dalamnya memperoleh kemajuan yang amat pes at. tak mungkin ia sanggup mengalahkan kakek ombak menggulung dalam masawaktu ya demikian pendek.

Kalau b eg itu siapa kah kedua orang manusia tembaga itu?? pemuda itupercaya kecuali tigaorang manusia tembaga yang lain hanya kakek ombak menggulung serta ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang saja yang sanggup menerima pukulan dengan tenaga sebesar delapan bagian itu, atau lebih tegasnya saja Sun Han Siang ibu kandungnya pun tak mampu menerima datangnya serangan tersebut.

Jika dua orang manusia tembaga yang datang terakhir ini benar2 adalah Kakek ombak menggulung mungkinkah dia menyembunyikan kepandaiannya dan sengaja hendak membikin dirinya jadi kebingungan ? ataukah ia takut dirinya berhasil menebak asal usulnya itu maka sengaja ia sambut serangan tersebut dengan tidak sepenuh tenaga ??

Pada saatpikirannya sedang berputar dengan penuh kebingungan dua orang manusia

tembaga tadi dengan cepat menyusup pula ke balik batu cadas dan lenyap disana.

Lam-kong Pak segera melakukanpencarian yang  seksama disekeliiing tempat itu namun tiada hasil yang didapatkan- akhirnya dengan perasaan murung ia mendaki kembali keatas tebing.

Tibatiba... jeritan ngeri yang menyayatkan hati dari seorang gadis berkumandang datang dari tempat kejauhan, Lam-kong Pak terkejut dan cepat-cepat ia memburu ketempat berasalnya suara tadi.

Tampa klah Yu Tien dengan sepasang tangan memegangi muka sendiri berdiri dengan badan gemetar, jeritan yang memilukan hati tadi berkumandang keluar dari mulutnya.

coe Li Yap serta Peksli Hiang dengan mata terbelalak dan mulut melongo berdiri menjublak disisi kalangan, tampak sekali kedua orang gadis itu dibikin gugup dan kelabakan setengah mati.

Tepat dihadapan ketiga orang gadis tadi berdirilah seorang manusia berkerudung. dia bukan lain adalah Suma ing, ditangannya mencekal sebuah botol keCil terbuat dari porselen. sambil tertawa seram ujarnya:

"Siapa yang berani merusakorang lain harus b era ni pula menanggung pembalasan yang setimpal, sejakjaman dahulu kala hukuman itu selalu berlaku terus. Aku Suma ing bisa berubah jadi sedemikian mengenaskan kesemuanya adalah berkat perb uatan dari Lam-kong Pak Hmm...I Hmm....karena itulah dari tubuh kalian akan kutatik kembali uang modalku"

Hampirsaja Lam-kong Pak jatuh pingsan karena gusar serta mendongkolnya ia tahu manusia tembaga yang berulang kali menyelamatkanjiwa Suma ing kemungkinan besar adalah

ayahnya Lam-kong Liuw, sungguh tak nyana pengharapan orang tua selama ini ternyata hanya sia-sia belaka, tabiat busuk dari pemuda itu sudah mengakar daging dalam tubuh ny, bukannya bertobat kelakuan serta perbuatannya klan lama klan bertambah nekat.

Da rah kental mengucur keluar lewat celah-celah jari tangan Yu Tien, dengan menahan rasa sakit yang tak terhingga perempuan itu duduk diatas tanah sambil menjeritjerit dengan suara yang memilukan hati, membuat siapapun yang ikut mendengar tanpa terasa bulu kuduk akan bangun berdiri semua.

