Kelelawar Hijau Jilid 02

Mode Malam
suma Ing tetap tertawa dingin tidak hentinya. tak sepatah katapun yang diucapkan keluar.

cioe cien cien sebaliknya jadi mendongkol, terdengar ia membentak keras: "Enyah Enyah dari sini aku takkan sudi membiarkan urusan pribadiku kau Campuri." Lam kong Pak sendiri pun tak dapat menahan sabarnya lagi, diapun berteriak keras: "Apakah kau mencintai dirinya???".

"sedikitpun tidak salah. aku memang amat mencintai dirinya. Huhhh. kau cemburu?? kau merasa iri dan dengki??...".

"Heeeh-heeh-heeeh...omong kosong" sahut Lam kong Pak sambil tertawa dingin." Aku Lam kong Pak tidak nanti bakal dengki. iri atau cemburu terhadap manusia macam itu. Hmm aku berbuat demikian karena aku tidak ingin meyaksikan kau tertipu dan terjebak didalam perangkapnya, tetapi kalau memang kau berharap demikian. Tentu saja aku tak usah mencampuri urusan pribadimu lagi".

Walaapun diluar ia berkata demikian tetapi badaanya sama sekali tak berkutik dari tempat semula, sebab ia mengetabui dengan pasti. selama cioe cien cien berada disisi suma Ing, maka delapan puluh persen dia tak akan memperoleh hasil yang baik,

Melihat sianak muda itu belum juga berlalu dari situ, cioe cien cien segera tertawa dingin.jenjeknya. "Kau toh tidak ingin mencampuri urusan pribadiku lagi. kenapa tidak segera angkat kaki dari sini?? ayoh silahkan pergi".

Dengan sedih Lam-kong Pak menghela napas panjang, dengan pcrasaan apa boleh buat ia putar badan dan berlalu dari situ

Mendadak suma Ing mendongak dan tertawa ter-babak2.

"Haaah.... haaah.... ternyata dikolong langit masin ada perempuan yang tidak menyukai dirimu haaah....haaah.  ".

Mendengar sindiran tersebut Lam kong pak segera menghentikan langkahnya dan berpaling. Tetapi sebelum ia mengumbar amarahnya. sambil tertawa dingin Cioe cien cien telab menyambung: "Ucapannya sedikitpun tidak salah. meskipun raut wajahnya sudah hancur dan musnah tetapi aku masih tetap mencintai dirinya".

Lam- kong Pak jadi melongo dan merasakan hatinya sangat tak enak, ia merasa bahwa tindakannya kali ini telah terbentur kena batunya.

Kendati begitu namun sianak muda itu tetap merasa tidak tega membiarkan cioe Cien Cien tetap berada ditangan suma ing, sekali lagi sambil menahan rasa gusar yang berkobar didalam benaknya ia berkata

"cien cien terhadap persoalan yang menyangkut kematian ayah dan ibumu perduli maukah kau memaafkan diriku atau tidak. aku tetap tak akan menyalahkan dirimu, Tetapi demi kesucianmu serta kehormatanmu aku berharap agar kau jangan bergaul lagi dengan sampah masyarakat tersebut . . ."

"Hmmm ...ayoh kita pergi saja dari sini"" seru Cioe Cien Cien sambil menarik tangan suma Ing. "Aku tak sudi melihat tingkah lakunya yang serba tengik dan memuakkan itu berlangsung terus dihadapan mataku?"

suma Ing jadi amat gembira. cepat2 ia gandeng tangan gadis sho-Cioe itu dan berlalu dari sana.

Dengan berlalunya kedua orang itu, mau tak mau si jago arak dari Lam-hay terpaksa harus mengikuti dibelakangnya.

Lam- kong Pak merasa benar-benar terhina, seluruh hawa amarah yang berkobar dalam dadanya terkumpul semua diatas sepasang matanya, dengan pandangan berapi- api bentaknya keras: " cien- cien, kau inginkan aku berbuat apa. sehingga kau sudi memaafkan aku???". - Mendadak Cioe cien cien berhenti dan menyahut dengan suara keras: "selamanya aku tak akan memaafkaa dirimu. selama aku masih hidup tidak nanti aku sudi melepaskan dirimu dengan begitu saja. Tetapi kalau kau dapat mematahkan rantai yang membelenggu tubuh mereka, maka aku segera akan tinggalkan dirinya.".

Dengan langkah lebar Lam-kong Pak maju menghampiri suma Ing. segenap bawa murni yang dimilikinya dihimpun kedalam telapak, dalam sebuab sentakan dahsyat... "Kraak" rantai baja yang kuat dan keras itu seketika putus jadi dua bagian.

Cioe Cien cien berdiri tertegun, mendadak sambil menutupi wajahnya ia lari tinggalkan tempat itu.

"suma Ing?" hardik Lam kong Pak dengan suara keras sepeninggalnya gadis she-cioe itu. "Aku Lam kong Pak terhadap dirimu sudah melebihi batas2 kesabaran seseorang, kalau moralmu yang bejad tidak berubah juga. Hmm bila kita simpai bertemu kembali dilain saat, kau harus tahu bagaimanakah akibatnya.".

Bicara sampai disitu ia merandek, kemudian bentaknya kembali: "Ayoh pergi lewat arah situ".

suma Ing sadar bahwa dirinya bukan tandingan lawan, dangan pandangan yang benci dan penuh rasa dendam ia melotot sekejap kearah sianak muda itu dari sorot matanya jelas menunjukan bahwa ia sama sekali tidak menyesal atas perbuatannya. Lam kong Pak tidak bisa berbuat lain kecuali mengbela napas panjang ...

Beberapa saat kemudian iapun ber-siap2 untuk tinggaltkan tempat itu guna menyatroni kembali markas besar perkumpulan Liok Mao-Pang, belum sampai badannya bergerak tiba2 tampaklah segumpal bola asap yang besar dan aneh per-lahan2 membumbung tinggi keangkaaa ditempat kejauhan.

sekilas pandangan saja Lam kong Pak segera kenali hawa gumpalan bola asap yang barusan ditemuinya bukan lain adalah asap khie-kang yang dilancarkan oleh sikakek Im Yan sioe sikakek asap berawan si-Coe Lok, buru2 ia momburu kesitu

Terlihatlah Hek Tong Tui Hoen si Lampu Hitam pengejar nyawa Leng cing cioe beserta Im Yao sioe. sie Coe Lok. HooBoe siang. sisetan gantung hidup Gouw chiet dan Hoo Hek Coen Coe. si Rasul hitam tebal Chin Tong empat orang sedang mengecung Liuw Hauw siang kakak beradik ditengah kalangan-

sementara itu sikakek asap berawan sedang menyemburkan segumpal asap huncwee yang tebal kearah tubuh Liuw Hauw siang.

Gumpalan bola asap yanp besar dan aneh itu mengumpul tanpa buyar. tiba2 dengan mengubah diri jadi sebuah lingkaran asap langsung menjirat leher majikan muda dari benteng Hoei Him Poo tersebut.

Menyaksikan datangnya serangan Liuw Hauw siang segera keluarkan jurus Hoei Hi-Pa-sih delapan jurus biruang terbang untuk memapakinya.

Blaaam gelang asap itu seketika tergetar buyar keempat penjuru, tetapi tubuh Liuw Hauw siang sendiripun terpukul mundur satu langkah kebelakang.

"Haaaah.. .haaaaah... haaaaah.... "keempat orang gembong iblis itu segera tertawa terbahak-bahak. tiga orang sisanya tetap tak ada maksud untuk turun tangan. rupanya mereka ada maksud untuk mempermainkan dua bersaudara she Liuw ini. Kembali Im-Yan-sioe sikakek asap berawan hisap hunweenya dalam- dalam, kemudian disemburkan keluar lewat lubang hidung dengan membentuk dua buah tangan yang besar langsung mencomot keatas dada dari Liuw Hoei Yan.

