Legenda Bunga Persik Jilid 03

Mode Malam
 
Saat ini dia dikepung oleh 4 orang yang memakai 6 senjata, orang yang dingin dan kejam, 6 senjata yang sanggup merenggut nyawa orang dalam waktu sekejap mata: Seorang memakai cambuk ular, seorang memakai pedang panjang, seorang memakai sepasang golok yang tipis, dan seorang memakai sepasang Emei fenshuici(Catatan: Itu adalah semacam senjata yang mirip dengan lembing pendek).

Dalam situasi segenting ini, dia tetap bersikap gagah!

Memegang erat-erat galah bambu hitam itu, tanpa memperlihatkan rasa takut sedikit pun! Yang datang sebenarnya adalah 5 orang, orang kelima sebenarnya adalah orang yang pertama menyerang, tetapi dihantam galah bambu hitam, lalu jatuh menabrak dinding.

"Kaya dan terhormat" dengan "kuat dan ulet" memang adalah 2 hal yang berbeda, karena itu dinding dari penginapan

"Kaya dan Terhormat" bisa segera berlubang besar karena tertabrak orang!

Hu Tiehua tidak terpikirkan bahwa orang ini adalah Galah Bambu Hitam (Catatan: Julukan orang), juga tidak memikirkan Galah Bambu Hitam adalah orang yang bagaimana?

Karena waktu yang dia pakai untuk mata lebih banyak dari waktu yang dia pakai untuk otak!

Dia hanya melihat bahwa orang yang sudah tinggal separuh ini masih demikian gagah!

Sebab sepanjang hidupnya dia selalu menyukai orangorang yang gagah.

Karena itu ia tidak tahan lagi, lalu melemparkan sebuah guci arak yang ada disisinya.

"Kalian 4 orang melawan setengah orang," dia berteriak keras: "Apa kalian tidak malu?"

Begitu guci arak dilempar, diantara 6 senjata sudah ada 5 yang menyerang dia, yang diserang adalah bagian-bagian yang mematikan! "Kau tanya apa kami tidak malu? Apa kau tidak sayang nyawa?"

Emei fenshuici walaupun adalah semacam senjata dalam air yang ampuh, tapi di luar air juga sama ampuhnya!

Cambuk ular sangat ganas, golok tipis juga tidak kalah ganasnya! Ilmu silat orang-orang ini ternyata jauh lebih hebat dari dugaan.

Hu Tiehua, meskipun belum tentu kalah, tapi dia sudah mulai berteriak: "Yang bermarga Chu, katanya kau ada di dekatku, kau dimana?"

"Yang bermarga Chu? Apa dia Chu Liuxiang?" Orang yang pakai cambuk ular itu tertawa dingin: "Apakah kau mau pakai namanya untuk menakut-nakuti kami?"

"Aku menakut-nakuti siapa?" Hu Tiehua juga berkata sambil tertawa dingin: "Kalian satupun tidak ada yang mirip manusia, buat apa aku menakut-nakuti kalian?"

Perkataannya belum habis, dia hampir saja menjadi mayat, sebab cambuk ular hampir saja mengenai lehernya, dan golok tipis hampir saja memenggal lehernya!

Hanya terpaut sedikit saja! 000

Didalam dunia ini ada banyak hal yang tidak boleh meleset, sekalipun hanya terpaut sedikit saja!

Makanya Hu Tiehua masih bisa hidup, bahkan hidup dengan gembira sekali. Karena ia sudah melihat Chu Liuxiang

000

Tidak ada delman, tidak ada tandu, sampai-sampai kuda-keledai dan bagal juga tidak ada, terpaksa Hu Tiehua jalan kaki.

Dari tepi sungai berjalan sampai penginapan ini, ia melihat banyak orang, di antaranya ada beberapa orang yang agak

"khusus":

Seorang kakek yang wajahnya berseri-seri, seorang saudagar yang perutnya tak begitu buncit, seorang pria tinggi yang berbrewok, dan seorang pelajar lemah yang penuh sopan-santun.

Keempat orang ini kebetulan mirip dengan apa yang dikatakan Chu Liuxiang, karena itu Hu Tiehua sejak tadi sudah memperhatikan mereka.

Meskipun dia juga tidak bisa mengetahui siapa diantara ke 4 orang itu yang adalah Chu Liuxiang, namun dia yakin pasti salah satu dari ke 4 orang itu.

Dan sekarang dia melihatnya.

Seorang pelajar tampan yang penuh sopan-santun, yang tangannya menggoyang- goyangkan sebuah kipas lipat, dengan mendadak telah muncul di luar pintu.

Hu Tiehua berkata dengan tertawa gembira: "Aku sudah tahu bahwa kali ini kau akan datang lebih cepat, karena ke 4

orang ini pasti tidak semenarik ke 4 gadis itu".

Si pelajar tampan tersenyum sambil menggoyang-goyangkan kipas lipat, dengan santai berjalan masuk dari luar pintu. Kipas lipat itu pasti adalah senjatanya.

Benda apa saja, kalau ada di tangan Chu Liuxiang, pasti adalah senjata, dan seringkali adalah senjata yang mematikan!

Hu Tiehua tahu bahwa dia akan segera turun tangan, begitu keluarkan jurusnya, 2 diantara 4 orang itu pasti akan roboh, apalagi Bambu Hitam masih terus bertahan.

Karena itu Hu Tiehua tertawanya tambah riang.

"Sebetulnya sekalipun kau tidak datang, aku juga sanggup merobohkan ke 4 orang kurcaci ini! Tapi karena kau sudah datang, paling sedikit aku akan sisakan 1-2 orang untukmu".

Hu Tiehua berkata dengan "gaya royal": "Terserah kau pilih yang mana, sisanya aku yang bereskan".

"Kau sungguh baik, aku sungguh-sungguh berterima kasih".

Si pelajar tampan tertawanya lebih riang dari Hu Tiehua, tibatiba kipas lipat di tangannya berputar-putar seperti kincir angin, lalu menyerang Hu Tiehua, bagaikan roda pisau yang berputar!

Baru saja Hu Tiehua berkelit dari roda pisau ini, sudah ada 6 senjata yang menyerang 6 bagian tubuhnya yang mematikan!

Yang paling menakutkan dari ke 6 senjata itu bukan cambuk ular, juga bukan Emeici atau golok tipis, tapi adalah sebuah jari tangan!

Hanya dalam waktu sekejap mata, si pelajar tampan telah berada di depan Hu Tiehua, dan jari telunjuk kirinya telah menotok jalan darah di dahinya!

Hu Tiehua tidak bisa bergerak lagi.

Meskipun jumlah lawan lebih banyak, dan semuanya jago silat kelas wahid, sebenarnya dia tak akan demikian mudah ditaklukkan orang.

Sayangnya dia bermimpi pun tidak mengira orang ini ternyata bukan Chu Liuxiang!