Lam-kong Pak tahu bahwa kecantikan wajah Yu Tien sudah musnah dan tak tertolong lagi, ia segera mengambil keputusan dalam hati kecilnya. hari ini dia akan membinasakan pemuda laknat itu dengan cara yang paling keji serta hukuman yang diluarperikemanusiaan-Dalam pada itu Suma ing sambil tertawa s era m telah berkata kembali:

"Isi dari botol porselen ini adalah air keras Sam Wi ceng Swi milik Lak-gwee-soat si saiju bulan keenamTong IHui, asalterkena sedikitsaja maka raut wajahnya akan hancur berantakan, kini isi botol ini masih ada separuh lebih, Cukuppersediaan untuk merubah wajah kalian berdua menjadi buruk seperti keadaan Yu Tien...haaah..haaah haaah. .mulai hari ini kalian bertiga akan berubah jadi setan iblis yang paling jelek danpaling mengerikan wajahnya dikolong langit"

Dengan hati berdebar keras kedua orang gadis itu ambil keluar bubuk obat dan ditaburkan Keatas wajah Yu Tien yang hancur, sementara Suma ing telah maju dua langkah kedepan, terdengar ia membentak keras:

"Aku memberi batas waktu selama setengah perminum teh kepada kalian, kalau kalian

berdua tak mau datang kesisiku, IHmm., ...IHmm..." "Anjing laknat" teriak cu Li Yap dengan wajah

menyeramkan. kalau punya kepandaian ayoh tunjukkan keluar. suatu hari kau akan berjumpa kembali dengan Lam- kong Pak. dan waktu itu dia akan suruh kau merasakan siksaan hidup yang paling hebat, dia akan membuat kau mati tak bisa hiduppun tak dapat..." Suma ing angkat  kepala dan tertawa lebih seram lagi.

"Heeeh heeeh heeeh... menurut apa yang kuketahui. Lam-kong Pak sudah bertengkar dengan kalian bertiga. dia sih tak akan mencampuri urusan kalian lagi... bocah manis, sedikitlah tahu diri...mari kesini, temanilah Siau-ya mU bermain-main, aku tanggUng kalianpasti akan merasakan kenikmatan yang tak terhingga..."

"Setelah wajah Cici hancur seperti itu, kamipun tidak ingin hidup lebih lanjut," seru Peksli Hiang dengan suara keras, "anjing laknat ayoh lekas turun tangan-"

"Hmm,.. janganlah bermimpi disiang hari belong. terus terang kuberitahukan kepada kalian, sekalipun aku telah merusak wajah kalian semua, tak nantt kalian kulepaskan dengan begitu saja. , haaah., haaaah,..haaaah... seCara bergilir aku hendak menikmati kehangatan tubuh kalian serta mencicipi keperawanan kalian-..." Terkesiaplah hati kedua orang gadis itu setelah mendengar ancaman tersebutjika wajah mereka saja yang hancur itu masih agak mend ing an, sebaliknya bila wajah mereka telah rusak harus merasakan pula perkosaan yang berutal dari lawannya sekalipun mati jadi setanpun mereka akan merasa tidak tenang...

Dengan hati terCekat dan mata terbelalak lebar kedua orang gadis itu menatap botol

kecil ditangan lawannya tanpa berkedip. otak mereka bekerja cepat untuk mercari akal guna melepaskan diri dari tersebut. Suma ing tertawa seram, kembali serunya,

"Siauw-ya akan memberi bukti kepada kalian bahwa apa yang kuucapkan bukan hanya main2 saja... lihatlah kejantananku "

I Habis berkata ia cabut lepas tutup botol porselen itu dan menuang sedikit keatas tanah

"Bess..." asap kuning segera mengepul keluar dari atas permukaan tanah, rumput yang tumbuh disekitar tempat itu seketika hangus dan musnah tak ada bekasnya.

Air muka kedua orang gadis itu seketika berubuh hebat, meskipun mereka tidak takut menghadapi kematian, tetapi siksaan hidup yang melebihi kematian itu cukup menggetarkan hati mereka berdua,

"Bagaimana ?" jengek Suma ing sambil tertawa seram berulang kali. "Kalian lebih suka menemani siau-ya untuk bermain cinta ataukah lebih suka wajah kalian kuhancurkan dengan air keras ini??"