Rupanya ia hendak menggunakan ilmu Liok-san Eng Jiauw tersebut untuk meraba dan meremas-remas payudara orang.

Liuw Hoei Yan yang mehghadapi serangan cabul seperti ini langoung saja naik pitam, tangan kirinya dengan memakai jurus "Hoei Yan-Pat-sih "Delapan jurus burung walet terbang melancarkan sebuah serangan dahsyat, sementara ujung baju kanannya dikibaskan keluar.

sreeeeet sreeeeet sreeeeeet tiga batang senjata garcu " Coe Bo Lei Hoen Lok" langsung meluncur keluar.

Im Yan sioe sikakek asap berawan tidak malu jadi seorang jago kawakan yang mempunyai nama harum, mangkukan huncwenya segera dikibaskan keluar. sebelum senjata garpu Coe Bo-Loi Hun- Lok tadi memisahkan diri ia telah melepaskan pula kantongan tembakau kulit menjangan. korekan huncwee serta tangkai kumala hijau untuk memapakinya.

criiing criiing tiga kali suara dentingan yang amat memekikkan telinga. tiga batang Coe Bo Lie Hun Lok yang mengancam datang ada dua batang yang berhasil disapu rontok, sedang sisanya yang sebatang mendadak meluncur kebawah dan langsung mengancam mata kaki sikakek tua cabul tadi.

Im Yan Sioe si kakek asap bera wan jadi amat terperanjat, mangkokan huncweenya segera ditekan kebawah. dengan jurus "Lok Hoa Hong Kauw" Tenaga sakti menggurat selokan satu serangan hebat kembali dilepaskan.

Traaang... gerakan yang amat keras bergeletar diseluruh bumi, senjata garpu Coe Bo Lie Lok yang terakhir berhasil dipukul rontok.

"Haa..ha..haaah..." si setan gantung hidup Gouw Chie tertawa tergelak. "Permainan dari sie-heng barusan betul2 luar biasa nama besarmu ternyata bukanlah nama kosong belaka."

Im Yan sioe sikakek asap berawan jadi teramat bangga, dengan wajah berseri-seri kembali ia maju merangsek kedepan, dalam hatinya timbul niat untuk mendemontrasikan kelihayan ilmu silatnya.

Mangkok huncwee. kantongan kulit menjangan, korekan buncwee serta tangkai kumala hijau yang dilepaskan ketengah udara tadi kembali digetarkan keras- keras, bagaikan titiran angin puyuh keempat macam benda tadi segera meluncur kemuka dan mengancam empat buah jalan darah diatas dada gadis she Liuw tersebut.

Pada dasarnya kepandaian silat yang dimiliki Liuw Hoei Yan memang kalah setingkat kalau dibandingkan dengan dirinya. menyaksikan semua serangan yang dilepaskan mengarah pada bagian vital yang terlarang dari kaum wanita, ia jadi naik pitam.

Dengan penuh kegusaran gadis itu membentak keras, badannya segera menerjang maju kedepan. Tetapi justru karena disebabkan karena pikiran serta hatinya sedang diliputi oleh hawa gusar yang meluap-luap. tanpa sadar gerakan tubuhnya pun jadi kacau balau tidak karuan- Menyakaikan adik perempuan keteter. Liuw Hauw siang segera membentak keras. badannya bergerak siap memberikan bala bantuannya.

siapa tahu Im Yan sioe si kakek asap berawan mempunyai rencana masak didalam hatinya, asap Khiekang yang telah dipersiapkan sebelumnya didalam mulut segera disemburkan keluar.

Bluuum... Liuw Hauw siang sama sekali tidak menduga akan datangnya serangan aneh itu, ditengah bentrokan keras badannya terpukul mundur sejauh lima langkah lebih, sedangkan tangkai kumala hijau yang disambit sikakek asap berawan telah melanjutkan kembali serangannya menghantam pergelangan tangan Liuw Hoei Yan.

Mendadak terdengar suara gertakan keras berkumandang datang memecahkan kesunyian, sesosok bayangan manusia laksana sambaran kilat cepatnya meluncur datang.

Kraaak... tangkai kumala hijau dan sikakek Asap Berawan yang hampir saja menghantam pergelangan Liuw Hoei Yan itu mendadak patah jadi beberapa bagian.

Menggunakan kesempatan yang sangat baik itulah Liuw Hoei Yan segera mundur tiga langkah kebelakang, sedangkan im Yam sioe sikakek asap berawan dengan ketakutan mundur pula dua langkah kebelakang.

Terlihatlah Lam- kong Pak dengan wajah penuh napsu membunuh berdiri seram ditengah-tengah kalangan.

Ditangannya masih mencekal kutungan tangkai kumala hijau tadi, serunya dengan suara ketus: "Bajingan tua she sie, hitung2 kau pun termasuk seorang jago lihay kelas satu, sungguh tak nyana perbuatan yang bisa kau lakukan hanyalah menganiaya serta mempermainkan kaum wanita belaka.. .Hmm benar-benar tak tahu malu" Perlahan-lahan im Yan sioe si kakek berawan berhasil juga menenangkan hatinya yang kaget dan seram itu, walaupun ia sadar bahwa kepandaian silatnya masih bukan tandingan lawan. tetapi dengan hadirnya tiga orang jago lihay yang lain ditempat itu keberaniannya tanpa terasa muncul kembali. Mendengar ejekan tersebut. ia tertawa dingin.

"Bajingan cilik. kau pingin campur tangan dalam persoalan ini?... " serunya.

"sie Coe Lok kau tak usah tekabur" sahut Lam kong Pak dengan suara dingin,"permainan busukmu itu sudah kuketahui dan kukenal sedari dulu kala...begini saja andaikata kau dapat menyambut datangnya kutungan tangkai kumala hijau ini tanpa berhasil menggetar mundurkan tubuhmu. maka hari ini aku akan mengampuni dirimu satu kali. sebaliknya kalau badanmu terpakul mundur... Hmmm ..hmmm...".

Begitu ucapan tersebut diutarakan. keempat orang gembong iblis itu serentak tertawa dingin tiada hentinya,jelas mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan pemuda itu. "Nah, sambutlah." hardik Lam kong pak.

sreeet.. sekilas bayangan hijau yang tajam laksana sambaran kilat cepatnya langsung menghantam dada sie Coe Lok.

Walaupun sie Coe Lok tidak begitu percaya akan kedahsyatan lawannya. tetapi dalam pandangan umum serta rekan2nya iapun tak berani bertindak gegabah, hawa murni segera disalurkan kedalam telapak kemudian laksana kilat menyambar kearah bayangan hijau itu.

Traaang .. ditengah suara dentingan keras, mimik  sie Coe Lok berubah sangat hebat. Badannya tergetar mundur tiga langkah lebar kebelakang sementara tangkai kumala hijau tadi menancap diatas telapak tangannya dalam- dalam.

Darah segar segera mengucur keluar lewat jari2 tangannya. ia berdiri menjublak ditempat semula.

Tiga orang gembong iblis lainnya juga ikut merasa terkesiap setelah menyaksikan kehebatan lawan. serentak mereka menyerbu kedepan dan mengeroyok sianak muda itu.

"sebelum cayhe turun tangan. terlebih dahulu aku hendak menasehati kalian semua." seru Lam kong Pak dengan suara keras ."Dan akupun tahu. menasehati kalian sama halnya dengan memetik kecapi didepan kerbau, tetapi aku masih ingin memberikan satu jalan keluar bagi kalian semua. Bila kalian tahu diri cepat2lah bertobat dan kembali kejalan benar. sebab itulahh jalan menuju kehidupan yang langgeng. haruslah kalian tahu...".