"Aku bermarga Bai, namaku Bai Yunsheng". Si pelajar berkata dengan sopan: "Seandainya anda menganggap aku sebagai orang lain, itu salah anda sendiri".

Mendadak Hu Tiehua berkata dengan suara keras: "Aku sungguh tidak boleh menganggap kau sebagai orang itu, orang itu sungguh bukan manusia, tapi adalah kura-kura penakut! Yang bersembunyi sampai sekarang dan tidak mau keluar".

Begitu dia mulai memaki, di luar ternyata ada orang yang menimpalinya.

Ada 1 orang yang duduk di bubungan rumah, yang berkata dengan semacam suara yang dibuat-buat: "Hu Tiehua, kau kuatir apa? Aku jamin mereka tak akan mengapa- ngapakan kau, kalau kau mati, ada siapa lagi yang mau mengantarkan putri raja itu ke tempat Shi Tianwang?"

Si pelajar tampan mengerutkan alisnya, dan mengawasi Hu Tiehua dengan lebih seksama, lalu sikapnya jadi makin halus.

"Anda adalah si Pendekar Besar Hu Tiehua?" "Kayaknya iya".

Si pelajar berkata sambil tersenyum: "Kalau begitu maka hal ini mungkin suatu kesalah-pahaman, maafkan ya".

Ketika dia berbicara, badannya sudah mundur ke belakang; kipas lipat yang tadinya berputar terus, telah berhenti dan kembali ketangannya.

"Dengan melihat 'muka' Pendekar Besar Hu, hari ini kami tidak akan mengusik siapapun yang ada di tempat ini". Si pelajar memberi hormat sambil tersenyum: "Kami mohon diri, sampai jumpa".

Kemudian dia melayang ringan dengan badan terbalik, sebentar saja sudah lenyap dalam kegelapan malam.

Empat orang yang lainnya juga tak kalah cepat, sebentar saja sudah pergi semua, bahkan orang pertama yang masuk kamar Hu Tiehua juga ikut pergi.

Orang yang berada di bubungan itu, sekarang berdiri di halaman luar, badannya tinggi, kepalanya dibungkus dengan kain hijau, ternyata adalah seorang gadis yang sepertinya cukup lumayan cantik.

Hu Tiehua berjalan ke depan pintu, mendelikkan matanya dan memandangnya dengan terkejut, lalu berkata sambil tersenyum pahit: "Chu Liuxiang, kali ini aku betul-betul kagum kepadamu, tidak disangka kau benar-benar berubah menjadi seorang gadis".

Perkataannya belum habis, wajahnya telah mendapat satu tamparan. Tamparan yang keras sekali!

Hu Tiehua tertampar sampai termangu-mangu, lama sekali baru mengenali gadis ini, lalu berteriak: "Astaga! Kau adalah Bibi Hua".

Kedua tangan bibi Hua bertolak pinggang, walaupun sengaja menampilkan sikap yang galak dan marah, namun matanya sudah tersenyum: "Kau anak haram kecil ini, ternyata sampai sekarang baru dapat mengenaliku sebagai ibumu, kau bilang pantas dipukul atau tidak?"

"Ibuku, kenapa kamu kurus begitu banyak?" Hu Tiehua masih berteriak: "Kemanakah daging-daging lemak di tubuhmu?"

"Punya anak yang demikian manis ini, bagaimana ibumu tidak berubah?" Bibi Hua memandangnya dengan sepasang mata yang tersenyum, tapi sengaja berkata sambil menghela napas: "Mengapa kau selalu tidak mengerti untuk berlaku lebih baik sedikit kepada ibumu?"

Hu Tiehua kelihatannya sudah hampir mau pingsan! Dia belum pingsan, yang betul-betul pingsan adalah Galah Bambu Hitam yang kehabisan tenaga.

Hu Tiehua segera menghampiri dan memapahnya berbaring, melihat luka-lukanya, air mukanya berubah: "Luar biasa! Sungguh-sungguh luar biasa! Luka-lukanya demikian parah, tapi bisa bertahan sampai sekarang".

Namun Bibi Hua menjadi marah: "Aku lihat bahwa kau terhadap siapapun jauh lebih baik dari pada kau terhadap ibumu! Jika aku yang terluka, barangkali kau sedikit pun tidak akan sedih".

"Aduh ibuku! Pada saat seperti ini kau masih cemburuan apa? Dapatkah kau pergi dan cari obat yang bisa sembuhkan luka?"

Bibi Hua menatapnya, badannya tidak bergerak, dengan perlahan menjulurkan sebuah tangan.

Obat luka telah berada di tangannya, bahkan adalah sejenis obat yang terbaik. Hu Tiehua berkata sambil menghela napas panjang:

"Wanita ini masih ada bagian-bagian yang menarik, paling sedikit lebih menarik sedikit dari kura-kura penakut itu".

Setelah diolesi obat, Galah Bambu Hitam tertidur dengan tidak nyenyak.

Hu Tiehua baru saja merasa sedikit lega, Bibi Hua menatapnya dan bertanya: "Kau si anak haram kecil ini, apakah tadi kau berkata bahwa aku cuma lebih menarik sedikit dari kura-kura?"

Hu Tiehua cepat-cepat menyangkal: "Aku tidak berkata bahwa kau cuma lebih menarik sedikit dari kura-kura, kurakura yang kumaksudkan itu juga seorang manusia.

Sebenarnya orang ini biasanya juga amat menarik, aku benar-benar tidak mengira hari ini kenapa ia bisa berubah jadi kurakura penakut".

Dia benar-benar merasa aneh, bahkan sedikit kuatir!

Chu Liuxiang seharusnya ada di tempat yang tidak jauh, sebab dia berkata demikian. Jikalau Hu Tiehua dalam bahaya, tidak mungkin dia sembunyi saja dan tidak berani keluar!

Dia bukanlah tipe orang yang tidak bisa menepati janjinya.

Tetapi yang aneh ialah: Hari ini bahkan bayangannya saja tidak kelihatan!

Apakah dia sendiri dalam bahaya? Yang sedang menunggu orang lain datang untuk menyelamatkannya?

"Aku tahu yang kau maksudkan itu adalah Chu Liuxiang, setiap kali bila kau hampir mati terbunuh, ia akan datang menyelamatkanmu". Bibi Hua berkata: "Hari ini dia tidak datang, sebab hari ini kau tidak akan mat?.

"Kenapa aku tidak akan mati?" Hu Tiehua berkata dengan suara keras: "Hanya ada seorang yang bermarga Bai itu, sudah cukup untuk mengambil nyawaku! Kenapa aku tidak akan mati?"

Bibi Hua bertanya dengan tersenyum manis: "Apakah sekarang kamu sudah mati?" Hu Tiehua menjadi tertegun.

Memang dia belum mati, bahkan hidup dengan baik-baik.