Tiba2 Yu Tien bang kit berdiri, dengan kedua belah tangannya masih menutupi wajah ia berseru. "Suma ing, biar aku yang melayani kebutuhanmu itu, harap lepas kanlah mereka berdua"

"Kau???? haaah haaah haaah...." Suma ing mengejek sambil tertawa dingin, "wajahmU sudah rusak dan tak berwujUd lagi, meskipun kau masih perawan dan belum dijamah lelaki tetapi siau-ya sudah tidak berminat lagi terhadap dirimu"

Yu Tien membentak keras, sambil meraung kalap ia menerjang kedepan dengan hebatnya. "Tahan"

Bentakan keras yang memekikkan telinga berkumandang memecahkan kesunyian, semua orang yang hadir dalam kalangantidakterkecualipula Suma ing amattercekat hatinya mendengar bentakan tersebut, tatkala mereka berpaling tampaklah pada jarak kurang lebih dua tombak dari sisi kalangan berdiri tegak seorang manusia tembaga.

"IHmmm. . .IHmmm. setiap gelak tertawa manusia tembaga itu memaksa Suma ing tanpa sadar mundur satu langkah kebelakang.

Sementara itu cu Li Yap bertiga jadi kegirangan setengah mati ketika melihat munculnya bintang penolong ditempat itu, mereka segera berteriak keras:

"Lociaopwee, jangan biarkan sekali-kali bajingan anjing laknat itu terlepas diri tempat ini dalam keadaan hidup"

Lam-kong Pak mendengus dingin, begitu ketus suaranya membuat cu Li Yap sekalian seketika membungkam dalam seribu bahasa.

"Suma ing" kembali Lam-kong Pak berseru dengan nada menyeramkan- "Tahukah kau aku hendak membinasakan dirimu dengan Cara apa??" Rupanya Suma Ing tahu bahwa dia masih bukan tandingan lawannya, tetapi berada dihadapan ketiga orang dara muda itu ia tak mau unjukkan kelemahannya, dengan suara keras ia berseru:

"Saudara kau tidak merasa tekebur dengan perkataanmu itu??" Sembari berkata perlahan-lahan ia mundur terus kebelakang.

"Aku akan membiarkan kau melarikan diri terlebih dahulu sejauh setengah li." ujar Lam-kong Pak sinis. "sekalipun begitu kau tak akan mampu melepaskan diri dari cengkeramanku, percaya tidak? cuma kalau sampai demikian keadaannya. maka kau akan merasakan siksaan yang jauh lebih hebat..."

Suma ing segera menghentikan gerakan tubuhnya setelah mendengar ucapan itu dia tahu bahwa manusia tembaga tersebut bukan sedang bicara bohong, sekalipun melarikan diri ia tak akan lolos dari cengkeramannya.

"Aku hendak membinasakan dirimu." seru Lam-kong Pak kembali. "akupun hendak membinasakan dirimu s eh ing gakau mati dengan hatipuas, kau harus berhati-hati....

dikala kuhitung sampaipada hitungan ketiga maka akan kupatahkan sebuah tulang igamu teriebih dahulu. "

Suma ing tercekat hatinya mendengarkan ancaman itu, diam2 dia himpun segeoap kekuatannya didalam tubuh untuk bersiap-siap menjaga diri. "Satu. "

Lam-kong Pak tidak berg era k dari tempat semula, sedang tigaorang gadis muda itu karena tegang tanpa terasa mundur beberapa langkah kebelakang, enam buah biji mata yang jeli menatap kearah kalangan tanpa berkedip. mereka ing in menyaksikan manusia tembaga tersebut akan turun tangan dengan cara apa??? "Dua. " Sekujur badan Suma ing gemetar keras. dengan sekuat tenaga ia berusaba untuk menahan rasa tegang serta rasa ngeri yang mulai mencekam seluruh pikiran serta perasaannya.

"Tiga..."

Bersamaan dengan selesainya ucapan tersebut, sekilas cahaya kuning segera meluncur kedepan dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat. sebelum Suma Ing sempat berbuat sesuatu tahu2 pihak lawan telah berada disisi tubuhnya.