Belum habis sianak mudaitu berkata, keempat orang gembong iblis itu telah membentak keras, serentak mereka menyerbu kearah depan-

Melihat perbuatan orang itu Lam kong-pak segera membentak pula, hawa saktinya segera dihimpun ditelapak. dengan sorot mata yang menggidikkan hati ia keluarkan jurus Payung sengkalanya yang hebat untuk menyambut serangan lawan.

Dalam sekejap mata hawa khi-kang men-deru2 laksana gulungan ombak ditengah samud ra, seluruh permukaan bumi bergetar keras.

sreeet...sreeet ..sreeet.. srteei.     Empat kali desiran tajam

menggeletar diangkasa. dengan sempoyoogan keempat orang  itu  mengundurkan  diri  kurang  lebih  satu  tombak jauhnya dari tempat semula. jubah panjang mereka terpapas putus semua separuh bagian- bahkan robekan itu rata dan teratur seolah-olah dibabat dengan senjata tajam.

suasana dikalangan segera berobah jadi sunyi senyap tak kedengaran sedikit suara pun dengusan napas berat dan ter- engah2 terdengar memancar dari hidung keempat orang gembong iblis tadi. bagaikan ayam jago yang kalah bertarung mereka berdiri menjublak dengan wajah sangat ketakutan-

" Cepat enyah dari sini" bentak Lam kong Pak sambil tertawa dingin. "Sebelum Pun-Jien berubah pikiran untuk menghabisi jiwa kalian, lekaslah tinggalkan tempat ini hingga nyawa anjing kalian untuk sementara waktu masih bisa dipertahankan".

se-konyong2...dari tengah udara berkumandang datang suara desiran angin tajam, dua sosok bayangan manusia bagaikan burung elang melayang turun keatas permukaan.

Lam kong Pak tercekat hatinya melihat gerakan tubuh orang dengan cepat sinar matanya dialihtan kearah raut wajah kedua orang itu.

Ternyata mereka berdua bukan lain adalah Pangcu dari perkumpulan Bulu hijau serta sikakek kurus ceking yang pernah dijumpainya beberapa saat berselang.

= = oooo ooo oooo = =

DUA bersaudara she Liuw itu tak tahu asal usul dari si kakek kurus ceking tersebut, melihat kehadiran kedua orang gembong iblis itu mereka segera bersiap sedia untuk melancarkan serangan. "Kalian berdua harap segera berlalu dari sini" seru Lam kong Pak dengan suara berat.

sebagai seorang jago dari kalangan lurus dan patriot sejati. tentu saja Liuw Hauw siang serta Liuw Hoei Yan tak sudi tinggalkan dia seorang diri disitu, maka walaupun si anak muda itu sudah berseru namun tubuh mereka sama sekali tak berkutik dari tempat semula.

Terdengar sikakek kurus ceking tadi telah menegur: "Apakah kau adalah Lam kong Pak, si jago muda yang baru saja muncul didalam dunia persilatan??".

"Sedikitpun tidak salah, dan aku rasa kau pastilah Koen Toen sioe si kakek ombak menggulung bukan" sahut Lam- kong Pak lantang.

"Heeeh...heeeh...." kakek ombak menggulung tertawa seram. "Belum pernah ada orang yang berhasil melanjutkan hidupnya setelah menyebut langsung julukan loohu"

"sunggub besar bacot anjingmu" Lam-kong Pakpun tertawa dingin. "Ini hari aku akan suruh kau melek mata lebar?. iblis tua bagaimanakah dengan keadaan keempat orang nyonya tua itu saat ini??"

"Bajingan cilik, kau berani memper-olok2 diri loohu?? Heeeh, . . heeebh. . . mereka telah ditolong orang semua. Bajingan keparat hampir saja kau akan menjadi anakku".

Mendengar perkataan itu, Lam-kong Pakpun merasa hatinya jadi lega dan kemurungan serta kekesalan mulai lenyap dari raut wajahnya, ia tahu babwa ibunya belum sampai ternoda ditangan iblis ini.

Tanpa terasa keberaniannya muncul kembali, teriaknya dengan suara keras: "lblis tua ini hari aku akan memukul tubuhmu hingga kau mencium tanah....akan ku Paksa kau untuk pulang sambil merangkak bagaikan seekor anjing..

..".

sepasang biji mata sikakek ombak menggulung yang kecil bagaikan mata tikus kontan melotot sebesar-besarnya, sinar mata yang dingin menggidikkan hati memancar keluar dari kelompak matanya. "Tangkap dia" teriaknya.

Perlahan-lahan pangcu dari perkumpulan Liok Mao Pang itu maju kedepan, serunya dengan nada keras:

"Kalau sekarang kau ingin melarikan diri mungkin masih ada waktu bagimu" ".

Ucapan ini kedengarannya seperti lagi menyindir dan mengolok-olok Lam-kong Pak. tetapi disamping lain mengandung pula unsur kisikan atau dengan perkataan lain ia sedang memberitahukan kepadanya, bila ia hendak mengundurkan diri maka mereka tak akan mengejar.

Tentu saja Lam-kong Pak juga menyelami maksud hatinya, ia segeru tertawa dingini "Berduel satu la wan satu membuat orang jadi jemu dan tidak sabar, lebih baik kalian maju bersama-sama saja".

Ketua dari perkumpulan bulu hijau itu segera membentak keras,angin pukulan tajam itu menderu-deru, daerah seluas sepuluh persegi terbungkus dalam angin pusaran yang keras, membuat pasir dan debu berterbangan memenuhi angkasa,

Lam-kong Pak segera menghimpun delapan bagian hawa murninya kedalam telapak. lalu mendorong tangannya kedepan melancarkan pukulan dengan jurus ketujuh dari ilmu sakti payung sengkala.

Blaaam... pasir debu dan batu kerikil berterbangan memenuhi seluruh angkasa, ditengah ledakan keras yang memekakan telinga masing-masing pihak mundur tiga langkah lebar kebelakang, rupanya kesaktian yang dimiliki kedua orang itu seimbang.

"Heeeh...heeeh..,heeeh.. . Rupanya kau memang sedikitpunya kehebatan,"jengek Koen Toen-sioe sikakek ombak Menggulung sambil tertawa seram.

"Tunggu sebentar" sela Lam-komg Pak, "Tenaga lweekang yang dimiliki kita berdua berdua dalam keadaan seimbang, beranikah kau adu kekuatan dan kelihayan dengan diriku didalam hal jurus serangan???"-

"Hiiih...hiiih...hiiih... Pun pangcu dengan senang hati akan mengiringi kemauanmu itu," Habis berkata ia menyingkap jubahnya dan ambil keluar sebuah tongkat penakluk iblis yang terbuat dari emas murni.

Lam-kong Pak juga tak mau unjukkan kelemahan, ia cabut keluar tanduk naga saktinya dan pasang kuda-kuda mempersiapkan serangan.

Tenaga dalam yang dimiliki kedua orang ini seimbang, lagipula jurus serangan yang mereka milikipun hampir sama kuatnya, pertarungan antara kedua orang tokoh sakti dunia persilatan ini bisa dibayangkan sampai dimanakah kehebatannya. Napsu membunuh, kematian dan maut mulai menyelimuti seluruh kalangan pertarungan.

Lam-kong Pak tak membuang waktu terlalu lama, senjata tanduk naganya diayun kedepan, dengan membawa desiran tajam segera meluncur dari atas menghajar kebawah, serangan ini telah membuka jurus pembukaan dari ilmu sakti Payung sengkala.

Traaaaaang         bentrok keras berkumandang memenuhi

angkasa, percikan api memancar keempat penjuru, setelah mundur kedua orang itu menerjang maju lagi kedepan, angin  desiran  tajam  merobek  setiap  udara  yang  berada didalam lingkungan jarak setiap sepuluh tombak persegi, dan membentuk sebuah pusaran angin puyuh yang dahsyat.

Pepohonan siong yang tumbuh diluar jangkauan sepuluh tombak bergoyang kencang bagaikan tertiup angin taupan, daun dan ranting berguguran keatas tanah.