Dia tidak habis mengerti mengapa orang-orang itu tiba-tiba bisa melepaskannya, dan bersikap sopan sekali kepadanya!

"Tuan Bai itu memang seorang yang amat mengerikan, bahkan aku sendiri takut setengah mati padanya!" Bibi Hua berkata: "Dengan ilmu silatnya, kalau mau membunuh orang, jauh lebih mudah dari mengiris tahu dengan pisau, tapi dia tak akan membunuhmu".

"Mengapa?"

"Karena kau adalah Hu Tiehua, karena ia juga tahu bahwa orang yang akan mengantarkan putri Pedang Giok untuk dinikahkan dengan Shi Tianwang adalah kau Pendekar Besar Hu". Nada suara Bibi Hua sudah tidak "manis" lagi: "Orang yang sebaik kau ini, bagaimana dia bisa tega membunuhmu?

Apalagi dia kebetulan sekali adalah anak angkat Shi Tianwang".

Hu Tiehua menjadi terdiam, lalu terdengar erangan dan kata-kata lirih dari Galah Bambu Hitam: "Berikan kakiku padaku, sekarang juga".

Inilah kalimat pertama yang diucapkan Galah Bambu Hitam setelah siuman, orang lain mendengar kalimat ini, pasti mengira dia belum siuman.

Kaki setiap orang ada di tubuh mereka masing-masing, mengapa dia menyuruh orang lain ambilkan kakinya padanya?

Untung Hu Tiehua paham maksudnya, segera mengambil kaki yang dipotong sendiri itu dan berikan padanya.

Di kaki itu ada sepatu bot.

Galah Bambu Hitam dengan satu tangan yang masih tersisa, dengan gerakan yang pelan dan sulit, mengeluarkan selembar cek dari dalam sepatu bot itu.

Selembar cek yang bernilai 100.000 tahil perak, cek dari Bank Datong yang berlaku di seluruh negara Tiongkok!

"Ini adalah uang yang kau bayarkan padaku, sekarang aku kembalikan". Galah Bambu Hitam berkata kepada Bibi Hua:

"Meskipun inilah pertama kalinya aku mengembalikan uang pada orang, tapi aku juga tahu bahwa kalau sudah terima uang orang, seharusnya tidak boleh dikembalikan, kalau dikembalikan harus tambah sedikit "bunga".

Nada suaranya masih begitu kejam: "Apakah bisa setengah potong kaki ini dianggap sebagai 'bunga'?"

Bibi Hua amat suka tersenyum, pada saat yang tepat dia tersenyum, pada saat yang tidak tepat pun dia bisa tersenyum.

Karena ia tahu bahwa banyak orang laki-laki merasa senyumannya amat memikat hati!

Tetapi sekarang dia tidak mampu tersenyum! "Aku telah meremehkan Shi Tianwang, makanya aku terima uangmu, ini salahku, aku harus bayar bunga padamu, jika kau anggap ini masih kurang, nyawaku ini juga boleh kau ambil".

Galah Bambu Hitam berkata: "Sebab aku tidak bisa membayar bunga dalam bentuk uang, kau tahu kan? Orang macam kita ini seringkali menghamburhamburkan uang dengan ceroboh".

"Kau tahu tidak bahwa uang yang kau dapat itu adalah hasil jual nyawamu sendiri?"

"Aku tahu". Galah Bambu Hitam berkata dengan nada dingin: "Dikarenakan aku tahu, maka aku harus memakai uang dengan lebih cepat lagi".

Hu Tiehua tiba-tiba memalingkan kepalanya, karena dia tidak ingin menonton terus.

Dia tahu uang memang harus dipakai, dan 100.000 tahil perak bisa membuat siapa saja pusing tujuh keliling, sampai-sampai bisa melupakan namanya sendiri!

Dia tahu bahwa orang yang mengeluarkan uang 100.000 tahil perak itu bukan Bibi Hua.

Namun dia benar-benar tidak ingin melihat Bibi Hua menerima kembali cek yang bernilai 100.000 tahil perak dari tangan Galah Bambu Hitam.

Dia mendengar Galah Bambu Hitam berkata lagi kepada Bibi Hua: "Aku menerima darimu 100.000 tahil, karena aku berharga 100.000 tahil, kalau aku saja tidak sanggup, apalagi orang lain! Kecuali aku, tidak ada orang lain yang bisa mendekati dia! Si Penyakitan Huang (catatan: julukan dari seorang pembunuh bayaran) belum masuk ruang depan sudah mati duluan di undak-undakan, ketika aku lihat dia mati, aku sendiri pun tidak percaya dia bisa mati begitu cepat!"

Nada suaranya sudah kedengaran adanya semacam kesedihan bagi rekan seprofesi yang gugur.

"Kalau aku saja tidak sanggup, apalagi orang lain!" Ia melanjutkan: "Aku menasihati kamu supaya jangan cari lagi orang untuk membunuh Shi Tianwang".

"Mengapa anda menasihati demikian?"

"Sebab kamu cari siapapun juga tidak ada gunanya, di dunia ini tidak ada orang yang dapat melukainya sedikit pun!"

Galah Bambu Hitam berkata dengan muram: "Aku dengan mata kepala sendiri melihat bahwa orang-orang yang ikut denganku semuanya mati dengan cara amat mengenaskan, jadi aku tidak ingin membiarkan rekan-rekan seprofesiku mati ditangannya."

Tiba-tiba perasaan hati Hu Tiehua jadi tidak enak.

Dia dapat memahami perasaan hati Galah Bambu Hitam, seorang pria gagah seperti Galah Bambu Hitam, semestinya tidak akan mengucapkan kata-kata semacam ini!

Namun sekarang darahnya mengucur banyak sekali, juga lihat orang lain darahnya mengucur banyak sekali! Seluruh hidupnya bagaikan dirangkai dengan mimpi-mimpi buruk yang jumlahnya tiada terhitung, betapa sedih dan pilunya kehidupan semacam ini!

Hu Tiehua berkeluh kesah dalam hati, tapi tiba-tiba matanya bersinar!

Sebab tiba-tiba ia melihat ada satu bayangan orang yang melesat bagaikan meteor di depan matanya, sekejap saja sudah lenyap.

Hu Tiehua tidak bisa melihat jelas bentuk tubuh dan wajahnya orang itu, tapi bisa menduga siapa orang itu.

Dikarenakan tidak ada seorangpun yang dapat menandingi kecepatan dan keanggunan dari ilmu meringankan tubuh orang itu!

Hu Tiehua tidak mengejar, sebab ia tahu bahwa di dunia ini tidak ada orang yang dapat mengejar Chu Liuxiang!

"Ternyata dia bukan kura-kura penakut". Kata Hu Tiehua dengan gembira: "Di luar dia melihati aku minum arak, tapi ia sendiri tidak ada arak untuk diminum, mana tahan? Makanya ia buru-buru pergi mencari arak".