"Kraaak..." Suma Ing menjarit kesakitan, tahu2 manusia tembaga itu sudah mundur kebelakang dengan didalam genggamannya telah bertambah dengan sekerat tulang iga yang belumuran darah.

Suma Ing mundur kebelakang dengan sempoyongan, darah segar mengucur keluar dari dadanya yang terluka....air mukanya pucat pas i sedang badannya menggigil keras.

Dalam pada itu ketiga orang gadis muda tersebut dibUat amat kagUm dengan kelihayan manusia tembaga itu, Pek-li Hiang yang tak dapat mengendalikan emosinya segera berteriak keras^

"Locianpwee, patahkan lagi sebuah lengannya. "

Dengan mata melotot Lam-kong Pak mendengus berat, dengusan yang begitu mantap membuat gadis she Pek-li itu menjulurkan lidahnya dan tak berani berbicara lagi.

"Kali ini aku hendak menggunakan tulang anjing ini untuk mematahkan lengan kirimu seperti juga semula akan kuhitung sampai angkka yang ketiga. " kata Lam-kong Pak

kemudian-

selesai berkata ia segera mulai menghitung: "Satu,." Suma Ing kesakitan setengah mati, peluh dingin telah mengucur keluar membasahi

seluruh tubuhnya, dia himpun sisatenaganya dan berusaha untuk mempertahankan diri, "Dua..."

Ketika Lam-kong Pak menghitung sampai angka kedua. Suma Ing sudah tak dapat menahan diri lagi. ia membentak keras dan mendahului menerjang maju kedepan sambil melancarkan sebuah pukulan dahsyat dengan jurus ketujuh dari ilmu sakti payung sengkala.

Anginpuyuh yang amat dahsyat berh embus men-deru2. rumput tercabut lepas dari permukaan bumi dansekilas cahaya kuning serta terkepung ditengah h embusan anginpuyuh tadi. "Tiga. "

Kembali terdengar suara gemeratukan nyaring, untuk kesekian kalinya Suma Ing menjerit kesakitan- dengan sempoyongan dia mundur tujuh delapan langkah kebelakang, tangan kirinya terhajar sampai hancur dan remuk sama sekali...

Sebaliknya Lam-kong Pak masih tetap berdiri pada jarak satu tombak dari sisi kalangan.

Ketiga orang gadis muda itu sama2 bersorak kegirangan, mereka merasa gembira sekali menyaksikan musuh yang paling dibenci itu disiksa dan dihajar setengah mati oleh manusia tembaga tersebut.

"Tutup mulut" bentak Lam-kong Pak dengan suara keras.

Bentakan itu mengejutkan hati ketiga orang gadis tadi, dengan ketakutan mereka berhenti tertawa, pikirnyadidalam hati dengan perasaaan tercengang: "Sungguh aneh manusia ini?? apa sih salahnya kalau orang lain tertawa kegirangan??

kenapa dia musti turut campur dalam masala h ini?"

Sementara mereka masih membatin dengan perasaan bingung Lam-kong Pak telah berkata kembali:

"Kali ini aku harus menghajarpula kaki kirimu biar kutung..."

Suma Ing gemetar keras.., ia ngeri juga menyaksikan cara lawannya menjatuhkan hukuman yang begitu keji terhadap dirinya. meskipun sebuah tulang iganya sudah patah serta lengan kirinya telah hancur namun ia tetap nekad dan keras kepala, walaupun kesakitan ia tak mau merintih ataupun menjerit kesakitan-..

Tiba2 sekilas cahaya kuning muncul ditengah kalangan. kembali seorang manusia tembaga muncul disitu.

Mendengar manusia tembaga yang baru muncul itu berkata:

"Saudara. aku harap kau suka bermurah hati. ampunilah jiwanya untuk terakhir kali ini."

"Bila kau suka memperlihatkan raut wajahmu terlebih dahulu, akan kupertimbangkan permintaanmu itu, sebaliknya kalau kau menolak. maaf terpaksa aku tak dapat menuruti kehendakmu itu..."