Dua bersaudara she Liuw dengan ketakutan dan hati tercekat buru2 mumdur kebelakang. pakaian mereka berkibar tajam terhembus angin keras.

Traaang...traaang. . .suara dentingan keras yang memekakkan telinga bergema tiada hentinya diangkasa. bagaikan tukang besi yang sedang menempa besi baja.

Terdengar kedua orang itu hampir pada saat yang bersamaan membentak keras, dua macam senjata mustika yang tak ternilai harganya itu saling membentur satu sama lainnya menimbulkan suara pekikan nyaring.

Dari luar kalangan pertarungan bergema datang suara jeritan kaget, tampaklah dua macam benda mustika itu mencelat ketengah udara.

Pada saat yang bersamaan pula kedua orang itu enjotkan badannya melayang ketengah udara dan menyambar senjata milik masing2.

Pada ketinggian empat puluh tombak kedua orang itu berhasil menyambret senjata masing2, kemudian dengan mengeluarkan jurus Heng siuw Lak Hoo atau menyapu datar enam kelompok kembali terjadi bentrokan keras ditengah angkasa.

Tubuh kedua orang itu dengan cepat meluncur turun kembali keatas permukaan bumi. dalam pertarungan ini pun tak dapat ditentukan siapa menang dan siapa kalah. Debu, pasir dan batu kerikil berserakan di-mana2, suasana dalam kalangan tercekat dalam kesunyian yang luar biasa.

"Kau mundur kembali" bentak si kakek ombak menggulung dengan suara nyaring.

Dengan mulut membungkam sang ketua dari perkumpulan Bulu Hijau sepera mengundurkan diri kebelakang, sementara Koen Toen sioe sikakek ombak menggulung selangkah demi selangkah masuk kedalam kalangan.

Gembong iblis ini sejak delapan puluh tahun berselang telah menjagoi seluruh kolong langit, setelah mengasingkan diri beberapa tahun lamanya. kehadirannya kali ini didalam dunia persilatan tentu saja disertai dengan kepandaian yang lebih dahsyat. Dan bisa dibayangkan pula sampai dimana kehebatannya dalam melancarkan serangan nanti.

"Bajingan cilik" terdengar Keen Toen sioe si kakek ombak menggulung berseru dengan suara berat. "Andaikata kau sanggup menyambut tiga jurus pukulan loohu. maka kedudukan ketua dari perkumpulan Bulu Hijau segera akan kuserahkan kepadamu"

"Heeeh . . . heeeh . . .pendapat serta jalan pikiran yang berbeda tak bisa berjuang bersama, siapa yang sudi menjabat kedudukan sebagai pangcu??" jengek Lam-kong pak sambil tertawa dingin.

Air muka Keen Toen sioe si kakek ombak menggulung segera berubah jadi membesi, terlihatlah tubuhnya yang kurus ceking tinggal kulit pembungkus tulang itu mendadak menggelembung dan membesar beberapa kali lipat dari keadaan semula. Dalam sekejap mata daerah seluas tiga tombak di sekeliling tubuhnya tertutup oleh selapis kabut warna hitam yang tipis,

Lam kong Pak sadar bahwa ilmu tenaga dalam Keen Toen Kang Khie yang dimiliki gembong iblis itu luar biasa lihaynya, ia tak berani berayal. segenap tenaga dalam yang dimilikinya segera dihimpun didalam telapak siap menghadapi segala kemungkinan.

Mendadak. . .tong . . . tooong .. terdengar suara dentingan nyaring berkumandang datang, disusul munculnya dua orang manusia tembaga berjalan secara berdampingan mendekati tempat itu.

setelah berhenti ditengah kalangan- salah satu diantara manusia tembaga itu mengulurkan tangannya menunjukan gaya seperti mempersilahkan. sedangkan manusia yang lain segera anggukkan kepalanya dan berjalan mendekati Keen Toen sioe sikakek ombak menggulung.

"Heeeeh-heeeeh-heeeeh" terdengar sikakek kecil Ceking itu tertawa seram. " Keempat orang perempuan itu pastilah kalian yang telah menolongnya, loohu bersumpah hendak membekuk kalian semua."

sambil berkata ia segera melancarkan sebuah cengkeraman menyambar tubuh manusia tembaga itu.

Dengan gesit dan sebat manusia tembaga tadi merangkak kebawah menghindarkan diri dari datangnya serangan. siapa tahu Keen Toen sioe si kakek ombak menggulung bukanlah manusia sembarangan, dengan gerakan yang tak berubah sedikitpun kembali ia lancarkan sebuah cengkeraman kedepan.

Didalam posisi yang terdesak. tak mungkin lagi bagi manusia tembaga itu untuk menghindarkan diri. Menyaksikan simanusia tembaga itu terancam mara bahaya, Lam-kong Pak segera mempersiapkan diri untuk turun tangan.

Blaaam.. . terdengar suara bentrokan keras berkumandang memecahkan kesunyian, simanusia tembaga itu tergetar mundur tiga langkah lebar kebelakang, diatas pakaian tembaganya tertera jelas lima buah bekas telapak tangan yang berwarna merah. Lam-kong Pak jadi amat terperanjat, ia segera majukan tubuhnya melancarkan tubrukan.

Tetapi sebelum ia sempat berbuat sesuatu simanusia tembaga yang lain telah ulapkan tangannya memberi tanda kepadanya agar mengundurkan diri, sedangkan ia sendiri segera maju kedepan mendekali tubuh Keen Toen sioe sikakek ombak menggulung.

Kedua orang manusia tembaga itu sendiri sejajar dan berdampingan, tetapi Keen Toen sioe sikakek ombak Menggulung sama sekali tidak memandang sebelah matapun terhadap mereka, sekali lagi badannya menerjang kedepan, daerah seluas tiga lima tombak segera terkurung kembali didalam angin pukulan yang maha dahsyat.

Udara jadi gelap. desiran tajam men-deru2 begitu seram dan ngerinya suasana ketika itu sehingga menyerupai neraka.

Tiba-tiba Keen-Toen sioe si kakek ombak Menggulung merentangkan sepasang telapaknya kesamping, secara terpisah ia tekan batok kepala kedua manusia tembaga itu.

Blaaam.... kembali terjadi benturan yang memekakkan telinga, debu dan pasir berterbangan memenuhi angkasa, tubuh kedua orang manusia tembaga itu ternyata kena dihantam sampai menancap di dalam tanah sedalam dua depa lebih. Tenaga dalam yang begini dahsyat dan sempurnanya benar2 luar biasa dan sukar dibayangkan dengan kata2. tetapi dengan cepat kedua orang manusia tembaga itu pun memberi reaksinya, serentak mereka lancarkan sebuah pukulan dahsyat dengan jurus sakti Payung sengkala.

"Blaaaaam..." pasir dan debu beterbangan memenuhi angkasa, diikuti terdengar suara robekan nyaring menggema memecahkan Kesunyian, ternyata pakaian tembaga dari manusia tembaga itu sudah tersambar robek.

Dengan pakaian bagian dada yang robek mencapai beberapa depa panjangnya, kedua orang manusia tembaga itu buru-buru mengundurkan diri sejauh satu tombak lebih dari tempat semula.

Lam-kong Pak membentak keras, senjata tanduk naga saktinya diiringi desiran angin pukulan yang paling kuat meluncur keluar menghantam batok kepala kakek ombak menggulung.

Seluruh bumi dan tanah bergetar keras, seakan-akan terjadi gempa bumi yang paling dahsyat semuanya goncang dahsyat. Badan dua bersaudara she-Liuw terlempar keudara sejauh satu tombak lebih dari tempat semula dan jatuh terduduk diatas tanah,

Sedangkan Lam-kong Pak sendiri dengan sempoyongan mundur tujuh delapan langkah dari tempat semula, persendian tulang lengan kanannya terlepas dari sambungaan dan tergantung lemas kebawah.. . .