Dia berguman pada diri sendiri: "Cuma sayangnya hari ini aku tidak bisa menemanimu minum arak, semoga kau bisa menemukan seorang wanita cantik yang menemanimu"

000

Dia tidak tahu bahwa malam ini Chu Liuxiang bukan saja sudah menemukan seorang wanita cantik, bahkan jumlahnya lebih dari satu!

000

Penginapan "Kaya dan Terhormat" adalah penginapan yang amat besar, selain kamar- kamar yang ada di bagian depan, di bagian belakang masih ada beberapa halaman luas, dan setiap halaman luas ada beberapa kamar, khusus disediakan bagi tamu yang membawa keluarga, terkadang juga ada rombongan jago silat yang mengantar barang ekspedisi (catatan: istilah bahasa Mandarin: Biaosh) datang menginap.

Malam ini ada satu rombongan Biaoshi yang memborong 2

halaman luas yang paling belakang, mereka baru saja berhasil mengantarkan barang ekspedisi dengan selamat ke tempat tujuan.

Setelah menanggung resiko berat sepanjang jalan, tentu saja mereka ingin bersenang-senang.

Orang-orang macam mereka ini tidak pernah takut akan harga yang tinggi, bagi orang-orang yang biasa mengembara di dunia persilatan, uang adalah benda yang tidak bisa mengikuti mereka ketika mereka mati!

000

Ketika Chu Liuxiang mengikuti Hu Tiehua dari belakang dan sampai di tempat ini, kedua halaman luas ini suasananya

sudah ramai sekali, ayam asap, bebek panggang, dan angsa bakar satu demi satu diantar ke dalam, gadis-gadis dengan dandanan yang menarik keluar masuk bagaikan kupu-kupu yang terbang mengitari bunga, ditambah dengan bau wangi arak dihantar angin, telah menggerakkan hatinya dan kepingin sekali masuk untuk ikut

bersenang-senang.

Para biaoshi ini bekerja pada kantor ekspedisi "Chang Sheng", mereka sudah menjelajahi daerah-daerah di utara dan selatan sungai Yangzi, semuanya adalah pria-pria blak-blakan dan tidak pelit, bahkan beberapa diantaranya ada sedikit hubungan dengan dia. Jika Pendekar Harum Chu sungguhan masuk dan ikut bersenang- senang, mereka pasti luar biasa senang.

Sayang dia tidak bisa masuk, seandainya dia masukpun, mereka juga tak akan bisa mengetahui bahwa si pedagang kecil yang tampaknya kampungan ini adalah Chu Liuxiang.

Maka dia terpaksa membawa seguci arak, bersembunyi di belakang bubungan, dengan perasaan hati yang tidak nyaman mencium bau wangi daging dan mendengar gadis- gadis kecil itu menyanyi sambil memainkan alat musik.

000

Ketika Hu Tiehua datang waktu sudah malam, ketika dia minum di dalam kamar, Chu Liuxiang juga minum arak di bubungan, tertutup oleh bayangan bubungan yang gelap.

Karena itu dia dapat melihat ada seorang berbaju hitam yang ketat melayang datang dari luar, tapi orang ini tidak melihat dia.

Orang ini berperawakan kurus kecil, memakai baju malam yang aneh bentuknya, kepala dan wajahnya dibungkus kain hitam, yang terlihat hanya sepasang mata yang bersinar kelap-kelip dalam kegelapan malam.

Ilmu ringan tubuhnya amat tinggi, tapi gerakannya aneh sekali, yang kadang- kadang memakai tangan untuk

menambah kecepatan kaki, kelihatannya persis seekor kucing yang berkaki empat.

Tetapi gerakannya bukan saja sangat cepat, bahkan tidak menimbulkan sedikit bunyipun. Yang menyebabkan orang yang melihatnya tidak akan merasa gerakannya lucu, tapi terasa penuh misteri dan mengerikan.

Chu Liuxiang juga merasa demikian.

Sebab ia mengenali orang ini adalah ninja! Ninja yang berasal dari Lembah Yihe, negara Jepang. Gerakan yang ditampilkan itu adalah semacam ilmu ninjutsu yang bernama

"maodun"(melarikan diri seperti kucing).

Ninja adalah orang-orang yang sering hidup di waktu dan tempat yang gelap, sejak usia kecil sudah menerima gemblengan keras yang menyengsarakan, kehidupan yang dijalani adalah semacam kehidupan berkelompok yang sangat tidak manusiawi! Tidak boleh punya rumah, juga tidak boleh punya istri maupun anak, karena hidupnya bukanlah miliknya!

Asal sudah jadi ninja, maka takdir mereka sudah ditentukan!

Sampai mereka dewasa dan lulus belajar, mereka mulai menerima perintah-perintah orang lain, menjual diri seutuhnya kepada orang lain, dan melaksanakan semua tugas bahkan yang sangat berat dan bahaya sekalipun! Tugas mereka umumnya hanya ada 3 macam: mencuri, menjadi mata-mata dan membunuh.

Seorang ninja Jepang mengapa bisa datang ke Jiangnan (catatan: daerah di selatan sungai Yangzi)? Kali ini apa tugasnya?

000

06. Satria di Atas Kasau

Ninja yang seperti kucing itu juga datang ke penginapan ini, sepertinya dia menginap di halaman luas yang paling kiri itu, sebab dia amat memperhatikan keamanan halaman luas ini.

Bagian muka, belakang, kiri, dan kanan halaman telah diperiksa dengan amat teliti.

Di halaman luas ini ada 5 kamar, hanya ada 1 kamar yang tidak menyalakan pelita, jendela kamar ini pas berhadapan dengan pintu samping dari penginapan. Di dalam jendela itu tidak ada cahaya pelita, juga tidak ada bunyi manusia.

Chu Liuxiang memutuskan untuk bertaruh: apakah pengamatannya tepat atau tidak? Dan ia cukup beruntung.

Karena ninja itu sepertinya mendengar sesuatu lalu memutar ke bagian lain dari halaman itu.

Badan Chu Liuxiang segera terbang keluar, terbang paralel dengan atap rumah, dari kegelapan bubungan ini terbang masuk ke kegelapan bubungan yang lain, kemudian memutar badan dengan ringan, lalu sampai di depan jendela yang gelap itu.

Ternyata jendela itu dikunci dari dalam.

Hanya memakai waktu sekejap mata, Chu Liuxiang telah berhasil membuka jendela itu.

Dengan waktu sekejap lagi, dia telah mengunci jendela dari dalam, lalu orangnya melayang naik ke kasau kamar.

Pas pada saat itu, jendela yang baru saja terkunci itu dibuka lagi oleh orang, seseorang melompat masuk bagaikan kucing. Chu Liuxiang merasa amat puas terhadap dirinya sendiri.

Kamar ini memang tempat tinggalnya ninja misterius itu!