"Thian mengharapkan umat manusia bisa hidup dengan cinta damai dan tidak saling membunuh, terutama sekali dia adalahsaudarasedarah sedaging dengan dirimu, berilah kesempatan yang terakhir baginya untuk bertobat. aku rasa kaupasti bisa memberikan kepadanya satujalan kehidupan baru." Selesai berkata tanpa manantijawaban lagi, laksana kilat manusia tembaga itu

berlalu dari sana.

UNTUK beberapa saat lamanya Lam-kong Pak berdiri dengan hati sangsi akhirnya sambil menggertak gigi ia berseru: "cepat enyah dari sini "

Suma Ing membungkam dalam seribu bahasa, dengan tubuh sempoyongan ia segera berlalu dari tempat itu.

Sepeninggalnya Suma Ing, Lam-kong Pak baru berpaling dan menatap wajah ketiga orang gadis muda itu diamZ ia menghela napas panjang pikirnya didalam hati: "Selama hidup mungkin aku tak dapat hidup bersama dengan kalian lag .....mungkin aku tak bisa mengawini kalian semua... sebab. "

Ketika menyaksikaa raut wajah Yu Tien yang sudah hancur dan tidak berwujud muka lagi itu. diam2 ia merasakan hatinya pedih tetapi apa yang harus dikatakan lagi?? nasi telah berubah jadi bubur.

Maka sambil ambil keluar botol porselen yang berisikan obat anti air keras yang dihadiahkan Lak -gwe-soat kepadanya itu, ia berkata:

"Isi botol ini merupakan air anti racun air keras. "Sam Wi ceng Swie" tersebut ambilah lain kalijika bertemu lagi dengan Suma Ing bubuhkan lebih dahulu obat tersebut diatas wajahmu, maka kalian tidak akan terluka oleh semburan air keras" Selesai berkata ia serahkan botol porselen itu ketangan cu Li Yap. kemudian putar badan berlalu dari situ.

"LoCianpwe seru cu Li Yap dengan cepat, "budipertolongan yang telah Locianpwee berikan kepada kami semua, suatu ketika boanpwee semua akan berusaha untuk membalas^ dapatkah kami mengetahui nama dari cianpwee??"

"Aku adalah kakek bersedih hati. nama serta she-ku sudah lama kulupakan disamping itu akupun tidak mengharapkan balasan dari kalian-

"Locianpwee seru Pek-li Hiang pula, jika kudengar dari suaramu yang serak agaknya kau tidak terlalu tua."

"Tahun ini aku telah berusia delapan puluh sembilan tanun, cucu serta buyutkupun jauh lebih tua dari kalian semua, HHmmm berani benar kau mengatakan aku belum tua "

"Loocianpwee, ilmu silat yang kau miliki toh sudah mencapaipada puncak yang tiada taranya, persoalan apa yang tidak berkenan dihatimu s eh ing gakau menyebut diri sebagai kakek bersedih hati??"

"Tempo dulu aku telah ditipu cinta kasih serta rasa sayangku oleh tiga orang gadis muda. dalam gusarnya aku segera berlalu tanpa pamit sehingga berakhir dengan keadaan yang tragis. dalam sedihnya aku lantas menyebut diriku sebagai kakek bersedih hati sebelum aku pergi dari sini ada sepatah dua patah kata hendak kusampaikan kepada kalian semua. cinta Kasih antara pria dan wanita bisa berlangsung dengan langgeng jika kedua belah pihak menaruh perasaan saling percaya mempercayai saling hormat menghormati, janganlah dikarenakan suatu persoalan yang kecil segera menaruh curiga terhadap tabiat dari lawan jenisnya, seringkali karena persoalan ini hubungan cinta yang murni bisa rusak dan hancur berantakan-.." Ketiga orang gadis itu tertegun mendengar ucapan dari manusia tembaga itu, sebelum mereka sempat menyaksikan sesuatu Lam-kong Pak telah berlalu dari sana.