"Heeeh...heeeh..."Koen-Toen Sioe sikakek ombak menggulung tertawa seram, dengan wajah menyeringai selangkah demi selangkah ia maju kedepan menubruk kearah tubuh dua orang manusia tembaga itu. Disaat yang amat kritis itulah, mendadak dari tempat kejauhan kembali muncul seorang manusia tembaga yang diiringi oleh empat orang nyonya tua .

manusia tembaga yang diiringi oleh empat orang nyonya tua .

begitu sampai ditengah kalangan, dengan nada penuh kegusaran keempat orang nyonya tua itu segera membentak keras dan masing2 melancarkan sebuah pukulan dahsyat kedepan-

Sekali lagi terjadi benturan keras yang memekikkan telinga, tidak ampun lagi badan keempat orang nyonya tua itu terpental sejauh satu tombak lebih dari tengah kalangan dan jatuh terjengkang diatas tanah.

Simanusia tembaga yang datang kemudian ini tanpa mengucapkan sepatah katapun meneruskan langkahnya setindak demi setindak mendekati tubuh kakek ombak menggulung.

Setelah berulang kali berhasil memuKul keok beberapa orang totoh silat dunia persilatan yang tersohor akan kelihayannya, Koeo Toen Sioe si kakek ombak menggulUng semakin takabur lagi. sambil tertawa sombong lalu balas mendekati tubuh simanusia tembaga itu dua langkah . . .tiga langkah , . . .

pada saat yang bersamaan kedua orang itu sama2 melancarkan sebuah pukulan kedepan, "Blaaam ..." bumi goyang, gunung bergoyang. empat penjuru bergetar keras membuatpohon Siong yang tumbuh disekitar situ bergemencitan dan roboh tumbang keatas tanah.

begitu dahsyat bentrokan itu sehingga debu dan pasir berterbangan menutupi pemandangan disana, dengan ketakutan dan sambil men-jerit2 ngeri kawanan iblis itu melarikan diri ter-birit2 dari situ.

Menanti debu dan pasir telah reda kembali, pemandangan disekitar sana telah pulih seperti sedia kala. Terlihatlah ketiga orang manusia tembaga itu telah lenyap tak berbekas, bahkan sikakek ombak menggulung pangcu dari perkumpulan bulu hijau serta sekalian kawanan iblis pun tidak tampak batang hidungnya lagi.. . .

Saat itu disisi kalangan tinggal empat orang nyonya tua serta Lam-kong Pak lima orang.

Disamping itu pada jarak lima enam tombak dari tengah kalangan. dua bersaudara she Liuw dengan kepala pecah darah bercucuran dan badan penuh lumpur menggeletak tak sadarkan diri,

Suasana ditengah kalangan sunyi dan sepi bagaikan ditanah pekuburan, didalam sebuah llang yang besar dan sedalam beberapa tombak hanya tersisa beberapa buah lempengan tembaga belaka.

Lam-kong Pak segera menubruk kearah sun Han Siang sambil serunya: "lbu. kau tidak menderita luka bukan?".

"Masih untung keadaanku baik2 saja." Jawab perempuan she Sun itu sambil tersenyum. "Nak. tenaga dalammu telah memperoleh kemajuan yang sangat pesat, meskipun kau masih bukan tandingan dari Koen Toen Sioe sikakek  ombak Menggulung, tetapi dengan pangcu dari perkumpulan Liok-Mao-pang kekuatanmU adalah seimbang. sejak hari ini kau sudah terhitung sebagai seorang Tokoh silat yang paling lihay didalam dunia persilatan."

Saking terharunya titik2 air mata bercucuran membasahi wajah Soen Han siang, ia segera memeluk tubuh Lam-kong Pak erat-erat. Dalampada itu dua bersaudara she Liuw telah merangkak bangun dari atas tanah, karena merasa malu untuk berdiam lebih lama lagi disitu. dengan hati sedih mereka segera berlalu dari situ

Dipihak lain Toa Pei Llong in siperempuan naga pengasingan telah membentak dengan suara keras:

"Soen Han Siang. kita berhasil meloloskan diri dari kematian dan memungut kembali jiwa kita, itu berarti bahwa sudah tiba pula saatnya bagi kita berdua untuk menyelesaikan dendam sakit hati yang terikat diantara kita berdua"

"Hmmmrm siapa yang jeri terhadap dirimu????" sahut Soen Han Siang dengan gusar pula.

Sambil berpandang pandangan dengan penuh kemarahan, kedua orang itu siap sedia untuk melangsungkan pertarungan.

Lam-kong Pak yang menyaksikan kejadian itu segera berteriak dengan suara keras.

"Kalau memang diantara kalian berdua tiada ikatan dendam sakit hati yang sedalam lautan, berada dalam keadaan bahaya dan musuh tangguh berada didepan mata. Seharusnya kita bersatu padu untuk menghimpun tenaga, perselisihan yang tak ada gunanya kenapa musti dibereskan dalam keadaan seperti ini. ".

"Pak-jie, kau tak usah turut campur, berulang kali nenek pengemis ini mengucapkan kata2 yang tidak senonoh dan tak enak didengar, ia anggap aku jeri kepadanya.., .IHmm, persoalan ini memang sudah sepantasnya kalau diselesaikan hari ini juga ".

"Diantara kita berempat pernah selama beberapa hari hidup bersama dalam kesengsaraan dan penderitaan," Teriak ibu Tong Hoei Si saiju bulan keenam dengan keras. "Setelah lepas dari bencana, seharusnya kita baik-baik menjaga sisa hidup kita selanjutnya, Apakah kalian berdua sudi memandang diatas wajah Cici untuk menyelesaikan persoalan ini seCara baik2??. "

"Enci Tong. kaU tidak tahu." teriak Perempuan naga pengasingan dengan cepat. "Tempo dulu ia telah merampas kitab pusaka Payung Sengkala dari tangan siauw-moay. bahkan mendorong pula diri siauw-moay sehingga terjerumus kedalam jurang yang tak terkirakan dalamnya dan masuk kedalam mulut naga bertanduk tunggal, karena kejadian itu aku harus menahan siksaan selama puluhan tahun lamanya. coba kau bayangkan perempuan semaCam ini apakah tidak pantas kalau kusingkirkan dari muka bumi. Terutama sekali dia adalah perempuan Cabul, perempuan tak tahu malu yang pintarnya merebut orang lelaki"

Mendengar perkataan itu Teng Hujien jadi tertegun.

"coe toa-ci" katanya. "Dapatkah kau menerangkan dengan, lebih jelas lagi atas persengketaan kalian dimasa lampau??"

"Tong Toa-ci, kau jangan percaya dengan omongannya" sela Soen Han siang dengan cepat. "Setelah ditinggalkan oleh Sian Wan Ping otaknya jadi miring dan jadi gila bagaikan seekor anjing edan, coba kau tanya kepadanya siapakah yang sedang berebutan lelaki??" 

Kedudukan Tong Hujien dalam tingkatan usia jauh lebih tinggi dari mereka semua, terhadap persengketaan yang terjadi diantara mereka pada masa silam pun sedikit banyak mendengar, karena itu dia pun berkata kembali:

"Kita sudah lanjut usia dan umur kita telah melebihi setengah abad, sekalipun dimasa yang silam pernah terjadi persengketaan dan perselisihan. setelah hidup sampai setua ini sepantasnyalah kalau pandangannya terhadap pelbagai masalah bisa lebih leluasa. Bukankah begitu cioe te- moay??..."

Ia mengangguk kearah ibu dari cioe It Boen dengan harapan agar siperempuan itu pun suka tampil kedepan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Siapa tahu dimasa yang silam antara ibu dari cioe It Boen dengan siperempuan naga pengasingan terikat oleh dendam permusuhan karena itu mendapat pertanyaan tersebut ia segera tertawa dingin.