Pengamatannya tidak salah, dan sekarang ia telah mempersiapkan dirinya, tubuhnya sudah masuk dalam keadaan yang mirip dengan mati suri, yang hanya bersandarkan pernapasan dengan kulit dan lubang pori-pori untuk mempertahankan fungsi tubuh dan otak, tapi tetap saja bisa mengeluarkan kekuatan yang dahsyat dalam waktu sekejap mata!

Tidaklah mudah menjadi seorang ninja, lebih-lebih tidak mudah menjadi seorang ninja yang mau mempertahankan hidupnya!

Di dalam hidup seorang ninja, setiap saat bisa saja menghadapi bahaya-bahaya yang mematikan, karena itu perasaan dan reaksinya harus luar biasa cepat!

Namun Chu Liuxiang percaya: dalam situasi dan kondisi apapun tidak ada orang yang bisa menemukannya.

Hanya sayang bahwa di dunia ini tetap saja muncul hal-hal yang sama sekali di luar dugaannya!

000

Perlengkapan dari setiap kamar penginapan "Kaya dan Terhormat" semuanya bagus- bagus, apalagi kamar pribadi yang khusus untuk keluarga pejabat, tidak saja perabotannya lebih indah, juga ada sebuah cermin pakaian yang amat besar, dari cermin ini hampir separuh tempat lebih di dalam kamar dapat kelihatan.

Ketika Chu Liuxiang meloncat ke kasau, dia sudah tahu hal ini, maka ketika berbaring, dia sudah memilih satu sudut yang terbaik, yang cukup bisa memandang cermin itu.

Karena itu dia bisa melihat satu hal yang bikin dia luar biasa terkejut! Ternyata ninja yang misterius ini adalah seorang wanita.

000

Pelita telah dinyalakan.

Dia berjalan sampai depan cermin, lalu melepaskan kain yang membungkus kepalanya, rambut hitam yang lembut dan indah segera terurai ke bawah, di cermin segera nampak sebuah wajah yang cantik, dengan keindahan eksotik yang menawan!

Di antara ninja bukan tidak ada wanitanya, namun wanita ninja yang keluar untuk menjalankan tugas jumlahnya sangat sedikit.

Di tengah-tengah kelompok ninja, para wanita sama sekali tidak punya kedudukan, tugas mereka satu-satunya adalah melahirkan anak!

Ninja-ninja pria umumnya tidak menghormati juga tidak mempercayai kaum wanita! Sekalipun ada satu tugas yang harus dikerjakan oleh wanita, mereka lebih suka hal itu dikerjakan oleh pria. Karena di dalam ilmu ninjutsu ada semacam "ilmu wanita", yang bisa membuat fungsi-fungsi maskulin seorang pria lenyap semuanya, dan berubah menjadi seorang wanita yang sangat feminin!

Ninja yang misterius ini sebenarnya pria atau wanita? Chu Liuxiang belum bisa memastikannya.

Tetapi orang itu telah membuktikan dirinya sendiri. Sebab dia mulai menanggalkan pakaiannya!

"Satria di atas kasau" (catatan: ini suatu istilah halus untuk

"maling" dalam bahasa Mandarin) umumnya bukan seorang satria. Chu Liuxiang tidak pernah menyebut dirinya seorang satria, tapi para musuhnya juga tidak akan menyebut dirinya seorang licik! Walaupun badannya tidak bisa bergerak, paling tidak 'kan bisa tutup mata.

Namun dia tidak tutup mata.

Sebab meskipun dia bukan satria, tapi juga bukan orang munafik, jika dia mau melakukan satu hal, pasti dilakukan sampai tuntas. Tak disangsikan lagi bahwa ninja ini berasal dari Jepang. Mengapa dia datang ke Jiangnan? Apa tujuannya?

Sebenarnya dia pria atau wanita? 000

 Dia betul-betul adalah wanita.

Dadanya, pinggangnya dan kakinya membuktikan hal ini.

Sebab dia telah telanjang bulat dan terlihat di cermin, asal bukan orang buta pasti tahu bahwa dia bukan pria!

Sekalipun di tengah-tengah wanita, yang punya tubuh indah seperti dia ini juga tidak banyak!

Wanita-wanita Jepang umumnya punya semacam kelemahan bawaan, yaitu umumnya kaki mereka agak besar dan agak pendek. Tetapi dia lain.

Kakinya lurus dan panjang, bulat dan kekar, bentuk kakinya amat indah, sedikit cacat cela pun tidak ada!

Hampir saja Chu Liuxiang jatuh dari kasau, bukan karena melihat sepasang kaki indah ini, tapi mendengar wanita itu berkata dengan nada yang lemah-lembut: "Apakah aku sangat menawan? Sudah cukupkah melihatnya?"

Chu Liuxiang betul-betul tidak habis pikir kenapa wanita itu bisa tahu dia sedang melihatnya.

Tentu saja dia tidak habis pikir, sebab wanita itu tidak tahu dia sedang melihatnya.

"Masih belum cukup melihat, aku masih ingin melihat dengan lebih jelas lagi, sebab bukanlah sering-sering bisa melihat wanita seperti kau ini!"

Kata-kata ini bukan diucapkan oleh Chu Liuxiang, dia tidak bisa mengucapkan kata-kata semacam ini, orang yang berkata itu ada di luar jendela.

"Anda mau lihat, kenapa tidak masuk untuk melihatnya?"

Nadanya makin lemah-lembut: "Di luar begitu dingin, anda tidak takut masuk angin?"

Ternyata jendela tidak dikancing, begitu didorong dengan ringan langsung terbuka, sebentar saja orang itu telah berada dalam kamar, seorang yang memakai baju malam yang terbuat dari kain sutera yang berwarna putih perak, di

wajahnya yang pucat namun tampan itu terlihat ekspresi wajah yang angkuh dan tidak senonoh, alisnya miring dan sudut matanya tinggi, di matanya terdapat senyuman yang jahat dan bengis!

"Kamu sengaja tidak mengancing jendela, apakah memang maunya agar aku masuk dan melihatmu?"

Wanita itu memutar badannya dan berhadapan dengan, dia, katanya: "Pria tampan semacam anda ini, juga bukanlah yang bisa sering-sering dilihat, bukan?"

Dia menghadapi orang ini dengan telanjang bulat, seolah-olah tubuhnya memakai baju berlapis-lapis, sedikit pun tidak malu, sedikit pun tidak tegang!

Malahan Chu Liuxiang yang tegang sendiri.

Si gadis Jepang ini pasti tidak tahu siapa pria ini, juga tidak pernah dengar kata orang tentang baju malam yang unik ini!

Ya, dia toh berasal dari negara asing.

Namun Chu Liuxiang mengenal pria ini, bahkan mengenalnya amat mendalam.

Jika seorang wanita memakai sikap ini untuk menghadapi orang lain, mungkin merupakan semacam strategi yang efektif, tapi kalau dipakai untuk menghadapi pria ini akan sangat berbahaya, lebih berbahaya dari seorang anak kecil yang main api!

