coba

Serial Pendekar Cambuk Naga

Mode Malam
Pengarang : Barata

Serial Pendekar Cambuk Naga adalah Salah Satu Cerita Silat (Cersil) Karangan Barata.

"Cuplikan : CAHAYA petir berkelebat terang di angkasa, bagai hendak merobek langit. Disusul suara guntur bergemuruh, dan Bukit Tanah Iblis bagai bergetar. Hembusan angin kencang bagai mendatangkan selaksa jarum dingin yang menembus tulang. Begitu mencekamnya dingin, namun tak mampu membuat seorang gadis beranjak dari puncak Bukit Tanah Iblis.

"Sebentar lagi kita akan kehilangan matahari, Putri Ayu. Apakah tidak sebaiknya kita kembali ke pondok?"

Seorang lelaki pendek bertubuh kekar mengajak bicara gadis asuhannya. Lelaki yang hanya mengenakan baju buntung seperti rompi itu tak lain adalah Ludiro. Sedangkan gadis berbadan kurus yang sejak tadi berdiri tegak menatap cakrawala itu sesungguhnya adalah Putri Ayu Sekar Pamikat. Hanya saja, ada sesuatu hal yang membuatnya resah dan merasa janggal dengan mengaku sebagai Putri Ayu Sekar Pamikat. Ia sering menahan nafas di dalam dada jika seseorang mau memanggilnya Sekar Pamikat.

Awan mendung menggulung-gulung, menaungi Bukit Tanah Iblis, yang terletak sebelah barat hutan jati, sebelum hutan itu menjadi pusat kerajaan Majapahit. Dari atas Bukit Tanah Iblis itu, dapat terlihat jalan berbatu yang bagai menyusuri kaki bukit. Sesekali mata Sekar Pamikat tertuju di jalanan itu, bagai ada sesuatu yang ditunggu-tunggu. Ludiro sendiri juga ikut memperhatikan jalanan berbatu cadas, sesekali menggumam, sering kali menggerutu......"

Serial Pendekar Cambuk Naga

""

0 Response to "Serial Pendekar Cambuk Naga"

Post a Comment