"Heeeh-heeeb-heeeh. . menurut apa yang siauw-moay ketahui, dimasa yang silam Hong Loei-Khek sitamu angin geledek Lam-kong Liauw memang mempunyai hubungan dengan, enci Soen, tetapi coe Toa-cie dengan kedudukannya sebagai seorang perempuan yang bersuami ternyata mati2an mengejar terus diri Lam-kong Liuw tanpa ada maksud untuk melepaskannya . . . "-

Merah padam selembar wajah coe Hong Hong setelah mendengar perkataan itu tanpa terasa hawa gusarnya segera memuncak.:

"Perempuan Cabul" makinya. "Kau yang sudi dijadikan isteri kedua dari cioe ci-kang jadi bintang keCilnya. jadi gundiknya.. jadi isteri mudanya...kaulah yang tidak tahu malu, mungkin disebabkan permainan diatas ranjang dari cioe ci-kang paling yahuud....maka kau jadi kepincut...kau jadi terpikat dan ter-gila2 oleh goyang pinggulnya. ".

Mendengar ocehan yang kotor, rendah dan sangat rendah itu, cioe Hujien jadi ikut naik pitam, teriaknya :

"coe Hong Hong, janganlah karena malu dan kesal lantas jadi marah2 sendiri. Peristiwa dirimu dimasa silam yang telah mencintai serta ter-gila2 dengar Hong Loei-Khek sudah dijadikan bahan tertawaan oleh umat Bu-lim dikolong langit, dikalangan angkatan yang lebih tua Siapa yang tidak tahu bahwa diantara kita berdua mana yang lebih tak tahu malu".

coe Hong Hong membentak keras, ia segera menerjang kearah tubuh cioe Hujien.

"Blaammm " tubuh cioe Hujien terhajar telak hingga badannya mencelat sejauh lima tombak dari tempat semula dan jatuh terjengkang diatas tanah. ".

Dengan terjadinya peristiwa ini maka Soen Han Siang serta Tong Hujien jadi ikut mendongkol dan naik pitam.

Sambil menubruk kedepan bentak soen Han Siang keras- keras ^

"coe Hong Hong ini hari aku baru tahu kalau kau adalah seorang perempuan liar yang tak tahu malu, kau tak usah menganiaya orang yang lemah dan tak bertenaga. Kalau benar-benar bernyali mari kita saling bergebrak sebanyak seribu gebrakan".

"Tak usah banyak cing-cong dan pentang baCot anjing lagi, kEnapa kau rampas kitab pusaka ilmu silat milikKu???". soen Han siang Tertawa dingin,

"berhubung Lam-kong Liuw dihantam orang dan lukanya baru akan sembuh setelah mempelajari kitab pusaka Payung sengkala, ditambah pula kitab pusaka Payung SengkaLa itu bukanlah benda mustika milik nenek moyangmu maka siapapun berhak untuk mendapatkannya. Waktu itu pun-jien toh tidak merampasnya dari tanganmu melainkan mendapatkannya dari tangan Sian Wan Peng".

"Apa????" Dengan amat terperanjat coe Hong Hong berseru tertahan. "Kau mendapatkannya dari tangan Sian Wan Peng??", "IHmmm . . . IHmmm. . . boleh bilang tidak merampasnya tapi memungutnya dari tangan orang itu ".

"ciiisss ..." coe Hong Hong meludah diatas tanah. "Perempuan busuk. kau tak usah ngomong tidak karuan tanpa dasar yang kuat. kitab pusaka itu selamanya berada di dalam sakuku, Meskipun dengan Sian Wan Peng kami adalah suami istri tapi belum pernah kuperlihatkan kitab itu kepadanya, bahkan dimanakah kitab pusaka itu kusimpanpun ia tidak tahu",

"IHiiiih . .IHiiiih . . . IHiiiih. . .nah itulah dia." jengek Soen IHan siang sambil tertawa cekikikan- "Justru karena diantara kalian suami istri berdua saling tidak perCaya memperCayai maka sejak dulu kala ia sudah mempunyai rencana untuk mencuri kitab pusakamu itu. Ketika malam itu aku punya rencana hendak mencuri kitab pusaka, kebetulan sekali kutemui sian Wan Peng sedang bertarung melawan seorang manusia berkerudung menggunakan kesempatan itulah aku menyusup masuk kedalam dimana kemudian telah berjumpa dengan dirimu dan menghajar kau masuk kedalam jurang sudah setengah harian lamanya aku mencari tanpa berhasil menemukan jejak kitab pusaka itu, menanti aku keluar dari tempat itu maka temukan Sian Wan Peng sedang bertarung mencapai titik beradu jiwa dengan manusia berkerudung tadi, tetapi berhubung kekuatan mereka berimbang maka sulit ditentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kemudian dari saku Sian Wan Peng tiba2 terjatuh sebuah benda, seCara diam2 aku ambil bendatadi ternyata bukan lain adalah kitab pusaka Payung sengkala, aku jadi kegirangan setengah mati, diam2 aku segera ngeloyor pergi dari situ".

Mendadak terdengar coe Hong Hong berteriak sedih, sambil menangis ter-sedu2 ia putar badan dan berlalu dari tempat itu dengan Cepatnya. Dalam pada itu Lam-kong Pak pun jadi menyadari dan paham kembali apa yang sebenarnya sudah terjadi antara ibunya dengan perempuan Naga pengasingan coe Hong Hong dimasa yang silam.

Tetapi iapun merasa bahwa dipihak ibunya juga ada kekeliruan- sebab bukan saja ia telah mencuri kitab pusaka tersebut bahkan menghantamnya pula kedalam jurang sehingga membuat dia harus menanggung sengsara selama sepuluh tahun.

Setelah urusan jadi beres, cioe hujien serta Tong Hujien pun segera mohon diri dan berlalu dari situ.

Sepeninggalnya mereka berdua. Sun Han Siang menghela napas panjang dan berkata kembali:

"Ibu juga menyadari bahwa didalam persoalan ini tindakanku agak kelewat batas, seandainya perkataan coe Hong Hoog setiap kali berjumpa tidak sekotor dan serendah itu, ibu pun sudah bersiap sedia untuk minta maaf kepadanya".

"Mama karena kejadian itu Sin Wan Peng, pasti sudah ribut dan bentrok dengan Sinaga pengasingan- kemudian apakah ia telah meninggalkan perempuan itu??".

"Tidak. ia tidak pergi meninggalkannya. cuma tidak lama kemudian Sin Wan Peng telah lenyap tak berbekas".

"Lalu siapa kah manusia berkerudung yang telah bertarung melawan Sian Wan Peng itu".

"Pada waktu itu aku tak dapat melihat raut wajahnya dengan jelas, sudah tentu aku pun tidak tahu siapa kah dia, tetapi yang pasti ilmu silat yang dimiliki manusia berkerudung itu sangat lihay dan tidak berada dibawah Sian wan Peng, aku hanya melihat ia memakai jubah panjang terbuat dari kain kasar dan berdandan seperti orang dewasa."

Satu ingatan dengan cepat berkelebat didalam benak Lam-kong Pak. ia teringat kembali akan sikakek dusun yang pernah memberi petunjuk kepadanya sewaktu berada diloteng rumah makan. Berpikir demikian, diapun segera menyampaikan apa yang dipikirkannya itu kepada ibunya.

soen Han Siang berpikir sebentar, kemudian menjawab: "Jago lihay kelas satu yang seringkali suka memakai baju

kasar  dan  berdandan  seperti  orang  desa  pada  masa  itu

hanyalah Wu-Im-Tui-Gwat atau Siawan hitam mengejar rembulan oei ci-Hoe seorang, tetapi dia adalah sahabat karib dari coe Hong Hong suami istri. tentu saja tak mungkin kalau sampai bentrok dan tarung melawan Sian Wan Peng ".