Baju malam yang berwarna putih perak itu berkelap-kelip di cahaya pelita, mata pria itu juga bersinar-sinar.

"Kau tahu aku siapa?"

"Aku belum pernah bertemu anda, tapi aku tahu bahwa di dunia persilatan ini cuma ada satu orang yang berani dan layak memakai baju malam ini!"

"Oh!"

"Sebab walaupun orang ini congkak, tapi betul-betul hebat, bahkan ilmu ringan tubuhnya tak ada yang bisa

menandinginya! Baju malam ini amat mencolok mata, seolah-olah takut kalau tidak terlihat orang saja! Kecuali Tuan Muda Panah Perak, siapa yang layak memakainya?"

"Kau kira aku adalah Panah Perak Xue Chuanxin?"

"Jikalau anda bukan dia, anda tidak akan bisa melihat wanita cantik seperti aku ini." Bunyi tertawanya juga penuh daya pesona.

"Sebab kalau anda bukan dia, sekarang anda paling sedikit mati 70 - 80 kali!"

Xue Chuanxin terus memandanginya, dari bagian-bagian tubuh yang ingin dilihat orang laki-laki, sampai ke bagian-bagian yang tak ingin dilihat orang laki-laki.

"Siapa namamu?"

"Namaku Yingzi. Apakah anda pernah melihat bunga sakura? Di kampung halamanku, begitu musim semi tiba, sebelum layunya bunga azalea, sakura sudah berbunga, dan semua bukit dan padang berubah jadi lautan bunga sakura.

Orang-orang berbaring di bawah pohon sakura, memetik samisen (catatan: sejenis alat musik tradisional Jepang), menyanyikan lagu-lagu cinta yang kuno, sambil minum arak sake yang asam-manis, sehingga melupakan semua kerisauan hati umat manusia!"

Disini tidak ada bunga sakura maupun arak sake, namun kelihatannya dia sudah mabuk, dan kelihatannya dia akan rebah dalam pelukan pria itu!

000

Di sekujur tubuhnya yang polos, bahkan suatu tempat yang bisa menyembunyikan sebatang jarum pun tidak bisa, tentu saja tidak akan ada senjata.

Karena itu siapa saja yang memeluknya akan aman sekali, amannya seperti berbaring di dalam peti mati lalu dipendam dalam tanah.

Para pria yang pernah memeluknya barangkali saat ini telah berbaring dengan aman di dalam tanah.

Tetapi di malam musim semi nan indah ini, ada seorang wanita cantik yang dengan suka rela mau dipeluk, ada berapakah pria di dunia ini yang dapat menolak?

Chu Liuxiang tahu bahwa paling sedikit ada dua orang: selain dia, masih ada satu lagi.

Karena ia melihat nona Yingzi tiba-tiba "terbang" dan terpelanting! Ternyata dia ditampar dengan punggung tangan oleh Tuan Muda Xue!

Sebenarnya dia terus membiarkan nona itu terus menggodanya, yang menggodanya dengan berbagai cara, dan dia merasa puas dan menikmati semua cara penggodaannya!

Nona itu sudah bisa merasakan hal ini, dan tahu pria itu sudah bereaksi kuat, maka dia mimpi pun tidak mengira bahwa pada saat-saat seperti ini ternyata pria itu bisa menamparnya!

"Aku berlaku begitu baik kepada anda, kenapa anda memukulku?"

"Mengapa ketika nona itu mandi, kau memasukkannya ke dalam peti dan kau angkut pergi?" kata Xue Chuanxin seraya menghela napas. "Hal ini mestinya hanya bisa dilakukan orang laki-laki semacam aku ini, mengapa kau mau rebutan bisnis denganku?"

"Anda juga datang karena dia?" Nona Yingzi sepertinya lebih marah dari tadi ketika ia ditampar, katanya: "Ada hal apakah yang aku tidak dapat menandinginya?"

"Hanya satu." "Apa itu?"

"Dia baru mandi, dia lebih bersih darimu."

Sedikit demi sedikit Chu Liuxiang mulai jadi paham.

Xue Chuanxin mencari ninja ini karena seorang wanita yang lain, dan wanita itu "dicuri" dan dimasukkan ke dalam sebuah peti ketika dia sedang mandi! Lalu kenapa nona Yingzi rela datang dari negara Jepang nun jauh, pergi ke Jiangnan untuk "mencuri" seorang nona yang sedang mandi?

Chu Liuxiang menjadi tidak paham lagi.

Namun justeru karena tidak paham, membuatnya makin tertarik!

Sebuah hal yang dapat membuat Chu Liuxiang tidak paham, biasanya adalah hal yang amat menarik!

Dia betul-betul ingin tahu betulkah di tempat ini ada sebuah peti? Betulkah di peti ini ada seorang nona yang baru mandi?

Sebenarnya ada hal-hal apakah yang menyebabkan orang lain mau "mencuri" nona ini dengan rela menanggung bahaya?

Dia setuju apa yang dikatakan oleh Xue Chuanxin.

Memasukkan seorang nona yang sedang mandi ke dalam peti dan mau diangkut pergi, hal ini memang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang wanita, bahkan orang laki-laki macam Xue Chuanxin juga tak akan sering-sering melakukannya.

Hal ini memang bukan suatu hal yang"bergengsi", sedikit sekali orang bisa melakukannya.

Tapi di luar dugaan orang: Pendekar Harum Chu yang selama ini amat "bergengsi", ternyata bisa melakukannya!

Selama ini "nasib"-nya mujur sekali, kali ini pun demikian.

Cepat sekali dia sudah menemukan peti itu, yang di dalamnya memang ada seorang nona yang baru mandi.

Ternyata ia membawa pergi peti itu, peti bersama nona itu!

Mengapa dia bisa melakukan hal ini? Ada keistimewaan-keistimewaan apakah dari nona yang berada di dalam peti itu?

 Sebenarnya Chu Liuxiang tidak melihat peti itu, namun "dibantu" oleh Yingzi.

Yingzi tiba-tiba merubah suatu cara lain untuk menghadapi Xue Chuanxin.

"Anda benar, dia lebih bersih dariku, tapi apakah sekarang dia tetap bersih seperti dulu?" Dia berkata sambil mengelus wajahnya yang bengkak karena tamparan: "Jika anda memukulku lagi, maka ketika anda menemukannya, amat mungkin dia telah berubah jadi seorang wanita yang paling kotor di dunia!"

Ketika Xue Chuanxin memandangnya dengan dingin, sinar matanya lebih dingin dari pria itu!

"Jikalau anda membunuhku, maka aku jamin bahwa yang anda temukan adalah wanita mati yang paling kotor!"

Melihat ekspresi wajah Xue Chuanxin, Chu Liuxiang tahu bahwa caranya sudah tepat!