Meskipun pemuda itu tidak berhasil membinasakan diri Suma ing, namun boleh dibilang ia berhasil memberi peringatan yang paling berat terhadap dirinya rasa mendongkol dan gusar yang berkecambuk dalam hatinya sedikit banyak jauh telah berkurang.

Tanpa terasa ia teringat kembali akan diri Yu Tien serta ciu cien cien, meskipun mereka telah menaruh perasaan salah paham terhadap dirinya, bagaimanapun juga antara mereka pernah terjalin hubungan cinta, Lam-kong Pak merasa sedih dan simpatik terhadap nasib buruk yang telah menimpa mereka berdua.

Tetapi apa gunanya merasa simpatik? seseorang yang wajahnya telah hancur berantakan tak berwujud lagi mana dapat ditolong lagi?? Sekalipun ada obat mujarab pun  belum tentu bisa memulihkan kembali kecantikan wajah mereka berdua.

"Berhenti "

Ketika Lam-kong Pak sedang berjalan sambil melamun. mendadak terdengar suara bentakan keras berkumandang datang, dengan hati terkesiap ia segera menghentikan langkah kakinya.

Si-Naga pengasingan cu Hong Hong dengan sorot mata memancarkan Cahaya tajam telah berdiri ditengah jalan menghadang jalan perginya, terdengar perempuan itu menegur: "Kau adalah Lam-kong Liu atau Lu-It Beng???"

"Kedua-duanya bukan, aku adalah Kakek bersedih hati" jawab Lam-kong Pak Cepat. "Kakek bersedih hati???" cu Hong Hong berdiri tertegun. "Kau jangan ngaco belo tak karuan, dikolong langit dewasa ini hanya ada tiga orang manusia tembaga belaka. yang satu adalah Lam-kong Liu. yang kedua adalah Lu-It Beng sedang yang ketiga adalah manusia bersenjatakan payung sengkala tersebut, tetapi diapun tidak bernama kakek bersedih hati.,.."

"Antara aku dengan ketiga orang itu sama sekali tiada hubungan ataupun sangkut paut apapun juga , kakek bersedih hati adalah aku dan aku adalah kakek bersedih hati"

cu Hong Hong mendengus dingin, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia menerjang lalu mencengkeram urat nadi dari pemuda itu.

Lam-kong Pak tertawa dingin, ia kebaskan tangannya kebawah, setelah memukul mundur cu Hong Hong sehingga tersurut dua langkah kebelakang ujarnya kembali,

"Kalau kau berani turun tangan maka itu berarti kamu hendak mencari penyakit buat diri sendiri"

cu Hong Hong terkejut, ia perCaya tenaga dalam yang dimiliki manusia tembaga ini sama sekali tidak berada dibawah Lam-kong Liu ataupun Lu-It Beng, sedangkan bila dibandingkan dengan manusia yang memiliki senjata payung sengkala itu, maka kekuatannya adalah seimbang. karena itu kembali dia menegur,

"Sebenarnya siapakah kau?? kenapa kau menyaru sebagai manusia tembaga?? apakah kau juga bersiap-siap untuk ikut serta menghadiri pertemuan besar manusia tembaga?"

"Mau ikut atau tidak itu urusan pribadiku sendiri dan sama sekali tiada hubungannya dengan dirimu, sedangkan siapakah aku yang sebenarnya kau lebih lebih tak  usah tahu. karena urusan ini tiada berkepentingan dengan dirimu"

Pemuda itu berhenti sebentar untuk tukar napas, setelah itu lanjutnya kembali:

"Menurut apa yang kuketahui, sebetulnya antara kau dengan Sun Han Siang sebenarnya sama sekali tidak terikat dendam sakit hati yang terlatu mendalam, kesalahan paham yang terjadi dimasa lampau seharusnya dibikin beres seCara damai dengan jalan berunding"

"Hmmm Apa urusannya persoalan ini dengan dirimu?" dengus cu Hong Hong tidak senang hati.
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 07"

Post a Comment

close