"Kalau memang bukan dia yang telah mencelakai coe Hong Hong suami isteri, kenapa hingga kini ia tak pernah munculkan diri?? mungkinkah simanusia tembaga yang membawa senjata payung sengkala itu adalah dia dirinya??"

Lam kong Pak mengmukakan kecurigaannya.

"Aaaah, tidak mungkin teringat bahwa Goan Ing ceng Khi yang dilatih olehnya telah berhasil kau tiup masuk kedalam tubuh, tentu saja kepandaian yang dilatih selanjutnya belum akan mencapai kesempurnaan, lagi pula kedahsyatan serta kelihayan dari ilmu silat yang dimiliki manusia tembaga yang membawa senjata payung sengkala itu mungkin tidak berada dibawah kelihayan dari sikakek ombak menggulung. lbu rasa mungkin dia adalah siawan hitam pengejar rembulan oei ci Hoe".

"Dua orang manusia lembaga yang lain mungkinkah ayahku serta guruku??". "lbu sendiri juga dibikin bingung dan tak habis mengerti oleh persoolan ini, menurut keadaan yang seharusnya kedua orang manusia tembaga itu sepantasnya kalau ayah serta gurumu, tetapi setiap mereka berusaha untuk menghindari pertemuan dengan kita, entah apa sebabnya?".

"Andaikata kedua orang manusia tembaga itu adalah ayah serta suhu, maka kita bisa membuktikan bahwa tenaga lweekang yang mereka miliki telah mendapat kemajuan yang amat pes at, lagipula mereka selalu berada bersama- sama simanusia tembaga yang membawa senjata payung sengkala itu, jangan2 kepandaian mereka adalah didapatkan dari manusia tembaga tersebut??"

"Akupun berpikir demikian, tetapi entah siapakah simanusia tembaga itu??" kata soen Han siang.

"Payung Sengkala sebenarnya adalah milik Coe Hong Hong, kenapa bisa terjatuh ketangannya?. "

"Kalau didengar dari nada suara Coe Hong Hong, agaknya ia tahu siapakah sang ketua dari perkumpulan Liok Mao Pang".

Soen Han Siang termenung dan berpikir sejenak. kemudian katanya: "Menurut pendapat ibu mungkin dia adalah Sian Wan Peng yang telah lenyap puluhan tahun berselang".

"Apa?? mungkinkah dia?? kenapa rambutnya jadi hijau??".

"Inilah persoalan yang tidak dapat dipecahkan olehku, tetapi kalau dilihat dari peraturan perkumpulan Liok Mao- pang yang dapat merubah rambut para anggotanya jadi berwarna hijau. rasanya kalau Sian Wan Peng bisa memiliki rambut hijau bukanlah suatu kejadian yang aneh, hanya saja kenapa ia berbuat jadi begini rupa. Itulah yang membikin orang tidak habis mengerti".

"lbu. kali ini siapakah yang telah menolong kalian berempat?" tiba2 Lam-kong Pak bertanya.

"oooh, itulah hasil perbuatan dari si manusia tembaga, tetapi sepanjang waktu ia tak pernah mengucapkan sepatah kata pun,.,, oleh sebab itu ibupun tidak tahu siapakah dia??".

"Ditinjau dari lempengan tembaga yang berserakan didalam liang, aku lihat didalam bentrokan kekerasan barusan simanusia tembaga itu telah menderita kerugian?".

"Mungkin kedua belah pihak sama tidak berhasil memperoleh peruntungan apa2, sebab itu yang kalah adalah si manusia tembaga si kakek ombak menggulung tidak nanti akan melarikan diri".

Demikianlah .... dikota yang terdekat ibu dan anak berdua tidak berhasil menemukan Pek-li Gong bertiga, karena itu mereka segera berangkat menuju kekota Lok- yang.

Ketika tiba di kota kacil Pek-See disebelah Selatan Lie- Chiu, tiba-tiba Sun Han Siang berkata:

"Pak-jie. mari kau bermalam disini bagaimana pun juga beberapa orang gadis itu ditemani oleh Siang Hong Tie serta Peksli Gong^ rasanya tak mungkin mereka jumpai mara bahaya.".

= = ooooooooooo = =

SETIBANYA didalam kota, mereka berdua mencari sebuah rumah makan dan memesan sayur dan arak serta bersantap terdengar, Lam-kong Pak berkata: "Mama, dikolong langit dewasa ini adakah jago lihay lain yang lebih dahsyat dari pada si kakek ombak menggulung serta manusia tembaga yang membawa payung sengkala itu ???"

"Kalau angkatan yang lebih tua aku kurang lebih tahu." sahutSoen Han Siang. "Tetapi kalau siawan hitam pengejar rembulan oei Ci-IHoe masih hidup dikolopg langit, mungkin saja. "

Berbicara sampai disini, mendadak Soen Han Siang merandek sejenak. Dengan ilmu menyampaikan suara ujarnya kepada si anak muda itu "Pak-jie. coba kau lihat pelayan ini mirip siapa???".

Lam-kong Pak berpaling dan segera memperhatikan sang pelayan itu, segera dirasakannya raut wajah orang itu seperti dikenal olehnya, jantungnya segera berdebar keras, ia merasa bahwa sipelayan tersebut sangat mirip dengan "Thiat-Pak-Teng "si-bangku besi oh Boei Kay.

"Cobakau menoleh kesamping dan perhatikan wajah Ciang-kwee sianseng tersebut, lihatlah dia mirip siapa???" kembali Soen Han Siang berbisik lirih.

Lam-kong Pak menoleh kearah meja ciangkwee, hatinya segera bergetar keras, bukankah orang itu adalah "Hek Teng TUi Toen" silampu hitam pengejar nyawa Leng Cing cioe??? Sinar mata mereka dengan cepat menyapu sekejap kesekeliling tempat itu.. . .

"Amboi terlihat "Tiat-Sauw Coe" si sapu baja Kin Kloe, "Boe-Siang To "si Golok tanpa tandingan Hong Gwan- "Pat-Pit-Loei Kong" malaikat guntur Sie Poet Sioe serta "Shian Bin Loo couw "sikakek moyang berwajah kepiting Pit Hoo sekalian dengan menyaru sebagai pelayan, koki dan pembantu dapur telah hadir semua disana. "Pak-jie" kembali Soen Hao Siang berbisik. "Gembong2 iblis itu tak mungkin membuka restoran ditempat ini, jelas kehadiran mereka ditempat ini mempunyai rencana tertentu".

"Jangan2 didalam sayur dan arak telah mereka campuri dengan racun??..." Lam-kong Pak mengemukakan kecurigannnya,

"Aku telah memasukkan obat penawar racun didalam sayur serta arak ini, sekalipun sudah mereka kasih racun juga tidak mengapa, entah permainan setan apa yang sedang mereka persiapkan?",

"Aku rasa didalam sayur tentu sudah dicampuri racun, mari kita ber-pura2 keracunan hebat dan roboh diatas meja, coba lihat apa yang hendak mereka lakukan".

Setelah berkata demikian, kedua orang itu segera pura2 keracunan dan roboh diatas meja, sementara sepasang matanya diam-diam mengawasi gerak-gerik gembong- gembong iblis itu.

Sedikitpun tidak salah, ketika menjumpai mereka berdua roboh tak sadarkan diri, kalangan gembong iblis itu segera meninggalkan tugasnya masing2, melepaskan penyaruan dan seorang demi seorang lenyap dari tempat itu.

Lama sekali Lam-kong Pak berdua menanti, namun tiada reaksi atau gerak-gerik apa pun yang terjadi, hal ini mencengangkan hati mereka. segera pikirnya: "Jangan- jangan mereka telah melepaskan kami ibu dan anak dua orang???...".

Belum habis ingatan tersebut berkelebat lewat didalam benaknya, tiba2 dari luar pintu berjalan masuk dua orang. seorang tersebut perawakan tinggi kurus bagaikan bambU, berjalan sempoyongan seolah-olah ia bakal roboh kalau terhembus angin- sebuah kantong uang tergantung diatas pUnggUngnya.