Menghadapi pria semacam Xue Chuanxin ini, berbohong, menggoda, melawan, bahkan meminta-minta pun tidak ada gunanya! Kuncinya adalah menemukan lalu memanfaatkan kelemahankelemahannya!

Wanita yang datang dari Jepang ini ternyata memiliki insting yang sanggup memahami pria, seperti reaksi binatang terhadap pemburu! Insting semacam ini kebanyakan wanita tidak memilikinya!

Sikap Xue Chuanxin memang berubah, katanya: "Bagi siapapun dua orang wanita mati itu tidak ada faedahnya." Dia tersenyum. "Aku hanya berharap kalian berdua bisa hidup sampai berumur 80 tahun dengan damai dan bersih!"

Senyum membuat wajah pria itu tambah menarik, sikap Yingzi juga berubah, katanya: "Apakah anda ingin aku membawa anda pergi cari dia?"

"Ya."

 "Setelah itu?"

Tiba-tiba senyuman Xue Chuanxin menjadi jangal sekali, tiba-tiba merangkul pinggangnya Yingzi, dan berkata lirih di pinggir telinga: "Pada saat itu kau akan tahu aku adalah pria macam apa!"

Yingzi bukan orang tolol, juga bukan nona muda yang langsung mabuk kepayang begitu melihat pria yang tampan!

Cuma karena kalimat ini, tentu saja dia tak akan membawanya pergi.

Hanya dia yang tahu di mana peti itu berada, inilah satu-satunya senjata ampuh yang bisa dia pakai untuk menghadapi Xue Chuanxin.

Tentu saja dia butuh jaminan yang lebih bisa dipercayai, atau mengajukan sejumlah syarat, setelah disanggupi baru membawanya pergi.

Tetapi dia tidak berbuat demikian!

Tidak ada syarat, tidak ada jaminan, sepertinya dia langsung mabuk kepayang begitu dengar kalimat ini!

Seandainya Hu Tiehua ada di tempat, barangkali segera loncat ke bawah untuk beri dia dua sampai tiga tamparan, agar dia menjadi sadar!

Untung Chu Liuxiang bukan Hu Tiehua.

Ketika Yingzi memakai pakaiannya, Chu Liuxiang telah mengerti maksudnya, dia berbuat demikian agar Xue Chuanxin bisa menjauh dari kamar.

Mengapa dia berusaha keras agar Xue Chuanxin menjauh dari kamar? Apakah karena dia tidak ingin pria itu tinggal terus di kamar?

Ketika dia pergi, bahkan tidak mengunci pintu kamarnya!

Ketika memandang dia pergi, tiba-tiba mata Chu Liuxiang berbinar-binar. "Peti itu pasti ada di dalam kamar ini," jikalau

ada orang yang berani bertaruh dengannya, mau taruhannya apa saja dia juga mau, sebab dia pasti akan menang! 000

Peti itu memang ada, ada di belakang ranjang.

Sebuah ranjang besar, dengan kelambu berwarna putih perak, di belakangnya masih ada tempat kosong, selain bisa menaruh sebuah pispot, juga bisa menaruh peti kayu kamper yang besar.

Di dalam peti itu memang ada seorang nona yang baru mandi, cantik, wangi, masih dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya hanya ditutupi dengan handuk sutera yang berwarna pink, sehingga menonjolkan banyak bagian tubuh yang dapat membuat jantung setiap pria berdetak kencang!

Jantung Chu Liuxiang berdetak beberapa kali lebih cepat dari biasanya! Bukan karena wajah cantik yang polos, juga bukan karena bahunya yang indah dan mulus, lebih-lebih juga bukan karena sepasang kaki indah yang setengah tertutup oleh handuk mandi!

Ia sama sekali tidak memperhatikan bagian-bagian itu, disebabkan pada pandangan pertamanya ia telah melihat sesuatu yang menyita semua perhatiannya!

Ia melihat sebuah bulan sabit.

Sebuah bulan sabit melengkung yang berwarna merah, berada di atas dada si nona yang yang putih mulus!

Chu Liuxiang segera teringat kepada Jiao Lin, teringat akan sapu tangan sutera pemberian Jiao Lin kepadanya, dan teringat akan sebuah bulan sabit yang disulam dengan benang sutera merah yang ada pada sapu tangan sutera itu!

Peti itu segera ditutup olehnya.

Hanya dalam waktu sekejap mata, peti tersebut sudah tidak berada lagi di kamar! 000

Sebuah peti kayu kamper yang besar dan berat, di dalamnya ada seorang nona setengah telanjang yang belum sadarkan diri, dia bisa membawanya kemana?

Yang lebih memberatkannya adalah: Dia sudah mendengar Hu Tiehua sedang menghadapi hal yang berbahaya!

Dia tidak bisa mengacuhkan Hu Tiehua, juga tidak bisa mengacuhkan nona ini, dia mesti pergi menghadapi lawan-lawan Hu Tiehua, juga mesti menghadapi Yingzi dan Xue Chuanxin.

Jika orang lain berada di dalam situasi ini, pasti tidak tahu harus bagaimana bertindak.

Untung dia bukan orang lain, orang lain tidak tahu harus bagaimana, tapi dia tahu.

Sebab dia adalah Chu Liuxiang! 000

Diantara biaoshi yang semuanya mabuk berat, terdapat seorang yang kadar mabuknya "hanya" 50-60%.

Jika seseorang kadar mabuknya 50-60%, itu adalah saat dimana dia mengira dirinya dalam keadaan yang paling sadar!

Maka dialah orang pertama yang melihat ada seorang yang masuk dari luar dengan mengangkat sebuah peti besar.

Apakah orang ini sudah gila?

Baru saja dia ingin melompat bangun, dan ingin menendang orang ini sampai masuk ke bawah meja, namun si pedagang yang kelihatan jujur ini meraba wajahnya, lalu tibatiba berubah jadi seorang sahabat yang paling dikagumi!

"Pendekar Harum!" Dia berteriak: "Bagaimana anda bisa datang?" Chu Liuxiang tidak beri penjelasan.

Ia telah memakai semacam cara yang paling cepat untuk memberitahukan identitasnya.

Ia menarik biaoshi itu masuk ke sebuah kamar yang tidak ada orangnya, lalu menyerahkan peti dan sapu tangan sutera itu padanya.

"Jika orang yang ada di dalam peti sudah siuman, tolong tunjukkan sapu tangan ini padanya, beritahukan dia bahwa kau adalah temannya Jiao Lin, dan Jiao Lin adalah ayah kandungnya, maka dia mesti menunggu di sini sampai aku kembali."

Biaoshi yang sejak tadi mengira dia masih sadar itu, tibatiba merasa dirinya sama sekali tidak sadar! Sebab dia tidak paham sama sekali apa yang dikatakan Chu Liuxiang.