Sedang orang kedua berperawakan tinggi besar dengan kepala besar bagaikan bligo, berpinggang kasar, mereka bukan lain adalah Hay Thian Siang-Sat. sepasang malaikat dari IHay-Thlan.

"Jie-ya " terdengar Seng-sie Boh Sicatatan mati hidup Pek Boh berseru. "Ini hari adalah tanggal ganjil atau tanggal genap??".

"Toa-ya" sahut Hek Sim Wangwee cepat. " Tanggal genap atau tanggal ganjil adalah sama saja, pokoknya menurut peraturanmu pada tanggal ganjil tak akan mengundang orang makan, sedang tanggal genap orang lain yang mengundang kita"

"Jie-ya. lalu bagaimana dengan peraturanmu. "

"Bagiku setiap tanggal Cia Gwee cap Go tak pernah mengundang orang makan, sedang hari-hari yang lain hanya makan bila dijamU orang lain-. ".

"Waaah. kalau begitu kita setali tiga uang.. ...lalu siapa yang mengundang kita hari ini?".

"Kali ini seharusnya tiba giliran dari Toa-ya untuk mengundang makan bukan????" sahut Wangwee berhati hitam cepat.

"Begitu pun baiklah tempo dulu aku Toa-ya memang ada maksud menjamu dirimu, tetapi jie-ya telah keburu membayarnya. maka kalau diingalt-ingat aku si Toa-ya jadi tak enak hati. terhadap orang lain kita memang memakai segala macam peraturan busuk. masa terhadap orang sendiripun juga begitu. malu bukan??". "Toa-ya. kau memang berpandangan lebih terbuka, silahkan pesan sayur" seru Hek Sim Wangwee.

Si Catatan mati hidup ambil keluar pit serta selembar kertas, kemudian menulis beberapa patah kata diatas kertas tadi, selesai menulis lantas ujarnya.

"Jie-ya. aku masih teringat selama beberapa hari belakangan ini kau sakit perut dan berak mencret terus".

"Tidak salah tempo dulu terlalu banyak makan makanan yang berminyak. maka perutku rada sakit terus".

Mendengar perkataan itu wajah Si- Catatan mati hidup kontan berubah menjadi berseri ?,

"Jie-ya "katanya. "Kita toh mempunyai hubungan yang sangat erat sekali melebihi hubungan kita terhadap siapapun, bukan begitu?? Nah unjuk menunjukan perasaan kuatir serta perhatian dari aku si Toa-ya terhadap diri Jie- ya, maka kalau memang selama beberapa hari ini karena terlalu banyak makan makanan yang berminyak sehingga membuat Jie-ya sakit perut dan mencret- mencret,  lebih baik kali ini kita ganti macam sayur lain saja. sengaja kupilihkan yang berjenis ringan begitu. setuju

bukan????. ".

Hek Sim wangwee tahu kalau ia tertipu, kertas catatan tadi segera direbut dan dibaca isinya:

"Babi panggang memang lezat tapi terlalu banyak lemak. kepiting dan udang goreng wangi sedap dirasa tapi berminyak. tahu tempe dan sayur asem memang segar tapi kurang cocok dilidah, maka lebih baik dikirim semangkok kuah saja "

Air muka Hekssim Wangwee yang putih seketika berubah hebat, serunya: "Toa-ya, kau. "

"Dengarkanlah maksud hati Toa-ya mu, aku bermaksud baik kepadamu. sebab makanan itu jauh lebih baik dari pada toa-ya suruh kau makan Yan oh atau Hie-Sit nanti

kau bisa mencret lagi. .".

Bicara sampai disini ia berteriak namun tak seorangpun yang menyahut, akhirnya habislah sudah kesabaran "Seng  si Boh " si catatan mati hidup, omelnya: "Sebenarnya apa yang sudah terjadi ?? coba kutengok kebawah"

Sebentar si catatan Mati Hidup turun ke bawah. kembali ia naik keloteng sambil membawa selembar kertas, katanya:

"Jie-ya, semua orang yang berada didalam rumah makan ini telah roboh tak berkutik karena jalan darahnya tertotok"^

"Siapa yang telah melakukan hal ini?" seru Hek Sim Wangwee dengan hati bergetar keras.

"Coba kau lih at"seru si- catatan Mati Hidup sambil angsurkan kertas yang dibawa tadi ketangannya.

Hek Sim Wangwee menerima kertas tadi dan dibaca isinya, kemudian ia berkata:

"Semua orang yang berada didalam rumah makan ini telah ditotok jalan darahnya oleh dua orang anggota perkumpulan Liok Mao pang, semua uang yang ada dirampok habis2an lalu mereka minum sampai mabok, kalau begitu orang yang dimaksudkan pastilah pria wanita yang mendengkur diatas meja itu",

Si hartawan berhati hitam ini segera tertawa seram, ujarnya lebih jauh:

"Toa-ya, mari kita jagal dulu kedua orang sampah masyarakat ini kemadian baru kita bicarakan kembali" telapak tangannya laksana golok segera dibabat keatas batok kepala Lam-kong Pak berdua.

"Tunggu sebentar" diiringi suara bentakan keras, kedua orang itu segera meloncat bangun dari tempat duduknya.

Hay Thian Siang Sat sepasang malaikat dari Hay Thian tertegun mendengar bentakan itu, tatkala mengetabui siapakah kedua orang itu segera serunya hampir berbareng: "oooh kiranya majikan berdua"

Soen Han Siang mengambil kertas tadi untuk dibaca isinya, kemudian ia berkata: "Kemungkinan besar gembong2 iblis itu telah melarikan diri semua. hampir saja kalian berdua digunakan tenaganya orang lain- Begitu masih tidak mengerti keadaan- Huuuuuh ayoh cepat kejar"

Hay Thian Siang Sat segera membebaskan jalan darah dari semua orang yang tertotok didalam rumah makan itu, ksemudian mengundurkan diri.

Terdengarlah jauh beberapa li dari tempat itu berkumandang datang suara derapan kaki kuda yang amat santar.

Lam-kong Pak serta Soen Han Siang segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya yang paling top untuk melakukan pengejaran, tidak lama kemudian beberapa ekor kuda itu berhasil disusul oleh mereka.

Terlihatlah beberapa orang gembong iblis itu sambil melarikan kudanya kencang2, dalam gepitan masing2 orang mencekal seorang korban yang berada dalam keadaan tak sadarkan diri.

Lam-kong Pak segera enjotkan badannya meluncur kedepan dengan gerakan yang lebih cepat. sambil menghadang jalan pergi beberapa orang itu hardiknya keras- keras^ "Berhenti " Keenam ekor kuda jempolan itu meringkik panjang berulang kali, dengan cepat, mereka menghentikan larinya.

Sementara itu tatkala keempat orang gembong iblis yang berada diatas punggung kuda, setelah melihat orang yang menghadang ialan pergi mereka bukan lain adalah Lam- kong Pak serta Soen Han Siang, diam2 hati mereka terasa tercekat.

Kiranya orang-orang yang berada didalam kempitan mereka bukan lain adalah Peksli Gong, Siang Hong Tie, Loo Liang Jen- Siang Goo berdarah Yoe Tien, Coe Lie Yap serta Pek-li Siang.

Menurut keadaan yang semestinya, dengan kepandaian silat yang dimiliki keenam orang itu tak mungkin kalau mereka sampai tertawan ditangan gembong2 iblis itu, lalu apa yang sebenarnya telah terjadi?
*** ***
Note 23 November 2020
Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
|Serial Pendekar 4 alis telah rampung dan siap untuk dibaca, untuk membacanya silahkan klik disini : Serial pendekar 4 Alis (Completed).|
(Regards, Admin)

0 Response to "Kelelawar Hijau Jilid 02"

Post a Comment

close