Satu-satunya hal yang dapat membuat dia percaya adalah: Orang ini memang adalah Chu Liuxiang, dan apa yang diminta Chu Liuxiang untuk dia kerjakan pasti tidak akan salah!

Oleh karena itu ia segera menyanggupi: "Baik, aku akan tunggu anda, aku akan duduk di atas peti ini untuk menunggu anda kembali. Tetapi anda mesti cepat kembali, karena teman-teman kami semuanya ingin menemani anda minum arak."

000

Chu Liuxiang memang kembali dengan cepat.

Sebab begitu melihat Bai Yunsheng pergi dan Bibi Hua muncul, dia segera kembali, namun ketika dia kembali, sudah tidak ada orang lagi di tempat ini yang dapat menemaninya minum arak!

000

Di dalam dunia ini ada banyak orang yang minum arak, juga ada banyak orang yang tidak minum arak, ada orang yang tidak minum arak dikarenakan mereka tidak suka, tidak mau, tidak menikmatinya, dan tidak punya uang untuk beli arak.

Ada juga orang tidak minum arak karena takut, takut dapat penyakit, takut dimarahi istri, takut disalahkan oleh handai taulan, dan lain-lain.

Tetapi yang betul-betul tidak bisa minum arak hanya dua macam. Yang pertama: orang mati.

Yang kedua: orang mabuk yang hampir mati, yaitu orangorang yang tak sadarkan diri karena kebanyakan minum arak!

000

Ketika Chu Liuxiang kembali, yang ada di halaman luas ini hanya tinggal dua macam orang ini!

Ada yang sudah mati, ada yang tak sadarkan diri seperti orang mati, pokoknya setiap orang terbaring di lantai dan tidak bergerak!

Hanya ada seorang yang termasuk pengecualian, hanya orang ini yang tidak berbaring.

Peti itu masih ada.

Orang ini duduk tegak di atas peti itu, sayangnya orang ini bukanlah si teman yang mau menunggu Chu Liuxiang kembali untuk minum arak!

Chu Liuxiang begitu melihat baju malamnya yang berwarna putih perak itu, perasaan hatinya langsung tidak enak.

Dia tidak takut kepadanya, namun dia juga tidak senang bertemu orang ini, seperti dia juga tidak senang bertemu dengan landak!

Tetapi sepertinya Xue Chuanxin amat senang bertemu dia.

"Memang adalah anda, dan anda telah datang." Dia berkata sambil tersenyum. "Kali ini ternyata aku tidak salah tebak."

"Apakah sejak tadi anda telah menduga itu adalah aku?"

"Begitu keluar dari pintu kamar, aku sudah duga bahwa peti itu sangat mungkin ada di dalam kamar, namun ketika aku kembali, peti itu telah tidak ada. Kecuali Pendekar Harum Chu, siapa lagi yang memiliki gerakan begitu cepat?"

Senyumannya tambah cerah: "Untung aku juga tahu bahwa Pendekar Harum selama ini punya hubungan baik dengan Kantor Ekspedisi "Chang Sheng", makanya aku bisa mencari kemari, kalau tidak, hari ini aku akan kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan anda!"

Chu Liuxiang berkata sambil tersenyum pahit: "Lain kali kalau anda bertemu hal- hal semacam ini, bolehkan sekali-sekali melupakan aku?"

"Lain kak aku pasti berusaha untuk melakukannya." Xue Chuanxin berkata dengan tulus. "Cuma sayangnya ada sejumlah orang yang sering diingat orang lain, mau melupakannya juga tidak bisa."

Dia tiba-tiba menghela napas panjang: "Apalagi teman-teman dari kantor ekspedisi "Chang Seng", barangkali mulai sekarang akan mengingat anda setiap malam!"

"Mengapa?"

"Mengapa? Apakah anda betul-betul tidak tahu mengapa?

Jikalau bukan anda yang membawa peti itu kemari, saat ini mereka pasti masih minum arak dengan nikmatnya, bagaimana bisa dibunuh dengan kejam oleh orang lain?" "Dibunuh orang? Bukan anda yang melakukannya?"

"Ketika aku datang, yang harus mabuk sudah mabuk, yang harus mati sudah mati!" Xue Chuanxin menghela napas lagi.

"Orang yang melakukannya punya gerakan yang amat cepat, untung aku tahu bahwa Pendekar Harum selama ini tidak pernah membunuh orang, kalau tidak aku juga bisa mengira itu adalah perbuatan anda!"

Chu Liuxiang tidak meraba hidungnya.

Hidungnya dingin sekali, jari-jari tangannya juga dingin sekali. Mendadak Xue Chuanxin bertanya: "Apakah anda tidak ingin melihat-lihat orang yang ada di dalam peti?"

"Dia bagaimana?"

"Juga tidak bagaimana, hanya nyawanya hilang dengan tidak tahu apa-apa!"

Ujung hidung Chu Liuxiang yang dingin tiba-tiba keluar keringat dingin, air mukanya juga berubah, bahkan kawan-kawannya yang paling lama pun jarang melihat perubahan air muka yang demikian!

Sekalipun dia sendiri menghadapi saat mati hidup yang tanpa harapan lagi, dia juga tidak akan demikian sedihnya!

Itu karena dia teringat akan Jiao Lin, seorang teman yang hampir tidak memiliki apa-apa lagi, yang begitu mempercayai dan menghormatinya! Jika dia menyebabkan anak dari seorang teman semacam ini mati karena dia didalam sebuah peti, maka semua yang dikerjakan dalam hidupnya hanyalah setumpuk sampah saja!

Xue Chuanxin berdiri dan membuka peti.

Yang pertama terlihat Chu Liuxiang adalah sapu tangan sutera yang menguning itu.

Bulan sabit yang melengkung itu tetap berwarna merah seperti darah, namun di sisinya ada dua baris huruf yang tertulis dengan darah:

"Chu Liuxiang banyak usil He Yulin mati penasaran." 000

He Yulin adalah si teman yang duduk di atas peti dan menunggu Chu Liuxiang kembali untuk bersama-sama minum arak.

Ternyata yang mati di dalam peti itu bukan anaknya Jiao Lin, tapi He Yulin. Anaknya Jiao Lin pergi kemana?

Xue Chuanxin menutup peti dengan pelan, lalu memandangnya dengan sikap simpati.

"Suka usil bukanlah sesuatu yang jelek, orang yang suka usil biasanya adalah orang yang punya kepandaian yang tapi kalau sudah terlalu usil, kadang-kadang bisa mencelakai orang lain dan diri sendiri."
*** ***
Note 26 oktober 2020
Uang tidak bisa membeli kebahagian. tetapi memiliki uang lebih bahgia dari pada tidak memiliki, lahh???🤔
|Cersil terbaru di upload setiap hari sabtu dan minggu.|
(Regards, Admin)

0 Response to "Legenda Bunga Persik Jilid 03"

Post a Comment

close